Anda di halaman 1dari 9

Uji Triangle Vanidya Afsarah Permadi (1030200043)

PENDAHULUAN Latar Belakang Di dalam pelaksanaan uji segitiga, panelis diminta memilih satu di antara 3 contoh yang berbeda dengan yang lain. Karena contoh yang dinilai ada tiga maka peluang secara acak adalah 1/3 atau 33 1/3 % (Soekarto., 1988). Uji triangle ini ada yang bersifat sederhana, artinya hanya untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan dua macam sampel, tetapi ada yang sifatnya lebih terarah, untuk mengetahui sejauh mana perbedaan antara dua sampel tersebut (Kartika, dkk.,1988). Deskripsi metodenya yaitu kepada panelis disajikan sampel berbeda, diantaranya ketiga sampel tersebut sampel-sampel dari populasi yang sama. Panelis diminta untuk dapat mencari sampel yang berbeda dengan sampel yang lain. Dalam pengujian ini tidak ada sampel yang digunakan sebagai standar (Kartika, dkk.,1988). Memberi penilaian tidak boleh ragu-ragu harus memilih atau menerka salah satu yang dianggap paling berbeda. Demikian pula jika panelis tidak dapat membedakan ketiga contoh tersebut. Karena warna atau sifat-sifat contoh yang tidak dimiliki dibuat sama. Sebagai mana halnya uji pasangan, dalam uji segitiga, dapat pula ditanyakan lebih lanjut tingkat perbedaan. Tetapi hasil mengenai tingkat perbedaan tidak lagi atau kurang meyakinkan. Dalam uji segitiga keseragaman ketiga contoh sangat penting agar dapat dihindari pengaruh penyajian (Soekarto, 1985).

Tujuan Percobaan Tujuan percobaan uji triangle adalah untuk mengetahui kemampuan fisio psikologis panelis, khususnya kemampuan membedakan (discriminatif) dan digunakan juga untuk menyeleksi panelis. Prinsip Percobaan Prinsip percobaan uji triangle adalah berdasarkan sensitivitas panelis dalam membedakan antara dua sampel yang sifatnya lebih terarah. Aplikasi dalam Bidang Pangan Aplikasi dalam bidang pangan percobaan uji triangle adalah Untuk mengetahui perbedaan jenis komoditi dengan perbedaan merk dimana diketahui mana yang lebih baik sehingga produsen mengetahui perbaikan, peningkatan mutu untuk produk tersebut. BAHAN, ALAT DAN METODE PERCOBAAN Bahan bahan Percobaan Bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan uij triangle yaitu selai coklat merk Ceres (750) dan selai coklat merk Dcore (342 dan 920). Alat-alat Percobaan Alat-alat yang digunakan pada percobaan uji triangle adalah piring kecil, tisu, sendok, dan baki sampel. Metode Percobaan Metode percobaan uji triangle adalah tiga buah sampel disajikan pada pengujian ini. Salah satu sampel dipilih yang berbeda dengan dua sampel lainnya dari segi warna, rasa, aroma dan kekentalan. Sampel yang berbeda diberi tanda.

Uji Triangle Vanidya Afsarah Permadi (1030200043)

Cara penilaian : nilai 1 bila sampel berbeda dan nilai 0 bila sampel sama Ketentuan : 1. Jika jumlah tanggapan yang benar kurang dari jumlah yang benar pada taraf 5 % dan 1 %, maka tiap-tiap perlakuan dinyatakan tidak berbeda nyata. 2. Jika jumlah tanggapan yang benar lebih besar atau sama dengan jumlah minimum yang benar pada taraf 5 % dan 1 %, maka tiap-tiap perlakuan dinyatakan sangat berbeda nyata.

