Anda di halaman 1dari 5

KABUPATEN BOMBANA Rumbia, Sulawesi Tenggara

Kabupaten Bombana adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia, dengan ibukota Rumbia, dibentuk berdasarkan UU Nomor 29 Tahun 2003 tanggal 18 Desember 2003 yang merupakan hasil pemekaran Kabupaten Buton.

Keadaan Wilayah
Luas Wilayah daratan = 2.845,36 km atau 284.536 ha perairan laut diperkirakan = 11.837,31 km Batas Wilayah Bagian Utara Selatan Barat Timur Berbatasan dengan Kabupaten Kolaka dan Kabupaten Konawe Selatan Laut Flores Teluk Bone Kabupaten Muna dan Kabupaten Buton

Populasi Penduduk 139.235 jiwa (Sensus Penduduk 2010)

Letak Geografis
Secara geografis terletak di bagian Selatan garis Khatulistiwa. Memanjang dari Utara ke Selatan di antara 430' 625' Lintang Selatan dan Membentang dari Barat ke Timur antara 12082 12220' Bujur Timur. Kabupaten Bombana terletak di Jazirah Tenggara Pulau Sulawesi.

Visi dan Misi Kabupaten


VISI KABUPATEN BOMBANA "Mewujudkan Perencanaan Pembangunan Daerah yang Berkualitas, Sinergis, Aspiratif, Parsitipatif dan Komprehensif, menuju Bombana Sejahtera 2016" MISI KABUPATEN BOMBANA 1. Meningkatkan kualitas dan profesionalisme Sumber Daya Manusia (SDM) Perencanaan Pembangunan Daerah. 2. Mewujudkan Dokumen Perencanaan dan Penganggaran yang Aspiratif dan Meningkatkan Ketersediaan Data Base Pembangunan Daerah yang komprehensif. 3. Meningkatkan Kualitas Koordinasi Pelayanan Perencanaan dan Pembangunan. 4. Mewujudkan Sinergitas Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Daerah.

Sejarah dan Mitos Asal Mula Bombana


BOMBANA dikenal sebagai wilayah yang dihuni oleh Suku 'Moronene' sebagai penduduk asli, salah satu etnis terbesar di Sulawesi Tenggara, dimitoskan sebagai Negeri Dewi Padi (Dewi Sri). Konon, sang dewi pernah turun di sebuah tempat yang belakangan disebut Tau Bonto (saat ini lebih dikenal dengan penulisan Taubonto, ibukota Kecamatan Rarowatu). Dalam Bahasa Moronene, 'tau bonto' berarti tahun pembusukan, karena ketika Dewi Padi itu turun di tempat tersebut, produksi padi ladang melimpah ruah sehingga penduduk kewalahan memanennya. Akibatnya, banyak padi tertinggal dan membusuk di ladang. Padahal, luasan ladang yang dibuka tak seberapa, hanya beberapa hektar saja untuk setiap keluarga. Taubonto menjadi pusat pemerintahan di zaman kekuasaan mokole, gelar raja di wilayah Moronene pada masa lalu. Di masa pemerintahan swapraja Buton pascakemerdekaan, wilayah kekuasaan mokole berubah menjadi wilayah distrik dan selanjutnya sekarang menjadi kecamatan. Wilayah Moronene sebagian Kecamatan Watubangga di Kabupaten Kolaka sekarang. Namun, yang masuk wilayah administrasi Kabupaten Buton (waktu itu) hanya Kecamatan Poleang dan Kecamatan Rumbia. Saat itu telah berkembang menjadi empat kecamatan. Dua kecamatan tambahan sebagai hasil pemekaran adalah Poleang Timur dan Rarowatu. Kecamatan Rarowatu berpusat di Taubonto. Pemerintahan Mokole di Kabaena bersifat otonom, tidak ada hubungan struktural maupun hubungan afiliatif dengan kekuasaan Mokole di daratan besar, akan tetapi hubungan kekerabatan di antara mokole dan rakyat sangat erat terutama bahasa dan budaya yang khas. Kekuasaan Mokole di Kabaena berada di bawah kontrol Kesultanan Buton. Sultan Buton menempatkan petugas keraton di Kabaena yang bergelar Lakina Kobaena. Secara struktural Kabaena lebih dekat dengan Buton, walaupun begitu secara kultural lebih dekat dengan Bombana, terkait budaya dan bahasa, serta ras.

Pemerintahan Daerah

Berdasarkan pemilihan langsung tahun 2011, kepemimpinan diduduki oleh H. Tafdil sebagai Bupati Bombana dengan Hj. Masyhura Illadamay sebagai Wakil Bupati periode 2011-2016.

Jumlah Penduduk Menurut 22 Kecamatan di Kabupaten Bombana Tahun 2010


Wilayah Administrasi Kecamatan: 22 Kelurahan: 22 Desa: 117
(Permendagri Tahun 2011) Nomor 66

Agama Penduduk
Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, dan Hindu.

Potensi Unggulan Kabupaten Bombana


Sektor Perkebunan komoditi unggulannya adalah Kakao, Kopi, Kelapa, Cengkeh, Jambu Mete, Lada, Cengkeh, dan Pala. Sub sektor Pertanian komoditi yang diunggulkan berupa Jagung dan Ubi Kayu. Sub sektor Jasa yaitu Pariwisata. (sumber : BPS Prov Sultra)

Pariwisata
Obyek Wisata Yang Terdapat Kabupaten Bombana Yaitu: Pulau Malangke Objek Wisata Tapuhahi Objek Wisata Tahi Ite Pulau Basa Tanjung Bunga Air Terjun Sangkona Objek Wisata Pajongga Tanjung Ponu ponu Pulau Sagori Gua Batu Wuri di

Kesenian
Tari Lumense adalah tarian yang berasal Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Kata lumense bisa diartikan terbang tinggi. Tari lumense sendiri berasal dari kecamatan Kabaena.

Fasilitas Pendidikan

Sekolah, Murid, dan Guru Kabupaten B o m b a n a Ta h u n 2 0 1 0 / 2 0 1 1


TINGKATAN Taman Kanak-kanak Sekolah Dasar Madrasah Ibtidaiyah Sekolah Menengah Pertama Madrasah Tsanawiyah (MTs) Sekolah Menengah Kejuruan Sekolah Menengah Atas Madrasah Aliyah (MA) 134 1 30 5 3 7 2 JUMLAH SEKOLAH 112 18 4 3 8 2 6 3 119 4913 1049 721 2696 178 JUMLAH MURID JUMLAH GURU

NEGERI SWASTA NEGERI SWASTA NEGERI SWASTA 3573 20045 1162 391 239 685 147 584 266 1079 4 417 118 117 210 37 317 103 34 31 108 16 61 48

Sumber : Kantor Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan se-Kabupaten Bombana

Fasilitas Kesehatan dan Tenaga Kesehatan Banyak Fasilitas Kesehatan Menurut Jenisnya
JENIS Rumah Sakit Puskesmas Pembantu Puskesmas Perawatan Puskesmas Keliling Posyandu JUMLAH 1 6 31 13 195

B a n y a k Te n a g a Kesehatan
TENAGA KERJA Dokter Umum Dokter Gigi Bidan SKM SPRG SPPH AKL SPK JUMLAH 3 0 46 27 1 1 20 0

Sumber : Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Bombana

Sumber : Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Bombana