Anda di halaman 1dari 51

Fungsi Khusus

Lanjutan (PDB)
MATEMATIKA FISIKA II MATEMATIKA FISIKA II
JURDIK FISIKA FPMIPA UPI
Bandung
Fungsi Khusus dalam bentuk PDB
terdiri atas :
Polinomial Legendre dalam berbagai jenis
Fungsi Bessel dalam berbagai bentuk
Polinomial Hermite
Polinomial Laguarre Polinomial Laguarre
Semua point di atas diperoleh dari solusi-
solusi Persamaan Differensial (PD)
Laguarre, PD Bessel, dst
Diperlukan pengetahuan tentang metode-
metode untuk mencari solusi PD :
Telah dipelajari metode analitik untuk
mencari solusi PDB orde I dengan PDB
orde II dikenal :
Metode pemisahan variable
Metode linier orde I
Metode PD homogen
Metode Bernoulli
Metode reduksi orde
Metode Variasi parameter
Metode aproksimasi dengan deret pangkat
PDB ORDE I
PDB ORDE II
Mencari Solusi PDB dengan metode
deret pangkat
Solusi PDB = hubungan eksplisit antara variabel
terikat dan variabel bebas yang jika kita
substitusikan ke PDB yang bersangkutan akan
menghasilkan suatu identitas.
Dengan metode deret pangkat kita misalkan : Dengan metode deret pangkat kita misalkan :
n
n
n
o
n
n
x a x a x a x a x a a x a y + + + +

+ + = =

=
...
4
4
3
3
2
0
2 1
1 3
4
2
3 2 1
... 4 3 2 0 '

+ + + + + + =
n
n
x na x a x a x a a y
2 2
4 3 2
) 1 ( ... 12 6 2 0 0 ' '

+ + + + + + =
n
n
x a n n x a x a a y
Sudah dibahas dalam deret pangkat
Persamaan Diferensial Legendre
0 ) 1 ( ' 2 ' ' ) 1 (
2
= + + y xy y x l l

=
=
1
0 n
n
n
x a y
...
) 3 )( 2 ( ) 1 ( ) 1 (
1
4 2
|
|

|

+ + +
+
+
= x x a y
l l l l l l
metode deret pangkat
Solusi :
... ...
! 5
) 4 )( 3 )( 2 ( ) 1 (
! 3
) 2 )( 1 (
...
! 4 ! 2
1
5 3
1
0
+
|

\
|

+ + +
+

+
|

\
+ =
x x x a
x x a y
l l l l l l
1
2
< x
1
2
= x
Dengan menggunakan tes rasio maka deret ini memiliki
selang konvergensi
dan tidak konvergensi untuk
Polinomial Legendre
l suatu konstanta sebarang
+ = =
0
0 a y l
1
a
deret pangkat dengan koefisien
+ = = x a y
1
1 l
0
a deret pangkat dengan koefisien
+ = = ) 3 1 ( 2
2
0
x a y l
1
a deret pangkat dengan koefisien
+ = = )
3
5
( 3
3
1
x x a y l
0
a
deret pangkat dengan koefisien
Secara umum setiap nilai ,
l
1
2
= x
0
a
1
a
dihasilkan suatu deret pangkat dan lainnya suatu polinomial
dimana deret pangkat yang dihasilkan bersifat divergen pada nilai
. Selanjutnya jika nilai-nilai
dan
Pada setiap polinomial dipilih sedemikian rupa sehingga nilai
1 = y 1
2
= x
) (x P
l
Pada setiap polinomial dipilih sedemikian rupa sehingga nilai
untuk
Maka akan dihasilkan suatu polinomial yang disebut polynomial
legendre ditulis dengan
0
0 a y = = l
1 , 1 = = x y
1 1
0 0
= = a a

Polynomial Legendre
1 ) (
0
= x P
x a y
1
1 = = l
1 , 1 = = x y
1 1 1
1 1
= = a a
x x P = ) (
1

) 3 1 ( 2
2
0
x a y = = l
1 , 1 = = x y
( )
2
0
) 1 ( 3 1 1 = a
) 2 ( 1
0
= a
2
1
0
= a
)
3
5
( 3
3
1
x x a y = = l
1 , 1 = = x y
|

\
|
=
3
5
1 1
1
a
2
3
1
= a
) 3 1 (
2
1
) (
2
2
x x P =
) 1 3 (
2
1
) (
2
2
= x x P
|

