Anda di halaman 1dari 27

SOAL-SOAL OSCE DOKTER MUDA THT OTOLOGI 1) Seorang penderita pria, 25 tahun, keluar cairan dari kedua telinga

kumat-kumatan (kronis) sejak 5 tahun yang lalu. Gambar !er"orasi membran timpani subtotal kanan dan kiri, basah. a. Anamnesa untuk menunjang diagnostik #a$aban - %nset sejak kapan - &okasi telinga mana' - !rogresi(itas bagaimana a$al sampai sakit - )aktor yang memperberat*memperingan - +ualitas si"at cairannya (encer*kental, $arna, bau) seberapa sering kumatnya, apakah sampai mengganggu akti(itas' - +uantitas berapa banyak keluar cairannya' - !enyakit penyerta keluhan lain (panas, batuk, pilek) - ,i$ayat pengobatan sudah berobat* belum' - ,i$ayat penyakit sebelumnya - ,i$ayat keluarga - ,i$ayat sosial b. Tanda K!inis "tam#a$an% #a$aban - -erdapat cairan dalam ka(um timpani yang dilihat dari adanya tanda miniskus, gelembung dalam cairan, .- suram, tampak gambaran pembuluh darah radial sekitar manubrium mallei, retraksi .-, $arna .- biru gelap* coklat &. 'eme(iksaan )enunjang a)a *ang di)e(!ukan untuk menunjang diagnosa #a$aban - !emeriksaan otoskopi dan tes "ungsi pendengaran - !emeriksaan audometri dan timpanometri - !emeriksaan radiologi os mastoid posisi Schuller - !emeriksaan kuman (kultur) dan tes kepekaan kuman (sensiti(ity test) d. 'enata!aksanaan *ang dianju(kan #a$aban - /uci dengan larutan peroksida 01 - 2ntibiotik broad spectrum 3 kortikosteroid topikal - ,eepitelisasi - -impanoplasti e. +ika )asien ada indikasi tim)ano)!asti, )e(sia)an a)a *ang di!akukan #a$aban - +onsultasi interna dan anastesi - !emeriksaan lab - ,ontgen thora4 3 schuller 3 /- telinga - S$ab dan kultur sekret telinga - -es keseimbangan dan ner(us 566 - /- scan -. +ika menu(ut )ende(ita )endenga(an te!inga kanan !e#i$ #aik da(i ki(i, #agaimana $asi! tes. (a) bisik telinga kanan lebih baik (b) Garputala lateralisasi ke kanan 1

(c) 2udiometri 27 /8& lebih baik (d) -es +alori dengan air steril*ri(anol normal g. +ika )asien meno!ak di!akukan o)e(asi, masa!a$ sosia! a)a *ang di$ada)i )asien #a$aban - Gangguan pendengaran (komunikasi) - !erasaan rendah diri - .enurunnya kesempatan kerja /% a. 'e(agakan &a(a menggunakan !am)u ke)a!a #a$aban - pasang lampu kepala, sesuaikan dengan lingkar kepala - alur lingkar kepala menghadap ke ba$ah - tabung lampu diatur supaya berada di antara kedua kepala - atur "okus lampu #. 'e(agakan &a(a memakai otosko) untuk meme(iksa te!inga kanan #a$aban - posisi duduk o penderita duduk di depan pemeriksa o lutut kiri pemeriksa berdempetan dengan lutut kiri penderita o $aktu memeriksa telinga yang kontralateral hanya posisi kepala penderita yang dirubah, kaki dan lutut penderita dan pemeriksa tetap pada posisi semula - cara memegang telinga o aurikulum dipegang dengan jari 6 dan 66, sedangkan jari 666, 65, dan 5 pada panum mastoid o aurikulum ditarik ke arah posterosuperior untuk meluruskan .29 - cara memasukkan otoskop o pilih spekulum telinga yang sesuai dengan besar lumen .29 o nyalakan lampu otoskop o masukkan spekulum telinga dengan lembut pada lumen .29 &. Desk(i)sikan MT *ang anda !i$at0 #a$aban $arna, permukaan, re"leks cahaya, sikatriks, per"orasi, ruptur AUDIOLOGI 1) Seorang penderita pria dengan gangguan pendengaran dan didapatkan per"orasi membran timpani kanan lebih berat dari kiri. a. 1e(dasa(kan tes tajam )endenga(an #e(ikut #agaimana $asi!n*a :o !emeriksaan +anan +iri 1 Suara bisik ; <m = <m +esulitan mendengar katakata dengan nada rendah (k, l, m, g), bisa mendengar kata dengan huru" desis* nada tinggi (s, c, ") 2 >eber &ateralisasi ke kanan 2

0 ? 5 <

Sch$abach ,inne @atas atas @atas ba$ah 2udiometrik konduksi)

.emanjang (-) :ormal :aik (tuli 2/ = 2< db @/ A 2< db 2@G = 1B db

.emanjang (-) :ormal :aik 2/ = 2< db @/ A 2< db 2@G = 1B db

#. Se#utkan ma&am-ma&am tes -ungsi )endenga(an0 #a$aban - -es berbisik - -es Garputala (,inne, >eber, Sch$abach, batas atas, batas ba$ah) - -es audiometrik o Subjekti" audiometrik nada murni, tutur, atas ambang o %bjekti" timpanometri, @9,2, %29 !ada anak - @%2 - !lay audiometry - -impanometry - 2udiometri nada murni - %29 &. Gangguan keseim#angan ada /, *aitu sent(a! dan )e(i-e(, )e(#edaann*a :o !erbedaan !eri"er Sentral 1 %nset !aroksimal (sesaat) Segera (menetap) 2 7urasi .enit - minggu .inggu-bulan 0 Gerak kepala (3) (-) ? Sara" otonom (mual, muntah) (3) (-) 5 -uli (3) (-) < Gangguan kesadaran (-) (3) C :ystagmus (3) (3)*(-) (ertikal D +elainan neurologis (-) (3) E 6ntensitas ,ingan - berat ,ingan 1B 8ubungan dengan penyakit lain (-) (3) d. 2pa keistime$aan organ keseimbangan dengan organ lain 1. Selalu mengirim impuls, $alaupun tanpa rangsangan 2. Sistem (estibuler berhubungan dengan sistem lain (mata, serebelum, propriosepti" lain 0. Sistem (estibuler sangat sensiti" terhadap konsentrasi %2 dan darah e. -es keseimbangan tanpa alat khusus -es ,omberg berdiri lengan dilipat pada dada, mata ditutup, orang normal dapat berdiri lebih dari 0B detik !ast pointing test >alking -est berjalan di tempat, 0B langkah, mata ditutup, jika posisi berubah =1meter dan badan berputar =0B derajat -=gangguan keseimbangan )i4ation test 2uskultation test !ositional test 0

