Anda di halaman 1dari 19

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Sepanjang hidupnya, manusia akan selalu berada pada kondisi di mana keinginannya tidak terbatas sementara besarnya alat pemuas kebutuhan terbatas. Dalam menyikapi kondisi ini manusia selalu dihadapkan oleh pilihan. Sebagai makhluk yang realistis, manusia akan selalu ingin untuk mengambil pilihan yang memberikan expected gain tertinggi. Untuk itu, dalam mengambil keputusan, diperlukan adanya analisis yang baik agar keputusan yang diambil mampu memberikan manfaat yang tinggi bagi manusia. Salah satu metode dalam analisa pengambilan keputusan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP). AHP adalah sebuah metode terstruktur yang dikembangkan oleh Thomas Saaty pada tahun 1970an; berfungsi untuk memilih opsi terbaik dari berbagai pilihan dan kriteria yang ada. Salah satu contoh pilihan yang seringkali dihadapi dialami oleh sebagian besar manusia adalah pilihan untuk membeli alat elektronik, salah satunya smartphone. Dewasa ini teknologi informasi dan komunikasi mengalami perkembangan yang sangat pesat. Berbagai jenis teknologi dikembangkan untuk memudahkan pekerjaan manusia. Salah satu alat komunikasi yang tidak pernah berhenti mengalami perkembangan adalah handphone. Dahulu, handphone hanya berfungsi sebagai alat komunikasi dua arah yang meliputi sms dan telefon. Namun kini, fungsi handphone sudah mengalami banyak perkembangan. Kini handphone tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi namun juga digunakan untuk mengakses informasi, multimedia, hingga sarana penunjang pekerjaan. Akibat fungsinya yang beragam dan pintar, handphone masa kini seringkali disebut sebagai smartphone. Perkembangan smartphone bisa dikatakan sangat pesat. Berbagai perusahaan komunikasi di dunia berlomba-lomba untuk menghadirkan smartphone yang canggih dan pintar. Akibatnya banyak sekali smartphone yang beredar di pasaran dan kerap kali membingunkan calon konsumen. Konsumen kerap kali dibingungkan ketika harus memilih smartphone mana yang sesuai dengan kebutuhannya dan bisa memberikan manfaat tertinggi. Melihat adanya perkembangan smartphone yang tinggi dan keharusan dalam menentukan pilihan, dalam makalah ini, penulis akan mencoba untuk melakukan analisa dalam pengambilan keputusan untuk memilih smartphone terkini dengan menggunakan 1

metode AHP. Adapun dalam makalah ini penulis membuat sebuah ilustrasi masalah untuk memperjelas subjek pengambil keputusan, tujuan dalam pengambilan keputusan, alternatif pilihan, dan kriteria penilaian. Berikut adalah ilustrasi yang digunakan penulis dalam melakukan Analytical Hierarchy Process: Seorang mahasiswi akuntansi FEUI angkatan 2012 berusia 18 tahun ingin membeli smartphone keluaran terbaru dari lima perusahaan handphone terbesar. Ia mempunyai anggaran untuk membeli HP sebesar Rp 10.000.000, dan menginkan untuk membeli HP dengan kisaran harga Rp 4,000,000 Rp 10,000,000. Dia menginkan membeli HP dengan harga yang murah namun berkualitas bagus, sehingga sisa anggarannya bisa digunakan untuk menabung dan membeli keperluan lain. Handphone tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan informasi dan komunikasi, akademis, serta hiburan. Ia tidak menyukai handphone dengan ukuran terlalu besar, ataupun terlalu kecil. Mahasiswa ini termasuk orang yang tidak suka bermain game dan menggunakan kameranya tidak untuk kepentingan profesional. Akibat banyaknya pilihan yang ada dan kriteria yang ia inginkan, kami sebagai teman yang sudah mempelajari Analytical Hierarchy Process mencoba untuk membantunya mengambil keputusan. 1.2 Rumusan Masalah 1. Apa saja alternatif pilihan dan kriteria yang sesuai dengan ilustrasi masalah? 2. Bagaimana tahapan Analytical Hierarchy Process dalam pengambilan keputusan pembelian smartphone sesuai dengan ilustrasi masalah? 3. Smartphone apa yang paling bisa memenuhi kriteria pengambil keputusan? 4. Apakah proses dari Analytical Hierarchy Process memiliki konsistensi yang baik? 1.3 Tujuan 1. Untuk mengetahui alternatif pilihan dan kriteria yang sesuai dengan ilustrasi masalah 2. Untuk mengetahui tahapan Analytical Hierarchy Process dalam pengambilan keputusan pembelian smartphone sesuai dengan ilustrasi masalah 3. Untuk mengetahui Smartphone yang paling bisa memenuhi kriteria pengambil keputusan 4. Untuk mengetahui tingkat konsistensi dalam proses dari Analytical Hierarchy Process 1.4 Manfaat Melalui penulisan makalah ini, kami sebagai penulis dan mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia diharapkan bukan hanya mampu melakukan perhitungan 2