\
|
=
2
1
2
3
) (
2
2
x x P
2
|

\
|
=
3
3
3
5
2
3
) ( x x x P
|

\
|
= x x x P
3
3
3
5
2
3
) (
|

\
|
= x x x P
2
3
2
5
) (
3
3
Formula Rodriguez :
( )
l
l
l
l
l
l
1
! 2
1
) (
2
= x
dx
d
x P
( )
0
2
0
0
0
0
1
! 0 2
1
) ( = x
dx
d
x P
1 =
1 ) (
0
= x P
( ) ) 2 (
2
1
1
! 1 2
1
) (
1
2
1
1
1
1
x x
dx
d
x P = =
x x P = ) (
1
( ) ( )( ) ( ) ( ) ( )
|

\
|
=
|

\
|
= = 1 4
8
1
2 1 2
8
1
1
! 2 2
1
) (
2 2
2
2
2
2
2
2
x x
dx
d
x x
dx
d
x
dx
d
x P
( ) ( ) ( ) ( ) ( ) 4 12
8
1
8 4 4
8
1
2 4 1 4
8
1
) (
2 2 2 2
2
= + = + = x x x x x x x P
2
1
2
3
) (
2
2
= x x P
Fungsi Pembangkit Polinomial Legendre
( ) ( ) 1 , 2 1 ,
2
1
2
< + =

h h xh h x
Fungsi pembangkit polinomial legendre dirumuskan sebagai berikut :
Disebut fungsi pembangkit polinomial legendre karena dari fungsi
y h xh =
2
2
( ) ( )
2
1
1

= y y ( )
p
x + 1
Disebut fungsi pembangkit polinomial legendre karena dari fungsi
ini dapat dibangkitkan polinomial legendre.
Maka
gunakan uraian deret binomial
Misalkan :
( ) ...
8
3
2
1
1
2
+ + + = y y y
2
2 h xh y =
( ) ( ) ... 2
8
3
2
1
1 ,
2
2 2
+ + + = h xh h xh h x
( ) ( ) ... 4 4 4
3 1
1 , + + + + = h xh h x h xh h x
Substitusi kembali:
( ) ( ) ... 4 4 4
8
3
2
1
1 ,
4 3 2 2 2
+ + + + = h xh h x h xh h x
( ) ...
2
1
2
3
1 ,
2 2
+
|

\
|
+ + = x h xh h x
( ) ... ) ( ) ( ) ( ,
2
2
1 0
+ + + = x P h x hP x P h x
Fungsi Pembangkit Polinomial Legendre berguna
untuk mencari hubungan-hubungan rekursif
polinomial legendre:
( ) ( ) ) ( 1 ) ( 1 2 ) (
2 1
x P x xP x P

=
l l l
l l l
) ( ) ( ' ) ( '
1
x P x P x xP
l l l
l =

a)
b)
) ( ) ( ' ) ( '
1 1
x P x xP x P

=
l l l
l
( ) ) ( ) ( ) ( ' 1
1
2
x xP x P x P x
l l l
l l =

( ) ) ( ' ) ( ' ) ( 1 2
1 1
x P x P x P
+
= +
l l l
l
e)
d)
c)
Buktikan hubungan rekursif a)
( )
2
1
2
2 1

+ = h xh
( ) ( ) h x h xh
h
2 2 2 1
2
1
2
3
2
+ + =

h 2
( ) ( )

h x
h
h xh =

+
2
2 1

=

=0
) (
l
l
l
x P h
Tetapi
( ) ( )

+

=

= 0 0
2
) ( ) ( 2 1
l
l
l
l
l
l
x P h h x x P h
h
h xh
( ) ( )

+

=

0 0
1 2
) ( ) ( 2 1
l
l
l
l
l
l
l x P h h x x P h h xh
Maka:
) ( ) ( ) ( ) ( 2 ) (
1 2 1 1
x P hh x P xh x P h h x P h xh x P h
l
l
l
l
l
l
l
l
l
l
l l l = +

) ( ) ( ) ( ) ( 2 ) (
1 1 1
x P h x P xh x P h x P h x x P h
l
l
l
l
l
l
l
l
l
l
l l l
+ +
= +
( ) ( ) ) ( ) ( ) ( 2 ) ( 1 2 ) (
2
1
1
1
2
1
1
1 1
x P h x P xh x P h x P h x x P h


