Anda di halaman 1dari 40

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat-Nya dan karunia-Nya yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk menyusun presentasi kasus yang berjudul Ulkus Diabetikum derajat I-II digiti I pedis dekstra E. Diabetes !elitus tipe II". #enyusunan tugas ini masih jauh dari sempurna baik isi maupun penyajiaannya sehingga diharapkan saran dan kritik yang membangun dari pihak pemba$a agar dikesempatan yang akan datang penulis dapat membuat karya tulis yang lebih baik lagi. #ada kesempatan ini penulis mengu$apkan terima kasih kepada Dr. %ami &ulki'li Abbas( Sp.#D( !%.)es *INASI!+ Dr. Sibli Sp.#D dan Dr. Sunhadi !!. SD! yang telah membantu menyelesaikan presentasi kasus ini. Sem,ga tugas ini dapat berman'aat bagi kita semua. Arja-inangun( ./ 0anuari .123

#enulis

DAFTAR ISI

)ATA #EN4ANTA566666666666666666666666666.... DA*TA5 ISI666666666666666666666666666666... Identitas #asien66666666666666666666666666666... Anamnesis6666666666666666666666666666666... #emeriksaan *isik6666666666666666666666666666... #emeriksaan #enunjang66666666666666666666666666. 5esume666666666666666666666666666666666 Diagn,sa66.. ...66666666666666666666666666666 *,ll,- up66666666666666666666666666666666 Diskusi...6666666666666666666666666666666..... TIN0AUAN #USTA)A66666666666666666666666666. DA*TA5 #USTA)A666666666666666666666666666.

2 . 7 7 3 8 9 9 : 23 29 7:

BAB I LAPORAN KASUS

I.

Identitas Pasien Nama 0enis kelamin Umur Alamat #ekerjaan Agama Tgl masuk N,. ! ; Ny.A ; #erempuan ; 38 tahun ; Sida-angi ; Ibu 5umah Tangga ; Islam ; .2-2-.123 ; 97.<:2

II. Anamnesis (autoanamnesis) Kelu an Utama ! =uka di ibu jari kanan yang tidak kunjung sembuh Ri"a#at Pen#a$it Se$a%an& !

#asien datang ke p,li penyakit dalam 5SUD Arja-inangun diba-a ,leh keluarganya dalam keadaan sadar dengan keluhan luka dibagian kaki kanan yang tidak kunjung sembuh sejak > 2 bulan yang lalu. #ada a-alnya luka hanya le$et biasa akibat tersandung batu( kian lama luka makin meluas dan membengkak serta tidak kunjung kering. #asien mengaku sering merasa kesemutan pada bagian kedua tungkai kaki dan nyeri pada tungkai yang luka. #asien mengaku mengalami penurunan berat badan. #ada a-alnya pasien memiliki berat badan 81 kg dan sekarang turun menjadi /1 kg. #asien mengaku sering buang air ke$il lebih dari 7 kali pada malam hari dan pasien mengaku sering merasa $epat haus. #asien mengaku badannya terasa lemas( demam yang disertai dengan nyeri ,t,t. #asien mengatakan memiliki penyakit ken$ing manis selama . tahun belakangan ini( dan melakukan peng,batan ke bidan. #asien meminum ,bat glibenklamid yang diberikan ,leh bidan. #asien mengtakan mempunyai kebiasaan mengk,nsumsi makanan manis dan jarang berakti?itas. Ri"a#at 'en#a$it da ulu ! #asien mengatakan tidak memiliki ri-ayat asthma( penyakit paru( darah tinggi dan penyakit jantung. #asien mengaku sedang dalam peng,batan diabetes.
3

Ri"a#at 'en#a$it $elua%&a ! #asien mengaku tidak ada keluarga yang mempunyai penyakit yang sama dan tidak ada yang mempunyai penyakit diabetes. Ri"a#at Sosio E$onomi #asien tinggal bersama suami dan anak. #asien merupakan ibu rumah tangga dan suaminya bekerja sebagai buruh pabrik. III. Peme%i$saan Fisi$ )esadaran )eadaan sakit @@ T@ Status 4iAi ; $,mp,smentis ; sedang ; /1 kg ; 2/1 $m ; o @@I o I!T Tanda Iital ; o Tekanan darah; 2.1H91 mm%g o Nadi o #ernapasan o Suhu Ke'ala @entuk 5ambut !ata Telinga ; N,rmal simetris ; %itam beruban dan tidak mudah r,nt,k ; ),njun$ti?a ananemis -H-( Sklera ikterik -H-( #upil bulat Ditengah( 5 = >H> 5 T= >H> ; =iang lapang( tidak ada kelainan( bentuk n,rmal( tidak ada ; 91JHmenit C5eguler( isi penuhE ; ..JHmenit ; 7/(9 ; <3 kg BCT@ D 211E D 21FG ; .7(3 C@@ lebih dengan resik,E C@@HT@.E )eadaan umum ; sedang

sekret - %idung - !ulut Le e% @entuk N,rmal( de?iasi trakea C-E( tidak ada pembesaran kelenjar tir,id dan )4@( 0I# n,rmal. T o%a$s Inspeksi ; @entuk dada kanan kiri simetris( pergerakan na'as kanan sama dengan kiri ( tidak ada pen,nj,lan masa. #alpasi ; 'remitus taktil kanan sama dengan kiri #erkusi ; s,n,r pada kedua lapangan paru K Auskultasi ; ?bs kanan L kiri( r,nki -H-( -heeAing -H; Septum ditengah( se$ret - ( perna'asan $uping hidung D ; @ibir tidak kering( tidak hiperemis( tidak ada $aries( t,nsil T2-T2.

(antun& Inspeksi #alpasi ; Iktus k,rdis tidak tampak ; I$tus $,rdis teraba di sela iga I garis aJillaries anteri,r kiri.

#erkusi @atas jantung ; o @atas atas jantung o @atas kiri jantung o @atas kanan jantung ; sela iga II garis parasternalis kiri ; sela iga I garis aJillaries anteri,r kiri ; sela iga I linea parasternalis kanan

Auskultasi

; @0 S2 dan S. murni regular( murmur C-E( gall,p C-E.

A)domen Inspeksi Auskultasi #erkusi ; $embung( lembut( tidak ada pelebaran ?ena( simetris ; bising usus C>E n,rmal ; suara timpani pada lapang abd,men( shi'ting dullness C-E( undulasi C-E

#alpasi dinilai.

; tidak teraba massa( terdapat nyeri tekan ulu hati dan hepar dan lien sulit

Genitalia Tidak dinilai E$st%emitas Akral %angat( T5M."( Arteri peri'er teraba n,rmal( edema ekstermitas >H-( Terdapat ulkus pada ibu jari ukuran sekitar > <J< $m( terdapat sedikit nanah( dan bagial luarnya terlihat kemerahan dan sebagian terdapat jaringan yang mati. #ada bagian kuku terlihat rapuh dan mudah patah.

