Anda di halaman 1dari 13

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang Pada saat ini, berita tentang Narkoba selalu menjadi berita hangat dan menarik di berbagai media, baik media cetak maupun media elektronika. Pembicaraan tentang Narkoba seakan-akan tidak ada habisnya dan selalu muncul setiap hari. Pemerintah, dalam hal ini POLRI tidak pernah lelah melakukan pemberantasan Narkoba, tetapi kenyataannya mati satu tumbuh seribu, artinya satu kasus Narkoba teratasi muncul seribu kasus Narkoba lainnya. Jaringan Narkoba telah begitu besar dan mengakar di negara kita, sehingga sangat sulit bagi semua pihak penegak hukum dalam memberantas habis semua jaringan yang ada. Nampaknya kita hampir-hampir putus asa, namun masalah ini harus diatasi karena menyangkut generasi muda sebagai sasaran empuk peredaran Narkoba. Narkotika, psikotropika dan at adikti! lainnya "N#P$#% yang biasa disebut narkoba merupakan jenis obat& at yang diperlukan di dalam dunia pengobatan. #kan tetapi apabila dipergunakan tanpa pembatasan dan penga'asan yang seksama dapat menimbulkan ketergantungan serta dapat membahayakan kesehatan bahkan ji'a pemakainya. Penyalahgunaan narkoba pada akhir tahun ini dirasakan semakin meningkat. (apat kita amati dari pemberitaan-pemberitaan baik di media cetak maupun elektronika yang hampir setiap hari memberitakan tentang penangkapan para pelaku penyalahgunaan narkoba oleh aparat keamanan. )ebanyakan pelakunya adalah remaja belasan tahun, mereka pasti sudah mengerti tentang bahaya mengkonsumsi narkoba, tapi mengapa mereka menggunakannya.

*alah satu dampak modernisasi dari !aktor sosial ekonomi baru ini cukup nyata di tengah masyarakat kita adalah penyalahgunaan minuman keras pada kalangan remaja. +ila keadaan ini dibiasakan maka bencana yang akan terjadi. Remaja yang telah keracunan alkohol atau minuman keras, adalah remaja yang tidak e!ekti! bagi kehidupan sosialnya.

,inuman keras adalah minuman yang mengandung alkohol yang bila dikonsumsi secara berlebihan dan terus-menerus dapat merugikan dan membahayakan jasmani, rohani maupun bagi kepentingan perilaku dan cara ber!ikir keji'aan sehingga akibat lebih lanjut akan mempengaruhi kehidupan keluarga dan hubungan dengan masyarakat sekitar .

B. TUJUAN UMUM

#gar mengetahui e!ekti-itas pemerintah dalam memberantas narkoba dan miras

C. TUJUAN KHUSUS #dapun tujuan khusunya antara lain. /. ,engetahui pengertian narkoba dan miras 0. ,engetahui upaya pencegahan narkoba dan miras 1. ,engetahui kendala dan solusi dalam memberantas narkoba dan miras

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


A. Pengertian

Narkotika adalah at yang dapat menimbulkan pengaruh tertentu bagi mereka yang menggunakannya dengan cara memasukkan obat tersebut ke dalam tubuhnya, pengaruh tersebut berupa pembiasan, hilangnya rasa sakit rangsangan, semangat dan halusinasi. (engan timbulnya e!ek halusinasi inilah yang menyebabkan kelompok masyarakat terutama di kalangan remaja ingin menggunakan Narkotika meskipun tidak menderita apa-apa. 2al inilah yang mengakibatkan terjadinya penyalahgunaan Narkotika "obat%. +ahaya bila menggunakan Narkotika bila tidak sesuai dengan peraturan adalah adanya adiksi&ketergantungan obat "ketagihan%.

"http.&&cplin-/345.blogspot.com&06//&6/&penyalahgunaan-narkoba.html%

Narkotika adalah bahan kimia yang bekerja mempengaruhi kerja susunan sara! pusat yang dapat menghilangkan rasa sakit dan menyebabkan stupor "klenger%.

