Anda di halaman 1dari 33

Kata pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas kehendaknya
sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan praktikum Milling ini. Penulis
juga tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada instruktur di
sektor kerja milling karena telah banyak memberikan masukan pengetahuan
dan arahan serta bimbingan selama praktikum berlangsung sehingga
praktikum tersebut dapat berjalan lancar, aman dan terkendali.

Laporan praktikum Milling ini disusun berdasarkan apa yang telah


penulis peroleh selama kurang lebih sepekan. Laporan ini memuat dua
pembahasan penting yakni pada Bab 2 tentang teori dasar dan pada Bab 3
tentang pembahasan. Pada Bab teori dasar, disitu melingkupi semua teori-
teori yang menunjang kelancaran praktikum termasuk perhitungan-
perhitungan khusus dalam pengerjaan roda gigi heliks dan rack gear.
Sedangkan pada bab 3 Pembahasan, disitu melingkupi proses-proses yang
telah dilakukan antara lain pembuatan roda gigi heliks dan roda gigi miring.

Dengan tersusunnya laporan ini, penulis berharap kiranya ini akan


menjadi salah satu sumber penambah ilmu, wawasan dan pengalaman
selama bekerja di mesin Miling. Disamping itu penulis mengharapkan bahwa
laporan ini tidak hanya sebagai pelengkap praktikum saja melainkan dapat
disebut sebagai hasil karya yang setidaknya dipelihara, dirawat seperti
layaknya buku resmi.

Akhirnya penulis sadar bahwa laporan ini belumlah sempurna, oleh


karena itu demi kesempurnaan laporan berikutnya, penulis sangat
mengharapkan saran dan dukungan serta kritik yang sifatnya membangun
dari para pembaca sehingga dengan semua itu kesempurnaan laporan ini
dapat tercapai.

Penyusun,
Muh. Fadli
B

Daftar Isi

KATA 02
03
PENGANTAR ............................................................................................
.......................................... 04

DAFTAR 04
05
ISI ............................................................................................................
......................................... 06

BAB 06
1.
06
PENDAHULUAN ........................................................................................
..................................... 06

A. Latar belakang 09

.......................................................................................................10
......................... 11
12
B. Tujuan ............................................................................................
..................................................... 13

BAB 2. TEORI 13
17
DASAR .....................................................................................................
............................. 18

A. Definisi 19
20
umum ............................................................................................
..................................... 21

B. Prinsip kerja mesin 24


25
frais ...............................................................................................
.............. 25

C. Metode 26
27
pembagian......................................................................................
...................................

2
D. Jenis mesin
frais ...............................................................................................
..............................
E. Jenis pencekam benda
kerja ..............................................................................................
.......
F. Jenis pencekam alat
potong ...........................................................................................
...........
G. Jenis alat
potong ...........................................................................................
..................................
BAB 3.
PEMBAHASAN ..........................................................................................
......................................
A. Proses
praktikum.......................................................................................
....................................
B. Alat-alat perlengkapan
kerja...............................................................................................
......
C. Perhitungan ...................................................................................
...................................................
D. Masalah yang
dihadapi .........................................................................................
.......................
E. Solusi
masalah .........................................................................................
.......................................
F. PKS
Milling ............................................................................................
............................................

3
G. Potensi
Bahaya ..........................................................................................
.....................................
BAB 4.
PENUTUP .................................................................................................
.........................................
Kesimpulan ....................................................................................
...................................................
Saran –
saran .............................................................................................
......................................
BAB 5.
LAMPIRAN ................................................................................................
........................................
Kartu
proses ............................................................................................
.........................................
Operation
plan ...............................................................................................
.................................
Catatan praktikum
bengkel ..........................................................................................
.............
Gambar kerja Helical Gear
.......................................................................................................
..
Gambar kerja Rack
Gear ...............................................................................................
..............

Bab 1. Pendahuluan

4
Latar belakang

Kerja frais disebut juga bekerja pada mesin Milling karena pada
pengoperasiannya peserta atau operator menggunakan mesin Milling dalam
pembuatan produk atau benda kerja. Secara definitif kerja frais adalah suatu
proses penyayatan benda kerja yang dilakukan pada mesin frais dengan
menggunakan alat potong atau pisau frais yang berputar.

Mesin frais adalah salah satu perkembangan dari teknologi permesinan


yang mana telah banyak memberikan kemudahan dalam pembuatan produk.
Perkembangan ini merupakan kemudahan tersendiri bagi para teknisian
diseluruh dunia dan juga semua orang yang bergelut dalam bidang teknologi
manufaktur. Perkembangan ini pun pula menjadi tantangan bagi kita semua
dalam menghadapi persaingan global. Oleh karena itu proses belajar
mengajar baik teori maupun praktik harus selalu direvisi guna menambah
kualitas penyerapan ilmu.