-es 5an soane -es kalori O2KOLOGI-1EDAH KE'ALA LEHER 1) 2da "oto pasien dengan keluhan benjolan pada leher kiri sejak 0 tahun yang lalu. @enjolan makin lama makin membesar dan tidak nyeri. !asien juga mengeluh pilekpilek sejak ? bulan yang lalu dengan ingus bercampur darah.-elinga mendenging dan pendengaran terganggu. a. Anamnesis a)a !agi *ang di)e(!ukan #a$aban - 6dentitas pasien (nama, umur, alamat, pekerjaan, suku) - 2pakah benjolan tersebut membesar dengan cepat' 2pakah dapat digerakkan' (a$alnya bisa bergerak ter"iksir) - Hidung . apakah pilek terus menerus atau hilang timbul' 2pakah lama-lama makin berat' 2pakah ada keluhan hidung tersumbat pada satu atau kedua hidung' Fang mana yang lebih dulu' @au ingus, encer*kental' 2pakah dirasakan cairan di belakang mulut G post nasal drip' - Te!inga apakah keluhan tersebut pada satu atau kedua telinga' 2pakah disertai dengan rasa penuh pada telinga' 2pakah keluar cairan dari telinga' -erus menerus atau hilang timbul' - 'en*e(ta apakah ada keluhan penyerta lain' (sakit kepala, pandangan kabur, diplopia, gangguan gerakan bola mata, kelopak mata turun, rasa nyeri pada $ajah, suara serak atau hilang, kesulitan menelan, serta gangguan pergerakan kepala) - ,i$ayat pengobatan - ,i$ayat penyakit dahulu - ,i$ayat keluarga - ,i$ayat sosial - )aktor resiko apakah ada anggota keluarga yang menderita penyakit yang sama' 2pakah sering makan makanan yang mengandung bahan penga$et' 2pakah sering terpapar asap dupa atau asap kayu bakar' #. In-o(masi a)a *ang di)e(o!e$ da(i )eme(iksaan #enjo!an )ada !e$e( #a$aban - Hkuran, $arna, unilateral*bilateral, konsistensi, mobilitas, dan perlekatannya dengan jaringan sekitar (ter"iksir atau tidak), tepi*batas, jumlah, permukaannya (ada ulkus*tidak), nyeri tekan. &. Se!anjutn*a )asien di(ujuk kemana #a$aban - -8- sub bagian onkologi d. 'eme(iksaan )enunjang *ang di)e(!ukan #a$aban - )oto rontgen tengkorak (basis, lateral, 2!, $aters) dan thora4 - Hltrasonogra"i (HSG) - /- scan kepala - &ab rutin 7&, H&, &)-, dan tes "ungsi ginjal - @iopsi naso"aring - !2 2. &aki-laki ?B tahun mengeluh hidung tersumbat sejak < bulan yang lalu, sejak 2 bulan yang lalu disertai dengan ingus bercampur darah a. 2namnesis sda b. !emeriksaan "isik yg diperlukan ?

lab (7&, &)-, ,)-) ,oentgen kepala lateral, $aters, thoraks /- Scan kepala @iopsi naso"aring &. Se!anjutn*a di(ujuk kemana THT su# #agian onko!ogi 2da gambar a. !asien apa ini ja$aban &aringoskopi indirect b. 2pa saja yang diperiksa 1. radiks linguae, epiglotis, dan sekatnya 2. lumen laring dan rima glotis 0. bagian yang letaknya caudal dari rima glotis c. 2pa saja yang menyebabkan dis"oni radang akut*kronis tumor laring paralisa otot laring atau gangguan persara"an kelainan laring (sikatriks akibat operasi, "iksasi sendi) trauma laring Gangguan psikis +ongenital 3ARI2G-LARI2G 1) 2nak laki-laki usia D tahun dikeluhkan orang tuanya tidur ngorok dan sering pilekpilek a. Anamnesis *ang di)e(!ukan guna menegakkan diagnosis #a$aban - Sejak kapan mulai keluhan tersebut' - !ilek atau tidur ngorok lebih dulu' - !ilek pada satu hidung atau kedua hidung' - !ilek hilang timbul atau terus-menerus' 2da yang memperberat' 6ngus encer atau kental' @au atau tidak' 8idung tersumbat' - :gorok hilang timbul atau terus menerus' 2da yang memperberat' - 2pakah sering mengalami 6S!2' - 2pakah sering berna"as le$at mulut' - 2pakah anak mengalami retardasi mental dan pertumbuhan "isik berkurang' - 2pakah ada keluhan di telinga' - 2pakah ada gangguan pada tenggorok dan saluran na"as' ("aringitis, bronkitis) #. 'eme(iksaan -isik 5

#a$aban - ,inoskopi anterior melihat tertahannya gerakan (ellum palatum mole pada $aktu "onasi - ,inoskopi posterior terlihat adanya massa - !emeriksaan digital perabaan daerah naso"aring dengan jari &. 'eme(iksaan 'enunjang #a$aban - ,ontgen soft-tissue kepala lateral d. Indikasi adenotonsi!ektomi #a$aban - 2spek pembesaran tonsil o -onsilitis kronis atau hipertro"i tonsil yang menyebabkan gangguan berna"as, menelan, dan suara. - 2spek tonsil sebagai "okus in"eksi o -onsilitis kronis dengan eksaserbasi akut lebih atau sama dengan 04*tahun o -onsilitis kronis dengan sakit menelan lebih atau sama dengan ?<4*tahun o -onsilitis kronis dengan komplikasi dekat o -onsilitis kronis dengan komplikasi jauh o -onsilitis kronis dengan carrier di"teri o -onsilitis kronis dengan s$ab didapat G2@8S o -onsilitis kronis dengan %.2 berulang o -onsilitis kronis dengan tuba katar berulang o -onsilitis kronis dengan pembesaran kelenjar lim"e leher o -onsilitis kronis dengan 0/ lim"adenitis o -onsilitis kronis dengan kasus-kasus alergi o -onsilitis kronis dengan 6S!2 berulang o -onsilitis kronis dengan rencana !2 o -onsilitis kronis dengan pertumbuhan anak terganggu - 2spek tonsil dicurigai mengalami keganasan o -onsil dengan ulkus tidak ada kemajuan dengan terapi kon(ensional o -onsil dengan pembesaran yang unilateral RHI2OLOGI 1) !asien dengan keluhan pilek-pilek sejak lama, kental, dan berbau. +emudian dilakukan anamnesis yang lebih rinci pada pasien juga ditemukan sakit menelan. a. Anamnesis untuk menunjang diagnosa ke!ainan $idung #a$aban - 2pakah keluhan tersebut terjadi pada satu atau dua hidung' - 2pakah disertai nyeri di kepala dan pipi' - 2pakah terasa nyeri di sekitar mata, gigi, atau telinga' - @ila tidur dengan posisi kepala sisi berla$anan, apakah dari hidung tersebut keluar ingus' - 2pakah ada demam' - 2pakah ada batuk' - 2pakah ada gangguan pendengaran' #. '(osedu( )eme(iksaan a)a saja *ang )e(!u di!akukan #a$aban <

!emeriksaan "isik o ,inoskopi anterior apakah mukosa hidung hiperemis dan bedem' 2pakah terdapat sekret mukopurulen di meatus nasi media dan superior' +on"irmasi dengan posture test. o ,inoskopi posterior apakah ada post nasal drip' - !emeriksaan penunjang' o )oto polos $aters kecurigaan adanya cairan di sinus o /- Scan kecurigaan komplikasi orbita o .,6 kecurigaan komplikasi intrakranial o !emeriksaan mikrobiologis o -ransiluminasi pemeriksaan dilakukan di ruangan gelap, alat dimasukkan ke rongga mulut sinar keluar* terlihat di rongga sinus (normal-pipi tipis terangI in"eksi-pipi tebal suram), pemeriksaan bermakna jika 1 suram dan 1 terang, bila keduanya suram belum tentu. o !ungsi sinus maksilaris apakah keluar pus' o Sinuskopi apakah terlihat pus atau jaringan abnormal pada sinus yang diperiksa' 'eme(iksaan sinusitis #a$aban - Subjekti" rinore (mukopurulen), hidung tersumbat, nyeri tekan, nyeri kepala, gatal, post nasal drip, sakit gigi, alergi, bersin - %bjekti" rinoskopi anterior (mukosa hiperemis, edema, sekret mukopurulen), rinoskopi posterior (post nasal drip), palpasi (nyeri tekan), transiluminasi (de(iasi septum), "oto $aters (perselubungan, polip), kultur (dari meatus media, dari sinus) Anamnesis )ada ke!ainan $idung #a$aban - 2pa keluhannya' (bersin, hidung tersumbat, rinore, epistaksis, gangguan penghidu masing-masing deskripsikan - !ada satu atau kedua hidung' - Sejak kapan' (terus menerus atau hilang timbul) - 2pakah dipengaruhi cuaca' Stres' .akanan' 7ebu' - 2pakah ada sakit kepala' !ipi' - 2pakah ada gatal di mata' - 2pakah ada gangguan pendengaran' - 2pakah ada gangguan perna"asan' - 2pakah ada gangguan pencernaan' - 2pakah ada gangguan sengau' U(utan )eme(iksaan )asien gangguan $idung #a$aban (1) !emeriksaan dari luar o 6nspeksi kerangka dorsum nasi (lebar-polip, miring-"raktur, saddle nose) luka, edema, $arna, ulkus nasolabiaI bibir atas. o !alpasi dorsum nasi (krepitasi, de"ormitas)I ala nasiI regio (2) ,inoskopi anterior o 5estibulum nasi o +a(um nasi bagian ba$ah (mukosa, konka in"erior, lumen) o )enomena palatum molle o +a(um nasi bagian atas (mukosa, konka media) C

