Anda di halaman 1dari 27

Tinjauan Pustaka

TRAUMA TEMBUS BOLA MATA

Oleh : Dimas Satrio Baringgo NIM. I1A0080 !

"em#im#ing : $r. Ag%s &. Ra'a() S*. M

BA+IAN,SM& ILMU "EN-A.IT MATA &. UNLAM,RSUD ULIN

BAN/ARMASIN /an%ari) !010

DA&TAR ISI HA DAFTAR ISI............................................................................................................3

BAB I "ENDA1ULUAN

Trauma okuli merupakan trauma atau cedera yang terjadi pada mata yang dapat mengakibatkan kerusakan pada bola mata kelopak mata sara! mata dan rongga orbita kerusakan ini akan memberikan penyulit se"ingga mengganggu !ungsi mata sebagai indra pengli"atan. Trauma okuli merupakan sala" satu penyebab yang sering menyebabkan kebutaan unilateral pada anak dan de#asa muda karena kelompok usia inila" yang sering mengalami trauma okuli yang para". De#asa muda $terutama laki% laki& merupakan kelompok yang paling sering mengalami trauma okuli. 'enyebabnya dapat bermacam%macam di antaranya kecelakaan di ruma" kekerasan ledakan cedera ola"raga dan kecelakaan lalulintas. Setiap ta"unnya di Amerika Serikat terdapat sekitar 2 ( juta kasus trauma pada mata di mana 2).))) smpai *+.))) dengan trauma yang mengancam pengli"atan dan ().))) orang menderita ke"ilangan pengli"atan yang signi!ikan.( $,S-IR& merupaka sumber in!ormasi epidemiologi yang digunakan secara umum di AS. .enurut data dari ,S-IR $ United States Eye Injury Registry& rata%rata umur orang yang terkena trauma okuli adala" 2/ ta"un dan laki%laki lebi" sering terkena dibanding dengan perempuan. Sedangkan berdasarkan studi epidemiologi internasional kebanyakan orang yang terkena trauma okuli per!orans adala" laki%laki

umur 20 sampai 3) ta"un sering mengkonsumsi alko"ol trauma terjadi di ruma". Selain itu cedera akibat ola"raga dan kekerasan merupakan keadaan yang paling sering menyebabkan trauma.* Trauma dapat mengenai satu atau lebi" jaringan mata seperti kelopak konjungti1a kornea u1ea lensa retina papil sara! optik dan orbita. Trauma pada mata dapat berupa trauma tumpul trauma tembus bola mata trauma kimia maupun trauma radiasi.22

BAB II TIN/AUAN "USTA.A

!.1 De2inisi Sala" satu bentuk dari trauma mata adala" trauma tembus. .enurut Birmingham Eye Trauma Terminology System de!inisi dari trauma tembus merupakan trauma mata yang menyebabkan kerusakan pada keseluru"an ketebalan dinding bola mata (full-thickness wound of the eyewall). Trauma tembus merupakan trauma mata terbuka $o en glo!e injury& yang mengenai bola mata sedangkan trauma mata tertutup merupakan luka penetrasi yang mengenai kornea. Trauma mata terbuka dapat berupa ruptur $diakibatkan benda tumpul& atau laserasi $luka penetrasi3tembus per!orasi benda asing intraokular&. 4uka laserasi merupakan luka yang memiliki jalur masuk sedangkan luka per!orasi merupakan luka dengan jalur masuk dan jalur keluar. Trauma tembus merupakan trauma laserasi tunggal akibat benda tajam.2

5ambar 2.2. Trauma Tembus .ata

!.! E*i$emiologi Trauma okular merupakan penyebab tersering kebutaan monokular pada anak%anak dan de#asa muda $6 () ta"un&. 're1alensi tertinggi didapatkan pada

remaja laki%laki. Di AS lebi" dari 2 juta trauma mata terjadi setiap ta"un dengan lebi" dari ()))) kasus mengakibatkan berbagai derajat gangguan pengli"atan permanen. Di Amerika Serikat trauma mata menjadi penyebab terbanyak kebutaan monokular dan memegang peranan dalam 7 persen kebutaan bilateral pada kelompok usia 2)%*( ta"un. 2 'ada ta"un 2))2 di Amerika Serikat diperkirakan 2.//).+72 $*./+ per 2))) populasi& mengalami trauma mata dan memerlukan terapi di ruang ga#at darurat poliklinik atau praktek dokter umum. Trauma tembus mata lebi" sering terjadi pada pria daripada #anita dan lebi" sering mengenai golongan usia yang lebi" muda. 'enyebabnya antara lain adala" serangan kecelakaan domestik dan ola" raga.

