Anda di halaman 1dari 27

BAB I PENDAHULUAN A.

LATAR BELAKANG Sejarah antibiotik dimulai ketika ditemukannya obat antibiotik pertama oleh Alexander Flemming yaitu Penicillin-G. Flemming berhasil mengisolasi senyawa tersebut dari Penicillium chrysogenum syn. P. notatum. Dengan penemuan antibiotik ini membuka sejarah baru dalam bidang kesehatan karena dapat meningkatkan angka kesembuhan yang sangat bermakna. Kemudian terjadilah penggunaan besar-besaran antibiotik pada saat perang dunia untuk pengobatan berbagai macam penyakit. asalah baru muncul ketika mulai dilaporkannya resistensi beberapa mikroba terhadap antibiotik karena penggunaan antibiotik yang besar-besaran. !al ini tidak seharusnya terjadi jika kita sebagai pelaku kesehatan mengetahui penggunaan antibiotik yang tepat. Kemajuan bidang kesehatan diikuti dengan kemunculan obat-obat antibiotik yang baru menambah tantangan untuk mengusai terapi medikamentosa ini. Antibiotik tidak hanya dari satu jenis saja. "eberapa senyawa-senyawa yang berbeda dan berlainan ternyata mempunyai kemampuan dalam membunuh mikroba. Dimulai dengan mengetahui jenis-jenis dari antibiotik dilanjutkan mengetahui mekanisme dan #armakologi dari obat-obat antibiotik tersebut dan terakhir dapat mengetahui indikasi yang tepat dari obat antibiotik tersebut. Semua ini bertujuan akhir untuk mengoptimalkan penggunaan antibiotik yang tepat dan e#ekti# dalam mengobati sebuah penyakit sekaligus dapat mengurangi tingkat resistensi. B. TUJUAN $ujuan dari re#erat ini adalah % &. Dapat mengetahui macam-macam antibiotik '. Dapat mengetahui #armakodinamik dan #armakokinetik dari masing-masing jenis antibiotik (. Dapat mengetahui mekanisme resistensi terhadap obat-obat antibiotik

BAB II. STUDI PUSTAKA A. DEFINISI Kata antibiotik berasal dari bahasa yunani yaitu -anti )melawan* dan -biotikos )cocok untuk kehidupan*. +stilah ini diciptakan oleh Selman tahun &,-' untuk menggambarkan semua senyawa yang diproduksi oleh mikroorganisme yang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme lain. .amun istilah ini kemudian digeser dengan ditemukannya obat antibiotik sinetis. /enggunaan istilah antimikroba cenderung mengarah ke semua jenis mikroba dan termasuk di dalamnya adalah antibiotik0 anti jamur0 anti parasit0 anti proto1oa0 anti 2irus0 dll. .amun dalam pembahasan ini hanya membicarakan proses penghambatan antibiotik dalam membunuh bakteri ikroorganisme yang dihambat oleh antibiotik khusunya adalah bakteri. aka dari itu antibiotik bersinosim dengan anti-bakteri. Antibiotik berbeda dengan istilah disinfectant karena desi#ektant membunuh kuman dengan cara membuat lingkungan yang tidak wajar bagi kuman. Sedangkan kerja dari antibiotik adalah cenderung bersi#at $oksisitas Selekti# dalam arti dapat membunuh kuman tanpa merugikan inang. B. KLASIFIKASI ANTIBIOTIK /embagian antibiotik dapat dibagi berdasarkan luasnya akti2itas antibiotik0 akti2itas dalam membunuh serta berdasarkan mekanisme obat antibiotik tersebut. "erdasarkan luasnya akti2itas0 antibiotik dibagi menjadi antibiotik spektrum luas dan spektum sempit. +stilah luas mengandung arti bahwa antibiotik ini dapat membunuh banyak jenis bakteri sedangkan sebaliknya0 istilah sempit hanya digunakan untuk membunuh bakteri yang spesi#ik yang telah diketahui secara pasti. /enggunaan spektrum luas digunakan apabila identi#ikasi kuman penyebab susah dilakukan namun kerugiaanya dapat menghambat pula bakteri #lora normal dalam tubuh. 2.

"erdasarkan

akti2itas

dalam

membunuh0

antibiotik

dibagai

menjadi

Bactericidal dan Bacteristatic. Antibiotik yang mempunyai si#at bakterisidal membunuh bakteri target dan cenderung lebih e#ekti# serta tidak perlu menggantungkan pada sistem imun manusia. Sangat perlu digunakan pada pasien dengan penurunan sistem imun. 3ang termasuk baterisidal adalah 4-lactam0 aminoglycoside0 dan 5uinolone. "akteriostatik justru bekerja menghambat pertumbuhan bakteri dan dapat meman#aatkan sistem imun host obat bakteriostatik yang khas adalah tetracycline0 sulfonamide0 tetracycline0 dan clindamycin "edasarkan mekanisme kerja0 antibiotik dibagi menjadi 6 jenis0 yaitu % A. /enghambatan sintetis dinding bakteri ". /enghambat membran sel 7. /enghambatan sintetis protein di ribosom D. /enghambatan sintetis asam nukleat 8. /enghambatan metabolik )antagonis #olat* Dari masing-masing golongan terdapat mekanisme kerja0 #armakokintetik0 #armakodinamik0 serta akti2itas antimikroba yang berbeda-beda. /erbedaan ini menyebabkan perbedaan kegunaan di dalam klinik. Karena perbedaan ini juga maka mekanisme resisistensi dari masing-masing golongan juga mengalami perbedaan.

Gambar &. $empat Kerja dari

asing- asing Golongan Antibiotik

C. RESISTENSI OBAT ANTIBIOTIK 9esistensi obat antibiotik oleh mikroba dapat dibagai menjadi berikut

3.

&.

ikroba menghasilkan en1im yang merusak akti2itas obat. isal % Stapilokokus yang resisten terhadap penicillin menghasilkan lactamase yang merusak obat-obat -lactam

'. (.

ikroba merngubah permeabilitas terhadap obat. ikroba mengembangkan suatu perubahan terhadap struktur sasaran bagi obat isal % "erubahnya strukutr protein reseptor pada ribosom (:S menyebabkan mikroba resisten terhadap golongan aminoglikan

-.

ikroba mengembangkan perubahan jalur metabolitk yang dihambat isal % "akteri yang resisten Sul#onamides tidak memerlukan /A" ekstraseluler dimana awalnya bakteri ini sangat membutuhkannya

6.

ikroba mengembangkan perubahan en1im yang tetap dapat melakukan #ungsi metaboliknya tetapi lebih sedikit dipengaruhi oleh obat. Asal resistensi-resistensi di atas dapat bersi#at genetik maupun non genetik.

