Anda di halaman 1dari 12

FONOLOGI GENERATIF

TUGAS LINGUISTIK LANJUT Pembina: Prof. Dr. H. Suparno Prof. Dr. Anang Santoso

O e!
MUHAM MAD L UQMAN

UNIVERSITAS NEGERI MALANG PROGRAM PASCASARJANA PRODI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA 2010

FONOLOGI GENERATIF
". Pen#a!u uan Tata batrasa Generatif pertama kali diperkenalkan oleh Noam Chomsky dengan bukunya yang pertama yaitu Syntatic Structure )ertama !"#$%& Gagasan dasar Chomsky dalam buku tersebut yang lebih lan'ut disebut sebagai Tata (ahasa Generatif Transformasi tahap TGT* l%+ ialah penolakan terhadap asumsi utama strukturalisme yang beranggapan bah,a kelayakan ka'ian kebahasaan ditentukan oleh deskripsi data kebahasaan se-ara induktif& (agi Chomsky ka'ian linguistik berkaitan dengan akti.itas mental yang berkaitan dengan probalititas+ dan bukan berhadapan dengan data ka'ian yang tertutup dan selesai hingga dapat dianalisis dan dideskripsikan se-ara pasti& /ebab itu teori linguistik haruslah dikembangkan dengan bertolak dari -ara ker'a se-ara deduktif yang dibangun oleh konstruk hipotesis tertentu& Menurut model tata bahasa generatif+ proses pembentukan kalimat harus mele,ati tiga rumus+ yakni !% rumus struktur frase+ 0% rumus transformasi+ dan 1% rumus morfofonemik& Apabila ketiga rumus tersebut diterapkan+ kita akan mendapatkan hasil berupa serangkaian fonem (string of phonemes) dalam bahasa yang bersangkutan dan direalisasikan dalam struktur fonetik berupa u'aran yang kita dengar atau lambang grafem yang kita ba-a%& 2umus struktur frase bersama*sama dengan daftar kata (lexem) merupakan struktur dalam deep stru-ture% yang men'adi pengetahuan para penutur bahasa& Untuk dapat direalisasikan men'adi penggunaan bahasa yang sebenarnya atau unsur luar surfa-e stru-ture% diperlukan rumus transformasi& /ementara rumus*rumus fonologi dibutuhkan agar untaian proses tadi dapat diu-apkan dengan bentuk u'ar& Morris Halle yang pertama menerapkan prinsip generatif dalam bidang fonologi& 3arangan*karangan Halle yang terkenaly ang men'adi a,al perkembangan fonologi generatifa dalah The Sound Pattern of Russian yang terbit tahun !"#"& Chomsky dan Halle mengungkapkan pengertian fonologi sebagai berikut& 4&&&& &an interpretativ device projects surface representation to photnetic forms". 5onologi adalah 4piranti penafsir4 yang men'embatani struktur luar (surface structure) dengan bentuk fonetisnya&

$. Stru%tur &un'i &a!asa Ada tiga bagian penting dari bunyi bahasa yang dapat kita amati& (agian*bagitan itu tersusun se-ara teratur dalam strukfur bunyi yang bertahap dan nonlinear& (agian yang paling ba,ah yang merupakan unit terke-il dalam analisis bunyi adalah -iri distingtif& (agian kedua adalah segmen yang tersusun atas beberapa -iri distingif& (agian ketiga yang merupakan struktur bagian teratas dalam analisis buyi bahasa adalah suku kata yang terbentuk atas beberapa segmen& /truktur bunyi itu dapat kita gambarkan dalam tree diagram berikut& 6 suku kata 7 7 7 7