!.3 .lasi2i(asi Tra%ma Mata Birmingham Eye Trauma Terminology System (BETTS) merupakan standar sistem kompre"ensi! yang dipakai."

.eterangan:3 Trauma mata tertutup $#losed glo!e injury& Trauma mata tanpa kerusakan seluru" dinding mata $kornea dan sklera& atau $o full-thickness wound of eyewall% Trauma mata tertutup terdiri dari8 o 9ontusio8 tidak terdapat luka pada dinding mata tetapi dapat terjadi kerusakan intraokular seperti ruptur koroid atau peruba"an bentuk bola mata. Hal ini dikarenakan energi kinetik langsung yang dikirimkan ole" benda. o 4aserasi lamelar. Trauma yang menyebabkan kerusakan parsial dinding mata.

Trauma mata terbuka $& en glo!e injury&. Trauma yang menyebabkan kerusakan pada seluru" ketebalan dinding mata $kornea dan3atau sklera& atau 'ull-thickness wound of the eyewall% Trauma mata terbuka terdiri atas8 o Ruptur8 kerusakan seluru" ketebalan dinding mata akibat cedera benda tumpul o 4aserasi8 kerusakan seluru" ketebalan dinding mata yang disebabkan ole" benda tajam 'enetrasi3luka tembus8 trauma laserasi tunggal yang

disebabkan benda tajam. 'er!orasi8 ditandai ole" adanya luka masuk dan luka keluar. 9edua luka disebabkan ole" benda yang sama. :enda asing intraokular8 terdapat benda asing yang tertinggal dalam bola mata.

!.0 Etiologi 'enyebab tersering adala" karena kecelakaan saat bekerja bermain dan berola"raga. 4uas cedera ditentukan ole" ukuran benda yang mempenetrasi kecepatan saat impaksi dan komposisi benda tersebut benda tajam seperti pisau akan menyebaban laserasi berbatas tegas pada bola mata.7

4uas cedera yang disebabkan ole" benda asing yang terbang ditentukan ole" energi kinetiknya. :enda tajam sperti pisau akan menimbulkan luka laserasi yang jelas pada bola mata. :erbeda dengan kerusakan akibat benda asing yang terbang beratna kerusakan ditentukan ole" energi kinetik yang dimiliki. ;onto"ya pada peluru pistol angin yang besar dan memiliki kecepatan yang tidak terlalu besar memiliki energi kinetik yang tinggi dan menyebabkan kerusakan mata yang cukup para". 9ontras dengan peca"an benda tajam yang memiliki massa yang kecil dengan kecepatan tinggi akan menimbulkan laserasi dengan batas tegas dan beratnya kerusakan lebi" ringan dibandingkan kerusakan akibat peluru pistol angin.+

!.4 "ato2isiologi :enda asing dengan kecepatan tinggi akan menembus seluru" lapisan sklera atau kornea serta jaringan lain dalam bukbus okuli sampai ke segmen posterior kemudian bersarang di dalamnya ba"kan dapat mengenai os orbita. Dalam "al ini akan ditemukan suatu luka terbuka dan biasanya terjadi prolaps $lepasnya& iris lensa ataupun corpus 1iterus. 'erdara"an intraokular dapat terjadi apabila trauma mengenai jaringan u1ea berupa "i!ema atau "enop"t"almia.(

!. +e5ala .linis Tajam pengli"atan akan menurun akibat terdapatnya kekeru"an media pengli"atan secara langsung atau tidak langsung akibat trauma tembus tersebut. 3

2)

<amun cedera akibat partikel berukuran kecil berkecepatan tinggi yang di"asilkan dari tindakan menggerinda dan memalu mungkin "anya menimbulkan nyeri ringan dan kekaburan pengli"atan.0 :ila terdapat per!orasi kornea akan terli"at bilik mata yang dangkal. =aringan u1ea akan menempel pada kornea atau mala"an akan terli"at jaringan iris yang prolaps keluar. Akibat perlengketan iris dengan bibir luka kornea akan terdapat bentuk pupil yang lonjong atau terjadinya peruba"an bentuk pupil. 9adang%kadang terdapat "i!ema Hal ini menunjukkan terjadinya ruptur iris atau badan siliar ole" trauma tembus tersebut. Tekanan bola mata akan renda" akibat cairan mata keluar melalui luka tembus atau mala"an badan kaca dapat keluar. 3 Tanda%tanda lain adala" kemosis "emoragik laserasi konjungti1a atau kamera anterior yang dangkal dengan atau tanpa dilatasi pupil yang eksentrik.0

