Anda di halaman 1dari 6

Syair 1 Tuhanku, tenggelamkan aku dalam cintaMu Hingga tak ada satupun yang mengganguku dalam jumpaMu Tuhanku,

bintang gemintang berkelip-kelip Manusia terlena dalam buai tidur lelap Pintu pintu istana pun telah rapat Tuhanku, demikian malam pun berlalau Dan inilah siang datang menjelang Aku menjadi resah gelisah Apakah persembahan malamku, Engkau terima Hingga aku berhak merengguk bahagis Ataukah itu Kau tolak, hingga aku dihimpit duka, Demi kemaha kuasaanMu inilah yang akan selalau ku lakukan Selama Kau beri aku kehidupan Demi kemanusianMu, Andai Kau usir aku dari pintuMu Aku tak akan pergi berlalu Karena cintaku padaMu sepenuh kalbu Syair 2 Ya Allah, apa pun yang akan Engkau Karuniakan kepadaku di dunia ini, Berikanlah kepada musuh-musuhMu Dan apa pun yang akan Engkau Karuniakan kepadaku di akhirat nanti, Berikanlah kepada sahabat-sahabatMu Karena Engkau sendiri, cukuplah bagiku Syair 3 Aku mengabdi kepada Tuhan Bukan karena takut neraka Bukan pula karena mengharap masuk surga Tetapi aku mengabdi, Karena cintaku padaNya Ya Allah, jika aku menyembahMu Karena takut neraka, bakarlah aku di dalamnya Dan jika aku menyembahMu Karena mengharap surga, campakkanlah aku darinya Tetapi, jika aku menyembahMu Demi Engkau semata, Janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajahMu Yang abadi padaku Syair 4 Ya Allah Semua jerih payahku Dan semua hasratku di antara segala Kesenangan-kesenangan Di dunia ini, adalah untuk mengingat Engkau Dan di akhirat nanti, diantara segala kesenangan Adalah untuk berjumpa denganMu Begitu halnya dengan diriku Seperti yang telah Kau katakana Kini, perbuatlah seperti yang Engkau Kehendaki Syair 5 Aku mencintaiMu dengan dua cinta Cinta karena diriku dan cinta karena diriMu Cinta karena diriku, adalah keadaan senantiasa mengingatMu

Cinta karena diriMu, adalah keadaanMu mengungkapkan tabir Hingga Engkau ku lihat Baik untuk ini maupun untuk itu Pujian bukanlah bagiku BagiMu pujian untuk semua itu Syair 6 Buah hatiku, hanya Engkau yang kukasihi Beri ampunlah pembuat dosa yang datang kehadiratMu Engkaulah harapanku, kebahagiaan dan kesenanganku Hatiku telah enggan mencintai selain dari Engkau Syair 7 Hatiku tenteram dan damai jika aku diam sendiri Ketika Kekasih bersamaku CintaNya padaku tak pernah terbagi Dan dengan benda yang fana selalu mengujiku Kapan dapat kurenungi keindahanNya Dia akan menjadi mihrabku Dan rahasiaNya menjadi kiblatku Bila aku mati karena cinta, sebelum terpuaskan Akan tersiksa dan lukalah aku di dunia ini O, penawar jiwaku Hatiku adalah santapan yang tersaji bagi mauMu Barulah jiwaku pulih jika telah bersatu dengan Mu O, sukacita dan nyawaku, semoga kekallah Jiwaku, Kaulah sumber hidupku Dan dariMu jua birahiku berasal Dari semua benda fana di dunia ini Dariku telah tercerah Hasratku adalah bersatu denganMu Melabuhkan rindu Syair 8 Sendiri daku bersama Cintaku Waktu rahasia yang lebih lembut dari udara petang Lintas dan penglihatan batin Melimpahkan karunia atas doaku Memahkotaiku, hingga enyahlah yang lain, sirna Antara takjub atas keindahan dan keagunganNya Dalam semerbak tiada tara Aku berdiri dalam asyik-masyuk yang bisu Ku saksikan yang datang dan pergi dalam kalbu Lihat, dalam wajahNya Tercampur segenap pesona dan karunia Seluruh keindahan menyatu Dalam wajahNya yang sempurna Lihat Dia, yang akan berkata Tiada Tuhan selain Dia, dan Dialah Yang maha Mulia. Syair 9 Rasa riangku, rinduku, lindunganku, Teman, penolong dan tujuanku, Kaulah karibku, dan rindu padaMu Meneguhkan daku Apa bukan padaMu aku ini merindu O, nyawa dan sahabatku Aku remuk di rongga bumi ini Telah banyak karunia Kau berikan Telah banyak..