3ang non genetik dapat berasal dari berubahnya bentuk suatu mikroba menjadi inakti# sehingga resisten terhadap obat-obat yang kerjanya pada proses replikasi bakteri. Sedangkan genetik dapat diturunkan dari mikroba satu ke keturunannya melalui mutasi kromosom atau dari satu mikroba ke mikroba lain melalui plasmid. 9esistensi silang saja terjadi dari satu jenis antibiotik ke jenis lain. isal suatu mikroba resisten terhadap suatu jenis antibiotik dapat resisten terhadap jenis yang lain. 9eaksi silang ini dapat terjadi pada jenis-jenis yang berhubungan sacara kimia maupun tidak D. GOLONGAN INHIBITOR SINTETIS DINDING BAKTERI "akteri mempunyai lapisan luar yang kaku yang disebut dinding sel. Dinding sel terdapat pada baik bakteri yang gram );* maupun bakteri gram )-*. Dinding ini ber#ungsi mempertahankan bentuk sel dari perbedaan tekanan osmotic internal dan eksternal yang sangat tinggi. /ada kedua bakteri mempunyai suatu lapisan yang bernama Peptidoglycan. <apisan ini ber#ungsi mensintetis dinding bakteri melalui reaksi yang disebut $9A.S/8/$+DAS+. <apisan ini lebih tebal pada bekteri gram );* dan pada gram )-* di antara peptidoglycan dan dinding terdapat lapisan membran lemak sehingga terdapat gambaran membran bilayer. /reoses penghambatan sintetis dinding bakteri dapat melalui ' jalur. =alur pertama berasal dari penghambatan proses transpeptidasi. Semua obat -lactam 4.

dapat menghambat proses ini. 3ang termasuk dalam antibiotik -lactam adalah golongan Penicillin, Cephalosporins, Carbapemems, dan Monobactam. =alur berikutnya melalui penghambatan sintetis peptidoglycan. 3ang termasuk jalur kedua ini adalah Vancomycin dan Bacitracin. /embagian kelompok ini dapat dilihat pada gambar di bawah.

PENGHA#BAT SINTETIS DINDING BAKTERI

An&i%i$&i+ ()L c& '

N$n ()L c& ' B ci&r cin

Penicillin mpicillin, mo!icillin, "locillin, Carbenicillin, Clo!acillin, #iclo!acillin, Methicillin, Me"locillin, $afcillin, %!acillin, Penicillin G, Penicillin V, Piperacillin, &icarcillin

Ce,- l$!,$ri n

C r% ,ene' (mipenem

#$n$% c& ' "treonam " nc$'*cin

Gener !i I

Cefadro!il, Cephradrin, Cephalotin, Cephale!in, Cephapirin Cefaclor, Cefamandol, Cefmeta"ole, Cefodo!im, Cefonicid, Cefo!itin, Cefpro"il, Cefotetan, Cefuro!ime Cefi!ime, Cefota!ime, Cefta"idime, Cefti"o!ime, Ceftria!one, #an Mo!alaktam Cefclidine, Cefepime, Cefluprenam, Cefoselis, Cefo"opran, Cefpirome, Cef'uinome

Gener !i II

Gener !i III

Gener !i I"

Gambar '. "agan /embagian Antibiotik Golongan +nhibitor Sintetis Dinding "akteri PENICILLIN /enicillin yang paling terkenal dan pertama ditemukan adlah penicillin-G yang ditemukan oleh Flamming pada &,',. Senyawa ini dihasilkan dari pembenihan spesies /enisillium notatum. Si#at dari penicillin-G adalah kepekaannya terhadap penghacuran cincin -lactam oleh senyawa -lactamase dan tidak akti# secara relati2e terhadap kebanyakan bakteri gram negati#. /engembangan terhadap Penicillin menghasilkan turunan-turunan penicillin yang lebih stabil terhadap asam dan akti# terhadap bakteri gram )-* maupun gram );*. &. Struktur kimia

5.

Semua Penicillin mempunyai struktur dasar yang sama. $erdapat cincin "eta lactam yang dikelilingi oleh cincin tia1olodin. "eberapa turunan Penicillin didapatkan dengan menambahkan senyawa lain pada gugus 9. '. 9esistensi ekanisme resistensi terhadap Penicillin dapat dibagi dalam beberapa mekanisme % a. "akteri-bakteri tertentu seperti )taphylococcus aureus0 beberapa *aemophilus influen"ae dan gonokokus menghasilkan senyawa lactamse yang memecah cincin -lactam. Kontrol pembentukan lactamase dikontrol oleh kromosom dan plasmid. .a#cillin tahan terhap -lactamase karena cincin -lactam dilindungi oleh rantai samping 9>. b. "eberapa mikroba kurang mempunyai reseptor spesi#ik dan kurangnya permeabilitas terhadap -lactam. c. ?rganisme yang dormant seperti Mycoplasma + resistant terhadap penicillin karena tidak mensintetis peptidoglycan @at-1at penghambat -lactamase seperti cla,ulanic acid, sulbactam dan0 ta"obactam dapat menghambat akti2itas -lactamase yang dihasilkan bakteri yang resisten. /emberian tunggal obat ini kurang menunjukkan akti2itas antibakteri. .amun kombinasi obat ini dengan obat-obat -lactam, misalnya cla,ulanic acid dan amo!cillin dapat e#ekti# terhadap in#eksi saluran perna#asaan oleh ! in#luen1a penghasil -lactamase. (. Farmakokinetik Absorpsi peroral berbeda-beda dari masing-masing obat penicillin tergantung dari kestabilan asam dan ikatan proteinnya. /emberian minimal harus diberikan & jam sebelum atau sesudah makan untuk mengurangi ikatan pada makanan. Absorpsi parenteral biasanya cepar. /emberian + intermittent dengan tetesan kontinue cenderung disukai. Penicillin tidak larut dalam sel dan tidak masuk dalam sel inang. /emberian B gr perhari dapat menghasilkan kadar &-B CgDml dalam darah. Penicillin yang terikat kuat pada protein )o!acillin, diclo!acillin* menghasilkan kadar obat bebas yang lebih rendah daripada yang terikat lemah ) mpicillin, Penicillin-G* .. sering menimbulkan iritasi dan nyeri pada tempat suntikan. /emberian +A bolus

Kadar penicillin pada jaringan setara dengan yang ada di serum. /ada mata0 protat0 dan susunan syara# pusat kadar ini lebih rendah daripada di serum. .amun pada cairan serebospinal kadar dapat mencapai :0' CgDm< jika diberikan B gr parenteral sehingga tidak diperlukan suntika intratekal. 8kskresi dilakukan kebanyakan oleh ginjal. Sekitar &:E diekskresi di glomerulus dan ,:E melalui tubulus dengan kecepatan ' grDjm kecuali na#cillin dimana F:E diekskresi di dalam saluran empedu. Gaktu paruh Penicillin-G adalah H-& ja dan pada gagal ginjal dapat mecapai &: jam. mpicillin diekskresi lebih lama. Sekresi di tubulus dapat dihambat dengan pemberian probensid dan digunakan pada jika ingin mncapai kadar sistemik dan cairan serebospinal yang tinggi. /ada neonantus pemberian ini lebih lambat. 8kskresi juga dapat melalui sputum dan air susu dan dapat menimbulkan alergi pada bayi yang menyusui. -. Kegunaan Klinik ?bat ini dikenal karena paling luas kegunaannya. Semua penicillin oral harus diberikan minimal & jam sebelumDsesudah makan. a. /enicillin-G ?bat ini masih digunakan pada in#eksi pneumococcus0 streptococcus0 menghasilkan meningococcus0 -lactamase, staphilococcus yang tidak gonococcus0 &reponema pallidum0

Bacillus anthracic dan bakreti gram );*

lainnya0 clostridium,

actinomyces, listeria0 dan bacterioid. Kebanyakan dosis yang digunakan adalah dosis sehari )B gram* dan umumnya diberikan secara bolus intermittent +A. Penicillin-V diindikasikan pada in#eksi ringan saluran perna#asan dengan dosis harian &-- g. /emberian oral tidak boleh diberikan terhadap in#eksi yang berat. b. "en1athine /enicillin ?bat ini berbentuk garam yang mempunyai kelarutan dalam air yang sangat rendah dan menghasilkan kadar rendah tetapi bertahan lama. Kegunaannya adalah diberikan secara &0' juta unit + pro#ilaksi rein#eksi streptokokus selama (-- minggu. c. Ampicillin0 Amoxicillin0 carbenicillin0 $icarcillin0 /iperacillin0 me1locillin0 A1locillin untuk

/.