segmen

Ciri 89sil: 89nas:89.oi-e:89round:89nas:8*ba-k:89kor:89lo,: )ada kata ;ndonesia di atas+ yang biasanya diu-apkan 8indonesia:+ kata itu 6% terdiri atas empat suku kata 7% yang tersusun atas delapan segmen yang 'uga terbentuk atas beberapa -iri& Dalam -ontoh di atas hanya di-antumkan satu dari sekian banyak -iri distingtif+ yaitu yang membedakan antara konsonan dan bukan konsonan+ misalnya -iri silabis 89sil:+ -iri bunyi sengau 89nas:+ -iri untuk membedakan konsonan suara dan nirsuara 89.oi-e:+ -iri .okal bundar atau tidak bundar 89round:+ -iri bunyi .okal depan atau belakang 8*ba-k:+ -iri untuk konsonan koronal atau bukan 89kon:+ satu -iri untuk .okal atas atau .okal ba,ah 89lo,:& (. )iri*iri Pembe#a +Feature Destingtif, Dalam perkembangan deskripsi linguistik berikutnya para ahli belum ada kesepakatan dalam hal bentuk -iri yang diperlukan untuk mendeskripsikan pola bunyi yang ter'adi dalam bahasa& Akan tetapi+ sudah terdapat dua -iri yang sering digunakan& Ciri pertama adalah -iri yang disebut dengan -iri utama dan -iri kedua adalah -iri yang dikemukakan oleh Noam Chomsky dan Morris Halle Ladefoged+ !"$<=#% yang dikenal dengan istilah -iri ChomskyHalle&

Ciri utama adalah sebuah properti yang dapat diukur dan dapat digunakan untuk mengelompokkan bunyibunyi bahasa& Contohnya+ -iri utama nasal yang mengelompokkan fonem bahasa ;ndonesia men'adi 89 nasal:+ yaitu >m+ n+ ?+ @> dan 8nasal:+ yaitu yaitu semua konsonan lain bahasa ;ndonesia& Ciri utama 'uga dapat digunakan untuk menentukan bunyi yang memiliki kaidah fonologis yang sama& Contohnya+ 8bersuara: digunakan sebagai penentu fonem bahasa ;ndonesia >p+ -+ t+ k+ s>& Chomsky dan Halle mengungkapkan bah,a setiap -iri memiliki nilai biner+ sebagai -ontoh digunakan enam -iri biner untuk menentukan daerah artikulasi bunyi& Ciri pertama adalah -iri anteriornonanterior& Ciri kedua adalah -iri koronal*nonkoronal& Ciri ketiga adalah -iri tersebartak tersebar& Ciri keempat adalah belakangtak belakang& Ciri kelima adalah tinggitaktinggi+ dan -iri keenam adalah rendahtakrendah& /-hane !"$1% menyatakan bah,a fonem bukanlah merupakan satuan yang paling ke-il& Masih ada satuan yang lebih ke-il lagi dari fonern+ yaitu -iri-iri pembeda& Ciri pembeda itu dapat diklasifikasikan sebagai berikut& Pertama+ -iri-iri golongan>kelas utama meliputi silabis sil%+ sonoran son%+ dan konsonantal kon%& Ciri silabis menggambarkan peran suatu segmen dalam struktur silabenya& )ada umumnya .okal adalah 9silabis%+ sedangkan konsonan silabis%& Ciri ini 'uga diperlukan untuk membedakan bunyi nasal dan likuid silabis 89silabis: dengan pasangannya nonsilabis& Ciri sonoran meru'uk ke kualitas resonan atau bunyi& Aokal selalu 9sonoran% seperti halnya bunyi nasal+ likuid+ dan semi .okal& (unyi obstruen konsonan hambat+ frikatif+ afrikatif dan lun-uran laringal yaitu 8sonoran:& Ciri konsonantal meru'uk ke hambatan dalam rongga mulut+ baik hambat total maupun geseran& (unyi hambat+ frikatif+ tanpa tingkat penyempitan+ adalah 89konsonantal:+ sedangkan .okal dan semi .okal tanpa tingkat penyempitan adalah 8konsonantal:+ termasuk bunyi laringal& Kedua+ -iri-iri -ara artikulasi yang meliputi malar kontinuan%+ pelepasan tertunda 8pelepasan tak segera:+ kasar 8strident:+ 8nasal:+ dan 8lateral:& Malar kontinuan% adalah kelompok bunyi yang dihasilkan dengan mengalirkan udara ke rongga mulut dengan bebas& 893ont: seperti bunyibunyi frikatif+ trill 8r:+ .okal dan semi .okal& 8*3ont: adalah bunyi bunyi hambat+ nasal+ dan lateral 8l:& )elepasan tertunda adalah bunyi yang dihambat di