I*. Peme%i$saan La)o%ato%ium LAB W@ =P! !QN 45AN =P! F !QNF 45ANF 5@ %4@ % T ! I ! % ! % 5QW #=T !#I # T #DW RESULT ,-.. 2.9 2.1 /0.1 1.1 2.1 1..2 3.1 22.2 73.3 92.3 ./.< 7..1 .2./ 787 9.3 1..7/ 27.9 FLAGS UNIT 21N7HOl 21N7H Ol 21N7H Ol 21N7H Ol F F F 21N/H Ol gHdl F Om7 #g gHdl F 21N7H Ol Om7 F F NOR+AL 3.1-2..1 2.1-<.1 1.2-2.1 ..1-9.1 .<.1-<1.1 ..1-21.1 <1.1-91.1 3.1-/..1 22.1-28.1 7<.1-<<.1 91.1-211.1 ./.1-73.1 72.1-7<.1 21.1-2/.1 2<1.1-311.1 8.1-22.1 1..11-1.<1 21.1-29.1

= = = = = = %

Peme%i$saan Kada% Gula Da%a Peme%i$saan )adar 4ula Darah Se-aktu C2<.78E 3asil 3<9 mgHd= Nilai no%mal 81- 2<1 mgHdl

EKG

3asil Sinus rhytm Tidak ada de?iasi aJis Tidak ada pembesaran atrium dan ?entrikel *. Resume #asien datang dengan keluhan luka yang tidak kunjung sembuh pada ibu jari kaki kanan sejak 2 bulan yang lalu. A-alnya hanya berupa le$et akibat tersandung batu( lama D kelamaan luka meluas dan tidak kunjung sembuh.#asien juga merasa sering kesemutan pada keda kaki( dan nyeri pada tungkai kanan. #asien mengaku menderita diabetes selama .th. #asien melakukan peng,batan di bidan dan mendapatkan ,bat glibenklamid. #asien sering merasa haus dan buang air ke$il pada malam hari. #asien juga merasa lemas( $epat lelah dan berat badan pasien juga menurun sebanyak 21kg dalam .th terakhir. #ada pemeriksaan gula darah se-aktu kadar gula darah pasien sebesar 3<9mgHdl. *I. Dia&nosa Ulkus Diabetikum derajat I-II digiti I pedis dekstra E. Diabetes !elitus tipe II

*II.Dia&nosa Bandin& 2. Ulkus Diabetikum derajat III digiti I pedis dekstra E. Diabetes !elitus tipe II .. @urger Disease 7. Tr,mb,phlebitis super'i$ial *III. Penatala$sanaan Te%a'i non 4a%ma$olo&is 2. #eren$anaan diet makanan @@I ; CT@ D 211E D 21F C2/1 D 211E D 21F <3 kg Status giAi ; C@@ aktual ; @@ idealE J 211F C /1 ; <3E J 211F 222F Cberat badan lebihE 0umlah kal,ri per hari ; )ebutuhan kal,ri basal ; <3 J .< kal,ri L 27<1 kal,ri ),reksi ; a. Usia R 31th b. Akti?itas ringan $. @erat badan lebih TQTA= !aka ; 27<1 D <F .. =atihan jasmani !elakukan ,lahraga aer,bik Cj,gging( jalan( berenang( senam( dan bersepedaE selama 7<JHminggu dengan durasi 71-/1 menit ; -<F ; >21F ; -21F ; 567 L /,1, $alo%i8 a%i

Te%a'i Fa%ma$olo&is 2. Qbat hip,glikemik ,ral a. !et',rmin . J <11 mg b. 4luk,deJ 2 J 91 mg .. Antibi,tik spre$tum luas a. =eu'l,Ja$in 2 J <11 mg b. !etr,didaA,l 7 J <11 mg 7. ),mpres luka dengan larutan ri?an,l Cbasah - keringE 3. Debridement tindakan untuk membuang jaringan nekr,sis( dan jaringan 'ibr,tik I9. Follo" u' Tgl ..-2-.123 #emeriksaan )eluhan ; #asien merasa nyeri kepala dan nyeri pada bagian luka yang terdapat di jari kaki dan kian hari luka semakin membengkak( sering @A) dan banyak minum. #asien mengeluh mual. #*; T ; 2.1H91 mm%g 5 ; .1JHmenit )epala ; )a -H-( SI -H=eher ; )4@ ttm( 0I# n,rmal Th, ; bentuk dan gerakan simetris. #aru ; I@S >H> 5k -H- -h -H-( 0antung ; @0 2 dan . murni regular( murmur -( gall,p Abd,men ; $embung lembut( nyeri tekan ulu hati -. Eks ; Akral hangat >H> edema >H-( $rt M.". 4DS ; 3<9 mgHdl # ; 99 JHmenit S ; 7/(/, Untuk men$egah in'eksi bakteri Untuk mengatasi peningkatan guladarah

10

Diagn,sa; Ulkus Diabetikum derajat I-II digiti I pedis dekstra E. Diabetes !elitus tipe II Terapi ; N,n'armak,l,gis .7-2-.123 Diet makanan =atihan jasmani In'us 5= .1 gttHmenit ),mpres luka dengan ri?an,l =eu'l,Ja$in 2 J <11 mg !etr,didaA,l 7 J <11 mg 5anitidin .J2 gr !et',rmin . J <11 mg

*armak,l,gis

- 4luk,deJ 2 J 91 mg )eluhan ; #asien merasa nyeri kepala dan nyeri pada bagian luka yang terdapat di jari kaki dan kian hari luka semakin membengkak( sering @A) dan banyak minum. #asien mengeluh mual. #*; T ; 221H91 mm%g 5 ; .1JHmenit )epala ; )a -H-( SI -H=eher ; )4@ ttm( 0I# n,rmal Th, ; bentuk dan gerakan simetris. #aru ; I@S >H> 5k -H- -h -H-( 0antung ; @0 2 dan . murni regular( murmur -( gall,p Abd,men ; $embung lembut( nyeri tekan ulu hati -. Eks ; Akral hangat >H> edema >H-( $rt M.". 4DS ; 371 mgHdl Terapi ; ThHlanjut )eluhan ;
11

# ; 91 JHmenit S ; 7/(/,

.3-2-.123

#asien merasa nyeri kepala dan nyeri pada bagian luka yang terdapat di jari kaki berkurang( 'rekuensi @A) berkurang dan banyak minum. #asien keluhan mual berkurang. .#*; T ; 2.1H91 mm%g 5 ; .1JHmenit )epala ; )a -H-( SI -H=eher ; )4@ ttm( 0I# n,rmal Th, ; bentuk dan gerakan simetris. #aru ; I@S >H> 5k -H- -h -H-( 0antung ; @0 2 dan . murni regular( murmur -( gall,p Abd,men ; $embung lembut( nyeri tekan ulu hati -. Eks ; Akral hangat >H> edema >H-( $rt M.". 4DS ; 311 mgHdl .<-2-.123 Terapi ; ThHlanjut )eluhan ; !ual dirasakan ,leh pasien berkurang( muntah -( sering @A) pada malam hari berkurang. #*; T ; 221H81 mm%g 5 ; ..JHmenit )epala ; )a -H-( SI -H=eher ; )4@ ttm( 0I# n,rmal Th, ; bentuk dan gerakan simetris. #aru ; I@S >H> 5k -H- -h -H-( 0antung ; @0 2 dan . murni regular( murmur -( gall,p Abd,men ; $embung lembut( nyeri tekan ulu hati -. Eks ; Akral hangat >H> edema >H-( $rt M.". 4DS 78< mgHdl Terapi ; ThH lanjut # ; 91 JHmenit S ; 7/(8, # ; 99 JHmenit S ; 7/(/,