Analytical Hierarchy Process dan mengambil keputusan dari perhitungan tersebut, tetapi kami juga mampu untuk menjaga konsistensi dari setiap tahapan yang ada.

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Teori Singkat Analytical Hierarchy Process (AHP) adalah sebuah metode terstruktur yang

dikembangkan oleh Thomas Saaty pada tahun 1970an; berfungsi untuk memilih opsi terbaik dari berbagai pilihan yang ada. Secara spesifik, AHP menyusun dan menganalisa berbagai alternatif yang kompleks menggunakan model matematis - melalui kriteriakriteria tertentu. Pengambil keputusan kemudian mengembangkan data numerik untuk membandingkan setiap pilihan yang ada. Besarnya nilai pada tiap kategori disesuaikan dengan seberapa penting kriteria-kriteria tersebut memenuhi kebutuhan ataupun preferensi dari seorang pengambil keputusan. Langkah-langkah dalam perhitungan AHP adalah : 1. Secara matematis, tentukan preferensi dengan membandingkan setiap kategori dalam setiap alternatif 2. Secara matematis, tentukan preferensi untuk setiap kriteria sesuai dengan tingkat kepentingan 3. Kombinasikan kedua tingkat preferensi yang telah kita lakukan di tahap pertama dan kedua

Dalam menentukan bobot nilai, pengambil keputusan umumnya menentukan seberapa penting suatu pilihan atau kategori didasarkan pada Preference Scale for Pairwise Comparisons.

Preference Level Equally Preferred Equally to moderately preferred Moderately preferred Moderately to strongly preferred Strongly preferred Strongly to very strongly preferred Very strongly preferred Very strongly to extremely strongly preferred

Numeric Value 1 2 3 4 5 6 7 8 4

Extremely preferred (Tabel yang menunjukkan skala standar preferensi)

2.2

Data dan Analisis Data Dalam melaksanakan penelitian ini, kami menetapkan 5 alternatif dan 6 kriteria. Alternatif-alternatif tersebut adalah 5 merek smartphone terbaru dari perusahaan handphone yang paling banyak digunakan di Indonesia; Nokia Lumia 920, Blackberry z10, Samsung Galaxy S4, Sony Xperia Z, dan Iphone 5. Untuk membantu perhitungan, kami juga mendasari penelitian ini dengan 6 kriteria, yaitu harga, model, OS, kamera, berat, dan daya tahan baterai. Sebelumnya kami telah mengumpulkan informasi mengenai kriteria yang dipenuhi oleh masing-masing smartphone. Berikut adalah informasinya:

