Anda di halaman 1dari 8

HASIL PENGAMATAN HAPUSAN DARAH

Nama sample

: Fadillah Kurniasari

Umur/Jenis Kelamin : 20 tahun / Perempuan

Diskusi : Pada praktikum kali ini, kami melakukan pemeriksaan mengenai hapusan darah. Pemeriksaan hapusan darah bertujuan untuk menilai berbagai unsur sel darah seperti eritrosit, trombosit, leukosit dan mencari adanya parasit. Sediaan hapusan yang dibuat dan dipulas dengan baik merupakan syarat mutlak untuk mendapatkan hasil yang terbaik dimana prinsip pada pemeriksaan ini setetes darah dipaparkan diatas gelas obyek dicat dan diperiksa dibawah mikroskop. Pemeriksaan hapusan darah terdiri dari pemeriksaan dengan pembesaran kecil yaitu menggunakan pembesaran lensa obyektif 10 kali dan pemeriksaan dengan menggunakan minyak emersi. Pemeriksaan dengan pembesaran kecil terdiri dari penilaian kualitas hapusan darah, pernafsiran jumlah leukosit dan eritrosit, penaksiran perhitungan differential lekosit dan pemeriksaan apakah ada sel-sel yang abnormal. Sedangkan pemeriksaan dengan menggunakan minyak emersi meliputi pemeriksaan kelainan atau variasi morfologi dari eritrosit, penaksiran jumlah dan bagaimana morfologi dari trombosit, penghitungan differential dan mencari kelainan-kelainan morfologis dari lekosit dan memeriksa adanya sel-sel yang abnormal. Namun pada praktikum kali ini, hanya dilakukan pemeriksaan untuk menilai kualitas hapusan darah dan perhitungan differential leukosit. Pembuatan dan Pengecatan Hapusan Darah Sebelum pemeriksaan terhadap hapusan darah, terlebih dahulu dilakukan pembuatan hapusan darah diawali dengan pengambilan darah pada vena cubiti sebanyak 3 cc, kemudian dicampurkan dengan antikoagulan untuk mencegah adanya pembekuan. Setelah itu object glass dan deck glass disiapkan terlebih

dahulu dimana keduanya harus dalam keadaan bersih, tanpa lemak, kering, dan permukaanya halus dan rata. Setelah itu setetes darah diletakkan diatas object glass 1 cm dari tepi glass obyek. Deck glass dipegang sedemikian rupa sehingga membetuk sudut 30O terhadap object glass dan setetes darah tersebut berada didalamnya. Kemudian deck glass digeser menuju tetesan darah tersebut hingga tetesan darah tersebut merata diantara ujung deck glass dan object glass, setelah itu dilakukan pergeseran deck glass dengan arah yang berlawanan terhadap arah yang sebelumnya, penggeseran tersebut harus secara perlahan dan sudut dipertahankan 30O sehingga didapatkan hapusan darah yang merata dan tipis. Hapusan darah dilakukan secara continue.

Ket. Gambar : Teknik hapusan darah

Hasil hapusan darah yang didapat

Setelah itu dilakukan pengeringan, pengeringan dilakukan dengan menggoyang-goyangkan object glass di udara. Mengeringkan hapusan darah harus dilakukan dengan segera karena jika tidak, eritrosit akan mengalami kerusakan. Kemudian dilakukan pengecatan dengan menggunakan campuran antara wrights stain dan buffer selama 20 menit. Setelah itu bersihkan dengan air mengalir. Selanjutnya hapusan ditunggu sampai kering. Pencucian dan pengeringan tidak boleh dilakukan dengan memiringkan gelas obyek untuk menghindari pengendapan cat yang telah dilakukan. Hapusan darah yang dibuat

