Anda di halaman 1dari 25

LAPORAN PENDAHULUAN STASE KEPERAWATAN GAWAT DI RUANG ICU RSUD MARGONO STROKE HEMORAGIK DARURAT SOEKARJO

OLEH: Danang Rezkha Novandho !

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNI"ERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN #AKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU$ILMU KESEHATAN

JURUSAN KEPERAWATAN PROGRAM PRO#ESI NERS PURWOKERTO %&'( PENDAHULUAN A. La)a *e+akang Stroke merupakan defisit neurologis dengan onset akut yang disebabkan oleh gangguan fokal pada pembuluh darah otak. Manifestasi klinik dari stroke sangat bervariasi karena kompleknya anatomi otak dan vaskularisasinya. Stroke diklasifikasikan menjadi stroke iskemik, stroke hemoragis dan anomaly serebrovaskuler seperti aneurisma intrakranial dan malformasi arterivena atau arteriovenous malformations (AVMs) (Cahyo,dkk., !" ). Stroke hemoragis yaitu stroke yang disebabkan oleh pe#ahnya pembuluh darah otak, diklasifikasikan menjadi perdarahan intraserebral atau intra#erebral hemorrhage ($C%) dan perdarahan subarahnoid atau subara#hnoid hemorrhage (SA%). $ntra Cerebral %emorrhagi# mempunyai prevalensi lebih dari & dibandingkan dengan SA% dan lebih banyak menyebabkan kematian (dengan angka kematian pertahunnya sekitar ('() ( *) dan ke#a#atan dibandingkan dengan infark serebral dan SA% (+oenges, !!!). ,sia lanjut dan hipertensi merupakan faktor risiko utama stroke hemoragis yang sedikit lebih sering terjadi pada laki)laki dibandingkan pada perempuan dan se#ara signifikan lebih sering terjadi pada orang kulit hitam dibandingkan dengan orang kulit putih. -enyebab lain dari stroke hemoragis yaitu malformasi pembuluh darah otak, ruptur dari aneurisma pembuluh darah otak, gangguan koagulasi, tumor otak, penggunaan obat)obatan anti koagulan dan trombolitik (Cahyo,dkk., !" ). .. T,-,an ". /ujuan ,mum Memberikan asuhan kepera0atan pada klien dengan stroke hemoragik di 1uang $C, 1S,+ -rof. +r. Margono Soekardjo -ur0okerto. . /ujuan khusus 2

a. b. #. d. e. f.

Mahasis0a mengetahui tentang konsep dasar stroke hemoragik. Mahasis0a mampu melakukan pengkajian terhadap klien dengan stroke hemoragik. Mahasis0a mampu melakukan analisis data klien dengan stroke hemoragik. Mahasis0a mampu melakukan ren#ana asuhan kepera0atan terhadap klien dengan stroke hemoragik. Mahasis0a mampu melakukan implementasi terhadap klien dengan stroke hemoragik. Mahasis0a mampu melakukan evaluasi terhadap klien dengan stroke hemoragik

TINJAUAN PUSTAKA A. Penge )!an Stroke hemoragik adalah disfungsi neurologi fokal yang akut dan disebabkan oleh perdarahan primer substansi otak yang terjadi se#ara spontan bukan oleh karena trauma kapitis, disebabkan oleh karena pe#ahnya pembuluh arteri, vena dan kapiler (-ri#e, !!(). Stroke hemoragis yaitu stroke yang disebabkan oleh pe#ahnya pembuluh darah otak, diklasifikasikan menjadi perdarahan intraserebral atau intra#erebral hemorrhage ($C%) dan perdarahan subarahnoid atau subara#hnoid hemorrhage (SA%) (Cahyo, !" ).
3adi stroke hemoragik adalah suatu keadaan kehilangan fungsi otak yang diakibatkan oleh perdarahan dalam otak sehingga mengakibatkan seseorang menderita kelumpuhan atau kematian.

.. E)!o+og! 4 -erdarahan intraserebral primer (hipertensif) 4 1uptur kantung aneurisma 4 1uptur malformasi arteri dan vena 4 /rauma (termasuk apopleksi tertunda paska trauma) 4 5elainan perdarahan seperti leukemia, anemia aplastik, $/-, gangguan fungsi hati, komplikasi obat trombolitik atau anti koagulan, hipofibrinogenemia, dan hemofilia. 4 -erdarahan primer atau sekunder dari tumor otak. 4 Septik embolisme, myotik aneurisma (dilatasi pembuluh darah) 4 -enyakit inflamasi pada arteri dan vena 4 Amiloidosis(penumpukan protein amyloid) arteri 4 6bat vasopressor, kokain, herpes simpleks ensefalitis, diseksi arteri vertebral, dan a#ute ne#roti7ing haemorrhagi# en#ephalitis.