?bat ini berbeda dengan penicillin-G karena punya akiti2itas lebih besar terhadp bakteri gram )-*. mpicillin dan amo!icillin mempunyai akti2itas sama. .amun amo!icillin lebih mudah diserap dalam usus. Diberikan secara oral untuk +SK oleh bakteri koli#ormis gram )-* dan in#eksi bakteri campuran saluran na#as )sinusitis0 otitis0 bronchitis*. Dosis yang diberikan adalah '6:-6:: mg (x sehari. ?bat ini kurang e#ekti# terhadap enterobacter0 pseudomonas dan gastroenteritis salmonella nonin2asi2e. Carbenicillin lebih e#ekti# terhadap pseudomonas dan proteus namun lebih cepat menjadi resisten. /emberian dengan dosis &'(:gDhari +A biasanya diberikan berkombinasi dengan antibiotik golongan lain untuk pengobatan sepsis pseudomonas pada luka baker. &icarcillin menyerupai carbenicillin tetapi dosisnya lebih rendah )'::-(::mgDkgDhari*. ?bat yang lain mempunyai akti2itas yang kebanyakan sama d. /enicillin yang resisten terhadap -lactamase Golongan yang resisten terhadap -lactamase adalah %!acillin, Clo!acillin, #iclo!acillin, dan $afcillin. +ndikasi penggunaan hanya digunakan pada in#eksi sta#lokokus penghasil -lactamase. Dosis yang digunakan adalah :0'6-:06 g setiap --B jam peroral. Intuk in#eksi yang berat diberikan F-&' gDhari nafcillin intermittent bolus +A tiap '-- jam )&-' g tiap pemberian*. Methicillin jarang digunakan karena bersi#at ne#rotoksis. 6. 8#ek Samping a. !ipersensiti2itas b. .eurotoksis pada dosis tinggi )J':.::: unit intratekal atau J':juta parenteral* c. Dyspepsia d. .e#rotoksis ) ethycillin* e. Gangguan pendarahan )7abenicillin* CEPHALOSPORIN

0.

7ephalosporin dihasilkan oleh jamur 7ephalosporium. Senyawa ini mirip dengan /enicillin namun lebih resisten terhadap -+actamase dan cenderung lebih akti# terhadap bakteri gram );* maupun gram )-*. &. S$9IK$I9 K+ +A Strutur ini mirip dengan penicillin yaitu adanya cincin -+actam tetapi dilekati cincin dihydrithia1ide dan terdapat gugusan 9 & dan 9' yang memungkinkan untuk dibuat turunan-turunan cephalosporin dengan akti2itas yang lebih tinggi dan toksisitas yang lebih rendah. '. AK$+A+$AS A.$+ +K9?"A DA. 98S+S$8.S+ Akti2itas dan cara kerja antimikroba beserta mekanisme resistensi cephalosporin analog dengan penicillin. (. 78/!A<?S/?9+. G8.89AS+ /89$A A 3ang termasuk obat ini adalah 7e#adroxil )Durice#*0 7ephradrin0 7ephalotin )cephalothinK Ke#lin*0 7ephalexin0 )Ke#lex*0 7ephapirin )cephapirinK 7e#adryl*. AK$+A+$AS A.$+ +K9?"A ?bat ini sangat akti# terhadap kokus gram positi# seperti pneumokokus0 streptokokus 2iridan0 gourp streptokokus A hemolitikum dan ) aureus. Gram negati# yang juga dapat dihambat antara lain -. coli, .lebsiella pneumoniae0 dan Proteus mirabilis. Kokus anaerob )Peptococcus, Peptostreptococcus* biasanya sensiti# kecuali B fragilis FA9 AK?<?G+ L D?S+S Or l % 7e#alexin0 7e#radrin0 dan 7e#adroxil diabsorpsi di usus ber2ariasi. /emberian 6:: mg peroral hanya menghasilkan kadara &6-': CgDm<. Kadar dalam urin biasanya sangat tinggi namun di jaringan biasanya kadarnya lebih rendah. Dosis 7e#alexin dan ce#adrin diberikan - x :0'6-:06 g dan ce#adroxil diberikan ( x :06-& g. 8kskresi terutama di urin dan dapat dihambat dengan pemberian probenesid. /ada penderita gagal ginjal dosis harus dikurangi I" 1 in#us +A diberikan sebanyak & gram dan mencapai kadar puncak ce#a1olin sebanyak ,:-&': CgDm<0 ce#alotin dan ce#a1olin sebanyak -:-B: 2.

CgDm<0 Dosisnya untuk 7e#a1olin &-' g DF jam0 ce#alotin dan ce#apirin adalah &-' gDB jam I# 1 jarang dilakukan /8.GGI.AA. K<+.+K Galau obat ini punya spectrum luas dan tidak terlalu toksis0 namun obat ini jarang digunakan selain sebagai obat alternati2e untuk beberapa in#eksi. Dapat digunakan untuk +SK0 luka kecil yang terdapat sta#ilokokus0 dan in#eksi ringan lainnya. Intuk pro#ilaksis pembedahan0 7e#a1olin lebih banyak digunakan karena lebih murah serta dapat mengurangi resistensi terhadap obat lain. =angan digunakan untuk pengobatan in#eksi berat. 7ephalosporin generasi pertama tidak dapat melakukan pentrasi ke SS/ dan tidak bisa digunakan untuk pengobatan meningitis. -. 78/!A<?S/?9+. G8.89AS+ K8DIA 7ontoh dari cephalosporin generasi kedua adalah ce#aclor )Ke#lor0 9aniclor*0 ce#amandol0 ce#meta1ole0 ce#odoxim0 ce#onicid )monocid*0 ce#oxitin0 ce#pro1il )ce#1il*0 ce#otetan0 ce#uroxime )ce#tin*. AK$+A+$AS A.$+ +K9?"A Akti2itas obat ini biasanya mirip dengan generasi pertama namun mempunyai spektrum yang lebih luas terhadap bakteri gram )-* % enterobacter, .lebsiella0 dan Proteus indol-positi#. Intuk pengobatan * influen"a ce#amandol0 ce#uroxime0 ce#onicid0 dan ce#oranid lebih e#ekti#. Intuk pengobatan B fragilis justru ce#oxitin0 ce#meta1ole0 dan ce#otetan lebih e#ekti#. Semua generai kedua tidak akti# terhadap enterokokus dan P aeruginosa FA9 AK?<?G+ L D?S+S Or l 1 7e#aclor0 ce#uroxim0 ce#pro1il dapat diberikan peroral. Dosis untuk dewasa biasanya &:-&6 mgDkgDhari diberikan dalam '-- dosis terbagi. I" 1 Setelah & gr +A dapat menghasilkan kadar serum M6-&'6 CgDm<. I# 1 "iasanya sangat sakit. /ada gagal ginjal dibutuhkan penyesuaian dosis /8.GGI.AA. K<+.+K Karena akti2itasnya terhadap ! in#luen1a0 7e#aclor sering digunakan untuk sinusitis dan otitis media pada pasien alergi atau tidak ada respon terhadap Ampicillin. !anya ce#uroxim yang dapat menembus sawar otak. 7e#oxitin0 ce#meta1ole0 dan ce#otetan yang e#ekti# terhadap " #ragilis dapat 34.