5ambar 2.2. Hi!ema

Selain ruptur dinding sklera

gaya kontusi! pada bola mata dapat

menimbulkan gangguan motilitas perdara"an subkonjungti1a edema kornea iritis

22

"i!ema glaukoma sudut sempit midriasis traumatik ruptur s!ingter iris iridodialisis paralisis akomodasi dislokasi lensa dan katarak. ;edera yang dialami struktur% struktur posterior adala" perdara"an korpus 1itreus dan retina edema retina lubang pada retina a1ulsi dasar 1itreosa pelepasan retina ruptur koroid atau a1ulsi sara! optik. :anyak cedera di atas tidak dapat dili"at melalui pemeriksaan eksternal. Sebagian misalnya katarak mungkin belum terbentuk sampai beberapa "ari atau minggu setela" cedera.3

!.6 Diagnosis !.6.1 Anamnesis 3 .ekanisme trauma8 Tentukan jenis trauma 8 tumpul penetrasi atau per!orasi. Tanyakan benda penyebab 8 bentuk dan ukuran benda. Tanyakan kemungkinan adanya benda asing pada bola mata karena dapat menimbulkan komplikasi nantinya seperti in!eksi ole" benda organik. 9eadaan saat terjadinya trauma8 >aktu dan lokasi terjadinya trauma. 'enggunaan kacamata koreksi atau pelindung mata lainnya karena benda% benda tersebut dapat melindungi atau mala" berkontribusi pada trauma akut. Tanyakan apaka" pasien mempunyai miopia berat karena mata miopia lebi" rentan ter"adap trauna kompresi anterior%posterior.

22

Ri#ayat medis8 Tanyakan ri#ayat trauma mata atau operasi mata sebelumnya karena dapat membuat jaringan lebi" rentan ruptur. Tanyakan 1isus dan !ungsi pengli"atan sebelum trauma pada kedua mata. Tanyakan penyakit mata yang ada pada pasien saat ini. Tanyakan penggunaan obat saat initermasuk obat tetes mata dan alergi.

!.6.! +e5ala3 <yeri 8 dapat tersamar ole" trauma lain dan dapat tidak berat pada a#alnya pada trauma tajam baik dengan atau tanpa benda asing. Tajam pengli"atan biasanya berkurang jau" Diplopia 8 akibat terjepitnya otot ekstraokular akibat truma sara! kranial monokular diplopia akibat dari dislokasi atau subluksasi lensa.

!.6.3 "emeri(saan &isi(3

Trauma tembus mungkin dapat tampak dengan muda" atau tertutupi ole" luka yang lebi" super!icial se"ingga sebaiknya dicari dengan teliti.

Hindari memberikan tekanan pada bola mata yang mengalami trauma tembus untuk mencega" mengalir keluarnya cairan bola mata.

'emeriksaan segmen posterior mungkin sulit dilakukan karena trauma yang terjadi dapat meng"alangi pemeriksaan segmen posterior. 23

'emeriksaan

"arus

dilakukan

dengan

sistematis

dengan

tujuan

mengidenti!ikasi dan melindungi mata.

Hindari manipulasi mata yang berlebi"an untuk pemeriksaan untuk meng"indari kerusakan lebi" lanjut dan minimalisasi kemungkinan ekstrusi intraokular.

Ta5am *englihatan $an gera( #ola mata:


'eriksa tajam pengli"atan kedua mata. Tajam pengli"atan dapat turun banyak. 'eriksa gerak bola mata kedua mata jika terganggu "arus die1aluasi kemungkinan adanya !raktur orbita.

Bola Mata

Harus die1aluasi apaka" ada de!ormitas tulang benda asing dan gangguan kedudukan bola mata.

:enda asing yang menembus bola mata "arus dibiarkan sampai tindakan beda".

Apabila terdapat trauma tembus bola mata dapat timbul eno!talmus.

.elo*a( mata

Trauma kecil pada kelopak mata tidak menyingkirkan kemungkinan adanya trauma tembus bola mata.

'erbaikan kelopak "arus ditunda sampai kemungkinan adanya trauma tembus bola mata dapat disingkirkan.

2(

.on5%ngti7a

'erdara"an konjungti1a yang berat dapat mengindikasikan adanya ruptur bola mata.

4aserasi konjungti1a bisa terjadi bersamaan dengan trauma sklera yang serius.

.ornea $an s(lera.

4uka tembus kornea atau sklera merupakan suatu trauma tembus bola mata dapat diperiksa dengan Seidel?s Test.

5ambar 2.3. Seidel?s Test

'ada luka tembus kornea dapat terjadi prolaps iris. 4aserasi pada kornea dan sklera bisa menunjukkan adanya per!orasi bola mata dan "arus dipersiapkan untuk ditatalaksana di ruang operasi.