= +
l
l
l
l
l
l
l
l
l
l
l l l
( ) ( ) ) ( ) ( ) ( 2 ) ( 1 2 ) (
2 1 2 1
x P x xP x P x P x x P

= +
l l l l l
l l l
Atau:
( ) ( ) ) ( 1 ) ( 1 2 ) (
2 1
x P x xP x P

=
l l l
l l l
1 ) (
0
= x P
2 = l ( ) ) ( ) 1 ( ) ( 1 2 2 ) ( 2
0 1 2
x P x xP x P =
0 1 2
1 3 ) ( 2
2
= x x x P
2
1
2
3
) (
2
2
= x x P
x x P = ) (
1
3
x x
x x P x x x P x x x
5
3
) (
5
2
5
3
) (
5
2
3 3
3
=
|

\
|
+ =
x x x P
2
3
2
5
) (
3
3
=
Nyatakan
dalam kombinasi linier polinomial-polinomial
legendre!
x x P x
5
3
) (
5
2
3
3
+ =
x x P x x x P x x x
5
) (
5 5
) (
5
3 3
|

\
( ) ) ( ) (
5
2
3 1
x P x P =
) (
5
2
5
2
3
x P x =
Ortogonalitas Polinomial Legendre:
0
90 cos B A B A =
Dua buah vektor dikatakan ortogonal jika keduanya saling tegak lurus
mengapit sudut 90
o
. Menurut perkalian titik (dot product) dua vektor
yang ortogonal memenuhi :
0 = B A
k A j A i A A


3 2 1
+ + =
0
3 3 2 2 1 1
= + + = B A B A B A B A
D B A
i
i i
3 0
3
1
=

=
Karena
Maka
atau
0
1
1 1
=

= i
B A
) (x A ) (x B
) , ( b a
0 ) ( ) ( =

dx x B x A
b
Secara umum dua buah vektor yang saling tegak lurus memenuhi
Analogi dengan itu jika kita memiliki dua fungsi kontinu yaitu
dan
maka kedua fungsi tersebut akan saling ortogonal
jika memenuhi:
dalam selang
0 ) ( ) ( =

dx x B x A
a
) (x A
) (x B
) (x A
) (x B
0 ) ( ) ( =


dx x B x A
b
a

) (x A
Jika
merupakan fungsi kompleks maka syarat
dan
orthogonal ditulis sebagai berikut :
kompleks berkonjugat dengan ) (x A
) (x A
n
dst n ,..., 3 , 2 , 1 =
n m ; 0
Jika kita memiliki himpunan fungsi
dimana
=

dx x A x A
b
a
m n
) ( ) (
) (x A
n
0
n m =
konstanta jika
maka fungsi-fungsi
disebut himpunan fungsi ortogonal
Contoh :

mxdx nxsin sin


n m ; 0
0 ; = n m
nx sin
( ) ,
Maka merupakan himpunan fungsi-fungsi yang ortogonal
dalam selang
( ) ,

1
1
0 ) ( ) ( dx x P x P
m l
m = l
) (
1
x P ) (
2
x P
) (
0
x P ) (
3
x P
) (
2
x P ) (
5
x P
kecuali untuk
Pertanyaan apakah?
ortogonal dengan
ortogonal dengan
ortogonal dengan
dalam selang
Bukti:
( ) ( ) 0 1 ' 2 ' ' 1
2
= + + y xy y x l l
) (x P y
l
=
( ) ( ) 0 ) ( 1 ) ( ' 2 ) ( ' ' 1
2
= + x P x xP x P x
l l l
l l
( ) [ ] ( ) 0 ) ( 1 ) ( ' 1
2
= + + x P x P x
d
l l
PD Legendre
atau ( ) [ ] ( ) 0 ) ( 1 ) ( ' 1
2
= + + x P x P x
dx
d
l l
l l
( ) [ ] ( ) 0 ) ( 1 ) ( ' 1
2
= + + x P m m x P x
dx
d
m m
( ) [ ] ( ) 0 ) ( 1 ) ( ' 1 ) (
2
=
)
`

+ + x P x P x
dx
d
x P
m l l
l l
( ) ( ) 0 ) ( 1 ) ( ' 1 ) (
2
=
)
`

+ +
(

x P m m x P x
dx
d
x P
m m l
atau
( ) [ ] ( ) [ ] ( ) ( ) [ ] 0 ) ( ) ( 1 1 ) ( ' 1 ) ( ) ( ' 1 ) (
2 2
= + + + x P x P m m x P x
dx
d
x P x P x
dx
d
x P
m m m l l l
l l

