Anda di halaman 1dari 87

PUSAKA PARA DEWA

(Lovely Dear)

Episode 1 Dhuaaaarrrr.!!! Bunyi ledakan yang maha dahsyat terdengar memekakkan telinga di salah satu lembah yang penuh dengan hawa halimun tipis di lembah pengunungan yang terletak di antara puncak-puncak Thai San yang menjulang tinggi. Tubuh seorang pemuda berusia enam belas tahunan tampak melayang turun dengan perlahan diatas rerumputan basah setinggi setengah jengkal. Anehnya walaupun rerumputan tersebut di injak oleh kaki anak itu tapi kalau di perhatikan lebih teliti ternyata rumput tersebut tidak bengkok ataupun bergoyang atau lebih tepatnya anak itu sedang berdiri di ujung rumput dengan ringan sekali. !emuda itu bertelanjang dada dan nampak gagah. "ang mengherankan adalah tubuh anak itu di selimuti cahaya tipis keemasan yang kemudian menghilang dengan perlahan . #$ohohoSian kong-cu hebathebat akhirnya kau menguasai pukulan %iuSian &-Sin-kang dengan sempurnahahahahebathebat' Seorang kakek setengah bongkok tertawa mendekati pemuda yang di panggil Sian kong-cu (tuan muda Sian) itu sambil bertepuk tangan. Anehnya pemuda tersebut justru tidak nampak gembira matanya menyorot tajam bagai pedang sambil menatap tebing di hadapannya yang berlubang sebesar kerbau sedalam tujuh inci di hadapannya namun di balik sorotan tajam itu ada sinar ke tidakpuasan yang dalamsampai lama akhirnya sinar mata yang tajam itu perlahan mulai lembut dan mulutnya mengguman perlahan* #$emmnnn belum sempurnasama sekali belum sempurna'

#+h %ong-,u apa maksudmu belum sempurna tidakkah kau lihat tebing batu cadas itu berlubang sebesar kerbau...sangat jarang ada pemuda enam belas tahun bisa melatih tenaga dalam sampai setingkat itu bahkan tokoh-tokoh tingkat satu di kang-ouw belum tentu dapat menyamaimu-...' kakek bongkok itu terdiam sejenak kemudian melanjutkan dengan bersemangat #...hah tidak percuma kong-kongmu mengoperkan tenaganya padamu sebelum beliau mati...' #Akhh...paman $ou kong-kong memang sudah berkorban banyak dengan mengoperkan sin-kangnya padaku apalagi dengan adanya darah muji.at &t-kakliong (naga tanduk satu) dan tiga buah pil penambah tenaga pemberian "okSian Sian-jin seharusnya hasil yang ku capai lebih daripada hanya membuat lubang besar ini...' #/aksud Sian kong-cu %iu-Sian &-Sin-%ang bisa bisa berbuat lebih dari ini-... #!aman $ou paman tidak memahami ilmu ini karena paman tidak pernah belajar silat tapi sebenarnya %iu-Sian &-Sin-%ang mempunyai sembilan tingkatan yang terbagi dalam tujuh unsur yang berdiri sendiri-sendiri tapi bisa saling menunjang yaitu* Tanah Angin Besi Air Api Awan !etir 0etaran dan %ekosongan....tadi aku memang mengerahkan tingkat ke sembilan tapi hanya sampai unsur Awan kalau aku sudah mencapai tingkat 1%ekosongan Sesuai kehendak2 maka barulah aku boleh puas....' Setelah berkata demikian pemuda itu tertunduk sambil termenung...' #Sian kong-cu memangnya apa kelebihannya kalau sudah sampai tingkat kekosongan..-' desak kakek bongkok itu sambil menunjukkan wajah penasaran... !erlahan pemuda itu mengangkat kepalanya dan sambil tersenyum misteri dia menjawab kalem #Tak terbayangkan paman...tak terbayangkan...!' terus saja dia melangkah meninggalkan tempat itu menuju ke sebuah guha yang besar agak tersembunyi di lereng lembah itu beberapa saat kemudian kakek itupun berlalu sambil menggelengkan kepala. %etika pemuda itu telah berada di dalam gua segera dia menuju ke arah peti besar di sudut sebelah kiri setelah berlutut dan menyembah tiga kali dia mendorong peti besar tersebut sehingga nampaklah lorong panjang dengan anak tangga yang menurun ke bawah. !emuda itu berjalan ke bawah terus mengikuti alur jalan yang berbelok-belok hingga sampailah dia di tempat yang paling dalam dan jarang udaranya... Ternyata itu adalah sebuah kuburan kuno yang terletak sangat jauh di dalam bumi. Di dalam kuburan itu ada kerangka tiga orang yang sedang duduk bersila. Dan di depan ketiga tengorak tersebut ada satu peti yang terbuka di dalamnya ada tiga jilid kitab kuno yang sudah lusuh warnanya.

!emuda itu merongoh kantong sakunya dan mengeluarkan se-jilid kitab lain yang terbuat dari bahan sama bertuliskan %iu-Sian &-Sin-%ang (Tenaga 3ubah Sakti Sembilan Dewa ) lalu berlutut dengan sebelah kaki sambil tangannya meletakkan kitab itu menjadi satu dengan kitab-kitab lainnya. #Sam-wi suhu teecu $an Sian mengembalikan kitab ke tiga ini untuk di simpan kembali... ijinkan teecu menguburkan sam-wi suhu dengan layak' setelah berkata demikian $an sian mengangkat tangan kanannya dengan lima jari terbuka di pukulkan ke langit-langit guha dengan perlahan tapi hasilnya sungguh di luar dugaan guha itu bergetar keras dan runtuh. Di lain saat tubuh $an sian melesat dengan langkah-langkah yang aneh namun cepat sehingga hanya dalam dua kali kedipan mata dia telah berada di luar di pinggir lembah sambil membelakangi guha yang hancur dan menutupi mulut guha. Siapakah sebenarnya $an Sian ini- Dia sendiripun tidak mengetahui dengan jelas akan keadaannya. Sejak umur 4 tahun dia sudah ikut dengan seorang kakek tua renta yang dia pang gil dengan nama Bhok-kong-kong. %akek itu sudah tua sekali berusia 56-an tahun. Selama ini kakek itu sering menghilang dan hanya muncul setiap sore sampai menjelang pagi saja untuk melatihnya ilmu silat. 7amun sayang hampir tiga tahun yang lalu kakek itu telah meninggal dunia setelah selesai membantu mengalirkan 1Tenaga &nti !etir /urni2 padanya selama 8 jam. $al ini membuat penyesalan yang amat dalam bagi anak muda ini tapi menurut kong-kongnya itu adalah hal yang wajar karena ilmu &nti !etir /urni yang dia latih memang harus melalui mengoperan tenaga sin-kang seperti itu. Sesaat sebelum kongkongnya meninggal dia hanya di beri tahu tentang sebuah goa penyimpanan pusaka yang tersimpan di dalam kuburan kuno yang letaknya di dasar bumi. /enurut kongkongnya selama ini tidak ada orang yang mengetahui tempat itu selain dia dan pembantunya yaitu si kakek bongkok yang membesarkan $an Sian karena mereka berdua memang bertugas menjaga tempat itu hanya saja di larang untuk memasukinya. Dari situlah $an Sian mendapatkan ke-tiga kitab peninggalan para tokoh dewa yang telah hilang dari dunia persilatan selama 466 tahun lebih. Tapi menurut petunjuk bahwa dia hanya boleh mempelajari isi kitab itu selama 9 tahun dan kemudian harus menguburkannya bersama dengan kerangka-kerangka dalam kuburan kuno tersebut. %e-: kitab pusaka yang di temukan oleh $an Sian ini berisi tiga rahasia &lmu silat tingkat tinggi dan 9 &lmu pusaka gaib yang sudah hilang dari dunia persilatan selama kurang lebih 466 tahun lalu.

---lo;elydear--1Tebing <angit2 adalah suatu puncak yang menjulang ke atas di antara jajaran !uncak Thai San. !uncak dari tebing ini sangat tinggi sehingga sangat sukar sekali untuk di capai kecuali oleh orang yang memiliki tenaga sakti yang amat kuat saja. Disinilah $an Sian berdiam selama ini bersama dengan kakek bongkok yang selalu menemaninya. $ari telah lewat tengah hari dan mulai menjelang sore. %eadaan di atas puncak itu hampir tanpa udara sama sekali namun sudah biasa bagi $an Sian dan kakek bongkok yang selalu menemaninya. Segera setelah berpamitan dengan pengasuhnya itu yang melepas kepergiannya dengan berat hati $an Sian mulai bersiap menuruni2Tebing <angit2. Selama 9 tahun terakhir ini $an Sian tidak pernah menuruni tebing langit tersebut. Setelah memandang sekilas ke bawah yang nampak hanya seperti titik kecil saja. Dia mulai mengerahkan tenaga kearah kaki dengan pengerahan ilmu Thian-&n $ui-cu (Terbang /enunggang Awan <angit) dan perlahan-lahan tubuhnya terangkat ke atas dan kemudian meluncur ke bawah dengan ringan. Sekian lama tubuhnya meluncur ke bawah dan ketika hampir mencapai bumi tangannya di pukulkan ke bawah dengan perlahan dan muncul segulungan kabut berbentuk awan di bawah kakinya yang menahan laju tubuhnya sampai mendarat perlahan di tanah. $an Sian lalu mengedarkan pandangannya ke sekeliling dan dia terkagum menyaksikan keindahan pemandangan yang nampak. 7amun matanya tertarik dengan suara riak air yang segar dari sungai kecil di sebelah kirinya. Dan dalam sekejap dia telah menceburkan dirinya tanpa melepaskan pakaian. $atinya senang sekali seperti burung yang baru lepas dari sangkarnya. Sampai lama tubuhnya terendam dalam air dengan posisi terlentang sambil tiduran. $ebat ternyata dia memiliki kekuatan menahan na=as yang luar biasa sampai berjamjam. Sampai lama dia tidur terlentang di dasar sungai sambil menikmati keindahan isi sungai tiba-tiba matanya terbeliak dengan sinar mata terkejut. Ternyata matanya menangkap gerakan 1ikan besar2 yang sedang berenang namun bukan ikan karena yang satu ini memiliki ke unikan ganjil yang belum pernah dia lihat sebelumnya. 1&kan besar2 itu mirip seperti dia memiliki dua kaki dan dua tangan yang bergerak-gerak indah meraup air sambil meluncur ke depan. Saat dia memperhatikan lebih seksama hatinya berdebar keras. %edua kaki itu nampak indah dan padat bergerak-gerak teratur memukul air di sekelilingnya. "ang lebih membuatnya terbelalak ialah kedua tangan dan kaki itu ternyata milik

sebuah tubuh yang indah polos tanpa pakaian sama sekali sehingga setiap lekuk dari sela paha pinggang yang ramping dan dada yang bulat serta padat itu terlihat nyata sekali. Bagaikan tersihir seluruh tubuhnya tiba-tiba menegang dan mengeluarkan hawa panas yang segera membuat air di sekitarnya serasa mendidih. $al mana tentunya menarik perhatian gadis yang sedang berenang tersebut. Sekejap dia memasukkan kepalanya ke dalam air dan ini membuatnya sangat terkejut sekali. $an Sian melihat dengan mata terbelalak mulut gadis itu terbuka seperti hendak mengatakan sesuatu. Dengan gerakan kilat tak lama kemudian gadis itu sudah naik ke darat. Dengan perlahan $an Sian membiarkan tubuhnya terangkat sampai mumbul di permukaan. Di lihatnya gadis yang bertelanjang tadi sudah mengenakan kembali bajunya dengan agak sedikit awut-awutan. Sementara dia memandang dengan kagum gadis itu berdiri membelakanginya. Tubuhnya kemudian melayang mendekat. Baru saja dia hendak menyapa tibatiba dia mendengar suara berdesing pedang yang tajam menyambar ke arah kepalanya. Tentu saja dia terkejut tapi dengan hanya menggeser kakinya setengah langkah pedang itu lewat di samping. 2+h..eh..nona tung. 1 1Dasar laki-laki ceriwis hidung belangrasakan pedangku 1 sambil terus memaki dia menyerang lebih ganas lagi. %ali ini ujung pedangnya membuat tiga kali tusukan berantai dengan jurus 1Tiga Tikaman Berantai2 salah satu dari >? ilmu sakti warisan %un-<un-!ai. Tapi dengan mudah kembali $an Sin menghindarinya. 1+h nona apakah salahkumengapa engkau begitu berna=su mau membunuhku -2 /erasa di permalukan dan menyadari dirinya tidak dapat berbuat apa-apa kepada pemuda yang ada di depannya itu gadis itu tiba-tiba melemparkan pedangnya ke tanah kemudian dia menangis terisak sambil kedua tangan menutup ke muka 1$uuuuhuuuhuuu kau menghinaku dengan melihat tubuhku tapi masih juga mau mempermainkankuhuuuhuuu.. !2 Demi mendengar hal itu dan melihat nona itu menangis $an Sian kemudian maju perlahan sambil tangannya bergerak ke kanan ke arah pedang gadis tersebut dan dalam sekejap pedang itu sudah melayang perlahan ke tangannya.

17ona maa=kan kalau aku sudah bersalah kepadamu sungguh aku tidak sengaja sudah satu jam setengah aku tiduran di dasar sungai sambil menikmati keindahan dasar sungai sampai. !2 Dengan sedikit ragu dia lanjutkan. 1 sampai nona munculdan sekarang kalau nona mau menggunakan pedang ini silahkansaya tidak akan melawan atau menghindar2 Berkata demikian $an Sian mengacungkan pedang pendek itu ke arah gadis itu sabil terus memandang dengan penuh penyesalan. 0adis itu perlahan menurunkan tangannya dan memandang ke arah pedangnya dengan terbelalak. Sungguh indah mata dan wajah yang ayu itu dalam pemandangan $an Sian sehingga dia tertegun sambil menatap kagum. 1%au benarkah kau tidak akan melawan - tanya gadis itu dengan pandangan penuh selidik untuk memastikan sambil meraih pedangnya dan mengangkat tinggi di atas kepala.. 1"a nona kalau kau suka kau boleh berbuat apa saja aku tidak akan melawan2 Sambil berkata demikian $an Sian balas menatap mata itu penuh kagum. ,antik sekali mungkin ini pertama kalinya $an Sian bertemu dengan gadis secantik ini di usianya yang sudah >@ tahun tersebut. Tangan gadis itu yang memegang pedang yang terangkat tinggi tiba-tiba lemas ke bawah. Dia sendiri tidak habis mengerti dan walau dia coba untuk mengerti tetap juga tidak mengerti. !emuda di depannya ini menatapnya dengan tajam namun lembut. Sudah banyak kali dia melihat tatapan mata para pria hidung belang yang kurang ajar tapi tatapan ini pada hakekatnya lain dari yang lain. Tidak ada sinar kekurang ajaran tatapan yang tajam namun penuh penyesalan itu menampakkan kekaguman dan membawa kehangatan. 1+h bagaimana nona-. 1 $an Sian bertanya lembut. Tak dapat di sangkal mukanya memerah saat melihat tatapan gadis itu yang menatapnya bengong. 1/engapa nona tidak melanjutkan serangan2 Seperti baru bangun dari sihir gadis itu tersentak sekejap mukanya memerah. "ah hakikatnya dia tak dapat berkata apa-apa. Seharusnya dia marah tapi entah mengapa perasaan marah tadi telah sirna dan hilang tanpa bekas. 1Ahhtidaktidak...2 Berusaha menyembunyikan perasaan hatinya dia melanjutkan 1mmmengkau telah mengakui lagi pula itu memang bukan salahmu aku saja yang lagi sial2 Sekejap kemudian gadis itu telah membalikkan diri dengan kepala tertunduk. Diam sambil menunggu tanpa mengeluarkan suara dan memang tidak ada yang perlu dia katakan lagi tindakannya itu saja sudah lebih dari cukup.

$an Sian berdiri perlahan sambil tersenyum kemudian bertanya perlahan* 17ona terima kasih atas kebaikan hatimu namaku $an Sian aku baru saja turun gunung dan masih kurang pengalamanbolehkah aku mengetahui nama nona -...2 0adis itu mengangkat kepala. Dalam hatinya sebenarnya berterima kasih atas sikap pemuda itu yang memecahkan kekakuan di antara mereka. 1Akuaku ,u &n <an2 !endek saja namun di iringi senyuman yang manis. Senyuman yang mengatasi semua kebekuan dan menjadikan suasana lebih hangat serta menyenangkan. ---lo;elydear--Angin dingin semilir bertiup mewarnai suasana mencekam di lembah %iam-kok salah satu lembah yang cukup terkenal karena menjadi sarang dari &t-%iam!ang (!erkumpulan !edang Tunggal). !erkumpulan ini di dirikan salah satu anak perguruan dari $oa-San-!ay yang murtad seorang jagoan pedang yang ahli berjuluk $ui-Thian &t-%iam Tang %ai (!edang tunggal terbang ke langit) yang sebenarnya adalah bekas su-sute dari ketua ,iangbun-jin $oa-San-!ay ,eng-Sim To-jin tapi telah di usir karena melakukan kejahatan dengan bersekutu dengan &m-"ang-%auw yaitu salah satu dari : partai sesat di dunia Dengan langkah ringan yang pasti $an Sian memasuki mulut lembah tersebut. $anya kebetulan saja dia melewati tempat itu dalam pengembaraannya. !akaiannya tidak terlalu bagus namun rapi dan membayangkan kegagahan seorang pemuda yang sedang bertumbuh. /ulutnya menyungging senyum dengan lekuk dagu yang menggambarkan keteguhan hati namun menawan. Suasana mencekam di &t-%iam-!ang saat ini bukanlah suatu hal yang biasa. Saat langkah $an Sian menuntunnya memasuki lembah ini keningnya berkerut. Betapa tidak- Balaupun dia mau berdiam diripun susah. Darah berceceran di mana-mana. 7ampak > mayat laki-laki telanjang bergelimpangan di hampir setiap tempat dalam jarak >6 langkah. $an Sian tertarik. <angkah kakinya di percepat memasuki lembah tersebut sehingga dalam sekejap saja dia sudah berada di pintu gerbang &t-%iam-!ang. Sambil meningkatkan kewaspadaannya $an Sian mengembangkan ginkangnya dalam sekejap tubuhnya melesat masuk lebih dalam ke lembah. Ternyata di tengah-tengah lembah tersebut nampak berdiri dengan gagahnya sebuah perkampungan yang megah. Tiap bangunannya rata-rata memiliki atap yang lancip ke atas mirip sebuat pedang terhunus. /ungkin keunikan inilah

yang menyebabkan tempat ini dinamakan <embah !edang seperti tulisan yang terpampang dengan gagah di pintu gerbang &ntana itu. Telinganya yang tajam mendengar suara tertawa yang halus di sebelah dalam. Tidak nampak penjaga di gerbang seolah-olah memang di tempat itu tidak peduli atau takut kalau-kalau ada orang tak di kenal menyantroni tempat itu. Dengan hati-hati $an Sian mengenjotkan sebelah kakinya seketika itu juga tubuhnya melayang mengikuti arah angin dan lain saat tubuhnya hinggap di atap salah satu bangunan yang tinggi tanpa bersuara. Sesaat matanya tertarik dengan pandangan di dalam Suara yang dia dengan tadi ternyata adalah suara seseorang yang berpenampilan aneh. Tingginya hampir 9 meter dengan wajah yang kurang jelas karena tertutup rambut panjang yang di biarkan terurai setengah menutupi muka. !akaian orang itu yang entah pria atau wanita berwarna putih. Tangannya panjang dengan kuku-kuku yang panjang juga. "ang membuat han Sian mengerutkan keningnya tatkala melihat tangan kiri pria tersebut mencengkeram tengkuk seorang gadis muda yang berpakaian serba hijau tapi nampak tak berdaya sama sekali. Sementara di hadapan pria aneh tersebut ada pria setengah baya dengan tubuh luka-luka setengah bertelut sambil tangan yang kanan memegang pedang dan tangan kiri memeluk tubuh seorang wanita yang sudah tidak berna=as yang hampir sama umur dengannya. #$eh Tang %ai masihkah kau tidak mau juga menunjukkan di mana rahasia pusaka &blis tersebut...jangan habiskan kesabaranku atau aku akan menghabisi nyawa anakmu tersayang juga...' Suara itu begitu datar dingin dan membawa hawa kejam. !ria yang di panggil Tang %ai itu tetap dia tatapannya menyiratkan kebencian yang amat dalam #Song-bun-mo-ong! +ngkau melanggar kesepakatan kita...sampai matipun aku takkan mau tunduk lagi padamu...' berkata demikian tubuhnya yang dari posisi setengah berjogkok itu tiba-tiba melesat ke depan dengan tubuh berputaran seperti gasing. $ampir menyentuh tanah sangking cepat dan kuatnya. Sementara ujung pedangnya berubah menjadi banyak mengarah ke keluruh titik kematian dari pria aneh berjuluk Song-bun /o-ong (Caja &blis /ayat $idup) tersebut. $akikatnya Tang kai ini sudah nekat dan tidak peduli lagi akan nyawanya maupun nyawa putrinya yang ada dalam cengkraman lawan. /ungkin inilah jurus maut terakhirnya yang di kerahkan dengan pengerahan seluruh tenaga sisa yang ada.

#$uh keras kepala'... Song-bun mo-ong hanya mendesis lirih seperti ular tibatiba tangannya yang berkuku panjang terulur ke depan sambil mengeluarkan suara mencicit tajam dan bau amis darah. <ima larik sinar merah keluar dari ujung-ujung kukunya menghantam dengan sangat kuat ke arah bayanganDbayangan pedang tersebut dan di lain saat tubuh Tang %ai terlempar tanpa mengeluarkan suara dengan pedang yang patah 8 dan tubuh berlubang. #Sial...dasar keras kepala!' Song-bun /o-ong terlihat gusar karena maksud hatinya tidak kesampaian juga. Sesaat kemudian dia melirik ke arah gadis berusia 96an tahun yang sedang diam tak berkutik di sampingnya. /ata gadis itu merah dan penuh air mata namun tiada daya membebaskan diri. #Tee Sun <ai kemari kau...! Seketika keluar bentakan dari mulutnya dan dlm beberapa detik di sampingnya telah berdiri seorang pemuda tampan. /udah di duga pasti pendatang baru ini adalah murid dari si mayat hidup ini. #Tee-cu di sini suhu' sahut pemuda itu dengan wajah gembira. "ah pada dasarnya dia sudah tau pekerjaan apa yang akan di tugaskan oleh suhunya. #<akukan disini sekarang juga...buat sampai gurumu puas...' Di lain saat tubuh gadis berpakaian hijau tersebut sudah melayang ke arah Tee Sun <ai yang menyambutnya dengan wajah menyeringai. Tee Sun <ai tersenyum. Sudah biasa dia lakukan ini. 0urunya memang mempunyai kelainan. Dia sangat suka melihat orang bercinta di depan matanya. #Brrreeeeet......' !erlahan dia membaringkan gadis yang dalam keadaan tertotok itu sementara tangannya bergerak merobek pakaian gadis tersebut di bagian dada. 0adis itu terbelalak ketakutan namun sayang dia tidak dapat berbuat apa-apa selain pasrah dengan bencana yang akan terjadi atas dirinya. !erlahan dia memejamkan matanya. Sementara tangan Tee Sun <ai bergerak cepat. Dalam sekejap gadis itu telah berada dalam keadaan tanpa pakaian sama sekali. Tee Sun <ai Terbelalak. 0adis di hadapannya ini memang cantik bukan main. Tubuhnya langsing padat dengan dada yang bulat membusung sangat menantang. Segera dia menundukkan kepala untuk mencium bibir gadis itu tapi tiba-tiba.... #Tahan sobat tak pantas kau mempermalukan seorang gadis seperti itu...' Suatu suara yang lembut namun bertenaga terdengar. Dapat di bayangkan betapa kagetnya Tee Sun <ai tatkala di hadapannya sudah berdiri seorang pemuda yang usianya mungkin jauh lebih muda darinya.

<ebih-lebih Song-bun /o-ong. Betapa tidak. Dia adalah salah satu dari 8 tokoh rahasia dari &m-yang-kauw. Sangat jarang ada orang yang dapat menandinginya bahkan dengan ketua &m-yang-kauw yang terkenal sebagai > dari lima &blis Bumi pun dia hanya kalah se usap saja. Tapi ternyata seorang pemuda yang masih bau kencur tiba-tiba sudah berdiri di hadapannya tanpa dia ketahui dari mana datangnya. Setengah tak percaya tapi nyata. Tak dapat dia menyangkal. 7amun dengan mata setengah menyipit dia memperhatikan lebih seksama dan menanti. Tee Sun <ai yang melihat bahwa gurunya hanya diam saja juga tidak mau peduli. Dengan setengah kesal kembali dia mengalihkan perhatiannya pada kelinci montok yang sedang terbaring dengan tubuh indah menantang itu. Dia percaya bahwa dengan adanya gurunya maka semua persoalan akan beres. Dan sayangnya karena terlalu percaya maka dia harus menelan pill pahit. #Arrgh...buuk !' Tubuh pemuda mesum itu terlempar dan terjengkang 9 tombak ke belakang. Di pundak kirinya tampak tergores oleh senjata tajam. /enembus sampai ke punggungnya dan rasanya seperti terbakar. Dia terluka luka dalam yang cukup parah. Sambil meringis menahan sakit dia hanya memandang hampir tak percaya pada pendatang baru yang baru muncul ini. Sungguh terkejut Song-bun /o-ong dan juga tidak habis pikir. /uridnya di lukai di depan matanya tanpa dia sanggup berbuat apa-apa. Tahulah di anak muda ini cukup berisi. #Anak tengik terima ini...' Belum habis suaranya tangan kanannya dengan jarijari lurus kedepan dengan kuku panjang telah menyerang dengan ganas. Sasarannya mengarah ke kepala $an Sian. $awa pukulan yang di keluarkan pukulannya yang di landasi &weekang tinggi mengeluarkan angin berkesiutan dengan bau amis yang memuakkan. Dengan tenang $an Sian mengangkat tangannya dengan jari telunjuk dan tengah lurus menotok pukulan yang datang. %eduanya tidak menarik tenaga mereka. Cupanya mereka memutuskan untuk mengadu tenaga. #Dhuuuukkkk....' Aikhh...' Song-bun /o-ong terkejut setengah mati. %udakudanya tergempur sampai melesak ke tanah sedalam 9dim. Dia tak habis percaya... &wee-kangnya adalah hasil latihan puluhan tahun tapi tdk selisih jauh dengan anak muda di depannya ini. Sesaat dia tertegun sambil mengdengus marah tiba-tiba mulutnya mengeluarkan suara tangisan tertahan setengah tertawa. Tangannya berubah

merah sampaike sikut dan dari tubuhnya keluar asap kemerahan yang mengelilingi tubuhnya dan mengeluarkan bau mayat yang menyengat. Tak pelak lagi Song-bun /o-ong telah mengerahkan ilmu kebanggaannya Song-bun-hiat-jiu (Tangan Darah mayat $idup). Tubuhnya berkelebat cepat namun terlihat kaku seperti mayat. Tangannya mengeluarkan suara mengerikan menyerang $an Sian dengan gencarnya. $an Sian tentu saja tidak tinggal diam. Segera dia memainkan #!ukulan &nti !etir /urni'. Dia tahu pukulan lawa sangat beracun tapi tidak masalah baginya karena tubuhnya di lindungi hawa khikang istimewa yang cukup kuat dan dapat menolak semua hawa asing dari luar. !ertempuran terus berlangsung. Sudah lewat 96 jurus. Sebenarnya $an Sian belum lama turun gunung. Dan berbicara soal pengalaman maupun kematangan bertempur dia kalah jauh namun kedahsyatan ilmu silatnya yang walaupun belum di kuasainya sempurna. 7amun sebegitu jauh pertempuran berlangsung belum ada tanda-tanda $an Sian terdesak. &ni membuat Song-bun /o-ong tambah penasaran. Segera dia mengerahkan tenaganya sampai ke puncak. /emukul dengan jurus #/ayat $idup pembunuh dewa'. Tubuhnya melompat ke atas. Dari atas ke sepuluh jari tangan di pukulkan ke depan terus-menerus dan dari ujung kuku-kukunya keluar larikan-larikan sinar merah yang menyerang dahsyat setiap titik pusat di tubuh $an Sian. /elihat ini $an Sia tidak menjadi gugup. Sekejab dia mengeluarkan pekikkan nyaring sambil tubuhnya berputaran seperti gasing saking cepatnya. Dari tubuhnya keluar cahaya kuning keemasan yang melindungi dan mementalkan semua larik-larik sinar lawan. Sementara saat tubuhnya berputaran tiba-tiba dari dalam pusaran ini menyambar selarik sinar keemasan seperti pedang yang amat tajam mengarah ke arah Song-bun /o-ong yang sedang di udara. #$aaiiiiit Aakhh.....' Song-bun /o-ong berteriak kaget. Tubuhnya terlempar ke belakang. Sambil berjumplitan untuk mematahkan tenaga balik yang dahsyat dari $an Sian dia mendarat sempoyongan ke belakang...

