Anda di halaman 1dari 48

PENGKAJIAN BAYI BARU LAHIR (BBL)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bayi baru lahir normal adalah bayi yang baru lahir dengan kehamilan atau masa gestasinya dinyatakan cukup bulan (aterm) yaitu 36 40 minggu. Bayi baru lahir normal harus men alani proses adaptasi dari kehidupan di dalam rahim (intrauterine) ke kehidupan di luar rahim (ekstrauterin). !emahaman terhadap adaptasi dan "isiologi bayi baru lahir sangat penting sebagai dasar dalam memberikan asuhan. !erubahan lingkungan dari dalam uterus ke ekstrauterin dipengaruhi oleh banyak "aktor seperti kimia#i$ mekanik$ dan termik yang menimbulkan perubahan metabolik$ pernapasan dan sirkulasi pada bayi baru lahir normal. !enatalaksanaan dan mengenali kondisi kesehatan bayi baru lahir resiko tinggi yang mana memerlukan pelayanan ru ukan% tindakan lan ut. &alah satu masalah yang sering ditemukan pada bayi yaitu bayi dengan berat badan lahir rendah (BBL'). Bayi berat badan lahir rendah ( BBL' ) maupun bayi kurang bulan (B(B ) merupakan masalah utama di negara berkembang termasuk )ndonesia. BBL' sampai saat ini masih merupakan masalah di )ndonesia$ karena merupakan penyebab kesakitan dan kematian pada masa neonatal. *enurut &('+ ,00-$ ,. / kematian neonatal karena BBL'. &ecara umum bayi BBL' ini berhubungan dengan usia kehamilan yang belum cukup bulan (prematur) disamping itu uga disebabkan dismaturitas. Artinya bayi lahir cukup bulan (usia kehamilan 30 minggu)$ tapi berat badan (BB) lahirnya lebih kecil ketimbang masa kehamilannya$ yaitu tidak mencapai ,.100 gram. Biasanya hal ini ter adi karena adanya gangguan pertumbuhan bayi se#aktu dalam kandungan yang disebabkan oleh penyakit ibu seperti adanya kelainan plasenta$ in"eksi$ hipertensi dan keadaan2keadaan lain yang menyebabkan suplai makanan ke bayi adi berkurang. *asalah yang sering timbul sebagai penyulit BBL' adalah hipotermi$ hiperbilirubinemia$ hipoglikemi$ in"eksi % sepsis dan ganguan minum. 3engan banyaknya penyulit pada BBL'$ kita harus dapat mencegahnya mulai dari meningkatkan pengetahuan ibu tentang BBL' dan langkah langkah untuk mencegah hal tersebut. Bayi baru lahir atau neonatus meliputi umur 0 ,0 hari. (ehidupan pada masa neonatus ini sangat ra#an$ karena memerlukan penyesuaian "isiologik agar bayi di luar kenadungan dapat hidup sebaik baiknya. 4al ini dapat dilihat dari tingginya angka kesakitan dan angka kematian neonatus. 3iperkirakan ,%3 kematian bayi di ba#ah umur satu tahun ter adi pada masa neonatus. !eralihan dari kehidupan intrauterine ke ekstrauterin memerlukan berbagai perubahan biokimia dan "ungsi. B. +u uan -. +u uan 5mum 5ntuk mengetahui gambaran secara umum tentang asuhan kepera#atan pada bayi baru lahir serta pada bayi dengan berat badan lahir rendah. ,. +u uan (husus a. *ampu memahami tentang bayi baru lahir serta gangguan yang mungkin ter adi pada bayi baru lahir. b. *ampu mengidenti"ikasi penilaian a#al dan langkah esensial bayi baru lahir. c. *ampu melaksanakan pengka ian terkait dengan bayi baru lahir. BAB II ISI

A. +in auan +eoritis -. 3e"enisi bayi baru lahir normal Bayi baru lahir normal (BBL6) adalah bayi yang baru lahir dengan usia kehamilan atau masa gestasinya dinyatakan cukup bulan (aterm) yaitu 36 40 minggu. Bayi baru lahir normal harus men alani proses adaptasi dari kehidupan di dalam rahim ke kehidupan di luar rahim. !emahaman terhadap adaptasi dan "isiologi bayi baru lahir sangat penting sebagai dasar dalam memberikan asuhan. !erubahan lingkungan dari dalam uterus ke luar rahim dipengaruhi oleh banyak "aktor seperti kimia#i$ mekanik$ dan termik yang menimbulkan perubahan metabolik$ pernapasan dan sirkulasi pada bayi baru lahir. ,. !enilaian a#al dan langkah esensial bayi baru lahir a. !enilaian a#al bayi baru lahir !enilaian a#al dilakukan pada bayi baru lahir untuk menilai kondisi bayi apakah 7 2 Bayi dinyatakan cukup bulan ika usia gestasinya lebih kurang 36 40 minggu. *aturitas bayi mempengaruhi kemampuannya untuk beradaptasi di luar rahim (uterus) 2 Air ketuban ernih$ tidak bercampur mekonium. +in a bayi pada ,4 am pertama kelahiran hingga , atau 3 hari berbentuk mekonium yang ber#arna hi au tua yang berada di dalam usus bayi se ak dalam kandungan ibu. *ekonium mengandung se umlah cairan amnion$ 8erniks$ sekresi saluran pencernaan$ empedu$ lanugo dan 9at sisa dari aringan tubuh. 2 Bayi menangis atau bernapas. &ebagian besar bayi bernapas spontan. !erhatikan dalamnya pernapasan$ "rekuensi pernapasan$ apnea$ napas cuping hidung$ retraksi otot dada. 3apat dikatakan normal bila "rekuensi pernapasan bayi am pertama berkisar 00 kali permenit dan bayi segera menangis kuat pada saat lahir. 2 +onus otot bayi baik atau bayi bergerak akti". !ada saat lahir otot bayi lembut dan lentur. :tot otot tersebut memiliki tonus$ kemampuan untuk berkontraksi ketika ada rangsangan$ tetapi bayi kurang mempunyai kemampuan untuk mengontrolnya. &istem neurologis bayi secara anatomi dan "isiologis belum berkembang sempurna$ sehingga bayi menun ukkan gerakan gerakan tidak terkoordinasi$ control otot yang buruk$ mudah terke ut$ dan tremor pada ekstremitas. 2 ;arna kulit bayi normal. !erhatikan #arna kulit bayi apakah #arna merah muda$ pucat$ kebiruan$ atau kuning$ timbul perdarahan dikulit atau adanya edema. ;arna kulit bayi yang normal$ bayi tampak kemerah merahan. (ulit bayi terlihat sangat halus dan tipis$ lapisan lemak subkutan belum melapisi kapiler. (emerahan ini tetap terlihat pada kulit dengan pigmen yang banyak sekalipun dan bahkan men adi lebih kemerahan ketika bayi menangis. b. 3iagnosis bayi baru lahir 3iagnosis bayi baru lahir pada dasarnya berguna untuk mencari atau mendeteksi sedini mungkin adanya kelainan pada anin. (egagalan untuk mendeteksi kelainan anin dapatt menimbulkan masalah pada am am pertama kehidupan bayi diluar rahim. 3engan mengetahui kelainan pada anin dapat membantu untuk mengambil tindakan serta memberikan asuhkan kepera#atan yang tepat sehingga dapat membantu bayi baru lahir sehat untuk tetap sehat se ak a#al kehidupannya. !enilaian bayi pada kelahiran adalah untuk mengetahui dera at 8italitas "ungsi tubuh. 3era at 8italitas adalah kemampuan se umlah "ungsi tubuh yang bersi"at essensial dan kompleks untuk kelangsungan hidup bayi seperti pernapasan$ denyut antung$ sirkulasi darah dan re"leks re"leks primiti8e seperti menghisap dan mencari putting susu. Bila tidak ditangani secara tepat$ cepat dan benar keadaan umum bayi akan menurun dengan cepat dan bahkan

mungkin meninggal. !ada beberapa bayi mungkin dapat pulih kembali dengan spontan dalam -0 30 menit sesudah lahir namun bayi tetap mempunyai resiko tinggi untuk cacat. 5mumnya penilaian pada bayi baru lahir dipakai nilai A!<A' (A!<A' &core). !ertemuan &A'=> tahun -.01 mengan urkan penggunaan parameter penilaian bayi baru lahir dengan cara sederhana yang disebut &)<+56A (&)<+56A &core) sesuai dengan nama tempat ter adinya konsensus. !enilaian cara ini terutama untuk tingkat pelayanan kesehatan dasar karena hanya menilai dua parameter yang essensial. !enilaian dera at 8italitas bayi baru lahir dapat uga digunakan penilaian secara A!<A'. !elaksanaannya cukup kompleks karena pada saat bersamaan penolong persalinan harus menilai lima parameter yaitu denyut antung$ usaha napas$ tonus otot$ gerakan dan #arna kulit. 3ari hasil penelitian di Amerika &erikat nilai A!<A' sangat berman"aat untuk mengenal bayi resiko tinggi yang potensial untuk kematian dan kecacatan neurologis angka pan ang. 3ari lima 8ariable nilai A!<A' hanya pernapasan dan denyut antung yang berkaitan erat dengan ter adinya hipoksia dan anoksia. (etiga 8ariabel lain lebih merupakan indicator maturitas tumbuh kembang bayi. !enilaian A!<A' skor ditemukan oleh 3r. ?irginia Apgar (-.10). !enilaian A!<A' skor ini dilakukan pada menit pertama kelahiran untuk member kesempatan kepada bayi memulai perubahan kemudian menit ke21 serta pada menit ke2-0. !enilaian dapat dilakukan lebih sering ika ada nilai yang rendah dan perlu tindakan resusitasi. !enilaian menit ke2-0 memberikan indikasi morbiditas pada masa mendatang$ nilai yang rendah berhubungan dengan kondisi neurologis. SKOR APGAR +A63A 0 - , Appearance Biru$pucat Badan pucat$tungkai biru &emuanya merah muda !ulse +idak teraba @ -00 A -00 <rimace +idak ada Lambat *enangis kuat Acti8ity Lemas%lumpuh <erakan sedikit%"leksi tungkai Akti"%"leksi tungkai baik%reaksi mela#an 'espiratory +idak ada Lambat$ tidak teratur Baik$ menangis kuat !rosedur penilaian A!<A' B !astikan pencahayaan baik B >atat #aktu kelahiran$ nilai A!<A' pada - menit pertama dg cepat C simultan. Dumlahkan hasilnya B Lakukan tindakan dg cepat C tepat sesuai dg hasilnya B 5langi pada menit kelima B 5langi pada menit kesepuluh B 3okumentasikan hasil C lakukan tindakan yg sesuai !enilaian o &etiap 8ariabel dinilai 7 0$ - dan , o 6ilai tertinggi adalah -0 B 6ilai E2-0 menun ukkan bah#a by dlm keadaan baik B 6ilai 4 2 6 menun ukkan bayi mengalami depresi sedang C membutuhkan tindakan resusitasi B 6ilai 0 3 menun ukkan bayi mengalami depresi serius C membutuhkan resusitasi segera sampai 8entilasi c. *elakukan pemeriksaan "isik pada bayi baru lahir normal

3alam #aktu ,4 am setelah bayi lahir lakukan pemeriksaan "isik pada bayi. (etika melakukan pemeriksaan "isik pada bayi lahir normal hal2 hal yang harus diperhatikan oleh petugas adalah in"ormasikan prosedur terlebih dahulu pada orang tua$ gunakan tempat yang hangat dan bersih untuk pemeriksaan$ cuci tangan sebelum dan sesudah pemeriksaan$ gunakan sarung tangan dan bertindak lembut pada saat menangani bayi$ lepaskan pakaian hanya pada area yang diperiksa$ untuk mencegah kehilangan panas$ lakukan prosedur yang mengganggu seperti mengu i re"leks pada tahap akhir$ lakukan secara cepat untuk menghindari stress pada bayi. !etugas dapat melihat$ mendengarkan dan merasakan tiap tiap daerah yang akan diperiksa yang dimulai dari kepala dan berlan ut secara sistematik menu u kaki. Dika ditemukan "aktor resiko atau masalah$ petugas dapat meminta bantuan yang memang diperlukan. 'ekam dan catatlah hasil pengamatan setiap hasil pemeriksaan dan setiap tindakan yang diperlukan lebih lan ut. +u uan !emeriksaan Fisik pada bayi baru lahir (-) *engidenti"ikasi ri#ayat kesehatan bayi (,) *engobser8asi karakteristik bayi (3) *emperkirakan usia gestasi (4) *engka i perilaku bayi (1) *engka i integritas neuromuscular (6) *engidenti"ikasi masalah kesehatan (E) *erencanakan tindakan (0) *enggunakan hasil pengka ian untuk menga arkan orang tua tentang bayinya Langkah langkah dalam pemeriksaan "isik pada bayi 7 (-) !emeriksaan umum !emeriksaan umum dilakukan pada bayi baru lahir adalah pengukuran Anthopometri yaitu pengukuran lingkar kepala yang dalam keadaan normal berkisar 33 31 cm$ lingkar dada 30$1 33 cm$ pan ang badan 41 10 cm$ berat badan bayi ,100 gram 4100 gram. (,) !emeriksaan tanda tanda 8ital &uhu tubuh$ nadi$ pernapasan bayi baru lahir ber8ariasi dalam berespon terhadap lingkungan. (a) &uhu tubuh !ada saat lahir suhu tubuh bayi hampir sama dengan suhu tubuh ibunya. 6amun demikian bayi memiliki sedikit lemak$ luas permukaan tubuh yang besar dan sirkulasi pernapasan yang belum sempurna$ sehingga bayi mudah atuh dalam kondisi hipotermi. &uhu bayi dalam keadaan normal berkisar antara 36$1 dera at celcius 2 3E$1 dera at celcius pada pengukuran diaksila. (b) 6adi 3enyut nadi bayi tergantung dari akti8itas bayi. 6adi dapat men adi tidak teratur karena adanya rangsangan seperti menangis$ perubahan suhu yang tiba tiba. 3enyut nadi bayi yang normal berkisar -,0 -40 kali permenit. (c) !ernapasan !ernapasan pada bayi baru lahir tidak teratur kedalaman$ kecepatan$ iramanya. !ernapasannya ber8ariasi dari 30 sampai 60 kali permenit. !ernapasan uga dipengaruhi oleh akti8itas bayi seperti menangis$ serta perubahan suhu yang tiba2tiba. (d) +ekanan darah +ekanan darah bayi baru lahir rendah dan sulit untuk diukur secara akurat. *eskipun tidak secara rutin diukur pada #aktu lahir$ tekanan darah yang dilakukan dengan ultrasonogra"i 3oppler merupakan metode yang paling akurat pada bayi. *etode ini mengukur sistolik dan diastolik serta tekanan arteri rata rata tekanan darah pada #aktu lahir adalah 00% 46 mm4g. (3) !emeriksaan "isik secara sistematik (head to too) !emeriksaan "isik secara sistematik pada bayi baru lahir dimulai dari 7

(a) (epala 'aba sepan ang garis sutura dan "ontanel$ apakah ukuran dan tampilannya normal. &utura yang ber arak lebar mengindikasikan bayi preterm$ moulding yang buruk atau hidrose"alus. !ada kelahiran spontan letak kepala$ sering terlihat tulang kepala tumpang tindih yang disebut moulding atau moulase. (eadaan ini normal kembali setelah beberapa hari sehingga ubun ubun mudah diraba. !erhatikan ukuran dan ketegangannya. Fontanel anterior harus diraba$ "ontanel yang besar dapat ter adi akibat prematuritas atau hidrose"alus$ sedangkan yang terlalu kecil ter adi pada mikrose"ali. Dika "ontanel menon ol$ hal ini diakibatkan peningkatan tekanan intracranial$ sedangkan yang cekung dapat ter adi akibat dehidrasi. +erkadang teraba "ontanel ketiga antara "ontanel anterior dan posterior$ hal ini ter adi karena adanya trisomi ,-. !eriksa adanya trauma kelahiran misalnya 7 caput suksedaneum$ se"alhematoma$ perdarahan subaponeurotik% "raktur tulang tengkorak. !erhatikan adanya kelainan congenital seperti 7 anense"ali$ mikrose"ali$ kraniotabes dan sebagainya. (b) +elinga !eriksa dan pastikan umlah$ bentuk dan posisinya pada bayi cukup bulan$ tulang ra#an sudah matang. 3aun telinga harus berbentuk sempurna dengan lengkungan yang elas dibagian atas. !erhatikan letak daun telinga. 3aun telinga yang letaknya rendah (lo# set ears) terdapat pada bayi yang mengalami sindrom tertentu (!ierre robin). !erhatikan adanya kulit tambahan atau aurikel hal ini dapat berhubungan dengan abnormalitas gin al. (c) *ata 4ipertelorisme okular$ mata dengan arak lebar$ arak lebih dari 3 cm antara kantus mata bagaian dalam dapat dideteksi. !eriksa umlah$ posisi atau letak mata. !eriksa adanya strabismus yaitu koordinasi mata yang belum sempurna. !eriksa adanya glaukoma kongenital$ mulanya akan tampak sebagai pembesaran kemudian sebagai kekeruhan pada kornea. (atarak congenital akan mudah terlihat yaitu pupil ber#arna putih. !upil harus tampak bulat. +erkadang ditemukan bentuk seperti lubang kunci (kolobama) yang dapat mengindikasikan adanya de"ek retina. !eriksa adanya trauma seperti palpebra$ perdarahan kon ungti8a atau retina$ adanya secret pada mata$ kon ungti8itis oleh kuman gonokokus dapat ter adi pano"talmia dan menyebabkan kebutaan. Apabila ditemukan epichantus melebar kemungkinan bayi mengalami sindrom do#n. (d) 4idung dan mulut Bibir bayi baru lahir harus kemerahan dan lidahnya harus rata dan simetris. Bibir dipastikan tidak adanya sumbing$ dan langit langit harus tertutup. 'e"leks hisap bayi harus bagus$ dan berespons terhadap rangsangan. (a i bentuk dan lebar hidung$ pada bayi cukup bulan lebarnya harus lebih dari ,$1 cm. Bayi harus bernapas dengan hidung$ ika melalui mulut harus diperhatikan kemungkinan ada obstruksi alan napas karena atresia koana bilateral$ "raktur tulang hidung atau ense"alokel yang menon ol ke naso"aring. !eriksa adanya sekret yang mukopurulen yang terkadang berdarah$ hal ini kemungkinan adanya si"ilis congenital. !eriksa adanya pernapasan cuping hidung$ ika cuping hidung mengembang menun ukkan adanya rangsangan pernapasan. (e) Leher 5kuran leher normalnya pendek dengan banyak lipatan tebal. Leher berselaput berhubungan dengan abnormalitas kromosom. !eriksa kesimetrisannya. !ergerakannya harus baik. Dika terdapat keterbatasan pergerakan kemungkinan ada kelainan tulang leher. !eriksa adanya trauma leher yang dapat menyebabkan kerusakan pada "leksus brakhialis. Lakukan perabaan untuk mengidenti"ikasi adanya pembengkakan. !eriksa adanya pembesaran kelen ar tiroid dan 8ena ugularis. Adanya lipatan kulit yang berlebihan di bagian belakang leher menun ukkan adanya kemungkinan trisomi ,-.