( )( ) [ ] ( ) ( ) [ ] 0 ) ( ) ( 1 1 ) ( ' ) ( ) ( ' ) ( 1
2
= + + + x P x P m m x P x P x P x P x
d
l l



Selanjutnya
dikurangi didapat :
dua suku pertama menjadi :
( )( ) [ ] ( ) ( ) [ ] 0 ) ( ) ( 1 1 ) ( ' ) ( ) ( ' ) ( 1 = + + + x P x P m m x P x P x P x P x
dx
m m m l l l
l l

) 1 , 1 (
( )( ) [ ] ( ) ( ) [ ] 0 ) ( ) ( 1 1 ) ( ' ) ( ) ( ' ) ( 1
1
1
2
=

)
`

+ + +

dx x P x P m m x P x P x P x P x
dx
d
m m m l l l
l l
Kemudian lakukan integrasi untuk selang
Suku I Suku II
( )( ) [ ]dx x P x P x P x P x
dx
d
m m

1
1
2
) ( ' ) ( ) ( ' ) ( 1
l l
( )( ) [ ] 0 ) ( ' ) ( ) ( ' ) ( 1
1
1
2
= =

x P x P x P x P x
m m l l
( ) ( ) [ ] dx x P x P m m ) ( ) ( 1 1
1

+ + = l l
Suku I
Suku II
( ) ( ) [ ] dx x P x P m m
m
) ( ) ( 1 1
1

+ + =

l
l l
( ) ( ) [ ] 0 ) ( ) ( 1 1 0
1
1
=

+ + +

dx x P x P m m
m l
l l
( ) ( ) [ ]
0
1 1
0
) ( ) (
1
1
=
+ +
=

m m
dx x P x P
m
l l
l
Suku II
Suku I + Suku II = 0
0 ) ( ) (
1
1
=

dx x P x P
m l
0 ) ( ) (
1
1
=

dx x P x P
m l
1 3
) (
1
= x x P
Polinomial-polinomial legendre merupakan
fungsi-fungsi yang saling ortogonal:
1
2
1
2
3
) (
2
2
= x x P
0
4
1
8
3
4
1
8
3
4
1
8
3
2
1
2
3
2
1
2
3
1
1
2 4
1
1
3
1
1
2
=
|

\
|

|

\
|
=
|

\
|
=

\
|
=

\
|


x x dx x x dx x x
3
2
3
1
3
1
3
1
) ( ) (
1
1
3
1
1
2
1
1
1 1
=
|

\
|
=
|

\
|
=


x dx x dx x P x P
Normalisasi polinomial legendre
A
A
u r
r
)
=

Vektor satuan
disebut proses normalisasi
Besarnya satu satuan
2
2
) ( ) ( ) ( N dx x A dx x A x A
b
a
b
a
=

) (x A ) , ( b a
Berapa normalisasi
dalam selang
?
disebut proses normalisasi
tinjau untuk fungsi
) (x A
) , ( b a
) (x A
N
1
Jadi jika dinormalisasi dalam selang maka
dikali dengan
setelah dinormalisasi
N
1
) (
= nilainya
N
x A
N
1
setelah dinormalisasi
disebut faktor normalisasi
( )

= =


2
sin sin nxdx nx
nx sin = N Normalisasi fungsi ?
Contoh:
nx sin = N

1 1
=
N
1 sin
1
= nx

Normalisasi fungsi ?
Faktor normalisasi fungsi
nx sin ?
) (x P
l
Berapa normalisasi untuk
?
) ( ) ( ' ) ( '
1
x P x P x xP
l l l
l =

) (x P
l
=

) ( ' ) ( ) ( ' ) ( ) ( ) (
1
x P x P x P x xP x P x P
l l l l l l
l
Hubungan Rekursif Polinomial Legendre b)
Kalikan dengan
) 1 , 1 (
dx x P x P dx x P x xP dx x P x P ) ( ' ) ( ) ( ' ) ( ) ( ) (
1
1
1
1
1
1
1

l l l l l l
l
0
dx x P x xP dx x P x P ) ( ' ) ( ) ( ) (
1
1
1
1
l l l l
l

=

udv
integrasikan untuk selang
bypart
( )
( )
2
) (
2
1
) ( ) ( ) ( ' ) (
x P v
x P d x P dx x P x P dv
dx du x u
l
l l l l
=
= =
= =
( )
(
1
1
1 1
Ruas kanan dengan integral bypart:
( )