dan dipulas dengan baik merupakan syarat mutlak untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang baik. Pemeriksaan Hapusan Darah A. Penilaian Kualitas Hapusan Darah Setelah didapatkan hapusan darah, praktikum dilanjutkan dengan pemeriksaan hapusan darah. Terdapat dua pemeriksaan yang dikerjakan yaitu penilaian kualitas hapusan darah dan penghitungan differential leukosit. Pada praktikum penilaian kualitas hapusan darah, pertama-tama hapusan darah yang sudah dibuat diletakkan di bawah mikroskop dengan pembesaran lensa obyektif 10 kali. Kemudian dilakukan pengamatan dan diperoleh hasil Dari hasil pengamatan tampak sel-sel darah terpisah antara satu dengan yang lainnya dan eritrosit maupun leukosit tercat dengan baik. Adapun syarat suatu hapusan darah dikatakan baik ialah jika lapisan darah cukup tipis sehingga sel-sel tidak saling bertumpuk, hapusan darah tidak boleh mengandung

endapan cat, sel-sel darah tercat dengan baik dan leukosit tidak menngerombol pada bagian
Hasil pemeriksaan kualitas hapusan darah

akhir hapusan.

B. Penghitungan Differensial Leukosit Praktikum dilanjutkan dengan menggunakan minyak emersi yaitu penghitungan differensial leukosit dengan perbesaran 1000 kali. Perhitungan dilakukan dengan mengadakan identifikasi dan perhitungan paling sedikit 100 leukosit. Perhitungan jenis leukosit digunakan untuk mengetahui jumlah berbagai jenis leukosit, terdapat lima jenis leukosit yang masing-masing memiliki fungsi yang khusus dalam melawan patogen. Sel-sel tersebut adalah eosinofil, basofil, neutrofil (stab atau segmen), limfosit dan monosit. Berikut ini penjelasannya :

Penjelasan Tipe Leukosit

Tipe Leukosit

Gambar

Diagram

Keterangan Eosinofil berbentuk oval atau bulat, warna sitoplasma pucat di tutupi oleh granula eosinofilik yang berlimpah. Dengan bentuk inti lobulated,semicircular, tipe kromatin condensed dan nukleolus tidak terlihat Basofil berbentuk bulat atau oval, warna sitoplasma pink muda, kebanyakan ditutupi oleh granula dan inti. Granularitas basofil sangat gelap, basofilik, dengan ukuran yang bervariasi. Bentuk inti berlobus, tipe kromatin condensed dan nukleolus tidak terlihat Sel stab berbentuk oval atau bulat, warna

Eosinofil

Basofil

Netrofil (Stab)

sitoplasma pink dengan bentuk inti semicircular, tipe kromatin condensed dan nukleolus tidak terlihat Sel segmented berbentuk oval atau bulat, warna

Netrofil (Segmen)

sitoplasma pink dengan bentuk inti obulated atau berlobus, tipe kromatin condensed dan nukleolus tidak terlihat Sel limfosit berbentuk bulat kadang-kadang oval, warna sitoplasma biru dengan bentuk inti

Limfosit

bulat atau agak oval, tipe kromatin homogen padat dan nukleolus kadang-kadang hampir tidak terlihat Monosit khas dengan sitoplasma biru lembayung yang berisi vakuola-vakuola kecil.

Monosit

Hasil penghitungan differensial leukosit memberikan informasi yang spesifik mengenai infeksi dan proses penyakit. Perhitungan ini hanya menunjukan jumlah relatif dari masing-masing jenis sel. Perhitungan leukosit tergantung dari jumlah jenis umur, pada anak jumlah limfosit lebih banyak dari pada neutrofil segmen, sedangkan pada orang dewasa kebalikanya. Hitung jenis leukosit juga bervariasi dari satu sediaan hapusan ke sediaan lain, maupun dari satu lapang pandang ke lapang pandang lain. Kesalahan dari distribusi ini mencapai 15%. Penghitungan differensial leukosit dilakukan pada counting area dengan perbesaran 1000 kali menggunakan minyak emersi. Pada penghitungan ini hapusan darah yang digunakan perlu diperhatikan, hapusan darah harus cukup tipis sehingga tidak mengalami kesulitan dalam membedakan. Pertama-tama merubah pembesaran mikroskop menjadi 1000 kali, selanjutnya menentukan