(") 3ada (ontur dan simetrisitas dada normalnya adalah bulat dan simetris. !ayudara baik pada laki laki maupun perempuan terlihat membesar karena pengaruh hormone #anita dari darah ibu. !eriksa kesimetrisan gerakan dada saat bernapas. Apabila tidak simetris kemungkinan bayi mengalami pneumotoraks$ paresis dia"ragma atau hernia dia"ragmatika. !ernapasan yang normal dinding dada dan abdomen bergerak secara bersamaan. +arikan sternum atau interkostal pada saat bernapas perlu diperhatikan. (g) Bahu$ lengan dan tangan <erakan normal$ kedua lengan harus bebas bergerak$ ika gerakan kurang kemungkinan adanya kerusakan neurologis atau "raktur. !eriksa umlah ari. !erhatikan adanya polidaktili atau sidaktili. +elapak tangan harus dapat terbuka$ garis tangan yang hanya satu buah berkaitan dengan abnormalitas kromosom$ seperti trisomi ,-. !eriksa adanya paronisia pada kuku yang dapat terin"eksi atau tercabut$ sehingga menimbulkan luka dan perdarahan. (h) !erut Bentuk$ penon olan sekitar tali pusat pada saat menangis$ perdarahan tali pusat. !erut harus tampak bulat dan bergerak secara bersamaan dengan gerakan dada saat bernapas. (a i adanya pembengkakan$ ika perut sangat cekung kemungkinan terdapat hernia dia"ragmatika$ perut yang membuncit kemungkinan karena hepato2splenomegali atau tumor lainnya. Dika perut kembung kemungkinan adanya enterokolitis 8esikalis$ om"alokel atau duktus om"aloentriskus persisten. (i) (elamin !ada #anita labia minora dapat ditemukan adanya 8erniks dan smegma (kelen er kecil yang terletak di ba#ah prepusium mensekresi bahan yang seperti ke u) pada lekukan. Labia mayora normalnya menutupi labia minora dan klitoris. (litoris normalnya menon ol. *enstruasi palsu kadang ditemukan$ diduga pengaruh hormon ibu disebut uga psedomenstruasi. 6ormalnya terdapat umbai himen. !ada bayi laki2laki rugae normalnya tampak pada skrotum dan kedua testis turun kedalam skrotum. *eatus urinarius normalnya terletak pada u ung glands penis. =pispadia adalah istilah yang digunakan untuk men elaskan kondisi meatus berada dipermukaan dorsal. 4ipospadia untuk men elaskan kondisi meatus berada dipermukaan 8entral penis. ( ) =kstremitas atas dan ba#ah =kstremitas bagian atas normalnya "leksi dengan baik$ dengan gerakan yang simetris. 'e"leks menggenggam normalnya ada. (elemahan otot parstial atau komplet dapat menandakan trauma pada pleksus brakhialis. 6adi brakhialis normalnya ada. =kstremitas bagian ba#ah normalnya pendek$ bengkok dan "leksi dengan baik. 6adi "emoralis dan pedis normalnya ada. (k) !unggung !eriksa spina dengan cara menelungkupkan bayi$ cari adanya tanda2tanda abnormalitas seperti spina bi"ida$ pembengkakan atau cekungan$ lesung atau bercak kecil berambut yang dapat menun ukkan adanya abnormalitas medulla spinalis atau kolumna 8ertebra. (l) (ulit ?erniks (tidak perlu dibersihkan karena adanya untuk men aga kehangatan tubuh bayi)$ #arna$ pembengkakan atau bercak2bercak hitam$ tanda tanda lahir. !erhatikan adanya lanugo$ umlah yang banyak terdapat pada bayi kurang bulan. (m) 'e"leks 'e"leks berkedip$ batuk$ bersin$ dan muntah ada pada #aktu lahir dan tetap tidak berubah sampai masa de#asa. Beberapa re"leks lain normalnya ada #aktu lahir$ yang menun ukkan imaturitas neurologis$ re"leks re"leks tersebut akan hilang pada tahun pertama. +idak adanya re"leks re"leks ini menandakan masalah neurologis yang serius.

'e"leks 'espons 6ormal 'espons abnormal 'ooting dan mengisap Bayi baru lahir menolehkan kepala kearah stimulus$ membuka mulut dan mulai mengisap bila pipi$ bibir$ atau sudut mulut disentuh dengan ari atau putting susu. 'espons yang lemah atau tidak ada respon ter adi pada prematuritas$ penurunan atau cidera neurologis$ atau depresi sistem sara" pusat (&&!). &ekunder karena menelan obat maternal (misalnya narkotik) *enelan Bayi baru lahir menelan berkoordinasi dengan mengisap bila cairan ditaruh dibelakang lidah *untah$ batuk atau regurgitasi cairan dapat ter adi$ kemungkinan berhubungan dengan sianosis sekunder karena prematuritas$ de"isit neurologis$ atau cedera$ terutama terlihat setelah laringoskopi. =kstrusi Bayi baru lahir men ulurkan lidah keluar bila u ung lidah disentuh dengan ari atau puting susu =kstrusi lidah secara kontiniu atau men ulurkan lidah yang berulang ulang ter adi pada kelainan &&! dan ke ang. *oro =kstensi simetris bilateral dan abduksi seluruh ekstremitas$ dengan ibu ari dan ari telun uk membentuk huru" G>H diikuti dengan aduksi ekstremitas dan kembali ke "leksi relaks ika posisi bayi berubah tiba2tiba atau ika bayi diletakkan telentang pada permukaan yang datar. 'espons asimetris terlihat pada cidera sara" peri"er (plesus brakhialis) atau "raktur kla8ikula atau "raktur tulang pan ang lengan dan kaki. +idak ada respons ter adi pada kasus kasus cedera &&! yang berat. *elangkah Bayi akan melangkah dengan satu kaki dan kemudian kaki lainnya dengan gerakan ber alan bila satu kaki disentuh pada permukaan rata bayi akan berusaha untuk merangkak ke depan dengan kedua tangan dan kaki bila diletakkan telungkup pada permukaan datar. 'espons asimetris terlihat pada cedera sara" &&! atau peri"er atau "raktur tulang pan ang kaki. 'espons asimetris terlihat pada cedera sara" &&! atau peri"er atau "raktur tulang pan ang. +onik leher atau G"lencingH =kstremitas pada satu sisi dimana kepala ditolehkan akan ekstensi$ dan ekstremitas yang berla#anan akan "leksi bila kepala bayi ditolehkan ke satu sisi selagi beristirahat. 'espons ini dapat tidak ada atau tidak lengkap segera setelah lahir. 'espons persisten setelah bulan keempat dapat menandakan cedera neurologis. 'espons menetap tampak pada cedera &&! dan gangguan neurologis +erke ut Bayi melakukan abduksi dan "leksi seluruh ekstremitas dan dapat mulai menangis bila mendapat gerakan mendadak atau suara keras +idak adanya respons menandakan de"isit neurologis atau cedera. +idak adanya respons secara lengkap dan konsisten terhadap bunyi keras dapat menandakan ketulian. 'espon dapat men adi tidak ada atau berkurang selama tidur dalam. =kstensi silang (aki bayi yang berla#anan akan "leksi dan kemudian ekstensi dengan cepat seolah olah berusaha untuk memindahkan stimulus ke kaki yang lain bila diletakkan telentang bayi akan mengekstensikan satu kaki sebagai respon terhadap stimulus pada telapak kaki. 'espon yang lemah atau tidak ada respon terlihat pada cedera sara" peri"er atau "raktur tulang pan ang. <labellar GblinkH Bayi akan berkedip bila dilakukan 4 atau 1 ketuk pertama pada batang hidung pada saat mata terbuka. +erus berkedip dan gagal untuk berkedip menandakan kemungkinan gangguan neurologis. !almar graps Dari bayi akan melekuk disekeliling benda dan menggenggamnya seketika bila ari diletakkan di telapak tangan bayi. 'espon ini berkurang pada prematuritas. Asimetris ter adi pada kerusakan sara" peri"er (pleksus brakhialis) atau "raktur humerus. +idak ada respon ter adi pada de"isit neurologis yang berat. !lantar graps Dari ari bayi akan melekuk keba#ah bila ari diletakkan di dasar ari ari kaki 'espon ini berkurang pada prematuritas.

+anda Babinski Dari ari kaki bayi akan hiperekstensi dan terpisah seperti kipas dari dorsi"leksi ibu ari kaki bila satu sisi kaki digosok dari tumit ke atas melintasi bantalan kaki +idak ada respon ter adi pada de"isit &&! d. *encegah ter adinya in"eksi pada bayi baru lahir !encegahan in"eksi merupakan upaya untuk mencegah transmisi silang dan diterapkan dengan mengacu pada ke#aspadaan standar. !roses peralatan atau instrument harus dilakukan secara benar dan mengikuti standar yang ada agar diperoleh hasil maksimal dan memenuhi syarat. !encegahan in"eksi tidak selalu berarti penambahan biaya$ yang penting adalah terbangunnya budaya bersih$ men amin rasa aman dan kesungguhan untuk memberikan pelayanan berkualitas. )n"eksi yang paling sering ter adi pada bayi baru lahir normal adalah melalui tali pusat. +ali pusat dalam istilah medis disebut umbilical cord. )ni merupakan saluran kehidupan bagi anin selama di dalam kandungan. &emasa dalam rahim$ tali pusat inilah yang menyalurkan oksigen dan makanan dari plasenta ke anin yang berada di dalamnya$ karena anin sudah dapat bernapas sendiri melalui hidungnya. (arena sudah tidak diperlukan lagi maka saluran ini harus dipotong dan di epit atau diikat. )n"eksi dapat ter adi pada saat pemotongan tali pusat yang tidak menggunakan alat alat steril dan pada saat penyembuhan tali pusat. (etika bayi baru lahir tali pusat biasanya masih terdapat pada abdomennya dengan beberapa tipe pen epitan atau pengikat tali pusat. &egera setelah lahir pembuluh umbilikus masih dapat menyebabkan perdarahan yang "atal bila pen epit atau pengikatnya kendur. (adang2 kadang bakteri memasuki area tersebut sebelum ter adi penyembuhan$ hal inilah yang dapat menyebabkan in"eksi pada tali pusat. !encegahan in"eksi pada saat pemotongan tali pusat dan mengikat tali pusat dapat dilakukan dengan cara 7 -. Bersihkan tangan yang masih menggunakan sarung tangan kedalam larutan clorin 0$1 / untuk membersihkan darah dan sekresi tubuh lainnya. ,. (lemlah tali pusat dengan dua buah klem yang steril kira kira , dan 3 cm dari pangkal tali pusat$ kemudian potonglah tali pusat diantara kedua klem sambil melindungi bayi dari gunting dengan tangan kiri. 3. !ertahankan kebersihan pada saat memotong tali pusat$ ganti sarung tangan ika telah kotor. 4. Bilas tangan dengan air matang atau disin"eksi tingkat tinggi (3++). 1. (eringkan tangan dengan handuk atau kain bersih yang kering. 6. )kat puntung tali pusat sekitar - cm dari pusat bayi dengan menggunakan benang disin"eksi tingkat tinggi atau klem plastik tali pusat yang steril. !emotongan tali pusat pada bayi lahir normal dilakukan sekitar , menit setelah bayi lahir atau setelah menyuntikan oksitoksin -0 )5 intra muscular kepada ibu dengan alasan untuk memberi cukup #aktu bagi tali pusat untuk mengalirkan darah kaya besi kepada bayi. Dangan mengoleskan salep apapun$ atau 9at lain ke tampuk tali pusat. 4indari pembungkusan tali pusat atau ika dibungkus tutupi dengan kassa steril dalam keadaan longgar$ tampuk tali pusat yang tidak tertutup agar terkena udara akan mongering dan puput lebih cepat dengan komplikasi yang lebih sedikit. !opok bayi dilipat diba#ah tali pusat$ ika tali pusat terkena kotoran atau tin a bayi$ cuci dengan air bersih serta keringkan betul betul. +anda tanda tali pusat mengalami in"eksi yang perlu di#aspadai dengan cepat pada bayi lahir normal adalah 7 B +ali pusat ber#arna merah B 3aerah sekitar tali pusat bengkak B (eluar cairan berbau busuk dari daerah sekitar tali pusat

B >airan kadang kadang disertai dengan darah ika in"eksi ter adi pada bayi lahir normal akan ter adi peningkatan suhu berkisar diatas 3E$1I >$ bayi menangis terus menerus tidak bisa tenang$ ke ang halus dan lemas. !encegahan in"eksi pada saat pemulihan tali pusat 7 >uci tangan sebelum memegang bayi dan setelah menggunakan toilet untuk buang air kecil maupun air besar. Daga tali pusat bayi dalam keadaan bersih selalu dan letakkan popok di ba#ah tali pusat. Dika tali pusat kotor cuci dengan air bersih dan sabun. Bayi dimandikan setiap hari dengan membersihkan seluruh badan bayi terutama tali pusat dibersihkan dengan air bersih$ hangat$ dan sabun. Daga bayi dari orang orang yang menderita in"eksi dan pastikan setiap orang yang memegang bayi selalu cuci tangan terlebih dahulu. !engendalian in"eksi nasokomial 5ntuk mengendalikan in"eksi nasokomial pada bayi baru lahir dan neonates diperlukan suatu prosedur standar yang harus dipatuhi oleh petugas yang terlibat didalamnya. !rosedur standar ini berbeda untuk setiap bangsal pera#atan. *isalnya prosedur di bangsal bayi baru lahir yang sehat tidak sama dengan prosedur pera#atan di bangsal pera#atan intensi". &ecara umum berbagai prosedur diba#ah ini harus diker akan di bangsal pera#atan bayi$ yaitu 7 -. !rosedur pada mata !encegahan ophthalmia neonatorum adalah satu cara yang praktis dilakukan untuk mengontrol in"eksi pada bayi baru lahir. 5ntuk ini dapat dipakai obat mata topical seperti setetes larutan !erak 6itrat - / J salep mata eritromisin 0$1 / atau +etrasiklin - /. (edua salep mata ini uga dapat mencegah (lamidia trakomatis. Berikan dalam - am pertama kelahiran. &etelah pemberian pro"ilaksis in"eksi mata$ kembalikan bayi pada ibunya untuk disusukan dan bergabung kembali. ,. !era#atan kulit dan tali pusat 3ian urkan untuk mera#at kulit neonates dengan teknik Gdry skin careH$ maksudnya membuat kulit agar tetap kering dengan mengatur suhu kamar$ mengurangi trauma pada kulit dan mencegah pemberian obat obat topikal yang mempunyai e"ek samping terhadap kulit. 3alam hal ini termasuk membersihkan bayi hendaknya setelah temperaturnya stabil dan tidak menggunakan antiseptik. (emudian untuk menghilangkan darah dan mekonium dari #a ah$ kepala dan badan dipakai spons katuun yang steril dengan air hangat. 5ntuk pera#atan tali pusat$ tidak satupun yang lebih baik dari pada yang lainnya untuk membatasi kolonisasi bakteri. Kang penting ialah membuat tali pusat kering. 5ntuk itu dapat dipakai obat obat topikal seperti 7 B +riple dye B &alep Bacitracin B (rem &il8er sul"adia9ine B Betadine -0 / &emua obat diatas dapat memperlambat atau mengurangi kolonisasi bakteri di tali pusat$ terutama &ta"ilokokkus aureus. Alkohol$ yang sering dipakai di rumah sakit maupun setelah pulang dari rumah sakit mempercepat keringnya tali pusat dan lepasnya tali pusat. Akan tetapi obat ini e"ekti" untuk membatasi kolonisasi bakteri. 3. &ta" pera#atan :leh karena banyaknya bayi dalam satu bangsal dan kurangnya sta"$ akan meningkatkan ter adinya in"eksi nasokomial. American Academy o" !ediatrics mengan urkan pada bangsal bayi baru lahir yang sehat rasio pera#at 7 bayi adalah - pera#at 7 6 0 bayiJ sedangkan bangsal bayi dengan ra#at gabung parsial membutuhkan - pera#at untuk 4 1 pasangan ibu bayi. 3isini dian urkan agar pera#at mencuci tangan terlebih dulu sebelum kontak dengan bayi. 3i bangsal bayi baru lahir dengan pera#atan intensi" yang sederhana diperlukan rasio - 7 3 4$ maksudnya satu pera#at untuk 3 4 bayi$ dan pada bangsal pera#atan intensi" (6)>5) - pera#atan untuk - , bayi.

