Anda di halaman 1dari 28

MAKALAH PBL BLOK 26 Gizi Buruk dan Imunisasi Dasar tidak Lengkap

Angela Sondang 102010289 KELOMPOK F4 email: aangelasondang@yahoo. om

FAK!L"AS KE#OK"E$A% !%&'E$S&"AS K$&S"E% K$&#A (A)A%A 201*

Di Indonesia saat ini, masalah kesehatan menjadi topik yang paling menarik untuk dibahas. Apalagi Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai penduduk yang banyak dan masyarakat yang majemuk. Masyarakat adalah suatu keseluruhan hubungan dalam hidup bersama kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, normanorma, adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya. Masyarakat sebagai kelompok individu tidak terlepas dari apa yang disebut kesehatan. Oleh sebab itulah peran serta masyarakat adalah salah satu syarat bagi keberhasilan, kelangsungan dan kemandirian pembangunan bangsa, termasuk pembangunan di bidang kesehatan. Apalagi ditambah dengan keterbatasan tenaga medis saat ini. Peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan diwujudkan antara lain dengan menjalankan penyelenggaraan berbagai upaya pelayanan kesehatan. Dengan keterbatasan tenaga medis dan jumlah kader membuat kita menarik kesimpulan sementara bahwa timbulnya masalah kesehatan masyarakat serta meningkatnya angka kelahiran disebabkan kurangnya peran serta masyarakat dalam pelayanan kesehatan yang dikhususkan pada PO#$A%D&. Oleh sebab itu sangatlah penting untuk memberdayakan peran serta masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan. %amun,hal ini bukanlah hal yang mudah. Pengetahuan tentang Ilmu 'esehatan Masyarakat harus dimiliki oleh seseorang yang ingin memberdayakan tenaga masyarakat terkhususnya kita alon dokter, apalagi ditambah dengan tingkat pendidikan masyarakat yang rata-rata masih rendah. &ntuk itulah bekal ilmu kesehatan masyarakat harus dimiliki oleh masing-masing kita agar dapat dibagikan kepada masyarakat yang tentunya dengan penyesuaian tingkat pendidikan. &ntuk itulah makalah ini disusun dengan harapan agar ilmu yang didapat bisa menjadi bekal untuk hari depan.
.

ara !hidup sehat" lewat

1.1 Konsep Dasar Kesehatan Masyarakat


'esehatan masyarakat merupakan kesatuan unit praktek kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk pengembangan dan peningkatan kemampuan hidup sehat bagi pendidikan (individu, keluarga, kelompok dan masyarakat) menggunakan konsep dan ketrampilan serta praktek kesehatan masyarakat (*reeman).+ 'esehatan masyarakat adalah suatu ilmu dan seni yang bertujuan untuk, +. Men egah timbulnya penyakit -. Memperpanjang umur .. Meningkatkan nilai kesehatan /isik dan mental melalui usaha-usaha, kesehatan masyarakat yang terorganisasi untuk, a. Memperbaiki kesehatan lingkungan. b. Pemberantasan penyakit-penyakit in/eksi dan masyarakat. . Mendidik masyarakat dalam prinsip-prinsip kesehatan perorangan. d. Mengkoordinasi tenaga-tenaga kesehatan agar mereka dapat melakukan pengobatan dan perbuatan dengan sebaik-baiknya. e. Mengembangkan usaha-usaha masyarakat agar dapat men apai tingkat hidup setinggi-tingginya sehingga dapat memperbaiki dan memelihara kesehatan (menurut 01O). Ruang Lingkup Kesehatan Masyarakat (Promosi Kesehatan)1,4,5 2uang lingkup kesehatan masyarakat meliputi usaha-usaha, +. Promotif (Peningkatan kesehatan) &saha yang ditujukan untuk meningkatkan kesehatan yang meliputi usaha-usaha, peningkatan gi3i, pemeliharaan kesehatan lingkungan, olahraga se ara teratu, istirahat yang ukup dan rekreasi sehingga seorang dapat men apai tingkat kesehatan yang optimal. -. Preventif (Pen egahan penyakit)
3

&saha yang ditujukan untuk men egah terjadinya penyakit melalui usaha-usaha pemberian imunisasi pada bayi dan anak, bumil, pemeriksaan kesehatan se ara berkala untuk mendeteksi penyakit se ara dini. .. Kuratif (Pengobatan) &saha yang ditujukan terhadap orang yang sakit untuk dapat diobati se ara tepat sehingga dalam waktu singkat dapat dipulihkan kesehatannya. 4. Rehabilitatif (Pemeliharaan 'esehatan) &saha yang ditujukan terhadap penderitaan yang baru pulih dari penyakit yang dideritanya . &paya-upaya tersebut termasuk dalam promosi kesehatan. Promosi 'esehatan adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat melalui pembelajaran oleh, untuk dan bersama masyarakat, agar mereka dapat menolong diri sendiri, serta mengembangkan kegiatan yang bersumber daya masyarakat, sesuai dengan kondisi sosial budaya setempat dan didukung kebijakan publik yang berwawasan kesehatan.5 Promosi kesehatan adalah ilmu dan seni membantu masyarakat menjadikan gaya hidup mereka sehat optimal. 'esehatan yang optimal dide/inisikan sebagai keseimbangan kesehatan /isik, emosi, sosial, spiritual, dan intelektual. ini bukan sekedar pengubahan gaya hidup saja, namun berkaitan dengan pengubahan lingkungan yang diharapkan dapat lebih mendukung dalam membuat keputusan yang sehat.6 Tingkat-Tingkat Pen egahan Penyakit1 7ima tingkat pen egahan penyakit menurut 7eavel dan 8lerk, +. Peningkatan kesehatan (Health Promotion). -. Perlindungan umum dan khusus terhadap penyakit-penyakit tertentu ( General and Spesifik Protection). .. Menegakan diagnosa se ara dini dan pengobatan yang Diagnosis and Prompt Treatment). 4. Pembatasan ke a atan (Disability imitation). epat dan tepat ( Early