#lkohol adalah at yang paling sering disalahgunakan manusia, alkohol diperoleh atas peragian&!ermentasi madu, gula, sari buah atau umbi-umbian. (ari peragian tersebut dapat diperoleh alkohol sampai /78 tetapi dengan proses penyulingan "destilasi% dapat dihasilkan kadar alkohol yang lebih tinggi bahkan mencapai /668. )adar alkohol dalam darah maksimum dicapai 16-36 menit. *etelah diserap, alkohol&etanol disebarluaskan ke suluruh jaringan dan cairan tubuh.

#lkohol merupakan at psikoakti! yang bersi!at adiksi atau adikti!. $at psikoakti! adalah golongan at yang bekerja secara selekti!, terutama pada otak, sehingga dapat menimbulkan perubahan pada perilaku, emosi, kogniti!, persepsi dan kesadaran seseorang dan lain-lain. *edangkan adiksi atau adikti! adalah suatu bahan atau at yang apabila digunakan dapat menimbulkan kecanduan atau ketergantungan.
"http.&&catatankecilsekolahku.blogspot.com&06//&65&makalah-bahaya-narkoba.html%

B. Upaya pencega an Nark!tika "an Mira# Penanggulangan narkoba memerlukan kerjasama dari berbagai pihak, baik keluarga, masyarakat, maupun pemerintah. )ejahatan narkoba merupakan kejahatan yang terorganisir, para ma!ia mempunyai jaringan yang tidak mengenal batas negara, kelas ekonomi, dan umur. ,ereka meman!aatkan teknologi yang canggih dan kerja yang rapi. )ejahatan narkoba menghasilkan banyak uang sehingga menjadi jalan pintas bagi orang-orang yang putus asa. Pemerintah perlu tegas dalam menegakkan 9ndang-undang Narkoba. Peme-rintah mempunyai andil yang besar dalam upaya menutup jaringan peredaran dan mengancam para pemakai, pengedar, pemasok, pengimpor, dan yang sengaja menyimpan tanpa ijin dengan hukuman pidana yang berat. +eberapa landasan hukum tentang narkoba antara lain . a. 99 RI No. 00 :ahun /33; tentang Narkotika pasal ;5 sampai /66. pada 99 ini dibahas ketentuan pidana penyalahgunaan narkotika. Para penyimpan tanpa ijin, pemakai pengedar, pembuat, pemasok, dan pelindung dari kegiatan yang berkaitan dengan narkotika tanpa ijin akan dihukum pidana < bulan sampai /6 tahun dan denda /66 juta sampai 7 milyar rupiah. b. 99 RI No. 7 :ahun /33; tentang Psikotropika. Pada 99 ini dibahas ketentuan pidana penyalahgunaan psikotropika. Para penyimpan tanpa ijin, pemakai pengedar, pembuat, pemasok, dan pelindung dari kegiatan yang berkaitan dengan