MODEL Nokia 920 Lumia Blackberry Z10 Samsung SIV Galaxy Sony Xperia Z Iphone 5

Tinggi 130,3mm Lebar 70,8 mm Tebal 10,7 mm

Tinggi 130 mm Lebar 65,6 mm Tebal 9 mm

Tinggi 136,6 mm Lebar 69,8 mm Tebal 7,9mm

Tinggi 139 mm Lebar 71 mm Tebal 7,9 mm

Tinggi 123,8mm Lebar 58,6 mm Tebal 7,6 mm

Kriteria Harga Kamera Kamera Depan Kamera Belakang OS Daya Baterai Masa Pakai

Jenis Handphone Nokia Lumia Blackberry Samsung Sony Xperia Iphone 5 920 Z10 Galaxy SIV Z Rp 5.785.000 Rp6.999.000 Rp7.499.000 Rp7.499.000 Rp8.909.000 2 Mega piksel 8 MP 1,2 Mega pixel

1,3 Mega pixel 8,7 MP Windows 8 2000 mAh

2 Mega pixel 2 Mega pixel

13 Mega pixel 13 Mega pixel 8 Mega pixel iOS 6

Blackberry Android 4.2.2 Android 4.1 10.1.0.1880 (Jelly bean) (Jelly Bean)

1800mAH 2,600mAh 2330 mAh 1440 mAh Waktu bicara Waktu bicara Waktu bicara Waktu bicara Waktu bicara hingga 11 jam 10,8 jam 17 jam 11 jam 8 jam (3G) Waktu siaga 19 Waktu siaga Waktu siaga hari hingga 17 hari 15 hari waktu siaga Waktu siaga 9 23 hari hari 146 gram 112 gram

Berat

185 gram

136 gram

130 gram

2.3 Tahapan Analytical Hierarchy Process 2.3.1 Pairwise Comparison Alternatif Berikut ini adalah data pairwise comparison kelima smartphone berdasarkan enam kriteria.

Smartphone Nokia Lumia 920 Blackberry Z10 Samsung Galaxy S4 Sony Xperia Z Iphone 5

Nokia Lumia 920 1 1/3 1/4 1/4 1/6 2

Blackberry Z10 3 1 1/2 1/2 1/4 5 1/4

HARGA Samsung Galaxy Sony Xperia Iphone 5 S4 Z 4 4 6 2 2 4 1 1 4 1 1 4 1/4 1/4 1 8 1/4 8 1/4 19

Smartphone Nokia Lumia 920 Blackberry Z10 Samsung Galaxy S4 Sony Xperia Z Iphone 5

Nokia Lumia 920 1 5 4 5 1/2 15 1/2

MODEL Blackberry Samsung Galaxy Sony Xperia Iphone 5 Z10 S4 Z 1/5 1/4 1/5 2 1 2 1 4 1/2 1 1/2 3 1 2 1 4 1/4 1/3 1/4 1 3 5 4/7 3 14

Smartphone Nokia Lumia 920 Blackberry Z10 Samsung Galaxy S4 Sony Xperia Z Iphone 5

Nokia Lumia 920 1 1/3 4 4 1/2 9 5/6

KAMERA Blackberry Samsung Galaxy Z10 S4 3 1/4 1 1/5 5 1 5 1 1/2 1/5 14 1/2 2 2/3

Sony Xperia Iphone 5 Z 1/4 2 1/5 2 1 5 1 5 1/5 1 2 2/3 15

Smartphone Nokia Lumia 920 Blackberry Z10 Samsung Galaxy S4 Sony Xperia Z Iphone 5

Nokia Lumia 920 1 1/2 4 3 1/4 8 3/4

BATERAI Blackberry Samsung Galaxy Sony Xperia Iphone 5 Z10 S4 Z 2 1/4 1/3 4 1 1/5 1/4 3 5 1 2 6 4 1/2 1 5 1/3 1/6 1/5 1 12 1/3 2 1/9 3 7/9 19

OS Smartphone Nokia Lumia 920 Blackberry Z10 Samsung Galaxy S 4 Sony Xperia Z Iphone 5 Nokia Lumia 920 1 1/6 1/2 1/2 1/3 2 1/2 Blackberry Z10 6 1 5 5 3 20 Samsung Galaxy S4 Sony Xperia Iphone 5 Z 2 2 3 1/5 1/5 1/3 1 1 2 1 1 2 1/2 1/2 1 4 5/7 4 5/7 8 1/3