9. Penyembuhan kesehatan (Rehabilitation). 7ima upaya tersebut dijabarkan sebagai berikut, +. &paya pen egahan primer a. &paya peningkatan kesehatan Merupakan upaya pen egahan yang umumnya bertujuan meningkatkan tara/ kesehatan individu:keluarga:masyarakat, misalnya, Penyuluhan kesehatan, perbaikan gi3i, penyusunan pola gi3i memadai, pengawasan pertumbuhan anak balita dan usia remaja. Perbaikan perumahan yang memenuhi syarat kesehatan 'esempatan memperoleh hiburan sehat yang memungkinkan pengembangan kesehatan mental dan sosial Pendidikan kependudukan, nasihat perkawinan, pendidikan seks dan sebagainya. Pengendalian /aktor lingkungan yang dapat mempengaruhi kesehatan.

b. Perlindungan umum dan khusus Perlindungan khusus terhadap kesehatan, golongan masyarakat serta keadaan tertentu yang se ara langsung atau tidak langsung dapat mempengaruhi tingkat kesehatan. &paya-upaya yang termasuk perlindungan umum dan khusus antara lain, Peningkatan higiene perorangan dan perlindungan terhadap lingkungan yang tidak menguntungkan. Perlindungan tenaga kerja terhadap setipa kemungkinan timbulnya penyakit akibat kerja.
5

Perlindungan terhadap bahan-bahan bera un, korosi/, alergen, dan sebagainya. Perlindungan terhadap sumber-sumber pen ernaan.

-. &paya pen egahan sekunder Pada pen egahan sekunder termasuk upaya yang bersi/at diagnosis dini dan pengobatansegera (early diagnosis and prompt treatment) meliputi men ari kasus sedini mungkin yang adalah, Melakukan general check up rutin pada tiap individu. Melakukan berbagai survei (survei sekolah, rumah tangga) dalam rangka pemberantasan penyakit menular. Pengawasan obat-obatan, termasuk obat terlarang yang diperdagangkan bebas, golongan narkotika, psiko/armaka dan obat-obat bius lainnya. .. &paya pen egahan tersier Pen egahan tersier berupa pen egahan terjadinya komplikasi penyakit yang lebih parah. ;ertujuan untuk menurunkan angka kejadian a at /isik maupun mental yang antara lain, a. Penyempurnaan ara pengobatan serta perawatan lanjut. b. 2ehabilitasi sempurna setelah penyembuhan penyakit (rehabilitasi /isik dan mental). . Mengusahakan pengurangan beban sosial penderita, sehingga men egah kemungkinan terputusnya kelanjutan rehabilitasi dan sebagainya. #elain pengetahuan dasar mengenai konsep dasar kesehatan masyarakat, perlu juga kita mngetahui konsep dasar sehat-sakit.

1.! Konsep Pos Pe"ayanan Terpa#u (P$%&'(D))1-*


Posyandu merupakan suatu strategi yang tepat untuk melakukan intervensi pembinaan kelangsungan hidup anak dan pembinaan perkembangan anak. Pengertian posyandu, #uatu bentuk keterpaduan pelayanan kesehatan dan keluarga beren ana yang dilaksanakan di tingkat desa dalam wilayah kerja masing-masing Puskesmas.

#alah satu wujud peran serta masyarakat dalam pembangunan khususnya kshatan, dengan men iptakan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Tu+uan

<ujuan Operasional Meluaskan jangkauan kegiatan program. Meningkatkan akupan kegiatan program. &ntuk lebih mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

<ujuan =angka Panjang:<ujuan Akhir &ntuk dapat menurunkan angka kematian bayi atau !nfant "ortality Rate (IM2). &ntuk dapat menurunkan angka kelahiran atau #irth Rate. Penurunan angka kematian ibu bersalin atau "aternal "ortality Rate (MM2).

Posyandu berlokasi di setiap desa:kelurahan. ;ila diperlukan dan memiliki kemampuan,dimungkinkan untuk didirikan di 20 atau dusun. 'edudukan posyandu terhadap pemerintahan desa:kelurahan adalah sebagai instansi pemerintahan yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan di desa:kelurahan. Posyandu juga sebagai wadah pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan yang se ara kelembagaan dibina oleh pemerintahan desa:kelurahan. 'edudukan posyandu terhadap puskesmas adalah sebagai wadah pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan yang se ara teknis dan medis dibina oleh puskesmas. Puskesmas adalah unit pelaksana teknis Dinas 'esehatan 'abupaten:'ota yang bertanggung jawab melaksanakan pembangunan kesehatan di ke amatan. Pengorganisasian (%truktur $rganisasi) #truktur organisasi poyandu ditetapkan oleh musyawarah masyarakat pada saat pembentukan posyandu. #trktur organisasi tersebut bersi/at /leksibel, sehingga dapat dikembangkan
7