psikotropika tanpa ijin akan dihukum pidana 1 tahun sampai 06 tahun dan denda <6 juta sampai 7 milyar rupiah. c. Per. ,en. )es. No. ;40&,enkes&Per&=II&/33< tentang Obat )eras )esadaran masyarakat tentang bahaya narkoba yang merusak secara !isik maupun psikis sangat penting. ,asyarakat dapat berperan . /% memberi in!ormasi jalur-jalur peredaran dan adanya pemakaian narkoba, 0% saling menyadarkan akan dampak secara sosial kepada anggota masyarakat misalnya dengan penyuluhan tentang bahaya narkoba. 1% menjaga kesehatan hubungan antar sesama dan memberi pendidikan nilai-nilai tata krama kehidupan, karena banyak remaja pecandu narkoba karena terpengaruh oleh lingkungan. 5% memberi sanksi terhadap pelanggaran tata krama masyarakat. )eluarga berperan mendidik anggota keluarga menjadi manusia yang berta>'a yang dapat membentengi dirinya dari perbuatan maksiat. )eluarga juga berperan menciptakan kondisi yang harmonis saling membantu permasalahan anggota keluarga. (ata penelitian bah'a remaja pecandu narkoba biasanya berasal dari keluarga yang mapan namun kurang perhatian atau ada masalah dalam keluarganya. *eseorang yang ketergantungan pada suatu jenis Narkoba memerlukan pertolongan, baik secara emosional maupun !armakologis dalam menyembuhkan-nya. Pecandu harus memikul gejala-gejala e!ek dari pemutusan pemakaian obat tersebut "withdrawal effect%. Peran yang dilakukan oleh pemerintah sangatlah besar dalam mencegah terjadinya penyalahgunaan Narkotika dan sejenisnya. ,elalui pengendalian dan penga'asan langsung terhadap jalur peredaran gelap dengan tujuan agar potensi kejahatan tidak berkembang menjadi ancaman !aktual. Langkah yang ditempuh antara lain dengan tindakan sebagai berikut . /. ,elakukan penga'asan terhadap tempat-tempat yang diduga keras sebagai jalur lalu lintas gelap peredaran Narkotika. 0. *ecara rutin melakukan penga'asan di tempat hiburan malam. 1. +ekerja sama dengan pendidik untuk melakukan penga'asan terhadap sekolah

yang diduga terjadi penyalahgunaan Narkotika oleh sis'anya. 5. ,eminta kepada instansi yang mempunyai 'e'enang i in sebagai penerbit tempat hiburan malam untuk selalu menindak lanjuti surat i in pendirian tempat hiburan malam barangkali akan dijadikan media untuk memperlancar jalur peredaran Narkotika. )elemahan dan kendala yang dihadapi Pemerintah dalam mencegah dan menanggulangi masalah penyalahgunaan narkoba, yaitu. /.Program +NN sampai tahun 066< masih banyak ter!okus pada suplai reduction "*#(#R, (esember, 066<%. 0.+NN terlalu banyak mengerjakan program sendiri, kurang melibatkan instansi terkait dan L*,. 1.+NP serta +N) hanya melakukan kegiatan yang si!atnya seremonial seperti misalnya peringatan hari anti N#R)O+# tanpa menjalankan !ungsi utamanya sebagai !asilitator dan koordinator program pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba. MINUMAN KE$AS Penangulangan terhadap minuman keras dapat dilakukan dengan cara . /. :ampaknya miras ini sulit apabila harus dibasmi&dihilangkan sama sekali. ,ungkin dari sisi agama masalah miras tidak ada toleransi, namun kita perlu juga melihatnya dari sisi lain yaitu kepentingan adapt dan kepentingan Pari'isata. (engan demikian yang penting bukan membasmi miras, tapi memperhatikan perangkat hukum untuk mengaturnya dan kemudian menegakkan peraturannya. 0. (istributor dan Pengedar minuman keras harus diatur dengan peraturan daerah. )endatipun dalam )92P khususnya pasal 71<,71;,714 dan 713 secara eksplisit sudah mengatur tentang miras ini, namun kelihatannya pasal-pasal tersebut perlu dire-isi kembali karena banyak yang kurang tegas dan kurang mengenai substansi " masih bisa % tentang miras itu sendiri, sehingga menyulitkan aparat keamanan untuk mengambil tindakkan tegas. 1. (istributor dan pengedar harus memilki i in, demikian juga penjualnya. :empattempat tertentu seperti hotel, diskotek, karaoke dan toko khusus penjual miras harus diatur oleh peraturan daerah. I in untuk menjadi distributor, pengedar dan penampung miras harus ketat. #rtinya agar mereka tidak terlalu gampang melakukan bisnis miras