o Septum nasi (0) ,inoskopi posterior o -ahap 6 pemeriksaan septum nasi (margo posterior), koana, dan tuba kanan o -ahap 66 koana dan tuba kiri o -ahap 666 atap naso"aring o -ahap 65 kauda konka in"erior 1RO2KO-ESO3AGOLOGI 1) Seorang anak laki-laki usia 5 tahun (kayanya) diba$a ke HG7 oleh orang tuanya dikeluhkan muntah-muntah dan sakit menelan setelah menelan uang logam. a. Anamnesis a)a !agi *ang di)e(!ukan #a$aban - +apan kejadiannya' - Sudah berapa lama' - @erapa besar uang logamnya (uang logam berapaan)' - 2pakah ada keluhan sesak' @atuk' -ersedak' #. 'eme(iksaan 'enunjang *ang da)at di!akukan #a$aban - ,ontgen cer(ical-thora4 2!*lateral &. Indikasi eso-agosko)i #a$aban - 7iagnostik s$ab eso"agus - -erapi korpal di eso"agus - 7iagnostik dan terapi korpal di trakeo-bronkial 2) Seorang pasien dikeluhkan sulit menelan sejak lama, kumat-kumatan. Sejak 0 hari yang lalu tidak bisa menelan air. a. Anamnesis a)a !agi *ang di)e(!ukan #a$aban - #enis makanan apa yang menyebabkan dis"agia' - 2pakah kesulitan menelan makanan padat dan cair terjadi dalam $aktu bersamaan atau progresi"' - @erapa lama' - 7imana lokasi terasa sumbatan di daerah dada' - 2pa gejala lain yang menyertai dis"agia' (penurunan @@) #. Diagnosis )en*akit *ang di&u(igai #a$aban - #ika terjadi secara progresi" dis"agia mekanik &. 'en*e#a# dis-agi #a$aban - 7is"agia mekanik (penyempitan lumen eso"agus) o .assa tumor atau benda asing o +eradangan mukosa eso"agus o Strikur lumen eso"agus o !enekanan lumen eso"agus dari luar (pembesaran kelenjar timus, tiroid, kelenjar getah bening di mediastinum, pembesaran jantung, dan elongasi aorta) - 7is"agia motorik (kelainan neuromuskular yang berperan dalam proses menelan) D

o &esi di pusat menelan di batang otak o +elainan sara" otak ner(us 5,C,E,1B,11 o +elumpuhan otot "aring dan lidah o 2kalasia eso"agus o Spasme di"us eso"agus - 7is"agia oleh karena gangguan emosi d. 'eme(iksaan )enunjang #a$aban - 9so"agoskopi - ,ontgen eso"agus dan dengan kontras - )luoroskopi - !emeriksaan kontras ganda - /- scan - .,6 e. 'enanganan )ada )asien te(se#ut #i!a )ada )eme(iksaan )enunjang ditemukan gam#a(an eko( tikus #a$aban - Si"at terapi pada akalasia adalah paliati", karena "ungsi peristaltik eso"agus tidak dapat dipulihkan kembali - 7iet tinggi kalori - .edikamentosa (preparat hunt, antikolinergik, penghambat adrenergik, ni"edipine-calcium antagonist) - -indakan dilatasi dan operasi eso"agokardiomiotomi (operasi 8eller) - psikoterapi 0) Seorang anak berusia 5 tahun, makan rempeyek kacang. +emudian tiba-tiba sesak dan batuk, lalu diba$a ke rumah sakit. a. A)a *ang te(jadi )ada anak te(se#ut #a$aban - ,empeyek kacang masuk ke saluran na"as #. A)a diagnosis )astin*a #a$aban - @enda asing di trakeo-bronkus atau di saluran na"as &. +ika di)e(!ukan endosko)i, a)a indikasin*a #a$aban - 7iagnosis dan terapi ALERGI-IMU2OLOGI 1) !asien laki-laki, 2B tahun mengeluh sering pilek-pilek saat bangun pagi dan pokokne alergi terhadap debu. a. 1agaimanaka$ &a(a meng$inda(i atau mengu(angi de#u di (uma$ )ende(ita #a$aban - 8indari kontak dengan debu - Ganti kasur atau bantal kapuk dengan busa - Sprei atau bantal cuci dengan air hangat - .emakai masker saat bersih-bersih - &antai langsung dipel tidak usah disapu dulu - .enyiram halaman rumah #. 'eme(iksaan )enunjang *ang di)e(!ukan E

c.

d.

e.

".

#a$aban - Hji kulit (uji gores, uji cukit, S9-) - !emeriksaan 6g9 spesi"ik dengan ,2S- atau 9&6S2 - !emeriksaan sitologi hidung (pemeriksaan sekret hidung-eosinophil count) - ,ontgen >aters !enanganan rhinitis alergi lebih lanjut #a$aban - 2(oidance dan eliminasi alergen - Simptomatis (medikamentosa antihistamin, dekongestan, steroid, ipratropium bromida, sodium kromoglikatI operati"I konkotomi jika kauterisasi dengan 2g:%0 251 atau triklor asetat gagalI imunoterapi desensitisasi dan hiposensitisasi) - .enjaga kondisi tubuh (olahraga, makan teratur, istirahat cukup). 2namnesis yang diperlukan * gejala klinis #a$aban - @ersin berulang =54 tiap serangan - -erutama pagi hari atau kontak dengan udara sejuk - 6ngus sangat encer, bening, tidak berbau, dan banyak - 8idung tersumbat - ,asa gatal pada hidung, mata, dan palatum mole - &akrimasi - ,i$ayat alergi dalam keluarga - ,i$ayat kontak dengan debu dan alergen lain !emeriksaan "isik yang dilakukan #a$aban - ,inoskopi anterior (mukosa edema, basah, pucat, sekret encer, pembengkakan konka, kadang ada de(iasi septum dan polip nasi) +lasi"ikasi rhinitis alergi #a$aban - >8% inititiati(e 2,26 th 2BBB, berdasarkan si"at berlangsungnya intermiten (terjadi ; ? hari*minggu), persisten (terjadi = ? hari*minggu, atau = ? minggu) - @erdasarkan tingkat beratnya penyakit ringan (jika tidak ada gangguan tidur, gangguan akti(itas harian, bersantai, berolahraga, belajar, bekerja, dll)I sedang*berat (jika ada 1 atau lebih dari gangguan tersebut) - @erdasarkan si"at berlangsungnya musiman dan sepanjang tahun.

THT KOMU2ITAS 1) Seorang anak usia 0 tahun dikeluhkan orang tuanya belum bisa bicara. Saat ibu hamil menderita panas tinggi dan didiagnosis malaria dan kemarin minum obat malaria. a. 2namnesis apa lagi yang diperlukan guna menunjang diagnosis anak' #a$aban - Hmur kehamilan berapa mulai minum obat' 2pa nama obatnya' @erapa lama minumnya' - ,i$ayat melahirkan, normal*tidak' /ukup bulan*tidak' @@& berapa' - 2pakah anak pernah menderita panas tinggi saat bayi' .inum obat apa' @atu, pilek ada atau tidak' Sakit telinga' ,i$ayat trauma' - ,i$ayat penyakit dahulu (retardasi mental, gangguan emosional) b. !erlu dirujuk kemana' #a$aban - !ediatri, -8-, ,. (speech therapy), psikiater. 1B