sesuai dengan kebutuhan, kondisi, permasalahan dan kemampuan

sumberdaya. #truktur organisasinya minimal terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara serta kader posyandu yang merangkap sebagai anggoata. Pengelola posyandu Pengelola posyandu dipilih dari masyarakat dan oleh masyarakat pada saat pembentukan posyandu. 'riteria seorang pengelola posyandu adalah sebagai berikut, a. Diutamakan berasal dari para dermawan dan tokoh masyarakat setempat b. Memiliki semangat pengabdian, berinisiati/ tinggi dan mamu memotovasi masyarakat . ;ersedia bekerja se ara sukarela bersama masyarakat Ka#er Posyan#u 'ader posyandu dipilih oleh pengurus Posyandu dari anggota masyarakat yang bersedia, mampu dan memiliki waktu untuk menyelenggarakan kegiatan posyandu. 'riteria kader posyandu adalah sebagai berikut, ;erasal dari anggota masyarakat setempat Dapat memba a dan menulis huru/ latin Mempunyai jiwa pelopor, pembaharu dan penggerak masyarakat ;ersedia bekerja se ara sukarela, memiliki kemampuan dan waktu luang

Program #an %asaran Program &tama, +. 'esehatan Ibu dan Anak ('IA) a. Ibu 1amil Pelayanan yang diberikan kepada ibu hamil antara lain, +. Penimbangan berat badan dan pemberian tablet besi yang dilakukan oleh kader kesehatan. =ika ada petugas puskesmas, ditambah dengan pengukuran tekanan darah dan pemberian imunisasi <etanus <oksoid.

-. Diadakannya kelompok ibu hamil yang setiap hari buka Posyandu atau pada hari lain dengan kegiatan sebagai berikut, Penyuluhan, tanda bahaya pada bumil, persiapan persalinan, persiapan menyusui, '; dan gi3i Perawatan payudara dan pemberian A#I Peragaan pola makan bumil Peragaan perawatan bayi baru lahir #enam bumil b. Ibu %i/as dan Menyusui Pelayanan yang diberikan kepada ibu ni/as dan menyusui men akup, +. Penyuluhan kesehatan, '; (bisa juga kepada P&#), A#I dan gi3i ibu, ibu ni/as, perawatan kebersihan jalan lahir (vagina) -. Pemberian vitamin A dan tablet besi .. Perawatan payudara 4. #enam ibu ni/as 9. =ika ada tenaga kesehatan Puskesmas dan tersedia ruangan, dilakukan pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan payudara, pemeriksaan tinggi fundus dan pemeriksaan lochia$ . ;ayi dan Anak ;alita Pelayanan yang disediakan untuk balita men akup, Penimbangan berat badan Penentuan status pertumbuhan Penyuluhan

=ika ada tenaga kesehatan Puskesmas dilakukan pemeriksaan kesehatan, imuniasasi dan deteksi dini tumbuh kembang. Apabila ditemukan kelainan, segera di rujuk ke puskesmas.

#elain kegiatan di atas Posyandu juga memberikan latihan kepada dukun beranak. -. 'eluarga ;eren ana (';) Pelayanan '; di Posyandu yang dapat diselenggarakan oleh kader adalah pemerian kondom dan pemberian pil ulangan. =ika ada tenaga kesehatan Puskesmas dilakukan suntikan '; dan konseling ';. Apabila tersedia ruangan dilakukan pemasangan I&D .. Pemberantasan Penyakit Menular Pemberantasan penyakit menular dilakukan dengan mengadakan pelayanan imunisasi di Posyandu yang hanya dilaksanakan apabila ada petugas Puskesmas. =enis imunisasi yang diberikan disesuaikan dengan program, baik terhadap bayi, balita atau bumil. Penyakit yang dapat diberikan imunisasinya antara lain, <;8, <etanus, Di/teri, ;atuk 2ejan (Pertusis), *olio %yelitis, 8ampak dan 1epatitis ;. #elain itu dapat juga dilakukan pemberantasan vektor dengan ara penyemprotan menggunakan insektisida, *ogging dan Abatisasi untuk D1*, Oiling, Drynage, genangan air dan perbaikan sistem pembuangan sampah untuk pemberantasan malaria. 4. >i3i Pelayanan dilakukan oleh kader dengan sasaran meliputi bayi, balita, bumil dan 0&#. =enis pelayanan yang diberikan antara lain, penimbangan berat badan, deteksi dini gangguan pertumbuhan, penyuluhan gi3i, pemberian PM<, pemberian vitamin A untuk bayi -? setahun, melakuakan pemeriksaan 1; dan ;; ibu hamil se ara rutin dan pemberian sirup *e.v'husus untuk bumil dan ibu ni/as ditambah dengan pemberian tablet besi serta kapsul yodium untuk yang bertempat tinggal di daerah endemik gondok. #elain itu dilakukan juga pemberian obat a ing untuk anak yang kurang gi3i karena gangguan parasit a ing. Apabila setelah - kali penimbangan tidakada kenaikan dirujuk ke Puskesmas. 9. Pen egahan dan Penanggulangan Diare

10

Pen egahan dilakukan dengan ara penyuluhan Perilaku 1idup ;ersih dan #ehat (P1;#), pemeberian larutan gula garam yang dapat dibuat sendiri oleh masyarakat atau pemberian Oralit yang disediakan Penye"anggaraan Kegiatan 'egiatan diselenggarakan dan dimotori oleh 'ader Posyandu dengan bimbingan teknis dari Puskesmas. =umlah minimal kader untuk setiap posyandu adlaah 9 orang yang sesuai dengan sistem 9 meja. #istem 9 meja disini bukan merujuk pada arti hara/iah meja, melainkan menunjuk pada jumlah jenis pelayanan yang dilaksanakan terpisah. >una meminimalisir kesalahpahaman maka istilah 9 meja diganti menjadi langkah pelayanan. 7angkah-langkah tersebut dapat diuraikan se ara sederhana seperti berikut ini, <abel +.+ Pelayanan pada setiap langkah dan penangguang jawab pelaksanaan