dengan tanpa melihat usia konsumennya. 5. Penyalahgunaan terhadap i in dan peraturan (aerah tentang miras ini harus ditindak tegas dengan cara menghukum pelakunya, bukan memusnahkan mirasnya. Legalisasi dan lokalisasi miras ini tentunya akan menambah penghasilan asli daerah " P#( %. Ra ia rutin harus dilakukan untuk mengontrol apakah para distributor, penjual dan penampung tetap konsisten pada peraturan yang ada dan sesuai dengan i in yang diberikan kepada mereka. 7. (alam hal penanggulangan miras ini kita perlu memperhatikan dua hal . /. )ita juga menerima pemasukkan dari para turis mancanegara dan juga turis domestic. Oleh sebab itu persediaan miras tetap harus ada yaitu di hotel-hotel berbintang, restoran, diskotek, club malam lainnya. Namun kebijakkan ini harus disertai dengan perangkat hukum yang jelas dan tegas, agar tidak disalah gunakan dikemudian hari. 0. Jangan lupa bah'a miras untuk kepentingan adat. 2al ini perlu segera dipertegas legalisasinya dengan 9ndang-9ndang atau peraturan (aerah, agar penggunaan miras pada saat acara adat betul-betul disiplin hanya untuk keperluan acara adapt dan bukan untuk acara mabuk-mabukan atau kompetensi antara anak-anak muda. Ken"ala yang "i a"apai "ala% pe%beranta#an %ira# "an nark!ba /. )urangnya kerja sama antara aparat dengan masyarakat dalam mengungkap sindikat Narkotika . 0. ,odus yang dijalankan pengedar Narkotika makin ber-ariasi dan terorganisir sehingga aparat mengalami hambatan dalam pengungkapannya. 1. )etidaktegasan sanksi yang diberikan pemerintah kepada pelaku penyalahgunaan Narkotika 5. )etidaktahuan masyarakat tentang bahaya mengkonsumsi Narkotika jika mereka sudah mengerti tentang bahaya mengkonsumsinya mengapa mereka masih juga memakainya. 7. +anyak berdiri tempat-tempat hiburan malam ilegal yang diduga menjadi peredaran gelap Narkotika. <. Peredaran narkoba masih sulit diberantas karena produk hukum yang ada kurang bisa menjerat bandar-bandar narkoba. ;. )ampanye untuk menunjukkan bahaya penggunaan narkoba masih kurang bisa menggapai ke seluruh pelosok nusantara karena kurangnya dana.

S!l&#i "ala% %e%beranta# %ira# "an nark!ba /. ,engadakan pendidikan secara mendalam pada setiap kasus Narkotika apa yang melatarbelakanginya. 0. ,enutup&menyegel tempat hiburan malam yang telah diduga menjadi sarang peredaran narkoba 1. ,enindak tegas setiap pelaku penyalahgunaan Narkotika dengan hukuman yang berat agar mereka jera. 5. Pemerintah harus memperhatikan betul aparat-aparat penegak hukum seperti polisi, jaksa, hakim dan lain-lain agar tidak mempermainkan kasus narkoba dengan memberi hukuman yang ringan pada bandar-bandar narkoba yang tertangkap. 7. (ana yang dialokasikan untuk kampanye penanggulangan narkoba agar diperbesar baik dari #P+N maupun #P+(.

BAB III ANALISIS S'(T


A. S )#treng t*kek&atan+
Pemerintah mempunyai andil yang besar dalam upaya menutup jaringan peredaran dan mengancam para pemakai, pengedar, pemasok, pengimpor, dan yang sengaja menyimpan tanpa ijin dengan menetapkan landasan hukum tentang narkoba dan miras.

Pemerintah mempunyai hukum pidana yang berat bagi para pemakai, pengedar,
pemasok, pengimpor, dan yang sengaja menyimpan tanpa ijin selama < bulan sampai /6 tahun dan denda /66 juta sampai 7 milyar rupiah.

Pemerintah telah membentuk suatu badan pemerintahan yang bernama +NN yang secara khusus memberantas terhadap pengedaran dan pemakai narkoba di Indonesia.

B. ' ),eakne##*kele%a an+ +NN terlalu banyak mengerjakan program sendiri, kurang melibatkan instansi terkait dan L*,. +NP serta +N) hanya melakukan kegiatan yang si!atnya seremonial.

