Anda di halaman 1dari 9

TUGAS KEPERAWATAN JIWA RESTRAIN

Oleh :Kelompok 3
Linda Fitria VefiAdiati Detti Maharani Irma Dwijayanti Endang BettiAulia 04091003001 04091003005 04091003008 04091003010 04091003041 04091003052

Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Indralaya 2013

RESTRAIN

1. Definisi Restrain adalah terapi dengan menggunakan alat-alat mekanik atau manual untuk membatasi mobilitas fisik klien. Restrain (dalam psikiatrik) secara umum mengacu pada suatu bentuk tindakan menggunakan tali untuk mengekang atau membatasi gerakan ekstremitas individu yang beprilaku di luar kendali yang bertujuan memberikan keamanan fisik dan psikologis individu. Restraint (fisik) merupakan alternative terakhir intervensi jika dengan intervensi verbal, chemical restraint mengalami kegagalan.

2. Indikasi Adapun dari indikasi tindakan restrain adalah sebagai berikut: a. Perilaku kekerasan yang membahayakan diri sendiri dan lingkungannya. b. Perilaku agitasi yang tidak dapat diatasi dengan obat-obatan. c. Klien yang mengalami gangguan kesadaran. d. Klien yang membutuhkan bantuan untuk mendapatkan rasa aman dan pengendalian diri. e. Ancaman terhadap integritas tubuh berhubungan dengan penolakan klien untuk istirahat, makan dan minum. 3. Tujuan Restrain

a. Untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan klien. b. Memfasilitasi pemeriksaan.


c. Membantu dalam pelaksanaan uji diagnostik dan prosedur terapeutik.

4. Tipe-Tipe Restrain a. Restrain Jaket Sepanjang pinggang, jaket tanpa lengan dengan penutup punggung yang diikat dengan tali pengikat. b. Restrain Mumi. Restrain Mumi berfungsi untuk mengendalikan gerakan, danmengimobilisasi ekstremitas. c. Restrain Lengan dan Kaki Kadang digunakan untuk mengimobilisasi satu ekstremitas atau lebih yang berguna untuk pengobatan atau prosedur dan untuk memfasilitasi penyembuhan. Beberapa alat restrain yang ada dipasaran atau yang tersedia, termasuk restrain pergelangan tangan atau kaki sekali pakai, atau restrain yang dibuat dari pita kasa, kain muslim, atau tali stockinette tipis. Jika restrein jenis ini digunakan, ukurannya harus sesuai dengan tubuh klien, harus dilapisi bantalan untuk mencegah untuk mencegah tekanan yang tidak semestinya. Kontriksi atau cidera haringan dan pengamatan terhadap ekstremitas harus sering dilakukan untuk memeriksa adakah tanda-tanda terjadinya iritasi, dan atau gangguan sirkulasi ujung restrein tidak boleh diikat di penghalang tempat tidur, karena jika penghalang tersebut diturunkan akan mengganggu ekstremitas, yang sering disertai sentakan tiba-tiba yang dapat menciderai anak. d. Restrain Siku Restrain Siku adalah tindakan untuk mencegah anak menekuk siku, mencegah anak memegang kepala, wajah, leher, atau dada. Biasanya ini dilakukan pasca pembedahan dan di khususkan pada anak. Caranya ialah menggunakan seutas kain muslim cukup panjang untuk mengikat tepat di bawah aksila sampai kepergelangan tangan dengan sejumlah kantong vertikal tempat dimasukkannya depresor lidah. Restrain dilingkarkan lengan, dan direkatkan dengan plester atau pin.

5. Prinsip Tindakan Prinsip dari tindakan restrain ini adalah melindungi klien dari cedera fisik dan memberikan lingkungan yang nyaman. Restrain dapat menyebabkan klien merasa tidak dihargai hak asasinya sebagai manusia, untuk mencegah perasaan tersebut perawat harus mengidentifikasi faktor pencetus pakah sesuai dengan indikasi terapi, dan terapi ini hanya untuk intervensi yang paling akhir apabila intervensi yang lain gagal mengatasi perilaku agitasi klien. Kemungkinan mencederai klien dalam proses restrain sangat besar, sehingga perlu disiapkan jumlah tenaga perawat yang cukup dan harus terlatih untuk mengendalikan perilaku klien. Perlu juga dibuat perencanaan pendekatan dengan klien, penggunaan restrain yang aman dan lingkungan restrain harus bebas dari benda-benda berbahaya.

6. Hal-hal yang harus diperhatikan a. Pada kondisi gawat darurat, restrain/seklusi dapat dilakukan tanpa order
dokter. b. Sesegera mungkin (< 1 jam) setelah melakukan restrain/seklusi, perawat melaporkan pada dokter untuk mendapatkan legalitas tindakan baik secara verbal maupun tertulis. c. Intervensi restrain/seklusi dibatasi waktu : 4 jam untuk klien berusia > 18 tahun. 2 jam untuk usia 9-17 tahun, dan 1 jam untuk umur < 9 tahun. d. Evaluasi dilakukan 4 jam I untuk klien > 18 tahun, 2 jam I untuk anak-anak, dan usia 9-17 tahun. e. Waktu minimal reevaluasi oleh dokter adalah 8 jam untuk usia > 18 tahun, dan 4 jam untuk usia < 17 tahun. f. Selama restrain/seklusi klien diobservasi tiap 10-15 menit, fokus observasi : 1. Tanda-tanda cedera yang berhubungan dengan restraint/seklusi 2. Nutirisi dan hidrasi 3. Sirkulasi dan range of motion ekstrimitas 4. Vital sign 5. Hygiene dan eliminasi 6. Status fisik dan psikologis 7. Kesiapan klien untuk dibebaskan dari restraint dan seklusi