PUSAKA PARA DEWA Episode 2

#%ita pergi...' Dengan mendengus tubuhnya berbalik dan berlalu dari situ. Sinar matanya membayangkan dendam yang amat sangat. Song-bun /o-ong tidak banyak bicara lagi yah karena memang dasarnya dia tidak bisa mengeluarkan suara banyak sebab luka dalamnya sangat parah. /ungkin akan memakan waktu berbulan-bulan untuk menyembuhkan dirinya. . Tee Sun <ai juga bangkit dengan terseok-seok mengikutinya sambil mukanya tersenyum aneh namun penuh kebencian. $an Sian memejamkan matanya menarik na=as panjang sejenak dan menghembuskannya perlahan sambil mengatur sirkulasi tubuhnya. Tadi dia mengerahkan salah satu ilmu yang di pelajarinya dari kitab kuno di #Tebing <angit'. &tulah ilmu Bu-Tek ,hit-%iam-,iang (!ukulan Tujuh 3ari !edang Tanpa Tanding) yang dahsyat. 3urus ini memiliki ? jurus yang memiliki tingkat terpisah.. Sayang dia masih jauh dari sempurna dala penguasaan ilmu itu. !erlahan dia membuka matanya kemudian mendekati gadis yang sejak tadi memandanginya dengan penuh rasa terima kasih. Dari jauh $an Sian mengerahkan tenaganya dan membebaskan totokan dari tubuh gadis itu. /erasakan dirinya terbebas dari pengaruh totokan sang gadis segera meloncat berdiri dan segera mengenakan pakaiannya. Bajahnya memerah karena menahan malu. 7amun hatinya kebat-kebit menahan haru. Setelah selesai dia segera membalikkan badannya. Dilihatnya pemuda itu masih saja menghadap ke arah lain. Baru saja dia hendak membuka mulut.... #Bagaimana keadaanmu enci apakah kau tidak apa-apa...-' 0adis itu tertegun #+nci---...' katanya dalam hati tapi matanya yang masih nampak bekas-bekas air mata mengamati dengan seksama. Dia mendapat kenyataan ternyata pemuda yang telah menolongnya itu lebih muda tiga tahun darinya. #+h...! Ah...ya...ya...ya aku tidak apa-apa ,uma...' Sekilas nampak wajah gadis itu murung sambil melirik ke arah ke-dua mayat di sebelahnya. !erlahan dia mendekati dan berlutut sambil menangis sesegukan. #Ayah dan ibumu-kah mereka enci-...' 0adis itu menggelang kepala* #Bukan...' terdiam sejenak dia melanjutkan dengan suara lirih* #...tapi mereka membesarkanku dan merawatku sejak dari kecil...'

$an Sian terus membiarkan saja 0adis itu menangis sampai sekian lama. Setelah reda $an Sian membantu nya untuk menguburkan semua mayatmayat yang ada. Dari gadis itu dia mengetahui namanya Tang $ui Si. <ebih lanjut dia juga mendapat keterangan. /emang $ui-Thian &t-%iam Tang %ai (!edang tunggal terbang ke langit) adalah seorang yang telah di anggap murtad oleh $oa-San!ay dan bersekutu dengan partai sesat. Tapi Tang %ai menempuh jalan sesat tersebut sebenarnya adalah karena terpaksa karena ada rahasia yang besar di balik semua ini. Balaupun menjadi murid $oa-San-!ay tapi Tang %ai adalah murid perantauan yang tidak terikat dengan partai. %urang lebih >4 tahun yang lalu Tang %ai tibatiba saja mengakhiri kesukaannya merantau dan memilih untuk tinggal di <embah !edang dan akhirnya berhasil mendirikan perkumpulan !edang tunggal tersebut. !uluhan tahun Tang %ai berusaha menyembunyikan dan menjaga rahasia tersebut bahkan sampai rela bersekutu dengan golongan hitam untuk menutupi kedoknya. 7amun rupanya isu tentang adanya suatu rahasia di lembah pedang itu akhirrnya di dengar juga oleh para sekutunya dan mereka berusaha untuk mengetahuinya. Bahkan tak pelak lagi ini menarik perhatian banyak pentolan tokoh-tokoh sesat dunia hitam lainnya Sayangnya 0adis itu tidak mengetahui rahasia apa gerangan yang di sembunyikan oleh ayah angkatnya selama ini tentang lembah !edang tersebut. $ari sudah menjelang malam ketika $an Sian selesai menguburkan semua mayat tersebut. Sejak tadi dia hanya membiarkan saja gadis itu berdiam diri di depan kuburan kedua orang tua angkatnya. Tak lama kemudian terliat dia bergerak perlahan. /ungkin karena duduk berjam-jam membuat berdirinya tidak kokoh sehingga gadis itu sempoyongan hampir jatuh. #$ui Si-cici kau kenapakah...-' Tau-tau $an Sian telah berdiri di sampingnya dan menahan bahunya. #Euhhk tidak...tidak apa-apa.' Berusaha menguatkan hatinya dia berusaha berdiri tegap tapi justru lebih parah. %epalanya jadi pusing dan lain saat dia sudah terkulai pingsan. %alau saja $an Sian tidak segera menggendongnya niscaya tubuh dara ayu yang aduhai itu akan terbanting ke tanah. $an Sian menggendong gadis itu dengan kedua tangannya. Setelah memastikan susana di sekelilingnya sejenak diaberjalan ke arah sebuah rumah di sebelah kirinya yang paling besar. Agaknya itulah rumah yang di jadikan tempat Tang %ai sekeluarga.

Setelah memasuki sebuah kamar yang bersih di baringkannya tubuh gadis itu. $atinya terkagum. Tanpa terasa di pandanginya wajah yang cantik namun agak kepucat-pucatan itu.. #Ahh kasihan engkau enci $ui-Si...begitu berat pukulan batin yang kau terima...' ---lo;elydear--/alam itu di lewati dengan tenang sampai keesokan harinya. %etika ayam mulai berkokok $an Sian tersadar dari semedinya. !erlahan dia membuka matanya dan menengok ke kiri. Tapi tubuhnya segera meloncat berdiri tatkala di dapatinya gadis itu tidak berada di pembaringannya lagi. Sekali berkelebat tubuhnya segera melesat keluar tiba-tiba... #+hh...' Tubuhnya yang melesat cepat itu berpapasan dengan tubuh gadis itu. Tidak keburu baginya untuk menghentikan laju tubuhnya. %akinya menutul perlahan ke lantai sambil tubuhnya tiba-tiba bergerak aneh melejit seringan kapas. Tapi tahu-tahu sudah berada di sebelah belakang gadis itu. Segera $ui Si membalikkan tubuh menghadapi pemuda tersebut sambil tersenyum manis. /anis selaki sampai $an Sian terbeliak terpesona betapa tidak gadis di depannya sungguh sangat cantik. Sekejab pikirannya tiba-tiba teringat dengan ,u &n <an. $anya bedanya gadis di depannya ini nampak lebih dewasa beberapa tahun dan masak dari ,u &n <an. #$ai Sian-te maa= sudah membuatmu terkejut-' #+h....iya...iya tidak apa-apa...Ah syukurlah kalau $ui-cici sudah tidak apaapa...'Sedikit ragu $an Sian memandang rupa orang tapi segera keraguannya lenyap karena tidak di dapatinya sinar kesedihan lagi di wajah yang ayu di depannya ini. #/arilah kau ikut denganku...' Ajaknya dengan mulut masih tersenyum #Apa kau pernah mendengar tentang kolam pedang asmara-' #$emm tidak...kolam apakah itu-' #%olam itu adalah pusaka lembah ini yang tidak di ketahui siapapun selain ayah dan aku. Tapi aku belumpernah memasuki tempattersebut kaarena menurut ayah sangat berbahaya bila di masuki oleh wanita.' #+h kalau berbahaya kenapa $ui-cici berkeras mau memasukinya-' 0adis itu tertunduk sahutnya lirih* #Ayah sudah tiada lagipula sudah lama memang ku ingin melihat tempat itu...dan...' berhenti sejenak kemudian

sahutnya dengan muka merah #...dan lagi ada kau di sini takut apa-' segera dia membalikkan tubuh dan berjalan kedepan mendahului $an Sian yang hanya terbengong saja mendengarnya. Akhirny kakinyapun melangkah mengikuti dari belakang. %ira-kira hampir setengah jam mereka berjalan menuruni lereng terjal bagian belakang lembah pedang tersebut sampai di sebuah guha kecil yang sebenarnya lebih mirip sumur. /ulut sumur itu hanya kecil dan hanya bisa di masuki satu tubuh saja. Tanpa ragu $ui Si memasukki mulut sumur itu diikuti $an Sian. Ternyata hanya mulut sumur itu saja yang kecil sedangkan semakin ke dalam semakin lebar dan bercahaya. <ima menit kemudian tibalah mereka di bagian dalam yang membuat mereka berdua terbeliak kagum. Cuangan itu sangat luas. Di depan mereka ada aliran kolam kecil berair jernih berwarna agak kebiruan dengan ukiran pinggiran kolam yang indah. Di atas kolam tersebut ada patung dua orang pria dan wanita yang sedang bercinta sangat hidup seolah-olah nyata. Tapi yang aneh di tangan kiri patung pria itu memegang sebuah pedang berwarna perak tipis yang ujungnya di tusukkan ke buah pinggang kiri dari patung wanita yang di tindihnya. Dari buah pinggang kiri patung wanita cantik itulah keluar aliran air jernih berwarna kebiruan itu. Sementara keadaan dalam ruangan itu terang oleh gemerlap langit-langit yang ternyata terbuat dari marmer putih yang dapat memantulkan cahaya. $an Sian mengagumi keadaan di dalam ruangan itu. /atanya melirik sekilas pada $ui Si untuk melihat reaksi gadis itu. Tapi dia tertarik karena melihat pandangan $ui Si tertuju pada sebuah ukiran kecil yang indah di bawah kedua patung yang sedang bercinta itu hampir tidak kelihatan* #Bila asmara langit-bumi menyatu Tak Terhindar sumpah dan kutuk 3odoh !edang Asmara dan %itab &lmu !edang &blis Bumi. $anya sekilas $an Sian membacanya tapi tidak mengerti dilihatnya $ui Si juga hanya mengerutkan kening saja. Diapun tidak memperhatikan lagi. /atanya justru tertari kepada salah satu sumur tua di arah kiri. !erlahan dia melangkah mendekati.

Ternyata dari dalam guha itu mengeluarkan asap tipis yang tidak bau. Dan asap ini memenuhi seluruh ruangan tapi hanya sedikit saja. Baik $an Sian maupun $ui Si sma sekali tidak menyadari pengeruh dari asap tersebut yang mempengaruhi na=su mereka perlahan-lahan. $anya saja mereka berdua adalah orang-orang muda yang berhati lurus dan memang belum pernah mengalami hal-hal yang lebih intim maka pengaruh asap itu bekerja sangat lambat. $an Sian membalikkan tubuhnya menghadap $ui Si tapi apa yang dia temukan sungguh sangat mengejutkan. Darahnya berdesir. Betapa tidak- 0adis itu sekarang berdiri membelakanginya nyaris tanpa pakaian. !erlahan namun sangat pasti dia menyaksikan betapa gemulai sepasang tangan gadis itu melepaskan baju pakaian terakhir yang melekat di tubuhnya. Tubuh gadis itu terpampang di depan matanya. Dari belakang dia bisa melihat kulit yang putih mulus dengan tubuh yang ramping padat. Apalagi bentuk paha dan pinggul yang bulat itu. $an Sian tak tahan segera ia memejamkan mata. 7amun bayangan tubuh itu tetap tidak mau hilang dari pikirannya. !erlahan gadis itu melangkah memasuki kolam dan semakin lama tubuhnya semakin tenggelam sampai sebatas leher dan akhirnya kepala dengan rambut yang panjang itupun tidak kelihatan lagi. #$ui-cici-...' $an Sian khawatir ketika membuka mata dan tidak melihat $ui Si. Segera dia memburu ke tepi kolam. Saat dia hendak menjulurkan tangannya menyibak air kolam tiba-tiba sebuah tangan yang putih mulus keluar dari dalam air dan menangkap tangannya. $an Sian tertegun sejenak. #$ui-sisi apakah...-' %alimatnya terpotong ketika kepala pemilik tangan itu tersembul keluar... #Sian-te airnya sangat nikmat menyegarkan...kau...kau temanilah aku.' Tanpa melepaskan tangannya $ui Si keluar perlahan dari air sampai sebatas pinggang. Tubuhnya nampak mengkilat bagaikan pualam. Tidak dapat tidak $an Sian memandangi gadis cantik di depannya ini kali ini berhadapan sehingga dengan jelas dia dapat melihat keindahan tubuh yang langsing padat dengan dua buah dada yang besar dan kencang itu. Sungguh gadis yang telah benar-benar matang. Sesaat kemudian kedua tangan gadis itu entah kapan telah merangkul erat leher pemuda yang baru jaya-jayanya dalam pertumbuhan ini sehingga bibir mereka menyatu. Sampai lama mereka berciuman. 7aluri kelaki-lakiannya mulai

mengerjakan bagiannya yang memang menjadi si=at alami setiap insan di dunia yang berlainan jenis ini. ---lo;elydear--$an Sian dan $ui Si sudah tidak mengetahui lagi sudah berapa lama mereka bergumul da entah sudah berapa kali mereka melakukannya namun sampai kapanpun itu mereka lakukan selalu di akhiri dengan senyum kepuasan yang amat sangat. 7amun #malang tak dapat di tolak' taktala untuk ke sekian kalinya mereka bercinta mereka bakhan $an Sian yang sedang terlena sendiripun tidak menyadari bahwa di ruangan itu sudah bertambah tiga orang yang aneh. #$ehehe...Song-bun /o-Ang inikah pemuda yang kau katakan hebat itu-...kenapa yang ku lihat tidak lebih dari budak na=su saja...' Betapa terkejutnya $an Sian saat menyadari akan hal ini tapi baru saja dia hendak melepaskan pelukannya tiba-tiba dia merasakan pelukan $ui Si mengencang dan memaksanya membalikkan tubuh sehingga posisi $ui Si berada di atas. Saat itulah mukanya menjadi pucat seketika namun terlambat...pukulan maut Song-bun $iat-jiu yang dahsyat sudah bersarang di punggung dan pinggang gadis itu yang hanya mampu mengeluarkan keluhan pendek. Dilain saat tubuh mereka berdua terlempar menabrak sumur di sudut sebelah diri ruangan itu hingga hancur. Cupanya Song-bun /o-ong yang sudah mengetahui kehebatan $an Sian tidak mau berlaku ayal. /engambil kesempatan selagi kedua orang muda itu tidak siap dia sudah melancarkan pukulan dengan seluruh tenaganya. Sayang $ui Si yang terlebih dahulu melihat ini tidak mau membiarkan pukulan itu mengenai $an Sian dan segera bertindak pada detik-detik terakhir. $an Sian tersadar namun akibat pengaruh pukulan keji tersebut dia juga telah mengalami luka yang cukup parah. Balaupun dia tadi sempat mengerahkan tenaga tapi itu tidak berarti banyak. Dia terlalu kelelahan selama beberapa waktu ini. Sambil menahan sakit $an Sian memeluk tubuh $ui Si yang sudah tak bernyawa lagi... #$ui-cici...' /ata $an Sian jadi merah karena marah dan sedih yang bercampur menjadi satu. !erlahan dia meletakkan tubuh $ui Si. Segera dia mengerahkan tenaganya. Tenaganya hanya bisa di keluarkan setengahnya. 7amun dia tetap berusaha. Sampai lama akhirnya dia muntah

darah segar. %enapa- Ternyata dia berusaha untuk mengerahkan %ui-Sian &Sin-%ang tapi tidak bisa dalam sekejap dia coba lagi dengan Bu-Tek ,hit-%iam,iang tapi juga tidak bisa karena tenaganya tidak cukup sehingga membuat lukanya lebih parah. Sebenarnya dia telah coba mengerahkan ilmu ketiganya yang dia pelajari dari kitab-kitab sakti di tebing langit tapi juga tenaganya tetap tidak cukup. Sementara dia termenung Salah satu dari dua orang yang ikut datang mendampingi Song-bun /o-ong mendengus.'Anak muda engau menyerah saja agar tidak perlu membuatku mengotori tangan...' Berkata demikian tangannya berbentuk cakar di pukulkan ke aran $an Sian dengan mengeluarkan suara berdesing...itulah $ek-,oa Tok-Sin-,iang (!ukulan sakti Cacun Elar $itam). Tiada waktu buat $an Sian untuk berpikir panjang. Diapun belum ingin mati. Segera terdengar dengusan tajam dari hidungnya. Tangannya memapaki pukulan lawan dengan ilmu #&nti !etir /urni' dengan sisa-sisa tenaga terakhirnya #D$EAAAACCC' %embali benturan keras terjadi. Arang yang memukul itu terdorong ke belakang : langkah sedangkan $an Sian merasakan tubuhnya terlempar dan melayang sampai lama dan membuat dia tidak sadarkan diri. Tanpa dia sadari tubuhnya melayang masuk ke dalam sumur tua yang entah berapa dalamnya. Sementara itu salah satu dari tiga pendatang tersebut ternyata adalah Tee Sun <ai. Dia tidak memperdulikan keadaan ketiga orang yang sedang bertempur. /atanya tertarik melihat ke arah patung pria dan wanita yang sedang bercinta itu. Dia terpaku memandangi patung itu sampai akhirnya dia mendengar suara gurunya. #Sun <ai ayo kita pergi!' #Suhu ijinkanlah tee-cu tinggal beberapa lama di sini. !ahatan patung ini sangat menarik....' #$ehehe...0uru dan murid sama saja dasar memuakkan...' Arang yang memiliki pukulan $ek-,oa Tok-Sin-,iang itu menyahut. Sebenarnya dia sudah terluka dalam. $anya dia gengsi dan tidak mau menunjukkan kepada rekannya sehingga walaupun kedua patung itu juga menarik perhatiannya tapi yang lebih utama dia pikirkan adalah menyembuhkan lukanya dahulu.

#$ahaha..$ek-,oa Sin-%ai sekarang kau sudah rasakan kehebatan pemuda itu bukan dalam keadaan terluka saja dia masih sanggup menggempurmu : langkah. <ebih baik kau tidak usah mencampuri urusan kami guru dan murid mari kita pergi...' berkat demikian Song-bun /o-ong membalikkan tubuh dan berlalu dari situ. Sementara itu Tee Sun <ai yang masih terpaku pada patung itu seperti tersihir melompat ke atas patung itu. Sekali tangannya bergerak dia telah melemparkan patung pria yang menindih patung wanita itu ke tanah hingga hancur. Ternyata kedua patung itu tidak menyatu seperti kelihatannya. Seperti orang gila Tee Sun <ai memeluk patung wanita cantik tersebut dan menggumulinya. Sampai lama semakin dia menggumuli semakin kuat tenaga saktinya di kerahkan di seluruh tangan sampai akhirnya terdengar suara retak. !atung wanita cantik itu retak dan hancur. Tee Sun <ai tersadar dan segera meloncat turun. /elihat patung itu hancur terbersit juga rasa penyesalan di hatinya. Tapi hatinya tertarik ketika matanya melihat sesuatu bungkusan kain hitam di antara hancuran patung tersebut. Segera dia mengenjotkan tubuh kembli ke atas dan tangannya menyambar bungkusan hitam itu. Dengan hati-hati dia membuka bungkusan itu untuk melihat isinya. $atinya berdebar-debar. Setelah di buka matanya memancarkan sinar kegirangan. &si bungkusan itu adalah sebuah kitab hitam yang sudah usang dan tua sekali. Dia coba membuka-buka halaman kitab itu. Dia tidak mengerti tulisan-tulisan yang tertera di kitab tersebut.tapi betapa senangnya ketika dia menemukan gambar-gambar orang yang bersilat dengan ilmu pedang tingkat tinggi yang amat dahsyat. Dia kemudian tertawa terbahak-bahak seolah anak kecil yang baru mendapat mainan. Segera dia menyembunyikan kitab itu di balik baju dan bangkit berdiri. Dari pecahan patung pria yang di buang tadi dia temukan lagi satu kitab mengenai sejarah dan rahasia membaca tulisan kuno tersebut. Setelah membaca sejenak dia mengetahui ternyata kitab itu adalah warisan &blis !edang yang berjaya kurang lebih 946 tahun lalu. &tu adalah ilmu pedang #Tee-/o-%iam-Sut

PUSAKA PARA DEWA Episode 3

#BEE%%%...' Akhirnya tubuh $an Sian mendarat di tanah. Setelah sekian lama melayang-layang di udara. Sekian lama yang ada hanya keheningan. +ntah berapa lama keheningan ini berlangsung. %etika $an Dian tersadar dia mendapati seluruh tubuhnya tidak bisa di gerakkan sakit dan tulang-tulangnya nyeri. Dia segera sadar bahwa lukalukanya sangat parah. Dia keracunan hebat karena adanya 9 macam hawa pukulan beracun bersarang di tubuhnya. !erlahan dia teringat &lmu ke tiga yang di latih dari kitab-kitab kuno di tebing langit. &lmu muji.at $ui-&m-$ong-Sin-%ang (Tenaga Sakti Burung $ong ApiDingin). !uncak tertinggi dari ilmu tersebut adalah peleburan tenaga sakti ApiDingin. Dimana pada tara= yang tertinggi sanggup menghasilkan tenaga penyembuh muji.at dalam sekejap sehingga pemilik ilmu tersebut sangat susah di taklukkan tapi juga menjadikan ilmu tersebut sebagai ilmu terlarang karena dya penghancurnya yang sangat dahsyat.. Tapi sayang walau dia berusaha sekuat mungkin untuk memahami rahasia ilmu ini tapi tetap masih kesulitan. Saat-saat yang cukup kritis dalam hidupnya ini dia coba mengerahkan ilmu itu dan ternyata berhasil di bangkitkan. Ternyata syarat untuk melatih ilmu ini dia harus terluka parah terlebih dahulu. Dalam keadaan tidak bergerak $an Sian memahami rahasiaa mengerahkan ilmu ini dan menyembuhkan luka-lukanya. Tubuhnya terasa tersiksa sekali. Selama tiga hari-tiga malam $an Sian berada dalam keadaan tidak bergerak ini. Semua ilmu yang pernah di latihnya bergantian di kerahkan dan tenaganya bergerak ke sana kemari menetralisir racun dan menjebol semua penghambatpenghambat di tubuhnya. Akhirnya pada hari ke tiga dia merasakan tubuhnya sudah mulai bereaksi. !erlahan tubuhnya terangkat melayang ke atas setinggi dada. Dia membuka matanya seluruh tubuhnya serasa di penuhi tenaga. Bahkan sinar keemasan memancar dari sekeliling nya. Sungguh luar biasa. Dia dapat merasakan gerakan tenaga yang dahsyat bergerak seolah olah ingin menerobos keluar. Segera dia menyalurkan tenaganya memainkan 5 Tingkat dari &lmu tersebut dengan baik tanpa kesulitan seperti dahulu.

Bahkan ketika dia memainkan %iu-Sian &-Sin-%ang dan Bu-Tek ,hit-%iam-,iang serta ilmu #!ukulan &nti !etir /urni' semuanya dia lakukan tanpa kesulitan sama sekali. Setelah bersilat hampir setengah hari tiba-tiba $an Sian menarik kembali tenaganya dan berhenti bersilat. %eadaan dalam 0uha yang cukup lebar itu nampak-porak poranda hampir tak berbentuk lagi. Tapi bukan itu yang menjadi perhatiannya. /atanya menangkap bayangan peti mati besar dari besi hitam yang berdiri di salah satu sudut guha tersebut. !eti itu telah hancur sebagian terkena terjangan hawa pukulannya. Dengan tertarik dia mendekati peti tersebut kemudian membukanya perlahan. Ternyata di dalamnya dia menemukan sesosok kerangka yang sedang duduk bersila. Di tangannya ada secarik kain yang terbuat dari bahan khusus yang tidak mudah rusak dan di lapisi kulit kambing. Di atasnya ada tulisan yang berbunyi' #!uluhan tahun malang-melintang di dunia kang-ouw &blis !emusnah Tanpa Bayangan si !enantang Dewa akhirnya mati dalam kekosongan. !ewaris yang berjodoh hanya boleh menggunakan ilmu ini untuk membersihkan nama busuk dari sang pemusnah. $an Sian terhar tertegun sesaat demi mengetahui riwayat sang tokoh yang tinggal tulang belulang ini. Segera dia bermaksut mengangkat tulang-tulang tersebut untuk di kuburkan tapi saat dia menyentuhnya kerangka itu kemudian hancur jadi abu. Di tempat di mana kerangka itu berada $an Sian menemukan >8 batu hitam segi delapan. Ternyata di situlah terukir >8 jurus sakti #Seribu Bayangan &blis !emusnah' yang amat dahsyat tapi juga mengerikan. Demikianlah mulai saat itu $an Sian tinggal di dalam guha tersebut sambil melatih semua ilmu-ilmunya. Saat dia teringat mayat $ui Si $an Sian menjadi sangat sedih. Teringat dia betapa gadis yang sangat cantik itu telah menghabiskan waktu berhari-hari menikmati kenikmatan cinta dengannya. Suatu hal yang dia belum pernah rasakan sebelumnya. Sejak saat itu dia memutuskan untuk berkabung selama satu tahun penuh dan dia tidak akan keluar sebelum habis masa berkabungnya. Saat yang sama juga dia gunakan waktu satu tahun tersebut untuk mematangkan semua ilmu-ilmu yang dia miliki. ---lo;elydear--Baktu 9 tahun berlalu dengan cepatnya. Dunia kang ouw gempar dengan munculnya seorang tokoh dunia hitam yang berjuluk 3it-0oat /o-Ang. /omok ketakutan membayang di mata para kaum tua dunia persilatan. /engapa tidak

siapapun sangat mengetahui bahwa tokoh ini adalah salah satu tokoh yang sudah lama menghilang dari dunia kang-ouw. %alaupun benar yang di ceritakan oleh kakek dan nenek mereka maka berarti umur tokoh sesat ini sudah mencapai 966an lebih. Tidak ada yang pernah melihat sepak terjang tokoh ini secara langsung. $anya di ketahui bahwa Tokoh ini bergerak di balik sebuah perkumpulan yang sangat kuat yang di kenal sebagai 3it-0oat-%auw. %eberadaan 3it-0oat-%auw ini sangat hebat. Betapa tidak sedangkan >9 Caja &blis-pun harus mengaku tunduk dan mengabdi pada 3it-0oat-%auw ini. /ereka memiliki pengikut lebih dari 466 orang. Dengan adanya dukungan tokoh-tokoh hitam yang sakti ini 3it-0oat-%auw terus melebarkan sayapnya untuk menguasai dunia kang-ouw. !embantaian terjadi di mana-mana bahkan tak banyak para tokoh aliran putih yang di bantai. Sejauh ini masih tersisa 4 perguruan besar yang masih belum di gempur secara terang-terangan oleh 3it-0oat-%auw ini. !artai-partai yang belum takluk ini yang bahkan sangat gencar mengadakan perlawanan pada 3it-0oat-%auw meskipun tidak secara langsung. /ereka adalah Siauw-<im-!ai Bu-Tong-!ay %un-<un!ay $oa-San-!ay dan Thai-San-!ay. /eskipun tidak secara berterang dan terkesan menutup diri namun ke lima perguruan ini sejak 9 tahun terakhir ini telah berusaha sehebat mungkin mempersiapkan jago-jago unggulan mereka. Bahkan mereka melatih muridmurid mereka dengan berbagai cara untuk peningkatan dalam penguasaan ilmu-ilmu dari pintu perguruan mereka. ---lo;elydear--Sore hari...di belakang puncak pegunungan $oa-San-!ay. Seorang gadis berusia >? tahun sedang berlatih ilmu pedang $oa-San-%iam-Sut melawan 4 orang tosu berpakaian serba putih.. Di hadapannya tampak bersila seorang kakek berambut putih yang sudah ubanan yang berusia sekitar 56 tahun. 0adis yang cantik dan mengiurkan itu bukan lain adalah ,u &n <an. !ertemuan pertamanya dengan $an Sian memberikan berkah yang tidak sedikit padanya. Selama ? hari $an Sian menyatakan rela menebus kesalahannya dengan mengajarkannya &lmu Thian-&n $ui-cu (Terbang /enunggang Awan <angit) dan !ukulan &nti !etir /urni. Saat dia kembali ke $oa-San-!ay kebetulan dia bertemu dengan salah satu sesepuh partainya yang sudah lama mengasingkan diri. "aitu yang lebih di kenal dengan nama $oa-San Siang-3in.