8aktor risiko yang berperan dalam peningkatan risiko stroke hemoragik diantaranya2
8aktor ,mur 5eterangan ,mur merupakan faktor risiko yang paling kuat untuk stroke. Sekitar '!* dari stroke terjadi sebelum usia 9(: ;!* terjadi pada mereka yang 9( ke atas. 1isiko stroke adalah dua kali ganda untuk setiap "! tahun di atas (( tahun. 1isiko stroke berkaitan dengan tingkat sistolik hipertensi. %al ini berlaku untuk kedua jenis kelamin, semua umur, dan untuk resiko perdarahan, atherothrombotik, dan stroke lakunar, menariknya, risiko stroke pada tingkat hipertensi sistolik kurang dengan meningkatnya umur, sehingga ia menjadi kurang kuat, meskipun masih penting dan bisa diobati, faktor risiko ini pada orang tua. /erdapat lima kali lipat peningkatan prevalensi stroke antara kembar mono7igotik dibandingkan dengan pasangan kembar laki)laki di7igotik yang menunjukkan ke#enderungan genetik untuk stroke. -ada "<"' penelitian kohort kelahiran S0edia menunjukkan tiga kali lipat peningkatan kejadian stroke pada laki)laki yang ibu kandungnya meninggal akibat stroke, dibandingkan dengan laki)laki tanpa ri0ayat ibu yang mengalami stroke. 1i0ayat keluarga juga tampaknya berperan dalam kematian stroke antara populasi 5aukasia kelas menengah atas di California. Setelah faktor risiko stroke yang lain telah dikendalikan, diabetes meningkatkan risiko stroke tromboemboli sekitar dua kali lipat hingga tiga kali lipat berbanding orang)orang tanpa diabetes. +iabetes dapat mempengaruhi individu untuk mendapat iskemia serebral melalui per#epatan aterosklerosis pembuluh darah yang besar, seperti arteri koronari, arteri karotid atau dengan, efek lokal pada mikrosirkulasi serebral $ndividu dengan penyakit jantung dari jenis apa pun memiliki lebih dari dua kali lipat risiko stroke dibandingkan dengan mereka yang fungsi jantungnya normal. -enyakit Arteri koroner 2 $ndikator kuat kedua dari keberadaan penyakit difus vaskular aterosklerotik dan potensi sumber emboli dari thrombi mural karena miocard infarction. =agal 3antung kongestif, penyakit jantung hipertensi 2 .erhubungan dengan meningkatnya kejadian stroke 8ibrilasi atrial 2 Sangat terkait dengan stroke emboli dan fibrilasi atrial karena penyakit jantung rematik: meningkatkan risiko stroke sebesar "; kali.

%ipertensi

1i0ayat keluarga

-enyakit +M

-enyakit jantung

Merokok

5ontrasepsi oral

>ainnya 2 .erbagai lesi jantung lainnya telah dikaitkan dengan stroke, seperti prolaps katup mitral, patent foramen ovale, defek septum atrium, aneurisma septum atrium, dan lesi aterosklerotik dan trombotik dari as#ending aorta .eberapa laporan, termasuk meta)analisis angka studi, menunjukkan bah0a merokok jelas menyebabkan peningkatan risiko stroke untuk segala usia dan kedua jenis kelamin, tingkat risiko berhubungan dengan jumlah batang rokok yang dihisap, dan penghentian merokok mengurangi risiko, dengan resiko kembali seperti bukan perokok dalam masa lima tahun setelah penghentian. -il 5., estrogen tinggi yang dilaporkan meningkatkan risiko stroke pada 0anita muda. -enurunan kandungan estrogen menurunkan masalah ini, tetapi tidak dihilangkan sama sekali. $ni adalah faktor risiko paling kuat pada 0anita yang lebih dari '( tahun . Mekanisme diduga meningkat koagulasi, karena stimulasi estrogen tentang produksi protein liver, atau jarang penyebab autoimun Meskipun tingkat kolesterol tinggi telah jelas berhubungan dengan penyakit jantung koroner, mereka sehubungan dengan stroke kurang jelas. -eningkatan kolesterol tidak mun#ul untuk menjadi faktor risiko untuk aterosklerosis karotis, khususnya pada laki)laki di ba0ah (( tahun. 5ejadian hiperkolesterolemia menurun dengan bertambahnya usia. 5olesterol berkaitan dengan perdarahan intraserebral atau perdarahan subara#hnoid. /idak ada hubungan yang jelas antara tingkat kolesterol dan infark lakunar.