12

9. P%o&nosis Su, ad ?itam Su, ad 'un$ti,nam Su, ad sana$ti,nam ; Dubia ad b,nam ; Dubia ad malam ; Dubia ad b,nam

13

BAB II DISKUSI

Analisa Dia&nosa Bandin& Analisa Dia&nosa Ul$us Dia)eti$um Dia)etes Bu%&e% disease
De-asa tua 'akt,r risik, D! 4aya hidup M3< tahun #er,k,k #emakaian pil )@ #emasangan in'us Iarises mer,k,k =aki-laki @engkak ( kemerahan( terapa panas( nyeri( drainase(demam #r,ses in'eksi dan peradangan Ekstermitas ( sendi

K%ite%ia Usia Fa$to% Risi$

T%om)o' le)itis su'e%4i:ial

(enis Kelamin Kelu an Utama Pato4isiolo&i P%edile$si

#erempuanLlaki-laki =uka sukar sembuh

=aki- laki lebih banyak Nyeri terutama malam hari

#,lineur,pati Angi,pati #ada daerah yang sering terkena tekanan

Angi,pati Terutama mengenai pembuluh darah peri'er ekstremitas in'eri,r dan Superi,r ),nser?ati' ; berhenti mer,k,k Qperasi ; debbridemenamputasi

Te%a'i

Diet dan akti?itas 'isik Qbat anti D! Anti bi,tik Sesuai derajat -agner

NSAID Antibi,tik Anti platelet

14

@erdasarkan analisa kasus( pasien ini didiagn,sa; Ul$us Dia)eti$um de%a;at I5II di&iti I 'edis de$st%a E.< Dia)etes +elitus ti'e II Atas Dasa% !

#asien datang dengan keluhan luka yang tidak kunjung sembuh dan melebar sejak 2bln akibat luka le$et. #asien merasa kesemutan pada kedua tungkai pada a-alnya. Selanjutnya kaki terlihat bengkak dan timbul nanah yang kian lama semakin meluas. #asien mengaku memiliki ri-ayat diabetes . tahun yang lalu hingga sekarang. @erat badan semakin menurun( sering @ak malam hari( sering haus( menandakan bah-a ada salah satu 'akt,r resik, pada pasien ini bah-a pasien ini memiliki penyakit diabetes tipe II. #ada pemeriksaan 'isik didapatkan pada bagian kaki( terdapat ulkus pada ibu jari > <J< $m( terdapat sedikit nanah( dan bagian luarnya terlihat kemerahan dan sebagian telah nekr,sis. )emungkinan belum sampai merusak tulang. #ada bagian kuku terlihat rapuh dan mudah patah. #asien mengaku mendapat ,bat glibenklamid dari bidan. #ada hasil lab didapatkan kadar gula darah 3<9 gHdl dan leuk,sit meningkat .1.111 menandakan bah-a terjadi in'eksi bakteri.

Assasment tipe II

! Ulkus Diabetikum derajat I-II digiti I pedis dekstra E. Diabetes !elitus

Planin&

15

Peme%i$saan Penun;an& - *,t, radi,l,gis pedis - %bA2$ - *ungsi ginjal Te%a'i Terapi n,n 'armak,l,gis 2. #eren$anaan diet makanan .. =atihan jasmani Terapi *armak,l,gis 2 Qbat hip,glikemik ,ral a. !et',rmin . J <11 mg b. 4luk,deJ 2 J 91 mg . Antibi,tik spre$tum luas a. =eu'l,Ja$in 2 J <11 mg b. !etr,didaA,l 7 J <11 mg 7 3 ),mpres luka dengan larutan ri?an,l Cbasah - keringE Debridement 'ibr,tik tindakan untuk membuang jaringan nekr,sis( dan jaringan Untuk men$egah in'eksi bakteri Untuk mengatasi peningkatan guladarah

16

BAB III ULKUS DIABETIKU+

=./ De4inisi Ulkus diabetes adalah suatu luka terbuka pada lapisan kulit sampai ke dalam dermis( yang biasanya terjadi di telapak kaki..

=., E'idemiolo&i !enurut The Nati,nal Institute ,' Diabetes and Digesti?e and )idney Disease(

diperkirakan 2/ juta ,rang Amerika Serikat diketahui menderita

diabetes( dan jutaan

diantaranya beresik, untuk menderita diabetes. Dari keseluruhan penderita diabetes( 2<F menderita ulkus di kaki( dan 2.-23F dari yang menderita ulkus di kaki memerlukan amputasi.3 Separ, lebih amputasi n,n trauma merupakan akibat dari k,mplikasi ulkus diabetes( dan disertai dengan tingginya angka m,rtalitas( reamputasi dan amputasi kaki k,ntralateral. @ahkan setelah hasil pera-atan penyembuhan luka bagus( angka kekambuhan diperkirakan sekitar //F( dan resik, amputasi meningkat sampai 2.F.3

17

),munitas =atin di Amerika C%ispanikE( A'r, Amerika dan Nati?e Amerika mempunyai angka pre?alensi diabetes tertinggi didunia( dimungkinkan berkembangnya ulkus diabetes.7 !enurut !edi$are( pre?alensi diabetes sekitar 21F dan :1F diantaranya 21 adalah

penderita diabetes tipe II. Neur,pati diabetik $enderung terjadi sekitar -aktu itu.3

tahun setelah

menderita diabetes( sehingga kelainan kaki diabetik dan ulkus diabetes dapat terjadi setelah

=.= Etiolo&i @eberapa eti,l,gi yang menyebabkan ulkus diabetes meliputi neur,pati( arterial( tekanan dan de',rmitas kaki..(3 penyakit

=.2 Pato4isiolo&i Neu%o'ati Pe%i4e% Neur,pati peri'er pada diabetes adalah multi'akt,rial dan diperkirakan merupakan akibat penyakit ?askuler yang menutupi ?asa ner?,rum( dis'ungsi end,tel( de'isiensi mi,in,sit,lperubahan sintesis mielin dan menurunnya akti?itas Na-) AT#ase( hiper,sm,laritas kr,nis( menyebabkan edema pada sara' tubuh serta pengaruh peningkatan s,rbit,l dan 'rukt,se.. Neur,pati disebabkan karena peningkatan gula darah yang lama sehingga menyebabkan kelainan ?askuler dan metab,lik. #eningkatan kadar s,rbit,l intraseluler( menyebabkan sara' membengkak dan terganggu 'ungsinya. #enurunan kadar insulin sejalan dengan perubahan kadar peptida neur,tr,pik( perubahan metab,lisme lemak( stres ,ksidati'( perubahan kadar bahan ?as,akti' seperti nitrit ,Jide mempengaruhi 'ungsi dan perbaikan sara'. )adar gluk,sa yang tidak teregulasi meningkatkan kadar ad?an$ed gly$,sylated end pr,du$t CA4EE yang terlihat pada m,lekul k,lagen yang mengeraskan ruangan-ruangan yang sempit pada ekstremitas superi,r dan in'eri,r C$arpal( $ubital( dan tarsal tunnelE. ),mbinasi antara pembengkakan sara' yang disebabkan berbagai mekanisme dan penyempitan k,mpartemen karena glik,silasi k,lagen