digunakan untuk in#eksi bakteri anaerob tersebut seperti peritonitis dan di2ertikulitis. 6. 78/!A<?S/?9+. G8.89AS+ K8$+GA 3ang termasuk generasi ke ( cephalosporin adalah ce#ixime0 ce#otaxime0 7e#ta1idime0 ce#ti1oxime0 ce#triaxone0 dan moxalaktam. AK$+A+$AS A.$+ +K9?"A 3ang khas untuk generasi ketiga adalah mencangkupi gram negati# yang luas dan dapat menembus sawar otak. Selain itu secara menetap generasi ketiga juga akti# terhadap enterobacter citrobacter0 S marcescens0 dan /ro2idencia0 serta !aemophilus dan .eisseria penghasil -+actamase. FA9 AK?<?G+ L D?S+S Kadar dalam darah adalah B:-&-: CgDm< setelah pemberian in#us +A & gram. Kadar ini akan sama di semua jaringan dan dapat mencapai sistem syara# pusat. Gaktu paruh untuk ce#triaxone )M-F jam* setelah pemberian &6-(: gDkgDhari dibagi dalam dosis tiap &'-'- jam0 namun pada meningitis dosis ini diberikan setiap &' jam. ?bat lain punya waktu paruh &-&0M jam dapat disuntikan setiap B-F jam dengan dosis '-&' gramDhari 8kskresi utama melalui empedu0 jadi pada gagal ginjal obat ini memerlukan penyesuaian dosis. /8.GGI.AA. K<+.+K Karena penetrasi ke sawar otak0 obat generasi ketiga sering digunakan untuk mengobati meningitis termasuk yang disebabkan oleh meningokokusm ! in#luen1a0 dan bakteri gram )-* usus yang rentan. /ada sepsis yang tidak diketahui penyebabnya obat ini juga sering digunakan. B. 8F8K SA /+.G 8#ek samping terhadap cephalosporin yang dapat muncul pada umumnya antara lain adalah % a. Alergi b. !ipoprotrombinemia dan kelainan perdarahan % diberikan 2itamin K &: mg ' x seminggu untuk pencegahan

33.

c. Disul#iram-like e##ect )penghambatan metabolisme alkohol* sehingga jangan dberikan untuk orang alkoholisme

OBAT -LACTAM LAINN5A 3ang termasuk kelas -+actam yang lain adalah monobactam dan carbapenem. ?.?"A7$A ?bat ini mempunyai cincin -+actam monosiklik dan ternyata juga resisten terhadap -+actamase serta akti# terhadap beberpa gram )-* seperti pseudomonas dan Serratia. Kelemahan obat ini adalah tidak ada akti2itas terhadap bakteri gram );* dan bekteri anaerob. 7ontoh golongan ini adalah A1treonam )a1actam*. Kadar dalam serum adalah &:: CgDm< setelah pemberian &-' gram setiap F jam. Gaktu paruh &-' jam dan pada gagal ginjal dapat memanjang 7A9"A/8.8 ?bat ini adalah obat baru dengan cincin -+actam. 7ontohnya adalah +mipenem. ?bat ini mempunyai spektrum luas terhadap bakteri gram );*0 gram )-*0 dan anaerob. ?bat ini juga punya kelebihan resisten terhadap -+actamase. .amun obat ini diinakti#kan di tubulus sehingga konsentrasi dalam urin menjadi rendah. /enetrasi baik di jaringan tubuh dan cairan serebrospinal. Dosis biasanya :06-& gram +A setiap B jam )waktu paruh & jam*. Kegunaan secara pasti belum ditentukan namun mungkin digunakan atas pengobatan terhadap in#eksi yang telah resisten. Sejak /seudomonas cepat menjadi resisten terhadap imipenem0 pemberian kombinasi obat ini dengan aminoglican perlu dilakukan. 8#ek samping masih terbatas pada mual0 muntah0 diare0 dan kulit kemerahan serta pada gagal ginjal gejala ini semakin terlihat. "ANCO#5CIN Aancomycin dan bacitracin merupakan penghambat sintetis dinding sel namun bukan termasuk golongan -+actam. Aancomycin dihasilkan oleh Sterptomyces. ?bat ini akti# terhadap bakteri gram );* khususnya staphylococcus.

32.

S&r6+&6r +i'i . Struktur kimia 2ancomycin terdiri dari suatu glicopeptida dengan erat molekul &6:: larut dalam air dan stabil. ekanisme obat ini adalah penghambatan sintetis peptidoglican di tingkan membrane sel. A+&i7i& ! An&i'i+r$% . Aancomycin bersi#at bakterisid untuk gram );* pada konsentrasi :06-( CgDm<. "anyak staphylococcus yang sudah resisten terhadap na#silin dapat dibunuh dengan obat ini serta resistensi 2ancomycin terjadi sangat lambat dan jarang. F r' +$+ine&i+. Aancomycin tidak diabsopsi di usus. /engobatan peroral digunakan untuk mengobati enterokolitis. /emberian +A dengan dosis :06 gram dapat mencapai kadar serum &:-': CgDm< )waktu paruh &-' jam*. 8kskresi dilakukan oleh ginjal. Pen886n n Klini+. +ndikasi Aancomycin adalah untuk sepsis atau endocarditis yang disebabkan oleh staphylocoocus yang sudah resisten terhadap obat lain dengan dosis :06 gram +A tiap B-F jam. /engobatan peroral dengan dosis :0&'6-:06 gram tiap jam digunakan untuk enterokolitis terutama Clostridium difficle. E9e+ S ',in8. =arang terjadi e#ek samping. Flebitis pada tempat suntikan dan demam mungkin terjadi. Gejala flushing yang luas dapat juga terjadi )red man syndrome*. BACITRACIN "acitracin merupakan campuran polipeptida siklik yang dihasilkan dari &racy Bacillus subtilis. Akti# terhadap mikroba gram );*. Karena e#ek toksisnya yang sistemik bacitracin jarang digunakan. Akti2itas obat ini sama seperti 2ancomycin yaitu untuk gram );* khususnya staphylococcus. ?bat ini susah diabsorpsi di usus kulit0 mukosa0 atau yang lain jadi sering digunakan untuk pengobataan topical dengan dosis 6:: unitDgram untuk menekan lesi permukaan kulit0 pada luka0 atau pada mukosa. 8#ek sampingnya adalah kerusakan ginjal secara mencolok0 menyebabkan proteinuria0 hematuria0 dan retensi nitrogen sehingga suah tidak digunakan. 9eaksi alergi pada penggunakan topikal jarang terjadi. E. GOLONGAN INHIBITOR SINTETIS PROTEIN

33.

