Anda di halaman 1dari 14

Biokimia neurotransmitter yang mempengaruhi mood

Terdapat beberapa neurotransmitter yang cukup dikenal karena pernanan nya mengendalikan mood seperti serotonin, norepinephrine, dan dopamine yang merupakan neurotransmitter yang terlibat dalam gangguan mood.

Tidak diketahui apakah neurotransmitter lain seperti asetilkolin, histamnin, -aminobutyric acid (GABA), dan glutamate juga terlibat didalam gangguan mood. Berikut akan dibahas biokimia beberapa neurotransmitter diatas.

erotonin

erotonin (!-hydro"ytryptamine, !#T) dibentuk dari hidrasilasi dan dekarboksilasi dari tripto$an.

%onsentrasi tertinggi dari !#T (&'() ditemukan dalam sel enterokroma$in dari saluran G)T. isanya di tubuh dietmukan didalam platelet dan *+ . ,$ek dari !#T paling bere$ek pada sistem kardio-askular, dengan e$ek tambahan pada sistem respirasi dan pencernaan. .asokontriksi adalah e$ek klasik yang ditimbulkan karena pemberian !#T. +euron yang mengsekresi !#T disebut serotonergic. Bersamaan dengan pelepasan !#T, sebagian akan diambil kembali oleh presynaptic serotogenic neuron dengan cara yang sama dengan reuptake dari norepinephrine. /ungsi dari serotonin diberikan pada interaksi dengan reseptor spesi$ik. Beberapa reseptor serotonin sudah dikloning dan diidenti$ikasi sebagai !#T0, !#T1 , !#T2, !#T3 , !#T! , !#T4 dan !#T5 . 6engan kelompok !#T0 yang memiliki subtype !#T0A, !#T0B, !#T0*, !#T06, !#T0, , dan !#T0/. Ada 2 subtype dari !#T1 yaitu !#T1A, !#T1B, dan !#T1*. Terdapat 1 subtype !#T! yaitu !#T!A, dan !#T!B pada genome manusia tapi gen !#T!B adalah pseudogen.

Beberapa reseptor serotonin adalah presynaptic dan yang lain adalah postsynaptic. 7eseptor !#T1A memediasi aggegrasi platelet dan kontraksi dari otot polos. 7eseptor !#T1* diduga mengkontrol intake makanan, dimana tikus yang tidak mempunyai gen inimengalami obesitas karena makan berlebih dan menjadi suspkek kejang yang $atal. 7eseptor !#T2 berada di G)T dan berhubungan dengan -omit. 7eseptor !#T3 juga terdapat di G)T dan ber$ungsi sebagai sekresi dan peristaltik. 7eseptor !#T4 dan !#T5 dapat terganggu melalui sistem limbik di otak dan reseptor !#T4 memiliki a$initas yang tinggi untuk obat-obat antidepresan.

%atekolamin

%atekolamin secara prinsip terdiri dari norepinephrine, epinephrine dan dopamine. Bahanbahan ini dibentuk dari phenylalanine dan tirosin. Tirosin diproduksi di hepar dari phenylalanine melalui sebuah aksi dari hidroksilasi phenylalanine. Tiroksin kemudian di pindahkan ke catecholamine-secreting neurons dimana sebuah seri reaksi menkon-ersi nya menjadi dopamine, kemudian norepinephrine dan akhirnya menjadi epinephrine.