7angkah
Pertama 'edua 'etiga 'eempat 'elima

Pelayanan
Penda/taran Penimbangan Pengisian 'M# Penyuluhan Pelayanan 'esehatan

Pelaksana
'ader 'ader 'ader 'ader Petugas kesehatan dan sektor terkait bersama kader

Pen atatan #an Pe"aporan +. Pen atatan Pen atatan dilakukan oleh kader segera setelah kegiatan dilaksanakan. Pan atatan dilakukan dengan #istem In/ormasi Posyandu (#IP) terlampir, yaitu, a. *ormat +, 8atatan kelahiran dan kematian bayi, ibu hamil dan kematian ibu (hamil, melahirkan, dan ni/as) b. *ormat -, 2egister bayi dan balita di wilayah kerja posyandu . *ormat ., 2egister 0&# dan P&# di wilayah kerja posyandu d. *ormat 4, 2egister bumil di wilayah kerja posyandu e. *ormat 9, Data hasil kegiatan posyandu pada hari buka posyandu
11

-. Pelaporan Pelaporan dilakukan oleh petugas yang telah ditunjuk oleh puskesmas. Posyandu tidak dapat berdiri sendiri tanpa dibimbing oleh Puskesmas. &ntuk itulah, sangat penting untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Puskesmas dan bagaimana peran Puskesmas dalam memberdayakan peran masyarakat dalam rangka meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat. 1asil kegiatan posyandu di atat dalam buku register penimbangan balita dengan pengisian kolom-kolom hasil penimbangan dengan kode-kode tertentu seperti dibawah ini , # @ =umlah balita yang ada, ' @ =umlah balita yang terda/tar dan mempunyai 'M#, % @ =umlah balita yang naik timbangannya, < @ =umlah balita yang tidak naik timbangannya, O @ =umlah balita yang ditimbang bulan ini, tetapi tidak ditimbang bulan lalu ; @ =umlah balita yang pertamakali hadir dipenimbangan bulan ini, D @ =umlah balita yang ditimbang bulan ini, A @ =umlah balita yang tidak ditimbang bulan ini, A @ =umlah balita yang berada dibawah garis merah $ang menjadi indikator posyandu adalah #'D% (#asaran 'M# Datang %aik), # @ =umlah semua balita yang berada di wilayah kerja, ' @ =umlah semua balita yang terda/tar dan telah mendapatkan 'M#, D @ =umlah balita yang ditimbang, % @ =umlah balita yang naik berat badannya. #'D% dibuat berbentuk kolom atau balok-balok yang memberikan gambaran mengenai keberhasilan kegiatan program di suatu wilayah kerja.

12

<ujuan balok #'D% adalah , +. Agar semua balita yang berada di wilayah kerja terda/tar dan mendapat 'M# -. #emuanya hadir untuk ditimbang dan semua balita naik berat badannya, sehingga

#@'@D@%

1.* Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas)1,1,


Pengertian Puskesmas Puskesmas adalah unit pelaksanaan teknis Dinas 'esehatan 'abupaten:'ota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan disuatu wilayah. +. &nit Pelaksanaan <eknis #ebagai &nit Pelaksanaan <eknis Dinas 'esehatan 'abupaten:'ota (&P<D), Puskesmas berperan menyelenggarakan sebagian dari tugas teknis operasional Dikes 'abupaten:'ota dan merupakan unit pelaksaan tingkat pertama serta ujung tombak pembangunan kesehatan di Indonesia. -. Pembangunan 'esehatan Pembangunan kesehatan adalah penyelenggaraan upaya kesehatan oleh bangsa Indonesia untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. .. Pertanggungjawaban Penyelenggaraan Penanggung jawab utama penyelenggaraan seluruh upaya pembangunan kesehatan di wilayah 'abupaten:'ota adalah Dikes 'abupaten:'ota, sedangkan puskesmas bertanggung jawab hanya untuk sebagai upaya pembangunan kesehatan yang dibebankan oleh Dikes 'abupaten:'ota sesuai dengan kemampuannya. 4. 0ilayah 'erja

13

#e ara nasional, standar wilayah kerja puskesmas adalah satu ke amatan, tetapi apabila di satu ke amatan terdapat lebih dari satu Puskesmas, dengan memperhatikan keutuhan konsep wilayah. A. *ungsi Puskesmas a. Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan Puskesmas selalu berupaya menggerakan dan memantau penyelenggaraan pembangunan lintas sektor termasuk oleh masyarakat dan dunia usaha di wilayah kerjanya, sehingga berwawasan serta mendukung pembangunan kesehatan. b. Pusat pemberdayaan masyarakat Puskesmas selalu berupaya agar perorangan terutama pemuka masyarakat, keluarga dan masyarakat termasuk dunia usaha memiliki kesadaran, kemauan, dan kemampuan melayani diri sendiri dan masyarakat untuk hidup sehat berperan akti/ dalam memperjuangkan kepentingan kesehatan. . Pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama Puskesmas bertanggung jawab menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama se ara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan ;. 'egiatan Pokok Puskesmas +. 'esehatan Ibu dan Anak -. 'eluarga ;eren ana .. >i3i 4. 'esling 9. Pen egahan dan pemberantasan penyakit 6. ;alai pengobatan dan &>D B. Penyuluhan 'esehatan Masyarakat 5. 'esehatan Olahraga