$oa-San Siang-3in ini sebenarnya adalah Toa-susiok (!aman 0uru tertua) dari ciangbunjin $oa-San-!ay yang sekarang. Begitu melihat bakat yang dimiliki oleh ,u &n <an dan karena turut juga merasakan gejolak dunia kang-ouw yang ada maka $oa-san siang-jin berkenan mengambil anak dara ini untuk menjadi murid penutupnya. Sementara ke lima orang yang mengeroyoknya itu adalah kelima orang sute dari !ek-/au Sian-3in yaitu ketua $oa-San-!ay. !ertempuran berlangsung dengan dahsyat. Tubuh kelima orang tosu itu berkelebat memainkan $oa-San-%iam-tin yang ampuh. !edang mereka berkelebat membentuk sinar panjang dan tebal mengurung &n <an. 7amun yang hebatnya &n <an tidak nampak terdesak meskipun nampaknya sangat sulit untuk menang dengan cepat Dia memainkan ilmu pedang ciptaan gurunya yang bernama #!at-liong-kiam-li-hoat'(Tarian !edang Delapan 7aga) sambil mengerahkan Thian-&n $ui-cu. Sementara tangan kirinya dengan tiga jari terbuka selalu memuntahkan ledakan-ledakan dengan ilmu &nti !etir /urni yang sudah di gubah dan di sempurnakan oleh gurunya agar selaras dengan ilmu Sam-,i-,iang (!ukulan Tiga 3ari) dari $oa-san-pay. Setelah lebih dari >46 jurus berlalu akhirnya terdengar suara kakek itu. #,uku....<an-jie cukup...engkau sudah lulus' Terlihat senyuman yang senang dari wajah gadis itu tatkala mendengar seruan gurunya. Bersamaat dengan $oa-san-kiam-tin yang menarik serangan mereka gadis inipun melejit ke atas sambil berpuratan 8 kali dan turun di hadapan suhunya dengan tanpa suara. #Suhu apakah itu berarti bahwa murid sudah boleh turun gunung-' %embali dia bertanya lembut tapi wajahnya harap-harap cemas. Betapa tidak. ,ukup lama dia berlatih keras. Siang malam hampir tanpa henti. /eskipun mulutnya tidak berucap namun hatinya tiada henti selalu merindukan suatu nama #$an Sian' dalam hatinya. Dan sekarang kesempatan yang dia nanti-nantikan untuk turun gunung telah tiba. &tulah sebabnya saat gurunya meminta ke lima suhengnya untuk mengujinya dia berupaya mengerahkan segala kemampuannya dan sekarang dia dinyatakan lulus. Betapa senang hatinya. #Baiklah <an-jie kau boleh turun gunung setelah tiga hari dari sekarang...malam nanti datanglah menghadap untuk menerima petunjuk terakhir' belum lenyap suaranya tubuh orang tua itu sudah berkelebat cepat sekali dan lenyap juga dari tempat itu.

Setelah kelima orang suhengnya kembali. ,u &n <an tinggal sendirian. Segera dia kembali ke pondoknya dan beristirahat. Baru saja dia hendak melangkahkan kakinya =irasatnya mengatakan ada sesuatu yang tidak beres. Segera dia membalikkan tubuhnya. Dan benar saja di hadapannya nampak dua orang kakek yang aneh. /eskipun dia merasa penasaran tapi sebagai seorang yang mengerti tatakrama dia segera menyapa lembut* #Akhh maa=kan karena tidak menduga akan kedatangan ji-wi locianpwe...' #$ehehehehe...$ek-hoat-/o-ong tampaknya gadis ini cocok untuk di jadikan hadiah buat %auw-cu ya kita bagaimana menurutmu-...' %ata kakek yang bermuka codet di mata kiri. #$emmnn...aku sependapat tapi tampaknya ilmunya juga tidak lemah. Apalagi kalau dia murid $oa-san-sian-jin...kau harus berhati-hati...' sahut kakek yang satunya lagi #$ah...hati-hati kau lihat saja...' Sambil berkata demikian kakek itu melangkah maju. #%esinilah dara manis serahkan dirimu baik-baik...' Tangannya membentuk cakar tiba-tiba terulur panjang duakali panjang lengannya. "ang satu mencengkram ke arah lengan kanannya sedang tangan yang lain ke arah dadanya yang menonjol indah. #&iiikhh...dasar kakek cabul tidak tahu malu...' &n <an memekik marah. Di lain saat bergerak mundur dua tindak ke belakang sedang tangannya memukul sambil memapaki serangan lawan. #$aiiit...Dhuukkk.....' %eduanya sama terdorong mundur. $anya bedanya &n <an terdorong 8 langkah sedangkan orang itu hanya > langkah. #+h...-' %akek codet itu kaget setengah mati. 0adis itu mampu menghindar bahkan berani menangkis pukulannya. Tahulah dia bahwa tidak mudah baginya untuk meringkus gadis ini dengan cepat. #Bagus kau berani melawan...tapi itu tidak akan lama.' Belum selesai ucapannya %akek codet itu telah menyerang dengan gencar dengan ilmuilmunya yang aneh yaitu selalu menyerangnya dengan gerakan-gerakan aneh mirip monyet. Tak salah lagi itulah $ek-wan-Tok-hoat (!ukulan beracun <utung $itam). Segera dia memainkan &lmu $oa-san-kun-hoatnya. Tapi baru 4 jurus dia hampir kecundang di bahu kirinya. #$ehehe kalau kau mengandalkan $oa-san-kunhoat itu tak akan brarti banyak anak manis...'

&n <an gusar setengah mati. Segera dia memekik nyaring dan megerahkan Thian-in $ui-cu dan kedua tangannya membentuk totokan tiga jari yang di lambari tenaga inti !etir /urni mencecar lawan dengan sebat. %edua tangannya mengirim serangan enam kali ke arah enam titik kematian di tubuh lawan. 0erakannya cepat dan dalam enam kali serangan itu dia tidak menyentuh tanah sama sekali. #$aiaaaa......galak hebat amat apa ini yang namanya Sam-,i-,iang...tapi kenapa tidak sama-...' %akek codet itu kaget setengah mati. Soal tenaga dia menang tapi soal kecepatan dia kalah jauh. Tapi belum sempat dia memperbaiki posisinya terdengar suara datar... #$uh $ek-Ban-Sin-mo kau terlalu lama...' %akek yang satu segera terjun ke tengah pertarungan dan memukul ke arah kepala &n <an. &n <an kaget dan mengangkat tangan menangkis tapi aneh dia tidak merasakan tenaga apa-apa. Segera dia curiga namun sayangnya kecurigaannya itu terlambat. Segera dia merasakan kepalanya pusing. Dilain saat tubuhnya terkulai lemas dan langsung di sambar oleh $ek-wan-sin-mo. #$ehehe $ek-hoat-/o-ong sepertinya Cacun pelemah semangatmu benar-benar sangat manjur...!ada hari !ertemuan nanti %auw-cu-ya pasti akan puas hahahaha' Dalam waktu singkat kedua tokoh hitam itu sudah berlalu dari tempat itu sambil membawa ,u &n <an..

PUSAKA PARA DEWA Episode 4

Salah satu hutan lebat yang terletak di antara pertemuan sungai-sungai kecil yang mengalirkan airnya ke sungai "ang-ce tampaknya tidaklah sunyi seperti biasanya. $ari menjelang malam ketika nampak bayangan orang-orang berkelebatan di antara pepohonan. 7yata kalau mereka bukan orang-orang biasa atau paling tidak mereka punya sesuatu yang bisa di andalkan sampai berani datang ke tempat itu. !ertemuan rahasia para tokoh-tokoh aliran hitam. Entuk alasan inilah sebenarnya pertemuan rahasia ini di adakan. Endangan yang di sebarkan dari

mulut ke-mulut oleh orang-orangnya 3it-0oat-%auw ternyata menarik minat yang tidak sedikit bagi para tokoh hitam yang merasa mempunyai kemampuan cukup. Agendanya adalah untuk membicarakan strategi menghadapi #!ertemuan Besar Arang-Arang 0agah' dari golongan putih tiga bulan mendatang dan merayakan kembali bangkitnya pemimpin dunia hitam yang sudah lama hilang tersebut. Tampaknya pertemuan ini sangat di rahasiakan sehingga yang hadir tidak begitu bayak. Dan memang semua yang telah hadir saat ini hanyalah para pemimpin tiap-golongan dari setiap daerah kekuasaan mereka. /eski demikian ternyata jumlah mereka tidaklah sedikit hampir mencapan 966an orang. Di antara mereka para anggota 3it-0oat-%auw juga hanya terlihat beberapa orang saja itupun hanya ke >6 orang dari >9 Caja &blis <embah 7eraka yang sakti yang menggetarkan jiwa karena kesaktian mereka yang terhitung tokohtokoh angkatan tua dunia hitam. Ditengah-tengah mereka tampak seorang pemuda tampan pesolek yang memegang sebuah kipas sutra dari baja murni. Tampak di antara mereka juga ada para tokoh angkatan tua lain yang berjuluk ? Siluman <angit : %etua dari : partai sesat dan masih ada empat orang aneh lainnya yang tidak di kenal. Di dalam hutan yang lebat itu ternyata telah di bersihkan dan telah berdiri sebuah panggung yang cukup besar. Ditengah-tengah panggung tersebut nampak 89 kursi yang di atur mengelilingi sebuah meja segi delapan yang berat dan besar. Sementara para pemimpin-pemimpin yang lebih rendah mereka berdiri mengelilingi di sekitar panggung. /enjelang tengah malam saat semua orang sedang menunggu tiba-tiba terdengar suara tertawa yang rada-rada mirip kera. Saat semua orang menoleh ke arah suara tampak dua orang yang aneh keluar dari balik pepohonan. Salah satunya memanggul sebuah karung besar. Siapa lagi kalau bukan $ek-hoat/o-ong dan $ek-wan-sin-mo yang datang sambil memanggul tubuh ,u &n <an. /elihat ini salah seorang yang duduk dekat si pemuda tampan pesolek itu segera menegur kesal* #$emm jika kalian terlambat saja beberapa menit lagi mungkin %auw-cu-ya akan segera memisahkan kepala kalian...' #$ahaha...kami terlambat karena sedang mempersiapkan satu hadiah khusus buat %auw-cu-yaa.' Berkata demikian $ek-hoat-/o-ong meletakkan karung besar itu dan sekali tangannya bergerak robeklah karung tersebut. /ata semua orang yang ada di situ terbeliak kaget tatkala melihat seorang gadis yang cantik sedang terikat bahkan banyak yang kemudian berseru-seru

dengan suara yang bernada kotor yang hanya di sambut dengan gelak tawa dari sana-sini. %auw-cu-yaa yang tadi hanya duduk angkuh dengan mata yang di pejamkan juga membuka matanya dan tertegun melihat kecantikan. Dia banyak mempermainkan dan menikmati tubuhgadis-gadis cantik tapi yang ini lain-dari yang lain. 7amun suasana hatinya jengkel ketika mendengarkan suara-suara kotor di sekitar. Sinar matanya tiba-tiba mencorong dan memandang ke arah kiri. Beberapa detik kemudian berkelebat sebuah bayangan dengan cepat dan di lain saat terdengar jerit kematian 4 orang dengan leher terkuak leber. Semua orang terdiam dan suasana jadi sunyi seketika. Ternyata salah satu dari >9 Caja &blis <embah 7eraka yaitu $ek-Tok-3iauw-Ang telah bergerak mengantar kematian 4 orang tersebut sesaat setelah melihat sinar mata mencorong %auw-cu-yaanya yang di tujukan kepada orang-orang yang berumur pendek tersebut. #$emm.../ulai sekarang aku akan mengambil gadis ini sebagai selirku siapapun yang berani kurang ajar padanya akan bernasib sama dengan ke lima orang tersebut...' !erlahan namun pasti suara yang datar namun terdengar angkuh keluar dari mulut !emuda tampan pesolek itu. Di lain saat ketika karung itu telah terbuka ,u &n <an telah sadar sepenuhnya hanya saja karena tubuhnya tertotok maka dia tidak dapat berbuat apa-apa. Tapi dia menyaksikan semua peristiwa itu. !emuda itu bangkit dan mendekatinya. Di lain saat tubuhnya telah di angkat dalam pondongan pemuda tersebut yang hanya tersenyum-senyum aneh. ,u &n <an merasa tubuhnya panas-dingin ini pengalaman pertamanya. !erasaan ketakutan yang amat sangat dia rasakan tapi apa dayanya saat ini. 7amun itu tidak berlangsung lama dan yang terjadi selanjutnya segera saja membuat dia merasa lega. #Ambil tandu!' Tiba-tiba pemuda itu berkata kalem. #7ona manis sekarang aku ada urusan besar kau sabar saja...setelah selesai kauw-cu-ya mu ini akan segera menikmati tubuhmu yang indah ini...hahaha...' Beberapa saat kemudian : orang berbadan kekar berjubah hitam dengan gambar matahari-bulan di dada muncul sambil membawa tandu. !emuda itu melemparkan tubuh gadis itu yang melayang masuk dalam tandu dengan posisi duduk. #3aga dia seperti kepalamu...!' sahut pemuda itu dengan suara keren. %eempat pengusung tandu itu mengangguk dan sesaat kemudian telah melesat meninggalkan tempat itu menuju ke arah selatan.

Setelah terdiam sejenak pemuda itu kemudian membalikkan badan menghadapi meja tersebut. #<o-/o apa semua sudah siap-...' #/aa= %auw-cu-ya hanya tinggal 4 &blis Bumi yang belum kelihatan bayangan mereka... tapi sepertinya kita tidak bisa menunggu mereka lagi.' Seorang %akek Tua bermata satu menyahut. Agaknya dialah yang di sebut sebagai <o/o (&blis Tua) tersebut. !emuda itu mengangguk. #mulailah' sahutnya dingin. &blis Tua mengangguk kemudian mengedarkan pandangannya ke segala arah. #Saudara sekalian "ang pertama malam ini saya mewakili Tai-%auw-cu dan %auw-cu-ya menyampaikan selamat bertemu. Sebagaimana yang kita sama tahu bahwa sebantar lagi akan segera di adakan #!ertemuan para +nghiong' dari golongan putih. %ita tidak boleh membiarkan hal ini terjadi. %alau mereka tidak bersatu maka akan lebih mudah bagi kita untuk menghabisi mereka' Berhenti sejenak sambil menarik na=as dia melanjutkan* #yang ke-dua Tanggal >4 bulan depan adalah merupakan hari ulang tahun tokoh junjungan kita yang ke >>4 tahun yaitu #"ang termulia dan "ang tersakti Tai-%auw-cu 3it-0oat-/oAng' Beliau menginginkan kita semua di bawah pimpinan %auw-cu-ya boleh berjasa baginya dengan mempersembahkan satu orang satu kepala dari para manusia-manusia sombong golongan putih.' Suasana masih tetap hening Semua orang sedang berpikir. Tiba-tiba salah seorang yang duduk di meja di antara ke-: %etua !artai sesat yaitu $ek-<iong Sin-/o dari $ek-<iong-!ai berdiri dan berkata dengan suara nyaring. #$emmm...kami di undang oleh 3it-0oat /o-Ang untuk datang. Dengan memandang muka beliau kami dari $ek-<iong-!ai segan dan tau diri tapi kalau orang yang kau sebut %auw-cu-ya sehebat apakah dia-...' #Benar %ami dari &m-"ang-%auw tidak pernah menerima perintah siapapun dan tidak akan pernah menghambakan diri seperti ke->9 &blis kalian...kecuali kalau kau bisa menandingi kepalanku....' Dengan suara yang tak kalah lantang &m"ang $ek-mo bangkit dan berseru. #Sombong...' Salah seorang dari ke>9 &blis bangkit dan berseru marah. Diikuti rekan-rekannya yang lain. Seketika itu juga suasana menegang dan tak bersahabat. &m-"ang $ek-mo tersenyum sinis. #$ahaha Siang-Tok Sian-li kita sudah pernah bertempur dan rasanya kalaupun hal itu harus terulang sudah jelas siapa yang akan jadi pemenangnya.

!anas hati Siang-Tok Sian-li bergerak namun baru saja dia hendak bergerak menyerang terdengar suara dingin dari samping. #%u beri kesempatan sekali padamu untuk memukul sekali kalau kau tak dapat merobohkanku maka kau harus menjilat sepatuku...' Ternyata pemuda yang di sebut %auw-cu-ya itu yang berkata. &m-"ang $ek-mo terbeliak dan dongkol atas kejumawaan orang. #Baik sambutlah...' Belum habis perkataannya pukulannya telah menderu tiba di ikuti dua hawa pukulan &m-"ang yang berwarna merah dan putih. #DAAAACC...' #$oek....' &m-"ang $ek-mo memuntahkan darah segar dari mulutnya sedangkan %auw-cu-ya dengan kedua tangan bersilangan di depan dada hanya terdorong 9 langkah kebelakang. Sungguh semua orang kaget terlebih $ek-<iong Sin-/o yang melihat betapa rekannya luka parah. Dalam hati dia bersyukur bahwa bukan dia yang mengalaminya. 7amun demikian tak urung hatinya kebat-kebit juga saat %auwcu-yaa memandang kepadanya dengan sinar mata mencorong tajam. /enyadari gelagat jelek segera dia menekuk lutut dan berseru. #%ami dar $ek<iong-!ay akan mau bergabung dalam satu bendera dengan 3it-0oat-%auw.' /elihat ini pemuda pesolek itu hanya mendengus saja sedangkan matanya kemudian beralih ke arah &m-"ang $ek-mo yang sedang merangkak mendekatinya. "ah dia telah di kalahkan dengan telak. Demikianlah suasana kembali reda setelah berbincang-dan mengatur berbagai strategi sampai hampir pagi maka semua orang itu kemudian bubar untuk memulai gerakan bawah tanah yang akan menimbulkan malapetaka bagi dunia persilatan. ---lo;elydear--Sampai lama para pengusung tandu itu berlari-larian melompati tebing-tebing menyusuri jalan-jalan sempit sampai lama juga ,u &n <an berjuang membebaskan diri dari totokannya. Diam-diam dia bersyukur untung saja pemuda pesolek itu belum mengetahui kalau dia memiliki kepandaian tinggi. 7amun baru saja dia berusaha menjebol totokan terakhir di bagian punggungnya tiba-tiba di rasakannya tandu berhenti. Terdengar suara garang* #Siapa kau berani mati menghalangi orang-orang 3it-0oat-%auw...-' #$uh segala macam kantong sampah seperti itu mau kau unggulkan di depanku...>' Terdengar suara berat dan tajam. Saat tirai tersingkap di tiup angin &n <an bisa melihat wajah penghadang tersebut.

Seorang pemuda tampan. Berusia hampir 86 tahun dengan sebatang pedang dengan gagang berukir indah di punggungnya. !akaiannya serba kuning dengan ikat pinggang merah dan biru. !ara pengusung tandu ini marah melihat kesombongan penghadang ini. Segera mereka menurunkan tandu dan dua di antara mereka bergerak mengurung. Satu dari antara mereka segera menyerang* #Anak muda kalau kau tidak mau minggir maka mampuslah...' pekiknya marah sambil mendorong tangannya dengan pengerahan tenaga dengan maksud menjatuhkan lawan. !emuda itu hanya diam saja sambil terus menatap tanah. Tapi tiba-tiba tatkala pukulan lawan mendarat di tubuhnya justru pukulan orang itu membalik dan mementalkannya. #Aiiiiihhhk....' #Aaaakhh...' $ampir berbareng ke empat pengusung tandu itu berteriak. Di lain saat tubuh tiga lainnya telah meloncat sambil mengibaskan tangan memukul dengan 3it-0oat- Tok-,iang. Ternyata para pengusung tandu ini sudah dilatih 3it-0oat-Tok-ciang tingkat > oleh %auw-cu mereka. 7amun mereka keliru kalau menganggap lawan kali ini adalah mangsa yang empuk. Saat tubuh mereka masih melayang di udara. Tiba-tiba pemuda itu mendesak maju sambil tangannya bergerak sekali. Tampaklah sinar tipis berkelebat dan tanpa mengeluarkan suara atau tanpa mereka menyadari kepala mereka telah terpisah dari badan. !engusung tandu yang satu lagi hanya memandang terbelalak dengan wajah pucat. #Ampun...tai-hiap....ampun' Sahutnya ketakutan dengan tubuh gemetar. !emuda itu menggerakkan tangan kirinya ke arah dada pengusung tandu itu yang segera menjerit pingsan. Tanpa dia ketahui di dadanya telah terukir nama yang tidak dapat di hilangkan* #!angeran !edang &blis'. !erlahan namun pasti pemuda itu melangkahkan kakinya ke arah tandu. Apa yang dia lihat dalam tandu tersebut segera membuatnya tersenyum simpul penuh arti. Tampaknya nama ini merupakan pendatang baru dalam dunia persilatan yang namanya mulai melejit dalam Setengah tahun belakangan ini. Sayangnya dia juga bukanlah seorang yang baik-baik. $akikatnya ,u &n <an itu keluar dari mulut harimau tapi masuk kembali ke mulut naga. PUSAKA PARA DEWA Episode 5

Sudah terlalu lama kita tinggalkan $an Sian yang sedang menempa diri sambil berkabung selama satu tahun. Satu tahun lebih $an Sian tinggal dalam sumur di lembah pedang tersebut. Sambil terus berlatih tanpa kenal lelah. Berbekal semua ilmu-ilmu dewa yang dia telah miliki sebelumnya membuat $an Sian dapat melatih #&lmu Seribu Bayangan &blis !emusnah' dengan sempurna. Sebenarnya ilmu ini sangat ganas sekali dan tak kenal ampun. %alau saja ilmu ini jatuh ke tangan orang jahat pastilah malapetaka bagi dunia persilatan. 7amun dengan kecerdikannya dia dapat membuang pengaruh-pengaruh yang menyesatkan dari ilmu tersebut dan menggabungkannya dengan ilmu-ilmu yang dia sudah miliki sebelumnya. /eski demikian perbawa ilmu itu masih tetap mengerikan dan bahkan lebih dahsyat. Di samping itu dia juga sudah berhasil melatih 9 ilmu gaib yang dia dapatkan bersama dengan ke tiga kitab kuno di Tebing <angit yaitu #Sinar Sakti /ata !edang' yang memiliki tenaga penghancur yang tak tertandingi. &lmu ini dapat di salurkan lewat mata tapi hanya boleh dikerahkan 9 kali dalam 866 hari karena sangat menguras tenaga murni. &lmu ke dua adalah #!at-Sian-Sin-$oat' yaitu &lmu penguasaan tenaga batin tingkat tinggi yang dapat mewujudkan pengembangan ilmu sihir. Setelah setahun lewat. $an Sian keluar dari lembah tersebut. /enghirup udara segar dunia bebas kembali membuat dia senang. Tapi sayang pengaruh peristiwa kematian $ui Si merubah watak aslinya yang tidak suka membunuh menjadi sebaliknya. Sepak terjangnya tidak segan-segan menurunkan tangan maut dan telengas terhadap orang-orang yang di temuinya berbuat jahat. 7ampaknya ini pertanda buruk bagi dunia $ek-to. Disamping itu pengalamannya yang luar biasa dalam lautan cinta bersama $ui Si meninggalkan bekas yang menjadikan pemuda ini nampak sangat romantis dan membuka tangan kepada semua wanita yang dekat dengannya. &ni juga pertanda yang kurang baik bagi dunia asmara. Dari sejak dia keluar lembah $an Sian telah melakukan perjalanan yang cukup jauh bahkan memakan waktu berbulan-bulan sampai akhirnya tibalah dia di sekitar tembok besar. Saat dia memasuki sebuah dusun hatinya tertarik karena telinganya mendengarkan suara tangis meraung-raung beberapa orang penduduk. Segera kakinya berbelok mengarah ke pekarangan salah satu rumah terdekat di mana dia menemukan seorang petani dusun yang sedang merangkul seorang wanita yang tampaknya adalah istrinya yang terus menangis sedih.

#/aa= paman saya pendatang baru di sini bolehkah saya tau apa yang telah.....+hh...-!' $an Sian Terkejut. Belum selesai perkataannya tiba-tiba wanita yang ada dalam rangkulan suaminya itu sudah bangkit berdiri dan berlari menyambutnya sambil mencakar-cakar seperti orang gila... #%au...kau...penculik bayi....kembalikan...kembalikan anakku...' teriaknya #...kembalikan anakku...' Dengan tenang $anSian memegang pergelangan tangan wanita itu dan segera wanita itu menjadi lemas tak bertenaga. #Anak muda jahat kau pastilah penculik bayi kami-...Aku akan mengadu jiwa denganmu...' <aki-laki tersebut begitu melihat istrinya terjatuh lemas tak dapat menahan hatinya lagi langsung menyambar cangkul di sampingnya dan menyerang $an Sian dengan cangkul tersebut. Tapi apalah artinya seorang petani kasar yang kerjanya sehari-hari hanya mencangkul di sawah- Dia tidak tahu kenapa tiba-tiba gagang cangkulnya patah di tengah bagian tengah... #/aa= paman saya adalah seorang pelancong yang kebetulan lewat di sini dan saya tidak bermaksud jahat....mungkin saya bisa membantu paman' !etani itu menatap pemuda di depannya dengan tatapan menyelidiki. #Arang muda kau pergilah dari sini. %alau kau bukan orang yang kami maksud lebih baik pergi dari sini...' Sambil berkata demikian petani itu membalikkan tubuh dan kembali merangkul istrinya tanpa memperdulikan $an Sian. $an Sian penasaran namun dia tidak mau memaksa orang. Sambil menarik na=as panjang dia melangkahkan kakinya keluar dari pekarangan rumah tersebut. Dia melewati beberapa penduduk yang tampaknya juga mengalami masalah yang sama. Tapi anehnya mereka tetap menutup mulut. Saking jengkelnya $an Sian terus melangkah dengan muka masam sampai tibalah dia di pinggir sebuah sungai. Seketika hatinya senang. %akinya melangkah mendekati sungai tersebut. Tapi segera telinganya menangkap bunyi yang tidak beres dan segera menuju asal suaratersebut. 4 orang lelaki kekar dan berewok sedang tertawa-tawa senang di sela-sela jeritan ketakutan suara 9 orang wanita muda yang manis. #3angan...ohh...jangan' seru seorang gadis sambil berusaha melepaskan diri dari pegangan dua orang di kanan-kirinya. Sedangkan ketiga orang pria yang lain sedang bergantian memegang dan menindih gadis yang satunya lagi yang sudah tidak berdaya dan hanya mengeluarkan suara rintihan lirih sambil menggigit bibirnya yang berdarah.