1
1
1
2
) ( ) (
2
1
) (
2
1
dx x P x P x P x
l l l
( )

1
1
1
1
2
1
1
) ( ) (
2
1
) (
2
1
) ( ) ( dx x P x P x P x dx x P x P
l l l l l
l
( ) ( )
2 2
1
1
) 1 (
2
1
) 1 (
2
1
) ( ) (
2
1
+ =

\
|
+

l l l l
l P P dx x P x P
dengan demikian:
2
1
1
) ( ) (
1
1
+
=

l
l l
dx x P x P
1 2
2
2
1 2
1
) ( ) (
1
1
+
=
+
=

l
l
l l
dx x P x P
Jadi
) (x P
l
1 2
2
+
=
l
N
2
1 2 1 +
=
l
N
Berapa normalisasi untuk
?
Faktor normalisasi ?
Fungsi Legendre yang Diasosiasikan
( ) 0
1
1 2 ' ' ) 1 (
2
2
2
=
(

+ + y
x
m
xy y x l l
2 2
l m
PDB yang mirip dengan Legendre
dengan
) ( ) 1 (
2
2
x P
dx
d
x y
m
m
m
l
=
( ) ) ( 1 ) (
2
2
x P
dx
d
x x P
m
m
m
m
l l
=
PDB ini memiliki solusi :
Solusi ini disebut fungsi legendre yang diasosiasikan yang ditulis
sebagai :
( ) ( )
l
l
l
l
l
l
1 1
! 2
1
) (
2
2
2
=
+
+
x
dx
d
x x P
m
m
m
m
m Untuk negatif fungsi legendre asosiasi dapat ditentukan
Formula Rodriguez untuk mencari
fungsi legendre yang diasosiasikan :
dengan formula sebagai berikut :
( )
( )
( )
) (
!
!
1 ) ( x P
m
m
x P
m
m
m
l l
l
l
+

) (x P
m
l
m
) 1 , 1 (
n dx x P x P
m
n
m
=

l
l
, 0 ) ( ) (
1
1
Fungsi
untuk setiap
merupakan himpunan fungsi-
sehingga :
dengan formula sebagai berikut :
fungsi yang orthogonal pada selang
( )
( )!
!
1 2
2
) ( ) (
1
1
m
m
dx x P x P
m
m

+
+
=

l
l
l
l
l
PDB legendre diasosiasikan sering juga ditulis dalam bentuk
Normalisasi fungsi Legendre yang
diasosiasikan adalah :
sebagai berikut :
( ) 0
sin
1 sin
sin
1
2
2
2
=
(

+ +
|

\
|
y
m
d
dy
d
d


l l
cos = x
? ) (cos
1
1
P
Fungsi ini diperoleh dengan mengganti
sebagai berikut :
? ) (cos
1
1
P
( ) ) ( 1 ) (
1
2
1
2 1
1
x P
dx
d
x x P =
( ) ) ( 1 ) (
2
1
2 1
x
d
x x P =
( ) x x P
2 1
1
cos 1 ) ( =
( ) x x P
2 1
1
sin ) ( =
( ) ) ( 1 ) (
2
2 1
1
x
dx
d
x x P =
( ) 1 1 ) (
2
1
2 1
1
= x x P
( )
2 1
1
1 ) ( x x P =
( )
1
x x P sin ) (
1
1
=
PDB Bessel
( ) 0 ' ' '
2 2 2
= + + y p x xy y x
P adalah konstan, tidak perlu bilangan bulat, disebut orde
fungsi Bessel. Dengan menggunakan metode deret pangkat,
PDB bessel dapat dicari solusinya.
( )
( ) ( ) ( ) ( )
(

+
|

\
|
+

\
|
+
+
|

\
|
+

+
+ = ...
2 4 ! 3
1
2 3 ! 2
1
2 2
1
1
1
1
6 4 2
0
x
p
x
p
x
p p
p x a y
p
( )
( ) ( ) ( ) ( )
(

