Anda di halaman 1dari 2

PERENCANAAN PAJAK (TAX PLANNING) UNTUK EFISIENSIBEBAN PAJAK PENGHASILAN BADAN(Studi kasus Pada PT. Pesona Remaja Malang)

PENGHASILAN BADAN(Studi kasus Pada PT. Pesona Remaja Malang) Oleh: Nurri Zainiyah ( 00620100 ) Accounting Dibuat:

Oleh: Nurri Zainiyah ( 00620100 ) Accounting

Dibuat: 2007-07-03 , dengan 2 file(s).

Keywords: Pajak

Dibuat: 2007-07-03 , dengan 2 file(s). Keywords: Pajak Tujuan dari ditetapkannya pajak oleh pemerintah terhadap

Tujuan dari ditetapkannya pajak oleh pemerintah terhadap wajib pajak perseorangan maupun badan adalah untuk membiayai pengeluaran negara dan sekaligus juga merupakan salah satu sumber utama pendapatan negara. Perusahaan (Perseroan Terbatas) sebagai salah satuwajib pajak badan harus dapat merencanakan jumlah pajak yang harus dibayar kepada pemerintah agar laba perusahaan tetap stabil dari tahun ke tahun, sehingga perusahaan tidak terbebani dengan adanya pajak. Strategi dalam meminimalkan pajak agar laba badan tetap tinggi. Salah satunya adalah tax avoidance (penghindaran pajak yang masih dalam ketentuan hukum pajak). Tax avoidance merupakan tax management yang dapat dicapai tiga tahap, yaitu; perencanaan pajak (tax planning), pelaksanaan kewajiban perpajakan (tax implementation), dan pengendalian pajak (tax contorl). Obyek penelitian ini dilakukan pada PT. Pesona Remaja Malang dengan judul “Perencanaan Pajak (Tax planning) Untuk Efisiensi Beban Pajak Penghasilan Badan”, dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif yang bersumber pada data sekunder (internal) berupa dokumentasi dari laporan keuangan komersial perusahaan dan wawancara pada salah satu karyawan perusahaan (HRD). Dengan merekonsiliasi fiskal terhadap harga pokok penjualan, laporan laba-rugi, dan neraca serta memanfaatkan biaya-biaya fiskal perusahaan untuk perencanaan pajak, untuk kemudian mengukur tingkat efisiensi dari adanya biaya-biaya fiskal tersebut yang direalisasikan dalam bentuk tunjangan (berkaitan dengan pajak penghasilan pasal

21).

Berdasarkan dari hasil analisis yang telah dilakukan dengan adanya biaya fiskal yang terdiri dari beda tetap: biaya makanan, biaya sumbangan, biaya pengobatan karyawan, dan biaya lain-lain, sedang beda waktu: biaya penyusutan. Hal ini dapat disimpulkan bahwa setelah dilakukan perencanaan pajak laba bersih sebelum pajak menjadi Rp 654.222.853,00, dalam hal ini terdapat selisih lebih besar dari laba bersih sebelum pajak (sebelum perencanaan pajak) sebesar Rp 108.945.500,00, maka besarnya pajak penghasilan yang harus ditanggung perusahaan juga mengalami peningkatan sebesar Rp 32.683.650,00 (setelah perencanaan pajak), sehingga hal ini cukup signifikan untuk penghematan pajak yang jumlahnya menguntungkan bagi perusahaan, yaitu sebesar Rp 475.455.997,00. penghematan pajak ini merupakan penghasilan bagi perusahaan yang tidak dikenakan pajak, karena hal ini merupakan proses perhitungan setelah dikenakan pajak

The purpose of the enactment of tax by the government against individuals or corporate taxpayer is to finance state expenditure and at the same time is also one of the main sources of state revenue. Company (Limited Company) as one satuwajib corporate taxes should be able to plan the amount of taxes to be paid to the government for corporate profits to remain stable from year to year, so the company is not burdened with the tax. Strategies to minimize taxes for corporate profits remain high. One of them is tax avoidance (tax evasion is still in the applicable tax laws). Tax avoidance is a tax management, which can be achieved in three stages, namely, tax planning (tax planning), implementation of tax obligations (tax implementation), and control (tax contorl). The object of this research conducted at PT. Teens Enchantment of Malang with the title "Tax Planning (Tax Planning) For Corporate Income Tax Expense Efficiency", by using quantitative descriptive research that originates on the secondary data (internal) in the form of documentation of the financial statements of commercial companies and interviews at one company's employees (HRD .) With fiscal reconcile against cost of sales, income statement and balance sheet and take advantage of the fiscal costs of companies for tax planning, to then measure the efficiency of the fiscal costs that were realized in the form of allowances (relating to income tax article 21 .) Based on the results of the analysis conducted by the fiscal cost of permanent differences: the cost of food, the cost of donations, medical expenses of employees, and miscellaneous expenses, timing differences are: the cost of depreciation. It can be concluded that after a thorough tax planning pre-tax net profit to Rp 654,222,853.00, in this case the difference is greater than the net profit before tax (before tax planning) of Rp 108,945,500.00, the amount of income tax that must be borne by the company also increased by USD 32,683,650.00 (after tax planning), so this is quite significant for a number of lucrative tax savings for the company, amounting to Rp 475,455,997.00. This is an income tax savings for companies that are not taxed, because this is a computation after taxed