Anda di halaman 1dari 7

MODUL 2 RANGKAIAN ARUS SEARAH DAN NILAI STATISTIK RESISTANSI

Brian Parsaoran (13212038) Asisten: Westyarian (13210034) Tanggal Percobaan: 13/09/2013 EL2101-Praktikum Rangkaian Elektrik

Laboratorium Dasar Teknik Elektro - Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB
Abstrak Praktikan melakukan percobaan-percobaan untuk mengetahui kebenaran teori thevenin dan juga norton serta teorema superposisi dan reiprositas.Kesemua hal tersebut secara umum memiliki konsep menyederhanakan sebuah rangkaian menjadi lebih simpel. Percobaan untuk mengetahui statistik dan sebaran nilai resistor yang memiliki toleransi juga dilakukan. Percobaan menggunakan arus searah menggunakan power supply. Kata kunci: thevenin, norton, teorema, statistik, arus searah. 1. PENDAHULUAN
6. Memahami nilai statistic resitansi.

2. 2.1

STUDI PUSTAKA TEOREMA THEVENIN

Percobaan yang dilakukan tidak menggunakan sumber teganan bolak-balik. Konsep yang digunakan dalam thevenin dan norton adalah penyederhanaan sebuah rangkaian aktif linear dengan mengganti hambatan dan juga arus maupun tegangan. Dalam percobaan superposisi hanya membuktikan bahwa rangkaian linear yang memiliki beberapa sumber akan bisa dihitung dengan mematikan salah satu sumber yang kemudian hasil-hasilnya dijumlahkan. Resiprositas dilakukan untuk membuktikan bahwa rangkaian memiliki sebuah karakteristik yang seimbang. Terakhir, percobaan ini banyak menggunakan resistansi untuk membentuk suatu nuilai resistansi tertentu kemudian mengamati nilai statistic resistansi pada umumnya. Tujuan percobaan kali ini : 1. Memahami penggunaan teorema Thevenin dan teorema Norton pada rangkaian arus searah. 2. Memahami teorema superposisi 3. Memahami teorema resiprositas. 4. Dapat tegangan. merancang rangkaian pembagi

Teorema Thevenin menyatakan bahwa dimungkinkan untuk menyederhanakan suatu rangkaian yang linier, seberapa rumit sekalipun rangkaian itu, menjadi sebuah rangkaian ekivalen yang berisi sumber tunggal yang disusun seri dengan sebuah beban (resistor). Teorema Thevenin ini berguna untuk menganalisa sistem daya dan rangkaian lainnya dimana terdapat satu resistor pada rangkaian tersebut (biasa disebut resistor beban) yang dijadikan subjek perubahan, sehingga apabila nilai resistor beban itu diubah-ubah, kita tidak perlu susahsusah menganalisa rangkaian secara menyeluruh. Teorema Thevenin membuat masalah menjadi sederhana yaitu dengan membuang resistansi beban ini dari rangkaian aslinya dan mereduksi rangkaian yang sudah dibuang bebannya itu hingga menyisakan sebuah sumber yang tersusun seri dengan sebuah resistor. Kemudian resistansi beban yang telah dibuang tadi disambung ulang ke rangkaian yang telah terduksi.

5. Memahami rangkaian resistor seri dan parallel.

1 konsep thevenin 1

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

2.2

TEOREMA NORTON

Teorema norton merupakan salah satu hukum listrik yang menganalisa suatu rangkaian elektronika arus searah pada rangkaian tertutup dan dianalisa berdasarkan konsep pembagi arus (curent divider). Pada hukum norton atau lebih dikenal sebagai teorema norton, suatu rangkaian elektronika arus searah dengan sumber tegangan dan resistansi pada rangkaian loop tertutup dapat dianalisa dengan membuat rangkaian sumber arus yang setara dengan rangkaian tersebut. Rangkaian penggati ini dikenal dengan nama rangkaian setara Norton kemudian sumber arus pengganti disebut sebagai sumber arus Norton. Secara keseluruhan teorema norton ini memiliki konsep yang sama dengan teorema thevenin, namun sumber yang digunakan adalah sumber arus dimana sumber diletakkan paralel dengan resistor yang dipakai.

sumber bekerja sendiri-sendiri. Lalu setelah masing-masing tegangan dan/atau arus yang tidak diketahui telah dihitung saat sumber bekerja sendiri-sendiri, masing-masing nilai yang telah diperoleh tadi dijumlahkan sehingga diperoleh nilai tegangan/arus yang sebenarnya.