+
|

\
|
+

\
|
+
+
|

\
|
+

+
+
|

\
|
= ...
2 4 ) 4 (
1
2 3 ) 3 (
1
2 2 ) 2 (
1
1 ) 1 (
1
1
2
2
6 4 2
0
x
p
x
p
x
p p
p
x
a y
p
p
PDB bessel dapat dicari solusinya.
atau
Solusi pertama yang memenuhi PDB bessel adalah:
( ) p
a y
p
+
= =
1 2
1
0
! 2
1
0
0
P
a =
y
) (x J
p
atau Maka:
Jenis pertama yang ditulis sebagai
Jika dipilih
disebut sebagai Fungsi Bessel
) (x J
p
( ) ( ) ( )
( )
( )
p n
n
n
p p p
p
x
p n n
x
p
x
p
x
p
x J
+

=
+ +
|

\
|
+ + +

=
|

\
|
+
+
|

\
|
+

\
|
+
=

2
0
4 2
2 1 ) 1 (
1
...
2 3 ) 3 (
1
2 2 ) 2 (
1
2 1 ) 1 (
1
) (
( )
( )
p n
n
n
p
x
p n n
x J

\
|

+ +

=
2
0
2 1 ) 1 (
1
) (
Jenis pertama yang ditulis sebagai
Dengan demikian :
Solusi kedua yang memenuhi PDB Bessel menghasilkan fungsi
bessel jenis kedua sebagai berikut :
) (x J
p
) (x J
p
( ) ) ( 1 ) ( x J x J
p
p
p
=

0 = p
dan
Hubungan
( ) ( ) ( )
...
36 64 64 4
1
...
2 3 ) 3 (
1
2 2 ) 2 (
1
2 1 ) 1 (
1
) (
0
6 4 2
4 2 0
0
+

+ =

\
|

+
|

\
|

\
|

=
=
x x x
x x x
x J
p
[ ] ) ( ) (
1
x J x x J x
dx
d
p
p
p
p

=
[ ] ) ( ) (
1
x J x x J x
dx
d
p
p
p
p
+

=
Hubungan Rekursif Fungsi Bessel :
a)
b)
[ ]
1
dx
p p +
c)
) (
2
) ( ) (
1 1
x J
x
p
x J x J
p p p
= +
+
) ( ' 2 ) ( ) (
1 1
x J x J x J
p p p
=
+
) ( ) ( ) ( ) ( ) ( '
1 1
x J x J
x
p
x J x J
x
p
x J
p p p p p +
= + =
d)
e)
( ) 0 '
2 1
' '
2
2 2 2
2
1
=
(


+ +

+

y
x
c p a
bcx y
x
a
y
c
( )
c
p
a
bx J x y =
1 1
| |
Solusinya
PDB umum yang solusinya mengandung
fungsi bessel
) 2 ( x xJ y =
0
1
4 '
1
' '
2
=
|

\
|
+ + y
x
y
x
y
2 2 0
=
c
x x
1
2 2
1 2 1
=
=
=
a
a
a
2
4 ) 1 (
4
2
2 2
=
=
=
b
b
c b
1
2 2
0 2 2
=
=
=
c
c
c
0
0
1 ) 1 ( ) 1 (
1
2
2 2 2
2 2 2
=
=
=
=
p
p
p
c p a
) 2 (
0
x xJ y =
Jenis-jenis lain fungsi bessel:
) ( ) ( ) (
) ( ) ( ) (
) 2 (
) 1 (
x iN x J x H
x iN x J x H
p p p
p p p
=
+ =
x i x e
ix
sin cos =

a) Fungsi Bessel jenis ketiga disebut fungsi Henkel


Bandingkan dengan
( )
( ) p
x J x J p
x Y x N
p p
p p

sin
) ( ) ( cos
) ( ) (

= = di sini
b) Fungsi Bessel Hiperbolik
) (
2
) (
) ( ) (
) 1 ( 1
ix H i x K
ix Jp i x I
p
p
p
p
p
+

=
=

\
|
|

\
|
= =
+
x
x
dx
d
x
x x J
x
x J
n
n
n n
sin 1
) (
2
) (
2
) 1 2 (

c) Fungsi Bessel Sperik


|

\
|
|

\
|
= =
\ \
+
x
x
dx
d
x
x x Y
x
x Y
n
n
n n
cos 1
) (
2
) (
2
) 1 2 (

) ( ) ( ) (
) ( ) ( ) (
) 2 (
) 1 (
x iY x J x h
x iY x J x h
p n p
p n p
=
+ =
Ortogonalitas Fungsi Bessel
b a dx bx J ax J x
p p
=