2) !asien mengeluh pendengaran menurun dan tinitus kumat-kumatan a. 2namnesis apa yang diperlukan #a$aban - 6dentitas pasien (nama, umur, pekerjaan, alamat) - Sejak kapan, didahului dengan apa (berenang) - -elinga mana' - @agaimana si"at bising' (bernada rendah atau tinggi) - -imbul bersamaan atau progresi"' - @ertambah berat atau menetap' - 2pakah ada "aktor yang meperberat atau memperingan' - 2pakah ada ri$ayat trauma' - 2pakah disertai keluhan lain' (sakit kepala, pusing, mual, muntah, rasa penuh, keluar cairan) - 2pakah ada ri$ayat penyakit lain' - 2pakah ada ri$ayat yang sama di keluarga' - 2pakah ada mengkonsumsi obat-obatan ototoksik' b. !emeriksaan apa yang diperlukan #a$aban - -es "ungsi pendengaran - -es keseimbangan - -es kalori c. 2da gambar audiogram, interpretasikan #a$aban 0) &aki-laki usia 55 tahun bekerja di bandara sebagai pengisi bahan bakar pesa$at. @elakangan mengeluh pendengaran terganggu. a. 2namnesis apa yang diperlukan #a$aban - Sudah berapa lama kerja di bandara' - 2pakah gangguan pendengaran dirasakan pada satu atau dua telinga' 8ilang timbul atau menetap' - 2pakah ada tinitus' b. !emeriksaan penunjang yang diperlukan #a$aban - -es penala (,inne (3), $eber lateralisasi ke telinga yang pendengarannya lebih baik, Sch$abach memendek) tuli sensorineural - 2udiometrik nada murni (tuli sensorineural pada "rekuensi 0-< k8JI khas terdapat takik atau notch pada "rekuensi 1BBB 8J - -es keseimbangan - -es kalori c. /ara penatalaksanaannya #a$aban - !indah kerja atau bagian - !emasangan alat bantu dengar - !emasangan implan koklea (tuli total bilateral) - psikoterapi d. /ara pencegahan #a$aban - !engendalian sumber bising (bising di lingkungan kerja diusahakan ;D5 d@) dapat diusahakan dengan meredam sumber bunyi. 11

2lat pelindung bising seperti sumbat telinga (ear plug), tutup telinga (ear mu"") dan pelindung kepala (helmet) !rogram konser(asi pendengaran (monitoring sumber bunyi, proteksi alat pendengaran, monitoring audiometri berkala bagi yang beresiko)

Soa! Tam#a$an 1. /iri gangguan keseimbangan peri"er 2. 2pa yang membedakan (keistime$aan) organ keseimbangan dengan organ lain' #a$aban - Selalu mengirim impuls $alaupun tanpa rangsangan - Sistem (estibuler berhubungan dengan sistem lain (mata, serebelum, propriosepti" lain) - Sistem (estibuler sangat sensiti" terhadap konsentrasi %2 darah 0. -es +eseimbangan tanpa sarana*alat khusus #a$aban - -es ,omberg - !ast pointing test - >alking test - )i4ation test - 2uscultation test - !ositional test - -est (an saane O#st(uksi !a(ing a. Gejala dan tanda obstruksi laring #a$aban - Serak (dis"oni) sampai a"oni - Sesak na"as - Stridor saat inspirasi - /ekungan yang terdapat saat suprakla(ikula, dan interkostal. - Gelisah - !ucat, sianosis

inspirasi

di

suprasternal,

epigastrial,

Soa! Tam#a$an / 1. %.S+ gambar koleastoma dan "ase %.S+ .aligna #a$aban - +oleastoma adalah deskuamasi epitel yang menumpuk o +ongenital G terbentuk pada masa embrionik, tanpa tanda-tanda in"eksi o 2kuisital 2kuisital primer G tanpa didahului per"orasi membran timpani 2kuisital sekunder G dengan didahului per"orasi membran timpani - %.S+ maligna K tipe berbahaya, ditandai oleh koleastoma - -anda %.S+ maligna o !er"orasi marginal atau atik o 2bses atau "istel retroaurikuler atau jaringan granulasi di liang telinga luar o -erlihat +oleastoma pada telinga tengah 12

o Sekret berbentuk nanah dan berbau khas - !atogenesis koleastoma o -eori in(aginasi G terjadi akibat proses in(aginasi dari membran timpai krn tekanan negati" dari telinga tengah yang disebabkan oleh gangguan -uba. o -eori migrasi G migrasi epitel kulit dari liang telinga ke telinga tengah o -eori metaplasi G akibat metaplasi mukosa ka(um timpani karena iritasi in"eksi yang berlangsung lama o -eori implantasi G implantasi kulit yang terjadi secara iatrogenik - !rinsip terapi %.S+ o -ipe aman konser(ati" dan medikamentosa (tetes telinga yang berisi antibiotik atau kortikosteroid) o -ipe berbahaya mastoidektomi dengan atau tanpa timpanoplasti 2. ,hinitis 2lergi cara menghindari alergen #a$aban - Ganti kasur atau bantal kapuk dengan busa - Sprei atau sarung bantal cuci dengan sarung hangat - .emakai masker saat menyapu lantai atau membersihkan rumah - &antai langsung dipel, tidak disapu dulu - +asur dan bantal sering dijemur - .enyiram halaman rumah untuk mengurangi debu beterbangan - -idak menumpuk atau membiarkan baju, koran, sampah menumpuk 0. 2denoid 8ipertro"i a. 2namnesis #a$aban - Sejak kapan' - !ilek atau ngorok yang terjadi lebih dulu - !ilek hilang timbul* terus menerusI kondisi yang memperberatI ingus yang keluar encer*kental, berbau*tidak - :gorok hilang timbul*terus menerusI kondisi yang memperberat - 2pakah sering mengalami 6S!2 - 2pakah sering berna"as le$at mulut' - 2pakah ada keluhan gangguan pada tenggorokan dan saluran na"as seperti "aringitis, bronkitis - 2pakah ada keluhan pada telinga' +eluar carian*tuli' - 2pakah ada gangguan tidur' b. !emeriksaan "isik #a$aban - ,inoskopi anterior tertahannya gerakan (elum palatum mole pada $aktu "onasi - ,inoskopi posterior ada masa - !emeriksaan digital meraba adenoid dengan meraba daerah naso"aring - ,ontgen "oto lateral kepala c. !enanganan #a$aban - 2denoidektomi dengan cara kuretase dengan adenotom. 6ndikasi o Sumbatan Gangguan bicara 10

o 6n"eksi 2denoiditis berulang %titis media e"usi berulang %titis media akut berulang o +ecurigaan neoplasma jinak*ganas ?. @enda asing di eso"agus (bakso) a. 2namnesis #a$aban - +apan kejadiannya' - 7imana merasakan benda mengganjal - Hkuran, bentuk, jenis benda yang tertelan - 2pakah ada keluhan batuk (hilang timbul*terus menerus*tiba-tiba), sesak, dis"agia,demam, odino"agia, rasa tersumbat, rasa tercekik, perdarahan, suara parau, serak. - 2pakah sudah dilakukan sesuatu untuk mengatasi sakitnya - Sudah makan*minum' - .untah' b. !emeriksaan "isik #a$aban - +ekakuan lokal pada leher - ,honki, $heeJing, demam c. !emeriksaan penunjang #a$aban - )oto cer(ical 2! lateral (eso"agus) - 9ndoskopi (diagnostik dan terapi) 5. -anda-tanda gangguan keseimbangan ringan #a$aban - :adi kecil dan cepat disertai kelemahan secara umum - #antung berdebar - +eringat dingin, mual sampai muntah - +onsentrasi menurun <. -umor sinonasal a. 2namnesis #a$aban - Gejala nasal obstruksi hidung unilateral, rinore, sekret bercampur darah, epistaksis, de(iasi hidung, ingus berbau karena jaringan nekrotik - Gejala orbital gangguan (isus, poptosis atau penonjolan bola mata, diplopia. - Gejala oral ulkus di palatum, nyeri gigi, gigi geligi goyang - Gejala "asial penonjolan pipi, anestesia atau parestesia - Gejala intrakranial sakit kepala, o"talmoplegia, gangguan (isus, lekuorea (keluarnya cairan otak le$at hidung) b. !emeriksaan "isik #a$aban - >ajah asimetris*distorsi, poptosis, 1?