/elihat hal ini seketika $an Sian menampakkan diri. #$uhh sungguh kalian manusia-manusia tak layak hidup dan patut mampus...' %e lima orang itu terkejut dan segera melompat berdiri. #Siapa kau apa urusanmu mencampuri urusan kami-...' bentak salah satu dari mereka. $an Sian tidak memperdulikan mereka. #7ona jawablah pertanyaanku 7ona...apakah kau melayani mereka dengan rela-...' &ni memang pertanyaan namun hakikatnya tidak perlu di tanyakan. Tapi kalaupun itu di tanyakan hanyalah untuk menemukan alasan yang kuat saja untuk bertindak. 0adis itu tertegun sejenak...' Tidak...kami tidak mau...mereka memaksa kami' %elima orang itu merasa diri mereka tidak di tanggapi menjadi semakin marah. !emuda lancang. Segera mereka bermaksud menyerang. Tapi belum sempat mereka bergerak tau-tau terdengar suara mencicit tajam dari tangan $an Sian dan di lain saat ke lima orang tersebut terpental kebelakang dengan dada hancur berlubang tersambar hawa pukulan dari jari-jari tangannya.. #&iihhhh...' 0adis yang masih sadar itu menjerit lirih dan sesaat kemudian dia telah pingsan. $an Sian segera mengangkat ke dua gadis yang malang tersebut menjauh dari tempat itu. Tak lama kemudian setelah di urut-urut kedua gadis tersebut sadar. Tapi gadis yang telah di perkosa tadi sudah tidak sanggup berdiri lagi. $an Sian menatap mereka berdua kemudian bertanya kepada gadis yang satunya lagi. #7ona...kalau bo...' #"an-er panggil saja aku "an-er' potong gadis itu. $al ini membuat $an Sian terdiam sesaat. #Baiklah nona "an kalau boleh ku tau apakah yang terjadi di sini...0adis itu menunduk dengan sedih. #Sambil terisak dia menjawab lirih &n-kong entah malapetaka apa yang menimpa kami. Sudah hampir se bulan ini semua bayi-bayi di bawah satu tahun hilang di culik orang dan kami tidak tau siapa yang melakukan hal ini...' setelah dia berhenti sejenak #apalagi gerombolan para perampok yang mengetahui keadaan kami ini uga meman=aatkan situasi ini untuk mengambil keuntungan...' #$emm...Apakah ada kecurigaan siapa dalang semua ini-'

/endengar pertanyaan ini wajah gadis itu seketika berubah. Dia melirik kesana-kemari dengan ketakutan. #3angan khawatir nona Aku akan menjamin keselamatanmu...' #Ba...baiklah in-kong aku tidak takut lagipula hidup kami kau yang selamatkan.' Sejenak dia menarik na=as panjang #Dusun ini juga beberapa dusun lainnya yang berdekatan berada di sekitar lembah Cawa $ijau. Dahulu tempat itu tidak berpenghuni tapi sekarang sudah ada. 7amun kami tidak tau apa hubungannya yang lebih jelas.' ---lo;elydear--$ari menjelang malam di pinggir sebuah rawa lumpur yang luas di dekat tembok besar. Suasana di pinggir rawa itu sepi-sepi saja. 7amun bagi $an Sian yang memang mempunyai maksud untuk datang ke tempat tersebut. Segera meningkatkan kewaspadaannya. Sekali mengenjotkan tubuhnya dia mengerahkan Thian-&n $ui-cu (/enunggang Awan <angit). Tubuhnya melayang di atas pepohonan mendekati bagian terdalam dari lembah Cawa $ijau. Tidak ada halangan. Tampaknya para penghuninya kalaupun ada sangat terlalu percaya diri. Dalam sekejab $an Sian sudah melihat sekumpulan orang yang sedang berkumpul di tengah lembah tersebut. 3umlah mereka ada 8 orang laki-laki tua. Anehnya ketiga orang ini tampak berjungkir balik dengan kepala di bawah. Sementara tangan mereka memegang tengkorak-tengkorak kepala bayi. Saat mereka mulai mengerahkan tenaga yang berhawa panas kepala-kepala bayi tersebut mengeluarkan asap dan perlahan-lahan mulai menyusut. Asap-asap tersebut tidak lari kemana-mana tapi masuk ke dalam mulut mereka. Sampai berapa lama mereka berlatih dan akhirnya ketiganya kembali berjumplitan ke udara dengan sebat. Dilain saat mereka telah saling menyerang dengan pukulan-pukulan dahsyat yang berhawa keji. &tulah $ui-%ut-Tok-&m,iang (!ukulan Cacun Dingin Tulang Api). Sementara ketiga orang ini terus berlatih dengan hebat tiba-tiba terdengar suara mendengus. #$uh ternyata kalian penyebab malapetaka bagi para penduduk di sekitar sini...-!' %etiga orang itu segera menghentikan serangan mereka dan memandang penuh selidik

#Siapa kau...-' #$eh siapapun aku adanya kalian tidak perlu tahu. Aku hanya datang untuk menghentikan perbuatan-perbuatan kalian yang jahat dan membawa kepala kalian kepada para penduduk di sekitar yang telah kalian rugikan.' #$oaahahahahah...' ketiga orang itu tertawa salah satunya yang tertua berkata* #%au bocah ingusan yang tidak tahu tingginya langit berani mencari mati di sini...tahukah kau siapa kami-...' $an Sian diam saja sambil terus menatap tajam ke arah mereka. #Dengarlah orang muda kami adalah Tee-Tok-Sam-%wi kami adalah salah satu dari 4 &blis Bumi yang sakti#. Arang yang termuda yang meneruskan penjelasan kakaknya dengan suara angkuh sambil berharap pemuda di depannya ini akan kedar dan ciut nyalinya. Tapi kembali dia kecelik. "ah keistimewaan dari tiga orang ini memang terletak dari keberadaan mereka yang selalu bersama-sama. /eskipun demikian dalam urutan 4 &blis mereka tetap di hitung satu dan menempati urutan ke empat dalam susunan para iblis tersebut. 7amun untuk berharap $an Sian akan takut maka masih jauh dari kata mungkin karena pada dasarnya $an Sian memang belum pernah mendengar nama mereka. #'Aku tidak tahu dengan nama &blis kalian. Aku hanya ingin membawa kepala kalian saja.' #+h sombongnya anak ini...-!' Berkata demikian Arang ke dua di antar mereka segera menyerang $an Sian yang segera di elakkan pemuda itu dengan mengengoskan tubuh ke samping sambil memapaki pukulan lawan dengan kedua jari yang di luruskan. Dari tangannya keluar berkas pedang yang terbuat dari asap berwarna merah. &tulah salah satu jurus dari Bu-Tek ,hit-%iam-,iang yaitu Ang-&n-%iam-cu (3alur !edang Awan /erah). #Aiaaaaaa.....' Arang kedua dari ketiga iblis tersebut menjerit dan segera melontarkan tubuhnya ke belakang. Tak di sangkanya ilmu lawan sedemikian dahsyat. Entung dia cepat menarik tangannya. %alau tidak pastilah sudah menjadi korban hawa pukulan tajam yang sangat kuat tadi. #Serang sama-sama' Segera terdengar suara komando dari yang tertua. /aka mulailah mereka mengurung $an Sian dan menyerangnya dengan pukulan andalan mereka yaitu $ui-%ut-Tok-&m-,iang. /alam yang dingin itu terjadi pertempuran yang dahsyat. Tigapuluh jurus telah berlalu namun sejauh itu belum juga ketiga &blis itu dapat mendesak $an Sian.

Bahkan justru pemuda itu yang terus mendesak mereka dengan jurus-jurus jari pedangnya yang aneh. <ewat lima jurus kemudian tiba-tiba $an Sian merobah permainannya. Tangan kirinya tetap memainkan jurus Ang-&n-%iam-,u sedangkan tangan kanannya bersilat dengan jurus ke dua yaitu $oa-jian-%iam-,u (3alur !edang Seribu Bunga). Dari jarinya keluar hawa pedang tanpa ujud yang mengeluarkan bau harum bunga tapi sangat dahsyat. /enghadapi serangan-serangan tersebut. %etiga orang ini tak sanggup berbuat banyak. $ingga akhirnya merekapun jatuh terpukul. $an Sian tidak berhenti sampai di situ saja. Sekali dia menggerakkan Thian-&n $ui-cu tubuhnya tiba-tiba lenyap dari pandangan lawan dan di lain saat terdengar jeritan orang pertama-dan ke dua yang meregang putus nyama mereka dengan kepala terpisah dari badan. !erlahan dia turun ke tanah sambil matanya memandang tajam ke arah orang ke tiga. Arang yang di tatapnya itu nampak pucat pasi akhirnya tanpa dapat di cegah lagi dia terjatuh dengan lutut gemetar ketakutan tanpa dapat bersuara. #$emmn aku beri kau kesempatan untuk menebus dosamu bawa kepala ini dengan kedua tanganmu dan akui semua perbuatan terkutuk kalian kau hanya boleh mengerahkan tenaga agar tidak mati dari penganiayaan mereka...&ngat! bilamana aku melihat kau melawan...maka tanganku akan menjadi tangan iblis yang akan membuat matimu matimu lebih mengerikan dari kedua saudaramu mengerti...-' &blis ke tiga itu hanya mengangguk saja dan melakukan apa yang di perintahkan !emuda sakti di hadapannya ini. Akhirnya menjelang pagi Arang ke tiga dari Tee-Tok-Sam-%wi yang sangat terkenal sakti ini berjalan lesu menuju ke arah perkampungan dan mengakui perbuatannya dan saudara-saudaranya. !ara penduduk desa yang menginterogasinya kemudian mendengar pengakuannya dan ceritanya bahwa dia serta kedua saudaranya di kalahkan oleh seorang yang bertangan &blis. !ara penduduk kemudian melampiaskan dendam mereka. Dengan tenaganya yang sisa setengah dia melindungi tubuh bagian dalamnya agar tidak mati. Tapi setiap kali dia mau melawan matanya menangkap kilatan sinar mata yang mengancam dari jauh yang membuat hatinya keder dan takut untuk melawan.

Sementara itu $an Sian nampak puas dengan dengan pekerjaannya. Sambil menikmati udara pagi. Dia merebahkan dirinya di bawah sebuah pohon yang rindang. 7amun beberapa saat kemudian dia menangkap suara langkahlangkah kecil mendekat. Dia membuka matanya saat langkah-langkah kaki itu tiba di depannya. Tampak gadis cantik yang di tolongnya dari lima orang di pinggir sungai itu di hadapannya. 0adis itu paling banyak berusia >? tahun dan nampak segar. Balaupun hanya gadis biasa namun kecantikan alamiahnya memang cukup menawan dengan lekuk tubuh yang padat berisi. #/aa= &n-%ong saya tahu bahwa budi pertolongan &n-%ong yang membalaskan sakit hati desa kami sangat besar. Dan saya tahu bahwa orang yang sakti seperti &n-%ong pasti juga tidak mengharapkan balasan apa-apa tapi...' 0adis itu terdiam sejenak dengan wajah ragu-ragu dan muka merah... #7ona "an katakanlah aku tidak akan marah...' #Be..benarkah &n-%ong tidak akan marah...-' tandasnya masih ragu-ragu. #&ya aku tidak akan marah.' Sahut $an Sian lembut. Dia tidak habis pikir mengapa gadis ini menjadi seperti ini. #/mm...kalau saya melakukan sesuatu apakah &n-%ong tetap tidak akan marah...-' tanyanya lagi dan kali ini dengan wajah yang lebih memerah.. $an Sian jadi geli hatinya. Segera dia memejamkan matanya menaruh tangan kirinya di belakang sementara tangan kanannya di angkat sejajar bahu dengan dua jari teracung keatas berbentuk F. #Benar nona "an aku bersumpah bahwa aku sama sekali tidak akan......hmmmmpps..' Tiba-tiba $an Sian tidak dapat melanjutkan katakatanya. /atanya terbelalak. Betapa tidak- Bibir gadis itu sudah menempel dan menyumbat mulutnya. Sesaat dia terkejut tapi naluri kelaki-lakiannya berbicara lain. Apalagi dia sudah tidak asing lagi dengan hal tersebut. Atomatis tubuhnya bereaksi memberikan sambutan terhadap tubuh gadis yang nampak pasrah itu. Tangan $an Sian bekerja dengan cepat sehingga dalam sekejap saja tidak satupun pakaian gadis itu yang masih menempel di badan. /aka terjadilah pergumulan yang hangat dari kedua insan yang menikmati nikmatnya permainan cinta. Apalagi tatkala $an Sian /ulai menggerak-gerakkan pinggangnya menekan sesuatu yang keras keluar-masuk dengan kuatnya yang di sambut dengan rintihan-rintihan serta erengan lirih dan nikmat dari "an-+r sampai akhirnya*

GAakkkhhhh....oohhhhh...G 0adis itu terkulai lemas tak kuasa menahan lagi ketika pada puncaknya dia merasakan kenikmatan yang amat...amat sangat...ini terus di ulang oleh $an Sian dan berlangsung selama 9-8 kali. Baktu berlalu dengan cepat. $ari menjelang sore ketika $an Sian berdiri di pinggir sungai dengan berpakaian lengkap. Di belakangnya gadis itu baru saja habis membetulkan pakaiannya. #&n-%ong sekarang apa rencanamu-' $an Sian berbalik dan menghadap pada gadis itu sambil memandang dengan penuh selidik #7ona "an apakah nona menyesal dengan semua yang telah terjadi-' #Akhh tidak...bisa menyenangkan orang yang telah menjadi penolongku justru sangat menyenangkan hatiku...hanya... sebelum berpisah bolehkah aku mengetahui nama &n-%ong- /enyelesaikan kalimatnya "an-+r mengangkat wajahnya dan memandang dengan tersipu. $an Sian membalas senyuman itu sambil mencubit dagu gadis itu. Dilain saat Tubuhnya sudah melayang menyeberangi sungai itu sampai ke seberang dan lenyap dengan cepat. #Tuan...-' "an-er berteriak sambil menatap hampa bayangan pemuda itu. Tapi tiba-tiba terdengar suara yang menggema di telinganya. #7amaku $an Sian Tee-Tok-Sam-%wi menyebutku Tangan iblis maka biarlah mulai sekarang aku pakai nama itu...' perlahan suara itu lenyap. "an-er tertegun dengan lirih mulutnya mengulangi nama yang baru saja sirna dari telinganya* #Tangan &blis...ya...ya...!endekar Asmara Tangan &blis.....!endekar Asmara Tangan &blis...' +ntah bagaimana caranya beberapa bulan kemudian dunia kang-ouw telah mengenal nama julukan ini sebagai salah satu dari beberapa pendatang muda yang sakti di dunia kang-ouw. PUSAKA PARA DEWA Episode 6

Beberapa bulan kemudian seiring dengan melejitnya nama !endekar Asmara Tangan &blis yang sakti nama yang lain juga mengikuti dengan tidak kalah

tenarnya* #!angeran !edang &blis' yang memiliki kedahsyatan ilmu pedang yang tidak ada tandingan. %edua nama ini masih dalam bayangan misterius dari dunia persilatan. Tidak jelas berada di pihak mana mereka. "ang jelas kaum kang-ouw sama tau bahwa kedua orang ini tidak se jalan dengan 3it-0oat /o-ong yang mereka takuti. $an Sian berjalan memasuki kota ,heng-Du di propinsi Se-,huan. <angkahnya santai sambil menikmati pemandangan alam yang indah dia kemudian memasuki sebuah rumah makan yang cukup besar dan mengambil tempat duduk di bagian sudut kiri ruangan. 7ampak hanya ada enam orang di situ termasuk dirinya sendiri tapi mereka tidak memperhatikannya. Dari sudut itu dia dapat melihat ke seluruh ruangan bahkan sampai ke-luar. Seorang pelayan mendekatinya* #Tuan mau makan apa-' #$emm berikan saja nasi sayur asam dan 9 potong ayam goreng.' $an Sian membalas tersenyum sambil tangannya menyerahkan potongan kecil uang perak. #Baik tuan silahkan menunggu...' %ata pelayan tersebut kemudian berlalu dari situ. Tak lama kemudian pesanan di antar dan $an Sian makan dengan lahapnya Beberapa saat kemudian nampak bayangan 9 orang memasuki rumah makan itu. Tampaknya mereka adalah dua orang muda-mudi yang baru saja habis melakukan perjalanan jauh. Dari wajah mereka nampak kusut. Sang wanita berusia sekitar >? tahun dan memiliki wajah yang amat cantik serta tubuh yang indah dan menggairahkan dengan baju warna merah muda yang nampak serasi sekali dengan kulitnya yang putih mulus. Sementara yang pria berusia 9> tahun dan juga tak kalah gagahnya. $an Sian mengamati sejenak kedua orang yang menyapu ruangan tersebut dengan pandangan mata menyelidik. %etika sinar matanya berbenturan dengannya tahulah dia bahwa kedua muda-mudi ini bukanlah orang lemah paling tidak mereka memiliki tenaga setara para pendekar-pendekar tingkat satu. namun dia tidak melihat lebih lanjut. %edua orang itu mengambil tempat tepat 9 meja di sampingnya dan kebetulan pula sang wanita duduk menghadap ke arahnya. %embali dua mata mereka bertemu. %ali ini sinar kekaguman terpancar dari mata $an Sian sementara wanita itu hanya tersipu sambil kemudian menunduk-kan mukanya. Setelah memesan makanan pada pelayan yang menyambut mereka sang gadis berkata dengan suara merdu dan setengah berbisik*

#%im-Toako berapa lama lagikah perjalanan kita- Apakah mungkin kita menemukan susiok Ei-&-<iong-3in (kakek 7aga 3ubah %uning) yang kita tidak tahu dimana keberadaannya- ' #<ian-moi kau tenanglah...jika mengandalkan in=ormasi suhu sebelum beliau mengembuskan na=as terakhir maka pasti kita akan menemukannya lagi di sekitar propensi Se-,huan ini! %ita harus menemukannya <ian-moi hanya dia yang dapat menyelamatkan %im-<iong-!ay dari malapetaka dan cengkraman iblis itu' !emuda yang di panggil %im-Toako itupun membalas dengan suara perlahan. 7amun semuanya itu tdk lepas dari telinga $an Sian yang tajam. Sebenarnya tidak ada maksudnya mendengarkan pembicaraan orang tapi dasar telinganya yang terlalu tajam dia tidak dapat berbuat apa-apa selain menguping semuanya. $atinya tertarik sekali. Siapa yang di maksud 1&blis2 tersebut- Tapi walaupun dia menunggu sampai penasaran kedua orang tersebut hanya diam saja sampai habis makan. Tak lama kemudian selesailah kedua orang itu makan. Selang sejenak merekapun lalu berdiri dan melangkah menuju pintu keluar. Sampai di luar mereka berjalan cepat mengarah ke pintu gerbang selatan. Setelah melawati penjagaan kedua orang muda itu mengembangkan gin-kang mereka dan berlari cepat mengarah ke sebuah hutan yang jaraknya sekitar >6 li dari pinggir kota. 7amun ketika mereka hampir tiba di pinggir hutan lari mereka terhenti. Di hadapan mereka telah menghadang 4 orang laki-laki berusia sekitar :6-46an tahun. Berpakaian putih dan memakai ikat kepala berwarna putih dengan ukiran naga kuning. Di pinggang mereka tampak menggantung sebatang pedang panjang. #%alian sudah cukup jauh berjalan karena itu kalian tidak akan kemana-mana lagi...' Salah seorang yang tampaknya adalah pemimpin mereka menegur dengan suara datar. #3unjungan menginginkan kalian pulang untuk menerima hukuman...' Sejenak kedua orang muda ini tertegun sejenak tapi mereka juga tidak kaget terhadap kehadiran 4 orang ini. $anya yang membuat mereka tidak habis pikir ialah perkataan 1junjungan2 yang baru saja mereka dengarkan. #$ok-Tancu apa maksudmu...-' /enegas suara pemuda bernama itu. #$em...%im Tin <ee kau tahu maksud kami mulai sekarang %im-<iong-!ay akan menjadi lebih kuat dengan adanya junjungan kita yang sakti itu...apakah

kau mengerti- Arang yang di panggil $ok-tancu membalas tetap dengan suara datar. #Bangsat...jadi inikah hasil kesetiaan kalian selama ini terhadap suhu yang sudah menolong dan mengangkat kalian dari kesengsaraan...Baik hari ini aku %im Tin <ee akan adu jiwa untuk membasmi kalian...' Berkata demikian dengan wajah yang penuh amarah dia mencabut pedangnya dan langsung menerjang ke arah $ok-tancu dengan dahsyat. Di lain saat dia telah memainkan %im<iong-%iam-Sut. $ok-tancu melentingkan tubuh ke belakang sambil mencabut pedangnya dan bersiap dalam posisi menunggu dalam kuda-kuda yang kokoh. Di lain saat mereka telah bergebrak dengan hebat. Ternyata keduanya memiliki dasar ilmu yang sama. Sementara itu sang gadis yang melihat rekannya sudah bergebrak segera pula mencabut pedangnya dan menyerang penghadang yang lain tak kalah sebetnya. Setelah dua puluh jurus tampak $ok-Tancu mulai terdesak hebat. %etiga rekan lain yang masih menonton dari tadi saling pandang dan di lain saat mereka telah bergerak membantu. Satu membantu $ok-Tancu sedang yang dua membantu mengerubut si gadis tersebut. Tampak bahwa memang mereka mau segera menangkap si gadis hidup-hidup. $al ini bukannya tidak di sadari juga oleh %im Tin <ee hanya saja dia tidak dapat berbuat apa-apa untuk menyelamatkan dirinya. Apa lagi saat dia melihat si gadis yang beberapa kali mengeluarkan suara menjerit kecil ketika bajunya mulai robek sana-sini sehingga mengganggu perhatiannya sehingga permainan pedangnya menjadi kacau. Dengan nekat akhirnya %im Tin <ee memekik nyaring tubuhnya melesat ke atas setinggi tiga tombak pedangnya di gerakkan dengan ? kali serangan beruntun yang mematikan di tubuh lawan. Serangan ini ganas namun hakikatnya ia tidak memperdulikan nyawa lagi karena jurus ini menyerang tanpa bertahan. &nilah jurus Sin-liong-chit-kiam (Tujuh pedang naga sakti) yang ampuh. $ok-Tancu dan rekannya yang terkejut melihat ini mereka tahu lawan mau adu jiwa. Akan tetapi mereka mengenal jurus itu dan tau kedahsyatannya maka segera mereka melompat jauh ke belakang sambil bersiap untuk membalas dengan jurus andalan. 7amun mereka segera kehilangan lawannya karena waktu yang sempit itu tidak di sia-siakan oleh Tin <ee. #<ian Dmoi kau larilah...jangan membantah...nanti kau balaskan sakit hati ini...' /ati-matian Tin <ee mengempos segenap tenaga menyerang ketiga pengeroyok yang mengeroyok gadis itu.

Bajah gadis itu pucat dia memandang dengan penuh rasa terima kasih...namun dia juga sadar bahwa mereka tidak akan bertahan jika terus melawan. Segera diapun memutar pedangnya. Setelah ada peluang sedikit sambil menahan sakit akibat beberapa luka di tubuhnya dia meloncat dan berlari masuk ke dalam hutan. #Toako...hati-hati...' $ok-Tancu marah melihat hal ini segera dia bermaksud mengejar tapi niatnya urung karena di hadapannya tahu-tahu berde.ing empat peluru besi yang mengarah ke jalan darah mematikan di tubuh mereka berdua. &tulah peluru naga yang menjadi andalan %im-liong-pay yang di sambitkan Tin <ee. Tangannya bergerak cepat memapaki peluru tersebut dengan pedangnya. #TCAAA700... TAA%%..' peluru-peluru itu runtuh ke tanah tapi $ok-Tancu dan rekannya terkejut. /ereka merasakan suatu tenaga yang amat kuat yang membentur pedang mereka sehingga mematahkan pedang. /ereka tidak habis pikir kalau berdsarkan tenaga yang di miliki Tin <ee mustahil mematahkan pedang mereka. Sejenak dia menoleh ke kanan-kiri namun tetap tidak menemukan apa-apa. #Bekuk dia...' perintah $ok-Tancu dengan marah walau masih dengan hati waswas. %e empat orang itu segera mengeroyok Tin <ee sedang $ok-Tancu berlari mengejar ke arah sang gadis ke dalam hutan. Sampi lama $ok-Tancu mengejar ke dalam hutan tapi dia heran kemana menghilangnya gadis itu. Sementara dia celingukan kesana-kemari tiba-tiba di lihatnya bekas pukulan telapak tangan yang melesak masuk sedalam 8 inchi pada sebuah batu besar di sampingnya. 3elas sekali tanda yang melakukannya adalah orang yang bertenaga dalam tinggi sekali. Sementara di samping cap tangan ini ada tulisan pendek #3angan ganggu gadis itu atau kalian mati!...Tangan &blis' Tak berapa lama kemudian ke empat rekannya sudah mengikutinya. Cupanya mereka telah berhasil membekuk %im Tin <ee. #Bagaimana...-' Tanya mereka pada $ok-Tancu... $ok-tancu hanya memandangi mereka dengan tatapan penasaran sambil menunjuk cap tangan di batu tersebut yang di sambut dengan reaksi terkejut oleh rekan-rekannya. 7amun mereka tidak berani gegabah. Sementara mereka termanggu tidak tahu harus berbuat apa tiba-tiba... #3DAAAAAACCCCC.....' Debu mengepul ke atas dan batu yang terdapat cap tangan tersebut hancur berantakan. Di lain saat di hadapan mereka telah berdiri

seorang laki-laki tinggi kurus berjubah merah yang menatap mereka dengan sinar mata yang tajam. /elihat orang ini serentak kelima orang itu hendak menjatuhkan diri bertelut tapi segara terdengar suara dingin menyeramkan # Dimana mereka...-' Segera $ok-Tancu menunjuk ke kiri dan di lain saat laki-laki itu melesat lenyap dengan cepat. ---lo;elydear--Apakah yang telah terjadi- /udah di duga bahwa gadis yang telah terluka itu bertemu dengan $an Sian. Sebenarnya sudah lama $an Sian menguntit mereka karena tertarik oleh pembicaraan mereka. Dia juga yang membantu gadis itu dengan sambitan dua pasir kecil yang mematahkan pedang $ok-Tancu dan rekannya. $an Sian menatap gadis tersebut dengan kagum. 0adis ini memang cantik jelita tak kalah cantiknya dengan ,u &n <an yang ada dalam ingatannya. #7ona sebenarnya apakah yang terjadi-...mengapa engkau sampai bentrok dengan orang-orang %im-<iong-!ay tersebut-...' 0adis itu mengangkat wajahnya yang cantik sambil menatap pemuda di depannya ini. Dia belum sempat menanyakan siapa pemuda ini dan ada apa dia mau menolong. Saat dia sedang berlari cepat tiba-tiba dia di kujutkan oleh suara perlahan di telinganya #7ona perlahan..engkau tak perlu lari...aku sudah menghalangilangkah mereka...' Segera dia membalikkan tubuh dan dia terkejut karena di hadapannya telah berdiri seorang pemuda berpakaian sederhana sambil tersenyum. Sebelum dia berbuat apa-apa pemuda itu mendekati sebuah batu besar dan menekankan telapak tangannya yang melesak 9 inchi lebih. Tahulah dia bahwa pemuda ini berilmu tinggi. Dengan penuh keraguan dia hanya menatap saja. $an San mengerti #maa= kau mungkin bertanya kenapa aku membantumu bukan-' 0adis itu mengangguk perlahan. segera $an Sian melanjutkan #Sebenarnya aku tertarik mendengar pembicaraan kalian saat kau menyebut nama #Ei-&<iong-jin karena aku mengenal beliau dengan baik...' /ata 0adis itu berbinar. /ulai timbul rasa kepercayaannya pada pemuda ini namun begitu hanya sinar matanya yang menunjukkan perasaan berterima kasih ini. baru saja dia hendak mengatakan sesuatu tiba-tiba di lihatnya tangan pemuda itu di taruh di bibir dan memberi isyarat padanya untuk berdiam.

#$ehehee...ehh.... hebat kau anak muda bisa mengetahui keberadaanku...' Terdengar suara yang de sertai pengerahan tenaga dalam tinggi yang sempurna menggema memekakkan telinga. Dalam sekejab muncullah seorang laki-laki tinggi kurus yang berjubah merah. Emurnya sekitar 46-an tahun. Bajahnya masih kelihatan gagah namun yang aneh adalah mata kanannya yang cacat sehingga hanya kelihatan putihnya saja. Suaranya dingin dan kaku #Arang muda kau berperkara dengan kami apa kau pikir bisa kabur seenaknya saja dari tangan kami-...' Dengan tenang $an Sian menatap orang itu. #/aa= lo-cianpwe aku tak mengerti maksud anda apa perbuatanku melindungi nona ini yang kau anggap berperkara dengan golongan kalian-' #$uh gadis itu adalah buruan ketua kami...kau harus menyerahkan padaku untuk di bawa kalau tidak...' #$emnn kalau tidak apa...' balas $an Sian. /atanya sudah mulai bersinar tajam penuh kemarahan. Dia adalah jenis orang yang paling tidak suka di ancam dan orang ini sepertinya belum sadar kalau jawabannya nanti akan menentukan akhir hidupnya. #%alau tidak maka kau pasti mati...' #Baik ku beri kesempatan kau menyerang tiga jurus dan kalau kau tidak berhasil kepalamu akan ku ratakan dengan jalan...' Suara $an Sian mulai terdengar dingin sinar matanya berkilat. #Sombong...kau belum tahu siapa aku...' berkata demikian orang itu berjalan perlahan ke depan sambil tangannya mendorong dada $an Sian. Tampaknya dia masih memandang enteng. #Duukkk...+hh..-' <aki-laki itu terkejut bukan kepalang. Dorongannya adalah pukulan dengan pengerahan enam bagian bagian tenaganya tapi pemuda itu tidak bergeming sedikitpun. #Dua kali lagi...harap pergunakan sebaik-baiknya...' Dia mendengus marah dan sekejap kemudian tangannya sampai ke siku telah berubah kepucat-pucatan dan berbau harum itulah ilmu #!ek-Siang-tok-ciang' atau !ukulan Cacun Bangi !utih. #Casakan kehebatan Tok-ciang Sin-mo...' Sekali membentak tubuhnya meluncur ke depan sambil memukul dengan hawa pukulan di sertai pengerahan tenaga delapan bagian. 7amun $an Sian hanya diam saja. Cupanya dia tahu bahwa ini hanya pancingan saja. Dan benar dilain saat tubuh Tok-ciang Sin-mo telah berada di belakangnya dengan memukul sekuatnya.