2.4

TRANSFER DAYA MAKSIMUM

Sebuah resistor akan mendapatkan transfer daya yang paling maksimal saat resistor tersebut bernilai sama dengan Rth dari rangkaian tersebut. Hal itu bisa didapatkan dari penurunan rumus sebagai berikut

Dengan turunan untuk mendapatkan daya maksimum maka

Sekarang, karena turunan pertama harus sama dengan nol, maka penyebut dari persamaan di atas akan sama dengan nol (kalikan silang), dan karena ETh adalah konstan, kita dapatkan

2.3

TEOREMA SUPERPOSISI

(RL + RTh) 2 2RL (RL + RTh) = 0

Teorema superposisi adalah salah satu cara pintar yang membuat suatu rangkaian yang terlihat kompleks dijadikan lebih sederhana. Strategi yang digunakan pada teorema Superposisi adalah mengeliminasi semua sumber tetapi hanya disisakan satu sumber yang hanya bekerja pada waktu itu juga dan menganalisa rangkaian itu dengan konsep rangkaian seri-paralel masing-masing saat

Terbukti untuk mendapat daya maksimum RL=Rth

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

2.5

TEOREMA RESIPROSITAS

Dalam tiap rangkaian pasif yang bersifat linier, bila suatu sumber tegangan V yang dipasang pada cabang k menghasilkan arus I1 = I pada cabang m, maka bila sumber tegangan v tersebut dipindahkan ke cabang m, arus yang mengalir pada cabang k adalah I2 = I.

3.

METODOLOGI

Alat-alat yang digunakan pada percobaan kali ini adalah : 1. 2. Dari gambar di atas akan didapatkan I yang mengalir pada pq akan sama nilainya dengan I yang mengalir pada ab, meskipun letak keduanya ditukar. 3. 4. 5. 6. 7. Kit Teorema Thevenin dan Norton Kit Multimeter Resistor 1k (100 buah) Resistor Dekade Power Supply DC Multimeter Kabel 4mm (10 buah)

2.6

STATISTIK RESISTOR

Resistor adalah sebuah komponen yang berfungsi untuk menahan arus listrik dengan cara memproduksi tegangan pada kedua kutub-kutubnya. Resistor di pasaran biasanya menggunakan aturan E3, dimana nilai-nilai yang umum dijumpai tidak mencakup semua nilai resistor yang mungkin dibutuhkan. Untuk itu diperlukan kemampuan untuk membuat rangkaian seri atau paralel untuk mendapatkan nilai resistor yang diinginkan. Resistor sendiri memiliki nilai toleransi di dalamnya sehingga tidak memberikan nilai yang presisi. Nilai toleransi pun beragam, sehingga terdapat suatu pola persebaran statistik resistansi yang beredar di pasaran. Nilai toleransi itu sendiri bisa di dapatkan dari warna-warna gelang yang diberikan pada resistor dengan masing-masing gelang memiliki nilai toleransinya masing-masing.

Percobaan pertama yang dilakukan adalah rangkaian percobaan thevenin. Menggunakan kit teorema thevenin, diukur arus yang melalui R1 setelah melalui sebuah rangkaian N. Selain arus, diukur juga tegangan dan juga besar hambatan yang diberikan oleh rangkaian N tersebut. Dilakukan 3 kali dengan nilai R yang berbeda.

Setelah didapatkan keduanya dilakukan percobaan kedua yaitu dibuat sebuah


Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

rangkaian dengan V dan hambatan yang sesuai dengan pengukuran sebelumnya, dan kembali dilakukan pengukuran arus menggunakan rangkaian 2 untuk beban R1 setelah melewati hambatan yang telah ditentukan tadi. Percobaan kembali dilkukan dengan 3 jenis R yang berbeda.

Setelah itu dilakukan percobaan resiprositas dengan membuat rangkaian seperti gambar. Dilakukan percobaan dua kali dimana tempat mengukur dan tempat sumber ditukar tempatnya

Selanjutnya dilakukan percobaan daya maksimum seperti bagan Percobaan ketiga adalah rangkaian norton. Sebelumnya kami mencari IN melalui kit awal. Menggunakan kit yang sama dilakukan pengukuran kembali, hanya power supply dirubah dulu menjadi sumber arus melalui rangkaian yang terdapat di kit. Setelah itu arus dilewatkan lagi melalui rangkaian N dan diukur sama seperti percobaan pertama. Dilakukan kembali 3 kali dengan nilai R yang berbeda.
Gunakan Kit Teorema Norton dan resistor dekade serta sebuah resistor dan sumber tegangan

transfer

Rangkai rangkaian seperti gambar berikut dan ukur arus serta tegangan di RL

Sajikan dalam tabel dan hitung daya untuk masing-masing resistansi

Ubah besaran resistansinya menggunakan resistor dekade untuk nilai tertentu

Lalu praktikan membuat sebuah rangkaian dengan nilai yang ditentukan (36,7k ) dengan nilai-nilai resistor yang disediakan. Setelah itu dilakukan pencacahan statistik nilai resistansi 1k sebanyak 100 buah untuk mencari sebaran nilai resistansi efektif dari resistor 1k.