Gangguan menelan Gangguan berna"as karena sumbatan hidung berna"as le$at mulut Sleep apneu +elainan bentuk $ajah

/a(um nasi dan naso"aring dengan ,2 dan ,!, massa (permukaan, mudah rapuh, berbenjolL) c. !emeriksaan penunjang #a$aban - ,ontgen sinus paranasal untuk diagnosis a$al erosi tulang dan perselubungan padat unilateral - /- scan - .,6 - ,ontgen thoraks metastase C. Sinusitis (anak dengan batuk, pilek, demam) a. 2namnesis #a$aban - Sejak kapan' - @atuknya berdahak' >arna, konsistensi, banyaknya' - !ilek hidung tersumbat' +eluar ingus' !ada satu atau dua hidung' - :yeri pipi' :yeri di belakang bola mata' - Sebelumnya sempat sakit gigi' - Sakit kepala*kepala berputar' - +ronologi - 8al-hal yang memperingan*memperberat' - Gangguan pendengaran' - Sudah berobat sebelumnya' - Sebelumnya pernah seperti ini' - 7i keluarga' - !unya ri$ayat alergi makanan, obat, atau debu' b. !emeriksaan "isik #a$aban - :yeri pada $ajah - 8idung rinoskopi anterior, rinoskopi posterior, mukosa edema dan hiperemis, pus di meatus medius atau meatus superior - -enggorokan hiperemis, post nasal drip c. !emeriksaan penunjang #a$aban - /- scan sinus atau "oto polos - )oto polos posisi $aters, !2, lateral D. Stadium %titis .edia a. Stadium oklusi G sumbatan pada tuba eustachius, tekanan negati", retraksi membran timpani b. Stadium hiperemis G pembuluh darah melebar c. Stadium supurasi G edema, terbentuk eksudat purulent, membran timpani bulging d. Stadium per"orasi G keluar nanah dari telinga tengah ke liang telinga luar. e. Stadium resolusi o .- utuh o .- per"orasi +ering !er"orasi menetap dengan sekret yang keluar terus %.S+ - %.2 berlanjut = 0 minggu K otitis media supurati" subakut - %.2 berlanjut lebih dari 2 bulan K %.S+ 15

E. +:) Gejala - :aso"aring o 9pistaksis ringan o Sumbatan hidung - -elinga o -initus o ,asa tidak nyaman sampai otalgia - Sara" o 7iplopia o :euralgia trigeminal o Sindrom jackson o Sindrom unilateral o 7estruksi tulang tengkorak !4 - /- scan dan serologi - @iopsi G diagnosis pasti -4 - St 6 radioterapi - 66 M 66 +emoradiasi - 65 M :;<cm +emoradiasi - 65 M :=<cm kemoterapi dosis penuh dan dilanjutkan kemoradiasi 1. Gambar abses peritonsil 2. Gambar kanker naso"aring 0. Gambar koleastoma, sebutin teorinya ?. ,egurgitasi 5.+lasi"ikasi rhinitis akut menurut >8% <. gangguan pendengaran konsultasi kemana aja' ...

1<

Kak Gus Adit soal DIVISI RHINOLOGI Soal : jelaskan apa yang dievaluasi pada pemeriksaan rinoskopi anterior! Jawaban: pada ,inoskopi anterior dilakukan e(aluasi terhadap o 5estibulum nasi o +a(um nasi bagian ba$ah (mukosa, konka in"erior, lumen) o )enomena palatum molle o +a(um nasi bagian atas (mukosa, konka media) o Septum nasi DIVISI ALERGI-IMUNOLOGI Soal : Pemeriksaan penunjang apa yang diperlukan dalam penegakan diagnosis rhinitis alergi ? Jawaban : Hji kulit (uji gores, uji cukit, S9-) !emeriksaan 6g9 spesi"ik dengan ,2S- atau 9&6S2 !emeriksaan sitologi hidung (pemeriksaan sekret hidung-eosinophil count) ,ontgen >aters

DIVISI OTOLOGI Soal : Gambar pemeriksaan otoskop, coba jelaskan bagaimana langkah langkah pemeriksaan dengan menggunakan otoskop? Jawaban: posisi duduk o penderita duduk di depan pemeriksa o lutut kiri pemeriksa berdempetan dengan lutut kiri penderita o $aktu memeriksa telinga yang kontralateral hanya posisi kepala penderita yang dirubah, kaki dan lutut penderita dan pemeriksa tetap pada posisi semula cara memegang telinga o aurikulum dipegang dengan jari 6 dan 66, sedangkan jari 666, 65, dan 5 pada panum mastoid o aurikulum ditarik ke arah posterosuperior untuk meluruskan .29 cara memasukkan otoskop o pilih spekulum telinga yang sesuai dengan besar lumen .29 o nyalakan lampu otoskop o masukkan spekulum telinga dengan lembut pada lumen .29. 1C

DIVISI AUDIOLOGI Soal : Seorang penderita pria dengan gangguan pendengaran dan didapatkan per!orasi membran timpani kanan lebih berat dari kiri" #da $ pertanyaan: a"" %erdasarkan ilustrasi kasus bagaimanakah hasil tes tajam pendengaran yang meliputi test berbisik, test &eber, Schwabach, 'inne, %atas atas dan batas bawah serta audiometriknya? d" %erdasarkan tes tajam pendengaran berikut bagaimana hasilnya : ( Pemeriksaan )anan )iri o * Suara bisik + ,m 0 ,m )esulitan mendengar kata kata dengan nada rendah -k, l, m, g., bisa mendengar kata dengan huru! desis/ nada tinggi -s, c, !. 1 &eber 2ateralisasi ke kanan $ Schwabach 3emanjang 3emanjang 4 'inne -. -. 5 %atas atas (ormal (ormal %atas bawah naik (aik , #udiometrik -tuli #6 0 1, db #6 0 1, db konduksi. %6 7 1, db %6 7 1, db #%G 0 *8 db #%G 0 *8 db e" Sebutkan macam macam tes !ungsi pendengaran! Jawaban: - 9es berbisik - 9es Garputala -'inne, &eber, Schwabach, batas atas, batas bawah. - 9es audiometrik: o Subjekti! : audiometrik nada murni, tutur, atas ambang o :bjekti!: timpanometri, %;'#, :#; Pada anak: - %:# - Play audiometry - 9impanometry - #udiometri nada murni - :#; !" Gangguan keseimbangan ada 1, yaitu sentral dan peri!er Pas osce kita ditanyak gangguan keseimbangan yang peri!er saja" Pada tabel ini menunjukkan perbedaannya seperti di bawah ini : 1D

( o * 1 $ 4 5 , > ? @ *8

Perbedaan :nset <urasi Gerak kepala Sara! otonom -mual, muntah. 9uli Gangguan kesadaran (ystagmus )elainan neurologis Antensitas Bubungan dengan penyakit lain

Peri!er Paroksimal -sesaat. 3enit minggu -=. -=. -=. -. -=. -. 'ingan berat -.

Sentral Segera -menetap. 3inggu bulan -. -. -. -=. -=./- . vertikal -=. 'ingan -=.

Cntuk 4 divisi di atas soalnya sama dengan yang di kisi kisi, sedangkan untuk divisi Daring 2aring, divisi :nkologi, dan divisi %ronko ;so!agologi soalnya sedikit diganti yang baruan" DIVISI FARING LARING #da Gambar, seorang usia dewasa mengeluh terdapat keluhan b !"kak pada l # $ s b la# ka!a! %ulai & bula! 'a!" lalu , diperberat lagi pada saat menelan makanan dan menghirup bau bauan" melihat dari gambarnya dan dari konsultasi hehehe"" ini mengarah ke parotitis ("o!do!" atau %u%)s*+ Pertanyaan: A!a%! sis a)a 'a!" ) $lu dita%ba#ka!, Jawaban: anamnesis yang perlu ditambahkan sesuai dengan gejala dari parotitis yang belum disebutkan di atas, Gejala gejala parotitis : *" Pada tahap awal -* 1 hari. penderita Gondong -parotitis. mengalami gejala: demam -suhu badan $?"5 E 48 derajat celcius., sakit kepala, nyeri otot, kehilangan na!su makan, nyeri rahang bagian belakang saat mengunyah dan adakalanya disertai kaku rahang -sulit membuka mulut." 1" Selanjutnya terjadi pembengkakan kelenjar di bawah telinga -parotis. yang diawali dengan pembengkakan salah satu sisi kelenjar kemudian kedua kelenjar mengalami pembengkakan" $" Pembengkakan biasanya berlangsung sekitar $ hari kemudian berangsur mengempis" 4" )adang terjadi pembengkakan pada kelenjar di bawah rahang -submandibula. dan kelenjar di bawah lidah -sublingual." Pada pria akil balik adalanya terjadi pembengkakan buah Fakar -testis. karena penyebaran melalui aliran darah" -obak sa'a $a!"ku% ! . 1E