Smartphone Nokia Lumia 920 Blackberry Z10 Samsung Galaxy S 4 Sony Xperia Z Iphone 5

Nokia Lumia 920 1 4 4 3 5 17

BERAT Blackberry Samsung Galaxy Sony Xperia Iphone 5 Z10 S4 Z 1/4 1/4 1/3 1/5 1 1 2 1/3 1 1 2 1/3 1/2 1/2 1 1/4 3 3 4 1 5 3/4 5 3/4 9 1/3 2 1/9

Setelah melakukan pairwise comparison, langkah selanjutnya adalah synthesization untuk mengetahui prioritas alternatif dalam setiap kriteria.
MODEL Nokia Lumia Blackberry Samsung Galaxy Sony Iphone Row 920 Z10 S4 Xperia Z 5 Average 2/31 4/59 3/67 4/59 1/7 0,078 10/31 20/59 24/67 20/59 2/7 0,329 8/31 10/59 12/67 10/59 3/14 0,198 10/31 20/59 24/67 20/59 2/7 0,329 1/31 5/59 4/67 5/59 1/14 0,067 1

Smartphone Nokia Lumia 920 Blackberry Z10 Samsung Galaxy S 4 Sony Xperia Z Iphone 5

Dari hasil Row Average terlihat bahwa dalam kriteria model, Blackberry Z10 menduduki peringkat pertama sedangkan Iphone 5 menduduki peringkat terakhir dengan model yang tidak inovatif.
KAMERA Blackberry Samsung Sony Iphone Row Z10 Galaxy S4 Xperia Z 5 Average 6/29 5/53 5/53 2/15 0,126 2/29 4/53 4/53 2/15 0,077 10/29 20/53 20/53 1/3 0,368 10/29 20/53 20/53 1/3 0,368 1/29 4/53 4/53 1/15 0,061 1

Smartphone Nokia Lumia 920 Blackberry Z10 Samsung Galaxy S 4 Sony Xperia Z Iphone 5

Nokia Lumia 920 6/59 2/59 24/59 24/59 3/59

Dari hasil Row Average terlihat bahwa dalam kriteria kamera, Samsung Galaxy S4 dan Sony Xperia Z menduduki peringkat teratas, sedangkan Iphone 5 menduduki peringkat terakhir.

Smartphone Nokia Lumia 920 Blackberry Z10 Samsung Galaxy S 4 Sony Xperia Z Iphone 5

BATERAI Nokia Lumia Blackberry Samsung Galaxy Sony Xperia Iphone Row 920 Z10 S4 Z 5 Average 4/35 6/37 2/17 3/34 4/19 0,139 2/35 3/37 5/53 1/15 3/19 0,091 16/35 15/37 17/36 37/70 6/19 0,436 12/35 12/37 17/72 23/87 5/19 0,286 1/35 1/37 3/38 1/19 1/19 0,048 1

Dari hasil Row Average terlihat bahwa dalam kriteria daya tahan baterai, Samsung Galaxy S4 menduduki peringkat pertama sedangkan Iphone 5 menduduki peringkat terakhir dengan daya tahan baterai paling rendah
BERAT Blackberry Samsung Galaxy Sony Xperia Iphone Row Z10 S4 Z 5 Average 1/23 1/23 1/28 5/53 0,055 4/23 4/23 3/14 3/19 0,191 4/23 4/23 3/14 3/19 0,191 2/23 2/23 3/28 2/17 0,115 12/23 12/23 3/7 17/36 0,448 1

Smartphone Nokia Lumia 920 Blackberry Z10 Samsung Galaxy S 4 Sony Xperia Z Iphone 5

Nokia Lumia 920 1/17 4/17 4/17 3/17 5/17

Dari hasil Row Average terlihat bahwa dalam kriteria berat smartphone, Iphone 5 menduduki peringkat pertama dengan berat paling ringan, sedangkan Nokia Lumia 920 menduduki peringkat terakhir.
HARGA Blackberry Samsung Sony Iphone Row Z10 Galaxy S4 Xperia Z 5 Average 4/7 16/33 16/33 6/19 0,471 4/21 8/33 8/33 4/19 0,211 2/21 4/33 4/33 4/19 0,135 2/21 4/33 4/33 4/19 0,135 1/21 1/33 1/33 1/19 0,049 1