#Awass!!!......B$EEE%%' Seruan khawatir dari gadis itu terdengar bersamaan dengan pukulan yang dahsyat mengenai punggung pemuda itu. 7amun yang terjadi sungguh di luar dugaan. !emuda itu tetap terdiam tak bergeming justru lawannya yang tergentak lima langkah ke belakang. #+h...orang muda siapakah kau-' Tok-ciang sin-mo kaget sekali. Dia adalah tokoh besar yang sudah puluhan tahun malang-melintang di dunia kang-ouw hampir tanpa tandingan. Tapi kali ini delapan bagian tenaganya tidak dapat menggoyahkan seorang pemuda bau kencur di hadapannya. Diapun bukan orang bodoh. Tahu berhadapan dengan orang pandai segera dia mengerahkan tenaga sepenuhnya dan memainkan ilmu tok-ciangnya. /elihat orang mulai serius $an Sian segera mengerahkan tenaga %ui-Sian &Sin-%angnya sampai ke tahap awan yang membuat semua pukulan lawan seperti menembus tubuhnya tanpa penghalang. Tok-ciang sin-mo terkejut setengah mati. !ukulannya seperti tembus. Seolaholah dia hanya memukul memukul bayangan. <ewat tiga jurus dia melihat tangan pemuda itu bergerak aneh dan sangat cepat tahu-tahu dia rasakan seluruh tenaganya amblas dan di lain saat di sudah jatuh terduduk di tanah tanpa tenaga sama sekali dengan kedua sambungan pundak dan sambungan kaki hancur. #!end...pendekar Asmara...Tangan &blis....aakhh...' keluhnya dengan suara tertahan dan na=as putus-putus. Sesaat kemudian tubuhnya mengejang kaku dengan na=as putus. 0adis yang dari tadi menyakskan pertarungan tersebut hanya termangu saja. %ejadian yang baru sja dia lihat sungguh sangt aneh. Dia tahu orang berpakaian merah itu adalah seorang yang sangat sakti salah satu dari 9 tangan kanan #iblis' yang sedang menguasai perguruannya. #7ona...- apa kau baik-baik saja....-' $an Sian bertanya perlahan saat melihat gadis itu hanya termenung. PUSAKA PARA DEWA Episode 7

0adis itu tersentak dari lamunannya. Sejenak dia menatap $an Sian dengan tajam. Sesaat kemudian dia tersenyum dan berdiri.

#Benarkah yang di katakan &blis itu tentang mu- Bahwa...bahwa kau adalah...adalah...' Suaranya agak ragu. #...!endekar itu-...' $an Sian menatap gadis itu sejenak kemudian membalas* #Akhh...itu hanyalah suatu nama pemberian orang...+e...eehh-!' $an Sian terkejut dan tidak melanjutkan kata-katanya karena gadis itu tiba-tiba saja menjatuhkan diri di hadapannya dengan wajah yang terlihat sedih. #+h.. nona ada apakah-' #Aku Sim $ong <ian murid ke tiga dari suhu &t-0an %im-<iong (7aga +mas Bermata Satu) yang menjadi ketua %im-liong-!ay.' Dia terdiam sejenak sambil menarik na=as panjang kemudian melanjutkan dengan perlahan.'...%im-<iong!ay kami hidup damai dan selalu tertutup dari dunia luar. Tapi satu bulan terakhir ini telah muncul seorang &blis yang sangat sakti yang mengambil alih %im-<iong-!ay. Bahkan suhupun tak kuat menandinginya dan di kalahkan hanya dalam lima jurus saja. Arang yang baru mati ini adalah salah satu dari tangan kanannya yang sangat sakti...' $an Sian tertarik #Siapakah &blis yang kau maksudkan itu-...' #Di %ami tidak tahu namanya dia datang bersama dengan seorang wanita cantik Saat itu mulai menjelang sore $an Sian menawarkan untuk mengantarkan $ong <ian menemui Ei-& <iong-3in yang kemudian di sambut baik oleh sang gadis. #Berapa jauhkah waktu yang di butuhkan untuk tiba di tempat Ei-<iong susiokku itu#%alau kita berangkat sekarang dengan kuda akan tiba menjelang pagi...' Sahut $an Sian menjelaskan dengan tenang. #Ahk...adakah cara yang lebih cepat-...' #/ungkin bisa kurang dari tiga jam...tapi...-' $an Sian agak ragu mukanya memerah karena jengah. #%alau begitu kita tempuh saja cara itu dan sekali lagi aku mengucapkan terima kasih atas kebaikanmu... ' $ong <ian berdiri sambil tersenyum senang. %embali hendak di lanjutkan perkataannya tapi matanya kemudian di kernyitkan saat melihat pemuda itu diam saja dengan muka merah. #+h kau mengapakah-...'

#Ahh tidak ...hanya...hanya saja kalau mau mempercepat waktu artinya aku harus menggendongmu-' $an Sian risih namun tetap di tatapnya gadis cantik di depannya ini dengan tatapan ragu-ragu sambil menunggu reaksi si gadis. Sesaat kemudian gadis itu menunduk malu tapi suaranya keluar perlahan hampir tidak terdengar. #$emm...kalau memang hanya itu terserah aku...aku menurut saja tapi bagaimana dengan suhengku- Apa kau juga melihatnya-' $ong <ian menjawab terbata-bata sambil mengalihkan topik pembicaraannya pada hal yang lain. 7amun sesungguhnya hatinyapun bergetar tidak karuan. #"a aku melihatnya dia memang terluka namun masih dapat bertahan...biar ku tengok dia sebentar kau tunggulah...' Belum habis gema suaranya tiba-tiba orangnya sudah lenyap dalam sekejap. $ong <ian terkejut dan melongok ke kanan-kiri untuk mencari bayangan pemuda itu. Tak lama kemudian dalam dua kali tarikan na=as saja tubuh yang tadinya lenyap sudah muncul seperti asap saja di depannya. #Sudah ku cari dalam radius 966 kaki tapi tidak ada. %u pikir dia akan baik-baik saja karena ada orang pandai yang menolongnya. Aku hanya menemukan kelima mayat pengeroyoknya mati dengan tubuh terkena pukulan bertenaga dalam tinggi.' $an Sian memberitahukan hasil penelitiannya dalam dua kali tarikan na=as tersebut. $ong <ian hanya menatapnya dengan tatapan setengah tak percaya tapi juga setengah kagum. #Baiklah semoga dia tidak apa-apa kalau begitu marilah kita pergi menemui susiokku dulu'. /eski mulutnya berkata demikian namun toh hatinya gundah juga memikirkan keadaan suhengnya itu. 7amun segera di kuatkan hatinya. #Baiklah kalau itu kemauanmu nona marilah...' Berkata demikian tangan $an Sian terulur merangkul pinggang gadis itu dan di lain saat tubuhnya berkelebat cepat bagaikan hembusan angin dengan ilmu Thian-&n $ui-cunya atau Terbang /enunggang Awan <angit. HHH <iong-kok-san adalah sebuah tempat yang indah dengan pemandangan alamnya. Tidak ada lain yang membuat tempat ini unik selain bentuknya yang memanjang seperti naga yang sedang tidur. !uncaknya yang tinggi selalu di tutupi oleh kabut meskipun di siang hari sehingga menjadikan tempat tersebut menjadi istimewa. Seorang kakek tua berambut putih panjang di biarkan riap-riapan nampak sedang duduk bersila di atas sebuah batu. Bajahnya masih tampak gagah

walaupun usianya sudah mendekati 56-an. Sinar matanya mencorong tajam menandakan tenaga dalamnya sudah amat tinggi. Di tangan kakek itu memegang sebuah pedang pendek tipis yang gagangnya terbuat dari emas berbentuk kepala naga. %akek ini bukan lain adalah Ei-& <iong-3in penghuni puncak naga ini. Selama bertahun-tahun memang hanya ada satu atau dua orang yang mengetahui tempat persembunyian manusia sakti ini. Bahkan sutenya sendiri &t-0an %im-<iong tidak tahu kalau selama ini sudah 4 tahun dia menetap di <iong-kok-san tersebut. &tu lah yang menyebabkan sampai sebegitu jauh mencari tetap Sim $ong <ian dan suhengnya tidak dapat menemukan kakek tersebut. %akek itu menggerak-gerakkan tangannya dengan gerakan lambat saja tapi anehnya ujung pedangnya terlihat berkelebat amat cepatnya tanpa suara tanpa meninggalkan bayangan dan menusuk membabat ke segala arah. %adangkadang tenaganya seperti mengurung dan membetot lawan dari segala penjuru tapi kadang juga berubah dari ujung pedang keluar tenaga yang mendesak untuk memecah tenaga lawan ke segala penjuru. &nilah ilmu pedang ciptaannya yang di beri nama Thian-<iong ,ap-sha-yang-kiam-sut (&lmu !edang Tiga belas Titisan 7aga <angit) yang dahsyat. &lmu ini adalah hasil keyakinannya selama bertahun-tahun merantau di sekitar pegunungan $imalaya dan Thai-san. Saat kakek ini mulai memasuki puncak pengerahan ilmunya tiba-tiba terdengar suara perlahan berbisik kuat di telinganya. #Ah Ei-locianpwe belum pernah ku lihat ilmu ini...biarlah ku mencobanya...' %akek itu terkejut karena belum habis gema suara hilang dari telingannya bagaikan asap saja di depannya telah muncul seorang pemuda tampan yang masih muda yang mulai membalas menyerangnya dengan sentilan-sentilan sepuluh tenaga jari pedang yang halus tajam dan amat kuatnya. Dia kenal siapa pemuda tersebut mereka bertemu karena sedah beberapa kali pemuda itu datang berkunjung. Dia tau pemuda ini memiliki &lmu sakti tapi mereka memang belum pernah bergebrak satu-dua jurus sebelumnya. %ini menyaksikan pemuda itu dapat seenaknya menerobos ke dalam lingkaran hawa pedangnya yang dahsyat tanpa terluka bahkan dari serangan yang di lancarkannya dia tahu tenaga pemuda itu tidak berada di bawahnya kakek tersebut jadi bersemangat. Dia segera memutar pedangnya tanpa ragu lagi. #$ahaha...Sian-sicu tiada nyana kau punya ilmu sehebat ini- /ari-mari layani lohu bermain-main sebentar...' #Akhh...segala jurus tusuk jarum begini mana boleh di banggakan mohon kemurahan Ei-locianpwe untuk tidak menurunkan tangan keras...' han Sian

membalas kalem sambil tangannya memainkan Bu-Tek ,hit-%iam-ciang. $awa pedang dari ke sepuluh jarinya bergantian menyerang tak kalah hebatnya mendesak permainan pedang lawan sementara pengerahan tenaganya menciptakan medan tenaga yang membungkus mereka berdua sehingga tidak ada hawa pedang yang nyasar. $ebat sekali akibat yang di hasilkan oleh pertarungan ke dua tokoh kosen ini. Sekilas nampak mereka seperti sedang bertarung dalam sebuah balon kasat mata. $awa pukulan mereka yang tajam membentuk lingkaran yang hanya memantul di sekeliling mereka tanpa menyebar ke luar arena. %eadaan ini sangat berbahaya karena keduanya tidak hanya harus menjaga ancaman serangan dari depan tapi juga pantulan tenaga dalam yang di pantulkan oleh dinding kasat mata di sekeliling mereka. <ewat limapuluh jurus keadaan yang tadinya sama kuat mulai berubah. Ei-& <iong-3in mulai berkeringat. !erlahan tapi pasti mulai terlihat siapa yang lebih unggul. $an Sian sendiri tidak terlalu kesulitan. Sejauh ini dia baru mengerahkan ?6 persen tenaganya dan memainkan Bu-Tek ,hit-%iam-ciang sampai empat jurus berturut-turut yaitu jurus-jurus* Ang-&n-%iam-,u (3alur !edang Awan /erah) $oa-jian-%iam-,u (3alur !edang Seribu Bunga) Suiciam-kiam-cu (jalur !edang 3arum Air) dan $ong-<ui-%iam-cu (jalur !edang Angin !etir) namun akhirnya kakek di depannya ini hampir tidak kuat menahannya. Segera dia mengendurkan serangan dan menarik perlahan medan tenaga yang menahan hawa pedang mereka sehingga tidak menyebar. %emudian sambil membentak keras dia melompat mundur sambil menjura. #Ei-locianpwe maa=kan kekurang ajaran siauetee...' %akek itu mengatur peredaran darahnya sehingga tenang kembali. $atinya terkejut bukan main. Tadinya dia sangat membanggakan kehebatan ilmunya karena selama ini belum pernah menemukan tandingannya. Bahkan dengan pengalamannya selama ini membuat dia bisa berandeng bersama dalam kelompok enam Su-Sian-,u (+mpat Dewa) yang sangat sakti dan meski lima iblis dan empat partai sesatpun tidak akan dapat berbuat banyak terhadapnya. Tapi anak muda di depannya ini membuka lebar-lebar matanya. Ternyata di atas langit-masih ada langit. $an Sian tahu kegundahan hati orang segera dia coba menghibur. #Ei-locianpwe sesungguhnya semua ilmu-ilmu dahsyat yang siauwte pelajari ini semua adalah peninggalan dari para manusia dewa yang telah hilang 466 tahun yang lalu...' han Sian lalu menyebutkan tiga nama tokoh yang membuat Ei<iong Sian-3in terkejut setengah mati. %arena nama-nama seperti #Dewa Tidur Dewi Seribu !edang dan Dewa !enyangga langit' adalah tokoh-tokoh legenda yang ada bagaikan dongeng sejak dia kecil.

#Bah...wah...wah...pantas saja kalau begitu. Sesungguhnya kau sangat beruntung Sian-sicu karena semuda ini sudah mewarisi ilmu-ilmu yang dahsyat seperti itu. Bah bakal rame dunia persilatan nanti kalau ada orang-orang muda seperti engkau' Setelah berkata demikian kakek itu mengalihkan pandangannya dengan penuh selidik ke arah gadis yang sejak tadi berdiri tak jauh dari mereka berdua. #Ahh Ei-<ocianpwe nona itu adalah murid keponakanmu dia murid dari mendiang locianpwe &t-0an %im-<iong...' #/endiang...--- %akek itu terkejut. Tak kuasa $ong <ian menahan air matanya dan sesaat kemudian dia sudah menjatuhkan diri di hadapan susioknya itu sambil sesegukan sedih. !erlahan Ei-& <iong-3in mengangkat bahu gadis itu. #,eritakanlah semua yang kau ketahui.' $ong <ian menenangkan dirinya dan kembali secara singkat dan jelas dia menceritakan semua yang terjadi kepada susioknya itu. Tentang pengambil alihan #manusia iblis' yang sangat sakti dan semua kisah perjalanannya sampai dia bertemu dengan $an Sian yang menyelamatkannya. #$emmn...tahukah kau siapa #&blis' tersebut-' #Tidak tahu# 0adis itu menggelang kepala. %ami hanya tahu bahwa dia mahir menggunakan pedang.. Setelah mendengar semua cerita itu sang kakek terdiam. Agak lama akhirnya dia menarik na=as panjang. #Sebenarnya sudah sepuluh tahun ini meninggalkan segala urusan-urusan dunia seperti ini...' matanya menerawang jauh ke depan. $an Sian melihat kegundahan hati si orang tua. Dia lalu berkata perlahan dengan ilmu mengirimkan suara jarak jauh. #Ei-locianpwe jika kau dapat melatih dan mewariskan ilmumu pada nona ini masakan dia mudah di permainkan lagi....' %akek itu mengangguk-angguk kemudian menatap $ong <ian. #Aku sudah berjanji untuk tidak turun gunung. Soal masalah %im-<iong-!ay rasanya bila Sian-sicu sudah menyanggupi pasti tidak akan ada halangan lagi. Bagaimana Sian-sicu- Apakah ide ini kurang bijaksana-' $an Sian hanya tersenyum. %akek itu kembali melanjutkan dengan suara tegas. #Sedangkan kau kau hanya boleh tinggal selama satu tahun di tempat ini untuk mewarisi ilmu-ilmuku apa kau sanggup-'

Tanpa terasa berlinang air mata si gadis. #Terserah susiok saja $ong <ian hnya menurut saja.' Demikianlah sejak saat itu $ong <ian tinggal di <iong-kok-sian mulai mempelajari ilmu-ilmu kakek gurunya dengan tekun. Ei-& <iong-jin juga tidak tanggung-tanggung menurunkan ilmunya bahkan juga membantu dengan penyaluran tenaga dalam ke tubuh gadis itu. Sementara $an Sian hanya satu minggu saja tinggal di <iong-kok-san. Selama itu hubungannya dengan $ong-<ian makin akrab dan manis. Dia juga membantu gadis itu dengan membuka semua peredaran darahnya dengan penyaluran tenaga &nti !etir murni seperti yang dia lakukan pada ,u &n <an dulu. Dan ini sangat berguna bagi $ong-<ian kelak. Setelah genap satu minggu akhirnya dengan berat hati $ong-<ian melepas kepergian $an Sian. #Sian-%oko...hati-hatilah...' 7ampak matanya setengah mengambang dengan air mata. Sesungguhnya hatinya sudah terpaut pada pemuda ini. ,uma tetap masih sukar baginya untuk mengungkapkan secara berterang karena selama ini $an Sian juga tidak pernah mengatakan perasaan hatinya. $anya saja sikap pemuda itu padanya sangat baik dan juga mesra. $an Sian juga bukanlah orang bodoh. Dia tahu gadis ini sangat perhatian padanya. +ntah kenapa diapun merasakan bahwa perasaan yang dia miliki kepada gadis ini sama hangatnya seperti yang dia miliki pada ,u &n <an gadis yang dia tidak tahu di mana sekarang. Di bawah cahaya rembulan malam itu dia melihat wajah gadis itu sangat cantik sekali dengan kulit putih mulus dan tubuh langsing dan padat menggairahkan. !erlahan namun pasti tangannya terulur pada pinggang sang gadis dan di lain saat tubuh mereka saling mendekap erat dengan bibir berciuman mesra. Sementara bibir mereka saling memagut hangat tangan $an Sian meremastubuh gadis itu di bagian pinggul pinggang sampai ke buah dada yang padat kencang itu. Ceaksi $ong <ian juga tak kalau serunya. Di samping merangkul dengan pasrah dari mulutnya tak henti mengeluarkan erengan manja. 7amun situasi seperti itu tidak berlangsung lama. $an Sian segera menyadari keadaannya. Sontak dia melepaskan rangkulannya dan melompat mundur. Dia melihat keadaan gadis itu dengan pakaian yang nyaris terbuka. $atinya menyesal sekali. #+hh kau...kau kenapakah Sian-koko-...'

# Akhhh...<ian-moi maa=kan aku...aku tak bermaksud untuk tidak menghormatimu...' 0adis itu memandang dengan mata penuh selidik. #Aihhh Sian-koko engkau tidak sedang mempermainkanku bukan...-' #Tidak-tidak sungguh aku sangat menyesal melakukan ini padamu...karena aku menghormatimu dan...dan...juga menyukaimu' $an Sian tergagap menjawabnya. Tatapan gadis itu menjadi lembut kembali. !erlahan dia merapikan bajunya sambil berguman kepada diri sendiri. #Ahh aneh...seorang !endekar Asmara yang alim...' #$emnn...kau benar <ian-moi aku memang !endekar Asmara yang alim pada gadis manis sepertimu...' selesai berkata demikian tubuhnya kembali mendekat dengan cepat dan di lain saat sudah mengecup bibir gadis itu sambil kemudian berkelebat pergi. #Sampai jumpa lagi <ian-/oi...' $ong <ian masih berdiri kaku seperti tidak sadar. !erlahan kemudian dia sadar dari lamunannya tatkala terdengar suara susioknya memanggil. --$an Sian berkelebat cepat. Dia telah mendapat in=ormasi yang jelas dari $ong <ian tentang %im-<iong-!ay dan sekarang dia sedang menuju ke tempat itu. Setelah menempuh perjalanan selama dua hari akhirnya dia mendekati sebuah telaga yang menjadi markas partai tersebut. %eadaan telaga itu sangat unik. Di tengah-tengahnya di kelilingi hutan yang sangat lebat sehingga tidak mudah untuk menyelidiki tempat itu. Airnya yang berwarna kuning pekat membuat telaga itu di sebut #Telaga 7aga %uning'. Tidak ada jalan lain untuk ke tempat itu selain menggunakan perahu. Dan tentu saja semua yang menggunakan perahu akan sangat mudah terdeteksi oleh para penjaga di seberang telaga tersebut. $an Sian menunggu cuaca mulai menjelang malam sehingga tidak mudah terdeteksi. Dia tahu bahwa tempat seperti ini pasti banyak penjaganya. Segera ia mengerahkan Thian-in $ui-cunya. Tubuhnya melesat ke udara dengan kecepatan yang sulit di ikuti mata biasa. Setelah di udara tangannya di pukulkan ke udara sehingga membentuk awan tebal sebesar tubuh orang dewasa. Saat kakinya hinggap di awan dan menutuk kembali tubuhnya melesat cepat dan mendarat manis di atas sebuah pohon tinggi di seberang telaga itu.

Ada banya penjaga yang menjaga tapi satupun tak ada yang melihat kedatangannya. Bahkan menyadarinyapun tidak. Tempat itu sangat luas. $an Sian berkelebat sangat cepat sehingga para penjaga hanya mengira itu burung walet yang sedang terbang. Setelah sekian lama akhirnya tibalah $an Sian di bagian belakang dari markas %im-<iong-!ay tersebut. Tempat itu agaknya hanya di jaga oleh satu dua orang saja dan mirip sebuah taman yang indah.yang di hiasi dengan lampion-lampion berbentuk naga. Dari atas sebuah pohon mata $an Sian yang tajam melihat bayangan seorang wanita yang bertubuh indah sedang duduk sendiri di pinggi sebuah kolam ikan. Bajahnya belum terlalu jelas karena gadis tersebut sedang menunduk. 7amun ketika dia memperhatikan terus dia sangat terkejut Di pinggang gadis itu mengenakan ikat pinggang putih yang di ujungnya di gantungi sebuah stempel kecil yang berukiran #Sian'. Dia sangat kenal dengan stempel dan juga ikan pinggang putih tersebut karena kedua benda itu adalah hadiahnya pada seseorang dua tahun yang lalu. Setelah memandang kekanan-kekiri untuk memastikan situasi. Tangannya bergerak ke arah tiga orang penjaga yang dia lihat sedang bersembunyi. Dilain saat mereka semua kaku tanpa mengeluarkan suara. Tubuhnya kemudian berkelebat di belakang gadis itu. #<an-moiii...---'

PUSAKA PARA DEWA Episode 8

0adis itu tersentak dan membalikkan wajahnya sambil menatap orang yang bersuara memanggil namanya. /atanya yang indah terbaliak kaget hampirhampir tak percaya. "a wajah ini adalah wajah yang dirindukannya siang dan malam. Bajah yang tak pernah hilang dari ingatannya yang memacu semangatnya untuk berlatih siang malam tanpa henti. #Si..sian ko-ko kau...kaukah itu-' tanyanya dengan suara tergagap. Dengan tersenyum $an Sian mengangguk. Akh ternyata gadis ini tidak melupakannya. #Benar <an-moi...ini aku $an Sian...Bagaimanakah kabarmu akhir-akhir ini-' perlahan dia melangkah maju mendekati gadis itu.

&n <an juga melangkah maju perlahan tapi tiba-tiba keningnya di kernyitkan. Dia seperti teringat sesuatu dan itu membuat wajahnya berubah pucat ketakutan.. #Sian-koko mau apakah kau kemari tempat ini sangat berbahaya...-' serunya perlahan sambil kepalanya melengok kekanan-kekiri dengan waspada. $an Sian melihat kekhawatiran sang gadis maka dia tersenyum dan berkata meyakinkan* #<an-moi...kau sudah mengetahui siapa aku...mengapakah kau masih khawatir jika ada bahaya maka aku akan melindungimu...' 0adis itu melengak akh..benar...mengapa dia hampir lupa. !emuda di depannya ini memiliki ilmu yang amat tinggi. /engingat hal ini hatinya jadi sedikit tenang. #<an-moi aku sedang menyelidiki tentang seorang 1manusia iblis2 yang mengganggu ketenangan tak sangka bertemu denganmu di tempat ini baikbaikkah kau-...' $an Sian bertanya sambil memandang gadis itu dengan penuh selidik. #Sian-koko aku...aku sebenarnya malu meminta pertolonganmu tapi bawalah aku pergi dari sini sekarang juga..nanti aku akan menjelaskannya padamu jika kita sudah jauh dari tempat ini...bolehkah-' Suara gadis itu setengah memohon. /endengar permohonan gadis itu $an Sian jadi curiga dengan keadaan di sekelilingnya. Apalagi ketika dia merasakan suasana di sekelilingnya berubah kelam dengan cepat. Tempat itu seakan-akan di kelilingi hawa magis yang amat kuat dan menyesakkan pergerakkannya. Dilihatnya ,u &n <an masih terus menatapnya dengan tatapan penuh permohonan. Tampaknya dia tidak terpengaruh oleh perubahan situasi itu. Tak ayal lagi segera dia kerahkan tenaga murninya yang di lambari dengan !at -Sian-Sin-$oat-sut untuk menandingi ilmu hitam yang menyerangnya. Segera keadaan kembali normal seperti sedia kala. Dia membalikkan tubuhnya mengarah ke arah samping kiri telaga. #Sobat keluarlah...kau tak perlu bersembunyi..' #$ahahahahahaha...selamat bertemu lagi sobat lama' Terdengar suara yang menggelegar di telinganya. Suara itu tak asing dan sesaat setelah sesosok tubuh hadir di hadapannya. Segera dia mengenalinya dan itu membuatnya terkejut... #Tee Sun <ai-...' $an Sian terkejut karena pemuda di depannya ini adalah pemuda yang paling di carinya. Teringatlah ia akan malam kejadian yang merenggut nyawa $ui Si. Segera matanya memancarkan cahaya berkilat dan tangan mengepal.

#"a sobat lama...kita bertemu lagi tapi kali ini aku tidak akan kecundang seperti dulu lagi...' Tee Sun <ai yang melihat keadaan $an Sian segera bersiap dalam keadaan siaga penuh. Dia tahu lawan di depannya ini memiliki ilmu yang amat tinggi. Tapi dia juga tidak ragu dengan ilmu Tee-mo-kiam Dsut yang sudah di latih selama hampir dua tahun ini. Bahkan banyak ilmu-ilmu lain lagi yang dia pelajari dari para tokoh-tokoh iblis yang dia lebur menjadi satu yang dia namakan $iat-kut-jiauw Sam-ciang-%ang (Tiga pukulan ,akar Tulang Darah). $awa pembunuh kental menyebar dengan cepat di seliling tempat itu. #<an-moi bisakah kau meninggalkan tempat ini...' Suara $an Sian lembut tapi matanya tak berkedip menatap lawan di depannya. #$ahaha...dia tidak akan pergi dari sini sebelum dia menjadi istriku. #Cacun !erawan &blis' yang mengunci tenaganya tidak akan dapat di pulihkan tanpa obat dariku... sebaiknya kau urungkan niatmu...' /ata $an Sian mencorong tajam. %ata-kata Tee Sun <ai di depannya ini telah menjawab semua tanda tanya di pikirannya sejak tadi. Sekejab dia merasa kasihan pada gadis itu dan matanya melirik sekejab ke arah ,u &n <an. 7amun walau hanya sekejab saja nampaknya kesempatan ini tidak di siasiakan oleh Tee Sun <ai. Tubuh dan pedangnya berkelebat amat cepatnya dengan salah satu jurus yang paling berbahaya dari Tee-mo-kiam-sut yaitu jurus #seribu biang iblis membelah sang budha' di ikuti tangan kirinya bergerak ke arah kepala dan leher dengan salah satu jurus $iat-kut-jiauw Sam-kang yang dahsyat dan keji. #Aakhh...awas...' ,u &n <an yang melihat itu tiba-tiba memekik memperingatkan... Sebenarnya tanpa di peringatkanpun $an Sian yang sudah menduga sejak tadi akan serangan musuh juga sudah bersiap diri. Saat tubuhnya merasakan ancaman tenaga yang mengalir tajam dari serangan musuh tubuhnya sudah mengerahkan %ui-sian &-sin-kang sampai tahap petir. Tubuhnya seperti terpecah dan nampak seperti kilatan cahaya petir yang bukannya menghindar serangan lawan tapi justru mengarah dan memapaki semua serangan musuh dengan keras dan dahsyat. #D$EAAAAACCC...!!!' #B<A7000...!!!' Terdengar suara benturan berulangulang yang memekakkan telinga hanya dalam waktu sepersekian detik saja. #Aiiiihhhh......' Terdengar suara memekik lirih dan suara tubuh jatuh ke tanah. Ternyata beradunya kekuatan yang maha dahsyat antara keduanya walaupun tidak secara langsung di tujukan ke arah &n <an namun karena tidak di sokong

oleh tenaga dalam maka itu mempengaruhi kesadaran gadis itu yang langsung pingsan. #<an-moi...' #Sleepp...' Tubuh $an Sian melasat cepat keluar dari pertarungan ke arah &n <an dan memayangnya dengan tangan kiri. Sementara itu di saat yang sama bayangan Tee Sun <ai terus mengejarnya dengan gencar sambil mengerahkan dua jurus serangan yang ganas sekaligus yang mengarah ke kepala dan sekitar pinggang. Serangan ini mendatangkan suara mendesing nyaring di sertai hawa pedang yang amat tajam. Suatu serangan yang amat dahsyat yang hakekatnya sangat mustahil di tangkis lawan. Balau tangan kirinya memanggul tubuh &n <an namun $an Sian tidak kalah sebat. Tangannya kanannya memutar setengah lingkaran dari atas ke bawah di samping tubuhnya lalu di pukulkan ke arah datangnya serangan lawan namun bukan menyambut kedua serangan lawan tapi justru melontarkan lima larik sinar tajam yang mematikan dari kelima jari tangannya yang menyerang lima jalan darah Tee Sun <ai inilah salah satu jurus yang amat dahsyat dari Bu-tek ,hit-kiam-ciang yang bernama 7go-heng Thian-kiam-cu (3alur !edang <angit <ima Ensur) yang keluar dari kelima jari tangannya tampak walaupun dia bergerak belakangan namun tenaga pukulan kelima jarinya terasa lebih dahulu oleh lawan. #&iiikhh...' Tee Sun <ai terkejut setengah mati dan cepat menarik pulang serangannya sambil meloncat mundur ke belakang. Tampak na=asnya sedikit terengah. /emang benar serangannya sangat susah di tangkis lawan namun andai sesaat saja dia tidak menarik pulang pedangnya maka diapun akan termakan oleh lima larik sinar pedang yang tak kalah kuatnya dari tenaga pedangnya sendiri. Sementara di lain sisi dia belum dapat menggunakan tangan kirinya yang sudah sejak bentrokan sebelumnya terasa kaku dan susah di gerakkan. $an Sian berdiri sambil memapah ,u &n <an. /atanya menatap tajam ke arah Tee Sun <ai. #/asihkah kau mau melanjutkan pertarungan ini-' Berkata demkian dia segera mengerahkan lagi tenaganya. %ali ini dia tidak mau ambil resiko maka segera di kerahkannya $ui-&m-$ong-Sin-%ang ke seluruh tubuh. Dalam sekejab tubuhnya memancarkan sinar keemasan yang di lapisi hawa panas dan dingin yang dahsyat siap menunggu gempuran musuh selanjutnya. Tee Sun <ai mengawasi dengan tatapan licik. Dari bentrokan yang telah terjadi dia dapati ternyata bahwa dia tidak unggulan dari musuh bebuyutannya itu. Biar bagaimanapun dia bukan orang bodoh yang tidak dapat melihat dan membaca keadaan. Dari tadi dia telah mengerahkan I6J tenaganya tapi itupun ternyata tidak banyak mempengaruhi lawannya ini. Apalagi keadaaan tangan kirinya yang terluka pada benturan pertama tadi masih belum pulih.