/+ da$i k lu#a! uta%a 'aitu b !"kak 'a!" ) $lu dita!'aka!0 a" bengkaknya sejak kapan? b" <i mana awalnya bengkak? c" #pakah pembengkakan diawali pada satu sisi dulu atau langsung kedua duanya muncul? d" #pa bengkaknya sempat mengempis? e" #pakah terdapat pembengkakan selain di tempat yang dikeluhkan pertama tadi? )ayana kalau da salah inget pasiennya kan pria jadi ditanyakan apakah ada pembengkakan pada buah Fakar atau testisnya jugak? !" Jenis makanan yang memperberat gejala? g" Jenis bau bauan yang memperberat gejala? h" #pa ada demam? )alau ada demamnya berapa lama? <apat diukur panasnya berapa? i" A)a ada k lu#a! lai! s ) $ti !' $i otot1 sakit k )ala1 ) !u$u!a! !a2su %aka!1 atau kaku )ada $a#a!"1 s $ta !' $i )ada saat % ! la! j" 9anyakan riwayat kontak dengan penderita Gondong di rumah atau di tetangga -soalnya penularan melalui kontak langsung bisa dari percikan ludah, bahan muntah, mungkin dengan urin ." Pemeriksaan !isiknya apa? jadi pada penyakit parotitis diagnosisnya ditegakkan berdasarkan ada tidaknya gejala in!eksi parotitis, dan adanya riwayat kontak dengan penderita penyakit yang sama sebelumnya" pada pemeriksaan !isik yang perlu dilihat : *" dari vital sign : Panas ringan sampai tinggi -$?,5 E $@,5.G6, keadaan umumnya bervariasi tergantung kondisi sistem imunnya dan masa inkubasi penyakitnya" 1" )eluhan nyeri didaerah parotis satu atau di kedua belah bagian tubuh dan disertai pembesaran $" )eluhan nyeri otot terutama leher, sakit kepala, muntah, anoreksia dan rasa malas untuk beraktivitas" 4" Pembengkakan parotis -daerah FygomaH belakang mandibula di depan mastoid." 3 % $iksaa! ) !u!4a!"!'a a)a, untuk pemeriksaan penunjangnya yang dapat dilakukan adalah dengan pemeriksaan darah lengkap -&%6 utamanya., C2, serta dengan pemeriksaan uji serologik untuk membuktikan I speci!ic mumps #bJ " Pada pemeriksaan &%6 didapatkan leucopenia dengan lim!osiotsis relative, selain itu didapatkan kenaikan kadar amylase dengan serum yang mencapai puncaknya setelah satu minggu dan kemudian menjadi normal kembali dalam dua minggu" Dia"!osis, parotitis 3 !a!"a!a! a5al ba"ai%a!a, Pengobatan ditujukan untuk mengurangi keluhan -simptomatis. dan istirahat selama penderita panas dan kelenjar -parotis. membengkak" <apat digunakan obat 2B

pereda panas dan nyeri -antipiretik dan analgesik. misalnya Parasetamol dan sejenisnya kalau %au % $u4uk k sub di6isi %a!a, Sesuai soalne jadi kita rujuk ke bagian tht sub divisi !aring laring" DIVISI 7RONKO ESOFAGOLOGI 7a'i usia 8 bula! dibawa ke CG< oleh orang tuanya dengan k lu#a! s sak1 " lisa#1 da! batuk-batuk+ S b lu%!'a ba'i %aka! da! tiba-tiba t $s dak+ Mari kita analisa soalnya""" anak kecil @ bulan tersedak berarti kemungkinan ada sesuatu yang masuk ke saluran na!as apalagi kejadiannya tiba tiba salah satu 9u$i"a %asuk )ada b$o!kus1 da! 4u"a bisa k %u!"ki!a! ada as)i$asi" )alau masuk bronkus klinisnya seperti ini : batuk mendadak hebat dan tiba tiba, sesak bisa sampai cyanosis""itu salah satu tanda tandanya" 3 $ta!'aa! 0 #namnesis ? 2okuska! u!tuk % !" ta#ui k$o!olo"is da! % ! !tuka! ki$a: lokasi su%bata!!'a+ - k 4adia! ka)a!, 7 $a)a 4a% 'a!" lalu s la!" diba5a k $u%a# sakit, - a)a ada s sak, Ka)a! %ulai s sak, 7 $a)a la%a, - Dikasik %aka!a! a)a, 7a"ai%a!a a5al!'a bisa s sak, A)a s %)at batuk atau t $s dak tiba-tiba, - A)a ada %u!ta#, ;a$!a %u!ta#a!1 isi a)a a4a kalau ada %u!ta#a!, - A)a ada al $"i %aka!a!,d bu dll, - S b lu%!'a ) $!a# % !"ala%i s ) $ti i!i, 3 % $iksaa! 2isik , )arena bayi mungkin belum bisa dievaluasi lebih jauh seperti orang dewasa" 6oba inspeksi dulu, atau kalau ada !asilitas yang memungkinkan dapat dilakukan laringoskopi direct" #kan tetapi pada keadaan cito biasanya dilakukan bronkoskopi lalu bila diperlukan baru dilakukan 9horacotomy" 7a"ai%a!a % ! "akka! dia"!osis!'a , Pada intinya perlu bronkoskopi, kalau ada kecurigaan aspirasi dapat dilakukan !leksibel endoskopi" %ila sesak dirasakan sangat berat dilakukan tindakan emergency seperti intubasi" DIVISI ONKOLOGI Gambar: seorang penderita dengan keluhan tidak bisa mencium bau bauan dan pembengkakan pada pipi sebelah kanan" Analisa awal kita ini mengarah ke tumor sinonasal namun perlu digali lebih detail pada anamnesisnya dan pemeriksaan fisik. Pertanyaan: 21

#namnesis apa yang perlu ditambahkan? Pemeriksaan !isiknya apa? Pemeriksaan penunjangnya apa? <iagnosis? Penanganan awal bagaimana? Jawaban : -umor sinonasal d. 2namnesis #a$aban - Gejala nasal obstruksi hidung unilateral, rinore, sekret bercampur darah, epistaksis, de(iasi hidung, ingus berbau karena jaringan nekrotik - Gejala orbital gangguan (isus, poptosis atau penonjolan bola mata, diplopia. - Gejala oral ulkus di palatum, nyeri gigi, gigi geligi goyang - Gejala "asial penonjolan pipi, anestesia atau parestesia - Gejala intrakranial sakit kepala, o"talmoplegia, gangguan (isus, lekuorea (keluarnya cairan otak le$at hidung) e. !emeriksaan "isik #a$aban - >ajah asimetris*distorsi, poptosis, - /a(um nasi dan naso"aring dengan ,2 dan ,!, massa (permukaan, mudah rapuh, berbenjolL) ". !emeriksaan penunjang #a$aban - ,ontgen sinus paranasal untuk diagnosis a$al erosi tulang dan perselubungan padat unilateral - /- scan - .,6 - ,ontgen thoraks metastase g. d4 -umor Sinonasal h. -indakan a$al rujuk ke bagian*S.) -8- sub di(isi %nkologi, kemudian segera dilakukan pemeriksaan histopatologis untuk memastikan tipe tumor, sel sel yang menyusun tumor seperti apa, dan dapat mengarahkan ke penanganan yang tepat. Kisi kisi ) $ta!'aa! $ s)o!si /+ 3ato" ! sis si!usitis 4 laska!< :+ %ukosa-%ukosa 'a!" sali!" b $#ada)a! a)a %aksud!'a1 da! di %a!a l tak!'a,%ukosa da$i si!us %aksila$is1 2$o!talis1 da! t%oidalis a!t $io$ t $us i!i b $%ua$a di i!2u!dibulu% t%oid+ =+ si!usitis +9 d !to" ! da! $#i!o" ! kuasai++k !a)a d !to" ! bisa 4adi si!usitis >+ k !a)a 'a!" )ali!" s $i!" k !ak si!us %aksila$is, ?+ t $a)i si!usitis os9 a!"kata!!'a ti!i (ada @ statio! A /B % !it* /+ tu%o$ ti$oid1 ) % $iksaa! lab t#'$oid da! ) !u!4a!"!'a :+ 9a$a % !"#i!da$i all $" ! d bu $u%a# =+ la$'!"itis akut >+ OMSK (luas ba!" t*1 stadiu% OMA1 b daka! OMA OE OMSK 22