Percobaan selanjutnya adalah membuktikan teorema superposisi. Dibuat rangkaian seperti gambar. Kemudian dilakukan pengukuran dengan sumber 1

4.

HASIL DAN ANALISIS

Dari berbagai percobaan yang telah dilakukan dan juga disimulasikan, didapatkan data-data sebagai berikut:
Tabel 4-1 Data Pengukuran Thevenin 1

dibuat short circuit, sumber 2 short circuit, dan kedua sumber menyala

N o

R1 (k)

Arus di R1 (mA) Vth (V) Rth (k) Cara Langsung 2 2 1,43 Perhitungan Thevenin 2,03 2,03 1,46

1 2 3

2 2 3,3

6,76 6,76 6,76

1,329 1,329 1,329

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

Tabel 4-4 Data Pengukuran Superposisi

Dapat dilihat dari tabel bahwa hasil yang didapatkan melalui pengukuran langsung maupun melalui perhitungan mengandalkan nilai tegangan dan hambatan memiliki nilai yang relatif sama, tidak memiliki simpangan yang sangat jauh. Hal ini membuktikan bahwa nilai-nilai dari sebuah rangkaian yang rumit dapat diganti ke sebuah rangkaian yang lebih sederhana dengan nilai yang sama saat diukur.
Tabel 4-2 Data Pengukuran Thevenin 2

V1 (V) 12 0 12

V2(V) 0 6 6

VR1 (V) 11,62 -1,225 10,4

I4 (mA) 0,07 0,3 0,41

Vt (V)

Rth ()

R () 2k 2k

Arus Mengalir (mA) 2,01 2,00 1,43 5,06

Dari hasil yang terdapat pada tabel terlihat bahwa teorema superposisi dapat dibuktikan dimana hasil yang didapat memang merupakan penjumlahan dari hasil dimana sumber sumber hanya dipakai salah satunya saja, dengan sedikit penyimpangan yang masih dapat diterima. Teorema ini juga berlaku bukan hanya untuk tegangan, namun juga berlaku untuk arus.
Tabel 4-5 Resiprositas

6,76

1,329k 3,3k 0

Vab (V) Icd (mA)

12 2,24 12 2,24

Dari tabel terlihat bahwa jika dibuat sebuah rangkaian dengan nilai yang sama dengan nilai-nilai thevenin baik tegangan maupun hambatan, maka akan didapatkan sebuah nilai arus yang juga sama. Hal ini membuktikan teorema thevenin yang salah satu fungsinya adalah menyederhanakan rangkaian.
Tabel 4-3 Teorema Norton

Vcd (V) Iab (mA)

R ( ) 2k 2k 3,3k

IN(mA) 4,99 4,99 4,99

Rn ( ) 1,399k 1,399k 1,399k

I(mA) 1,98 1,98 1,43

I padaRn Dekade(mA) 1,99 1,99 1,42

Dalam tabel di atas, terlihat bahwa besar arus yang terukur oleh amperemeter sama besar walaupun sumber tegangan dan tempat pengukuran ditukar posisinya tanpa mengubah posisi rangkaian yang lain. jadi, teorema resiprositas terbukti dimana dalam rangkaian pasif yang bersifat linier, bila suatu sumber tegangan V yang dipasang pada cabang k menghasilkan arus I1 = I pada cabang m, maka bila sumber tegangan v tersebut dipindahkan ke cabang m, arus yang mengalir pada cabang k adalah I2 = I
Tabel 4-6 Transfer Daya Maksimum

Hal ini membuktikan teorema norton dimana dengan rangkaian n pada multimeter dapat disederhanakan dengan rangkaian menggunakan R dekade dengan nilai yang telah ditentukan sebelumnya. Hasil yang didapat juga relatif sama yang membuktikan bahwa teorema norton dapat dipakai untuk menyederhanakan rangkaian.