Proses-proses yang dapat dikerjakan pada mesin frais adalah


tergantung pada jenis mesin itu sendiri. Sebagai contoh mesin frais
horisontal secara umum dapat memroses benda kerja dengan arah
horizontal. Dengan adanya alat bantu pencekaman seperti ragum mulai dari
yang sederhana sampai pada bentuk universal akan menambah kuantitas
jenis bentuk benda kerja yang dapat dikerjakan. Hal tersebut akan lebih
kompleks dengan adanya mesin-mesin yang lebih modern seperti mesin
CNC. Mesin ini akan sangat menguntungkan bagi institusi-institusi yang
khusus memproduksi benda-benda dalam jumlah yang banyak.

5
Tujuan

Praktikum milling bertujuan untuk memperkenalkan dan melibatkan


mahasiswa dalam pengoperasian mesin dan lebih dari itu dituntut pula agar
mahasiswa mengetahui, mengerti dan mampu membuat benda-benda yang
umum digunakan diberbagai institusi atau industri.

Disamping itu praktikum Milling bertujuan untuk mengikuti prosedur


pembelajaran dimana setiap mahasiswa menuntut ilmu. Tentu saja
praktikum tersebut memiliki fungsi baik dari sisi mahasiswa maupun dari sisi
institusi. Seperti yang dijelaskan pada paragraf sebelumnya dapat diartikan
sebagai fungsi praktikum dari sisi mahasiswa. Sedangkan dari sisi institusi
adalah marupakan bahan pembelajaran yang disajikan kepada mahasiswa
dalam rangka mangubah mahasiswa menjadi tenaga handal. Mahasiswa
dalam hal ini merupakan produk yang dihasilkan oleh institusi tersebut.

Secara Khusus Praktikum milling pada semester ini bertujuan untuk :


Dapat mengoperasikan mesin Milling Universal dengan baik dan benar.
Mampu melakukan perhitungan dan rangkaian roda gigi.
Mengenal dan mampu menggunakan serta mengetahui fungsi masing -
masing dari peralatan-peralatan pada mesin milling.
Dapat membuat roda gigi heliks dan rack Gear dengan baik dan benar.
Mengetahui cara bekerja dengan aman sesuai Prosedur Kerja Standar
(PKS) ditandai dengan pemanfaatan energy analisa dan energy control
secara stabil/normal.

6
Bab 2. Teori Dasar

A. DEFINISI UMUM

Mengefrais adalah suatu proses penyayatan benda kerja yang


dilakukan pada mesin frais dengan menggunakan alat potong atau
pisau frais yang berputar.
Roda gigi heliks adalah salah satu jenis roda gigi dengan alur gigi
berbentuk spiral mengikuti bentuk silinder luar benda.
Rack gear atau batang gigi adalah salah satu jenis gear yang dibentuk
pada balok dengan dimensi tertentu. Rack gear ini berfungsi sebagai
transmisi untuk merubah gerak lurus menjadi gerak berputar atau
gerak berputar menjadi gerak lurus.

A. PRINSIP KERJA MESIN FRAIS

mesin Frais Universal adalah mesin yang dapat menggunakan kepala


spindle vertical yang dapat dimiringkan
dengan sudut tertentu dan kepala spindle horizontal
sebagai tempat pencekaman Cutter.
Putaran yang berasal dari motor diteruskan oleh
spindle utama melalui system transmisi roda
gigi sehingga cutter berputar.
Meja mesin dapat dimiringkan kearah mendatar dengan sudut hingga
30°.

A. METODE PEMBAGIAN

Pembagian langsung

7
Pembagian langsung adalah pembagian yang langsung dibagi sesuai
plat indeks
Diameter maksimum adalah : 24 12 6 4
3 2
Pembagian langsung ini dapat diaplikasikan pada proses tool cuuter
grinding.
Keuntungannya adalah, pembagian ini lebih cepat dan mudah serta
tanpa disertai perhitungan yang berarti. Kerugian dari metode ini
adalah kurang presisi dan pembuatan roda gigi terbatas pada Plat
indeks yang tersedia.

Pembagian sederhana
Pada pembagian sederhana kita membandingkan antara tuas pemutar
(pada plat indeks) dan poros utama (spindel kepala pembagi). Satu
putaran poros utama sama dengan 40 putaran tuas pemutar.
Jumlah putaran engkol dapat dirumuskan :
Nc = number of cranshaft (jumlah putaran engkol)
Nc=iT i = rasio kepala pembagi (40)
T = teeth (jumlah gigi)
Contoh : roda gigi (T) = 5
Nc = i / T = 40 / 5 = 8 putaran
Mis: T = 7
Nc = 40/7 = 5 5/7 atau 5 10/14 atau 5 15/21 atau 5 20/28
Artinya : 5 putaran engkol + 5 (10, 15, 20) jarak lubang pada plat
indeks 7(14, 21, 28)
Kedalaman pemotongan (h) = (2,1 - 22) x modul (cuter)

h = (2,1 - 2,2)
m
Diameter bakal roda gigi (D)
z = jumlah gigi
D = m (z +
2) m = cutter modul
Contoh ; z = 31 = T
m = 1,5

8
nc = 40 / 31 = 1 9 / 31 atau 1 18 / 62
artinya : 1 putaran engkol + 9 (18) jarak lubang pada plat indeks 31
(62)
hmaks = 2,2 x 1,5 = 3,3
hmin = 2,1 x 1,5 = 3,15
D = 1,5 (31 + 2) = 49,5 mm
Keuntungan dari metode ini adalah lebih presisi dari metode
pembagian langsung. Kerugiannya adalah masih terbatasnya roda gigi
yang dapat dibuat karena bergantung pada kesediaan plat indeks.