Namun tak ku butuh pahala Pemberian ataupun pertolongan CintaMu semata meliput Rindu dan bahagiaku Ia mengalir di mata kalbuku yang dahaga Adapun di sisiMu aku telah tiada Kau bikin dada kerontang ini meluas hijau Kau adalah rasa riangku Kau tegak dalam diriku Jika akku telah memenuhiMu O, rindu hatiku, aku pun bahagia Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan. Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk meliha t. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita menca rinya. Itulah namanya Cinta. Ada 2 titis air mata mengalir di sebuah sungai. Satu titis air mata tu menyapa air mata yg satu lagi, Saya air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilanga nnya. Siapa kamu pula? . Jawab titis air mata kedua tu, Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu sahaja. Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu. Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita. Jangan sesekali Jangan sesekali Jangan sesekali jika kamu masih mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. menyerah jika kamu masih merasa sanggup. mengatakan kamu tidak mencintainya lagi tidak dapat melupakannya.

Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mahu berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu Coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi titisan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama. Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dik ecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati.

Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan. Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal d unia , lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya . Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya. Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas kurniaan itu. Cinta bukan mengajar tetapi membangkitkan Cinta bukan mengajar tetapi menghembuskan tetapi membangkitkan kita lemah, kekuatan. kita menghinakan diri, kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, semangat.

Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat. Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya. Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sanga t berarti bagimu. Hanya untuk menemukan bahawa pada akhirnya menjadi tidak bererti dan kamu harus membiarkannya pergi. Kamu tahu bahwa kamu sangat merindukan seseorang, ketika kamu memikirkannya hati mu hancur berkeping. Dan hanya dengan mendengar kata Hai darinya, dapat menyatukan kembali kepingan hat i tersebut. Tuhan ciptakan 100 bahagian kasih sayang. 99 disimpan disisinya dan hanya 1 bahagian diturunkan ke dunia. Dengan kasih sayang yang satu bahagian itulah, makhluk saling berkasih sayang sehingga kuda mengangkat kakinya kerana takut ana knya terpijak. Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehinggalah kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna sesalan karena perginya tanpa berpatah lagi. Jangan mencintai seseorang seperti bunga, kerana bunga mati kala musim berganti. Cintailah mereka seperti sungai, kerana sungai mengalir selamanya. Cinta mampu melunakkan besi,menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menj adi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta !

Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri , dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dala m dirinya. Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit,bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus, tumbuhlah oleh kerana embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur,di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji. Kata-kata cinta yang lahir hanya sekadar di bibir dan bukannya di hati mampu mel umatkan seluruh jiwa raga, manakala kata-kata cinta yang lahir dari hati yang ikhlas mampu untuk mengubati segala luka di hati orang yang mendengarnya. Kamu tidak pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu, dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut ke mulut tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menila i kesuciannya. Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak. Bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka. Bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merindu dan cemburu. Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh. Satu-satunya cara agar kita memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasa n.* Damaiku, wahai saudara-saudaraku, Dalam kesendirianku, Dan kekasihku bila selamanya bersamaku, Karena cintanya itu, Tak ada duanya, Dan cintanya itu mengujiku, Di antara keindahan yang fana ini, Pada saat aku merenungi Keindahan-Nya, Dia-lah mirabku , Dia-lah kiblatku , Jika aku mati karena cintaku, Sebelum aku mendapatkan kepuasaanku, Amboi, alangkah hinanya hidupku di dunia ini, Oh, pelipur jiwa yang terbakar gairah, Juangku bila menyatu dengan-Mu telah melipur jiwaku, Wahai Kebahagiaanku dan Hidupku selamanya, Engkau-lah sumber hidupku, Dan dari-Mu jua datang kebahagiaanku, Telah kutanggalkan semua keindahan fana ini dariku,

Harapku dapat menyatu dengan-Mu, Karena itulah hidup kutuju.