'rolaps iris dengan laserasi kornea bisa terli"at diskolorasi gelap pada daera" trauma

'enonjolan sklera merupakan indikasi ruptur dengan ekstrusi isi okular

20

Tekanan intraokular biasanya renda" akan tetapi pemeriksaan tekanan bola mata dikontraindikasikan untuk mencega" penekanan bola mata.

"%*il

'eriksa bentuk ukuran re!leks ca"aya dan RA'D. Adanya de!ormitas bentuk pupil dapat menjadi tanda adanya trauma tembus bola mata.

'upil biasanya midriasis.

Lensa Dapat timbul dislokasi lensa.

Bili( Mata De*an 'emeriksaan slit lamp pada pasien yang kooperati! bisa menunjukkan kelainan yang ber"ubungan dengan seperti de!ek transiluminasi iris $red refle( gelap karena perdara"an 1itreous& laserasi kornea prolaps iris "i!ema dari disrupsi siliar dan kerusakan lensa termasuk dislokasi atau subluksasi. :ilik mata yang dangkal bisa jadi merupakan satu%satunya tanda adanya ruptur bola mata dan merupakan petanda prognosis buruk. Ruptur posterior bisa terjadi dan ditunjukkan dengan bilik mata depan yang dalam karena adanya ekstrusi 1itreous ke segmen posterior Tem%an lain

Adanya re!le@ !undus negati! akibat perdara"an 1itreus dapat menjadi tanda adanya trauma tembus bola mata.

2*

Ditemukannya prolaps u1ea pada permukaan bola mata merupakan tanda trauma tembus bola mata.

'ada trauma tembus dapat juga ditemukan "i!ema. 'erdara"an 1itreous setela" trauma menunjukkan adanya robekan retina atau k"oroid a1ulsi ner1us optikus atau benda asing.

Robekan retina edema pelepasan retina dan perdara"an bisa mengikuti ruptur bola mata.

!.6.0 "emeri(saan "en%n5ang3 'emeriksaan 4aboratorium o 'emeriksaan koagulasi dan dara" peri!er lengkap dilakukan pada pasien yang memiliki kelainan perdara"an. o 'emeriksaan laboratorium diindikasikan untuk kasus dengan trauma yang koeksis dan gangguan medikal lain
o

;T%Scan ;T%Scan adala" pemeriksaan penunjang yang paling sensiti! untuk mendeteksi ruptur bola mata kerusakan sara! optic mendeteksi benda asing dan memberi gambaran bola mata dan orbita.
o

9urang dapat mendeteksi adanya benda asing non%logam. Foto Rontgen

Foto polos tiga posisi >aters ;ald#ell dan lateral lebi" berman!aat untuk mengeta"ui kondisi tulang dan sinus daripada keadaan bola mata.

27

o o o o

.RI .RI berguna untuk mendeteksi kerusakan jaringan lunak. .RI juga berguna untuk mendeteksi benda asing non%logam. .RI dikontraindikasikan bagi kecurigaan benda asing logam. ,ltrasonogra!i ,ltrasonogra!i memiliki resiko untuk memberikan tekanan pada bola mata apabila terjadi trauma tembus.
o

Dapat berguna untuk menentukan lokasi rupture dan untuk menyingkirkan kemungkinan adanya benda asing.

!.8 Tatala(sana Tra%ma Tem#%s "enilaian A8al 4angka" a#al yang "arus segera dilakukan adala" menerapkan prinsip umum bantuan "idup lanjut pada kasus trauma e1aluasi untuk 1isual dilakukan sembari pertolongan bantuan "idup lanjut dilaksanakan./ 'ada trauma mata yang lebi" berat dapat diperiksa !ungsi a!eren dan e!erennya ketajaman pengli"atan pergerakan bola mata de!ormitas per!orasi dara" kemosis distopia eno!talmus ekso!talmus dan telekantus.2) Apabila terdapat ruptur dari bola mata sebaiknya di"indari untuk memanipulasi yang lebi" lanjut "ingga pembeda"an dalam keadaan steril bisa dilaksanakan yang biasanya dilakukan dengan anestesi umum. Tidak perlu diberikan siklopegik maupun antibiotik topikal sebelum operasi dilakukan karena adanya