3. Jika jumlah tanggapan yang benar lebih besar atau sama dengan jumlah minimum yang benar pada taraf 5 % tapi kurang dari jumlah minimum yang benar pada taraf 1 %, maka tiap-tiap perlakuan dinyatakan berbeda nyata. HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN Hasil Percobaan dan Pembahasan Percobaan Uji Triangle Hasil Pengamatan percobaan uji triangle dengan sampel selai coklat dapat dilihat pada tabel 1. dibawah ini

Sampel

Tabel 1. Pengamatan Uji Triangle Atribut Rasa Aroma Warna

Kekentalan 16

Selai Coklat Ceres 17 17 17 (750) (Sumber : Vanidya Afsarah Permadi, Kelompok B, Meja 18, 2013) Berdasarkan uji triangle pada sampel selai coklat Dcore (342 dan 920) dan selai coklat Ceres diperoleh panelis dapat membedakan kedua sampel tersebut berdasarkan rasa, aroma, warna dan kekentalan dan diperoleh jumlah minimum tanggapan yang benar pada taraf 5 % adalah 11 dan taraf 1 % adalah 13 sehingga dapat disimpulkan bahwa sampel selai coklat Ceres (750) sangat berbeda nyata dalam hal rasa, aroma, warna, konsistensi dengan selai coklat D core (342 dan 920).

Gambar 2. Selai Coklat dcore Hasil yang diperoleh panelis dapat membedakan selai coklat Ceres (750) dan selai coklat Dcore (342 dan 920) karena dapat dilihat dari warna pada sampel selai coklat Ceres (750) lebih tua atau pekat dibandingkan selai coklat Dcore (342 dan 920) yang warnanya lebih muda dan dilihat dari konsistensinya pada selai coklat Dcore (342 dan 920) lebih rendah viskositasnya dibandingkan selai coklat Ceres

Gambar 1. Selai Coklat Ceres

Uji Triangle Vanidya Afsarah Permadi (1030200043)

(750) yang sangat kental cenderung padat, apalagi dari hal rasa dan aroma sangat berbeda sehingga lebih dapat dibedakan meskipun pada penelis terdapat 3 orang yang tidak dapat membedakan atau keliru membedakan rasa, dan 2 orang yang tidak dapat membedakan atau keliru membedakan aroma dan konsistensi. A B Gambar 3. Uji Segitiga (Triangle) Pada gambar disebtkan bahwa terdapat 3 sampel dimana terdapat 2 sampel yang sama dimana pada uji segitiga panelis diminta membedakan 3 sampel dan tidak terdapat pembanding yang pada uji ini sampel disajikan bersamaan. Sehingga hasil pengujian triangle menghasilkan hasil yang lebih teliti jadi hasilnya terarah dan tidak perlu sampel yang akan diuji harus diingat ingat dan membuat pekerjaan panelis lebih mudah dan mengasilkan pengujian yang lebih teliti karena panelis tidak merasa terbebani karena harus diingat. Pelaksanaan uji segitiga, panelis diminta memilih satu diantara tiga contoh yang berbeda dengan yang lain. Karena contoh yang dinilai ada tiga maka peluang secara acak adalah 1/3 atau 33 ( Soekarto,1985). Setiap calon atau panelis pada uji triangle diminta untuk melakukan pengujian sebanyak dua pengujian setiap saat. Setiap panelis diberikan minimal 20 kali pengujian. Pada akhirnya hasil dari panelis ditentukan jawaban benar panelis minimal A

60 % sebagai persyaratannya (Kartika, dkk.,1988). Rangsangan tersebut menggeretak atau mengenai alat indera dengan besaran atau intensitas tertentu. Besarnya rangsangan dapat diukur dengan satuan satuan fisik yang lazim untuk mengukur fenomena fisik. Sebaliknya kesan atau tanggapan yang dihasilkan oleh rangsangan yang memiliki dimensi dimensi. Beberapa dimensi dari tanggapan atau kesan yaitu: 1. Jenis kesan 2. Intensitas kesan, yaitu mencangkup ringan atau beratnya kesan 3. Luas daerah kesan disebut juga sensation megnitude, yaitu kesadaran akan luasnya daerah yang terkena rangsangan. 4. Lama kesan, yang berbeda beda tergantung pada jenis rangsangan dan jenis alat indera 5. Kesan hedonik, yang meliputi tanggapan pribadi yang mencangkup kesan senang atau tidak senang ( Soekarto,1985). Pengujian triangle menggunakan tabel pada taraf 5% dan 1% karena pada umumnya pada industri pangan digunakan tabel pada taraf 5% dan 1% dengan alasan karena nilai pada taraf tersebut menghasilkan pengujian yang sudah cukup teliti. Terlepas dari macamnya panel, maka panelis harus memenuhi beberapa persyaratan agar dapat berfungsi sebagai instrumen : 1. Panelis harus mempunyai kepekaan (sensitivitas) yang normal dalam arti organ-organ pembauan dan perasaan bekerja normal. Sensitivitas ini