Setelah menimbang sesaat segera dia berkata dengan angkuh #$uh pergilah sebelum aku berubah pikiran tapi kalau kau berkeras memaksa membawanya kau akan menanggung resiko kehilangan nyawanya...' $an Sian terdiam sejenak. Dia juga mengerti bahwa orang seperti Tee Sun <ai ini tidak hanya menggertak saja dan dia sangat khawatir dengan keadaan ,u &n <an tapi kalaupun dia memaksa tetap tidak akan mudah baginya untuk merebut obat penawarnya. Akhirnya dia menarik na=as panjang dan mengenjotkan tubuhnya melesat pergi dari tempat tersebut sambil membawa ,u &n <an tanpa berkata apa-apa. $an Sian melesat menggunakan seluruh ilmu meringankan tubuhnya. Tubuhnya tidak terlihat lagi hanya nampak seperti angin yang berhembus tanpa terlihat orangnya. Tujuannya hanya satu !uncak tebing langit yang jaraknya kurang lebih lima hari perjalanan jauhnya dengan kuda pilihan. Tapi bagi $an Sian jarak tersebut hanya membutuhkan waktu dua hari saja. Dia sudah mencoba untuk menyembuhkan gadis itu dengan pengerahan tenaga dalamnyanya tapi dia dapati bahwa usahanya itu kalaupun harus di lanjutkan akan memakan habis hampir seluruh tenaga sin-kangnya. Dan itu terlalu beresiko baginya bila musuh-musuhnya mendekat. 3adi satu-satunya tempat teraman ialah kembali ke Tebing <angit. Setelah berlari selama dua hari tanpa berhenti $an Sian tiba kembali di kaki Tebing <angit yang tertutup awan dari bawah. $atinya terharu saat mengingat ketika pertama kalinya dia meninggalkan tempat itu dua tahun yang lalu. Teringat dia pada paman $ounya yang bongkok yang selama ini membesarkannya. Tanpa ragu kakinya di enjotkan dengan ilmu Thian-in $ui-cu dan tak lama kemudia tubuhnya hinggap di puncak Tebing langit tersebut. Akan tetapi hatinya tercekat dan kewaspadaannya meningkat. Suara orang yang tertawa-tawa lirih mengganggu pendengarannya. Sekejap dia melesat ke balik sebuah batu besar dan menyandarkan tubuh ,u &n <an yang masih tertidur itu di sana. Setelah itu dia keluar dan mengadakan penyelidikan. Di bagian sebelah barat tebing itu nampak tiga orang yang sedang duduk berhadapan yang satu menjadi penonton sedang yang dua lagi sedang bertarung sambil duduk bersila. Dia mengenali salah satunya yang menonton yaitu paman $ou bungkuknya. Tapi yang seorang lagi seorang hwesio gundul yang pendek dan aneh yang baru sekarang di lihatnya. Sedangkan yang seorang lagi setelah di amati dia melengak kaget karena itu ternyata adalah "ok-sian Sian-jin sahabat dari kongkongnya yang telah meninggal. Dia tahu bahwa baik kongkongnya maupun "ok-sian Sian-jin serta Ei-<iong Sian-3in

adalah dua orang dari +mpat Dewa yang sangat sakti tapi siapa adanya hwesio itu!ikirannya segera tersadar ketika mendengar benturan dua tenaga dahsyat yang memekakkan telinga. Tampak kilatan cahaya kuning dan biru berpendaran saling bentrok dan menimbulkan bunyi yang dahsyat. 7amun setelah sekian lama cahaya yang berselewiran itupun berhenti dan menyatu. Cupanya kedua orang itu sedang beradu tenaga. &ni sangat berbahaya sekali. Siapapun tahu bahwa kurang kuat sedikit saja bisa berakibat =atal. /engingat hal ini $an Sian segera teringat pada &n <an Segera tubuhnya melesat dan turun di tengah-tengah ke dua orang yang sedang beradu tenaga tersebut. ,ahaya keemasan berpendar di sekitar tubuhnya. Dengan kepala di bawah tubuhnya berputaran seperti ga.ing kemudian kedua tangannya mendorong perlahan dengan kedua tangan yang di lambari tenaga panas dan dingin memisahkan kedua tenaga raksasa yang beradu itu. #$eeehh...' #Amitohuuudd...' %edua orang kakek itu memekik nyaring. /asingmasing terdorong satu langkah ke belakang dan segera mereka mengatur tenaga mereka menetralisir tenaga yang membalik. /ereka sungguh terkejut karena ada orang yang berani memisahkan mereka. 7amun merekapun sadar pendatang baru ini sangat sakti. #$eiii! Sian-kongcu...kaukah itu---' Terdengar suara nyaring dari kakek yang sejak tadi berdiri sebagai penonton. #Benar paman $ou ini aku bagaimanakah kabarmu dua tahun terakhir ini-' #$ahahaha...baik-baik hai "ok-Sian kau ingat kepada siapa kau wariskan darah &t-kak-liong serta pil penambah tenagamu-' Sahut %akeh $ou bungkuk pada "ok-Sian Sian-jin yang hanya berdiri bengong. #Apaa-...jadi ini...ini anak ajaib yang kau katakan itu-' tanya "ok-sian setengah tak percaya tapi matanya tak hentinya memandangi $an Sian tanpa berkedip. #$uh anak ajaib apa-...+h anak muda coba sambut serangan pinceng...' $wesio gundul aneh yang tadinya hanya berdiam diri itu menyahut dengan suara mendongkol karena sejak tadi dia hanya berdiri bengong tanpa penjelasan dari kedua rekannya yang nampaknya sudah mengenal pendatang baru ini. Belum habis suaranya kedua tangannya sudah menyerang dengan delapan belas pukulan dalam waktu yang hampir bersamaan. $ebatnya lagi tenaga yang di keluarkan dari delapan belas pukulan yang hampir bersamaan itu

si=atnya berbeda-beda ada yang keras lembut menyerap mendorong panas dingin keras dll. Balau demikian kesemuanya tidak menuju ke tempat-tempat yang mematikan karena dia memang tidak bermaksud mencelakai orang. #+h <osuhu maa=kan teecu yang kurang ajar dan belum mengenal losuhu...' Dengan nada menyesal $an Sian berseru namun tubuhnya tak ayal sudah bergerak bagai kapas menyelinap di antara pukulan-pukulan tersebut bukannya menangkis tapi melontarkan delapan belas pukulan yang berhawa tajam dari ilmu Bu-Tek ,hit-kiam-ciang. #Euups...hebat...hebat' hwesio itu berseru memuji sambil melompat mundur dengan cepat. 7yatanya dia juga terkejut karena ke delapan belas pukulannya tidak di tangkis malah dia di serang dengan delapan belas pukulan yang tak kalah dahsyatnya. %alau saja dia berkeras melanjutkan pasti dia juga akan terluka. #$ahaha sungguh tak di sangka %oai-$ud-+ng-,u (Budha Aneh Tanpa Bayangan) yang malang-melintang tanpa tanding di antara empat dewa toh harus terjungkal dalam satu jurus di tangan seorang anak kemarin sore yang tidak punya nama' "ok-Sian tertawa terpingkal-pingkal sambil mengejek hwesio botak tersebut. #$eeh pemakan rumput kaupun tak ungkulan menangkis ke delapan belas pukulanku...apa kau kira pinceng tak bisa menangkan anak bau kencur ini-' Saking dongkolnya sang hwesio balas menyahut dengan gemas. #Akhh jiwi-locianpwe harap maa=kan siautee bukan maksud siautee untuk unjuk kebolehan sesungguhnya hanya jiwi yang bisa membantu siautee nah karena siautee takut jiwi terluka....' #$ahh...karena kau takut kami terluka maka kau datang memisahkan kami begitu--- jadi kau anggap kami baru belajar silat dan tidak bisa menjaga diri haa-' !otong %oai-$ud sambil memandang $an Sian dengan tatapan mencoleng agak di sipitkan. #$ei...%oai-$ud tak bisakah kau diam dulu...Sian-ji ada apakah-' "ok-Sian memotong pembicaraan %oai-$ud. #Terima kasih jiwi-suhu mmm...siautee mempunyai seorang sahabat yang keracunan dengan #Cacun !erawan &blis' mohon uluran tangan jiwi untuk menyembuhkannya...' #$eiii...mana dia- Sudah berapa lama-...'Sahud "ok-Sian dengan wajah khawatir.

#Dia...dia di sana...' Dengan gugup $an Sian menuntun ketiga orang itu menuju tempat di mana ,u &n <an berada. "ok-Sian segera bekerja dengan cepat. /endudukkan tubuh ,u &n <an yang belum sadar kemudian menotok sana-sini. #!indahkan Dia ke dalam rumah $eii 0undul cepat kau bantu dengan tenaga "ang-mu bobol semua jalan darahnya agar lebih lancar. $an-ji kau ikut aku sebentar...' %oai-$ud sebenarnya mau berkomentar tapi dia tahu kalau sobatnya dalam keadaan serius seperti itu berarti keadaan pasien itu sangat berbahaya. /aka tanpa banyak cakap dia lalu bersila di belakang gadis itu sambil menyalurkan tenaganya. Sementara itu $an Sian segera mengikuti "ok-Sian ke luar. #$an-ji ini menyangkut berhasil atau tidaknya pengobatan terhadap gadis itu karena itu jawablah dengan jujur apamukah dia-...' 7ampak "ok-Sian bertanya dengan wajah serius setelah berhadap-hadapan dengan $an Sian. #+h Dia...dia...akhh apa maksud locianpwe bertanya hal ini-' Suara $an Sian gugup dengan wajah merah. 7amun ini saja sudah cukup bagi "ok-Sian. #%etahuilah racun #!erawan &blis' adalah racun ajaib yang mematikan yang hanya bisa berpengaruh pada wanita saja Arang yang terkena racun ini akan terkunci jalur tenaganya dan hanya akan tunduk tanpa perlawanan pada orang yang meracuninya...tidak ada penawar...!' "ok-Sian berpangku tangan dan bersikap seperti orang yang mengingat-ingat sesuatu... #Tapi locianpwe apakah sama sekali tidak ada obat penawarnya...-' Tanya $an Sian !enasaran. "ok-Sian maju satu langkah mendekati $an-Sian kemudian berkata perlahan beberapa kata* #Sebentar lagi dia akan sadar dan saat itu pengaruh racunnya akan bekerja. %esadarannya dan tenaganya akan ber=ungsi normal kembali bila dia menyatu dengan orang yang pertama kali menyentuh dan menggaulinya...atau kalau ada dewa yang bisa membersihkan darahnya dari pencemaran racun tersebut namun rasanya tidak mungkin saat ini sudah tidak ada orang yang memiliki ilmu dewa seperti itu...' "ok-Sian menguman terakhir dengan menggelang kepalanya perlahan. #+h "ok-<ocianpwe bagaimanakah caranya mungkin aku dapat mencobanya dengan $ui-im $ong-Sin-%ang-'

#$ah---...maksudmu kau memiliki ilmu muji.at langka yang kabarnya telah lenyap dari dunia kang-ouw selama 466 tahun lalu itu-' Tanya "ok-Sian setengah tak percaya dan lebih terkejutnya lagi saat $an Sian mengganggukkan kepalanya. /aka di mulailah proses pembersihan racun dari tubuh &n <an ini. Entuk tahap pertama di lakukan oleh "ok-Sian dan %oai-$ud yang secara bergantian menyalurkan tenaga mereka melalui tangan dan kepala &n <an yang di rendam dalam tong air obat. Setelah itu memasuki tahap ke dua hanya $an-Sian sendiri yang melakukannya karena dengan ini dia harus memangku &n <an yang membelakanginya dalam keadaan telanjang bulat di atas kedua kakinya yang juga bersila dalam keadaan yang sama. Sementara itu kedua tangannya dari belakang menempel pada pusar dan dahi gadis itu. Saat dia mengerahkan tenaganya kedua tubuh mereka di lingkupi perputaran hawa $ui-im $ong-sinkang yang dahsyat.

PUSAKA PARA DEWA Episode 9

Baktu terus berjalan dengan sangat cepatnya. !ergerakan para tokoh-tokoh golongan hitam yang di kendalikan oleh 3it-0oat-%auw ternyata semakin merajalela. "ang paling berbahaya adalah karena empat partai sesat yang selama ini berdiri terpisah sudah menyatakan takluk serta bergabung dengan 3it-0oat-%auw ini. %e-empat partai sesat itu adalah &m-"ang-%auw $ek-<iong!ai Beng-!ai dan Tai-Bong-!ai. Dalam pergerakan selanjutnya 3it-0oat-%auw membagi empat semua kekuatannya dan bergabung dengan ke-empat partai sesat ini dengan bergerak di belakang mereka untuk melebarkan pengaruhnya ke arah tanah sentral dari empat penjuru. Bukan hanya itu saja pergerakan inipun sudah mulai memasuki bagian dalam kerajaan Tang. %aisar %uan Kong yang memerintah pada waktu itu sudah mulai mencium adanya pergerakan rahasia yang bertujuan menghancurkan dunia persilatan dan juga menguasai kerajaan. Bahkan beliau juga sudah mencium adanya pejabat-pejabat yang menjadi antek atau kaki tangan dari para pemberontak dunia hitam tersebut hanya saja sejauh ini belum ada bukti atau

tanda-tanda yang nyata dari kaum pemberontak tersebut yang membuat dia harus memerintahkan pembasmian. !ara pengikut-pengikut dari 3it-0oat-%auw ini sangat pandai menyusup dan menyewa para pembesar-pembesar yang korup untuk membantu mereka dari dalam secara diam-diam. 7amun saat itu suasana istana yang tadinya tenang tiba-tiba saja istana gempar. 0udang perpustakaan dan pusaka kerajaan telah di bobol orang. "ang aneh adalah bahwa tidak ada tanda-tanda bahwa tempat itu telah di masuki oleh pencuri. Semua penjaga melaporkan dalam keadaan siaga dan tidak melihat adanya orang yang mencurigakan. 7amun kenyataan bahwa ada barang pusaka istana yang kecurian adalah =akta yang jelas dan tidak bisa di tutupi. Suatu hari di saat menjelang sore. Dalam ruang pribadi Sang %aisar nampak tiga orang yang sedang menghadap padanya. Dua di antaranya memakai kerudung yang menutupi wajah mereka. 7amun tetap tidak menutupi kalau mereka itu adalah pria dan wanita. #$emm aku tidak tahu dan tidak mengenal kalian berdua tapi akupun percaya pada paman <ui yang sudah merekomendasikan kalian...' berhenti sejenak sang %aisar mengalihkan tatapannya kepada pria yang berdiri di sampingnya sambil tersenyum. Dia adalah !ejabat <ui Tao %i yang menjadi penjaga perpustakaan dan gudang pusaka kerajaan. #Tapi sebelum kalian menerima tugas ini aku harus merasa yakin dulu dengan kepandaian kalian aku buka orang yang buta ilmu silat jadi terserah bagaimana caranya kalian melakukannya asalkan hatiku puas maka aku akan percaya...kalian berdua pasti mengetahui caranya-.' %embali dia melanjutkan. Sang pria kemudian menganggukkan kepala dan setelah menjura kepada sang %aisar dia kemudian mengerahkan tenaganya. Di lain saat kakinya tiba-tiba melesak masuk ke dalam lantai sedalam dua inchi. Sunggu suatu demonstrasi tenaga yang amat hebat. Bagi orang yang tidak tahu pasti tidak akan berkesan tapi bagi Sang %aisar yang sebenarnya juga tidak la.im dengan ilmu silat rasanya cukup mengerti untuk memngakui bahwa pria berkerudung ini bukan hanya ahli silat biasa saja. Sementara hal yang sama juga di lakukan oleh sang wanita berkerudung. $anya bedanya kalau yang pria melesak masuk adalah yang wanita justru membuat lantai tempatnya berpijak itu timbul seperti bentuk telapak kakinya setebal satu setengah inchi. /elihat hal ini sang %aisar hanya tersenyum puas saja. Dia tahu seratus pengawal %im-&-Binya pun belum tentu dapat menahan ke dua orang di hadapannya ini untuk waktu yang lama. Akhirnya %aisar %uan Kong memutuskan mengirimkan dua orang agen rahasia yang sakti ini untuk

menyelidiki serta mengungkap bukti-bukti akan kasus pencurian dan pemberontakan tersebut. Tidak ada yang mengetahui ataupun mengenali siapa ke dua orang ini. "ang pasti keduanya hanya di ketahui identitasnya sebagai #%im-$ouw-&t-Bi' (!engawal Tunggal $arimau +mas) dan #0in-$ong-&t-BiG (!engawal Tunggal $ong !erak). /ereka di lengkapi dengan stempel khusus yang membuat mereka memiliki kewenangan untuk menggerakkan seluruh pasukan kerajaan kapan saja dan di mana saja mereka berada. ---lo;elydear--Selama beratus-ratus tahun Bu-Tong-!ai telah menjadi salah satu partai yang terkemuka. %arena kedisiplinan yang tinggi partai ini dapat mensejajarkan dirinya dengan Siauw-<im-!ay dan lain-lainnya yang banyak menelorkan pendekar-pendekar tangguh yang berwatak gagah dan sukar di cari tandingannya. Di tempat yang paling rahasia di Bu-Tong-!ai yang terletak hutan larangan di belakang pesanggrahan itu tampak dua orang kakek yang usianya sudah tua saling berhadapan. #$ahaha...%ian-&n ,injin menyerahlah kau tetap takkan dapat mengalahkanku. Esiamu sudah terlalu tua...- Seru seorang kakek muka hitam setengah baya berjubah %uning-!utih. Di hadapannya tampak seorang kakek pula yang terlihat lebih tua berusia sekitarenam puluh sembilan tahun sedang berjongkok dengan kaki satu. Dari sela-sela bibirnya terlihat darah kental mengalir. Dia terluka dalam yang parah. #$uhh $ek-bin 3it-cu ...&lmu 3it-0oat-Tok-,iangmu memang hebat pinto siap menjemput kematian seperti kesepakatan kita asalkan kau tidak mengganggu seujung rambutpun anak murid Bu-tong-pay...silahkan sicu...' Sahut kakek ini perlahan sambil memuntahkan darah segar lebih banyak lagi. #$eehh baiklah aku setuju kepalamupun sudah merupakan hadiah yang terbesar bagi ulang tahun Tai-%auwcu kami...bersiaplah...haiitttt' Berkata demikian tanpa banyak bicara $ek-bin 3it-cu menarik kedua tangannya ke belakang dan di putar-putarkan sambil di pukulkan ke depan. Tapi sayang sepertinya waktu belum mengi.inkan kematian dari %ian-&n ,in-jin. #3angannnn...' #D$++SSSS' Tiba-tiba terdengar suara nyaring dan seorang pemuda sudah menghadang di hadapan %ian-&n ,in3in sambil menangkis pukulan tersebut. !emuda itu terdorong dua langkah sedangkan $ek-bin 3it-cu itu terdorong tiga langkah ke belakang.

#/anusia lancang siapa kau berani menghalangiku---' Bentak $ek-bin 3it-cu itu. 7amun diam-diam dia terkejut juga akan kekuatan lawan barunya ini yang mampu membuat dia terdorong tiga langkah. Dia taksir usianya belum sekitar duapuluh tahun. #$uh kau yang lancang berani mengacau di sini dan melukai ciangbunjinsuheng...' Terdengar suara lain yang halus suara wanita dari samping. Di lain saat berkelebat satu bayangan yang amat cepatnya mengirim empat kali pukulan berantai yang amat dahsyat. #Thai-kek-ciang-...' #$eahhh...' $ek-bin 3it-cu kembali terkejut namun tanpa ayal segera mengerahkan seluruh kekuatnnya menangkis. #!<AA%...!<AAA%...' #$aiiit...' Terjadi benturan sebanyak empat kali dia terdesak mundur satu langkah tapi yang lebih luar biasanya belum sempat dia mengatur posisinya tubuh bayangan di hadapannya sudah meliuk dengan kecepatan luar biasa seolah tak bertulang melejit ke atas dan melontarkan satu pukulan yang amat dahsyat ke arah ubun-ubunnya. Segera $ek-bin 3it-cu memutar kedua tangannya di atas kepala untuki menyambut serangan tersebut. Tapi kembali dia terkejut karena tiba-tiba dia kehilangan lawannya. Belum hilang kekagetannya terdengar suara halus seorang wanita di sebelah depan* #Akhh..toako nyatanya orang sombong ini terlalu lemah...' Sahut gadis itu setengah kecewa. #Benar sekali $ong-moi...Akhh inikah antek-antek 3it-0oat-%auw yang ke blinger dan bermimpi menguasai dunia persilatan-' !emuda itupun menimpali. 7amun tidak lama karena sesaat kemudian mereka berdua sudah menjatuhkan diri berlutut di hadapan %ian-&n ,injin sambil bersoja. #,iangbunjin-Suheng terimalah hormat kami!' #$emmn apakah kalian murid Susiok-,ouw di &n-%ok-San-' #Benar ciangbunjin-suheng kami kakak-beradik benar adalah murid suhu Thian-&n ,injin. /enurut suhu bahwa biarpun beliau sudah mengasingkan diri di &n-%ok-San tapi beliau tidak pernah tidak memperhatikan Bu-Tong-!ai. Suhu memerintahkan kami untuk melapor agar dapat memberi bantuan seperlunya bila Bu-Tong-!ai membutuhkan. %ebetulan Suhu berpesan pada kami untuk menengok makam mendiang sucow sehingga kami bisa sampai di sini...' Berkata demikian sang pemuda segera berdiri dan menghadap ke arah $ek-bin 3it-cu. #Bagaimana orang tua apa kau masih mau melanjutkan niatmu-'

#Tampaknya aku tidak punya pilihan lain selain menghadapi kalian baiklah mari kita coba lagi...kalaupun aku kembali Tai-kauwcu kami tidak menerima orang pulang dengan tangan kosong...Silahkan kalian berdua maju bersama supaya aku segera mengirim nyawa kalian pada 0iam-lo-ong..' Suaranya angkuh. Dia adalah orang ke tiga dari 3it-goat-kauw. 7amun diapun tahu sampai di mana kebiasaan kauw-cu perguruannya. #$ihihi...%akek tua melawan aku saja kau belum tentu menang sesumbar mau melawan kami berdua...' Si gadis mengejek. Bajah $ek-bin 3it-cu merah. 7amun dia juga cerdik. Dari bentrokan tadi dia tahu bahwa si pemudi sama mungkin lebih ringan untuk di lawan maka dia menyerang dulu sambil memilih lawan yang wanita. Dan kebetulan sekali ejekan gadis itu membuat dia punya alasan kuat untuk menyerangnya. #$eii orang tua... aku lawanmu' Baru saja $ek-bin 3it-cu menerjang kembali berkelebat bayangan orang dan di lain saat sang pemuda tadi sudah menyambut serangannya. /au-tak mau akhirnya tanpa banyak cakap $ek-bin 3it-cu melanjutkan serangannya. Sehingga terjadilah pertarungan yang cukup ramai di lihat. 7amun setelah lewat duapuluhjurus nampak mulai kepayahan karena ternyata ilmu pemuda tersebut tetap satu langkah di atasnya. !ada jurus ke duapuluh enam jatuh terduduk dengan dada terhantam pukulan Thai-kek-ciang. #Bagaimana %akek muka hitam apakah kau masih mau melanjutkan niatmu-...' tantang pemuda itu sambil tertawa. $ek-bin 3it-cu berdiri perlahan setelah memuntahkan darah segar. /atanya mendelik marah namun tanpa banyak cakap dia membalikkan tubuhnya dan berjalan tertatih-tatih dan menghilang di balik pohon. #$emmm...bagus bagus...ternyata suheng memang telah melatih kalian dengan baik sekali di kemudian hari tidak nanti Bu-tong-pai bakalan resah untuk mencari penerusnya...' Terdengar suara %ian-&n cinjin perlahan. Balaupun masih menahan sakit namun setelah bersila beberapa saat luka dalamnya sudah agak mendingan. #Siapakah nama kalian-' Si pria menjura dan sambil tersenyum menjawab* G,iangbunjin-suheng boleh memanggil siautee ,ee Tie %ian dan ini adik tee-cu bernama ,ee 3ie $ong. %ami mohon petunjuk ciangbunjin-!' #Bagus tinggallah kalian di sini beberapa waktu lamanya.'

#Baik ,iangbunjin-suheng tapi bisakah kami tinggal tidak terlalu lama- 3ie $ong bertanya dengan suara merdu dan perlahan. #+h apakah ada urusan lain yang perlu kalian kerjakan sehingga begitu terburuburu-' %edua kakak beradik itu saling berpandangan sejenak dan setelah saling menggangguk Tie %ian menyehut* #Sebenarnya selain mendapat tugas dari Suhu kamipun memikul tanggung jawab untuk kerajaan...karena sesungguhnya kami berdua adalah juga utasan rahasia $ong-siang' #Aaakhhh...jadi kaliankah kepala para pasukan penyelidik rahasia kerajaan yang terkenal sebagai %im-$ouw-&t-Bi' dan #0in-$ong-&t-BiG itu...' Sahut %ian &n cinjin setengah terkejut. Dia bukan tak percaya. Bagaimanapun juga ada sedikit rasa bangga di hatinya jika ada anak murid Bu-tong-pai yang berhasil mencapai tingkat seperti ke dua orang muda di hadapannya ini. #Baiklah paling tidak kalian dapat mewakili aku untuk pertemuan rahasia lima perguruan besar tiga hari lagi.' ---lo;elydear--Baktu berjalan dengan cepat satu bulan sebelum peristiwa #+ng-$iong TaiBang-gwe' (!ertemuan besar para orang gagah) tiba dunia persilatan mengalami kegemparan dengan adanya peristiwa tragis yang menyedihkan yaitu kematian para tokoh-tokoh persilatan dari golongan putih pada saat yang bersamaan tepat pada tanggal limabelas. %engerian yang terjadi bukan hanya terhadap para korban tokoh-tokoh dari partai-partai kecil tapi juga para tokoh-tokoh besar Siauw-<im-!ai Bu-Tong-!ai %un-<un-!ai $oa-San-!ai dan Thai-San-!ai. Semuanya tewas dengan keadaan yang mengerikan yaitu dengan kepala terpisah dari tubuh mereka. /elihat akan situasi ini maka pada suatu hari bertempat di Thai-san-pay berkumpullah para utusan-utusan khusus dari ke-lima perguruan besar yang ada. !ertemuan ini di laksanakan secara rahasia dengan maksud yang rahasia yang hanya para ketua perguruan yang mengetahuinya. Sebelumnya para ketua perguruan ini menerima surat rahasia dari Bu %ong <iang ciangbunjin Thai-san-pai yang berjuluk Bu-tek Sin-liong-kiam. Satu minggu kemudian para ciangbunjin ini mengutus para wakil mereka di temani para murid pilihan terpandai dari pintu perguruan mereka menempuh perjalanan rahasia ke Thai-san-pai.