Smartphone Nokia Lumia 920 Blackberry Z10 Samsung Galaxy S4 Sony Xperia Z Iphone 5

Nokia Lumia 920 1/2 1/6 1/8 1/8 1/12

Dari hasil Row Average terlihat bahwa dalam kriteria harga, Nokia Lumia 920 menduduki peringkat pertama dengan harga yang paling murah di antara pesaing-pesaingnya, sedangkan Iphone 5 menduduki peringkat terakhir. 2.3.2 Pairwise Comparison Kriteria Selain alternative, dilakukan pula pairwise comparison untuk keempat kriteria, dan diperoleh hasil sebagai berikut :
Kriteria Harga Model Kamera OS Baterai Berat Harga 1 1/6 1/4 2 1/3 1/7 3 8/9 Model 6 1 4 7 4 1/2 22 1/2 Kamera 4 1/4 1 3 2 1/6 10 2/5 OS 1/2 1/7 1/3 1 1/4 1/8 2 1/3 Baterai 3 1/4 1/2 4 1 1/4 9 Berat 7 2 6 8 4 1 28

Setelah melakukan pairwise comparison, langkah selanjutnya adalah synthesization untuk mengetahui prioritas alternatif dalam setiap kriteria.
Berat Row Average 0,2500 0,284 0,0714 0,045 0,2143 0,125 0,2857 0,378 0,1429 0,136 0,0357 0,032 1 Dari hasil Row Average terlihat bahwa OS ditempatkan sebagai prioritas pertama. Hal ini Kriteria Harga Model Kamera OS Baterai Berat Harga 0,2569 0,0428 0,0642 0,5138 0,0856 0,0367 Model 0,2667 0,0444 0,1778 0,3111 0,1778 0,0222 Kamera 0,3840 0,0240 0,0960 0,2880 0,1920 0,0160 OS 0,2127 0,0608 0,1418 0,4253 0,1063 0,0532 Baterai 0,3333 0,0278 0,0556 0,4444 0,1111 0,0278

disebabkan preferensi subjektif pengambil keputusan yang lebih menyukai OS tertentu. Selain itu OS yang berbeda akan membuat banyak sekali perbedaan dalam pengoperasian smartphone. Setiap OS juga memiliki keunggulan-keunggulan yang tidak dimiliki OS lain. Kriteria harga ditempatkan sebagai prioritas kedua karena keuangan pengambil keputusan, yang masih berperan sebagai mahasiswa, terbatas. Prioritas selanjutnya adalah daya tahan baterai, karena daya tahan baterai yang tidak baik akan menyebabkan tidak nyamannya dan terbatasnya lamanya penggunaan smartphone. Prioritas keempat adalah kamera smartphone, karena mahasiswi ini hanya menginginkan kamera dengan MP yang baik, tapi tidak membutuhkan kamera untuk keperluan foto yang sifatnya professional. Prioritas selanjutnya adalah model smartphone, diikuti dengan prioritas terakhir, yaitu berat dari smartphone itu 10

sendiri. Pengambil keputusan tidak menginginkan smartphone yang berat karena tidak efisien dalam mobilisasi. 2.3.3 Peringkat Alternatif Setelah mendapatkan prioritas dari alternatif dan kriteria, kami membuat matrix menggunakan Row Average (RA). Row Average dari masing-masing kriteria dimasukkan ke dalam matrix 5x6 dan row average dari 5 alterbatif dimasukkan ke dalam matriks 6x1 di bawah ini: Matriks 1
KRITERIA Harga Model Kamera OS Baterai 0,471 0,078 0,126 0,382 0,214 0,211 0,329 0,077 0,048 0,086 0,135 0,198 0,368 0,223 0,392 0,135 0,329 0,368 0,223 0,264 0,049 0,067 0,061 0,123 0,044