Uji Triangle Vanidya Afsarah Permadi (1030200043)

diharapkan akan meningkat dengan suatu latihan. 2. Umur, untuk dilatih menjadi seorang panelis semua orang yang menaruh perhatian dapat dipakai. Orang yang relatif muda umumnya lebih sensitif, sedang orang yang lebih tua konsentrasinya lebih baik dan relatif stabil dalam pengambilan kesimpulan. 3. Jenis kelamin, pria dan wanita mempunyai kemampuan sama untuk melakukan pengujian. Sementara orang berpendapat wanita lebih sensitif dibandingkan dengan pria. 4. Kebiasaan merokok, perokok atau bukan perokok keduanya dapat dipakai sebagai panelis meskipun perokjok sering kurang sensitif. Perokok harus berhenti merokok beberapa waktu sebelum melakukan pengujian. 5. Kondisi kesehatan, orang yang menderita sakit terutama ganggunan pada indera sebaiknya tidak diikutkan dalam pengujian (Kartika, 1987). Pertimbangan diadakannya seleksi panelis berdasarkan adanya perbedaan dari masing-masing orang dalam hal : ketepatan dan kemampuan mengadakan pengujian dalam saatu saat. Kemampuan mengindera berbeda dalam 3 hal, di antara individu, di antara produk dan waktu yang berberbeda meskipun untuk individu yang sama dan produk yang sama pula, tingkat kemampuan/kepekaan dalam mengindera, perbedaan-perbedaan sifat inderawi yang spesifik dari suatu bahan, perhatian terhadap peekerjaan pengujian inderawi dan kesediaannya meluangkan waktu

secara periodik untuk melakukan pengujian inderawi (Kartika,1987). Adapun tahap-tahap untuk memilih dan melatih panel terlatih meliputi sedikitnya 6 tahap yaitu : wawancara, penyaringan, pemiliha atau seleksi, instruksi, latihan, uji kemampuan. Perbedaan antara uji triangle dan uji duo trio adalah pada uji segitiga digunakan untuk mendeteksi perbedaan kecil. Dalam pengujian ini kepada setiap masing-masing panelis disajikan secara acak tiga contoh berkode. Pengujian ketiga contoh tersebut biasanya dapat dilakukan bersamaan,dapat pula berurutan. Dua dari tiga contoh itu sama dan yang ketiga berlainan. Panelis diminta memilih satu diantara tiga contoh yang berbeda dari dua yang lain. Dalam uji ini tidak ada contoh baku atau pembanding peluang acaknya adalah sebesar 33% sedangkan pada uji duo trio Salah satu dari dua contoh yang sama itu dicicip atau dikenali dulu dan dianggap sebagai contoh baku. Dan, panelis diminta untuk memilih satu diantara 2 contoh terakhir yang sama dengan contoh baku atau pembanding dan peluang acaknya 50% (Soekarto, 1985). Berdasarkan pengamatan uji triangle diatas, dapat dilihat terdapat beberapa panelis yang melakukan kesalahan dalam melakukan pengujian, hal tersebut disebabkan karena beberapa hal contohnya akibat panelis tidak mengenal metode pengujian dan produk yang dinilainya. Seorang panelis yang sudah berpengalaman sangat kecil kemungkinannya untuk membuat kesalahan seperti diatas. Dalam hal ini panelis sudah mengenal sampel yang diuji dengan baik, sehingga