Pembagian sudut
Pembagian sudut pada intinya sama dengan pemdagian sederhana,
hanya saja pada pembagian sudut, besar sudut antar gigi terhadap
titik pusat roda gigi dibagi dengan rasio per 360o.
Jumlah putaran engkol dapat dirumuskan sbb:

=
α α α
nc = =
360/ i 360/ 40 9°

Nc : jumlah putaran engkol


α : sudut profil gigi
i : rasio kepala pembagi

D = m (z + h = (2,1 - 2,2)

Contoh :
Dik: z = 62, i = 40, α = 6°
Tentukan putaran engkol (nc)….?

α 6 6 6 5 30
nc = = = = x =
360/ i 360/ 40 9 9 5 45

30 jarak lubang pada plat indeks 45


30
nc = =
45

Pembagian differensial
Z’ = dinaikkan 15 %

9
diturunkan 15 %

1 R=nc=iz'(z'-z)
nc = ( z '− z )
z' n c = n c' ( z '− z )

dik : z = 67, i = 40 : 1
roda gigi yang tersedia : 24 ; 25 ; 28 ; 30 ; 34 ; 40 ; 50
plat indeks yang tersedia : 15 ; 16 ; 17 ; 18 ; 19 ; 20 ; 21 ; 22 ; 24
tentukan Nc dan R…..?
nc=iz'(z'-z) z’ =67 - (15% x 67) sampai 67 + (15% x 67)
nc=4068(68-67) z’ =56,95 sampai 77,05 diambil 68
nc=4068(1)
nc=4068=1017= 10 jarak lubang pada plat indeks 17

R =1017x22x5050
R =40 .2534 .50=z1 . z3z2. z4 jadi z1 = 40; z2 = 34; z3 = 25 dan z4 = 50

Continue fraction
Metode ini adalah metode terakhir yang dapat digunakan dalam
hitungan proses pembagian. Metode ini digunakan apabila dari
keempat metode sebelumnya tidak dapat menyelesaikan masalah. Nc
a faktor jumlah gigi.
diperoleh dari

Nc=ed

cb

ed

fg

10
Contoh : z = 45
45

Nc = Nc=59x55=2545 jadi Nc = 25 jarak lubang pada plat


indeks 45

59

A. JENIS – JENIS MESIN FRAIS

Menurut sumbu utama, mesin frais terdiri dari :


Mesin Frais datar (Horizontal)
Sumbu utama mesin ini sejajar dengan meja mesin.
Mesin Frais tegak (Vertical)
Sumbu utama mesin ini tegak lurus terhadap meja mesin.
Mesin Frais (Universal)
Mesin ini memiliki dua sumbu yang dapat diganti – ganti yaitu sumbu
horizontal dan vertical sehingga mesin ini dapat berfungsi sebagai
mesin Frais datar (Horizontal) maupun Tegak (vertical)
Menurut konstruksi dudukan meja, mesin Frais terdiri dari :
Mesin Frais Type Knee
Mesin ini punya kelebihan karena selain dapat bergerak kearah
memanjang dan melintang, meja ini pun dapat diputar dengan sudut
tertentu dan dapat di naik turunkan.
Mesin Frais Type Knee
Mesin ini cukup sederhana karena meja mesin hanya dapat bergerak
kearah memanjang dan melintang saja.

Menurut cara kerja, mesin Frais terdiri dari :


Mesin Frais semi Otomatis
Mesin ini dapat dioperasikan secara otomatis dan dapat pula secara
manual.
Ctt: otomatis mesin tidak seperti halnya otomais pada mesin CNC.
Mesin Frais otomatis (CNC)
11
Mesin ini boleh dikatakan cukup canggih karena semua gerakan mesin
dikontrol oleh computer (program).
Ctt: program terlebih dahulu disimulasi dalam computer sebelum
mengaplikasikan
pada mesin untuk mengetahui kesalahan sedini mungkin.
Mesin Frais Khusus terdiri dari :
Mesin Frais Roda Gigi (mesin Hobbing)
Mesin mesin ini hanya digunakan untuk membuat roda gigi dimana
metode yang digunakan adalah metode pemotonga berlanjut atau
terus menerus (generating method).
Mesin Frais Copy
Mesin ini digunakan untuk membuat benda – benda dengan bentuk
yang relative sulit atau rumit dan atau produk missal dengan
menggunakan Pola (mal).