4. 3esain ruang pera#atan Darak yang adekuat antara tempat tidur bayi dengan peralatan lainnya dapat mencegah kepadatan dan mengurangi resiko kontaminasi yang tidak disenga a antara bayi dengan petugas. Luas lantai yang di rekomendasikan untuk satu tempat tdr bayi ber8ariasi tergantung intensitas pera#atannya. 5ntuk le8el - 7 ,02 ,1 tempat tidurJ le8el )) 7 30 10 "eet dan le8el ))) 7 00 -00. 1. 'a#at gabung Banyak rumah sakit melakukan ra#at gabung untuk mera#at bayi normal. 3ari berbagai penelitian terlihat bah#a tidak ada kenaikan insiden in"eksi nasokomial pada bayi bayi yang dira#at gabung bila dibandingkan pada bayi bayi yang dira#at gabung bila dibandingkan pada bayi bayi yang dira#at di bangsal pera#atan bayi normal. Dika program ini adalah suatu cara yang potensial untuk mengurangi resiko kepadatan dan menurunkan kontaminasi silang di bangsal pera#atan bayi normal. &etiap orang yang masuk ke kamar bayi harus memakai sandal khusus dan mencuci tangan. 6. Air susu ibu Air susu ibu adalah makanan standar bagi semua bayi. *enggalakkan penggunaan air susu ibu adalah sangat penting karena A&) member perlindungan alamiah terhadap problema saluran cerna yang sering timbul pada neonatus. >la8ano (-.0,) dengan cara ra#at gabung dan penggunaan A&) berhasil menurunkan ke adian diare$ moniliasis mulut dan sepsis. &edangkan 6arayan (-.0-) dengan penggunaan A&) pada BBL' berhasil pula menurunkan ke adian in"eksi. E. *encuci tangan :leh karena cara penularan in"eksi yang utama di bangsal bayi adalah melalui tangan petugas (bakteri transien)$ maka mencuci tangan merupakan salah satu cara yang e"ekti" untuk melaksanakan program mengkontrol in"eksi. 3engan mencuci tangan maka mikroba yang berada di tangan petugas akan hilang. *encuci tangan dengan memakai sabun selama -1 detik akan menghilangkan mikroba yang berada di tangan (bakteri transien). &edangkan untuk membersihkan bakteri residen diperlukan #aktu yang lebih lama dan harus memakai detergen anti bakteri. 0. !akaian 3ulu pemakaian gaun dian urkan. Akan tetapi ternyata pemakaian gaun ini tidak mengurangi penularan bakteri atau tidak menurunkan insiden in"eksi nasokomial di bangsal bayi baru lahir. .. )solasi 3iperlukan pada kasus yang menular seperti penyakit karena sta"ilokokkus$ kon ungti8itis bakterialis$ dan diare. !erlindungan "isik (isolasi) adalah suatu cara untuk mengendalikan penyebaran in"eksi di rumah sakit. -0. !engun ung 4arus dibatasi masuk ke bangsal pera#atan bayi untuk mencegah timbulnya in"eksi$ terutama pengun ung yang sakit. --. !engontrolan terhadap epidemic Kaitu dengan pemeriksaan epidemiologi mendata prosedur dan teknik yang selama ini digunakan untuk mera#at bayi seperti pera#atan kulit dan tali pusat$ cara cara desin"eksi dan sterilisasi alat alat. 4al ini dilakukan dengan cara 7 B &ur8ey kultur dari pasien pasien yang disangkakan untuk mendeteksi karier asimptomatik (misalnya tali pusat lubang hidung pada epidemi sta"ilokokkus). B (ultur bagian bagian tubuh petugas yang selalu berhubungan dengan pera#atan bayi untuk mengetahui sumber dan cara penularan. B *emperhatikan bayi bayi yang dira#at.

B *emperhatikan kesehatan petugas. B *erubah prosedur pera#atan kulit dan tali pusat. B *erubah cara membersihkan tangan dan antiseptik yang digunakan. B Antimikroba pro"ilaksis$ seperti penisilin pada epidemi streptokokkus. e. *en aga temperatur dan mencegah kehilangan panas tubuh +ubuh bayi baru lahir belum mampu untuk melakukan regulasi temperature tubuh sehingga ika penanganan pencegahan kehilangan panas tubuh dan lingkungan sekitar tidak disiapkan dengan baik$ bayi tersebut dapat mengalami hipotermi yang dapat mengakibatkan bayi men adi sakit atau mengalami gangguan "atal. *ekanisme kehilangan panas tubuh yang dapat dialami oleh bayi dapat melalui 4 mekanisme yaitu 7 (-) *ekanisme kehilangan panas secara e8aporasi. *ekanisme kehilangan panas secara e8aporasi adalah proses kehilangan panas tubuh bayi dengan penguapan cairan pada permukaan tubuh bayi. (etika bayi telah lahir$ tubuh yang basah akan terpapar ke udara yang dingin diruang bersalin$ kedinginan yang tiba tiba ini menyebabkan bayi akan kehilangan panas tubuhnya dengan cepat$ karena permukaan kulit tubuh sangat luas sehingga suhu dapat turun dengan cepat. (,) *ekanisme kehilangan panas secara konduksi. +ubuh bayi bersentuhan dengan permukaan yang temperaturnya lebih rendah. >ontoh ke instrument yang dingin. (3) *ekanisme kehilangan panas secara kon8eksi. +ubuh bayi terpapar udara atau lingkungan bertemperatur dingin. >ontoh seperti ke aliran udara yang dingin oleh kipas angin. (4) *ekanisme kehilangan panas secara radiasi. !elepasan panas akibat adanya benda yang lebih dingin di dekat tubuh bayi. >ontoh kedinding ruangan yang dingin. *encegah kehilangan panas tubuh bayi 7 B !astikan bayi tersebut tetap dalam keadaan hangat dan ter adi kontak antara kult bayi dengan kulit ibu. B *engganti handuk atau kain basah serta bungkus bayi dengan selimut dan angan lupa memastikan bah#a kepala telah terlindung dengan baik untuk mencegah keluarnya panas tubuh. B +empatkan bayi pada suhu lingkungan yang hangat dan tidak banyak hembusan angin dengan batasan normal suhu ruangan berkisar 36$1I > sampai 3EI >. B Dangan segera menimbang bayi tanpa penutup tubuh dan angan segera memandikan bayi$ tunggu minimal 6 am setelah bayi lahir dengan suhu minimal 36$1I >. ". *emahami man"aat kontak dini (termasuk asupan dini atau inisiai dini A&)) dan ra#at gabung ibu dan bayi. !emberian inisiasi menyusu dini pada bayi baru lahir. &eringkali ibu mengalami kesulitan untuk menyusui bayinya. 4al ini salah satunya adalah dikarenakan kegagalan atau tidak adanya )*3 atau G)nisiasi *enyusui 3iniH pada bayi yang baru lahir. Bidan dan dokter penolonglah yang seharusnya memiliki inisiati" ini. &elama ini kesalahan yang dilakukan adalah bah#a bayi yang baru lahir langsung dibersihkan$ dibungkus dengan pakaian baru disusukan ke ibunya. !adahal sebenarnya bukan seperti itu cara yang tepat. 3e"inisi 7 *emberikan kesempatan bayi menyusu sendiri segera setelah lahir dengan meletakkan bayi di dada atau perut ibu dan kulit bayi melekat pada kulit ibu (skin to skin contact) setidaknya selama - , am sampai bayi menyusu sendiri. !roses ini dapat menghindari kematian bayi dan uga penyakit penyakit yang

menyerangnya selama hidupnya. *enyusui dini sangat berpengaruh terhadap keselamatan$ pertumbuhan dan perkembangan bayi. *enyusu secara eksklusi" selama 6 bulan pertama kehidupan$ dengan makanan tambahan yang tepat dan terus menyusu dari usia 6 bulan sampai , tahun$ dapat mengurangi sedikitnya ,0/ seluruh kematian bayi dan balita. *enyusu mencegah malnutrisi pada anak$ suatu "aktor yang mempengaruhi lebih dari setengah kematian bayi secara global$ sehingga harus diupayakan perbaikan praktek menyusui agar dapat mengurangi ke adian malnutrisi dan kematian bayi secara e"ekti". )nisiasi menyusu dini merupakan kontak kulit ibu dan bayi segera setelah lahir selama paling sedikit satu am. 3alam tindakan inisiasi menyusu dini ini bayi menggunakan naluri alamiahnya untuk melakukan inisiasi menyusu dini dan ibu tau bayinya siap untuk menyusui. 3alam istilah yang lain$ inisiasi menyusui dini disebut uga sebagai proses Breast >ra#l. 3alam sebuah publikasi yang ber udul Breast >ra#l 7 A &cienti"ic :8er8ie# beberapa hal yang menyebabkan bayi mampu menemukan sendiri putting susu ibunya$ dan mulai menyusui disebabkan oleh 7 (-) &ensory inputs atau indera yang terdiri dari penciuman J terhadap bau khas ibunya setelah melahirkan$ penglihatan J karena bayi baru lahir dapat mengenal pola hitam putih$ bayi akan mengenali puting dan #ilayah areola ibunya karena #arna gelapnya. Berikutnya adalah indera pengecapJ bayi mampu merasakan cairan amniotic yang melekat pada ari ari tangannya$ sehingga bayi pada saat baru lahir suka men ilati arinya sendiri. (emudian$ dari indera pendengaranJ se ak dari dalam kandungan suara ibu adalah suara yang paling dikenalnya. 3an yang terakhir dari indera perasa dengan sentuhanJ sentuhan kulit ke kulit antara bayi dengan ibu adalah sensasi pertama yang member kehangatan$ dan rangsangan lainnya. (,) >entral >omponent. :tak bayi yang baru lahir sudah siap untuk segera mengeksplorasi lingkungannya$ dan lingkungan yang paling dikenalnya adalah tubuh ibunya. 'angsangan ini harus segera dilakukan$ karena ika terlalu lama dibiarkan$ bayi akan kehilangan kemampuan ini. )nilah yang menyebabkan bayi yang langsung dipisah dari ibunya$ akan lebih sering menangis dari pada bayi yang langsung ditempelkan ke tubuh ibunya. (3) *otor :utputs. Bayi yang merangkak di atas tubuh ibunya$ merupakan gerak yang paling alamiah yang dapat dilakukan bayi setelah lahir. &elain berusaha mencapai puting ibunya$ gerakan ini uga memberi banyak man"aat untuk sang ibu$ misalnya mendorong pelepasan plasenta dan mengurangi perdarahan pada rahim ibu. *elakukan )*3 pada bayi merupakan pengalaman yang hanya ter adi sekali seumur hidup$ dan menentukan keberhasilan A&) =ksklusi" selama 6 bulan. &ebaiknya pemberian praktek inisiasi dini dilakukan terlebih dahulu dengan menunda beberapa prosedur lain untuk bayi baru lahir normal seperti pemberian antibiotika salep mata$ 8itamin (-$ menimbang$ dan lain lain$ sehingga inisiasi menyusu dini selesai. !raktek inisiasi dini menyusu dini tidak hanya dilakukan pada pertolongan persalinan normal$ tetapi uga persalinan dengan >aesar. 3iba#ah ini adalah tata laksana inisiasi menyusu dini di kamar operasi 7 (a) *en elaskan kepada ibu dan ayah mengenai inisia menyusu dini dan mengenali tanda tanda dan perilaku sebelum menyusu sehingga ayah akan mendukung dan membantu meningkatkan percaya diri ibu. (b) 3ian urkan ada keluarga mendampingi ibu saat operasi. (c) 3alam menolong persalinan$ sebaiknya menggunakan anaestesi epidural. (d) &uhu dikamar operasi sebaiknya tidak terlalu dingin. Dika mungkin$ diusahakan suhu ruangan ,0I > sampai ,1I >. (e) Bayi dikeringkan secepatnya$ kecuali kedua tangan dan menghilangkan 8erniks. (") Bayi ditengkurapkan di dada ibu supaya ter adi kontak kulit bayi dengan kulit ibu.

(eduanya diselimuti dari atas. Bayi diberi topi untuk mengurangi pengeluaran panas dari kepala. (g) Bayi dibiarkan mencari sendiri puting susu )bu. )bu dapat merangsang bayi dengan sentuhan lembut bila bayi telah menun ukkan kesiapan (misalnyaterlihat menggerakkan kepala mendorong kaki$ atau mengeluarkan air liur. +etapi tidak memaksakan bayi ke puting ibu. (h) Bila inisiasi menyusu dini belum ter adi dikamar operasi$ bayi tetap diletakkan di dada ibu #aktu dipindahkan kekamar pemulihan. 5saha menyusu dini dilan utkan dikamar pera#atan bayi. (i) Bayi baru dipisahkan dari ibu untuk ditimbang$ diukur$ dicap$ setelah menyusu a#al selesai. !rosedur in8asi"$ seperti suntikan 8itamin (- dan meneteskan mata bayi ditunda. ( ) )bu dan bayi tetap tidak dipisahkan selama ,4 am$ dira#at gabung$ serta pemberian minum prelakteal dihindarkan. (euntungan praktek inisiasi menyusu dini pada bayi baru lahir diantaranya adalah 7 -. *engurangi in"eksi dengan member kekebalan pasi" maupun akti" pada bayi. ,. (olostrum akan lebih cepat keluar dan A&) merupakan makanan dengan kualitas dan kuantitas optimal sesuai dengan kebutuhan bayi. 3. &egera memberikan kekebalan pasi" pada bayi karena kolostrum merupakan imunisasi pertama pada bayi. >airan ini dinamakan the gi"t o" li"e. 4. *emudahkan pelaksanaan A&) ekslusi" yang akan meningkatkan kecerdasan. Bayi yang diberikan kesempatan menyusu dini lebih berhasil menyusui eksklusi" dan akan lebih lama disusui. 1. *embantu bayi mengkoordinasikan kemampuan menghisap$ menelan dan bernapas. !ernapasan dan detak antung bayi lebih stabil. Bayi akan lebih arang menangis sehingga mengurangi pemakaian energi. 6. *eningkatkan alinan kasih sayang antara ibu dan bayinya. Bounding (ikatan kasih sayang) antara ibu dan bayi akan lebih baik karena pada - , am pertama$ bayi dalam keadaan siaga. &etelah itu biasanya bayi tidur dalam #aktu yang lama. E. *encegah kehilangan panas tubuh bayi. 3ada ibu menghangatkan bayi dengan tepat selama bayi merangkak mencari payudara ibu. )ni akan menurunkan kematian karena kedinginan (hipotermi). 0. )bu dan bayi merasa lebih tenang. !ernapasan dan detak antung bayi lebih stabil. Bayi akan lebih arang menangis sehingga mengurangi pemakaian energi. .. 4entakan kepala bayi di dada ibu$ sentuhan tangan bayi di puting susu dan sekitarnya$ emutan dan ilatan bayi pada puting susu ibu merangsang pengeluaran hormone oksitosin. -0. )bu dan ayah akan merasa sangat bahagia bertemu dengan bayinya untuk pertama kalinya dalam kondisi seperti ini. Bahkan$ ayah mendapatkan kesempatan menga9ankan bayinya di dada ibunya. &uatu pengalaman batin bagi ketiganya yang amat indah.

