Anda di halaman 1dari 5

Memotivasi Diri Melalui Alam Bawah Sadar

oleh: Bambang Widjajarso *) Everybody is genius. But if you judge a fish by its ability to climb a tree, it will live its whole life believing that is stupid. Albert Einstein
Abstrak Kata-kata motivasi begitu sering terdengar di telinga kita. Salah satunya adalah What you think is what you get. Pertanyaan muncul dari manusia pembelajar; apakah sesederhana itu bahwa apa yang kita pikirkan akan menjadi kenyataan? Rasa ingin tahu itu terus bergejolak sampai akhirnya penulis menemukan teori yang mendasari ungkapan tersebut, yakni sebuah gabungan teori fisika kuantum dan ilmu syaraf, berupa fenomena alam bawah sadar. Fungsi utama alam bawah sadar adalah membuktikan apa-apa yang sudah tertanam dalam alam bawah sadar berupa pikiran dan perkataan. Dengan demikian, manusia bisa memprogram alam bawah sadar dengan pikiran atau ucapan yang menjadi keinginan kita. Selain pemaparan sederhana tentang teori alam bawah sadar, artikel ini juga memberikan contoh nyata bagaimana menanamkan program agar hasilnya bisa menjadi kenyataan, misalnya program untuk sukses, yang arti sukses seseorang sudah pasti berbeda dengan sukses orang lain. Kata Kunci: Alam bawah sadar, motivasi.

Latar Belakang Sebuah ungkapan sederhana What you think is what you get begitu seringnya kita dengar dari motivator, dari mentor maupun dari atasan kita. Saking seringnya, mungkin orang tidak terlalu memperhatikan sebuah makna yang terkandung pada kalimat tersebut, kecuali hanya kalimat normatif biasa saja yang disampaikan orang lain ketika kita sedang menghadapi masalah. Orang yang sedang menghadapi masalah memang mempunyai kecenderungan menyatakan kalimatkalimat negatif, pesimis, putus asa, kutukan bahkan nasib. Kondisi seperti ini dapat saja dialami oleh siapa pun, termasuk kita. Kalau pun orang, misal teman kita, menasihati kita, memotivasi kita dan, mungkin, mengajak kita untuk beraktivitas lain agar dapat melupakan sementara masalah kita, dan kita mau mendengarkan dan bercengkrama dengan teman, mungkin itu karena rasa sungkan saja, mengingat teman sudah memberikan perhatian khusus seperti itu dan kita juga sadar bahwa dunia belum kiamat. Akhirnya, setelah kita terlibat dalam jalan-jalan, nonton, makan, misalnya, dengan merekasahabat-sahabat kita,mereka pun berkomentar Nah, gitu dong! Itu namanya persahabatan dalam suka dan duka. Jangan sungkan kalau mau jalan-jalan lagi ya! Kisah imajinatif seperti itu sungguh tampak nyata dapat terjadi bagi siapa saja dan kapan saja. Pertanyaan-pertanyaan yang bisa muncul setelah mencermati cerita tersebut menyangkut beberapa hal. Apakah benar pada saat kita sedang menghadapi masalah dan kemudian sahabat kita mengajak melakukan kegiatan tertentu untuk menghibur kita, memang hati kita merasa terhibur? Apakah pengalihan perhatian seperti itu memang bisa menyelesaikan masalah ataukah hanya kamuflase menghindar dari masalah? Bagaimana menurut Anda?