$elah

dibuktikan

secara klinik

bahwa $etracyclin0

amonoglycoside0

7hloramphenicol0

acrolides0 dan <yncomicin dapat menghambat sintetis protein

melalui kerja di ribosom. Sel bakteri secara umumnya mempunyai beberapa tipe ribosom antara lain ribosom (:S0 ribosom 6:S0 dan ribosom M:S. 9ibosom F:S yang terdapat manusia0 tidak terdapat pada bakteri sehingga golongan obat ini cenderung tidak berpengaruh terhadap sintetis protein dalam jaringan manusia.
PENGHA#BAT SINTETIS PROTEIN DI RIBOSO# Te&r c*cline A'in$8l*c$!i:e # cr$li:e #emeclocycline, #o!ycycline, Minocycline, &etracycline mikacin, Gentamycin, $eomycin, Metilmicin, )treptomcin, &obramycin

"itromycin, Clarithromycin, -rythromycin &hiamphenicol Clindamycin

C-$lr ',-enic$l L*nc$'*cin

Gambar 6. "agan pembagian golongan obat penghambat sintetis protein Kerja penghambatan di masing-masing ribosom mempunyai mekanisme yang berbeda. Golongan yang beraksi di ribosom (:S dan M:S adalah golongan tetracycline dan amiglycoside. Sedangkan golongan lain beraksi di ribosom 6:S. /enghambat sintetis protein terbagi dalam 6 kelompok yaitu % $etracyclin0 Amoniglycoside0 acrolide0 7hloramphenicol0 dan <yncomycin.

TETRAC5CLINE $etracycline yang pertama kali ditemukan adalah chlortetracycline yang diisolasi dari )treptomycecs aureofaciens. &. S$9IK$I9 K+ +A Semua tetracycline mempunyai struktur yang sama. ?bat ini tersedia sebagai hidroklorida yang lebih larut. <arutan tersebut bersi#at asam dan mudah berikatan erat dengan ion-ion logam ber2alensi ' dan dapat mengganggu absorpsi dan akti2itas.

34.

'. AK$+A+$AS A.$+ +K9?"A $etracycline cenderung merupakan antibakteri spektrum luas. "ersi#at bakteristatik baik untuk gram );* dan gram )-* 0 bakteri anaerob0 riketsia0 clamidia0 micoplasma0 serta untuk beberapa proto1oa misalnya amuba. $etracyclin memasuki mikroba melalui di#usi pasi# dan transport akti2 sehingga pada mikroba yang rentan terdapat penumpukan obat ini di dalam sel. $etracycline kemudian terikat re2ersible ke reseptor pada subunit (:S ribosom dalam posisi yang menghambat pengikatan aminoasil-t9.A ke tempat akseptor pada komplek m9.A ribosom. 8#ek lanjut adalah mencegah penambahan asam amino baru ke rantai peptide yang tumbuh. (. 98S+S$8.S+ 9esistensi muncul dengan perubahan permeabilitas pasi# dan juga tidak adanya transport akti# terhadap tetracycline. 9esistensi ini muncul dipengaruhi genetik. Kontrol resistensi oleh plasmid juga dapat resisteni terhadap obat golongan lain. /enggunaan secara luas tetracycline bertanggung jawab terhadap resistensi terhadap obat lain. -. FA9 AK?K+.8$+K Absopsi tetracycline di usus ber2ariasi antara beberapa obat. "eberapa ada yang tetap di usus dan dikeluarkan di tinja. ?bat chlortetracycline hanya (:E diasorpsi. =enis lain hanya B:-F:E untuk oxytetracycline dan demeclocycline0 ,:-&::E untuk doxycycline dan minocycline. Absorpsi paling baik di usus halus bagian atas dan baiknya pada saat tidak makan karena dapat diganggu jika ada kation ber2alensi dua )7a';0 diracik dengan bu##er khusus Dalam darah terjadi ikatan protein berbagai tetracycline sebesar -:F:E. Dengan dosis oral 6:: mg tiap B jam dapat mencapai kadar --B CgDm< untuk tetracycline hydrochlorid dan oxytetracycline. Doycycline dan minocycline agak lebih rendah. Suntikan +A membuat kadar lebih tinggi untuk sementara waktu. Distribusi tidak dapat mencapai cairan serebrospinal. inosiklin khas karena konsentrasi yang tinggi di air mata dan air liur. $etracycline dapat melintasi plasenta dan air susu0 8kskresi terutama di empedu dan urin. Di empedu ekskresinya lebih banyak dan mungkin diabsorpsi kembali di usus untuk mempertahankan kadar 35. g';0 Fe';*0 terutama dalam susu dan antasida. /emberian parenteral tetracycline biasanya

di serum. Sekitar 6:E jenis tetracycline diekskresi di glomerulus ginjal dan dipengaruhi oleh keadaan gagal ginjal. Doxicycline dan minocycline diekskresi lebih lambat sehingga di dalam serum lebih lama 6. K8GI.AA. K<+.+K $etracycline merupakan obat spektrum luas pertama dan telah digunakan sewenang-wenang. erupakan obat terpilih untuk in#eksi ycoplasma pneumoniae0 7lamidia0 serta ricetsia. ?bat ini juga berguna untuk in#eki bakteri campuran in#eksi saluran perna#asan misalnya sinusitis dan bronchitis. Dapat digunakan untuk in#eksi Aibrio dan kolera namun resistensi telah dilaporkan. $etracycline e#ekti# untuk in#eksi in#eksi melalui hubungan seksual yang disebabkan clamidia. Doxycycline e#ekti# terhadap leptospirosis. Intuk proto1oa yang dapat dihabat oleh tetracycline adalah 8ntamoeba hitolitika atau /lasmodium #alciparum )Doxicycline*. B. 8F8K SA /+.G 8#ek samping yag bisa timbul antara lain % a. 8#ek samping pencernakan seperti mual0 muntah dan diare karena engubah #lora normal. !al ini merupakan alasan penghentian dan pengurangan pemberian tetracycline. b. /enumpukan di tulang dan gigi tetracycline sering terjadi. Kontra indikasi pemberian pada ibu hamil karena dapat menumpuk di gigi janin yang menyeabkan kekuning-kuningan pada gigi serta penumpukan di tulang yang menyebabkan gangguan pertumbuhan pada janin dan anak umur dibawah F tahun. c. !epatotoksis juga dapat diberikan jika diberikan pada dosis besar atau telah terjadi insu#iciensi hepar sebelumnya. d. $rombosis 2ena dapat terjadi pada pemberian +A e. !iper#otosensiti# terutama demeclocycline #. 9eaksi 2estibular seperti pusing0 2ertigo0 mual0 muntah )minocycline* A#INOGL5COSIDE Aminoglycoside berasal dari berbagai spesies )treptomyces. Sampai saat ini yang masuk kelompok ini adalah Stretomycin0 neomycin0 gentamycinm dan lain3..