18

menyebabkan d,uble $rush syndr,me dimana dapat menimbulkan kelainan 'ungsi sara' m,t,rik( sens,rik dan aut,n,mik.. #erubahan neur,pati yang telah diamati pada kaki diabetik merupakan akibat langsung dari kelainan pada sistem persara'an m,t,rik( sens,rik dan aut,n,mik. %ilangnya 'ungsi sud,m,t,r pada neur,pati ,t,n,mik menyebabkan anhidr,sis dan hiperkerat,sis. )ulit yang terbuka akan mengakibatkan masuknya bakteri dan luka ke$il pada kaki.. Neur,pati aut,n,mik mengakibatkan . hal yaitu anhidr,sis dan pembukaan arteri,?en,us CAIE shunt. Neur,pati m,t,rik paling sering mempengaruhi ,t,t intrinsik kaki sebagai akibat dari tekanan sara' plantaris medialis dan lateralis pada masing-masing lubangnya CtunnelE.. Pen#a$it A%te%ial #enderita diabetes( seperti ,rang tanpa diabetes( kemungkinan akan menderita penyakit ather,skler,sis pada arteri besar dan sedang( misalnya pada a,rtailia$a( dan 'em,r,p,plitea. Alasan dugaan bentuk penyakit arteri ini pada penderita diabetes adalah hasil beberapa ma$am kelainan metab,lik( meliputi kadar =,- Density =ip,pr,tein C=D=E( Iery =,- Density =ip,pr,tein CI=D=E( peningkatan kadar 'akt,r ?,n Willbrand plasma( inhibisi sintesis ather,skler,sis( pr,stasiklin( peningkatan kadar 'ibrin,gen plasma( dan peningkatan adhesi'itas platelet. Se$ara keseluruhan( penderita diabetes mempunyai kemungkinan besar menderita terjadi penebalan membran basalis kapiler( hialin,sis arteri,lar( dan pr,li'erasi end,tel..(3 #eningkatan ?isk,sitas darah yang terjadi pada pasien diabetes timbul bera-al pada kekakuan mernbran sel darah merah sejalan dengan peningkatan aggregasi eritr,sit( )arena sel darah merah bentuknya harus lentur ketika mele-ati kapiler( kekakuan pada membran sel darah merah dapat menyebabkan hambatan aliran dan kerusakan pada end,telial. 4lik,silasi n,n enAimatik pr,tein spe$trin membran sel darah merah bertanggungja-ab pada kekakuan dan peningkatan aggregasi yang telah terjadi. Akibat yang terjadi dari dua hal tersebut adalah peningkatan ?isk,sitas darah. !ekanisme glik,silasi hampir sama seperti yang terlihat dengan hem,gl,bin dan berbanding lurus dengan kadar gluk,sa darah.< menimbulkan in'eksi. @erkurangnya sensibilitas kulit pada pen,nj,lan tulang dan sela-sela jari sering menghambat deteksi dari luka-

19

#enurunan aliran darah sebagai akibat perubahan ?isk,sitas mema$u meningkatkan k,mpensasinya dalam tekanan per'usi sehingga akan meningkatkan transudasi melalui kapiler dan selanjutnya akan meningkatkan ?isk,sitas darah. Iskemia peri'er yang terjadi lebih lanjut disebabkan peningkatan a'initas hem,gl,bin terglik,lasi terhadap m,lekul ,ksigen. E'ek merugikan ,leh hiperglikemia terhadap aliran darah dan per'usi jaringan sangatlah signi'ikan <

De4o%mitas $a$i #erubahan destrukti' yang terjadi pada kaki har$,t menyebabkan kerusakan arkus

l,ngitudinal medius( dimana akan menimbulkan gait bi,mekanik. #erubahan pada $al$aneal pit$h menyebabkan regangan ligamen pada metatarsal( $unei',rm( na?i$ular dan tulang ke$il lainnya dimana akan menambah panjang lengkung pada kaki. #erubahan degenerati' ini nantinya akan merubah $ara berjalan CgaitE( mengakibatkan kelainan tekanan tumpuan beban( dimana menyebabkan k,laps pada kaki. Ulserasi( in'eksi( gangren dan kehilangan tungkai merupakan hasil yang sering didapatkan jika pr,ses tersebut tidak dihentikan pada stadium a-al..

20

Te$anan Diabetes dapat memberikan dampak buruk pada beberapa sistem ,rgan termasuk sendi dan tend,n. %al biasanya tejadi pada tend,n a$hiles dimana ad?an$ed gly$,sylated end pr,dru$t CA4EsE berhubungan dengan m,lekul k,lagen pada tend,n sehingga menyebabkan hilangnya elastisitas dan bahkan pemendekan tend,n. Akibat ketidakmampuan gerakan d,rs,'leksi telapak kaki( dengan kata lain arkus dan kaput metatarsal mendapatkan tekanan tinggi dan lama karena adanya gangguan berjalan CgaitE9 %ilangnya sensasi pada kaki akan menyebabkan tekanan yang berulang( injuri dan

'raktur( kelainan struktur kaki( misalnya hammert,es( $allus( kelainan metatarsal( atau kaki har$,t+ tekanan yang terus menerus dan pada akhirnya terjadi kerusakan jaringan lunak. Tidak terasanya panas dan dingin( tekanan sepatu yang salah( kerusakan akibat benda tumpul atau tajam dapat menyebabkan pengelepuhan dan ulserasi. *akt,r ini ditambah aliran darah yang buruk meningkatkan resik, kehilangan angg,ta gerak pada penderita diabetes..(

21

4ambar .. !ekanisme terjadinya ulkus

=.6 Biome$ani$ Ul$us Dia)etes @erjalan terdiri atas urutan peristi-a bi,mekanik yang k,mplek termasuk didalamnya pergerakan triplanar kaki dan pergelangan kaki C4ambar 2E. Iariasi gaya eksterna dan interna dapat mempengaruhi 'ungsi kaki C4ambar 7 dan 3E.

22

4ambar . menuniukkan bi,mekanik dari gait. #ergerakan n,rmal kaki dan pergelangan merupakan hasil k,mbinasi 'ungsi ,t,t( tend,n( ligamen( dan tulang. 4ait terbagi menjadi 3 segmen. Segmen pertama adalah benturan tumit( pada saat $al$aneus menyentuh tanah dan ,t,t( tend,n( serta ligamen berelaksasi( menjadikan tempat penyerapan energi yang ,ptimal. Segmen kedua adalah kaki bagian tengah( pada saat kaki mendatar dan dapat beradaptasi dengan tanah yang tidak rata( mepertahankan keseimbangan dan menyerap g,n$angan saat menapak. pada saat $al$aneus al$aneus tepat diba-ah pergelangan kaki( menjaga kaki depan dan belakang tetap segaris untuk pen,pangan beban. Segmen ketiga adalah pengangkatan tumit( diangkat( mengalami pr,nasi( ,t,t( tend,n dan ligamen bergerak mend,r,ng. mengen$ang dan kaki men$apai

lengkungannya kembali. Segmen ketiga ini langsung diikuti segmen ke empat yaitu jari kaki

23

4ambar 3. Iariasi gaya eksterna dan interna yang bekerja pada kaki CSumber ; Sumpi, @E. *,,t Ulkus. NE0! .111+ 737 ; 898-:7E

4ambar 7 menunjukkan gaya yang bekerja pada kaki. 4aya gesekan dan k,mpresi dihasilkan ,leh d,r,ngan ke ba-ah beban tubuh dan gaya reaksi tanah. 4esekan dan tekanan menyatu sebagai gaya menggunting selama berjalan dinamis dimana tulang-tulang kaki melun$ur mele-ati satu sama lain sejajar pada bidang sentuhannya selama pr,nasi dan supinasi. Atr,'i ,t,t intrinsik kaki mengakibatkan ketidakseimbangan gaya yang berkerja pada struktur tulang. %al ini akan menyebabkan de',rmitas jari kaki( pen,nj,lan kaput metatarsal( de',rmitas eTuinus( p,sisi ?arus pada kaki belakang( dan ketidaksejajaran bagian pr,ksimal. 4ambar < menunjukkan akibat pembentukan $allus. #enyebaran gaya tahan beban yang tidak adekuat atau adanya de',rmitas kaki dapat menyebabkan pergerakan abn,rmal( yang menghasilkan tekanan berlebihan dan berakibat kerusakan jaringan ikat dan ,t,t.