Fisika kuantum versus syaraf Saya mengajak pembaca untuk melakukan lompatan pemikiran dari sebuah masalah ke dalam fenomena tentang alam bawah sadar. Apakah memang ada hubungannya antara fisika dan ilmu tentang syaraf? Apa pula itu, alam bawah sadar? Ternyata, ungkapan What you think is what you get bukan sekadar ungkapan normatif biasa dan saya berharap bahwa tulisan ini dapat memotivasi para pembaca, dan terutama dapat meningkatkan motivasi diri saya sendiri dalam melakukan kegiatan sehari-hari di dunia kerja, keluarga dan sosial lain. Jika Anda mempunyai masalah, Anda akan menemukan bahwa masalah tersebut sudah lama mengakar dalam diri Anda. Jika Anda punya problema keuangan, misalnya, tanyakan kembali keyakinan Anda tentang uang. Hal yang paling sering muncul pada saat orang punya masalah keuangan adalah ungkapan Saya tak pernah punya uang cukup dan Saya tidak mungkin maju. Keyakinan-keyakinan yang mengalir kemudian bisa merembet ke Gaji saya hanya cukup untuk membayar utang, Tidak mungkin penghasilan pelaksana seperti kita ini cukup untuk membiayai keperluan keluarga, Zaman sekarang, susah cari tambahan uang, Bung!, dan seterusnya. Hal-hal seperti itu sering terjadi berulang-ulang, dan begitu banyak orang menganggap hal seperti itu merupakan hal yang biasa. Tak heran, orang yang sering mengeluh seperti itu tidak pernah (saya coba tekankan TIDAK PERNAH) bisa maju dalam hal keuangan. Orang seperti ini berperang melawan kesadarannya sendiri bahwa dia akan sulit menghasilkan uang. Isi alam bawah sadar Anda yang menjadi faktor penting. Jika alam bawah sadar berisi kecemasan, hal-hal negatif atau pendapat yang tidak berdasar, alam bawah sadar akan menganggap benar. Jika alam bawah sadar percaya pada miskin, gagal dan banyak masalah maka alam bawah sadar menciptakan cara untuk mewujudkan keyakinan tersebut. Sebuah kisah klasik yang diungkapkan dalam buku Subconscious Power karangan John Kehoe dan Dr. Joseph Murphy yakni kisah pada jaman kuno Zen tentang seorang pelayan bodoh seperti dibawah ini mudah-mudahan menjadi inspirasi bagi pembaca.
Menelan ular Seorang pelayan dikirim untuk mengunjungi majikannya, dan kemudian sang majikan membawa pelayan tersebut ke ruang belajar dan memberinya semangkuk sup. Ketika hendak memakan sup tersebut, ia melihat ular kecil dalam mangkuknya. Karena segan pada majikannya, si pelayan tetap saja menyeruputnya. Beberapa hari kemudian, ia merasa sakit dan dibawa kembali ke rumah majikan. Kemudian, si pelayan dibawa lagi ke ruang belajar yang sama dengan sebelumnya dan diberi obat dalam mangkuk kecil. Ketika hendak meminumnya, ia kembali melihat ular kecil dalam mangkuk. Kali ini ia berani menunjukkan kepada sang majikan dan mengeluh bahwa itulah yang menyebabkan ia sakit. Majikannya tertawa dan menunjuk busur besar yang tergantung di langit-langit ruangan. Sang majikan berkata, Itu cuma bayangan busur tersebut, tak ada ular sama sekali! Pelayan tersebut menyadari bahwa ular itu ternyata cuma bayangan. Kemudian, ia pun pulang tanpa minum obat sama sekali dan ia pun sembuh dalam beberapa hari.

Satu hal yang menarik tentang kemampuan alam bawah sadar ini adalah bahwa teori tersebut diturunkan dari gabungan antara ilmu fisika dan ilmu syaraf. Dua orang ilmuwan membuktikan bahwa otak adalah sebuah gambar hologram yang menerjemahkan alam semesta yang holografis. Ahli fisika David Bohm yang terkenal dengan ahli fisika kuantum dan Karl Pribram sang ahli syaraf, keduanya dari Stanford, bekerja sama dan secara tidak sengaja menemukan bahwa meskipun mereka bekerja dalam dua hal yang berbedamereka tergantung satu sama lain. David Bohm yakin bahwa alam semesta ini holografis setelah bertahuntahun belum berhasil menemukan penjelasan atas fenomena yang terjadi dalam fisika kuantum. Sementara, Karl Pibram yang mempelajari otak manusia menemukan bahwa teori standarnya tidak dapat menjelaskan teka-teki tentang syaraf-syaraf makhluk hidup. Kedua ilmuwan ini kemudian, pada tahun 1970, menemukan model holografis adalah jawabannya. Penemuan ini diakui oleh Brian Josephson, pemenang Nobel Fisika tahun 1973 dari Cambridge University, sebagai terobosan revolusioner dalam mempelajari realitas. Kemudian, Dr David Peat, ahli fisika dari Queen University, Kanada, dan pengarang buku The Bridge between Matter and Mind, mengatakan bahwa pikiran kita sangat berhubungan erat dengan dunia fisik. Memotivasi diri Kalau memang alam bawah sadar mempunyai pemetaan tentang pikiran yang luar biasa seperti itu, berarti kita bisa dong memotivasi diri sendiri dengan pikiran-pikiran yang menggelorakan semangat untuk sukses? Inilah kenapa tulisan ini dibuat agar para pembaca artikel ini termotivasi. Saat ini saya sedang menanamkan pola pikir berikut ini, dengan harapan agar apa yang saya ungkapkan menjadi kenyataan berdasarkan apa yang saya pahami tentang alam bawah sadar. 1. Sukses adalah sebuah perjalanan Bagi Anda yang suka membaca kisah-kisah inspiratif, kisah Einstein adalah sebuah contoh yang menarik dari proses belajarnya. Dari anak yang pernah dianggap bodoh dan lamban dalam belajar, mengalami kesulitan dalam berbicara, sampai menguasai kalkulus diferensial & integral sebelum usia 15 tahun, dan memiliki kemampuan di bidang matematika & fisika secara otodidak, meski tidak memiliki ijazah formal, apa yang dialami Einstein pasti merupakan perjalanan yang sangat melelahkan. Namun, Eistein bisa melewatinya dengan baik. Kenapa? Einstein terus berusaha untuk menjawab berbagai pertanyaan yang muncul darinya. Mengapa begini dan mengapa begitu? Itu ungkapan popular yang berasal dari model belajar Einstein. Pembaca pasti juga setuju dengan uangkapan Thomas Alfa Edison, penemu lampu pijar yang telah mempatenkan 1.093 penemuannya, yang mengatakan bahwa tidak ada istilah gagal, tetapi yang ada adalah menemukan 1.000 cara untuk berhasil. Tertanam dalam alam bawah sadar? Semoga. 2. Apa artinya sukses? Carlina Patuwo CEO perusahaan LEAD yang cukup terkenal, memiliki pandangan tentang sukses sebagai the power of giving untuk pemimpin. Artinya jangan pernah merasa menjadi pemimpin jika tidak pernah memberi 3