Smartphone Nokia Lumia 920 Blackberry Z10 Samsung Galaxy S 4 Sony Xperia Z Iphone 5

Berat 0,055 0,191 0,191 0,115 0,448

Matriks 2
Kriteria Harga 0,284 Model 0,045 Kamera 0,125 OS 0,378 Baterai 0,136 Berat 0,032

Dengan mengalikan Matriks 1 dengan Matriks 2, ranking AHP untuk setiap alternatif dapat ditemukan.
Smartphone Nokia Lumia 920 Blackberry Z10 Samsung Galaxy S 4 Sony Xperia Z Iphone 5 Score 0,328 0,120 0,237 0,223 0,091 1,000

11

Dari tabel terlihat bahwa Nokia Lumia 920 menduduki peringkat pertama dalam pertimbangan enam kriteria yang ada, yaitu OS, harga, daya tahan baterai, kamera, model, dan berat. Akan tetapi, sebelum mengambil keputusan, tes konsistensi harus dijalankan. 2.3.4 Menguji Konsistensi AHP A. Konsistesi perbandingan kriteria

Harga Model Kamera OS Baterai Berat

Harga 1 1/6 1/4 2 1/3 1/7

Model 6 1 4 7 4 1/2

Kamera OS Baterai Berat 4 1/2 3 7 1/4 1/7 1/4 2 1 1/3 1/2 6 3 1 4 8 2 1/4 1 4 1/6 1/8 1/4 1

Kriteria 0,284 0,045 0,125 0,378 0,136 0,032

Perkalian kedua matriks menghasilkan nilai untuk lima kriteria yang ada.
Kriteria Harga Model Kamera OS Baterai Berat Nilai 1,875 0,276 0,762 2,436 0,884 0,197

Score untuk masing-masing kriteria kemudian dibagi dengan berat dari masingmasing kriteria.

1.875/0.284 = 0.276/0.045 = 0.762/0.125 = 2.436/0.378 = 0.884/0.136 = 0.197/0.032 =

6,605 6,097 6,102 6,444 6,499 6,175 37,922

Karena setiap rasio bernilai 6 (jumlah kriteria yang dibandingkan), maka terbukti pembuat keputusan bersifat konsisten.

12

37.922/6= 6.3203
Consistency Index (CI) = 6.3203-6 = 0.06406 5 CI = 0.06406 = 0.05166 RI 1.24

Karena CI/RI < 0.1, tingkat konsistensi dari pembuatan keputusan yang telah dilakukan sebelumnya bersifat memuaskan. B. Konsistensi Perbandingan Smartphone

1. HARGA Nokia Lumia Blackberry Smartphone 920 Z10 Nokia Lumia 920 1 3 Blackberry Z10 1/3 1 Samsung Galaxy S 4 1/4 1/2 Sony Xperia Z 1/4 1/2 Iphone 5 1/6 1/4

Samsung Galaxy S4 4 2 1 1 1/4

Sony Iphone Xperia Z 5 4 6 2 4 1 4 1 4 1/4 1

Score 0,471 0,211 0,135 0,135 0,049

Perkalian kedua matriks menghasilkan nilai untuk lima kriteria yang ada.
Nokia Lumia 920 Blackberry Z10 Samsung Galaxy S IV Sony Xperia Z Iphone 5 2,473 1,102 0,688 0,688 0,247 2.473/0.471= 1.102/0.211= 0.688/0.135= 0.688/0.135= 0.247/0.049= 5,246 5,233 5,108 5,108 5,065 25,760

25.760/5= Consistency Index (CI)=

5,152 5.152-5= 0,038 4,000 0.038/1.12 CI/RI= = 0,034

Karena CI/RI < 0.1, tingkat konsistensi dari pembuatan keputusan yang telah dilakukan sebelumnya bersifat memuaskan.