14

C. Perawatan 'esehatan Masyarakat +D. &saha 'esehatan #ekolah ++. 'esehatan 'erja +-. 'esehatan gigi dan mulut +.. 'esehatan jiwa +4. 'esehatan mata +9. 7aboratorium sederhana +6. Pen atatan dan Pelaporan +B. 'esehatan lansia +5. Pembinaan kesehatan tradisional +C. 'esehatan remaja -D. Dana #ehat (=P'M) 8. 'edudukan Puskesmas 'edudukan puskesmas dibedakan menurut keterkaitannya dengan sistem kesehatan nasional, sistem kesehatan kabupaten:kota dan sistem pemerintahan daerah, +. #istem kesehatan %asional 'edudukan puskesmas dalam sistem 'esehatan %asional adalah sebagai sarana pelayanan kesehatan tingkat pertama yang bertanggung jawab menyelenggarakan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya. -. #istem kesehatan 'abupaten:'ota 'edudukan puskesmas dalam sistem pemeritahan kesehatan kabupaten:kota adalah sebagai unit pelaksana teknis Dikes 'abupaten:'ota yang bertanggung jawab menyelenggrakan sebagian tugas .. #istem Pemerintah Daerah

15

'edudukan puskesmas dalam #istem Pemerintahan Daerah adalah sebagai unit pelaksanaan teknis dinas kesehatan kabupaten:kota yang merupakan unit struktural pemerintahan Daerah 'abupaten:'ota yang merupakan unit struktural Pemerintahan Daerah 'abupaten:'ota bidang kesehatan di tingkat ke amatan. 4. Antara sarana pelayanan kesehatan tingkat pertama Di wilayah kerja puskesmas terdapat berbagai organisasi pelayanan kesehatan tingkat pertama yang dikelola oleh lembaga masyarakat dan swasta seperti praktek dokter. D. #truktur Organisasi #truktut organisasi puskesmas tergantung dari kegiatan dan beban tugas masingmasing Puskesmas. #e ara a uan dapat dipergunakan pola struktur organisasi puskesmas sebagai berikut, a. &nsur pimpinan b. &nsur sta/ administrasi . &nsur sta/ teknis d. &nsur jaringan pelayanan A. #istem 2ujukan #istem rujukan upaya kesehatan adalah suatu sistem jaringan /asilitas pelayanan kesehatan yang memungkinkan terjadinya penyerahan tanggung jawab se ara timbal balik atas masalah yang timbul, baik se ara vertikal maupun hori3hontal kepada /asilitas pelayanan yang lebih baik, terjangkau dan rasional serta tidak dibatasi oleh wilayah administrati/. =enis #istem 2ujukan <erdapat - jenis istilah rujukan yaitu, +. 2ujukan Medik , kepala Puskesmas , &nit <ata &saha

16

Pelimpangan tanggung jawab se ara timbal balik atas satu kasus yang timbal balik atas satu kasus yang timbul baik se ara vertikal maupun horishontal kepada yang lebih berwewenang dan mampu menanganinya se ara rasional. -. 2ujukan 'esehatan 1ubungan dalam pengiriman, pemeriksaan bahan atau spesimen ke /asilitas yang lebih mampu dan lengkap. ;erdasarkan tingkatnya dibagi menjadi, +. 2ujukan vertikal Pelimpangan tanggung jawab se ara timbal balik atas masalah kesehatan yang ditemui kepada tingkat pelayanan kesehatan yang lebih tinggi yang meliputi, Masyarakat ke puskesmas Puskesmas pembantu dan puskesmas ke amatan Puskesmas dan rumah sakit, laboratorium atau /asilitas pelayanan kesehatan lainnya -. 2ujukan 1ori3hontal Pelimpangan tanggung jawab se ara timbal balik atas satu kasus yang timbul baik dalam tingkatan pelayanan yang sama yang meliputi, Internal antar petugas di satu rumah sakit Antar suatu puskesmas dan puskesmas lainnya Antar rumah sakit, laboratorium atau /asilitas lain di rumah sakit

&ntuk meman/aatkan tenaga kader yang ada di masyarakat, selain beberapa pelatihan di atas, penanaman akan konsep gi3i dan penyakit menular pun harus kita tanamakan dalam benak mereka. Apalagi dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, perlu adanya pemahaman tentang gi3i masyarakat dan bagaimana sebuah penyakit dapat menular pada suatu daerah.

17

1.4 -i.i Masyarakat


Dalam kehidupan manusia sehari-hari, orang tidak terlepas dari makanan karena makanan adalah salah satu persyaratan pokok utama manusia, di samping udara (oksigen). Pemberian makanan yang sebaik-baiknya bertujuan sebagai berikut,9,6 +. Memberikan nutrien yang ukup untuk memelihara kesehatan dan memulihkannya bila sakit, melaksanakan berbagai jenis akti/itas serta pertumbuhan. -. Mendidik kebiasaan tentang memakan, menyukai makanan yang baik serta diperlukan oleh tubuh. .. Memelihara proses tubuh dalam pertumbuhan:perkembangan serta mengganti jaringan tubuh yang rusak. 4. ;erperan dalam mekanisme pertahanan tubuh terhadap berbagai penyakit. ;eberapa istilah yang dipelajari dalam gi3i adalah sebagai berikut, %utrien adalah 3at yang menyususn bahan makanan seperti, air, protein, lemak, vitamin dan mineral. Re&uirement ialah kebutuhan seseorang untuk sesuatu nutrien. 'ebutuhan dapat bersi/at optimum, minimum, dan maksimum. Dengan adanya intake atau recommended intake kita dapat mengukur berapa banyak kebutuhan individu. Eariasi dalam kebutuhan sangat besar, misalnya kebutuhan kalori pada bayi yang lemah mungkin hanya BD kkal:kg sehari, sedangkan pada bayi yang sering menangis dapat sampai +.D kkal:kg. #aham "akanan adalah merupakan hasil produksi pertanian, perikanan dan peternakan. "akanan adalah jenis makanan dan hidangan,yang meliputi segala sesuatu yang dapat dimakan. -i.i K"inik #an -i.i Masyarakat Masalah gi3i merupakan sindroma kemiskinan yang erat kaitannya dengan masalah ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. Dilihat dari segi si/atnya ilmu gi3i dibedakan menjadi dua, yaitu gi3i yang berkaitan dengan kesehatan perorangan yang disebut gi3i kesehatan perorangan dan gi3i yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat yang disebut gi3i
18

kesehatan masyarakat (publi health nutri ion). 'edua si/at keilmuan ini akhirnya masingmasing berkembang menjadi abang ilmu sendiri, yaitu abang ilmu gi3i kesehatan perorangan atau disebut gi3i klinik ( lini al nutrition) dan abang ilmu gi3i kesehatan masyarakat atau gi3i masyarakat ( ommunity nutrition).9 'edua abang ilmu gi3i dibedakan berdasarkan hakikat masalahnya. >i3i klinik berkaitan dengan nasabah gi3i pada individu yang sedang menderita gangguan kesehatan akibat kekurangan atau kelebihan gi3i. Oleh sebab itu, si/at dari gi3i klinik adalah lebih menitikberatkan pada kurati/ daripada preventi/ dan promoti/nya. #edangkan gi3i masyarakat berkaitan dengan gangguan gi3i pada kelompok masyarakat. Oleh sebab itu, si/at dari gi3i masyarakat lebih ditekankan pada pen egahan (preventi/) dan peningkatan (promosi).9 Oleh karena si/at kedua keilmuan ini berbeda maka akan menyebabkan perbedaan jenis pro/esi yang menangani kedua pokok masalah tersebut. >i3i klinik berurusan dengan masalah klinis pada individu yang mengalami gangguan gi3i maka pro/esi kedokteranlah yang lebih tepat untuk menanganinya. #ebaliknya gi3i masyarakat yang berurutan dengan gangguan gi3i pada masyarakat, di mana masyarakat mempunyai aspek yang sangat luas maka penanganannya harus se ara multisektor dan multidisiplin. Pro/esi dokter seja belum ukup untuk menangani masalah gi3i masyarakat.9 Masalah gi3i masyarakat bukan menyangkut aspek kesehatan saja, melainkan aspekaspek terkait yang lain, seperti ekonomi, sosial-budaya, pendidikan, kependudukan, dan sebagainya. Oleh sebab itu, penanganan atau perbaikan gi3i sebagai upaya terapi tidak hanya diarahkan pada gangguan gi3i atau kesehatan saja, melainkan juga kearah bidang-bidang yang lain.9 Pengukuran %tatus -i.i Masyarakat Inidikator yang paling utama untuk mengukur status gi3i masyarakat adalah bayi dan anak balita karena bayi dan anak balita adalah kelompok yang rentan terhadap berbagai ma am penyakit kekurangan gi3i. #tudi-studi telah menguji berbagai pengukuran status gi3i dan membuat berbagai rekomendasi. 0attelow (+CB.) menyarankan, untuk pengukuran status gi3i pada ini digunakan ukuran berat badan per tinggi badan. #edangkan ukuran tinggi badan badan per umur hanya o ok untuk mengukur status gi3i pada saat yang lalu. Pada umumnya para peneliti enderung mengadu kepada standar 1arvard dengan berbagai modi/ikasi. Di bawah
19

ini diuraikan 4 ma am ara pengukuran yang sering digunakan di bidang gi3i masyarakat serta klasi/ikasinya, +. ;erat badan per umur ;erdasarkan klasi/ikasi dari &niversitas 1arvard, keadaan gi3i anak diklasi/ikasikan menjadi . tingkat, yaitu, >i3i lebih (over 'eight) >i3i baik ('ell nourished) >i3i kurang (under 'eight) yang men akup kekurangan kalori dan protein (''P) tingkat I dan II 'alsi/ikasi dari standar 1arvard yang sudah dimodi/ikasi tersebut adalah, >i3i baik adalah apabila berat badan bayi:anak menurut umurnya lebih dari 5DF standar 1arvard. >i3i kurang adalah apabila berat badan bayi:anak menurut umurnya berada 6D,+5DF standar 1arvard >i3i buruk adalah apabila berat badan bayi:anak menurut umurnya 6DF atau kurang dari standar 1arvard -. <inggi badan menurut umur ;erdasarkan klasi/ikasi dari &niversitas 1arvard, diklasi/ikasikan menjadi . tingkat, yaitu, >i3i baik adalah apabila tinggi badan bayi:anak menurut umurnya lebih dari 5DF standar 1arvard. >i3i kurang adalah apabila tinggi badan bayi:anak menurut umurnya berada BD,+5DF standar 1arvard >i3i buruk adalah apabila tinggi badan bayi:anak menurut umurnya BDF atau kurang dari standar 1arvard .. ;erat badan menurut tinggi
20

Pengukuran ini diperoleh dengan mengkombinasikan berat badan dan tinggi badan per umur menurut standar 1arvard, >i3i baik adalah apabila berat badan bayi:anak menurut panjang:tingginya lebih dari CDF standar 1arvard. >i3i kurang adalah apabila berat badan bayi:anak menurut panjang:tingginya berada BD,+-CDF standar 1arvard. >i3i buruk adalah apabila berat badan bayi:anak menurut panjang:tingginya BDF atau kurang dari standar 1arvard. 4. 7ingkaran lengan atas (77A) menurut umur Pengukuran menga u kepada standar 0olanski, >i3i baik adalah apabila 77A bayi:anak menurut umurnya lebih dari 59F standar 0olanski. >i3i kurang adalah apabila 77A bayi:anak menurut umurnya berada BD,+-59F standar 0olanski. >i3i buruk adalah apabila 77A bayi:anak menurut umurnya tingginya BDF atau kurang dari standar 0olanski.

1.5 /munisasi
Pengertian Imunisasi adalah suatu ara untuk menimbulkan:meningkatkan kekebalan seseorang se ara akti/ terhadap suatu penyakit, sehingga bila kelak ia terpapar dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau sakit ringan. Tenaga Pe"aksana /munisasi #tandar tenaga pelaksana di tingkat pusksmas adalah petugas imunisasi dan pelaksana cold chain. Petugas imunisasi adalah tenaga perawat atau bidan yang telah mengikuti pelatihan, yang tugasnya memberikan pelayanan imunisasi dan penyuluhan. Pelaksana old hain adalah tenaga yang berpendidikan minimal #MA atau #M' yang telah mengikuti pelatihan cold chain, yang tugasnya mengelola vaksin dan merawat lemari es, men atat suhu lemari es, men atat pemasukan dan pengeluaran vaksin serta mengambil vaksin di
21

kabupaten:kota sesuai kebutuhan per bulan. Pengelola program imunisasi adalah petugas imunisasi, pelaksana cold chain atau petugas lain yang telah mengikuti pelatihan untuk pengelola program imunisasi, yang tugasnya membuat peren anaan vaksin dan logistik lain, mengatur jadwal pelayanan imunisasi, menge ek atatan pelayanan imunisasi, membuat dan mengirim laporan ke kabupaten:kota, membuat dan menganalisis P0# bulanan, dan meren anakan tindak lanjut. &ntuk meningkatkan pengetahuan dan:atau ketrampilan petugas imunisasi perlu dilakukan pelatihan sesuai dengan modul latihan petugas imunisasi.Pelatihan teknis diberikan kepada petugas imunisasi di puskesmas, rumah sakit dan tempat pelayanan lain, petugas old hain di semua tingkat. Pelatihan manajerial diberikan kepada para pengelola imunisasi dan supervisor di semua tingkat.

1.0 Demogra1i Kepen#u#ukan #an K2


Pengertian Demogra/i berasal dari kata demos yang berarti rayat atau penduduk dan grafein yang berarti menulis. =adi, dempgra/i berarti tulisan-tulisan atau karangan-karangan mengenai penduduk. De/inisi demogra/i yaitu, #tudi ilmiah yang menyangkut masalah kependudukan terutama dalam kaitannya dengan jumlah, struktur dan perkembangan suatu penduduk. Merupakan studi statistik dan matematik tentang besar, komposisi, distribusi penduduk dan perubahan-perubahannya sepanjang masa melalui bekerjanya lima komponen demogra/i yaitu, kelahiran, kematian, perkawinan dan mobilitas sosial. Ruang Lingkup Demogra/i men akup batasan-batasan umum kematian, kelahiran, migrasi dan perkawinan dengan proses penduduk dan hukum pertumbuhan penduduk. #edankan menurut Adolphe 7aundry (+C.B) demogra/i /ormal bersi/at analisis matematis dan teknik-teknik sosiologi al. Demogra/i atau population studies adalah penghubung antara penduduk dan sistem sosial. Tu+uan #an Kegunaan

22

<ujuan dan kegunaan demogra/i adalah sebagai berikut, Mempelajari kuantitas dan distribusi penduduk dalam suatu daerah tertentu. Menjelaskan pertumbuhan, masa lampau, penurunan, dan persebarannya. Menggambarkan hubungan sebab akibat antara perkembangan penduduk dengan berma am-ma am aspek organisasi sosial. Men oba meramalkan pertumbuhan penduduk di masa yang akan datang dan kemungkinan-kemungkinan konsekuensinya. Ke3i+aksanaan Kepen#u#ukan 1al ini merupakan hal yang relati/ baru, antara lain meliputi, Penyediaan lapangan kerja untuk penduduk yang menghendakinya Memberikan kesempatan pendidikan Meningkatkan kesejahteraan penduduk

'ebijaksanaan untuk menanggapi perubahan penduduk antara lain, pendirian sekolahsekolah untuk menampung peningkatan jumlah anak-anak yang disebabkan oleh penurunan angka kematian anak-anak. Program-Program Kepen#u#ukan Adapun program-program kependudukan antara lain, 'egitan '; Peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak <ransmigrasi Masa"ah Kepen#u#ukan #i /n#onesia ;erikut ini adalah masalah kependudukan di Indonesia,
23

=umlah penduduk relati/ besar

7aju pertumbuhan penduduk tinggi 'epadatan penduduk, penyebaran tidak merata #usunan usia penduduk tak seimbang Mobilitas tak serasi dan arus urbanisasi tinggi Pengertian #an De1inisi yang Terkait #engan K2