%atekolamin merangsang eksitasi sistem sara$ peri$er dan menghambat di *+ seperti stimulasi respirasi dan peningkatan akti-itas psikomotor. ,$ek eksitasi terjadi pada sel-sel otot polos dari pembuluh darah yang meng-suplai darah ke kulit dan membran mukosa. /ungsi jantung juga termasuk subjek dari e$ek eksitasi, yang mana menyebabkan peningkatan heart rate dan pemompaan8 kontraksi paksa. ,$ek inhibisi, secara kontras, bere$ek pada selsel otot polos pada dinding G)T, percabangan bronchial dari paru-paru, dan pembuluh darah yang mensuplai darah ke otot lurik. 6alam tambahan e$ek mereka sebagai neurotransmitter, norepinephrine dan epinephrine dapat mempengaruhi laju metabolisme. ,$eknya bekerja baik dalma memodulasi $ungsi seperti sekresi insulin dan dengan meningkatkan kadar dari glikogenolisis dan mobiliasasi asam lemak. %atekolamin terikat pada dua kelas receptor berbeda yang dinamai 9 dan : adrenergic receptor. %atekolamin dikenal juga dengan nama adrenergic neurotransmitter; neuron yang mensekresikan mereka disebut adrenergic neurons. +orepinephrine-secreting neuron adalah noradrenergic. Beberapa norepinephrine dilepaskan dari presynaptic noradrenergic neuron di daur ulang dalam presynaptic neuron dengan mekanisme reuptake. Aksi dari norepinephrine dan epinephrine berlangsung melalui receptor-mediated signal transduction e-ents. Terdapat 2 tipe reseptor adrenergic< 90, 91, : (:0 ,:1 ,:2).

6opamine berikatan dengan dopamineric receptor yang diidenti$ikasi sebagi 6-type receptor dan terdapat 3 subclass yang diidenti$ikasi yaitu 60, 61, ,62, 63, dan 6! . akti-asi dari receptor dopaminergic menghasilkan akti-asi dari adenylate cyclase (60 dan 6!) atau inhibisi dari adenylate cyclase (61 dan 63). Asetilkolin

Asetilkolon adalah molekul yang sederhana yang disintesis dari kolin dan asetil-coA melalui suatu aksi dari choline acetyltrans$erase. +euron yang mensintesis dan melepaskan Ach disebut cholinergic neurons. %etika suatu aksi potensial mencapai terminal button dari presynaptic neuron, -oltaed-gated calcium channel akan terbuka. =asuknya ion kalsium, *a1> , menstimulasi eksositosis dari -esikel presynaptic yang mengandung Ach, yang mana dilepaskan dicelah synaptic. Begitu dilepas, Ach harus segera dihilangkan dengan tujuan mengi?inkan repolarisasi agar terjadi; tahap ini, hidrolisis, dilakukan oleh en?im, acetylcholinesterase. Acetylcholinesterase ditemukan di ujung sara$ yang tertanam pada membran plasma melalui glycolipid.

7eseptor Ach merupkan ligand-gated cation channel yang terdiri dari empat polipeptida yang berbeda. 6ibagi dua yaitu muscarinic receptor dan nicotinic receptor. 6an kedua reseptor ini terdapat di otak. GABA

Beberapa asam amino mempunyai e$ek eksitasi dan inhibisi yang berbeda pada sistem sara$. 6eri-at asam amino, -aminobutyrate, disebut juga 3-aminobutyrate (GABA) adalah inhibitor yang cukup dikenal dari transmisi presynaptic pada *+ , dan juga retina. +euron yang mensekresikan GABA disebut GABAergic. @embentukan GABA terjadi oleh dekarboksilasi dari glutamate yang dikatalisa oleh glutamte decarbo"ylase (GA6). GA6 terdapat dibanyak ujung sara$ di otak sama dengan sel-: di pankreas. Akti-itas dari GA6 membutuhkan pyrido"al phospahte (@A@) sebagai ko$aktor. @A@ didapatkan dari -itamin B4 (pyrido"ine, pyrido"al dan pyrido"amine) melalui suatu aksi dari pyrido"al kinase. @yrido"al kinase sendiri membutuhkan ?inc untuk akti-asi. %ekurangan atau de$isiensi ?inc atau kelainan pada pyrido"al kinase dapat menyebabkan penykait kejang, sering pada pasien kejang preeklampsia.

GABA bekerja dengan berikat dengan dua reseptor, GABA-A dan GABA-B. 7eseptor GABA BA membentuk channel *l-. @engikatan GABA pada reseptor GABA-A menningkatkan konduksi *l- dari neuron presynaptic. 7eseptor GABA-B merupakan suatu pasangan G-protein intracelullar dan bereaksi meningkatkan konduksi yang berhubungan dengan %> channel.

Neurobiologi dari gangguan mood Terdapat beberapa kemungkinan penyebab gangguan mood dari segi neurobiologi, yaitu < Gangguan pada genetik @atologi pada neuron Abnormalitas neurotransmitter Abnormalitas dari struktur otak dan $ungsinya @atologi dari sirkuit sara$

6ibaCah ini akan dibahas satu per satu setiap kemungkinan diatas.