24

4ambar <. #embentukan $alus CSumber ; Sumpi, @E. *,,t Ulkus. NE0! .111+ 737 ; 898-:7E

=.. Dia&nosa Klinis #enanganan ulkus diabetes terdiri dari penentuan dan perbaikan penyakit dasar penyebab ulkus( pera-atan luka yang baik( dan pen$egahan kekambuhan ulkus. #enyebab ulkus diabetes dapat ditentukan se$ara tepat melalui anamnesa ri-ayat dan pemeriksaan 'isik yang $ermat.2 Ri"a#at 4ejala neur,pati peri'er meliputi hipesthesia( hiperesthesia( paresthesia( disesthesia( radi$ular pain dan anhidr,sis. sebagian besar ,rang yang menderita penyakit ather,skler,sis pada ekstremitas ba-ah tidak menunjukkan gejala Casimt,matikE( #enderita yang menunjukkan gejala didapatkan $laudi$ati,( nyeri iskemik saat istirahat( luka yang tidak sembuh dan nyeri kaki yang jelas. )ram( kelemahan dan rasa tidak nyaman pada kaki sering dirasakan ,leh penderita diabetes karena ke$enderungannya menderita ,klusi ater,skler,sis tibi,per,neal.7(/

25

Peme%i$saan Fisi$ #emeriksaan 'isik pada penderita dengan ulkus diabetes dibagi menjadi 7 bagian yaitu ; 2. #emeriksaan ulkus dan keadaan umum ekstremitas .. #enilaian kemungkinan isu'isiensi ?askuler 7. #enilaian kemungkinan neur,pati peri'er !engingat diabetes mellitus merupakan penyakit sistemik( ,leh karena itu pemeriksaan 'isik se$ara menyeluruh pada pasien sangat penting untuk dilakukan. #emeriksaan Ekstremitas7 Ulkus diabetes mempunyai ke$enderungan terjadi pada beberapa daerah yang menjadi tumpuan beban terbesar( seperti tumit( area kaput metatarsal di telapak( ujung jari yang men,nj,l Cpada jari pertama dan keduaE. Ulkus dapat timbul pada malle,lus karena pada daerah ini sering mendapatkan trauma. )elainan-kelainan lain yang ditemukan pada pemeriksaa 'isik; allus hipertr,pik )uku yang rapuhHpe$ah %ammer t,es *issure

Isu4isiensi a%te%i 'e%i4e% 3 #emeriksaan 'isik rnemperlihatkan hilangnya atau menurunnya nadi peri'er diba-ah le?el tertentu. #enemuan lain yang berhubungan dengan penyakit ater,skler,sis meliputi adanya bunyi bising CbruitE pada arteri iliaka dan 'em,ralis( atr,'i kulit( hilangnya rambut pada kaki( sian,sis jari kaki( ulserasi dan nekr,sis iskemia( kedua kaki pu$at pada saat kaki diangkat setinggi jantung selama 2-. menit. #emeriksaan ?askuler n,nin?asi' meliputi pengukuran ,ksigen transkutan( ankle-

bra$hial indeJ CA@IE( tekanan sist,lik jari kaki. A@I merupakan pemeriksaan n,nin?asi' yang
26

dengan mudah dilakukan dengan menggunakan alat D,ppler. u'' tekanan dipasang pada lengan atas dan dip,mpa sampai nadi pada bra$hialis tidak dapat dideteksi D,ppler C4ambar <E. u'' kemudian dilepaskan perlahan sampai D,ppler dapat mendeteksi kembali nadi bra$hialis. Tindakan yang sama dilakukan pada tungkai( dimana $u'' dipasang pada $al' distal dan D,ppler dipasang pada arteri d,rsalis pedis atau arteri tibialis p,steri,r. A@I didapatkan dari tekanan sist,lik ankle dibagi tekanan sist,lik bra$hialis.

4ambar /. #engukuran Angkel @ra$hial IndeJ CA@IE CSumber ; @,ult,n 0!( )isner 5S( Iileykite =. Neur,pati$ diabeti$ ',,t ulkuss. NE0! .113+7<2; 39-<<E

Neu%o'ati Pe%i4e% 3 Tanda neur,pati peri'er meliputi hilangnya sensasi rasa getar dan p,sisi( hilangnya re'lek tend,n dalam( ulserasi tr,pik( ',,t dr,p( atr,'i ,t,t( dan pemembentukan $alus hipertr,pik khususnya pada daerah penekanan misalnya pada tumit. Status neur,l,gis dapat diperiksa dengan menggunakan m,n,'ilament Semmes-Weinsten untuk mengetahui apakah penderita masih memiliki Usensasi pr,tekti'V( #emeriksaan menunjukkan hasil abn,rmal jika penderita

27

tidak dapat merasakan sentuhan m,n,'ilamen ketika ditekankan pada kaki dengan tekanan yang $ukup sampai m,n,'ilamen bengk,k C4ambar /E.

4ambar /. #emeriksaan dengan m,n,'ilament Amstr,ng D4( =a?ery =A. Diabeti$ *,,t Ul$er ; #re?enti,n( Diagn,sis and lassi'i$ati,n. Am *am #hysi$ian. .119

Alat pemeriksaan lain adalah garputala 2.9 ( dimana dapat digunakan

untuk

rnengetahui sensasi getar penderita dengan memeriksanya pada pergelangan kaki dan sendi metatars,phalangeal pertama. #ada neur,pati metab,lik terdapat gradien intensitas dan paling parah pada daerah distal. 0adi pada pasien yang tidak dapat merasakan getaran pada pergelangan ketika garputala dipindahkan dari ibu jari kaki ke pergelangan menunjukkan gardien intensitas karena neur,pati metab,lik. #ada umumnya( sese,rang tidak dapat merasakan getaran garputala pada jari tangan lebih dari 21 detik setelah pasien tidak dapat merasakan getaran pada ibu jari kaki. @eberapa penderita dengan sensasi n,rmal hanya menunjukkan perbedaan antara sensasi pada jari kaki dengan tangan pemeriksa kurang dari 7 detik.

Peme%i$saan La)o%ato%ium=

28

#emeriksaan darah ; lek,sit,sis mungkin menandakan adanya abses atau in'eksi lainnya pada kaki. #enyembuhan luka dihambat ,leh adanya anemia. Adanya insu'isiensi arterial yang telah ada( keadaan anemia menimbulkan nyeri saat istirahat.