BAB ))) !=65+5! A. (esimpulan 3iagnosis bayi baru lahir pada dasarnya berguna untuk mencari atau mendeteksi sedini mungkin adanya kelainan pada anin. (egagalan untuk mendeteksi kelainan anin dapat menimbulkan masalah pada am am pertama kehidupan bayi diluar rahim. 3engan mengetahui kelainan pada anin dapat membantu untuk mengambil tindakan serta memberikan asuhan kepera#atan yang tepat sehingga dapat membantu bayi baru lahir sehat

untuk tetap sehat se ak a#al kehidupannya. !emahaman terhadap adaptasi dan "isiologi bayi baru lahir sangat penting sebagai dasar dalam memberikan asuhan. !erubahan lingkungan dari dalam uterus ke ekstrauterin dipengaruhi oleh banyak "aktor seperti kimia#i$ mekanik$ dan termik yang menimbulkan perubahan metabolik$ pernapasan dan sirkulasi pada bayi baru lahir normal. !enatalaksanaan dan mengenali kondisi kesehatan bayi baru lahir resiko tinggi yang mana memerlukan pelayanan ru ukan% tindakan lan ut. B. &aran -. &etelah memahami tentang bayi baru lahir tentunya bisa dilakukan penerapan yang baik untuk dapat melakukan pemeriksaan yang spesi"ik pada bayi baru lahir sehingga dapat menetapkan diagnosis yang benar agar dapat dilakukan pera#atan yang lebih intensi" ika ditemukan adanya masalah. ,. semua tenaga kesehatan dapat beker a sama untuk dapat memberikan pera#atan yang benar terkait dengan bayi baru lahir.

3AF+A' !5&+A(A Behrman$dkk.(,000).)lmu kesehatan Anak 6elson ?ol 3.Dakarta7 =<> Farrer$ 4elen.(-...). !era#atan *aternitas7 =d. ,. Dakarta 7 =<>. ;inkn sastro$ 4ani"a.(,001).)lmu (ebidanan =d 3. Dakarta7 Kayasan Bina !ustaka &ar#on !ra#irohard o 6gastiyah$ (-..E). G!era#atan Anak &akitH. Dakarta 7 =<> &ta" !enga ar )(A2F(5)$ (-.01). G)lmu (esehatan AnakH. Dakarta 7 )n"omedika

Pengkajian Fisik Bayi Bar La!ir

Pengkajian Fisik Bayi Bar La!ir Pengkajian Pertama Pada Bayi Baru Lahir!engka ian ini dilakukan di kamar bersalin setelah bayi lahir dan setelah dilakukan pembersihan alan na"as%resusitasi$ pembersihan badan bayi$ dan pera#atan tali pusat. Bayi ditempatkan di atas tempat tidur yang hangat. *aksud pemeriksaan ini adalah untuk mengenal%menemukan kelainan yang perlu mendapatkan tindakan segera dan kelainan yang berhubungan dengan kehamilan$ persalinan$ dan kelahiran$ misalnyaJ bayi yang lahir dari ibu dengan diabetes melitus$ eklamsia berat dan lain2lain$ biasanya akan mengakibatkan kelainan ba#aan pada bayi. :leh karena itu$ pemeriksaan pertama pada bayi baru lahir ini harus segera dilakukan. 4al ini ditu ukan untuk menetapkan keadaan bayi dan untuk menetapkan apakah seorang bayi dapat dira#at gabung atau di tempat khusus. 3engan pemeriksaan pertama ini uga bisa menentukan pemeriksaan dan terapi selan utnya. Tujuan Pengkajian Fisik Pada Bayi Baru Lahir 5ntuk mendeteksi kelainan2kelainan. !emeriksaan a#al pada bayi baru lahir harus dilakukan sesegera mungkin sesudah persalinan untuk mendeteksi kelainan2kelainan dan menegakkan diagnosa untuk persalinan yang beresiko tinggi. !emeriksaan hatrus di"okuskan pada anomali kegenital dan masalah2masalah pato"isiologi yang dapat mengganggu adaptasi kardiopulmonal dan metabolik normal pada kehidupan eLtra uteri. !emeriksaan dilakukan lebih rinci dan dilakukan dalam ,4 am setelah bayi lahir. 5ntuk mendeteksi segera kelainan dan dapat men elaskan pada keluarga. Apabila ditemukan kelainan pada bayi maka petugas harus dapat men elaskan kepada keluarga$ karena apabila keluarga menemukannya kemudian hari$ akan menimbulkan dampak yang tidak baik dan menganggap dokter atau petugas tidak bisa mendeteksi kelainan pada bayinya. Langkah-Langkah Dalam Melakukan Pengkajian Fisik Pada Bayi Baru Lahir

2 !ertama$ seorang petugas mengka i keadaan umum bayiJ melihat cacat ba#aan yang elas tampak seperti hidrose"al$ mikrose"ali$ anense"ali$ keadaan gi9i dan maturitas$ akti8itas tangis$ #arna kulit$ kulit kering%mengelupas$ 8ernik caseosa$ kelainan kulit karena "ra8ina lahir$ toksikum$ tanda2tanda metonium$ dan sikap bayi tidur. 2 Langkah kedua$ pertugas melakukan pemerikasaan pada kulit. (etidakstabilan 8asomotor dan kelambatan sirkulasi peri"er ditampakan oleh #arna merah tua atau biru keunguan pada bayi yang menangis. Kang #arnanya sangat gelap bila penutupan gloris mendahului tangisan yang kuat dan oleh sianosis yang tidak berbahaya. 2 !ada pemeriksaan kepala bisa dilihatJ besar$ bentuk$ molding$ sutura tertutup%melebar$ kaput suksedanium$ hematoma se"aldan karnio tabes. 2 !ada pemeriksaan telinga dapat mengetahui kelainan daun%bentuk telinga. 2 !ada pemeriksaan mata yang bisa dinilai perdarahan sukon ugti8a$ mata yang menon ol$ katarak$ dan lain2lain. 2 *ulut dapat menilai apakah bayiJ labioskisis$ labioynatopalatoskisis$ tooth2buds$ dan lain2 lain. 2 LeherJ hematoma$ duktis tirolusus$ higromakoli. 2 3adaJ bentuk$ pembesaran buah dada$ perna"asan retraksi interkostal$ si"oid$ merintih$ perna"asan cuping hidung$ bunyi paru. 2 DantungJ pulsasi$ "rekuensi bunyi antung$ kelainan bunyi antung. 2 AbdomenJ membuncit$ (pembesaran hati$ limpa$ tumor$ asites)$ ska"oid (kemungkinan bayi mengalami hernia dia"ragmatika atau atresia eso"agis tanpa "istula)$ tali pusat berdarah$ umlah pembuluh darah tali pusat$ #arna dan besar tali pusat$ hernia di pusat atau di selangkang. 2 Alat kelaminJ tanda2tanda hematoma karena letak sungsang$ testis belum turun$ "isnosis$ adanya perdarahan%lendir dari 8agina$ besar dan bentuk klitoris dan labia minora$ atresia ani. 2 +ulang punggungJ spina bi"ida$ pilonidal sinus dan dumple. 2 Anggota gerakJ "okomeria$ sindaktili$ polidaktili$ "raktor$ paralisis talipes dan lain2lain. 2 (eadaan neuramuskularJ re"leks moro$ re"leks genggam$ re"leks rootingdan sebagainya7 tonus otot$ tremor. 2 !emeriksaan lain2lainJ mekonium harus keluar dalam ,4 am sesudah lahir$ bila tidak harus #aspada terhadap atrersia ani%obstruksi usus. 5rine harus ada uga pada ,4 am. Bila tidak ada harus diperhatikan kemungkinan obstruksi saluran kencing. Kepala Janin Dan Ukuran-Ukurannya. Bagian yang paling keras dan besar dari anin adalah kepala anin. !osisi dan besar kepala dapat mempengaruhi alan persalinan. (epala uga sering mengalami cedera$ sehingga dapat membahayakan hidup. +engkorak bayi mungkin bertumpangan (molded) terutama bila bayi adalah anak pertama dan kepala telah ber"iksasi beberapa #aktu. +ulang parietal cenderung menumpangi tulang oksipital dan "rontal. <aris sutura dan ukuran serta tekanan kontanela anterior dan posterior harus ditentukan secara digital. Kepala janin terdiri dari: a. Bagian muka 2 +ulang hidung (os nasake) 2 +ulang pipi (os9ygomaticum) ada dua buah. 2 +ulang rahang atas (os maLilare) 2 +ulang rahang ba#ah (os mandibularis)

b. Bagian tengkorakBagian ini yang terpenting pada persalinan karena biasanya bagian tengkoraklah yang paling depan. Kang membentuk bagian tengkorak adalah7 2 +ulang dahi (os "rontale) , buah. 2 +ulang ubun2ubun (os parletal) , buah. 2 +ulang pelipis (os temporale) , buah. 2 +ulang belakang kepala (os occipidale) - buah. Kang penting dalam persalinan yaitu E tulang tersebut di atas. 3iantara tulang2tulang tersebut terdapat sela tengkorak yang disebut sutura$ yang mana ini membantu dalam persalinan. (alau kepala anak tertekan pada #aktu kepala bergeser%bergerak di ba#ah kedua tulang ubun2ubun$ ini salah satu tanda untuk mengenal tulang belakang kepala pada pemeriksan dalam. &utura dan ubun2ubun penting diketahui untuk menetukan presentasi%bagian terendah dari kepala anak dalam alan lahir. Ma am-ma am sutura yang kita kenal:-. &utura &agitalis (sela panah) antara kedua ossa parletalis. ,. &utura >oronaria (sela mahkota) antara os "rontale dan os parletal. 3. &utura Lambdoldea antara os occipitale dan kedua ossa parletal. 4. &utura Frontalis antara os "rontale kiri kanan. 5bun2ubun besar ("onticulus mayor) merupakan lubang dalam tulang tengkorak yang berbentuk segi empat dan hanya tertutup oleh selaput. 5bun2ubun besar terdapat pasa pertemuan antara 4 sutura -. &utura &agitalis -. ,. &utura >oronaria ,. 3. &utura Frontale -. Bentuknya7 sudut depan yang runcing menun ukan bagian muka anak. &usut belakang adalah tumpul. 5bun2ubun kecil ("rontikulus minor) 5bun2ubun kecil terdiri dari 3 sutura7 2 &utura Lambdoldea , buah. 2 &utura &agitalis - buah. Tulang ubun-ubun ini baru akan tertutup nanti pada anak usia 1,5 2 tahun. Ukuran-ukuran kepala !ayi a. 5kuran muka belakang -. 3iameter sub occipitalus2bregmatica dari "oramen magnum ke ubun2ubun besar M ,.$1 cm. ,. 3iameter sub occipito "rontalis7 (dari "oramen magnum ke pangkal hidung) M -- cm. 3. 3iameter "ronto occipitalis (dar pangkal hidung ke titik yang ter adi pada belakang kepala. M -, cm. 4. 3iameter mento occipitalis (dari dagu ke titik yang ter auh pada belakang kepala). M -3$1 bertugas. 1. 3iameter sub mento bragmatika (dari ba#ah dagu ke ubun2ubun besar) M . cm. !. Ukuran lingkaran -. >ircum"erentia sub occiput bregmatika. (lingkaran kecil kepala) M 3- cm.

,. >ircum"erentia "ronto occipitalis (lingkaran sedang kepala) M 34 cm. 3. >ircum"erentia mento occipitalis (lingkaran besar kepala). M 31 cm.

PENGKAJIAN FISIK PADA BAYI BARU LAHIR


PENGKAJIAN FISIK PADA BAYI Pengkajian fisik pada bayi baru lahir, dilakukan dalam dua tahap. Pertama, pengkajian secara setelah lahir. Pengkajian ini bertujuan untuk mengkaji adaptasi bayi baru lahir dari kehidupan dalam uterus ke kehidupan luar uterus, yaitu dengan penilaian APGAR, meliputi appearence (warna kulit), pulse (denyut jantung), grimace (refleks atau respon terhadap rangsang), acti ity (tonus otot) dan respiratory effort (usaha bernafas). Pengkajian sudah dimulai sejak kepala tampak dengan diameter besar di ul a (crowning). !edua, pengkajian fisik. "etelah pengkajian segera setelah lahir, untuk memastikan bayi dalam keadaan normal atau mengalami penyimpangan. Pengkajian yang kedua ini akan lebih lengkap apabila disertai dengan hasil pemeriksaan diagnostik#penunjang lain dan catatan medik yang menunjang. "umber $ %uslihatun, &afi 'ur.()*).Asuhan 'eonatus +ayi dan +alita. ,ogyakarta$ -itramaya Pengkajian ini dilakukan di kamar bersalin setelah bayi lahir dan setelah dilakukan pembersihan jalan nafas#resusitasi, pembersihan badan bayi, dan perawatan tali pusat. +ayi ditempatkan di atas tempat tidur yang hangat. %aksud pemeriksaan ini adalah untuk mengenal#menemukan kelainan yang perlu mendapatkan tindakan segera dan kelainan yang berhubungan dengan kehamilan, persalinan, dan kelahiran, misalnya. bayi yang lahir dari ibu dengan diabetes melitus, eklamsia berat dan lain/lain, biasanya akan mengakibatkan kelainan bawaan pada bayi. 0leh karena itu, pemeriksaan pertama pada bayi baru lahir ini harus segera dilakukan. 1al ini ditujukan untuk menetapkan keadaan bayi dan untuk menetapkan apakah seorang bayi dapat dirawat gabung atau di tempat khusus. 2engan pemeriksaan pertama ini juga bisa menentukan pemeriksaan dan terapi selanjutnya. "umber $ http$##bidanlia.blogspot.com#())3#*(#pengkajian/fisik/bayi/baru/ lahir.html Pengkajian fisik pada bayi baru lahir merupakan bagian dari prosedur perawatan bayi segera setelah lahir. +erikut ini prosedur perawatan bayi segera setelah lahir (immediate care of the newborn) $

*. %empelajari hasil anamnesis, meliputi riwayat hamil, riwayat persalinan, riwayat keluarga. (. %enilai skor APGAR 4. %elakukan resusitasi neonatus 5. %elakukan perawatan tali pusat,pemotongan jangan terlalu pendek dan harus diawasi setiap hari. 6. %emberikan identifikasi bayi dengan memberi kartu bertulisan nama ibu, diikatkan di pergelagan tangan atau kaki. 7. %elakukan pemeriksaan fisik dan obser asi tanda ital. 8. %eletakkan bayi dalam kamar transisi (jika keadaan umum baik), atau dalam inkubator jika ada indikasi. 3. %enentukan tempat perawatan $ rawat gabung, rawat khusus atau rawat intensif 9. %elakukan prosedur rujukan bila perlu. :ika ada penyakit yang diturunkan dari ibu, misalnya penyakit hepatitis + aktif, langsung diberikan aksinasi (globulin) pada bayi. Prosedur pemeriksaan atau pengkajian fisik pada bayi baru lahir, antara lain sebagai berikut $ %enginformasikan prosedur dan minta persetujuan orang tua. %encuci tangan dan keringkan, bila perlu pakai sarung tangan. %emastikan penerangan cukup dan hangat untuk bayi. %emeriksa secara sistematis head to toe (kepala,muka,kla ikula,lengan,tangan,dada,abdomen,tungkai kaki,spinal dan genetalia). %engindentifikasi waran dan akti itas bayi. %encatat miksi dan mekonium bayi. %engukur lingkar kepala (;!), lingkar dada (;2), lingkar perut (;P), lingkar lengan atas (;<;A), menimbang berat badan (++), dan mengukur panjang badan (P+) bayi. %endiskusikan hasil pemeriksaan pada orang tua. %endokumentasi hasil pemeriksaan. "umber $ %uslihatun, &afi 'ur.()*).Asuhan 'eonatus +ayi dan +alita. ,ogyakarta$ -itramaya 'ilai APGAR Tanda Appearance (Warna Kulit Pul!e (den"ut Jantun# Gri$ace (%e&le'! 0 1 +lue ("eluruh tubuh +ody Pink, ;imbs biru atau pucat) +lue (=ubuh kemerahan, ekstrimitas biru) Absent (tidak ada) >*)) 'one (=idak bereaksi) Grimace ("edikit gerakan) "ome -leAion of ;imbs (Bkstrimitas 2 All Pink ( "eluruh tubuh kemerahan) ?*)) @ry (Reaksi melawan, menangis) Acti e %o ement, limbs &ell -leAed

/ / / / / / / / /

Acti&it" (T(nu! ;imp ( ;umpuh) (t(t

sedikit fleksi) %e!pirat(r" E&&(rt ()!a*a +erna&a! 'one (=idak ada) "low, irregular (;ambat, tidak teratur)

(Gerakan aktif, ekstrimitas fleksi dg baik) Good, "trong @ry (%enangis !uat)

"umber $ %atondang dkk,())) dalam 1idayat (())6) dikutip dari %uslihatun, &afi 'ur.()*).Asuhan 'eonatus +ayi dan +alita. ,ogyakarta$ -itramaya Pemeriksaan APGAR bertujuan untuk menilai kemampuan laju jantung, kemampuan bernafas, kekuatan tonus otot, kemampuan refleks dan warna kulit. "umber $ http$##rosyidahida.blogspot.com#()**#)7#pemeriksaan/fisik/ pada/bayi/dan/balita.html "ebelum melakukan pemeriksaan fisikbayi baru lahir secara komplit, tenaga kesehatan perlu melakukan beberapa pemeriksaan berikut ini $ Pemeriksaan cairan amnion, untuk menilai kelainan cairan amnion ( olume) apakah selama kehamilan terjadi hidramnion#oligohidramnion. Pemeriksaan plasenta, untuk menentukan keadaan plasenta, apakah terdapat pengkapuran,nekrosis,berat plasenta dan jumlah korion. 1al ini penting untuk menentukan adanya kembar identik#tidak. Pemeriksaan tali pusat, untuk menilai adanya kelainan pada ena#arteri, apakah terdapat tali simpul. Pengukuran antrometri, minimal meliputi ++ ((6))/4))) gr), P+ (56/ 6)cm), ;! (44/46cm), ;2 (4)/44cm). "umber $ %uslihatun, &afi 'ur.()*).Asuhan 'eonatus +ayi dan +alita. ,ogyakarta$ -itramaya.