Gangguan pada genetik

Gangguan perilaku atau sikap memiliki keterkaitan yang kuat dengan genetik. Tapi bagaimana pun juga, peran genetik dalam patogenesis gangguan mood kompleks dan yang paking baik dimengerti adanya penurunan genetik yang raCan terhadap penyakit gangguan mood. ebagai contoh ditemukannya gen-gen yang berhubungan dengan pasien gangguan mood, yaitu kromosm !,00,02, 0D, 11, E. @atologi pada neuron

Akhir-akhir ini, banyak penilitian yang meng$okuskan pada abnormalitas dari jalan signal intraseluler dalam gangguan mood. Falan yang kompleks mengi?inkan neuron untuk memproses dan merespon in$ormasi dan memodulasi sinyal yang diberikan oleh neurotransmitter. elanjutnya, jalan pensinyalan meregulasi neuroplasisitas dan ketahanan

seluler dengan jalan $aktor neurotropik seperti brain-deri-ed neurotrophic $actor (B6+/), yang mana mengakti$kan jalur pensinyalan dengan neuron yang mempromosikan atau memicu ekspresi dari cytoprotecti-e protein, seperti Bcl-1. /aktor neurotropik dibutuhkan untuk bertahan hidup dan untuk $ungsi dari neuron. Bukti terakhir menunjukkan bahCa obat antidepresan dan stabiliser mood meningkatkan $ungsi dari pathCay8 jalan ini. 6itambahkan lagi bahCa adanya kemungkinan gangguan mood berhubungan dengan perubahan otak melalui hasil dari kerusakan neuron dan kematian neuron. /oto struktural dan postmortem brain studies menunjukkan pengurangan dari subsantasia abu-abu, jumlah sel glial, ukuran neuron pada pre$rontal corte", -entral striatum, hipocampus dan amygdala dari indi-idu yang mengalami gangguan mood. @ada heCan, dibuktikan bahCa stress dapat memicu kerusakan dan atro$i neuron hipocampal dan pada manusia depresi, berhubungan dengan dengan atro$i hipocampal. tress menginduksi atro$i neuron dipercaya kurang lebih setengah diperantarai oleh aksi dari hipothalamus-pituitary-adrenal a"is dan menghasilkan konsentrasi plasma yang tinggi dari glukokortikoid. Glukokortikoid dapat menyebabkan atro$i neuron dengan meng$asilitasi pengsinyalan glutamatergic, yang mana mempunyai peran dalam remodeling dendritic di dalam hipocampus; dengan menghambat transpot glukosa; dan merusak neurogenesis. Abnormalitas neurotransmitter

erotonin, norepinephrine dan dopamine merupakan neurotransmitter yang utama pada gangguan mood. Tidak diketahui apakah neurotransitter lain seperti asetilkolin, histamnin, aminobutyric acid (GABA), dan glutamate juga terlibat patologis didalam gangguan mood. o erotonin

istem serotonin berasal dari raphe nuclei pada midbrain dan memprojeksikan nya pada sistem limbik dan juga basal ganglia, thalamus, corte", dan cerebellum. Gangguan mood dihubungan dengan penurunan $ungsi dari neurotransmitter serotonin, yang mana mungkin terjadi karena reuptake yang berlebihan dari serotonin yang dilepaskan oleh sel presynaptic. +ukelus dorsal raphe bertanggung jaCab untuk meregulasi tombol sleep-Cake di dalam otak. %etika kadar serotonin yang diproduksi dari nukleus ini diubah, pasien dengan kelainan mood dapat mengalami isnomia. @erubahan dari sistem serotonin memicu adanya perilaku bunuh diri. Bukti dari autopsi dari korban bunuh diri menunjukkan rendahnya kadar dari serotonin. o +orepinephrine istem norepinephrine berasal baik dari -entrolateral tegmental area ( nukelus di midbrain) dan locus caeruleus ( nukleus kecil di brain-stem). Area -entrolateral tegmental memproyeksikan ke hipothalamus dan $ormasi retikularis, sementara locus caerulus memprojeksikan ke thalamus, hipothalamus, corte", dan pre$rontal corte". @rojeksi ini mempengaruhi pola makan, perilaku seksual dan tidur dan $ungsi kogniti$. @enelitianpenelitian menunjukkan kadar norepinephrine yang rendah pada depresi unipolar dan kadar