A. JENIS – JENIS PENCEKAM BENDA KERJA

Ragum sederhana
Benda kerja yang akan dicekam menggunakan ragum
sederhana adalah benda – benda yang tidak
membutuhkan kemiringan tertentu.
Ragum sudut
Benda kerja yang dicekam menggunakan
ragum sudut membutuhkan pengerjaan dengan
kemiringan tertentu pada bidang horizontal.
Ragum universal
Benda kerja yang akan dicekam mrnggunakan
ragum universal adalah bend – benda yang
membutuhkan pengerjaan dengan kemiringan
tertentu pada bidang horizontal dan vertical.

12
Klem
Pencekaman menggunakan Klem dilakukan langsung diatas mesin
menggunakan bantuan klem dan baut pencekam. Umumnya benda
yang akan dicekam dengan klem berdimensi besar dan rumit sehingga
tidak dapat menggunakan Ragum.
Pemegang collet vertical.
Pemegang coleet ini tidak hanya berfungsi
sebagai penahan collet tetapi juga dapat
digunakan sebagai penahan benda kerja pada
proses pemotongan
Kepala pembagi dengan poros mandril terhadap tail stock (kepala
lepas).
System ini biasanya digunakan untuk benda yang memiliki lubang
yang suaian terhadap poros mandril yang digunakan.
Kepala pembagi dengan tail stock (kepala lepas) dengan system
center to center menggunakan
bantuan lathe dog.
System ini digunakan pada benda
kerja yang berbentuk poros dengan
Kepala lubang
lepas center
Kepalapada kedua ujung
Lathe dog pembagi
poros.

A. JENIS –JENIS PENCEKAM ALAT POTONG

Adaptor
Digunakan untuk mencekam pisau frais berlubang
pada mesin frais vertical.
Arbor

13
Digunakan untuk mencekam pisau
frais berlubang pada mesin frais
horizontal.
Collet
Digunakan untuk mencekam pisau frais bertangkai
silindris (Cutter jari).
Cuck bor
Digunakan
untuk
mencekam
mata bor, counterbore,
countersink, atau reamer.
Sleeve
Digunakan untuk mencekam
pisau frais bertangkai tirus.

A. JENIS ALAT POTONG/CUTTER PADA MESIN FRAIS

Pisau frai berlubang


– Plain cutter, Shell and mill cutter, Face mill cutter, Roughing cutter,
Carbide cutter.
– Pisau frais celah (slitting saw, pisau celah cakra, pisau frais gigi
silang)
Pisau frais bentuk
– Pisau frais sudut, pisau frais ekor burung, pisau frais radius, pisau
frais roda gigi (cutter modul), pisau frais hobbing.
Pisau frais bertangkai (cutter jari)
– End mill cutter, roughing cutter, ball nose end mill cutter,
dressinking cutter, contour cutter, pisau frais celah, pisau frais satu
bibir.

14
Bab 3. Pembahasan

A. PROSES PRAKTIKUM
1. roda gigi heliks
Metode meja dimiringkan menggunakan sumbu horizontal.
Kepala
pembagi
Setting mesin mesin Sumbu
Vertikal
menggunakan Sumbu
Spindel
Horizontal. Kepala Pembagi

Pasang kepala pembagi pada meja mesin set pada posisi nol derajat.
Pasang senter tetap pada spindel kepala embagi.
Pasang kepala lepas pada meja mesin
berhadapan dengan kepala pembagi.

15
Dekatkan kedua senter yaitu senter tetap dan
senter kepala lepas.
0

Sesuakan kemiringan kepala pembagi hingga kedua senter bertemu


pada kedua titik senter.
Kuatkan baut pencekam (T-slot) pada kepala pembagi.
Siapkan lathe Dog dan Pasang ke center tetap kepala pembagi bserta
benda kerja sehingga pencekaman yang terjadi adalah Center to
center.
Kuatkan baut inbus 6 pada lathe dog dengan kunci L.6 kemudian
kuatkan baut pencekam (T-slot) pada kepala lepas.
Benda Kerja Lathe Dog

Pemegang Collet
Vertikal

Gunakan Pemegang Collet Vertikal untuk menahan benda pada saat


proses pemotongan.
Setelah proses pencekaman selesai, lakukan penyettingan Roda Gigi
sesuai Perhitungan Yaitu z1=100 ; z2=90 ; z3=80 ; dan z4=100.
20° Skala pada
mesin
Selanjutnya memiringkan Meja sebesar
kemiringan Heliks Benda kerja yaitu
19°20’. Tetapi karena skala pada meja
mesin mempunyai ketelitian hanya 1 mm, maka sudut
yang diberikan adalah 20°.
Cutter yang
terpasang Pada
Arbor