)etidaktegasan sanksi yang diberikan kepada pelaku penyalahgunaan Narkotika dan miras )urangnya kerja sama antara aparat dengan masyarakat dalam mengungkap sindikat Narkotika dan miras .

C. ( )!pp!rt&nity* pel&ang+ )esadaran masyarakat tentang bahaya narkoba yang merusak secara !isik maupun psikis sangat penting. ,asyarakat dapat berperan memberi in!ormasi jalur-jalur peredaran dan adanya pemakaian narkoba, adanya penyuluhan-penyuluhan ke sekolah pada sis'a *,P dan *,#. Legalisasi miras harus dipertegas dengan 9ndang-9ndang atau peraturan (aerah, agar penggunaan miras pada saat acara adat betul-betul disiplin hanya untuk keperluan acara adat dan bukan untuk acara mabuk-mabukan atau kompetensi antara anak-anak muda. D. T )T reat#* Anca%an+ para ma!ia mempunyai jaringan yang tidak mengenal batas negara, kelas ekonomi, dan umur. ,ereka meman!aatkan teknologi yang canggih dan kerja yang rapi. )ejahatan narkoba menghasilkan banyak uang sehingga menjadi jalan pintas bagi orang-orang yang putus asa. Peredaran narkoba masih sulit diberantas karena produk hukum yang ada kurang bisa menjerat bandar-bandar narkoba. )etidaktahuan masyarakat tentang bahaya mengkonsumsi Narkotika jika mereka sudah mengerti tentang bahaya mengkonsumsinya mengapa mereka masih juga memakainya. :ampaknya miras ini sulit apabila harus dibasmi&dihilangkan sama sekali. ,ungkin dari sisi agama masalah miras tidak ada toleransi, namun kita perlu juga melihatnya dari sisi lain yaitu kepentingan adapt dan kepentingan Pari'isata. (engan demikian yang penting bukan membasmi miras, tapi memperhatikan perangkat hukum untuk mengaturnya dan kemudian menegakkan peraturannya.

BAB IPENUTUP
a. Ke#i%p&lan Narkotika adalah at yang dapat menimbulkan pengaruh tertentu bagi mereka yang menggunakannya dengan cara memasukkan obat tersebut ke dalam tubuhnya, pengaruh tersebut berupa pembiasan, hilangnya rasa sakit rangsangan, semangat dan halusinasi. #lkohol merupakan at psikoakti! yang bersi!at adiksi atau adikti!. $at psikoakti! adalah golongan at yang bekerja secara selekti!, terutama pada otak, sehingga dapat menimbulkan perubahan pada perilaku, emosi, kogniti!, persepsi dan kesadaran seseorang dan lain-lain. *edangkan adiksi atau adikti! adalah suatu bahan atau at yang apabila digunakan dapat menimbulkan kecanduan atau ketergantungan.
Pemerintahan pun mmiliki upaya-upaya untuk memberantas narkoba dan miras. Narkotika dan miras tidak dapat diberantas oleh salah satu pihak saja tetapi memerlukan kerja sama semua pihak yaitu masyarakat, keluarga, para pendidik dan kesadaran diri sendiri.

b.

Saran

+agi pihak yang ber'enang agar memberikan sanksi yang tegas kepada para pelaku narkoba dan miras.

(ana yang dialokasikan untuk kampanye penanggulangan narkoba agar diperbesar baik dari #P+N maupun #P+(. Pemerintah harus serius menangani hal ini agar generasi muda akan lebih tahu dan jera dengan dampak dari memakai narkoba dan miras.

MAKALAH KOMUNITAS 3 ANALISIS EFEKTIVITAS PROGRAM PEMERINTAH DALAM PEMBERANTASAN NARKOBA DAN MIRAS DI MASYARAKAT

Oleh: Gala Mutianto L oni Tia!a Lia!a S no Ha!"i#an Rini a$!ilia

PERGURUAN TINGGI MITRA LAMPUNG STIKES MITRA LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2011