lapang pandang yang akan diamati. Kemudian dengan cermat daerah perhitungan atau lapang pandang digeser sedikit demi sedikit untuk dapat diamati selanjutnya. Pengamatan lapang pandang dilakukan hingga didapatkan 100 leukosit. Untuk memudahkan perhitungan dibuat kotak perhitungan jenis leukosit. Jenis leukosit yang pertama terlihat dimasukkan dalam kolom satu, bila jumlah sel sudah 10 pindah ke kolom dua. Setiap kolom mengandung 10 sel yang sudah diidentifikasi, dan bila ke 10 kolom telah terisi berarti sudah 100 leukosit yang sudah diidentifikasi. Selanjutnya ditentukan hasil perhitungan jenis leukosit dengan cara mencocokkan hasil yang diperoleh dengan standart jumlah normalnya. Selain itu adanya kelainan dan variasi leukosit juga harus dicatat. Pada perhitungan diperoleh hasil hitung leukosit sebagai berikut:

3 1 2 1. Stab 2. Segmen 3. Limfosit

Ket. Gambar : Salah satu lapang pandang pada peghitungan differensial leukosit

Hasil Penghitungan Differensial Leukosit Kolom ke1 Eusinofil Basofil Stab Segmen Lymfosit Monosit Total 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 100 5 5 2 7 1 6 4 1 6 3 6 4 9 1 10 1 6 3 1 1 8 8 2 1 5 71 23 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jumlah sel Jumlah sel normal 4 1 2 59 27 4 100

Tipe Leukosit

Nilai Normal : Eosinofil / Basofil / Stab / Segmen / Limfosit / Monosit 1-4% / 0-1% / 2-5% / 36-66% / 22-40% / 4-8%

Hasil Pemeriksaan : Eosinofil / Basofil / Stab / Segmen / Limfosit / Monosit 4% / 1% / 2% / 59% / 27% / 4%

Dari hasil pemeriksaan didapatkan jumlah eosinofil, basofil, stab, limfosit dan monosit per seratus leukosit yang dihitung masih dalam jumlah yang normal. Sedangkan jumlah segmen per seratus leukosit melebihi nilai normal. Terdapat kemungkinan-kemungkinan kesalahan teknis yang terjadi selama praktikum yang membuat hasil menjadi abnormal diantaranya. Kesalahan dalam penentuan letak lapang pandang Pengamatan pada lapang pandang Kesalahan dalam membedakan bentuk sel (kurang teliti)

Selain kesalahan teknis yang dapat menyebabkan jumlahnya abnormal, juga dapat diakibatkan karena beberapa penyakit seperti halnya neutrofilia, basofilia,eosinofilia, limfopenia. Jenis Leukosit limfositosis, monositosis, neutropenia, eosinopenia,

Kelainan Netrofilia

Definisi Jumlah neutrofil > normal Jumlah neutrofil < normal Jumlah eusinofil > normal Jumlah eusinofil < normal Jumlah basofil > normal Jumlah limfosit > normal Jumlah limfosit < normal Jumlah monosit > normal Jumlah monosit < normal

Penyebab Infeksi bakteri, gangguan metabolik Obat-obatan, infeksi Alergi Stres, obat kortikosteroid Alergi Infeksi virus Radiasi, kortikosteroid, obatobat sitotoksik Penyakit kolagen, penyakit infeksi Infeksi akut

Neutrofil Netropenia Eusinofilia Eusinofil Eusinopenia Basofil Basofilia Limfositosis Limfosit Limfosipenia Monositosis Monosit Monositopenia

C. Pengamatan Sel yang Abnormal Pada pengamatan yang telah

dilakukan, dijumpai bentuk leukosit yang tidak sempurna seperti bulan sabit, hal ini dapat terjadi karena kemungkinan sel

tersebut mengalami krenasi.

Kesimpulan: Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa: Kualitas hapusan darah baik Jumlah neutrofill melebihi normal, hal bisa disebabkan karena penderita mengalami neutrofilia ataupun kesalahan teknis pada saat pemeriksaan. Terdapat sel yang abnormal, yaitu sel leukosit yang mengalami krenasi.