Pasang arbor yang telah dipasangkan


dengan Cutter terlebih dahulu pada
spindle horizontal mesin.
Lakukan penyettingan nol benda kerja terhadap cutter.
16
Siapkan penyiku dan Kongkol penggores untuk mencari titik nol pada
benda kerja dan cutter modul.
Setting senter benda kerja sama dengan senter cutter modul.
Setelah sesumbu antara benda dan modul, setting gerakan vertikal
meja hingga cutter bersentuhan dengan benda kerja pada titik nol.
Proses pencarian titik nol ini dilakukan ketika cutter sedang berputar.
Jika semua system telah diyakinkan Kuat,
lakukan pemotongan secara bertahap
hingga semua gigi terbentuk.
Putar eretan naik – turun meja untuk
menaikkan meja setinggi gigi yang
ditentukan.
Gunakan RPM yang sesuai selama proses berlangsung.
Naikkan meja atau geser kearah vertikal setinggi Hmax + Hmin dibagi
dua.
Lakukan proses pemotongan dengan menggunakan RPM dan Feeding
yang sesuai.
Setelah pemotongan selesai, geser lagi meja kearah kanan untuk
membebaskan benda dari cutter.
Putar tuas pada plat indeks sebesar perhitungan.
Untuk memudahkan pembagian plat indeks,
gunakan pisau plat indeks untuk memberi jarak
pada setiap lubang, sebanyak yang telah
ditentukan.
Lakukan tahap-tahap proses tersebut untuk pemotongan berikutnya.

Metode kepala mesin (sumbu vertikal) dimiringkan


Beberapa proses memiliki kesamaan dengan
metode sumbu horizontal hanya saja ad
perbedaan sedikit sbb;
Setting mesin menggunakan sumbu vertical mesin.
Pasang kepala pembagi, kepala lepas, seperti proses sebelumnya.
Miringkan Kepala mesin (sumbu vertical) sebesar
19°20’ atau 20°.

17
Setting Roda gigi sesuai perhitungan.
z1
z2
z4
z3

Pastikan kemiringan meja adalah 0°.


Penyettingan Nol sedikit berbeda yaitu dilakukan pada posisi nol
berdasarkan grafik Cartesius sbb;

Y Benda kerja

90°

Cutter
X 180° 0°

adaptor
270°

Setelah cutter berada pada titik nol terhadap benda


kerja selanjutnya lakukan pemotongan secara
bertahap dengan kedalaman pemotongan pertama ±
1.5 mm atau 15 divisi pada skala eretan naik turun
meja.
Pastikan proses pemotongan menggunakan RPM dan Feeding yang
sesuai.
Lakukan pemotongan secara bertahap hingga semua gigi terbentuk.

1. Rack Gear (Batang Gigi)


Metode benda (Ragum) dimiringkan
Setting mesin menggunakan kepala/sumbu vertical mesin.
Miringkan sumbu vertical searah jarum jam sebesar 90°
Pasang ragum pada meja mesin kemudian dial kesejajarannya
terhadap meja mesin menggunakan dial indikator. Kencangkan baut
(T-slot) untuk menguatkan ragum terhadap meja mesin. Miringkan
Ragum sebesar 19°20’ (20)

18
Setelah sejajar, pasang benda kerja pada ragum dan kencangkan
secukupnya. Dial kerataan benda menggunakan dial indikator.
Kemudian kencangkan lagi.
Dial kesejajaran sumbu vertical mesin 90° terhadap benda kerja.
Setelah cukup rata, pasang adaptor yang telah dipasangkan cutter
pada kepala mesin.
Setting benda kerja terhadap cutter pada posisi nol. Penyettingan
berlangsung pada saat cutter berputar.
Pasang kepala pembagi kemudian
kencangkan menggunakan T-slot. Rangkai
roda gigi sesuai perhitungan Pw=Pn
(gunakan guard pelindung Roda gigi).
Bebaskan cutter terhadap benda, kemudian naikkan meja mesin
setinggi ‘h’.
Lakukan pemotongan awal sesuai jarak yang telah diperhitungkan.
Pemotongan berikutnya dilakukan setelah cutter dibebaskan kemudian
geser eretan melintang sebesar pitch (jarak tiap puncak blok).

Metode meja dimiringkan


Pada dasarnya proses pemotongan menggunakan metode meja
dimiringkan ada kesamaan dengan metode benda dimiringkan. Tetapi
ada juga perbedaannya sbb;
Kemiringan ragum tetap pada posisi 0° (sejajar dengan meja).
Kemiringan ragum digantikan dengan memiringkan meja sebesar
19°20’ atau 20°.
Rangkai roda gigi sesuai perhitungan Ps=Pn

19
A. ALAT – ALAT PERLENGKAPAN KERJA

NAMA GAMBAR FUNGSI NAMA GAMBAR FUNGSI


Mengubah
Digunakan untuk Kepala putaran poros
membuka dan pembagi transporter
Kunci pas
mengencangkan (Dividing menjadi 40:1
baut atau mur Head) terhadap benda
kerja

Alat potong
Digunakan untuk
Cutter khusus untuk
Kuas membersihkan
Modul pembuatan alur
beram
roda gigi