%yperlipidemia

C. Pa)o.!/!o+og!
-enghentian total aliran darah ke otak menyebabkan hilangnya kesadaran dalam 0aktu "() ! detik dan kerusakan otak yang irreversibel terjadi setelah tujuh hingga sepuluh menit. -enyumbatan pada satu arteri menyebabkan gangguan di area otak yang terbatas (stroke). Mekanisme dasar kerusakan ini adalah selalu defisiensi energi yang disebabkan oleh iskemia. -erdarahan juga menyebabkan iskemia dengan menekan pembuluh darah di sekitarnya. +engan menambah ?a@A5@)A/-ase, defisiensi energi menyebabkan penimbunan ?a@ dan Ca
@

di dalam sel, serta meningkatkan konsentrasi 5 @

ekstrasel sehingga menimbulkan depolarisasi. +epolarisasi menyebabkan penimbunan Cl) di dalam sel, pembengkakan sel, dan kematian sel.

-embengkakan sel, pelepasan mediator vasokonstriktor, dan penyumbatan lumen pembuluh darah oleh granulosit kadang)kadang men#egah reperfusi. -enyumbatan pada arteri serebri media yang sering terjadi menyebabkan kelemahan otot dan spastisitas kontralateral, serta defisit sensorik (hemianestesia) akibat kerusakan girus lateral presentralis dan postsentralis. Akibat selanjutnya adalah deviasi okular, hemianopsia (penyempitan lapang penglihatan), gangguan bi#ara motorik dan sensorik, gangguan persepsi spasial, apraksia (tidak bisa

lagi melakukan gerakan ketika diminta untuk melakukannya) , dan heminegle#t (pengabaian lapangan pandang sisi kiri).
-enyumbatan arteri serebri anterior menyebabkan hemiparesis dan defisit sensorik kontralateral, kesulitan berbi#ara serta apraksia pada lengan kiri jika korpus kalosum anterior dan hubungan dari hemisfer dominan ke korteks motorik kanan terganggu. -enyumbatan bilateral pada arteri serebri anterior menyebabkan apatis karena kerusakan dari sistem limbi#. -enyumbatan total arteri basilaris menyebabkan paralisis semua eksteremitas dan otot)otot mata serta koma. -enyumbatan pada #abang arteri basilaris dapat menyebabkan infark pada serebelum, mesensefalon, pons, dan medula oblongata. Bfek yang ditimbulkan tergantung dari lokasi kerusakan (Silbernagl, !!;)2

4 -using, nistagmus (gerakan ritmik tak terkontrol pada mata), hemiataksia


(serebelum dan jaras aferennya, saraf vestibular).

4 -enyakit -arkinson (substansia nigra), hemiplegia kontralateral dan


tetraplegia (traktus piramidal).

4 %ilangnya sensasi nyeri dan suhu (hipestesia atau anastesia) di bagian


0ajah ipsilateral dan ekstremitas kontralateral (saraf trigeminus CVD dan traktus spinotalamikus).

4 %ipakusis (hipestesia auditorik: saraf koklearis), ageusis (saraf traktus


salivarus), singultus (formasio retikularis).

4 -tosis, miosis, dan anhidrosis fasial ipsilateral (sindrom %orner, pada


kehilangan persarafan simpatis).

4 -aralisis palatum molle dan takikardia (saraf vagus CED). -aralisis otot
lidah (saraf hipoglosus CE$$D), mulut yang jatuh (saraf fasial CV$$D), strabismus (saraf okulomotorik C$$$D, saraf abdusens CVD).