R ( ) 200 400 800

VB(V) 0,557 1,08 1,951

IB(mA) 3 2,5 2,5

PB(W) 1,671m 2,7m 4,875m

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

Tabel 4-8 Sebaran statistik resistansi 1k

1600 3200 6400 12800 512000

3,269 4,87 6,56 7,94 9,96

1,95 1,5 1 0,6 0,002

6,3745m 7,305m 6,56m 4,764m 0,199m


No . Resistans i () 0-967 968-972 973-977 978-982 983-987 988-992 993-997 998-1002 10031007 10081012 10131017 10181022 10231027 10281032 1033-.... 4 21 29 18 12 14 1 4 30 49 14 1 2 Mej a 10 Mej a 11

Jumlah Mej a 13 12 13 32 36 6 1 Mej a 14 2 18 43 29 6 16 13 14 2 4 1 Mej a 15 Tota l 14 35 125 148 69 22 18 15 1

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Dari hasil yang terdapat di dalam tabel terlihat bahwa data sesuai dengan teorema yang dipakai, dimana dalam pengambilan data R thevenin bernilai 3,3k, sedangkan daya terbesar yang dicata berada pada resistor 3200.

Grafik R() terhadap P (watt)


10 5 0 Grafik R() terhadap P (watt)

10.

11.

200 400 800 1600 3200 6400 12800 5120

12.

13.

Tabel 4-7 Rangkaian Resistor

R efektif R1 R2 R3

37,5k 33,9k 2,18k 1,523k

14. 15.

Dilihat dari tabel di atas, nilai terbanyak berada pada rentang 978-982 yang mencapai 148 buah. Hal ini menunjukan nilai toleransi yang berada di pasaran berkisar di antara 1,3%-1,7%. Saat dilakukan pengambilan acak 3 resistor, tidak didapatkan resistor dengan nilai 9991001 karena yang didapatkan adalah 979, 992, dan 970. Hal ini membuat dapat disimpulkannya sangat sedikit resistor yang benar-benar tepat bernilai 1k, dan ada banyak sebaran nilai toleransi resistor yang berada di pasaran sehingga nilainya bisa berbeda-beda meskipun batas toleransinya sama yang ditunjukan oleh gelang pada resistor.

Ada sebuah penyimpangan karena faktor toleransi yang ada pada tiap resistor,, dimana resistor yang dipakai adalah 33k, 2k, dan juga 1,5k. Besar toleransi masing-masing +- 5% sehingga data yang didapat tidak tepat 36,7k tetapi menyimpang sedikit sebesar 1,2k

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

5.

KESIMPULAN

Sebuah rangkaian yang rumit dapat disederhanakan dengan dua cara, yaitu menggunakan konsep norton dan thevenin. Kedua konsep ini berdasarkan pada penggantian sumber arus/tegangan dan juga resistansi pada rangkaian rumit menjadi sebuah rangkaian sumber tegangan diserikan dengan Rth atau sumber arus diparalelkan dengan Rn. Kedua teorema ini menghasilkan sebuah rangkaian yang ekivalen dengan rangkaian rumit sebelumnya Teorema superposisi dapat digunakan untuk menyederhanakan perhitungan dalam sebuah rangkaian aktif yang linier. Dengan teorema ini terbukti bahwa penjumlahan hasil yang didapat dengan penggunaan salah satu sumber dengan pengukuran dengan semua sumber digunakan bernilai sama. Teorema resiprositas terbukti dimana arus yang mengalir pada sebuah cabang akan sama besar dengan arus yang mengalir pada cabang yang telah ditukar posisinya dengan sumber tegangan di awalnya. Rangkaian pembagi tegangan digunakan pada pengukuran transfer daya maksimum yang menunjukkan bahwa transfer daya maksimum akan terjadi saat beban yang ditanggung memiliki besar resistansi yang sama dengan nilai resistansi beban (RTH) dan menghasilkan daya sebesar VTH2/4RTH. Resistor yang ada di pasaran memiliki nilai toleransi yang beragam, namun tetap memiliki sebaran tertentu, dimana dalam resistor 1k sebaran terbanyak berada di nilai 978-982, sehingga kemungkinan besar nilai toleransi yang umum berkisar antara 1,3-1,7%

DAFTAR PUSTAKA [1] Mervin T Hutabarat., Petunjuk Praktikum Praktikum Rangkaian Elektrik, Penerbit ITB, Bandung, 2013. http://airlangga25.wordpress.com diakses 15 September 2013, pk 19.57 ,

[2] [3]

http://ezkhelenergy.blogspot.com/2011/ 07/teori-transfer-daya-maksimum.html , diakses 15 September 2013, pk 20.17

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB