Anda di halaman 1dari 9

Tugas Individu Blok XVIII Unit Pembelajaran 4

GANGGUAN URINASI PADA ANJING

Nama NIM Ke#$m%$&

: Andreas Bandang Hardian : 10/300017/KH/06 !" :!

FAKULTAS K !"KT #A$ % &A$ U$IV #SITAS 'A!(A% )A!A *"'*AKA#TA +,-.

Learning Objective I. Apa saja macam-macam penyakit infeksius yang menyerang sistem uropoetika anjing? (meliputi etiologi, pathogenesis, gejala klinis, diagnosis, dan terapi) II. Jelaskan mengenai urinalisis mulai dari sampling hingga pemeriksaan! I. Apa saja macam-macam penyakit infeksius yang menyerang sistem uropoetika anjing? (meliputi etiologi, pathogenesis, gejala klinis, iagnosis, an terapi! A. "ystitis #tiologi an patogenesis$ ystitis adalah radang aki!at infeksi !akteri pada dinding "esica urinaria. Infeksi urethra pada he#an jantan atau !etina sering disertai cystitis. $aktor predisposisi lain adalah pertam!ahan umur, dia!etes mellitus, dan terapi kortikosteroid !erkepanjangan. %ada pejantan, dapat dise!a!kan oleh prostatitis. Anjing yang menderita dalam #aktu lama tanpa pego!atan memiliki risiko yang !esar sehingga !isa !erkem!ang menjadi cystitis. &rolith dapat muncul dalam cystitis. 'akteri mem!entuk nidus di mana !atu ter!entuk. %ejala klinis an iagnosis$ urinasi yang menyakitkan dan sering, urin dapat terlihat !erka!ut dan !aunya a!normal, !etina dengan cystitis akan menjilati "ul"a dan terdapat leleran nanah dari "agina, urinalisis menunjukkan adanya !akteri, leukosit, dan eritrosit. &erapi an pencegahan$ cystitis harus ditangani segara untuk mencegah infeksi pada ginjal. Anti!iotik oral maupun parenteral efektif mela#an !akteri. Anti!iotik di!erikan selama (-) minggu, setelah itu urin harus dianalisis kem!ali untuk memastikan infeksi telah dieleiminasi. '. (rostatitis #tiologi an pathogenesis$ %rostatitis adalah radang aki!at infeksi !akteri di glandula protata, umumnya diikuti cystitis. 'akteri menginfeksi secara ascenden dan melepaskan faktor "irulensi sehingga merusak sel-sel jaringan prostat sehingga menye!a!kan radang. %ejala klinis an iagnosis$ *ejala prostatitis akut adalah demam, depresi, muntah, diare, dan urinasi yang menyakitkan. Anjing punggungnya melengkung dan perutnya !erkerut. +ekret !erdarah atau purulent dapat muncul dari prepucium. *landula prostate mem!esar, !engkak. %rostatitis !isa melanjut menjadi kronis dan menye!a!kan infertilitas. ,iagnosis dengan pengamatan gejala klinis, urinalisis, palpasi pada glandula prostate. +ekret prostat dapat diam!il untuk kepentingan kultur dan sitology. &erapi an pencegahan$ -etika diagnosis telah ditegakkan, anjing di!erikan anti!iotik oral !erdasar diagnosis kultur dan tes sensiti"itas. Anti!iotik sulit penetrasi pada prostat yang !engkak sehingga di!utuhkan adminisrasi jangka panjang. .eutering dapat mengurangi

gejala dan prostatitis turunan. %em!edahan prostat !isa dilakukan !ila terjadi komplikasi serius seperti a!ses prostate. ". (yelonefritis #tiologi an pathogenesis$ %yelonefritis adalah radang aki!at infeksi !akteri ke ginjal, meliputi pel"is renalis dan ureter. -e!anyakan kasus dise!a!kan karena infeksi ascenden dari "esica urinaria. +elain itu, infeksi juga dapat melalui darah. %ejala klinis mem!ungkuk an iagnosis$ %yelonefritis akut !ermula dari demam, kehilangan nafsu karakteristiknya. 'e!erapa anjing memperlihatkan gejala makan, muntah, dan nyeri pada punggung !a#ah. -aki yang kaku dan punggung yang merupakan kesakitan saat urinasi. %yelonefritis kronis merupakan penyakit jangka panjang yang dapat dia#ali atau tidak dia#ali dengan pyelonefriitis akut. *ejalanya adalah kehilangan nafsu makan, kehilangan !erat !adan, dan urinasi !erle!ih serta kehausan. %enyakit ini dapat terjadi dalam jangka #aktu !ulan atau tahun dan memuncak pada gagal ginjal. %ada pemeriksaan mikroskopik, urin mengandung leukosit dan epitel tu!ulus ginjal. &ltrasonografi renal dapat menunjukkan pem!esaran ginjal atau dilatasi pel"is renalis. &erapi an pencegahan$ Infeksi ginjal sulit untuk dieliminasi dan perlu menghilangkan faktor predisposisinya. %yelonefrits dapat diterapi dengan anti!iotik yang dipilih !erdasar tes sensiti"itas !akteri. Anti!iotik harus dilanjutkan hingga /-0 minggu. &rin harus diam!il untuk kultur !akteri kem!ali selama terapi untuk memastikan anti!iotik yang dipilih sesuai mem!asmi !akteri. +etelah terapi, penting untuk melakukan kem!ali kultur !akteri dari urin, dilakukan ) kali dalam inter"al /-0 minggu se!elum memastikan anjing !enar-!enar sem!uh. ). *efritis an *efrosis #tiologi an pathogenesis$ .efritis dan nefrosis adalah penyakit ginjal yang menye!a!kan kelukaan dan gagal ginjal.efritis adalah radang yang !erhu!ungan dengan penyakit infeksius, termasuk canine hepatitis, canine ehrlichiosis, 1yme disease, 2ocky 3ountain spotted fe"er, dan lain-lain. Anjing dengan erythematosus lupus sistemik dan pankreatitis kronis dapat !erkem!ang menjadi nefritis. %redisposisi familial untuk suatu kondisi yang dise!ut glimerulonefritis muncul pada ,o!erman %inchers, +amoyeds, dan 'ull 4errier. %ada 'ull 4errier, ini merupakan masalah dominan autosomal..efrosis adalah hasil dari peru!ahan degenaratif yang dise!a!kan oleh toksin dan poison yang menyerang ginjal atau melalui ischemia (gangguan aliran darah ke ginjal). .efrotoksin yang paling penting adalah aspirin, i!uprofen, dan !uta5olidin. Anti!iotik tertentu !ersifat nefrotoksin, khususnya ketika di!erikan untuk periode yang panjang atau dosis tinggi, di antaranya polymi6in ', gentamicin, amphotericin ', dan kanamycin.