lain. Semua obat ini menghambat sintetis protein dan punya kelemahan dalam berbagai macam resistensi. Semua aminoglykoside punya potensi ototoksis dan ne#rotoksik. /enggunaan pada umumnya digunakan terhadap bakteri enteric gram )-* terutama pada bakteriemia0 sepsis0 atau endocarditis. &. S$9IKI9 K+ +A Aminoglycoside memiliki inti heksosa di samping streptidin atau deoxistreptamin. Dimana gula amino terikat dengan ikatan glikosida. Aminoglycoside larut dalam air0 stabil dalam larutan dan lebih akti# dalam keadaan p! alkali daripada asam. '. 8KA.+S 8 K89=A ekanisme kerja aminoglycoside adalah pernghambatan irre2ersible sintetis protein. Diawali dengan proses tranpot akti# yang bergantung pada oksigen sehingga tidak e#ekti# terhadap kuman anaerob. /roses selanjutnya adalah berikatan dengan subunit (:S ribosom. /roses sintetis dihambat degan cara mengganggu Nkomplek awalO pembentukan peptide0 menginduksi kesalahan baca m9.A0 serta pemecahan polisom menjadi monosom yang tidak ber#ungsi (. 98S+S$8.S+ Ada ( mekanisme resistensi yang telah diketahui a. Adanya en1im yag menginakti#asikan aminogycoside dengan adenilasasi0 asetilasi0 dan #os#orilasi. b. /erubahan permeabilitas c. /erubahan reseptor di ribosom -. S$98/$? 37+. Streptomycin dihasilkan dari )treptomyces grieus. $urunannya adalah dihidrostreptomycin. Akti2itas antibakteri dan resistensi masih sama dengan jenis yang lain. Streptomycin e#ekti# untuk mikobakteria dan beberapa spesies lain )in#eksi pes0 tularemia0 dan bruselosis dengan dosis & gramDhari * serta pengobatan kombinasi untuk memperkuat e#ekti#itas antibakteri yang lain. 3/.

8#ek Samping yang bias timbul adalah alergi dan gangguan 2estibular-2ertigo dan keseimbangan 6. G8.$A +7+. DA. $?"9A 37+. "aik gentamycin dan tobramycin e#ekti# terhadap gram );* dan gram negati#. Spktrum akti2itas kedua obat ini sama dengan menghambat banyak strain sta#ilokokus0 koli#orm0 dan bakteri gram )-* lainnya. Kombinasi yang e#ekti# adalah dengan dengan karbenisilin atau tikarsilin untuk pengobatan pseudomonas0 proteus0 enterobacter0 dan klebsiella. .amun banyak sterptokokus resisten terhadap gentamycin. /emberian + atau +A gentamycin atau tobramycin biasanya atau +A digunakan untuk in#eksi berat )sepsis* pseudomonas0 enterobacter0 proteus yang telah resisten dengan obat lain. Dengan dosis 6-M mgDkgDhari + obat ini dipadukan dengan cephalosporin atau penicillin untuk pengobatan yang lebih e#ekti#. Kombinasi dengan penicillin-G dapat digunakan untuk endocarditis yang disebabkan oleh S 2iridans dan S #aecalis. Gentamycin :0&:0(E dalam krim atau obat salep sering digunakan untuk luka bakar0 luka0 dan lesi kulit yang terin#eksi. 8#ek samping kedua obat analog dengan aminoglycoside lain0 seperti ne#rotoksisitas dapat terjadi. B. KA.A 37+. L .8? 37+. Kedua obat ini juga berhubungan erat karena mempunyai resistensi silang yang lengkap. .eomycin susah diasorpsi secara oral0 ekskresi terutama di glomerulus. /enggunaan secara perenteral obat ini telah lama dihindari karena e#ek ne#rotoksis dan ototoksis yang jelas setelah pemberian. /eggunaan paling sering adalah untuk topical atau suntikan ke dalam sendi0 rongga pleura0 atau rongga abses dimana ada in#eksi. /enggunaan peroral masih digunakan untuk mengurangi #lora usus sebelum pembedaha. M. A +KA7+. Amikacin merupakan turunan dari kanamycin yang kurang toksis namun lebih resisten terhadap en1im penginakti# gentamycin sehingga digunakan terapi kedua setelah gentamycin. /enggunaan amikacin e#ekti# untuk banyak bakteri /roteus0 /seudomonas0 8nterobacter0 dan Serratia. 30.

F. .8$+< 37+. Keuntungan .etilmycin adalah obat ini cenderung lebih tahan terhadap kerusakan yang ditimbulkan oleh bakteri yang resisten terhadap gentamycin dan tobramycin. +ndikasi terutama pada in#eksi iatro#enik serta in#eksi yang beresiko untuk terjadi sepsis. #ACROLIDES acrolides termasuk golongan senyawa yang mempunyai cincin makrolide. 7ontoh obat ini yang terkenal adalah erythromycin. /enggunaan macrolide terbatas pada in#eksi korinebakterium0 klamidia0 mycoplasma dan legionella. 7ontoh macrolide adalah
)piramycin "itromycin, Clarithromycin, -rythromycin, dan

893$!9? 37+. 8rythromycin merupakan obat macrolide yang dihasilkan dari )treptomyces erythreus. Akt2itas dapat hilang pada suhu '::7 dan p! asam. Sediaan pada umumnya berupa garam. 8rythromycin masih e#ekti# terhadap organisme gram positi#0 terutama pneumokokus0 streptokokus00 dan korinebakterium. ?rganisme lain seperti mycoplasma0 7lamydia trachomatis0 dan !elicobacterium juga peka. 9esistensi dijumpai pada beberapa pneumokokus dan streptokokus dengan perubahan pada reseptor. Dikontrol dengan genetik dan plasmid Karena tidak tahan asam0 erythromycin basa dirusak di dalam lambung dan pemberian peroral harus diberikan dalam bentuk enteric coating atau dalam bentuk stearat ester. Dosis peroral ' gDhari mencapai kadar serum ' CgDm<. Sejumlah besar hilang dalam #eses. Distribusi tidak dapat menembus sawar otak. ?bat ini menembus plasenta dan mencapai janin. 8kskresi dilakukan dalam empedu 8rythromycin digunakan dalam in#eksi 7orynebacterium )di#teri0 sepsis0 eritrasma*0 +n#eksi klamedia pada saluran perna#asan0 neonantus0 mata0 atau genialia0 /neumonia oleh ycoplasma dan <egionella. Dosis oral diberikan :0'6-

32.

:06 gram tiap B jam. 8#ek samping yang bisa muncul berupa anoreksia0 mual0 muntah0 dan si#at toksis terhadap hepar.