dalam rongga mulut yang dilepaskan se-ara perlahanlahan sehingga menghasilkan bunyi afrikatif 89pts: dan 8pts: adalah bunyibunyi lainnya+ terutama bunyi hambat& /trident 8strid: adalah kelompok bunyi yang dihambat dengan pelepasan bunyi dalam intensitas yang tinggi+ yaitu bunyibunyi frikatif dan afrikatif 89strid: adalah bunyi bunyi sibilan 8s dan C: dalam bahasa ;nggris dan bunyi 8 f dan .:+ 8strid: adalah bunyi bunyi lainnya& Nasal 8nasal:+ bunyi ini ditandai dengan ditariknya langitlangit lunak .elum ke ba,ah dan menyentuh bagian belakang lidah%+ sehingga aliran udara berhembus mele,ati hidung 89nasal: adalah konsonan+ .okal+ semi .okal+ alir yang disengaukan+ 8nasal: adalah semua bunyibunyi oral& Lateral 8lat:+ -iri ini membedakan antara bunyi lateral alir 8l: dan nonlateral+ misalnya 8r:+ 89Lat: adalah bunyi lainnya terutama 8l: dalam bahasa ;nggris+ 8lat: adalah bunyi lainnya terutama 8r:& Ketiga+ -iri-iri daerah artikulasi meliputi anterior dan koronal& Anterior 8ant:+ bunyi u'ar dengan -iri menghasilkan pusat penyempitan sebagai sumber bunyi berada di sebelah depan pangkal gusi& 89ant: adalah bunyibunyi labial+ dental+ dan al.eolar+ 8ant: adalah bunyibunyi palatoal.eolar+ palatal .elar+ dan laringal& 3oronal 8kor:+ bunyi konsonan yang ditandai dengan= posisi glotis menyempit+ langitlangit lunak terangkat dan posisi bagian depan terangkat sampai berada di atas posisi Dnetral4+ 89kor: adalah bunyibunyi dental+ al.eolar+ palato*al.eolar dan palatal& 8kor: adalah bunyibunyi labial+ .elar u.ular dan laringal& -. Rumus Fono ogi )ada dasarnya pengikut fonologi generatif lebih tertarik kepada perubahan* perubahan bunyi sebagai akibat penggunaan bahasa dalam berbagai situasi dan kondisi serta dalam aneka ,ilayah pemakaiannya& )erubahan itu baik bersifat diakronis maupun sinkronis+ diungkapkan dalam berbagai rumus sesuai dengan ge'ala kebahasaan yang ter'adi& 2umus*rumus fonologi diformulasikan untuk menangkap ge'ala kebahasaan yang mun-ul+ khususnya ge'ala perubahan bunyi& Eleh karena itu+ kalau kita ingin mengelompokan rumus*rumus fonologi kita dapat melakukannya dengan mengamati ge'ala