13

2. MODEL Nokia Lumia Blackberry Samsung Galaxy Sony Iphone Smartphone 920 Z10 S4 Xperia Z 5 Nokia Lumia 920 1 1/5 1/4 1/5 2 Blackberry Z10 5 1 2 1 4 Samsung Galaxy S4 4 1/2 1 1/2 3 Sony Xperia Z 5 1 2 1 4 Iphone 5 1/2 1/4 1/3 1/4 1

Score 0,078 0,329 0,198 0,329 0,067

Perkalian kedua matriks menghasilkan nilai untuk lima kriteria yang ada.
Smartphone Nilai Nokia Lumia 920 0,392 Blackberry Z10 1,708 Samsung Galaxy S IV 1,037 Sony Xperia Z 1,708 Iphone 5 0,336 0.392/0.078= 1.708/0.329= 1.037/0.198= 1.708/0.329= 0.336/0.067= 5,052 5,193 5,235 5,193 5,044 25,717

25.717/5=

5,143

Karena CI/RI < 0.1, tingkat konsistensi dari pembuatan keputusan yang telah dilakukan sebelumnya bersifat memuaskan.

3. KAMERA Nokia Lumia Blackberry Samsung Galaxy Sony Xperia Row Smartphone 920 Z10 S4 Z Iphone 5 Average Nokia Lumia 920 1 3 1/4 1/4 2 0,126 Blackberry Z10 1/3 1 1/5 1/5 2 0,077 Samsung Galaxy S4 4 5 1 1 5 x 0,368 Sony Xperia Z 4 5 1 1 5 0,368 Iphone 5 1/2 1/2 1/5 1/5 1 0,061
14

Perkalian kedua matriks menghasilkan nilai untuk lima kriteria yang ada.
Smartphone Nokia Lumia 920 Blackberry Z10 Samsung Galaxy S IV Sony Xperia Z Iphone 5 Nilai 0,664 0,388 1,930 1,930 0,310

0.664/0.126= 0.388/0.0.077= 1.930/0.368= 1.930/0.368= 0.310/0.061=

5,261 5,009 5,247 5,247 5,109 25,872

25.872/5= Consistency Index (CI)=

5,174 5.174-5= 0,044 4,000

Karena CI/RI < 0.1, tingkat konsistensi dari pembuatan keputusan yang telah dilakukan sebelumnya bersifat memuaskan

Nokia Lumia 920 Nokia Lumia 920 1 Blackberry Z10 1/6 Samsung Galaxy S4 1/2 Sony Xperia Z 1/2 Iphone 5 1/3 Smartphone

Blackberry Z10 6 1 5 5 3

4. OS Samsung Galaxy Sony Xperia S4 Z 2 2 1/5 1/5 1 1 1 1 1/2 1/2

Iphone 5 3 1/3 2 2 1

Score 0,382 0,048 0,223 0,223 0,123

Perkalian kedua matriks menghasilkan nilai untuk lima kriteria yang ada.
Smartphone Nilai Nokia Lumia 920 1,934 Blackberry Z10 0,242 Samsung Galaxy S IV 1,126 Sony Xperia Z 1,126 Iphone 5 0,619 1.934/0.382= 0.242/0.048= 1.126/0.223= 1.126/0.223= 0.619/0.123= 5,061 5,012 5,045 5,045 5,022 25,185

25.872/5= Consistency Index (CI)=

5,037 5.037-5= 0,009 4,000 0.009/1.12 CI/RI= = 0,008

Karena CI/RI < 0.1, tingkat konsistensi dari pembuatan keputusan yang telah dilakukan sebelumnya bersifat memuaskan. 15

5. BATERAI Smartphone Nokia Lumia 920 Blackberry Z10 Samsung Galaxy S4 Sony Xperia Z Nokia Lumia 920 1 2 1/4 1/3 Blackberry Z10 1/2 1 1/5 1/4 Samsung Galaxy S IV 4 5 1 2 Sony Xperia Z 3 4 1/2 1 Iphone 5 1/4 1/3 1/6 1/5