yang lebih tinggi pada pasien bipolar. %adar norepinephrineyang rendah berhubungan dengan dis$ungsi kogniti$, dis$oria, $atigue, dan apatis. o 6opamine Tiga subsistem dopaminergic meregulasi akti-itas motor dan $ungsi kogniti$. 6alam sitem nigrostriatal, dopamine berasal dari substansi nigra dan diprojeksi ke dorsal portion dari striatum. istem ini meregulasi seleksi dan pelaksanaan kelakuan motoris. istem mesolimbic berasal dalam -entral tegmental area dan memprojeksikan ke -entral straitum dan corte" pre$rontal. istem ini terlibat dengan regulasi emosi dan reaksi terhadap penghargaan. istem mesocortical juga berasal dari -entral tegmental area tapi diprojeksi ke corte" motor dan premotor begitu juga dorsolateral pre$rontal corte". istem ini terlibat dengan pergerakan dan penyelesaian masalah. 6opamine yang dilepaskan kedalam central striatum menghasilakn pengalaman menyenangkan, yang mana menyediakan penguatan untuk memoti-asi seseorang untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk bertahan hidup, seperti makan atau berprokreasi. elama episode, konsentrasi dopamine secara konsisten berkurang, khususnya di dalam sistem mesolimbic. %arena itu, pasien yang depresi mengalami kehilangan moti-asi dan keinginan, akti-itas $isik yang lambat dan kehilangan rasa senang. o GABA dan Glutamate GABA dan glutamate masing-masing merupakan inhibitor dan eksitator utama neurotransmitter asam amino dan kedua berdampak dalam gangguan mood. Beberapa penelitian menunjukkan bahCa pasien dengan gangguan unipolar memilik kadar GABA yang lebih rendah. @enurunan sintesis dan pelepasan dari GABA juga terjadi pada stress yang akut maupun kronik. @enelitian terbaru, menunjukkan konsentrasi yang lebih tinggi dari glutamate dihubungkan dengan depresi. o Asetilkolin Asetilkolin merupakan neurotransmitter yang diman$aatkan oleh sistem kolinergik. istem ini memprojeksikan dari nukleus basal $orebrain ke hampir semua bagian dari korteks. ebagai akibatnya, neurotransmitter ini menghasilkan e$eknya multiple pada neural dan $ungsi mental. %hususnya, asetilkolin penting dalam perilaku motorik, $ungsi memorik, dan kemampuan kogniti$. Ada beberapa bukti yang berhubungan antara neurotransmitter ini dengan gangguan mood. o #istamine +euron histaminergic berasal dari psoterior hipothalamus dan memprojeksikan ke sistem limbik dan neocorte". +euron ini meregulasikan belajar dan memory, homeostasis dan kebutuhan primer seperti makanan, air dan tidur. %adar histamine yang tinggi dihubungkan dengan gejala depresi dan penelitian terbaru menunjukkan bahCa penurunan reseptor histamine #0 mungkin berhubungan dengan keparahan dari gejala depresi.

Abnormalitas dari struktur otak dan $ungsinya

uatu hubungan antara perubahan struktur otak dengan gangguan mood sudah dibuktikan leCat banyak pemeriksaan imaging postmortem. o /rontal corte" /rontal corte" bertanggung jaCab dalam mengontrol gerakan begitu juga tara$ berpikir yang lebih tinggi, perhatian dan $ungsi eksekuti$. Baik dalam kelainan unipolar maupun bipolar, didapatkan pengurangan -olume dari $rontal corte" begitu juga aliran darah dan metabolismenya. o Amygdala Amygdala memainkan peran sentral dalam aspek emosional dari belajar dan respon emosional terhadap stimuli. @enelitian-penelitian menunjukkan bahCa lesi-lesi dari amygdala menganggu proses dari in$ormasi emosional. %hususnya, amygdala terlibat dalam persepsi dari dan reaksi terhadapt rasa takut. @enelitian neuroimaging sudah menunjukkan adanya peningkatan akti-itas pada area ini dalam respon terhadap stimulus yang menakutkan.