Uji Triangle Vanidya Afsarah Permadi (1030200043)

dapat mengenali perbedaan antara kedua sampel. Informasi yang diterima oleh panelis sebelum pengujian akan berpengaruh pada hasilnya. Hal ini disebabkan karena panelis mengetahui apa yang diharapkan oleh pemberi instruksi, untuk mencegahnya maka setiap sampel yang disajikan diberikan kode berupa tiga angka digit. Apabila ada satu atau lebih dari satu sifat yang dinilai misalnya bau, warna, rasa pada suatu saat hasilnya mungkin beberbeda bila dibandingkan masing-masing sifat tersebut dinilai sendiri-sendiri pada saat yang tidak bersamaan. Adanya pengaruh oleh panelis lain mempengaruhi hasil, maka panelis selama pengujian harus duduk terpisah satu dengan yang lain. Percakapan dan duduk diskusi tidak diperkenankan selama berlangsungnya pengujian, sehingga sugesti dari seorang panelis tidak mempengaruhi panelis lain (Kartika, dkk.,1988). KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan tabel hasil pengamatan didapatkan jumlah tanggapan yang benar untuk warna, rasa, aroma dan konsistensi adalah 17, 17, 17 dan 16. Sedangkan berdasarkan hasil tabel triangle test diperoleh jumlah minimum tanggapan yang benar pada taraf 5 % adalah 11 dan taraf 1 % adalah 13 sehingga dapat disimpulkan bahwa sampel selai coklat Ceres (750) sangat berbeda nyata dalam hal rasa, aroma, warna, konsistensi dengan selai coklat D core (342 dan 920).

Saran Penulis memberikan saran pada pengujian Uji Triangle ini, diperlukan ketelitian dan konsentrasi yang tinggi. Setiap panelis harus dalam kondisi sehat, baik fisik maupun psikologis agar dapat melakukan pengujian dengan baik. DAFTAR PUSTAKA Kartika, B., Pudji H., Wahyu S., (1988), Pedoman Uji Inderawi Bahan Pangan, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Soekarto, S.T., (1985), Penilaian Organoleptik, Bhratara, Jakarta.

Uji Triangle Vanidya Afsarah Permadi (1030200043)

LAMPIRAN TABEL PENGAMATAN Tabel 2. Hasil Pengamatan Pribadi Triangle Test KODE SAMPEL Warna KRITERIA PENILAIAN Rasa aroma konsistensi 0 0 1

0 0 0 970 0 0 0 342 1 1 1 750 (Sumber : Vanidya Afsarah Permadi, Kelompok B, Meja 18, 2013)

Komentar : Lebih mudah membandingkan dibandingkan uji duo trio karena tidak perlu mengingat ingat . Tabel 3. Hasil Pengamatan Kelompok Triangle Test KRITERIA PENILAIAN PANELIS warna rasa aroma konsistensi 750 342 970 750 342 970 750 342 970 750 342 970 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 2 0 0 1 1 0 1 1 0 1 0 0 0 3 1 0 0 0 1 1 1 0 0 1 0 0 4 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 5 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 6 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 7 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 8 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 9 1 0 0 0 1 0 0 1 0 1 0 0 10 1 0 0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 11 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 12 1 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 13 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 14 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 15 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 16 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 17 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 18 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 19 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 20 17 0 1 17 3 2 17 2 1 16 2 0 Jumlah (Sumber : Vanidya Afsarah Permadi, Kelompok B, Meja 18, 2013)

Uji Triangle Vanidya Afsarah Permadi (1030200043)

