Anda di halaman 1dari 33

Dr.

Fernandi Moegni, SpOG(K)


Tempat & tgl Lahir: Jakarta, 2 Desember 1975 Jabatan: Staf pengajar Divisi Uroginekologi Rekonstruksi Dept.Obgin FKUI/ RSCM Tahun Lulus Pendidikan:
Dokter umum FKUI 1999 Spesialis Obgin FKUI 2004 Konsultan Uroginekologi Rekonstruksi FKUI 2009

Pendidikan tambahan:
Fellow Uroginekologi KK Hospital, Singapore, 2007 Pelvic Floor Ultrasound Training, Nepean Hospital, Sydney, 2009

Fistula Vesikovagina & Rektovagina


dr.Fernandi Moegni, SpOG(K)
Simposium Cidera pada Uroginekologi KOGI 15, 4 Juli 2012, Ballroom Nusa Dua 2

Overview
Definisi Prevalens / Insiden Diagnosis Pemeriksaan khusus Penatalaksanaan

Definisi
Definisi fistula: saluran abnormal yang menghubungkan antara 2 rongga organ yang dilapisi epitel. Fistula urogenital adalah saluran abnormal antara vagina dengan uretra, vesika urinaria, uterus, atau ureter Fistula vesikovagina: saluran abnormal yang menghubungkan vesika urinaria dan vagina

Jenis-jenis fistula

Fistula Vesikovagina

Jenis-jenis fistula urogenital

Drutz 1989

Jenis fistula berdasarkan etiologi

Drutz 1989

Fistula Obstetrik
Akibat partus lama nekrosis jaringan dinding depan vagina & kandung kemih terjepit antara kepala janin dan panggul. Trauma tindakan vaginal operatif / SC. Timbul segera atau beberapa lama setelah melahirkan, diameter lebih besar, letak rendah, mungkin multipel, lebih kotor karena ada infeksi, udema, nekrosis. Prevalensi 0.35% persalinan (Harrison,1985)

Fistula Ginekologi
Umumnya akibat histerektomi (50.6 65%) (Lee 1988, Hilton 2006) Faktor penyebab intraoperatif:
Distorsi anatomi akibat tumor/ endometriosis Kurang jauh membebaskan vesika Vesika terjahit saat menjahit tunggul vagina/ hemostasis Tidak mengenal cedera vesika / melakukan tes

Timbul hari ke 5 sampai 14 pascaoperasi, lebih kecil, tinggi, biasanya single, bersih.

Klasifikasi Anatomik
a. Juksta Uretral: melibatkan leher vesika dan proksimal uretra dengan kerusakan pada mekanisme sfingter dan kadang-kadang disertai hilangnya uretra. b. Vagina tengah: tanpa melibatkan leher vesika atau trigonum. c. Juksta Servikal: terbuka sampai forniks anterior dengan kemungkinan melibatkan ureter bagian distal.

Klasifikasi Anatomik(2)
d. Masif: kombinasi jenis 1 sampai 3 dengan bekas parut dan melekat pada tulang dan sering melibatkan ureter pada pinggir fistula dan prolapsus vesiko melalui lubang yang besar. e. Compound: melibatkan rekto vagina atau uretero vagina seperti halnya fistula vesikovagina. f. Vesiko Servikal atau Vesiko Uterina: biasanya sesudah tindakan bedah sesar.

Akibat dari fistula vesikovagina


1. Iritasi dan lecet di selangkangan 2. Malu karena menimbulkan bau tak sedap 3. Terpisah dari lingkungan masyarakat 4. Terpisah dari lingkungan keluarga 5. Tidak dapat melakukan senggama seperti mestinya 6. Dicerai suami 7. Dampak psikologis sampai frustasi

Diagnosis
Anamnesis inkontinensia kontinu. Pemeriksaan fisis:
Urin di vagina Tes biru metilen (1cc/100cc NaCl) ke dalam vesika Tes Adona / indigo carmin 0.8% 5cc iv

Penunjang:
Sistoskopi IVP

Waktu tepat penatalaksanaan


Area bebas infeksi/ inflamasi umumnya ditunggu sampai 3 bulan. Collin memberikan kortison 100mg sebelum operasi dilakukan 10-14 hari setelahnya keberhasilannya masih di bawah cara menunggu 3 bulan.