%ejala klinis an iagnosis$ +indroma nefrotik !isa !erkem!ang di anjing dengan nefritis atau nefrosis. +ejumlah !esar protein diekskresikan dalam urin dari ginjal yang rusak. Aki!atnya, tingkat protein serum menjadi rendah. 7asilnya adalah hilangnya cairan dalam darah, dengan tim!unan cairan di kaki (edema), rongga perut (ascites), dan rongga dada (pleural effusion). -aki yang mem!engkak dan pot-!elly ri sindroma nefrotik menye!a!kan gagal jantung kongesti sisi kanan. . ,iagnosis dari nefritis dan nefrosis dilakukan dengan !iopsi ginjal. &erapi an pencegahan$ Jika masih !ertahan, nefritis dan nefrosis dapat dio!ati dengan pengo!atan yang sama dengan uremia. II. +elaskan mengenai urinalisis mulai ari sampling hingga pemeriksaan, A.-oleksi an (reservasi .pesimen /rin 8. -oleksi langsung &rin dari ke!anyakan he#an dapat dikoleksi dengan menampung secara langsung untuk analisis. Jika penampungan dilakukan secara langsung saat he#an melakukan urinasi, "ul"a atau prepucium harus di!ersihkan dari semua kontaminasi. -ontaminasi sedikit feses atau material prepucium akan mengganggu pengam!ilan kesimpulan. %enggunaan dua container, dilakukan untuk !erjaga-jaga !ila pengam!ilan sampel kedua yang melalui micturisi tidak dapat dikoleksi, akan meminimalisasi kontaminasi. 9alau demikian, sulit menentukan apakah urin terkontaminasi atau tidak. (. -ateterisasi -ateterisasi adalah metode koleksi urin dengan memasukkan kateter hingga "esica urinaria. +etiap langkah kateterisasi harus dilakukan secara legeartis untuk menghindari trauma pada dinding "esica urinaria. 4rauma dapat diminimalisir dengan melu!rikasi ujung distal kateter dengan lu!rikan cair steril. &ntuk menghindari trauma, anestesi local untuk urethra dapat diinduksi dengan anestetika topical. &ntuk mencapai asepsis selama kateterisasi, area periurethral harus di!ersihkan dengan sa!un atau air se!elum pemasangan kateter. -ateter harus steril dari kontaminasi !aik dari tangan paramedis atau dari kulit atau ram!ut pasien. Jika sulit dalam memasukkan kateter, kateter harus segera ditarik keluar, relu!rikasi, dan dimasukkan kem!ali dengan gerakan rotasi. 'ila masih sulit, !isa digunakan ukuran kateter yang le!ih kecil. +etelah kateter diintroduksi melalui urethra, kateter harus ditempatkan sedemikian sehingga ujung kateter yang masuk !erada pada leher yang menghu!ungkan "esica urinaria dengan urethra. %engam!ilan urin !isa dilakukan dengan mem!iarkan urin mengalir dengan sendirinya atau dengan aspirasi melalui spuit. &rin yang mengalir pertama harus di!uang karena sering mengandung kontaminan dari de!ris yang terakumulasi selama kateterisasi. +ampel yang dikoleksi dengan

kateterisasi sering mengandung sedikit eritrosit. -arena trauma aki!at kateterisasi !isa !eraki!at pada infeksi saluran urninasi !a#ah, se!aiknya kateterisasi tidak dilakukan !erulang dalam #aktu dekat. ). ystocentesis 3etode ini dilakukan secara khusus untuk mendapatkan sampel untuk kultur !akteri se!agai pendukung urinalisis. 3etode ini dilakukan !ilamana "esica urinaria sedang terisi urin yang cukup dan dapat terpalpasi sehingga memungkinkan menusukkan jarum tanpa merusak organ sekitarnya. -ulit harus di!ersihkan dan disiapkan secara aseptic. :esica urinaria dapat diketahui letaknya melalui palpasi a!dominal dan difiksasi secara manual. +puit (;-(< ml) dengan jarum ((<-(= gauge, 8,; inchi panjangnya) ditusukkan melalui dinding a!domen menuju "esica urinaria. Jarum harus ditusukkan !e!erapa cm di kranial leher "esica. :esica akan !erkurang ukurannya sejalan dengan ditariknya urin. Jarum harus ditusukkan dengan mem!entuk sudut untuk menyegel luka secara cepat selama penarikan jarum dari "esica. 3etode ini kontraindikasi untuk pasien dengan atoni "esica urinaria. =. %enekanan manual "esica urinaria :esica dapat dideteksi dengan palpasi a!dominal. %enekanan dilakukan pada kondisi he#an !erdiri. %enekanan dilakukan dengan menekan "esica dengan seluruh jari secara kontinyu hingga sphincter urethra relaksasi dan urin dikeluarkan. Jika metode ini dilakukan ketika "esica terisi sangat penuh, dapat menye!a!kan rupture organ. ;. %enyimpanan &rinalisis harus dilakukan segera setelah dilakukan koleksi urin. %eru!ahan kimia dan sitology dapat terjadi secara cepat pada urin, khususnya jika specimen diletakkan dalam temperature ruang. 'akteri, jika ada, akan mem!elah secara cepat dan !ila organisme mampu mengolah urea, akan meningkat kan p7. >at terlarut dalam urin dapat terkristal sehingga mengu!ah penampakan makroskopik dan mikroskopik dari urin. 'e!erapa sel akan mengalami autolysis. Jika tidak mungkin melakukan analisis pada urin segar, specimen dapat disimpam dalam suhu refrigerator , tetapi harus dihangatkan dalam suhu ruang dulu se!elum pemeriksaan. Jika tidak memungkinkan memasukkan specimen ke dalam kulkas, penam!ahan toluene menjadi satu cara preser"asi urin yang !aik. -ristal thymol juga dapat digunakan untuk preser"asi urin. '. (emeriksaan 0akroskopik .pesimen /rin 8. :olume urin :olume urin tergantung pada !e!erapa faktor, termasuk asupan air dan cairan lainnya, kondisi lingkungan, diet, dan ukuran serta akti"itas he#an. Anjing memproduksi urin !erkisar 8(-8< ml?l! !erat !adan?(= jam dan kucing =,;-@ ml?l! !erat !adan?(= jam. %ada he#n normal, "olume urin yang tinggi !iasanya !erhu!ungan dengan rendahnya specific