; 0 ) ( ) (
1
0
a
b
) (x J
p
x x J sin
2
) ( =
dan pembuat nol
Diketahui
x
x
x J sin
2
) (
2
1

=
) (
2
3
x J
) ( ), (
1 0
x J x J
? ) (
2
3
= x J
Diketahui
Dengan menggunakan hubungan rekursif b) Fungsi Bessel.
Cari !
kemudian cari
= ) (
2
3
x J
) ( ) (
2
3
2
1
2
1
2
1
x J x x J x
dx
d

=
(

) ( sin
2
3
2
1
2
1
x J x x
x
x
dx
d

=
(

|
|

\
|

\
|

=
2
2
1
2
3
sin cos 2
) (
x
x x x
x x J

\
|
= x
x
x
x
x J cos
sin 2
) (
3
2
3
x dx
(

\

) ( sin
2
2
3
2
1
2
1
2
1
x J x x x x
dx
d

=
(

) (
sin 2
2
3
2
1
x J
x
x
dx
d
x =
(

\
x x
2
3

x
x
x
x x
x J
x
x J
sin
sin
2
2
) (
2
) (
2
1 0
= = =

\
|
+
=
|

\
|

|
|

\
|
= =
2
sin cos sin cos 2
2
) (
2
) (
2
2
1
2
3 1
x x x
x
x x x
x
x
x J
x
x J


Fungsi Hermite
( ) 3 , 2 , 1 , 0 ; 1 2 ' '
2
= + = n y n y x y
n n n
2
2
2
x
n
n
x
n
e
dx
d
e y

=
2
Persamaan Differensial untuk fungsi hermite :
Solusi PDB ini adalah
disebut sebagai fungsi Hermite
dx
( )
2
2
1
x
n
e
( )
2
2
2
1 ) (
x
n
n
x
n
n
e
dx
d
e x H

=
Jika fungsi hermite ini dikalikan dengan
akan didapat polinomial hermite
,... 2 , 1 , 0 = n
2 4 ) (
2 ) (
1 ) (
2
2
1
0
=
=
=
x x H
x x H
x H
Untuk
didapat
0 2 ' 2 ' ' = + ny xy y
n
0 ; 0 ) ( ) (
2
= =

m n dx x H x H e
m n
x
Polinomial hermite memenuhi persamaan differensial hermite
Ortogonalitas polinomial hermite
m n n dx x H x H e
n
m n
x
= =

; ! 2 ) ( ) (
2

= =

) ( ) , (
2
n
h
x H e h x
Fungsi pembangkit polinomial hermite
Normalisasi polinomial hermite

= =

=

0
2
!
) ( ) , (
2
n
n
h xh
n
h
x H e h x
) ( 2 ) ( '
1
x nH x H
n n
=
) ( 2 ) ( 2 ) (
1 1
x nH x xH x H
n n n +
=
2 4 2 ) 2 ( 2 ) (
2
2
= = x x x x H
Hubungan rekursif polinomial hermite :
a)
b)
Fungsi Laguarre
0 ' ) 1 ( ' ' = + + ny y x xy
( )
n
d
=
1
Polinomial laguarre merupakan solusi dari PDB :
Dapat dicari dengan formula Rodriguez sebagai berikut :
( )
x n
n
x
n
e x
dx
d
e
n
x L

=
!
1
) (
,... 2 , 1 , 0 = n
2
2 1 ) (
1 ) (
1 ) (
2
2
1
0
x
x x L
x x L
x L
+ =
=
=
Untuk
didapat:
Ortogonalitas polinomial laguarre

0
; 0 ) ( ) ( k n dx x L x L e
k n
x

Normalisasi polinomial laguarre


= =
0
; 1 ) ( ) ( k n dx x L x L e
k n
x

=
0
) 1 (
) (
1
) , (
n
n
n
h
xh
h x L
h
e
h x
Fungsi pembangkit polinomial laguarre
Hubungan rekursif polinomial laguarre :
0 ) ( ) ( ' ) ( '
1
= +
+
x L x L x L
n n n
( ) 0 ) ( ) ( 1 2 ) ( ) 1 ( = + + + x nL x L x n x L n
a)
b) ( ) 0 ) ( ) ( 1 2 ) ( ) 1 (
1 1
= + + +
+
x nL x L x n x L n
n n n
0 ) ( ) ( ) ( '
1
= +

x nL x nL x xL
n n n
b)
c)
HAVE FINISHED
Go to the next concept Go to the next concept