4 -aralisis pseudobulbar dengan paralisis otot se#ara menyeluruh (namun


kesadaran tetap dipertahankan). $ntinya -erdarahan biasanya disebabkan oleh ruptura arteri #erebri

ekstravasasi darah terjadi di daerah otak atau subara#hnoid, sehingga jaringan yang terletak di dekatnya akan tertekan. +arah ini sangat mengiritasi jaringan otak, sehingga mengakibatkan vasospasme pada arteri di sekitar pendarahan, spasme ini dapat menyebaar ke seluruh hemisfer otak, bekuan darah yang semua lunak akhirnya akan larut dan menge#il, otak yang terletak di sekitar tempat bekuan dapat membengkak dan mengalami nekrosis. $nfark regional kortikal, sub kortikal ataupun infark regional di batang otak terjadi karena daerah perdarahan suatu arteri tidakA kurang mendapat aliran darah. AliranA suplai darah tidak disampaikan ke daerah tersebut oleh karena arteri yang bersangkutan tersumbat atau pe#ah. Sebagai akibat keadaan tersebut bias terjadinya anoksia atau hypoksia. .ila aliran darah ke otak berkurang sampai F)'! mlA"!! gr jaringan akan terjadi is#hemia untuk jangka 0aktu yang lama dan bila otak hanya mendapat suplai darah kurang dari "9 mlA"!! gr jaringan otak, maka akan terjadi infark jaringan otak yang permanen

+. Pa)h0a1
Aneurisma /erjadi perdarahan %ipertensi

BkstravasasiA rembesnya darah di otak 1upture arteri #erebri Menyebar ke hemisfer otak

iskemia Vasopasme arteri -erdarahan serebri Aktifitas elektrolit terhaenti -/$5

?yeri -ompa ?a dan 5 gagal

?a dan % 6 masuk ke sel

Bdema #erebral 5etidak efektifan perfusi jaringan #erebral

5ematian progresif sel otak

+efi#it fungsi neurologia otak

Arteri vertebrae basiliaris

5erusakan neuro#erebrospinal (V$$, $E, E$$) 5erusakan neurologis pada ( ?.$, ?.$$, ?.$V, ?.E$$) -enurunan fungsi ?.E, ?.$E +isfungsi ? E$ (assesoris)

5ehilangan fungsi tonus otot fasial -roses menelan tidak efektif 5elemahan anggota gerak -erubahan ketajaman sensori penghidu, penge#ap dan penglihatan +isfagia 5erusakan komunikasi verbal 5erusakan mobilitas fisik

=angguan kebutuhan nutrisi =angguan persepsi sensori

Arteri #rerebri media

+isfungsi ?.E$

5egagalan menggerakkan anggota tubuh

/irah baring lama 5erusakan mobilitas fisik

1isiko kerusakan integritas kulit +efi#it pera0atan diri

B. Tanda dan ge-a+a Manifestasi klinis yang mun#ul pada klien S% seperti2 ". -engaruh terhadap status mental. a. /idak sadar 2 '!* ) F!* b. 5onfuse 2 F(* dari pasien biasanya sadar . +aerah arteri serebri media, arteri karotis interna akan menimbulkan2 a. %emiplegia kontralateral yang disertai hemianesthesia ('!*)G!*) b. Afasia bila mengenai hemisfer dominant ('(*)(!*) #. Apraksia bila mengenai hemisfer non dominant('!*) '. +aerah arteri serebri anterior akan menimbulkan gejala2 a. %emiplegia dan hemianesthesia kontralateral terutama tungkai ('!*) G!*) b. $nkontinensia urin, afasia, atau apraksia tergantung hemisfer mana yang terkena. F. +aerah arteri serebri posterior a. ?yeri spontan pada kepala b. Afasia bila mengenai hemisfer dominant ('()(!*) (. +aerah vertebra basiler akan menimbulkan2 a. Sering fatal karena mengenai pusat)pusat vital di batang otak b. %emiplegia alternans atau tetraplegia #. 5elumpuhan pseudobulbar (kelumpuhan otot mata, kesulitan menelan, emosi labil) Apabila dilihat bagian hemisfer mana yang terkena, gejala dapat berupa2 ". Stroke hemisfer kanan ". %emiparese sebelah kiri tubuh . -enilaian buruk