Iphone 5 4 3 6 5 1

Score 0,139 0,091 0,436 0,286 0,048

Perkalian kedua matriks menghasilkan nilai untuk lima kriteria yang ada.
Smartphone Nilai Nokia Lumia 920 0,718 Blackberry Z10 0,463 Samsung Galaxy S IV 2,307 Sony Xperia Z 1,525 Iphone 5 0,243

0.718/0.139= 0.463/0.091= 2.307/0.436= 1.525/0.286= 0.243/0.048=

5,176 5,072 5,293 5,330 5,065 25,936

25.872/5= Consistency Index (CI)=

5,187 5.187-5= 0,047 4,000 0.047/1.12 CI/RI= = 0,042

Karena CI/RI < 0.1, tingkat konsistensi dari pembuatan keputusan yang telah dilakukan sebelumnya bersifat memuaskan.

6. BERAT

Smartphone
Nokia Lumia 920 Blackberry Z10 Samsung Galaxy S IV Sony Xperia Z Iphone 5

Nokia Lumia 920 Blackberry Z10 Samsung Galaxy S4 Sony Xperia Z Iphone 5 1 4 4 3 5 1/4 1 1 1/2 3 1/4 1 1 1/2 3 1/3 2 2 1 4 1/5 1/3 1/3 1/4 1

Score 0,055 0,191 0,191 0,115 0,448

Perkalian kedua matriks menghasilkan nilai untuk lima kriteria yang ada.

16

Smartphone Nokia Lumia 920 Blackberry Z10 Samsung Galaxy S IV Sony Xperia Z Iphone 5

Nilai 0,279 0,982 0,982 0,584 2,330

0.279/0.055= 0.982/0.191= 0.982/0.191= 0.584/0.115= 2.330/0.448=

5,048 5,143 5,143 5,069 5,204 25,608

25.608/5= Consistency Index (CI)=

5,122 5.122-5= 0,030 4,000 0.030/1.12 CI/RI= = 0,027

Karena CI/RI < 0.1, tingkat konsistensi dari pembuatan keputusan yang telah dilakukan sebelumnya bersifat memuaskan. 2.3.5 Pengambilan Keputusan Berdasarkan perhitungan di atas, tingkat konsistensi dari pembuat keputusan untuk alternatif dan setiap kriteria yang ada bersifat memuaskan, maka pengambilan keputusan dapat dilakukan. Berdasarkan AHP, kami menyarankan mahasiswi A untuk memilih Nokia Lumia 920 sesuai dengan enam kriteria yang telah diberikan, yaitu OS, harga, daya tahan baterai, kualitas kamera, model, dan berat.

17

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan 1. Alternatif-alternatif yang digunakan adalah 5 merek smartphone terbaru dari perusahaan handphone yang paling banyak digunakan di Indonesia; Nokia Lumia 920, Blackberry z10, Samsung Galaxy S4, Sony Xperia Z, dan Iphone 5. Sedangkan kriteria penilaian yang digunakan adalah harga, model, OS, kamera, berat, dan daya tahan baterai. 2. Tahapan yang dilakukan dalam Analytical Hierarchy Process adalah pairwise comparison alternatif, pairwise comparison kriteria, pemeringkatan alternatif, pengujian konsistensi Analytical Hierarchy Process, dan yang terakhir adalah pengambilan keputusan. 3. Melalui Analytical Hierarchy Process dapat diketahui bahwa smartphone yang paling memenuhi kriteria pengambil keputusan adalah Nokia Lumia 920 4. Tingkat konsistensi dalam Analytical Hierarchy Process yang dilakukan oleh penulis bisa dikatakan cukup bagus, terlihat dari nilai CI (consistency index) yang masih berada dibawah CI/RI (perbandingan consistency index terhadap random index) 3.2 Saran Untuk bisa menjadi konsumen yang cerdas dalam mengambil keputusan, diperlukan adanya penggalian informasi yang lengkap, pengambilan kriteria pemilihan yang jelas, dan analisis pilihan yang matang. Sehingga, keputusan yang diambil mampu memberikan tingkat kepuasan yang tinggi.

18

DAFTAR PUSTAKA

19