#r,'il metab,lik ; pengukuran kadar gluk,sa darah( glik,hem,gl,bin dan

kreatinin

serum membantu untuk menentukan ke$ukupan regulasi gluk,sa dan 'ungsi ginjal #emeriksaan lab,rat,rium ?askuler n,nin?asi' ; #ulse I,lume 5e$,rding C#I5E( atau plethym,sgra'i. Peme%i$saan Radiolo&i = #emeriksaan ',t, p,l,s pada kaki diabetik dapat menunjukkan demineralisasi dan sendi har$,t serta adanya ,st,mielitis. ,mputed T,m,graphi$ C TE s$an dan !agneti$ 5es,nan$e Imanging C!5IE;

meskipun pemeriksa yang berpengalaman dapat mendiagn,sis apabila pada pemeriksaan 'isik tidak jelas.

abses dengan

pemeriksaan 'isik( T s$an atau !5I dapat digunakan untuk membantu diagn,sis abses

@,ne s$aning masih dipertanyakan kegunaannya karena besarnya hasil 'alse p,siti' dan 'alse negati'. #enelitian mutakhir menyebutkan ::mT$-IabeIed $ipr,',lJa$in sebagai penanda CmarkerE untuk ,ste,mielitis.

Arteri,gra'i

k,n?ensi,nal;

apabila

diren$anakan

pembedahan

?askuler

atau

end,?askuler( arteri,gra'i diperlukan untuk memperlihatkan luas dan makna penyakit ather,skler,sis. 5esik, yang berkaitan dengan injeksi k,n?ensi,nal berhubungan dengan suntikan dan agen k,ntras. o Teknik ; se$ara khusus( kateter dimasukan se$ara retr,grade melalui tusukan pada 'emur( k,ntras disuntikkan melalui a,rta dengan k,ntras ke ba-ah pada kedua kaki. o ),mplikasi berkaitan dengan tusukan; resik, dapat berupa perdarahan( in'rarenal. 4ambar diambil sejalan k,ntras pada angi,gra'i

terbentuknya pseud,aneurisma( dan pembekuan atau hilangnya lapisan intima


29

arteri. Saat ini met,de terbaru dengan suntikan se$ara perkutan dapat mengurangi k,mplikasi yang terjadi. o 5esik, berkaitan dengan k,ntras; bahan k,ntras angi,gra'i merupakan bahan ne'r,t,ksik. 5esik, terjadinya gagal ginjal akut tinggi pada pasien dengan insu'isiensi renal dan pada penderita diabetes. #ada pasien dengan 'akt,r resik, tersebut 71F kemungkinan dapat terjadi kegagalan ginjal akut. Qleh karena itu( pemeriksaan kreatinin serum dilakukan sebelum dilakukan angi,gra'i. o Untuk men$egah kemungkinan la$ti$ asid,sis( penderita diabetes mengk,nsumsi !et',rmin C4lu$,phageE tidak b,leh minum menjelang dilakukan angi,gra'i dengan k,ntras. yang

,bat tersebut

#asien dapat kembali

mengk,nsumsi ,bat tersebut setelah 'ungsi ginjal n,rmal kembali dalam 2-. hari setelah terpapar k,ntras. Alternati' selain angi,gra'i k,n?ensi,nal o !agneti$ 5es,nan$e Angi,graphy C!5AE; !5A merupakan alternati' yang dapat digunakan pada penderita resik, tinggi atau penderita yang alergi bahan k,ntras. ),ntras yang digunakan adalah 4ad,linum $helates( berp,tensi menimbulkan 7 e'ek samping pada penderita dengan insu'isiensi renal; a$ute renal injury( pseud,hip,kalemia( dan 'ibr,sis ne'r,geni$ sistemik. o !ultidete$t,r ,mputed T,m,graphi$ Angi,graphy C!D TE menghindari T s$an

penusukan arteri. Dengan menggunakan injeksi k,ntras intra?en,us( multidetekt,r C2/ atau /3 $hannelE mempunyai resik, yang sama. o arb,ndi,Jide Angi,graphy merupakan salah satu alternati' pada

dapat meningkatkan res,lusi gambar

angi,gra'i dan dengan ke$epatan relati' tinggi. #enggunaan k,ntras pada !D T

penderita

dengan insu'isiensi renal( tetapi tidak se$ara luas dapat digunakan dan masih membutuhkan bahan k,ntras i,dium sebagai tambahan gas karb,ndi,ksida untuk mendapatkan gambar yang baik. o #lain radi,gra'i tidak digunakan untuk pemeriksaan rutin pada penyakit arteri peri'er ,klusi'. %al ini disebabkan kalsi'ikasi arteri yang terlihat pada plain
30

radi,gra'i bukan merupakan indikat,r bahkan juga

spesi'ik penyakit ater,skler,sis.

)alsi'ikasi pada lapisan media arteri bukan merupakan diagn,sis ater,skler,sis( kalsi'ikasi pada lapisan intima yang merupakan diagn,sis ater,skler,sis( tidak akan menyebabkan sten,sis hem,dinamik yang signi'ikan o =.0 Klasi4i$asi Patolo&i #enilaian dan klasi'ikasi ulkus diabetes sangat penting untuk membantu peren$anaan terapi dari berbagai pendekatan dan membantu memprediksi hasil. @eberapa sistem klasi'ikasi ulkus telah dibuat yang didasarkan pada beberapa parameter yaitu luasnya in'eksi( neur,pati( iskemia( kedalaman atau luasnya luka( dan l,kasi. Sistem klasi'ikasi yang paling banyak digunakan pada ulkus diabetes adalah Sistem )lasi'ikasi Ulkus Wagner-!eggit yang didasarkan pada kedalaman luka dan terdiri dari / grade luka CTabel 2E.< .

Tabel 2. )lasi'ikasi ulkus Wagner-!eggit *rykberg 54. Diabeti$ *,,t Ul$er ; #ath,genesis and !anagement. Am *am #hysi$ian( I,l //( Number :. .11.. p 2/<<-/.

Uni?ersity ,' TeJas membagi ulkus berdasarkan dalamnya ulkus dan membaginya lagi berdasarkan adanya in'eksi atau iskemi. Adapun sistem TeJas ini meliputi < ;

31

Tabel .. )lasi'ikasi Uni?ersity ,' TeJas D,upis 0( Ie?es A. lassi'i$ati,n( Diagn,sis( and Treatment ,' Diabeti$ *,,t Ul$ers. W,und. !ay .119+ .1;228-2./

Setiap tingkatan dibagi menjadi 3 stadium( meliputi; A ; luka bersih @ ; luka iskemik ; luka terin'eksi n,n iskemik D ; luka terin'eksi dan iskemik )lasi'ikasi SAD CSiAe( Sepsis( Arteri,pathy( Depth and Dener?ati,nE mengel,mp,kkan ulkus ke dalam 3 skala berdasarkan < bentukan ulkus Cukuran( kedalaman( sepsis( arteri,pati( dan dener?asiE. The Internati,nal W,rking 4r,up ,n the Diabeti$ *,,t telah mengusulkan )lasi'ikasi #EDIS dimana membagi luka berdasarkan < $iri berdasarkan; #er'usi,n( EJtent( Depth( In'e$ti,n dan Sensati,n.< @erdasarkan 4uideline The In'e$ti,us Disease ,' Ameri$a( mengel,mp,kkan kaki diabetik yang terin'eksi dalam beberapa kateg,ri( yaitu;< !ild !,derate Se?ere ; terbatas hanya pada kulit dan jaringan subkutan ; lebih luas atau sampai jaringan yang lebih dalam ;disertai gejala in'eksi sistemik atau ketidakstabilan metab,lik

32

=.1 Penatala$sanaan Ul$us Dia)eti$um Tujuan utama dalam penatalaksanaan ulkus diabetes adalah penutupan ?askularisasi dan adanya in'eksi.7(2 Dasar dari pera-atan ulkus diabetes meliputi 7 hal yaitu debridement( ,''l,ading dan k,ntr,l in'eksi.2 luka.