'. Mempunyai

kerentanan

terhadap

sisi

kontralateral

sebagai

kemungkinan terjatuh ke sisi yang berla0anan . Stroke hemisfer kiri ". Mengalami hemiparese kanan . -erilaku lambat dan sangat berhati)hati '. 5elainan bidang pandang sebelah kanan F. +isfagia global (. Afasia 9. Mudah frustasi 8. Ko23+!ka/!
-eningkatan tekanan intrakranial dan herniasi adalah komplikasi yang paling ditakutkan pada perdarahan intraserebral. -erburukan edema serebri sering mengakibatkan deteoriasi pada F)FG jam pertama. -erdarahan a0al juga berhubungan dengan deteorisasi neurologis, dan perluasan dari hematoma tersebut adalah penyebab paling sering deteorisasi neurologis dalam ' jam pertama. -ada pasien yang dalam keadaan 0aspada, (* akan mengalami penurunan kesadaran dalam F jam pertama. 5ejang setelah stroke dapat mun#ul. Selain dari hal)hal yang telah disebutkan diatas, stroke sendiri adalah penyebab utama dari disabilitas permanen (.runner H Suddart, !! ).

=. Pe2e !k/aan 3en,n-ang ". laboratorium2 mengarah pada pemeriksaan darah lengkap, elektrolit, kolesterol, dan bila perlu analisa gas darah, gula darah dsb. . C/ s#an kepala untuk mengetahui lokasi dan luasnya perdarahan atau infark '. M1$ untuk mengetahui adanya edema, infark, hematom dan bergesernya struktur otak F. Angiografi untuk mengetahui penyebab dan gambaran yang jelas mengenai pembuluh darah yang terganggu. (. 8ungsi >umbal 2 Menunjukan adanya tekanan normal dan biasanya ada trombosis, emboli serabral dan /$A, sedangkan tekanan meningkat dan #airan yang mengandung darah menujukan adanya hemoragi suaraknoid intrakranial. 5adar protein meningkat pada kasus trombosis sehubungan dengan adanya proses imflamasi.

9. Mengidentifikasi maslah didasarkan pada gelombang otak dan mungkin adanya daerah lesi yang spesifik. ;. Menggambarkan perubahan kelenjar lempeng pineal daerah yang berla0anan dari masa yang meluas: klasifikasi karptis interna terdapat pada trombosis serebral. G. ,ltrasonografi +oppler 2 Mengidentifikasi penyakit arteriovena (masalah system arteri karotis), aliran darah A mun#ul plak (arteriosklerotik). %. Pena)a+ak/anaan ,ntuk mera0at keadaan akut perlu diperhatikan faktor I faktor kritis sebagai berikut 2 ". Menstabilkan tanda I tanda vital2 a. Mempertahankan saluran nafas (sering melakukan penghisapan yang dalam , 6 , trakeotomi, pasang alat bantu pernafasan bila batang otak terkena) b. 5endalikan tekanan darah sesuai dengan keadaan masing I masing individu : termasuk usaha untuk memperbaiki hipotensi maupun hipertensi . '. +eteksi dan memperbaiki aritmia jantung Mera0at kandung kemih. Sedapat mungkin jangan memasang kateter tinggal: #ara ini telah diganti dengan kateterisasi Jkeluar I masukK setiap F sampai 9 jam. F. Menempatkan posisi penderita dengan baik se#epat mungkin 2 a. b. -enderita harus dibalik setiap jam dan latihangerakan pasif setiap jam 5lien dalam beberapa hari dianjurkan untuk dilakukan gerakan pasif penuh sebanyak (! kali per hari: tindakan ini perlu untuk men#egah tekanan pada daerah tertentu dan untuk men#egah kontraktur (terutama pada bahu, siku dan mata kaki) $. Pengka-!an ". $dentitas 5lien Meng#akup nama, umur, jenis kelamin, pekerjaan, agama, ?o Mr, pendidikan, status peka0inan, diangnosa medis dll.

. 1i0ayat 5esehatan a. 1i0ayat 5esehatan +ahulu .iasanya pada klien ini mempunyai ri0ayat hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, anemi, ri0ayat trauma kepala, kontrasepsi oral yang lama, pengunaan obat)obat antikoagulan, aspirin dan kegemukanAobesitas. b. 1i0ayat 5esehatan Sekarang .iasanya klien sakit kepala, mual muntah bahkan kejang sampai tak sadarkan diri, kleumpuhan separoh badan dan gangguan fungsi otak. #. 1i0ayat 5esehatan 5eluarga .iasanya ada anggota keluarga yang menderita atau mengalami penyakit seperti 2 hipertensi, +iabetes Melitus, penyakit jantung. d. 1i0ayat -sikososial
.iasanya masalah pera0atan dan biaya pengobatan dapat membuat emosi dan pikiran klein dan juga keluarga sehingga baik klien maupun keluarga sering merasakan sterss dan #emas.