Untuk
Digunakan untuk
Ragum mencekam
mencekam Ragum
sederhan benda dengan
benda tanpa sudut
a sudut kearah
sudut tertentu
horizontal
Digunakan untuk
Untuk
mencekam
penyettingan
Adaptor Cutter pada Palu karet
benda pada saat
sumbu vertical
di dial
mesin
Digunakan untuk
Digunakan pada
mencekam
Kepala saat mencekam
Arbor Cutter pada
lepas (Tail benda (Center to
sumbu
Stock) Center)
Horizontal mesin
Digunakan untuk Digunakan untuk
membuka dan mengukur
Obeng Jangka
mengencangkan dimensi luar dan
minus sorong
baut kepala dalam benda
minus kerja
Untuk
Untuk membuka
penerangan
dan
pada proses
Universal mengencangkan Lampu
pencarian titik
Key baut dan mur senter
nol cutter
dengan ukuran
terhadap benda
beragam
kerja
Pelumasan dan
Digunakan untuk pelindung
Kunci L
membuka dan permukaan
(Allen Oli Can
mengencangkan mesin pada saat
Key)
baut inbus segi 6 tidak digunakan
lagi
Digunakan untuk
Digunakan untuk memalu benda
mengubah dan Palu kerja pada
Roda Gigi
memindahkan kuningan penyettingan
Putaran terhadap Dial
indikator
20
Digunakan untuk
Dial Digunakan untuk
Pemegan menahan benda
indicator memeriksa
g Collet kerja pada saat
dan kemiringan
Vertikal pemotongan
stand-nya suatu bidang
berlangsung

Benda
sebelum
Digunakan untuk
dan Objek latihan
Kongkol penyettingan
sesudah (program
penggore kesejajaran dan
proses praktikum
s Center benda
pembuata milling)
terhada Cutter
n Roda
gigi
B. PERHITUNGAN
a. Helical Gear
Dik :
Da = 31,3 ; m = 1,5 ; α = 20° ; β = 90° – α = 70° ; i = 40 : 1 ; ik = 1 : 1
; Pt = 6
Tentukan :
Rangkaian Roda giginya…….?
Jawab….!
Pw = π . Da . Tan (β ± 0,5)
Pw - = π . 31,3 . Tan 69,5° = 263
Pw + = π . 31,3 . Tan 70,5°= 277,68
Diambil : 270

R=i . ik . PtPw=40 . 1 . 6270=240270=100 . 8090 . 100


Sehingga didapatkan : z1 = 100 ; z2 = 90 ; z3 = 80 ; z4 = 100
z1
z3
z2

z4

b. Rack Gear
Dik :
m = 1,5 ; Pt = 6 ; i = 40 : 1 ; nk = 20 ; β = 19°20’ ; h = (2.1 – 2.2) . m
tentukan :
rangkaian roda gigi dengan 2 metode
benda dimiringkan

21
meja dimiringkan
jawab !
benda dimiringkan……Pn = Pw
Pw= π.m=32 . 2725 . 11 x 1,5=4,7127
R=i . Pwnk . Pt= 40 . 32 . 27 . 1,520 . 25 . 11 . 6=5184033000=72 . 48 40 . 55
Sehingga didapatkan : z1 = 72 ; z2 = 40 ; z3 = 48 ; z4 = 55
Selisih Pw=z1 . z3 . nk . ptz2 . z4 . i=72 . 48 . 20 . 640 . 55 . 40=4,7127
Selisih Pw=4,7127-4,7127=0,0000
meja dimiringkan……Ps = Pw
Ps=Pncos β=32 . 2725 .11 x 1,5cos19°20'=4,994367093
R=i . Psnk . Pt= 40 . 4,99436709320 . 6=40 . 520 . 6=100 . 50 50 . 60
Sehingga didapatkan : z1 = 100 ; z2 = 50 ; z3 = 50 ; z4 = 60
Selisih Pw=z1 . z3 . nk . ptz2 . z4 . i=100 . 50 . 20 . 650 . 60 . 40=5
Selisih Pw=5-4,994367093=0,005632907
Dik :
– Vc = 23
– π = 3,14
– Diameter Cutter = 54,5 (Cutter m 1,5 ; no.4 ; α 20° ; 21-25 T)
– Feed per teeth = 0,04 (table RPM)
– Number of teeth = 14 (Cutter)

RPM=Vc x 1000π x Diameter Cutter=23 x 10003,14 x 54,5=134,400 rpm

Feeding(S)=RPM x Feed per teeth x Number of teeth


Feeding(S)=134,4 x 0,04 x 14
Feeding(S)=75,26

A. MASALAH YANG DIHADAPI


Sebahagian ukuran profil Gigi tidak sama.
Sudut kemiringan gigi tidak tepat
Getaran mekanis yang cukup keras selama pemotongan berlangsung
Pitch (kisar) tidak tepat
Kedalaman pemotongan (tinggi gigi tidak merata)

22
Terbatasnya plat indeks dan Roda gigi sehingga perhitungan yang
tidak memenuhi plat indeks atau Roda gigi yang tersedia harus
dihitung kembali.