?+ " 4ala "a!""ua! k s i%ba!"a! $i!"a! 4. Ko$)us ali !u% koi! aC a)a,) % $iksaa! ) !u!4a!", ) !atalaksa!aa!, @+ )istaksis u%u$ D >B ta#u! 9u$i"a k "a!asa!1 ) !atalaksa!aa! ba"ai%a!a, Da! 9 k lab!'a a)a a4a 'a!" di) $luka!, Ea5aba!0 /+ Tu%o$ Ei!ak T#'$oid EENIS 0 -OLLOID -FST1 ADENOMA 3A3ILER1 FOLIKULER+ N N N N SERING DIEUM3AI (TER7ANFAK 0 ADENOMA 3A3ILER* ;ANITA D LAKI-LAKI G ? 0 / =H - @H 3O3ULASI MENUNEUKAN ADANFA NODUL TIROID FANG 3AL3A7EL (?H 7ERSIFAT MALIGNA*+ DI7AGI DALAM = KATAGORI N NON TOKSIK 0 DIFUS DAN MULTI NODULER N TOKSIK 0 MULTI NODULER1 ADENOMA SOLITER DAN DIFUS TOKSIK GOITER (GRAVES D SEASE* N INFLAMASI 0 TIROIDITIS AKUT1 SU7AKUT DAN KRONIK HASHIMOTOIS DISEASE

S da!"ka! kalau di9u$i"ai "a!as i!i ta!da-ta!da!'a0 NODUL 3ADAT1 KERAS1 SOLITER 3ARALISIS 3ITA SUARA HOMOLATERAL TERDA3AT METASTASIS 3ADA TULANG1 3ARU1 HATI N Fakto$ )$ dis)osisi!'a 0 3ADA USIA MUDA 3ERNAH MENDA3AT RADIASI 1 RI;AFAT KELUARGA DENGAN MALIGNANSI1 Nodul ta%)ak )ada saat k #a%ila!+ N 3 !'akit d !"a! k "a!asa! ti$oid 0 3ENFAKIT-3ENFAKIT TIROID (GRAVEIS1 HASHIMOTOIT#'$oiditis*+ 3 % $iksaa! 'a!" dilakuka! 4ika dit %uka! t#'$oid !odul 0

Fu!"sio!al Ass s% !t o2 t#'$oid !odul 0

20

Su%b $0 Slid T a9#i!" d$+ I Md T4 k "1S)+THT-KL (K* :+ 9a$a % !"#i!da$i all $" ! d bu $u%a#0 D 2i!isi $#i!itis al $"i 0 Ri!itis al $"i adala# $ aksi i!2la%asi %ukosa #idu!" 'a!" di) $a!ta$ai ol # I"E+ R aksi i!i ti%bul akibat $ aksi ab!o$%al J #i) $s !si2itas %ukosa #idu!" t $#ada) suatu al $" ! s) si2ikK 'a!" %a!a )ada o$a!" !o$%al tidak aka! % !' babka! $ aksi a)a)u!+ 3ato2isiolo"i RA 0 S s o$a!" k %asuka! L o$al1 i!#alasi M atau disu!tikka! b !da asi!" J al $" !1 s la!" b b $a)a la%a aka! % !"adaka! $ s)o! I%u! d !"a! 4ala! % %b !tuk Nat a!ti atau I%u!o"lobuli!+ I%u!o"lobuli! i!i k %udia! da)at b $ aksi d !"a! al $" ! t $s but s #i!""a % !i%bulka! i%u!itas L k k bala! M atau al $"i L #i) $s !siti2itas M+ Akibat $ aksi al $"i i!i t $4adi d "$a!ulasi s l %astosit da! atau s l baso2il s #i!""a % !" lua$ka! Nat 6asoakti2 a%i! s ) $ti 0 #ista%i!1 b$adiki!i!1 s $oto!i! dll+ E2 k #ista%i! 0 dilatasi O ) !i!"kata! ) $% abilitas ) %bulu# da$a# ka)il $1 ko!t$aksi otot )olos1 % !i!"katka! s k$ si k l !4a$ %ata1 b$o!k#us1 sal+ - $!a+ E2 k b$adiki!i! 0 7$adiki!i! % !' babka! ko!t$aksi otot )olos1 ) !i!"kata! ) $% abilitas ) %bulu# da$a# ka)il $1 6asod )$ sa! t ka!a! da$a# tu$u!1 % !i!"katka! s k$ si k l !4a$ luda# da! k $i!"at+ U!tuk ) !atalaksa!aa! ka$ !a d bu $u%a# t $%asuk sala# satu ti) al $" ! 'aitu 4 !is i!#ala! 4adi ) !atalaksa!aa! d !"a!0 /+ % !"#i!da$i ko!tak d !"a! al $" ! s) si2ik!'a d !"a! $a4i! % %b $si#ka! $u%a#1 % !"u$a!"i tu%)uka! ba$a!": 'a!" $a5a! % !i%bulka! tu%)uka! d bu s ) $ti buku: b kas1 atau ka$dus: s #i!""a b !da-b !da t $s but s bisa %u!"ki! #a$us dibua!" u!tuk % !"#i!da$i al $" ! d bu $u%a#1 :+ M dika% !tosa - a!ti#ista%i! - d 9o!" sta! - a!ti#ista%i!Pd 9o!" sta! - ko$tikost $oid =+ I%u!ot $a)i+ >+ M !i!"katka! ko!disi tubu# d !"a! 0 ola#$a"a1 %aka!a! b $"iNi da! 9uku) isti$a#at+ 2?

S) si2ik!'a s ) $ti i!i0 - Hinda(i kontak dengan de#u. - Ganti kasu( atau #anta! ka)uk dengan #usa. - S)(ei atau #anta! &u&i dengan ai( $angat. - Memakai maske( saat #e(si$-#e(si$. - Lantai !angsung di)e! tidak usa$ disa)u du!u. - Men*i(am $a!aman (uma$. 5. geja!a gangguan keseim#angan (ingan . 2adi ke&i! dan &e)at dise(tai ke!ema$an se&a(a umum, +antung #e(de#a(, Ke(ingat dingin, mua! sam)ai munta$, Konsent(asi menu(un. Geja!a gangguan keseim#angan #e(at . *aitu )e(asaan atau sensasi #e()uta( "6ete(e%, se(ta #isa dise(tai dengan nistagmus. 4. )asien didiagnosis dengan ko()us a!ienum koin. Anamnesis *ang di)e(!ukan !agi . 7.tentukan onset ka)an kejadian Da(i kejadian sam)ai di#a8a ke (uma$ sakit #e(a)a !ama /. k(ono!ogisn*a gimana 9.uang !ogam se#esa( a)a :ang 7;;,5;;,7;;; <.sem)at #e(usa$a untuk dimunta$kan Atau usa$a mengam#i! degan tangan atau sesuatu *ang !ain "untuk men&a(i a)aka$ te(da)at )e(!ukaan )ada eso-agus. 5.a)a ada ke!u$an !ain se)e(ti sesak, #atuk,te(sedak, #i(u "&*anosis% 'eme(iksaan 'enunjang a)a *ang da)at di!akukan 7. Test Minum /. 3oto Eso-agus "Ce(6i&a! A'-Late(a!%. 9. 3oto T$o(a= A' !enatalaksanaan 1. 7engan 9so"agokoskopi eso"agoskopi bertujuan untuk melihat isi lumen eso"agus, keadaan dinding atau mukosa eso"agus, serta bentuk lumen eso"agus. @isa juga dilakukakan untuk mengambil bahan untuk pemeriksaan sitologi atau untuk biopsi tumor. #adi ada dua indikasi penggunaan eso"agoskopi -Indikasi diagnostik 7. e6a!uasi )asien )ost o)e(asi eso-agus di sini untuk meni!ai a)aka$ masi$ te(da)at )e(da(a$am, sum#e(n*a di mana, menge6a!uasi anatomi eso-agus. /. e6a!uasi ke!u$an )asien misa! ada dis-agia, odino-agia, (asa n*e(i dada, )anas )ada dada dan )e(da(a$an *ang meneta). 9.e6a!uasi )e(ja!anan )en*akit se)e(ti eso-agitis, !uka #aka( ko(osi-, aka!asia, s)asme di-us eso-agus, dan tumo( eso-agus. -Indikasi te(a)i se#agai tindakan te(a)i )ada di!atasi st(iktu( eso-agus, menge!ua(kan #enda asing, untuk sk!e(ote(a)i )ada 6a(ises eso-agus, koagu!asi diate(mi, )emasangan )(ostesis eso-agus, dan miotomi endosko)ik. 2. kalau tidak bisa dengan eso"agoskopi baru dilakukan tindakan operati" dengan thoracotomy. SOAL NO+= LARINGITIS AKUT0