gra"ity dan semakin rendah "olume urin, semakin tinggi specific gra"ity. :olume urin dan rendahnya specific gra"ity sering, tapi tidak selalu, !erhu!ungan dengan penyakit ginjal. %eningkatan urin secara patologis !erhu!ungan dengan nefritis umum kronis, nefritis umum akut, dia!etes mellitus, dia!etes insipidus, fase diuretik dari nefrosis toksik, glukosuria, pyometra, amyloidosis ginjal, hyperadrenocorticodism, pyelonephritis umum, dan !e!erapa penyakit hepar. (. 9arna 9arna kuning tergantung dari konsentrasi urochrome. Jika urin terkonsentrasi, jumlah urochrome per "olume meningkat, dan urin akan terlihat menjadi le!ih gelap dari normal. Jika "olume urin tinggi, urochrome akan terencerkan dan urin menjadi le!ih pucat. &rin yang gelap !erhu!ungan dengan dehidrasi, demam, penurunan tekanan darah, fase oligouria dari nefrosis toksik, penyakit ginjal akhir, disfungsi sirkulasi dengan edema, dan pengurangan asupan cairan. &rin cokelat kekuningan hingga kuning kehijauan !erkaitan dengan adanya pigmen empedu pada specimen. &rin dengan konsentrasi tinggi !iliru!in akan !er#arna hijau mengikuti !iliru!in yang teroksidasi menjadi !ili"erdin. 7aemoglo!in mem!uat urin !er#arna merah anggur dan akan !eru!ah menjadi kecokelatan seiring terkon"ersi menjadi hematin asam atau !asa !ergantung pada p7. 7ematuria juga memperlihatkan #arna cokelat, tetapi di!edakan dari hemoglo!inuria karena dalam hematuria, urin terlihat !era#an, sedangkan pada hemoglo!inuria terlihat le!ih translusen. &rin cokelat atau hitam dapat ditemukan pada kuda. &rin kuda secara normal !er#arna kuning ketika diekskresi, tetapi !eru!ah menjadi cokelat tua karena oksidasi pyrocatechin. &rin kuda akan !er#arna cokelat hingga hitam dari ekskresi myoglo!in, seperti terjadi pada a5oturia. ). 4ransparansi 4ransparansi urin diperiksa dalam ta!ung uji atau silinder urinometer dan parameternya adalah cerah, flocculent, atau !erka!ut. &rin yang diekskresikan ke!anyakan he#an domestik adalah cerah. %engecualian hanya pada kuda yang secara normal kental dan !erka!ut mengikuti munculnya kristal kalsium kar!onat dan mucus. +ecara patologi, urin !erka!ut dapat terlihat ketika ditemukan adanya leukosit, eritrosit, sel epitel, !akteri, mucus, lemak, dan kristal. %enye!a! urin !erka!ut secara akurat dapat diperiksa le#at pemeriksaan sedimen urin. =. 'au 'au urin tidak termasuk dalam diagnostic, #alaupun urin dari pejantan pada spesies tertentu (!a!i, kucing, kam!ing) !aunya sangat kuat. 'au urin muncul dari asam organic "olatile. 'au ammonia muncul jika urea terkon"ersi menjadi ammonia oleh !akteri. 'au !adan keton dapat terdeteksi ketika terjadi penyakit ke!untingan, acetonemia, dan dia!etes mellitus.