'. -emeriksaan 8isik ") 1ambut dan hygiene kepala ) Mata2buta,kehilangan daya lihat ') %idung,simetris ki)ka adanya gangguan F) >eher, () +ada2 4 $2 simetris ki)ka 4 -2 premitus 4 -2 sonor 4 A2 ron#hi 9) Abdomen2 4 $2 perut a#ites 4 - 2hepart dan lien tidak teraba 4 - 2/hympani 4 A 2.ising usus (@) ;) =enito urinaria 2dekontaminasi,anuria

G) Bkstramitas 2kelemahan,kelumpuhan F. -emeriksaan 8isik Sistem ?eurologis a. /ingkat 5esadaran ") 5ualitatif 2 Adalah fungsi mental keseluruhan dan derajat ke0asapadaan. 4 CMC L dasar akan diri dan punya orientasi penuh 4 A-A/$S L tingkat kesadaran yang tampak lesu dan mengantuk 4 >A/A1=$B L tingkat kesadaran yang tampak lesu dan mengantuk 4 +B>$1$,M L penurunan kesadaran disertai pe M abnormal aktifitas psikomotor L gaduh gelisah 4 SAM?6>B? L keadaan pasien yang selalu m0 tidur L diransang bangun lalu tidur kembali 4 56MA L kesadaran yang hilang sama sekali ) 5uantitatif 2 dengan menggunakan =lasgo0 Coma S#ale (=CS) b. -emeriksaaan ?ervus Cranialis #. Menilai 5ekuatan 6tot d. -emeriksaan reflek (. 1angsangan Meningeal 9. +ata -enunjang a. >aboratorium 4 %ematologi 4 5imia klinik b. 1adiologi 4 C/ S#an2 Memperlihatkan adanya edema , hematoma, iskemia dan adanya infark 4 M1$2 Menunjukan daerah yang mengalami infark, hemoragik. 4 Sinar E /engkorak2 Menggambarkan perubahan kelenjar lempeng pineal 3. D!agno/a ke3e a0a)an ". 5etidak efektifan perfusi jaringan #erebral bAd perdarah otak(edema #erebri)

. +efi#it pera0atan diri bAd kelemahan fisik '. %ambatan komunikasi verbal bAd kerusakan neurologis F. %ambatan mobilitas fisik bAd penurunan kekuatan otot (. 5etidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh bAd kelemahan otot mengunyah dan menelan 9. 1isiko kerusakan integritas kulit bAd tirah baring lama

5. Ren4ana A/,han Ke3e a0a)an


No5 d!agno/e '5 T,-,an ") /ujuan 2 -erfusi jaringan otak dapat ter#apai se#ara optimal In)e ven/! Ra/!ona+ a) .erikan penjelasan kepada a) 5eluarga keluarga klien tentang sebab) sebab gangguan perfusi jaringan otak dan akibatnya berpartisipasi proses penyembuhan lebih dalam men#egah setiap yang terjadi

5riteria hasil 2

) ) ) )

5lien tidak gelisah /idak ada keluhan nyeri kepala =CS F(9 /anda)tanda vital normal(nadi 2 9!)"!! kali

b) #)

,ntuk Mengetahui perubahan

b) #)

Anjurkan kepada klien untuk bed rest total 6bservasi dan #atat tanda) tanda jam vital dan kelainan tekanan intrakranial tiap dua

perdarahan ulang

permenit, suhu2 '9)'9,; C, pernafasan "9) ! kali permenit)

pada klien se#ara dini dan untuk penetapan tindakan yang tepat

d)

.erikan posisi kepala lebih tinggi "()'! dengan jantung (beri bantal tipis) letak untuk dan

d)

Mengurangi tekanan arteri dengan draimage memperbaiki serebral meningkatkan vena dan sirkulasi

e)

Anjurkan menghindari

klien batuk

mengejan berlebihan

e)
yang

.atuk dan mengejan dapat meningkatkan tekanan intra kranial dan potensial terjadi perdarahan ulang

f) g)

Ciptakan

lingkungan

tenang dan batasi pengunjung 5olaborasi dengan tim dokter

dalam

pemberian

obat

f)