#enatalaksanaan ulkus diabetes se$ara garis besar ditentukan ,leh derajat keparahan ulkus(

Pe%a"atan umum dan dia)etes 5egulasi gluk,sa darah perlu dilakukan( meskipun belum ada bukti adanya hubungan langsung antara regulasi gluk,sa darah dengan penyembuhan luka. %al itu disebabkan 'ungsi leuk,sit terganggu pada pasien dengan hiperglikemia kr,nik. #era-atan meliputi beberapa 'akt,r sistemik yang berkiatan yaitu hipertensi( hiperlipidemia( penyakit jantung k,r,ner( ,besitas( dan insu'isiensi ginjal. 3(22(27 2. Debridement Debridement menjadi salah satu tindakan yang terpenting dalam pera-atan luka.

Debridement adalah suatu tindakan untuk membuang jaringan nekr,sis( $allus dan jaringan 'ibr,tik. 0aringan mati yang dibuang sekitar .-7 mm dari tepi luka ke jaringan sehat. Debridement meningkatkan pengeluaran 'akt,r pertumbuhan yang membantu pr,ses penyembuhan luka. 9 !et,de debridement yang sering dilakukan yaitu surgi$al CsharpE( aut,litik( enAimatik( kimia( mekanis dan bi,l,gis. !et,de surgi$al( aut,litik dan kimia hanya membuang jaringan nekr,sis Cdebridement selekti'E( sedangkan met,de mekanis membuang jaringan nekr,sis dan jaringan hidup Cdebridement n,n selekti'E.9
33

Surgi$al debridement merupakan standar baku pada ulkus diabetes dan met,de yang paling e'isien( khususnya pada luka yang banyak terdapat jaringan nekr,sis atau terin'eksi. #ada kasus dimana in'eksi telah merusak 'ungsi kaki atau membahayakan ji-a pasien( amputasi diperlukan untuk memungkinkan k,ntr,l in'eksi dan penutupan luka selanjutnya. Debridement enAimatis menggunakan agen t,pikal yang akan merusak jaringan nekr,tik dengan enAim pr,te,litik seperti papain( $,lagenase( 'ibrin,lisin-Dnase( papain-urea( strept,kinase( strept,d,rnase dan tripsin. Agen t,pikal diberikan pada luka sehari sekali( kemudian dibungkus dengan balutan tertutup. #enggunaan agen t,pikal tersebut tidak memberikan keuntungan tambahan dibanding dengan pera-atan terapi standar. Qleh karena itu( penggunaannya terbatas dan se$ara umum diindikasikan untuk memperlambat ulserasi dekubitus pada kaki dan pada luka dengan per'usi arteri terbatas. Debridement mekanis mengurangi dan membuang jaringan nekr,tik pada dasar luka. Teknik debridement mekanis yang sederhana adalah pada aplikasi kasa basah-kering C-et-t,-dry saline gauAeE. Setelah kain kasa basah dilekatkan pada dasar luka dan dibiarkan sampai mengering( debris nekr,tik menempel pada kasa dan se$ara mekanis akan terkelupas dari dasar luka ketika kasa dilepaskan.
34

.. Q''l,ading Q''l,ading adalah pengurangan tekanan pada ulkus( menjadi salah satu k,mp,nen penanganan ulkus diabetes. Ulserasi biasanya terjadi pada area telapak tekanan tetapi sulit untuk dilakukan T,tal ,nta$t asting CT E merupakan met,de ,''l,ading yang paling e'ekti'. T kaki yang mendapat tekanan tinggi. @ed rest merupakan satu $ara yang ideal untuk mengurangi

dibuat dari gips yang dibentuk se$ara khusus untuk menyebarkan beban pasien keluar dari area ulkus. !et,de ini memungkinkan penderita untuk berjalan selama pera-atan dan berman'aat untuk meng,ntr,l adanya edema yang dapat mengganggu penyembuhan luka. !eskipun sukar dan lama( T dapat mengurangi tekanan pada luka dan itu )erugian T antara lain membutuhkan tersebut( lebih banyak ditunjukkan ,leh penyembuhan 87-211F.

ketrampilan dan -aktu( iritasi dari gips dapat menimbulkan luka baru( kesulitan untuk menilai luka setiap harinya. )arena beberapa kerugian T luka setiap hari( penggantian balutan( dan deteksi in'eksi dini. 7. #enanganan In'eksi Ulkus diabetes memungkinkan masuknya bakteri( serta menimbulkan in'eksi pada luka. )arena angka kejadian in'eksi yang tinggi pada ulkus diabetes( maka diperlukan pendekatan sistemik untuk penilaian yang lengkap. Diagn,sis in'eksi terutama berdasarkan keadaan klinis seperti eritema( edema( nyeri( lunak( hangat dan keluarnya nanah dari luka.2: #enentuan derajat in'eksi menjadi sangat penting. !enurut The In'e$ti,us Diseases S,$iety ,' Ameri$a membagi in'eksi menjadi 7 kateg,ri( yaitu;2: In'eksi ringan ; apabila didapatkan eritema M . $m In'eksi sedang; apabila didapatkan eritema R . $m In'eksi berat ; apabila didapatkan gejala in'eksi sistemik. digunakan am Walker( rem,?able $ast -alker( sehingga memungkinkan untuk inspeksi

35

Ulkus diabetes yang terin'eksi dibagi menjadi . kel,mp,k( yaitu;2: N,n-limb threatening ; selulitis M .$m dan tidak meluas sampai tulang atau sendi. =imb threatening ; selulitis R .$m dan telah mea$apai tulang atau sendi( serta adanya in'eksi sistemik. #enelitian mengenai penggunaan antibi,tika sebagai terapi ulkus diabetes masih sedikit( sehingga sebagian besar didasarkan pada pengalaman klinis. Terapi antibi,tik harus didasarkan pada hasil ku'tur bakteri dan kemampuan t,ksistas antibi,tika tersebut.2: #ada in'eksi yang tidak membahayakan Cn,n-limb threateningE biasanya disebabkan ,leh staphyl,k,kus dan strept,k,kus. In'eksi ringan dan sedang dapat p,liklinisdengan $lindamy$in..(/(2: Sedangkan pada in'eksi berat biasanya karena in'eksi p,lstaphyl,k,kus( strept,k,kus( enter,ba$teria$eae( pseud,m,nas( enteanaer,b misalnya ba$teri,des( pept,k,kus( pept,strept,k,kus. #ada dira-at dirumah sakit( dengan pemberian antibi,tika yang men$aku negati'( serta aer,bik dan anaer,bik. #ilihan antibi,tika intra?ena unimipenem$ilastatin( @-la$tam spektrum luass.7(/ Pem)eda an= 2. Debridement Debridement dilakukan untuk membuang jaringan mati dan te$allus hipertr,pik. #ada debridement juga ditentukan kedalatau sendi yang terin'eksi. .. #embedahan 5e?isi,nal #embedahan re?isi,nal dilakukan pada tulang untuk memblakukan tindakan tersebut meliputi reseksi metatarsal atau ,stekt,m 7. #embedahan Iaskuler
36

dira-at am,Jilin-$

pemberian

antibi,tika

,ral(

misalnya

$ephaleJin(

@-la$tamase Campisilin-sulba$taA,ba$tamE( dan $ephal,sp,rin

Indikasi pembedahan ?askuler apabila ditemukan adanya gangguan pembuluh darah( yaitu nyeri hebat( luka yang tidak sembuh( 3. Aut,l,g,us skin gra't merupakan ukuran standar penutupan Skin all,gra't memungkinkan penutupan luka yang luas dan daerahluka tidak men$ukupi untuk dilakukannya aut,l,gus skin grar'