S/+9A 37+. Spiramycim punya spectrum yang sama dengan erythromycin namun lebih lemah. Keutungannya adalah daya penetrasi yang kuat di jaringan mulut0 tenggorokan dan saluran na#as sehingga sering digunakan untuk +S/A yang sukar dicapai dengan antibiotik lain. CHLORA#PHENICOL 7hloramphenicol berasal dari isolasi )tretomyces ,ene"uelae. Si#at kristal chloramphenicol sangat larut dalam alcohol dan sukar larut dalam air. .amun 7hloramphenicol suksinat sangat larut dalam air. ?bat ini mempunyai e#ek kuat penghambat sintetis protein mikroba. ?bat ini bersi#at bakteriostatik untuk kebanyakan bakteri0 namun tidak e#ekti# untuk klamidia. terhadap ekanisme resistensi muncul dengan berkurangnya permeabilitas chloramphenicol dan munculnya senyawa cholramphenicol

acetyltransferase yang dapat menginakti#asikan obat ini. ?bat ini sangat e#ekti# untuk in#eksi antara lain % a. Salmonella simtomatik b. +n#eksi serius ! in#luen1a seperti meningitis0 c. +n#eksi meningokokus dan pneumokokus pada SS/ d. +n#eksi anaerobik pada SS/ /emberian diberikan secara oral )' gramDhari* maupun parenteral )chloramphenicol suksinat '6-6 mgDkgDhari*. ?bat ini dapat mencapai SS/ dengan kadar yang sama dengan di dalam serum. ?bat ini mudah diinakti#asikan di dalam hati. 8kskresi terutama di tubulus ginjal dab sebagian kecil di empedu. Dosis tidak perlu dikurangi pada gagal ginjal namun sangat dikurangi pada gagal hati. CLINDA#5CIN;L5NCO#5CIN 7lindamycin merupakan turunan dari lyncomycin. Keduanya mempunyai akti2itas yang menyerupai erythromycin namun clindamycin lebih kuat dalam

24.

mengatasi in#eksi banyak bakteri kokus gram );*0 kecuali enterokokus0 !aemopgilusm .iseria0 dan ycoplasma yang resisten. /emberian secara oral :0&6-:0( gram tiap B jam sedangka untuk +A diberikan B:: mg tiap F jam. ?bat ini tidak dapat mencapai SS/. 8kskresi terutama di dalam hati0 empedu dan urin. +ndikasi yang penting adalah untuk mengobati in#eksi anaerob berat oleh Bacterioid dan kuman anaerob lainnya. /enggunaan lainnya sering kali digunakan pada in#eksi yang berasal dari saluran genital wanita seperti sepsis karena keguguran atau abses pel2is. F. GOLONGAN INHIBITOR FUNGSI DAN SINTETIS ASA# NUKLEID ?bat-obat penghambat sintetis D.A terdiri dari ( golongan mekanisme0 yaitu penghambat replikai D.A0 penghambat polymerase r.A0 dan penghambat metabolisme nukleotid. ?bat golongan inhibitor replikasi D.A bekerja dengan mem-blok aksi gyrase dan D.A topoisomerase. Sedangkan golongan inhibitor polymerase menghambat dengan cara berikatan kuat dengan r.A polymerase. Golongan inhibotor metabolik nukleid seperti Acyclo2ir menghambat sintetis D.A dengan cara kon2ersi senyawa ini menjadi tiphosphate dan menghambat thymidine kinase dan polymerase D.A sehingga ada penambahan DA$/ ke dalam D.A dan kekurangan tymine untuk replikasi D.A Golongan ri#amycin menghambat dengan cara melekat pada en1im polymerase r.A sehingga D.A yang telah bertrankripsi tidak bisa diubah menjadi m9.A. Golongan terakhir menghambat D.A girase sehinga tidak terjadi proses trankripsi pembelahan D.A.
PENGHA#BAT SINTETIS DNA

In-i%i&$r Re,li+ !i DNA <6in$le /loro'unolone Ne&r$i'i: =$le Metronida"ole

In-i%i&$r P$li'er !e rNA Ri9 '*cin

In-i%i&$r #$& %$li!'e N6+el$&i: Ac*cl$7ir

23.

Gambar F. "agan pembagian golongan penghambat sintetis D.A <UINOLONE Puinolone merupakan turunan obat dari nalidixic acid. ?bat-obat pendahulu 5uinolone ini mempunyai spektrum yang lebih kecil dan biasanya digunakan untuk antiseptik saluran kemih. $urunan terbaru yang mempunyai akti2itas antimikroba lebih baik terbagi menjadi beberapa generasi0 antara lain % A. Generasi + % cinoxacin0 #lume5uine0 nalidixic acid0 oxolinic acid0 piromidic acid0 pipemidic acid0 rosoxacin ". Generasi ++ % cipro#loxacin0 enoxacin0 #leroxacin0 lome#loxacin0 nadi#loxacin0 nor#loxacin0 o#loxacin0 pe#loxacin0 ru#loxacin 7. Generasi +++ % balo#loxacin0 gati#loxacin0 grepa#loxacin0 le2o#loxacin0 moxi#loxacin0 pa1u#loxacin0 spar#loxacin0 tema#loxacin0 tosu#loxacin D. Genrasi +A % clina#loxacin0 garenoxacin0 gemi#loxacin0 sita#loxacin0 tro2a#loxacin0 pruli#loxacin0 /emberian 5uinolone diberikan secara oral dan ekskresi terutama di ginjal. Puinolone sering digunakan dalam in#eksi saluran kemih walaupun disebabkan karena in#eksi bakteri yang kebal terhadap bermacam-macam obat. .or#loxacin -:: mg atau cipro#loxacin 6:: mg diberikan peroral ' kali sehari. Selain itu juga dapat diberikan untuk diare in#eksi0 in#eksi tulang0 sendi0 intra abdominal0 serta pada in#eksi mikobakterium #ETRONIDA>OLE etronida1ole sering digunakan sebagai obat antiproto1oa untuk pengobatan tricomoniasis0 giardia lambia0 " coli0 serta in#eksi amubiasis lainnya. .amun selain itu metronida1ole mempunyai e#ek antibakteri trhadap banyak kuman anaerob. etronida1ole diberikan secara oral dan kemudian tersebar di jaringan tubuh sampai ke serebrospinal. 8kskresi terutama di urin. Intuk pengobatan in#eksi anaerob0 metronida1ole sering digunakan untuk menurunk#an in#eksi pasca operasi apendektomi0 bedah kolon0 dll. "eberapa in#eksi seperti " #ragilis0 klstridia kadang-kadang masih menunjukkan respon. RIFA#5CIN

22.

9i#amycin masih terbukti akti# terhadap beberapa kokus gram );* dan )-*0 serta beberapa bakteri enteric0 mikobakterium0 klamidia0 dan pox2irus. Sayangnya banyak laporan mengenai resistensi bakteri yang cepat terhadap pengobatan tunggal ri#amycin sehingga tidak boleh diberikan sendiri. 9i#amycin diabsopsi baik secara peroral0 dan diekskresikan melalui hati ke dalam empedu. 9i#amycin diberikan dengan dosis B:: mgDhari dapat diberikan untuk pengobatan $" bersamaan dengan pemberian +.!0 etambutol0 dll. 8#ek sampingnya menimbulkan warna oranye pada urinm keringat0 air mata yang sebenarnya tidak berbahaya. G. GOLONGAN PENGHA#BAT #E#BRAN SEL

PENGHA#BAT #E#BRAN SEL


P$l*'*@in P$l*ene! I'i: =$le

Gambar ,. "agan pembagian obat penghambat #ungsi membran sel 3ang termasuk golongan obat ini adalah polymyxin0 polyenes0 imida1ole0 dll. Kerja golongan ini adalah mengganggu intregitas #ungisonal membran sitoplasma sehingga terjadi kematian pada bakteri. /olymyxin bekerja pada membran bakteri gram )-* yang kaya #os#atidil dan bekerja seperti detergen. /olyenes juga bekerja hampir sama namun melekat pada jamur karena jamur mengandung ergosterol sehingga akan terbentuk sebuah pori. ekanisme lain ditunjukkan oleh imida1ole dengan cara penghambatan sintetis ergosterol. POL5#5?IN /olymyxin merupakan golongan polipeptida basa dan akti# terhadap bakteri gram )-*. ?bat ini mempunyai e#ek ne#rotoksis yang hebat sehingga banyak ditinggalkan kecuali polymyxin " dan 8.