25

3 $ada!"a! akut )ada la$i!" k la!4uta! da$i $#i!o2a$i!"itis ( 9o%%o! 9old* )ada a!ak-a!ak1 kalau 'a!" )ada a!ak bisa sa%)ai % !i%bulka! su%bata! )ada 4ala! !a2as!'a+ G 4ala da! ta!da u%u%0 d %a%1 %alais G 4ala da! ta!da lokal s ) $ti 0 sua$a )a$au sa%)ai a2o!i1 !' $i k tika % ! la! atau b $bi9a$a1 s $ta su%bata! la$i!"+ 3 % $iksaa! 2isik0 %ukosa #i) $ $ %is1 b !"kak di atas da! di ba5a# )ita sua$a+ T $a)i 0 isti$a#at bi9a$a s la%a :-= %i!""u1 % !"#i$u) uda$a l %bab1 % !"#i!da$i i$itasi )ada 2a$i!" da! la$i!"1 % !"#i!da$i % $okok1 %aka!a! ) das1 atau %i!u% s+ SOAL NO >+ OMSK ( otitis % dia su)u$ati2 k$o!is* %titis .edia Supurati" +ronik (%.S+) adalah in"eksi kronik telinga tengah dengan per"orasi membran timpani, keluarnya sekret dari telinga tengah atau otorea dan disertai gangguan pendengaran. Sebagian besar %.S+ merupakan kelanjutan otitis media akut yang tidak diterapi secara adekuat. @eberapa "aktor risiko yang dikaitkan dengan %.S+ adalah terapi antibiotik yang tidak adekuat, in"eksi saluran na"as atas yang berulang, penyakit nasal, kondisi hidup yang buruk, higienitas dan nutrisi yang kurang serta akses kepada terapi medikal yang kurang. %.S+ dibagi dalam 2 tipe yaitu tipe aman dan tipe bahaya. -ipe aman jarang menimbulkan komplikasi berbahaya. :ama lain dari tipe aman adalah tipe tu#otim)anik karena biasanya didahului dengan gangguan -ungsi tu#a *ang men*e#a#kan ke!ainan di ka6um tim)ani, disebut juga ti)e mukosa karena )(oses )e(adangann*a #iasan*a $an*a di mukosa te!inga tenga$ pada bagian anterior in"ererior telinga tengah. Ti)e #a$a*a bisa menimbulkan komplikasi intrakranial dan ekstrakranial yang bisa mengakibatkan kematian. :ama lain dari tipe bahaya adalah atiko antral karena biasanya proses dimulai di daerah tersebut, disebut juga ti)e tu!ang karena )en*akit ini men*e#a#kan e(osi tu!ang. SOAL NO @+ E)istaksis E)istaksis ) !' bab!'a %ulti2akto$ial1 bisaka$ !a 2akto$ lo9al atau)u! ka$ !a k lai!a! sist %ik+ 7ila ada )asi ! data!" d"! )istaksis ) $#atika! k adaa! u%u%!'a !adi1 ) $!a2asa!1 da! t ka!a! da$a#!'a+ 7ila ada k lai!a! lai! ta!"a!i dulu1 )asa!" i!2us + 7 $si#ka! 4ala! !a2as da$i sisa da$a# da! b kua! da$a# )astika! tidak ada 'a!" t $sisa1 sa%bil kita 6aluasi di %a!a su%b $ ) $da$a#a!!'a1 s % !ta$a kita bisa )asa!" ta%)o! lido9ai!J)a!to9ai! :H P ad$ !ali! /J?BBB atau /J/B+BBB u!tuk % !"# !tika! ) !da$a#a! da! % !"# !tika! $asa !' $i+ 2<

SOAL TAM7AHAN0 3as a!"kata!!'a Gd (3 !'akit $ 2luks "ast$o so2a"us*

D d' A!dika t !ta!" GERD

3 ! "aka! dia"!osis0 7. a!a%! sis TEMUKAN TANDA TANDA KHAS ATAU KLASIK1 3ADA ORANG DE;ASA A+ ADA SENSASI RASA 3ANAS DI DADA SETELAH MAKAN (RASA 3ANAS SU7STERNAL RASA TER7AKAR ATAU 3ANAS FANG MENEALAR KE ATAS SAM3AI KE TENGGOROKAN ATAU MULUT /-: EAM SETELAH MAKAN*1 DAN b+ ADA REGURGITASI ISI LAM7UNG SE-ARA S3ONTAN KE GASTER ATAU MULUT+ 3ADA 7AFI DAN ANAK-ANAK 7IASANFA 3ASIEN DATANG DENGAN KELUHAN0 7ATUK KRONIS1 SUARA SERAK1 SERING MELUDAH1 RASA TER-EKAT DI FARING1 DISFAGIA1 OTITIS MEDIA REKUREN1 7ATUK 7ERULANG1 A3NEA1 GANGGUAN 3ERTUM7UHAN+ KALAU 3ADA ANAKANAK FANG LE7IH 7ESAR SERING MENGELUH NFERI DADA1 NFERI E3IGASTER1 NFERI 3ADA A7DOMINAL ATAU SU3RASTERNAL+ :+ 3EMERIKSAAN FISIK DAN 3ENUNEANG FISIK LIHAT ESOFAGUS1 LO;ER ESO3HAGEAL S3IN-HTERNFA MODALITAS 3ENUNEANG DIAGNOSIS0 TEST 3ERFUSI ASAM (7ERNSTEIN*1 ENDOSKO3I (ESOFAGOSKO3I DAN LARINGOSKO3I*1 7IO3SI ESOFAGUS1 7ARIUM ESOFAGOGRAM1 MONITORING )H LUMEN ESOFAGUS DAKLAM :> EAM =+ 3ENATALAKSANAAN0 A. MODIFIKASI GAFA HIDU3 MENINGGIKAN KE3ALA TEM3AT TIDUR1 DIET RENDAH LEMAK 3ROTEIN TINGGI1 HINDARI -OKLAT1 TIDAK 7OLEH MAKAN DALAM RENTANGAN : EAM S7LM TIDUR1 HINDARI MAKANAN FANG DA3AT MENFE7A7KAN IRITASI LAM7UNG1 KURANGI ROKOK1 HINDARI O7AT FANG MEM3ENGARUHI TEKANAN LES (LO;ER ESO3HAGEAL S3IN-HTER* EQ0 --71 TRANSRUILISER1 3ROSTAGLANDIN1 HINDARI O7AT O7ATAN FANG MENFE7A7KAN KERUSAKAN ESOFAGUS SE3ERTI 3OTASSIUM1 SF1 NSAID1 AS3IRIN+ 7+ TERA3I FARMAKOLOGIS /+ -FTO3ROTE-TIVE 0 ANTASID DENGAN ASAM ALGINIK1 DAN SU-RALFATE+ :+ O7AT 3RO-MOTILITAS ATAU 3ROKINETIK 0 METO-LO3RAMIDE1 DAN -ISA3RIDE+ =+ H: 7LO-KER (-IMETIDINE1 RANITIDINE1 FAMOTIDINE1 NISATIDINE* DAN 33I (OME3RASOLE DAN LANSO3RASOLE*+ -+ TERA3I 7EDAH ANTIREFLUKS DENGAN NISSEN FUNDO3LI-ATION1 HELL GASTRO3EQF1 7ELSEF MERK IV+

2C