A. SOLUSI MASALAH
Terjadi kesalahan ketika melakukan putaran plat indeks pada kepala
pembagi.
Sudut yang dimaksud adalah 19°20’. Sementara ketelitian skala pada
meja maupun ragum tidak memenuhi ukuran menit (‘) melainkan
derajat (°) sehingga sudut tersebut dibulatkan menjadi 20°
Getaran tersebut disebabkan oleh besar pemotongan yang dilakukan
dengan demikian terjadi getaran karena mendapat beban yang cukup
besar. Oleh karena itu lakukan pemotongan yang cukup dan bertahap.
Terjadinya kesalahan dalam pembentukan Pitch disebabkan oleh
kedalaman gigi yang dilakukan. Semakin besar kedalaman gigi maka
semakin besar pula Pitch yang akan terbentuk
Kedalaman pemotongan bergantung pada ketelitian dalam pembacaan
skala pada engkol naik turun meja. Semakin tinggi tingkat ketelitian
dalam pembacaan skala maka semakin kecil peluang terjadinya
kesalahan pada objek yang akan dibuat.
Sebaiknya plat indeks dan roda gigi yang tidak tersedia segera
disorder karena kalau tidak maka akan dilakukan perhitungan
berulang - ulang sesuai plat indeks dan roda gigi yang tersedia
sehingga akan menghambat waktu praktikum.

23
A. PKS MILLING

Perhatian !!!
Ikuti setiap langkah dan Perhatikan hal-hal yang perlu, sehingga tercapai
efisiensi maksimum serta dapat dihindari kecelekaan dan kerugian
lainnya !!!

Alat Pelindung diri :


1. Seragam bengkel standar ATS (Lengan baju terlipat melewati siku)
2. Kacamata safety
3. Safety shoes

24
HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
1. Area Kerja
Harus dalam keadaan aman dan bersih
Sinar lampu yang terang
Bebas dari benda-benda yang berserakan dilantai
Bebas dari genangan air dan oli
1. Kondisi Mesin dan Peralatan
Periksa alat-alat dilaci mesin/inventaris
Meja mesin bersih
Periksa counter mesin
Periksa oli pelumas jika kurang tambahkan
Periksa cooling / sistem pendingin, tambahkan cairan pendingin jika
kurang
Periksa elemen-elemen yang perlu dilumasi
Periksa ketegak lurusan antara sumbu kepala vertikal dengan meja
1. Persiapan sebelum machining
Siapkan peralatan ynag diperlukan antara lain : Kunci pas 24-26 &
30-32, kunci ring 23, kunci L 10, kuas, palu tembaga, penyiku,
paralel pad
Operation Plan

25
Siapkan plat index, roda gigi, cuter sesuai dengan hasil perhitungan
(Apabila Diperlukan)
1. Langkah Kerja
a. Untuk Pembuatan Roda Gigi dan Rack Gear
Pasang kepala pembagi dan kepala lepas, periksa kesumbuannya
(vertikal dan horizontal) dengan dial. Untuk Rack Gear dial
kesejajaran ragum terhadap meja.
Kencangkan posisi kepala Pembagi terhadap meja dengan T slot,
kencangkan baut-baut pergerakan vertikal pada kepala lepas.
Rangkai roda gigi sesuai hasil perhitungan, beri gap / celah antara
gigi kira-kira setebal kertas, kencangkan baut-baut penahan roda
gigi.
Periksa hasil rangkaian dengan memutar poros transportir untuk
Helical Gear, putar engkol kepala pembagi untuk Rack Gear.
Pasang cutter, atur rpm dan arah putaran cutter.
Miringkan meja atau kepala mesin sebesar sudut kemiringan roda
gigi, untuk roda gigi helik. Untuk Rack Gear miring bisa ragum yang
dimiringkan jika diinginkan Pw = Pn atau meja yang dimiringkan jika
diinginkan Pw = Ps.
Setting nol untuk kedalaman pemakanan.
Lakukan pemakanan secara bertahap.
Lepas Benda kerja, kikir bagian sisi yang tajam.
Lepaskan ragum, kepala pembagi, kepala lepas, cuter dan roda gigi.
Bersihkan dan kembalikan ketempat semula.
Kembalikan posisi meja dan kepala mesin keposisi semula.
Bersihkan mesin, lantai dan alat-alat yang digunakan.
Periksa counter dan alat-alat laci mesin.

b. Untuk Facing ( Roughing / Shell end Mill Cutter)


Pasang Ragum Mesin , Angkat dengan Menggunakan crane (kren) .
Ikat Ragum dengan Baut Standar ( T Slot) yang telah disiapkan ,
Dial kesejajarannya apa bila diperlukan.
Cekam benda kerja dengan kuat, pastikan sudut – sudut benda
kerja telah dikikir

26
Pasang Cutter , Ikat dengan baut standar yang telah disiapkan .
Atur rpm dan feeding mesin sesuai dengan hasil perhitungan.
Setting nol untuk kedalaman pemakanan.
Gunakanlah sistim pemotongan berlawanan arah .
Lakukan pemakanan secara bertahap.
Gunakan air pendingin yang cukup
Setiap kali melepas benda kerja, kikir bagian sisi yang tajam agar
pencekaman berikutnya akurat dan kuat.
Lepaskan ragum dan cuter , bersihkan dan kembalikan ketempat
semula.
Kembalikan posisi meja dan kepala mesin keposisi semula.
Bersihkan mesin, lantai dan alat-alat yang digunakan.
Periksa counter dan alat-alat laci mesin.