23.

/olymyxin bekerja sebagai bakterisidal dan tidak dapat diabsorpsi di dalam usus sehingga diberikan secara parenteral. Galaupun begitu konsentrasi di dalam darah dan jaringan cenderung rendah karena diikat erat oleh sel-sel mati. 8kskresi terutama di ginjal. /enggunaan polymyxin sekarang dibatasi pada penggunaa topical. <erutan polymyxin " &-&: mgDm< diberikan pada permukaan yang terin#eksi0 atau disuntikkan ke dalam pleura ataupun sendi. 8#ek samping yang ditakutkan pada pemberian sistemik adalah e#ek ne#rotoksisnya. H. GOLONGAN INHIBITOR #ETABOLIS#E Golongan ni mempunyai e#ek kerja seperti pada golongan penghambat sintetis D.A0 yaitu penghambatan dalam proses pembentukan purin. 3ang termasuk golongan ini adalah sul#onamide dan trimetropim. Suatu kombinasi antara golongan sul#onamide Q thrimethropim dapat mengoptimalkan kerja golongan ini dengan contoh co-tromoxa1ole.

PENGHA#BAT #ETABOLIK
SULFONA#IDE
Mafenide, )il,er )ulfadia"ine, )uccinysulfathia"ole, )ulfacetamide, )ulfadia"ine, )ulfametho!a"ole, )ulfasala"ine, )ulfiso!a"ole Pyrimethamine, thrimethropim

THRI#ETHROPI# C ',6r n
Co-trimo!a"ole

Gambar &:. "agan pembagian golongan penghambat metabolik SULFONA#IDE Sul#onamide secara struktural analog dengan asam p-amino ben1oat )/A"A*. ?bat ini bekerja secara bakteriostatik. 7ara kerjanya adalah pengubahan sul#onamide oleh en1im dihidro#olat sintase menjadi analog asam #olat yang tidak ber#ungsi. .ormalnya en1im inilah yang bertugas mengubah /A"A menjadi asasm dihidro#olat. =adi sul#onamide hanya e#ekti# terhadap bakteri-bakteri yang tidak dapat membuat /A"A atau membutuhkan /A"A ekstrasel. 9esistensi muncul apabila bakteri tersebut bermutasi memproduksi /A"A yang berlebihan0 perubahan struktur en1im.

24.

Sul#onamide kebanyakan diberikan secara peroral dan dapat didistribusikan ke semua jaringan termasuk ke cairan serebrospinal. 8kskresi terutama dilakukan oleh glomerulus ginjal dengan kadar dalam urin bias mencapai &:-': kali konsentrasi dalam darah. /enggunaan sul#onamide sering digunakan secara peroral untuk in#eksi saluran kemih yang belum diobati sebelumnya0 in#eks clamidia pada mata dan saluran genital. +n#eksi bakteri seperti streptokokus "-hemolitikum0 meningokokus dulu digunakan namun sekarang sudah banyak terjadi resisten. 8#ek samping yang dilaporkan adalah pengendapan sul#onamide di saluran kemih sehingga dapat menyebabkan obstruksi. 8#ek ini dapat dicegah dengan pemberian sul#onamide paling larut. 8#ek lainnya adalah gangguan hematopoetik berupa anemia )heolitik atau aplastik* granulositopenia0 trombositopenia0 dan reaksi leukomoid. THRI#ETHROPI# $hrimethropim bekerja dengan cara penghambatan kerja en1im asam dihidro#olat reduktase yang bertugas mengubah asam dihidro#olat menjadi asam tetrahidro#olat. Absorpsi baik melalui usus dan distribusi luas seperti sul#onamide. Si#atnya lebih larut dalam lipid. /engobatan dengan thrimethropim tunggal dapat diberikan untuk in#eksi saluran kemih akut. Selain itu karena thrimethropim dapat terakumulasi pada cairan prostate dan cairan 2agina0 thrimethropim sering digunakan pada in#eksi prostate dan 2agina. 8#ek samping serupa dengan sul#onamide berupa gangguan hematopoetik seperti anemia megaloblastik0 leukopenia0 dan granulositopenia. CO)TRI#O?A>OLE Gabungan kombinasi antara sul#onamide dan thrimethripim ini sering kali digunakan. Karena thrimethropim punya kelarutan lipid yang besar0 perbandingan thrimethropi % sul#onamide R & % 6 untuk tiap co-trimoxa1ole. /enggunaan obat ini biasanya berupa pengobatan pilihan untuk in#eksi pneumonia oleh / carinii0 entriris karena Shigella dan in#eksi salmonella sistemik setelah resisten terhadap Ampicillin dan khoramphenicol. /enggunaan lain adalah pengobatan in#eksi saluran kemih dan prostate 25.

BAB III KESI#PULAN A. Antibiotik adalah senyawa-senyawa yang dapat menghambat dan membunuh bakteri ". Antibiotik dapat terbagi berdasarkan akti2itas dalam membunuh yaitu bakteriosid dan bakteriostatik 7. Antibiotik dapat terbagai berdasarkan tempat mekanisme kerja yaitu % /enghambatan sintetis dinding bakteri0 /enghambat membran sel0

/enghambatan sintetis protein di ribosom0 /enghambatan sintetis asam nukleat0 dan /enghambatan metabolik )antagonis #olat* D. 9esistensi terhadap antibiotik muncul karena beberapa mekanisme seperti % dihasilkannya en1im yang merusak akti2itas obatK pengubahan permeabilitas terhadap obatK adanya perubahan terhadap struktur sasaran bagi obatK adanya perubahan jalur metabolitk yang dihambatK adanya perubahan en1im yang tetap dapat melakukan #ungsi metaboliknya tetapi lebih sedikit dipengaruhi oleh obat.

2..

DAFTAR PUSTAKA Anonim0 )'::F*0 ntibiotic0 Gikipedia0 diambil tanggal '6 Desember '::F0 dari ediacal .otebook0 diambil tanggal '6

http%DDen.wikipedia.orgDwikiDAntibiotic "hat0 A.0 )'::F*0 Classification of ntibiotik0 antibiotics.html Darmansjah0 +.0 .elwan0 9.0 )&,,-* ntibiotic guideline 0 /armacological0 medical journal o# uni2ersity o# +ndonesia. diambil tanggal '6 Desember '::F0 dari http%DDwww.iwandarmansjah.web.idDattachmentDatSantibiotic E':guidelines.pd# Kat1ung0 8.G0 )&,,M*0 %bat-%bat .emoterapeutika0 dalam Farmakologi Dasar L Klinik0 8G7 % =akarta 9osen0 8.=.0 Puinn0 F.".0 )':::*0 diambil tanggal '6 icrobiology0 in#ections0 and antibiotic therapy0 Desember '::F0 dari http%DDwww.utmb.eduD Desember '::F0 dari http%DDpre-pg.blogspot.comD'::MD:(Dclassi#ication-o#-

otore#DgrndsD+n#ect-:::(D+n#ect-:::(.pd#

2/.