7. Prosedure Penatalaksanaan Restrain a. Beri suasana yang menghargai dengan supervisi yang adekuat, karena harga diri klien berkurang karena pengekangan. b. Siapkan jumlah staf yang cukup (sekitar 4 sampai 5 orang) dengan alat pengekangan yang aman dan nyaman. c. Tunjuk satu orang perawat sebagai ketua tim. d. Jelaskan tujuan, prosedur dan lamanya pada klien dan staf agar dimengerti dan bukan hukuman. e. Jelaskan perilaku yang mengindikasikan pengelepasan pada klien dan staf. f. Jangan mengikat pada pinggir tempat tidur, ikat dengan posisi anatomis, ikatan tidak terjangkau oleh klien. g. Lakukan supervisi dengan tindakan terapeutik dan pemberian rasa nyaman. h. Perawatan pada daerah pengikatan (Pantau kondisi kulit: warna, temperatur, sensasi; Lakukan latihan gerak pada tungkai yang diikat secara bergantian setiap 2 jam; Lakukan perubahan posisi tidur dan periksa tanda-tanda vital setiap 2 jam) i. Bantu pemenuhan kebutuhan nutrisi, eliminaqsi, hidrasi dan kebersihan diri. j. Libatkan dan latih klien untuk mengontrol perilaku sebelum ikatan dibuka secara bertahap. k. Kurangi pengekangan secara bertahap, misalnya setelah ikatan dibuka satu persatu secara bertahap, kemudian dilanjutkan dengan pembatasan gerak kemudian kembali ke lingkungan semula. l. Dokumentasikan seluruh tindakan beserta respon klien.

8. Teknik Restrain Pada Emergency Psikiatrik Teknik berikut ialah restrain yang dilakukan pada klien yang datang pertama kali, dan setelah dilakukan pengkajian triase masuk kedalam Emergency Psikiatrik 1. Alat dan Persiapan a. Tali b. Jaket/Baju Restrain (Jika yang digunakan ialah teknik restrain jaket)

c. Bantalan untuk tulang yang menonjol (Jika yang digunakan ialah teknik restrain lengan dan siku)

2. Restrain Mumi a) Lebih baik lima atau minimal empat orang harus digunakan untuk mengikat klien. Pengikat kulit adalah jenis pengikatan yang paling aman dan paling menjamin. b) Jelaskan kepada pasien mengapa mereka akan diikat. c) Seorang anggota keluarga harus selalu terlihat dan menetramkan pasien yang diikat. Penentraman membantu menghilangkan rasa takut,

ketidakberdayaan, dan hilangnya kendali klien. d) Klien harus diikat dengan kedua tungkai terpisah dan satu lengan diikat di satu sisi dan lengan lain diikat diatas kepala pasien. e) Pengikatan harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga aliran darah klien tidak tertekan/terhambat. f) Kepala klien agak ditinggikan untuk menurunkan perasaan kerentanan dan untuk menurunkan kemungkinan tersedak. g) Pengikatan harus diperiksa secara berkala demi keamanan dan kenyamanan. h) Setelah diikat, keluarga harus menenangkan klien dengan cara

berkomunikasi. i) Setelah klien dikendalikan, satu ikatan sekali waktu harus dilepas dengan interval lima menit sampai klien hanya memiliki dua ikatan. Kedua ikatan lainnya harus dilepaskan pada waktu yang bersamaan, karena tidak dianjurkan membiarkan klien hanya dengan satu ikatan.

Contoh gambar restrain :

Gambar 1. Teknik Restrain

Gambar 2. Cara penyimpulan Tali restrain 3. Restrain Jaket a. Ulangi prosedur, a, b, dan c sama dengan yang diatas. b. Sepanjang pinggang, jaket tanpa lengan dengan penutup punggung yang diikat dengan tali pengikat. c. Pengikat panjang pada dasar jaket mengamankan klien dari tempat tidur, kursi antara lain tempat tidur.

Gambar 3. Restrain Jaket 4. Restrain Lengan dan Kaki a. Ulangi prosedur, a, b, dan c sama dengan yang diatas. b. Handuk dilipat, dipeniti mengitari ekstremitas c. Balutan kasa atau katun, diberi bantalan dengan benar

5. Restrain Siku a. Ulangi prosedur, a, b, dan c sama dengan yang diatas. b. Segi empat muslin dengan kantong vertical untuk menampng depressor lidah untuk memberikan kekakuan vertical dan fleksibilitas horizontal; ikatan mengencangkan alat mengitari lengan c. Roller handuk diameter besar yang diberi bantalan d. Wadah plastik tubuler dengan puncak dan dasar yang dibuang dan bantalan yang sesuai untuk kenyamanan dan keamanan.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim.(2012). Type Restraint: Healthy Enthusiast, http://healthyenthusiast.com/tipe-restrain.html , diperoleh tanggal 29 Mei 2013 Azizah, L.M. (2011). Keperawatan Jiwa Aplikasi Praktik Klinik. Yogyakarta: Graha Ilmu ImNurse. 2011. Osce: Restraint, http://amandalovableku.blogspot.com/2011/06/osce-restrain.html, diperoleh tanggal 27 Mei 2013 Wirnata, M. (2011). Restrain, http://wir-nursing.blogspot.com/2011/03/restrain-klien-gangguanjiwa.html diperoleh tanggal 27 Mei 2013