<. 0aringan pengganti kulit Dermagra't Apligra't #enutupan dengan 'lap

Pe%a"atan Lu$a #enggunaan balutan yang e'ekli' dan tepat menjadi bagian yang penting untuk

memastikan penanganan ulkus diabetes yang ,ptimal. #endapat mengenai lingkungan sekitar luka yang bersih dan lembab telah diterima luas. )euntungan pendekatan ini yaitu men$egah dehidrasi jaringan dan kematian sel( akselerasi angi,genesis( dan memungkinkan interaksi antara 'akt,r pertumbuhan dengan sel target. #endapat yang menyatakan bah-a keadaan yang lembab dapat meningkatkan kejadian in'eksi tidak pernah ditemukan.8 @eberapa jenis balutan telah banyak digunakan pada pera-atan luka serta didesain untuk men$egah in'eksi pada ulkus Cantibi,tikaE( membantu debridement CenAimE( dan memper$epat penyembuhan luka./ @alutan basah-kering dengan n,rmal salin menjadi standar baku pera-atan luka. Selain itu dapat digunakan #latelet Deri?ed 4r,-th *a$t,r C#D4*E( dimana akan meningkatkan penyembuhan luka( #D4* telah menunjukan dapat menstimulasi kem,taksis dan mit,genesis neutr,'il( 'ibr,blast dan m,n,sit pada pr,ses penyembuhan luka./
37

#enggunaan pengganti kulitHdermis dapat bertindak sebagai balutan bi,l,gis( dimana memungkinkan penyaluran 'akt,r pertumbuhan dan k,mp,nen matrik esktraseluler. 5e$,mbinant %uman #latelet Deri?ed 4r,-th *a$t,rs Crh#D4*-@@E Cbe$lperminE adalah satusatunya 'akt,r pertumbuhan yang disetujui ,leh US *,,d and Drug Administrati,n C*DAE. =i?ing skin eTui?alen C=SEE merupakan pengganti kulit bi,l,gis yang disetujui *DA untuk penggunaan pada ulkus diabetes./ Te%a'i Te$anan Ne&ati4 dan Te%a'i O$si&en 3i'e%)a%i$ #enggunaan terapi tekanan negati' berguna pada pera-atan diabeti$ ulkus karena dapat mengurangi edema( membuang pr,duk bakteri dan mendekatkan tepi dengan berkurangnya angka amputasi pada pasien dengan ulkus diabetes./ luka sehingga memper$epat penutupan luka. Terapi ,ksigen hiperbarik juga dapat dilakukan( hal itu dibuktikan

=.> P%o&nosis #ada penderita diabetes( 2 diantara .1 penderita akan menderita ulkus pada kaki dan 2 diantara 211 penderita akan membutuhkan amputasi setiap tahun. Qleh karena itu( diabetes merupakan 'akt,r penyebab utama amputasi n,n trauma ekstremitas ba-ah di Amerika Serikat. Amputasi k,ntralateral akan dilakukan pada <1 F penderita ini selama rentang < tahun ke depan.7 Neur,pati peri'er yang terjadi pada /1F penderita diabetes merupakan resik, terbesar terjadinya ulkus pada kaki( diikuti dengan penyakit mikr,?askuler dan regulasi gluk,sa darah yang buruk. #ada penderita diabetes dengan neur,pati( meskipun hasil penyembuhan ulkus tersebut baik( angka kekambuhanrrya //F dan angka amputasi meningkat menjadi 2.F.7

=./- Pen:e&a an 2 2. #enga-asan dan pera-atan penyakit diabetes dapat men$egah ulkus diabetes. 5egulasi kadar gula darah dapat men$egah neur,pati peri'er atau men$egah keadaan yang lebih buruk.
38

.. #enderita diabetes harus memeriksa kakinya setiap hari( menjaga tetap bersih dengan sabun dan air serta menjaga kelembaban kaki dengan pelembab t,pikal. 7. Sepatu dan alas kaki harus dipilih se$ara khusus untuk men$egah adanya gesekan atau tekanan pada kaki.

DAFTAR PUSTAKA

@e$kman 0A(

reager !A( =ibby #. Diabetes and Ather,s$ler,sis; Epidemi,l,gy(

#ath,physi,l,gy( and !anagement. 0A!AV. .11.+ .98 +2: ;.<81-.<92 @,ult,n 0!( )irsner 5S( Iileykite =. Neur,pathi$ Diabeti$ *,,t Ul$ers. NE0! .113+7<2; 39<<

39

Darm,n,. Status 4likemi dan ),mplikasi Iaskuler Diabetes !ellitus dalam Naskah lengkap ),ngres Nasi,nal I #ersatuanDiabetes Ind,nesia C#ersadiaE dan #ertemuan Ilmiah #erkumpulan End,krin,l,gi Ind,nesia C#erkeniE. .11.. %al <8-/9. @adan #enerbit Uni?ersitas Dip,neg,r,( Semarang.

E''endi( Ian( 5estu( #asaribu. )aki Diabetes dalam @uku Ajar Ilmu #enyakit Dalam Edisi II 0ilid III. Edit,r Sud,y, AW( Setiy,hadi @( Al-i I( Simadbrata !( Setiati S. .11:. %al. 2:/2-2:/<( Departemen Ilmu #enyakit Dalam *akultas )ed,kteran Uni?ersitas Ind,nesia( 0akarta. *rykberg 54. Diabeti$ *,,t Ul$er ; #ath,genesis and !anagement. Am *am #hysi$ian. .11. I,l //;2/<<-/. 0ames WD( Tim,thy 4@ W Dirk !E. utane,us Signs and Diagn,sis. In; Andre-XsDisease ,' The Skin( lini$al Dermat,l,gy 21th editi,n. Edit,r ; W@ Saunders ,mpany( .111. %al 29-7/. #hiladelphia )ruse I( Edelman S. E?aluati,n dan Treatment ,' Diabeti$ *,,t Ul$er. I,l .3( Number . ; :2-:7 !ann D=( hakinala !. Diabetes !elitus in %arris,nXs prin$iples ,' internal medi$ine 29th lini$al Diabetes . .11/

editi,n. Edit,r =,ng,( *au$i( )asper( %auser( 0ames,n( =,s$alA,. .12.. %al. :3.-:38( !$4ra--%ill( Ne- P,rk

40