Beberapa pasien dengan depresi unipolar memiliki reduksi -olume dalam amygdala kanan dan reduksi -olume bilateral ditemukan pada anak-anak yang depresi.

o #ipocampus #ipocampus juga terlibat didalam depresi unipolar dan bipolar. #ippocampus terlibat dalam memori dan menganalisis in$ormasi. %emampuan memproses in$ormasi kontestual berguna untuk regulasi dari ekspresi emosional. o *ingulate *orte" *ingulate corte" meregulasi $ungsi aspek kogniti$, emosi, decision-making, perhatian dan perilaku sosial. @eningkatan akti-itas dari cingulate corte" ditemukan pada orang sehat dengan state pikiran yang positi$. 6an pada pasien dengan gangguan mood selama depresi.

@eningkatan akti-itas dari le$t dorsal anterior cingulate ditemukan pada beberapa pasien dengan kelainan bipolar dan penurunan akti-itas cingulate ditemukan pada pasien lainnya. o .entricles dan blood $loC @embesaran -entrikel ditemukan pada pasien dengan kelainan unipolar maupun bipolar. @embesaran dari -entrikel ketigda dan keempat dilaporkan pada orang deCasa dan remaja dengan kelainan bipolar segera setelah episode pertama mania. Baik peningkatan dan penurunan aliran darah dalam regio spesi$ik di otak ditemukan pada pasien dengan gangguan mood.

ubcortical structures

@eningkatan -olume striatal pada pasien bipolar sudah dilaporkan pada beberapa penelitian dan penurunan -olume dalam regio -entral striatal sudah dihubungan dengan depresi mayor. @enurunan -olumedari caudate, putamen, dan globus pallidus sudah ditemukan pada pasien dengan depresi unipolar. o *erebellum *erebellum terlibat dalam modulasi gerakan dan regulasi dari tonus otot. Bagaimanpun juga, regio dari cerebellum menerima projeksi dari regio pre$rontal dan temporal dan struktur limbic. @rojeksi langsung dari cerebellum ke hypothalamus juga ditemukan. Aebih lanjut, lesi yang terjadi pada cerbro Bponto-cerebellar pathCays mungkin memainkan peranan di ketaCa dan tangisan yang patologis. 6ata-data tersebut menunjukkan bahCa cerebellum terlibat dalam memodulasi emosi. @enelitian terbaru menyebutkan ukuran cerbellum pasien tidak ber-ariasi pada pasien dengan gangguan mood, atro$i -ermis mungkin terdapat pada pasien dengan depresi mayor. .ermis kelihatannya memiliki interconnection yang kuat dnegan regio limbic otak.

@atologi dari sirkuit sara$

alah satu sirkuit sara$ yang sering dikaitkan dengan gangguan mood adalaha sistem limbic.

istem limbic ini mempengaruhi banyak dari sikap emosional. istem ini yang menentukan respon kepada stimuli yang menyebabkan rasa takut atau rasa senang. truktur sisitem limbic terdiri dari cingulate corte", basal temporal corte", hippocampus, anterior thalamus, dan amygdala. /rontal subcortical (/ *) circuits juga terpengaruh didalampatologi gangguan mood. irkuit ini termasuk motorik, kogniti$, dan proses emotional, dan $akta-$akta yang terkumpul menunjukkan mereka memaikan peranan penting dalam beberapa gangguan neuropsychiatric.

/ * circuits membagi struktur yang umum yang man in$ormasi terorganisasi dari banyak area di corte" cerebral berjalan dahulu ke basal ganglia kemudian ke dalam thalamus, dan akhirnya kembali ke corte". Banyak sekali koneksi yang kompleks antar / * dan sirkuit limbic dab $iber dopamine menyediakan koneksi utama. Beberapa baris $akta menunjukkan abnormalitas di limbic dan sirkuit / * dalam kelainan a$ekti$. @enelitian tentang lesi mengungkapkan bahCa kerusakan pada struktur dari sirkuit / * menghasilkan gejal-gejala yang sam dengan yang terlihat pada gangguan mood.