1. Hal-hal yang perlu diingat


Sebelum memindahkan ragum & kepala pembagi ke atas meja,
posisikan meja pada posisi terendah.
Gunakan krane untuk mengangkat ragum & kepala pembagi, jika
tidak memungkinkan gunakan poros silindris, minimal dua orang
untuk mengangkat.
Setiap kali hendak penyeting pemotongan awal , saklar pendingin
dalam posisi off .
Jangan melakukan Aktifitas penyetingan Benda kerja , pada saat
cutter sedang berputar.
Gunakan RPM & Feeding yang sesuai.
Pastikan baut-baut terpasang dengan kencang, periksa dengan
kunci pas/ring dan kunci L.
Untuk membersihkan Beram Gunakan Kuas.
Alat – alat yang rusak atau tidak aman digunakan segera dilaporkan
Laporkan kepada instruktur jika ada alat-alat yang tidak dilepas
karena akan dilanjutkan besok hari.
Selama proses pemasangan roda gigi tidak boleh ada yang
memutar poros transportir maupun engkol kepala pembagi.

27
A. POTENSI BAHAYA
Tangan terjepit.
Mata kemasukan beram.
Tangan tergores beram.
Cutter pecah/rompal.
Ketarik roda gigi.
Kejatuhan ragum/kepala pembagi.
Kesemprot air Pendingin.
Tangan / lengan baju tertarik cutter.
Terpeleset karna lantai licin.

Bab 4. Penutup

KESIMPULAN

Untuk menghasilkan benda kerja dengan kualitas tinggi seorang


mahasiswa harus mengetahui dan dapat mengerti dan menguasai teknik –
teknik dalam pengoperasian mesin dalam hal ini Mesin Milling, dengan baik
dan benar disamping mengetahui prosedur kerjanya serta mengerti dan

28
memahami gambar kerja karena dengan semua itulah mahasiswa dapat
memenuhi tuntutan kompetensinya selaku mahasiswa teknik.
Objek yang dibahas dalam laporan ini adalah mengenai pembuatan
roda gigi Heliks dan Batang gigi miring.
Secara definitive Kerja frais adalah suatu proses penyayatan benda
kerja yang dilakukan pada mesin frais dengan menggunakan alat potong
(pisau frais) yang berputar.
Prinsip kerja mesin Milling adalah alat potong (Cutter) yang berputar
dan tetap pada posisinya sedangkan benda kerja bergerak keempat arah
mendatar dimana meja dapat dimiringkan kesumbu vertical maupun
Horizontal
Selama proses pemotongan berlangsung tidak diperbolehkan
melakukan penyettingan apapun karena akan berpotensi terjadinya hal-hal
yang tidak diinginkan bahkan fatal.
Dalam pembuatan roda gigi, dibutuhkan ketelitian khusus dan
kesabaran penuh karena akan mempengaruhi kualitas benda kerja. Proses
praktikum Milling disini meliputi dua bagian yaitu pembuatan roda gigi heliks
(Helical Gear) dan batan gigi (Rack Gear). Proses tersebut belumlah
sempurna, sehingga dikatakan lengkap apabila keselamatan kerja dijadikan
bagian penting dari setiap praktikum. Dengan demikian hal terpenting dalam
setiap praktikum adalah seberapa besar kemampuan mahasiswa untuk
menganalisa setiap langkah dan tindakan yang diambil apakah akan
menguntungkan atau bahkan merugikan. Karena pentingnya keselamatan
kerja ini, maka benda kerja dikatakan berkualitas penuh apabila dalam
pembuatan benda kerja tersebut dilakukan berdasarkan standar yang
berlaku dibuktikan dengan tidak terjadinya insident atau accident selama
praktikum.

SARAN – SARAN

29
Pengecekan dan pendataan ulang alat-alat pada setiap lemari harus
deperbaharui sekaligus penambahan alat-alat penunjang seperti kunci-
kunci khusus mesin, karena umumnya banyak peralatan yang tidak ada
ditempatnya
Pasak yang digunakan kebanyakan tidak sesuai standar karena ada saja
pasak yang tidak sesuai dengan alur pada cutter dan pada poros arbor.
Disamping itu sebaiknya pengadaan pasak di manage sebaik-baiknya.

30
Bab 5. Lampiran

KARTU PROSES
OPERATION PLAN
CATATAN PRAKTIKUM BENGKEL
GAMBAR KERJA HELICAL GEAR
GAMBAR KERJA RACK GEAR

31
OPERATION PLAN

OPERATION PLAN MILLING

Instruktur : Muh. Zaqqi R.


Nama : Muh. Fadli B.
Tanggal : 17-19 dan 24-28 maret
Nim : 206029
2008
Nomor gambar : ATS
Paraf :

(20)
31.3

20°

67.2
No
Uraian Gambar Alat Ket.
.
1

32
CATATAN PRAKTIKUM BENGKEL

33