1angsangan aktivitas yang meningkat meningkatkan ketenangan diperlukan pen#egahan stroke dapat kenaikan mungkin untuk terhadap A yang

neuroprotektor

/$5. $stirahat total dan

perdarahan dalam kasus hemoragik sel perdarahan lainnya

g)

Memperbaiki masih viabel

%5

5ebutuhan pera0atan diri klien terpenuhi 5riteria hasil

a. /entukan kemampuan dan


tingkat kekurangan dalam melakukan pera0atan diri

a. Membantu

dalam

mengantisipasiAmeren#anak an pemenuhan kebutuhan se#ara individual

) 5lien dapat melakukan aktivitas pera0atan diri


sesuai dengan kemampuan klien

b. .eri motivasi kepada klien


untuk tetap melakukan aktivitas dan beri bantuan dengan sikap sungguh

b. Meningkatkan harga diri


dan semangat mungkin untuk menjadi berusaha terus)menerus

) 5lien

dapat

mengidentifikasi

sumber

pribadiAkomunitas untuk memberikan bantuan sesuai kebutuhan

#. %indari melakukan sesuatu

#. 5lien

untuk berikan

klien

yang

dapat sesuai

sangat ketakutan dan sangat tergantung dan meskipun bantuan yang diberikan dalam bermanfaat

dilakukan klien sendiri, tetapi bantuan kebutuhan

d. .erikan umpan balik yang


positif untuk setiap usaha yang dilakukannya dengan atau ahli keberhasilannya

men#egah frustasi, adalah penting bagi klien untuk melakukan untuk harga sebanyak mungkin untuk diri)sendiri mempertahankan diri dan perasaan dan serta klien untuk

e. 5olaborasi

fisioterapiAokupasi

meningkatkan pemulihan

d. Meningkatkan
makna kemandirian mendorong diri

berusaha se#ara kontinyu

e. Memberikan bantuan yang


mantap mengembangkan untuk ren#ana

terapi dan mengidentifikasi kebutuhan alat penyokong

65

-roses komunikasi klien dapat berfungsi se#ara optimal 5riteria hasil

a)

.erikan

metode misal setiap

alternatif a) dengan

khusus Memenuhi komunikasi sesuai kemampuan klien

kebutuhan dengan

komunikasi, bahasa isarat

) /er#iptanya suatu komunikasi dimana kebutuhan


klien dapat dipenuhi

b) Antisipasi #)

kebutuhan b) Men#egah rasa putus asa dan ketergantungan pada orang lain Mengurangi ke#emasan dan kebingungan komunikasi pada saat

) 5lien mampu merespon setiap berkomunikasi se#ara


verbal maupun isarat

klien saat berkomunikasi .i#aralah dengan klien se#ara #) pelan dan gunakan pertanyaan yang ja0abannya JyaK atau JtidakK

d) Mengurangi isolasi sosial dan


kepada keluarga meningkatkan yang efektif komunikasi tetap berkomunikasi klien

d) Anjurkan
untuk

dengan klien

e) Memberi semangat pada klien


agar lebih sering melakukan komunikasi Melatih klien belajar bi#ara se#ara mandiri dengan baik dan benar a) Menurunkan resiko terjadinnya iskemia jaringan akibat sirkulasi darah yang jelek pada

e) f)

%argai

kemampuan

dalam berkomunikasi 5olaborasi dengan fisioterapis f) untuk latihan 0i#ara (5 5lien mampu melaksanakan aktivitas fisik sesuai dengan kemampuannya 5riteria hasil

a) ,bah posisi klien tiap jam b) Ajarkan


klien untuk melakukan latihan gerak aktif

) ) )

/idak terjadi kontraktur sendi .ertambahnya kekuatan otot 5lien menunjukkan tindakan untuk meningkatkan mobilitas

pada ekstrimitas yang tidak sakit

daerah yang tertekan

b) =erakan
serta posisi

aktif

memberikan fungsi

#) >akukan gerak pasif pada


ekstrimitas yang sakit

massa, tonus dan kekuatan otot memperbaiki jantung dan pernapasan

d) .erikan papan kaki pada


ekstrimitas fungsionalnya dalam

#) 6tot volunter akan kehilangan


tonus dan kekuatannya bila tidak dilatih untuk digerakkan

e) /inggikan kepala dan tangan f) 5olaborasi


klien 75 /idak terjadi gangguan nutrisi 5riteria hasil dengan ahli fisioterapi untuk latihan fisik

a) /entukan kemampuan klien


dalam mengunyah, menelan dan reflek batuk

a) ,ntuk
pada klien

menetapkan

jenis

makanan yang akan diberikan

) )