;. 'uih -etika dikocok setelah koleksi, urin normal memproduksi !uih putih dalam jumlah ter!atas. Jika terjadi proteinuria, jumlah !uih !anyak dan lam!at hilang. Jika cairan atau pigmen empedu muncul, !uih !er#arna hijau, kuning atau cokelat kekuningan. Jika haemoglo!in muncul, !uih !er#arna merah hingga cokelat. ". .pecific %ravity +pecifi gra"ity urin adalah ukuran dari jumlah 5at terlarut relatif dan merupakan indikasi dari derajat rea!sorpsi tu!uler atau konsentrasi oleh ginjal. ,alam kondisi ginjal dan meta!olisme normal, specific gra"ity !er"ariasi tergantung !anyaknya urin yang diekskresi. Jika sejumlah !esar urin dikeluarkan, specific gra"ity !iasanya rendah, sedangkan jika jumlah urin sedikit, specific gra"ity akan tinggi. &mumnya, specific gra"ity pada ke!anyakan he#an !erkisar antara 8,<8;-8,<=;, tetapi nilai yang le!ih rendah hingga 8,<<8 dan le!ih tinggi hingga 8,</< sampai dengan 8,<0< dapat terjadi. 7e#an dengan fungsi ginjal normal memiliki specific gra"ity !erkisar antara 8,<<8 hingga 8,<0<. ). 1eaksi Asam 'asa (p2! -onsentrasi ion hydrogen normal tergantung dari jenis diet. 7e#an yang diet sayuran memiliki tendensi memproduksi urin alkalin, sedangkan urin asam normal pada he#an yang mengkonsumsi diet sereal tinggi protein atau diet deri"ate dari protein he#ani. ,eteksi p7 harus dilakukan pada spesimen urin untuk analisis yang akan mem!erikan informasi relatif dari status meta!olic indi"idu. Alterasi dari normal p7 umumnya merupakan indikasi dari kondisi sistemik yang kemudian secara khusus ditujukan pada penyakit sistem urinasi. p7 urin normal anjing dan kucing adalah asam (/-A). #. (rotein &rin yang dikeluarkan dari tu!uh tidak mengandung protein terdeteksi. -e!anyak protein yang mele#ati filter glomerulus direa!sorpsi di tu!ulus. Aki!atnya, urin normal yang diuji protein hasilnya negati"e. %enemuan protein di urin dapat dipastikan merupakan kondisi patologis kecuali saat partus, selama !e!erapa hari a#al kehidupan, e6ercise !erle!ih atau selama estrus. -arena penemuan protein di urin adalah a!normal, deteksi protein di urin mutlak secara klinis dan proteinuria persisten harus diselidiki. 3. %lukosa &rin normal tidak mengandung glukosa. 9alaupun glukosa mele#ati glomerulus, rea!sorpsi sempurna dari glukosa terjadi di tu!ulus. 9alau demikian, jika muatan dalam darah mele!ihi am!ang !atas ginjal, glukosa dapat muncul di urin (glucosuria). -arena glucosuria adalah a!normal, uji seya#a ini harus dilakukan dalam setiap pemeriksaan urin. %. 'a an -eton 'adan keton terdiri atas asam asetoasetat, aseton, dan asam !eta hidroksi!utirat. +enya#a ini merupakan hasil pem!ongkaran lemak dan akumulasi asetil koen5im A yang