perubahan bunyi tersebut+ yaitu antara lain pelepasan segmen deletion% dan penambahan addition% segmen+ permutasi permutation%+ perubahan urutan segmen metathesis%+ perubahan -iri distingtif segmen feature -hange%+ asimilasi dan disimilasi+ penyatuan segmen -oales-en-e%& (eberapa diantaranya diuraikan se-ara singkat di ba,ah ini& -." Rumus Pe epasan #an Penamba!an Segmen Hilang atau mun-ulnya segmen dirumuskan dengan merumuskan tanda kosong F%& Untuk pelepasan digunakan simbol sebagai berikut& A G F > (HHHHH C Dan penambahan d engan -ara A G A > (HHHHH C Misalnya+ pelepasan bunyi >r> pada akhir kata& )enyisipan .o-al+ misalnya .o-al >I> yang disisipkan atau ditambahkan pada gugus konsonan >str> dalam kata structure 8sItrak-I: dapat dirumuskan sebagai berikut& F G I > JCHHHHH CC -.$ Rumus Permutasi #an .etatesis 2umus metatesis dari perubahan urutan segmen permutasi% dituliskan dalam berbagai bentuk& 2umus itu dapat berupa= A ( G (A atau CCHHHHH CC /ebagai -ontoh banyak orang mengu-apkan kata 8aks: dan bukan 8ask:& /e-ara sederhana rumus metatesis 8sk: men'adi 8ks: ini berbentuk= sk G ks HHHHHH J -.( Rumus Peruba!an )iri Distingtif (eberapa ahli merumuskan rumus ini sebagai bagian dari rumus asimilasi+ karena biasanya perubahan yang dimaksudkan dalam rumus ini adalah perubahan yang melibatkan perubahan -iri distingtif 8.oi-e:& (unyi obstruen 8*son: yang berubah men'adi 8*.oi-e: pada posisi akhir kata dapat digambarkan sebagai berikut& 8*son: G 8*.oi-e: > HHHHHHH J 3arena pada input 8*son: di atas tidak di-antumkan -iri distingtif 8.oi-e:+ apakah 89.oi-e: atau 8*.oi-e:& Dapat dipahami se-ara tersirat bah,a rumus tersebut dapat

diterapkan pada kedua -iri distingtlf tersebut+ baik 89.oi-e: maupun 8*.oi-e:& Dengan demikian maka hanya 8*son: dan 89.oi-e: sa'a yang dapat diubah oleh rumus di atas& -./ Rumus Asimi asi #an Desimi asi )ada rumus asimilasi tergambar keadaan sebuah segmen bunyi yang dipengaruhi oleh segmen tetangganya+ yakni segmen bunyi output yang melebur bersama lingkungannya dan dengan demikian men'adi berbeda dengan inputnya& Apabila segmen yang men'adi penyebab asimilasi tersebut berada dalam posisi sebelum segmen yang mengalami asimilasi+ ge'ala demikian disebut asimilasi progresif& /ebaliknya 'ika segmen penyebab ter'adinya asimilasi berada di belakang segmen yang mengalami asimilasi disebut asimilasi regresif& Asimilasi bunyi nasal dalam bahasa ;nggris dan /unda adalah -ontoh dari kedua 'enis tersebut& )ada bahasa ;nggris ter'adi asimilasi regresif+ sementara dalam bahasa /unda ter'adi asimilasi progresif& Contoh .okal oral bahasa ;nggris akan men'adi nasal apabila ada konsonan nasal segera setelah .okal oral tersebut& Ge'ala demikian digambarkan sebagai berikut& 89sill: G 89nasal: > HHHHHH 89nasal: Misalnya+ kata en diu-apkan 8ben:& /ementara dalam bahasa /unda+ keadaannya terbalik 89sill: G 89 nasal: > 89nasal: HHHHHH Misalnya kata na!ol LmemukulL diu-apkan 8nMkol: Disimilasi tedadi pada dua segmen bunyi yang sama karena terlalu berdekatan akan berubah men'adi dua segmen yang berbeda& Chomsky dan Halle !"K<% menggambarkan proses disimilasi sebagai berikut& 8N5: G 8*N5: > HHHHHH 8N5: Di dalam bahasa /unda+ infiks Oar* 'ika disisipkan ke dalam kata dahar LmakanL+ tidak men'adi Pdarahar d*ar*ahar%+ melainkan dalahar d*al*ahar%& Eleh karena itu infiks *ar* selalu dikatakan memiliki alomorf Oal*& Demikian pula kata para putra Lanak*anakL biasa diu-apkan pala putra karena ter'adi proses disimilasi bunyi trill 8r: dengan bunyi lateral 8l:& -.- Rumus Pen'atuan Segmen (eberapa gugus segmen bisa diu-apkan men'adi satu segmen& Ge'ala demikian sering kita temukan pada u-apan anak*anak atau orang yang sedang bela'ar bahasa asing&