Metode penatalaksanaan
Konservatif
Pemasangan kateter pd fistula kecil (< 3mm) selama 3 minggu.

Pembedahan
Vaginal Uroginekologi Transvesical extraperitoneal Transabdominal (intraperitoneal) Combined Laparoscopic and endoscopic Diversion

Metode penatalaksanaan(2)
Pertimbangan untuk metode pembedahan perabdominam (Lee, 1988):
Letak tinggi dan sulit dijangkau dari bawah Dekat dengan muara ureter Bersamaan dengan adanya kelainan pelvik Jumlah fistula banyak

Persiapan Operasi
1. Keadaan umum penderita baik, fisik dan mental dipersiapkan 2. Daerah genitalia eksterna dan fistula harus tenang 3. Penilaian kembali sebelum operasi
Besar Letak Rehabilisasi fistula Dicerai suami

4. Urogram

Prinsip pembedahan

Drutz 1989

Teknik reparasi

Teknik reparasi (2)

Teknik penatalaksanaan(3)
Menggunakan materi benang lambat serap polyglactin 3.0 Pemasangan kateter 10-14 hari post-operatif
suprapubic Three-way kateter

Setelah pulang, 6 minggu tidak boleh memasang tampon vagina, berhubungan seksual, douching.

Fistula Rectovagina

Definisi
Saluran abnormal yang menghubungkan rektum dan / anus dan vagina Mayoritas bukan fistula sesungguhnya jalur inflamasi dari rektum & perineum dari kelenjar anus terinfeksi / inflammatory bowel disease. Penyebab <5% seluruh fistula. (Stern 1987). Hal penting untuk kita disebabkan komplikasi persalinan pervaginam / pembedahan ginekologi.

Etiologi

From: Stenchever and Benson 2000

Insiden
Angka pasti tidak diketahui. Di negara berkembang karena sebab obstetri:
0.1% seluruh persalinan pervaginam. Pada ruptur perineum total terjadi 0.4 3%

Di Addis Addaba, Ethiopia, 17% merupakan fistula rektovagina dan gabungan dengan vesikovagina. (Arrowsmith, 1996)

Klasifikasi

Rogers & Fenner, 2007

Diagnosis & Evaluasi


Anamnesis: keluhan dan mencari etiologi Pemeriksaan fisis:
ukuran, lokasi, etiologi evaluasi perineum

Penelitian prospektif 94 perempuan, hanya beberapa dari 38% dengan keluhan inkontinensia ani yang datang rasa malu, masalah sosioekonomi dan ketidaktahuan. ( Tetzschner dkk, 1996)

Pemeriksaan RT & sonde

Sultan dan Thakar, 2007

Pemeriksaan khusus (fistula kecil)


Gel diwarnai metilen biru dimasukkan dalam anus. Masase vagina melihat gel biru masuk. Cairan metilen biru dalam anus melalui foley kateter, balon foley sbg penutup anus. Radiologi dengan kontras. Ultrasonografi untuk evaluasi sfingter ani dan kemungkinan jalur fistula. Office anus/proctoscopy.

Prinsip penatalaksanaan
Seperti fistula vesikovagina. Area bebas infeksi/ inflamasi umumnya ditunggu sampai 3 bulan. Reparasi tanpa tegangan, dengan cukup diseksi untuk mobilisasi jaringan sekitar. Prinsip penjahitan inversi tepi fistula dengan penjahitan lapisan di atasnya.

Prinsip penatalaksanaan (2)


Benang serap lambat polysorb atau polyglycolic acid 3-0 pada semua lapisan. Pada fistula tinggi dan sulit dijangkau pervaginam / kompleks rujuk bedah kolorektal. Diet tinggi serat dengan penggunaan pelunak feses. Cebok bersih (boleh Sitz Bath) diikuti dengan pengeringan agar jahitan bersih dan kering.

TERIMA KASIH