Setelah para utusan berkumpul hanya di hadiri sekitar tujuh belas orang saja. Bu %ong <iang di dampingi sepasang murid pilihannya berdiri sambil menyalami semua tamu tersebut. #,u-wi sekalian atas nama jiwa kependekaran yang saya tahu sangat di junjung tinggi oleh kita semua perkenankan saya mengajukan alasan mengapa kami mengundang para perguruan besar yang ada untuk berkumpul...' berhenti sejenak dia menatap semua yang hadir satu-per satu kemudian melanjutkan* #Seperti yang kita ketahui bersama masa depan dunia kang-ouw akhir-akhir ini mulai tidak tenang bahkan memasuki saat-saat yang amat gawat. Terbunuhnya para tokoh-tokoh perguruan yang pilih tanding ini telah mengisyaratkan pada kita semua bahwa ada kekuatan tersembunyi yang sedang mencoba mengacau. Dan ini perlu penanggulangan yang lebih lanjut...bagaimana menurut pendapat cu-wi sekalian-' #Benar sekali Bu-Tayhiap...%ita memang tidak bisa biarkan saja hal ini. !embunuhan terhadap para tokoh-tokoh perguruan besar ini sama dengan menabuh genderang perang. Dan mereka telah secara terang-terangan menyatakan perang. 7amun demikian kitapun harus tetap waspada dan jangan terjebak dengan siasat mereka...' Seorang kakek berjubah putih berjuluk Thiancu cinjin mewakili Bu-Tong-pai menyembut dengan suara halus namun bersemangat. Bu-Tayhiap memandang semua tamu yang hadir. Semua hanya mengangguk menyatakan persetujuan mereka. #Baiklah dengan demikian maka kita sepakat untuk menanggulangi bersamasama semua masalah ini. 7ah hal yang ke dua yang ingin kami sampaikan ialah bahwa melalui pertemuan ini perlu di bentuk suatu tim khusus yang akan menjadi pelopor untuk memperingati para enghiong di seluruh penjuru agar waspada melawan serbuan para kaum hitam yang di pimpin oleh 3i-0oat-%auw itu...' Tiba-tiba salah seorang hwesio dari Siauw-lim-pai yang duduk di sebelah kiri mengangkat tangannya dan bicara* #Amitohud...Bu-sicu benar sekali dalam hal ini kita memang harus mulai membentuk kekuatan gabungan yang akan membendung serbuan para kaum sesat tersebut...#Benar sekali...ini ide yang sangat baik karena kalau kita harus menunggu hari itu takutnya kita tidak punya waktu bersiap-siap lagi. %arena menurut penyelidikan kami kekuatan mereka sekarang terpusat di empat penjuru dan kemungkinan besar mereka siap untuk mengadakan penyerangan tepat pada hari pertemuan besar nanti' Seorang Tosu dari %un-lun-pai menimpali.

#"a bahkan ada beberapa kelompok yang mengacau di sekitar gunung $oasan-pai kami...' #Baiklah kalau begitu baiknya di atur begini saja kita masing-masing akan mengutus murid pilihan masing-masing perguruan untuk di serahi tugas ini...bagaimana menurut cu-wi sekalian-' Dengan suara mantap Bu-Tayhiap menyimpulkan diskusi itu yang di sambut dengan anggukan kepala oleh setiap orang yang hadir. Setelah berdiskusi sekian lama maka masing-masing pihak itu mengajukan dua orang jagonya. Dan tentu saja di pihak Bu-tong-pai di wakili oleh kakak beradik ,ee Tie %ian dan ,ee jie $ong. Setelah terpilih maka kembali Bu-Tayhiap angkat suara mewakili semua yang hadir. #Baiklah kalian semua yang telah di ajukan sebagai wakil dari masing-masing perguruan. %alian tahu bahwa kalian memiliki tugas yang amat penting sekali yang menyangkut tegak atau runtuhnya golongan putih dari dunia kang-ouw di masa yang akan datang namun kamipun tidak akan menyerahi tugas ini kepada kalian jika kami belum yakin akan kemampuan kalian. &tulah sebabnya sebelum kami melepas kalian untuk tugas yang suci ini maka kalian akan bertanding untuk melihat kemampuan kalian masing-masing...nah kami harap kalian tidak keberatan.' !ertandingan itu berlangsung cukup seru karena orang-orang muda itu ternyata adalah orang-orang muda pilihan yang telah di latih khusus dengan ilmu-ilmu pilihan di masing-masing pintu perguruannya. 7amun dari antara sepuluh orang muda itu ada empat orang yang agak menonjol yaitu 0iok-im $wesio dari Siauw-lim-pai yang berjuluk Bu-+ng Tiat-,iang (Tangan Besi Tanpa Bayangan) kakak beradik ,ee Tie %ian dan ,ee jie $ong dari Bu-tong-pai dan ,hit-Seng &m-kiam (!edang Dingin Tujuh Bintang) dari Thai-san-pai. Satu minggu kemudian setelah mendapatkan wejangan-wejangan dari para tokoh-tokoh perguruannya masing-masing maka ke sepuluh orang ini lalu turun gunung untuk memulaikan tugas mereka Sementara itu sambil menjalankan tugas rahasia mengamarkan dunia persilatan ,ee Tie %ian dan ,ee jie $ong tetap melakukan juga misi mereka ke mencari in=ormasi untuk kerajaan.

PUSAKA PARA DEWA Episode 10

Dengan cepat ke sepuluh orang muda ini bergerak secara rahasia sambil mengenakan kerudung !utih melaksanakan tugas mereka untuk mengamarkan para pendekar agar bersiap menghadapi para kaum sesat yang mencoba menyusup dalam pertemuan besar di !uncak Awan !utih di Bu-"i-san nanti. Di samping itu berulang-ulang ke sepuluh orang ini mengadakan bentrokanbentrokan kecil dengan ke empat perguruan sesat di bawah pimpinan 3it-0oat%auw tersebut. Sehingga dalam waktu singkat ke sepuluh orang ini di kenal dengan nama #%angouw-hiap-wi' (!ara !engawal %angouw). $ari menjelang pagi memasuki waktu pertemuan besar antara para pendekar. !uncak Awan !utih yang dingin terselimuti kabut yang menutupi hampir seluruh bagian puncak tersebut sehingga tidak nampak dari bawah gunung. 7amun suasana ini tidak dapat menutupi gerakan orang-orang yang bergerak naik ke atas bukit tersebut. Baik secara berkelompok ataupun sendiri-sendiri. Bukan hanya dari ke tigapuluh enam partai partai besarLkecil yang hadir tapi juga enam keturunan keluarga besar yang hanya mengirimkan satu atau dua orang utusan mereka yaitu keluarga Suma dari !ulau +s keluarga <u dari !ulau Daun !utih keluarga %eluarga "ang dari %uburan %uno keluarga %iang dari <embah !ualam $ijau keluarga %hu dari puncak Sian-Thian-san dan keluarga Thio dari !ulau !honiM dari partai-partai kecil lainnya dan 4 perkumpulan pengemis yang tersebar dari %witang-!akhia. Suasana ramai saat itu namun juga tidak lepas dari sikap waspada yang tinggi dari tiap-tiap orang yang hadir. 3umlah keseluruhan yang hadir kurang lebih tiga ratus orang. Tampak juga di antaranya hadir juga para tokoh-tokoh tua para ciangbunjin dan murid-murid pilihan mereka. /enjelang tengah hari saat para pendekar telah berkumpul Bhok-Siang$wesio suheng dari ciangbunjin Siauw-<im-!ai maju ke muka menghadap para pendekar. Suaranya lembut tapi bergema sampai ke seluruh penjuru tanda tenaganya kuat sekali. #Selamat bertemu ,u-wi sekalian...karena hari sudah menjelang siang sekaranglah saatnya bagi kita untuk merundingkan segala sesuatu. Silahkan bagi siapa yang mau mengemukakan ide-idenya untuk di bahas dalam pertemuan ini...' Semua orang mengangguk-angguk dan saling pandang sesaat kemudian dari barisan sebelah kanan bertindak maju seorang pria berjubah kuning dengan pedang panjang di pinggang. Beberapa orang mengenalnya sebagai Ban Siu si $ong-in-Sin-ong (!edang Sakti Awan Angin) yaitu salah satu dari !at-%iam-ong (Delapan Caja !edang) yang terkenal. #/aa=kan saya berani lancang...bila melihat perkembangan dunia persilatan saat ini cukup mengejutkan dengan adanya pergerakan dari para pentolan-

pentolan kaum $ek-to saya hanya ingin mengusulkan agar para +ng-hiong boleh sepakat untuk memilih Beng-cu yang dapat mempersatukan semua gerakan kita menghadapi para pengganas tersebut...' #Amitohud Benar sekali ucapan Ban-sicu memang dalam keadaan yang bergejolak ini perlu adanya penanganan secara bersama di bawah satu pemimpin bagaimana pendapat para enghiong sekalian-...' Terdengar lagi suara Bhok-Siang-$wesio yang di sambut dengan anggukan dan bisikan diskusi oleh semua yang hadir. Tiba-tiba terdengar suara yang lain* #%ami semua setuju dengan usul tersebut tapi bagaimana caranya kita menentukan calon Beng-cu yang akan di pilih itu-' Seorang pria setengah tua berpakaian hitam menyahut dengan suara yang keras sehingga mengalahkan semua suara yang ada sehingga semua mata kini kembali di arahkan pada Bhok-Siang-$wesio. /ulailah terdengar berbagai tanggapan dari sana-sini ada yang mengusulkan adu kepandaian tapi ada juga yang mengusulkan untuk menunjuk orang yang paling di hormati dari kalangan tua saja. Tapi setelah di sepakati akhirnya usul yang pertama untuk di pilih melalui adu &lmulah yang di plih. /elihat ini segera Bhok-Siang-$wesio menatap tajam ke semua yang hadir dengan penuh wibawa dan mengangkat tangan menenangkan semua orang yang mulai ramai dengan usul-usulnya. #Baiklah cu-wi sekalian sudah mengusulkan. Sekarang masing-masing pihak boleh mengajukan satu calon yang nanti akan di uji. 7amun mengingat keadaan kita yang sangat rawan saat ini dengan adanya berbagai isu penyusupan dari aliran sesat maka pinceng menganjurkan agar setelah usulan para calon di tentukan maka biarlah kita menyerahkan kebijakan pengujian ini kepada para ciangbunjin yang ada yang kita tidak ragukan kepandaian mereka bagaimana-' #Akuuuurrrrr....' #Setujuuu....' terdengar suara balasan dari sana-sini. Balaupun memakan waktu yang tidak terlalu lama namun pemilihan Beng-cu itupun tetap berlangsung dengan meriah dan cepat. %eadaan sejauh ini cukup menggembirakan bagi para ciangbunjin yang ada namun mereka juga tetap was-was karena keadaan itu terlalu tenang. Sementara itu Bhok-Siang-$wesio hanya berdiam saja selama pemilihan itu berlangsung tapi matanya terus menjelajah ke sekeliling dengan tatapan penuh selidik hatinya bertanya-tanya* #Dimana para Su-Sian dan para tokoh-tokoh penting sakti lainnya juga kangouw-$iap-Bi-' Setelah sekian lama akhirnya muncul dua orang unggulan. "ang pertama Butek Sin-liong-kiam Bu %ong <iang dan yang kedua adalah Bhok-Siang-$wesio

sendiri. /elihat ini segera Bhok-Siang-$wesio bergerak maju untuk memberi sanggahan. #!ara +ng-hiong sekalian bukannya pinceng menolak kesepakatan kami berdua untuk memilih kami dari kalangan Tua ini sebagai Beng-cu tapi hendaknya harus di ingat bahwa tugas sebagai Beng-cu nanti sangat membutuhkan orang-orang yang lebih ulet dan bersemangat muda jadi mohon di pertimbangkan lagi agar dapat memilih orang-orang yang lebih muda saja...' #Benar ucapan losuhu Bhok-Siang-$wesio adalah lebih baik jika dari kalangan yang lebih mudah saja yang di pilih...' Sambung Bu %ong <iang. #S+TE3EEE......' Terdengar suara yang keras menyahut. Ternyata datangnya dari seorang pria berpakaian putih dari rombongan sebelah timur yang baru saja tiba. #maa=kan atas keterlambatan kami tapi karena belum terlalu terlambat maka kami dari %im-<iong-pai mengusulkan %etua kami sebagai Beng-cu...dia sangat sakti dan &lmu pedangnya tak tertandingi di antara para pendekar muda....-' Combongan itu terdiri dari sebuah tandu megah berbentuk naga yang di kawal oleh seratus orang berpakaian putih dengan pedang bergagang keemasan. Semua orang mulai berbisik-bisik melihat hal ini. Bhok-Siang-$wesio segera menyahut* #Ahh kami telah mendengar bahwa %im-<iong-!ai telah memiliki %etua baru yang masih muda %onghi-konghi...tapi bolehkah kami mengetahui nama beliau dan apa julukannya-' Seorang pria setengah baya dan berkumis tebal maju ke depan sambil berkata* #%etua kami yang mulia bernama Tee Sun <ai dia......' #D&A ADA<A$ /A7ES&A &B<&S B+C3E<E% T++-/A %&A/-A70...' Sahut suatu suara keras yang entah dari mana datangnya tapi hasilnya ternyata sangat berpengaruh. #&iiiiiihhhhh...' #Awas....hati-hati....' Timbul berbagai suara kekhawatiran dari sana-sini #Amitohud benarkah dia Tee-/o %iam-Ang-' sambung Bhok-Siang-$wesio dengan suara agak terkejut. Sementara tokoh-tokoh yang lain memandang penuh selidik dengan tangan masing-masing terulur memegang senjata mereka dengan sikap khawatir. Bu-Tayhiap yang lebih dahulu menguasai perasaan hatinya segera bertanya* #/aa= pertemuan ini adalah pertemuan para +ng-hiong untuk menghadapi para kaum $ek-to di pihak manakah kalian berada- Sejauh yang kami ketahui %im-

<iong-!ai di bawah pimpinan &t-0an %im-<iong (7aga +mas Bermata Satu) sangat menjunjung tinggi kegagahan tapi mengapa %im-<iong-pai justru mengijinkan penggantinya seorang dari jalan $ek-to-' Bajah pria berpakaian putih itu pucat mulutnya terbuka seperti hendak mengatakan sesuatu...tapi saat itu juga terdengar suara terkekeh perlahan namun suaranya bergetar mengidikkan bulu roma semua yang hadir. #$ehehe Bu-Tayhiap memang orang yang berpengetahuan luas tidak usah kita perbincangkan mengenai hal yang sia-sia yang jelas akulah ketua %im<iong-pai yang baru apa ada yang menolak bila aku di calonkan sebagai Bengcu- <agi pula kalau aku jadi Beng-cu kalian tidak akan rugi karena akupun sangat menentang orang-orang 3it-0oat-%auw busuk yang sok jago itu' Bhok-Siang-$wesio adalah orang yang ari= tapi dia tahu belaka apa artinya jika orang seperti Tee-mo %iam-Ang ini jadi Beng-cu itupun setali tiga uang dengan 3it-0oat-%auw. Segera dia menyahut* #/aa= tapi pemilihan Beng-cu ini haruslah di setujui oleh semua +ng-hiong yang hadir...' #$ahaha aku tahu losuhu tapi semua orang sudah memilih kalian berdua itu artinya jika aku mengalahkan kalian berdua maka semua akan setuju bukankah begitu-' Belum habis suaranya tiba-tiba tirai tandu tersibak dan melesatlah bayangan keemasan kea arah Bhok-Siang-$wesio dan Bu-Tayhiap dengan kecepatan yang mengagumkan. #$emm...' Bhok-Siang-$wesio dan Bu-Tayhiap segera bersiap untuk menyambut karena mereka merasakan hawa yang sangat kuat menerjang mereka tapi sekedipan mata kemudian bayangan itu telah berdiri tiga langkah di depan mereka berdua sambil tersenyum. #/arilah 3iwi-locianpwe kita bermain-main sebentar jangan sungkan...' Berkata demikian sekelebat bayangan pedang yang entah dari mana datangnya berubah menjadi dua jalur panjang yang mengeluarkan suara berdesing tajam mengarah pada Bhok-Siang-$wesio dan Bu-Tayhiap. #$ehh...' Bhok-Siang-$wesio dan Bu-Tayhiap terkejut sekali ketika merasakah kekuatan serangan lawan tidak berada di sebelah bawah kekuatan mereka. Segera tubuh Bhok-Siang-$wesio melesat satu langkah ke samping sedangkan Bu-Tayhiap melesat satu tombak ke atas dan turun perlahan-lahan. #&ni jurus kedua' Sambut Tee Sun <ai di lain saat tubuhnya bergerak sebat melontarkan serangan ke-dua yang lebih dahsyat lagi itulah jurus maut #seribu biang iblis membelah sang budha'. !edangnya mengeluarkan cahaya tajam rapat yang mengurung kedua lawannya dari segala penjuru sehingga mustahil

ada jalan keluar. $ebatnya lagi setiap bayangan pedang itu memiliki kekuatan yang sama dahsyat. 7amun Bhok-Siang-$wesio dan Bu-Tayhiap bukanlah anak kemarin sore yang baru belajar ilmu silat. /eskipun mereka terkejut karena mereka hampir kalah tenaga dari lawan yang masih muda namun dengan cepat Bu-Tayhiap memainkan ilmu Thai-San-kiam hoatnya yang sudah sempurna pada jurus ke tigabelas yang menciptakan tembok rapat yang susah di tembus sementara Bhok-Siang-$wesio mengerahkan ilmu Tiat-po-san yang sudah mencapai tingkat ke sepuluh dan tangannya mengerahkan tenaga %iu-yang %im-%ong-ci membalas menyerang lawan. Demikianlah terjadi pertempuran dahsyat dua lawan satu di tengah-tengah lapangan luas itu. $al ini sangat mengkhawatirkan para pendekar. Di antaranya para utusan dari ke enam perkampungan itu yang dapat melihat bahwa BhokSiang-$wesio dan Bu-Tayhiap masih agak kesulitan menandingi pemuda yang ternyata sangat sakti itu. Tigapuluh jurus berlalu pertarungan sudah memasuki tahap puncak bagi ke dua tokoh sdari golongan putih ini. Bhok-siang-hwesio telah mengerahkan tingkat ke sepuluh dari ilmu Tat-mo-kun-hoat yang di kerahkan dengan tenaga kiu-yang %im-kong-ci. Tubuhnya bergerak lambat namun cepat menahan gempurangempuran hawa pedang yang dahsyat. Begitu juga Bu-Tayhiap yang telah mengerahkan puncak tertinggi dari Thai-san-kiam-sut serta Thai-yang-kangnya. /emasuki jurus ketigapuluh satu tiba-tiba Tee Sun <ai memekik seperti $arimau marah. Tubuhnya berkelebat seperti terbagi menjadi empat bagian. Tangan kirinya mengerahkan jurus ke dua dari ilmu $iat-kut-jiauw Sam-kang yang bernama #Seribu cengkraman darah melepaskan tulang' sedangkan pedangnya bergerak deangan jurus ke empatpuluh dua dari Tee-mo-kiam-sut yang bernama #Cibuan pedang iblis bumi pemantek dewa'. 3urus ini si=atnya menyusup pada tenaga lawan dan menghancurkan pusat tenaga. %alau lawan lebih rendah tenaganya akan berakibat lenyapnya kepandaian lawan. Dengan sepenuh tenaga dan karena tidak melihat pilihan lain dalam menghadapi jurus lawan Bhok-Siang-$wesio segra melesat kebelakan BuTayhiap mengempos semangat sambil menempelkan telapak tangannya di punggung Bu-Tayhiap untuk untuk menahan gempuran lawan. #!<AAA%%%...' #,+!!...,++!!!......%CAA%%...' #E$EEE%%%......$A+++%%%%%' darah segar di muntahkan oleh Bhok-Siang$wesio dan Bu-Tayhiap yang terlempar ke belakang satu tombak lebih. Bhoksiang-hwesio segera duduk bersila mengobati luka dalamnya yang amat parah akibat tindihan tenaga lawan yang dahsyat. Sedangkan Bu-Tayhiap bergerak bangkit perlahan dengan tiga tempat di tubuh yang tertembus pedang. 7amun

syukur bahwa gabungan tenaga mereka ternyata dapat meredam e=ek yang menghancurkan dari jurus #Cibuan pedang iblis bumi pemantek dewa' itu. Di sebelah sana nampak Tee Sun lai yang masih tertawa terkekeh tapi mukanya merah dan kakinya melesak satu jengkal ke dalam tanah. Agaknya dia juga terluka bagian dalam tapi masih lebih ringan. Dengan pongahnya dia memandang ke semua orang yang memandang kepadanya dengan tatapan ngeri. #Apakah masih ada dari antara kalian yang mempertanyakan hakku menjadi Beng-cu-...' Semua terdiam tidak ada yang menyahut. Tapi beberapa saat kemudian dari tengah-tengah kumpulan para +ng-$iong tersebut bergerak maju para utusan dari ke-enam keluarga dan juga delapan orang dengan pedang yang beraneka bentuk di tangan. /ereka adalah !at-%iam-ong (Delapan Caja !edang) salah satu di antaranya yaitu Ban Siu si $ong-in-Sin-ong (!edang Sakti Awan Angin) melangkah ke muka dan berseru* #%au memang hebat tapi kau masih harus melewati kami terlebih dahulu...beranikah kau-...' #$emmm apa ini yang para pendekar yang di sebut !at-%iam-ong- %u dengar kalian sudah lama mengasingkan diri mengapa sekarang muncul lagi-' #!erkara dunia persilatan adalah jiwa kami sehingga kamipun tidak akan berdiam saja jika ada kekacauan yang di sebabkan orang-orang jahat kejam sepertimu yang mengacau...' #$ahahahahahaha...kalian terlalu sombong untuk mengatakanku kejam sementara kalian juga banyak kali membunuh orang...' %e delapan orang ini terhenyak. Bagaimanapun juga mereka tidak dapat membantah lebih jauh. #Baiklah kalau kalian dapat menembus dua kelaompok barisan 49 &blis Bumi dan keluar dengan selamat maka aku akan mundur dan tidak berharap untuk menjadi Beng-cu lagi. Tapi harus ku ingatkan aku sendiripun membutuhkan empat puluh sembilan jurus untuk dapat membongkar satu barisan ini....hahahaha...' Berkata demikian tubuhnya berbalik dan melesat masuk ke dalam tenda. Sementara ke seratus empat anak buah %im-<iong-pai bergerak teratur membentuk dua barisan &blis Bumi di kananDkiri Demikianlah terjadi pertempuran besar-besaran yang memakan korban jiwa yang banyak dari pihak para pendekar. Banyak yang melarikan diri satu-satu

yang pada akhirnya merekalah yang menceritakan bagaimana pembantaian itu berlangsung. Semua utusan dari enam keluarga tewas. !at-%iam-Ang yang luka-luka dan di lemparkan ke lembah di !uncak Awan !utih tersebut sehingga tidak di ketahui keadaan mereka lebih lanjut. Sementara itu Bhok-Siang-$wesio dan Bu-Tayhiap yang luka-luka hanya di biarkan di antara mayat-mayat yang berserakan. /alam itu di lalui dengan suasana hening yang mencekam oleh kedua tokoh ini sambil terus bertanya-tanya dalamhati mereka* # Dimana para Su-Sian yang telah mereka hubungi- Dimana para %angouw-$iap-Bi dan para tokoh-tokoh dunia persilatan sakti lainnya yang telah mereka hubungi sebelumnya---...Dan dimana orang-orang dari 3it-0oat-kauw yang katanya akan mengacau---...

PUSAKA PARA DEWA Episode 11

Sesungguhnya di manakah para Su-Sian %angouw-$iap-Bi berada dan para tokoh lainnya berada- Dan mengapa para pentolan 3it-0oat-kauw tidak ada satupun yang muncul- Entuk mengetahui hal ini mari kita mundur pada empat hari sebelum pertemuan besar tersebut. HHH Setelah menyelesaikan pengobatan pada ,u &n <an $an Sian meninggalkannya bersama dua orang di antara empat Dewa yang telah bersedia mengangkat &n <an menjadi murid mereka. 7amun sebelum dia meninggalkan Tebing <angit %oai-$ud +ng-,u berpesan kepadanya agar mewakili mereka berdua untuk menghadiri +ng-$iong Tai-Bang-gwe karena peliknya keadan dunia persilatan. %arena waktu pertemuan tinggal tujuh hari lagi maka $an Sian mengerahkan ilmunya sampai tingkat tertinggi menuju ke !un;ak Awan !utih di Bu-"i-San. !erjalanan yang memakan waktu hampir satu minggu itu hanya dia tempuh dalam waktu dua hari satu malam dan siang itu dia beristirahat sambil bermeditasi di bawah sebuah pohon di tepi aliran sungai yang mengalir di kaki puncak Awan !utih. Begitu dalamnya dia bermeditasi sekian lama dia masuk pada pengerahan dari tenaga saktinya. !ertarungannya dengan Tee Sun <ai dan para tokoh-tokoh dari

empat dewa maupun para tokoh-tokoh kaum sesat yang bertemu dengannya telah membuka lebih banyak wawasan baginya untuk mematangkan tingkat pemahaman ilmu-ilmunya terutama %ui-Sian &-Sin-%ang yang tanpa tanding Bu-Tek ,hit-%iam-,iang yang mengiriskan $ui-im $ong-Sin-%ang yang sukar di bendung dan Seribu Bayangan &blis !emusnah yang mengerikan. $an sian memang jeniusnya ilmu silat. Arang lain mungkin akan memakan waktu puluhan tahun untuk memahami dan melatih ilmu-ilmu silat yang dahsyat itu dengan baik tapi itu pengecualian bagi $an Sian. Semua ilmu itu di telannya bulat-bulat dan terus menemukan pematangannya dalam setiap pertempuran yang dia hadapi. Sementara dia bermeditasi =irasat dan telinganya menangkap gerakan halus yang tidak wajar mendekat ke arahnya dari jarak puluhan li. Segera dia mengembangkan Thian-&n $ui-,unya dan melesat bagai tiupan angin kepuncak sebuah pohon yang lebat dan diam tanpa bergerak sambil menahan na=as.. Tak lama kemudian tampak duabelas bayangan orang berjubah dan berkerudung hitam berkelebat dan berhenti tepat di bawah tempat persembunyiannya. %eduabelas orang ini tidak menyadari kehadirannya namun setelah mendengar suara mereka bisa di pastikan mereka bukanlah orang baikbaik karena dari tubuh mereka $an Sian merasakan hawa pembunuh yang kuat. #$emmm....$ek-Tok-3iauw-Ang tahukah kau mengapa %auw-cu-yaa memanggil kita ke sini-' Tanya seorang yang berpakaian kerudung yang pertama. #Aku tidak tahu yang jelas beliau mengatakan ada perubahan rencana penyerangan' jawab $ek-Tok-3iauw-Ang. /ereka semua terdiam sambil berdiri seperti patung. Tak lama kemudian dari arah kiri terdengar bunyi berkesiutan dan tiba-tiba seorang pemuda tampan pesolek berpakaian perlente yang memegang sebuah kipas sutra dari baja murni. #$ormat %aucu-yaa kami siap menerima perintah' Serempak ke lima orang itu menjura dengan hormat. #$emm waktu kita tidak banyak Tai-%auwcu memerintahkan untuk segera menarik mundur semua pasukan ke pos masing-masing. Saat pertemuan besar di adakan perintahkan ke empat partai untuk menggabungkan kekuatan menjadi dua bagian. Satu akan ada di bawah komandoku sedang yang satu lagi akan di pimpin langsung oleh Tai-%auwcu sasaran kita adalah Siauw-lim-pai dan Bu-tong-pai tempat itu harus di ratakan dalam semalam. Tai-%auwcu

melihat bahwa ini lebih berguna untuk di lakukan daripada mati-martian menggempur pertemuan itu' #&de yang sangat cemerlang %auwcu-yaa dengan terpukulnya dua kekuatan paling besar di Bu-lim %ang-ouw ini maka akan lebih mudah untuk menaklukkan yang lainnya....hahahaha' Baju hitam ke dua menyahut. #Tapi %auwcu-yaa bagaimana kalau para ho-han itu curiga kalau tiba-tiba mereka merasakan kita tidak ada gerakan-' #$ahaha semala ini kita hanya menakut-nakuti mereka saja namun itupun tidak perlu terlalu banyak biar ? siluman langit yang tinggal dan terus mengadakan pengacauan agar mereka tidak curiga' 3awab pemuda itu singkat dengan senyuman dingin. Beberapa saat kemudian setelah mengatur beberapa hal pertemuan kecil di bubarkan. 7amun sebelum mereka berpisah pemuda yang di sebut %auwcuyaa itu berkata* #Sebelum pergi kalian selesaikan dulu satu pekerjaan kecil yang ringan untukku...' ---lo;elydear--/alam semakin larut di dalam hutan sekitar duapuluh li dari tempat pertemuan para datuk kaum sesat tersebut di sebuah kelenteng yang sudah tidak terpakai lagi tampak lima orang sedang duduk melewatkan malam sambil bersemedi. /ereka adalah lima orang dari %angouw-$iap-wi. 7ampak di antara mereka ,ee 3ie $ong si 0in-$ong-&t-wi yang nampak sangat cantik bagai bidadari turun dari khayangan dan ,hit-Seng &m-kiam (!edang Dingin Tujuh Bintang) Bee Tiong bersama tiga rekan mereka yang lainnya. Sejak beberapa saat yang lalu =irasat ke lima orang ini terganggu terlebih 3ie $ong. Di antara mereka berlima tak di ragukan bahwa kepandaiannyalah yang paling tinggi. Dan memang mereka tidak perlu menunggu lama dalam kegelisahan karena saat mereka membuka mata merasakan gerakan mencurigakan di sekeliling mereka. Ternyata di hadapan mereka tampak berkelebat Dua belas bayangan orang berkerudung hitam. #Siaga! Tampaknya kepandaian mereka tidak berada di sebelah bawah kita semua' Sahut 3ie $ong lirih ke arah empat rekannya sambil matanya menatap mereka penuh selidik #%alau boleh kami tahu siapakah cu-wi locianpwe sekalian- Dan apa yang bisa kami bantu-' Sontak Bee Tiong menyahut dengan suara keras berwibawa namun penuh ketenangan.