/eorang anak ke-il yang mengu-apkan kata spoon sebagai 8fun: atau snea! men'adi 8nik:& Dapat digambarkan dalam rumus penyatuan segmen sebagai berikut& sp G f > J HHHHHHH sn G n > J HHHHHHH 2umus ini bagi beberapa ahli fonologi disebut proses asimilasi yang diikuti dengan pelesapan deletion%& 0. Rumus Fono ogi #an Deri1asi )roses deri.asi adalah tahapan dalam merealisasikan bentuk abstrak kepada bentuk kongkret& Dalam fonologi ada dua tataran yaitu kompetensi yang berhubungan dengan phonemic level kemampuan dasar berbahasa manusia% dan performens yang berhubungan dengan phonetic level pengu-apan yang sebenarnya%& /eorang anak yang masih dalarn taraf peniruan berusaha mengu-apkan kata stop+ misalnya+ namun yang ia u-apkan adalah kata 8da:& 3ita tentu ingin mengetahui tentang apa yang berada di dalam pikiran underlying representation% anak itu+ apakah kata 8stap: seperti yang ia dengar dari pengu-apan orang tuanya& Atau bunyi 8da: seperti yang ia u-apkan sendiri& )ara ahli fonologi akan mengasumsikan bah,a bunyi 8stap: inilah yang ada dalam otak anak itu yang setelah mele,ati beberapa tahapan dan proses keluaran men'adi 8da:& Qd,ard dan /hriberg !"<1% mengungkapkan tahapan deri.asinya sebagai berikut& !% "nderlyingrepresentation 0% >s> * cluster reduction 1% #nitiating voicing B% $inal consonant deletion #% Surface from >stap> >tap> >dap> >da> >da>

Menurut mereka+ sekurang*kurangnya ada tiga tahap analisis yang dilakukan oleh anak itu di dalam otaknya& Tanda > > yang mengapit segmen bunyi adalah proses yang ter'adi di dalam benak si anak underlying representation% berikut Dpara penghubungnyaR+ yaitu pelesapan konsonan >s> pada posisi a,al kata gugus konsonan >st>& penyuaraan bunyi hambat tak bersuara >t> G >d>+ dan pelesapan konsonan akhir >p> G F& /etelah mele,ati proses itulah keluar bunyi 8da:& 2. Ana isis fono ogi

<

Untuk menganalisis fonologi suatu bahasa+ menurut fonologi generatif+ yaitu fase pertamanya adalah menentukan dulu hipotesis representasi dasar dari representasi fonetik yang ada& Hal ini ditempuh karena fonologi generatif per-aya bah,a beberapa aspek realisasi fonetik sesuatu morfem merupakan -iri idiosinkratik dari morfem itu+ sedangkan aspek realisasi yang lain mengikuti prinsip keteraturan yang sistemik& Eleh karena itu+ sesudah hipotesis mengenai representasi dasar ditentukan+ di-ari aturan*aturan yang dapat mengubah representasi dasar men'adi representasi fonetik& Aturan*aturan yang disusun itu harus diaplikasikan kepada data yang tersedia& Hipotesis*hipotesis di.erifikasi untuk memperoleh hipotesis yang paling bisa diterima& (arulah disimpulkan sistem fonologi bahasa itu Sahab+ !""T=!$%& /ekarang perhatikanlah -ontoh data dari bahasa )apago+ yaitu bahasa Uto*Asteyang dipakai oleh suku bangsa ;ndian di AriCona& tatai tata tams to!nto to%i! to#si# 3uagia 3u3u 3u%ma 3iposi# 3i 4in 3igitog )ada data di atas dapat dilihat keteraturan pola distribusi dental stop t dan d .ersus palatal affii-ate c dan j+ khususnya % dan j mun-ul pada posisi sebelum .okal tinggi tetapi t dan d tidak pernah mun-ul pada posisi yang demikian+ tetapi bisa mun-ul dalam lingkungan bunyi yang lain& )ada data bahasa )apago ini dapat dia'ukan dua hipotesis= Pertama+ dental stop dapat dianggap sebagai representasi dasar+ sehingga diperlukan aturan yang mengubah dental stop ke palatal affri-ateU Kedua+ palatal afti-ate yang dianggap

"

sebagai representasi dasar+ sehingga diperlukan aturan yang bisa mengubah palatal affri-ate men'adi dental stop& Ada dua alasan mengapa hipotesis lebih bisa diterima dari pada hipotesis kedua& )ertama+ palatalisasi dental di muka bunyi .okal tinggi itu merupakan aturan yang lebih alamiah dalam semua bahasa& 3edua aturan yang mengubah dental stop ke palatal affri-ate itu mempunyai interpretasi fonetik yang rasional& Aokal tinggi dihasilkan dengan -ara meninggikan letak batang lidah& Demikian 'uga dalam menghasilkan bunyi palatal afti-ate+ batang lidah diangkat menu'u langit*langit& /ebaliknya mengubah palatal afti-ate men'adi dental stop itu tidak ada dasar gerakan biologis yang bisa memberikan interpretasi fonetik rasional seperti kemungkinan yang pertama tadi& Dalam bentuk formula aturan yang mengubah dental stop men'adi palatal afti-ate itu bisa dinyatakan sebagai berikut= stop G dental palatal affri-ate > HHHHH tinggi .o-al

Untuk memperoleh konsep yang lebih 'elas lagi mengenai representasi dasar+ representasi fonetik dan aturan*aturan fonologi dalam dunia fonologi generatif+ perhatikan analisis fonologis terhadap bahasa Chatino+ yaitu bahasa yang dipakai suku bangsa ;ndian yang ada di Meksiko berikut ini&

!T

Catatan= Huruf besar A+ ;+ dan U adalah lambang untuk .okal tak bersuara+ dan 5 adalah lambang untuk suku kata yang memperoleh stres& )engamatan terhadap data di atas memberikan generalisasi distribusi .o-al yang mempunyai -iri .oi-eless& !% Aokal .oi-eless terbatas posisinya di antara konsonan yang 'uga .oi-elessU 0% /emua .o-al yang mempunya -iiri .oi-eless tidak memperoleh stressU dan 1% Tidak ada .o-al ber-irikan .oi-ed yang tidak memperoleh stress di antar konsonan yang ber-irikan .oi-eless& /ebagai tambahan generalisas di atas dapat dikatakan bah,a stress selalu mun-ul pada .o-al akhir dari suatu kata& Eleh karena .o-al yang ber-irikan .oi-ed dan .oi-eless mempunyai distribusi yang komplementer+ dapatlah dikatakan bah,a salah satu men'adi dasar dan satunya diturunkan dari dasar itu melalui aturan fonologi& Atas dasar prinsip alami yang berlaku dalam memproduksi .o-al+ maka .o-al yang ber-irikan .oi-ed*lah yang men'adi dasar+ sedangkan yang ber-irikan .oi-eless diturunkan dari dasar& Dengan demikian aturan yang -o-ok untuk data bahasa Chatino ini dapat diformulasikan sebagai berikut= Penempatan stress& Aokal G stress > HHHHHHCJ Peniadaan suara vocal& Aokal G *stress *suara .okal > *suara konsonan HHHHHH *suara konsonan

Ru6u%an Al,asilah+ Chaedar&A& !"<"+ 'e erapa (adha dan )i!otomi Teori *inguisti!+ (andung= Angkasa& ;brahim+ Abdul /yukur& !"<$+ (odel * inguisti! )e+asa #ni& /urabaya= Usaha Nasional& Marsono& !""1& $oneti!+ Vogiakarta = Ga'ah Mada Uni.ersity )ress& 2obins+ 2 &H& !"KB& ,eneral *inguistics -n #ntroductory Survey+ London= Uni.ersity !!

/amsuri& !""<& 'er agai -liran *inguisti! - ad ..+ Wakarta= Departemen )endidikan dan 3ebudayaan& /-hane+ /anford A & !"$1& ,enerative Phonologi+ /an Diego= Uni.ersity of California& Aerhaar&! """& -sas/asas *inguisti! "mum+ Vog'akarta= Ga'ah Mada Uni.ersity Sahab+ Abdul& !""T& 'utir/'utir *inguisti!+ /urabayaU Airlangga Uni.ersity )ress& Vusuf+ /uhendra& !""<& $oneti! dan $onologi+ Wakarta= Gramedia )ustaka Utama&

!0