Tu,uan Pen#'a,ian Fi!i' Pada Ba"i Baru -a*ir Cntuk mendeteksi kelainan/kelainan. Pemeriksaan awal pada bayi baru lahir harus dilakukan sesegera mungkin sesudah persalinan untuk mendeteksi kelainan/kelainan dan menegakkan diagnosa untuk persalinan yang beresiko tinggi. Pemeriksaan hatrus difokuskan pada anomali kegenital dan masalah/masalah patofisiologi yang dapat mengganggu adaptasi kardiopulmonal dan metabolik normal pada kehidupan eAtra uteri. Pemeriksaan dilakukan lebih rinci dan dilakukan dalam (5 jam setelah bayi lahir. Cntuk mendeteksi segera kelainan dan dapat menjelaskan pada keluarga. Apabila ditemukan kelainan pada bayi maka petugas harus dapat

menjelaskan kepada keluarga, karena apabila keluarga menemukannya kemudian hari, akan menimbulkan dampak yang tidak baik dan menganggap dokter atau petugas tidak bisa mendeteksi kelainan pada bayinya. "umber $ http$##bidanlia.blogspot.com#())3#*(#pengkajian/fisik/bayi/baru/ lahir.html PBRA;A=A' 2A' PBR;B'G!APA' !apas "enter =ermometer "tetoskop "elimut bayi +engkok =imbangan bayi Pita ukur#metlin Pengukur panjang badan "umber $ http$##akhtyo.blogspot.com#())3#**#pemeriksaan/fisik/bayi/ baru/lahir.html PE.E%IKSAAN FISIK Perna&a!an Pemeriksaan frekuensi napas ini dilakukan dengan menghitung rata/ rata pernapasan dalam satu menit. Pemeriksaan ini dikatakan normal pada bayi baru lahir apabila frekuensinya antara 4)/7) kali per menit, tanpa adanya retraksi dada dan suara merintih saat ekspirasi, tetapi apabila bayi dalam keadaan lahir kurang dari (.6)) gram atau usia kehamilan kurang dari 48 minggu, kemungkinan terdapat adanya retraksi dada ringan. :ika pernapasan berhenti beberapa detik secara periodik, maka masih dikatakan dalam batas normal.

Warna Kulit ;akukan inspeksi pada warna bayi. Pemeriksaan ini berfungsi untuk mengetahui apakah ada warna pucat, ikterus, sianosis sentral, atau tanda lainnya. +ayi dalam keadaan aterm umumnya lebih pucat dibandingkan bayi dalam keadaan preterm, mengingat kondisi kulitnya lebih tebal. Den"ut ,antun# 1itung denyut jantung bayi dengan menggunakan stetoskop. Pemeriksaan denyut jantung untuk menilai apakah bayi mengalami gangguan yang menyebabkan jantung dalam keadaan tidak normal, seperti suhu tubuh yang tidak normal, perdarahan, atau gangguan napas. Pemeriksaan denyut jantung ini dikatakan normal apabila frekuensinya antara *))/*7) kali per menit, dalam keadaan normal apabila di atas 7) kali per menit dalam jangka waktu yang relatif pendek, beberapa kali per hari, dan terjadi selama beberapa hari pertama jika bayi mengalami distres.

Su*u A'!iler Ckur suhu aksila. ;akukan pemeriksaan suhu melalui aksila untuk menentukan apakah bayi dalam keadaan hipo atau hipertermi. 2alam kondisi normal suhu bayi antara 47,6/48,6 derajat celcius. P(!tur dan Gera'an !aji postur dan gerakan. Pemeriksaan ini untuk menilai ada atau tidaknya epistotonus#hiperekstensi tubuh yang berlebihan dengan kepala dan tumit ke belakang, tubuh melengkung ke depan, adanya kejang# spasme, serta tremor. Pemeriksaan postur dalam keadaan normal apabila dalam keadaan istirahat kepalan tangan longgar dengan lengan panggul dan lutut semi fleksi. "elanjutnya pada bayi berat kurang dari (.6)) gram atau usia kehamilan kurang dari 48 minggu ekstremitasnya dalam keadaan sedikit ekstensi. Apabila bayi letak sungsang, di dalam kandungan bayi akan mengalami fleksi penuh pada sendi panggul atau lutut#sendi lutut ekstensi penuh, sehingga kaki bisa mencapai mulut. "elanjutnya gerakan ekstremitas bayi harusnya terjadi secara spontan dan simetris disertai dengan gerakan sendi penuh dan pada bayi normal dapat sedikit gemetar. T(nu! /t(t0Tin#'at Ke!adaran Periksa tonus atau kesadaran bayi. Pemeriksaan ini berfungsi untuk melihat adanya letargi, yaitu penurunan kesadaran di mana bayi dapat bangun lagi dengan sedikit kesulitan, ada tidaknya tones otot yang lemah, mudah terangsang, mengantuk, akti itas berkurang, dan sadar (tidur yang dalam tidak merespons terhadap rangsangan). Pemeriksaan ini dalam keadaan normal dengan tingkat kesadaran mulai dari diam hingga sadar penuh serta bayi dapat dibangunkan jika sedang tidur atau dalam keadaan diam. E'!tri$ita! Pemeriksaan ekstremitas. Pemeriksaan ini berfungsi untuk menilai ada tidaknya gerakan ekstremitas abnormal, asimetris, posisi dan gerakan yang abnormal (menghadap ke dalam atau ke luar garis tangan), serta menilai kondisi jari kaki, yaitu jumlahnya berlebih atau saling melekat. "umber $ http$##obstetriginekologi.com#pemeriksaan/fisik/pada/bayi/dan/ balita Periksa posisi, reaksi bayi bila ekstrimitas disentuh, dan pembengkakan. "umber $ %uslihatun, &afi 'ur.()*).Asuhan 'eonatus +ayi dan +alita. ,ogyakarta$ -itramaya. Kulit Pemeriksaan !ulit. Pemeriksaan ini berfungsi untuk melihat ada atau tidaknya kemerahan pada kulit atau pembengkakan, postula (kulit melepult), luka atau trauma, bercak atau tanda abnormal pada kulit, elastisitas kulit, serta ada tidaknya main popok (bercak merah terang dikulit daerah popok pada bokong). Pemeriksaan ini normal apabila tanda seperti eritema toksikum(titik merah dan pusat putih kecil pada muka, tubuh, dan punggung) pada hari kedua atau selanjutnya, kulit tubuh yang terkelupas pada hari pertama juga masih dianggap normal.

Tali Pu!at Pemeriksaan tali pusat. Pemeriksaan ini untuk melihat apakah ada kemerahan, bengkak, bernanah, berbau, atau lainnya pada tali pusat. Pemeriksaan ini normal apabila warna tali pusat putih kebiruan pada hari pertama dan mulai mengering atau mengecil dan lepas pada hari ke/8 hingga ke/*). "umber $ http$##obstetriginekologi.com#pemeriksaan/fisik/pada/bayi/dan/ balita Berat +adan 'ormal (6))/5))) gram . "umber $ %uslihatun, &afi 'ur.()*).Asuhan 'eonatus +ayi dan +alita. ,ogyakarta$ -itramaya. PE.E%IKSAAN FISIK (1EAD t( T/E Kepala Pemeriksaan kepala dan leher. Pemeriksaan bagian kepala yang dapat diperiksa antara lain sebagai berikut$ Pemeriksaan rambut dengan menilai jumlah dan warna, adanya lanugo terutama pada daerah bahu dan punggung. Pemeriksaan wajah dan tengkorak, dapat dilihat adanya maulage, yaitu tulang tengkorak yang saling menumpuk pada saat lahir untuk dilihat asimetris atau tidak. Ada tidaknya caput succedaneum (edema pada kulit kepala, lunak dan tidak berfluktuasi, batasnya tidak tegas, serta menyeberangi sutura dan akan hilang dalam beberapa hari). Adanya cephal hematom terjadi sesaat setelah lahir dan tidak tampak pada hari pertama karena tertutup oleh caput succedaneum, konsistensinya lunak, berfluktuasi, berbatas tegas pada tepi hilang tengkorak, tidak menyeberangi sutura,dan apabila menyeberangi sutura akan mengalami fraktur tulang tengkorak yang akan hilang sempurna dalam waktu (/7 bulan. Adanya perdarahan yang terjadi karena pecahnya ena yang menghubungkan jaringan di luar sinus dalam tengkorak, batasnya tidak tegas, sehingga bentuk kepala tampak asimetris. "elanjutnya diraba untuk menilai adanya fluktuasi dan edema. Pemeriksaan selanjutnya adalah menilai fontanella dengan cara melakukan palpasi menggunakan jari tangan, kemudian fontanel posterior dapat dilihat proses penutupannya setelah usia ( bulan, dan fontanel anterior menutup saat usia *(/*3 bulan. .ata Pemeriksaan mata untuk menilai adanya strabismus atau tidak, yaitu koordinasi gerakan mata yang belum sempurna. @ara memeriksanya adalah dengan menggoyangkan kepala secara perlahan/lahan, sehingga mata bayi akan terbuka, kemudian baru diperiksa. Apabila ditemukan jarang berkedip atau sensiti itas terhadap cahaya berkurang, maka kemungkinan mengalami kebutaan. Apabila ditemukan adanya epicantus melebar, maka kemungkinan anak mengalami sindrom down. Pada

glaukoma kongenital, dapat terlihat pembesaran dan terjadi kekeruhan pada kornea. !atarak kongenital dapat dideteksi apabila terlihat pupil yang berwarna putih. Apabila ada trauma pada mata maka dapat terjadi edema palpebra, perdarahan konjungti a, retina, dan lain/lain. Telin#a Pemeriksaan telinga dapat dilakukan untuk menilai adanya gangguan pendengaran. 2ilakukan dengan membunyikan bel atau suara jika terjadi refleks terkejut, apabila tidak terjadi refleks, maka kemungkinan akan terjadi gangguan pendengaran.

1idun# Pemeriksaan hidung dapat dilakukan dengan cara melihat pola pernapasan, apabila bayi bernapas melalui mulut, maka kemungkinan bayi mengalami obstruksi jalan napas karena adanya atresia koana bilateral atau fraktur tulang hidung atau ensefalokel yang menonjol ke nasofaring. "edangkan pernapasan cuping hidung akan menujukkan gangguan pada paru, lubang hidung kadang/kadang banyak mukosa. Apabila sekret mukopurulen dan berdarah, perlu dipikirkan adanya penyakit sifilis kongenital dan kemungkinan lain. .ulut Pemeriksaan mulut dapat dilakukan dengan melihat adanya kista yang ada pada mukosa mulut. Pemeriksaan lidah dapat dinilai melalui warna dan kemampuan refleks mengisap. Apabila ditemukan lidah yang menjulur keluar, dapat dilihat adanya kemungkinan kecacatan kongenital. Adanya bercak pada mukosa mulut, palatum, dan pipi bisanya disebut sebagai monilia albicans, gusi juga perlu diperiksa untuk menilai adanya pigmen pada gigi, apakah terjadi penumpukan pigmen yang tidak sempurna. -e*er Pemeriksaan leher dapat dilakukan dengan melihat pergerakan, apabila terjadi keterbatasan dalam pergerakannya, maka kemungkinan terjadi kelainan pada tulang leher, misalnya kelainan tiroid, hemangioma, dan lain/lain. "umber $ http$##obstetriginekologi.com#pemeriksaan/fisik/pada/bayi/dan/ balita Kla2i'ula dan len#a tan#an Adakah fraktur kla ikula, gerakan, jumlah jari . Dada +entuk dan kelainan bentuk dada,puting susu,gangguan pernafasan, auskultasi bunyi jantung dan pernafasan. "umber $ %uslihatun, &afi 'ur.()*).Asuhan 'eonatus +ayi dan +alita. ,ogyakarta$ -itramaya.

A+d($en dan pun##un# Pemeriksaan abdomen dan punggung. Pemeriksaan pada abdomen ini meliputi pemeriksaan secara inspeksi untuk melihat bentuk dari abdomen, apabila didapatkan abdomen membuncit dapat diduga kemungkinan disebabkan hepatosplenomegali atau cairan di dalam rongga perut. Pada perabaan, hati biasanya teraba ( sampai 4 cm di bawah arkus kosta kanan, limfa teraba * cm di bawah arkus kosta kiri. Pada palpasi ginjal dapat dilakukan dengan pengaturan posisi telentang dan tungkai bayi dilipat agar otot/otot dinding perut dalam keadaan relaksasi, batas bawah ginjal dapat diraba setinggi umbilikus di antara garis tengah dan tepi perut. +agian/bagian ginjal dapat diraba sekitar (/4 cm. Adanya pembesaran pada ginjal dapat disebabkan oleh neoplasma, kelainan bawaan, atau trombosis ena renalis. Cntuk menilai daerah punggung atau tulang belakang, cara pemeriksaannya adalah dengan meletakkan bayi dalam posisi tengkurap. Raba sepanjang tulang belakang untuk mencari ada atau tidaknya kelainan seperti spina bifida atau mielomeningeal (defek tulang punggung, sehingga medula spinalis dan selaput otak menonjol). "umber $ http$##obstetriginekologi.com#pemeriksaan/fisik/pada/bayi/dan/ balita Genetalia !elamin laki/laki$ panjang penis, testis sudah turun berada dalam skrotum, orifisium uretrae di ujung penis, kelainan (fimosis, hipospadia# epispadia). !elamin perempuan $ labia mayora dan labia minora, klitoris, orifisium agina, orifisium uretra, sekret dan lain/lain. "umber $ %uslihatun, &afi 'ur.()*).Asuhan 'eonatus +ayi dan +alita. ,ogyakarta$ -itramaya. Pemeriksaan genitalia ini untuk mengetahui keadaan labium minor yang tertutup oleh labia mayor, lubang uretra dan lubang agina seharusnya terpisah, namun apabila ditemukan sstu lubang maka didapatkan terjadinya kelainan dan apabila ada sekret pada lubang agina, hal tersebut karena pengaruh hormon. Pada bayi laki/laki sering didapatkan fimosis, secara normal panjang penis pada bayi adalah 4/5 cm dan */*,4 cm untuk lebaruya, kelainan yang terdapat pada bayi adalah adanya hipospadia yang merupakan defek di bagian entral ujung penis atau defek sepanjang penisnya. Bpispadia merupakan kelainan defek pada dorsinn penis. "umber $ http$##obstetriginekologi.com#pemeriksaan/fisik/pada/bayi/dan/ balita =ungkai dan !aki Gerakan, bentuk simetris # tidak, jumlah jari, pergerakan, pes eDuino arus # pes eDuino algus. Anu! +erlubang atau tidak, posisi, fungsi spingter ani, adanya atresia ani, meconium plug syndrome, megacolon.

%e&le'! +erkedip, babinski, merangkak, menari atau melangkah, ekstrusi, galantEs, moroEs, neck righting, palmar graps, rooting, startle, menghisap, tonic neck. Eli$ina!i !aji kepatenan fungsi ginjal dan saluran gastrointensial bagian bawah. +ayi baru lahir normal biasanya kencing lebih dari enam kali perhari . bayi baru lahir normal biasanya berak cair enam sampai delapan kali perhari. 2icurigai diare apabila frekuensi meningkat, tinja hijau atau mengandung lendir atau darah. Perdarahan agina pada bayi baru lahir dapat terjadi selama beberapa hari pada minggu pertama kehidupan dan hal ini di anggap normal. "umber $ %uslihatun, &afi 'ur.()*).Asuhan 'eonatus +ayi dan +alita. ,ogyakarta$ -itramaya. Pe$eri'!aan )rine dan Tin,a Pemeriksaan urine dan tinja bermanfaat untuk menilai ada atau tidaknya diare serta kelainan pada daerah anus. Pemeriksaan ini normal apabila bayi mengeluarkan feses cair antara 7/3 kali per menit, dapat dicurigai apabila frekuensi meningkat serta adanya lendir atau darah. Adanya perdarahan per aginam pada bayi baru lahir dapal terjadi selama beberapa hari pada minggu pertama kehidupan.

Pen#u'uran Antr(p($etri Pada bayi baru lahir, perlu dilakukan pengukuran antropometri seperti berat badan, dimana berat badan yang normal adalah sekitar (.6))/4.6)) gram, apabila ditemukan berat badan kurang +ari (.6)) gram, maka dapat dikatakan bayi memiliki berat badan lahir rendah (++;R). Akan tetapi, apabila ditemukan ba i dengan berat badan lahir lebih dari 4.6)) gram, maka bayi dimasukkan dalam kelompok makrosomia. Pengukuran antropometri lainnya adalah pengukuran panjang badan secara normal, panjang badan bayi baru lahir adalah 56/6) cm, pengukuran lingkar kepala normalnya adalah 44/46 cm, pengukuran lingkar dada normalnya adalah 4)/44 cm. Apabila ditemukan diameter kepala lebih besar 4 cm dari lingkar dada, maka bayi mengalami hidrosefalus dan apabila diameter kepala lebih kecil 4 cm dari lingkar dada, maka bayi tersebut mengalami mikrosefalus. "umber $ http$##obstetriginekologi.com#pemeriksaan/fisik/pada/bayi/dan/ balita Pena$pilan dan Perila'u Ba"i +aru la*ir !riteria fisik bayi baru lahir (neonatus) normal, antara lain sebagai berikut. ;ahir cukup bulan dengan usia kehamilan 48/5( minggu, berat

badan lahir antara (6))/5))) gram atau sesuai masa kehamilan, panjang badan antara 55/64 cm, lingkar kepala melalui diameter biparietal 4*/47 cm, skor APGAR antara 8/*), tanpa kelainan kongenital atau trauma persalinan. 2ilihat dari kriteria neurologik neonatus normal mempunyai ciri/ciri sebagai berikut $ posisi bayi frog position (fleksi pada ekstrimitas atas dan bawah), refleks moro # kejutan positif (F) dan harus simetris, refleks hisap positif (F) pada sentuhan palatum molle, refleks menggenggam positif (F), refleks rooting (F). +ayi baru lahir mempunyai ariasi penampilan yang normal. +eberapa ariasi ini bersifat sementara dan akan menghilang sesuai dengan pertumbuhan fisik. =api ada juga beberapa yang menetap dan disebut sebagai Gtanda lahirH. +erikut in i ariasi penampilan yang normal pada bayi baru lahir $ Kulit &arna kulit bayi sangat ber ariasi tergantung ras,usia,suhu dan keadaan bayi. "aat bayi lahir, warna kulit mungkin berwarna keunguan,lalu berubah menjadi kemerahan setelah bayi menangis keras dan dapat bernafas. +eberapa kulit bayi berwarna kekuningan. 1al ini dapat merupakan respons normal tubuh terhadap jumlah sel darah merah yang banyak tapi dapat pula pertanda serius, terutama bila warna kekuningan bertambah dan menetap selama beberapa hari Kepala +entuk kepala dihari/hari pertama tidak benar/benar bulat akibat posisi dalam rahim ataupun proses persalinan yang dialami, tapi akan kembali ke bentuk normal dalam seminggu pertama. +ayi juga bisa mengalami cephal hematoma. ,aitu benjolan dikepala bagian samping akibat adanya kesulitan persalinan, biasanya terjadi (5/53 jam pasca persalinan. =api tak mepengaruhi otak bayi dan bisa menghilang beberapa minggu. !eadaan ini tidak membutuhkan perawatan khusus. Telin#a +entuknya bisa tidak sama antara kanan dan kiri, kadang terlipat, dan kadang berbulu. =api hal ini tidak akan menetap, melainkan akan menuju ke bentuk yang sempurna. Rambut di sekitar telinga pun akan rontok. Bi+ir +ibir bayi akan kering untuk sementara waktu, yang disebut sucking blister. 1al ini terjadi akibat gesekan antara bibir bayi dengan puting atau aerola. !ulit bibir yang kering akan segera tergantikan dengan lapisan baru. Pa"udara Pembesaran dada dapat terjadi pada bayi barulahir baik laki/laki ataupun perempuan dalam tiga hari pertama kehidupannua. 1al ini disebut newborn breast swelling , yang dihubungkan dengan hormon ibu dan menghilang dalam beberapa hari dampai beberapa minggu. Alat 'ela$in

Alat kelamin dapat terlihat membengkok atau mengeluarkan cairan. =ampilannya dapat berbeda sesuai usia kehamilan. +ayi prematur mempunyai klitoris menonjol dengan labia#bibir agina yang dalam. "emakin cukup bulan labia semakin ke sisi luar. +ayi perempuan dapat mengeluarkan cairan atau mukus kemerahan dari agina dalam minggu pertama kehidupan. !ejadiann normal ini dihubungkan dengan hormon ibu. +ayi prematur laki/laki mempunyai skrotum yang rata dan halus dengan testis yang belum turun (sebaiknya testis turun sebelum usia 7 bulan). +ayi lebih bulan menampakkan garis/garis pada skrotum dengan testis yang sudah turun. Tanda -a*ir =anda lahir seringkali mencemaskan orang tua. +iasanya ditemui di punggung bagian bawah hingga bokong, meskipun dapat juga dijumpai di bagian lain. +eberapa jenis tanda lahir berikut ini dapat membantu memastikan apakah tanda lahir tersebut normal $ 3erni4 ca!e(!a IerniA @aseosa adalah substansi berwarna putih, licin seperti keju melapisi kulit bayi yang baru lahir. -ungsinya melindungi bayi dari cairan ketuban dalam rahim. IerniA dapat tidak terlihat pada bayi yang lebih bulan. =idak perlu dibersihkan dan biasanya diserap kulit. -anu#( ;anugo adalah rambut halus pada tubuh bayi, terutama di punggung, dahi dan pipi. ;anugo lebih terlihat pada bayi prematur. +iasanya tidak terlihat lagi pada bayi yang lebih bulan. .ilia %ilia adalah bercak putih kecil dan keras seperti jerawat pada hidung bayi baru lahir. 2apat pula muncul didagu dan dahi. %ilia berasal dari sumbatan kelenjar minyak dan dapat menghilang sendiri. +ila terdapat di mulut dan gusi disebut Bpstein pearls. Str(' +ite! atau !al$(n patc*e! Adalah bercak merah atau pink kecil yang ditemukan di kelopak mata, diantara mata, bibir atas dan belakang leher. +ercak ini terlihat jelas ketika bayi mengis dan akan menghilang dengan sendirinya. .(n#(lian !p(t %ongolian spot adalah bercak biru keunguan seperti memar pada bagian bawah belakang ayi dan bokong. Penyebabnya adalah penumpukan sel pigemn dan biasanya menghilang pada usia 5 tahun. 5a&e au lait !p(t ,aitu berupa tanda lahir bewarna cokelat muda ini bersifat permanen dan muncul pada saat lahir atau beberapa hari kemudian. Er"t*e$a t(4icu$ Adalah bercak kemerahan pada bayi baru lahir. "ering terdapat di dada dan di punggung atau hingga seluruh tubuh. "etengah dari bayi baru lahir mengalami kejadian ini pada hari pertama. =api jarang terjadi pada bayi prematur. Penyebabnya tidak diketahui. !eadaan ini tidak membutuhkan pengobatan dan menghilang sendiri dalam beberapa hari. Acne Ne(nat(ru$

"ekitar *#6 bayi baru lahir mempunyai jerawat pada bulan pertama. +iasanya di pipi dan dahi. 1al ini disebabkan oleh hormon ibu dan akan menghilang dalam beberapa bulan . jerawat tersebut tidak boleh dipencet karena dapat menyebabkan infeksi. Stra6+err" *e$an#i($a Adalah area menonjol, sembab, berwarna merah tua atau terang seperti starwberry yang dobentuk oleh penumpukan pembuluh darah prematur. "trawberry hemangioma sering terlihat dikepala. Cmumnya tidak muncul pada saat lahir tetapi baru terlihat untuk beberapa bulan, dan secara bertahap menghilang dan biasanya menghilang sempurna saat uisa 9 tahun. P(rt6ine !tain Adalah tanda lahir berupa bercak tidak menonjol berwarna pink, merah, ungu. =anda lahir ini berasal dari penumpukan kapiler dan biasanya muncul di kepala dan leher. Ckurannya dapat kecil atau menutupi seluruh permukaan tubuh. @irinya tidakberubah warna atau menghilang bila ditekan. !eseimbangan kalori dan cairan pada bayi baru lahir menunjukkan bahwa, cairan tubuh bayi sebanyak 8)/86J berat badan. :umlah ini lebih banyak dibanding dengan banyaknya cairan tubuh orang dewasa yaitu 7)/76J. !ebutuhan keseimbangan cairan pada bayi dihitung berdasarkan intakeoutput,insensible loss dan kebutuhan tumbuh kembang. "umber $ %uslihatun, &afi 'ur.()*).Asuhan 'eonatus +ayi dan +alita. ,ogyakarta$ -itramaya.

3AF+A' !5&+A(A *uslihatun$ ;a"i 6ur.,0-0.Asuhan Neonatus Bayi dan Balita. Kogyakarta7 Fitramaya. *atondang dkk$,000 dalam 4idayat (,001)
Pengantar Ilmu Kesehatan Anak untuk Pendidikan Kebidanan Oleh A. Aziz Alimul

http7%%obstetriginekologi.com%pemeriksaan2"isik2pada2bayi2dan2balita http7%%bidanlia.blogspot.com%,000%-,%pengka ian2"isik2bayi2baru2lahir.html http7%%akhtyo.blogspot.com%,000%--%pemeriksaan2"isik2bayi2baru2lahir.html

!""#$%%&'s(e&)ners*+('gs#'"*,'&%-../%0-%#engkajian)ke#era1a"an)#a2a) anak*!"&( 2iakses ja& 03*.4 "g( -/)/ -.05 PENGKAJIAN KEPERA6A7AN PADA ANAK
-. ');AKA+ (=&=4A+A6 A. )dentitas (lien -). 6ama ,). Alamat 3). 6omor telepon 4). +empat tanggal lahir % usia 1). &uku 6). Denis (elamin E). Agama 0). +anggal !engka ian B. )dentitas !enanggung a#ab -). 6ama ,). Alamat 3). 5sia 4). 4ubungan dengan klien >. (eluhan 5tama (eluhan yang paling dirasakan oleh klien. Alasan utama klien untuk mencari bantuan pro"esional kesehatan. 3. 'i#ayat !enyakit &ekarang 'i#ayat penyakit yang diderita klien saat ini$ dimulai dari a#al keluhan muncul sampai saat pengka ian$ disertai keluhan utama klien. &a ikan in"ormasi dalam urutan sesuai dengan kronologinya$ diruntut satu persatu dari a#itan sampai saat pengka ian. Fokuskan pada alasan mencari bantuan sekarang terutama apabila masalah telah ada untuk beberapa lama. -). A#itan a. +anggal a#itan b. &i"at A#itan c. Faktor pencetus dan "aktor predisposisi yang berkaitan dengan a#itan ,). (arakteristik a. (arakter ((ualitas$ kuantitas$ konsistensi$ dll) b. Lokasi dan radiasi c. )ntensitas dan keparahan d. Frekuensi e. Faktor yang memperberat dan menurunkan ". <e ala yang berhubungan

3). !er alanan se ak a#itan a. )nsiden (serangan akut tunggal$ serangan akut berulang$ ke adian tiap hari$ ke adian periodik$ episode kronis) b. (ema uan (membaik atau memburuk) c. +erapi yang sudah dilakukan dan ="ek terapi =. 'i#ayat *asa Lalu 5ntuk mendapatkan pro"il penyakit$ cedera$ atau prosedur pembedahan yang dialami klien sebelumnya. -). (ehamilan ()bu) a. Dumlah (gra8ida) b. 4asil (paritas) c. (esehatan selama kehamilan d. :bat2obatan yang digunakan. ,). !ersalinan a. 3urasi persalinan b. +ipe melahirkan c. +empat melahirkan d. :bat2obatan 3). (elahiran a. Berat dan pan ang badan b. ;aktu peningkatan berat badan lahir c. (ondisi kesehatan d. &kor Apgar e. Adanya anomali kongenital ". +anggal keluar dari pera#atan 4). !enyakit$ operasi$ atau cedera sebelumnya a. A#ian$ ge ala$ per alanan$ terinasi b. (ekambuhan komplikasi c. )nsiden penyakit pada anggota keluarga lain atau dikomunitas d. 'espon emosi pada hospitalisasi sebelumnya e. (e adian dan si"at cedera. 1). Alergi a. 4ay "e8er$ asma$ dan eksema b. 'eaksi tak umum terhadap makanan$ obat$ binatang$ tanaman$ atau produk rumah tangga. 6). <enogram E). :bat2obatan 6ama$ dosis$ ad#al$ durasi$ dan alasan pemberian. 0). )munisasi a. 6ama$ Dumlah dosis$ usia saat diberikan b. (ekambuhan reaksi .). !ertumbuhan dan perkembangan a. Berat badan lahir$ 6 bulan$ - tahun$ dan saat ini. b. <igi geligi (5sia pertumbuhan$ tanggal gigi$ umlah$ masalah dengan gigi) c. 5sia kontrol kepala$ duduk tanpa dukungan$ ber alan$ kata2kata pertama d. +ingkatan sekolah saat ini$ prestasi di sekolah e. !emeriksaan perkembangan dengan 3en8er )) ,. !=6<(AD)A6 F)&)( (4ead to toe) A. (eadaan umum7 kondisi klien secara umum$ keletihan$ penambahan atau penurunan berat badan$ menggigil$ kemampuian umum men alankan akti8itas$ dll. B. Antropometri

-). +inggi badan%pan ang badan a. !an ang badan digunakan pada anak diba#ah 36 bulan7 tempatkan anak telentang dengan kepala digaris tengah$ pegang lutut dan dorong dengan perlahan kearah me a agar kaki ekstensi penuh$ ukur pan ang badan anak dari 8erteks (puncak) kepala sampai tumit kaki ( ari kaki mengarah keatas). b. +inggi badan digunakan untuk anak diatas 36 bulan7 pengukuran dilakukan dengan berdiri$ lepaskan kaus kaki dan sepatu$ minta anak berdiri tegak$ punggung tegak$ kepala digaris tengah$ mata melihat lurus kedepan$ ukur dari puncak kepala sampai permukaan berdiri. ,). Berat badan a. +imbang bayi dan anak kecil telan ang diatas skala tipe plat"orm$ lindung bayi dengan menempatkan tangan diatas tubuh untuk mencegah atuh. b. +imbang anak yang lebih besar dengan memakai pakaian dalam$ tanpa sepatu pada timbangan tegak. c. !eriksa skala timbangan sebelum digunakan. d. Beri alas kain pada timbangan tipe plat"orm. 3). Lingkar kepala a. 5kur dengan kertas atau pita tembaga dari puncak alis mata dan pinna telinga keton olan oksipital tengkorak b. !ada saat lahir lingkar kepala melebihi lingkar dada ,23 cm c. !ada -2, tahun$ limgkar kepla sama dengan lingkar dada d. &elama masa anak2anak$ lingkar dada melebihi lingkar kepala kira2kira 12E cm. 4). Lingkar dada a. Lingkar dada diukur menggunakan midline melingkari dada pada garis puting susu. b. Lakukan pengukuran selama masa inspirasi dan ekspirasi. 1). Lingkar lengan a. !engukuran lingkar lengan pada lengan kanan "leksi .00 pada siku$ tandai titik tengahnya. b. !egang kertas atau pita ukur tembaga melingkari lengan atas pada titik tengah >. +anda2tanda ?ital &ebaiknya tanda2tanda8ital diukur saat kedaan anak tengan untuk memperoleh hasil yang akura. Libatkan anak dan keluarga selama pemeriksaan. -). &uhu a. &uhu oral7 Letakkan diba#ah lidah didalam kantong sublingual posterior kanan tau kiri$ bukan didepan lidah$ minta anak untuk tetap mengatupkan mulutnya tanpa mengigit termometer. b. &uhu aksila7 tempatkan termometer diba#ah lengan dengan u ungnya dibagian tengan aksila dan dekatkan dengan kulit$ tahan tangan anak untuk me epitnya c. &uhu rektal7 *asukkan u ung termometer yang telah diberi pelumas tidak lebih dari ,$1 cm kedalam rektum$ pegang termometer dengan hati2hati didekat anus ,). 6adi a. 5kur nadi apikal pada anak diba#ah ,23 tahun b. +itik intensitas maksimum terletak di bagian lateral sampai puting susu pada ruang intercosta keempatsampai kelima pada garis midkla8ikula c. 5kur nadi radialis pada anakusia lebih dari ,23 tahun d. 4itung nadi selam satu enit penuh e. +ingkatan nadi7 B +ingkat 0 7 tidak dapat diraba B +ingkat N- 7 sulit untuk diraba$ lemah$ halus$ mudah lenyap dengan tekanan B +ingkat N, 7 sulit diraba$ dpat lenyap dengan tekanan

B +ingkat N3 7 mudah diraba$ tidak mudah hilang dengan tekanan (normal) B +ingkat N4 7 kuat$ berdenyut$ tidak hilang dengen tekanan. 3). !ernapasan :bser8asi "rekuensi pernapasan selama satu menit penuh. :bser8asi adanya gerakan abdomen pada bayi$ dan obeser8asi adanya gerakan thoraks pada anak yang lebih besar 4). +ekanan darah <unakan ukuran manset dan stetoskop yang tepat. 5kuran manset mengacu pada kantong bagian dalam yang dapat dikembungkan. 3aerah yang dapat digunakan untuk mengukur tekanan darah apda anak yaitu Lengan atas ( arteri brakhialis$ lengan ba#ah atau lengan depan ( arteri radialis)$ paha (arteri poplitea)$ tungkai atau dorsalis pedis (arteri dorsalis pedis). 3. (ulit :bser8asi kulit pada cahaya matahari atau sinar buatan yang netral -). ;arna7 sklera$ kon ungti8a$ pungung kuku$ lidah mukosa mulut$ telapak tangan$ telapak kaki. +entukan kulit terang (putih sampai kemerahan) dan kulit gelap. ,). +ekstur7 kelembaban$ kehalusan$ integritas kulit$ dan suhu. 3). &uhu7 bandingkan di semua permukaan kulit ( normalnya sama diseluruh permukaan tubuh$ pada bagian yang terpapar teraba lebih dingin). 4). +urgor7 genggam kulit pada abdomen antara ibu ari dan ari telun uk$ tarik$ da lepaskan. +entukan bentuk dengan segera tanpa lengkungan$ keriput$ atau depresi berkepan angan. =. &truktur aksesori -). 'ambut7 inspeksi #arna$ tekstur$ kualitas$ distribusi$ elastisitas$ higiene ,). (ukuJ inspeksi #arna$ tekstur$ kualitas$ distribusi$ elastisitas$ higiene 3). :bser8asi lipatan "leksi pada telapak tangan. F. 6odus Lim"e -). !alpasi nodus lem"e menggunakan bagian distal ari ,). +ekan dengan perlahan tapi tegas dengan gerakan melingkar 3). !erhatikan ukuran$ mobilitas$ suhu$ kekerasan. 4). &ubmaksilaris7 tundukkan kepala sedikit keba#ah 1). &er8ikal7 tengadahkan kepala sedikit keatas 6). Aksila7 rilekskan lengan disamping tapi sedikit terabduksi E). )nguinalis7 tempatkan anak pada posisi terlentan 0). 6ormalnya nodus lim"e tidak dapat dipalpasi atau sangat kecil$ tidak ada nyeri tekan$ dapat digerakkan. <. (epala -). !erhaikan bentuk dan kesimetrisan ,). !erhatikan kontrol kepala (terutama pada bayi) dan postur kepala ;a ah simetris$ kepala pada garis tengah. 3). =8aluasi rentang gerak7 gerakan kepala keatas$ keba#ah$ kanan$ dan kiri 4). !alpasi tengkorak akan adanya "ontanel$ nodus$ atau pembengkakan yang nyata. Fontanel posterior menutup pada usia , bulan$ "ontanel anterior menutup pada usia -,2-0 bulan. !eriksa higiene kulit kepala akan adanya lesi$ in"estasi$ trauma$ kehilangan rambut$ perubahan #arna. 4. Leher -). )nspeksi ukuran leher ,). +rakhea7 palpasi adanya de8iasi$ letakkan ibu ari dan ari telun uk pada setiap sisi dan gerakkan ari kedepan dan kebelakang 3). +iroid7 palpasi ukuran$ bentuk$ kesimetrisan$ nyeri tekan. +empatkan bantalan ari telun uk dan ari tengah diba#ah kartilago krikoid$ rasakan ismus ( aringan penyambung

lobus) naik ketika menelan. 4). Arteri karotis7 palpasi di kedua sisi. ). *ata -). )nspeksi penempatan dan kese a aran antar kedua mata ,). Bila abnormalitas dicurigasi$ ukur arak kedua kantus bagian dalam (N 3 cm) 3). :bser8asi adanya kelebihan lipatan epikantus dari atap hidung sampai terminasi dalam alis mata (sering apda anak asia) 4). :bser8asi penempatan$ gerakan dan #arna kelopak mata 1). )nspeksi kon ungti8a palpebra. D. +elinga -). !inna 7 inspeksi penempatan dan kese a aran ,). 5kur tinggi pinna dengn menarik garis ima iner dari orbit luar mata ke oksipital tengkorak 3). 5kur sudut pinna dengan menarik garis horisontal ima iner dan se a arkan pinna setelah tanda ini ( berada dalam sudut -00 dari garis 8ertikal. 4). !erhatikan adanya lubang abnormal$ penebalan kulit$ atau sinus. 1). )nspeksi higiene telinga (bau$ rabas$ #arna) (. 4idung -). ?estibula Anterior7 tengadahkan kepala kebelakang$ dorong u ung telinga keatas$ dan sinari lubang didung dengan sinar kilat untuk mendeteksi per"orasi septum ,). )nspeksi struktur eksternal dan internal hidung 3). )nspeksi adanya discharge (sekret$ #arna) L. *ulut -). Bibir7 perhatikan #arna$ tekstur dan lesi sebelumnya ,). *inta anak untuk membuka mulut$ dengan tangan diangkat keatas disamping kepala$ minta keliarga men aga tangan anak dan immobilisasi kepala 3). 3apat dilakuakn didepancermin$ dan libatkan anak dalam pemeriksaan 4). 4indarkan penggunaan spatel lidah bila tidak diperlukan. 1). <unakan lampu senter untuk mendapatkan penyinaran yang baik 6). :bser8asi membran mukosa7 merah muda terang$ berkulaiu$ halus$ sama$ dan lembab E). <inggi8a7 kuat$ merah muda$ kekuningan$ berbintik2bintik. 0). <igi7 umlah sesuai dengan usia$ putih$ oklusi rahang atas dan ba#ah baik .). Lidah7 tekstur kasar$ dapat bergerak bebas$ u ung dapat mencapai bibir$ tidak ada lesi atau massa diba#ah lidah. *. 3ada -). )nspeksi ukuran$ bentuk$kesimetrisan$ gerakan dan perkembangan payudara ,). Lokalisasi ruang intercista 3). !uting biasanya pada intercosta ke24 4). 5 ung igi ke2-- teraba pada lateral 1). 5 ung igi ke2-, teraba pada posterior 6). 5 ung skapula pada iga atau intercosta ke20 6. !aru -). (a i gerakan pernapasan7 "rekuesi$ irama$ kedalaman$ kulaitas$ dan karakter ,). 3engan anak pada posisi duduk$ tempatkan kedua tang datar apd punggung dan dada engan ibu ari digaris tengah sepan ang tepi kostal ba#ah 3). +aktil "remitus7 palpasi pada rongga torak dan minta anak untuk emngatakan GEEEH atau GeeeH. 4). !erkusi kedua sisi dada pada ruang intercosta a. !ekak pada garis midkla8ikular kanan intercosta kelima (hepar) b. !ekak dari intercosta kedua2kelima diatas batas strernum kiri sampai garis midkla8ikular ( antung)

c. +impani pada intercosta kelia kiri ba#ah (lambung) 1). Auskultasi pernapasan dan bunyi suara7 intensitas$ nada$ kualitas$ durasi relatis dari inspirasi dan ekspirasi. An urkan anak untuk napas dalam dengan meminta anak meniup bola kapas yang berada di telapak tangan a. Bunyi napas 8esikuler7 dengarkan seluruh permukaan paru kecuali area intraskapular atas dan manubrium ba#ah$ inspirasi lebih keras$ lebih pan ang$ dan bernada lebih tinggi dari ekspirasi b. Bunyi napas Bronko8esikuler7 t#erdengar pada area intraskapular atas dan manubrium$ inspirasi dan ekspirasi hampir sama. c. Bunyi napas Bronkhial7 terdengar hanya diarea atas trakhea dekat takik suprasternal$ ekspirasi lebih pan ang$ lebih keras$ dan nada lebih tinggi dari pada inspirasi. :. Dantung -). *ulai dengan inspeksi$ diikuti dengan palpasi$ kemudian auskultasi ,). !erkusi tidak dilakuakn karena nilainya yang terbatas dalam menggambarkan ukuran antung 3). )nspeksi antung dengna anak pada posisi semi "o#ler$ obser8asi dinding dada dari sebuah sudut. 3inding dada simetris 4). !alpasi untuk menentukan lokasi impuls apikal (ictus kordis) yaitu impuls antung paling lateral. )ctus cordis berada di lateral midkla8ikula sinistra dan intercosta ke24 pada anak @ E tahun. !ada anak . E tahun ictus cordis teraba pada garis midkla8ikula sinistra intercosta ke21. 1). !alpasi kulit untuk #aktu pengisian kapiler 6). Auskultasi bunyi antung a. 3engarkan dengan anak dalam posisi duduk dan bersandar b. <unakan stetoskop bagian dia"ragma dan bel dada c. (a i kualitas ( elas dan ernih)$ intensitas (kuat tetapi tidak mantap)$ "rekuensi (sama dengan nadi radialis)$ irama (teratur dan datar). d. Area aortik7 ruang intercosta ke2, dekstra para sternal. &, terdengar lebih keras daripada &e. Area pulmonik7 ruang intercosta ke2, snistra para sternal. !emecahan dari &, yang terdengar paling baik (normalnya melebar pada inspirasi) ". +itik =rb7 ruang intercosta ke23 dan ke2, sinistra para sternal. 3aerah murmur "ungsional yang paling sering g. Area apikal atau mitral7 ruang intercosta ke21$ garis midkla8ikula sinistra .ruang itercosta ke23 sampaike24 dan lateral pada garis midkla8ikula sinistra pada bayi). &- terdengar paling keras$ pemecahan &- dapat didengarkan. !. Abdomen -). )nspeksi diikuti dengan auskultasi$ perkusi$ dan palpasi yang dapat merubah bunyi abnormal normal. ,). Bentuk silinder dan menon ol pada posisi tegak dan datar bila terlentang pada bayi. 3). !alpasi mungkin tidak nyaman untuk anak. +empatkan anak pada posisi terlentang dengan kaki "leksi pada panggul dan lutut.alihkan perhatian anak dengan pernyataan seperti Gsaya akan menebak apa yang kamu makan dengan memegang perutmuH. *inta anak mempalpasi dengan menempatkan tangannya sendiri diatas tangan pera#at yang memeriksa. 4). *inta anak menempatkan tangannya pada abdomen dengan ari meregang dan palpasi diantara ari2 ari. 1). )nspeksi kontur$ ukuran$ dan tonus (tinus kuat$ muskular pada pria rema a). 6). (a i kondisi kulit (halus dan rapi) E). (a i gerakan abdomen. !ada anak diba#ah E20 tahun meningkat pada inspirasi dan selaras dengan gerakan dada. !ada anak yang lebih besar gerakan pernapasan kurang. 0). )nspeksi umbilikus akan adanya herniasi$ "istula$ higiene$ dan rabas.

.). (a i adany herniaJ inguinalis (urutkan ari kelingking ke cincin inguinalis eksternal didasar skrotum$ minta anak untuk batuk0$ "emoralis ( tempatkan ari diatas kanalis "emoralis$ cari dengan meletakkan ari telun uk diatas nadi "emoralis dan ari tengah di kulit menghadap garis tengah). -0). Auskultasi bisig usus pulsasi aortik a. Bising usus7 bunyi gemerincing logam pendek seperti kumur2kumur$ klik$ atau terdengar menggeram setiap -0230 detik b. !ulsasi aortik7 terdengar pada epigastrium$ sedikit kekiri ke garis tengah. --). !erkusi abdomen a. +impani pada lambung pada sisi kiri dan seluruh abdomen$ kecuali untuk pekak atau datar tepat diba#ah mar in kostal kanan (hepar) -,). !alpasi organ abdomen a. 4epar7 -2, ari diba#ah mar in kostal kanan pada bayi dan anak kesil b. Limpa 7 -2, cm diba#ah maer in kostal kiri pada bayi dan anak kecil -3). !alpasi nadi "emoralis7 tempatkan u ung ,23 ari ditengah antara puncak iliaka dan simpisis pubis -4). +imbulkan re"lek abdomen7 regangkan kulit dari samping ke garis tengah pada setiap kuadran. 5mbilikus bergerak kearah kuadran yang ditekan. O. <enitalia -). !emriksaan genitalia sama seperti pemeriksaan organ sebelumnya$ elaskan prosedur dan maknanya ,). 4argai pri8asi klien. 3). Bila ada kontak dengan substansi tubuh$ gunakan sarung tangan. 4). !enis7 inspeksi ukuran a. <lans dan batang7 inspeksi adanya tanda2tanda pembengkakan$ lesi$ in"lamasi b. !repsium7 inspeksi lokasi dan perhatikan adanya rabas c. *eatus uretra7 inspeksi lokasi dan perhatikan adanya rabas d. &krotum7 inspeksi ukuran$ lokasi$ kulit$ dan distribusi rambut. *ungkin tampak besar apda bayi$ tergantung bebas dari peinium dibelakang penis$ satu kantung tergantung lebih rendah dari yang lain$ kulit kendur keriput$ biasanya merah dan kasar apda rema a. e. +estis7 palpasi kantung skrotum dengan menggunakan ibu ari dan a ri telun uk. Badan o8oid kecil pan angnya kira, -$12, cm$ berukuran ganda selama pubertas. 1). <enitalia eksterna7 inspeksi struktur$ tempatkan anak pada posisi setengah bersandar pada orang tua dengan lutut "leksi dan telapak kaki saling bersebelahan a. *ons pubis7 bantalan lemak diatas simpisis pubis$ pada rema a tertutup rambut$ distribusi rambut biasanya adalah triangular b. (litoris7 terletak pada u ung anterior labia minora tertutup oleh lipatan kecil kulit (prepusium) 6). Labia7 palpasi adanya massa a. Labia mayora7 dua lipatan tebal kulit membentuk mons pada komisura posterior$ permukaan dalam merah muda dan lembab b. Labia minora7 dua lipatan kulit interior pada labia mayora$ biasanya dapat dilihat sampai pubertas$ menon ol apda bayi baru lahir.& E). *etus uretra7 inspeksi terhadap lokasi$ seperti bentuk ? dengan meregangkan kearah ba#ah dari litoris ke perinium 0). :ri"isium 8aginalis7 pemeriksaan interna biasanya tidak dilakukan$ inspeksi terhadap lubang sebelumnya. +erletak apada posterior meatus uretra$ dapat tertutup oleh memran berbentuk sabit atau sirkuler (himen)$ rabas biasanya ernih atau sirkuler. .). Anus

a. )nspeksi penampilan umum$ kondisi kulit b. Bokong7 lipatan padat$ lipatan gluteal simetris c. 'e"lek anal7 munculkan dengan mengerutkan atau meregangkan area perianal dengan perlahan. (ontraksi cepat s"ingter anal eksterna$ tidak ada protusi rekstum. '. !unggung dan =kstremitas -). )nspeksi kur8atura dan kesimetrisan tulang belakang. !ada bayi baru lahir berbentuk > atau bulat. (ur8a sekunder ser8ikal terbentuk kira2kira pada usia 3 bulan. Lordosis merupakan hal yang normal apda anak kecil tapi berkurang sesuai usia. ,). 5 i adanya skoliosis. Bahu$ skapula$ dan puncak iliaka simetris 3). :bser8asi mobilitas tulang belakang. Fleksibel$ rentang gerak penuuh$ tidak ada nyeri atau kekakuan. 4). )nspeksi setiap sendi ekstremitas untuk kesimetrisan$ ukuran (sama)$ suhu$ #arna$ nyeri tekan$ mobilitas$ umlah ari tepat$ kuku merah muda. 1). )nspeksi posisi telapak kaki$ u i apakah ada de"ormitas kaki apd saat lahir merupakan akibat dari posisi "etal atau perkembangan leh peegangan keluar 6). )nspeksi cara ber alan. *inta anak ber alan apda garis lurus E). (a i re"lek plantar7 usap telapak kai lateral dari tumit kedepan ke ibu ari kaki mele#ati haluks. Fleksi ibu ari kaki pada anak diatas usia - tahun. 0). (a i kekuatan otot7 a. Lengan7 minta anak mengangkat tangan sambil mela#an tekanan dari tangan anda b. (aki7 minta anak duduk dengan kaki menggantung$ lan utkan seperti pada tangan. c. +elapak tangan7 *inta anak meremas ari anda sekencang mungkin d. +elapak kaki7 minta anak mem"leksikan plantar$ dorong telapak kai kearah lantai sambil menekan telapak kaki.