'; ('eluarga ;eren ana) adalah suatu ara untuk mengatur interval di anta kehamilan, mendapatkan kelahiran yang memang diinginkan, menghindari kelahiran yang tidak diinginkan, mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan usia suami-istri, dan menentukan jumlah anak dalam keluarga. 'ontrasepsi dalah usaha untuk men egah kehamilan. +. Akseptor '; (peserta ';) Pasangan usia subur di mana salah seorang daripadanya menggunakan salah satu ara:alat kontrasepsi untuk tujuan pen egahan kehamilan, baik melalui program maupun nonprogram. -. Akseptor ;aru Pasangan usia subur yang baru pertama kali menggunakan salah satu ara:alat kontrasepsi yang berakhir dengan keguguran. ara:alat

kontrasepsi dan:atau pasangan usia subur yang menggunakan kembali salah satu

.. Pasangan &sia #ubur (P&#) Pasangan suami istri yang saat ini hidup bersama, baik bertempat tinggal resmi dalam satu rumah ataupun tidak,di mana usia istri antara +9 sampai 44 tahun. 4. 8ara 'ontrasepsi Modern 8ara atau alat kontrasepsi yang digunakan untuk men egah:menjarangkan kehamilan. 'ompoonan yang termasuk ara:alat kontrasepsi ini adalah I&D, pil, suntikan,

24

kondom, diag/ragma, vaginal tablet:jeli:/oam, juga sterilisasi baik untuk wanita maupun pria. 9. (urrent )ser-8& (peserta '; akti/) Pasangan usia subur yang pada saat ini masih menggunakan salah satu ara:alat kontrasepsi. *$ Ever )ser Pasangan usia subur yang pernah menggunakan salah satu ara:alat kontrasepsi baik sekarang masih menggunakan maupun tidak menggunakan lagi. B. Akseptor Akti/ 'embali P&# yang telah berhenti menggunakan selama . bulan atau lebih yang tidak diselingi oleh suatu kehamilan dan kembali menggunakan ara kontrasepsi. 5. 'elahiran <er egah (#irth Prevented) 'ebanyakan kelahiran dapat di egah karena pasangan-pasangan usia subur menggunakan salah satu ara:alat kontrasepsi. %asaran K2 +. #asaran langsung, P&# +9-+C tahun yang se ara bertahap menjadi peserta '; yang akti/ sehingga memberi e/ek langsung penurunan kehamilan. -. #asaran tidak langsung, organisasi-organisasi, lembaga-lembaga kemasyarakatan, instansi-instansi pemerintah maupun swasta dan tokoh masyarakat yang diharapkan dapat memberi dukungan pelembagaan. ;erikut ini adalah jenis-jenis kontrasepsi,
25

'ontrasepsi alamiah Pantangan berkala Metode lendir serviks Metode suhu basah

'ontrasepsi barier 'ondom Diag/ragma Obat-obatan spermatisid, baik dalam bentuk jeli, tablet busa, supositoria, dan tisu ';. A'D2 (Alat 'ontrasepsi Dalam 2ahim) atau I&D 'ontrasepsi hormonal Pil '; suntik Implant:A';' (Alat 'ontrasepsi ;awah 'ulit) Dari semua pemahaman konsep di atas, diharapkan agar pemberdayaan masyarakat

dapat berguna dalam rangka mewujudkan Indonesia #ehat -D+D. &ntuk itulah pemahaman tentang Indonesia #ehat -D+D harus diketahui dan dipahami oleh setiap individu terkhususnya kader kesehatan dan petugas kesehatan nanti.

'A#IMP&7A%

Pemberdayaan peran serta masyarakat bukanlah suatu hal yang mudah. Pemahaman tentang konsep dasar kesehatan masyarakat, konsep peran serta masyarakat, konsep sehatsakit haruslah menjadi pemahaman mendasar pada diri masing orang. %amun, bukan hanya itu, konsep Posyandu, Puskesmas, gi3i masyarakat, penyakit menular, dan demogra/i kependudukan harus dipahami dengan benar, agar peran serta masyarakat bisa diberdayakan

26

dengan maksimal dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan terwujudnya I%DO%A#IA #A1A< -D+D.

DA*<A2 P&#<A'A

+. #ya/rudin, <heresia, =omina.Ilmu kesehatan masyarakat untuk kebidanan. =akarta, <rans In/o Media, -DDC. -. 1eru A. 'ader 'esehatan Masyarakat. =akarta, Penerbit ;uku 'edokteran, -DD-.

27

.. Posyandu. Pedoman umum pengelolaan posyandu. =akarta, Depkes 2I, -DD5. 4. Mubarak 0.I, 8hayanti %. Ilmu kesehatan masyarakat, teori dan aplikasi. =akarta, #alemba Medika, -DDC. 9. %otoatmodjo #. 'esehatan masayarakat ilmu dan seni. =akarta, 2ineka 8ipta, -DDB. 6. Maulana 1 D =. Promosi kesehatan. =akarta, ;uku kedokteran A>8, -DDB. B. Arias'.M. Investigasi dan pengendalian wabah di /asilitas pelayanan kesehatan. =akarta, Penerbit ;uku 'edokteran, -DD.. 5. Andai $ani. Pengertian program kesehatan masyarakat. Adisi - =uli -D+D. Diunduh dari &27, http,::id.shvoong. om:medi ine-and-health:epidemiology-publi health:-D-DDD4-pengertian-program-kesehatan- . Desember -D+D. C. #oedarto. Penyakit menular di Indonesia. =akarta, #agung #eto, -DDC. +D. Departemen 'esehatan 2I. Pedoman kerja puskesmas. Eol,IE. =akarta,;akti 1usada, +CC+ ++. Asmadi. 'onsep dasar keperawatan. =akarta, Penerbit ;uku 'edokteran. -DD5

28