digunakan dalam lipogenesis atau siklus asam sitrat dan dikon"ersi menjadi !adan keton. Jika !adan keton terdeteksi di urin, dapat diperkirakan juga terakumulasi dalam darah. 2. )arah ,arah dapat terlihat di urin (hematuria) atau pigmen haemoglo!in dapat muncul secara independen dalam kemunculan eritrosit (hemoglo!inuria). ,iferensiasi antara hematuria dan hemoglo!inuria dapat dilihat dengan jelas. 7emoglo!inuria umumnya merupakan tanda penyakit sistemik, sedangkan hematuria le!ih !erkaitan dengan penyakit pada sistem urogenital. Jika mungkin, eritrosit yang rupture karena terlarut dalam urin alkalis akan melepaskan haemoglo!in, meninggalkan stromanya yang sering dise!ut BCghost cellsC. -arena itu, tidak semua hemoglo!inuria terjadi aki!at lolosnya haemoglo!in dari filtrasi glomerulus. I. (emeriksaan 0ikroskopik .e imen /rin ,alam indi"idu sehat, urin mengandung sejumlah kecil sel dan !entukan lain dari sepanjang saluran urogenitalD serpihan dan sel epitel dari nefronD mucus dan spermato5oa dari prostatD dan sel epitel dari "esica urinaria, urethra, pel"is renalis, dan ureter. +elain itu, sedikit leukosit dan eritrosit mencapai urin mungkin dengan diapedesis pada salah satu !agian saluran urin. &rin dari anjing, kucing, dan karni"ora lain !iasanya mengandung !e!erapa kristal fosfat. &rin kuda mengandung kristal kalsium kar!onat dan mucus. &rin normal !e!as !akteri di "esica urinaria, tetapi sering mengandung sejumlah kecil mikroorganisme terakumulasi ketika urin dikeluarkan. 3ateri eksternal dari kontaminasi feses dapat ditemukan di feses aki!at koleksi yang tidak hati-hati. -ontaminasi khusus seperti telur parasite, spora, dan !enda organic lain. Jika terjadi kele!ihan lu!rikan yang digunakan dalam kateterisasi, juga dapat muncul dalam pemeriksaan mikroskopik. %emeriksaan mikroskopik urin tidak dapat dile#atkan dalam urinalisis rutin. Ini akan mengungkap penampakan struktur penting dalam diagnosis urin yang terlihat secara jelas dalam pemeriksaan fisik.-omposisi dari sedimen urin dapat !eru!ah seiring dengan lamanya penyimpanan. -arena itu, pemeriksaan sedimen harus menggunakan urin segar. Jika pemeriksaan haus ditunda, sampel harus didinginkan atau preser"asi dengan formalin harus ditam!ahkan untuk menjaga struktur sedimen urin.

!a/tar Pustaka
'$#es( )m*er+ H,1!"6,Veterinary Clinical Pathology Fourth Edition,-,B, Sa.nders '$m%an/: P0i#ade#%0ia,

)#dredge( De*ra M( 1iisa D, 'ar#s$n( De#*er+ G, 'ar#s$n( and James M, Gi22in,3007, Dog Owners Home Veterinary Handbook, -i#e/ P.*#is0ing( In4,( Ne5 Jerse/, )#dredge( De*ra M( 1iisa D, 'ar#s$n( De#*er+ G, 'ar#s$n( and James M, Gi22in,300", Cat Owners Home Veterinary Handbook, -i#e/ P.*#is0ing( In4,( Ne5 Jerse/, 6.in( P,J,( B,K, Mar&e/( M,), 'ar+er( -,J,', D$ne##/( and 7,', 1e$nard,3003, Veterinary Microbiology and Microbial Disease,B#a4&5e## S4ien4e( Uni+ed Kingd$m,