#$ahahaha...Arang muda kau berbakat dan masa depanmu masih cerah sebaiknya bijaksanalah dalam mempertahankan nyawamu kami hanya mau membawa gadis cantik ini untuk %auwcu-yaa kami jangan khawatir setelah beberapa hari diapasti akan di kembalikan' se orang di antara manusia ke dua belas orang itu menyahut dengan suara dingin. Bee Tiong jadi naik darah mendengar akan hal ini namun sebelum dia melakukan sesuatu 3ie $ong yang telah marah melesat dengan dengan sebat ke arah orang berkerudung tersebut. #/anusia tak tahu malu biar nonamu mengajarmu yang tak tau adat...' #Buuuttt...!lak plakk Desssss' pertemuan kedua tenaga yang kuat beradu membuat keduanya terdorong mundur satu langkah #+hhh...+h kau hebat...tampaknya hanya kau yang akan dapat memuaskan %auwcu-yaa mari $ek-wan Sin-mo kita tidak punya banyak waktu...hahahahahaha' Arang itu berseru sambil tertawa-tawa... Bee Tiong dan ke tiga rekannya yang lain segera bergerak membantu tapi mereka di hadang oleh empat orang berkerudung lain sehingga di tempat yang sunyi itu terjadi pertarungan sengit yang ramai namun mengancam ke lima anak muda tersebut oleh karena mereka sekalipun belum mengenal lawan mereka. Dengan kepandaiannya yang merupakan hasil gemblengan se orang sakti di antara empat Dewa dan juga mendapat gemblengan tambahan dari beberapa orang sakti saat guru mereka membawa dia dan kakaknya berkelana di daerah pegunungan $imalaya kalau hanya berhadapan satu lawan satu mungkin 3ie $ong masih bisa menghadapi lawannya dan memperolah kemenanganyang tapi menghadapi ke dua orang datuk sesat di depannya yang sangat sakti idia tidak dapat berbuat terlalu banyak karena itu hanya dalam duapuluh jurus dia telah kena di bius oleh $ek-wan Sin-mo. Sementara ke tiga rekannyapun agak kewalahan mereka hanya sanggup bertahan limapuluh jurus lebih baru kemudian terpukul jatuh dengan luka parah. #Bunuh mereka jangan biarkan satupun lolos' Sahut orang berkerudung yang lain yang memanggul tubuh 3ie $ong yang pingsan. Sesaat kemudian orang itu lelesat pergi ke arah barat hutan itu di ikuti ke tujuh orang lainnya. Sementara itu sambil tertawa-tawa ke empat orang berkerudung hitam yang tinggal sudah mendekati ke empat pemuda yang telah terluka parah tersebut namun masih berdiri dengan gagah tanpa takut. #$ahahahahaha....ketahuilah anak muda yang berhadapan dengan kalian ini >9 Caja &blis dan karena kalian sudah berani menentang kami maka kami takkan mengampuni...' Berkata demikian tampak tangan orang itu berubah menjadi

merah sebatas siku dan di ikuti ke tiga rekannya mereka mengangkat tangan siap untuk memukul. Tampak tidak ada harapan bagi mereka yang terkurung di tengah-tengah. /ereka hanya bisa pasrah saja tanpa tenaga menanti maut. Tapi ternyata maut belum berpihak pada mereka. Sebelum ke empat datuk sesat itu melancarkan pukulan terakhir mereka keempat orang muda ini mendengarkan suatu suara lirih di telinga mereka* #...jangan takut sambil bergandeng tangan kerahkan hawa murni kalian dan buka seluruh jalan darah. 3ika kalian merasakan suatu tenaga yang berputaran kuat jangan melawan kalau tidak tenaga bantuanku tidak akan menolong bahkan hanya tubuh kalian akan hancur lebur...lakukan dengan cepat' %eempat orang muda ini terkejut dan saling pandang mereka jadi tenang karena merasa ada orang pandai yang membantu mereka. Sesaat sebelum pukulan keempat raja &blis itu mendarat di tubuh mereka mereka merasakan punggung mereka hangat oleh suatu arus tenaga yang dahsyat. Saat itulah terdengar seruan dari lawan mereka... #Bersiaplah untuk bertemu 0iam-lo-ong...' #2!<AAA%....!<AAA%%...D+SSS....D++++SSS' 1Aiiikhh... $oeek...hoeeekkk' Terdengar suara ledakan beradunya empat kekuatan dahsyat ketika keempat pukulan para datuk sesat itu mendarat di tubuh keempat pemuda itu. Akibatnya sungguh aneh...keempat datuk sesat itu terlempar dua tombak ke belakang sambil memuntahkan darah segar. /ata mereka terbelalak lebar karena tidak menyangka bahwa mereka akan menerima pil pahit seperti ini. !andangan mereka di arahkan ke belakang keempat pemuda yang mereka akan bunuh itu tampak berdiri seorang pemuda berpakaian putih dengan rambut riap-riapan. "ang membuat mereka takut adalah tatapan mata pemuda itu yang mengeluarkan hawa api yang penuh kemarahan. #$uh %alian mau mengantar orang ke neraka silahkan rasakan tangan iblisku...' Belum habis suaranya tubuh $an Sian lenyap seperti kabut ke arah mereka. /eskipun dalam keadaan terluka namun mereka bukan anak kemarin sore. /ereka berusaha melawan dengan menangkis tapi tiba-tiba $an Sian lenyap dari hadapan mereka. Di lain saat mereka segera berteriak kesakitan empat larih sinar tajam seperti pedang yang berwarna-warni menembus jantung mereka dari arah punggung. /ereka mati dalam keadaan menggenaskan. Suasana hening keempat pemuda yang melihat hal ini tidak dapat berkata apaapa. $anya memandang dengan ngeri saja melihat kematian empat datuk sesat ini tapi juga berterima kasih karena telah di selamatkan. Sebelum mereka mengucapkan terima kasih $an Sian sudah menyahut*

#Tak perlu kalian memandangku begitu aku memang tidak senang melihat para &blis itu mengganas. %alian sembuhkan diri kemudian segera berpencar untuk memperingatkan para tokoh Siauw-lim-pai dan Bu-tong-pai agar berjaga terhadap serbuan kelompok 3it-goat-kauw pada hari +ng-hiong Tai-wang-gwe nanti. Aku akan bergabung dengan kalian setelah menyelamatkan gadis teman kalian itu.' Selesai berkata demikian tangannya melemparkan satu botol kecil kearah Bee Tiong kemudian tubuhnya lenyap bagai asap mengejar kearah orang-orang yang menawan 3ie $ong. Bee Tiong membuka tutup botol tersebut dan menuangkan isinya ternyata ada empat buah pil yang mengeluarkan bau harum. Segera mereka meminumnya dan mengatuh jalan perna=asan sepeminuman kopi kemudian mereka tersadar dengan tubuh yang lebih baik. <uka mereka sudah lebih ringan dan tidak mengganggu lagi. /ereka segera bergerak menemui kelima anggota kangouwhiap-wi lain dan segera menuju ke Siauw-lim-pai dan Bu-tong-pai. Sementara itu $an Sian melesat cepat ke arah perginya delapan pentolan kaum sesat tadi. Tapi dia tidak sejauh-jauhnya dia mencari tidak juga dia temukan jejak ke delapan orang tersebut. Dia penasaran. Terus tubuhnya melesat ke atah selatan pada jajaran perbukitan yang menjulang di depannya. Tapi sampai pagi tidak juga dia dapat menemukan orang-orang yang di carinya. /enjelang pagi dia tiba di pinggir sebuah telaga yang tidak terlalu luas namun memanjang sampai berpuluh kilo meter. Sangking kesalnya karena kehiangan buruannya dia duduk melangkah mendekati pinggir telaga tersebut. Di lihatnya ada seorang kakek yang sudah tua sekali sedang memancing dengan tenang. Sekilas dia rambut kakek itu yang petih keperakan semua dia memperkirakan umur kakek tersebut mungkin sudah lebih dari >66 tahun. Tapi kewaspadaannya segera meningkat ketika di lihatnya tangan dan kakek tersebut yang padat terlebih sinar matanya yang tajam tanda bertenaga dalam tinggi. Segera dia membuka suara bertanya* #/aa= kakek tua apakah engkau melihat delapan orang lewat di tempat ini sambil membawa seorang gadis-' #Aku baru saja datang di tempat ini. Ada apakah-' #Akhh tidak apa-apa aku hanya sedang mencari salah seorang sahabatku yang di tawan oleh para iblis...' #$emm kau berani sekali anak muda tapi mereka itu sangat sakti apa kau yakin dapat menyelamatkan temanmu itu-' #$uh segala macam >9 Caja &blis saja siapa takut baru saja beberapa waktu lalu ku antar empat orang dari antara mereka menemui 0iam-lo-ong...+h

permisi aku harus pergi' setelah menjura sejenak $an Sian membalikkan tubuh dan melangkah pergi. 7amun baru saja dia berjalan lima langkah tibatiba tubuhnyamelesat kesamping tiga langkah. #Buuuuuuutttt.....Daaaarrrrrr' Tempat di mana kakinya berada tadi telah berlubang selebar satu meter hanya dengan ujung mata pancing. Tubuhnya segera berbalik menghadap ke arah kakek tua tersebut dengan pandangan waspada. #$ahahahaha...rupanya kau cukup berisa pantas kau sesumbar telah mengirim empat orang dari >9 Caja iblis tersebut...tapi maukah kau main-main denganku barang dua-tiga jurus-' tantang kakek tersebut. #/aa= aku tidak mengenal engkau bagaimana aku dapat melawanmu-' #%au akan segera tahu bila bisa menahan tiga kali seranganku...' #Baik...silahkan mulai' $an Sian tahu kakek di depannya ini memiliki tenaga yang kuat terbukti hanya dengan mata pancing dapat membuat lubang selebar satu meter. Segera dia mengerahkan %iu-sian &-sin-kang untuk berjaga-jaga ementara kedua tangannya telah di aliri Tenaga &nti !etir /urni. #3urus pertama...' Seru kakek itu. Tubuhnya maju perlahan dan tangankanannya menepuk ke bahu kiri $an Sian. Sangat sederhana seperti dua kawan lama yang saling menyapa sambil menepuk bahu saja. Tapi $an Sian merasakan suatu arus kekuatan yang mendorong kuat menggempur kudakudanya agar melangkah mundur. Tak mau kalah segera tangan kirinya di angkat perlahan menepuk punggung tangan kakek itu. 7amun meskipun perlahat namun tibanya cepat sekali. &ni membuat kakek itu juga terkejut karena tenaganya tiba-tiba terputus di tengahtengah. Segera dia menarik tangannya. Dalam waktu singkat telah terjadi adu kekuatan dan kakek ini terkejut karena dia tidak dapat mengambil kemenangan dalam hal tenaga karena nampaknya tenaga pemuda itu tidak berada di sebelah bawahnya. #Bagus...bagus kau memang berbakat...lihat jurus ke dua...$eaaahh' Tubuh kakek itu melenting ke atas dan tiba-tiba delapan belas bola api dan es seperti hujan menghantam ke arah $an Sian dan segera mengurung ruang geraknya. $an Sian tidak gugup melihat serangan ini. Dalam sekejap cahaya keemasan dari tenaga $ui-im $ong-sin-kang melapisi tubuhnya dan membungkus !ukulan !etir /urninya dalam gerakan yang sederhana menyambut bola-bola api-es tersebut sehingga semuanya meledak di udara tanpa satupun yang menyentuh tanah.

#Aiiikhhhh.....' %akek itu terkejut karena semua serangannya dapat di tangkis. #Anak muda aku simpan jurus ke tiga untuk di lain pertemuan...kau carilah buruanmu ke arah barat mungkin mereka belum jauh...sampai jumpa..' Tubuhnya melesat cepat meninggalkan tempat itu. $an Sian tidak mencegah lagipula dia memang tidak mempunya permusuhan dengan kakek tua itu. Segera kakinya bergerak melangkah ke arah barat sesuai petunjuk kakek itu. Tapi baru saja dia melangkah tiba-tiba tangannya memukul jidatnya seperti teringat sesuatu. Segera dia berbalik dan tubuhnya melesat ke arah perginya sang kakek tua. Dengan penuh semangat dia mengempos tenaganya melesat di atas pepohonan sehingga dalam sekejap sudah melewati puluhan li. Sampai dia tiba di sebuah lembah berbatu-batu yang sunyi. Setelah sekian lama tetap saja dia tidak menemukan sosok orang tua tadi tapi ujung matanya tiba-tiba menangkap sebuah gerakan seseorang yang berlompatan dengan lincahnya dari atas batubatuan memasuki sebuah guha sambil memanggul sesosok tubuh. Setelah mengawasi tempat itu sejenak tubuhnya melayang ke arah guha dan masuk bagai asap tanpa di ketahui siapapun.

PUSAKA PARA DEWA Episode 12

Ternyata lorong guha tersebut cukup panjang dan melebar ke dalam. Di kejauhan telinganya menangkap suara orang berbicara. ,epat tubuhnya melesat ke arah suara tersebut dan beberapa saat kemudian dia telah ada dalam guha yang sangat lebar tersebut. Di tengah-tengah guha tersebut gadis cantik yang tadi dia lihat di tawan tampak di ikat di sebuah tiang berbentuk !atkwa yang di jaga oleh sembilan orang. Tubuhnya diam tak bergerak mengawasi sekelilingnya. Sekejap saja dia sadar tidak ada jalan lain baginya untuk menyelamatkan gadis tersebut selain menempur para datuk sesat ini. #$eemmm orang muda siapa kau berani lancang berurusan dengan kami-' Bentak $ek-Tok-3iauw-Ang Sekejap $an Sian melirik ke arah gadis yang di ikat itu. #Aku tidak punya urusan dengan kalian aku hanya memenuhi permintaan seorang sahabat untuk menyelamatkannya' Tangannya di kepalkan dengan jari telunjuk terbuka menunjuk ke arah 3ie $ong. Tanpa di ketahui orang-orang sebuah tenaga bagai

titik kecil yang kuat meluncur ke arah jalan darah di dada kiri 3ie $ong dan membebaskan totokan gadis itu. $anya gadis itu yang merasakannya tapi diapun tahu situasi maka terus pura-pura lemas. #$ahahahaha....kau mimpi anak muda karena kau tak akan selamat mulai detik ini...' Tiba-tiba $ek-Tok-3iauw-Ang sudah melesat ke depan melancarkan pukulan sakti $ek-tok jiauw-kang. Dia tak berani ayal. %arena kalau Tai-kauwcu mereka memerintahkan mereka untuk waspada itu artinya anak muda ini berisi. Tapi dia kecele. $anya dengan mengegoskan tubuhnya sedikit ke samping $an Sian telah menghindari serangan tersebut dan dalam sekejap tubuhnya di selimuti pengerahan tenaga $ui-&m-$ong-Sin-%ang. Tenaga sakti $ong Api ini membuat tubuhnya bagai di kelilingi jilatan-jilatan api sehingga tempat itu jadi terang. !ertarungan berlanjut dengan seru. 7ampaknya kali ini tidak mudah bagi $an Sian untuk menghadapi mereka. %arena ke sembilan orang ini adalah tokohtokoh sakti yang sudah puluhan tahun malang-melintang di dunia kang-ouw. /ungkin dengan kepandaiannya dia dapat mengatasi mereka satu lawan satu. Tapi dengan di keroyok begini meskipun dia tidak nampak terdesak tapi dia juga tidak bisa berbuat banyak pada kepungan mereka. Dia tahu akan sia-sia saja kalau dia terus melanjutkan pertempuran itu. %alaupun dia mengerahkan semua ilmunya satu per satu pada akhirnya toh dia hanya akan kelelahan saja dan ini bisa berbahaya baginya. Sementara itu sambil melontarkan Sui-ciam-kiam-cu (jalur !edang 3arum Air) dan $ong-<ui%iam-cu (jalur !edang Angin !etir) dari ilmu Bu-tek ,hit-kiam-ciang untuk membuka kepungan musuh ujung matanya melirik ke arah 3ie $ong. Dia melihat gadis itu sudah mulai bergerak perlahan. Saat itu ke sembilan orang itu sudah menyerangnya dengan jurus-jurus puncak dari ilmu mereka yang dahsyat. !ukulan-pukulan beracun berselewiran di manamana sangat mengerikan. Bahkan 3ie $ong yang menonton dari sampingpun terpaksa membatalkan niatnya untuk terjun ke dala pertempuran. Dia terpaksa segera bermeditasi untuk mengusir semua pengaruh racun di sekitarnya. Dengan bibir tersenyum menyeringai tubuh $an Sian tiba-tiba berputaran seperti gasing dan di sekitar tubuhnya muncul asap hitam tebal yang dalam sekejap membentuk bola-bola tenaga hitam sebesar kelapa yang terbang mengelilinginya dengan suara mencicit nyaring dan menyambut semua serangan lawan. &nilah jurus pertama dari #&lmu Seribu &blis !emusnah' yang dahsyat. Akibatnya sungguh hebat kesembilan orang itu terpental dengan kuat ke belakang dan jatuh terduduk. /ereka terluka meskipun tidak parah karena ilmu mereka sendiri yang membalik.

#$+$! S+C&BE &B<&S !+/ES7A$---' #Anak muda dari mana kau mencuri ilmu itu-...' Tiba-tiba terdengar bentakan nyaring dan serangkum tenaga panasdingin yang dahsyat meluruk deras ke arah $an Sian dengan sangat cepat hampir tak dapat di lihat oleh mata. Tenaga ini bagai api dan es yang jauh lebih kuat dari semua pukulan yang di lancarkan oleh sembilan lawan sebelumnya. Dengan telak menghantam tubuh $an Sian yang baru saja menarik pulang setengah dari kekuatan yang di lepasnya. #D$AAAC...' #B<AAAA///....' Tubuh $an Sian terlempar menabrak dinding batu dan melesak sedalam setengah meter. #3it-goat-mo-ong-' $an Sian terkejut melihat kakek ini. Tadi saat dia mulai menarik kembali tenaganya dia merasakan sesuatu yang tidak beres. Segera dia mengerahkan %ui-sian iDsin-kang sampai tahap kekosongan namun waktu yang dia miliki tidak cukup. Baru saja setengah dia kerahkan tenaganya tubuhnya sudah terpukul telak. $an Sian mengerahkan tenaga $ui-&m-$ong-Sin-%ang tubuhnya melesat keluar dan berdiri tegak di depan 3it-goat /o-ong. Bajunya hancur dari sela-sela bibirnya mengalir darah kental. Dia terluka dalam yang parah. #$ehehe...anak muda apa kau masih sanggup menghadapiku dengan tubuh seperti itu-' /ata $an Sian berkilat* #$emm...kau mau mencoba-...paling tidak kaupun tak bisa berbuat banyak padaku' Alis 3it-goat /o-ong berkerut. Dia bukan orang bodoh dia tahu kehebatan &lmu Seribu &blis !emusnah karena ilmu itu adalah milik tokoh sakti yang masih terhitung kakek gurunya karena gurunya iblis Api-+s adalah sute dari Sang &blis !emusnah itu. ,uma dia tidak terlalu yakin apa pemuda di depannya ini sudah menguasai sampai tingkat ke tiga belas atau belum. #Baiklah nanti kita lanjutkan kemudian...' Dia mengangkat tangannya dan dalam sekejap semua orang di situ telah menghilang di balik batu-batu. %ecuali 3it-goat /o-ong yang masih tinggal. #Anak muda aku masih ada urusan kita bertemu lagi nanti...tinggallah kalian di situ sampai mati...' Tiba-tiba tangan kirinya di pukulkan ke arah 3ie $ong sedang tangan kanannya memukul hancur dinding batu di sebelahnya. Selarik sinar ke hitaman menerjang ke arah 3ie $ong. Segra nona ini mengangkat tangannya menangkis. Tapi sesaat sebelum pukulannya beradu dengan larikan sinar itu $an Sian sudah berkelebat menarik pinggangnya.

#Dhaaarrrrr...' Dinding di belakang 3ie $ong berlubang besar. 0adis itu terbelalak. Sementara itu guha itu tiba-tiba bergertar keras saat mulut guha tertutup oleh tembok besi setebal sepuluh inci. Cupanya dinding sebelah kanan yang di pukul hancur oleh 3it-goat /o-ong ini adalah alat penggerak dari dinding baja tersebut. Setelah goncangan itu berhenti tinggal mereka berdua di dalamnya. $an Sian terdiam tak bergerak dengan tatapan kosong. /elihat ini 3ie $ong khawatir dan menyentuhnya. Saat itulah tiba-tiba tubuh $an Sian meluruk jatuh ke tanah dalam keadaan pingsan. Ternyata lukanya sangat parah. 3ie $ong bingung khawatir tidak tahu apa yang bisa di lakukan. Dia sudah coba menyalurkan tenaga tapi selalu terpental balik. Setelah lebih setengah hari dia mencoba akhirnya dia pasrah dengan kepala bersandar di atas dada $an Sian menangis sesegukan...Dia sedih karena tahu bahwa mereka terkurung di tempat itu. Dia sudah memeriksa tempat itu tapi tidak ada jalan keluar. Berapa saat kemudian dia menangis sampai tertidur. %eadaan guha itu dingin dan senyap. Sepeminuman teh kemudian 3ie $ong tersadar. Tapi dia merasa sesiuatu yang aneh tapi hangat mengalir di sekitar tubuhnya. Dia merasakan sebuah tangan memegang kepalanya yang sementara bersandar di dada telanjang tak berbaju. /ukanya merah dan segera akan bergerak tapi tibatiba... #3angan bergerak nona kita sedang dalam tahap pemulihan pergerakanmu akan mengacaukan arah gerakan 1sang naga2....' Suatu suara berbisik di telinganya akhirnya dia menurut dan diam tak bergerak. Dirasakannya tenaga yang aneh namun amat kuat berganti-ganti menerobos tubuhnya dan lenyap berulang-ulang yang membuatnya serasa nyaman. Tidak menunggu lama akhirnya proses itu selesai saat pemuda itu menarik tenaganya. #7ona maa= aku menggunakan tubuhmu sebagai perantara kesembuhanku serta memperkuat tenagaku...' $an Sian menatap 3ie $ong dengan penuh selidik. #<upakan kita senasib...kau sudah membantuku lepas dari aib aku sungguh berhutang budi padamu...' #7ona aku $an Sian bolehkah ku tahu siapakah namamu...-' #3ie $ong...' #7ama yang indah seindah orangnya...' %ata $an Sian memuji tiba-tiba ruangan itu jadi terang oleh kayu yang di bakar oleh $an Sian dengan ilmu $ui&m-$ong-Sin-%angnya.

!ipi 3ie $ong menjadi merah mendengar pujian ini sejenak wajahnya tertunduk malu. $an Sian terpesona tangannya terulur memegang tangan 3ie $ong. #Bolehkah aku memanggilmu $ong-moi-...' 0adis itu mengangkat mukanya memandang wajah tampan di depannya itu. #Boleh...boleh Sian-%o' +ntah bagaimana caranya dan entah siapa yang memulai terlebih dahulu tapi tiba-tiba kedua insan itu sudah berpelukan mesra. $an Sian mencium bibir hangat gadis itu dengan penuh perasaan. Dan sejauh ini 3ie $ongpun hanya diam saja dengan pasrah sampai akhirnya mereka bergulingan di lantai guha itu dengan tubuh telanjang tanpa pakaian sama sekali. 3ie $ong menggeluh lirih saat tangan $an Sian meremas-remas kedua payudaranya sedangkan lidahnya mengulum puting bukit yang menjulang indah dan mengeras itu. !ada dasarnya 3ie $ong memang seorang gadis yang sangat cantik tidak kalah dari &n <an maulun $ong <ian. Tubuhnya sintal dengan buah dada yang padat dan kencang. Sementara pinggulnya bulat dan padat. !ahanya yang panjang dengan kulit putih mulus sungguh membuat $an Sian yang sudah cukup lama tidak bermesraan bergerak bagaikan harimau yang sedang menikmati mangsanya. Dia menikmati seluruh keindahan tubuh itu dengan mantap dan bergairah. Dengan segenap pengalaman yang di milikinya dia membuat 3ie $ong mengkeret sampai bibir manis itu mengerang-erang lirih dengan keras...Apalagi ketika $an Sian mulai menindih gadis itu dan memasukkan miliknya yang besar. !erlahan namun pasti...3ie $ong menggelinjing menikmati permainan $an Sian yang membuat dia merasakan kenikmatan yang belum pernah di alaminya sebelumnya dengan amat sangat cukup lama sampai akhirnya* #Aaaaaaaaaakkkhhhh.....' %akinya terangkat ke atas dan mengejang kuat. Tangannya menggaruk lantai dengan kepala terangkat ke belakang... 'Aoooohhhh...' berulang kali dia menggeluh nikmat ketika $an Sian terus membiarkan miliknya tinggal di dalam dan memutar-mutar pinggangnya. Sampai lama 3ie $ong menggigit bawah bibirnya sambil memejamkan mata dan mengejang ...akhirnya tenaga keduanya mengendur sambil terus berpelukan dengan berpeluh. $an Sian terus mengulang-kembali permainan itu sampai empat kali. Ternyata walaupun baru pertama kali jie $ong pasrah saja meskipun hampir tidak sanggup menahan kenikmatan yang berulang-ulang kali di rasakannya itu.

Demikianlah beberapa waktu lewat. $an Sian akhirnya tersadar dan mulai menyelidiki tempat itu. Tempat itu memang telah tertutup dengan rapat. Tapi secara kebetulan mereka menemukan jalan air yang masuk ke tempat itu. /ereka mulai menggalinya sehingga itu tembus sampai ke sebuah sungai yang mengalir di bawah bukit tersebut. $ari itu tepat satu hari sebelum !ertemuan besar tersebut. Dengan &lmu meringankan tubuhnya $an Sian membawa 3ie $ong dengan cepat untuk bertemu dengan para tokoh-tokoh aliran putih lain yang juga membagi dua kelompok yang menuju ke arah Siauw-lim-pai dan Bu-tong-pai untuk melindungi kedua perguruan tersebut. !ara pengacau 3it-goat-kauw sangat terkejut akan adanya bala bantuan yang mereka tidak harapkan ini di sela-sela kemenangan yang hampir mereka raih sehingga rencana mereka menghancurkan kedua partai besar itu gagal total. 7amun meski demikian tetap ada banyak sekali makan korban. Demikianlah saat terjadinya pertempuran di pertemuan antara para pendekar dengan Tee-mo %iam-ong saat yang sama juga para pendekar sedang menghadapi penyerbuan para pengikut 3it-goat-kauw sehingga tidak ada yang menghadiri pembantaian maut ti !uncak awan !utih tersebut. %ekuatan hitam terpukul mundur >9 raja &blis hanya tersisa lima orang. Sedangkan empat partai sesantinggal beberapa pentolannya yang melarikan diri. Sedangkan 3it-goat /o-ong sendiri bertarung satu hari-satu malam dengan $an Sian sehingga terluka parah danmelarikan diri. !eristiwa ini adalah peristiwa yang paling tragis yang terjadi di dunia persilatan. Siauw-lim-pai dan Bu-tong-pai hampir berantakan. Setelah peristiwa tersebut dunia kang-ouw dan bu-lim menjadi sepi. Tidak ada pergerakan apapun yang muncul sampai setahun kemudian. Dengan demikian berakhirlah bagian pertama dari !endekar Asmara Tangan Sakti ini. Bagaimanakah keadaan $an Sian yang menghilang selama satu tahun- dan bagaimana keadaan asmara segi empatnya dengan ,u &n <an $ong <ian dan 3ie $ong- Bacalah cerita !endekar Asmara Tangan Dingin +pisode ke dua berjudul #ENAM DEWA TANPA TANDING' Di mana anda akan bertemu dengan banyak tokoh-tokoh muda yang maha sakti pewaris-pewaris enam keluarga besar dunia persilatan.

TAMAT