.erat badan dapat dipertahankanAditingkatkan %b dan albumin dalam batas normal

b) >etakkan posisi kepala lebih


tinggi pada 0aktu, selama dan sesudah makan

b) ,ntuk klien lebih mudah untuk


menelan karena gaya gravitasi

#) Membantu
kembali meningkatkan muskuler

dalam sensori

melatih dan kontrol

#) Stimulasi bibir untuk menutup


dan membuka mulut se#ara manual dengan menekan

ringan

diatas

bibirAdiba0ah pada tidak dengan

d) Memberikan stimulasi sensori


(termasuk rasa ke#ap) yang dapat untuk men#etuskan menelan dapat usaha dan

dagu jika dibutuhkan

d) >etakkan
daerah terganggu

makanan mulut yang

meningkatkan masukan makan

e) .erikan
tenang

e) 5lien

berkonsentrasi

berlahan pada lingkungan yang

pada mekanisme makan tanpa adanya distraksiAgangguan dari luar

f)

Mulailah untuk memberikan makan peroral setengah #air, makan lunak ketika klien dapat menelan air

f) Makan
mudah

lunakA#airan

kental untuk didalam

mengendalikannya aspirasi untuk program

g) Anjurkan klien menggunakan


sedotan meminum #airan

mulut, menurunkan terjadinya

h) Anjurkan

klien

g) Menguatkan otot fasial dan


dan otot menelan dan menurunkan resiko terjadinya tersedak

berpartisipasidalam latihanAkegiatan

i)

5olaborasi dengan tim dokter untuk memberikan #iran melalui iv atau makanan

h) +apat meningkatkan pelepasan


endorfin dalam otak yang

melalui selang

meningkatkan nafsu makan

i) Mungkin

diperlukan

untuk

memberikan #airan pengganti dan juga makanan jika klien tidak mampu untuk memasukkan segala sesuatu melalui mulut 85 5lien mampu mempertahankan keutuhan kulit 5riteria hasil

a) Anjurkan untuk melakukan a)


latihan mungkin 16M (range of motion) dan mobilisasi jika b)

Meningkatkan kesemua daerah Menghindari Menghindari menonjol Menghindari

aliran tekanan tekanan

darah dan yang

) 5lien mau berpartisipasi terhadap pen#egahan luka ) 5lien mengetahui penyebab dan #ara pen#egahan
luka

meningkatkan aliran darah

b) 1ubah posisi tiap jam #) =unakan


pengganjal ba0ah menonjol bantal yang air lunak atau di

#)

) /idak ada tanda)tanda kemerahan atau luka

berlebih pada daerah yang kerusakan)

daerah)daerah

yang d)

kerusakan kapiler)kapiler %angat dan pelunakan adalah tanda kerusakan jaringan Mempertahankan kulit keutuhan yang baru pada f)

d) >akukan masase pada daerah e)


yang menonjol mengalami tekanan

0aktu berubah posisi

e) 6bservasi terhadap eritema


dan kepu#atan dan palpasi area sekitar terhadap kehangatan dan pelunakan jaringan tiap merubah posisi

f) 3aga kebersihan kulit dan


seminimal mungkin hindari trauma, panas terhadap kulit

DA#TAR PUSTAKA .runner, $, S dan Suddarnth, +rs. ( !! ). .uku Ajaran 5epera0atan Medi#al .edah Vol . 3akarta2 B=C Cahyo, Mo#hamad., ?a7aruddin, Andi., 1asmin, Menaldi., -rasenohadi, Sidharta, $ +e0a 5etut.,dkk. ( !" ).-engaruh /indakan 5raniotomi pada -enggunaan Ventilasi Mekanis dan >ama -era0atan $ntensif pada -asien Stroke %emoragis di ,nit -era0atan $ntensif 1S -ersahabatan. J Respir Indo. Vol. ' , ?o. .
+oenges, Marilynn B. dkk. ( !!!). -enerapan -roses 5epera0atan dan +iagnosa 5epera0atan, B=C: 3akarta

-ri#e, Sylvia ( !!(). -atofisiologi 2 5onsep 5linis proses)proses -enyakit. Bdisi 9. 3akarta 2 B=C