3AF+A' !5&+A(A Bates$ Barbara. Buku &aku !emeriksaan "isik dan 'i#ayat (esehatan. =disi ,. Dakarta7 =<> -..E 4idayat$ Ai9i9 Alimul. !engantar )lmu kepera#atan Anak. Buku -. akarta7 &alemba *edika. ,006 &acharin$ 'osa *. !rinsip (epera#atan !ediatrik. =disi ,. Dakarta7 =<>. -..6 ;ong$ 3onna L. !edoman (linis (epera#atan !ediatrik. =disi 4. akarta7 =<>. ,003 3iposkan oleh moslemners di -1.00

#engkajian +ayi +ar (a!ir


&abtu$ Duli 0E$ ,0-, oe "ramadhan - comment I* PENGKAJIAN A* BIODA7A -. Biodata Bayi 7 Bayi 6y. = 4ari7 &elasa !ukul7 0..30 ;)B 6ama

+anggal Lahir 7 0E uli ,0-, Denis kelamin 7 Laki2laki Anak ke Alamat 7 - (satu)

7 sukabumi a#a barat

,. Biodata :rang +ua )bu 6ama 5mur Agama &uku%Bangsa !endidikan !eker aan Alamat <, !- Ao ++) 7 6y. = 7 ,. th 7 )slam 7 &unda % )ndonesia 7 &3 7 )bu 'umah +angga Ayah 7 +n.K 7 33 th 7 )slam 7 Da#a %)ndonesia 7 &+* 7 !etani

7 Dl. 'aya >andra (encana 6o.-.0 +ulang Ba#ang Barat hamil 3E minggu 3 hari ++, 7 &eptember ,00.

B* RI6AYA7 KEHA8ILAN A6> 7 3ilakukan rutin di bidan 7 Agustus ,00.

9* RI6AYA7 PERSALINAN

!, Ao Lama !ersalinan (ala ))) (ala )? 7 (ala ) 7 6 am (ala )) 7 - am 30 menit 7 0 am -1 menit 7 , am 0 menit 7 0E.10 ;)B 7 ernih 7 spontan 7 bidan 7 ada$ tetapi longgar

. am 41 menit ;aktu pecahnya ketuban (eadaan air ketuban Denis persalinan !enolong Lilitan tali pusat

D* KEADAAN FISIK BAYI BARU LAHIR -. !enilaian a#al bayi baru lahir (!ukul 0..30) (eadaan air ketuban (eadaan kulit bayi +onus otot bayi Bayi cukup bulan ,. A!<A' &>:'= N' As#ek yang 2ini(ai -. ,. 3. 4. Frekuensi antung 5saha berna"as +onus otot 'e"leks S,'re &eni" ke 0 , ; KE7 : , , , , 4 ;%4 7 ernih (tidak teratur) 7 ber#arna kemerahan 7 tonus otot bayi lemah 7 ya$ aterm. 5sia 3E minggu 3 hari. 7 bayi tidak segera menangis dan berna"as lemah

a"as spontan

1. ;arna JU8LAH

ASFIKSIA SEDANG (P k ( .4*5. 6IB)


SUBJEK7IF )

OBJEK7IF 7 bayi tidak segera menangis dan berna"as lemah (eadaan kulit bayi +onus otot bayi 2 Apgar &core menit ke2ASSES8EN7 7 Bayi lahir cukup bulan$ sesuai masa kehamilan dengan as"iksia sedang 7 Bayi kekurangan oksigen (ebutuhan 7 'esusitasi pada bayi baru lahir (tidak teratur) 7 ber#arna keme rahan 7 tonus otot bayi lemah 76

as spontan

iagnosa

*asalah

PLANNING -. *embersihkan tubuh bayi dari lendir dan air ketuban dan darah. (emudian mengeringkan bayi dan bungkus kepala serta badan bayi dengan kain untuk mencegah hipotermi. Bayi telah dibersihkan dari lendir dan darah. ,. *eletakkan bayi diba#ah alat pemancar panas dan memposisikan bayi dengan menggan al bahunya agar kepala sedikit ekstensi Bayi telah diletakkan di bawah lampu sorot dengan daya ! watt dan "arak lampu ke tubuh bayi ! #m serta bahu bayi telah digan"al dengan penggan"al bau setinggi $ #m. 3. *enghisap lendir dari mulut dan hidung bayi %endir telah terisap & !,5 ## dan bayi sudah berna'as dengan lan#er 4. *engeringkan tubuh bayi sambil tepuk telapak kaki bayi serta gosok punggung$ perut$ dada ataupun tungkai bayi dengan telapak tangan. Bayi telah diganti pakaiannya 1. *engatur kembali posisi kepala bayi dan selimuti bayi untuk memudahkan alan na"as bayi dan mencegah hipotermi. Bahu bayi telah digan"al kembali dengan penggan"al bahu dan bayi telah diselimuti 6. *elakukan penilaian bayi

(erna'asan bayi mulai normal dengan 'rekuensi ) ! *+menit

BAYI BARU LAHIR (P k ( .4*5:)


SUBJEK7IF ) OBJEK7IF 2 2 2 2 2 Bayi menangis kuat na"as bayi mulai teratur dengan "rekuensi A 00L%menit (eadaaan kulit bayi ber#arna kemerahan !ergerakan bayi mulai akti" 'e"leks bayi masih cukup lemah ASSES8EN7 7 Bayi lahir cukup bulan$ sesuai masa kehamilan post resusitasi 72 7 !engka ian dan pera#atan bayi baru lahir

iagnosa

*asalah

ebutuhan

LANNING -. *engka i keadaan umum bayi dan memantau ++? setiap 1 menit (ukul !5.$5 !5..! !5..5 Nadi 1!$ * + menit 1!5 * + menit 1!5 * + menit ,espirasi .2 * + menit .$ * + menit .. * + menit -uhu $ ,5 /

,. *engan urkan )bu untuk memberikan A&) pada bayinya untuk merangsang re"leks oksitosin sehingga A&) dapat keluar dengan segera serta mencegah ter adinya perdarahan Bayi telah disusui oleh 0bunya namun re'leks isap bayi masih lemah 3. *enga arkan )bu cara menyusui yang baik yaitu posisi duduk )bu dalam keadaan yang nyaman dan kaki angan menggantung$ putting susu harus masuk seluruhnya ke dalam mulut bayi$ hidung bayi tidak tetutup oleh payudara )bu$ posisi telinga dan bahu bayi dalam satu garis lurus dan bayi menghadap kea rah payudara )bu$ senda#akan bayi setelah menyusui.

0bu mengerti akan pen"elasan yang diberikan 4. *elakukan pera#atan tali pusat dan rapikan pakaian bayi Tali pusat bayi telah diikat dan diberi betadine namun tidak dibungkus oleh apapun dan pakaia, popok, dan bedong bayi telah dirapihkan 1. *elakukan pemeriksaan antropometri dan melakukan pengka ian kesehatan a. Antropometri BB (B %3 b. 4epala - 55B - 554 - 6olage - /aput su##edenum - /ephal himatoma - -utura #. 6ata -imetris 4on"ungti7a -klera Bulu mata 4otoran mata -trabismus (upil mata (erdarahan d. ;idung %ubang hidung Bulu hidung -eptum (erna'asan #uping hidung (engeluaran e. 6ulut 1 ada, kiri dan kanan 1 belum terlihat 1 ada, tanpa kelainan 1 tidak ada 1 tidak ada 1 ya, kanan dan kiri 1 merah muda 8ananemis9 1 putih 8anikterik9 1 normal 1 tidak ada kotoran mata pada bayi 1 tidak ada 1 normal, re'leks terhadap #ahaya 8:9 1 tidak ada pendarahan pada bayi 1 rata dan normal 1 rata dan normal 1 ada 1 ada 1 tidak ada 1 ada, teraba 1 $!!! gr 1 1 .2 #m .! #m

-imetris (alatum Bibir ,e'leks rooting ,e'leks menghisap '. Telinga -imetris %ubang telinga (engeluaran g. %eher 4epala bebas berputar Bendungan 7ena "ungularis (embesaran kelen"ar tiroid

1 ya, kanan dan kiri 1 normal, tidak ada palato s#hisis 1 normal, tidak ada labio s#hisis 1 ada 1 ada, tetapi masih lemah 1 ya, kanan dan kiri 1 ada, bersih 1 tidak ada pengeluaran #airan pada telinga bayi 1 pergerakan kurang akti' 1 tidak ada 1 tidak ada 1 tidak ada 1 ada 8:9, tetapi masih lemah 1 simetris, kanan dan kiri 1 teratur 1 tidak ada ron#hi dan whee=ing 1 normal, bunyi lup dup dan teratur 1 normal

(embesaran kelen"ar getah bening ,e'leks menelan h. 3ada Bentuk <erakan dada -uara na'as Bunyi "antung (engembangan rongga dada i. (erut Bulat Bising usus Tali pusat ".

1 bulat, tidak ada ben"olan atau a#ites 1 ada, positi' 1 masih basah 1 baik 1 tidak ada 1 ada 1 8:9 1 ada 1 ada, 2 buah 1 normal

(unggung, panggul dan bokong >leksibilitas tulang punggung Ton"olan tulang punggung %ipatan bokong Anus

k. <enitalia (enis -krotum Testis

BA4 pertama BAB pertama %. Akstremitas 1. Tangan (ergerakan Bari tangan kanan dan kiri ,e'leks menggenggam ,e'leks moro 2. 4aki (ergerakan Bari kaki kanan dan kiri ,e'leks ber"alan ,e'leks babinski

1 ? 3esember 2!!2 1 ? 3esember 2!!2

pukul 1 !2..5 @0B pukul 1 !2..5 @0B

1 kurang akti' 1 lengkap 1 ada, tetapi masih lemah 1 ada, tetapi masih lemah 1 kurang akti' 1 lengkap 1 ada 1 ada

6. *enga arkan )bu cara mengobser8asi keadaan perna"asan bayi agar ika ditemukan kelainan dapat segera ditangani yaitu lihat keteraturan$ cara berna"as$ dan gerakan dinding dada bayi. 0bu mengerti akan pen"elasan yang diberikan dan ber"an"i akan segera memanggil bidan "ika ditemukan kelainan pada bayinya

NEONA7US HARI KE < +anggal . 3esember ,00. SUBJEK7IF 2 )bu mengatakan bayi sudah bisa menghisap dan telah menghisap dengan kuat 2 )bu mengatakan gerakan bayi akti" OBJEK7IF 2 6 7 --0 L % menit 2 ' 7 44 L % menit 2+ 7 36$E > 7 masih basah 2 +ali pusat

2 (eadaan tubuh 2 <erakan ekstremitas 2 +angisan 2 3aya menghisap 2 'e"leks ASSE8EN7 3iagnosa *asalah (ebutuhan PLANNING 7 baik 7 akti" 7 kuat

7 bersih

7 kuat

7 6eonatus cukup bulan sesuai masa kehamilan$ hari ke , 7 +idak ada 7 2 !era#atan tali pusat 2 (ebutuhan nutrisi bayi

-. *elakukan pemantauan terhadap ++? bayi N , T 1 11? * + menit 1 .. * + menit 1 $ ,C! /

,. *engan urkan ibu untuk lebih sering memberikan A&) kepada bayinya dan men elaskan man"aat2man"aat A&). 0bu mengerti akan pen"elasan yang diberikan dan berusaha untuk melaksanakannya 3. *elakukan pera#atan tali pusat dengan men aga kebersihan dan kekeringan tali pusat. Tali pusat bayi tidak dibungkus oleh apapun 4. *en aga kebersihan dan kehangatan tubuh bayi. -etiap ba"u bayi basah dan dirasa perlu untuk diganti maka pakaian bayi diganti serta meletakkan bayi pada ruangan yang hangat dan kering. 1. *emberikan imunisasi hepatitis B (menggunakan uni ect) untuk mencegah terin"eksinya 8irus hepatitis B pada bayi. Bayi telah diberikan imunisasi hepatitis B 6. *enga arkan ibu mengenai pera#atan bayi sehari2hari di rumah$ seperti 7 memandikan bayi$ pera#atan tali pusat$ mencegah bayi dari hipotermi$ pola menyusui pada bayi$ dan lain2lain

0bu mengerti akan pen"elasan yang diberikan E. *engan urkan ibu untuk datang ke pelayanan kesehatan ibu untuk pemeriksaan keadaan bayi$ penimbangan$ pemberian imunisasi dan pemantauan tumbuh kembang. 0bu ber"an"i akan rutin membawa bayinya ke tenaga kesehatan untuk memeriksakan keadaan bayinya maupun untuk imunisasi 0. *engan urkan ibu untuk segera mengun ungi tenaga kehesatan terdekat ika ditemukan kelainan ataupun tanda2tanda bahaya bayi$ seperti 7 2 &uhu tubuh (aLilla) @ 36$1 > dan A 3E$1 > 2 !endarahan tali pusat 2 ;arna kemerahan atau bau yang tidak normal dari tali pusat 2 !5& atau #arna kemerahan pada mata 2 )kterus (bayi kuning) dalam ,4 am pertama atau A 1 hari pada bayi 2 !rematur 2 (e ang atau kehilangan kesadaran 2 (esulitan berna"as$ berna"as cepat A 60 L % menit 0bu mengerti akan pen"elasan yang diberikan .. *emberikan obat per oral 8isebad drop dengan dosis -L0$3 cc Bayi telah diberikan obat per oral

9A7A7AN PULANG
+anggal !ukul A* Kea2aan I+ 2 (eadaan 5mum 2 (esadaran 2 ++5 6 7 ,4 L % menit 7 baik 7 compos mentis 7 +3 7 --0 % E0 mm 4g + 7 36$E0 > ' 7 00 L % menit 7 . 3esember ,00. 7 -3.00 ;)B

2 (eadaan emosional 7 stabil

2 Kang diba#a pulang 7 Amoksilin$ parasetamol B* 2 2 2 2 2 2 Kea2aan +ayi +anpa keluhan BB !B 7 3000 gr 7 4. cm

+ali pusat belum puput BAB 7 - kali BA( 7 3 kali 7 bedak bayi$ minyak telon$ kain kasa$ susu "ormula$ tas bayi$ obat per oral 8isebad drop$ dan surat keterangan lahir. !osted in7 kumpulan askep 'eaksi7 !osting Lebih Baru !osting Lama Beranda 0 k'&en"ar$ P'skan K'&en"ar angan lupa untuk mengomentari tautan diatas. &ubscribe to our '&& Feed Follo# 5s on +#itter Be :ur Fan on Facebook

a pulang

!opular +ags Blog Archi8es

A+' " 8e

oe "ramadhan Lihat pro"il lengkapku

P'# (ar P's"s

&A! E langkah cuci tangan yang baik dan benar &A+5A6 A>A'A !=6K5L54A6 E LA6<(A4 >5>) +A6<A6 KA6< BA)( C B=6A' 3i susun oleh 7 8 Faisal ramadhan 8 'esi h...

kumpulan diagnosa 6A63A kumpulan diagnosa 6A63A A. 3omain ) 7 !romosi (esehatan (elas - 7 (esadaran akan (esehatan 7 'ekognisi dari "ungsi normal ...

contoh makalah kepera#atan maternitas contoh makalah kepera#atan maternitas Atonia 5teri 3e"inisi Atonia uteria (relaksasi otot uterus) adalah uteri tidak berkontraks...

pengka ian bayi baru lahir ). !=6<(AD)A6 A. B):3A+A -. +anggal Lahir 7 0E uli ... Biodata Bayi 6ama 7 Bayi 6y. =

(tanpa udul) L=*BA' BAL)( *A>A* *A>A* (:6+'A&=!&) 3A6 (=<56AA66KA A!A )+5 (:6+'A&=!&)P QQ (:6+'A&=!&) A3ALA4$$$ sebagai suatu cara ...

"armakologi obat FA'*A(:L:<) :BA+ (amis$ Danuari ,-$ ,0-0 -.!iracetam 3 g%-1ml )n eksi )ndikasi7 5ntuk pengobatan in"ark serebral. 3osis7 3osi...

"ormat den8er (tanpa udul) &A+5A6 A>A'A !=6K5L54A6 ALA+ (:6+'A&=!&) :leh 7 FA)&AL 'A*A34A6 F:A...

cairan in"us +abel ). (omposisi Beberapa >airan (ristaloid >airan +onusitas 6a(mmol%l) >l(mmol%l) ( (mmo...

(tanpa udul) >A *A*A= A. diagnosa medis -. 3e"enisi >arsinoma adalah massa aringan abnormal dengan pertumbuhan berlebihan dan tidak ada koor... terimakasih telah mengun ungi blog kami... 3iberdayakan oleh Blogger.