atau berbagi. Jika Anda bisa berbagi sembako, just do it! Jika Anda bisa berbagi kisah inspiratif, bagilah dalam bentuk tulisan! (Ini yang saya programkan dalam alam bawah sadar). Tentunya, masih banyak lagi arti sukses lainnya. Alam memberikan kesadaran pada kita bahwa setiap manusia itu unik, tidak ada yang sama persis antara satu dengan lainnya. Berarti, masing-masing diri kita sangat disarankan untuk mengartikan dan memaknai sukses bagi kita sendiri. Ya, memang itu tujuan dari tulisan ini, bahwa kita pasti sukses. Tertanam dalam alam bawah sadar? Semoga. 3. Inspirasi untuk para pemimpin Dalam tulisan yang berjudul How to become inspiration leader, Ovita, sang penulis, mencatat beberapa poin yang perlu dimiliki oleh pemimpin sekaligus menjadi sumber inspirasi, yakni: a) karakter yang baik yang diikuti dengan sikap kita berkomunikasi yang baik, bisa meningkatkan kualitas diri dengan belajar, belajar melihat dan mendengarkan orang lain; b) skill dan prestasi yang telah dicapai yang dapat dibanggakan, tetapi tidak sombong, karena pemimpin harus menyadari bahwa keberhasilan adalah keberhasilan bersama, karyawan yang bekerja memiliki andil di dalam keberhasilan seorang pemimpin, terlepas dari skill dan prestasi yang dimiliki oleh pemimpin itu sendiri; dan c) bersyukur yang dimaknai dengan integritas, selalu mengucapkan terima kasih dan belajar mencintai. Kekuatan karakter, prestasi dan bersyukur haus menjadi milik kita. Tertanam dalam alam bawah sadar? Semoga. 4. Pekerjaan jangan dibenci, tapi dicintai Begitu banyak masalah dalam pekerjaan kita. Pertanyaannya adalah apakah kita akan mengeluh ataukah kita akan tetap sabar karena betapa sulitnya mencari pekerjaan? Bukan dua-duanya. Perlu dikembangkan sikap bahwa pekerjaan adalah pilihan kita dan manusia perlu bertahan dan bekerja keras dalam mengatasi masalah. Seseorang yang sukses dalam bekerja adalah seorang yang bisa mencintai pekerjaanya dengan tulus, sehingga dia akan merasa nyaman dan total ketika menjalani pekerjaan tersebut. Pekerjaan adalah pilihan kita sendiri. Saya memilih pekerjaan yang saya cintai dan sukses pasti mengikuti tujuan kita. Tertanam dalam alam bawah sadar? Semoga. 5. Teruslah menjadi manusia pembelajar Saat Anda berhenti belajar adalah saat Anda berhenti memimpin dan Semua orang yang kita jumpai mempunyai potensi untuk mengajarkan sesuatu kepada kita kata Rick Warren, pengarang buku The Purpose of Life dan Winning with people. Rasanya semangat seperti ini yang perlu ditumbuhkembangkan, selain semangat Iqra (dalam arti luas belajarlah) seperti yang diajarkan agama kita. Jam terbang seseorang bukanlah dari faktor usia, tetapi seberapa kita menjadi manusia pembelajar. Hari ini harus lebih baik daripada kemarin, dan hari esok harus lebih baik, lebih indah, lebih sukses dan lebih bahagia daripada hari ini. Tertanam dalam alam bawah sadar? Semoga. Jika semangat-semangat seperti ini bisa kita tanamkan dalam alam bawah sadar diri kita, penulis yakin bahwa tidak ada masalah yang tidak ada solusinya, karena sesungguhnya setiap masalah berasal dari masalah-masalah yang pernah muncul sebelumnya dan pasti pernah ada solusi sebelumnya. Wallahualam. 4

*) Penulis

adalah Widyaiswara Madya pada Pusdiklat PSDM, BPPK.

Referensi Buku Decaprio, Richard. 2012. Kisah Inspiratif: Proses Belajar ilmuwan-ilmuwan dunia Yogyakarta: Penerbit DIVA Press. Kehoe, John & Dr Joseph Murphy. 2013. Subconscous Power: Kitab Daya Batin. Semarang: Penerbit Dahara Prize. Artikel Eni Ariyanti (2012). Pekerjaan jangan dibenci, tetapi dicintai. http:// managementdaily.co.id/journal/index/category/leadership_corp_culture/343/0 Ovita (2012). How to become inspiration leader. http://managementdaily.co.id/ journal/index/category/leadership_corp_culture/346/0 Ovita (2012). The Importance of Direction for a Leader. http:// managementdaily.co.id/journal/index/category/leadership_corp_culture/342/0 Riris Junita (2012). What they say about success. http://managementdaily.co.id/ journal/index/category/leadership_corp_culture