Triangle test, difference analysis


Number of tasters Number of correct answers necessary to establish significant differentiation Probability level 5% 1% 0.1% 5 6 7 6 7 8 6 7 8 7 8 9 7 8 9 8 9 10 8 9 10 9 10 11 9 10 12 10 11 12 10 11 13 10 12 13 11 12 14 11 13 14 12 13 15 12 14 15 13 14 16 13 14 16 13 15 17 14 15 17 14 16 18 15 16 18 15 17 19 16 17 19 16 18 19 16 18 20 17 19 20 17 19 21 18 19 21 18 20 22 18 20 22 19 21 23 19 21 23 20 22 24 20 22 24 21 22 25 21 23 25 21 23 25 22 24 26 22 24 26 23 25 27 23 25 27 23 25 28 26 28 24 26 28 24 25 27 29 26 27 29 26 28 30 26 28 30 Number of tasters Number of correct answers necessary to establish significant differentiation Probability level 5% 1% 0.1% 27 29 31 27 29 32 27 30 32 28 30 33 28 30 33 28 31 33 29 31 34 29 32 34 30 32 35 30 32 35 30 33 36 31 33 36 31 34 36 32 34 37 32 34 37 32 35 38 33 35 38 33 36 39 34 36 39 34 36 39 34 37 40 35 37 40 35 38 41 35 38 41 36 38 41 36 39 42 37 39 42 37 40 43 37 40 43 38 40 44 38 41 44 39 41 44 39 42 45 39 42 45 40 42 46 40 43 46 40 43 46 41 44 47 41 44 47 42 44 48 42 45 48 42 45 49 43 46 49 46 49 43 84 89 80 117 122 127 152 158 165 186 191 303 300 372 383

7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55

57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 200 300 400 500 2000

Uji Triangle Vanidya Afsarah Permadi (1030200043)

LAMPIRAN KUIS 1. 2. Sebutkan macam macam kemampuan fisio-psikologis? Kemampuan Mengenal Kemampuan Membandingkan Kemampuan Mendeteksi Kemampuan Membedakan Kemampuan Hedonik Sebutkan dan jelaskan keberhasilan pengujian? Motivasi Sensitivitas Physiologis Kesalahan Psikologis

3. Apa yang dimaksud kemampuan hedonik? Kemampuan hedonik yaitu kemampuan menyatukan sifat subyektif pribadi terhadap sifat organoleptik benda yaitu tentang senang atau tidak terhadap benda tersebut. Dalam menyatakan sikap pribadi tidak selamanya menyangkut pilihan mutlak yaitu senang atau tidak, melainkan kadang-kadang juga tingkat senang atau tingkat tidak senang. Penilaian organoleptik sebenarnya mengandalkan dari para panelis kemampuan-kemampuan demikian 4. Sebutkan aplikasi pengujian triangle pada industri pangan? Uji triangle ini aplikasi di bidang pangannya yaitu digunakan untuk menyeleksi panelis dan didalam industri pangan dapat digunakan salah satunya adalah untuk reformulasi suatu produk baru. Sehingga dapat diketahui ada atau tidaknya perbedaan antara produk lama dan baru. Manfaat lain yang didapat dari pengujian triangle adalah dapat melatih sensitifitas inderawi panelis dan tentunya dapat mengetahui dan mendeteksi perbedaan sifat dari sampel yang ada. 5. Apa yang dimaksud kemampuan pembedaan? Kemampuan membedakan yaitu kemampuan untuk menyatakan perbedaan jenis atau intensitas kesan-kesan berbeda atau tidak sama terhadap suatu sifat organoleptik antara dua contoh yang disajikan bersama

Uji Triangle Vanidya Afsarah Permadi (1030200043)

LAMPIRAN DISKUSI 1. Tentukan peluang panelis akan memberikan tanggapan dengan tepat, jelaskan ? 33,3 % ; Karena pada uji segitiga ini tidak ada contoh baku atau pembanding, di mana panelis harus memilih satu di antara tiga sampel yang berbeda. 2. Manakah yang lebih teliti uji pembedaan dengan metode Duo trio atau Triangle ? Pada uji segitiga ini tidak ada contoh baku atau pembanding, di mana panelis harus memilih satu di antara tiga sampel yang berbeda. Dalam uji segitiga keseragaman dari ketiga sampel sangat penting agar dapat dihindari pengaruh penyajian. Selain itu triangle lebih terarah atau lebih akurat dibanding dengan duo trio sehingga baik untuk seleksi panelis. Sedangkan pada uji duo trio disajikan 3 contoh sampel, dua di antaranya sama, tapi yang ketiga berbeda. Dua contoh yang sama tersebut dicicip dulu dan dianggap sebagai contoh baku. Dalam pelaksanaan uji, panelis diminta untuk memilih satu diantara 2 contoh terakhir yang sama dengan contoh baku karena contoh yang dinilai ada dua maka peluang secara acak adalah 50%.