2+

toksisitas potensil ter"adap jaringan yang terpapar. .ata diberi perlindungan dengan 'o( shield atau dengan gelas berba"an kertas yang dipotong pada sepertiga ba#a" yang ditutupkan ke mata dan bisa diberikan antibiotik oral seperti cipro!lo@acin 2@0)) mg. Analgesik dan antiemetik dapat diberikan selama diperlukan. Anti%tetanus juga dapat diberikan karena semua trauma tembus bola mata tergolong pada luka dengan risiko tinggi tetanus dan merupakan luka yang sangat mungkin terjangkit tetanus karena luka yang tampak nyata mende1italisasi jaringan dan terdapat kotak nyata jaringan dengan ba"an yang menembus mata yang kemungkinan suda" tercemar tana" atau kotoran lainnya yang mungkin mengandung kuman tetanus. Anestetik topikal pe#arna dan pengobatan topikal lain yang digunakan pada mata yang terkena trauma "arus steril. ,ntuk tetrakain dan !luoresin terdapat juga yang steril dengan unit dose. Agen neuromuscular !locking dapat meningkatkan tekanan intraokuler dan dapat menyebabkan "erniasi. 'ada trauma yang berat perlu diper"atikan untuk dokter selain dokter mata untuk tidak melakukan pemeriksaan mata yang dapat menamba" derajat kepara"an penyakit./ 'ada setiap trauma mata perlu dilakukan system scoring. Hal ini diperlukan untuk dapat mendeskripsikan beratnya trauma 3 luka memberikan pelayanan triage yang e!ekti! membantu dalam "al kesiapan operasi serta untuk memprediksikan prognosis pengli"atan. :erikut disajikan tabel untuk meng"itung skor pada trauma mata sesuai dengan :-TT $Birmingham Eye Trauma Terminology& dengan memper"atikan enam aspek meliputi ketajaman pengli"atan a#al ada tidaknya rupture ada tidaknya

2/

endo!talmitis ada tidaknya per!orasi ada tidaknya retinal detachment serta ada tidaknya R)*+ $tabel 2&22 Tabel 2. 'er"itungan Acular Trauma Score $ATS&22

"engo#atan1! 2. Tanpa Aperasi 'ada luka tembus yang minimal tanpa kerusakan intraokuler tidak ada prolap diberikan terapi antibiotik sistemik dengan atau topical dengan obser1asi yang ketat

2)

2. Aperasi a. Repair korneosklera Tujuan primer repair korneosklera adala" untuk memperbaiki integritas bola mata. Tujuan sekunder adala" untuk memperbaiki 1isus. :ila prognosis 1isus kurang baik dan mempunyai resiko o!talmia simpatis maka sebaiknya dilakukan enukleasi. -nukleasi primer lebi" baik bila perlu ditunda tidak lebi" dari 2( "ari untuk mencega" o!talmia simpatis. 9emudian diikuti dengan pemeriksaan !ungsi 1isus 1itroretina atau konsultasi ke subbagian plastic rekonstruksi. b. Anastesi Anastesi umum dipergunakan untuk repair bola mata sebab anastesi

retrobulber atau peribulber akan meningkatkan tekanan bola mata. Diberikan pelumpu" otot yang cukup untuk meng"indari prolapsnya isi bola mata. c. Bang perlu diper"atikan Tidak dipasang !iksasi rektus karena repair palpebra kan menekan permukaan mata maka selesaikan dulu repair kornea. :ila 1itreous ata massa lensa prolap melui bibir luka maka potong diatas kornea tidak dengan menariknya keluar. :ila u1ea atau retina menonjol keluar lakukan reposisi dengan bantuan 1ikoelastik secara "ati%"ati. Reposisi iris segera dilakukan setiap selesai ja"itan untuk mencega" iris terjepit dibibir luka. =a"itan yang dikerjakan sebaiknya mendekati full thickness%

22

'ada ak"ir operasi diberikan antibiotik subkonjungti1a $tobramisin 2) mg atau 1ankomisin 20 mg& dan kortikosteroid $deksametason 2 mg&. Antibiotik intra1itreal $1ankomisin 2 mg atau amikacin 2)) mcg& diberikan pada luka yang terkontaminasi menutupi 1itreous. Diberikan antibiotik salep mata $kombinasi bacitasin%polimy@in& dan kemudian mata ditutup. d. Repair sekunder % 'engangkatan benda asing intraokuler rekonstruksi iris ekstraksi katarak 1itrektomi insersi lensa intraokuler dan krioterapi pada robekan retina. % :ila kekeru"an lensa bertamba" in!lamasi intraokuler akan bertamba" para" se"ingga kesempatan untuk meletakkan lensa intraokuler akan "ilang. % :ila benda asing terli"at di segmen anterior sebaiknya diangkat melalui lubang atau insisi limbal. % :ila pengangkatan lensa diperlukan perlu diketa"ui apaka" kapsula posterior masi" utu" atau tidak. % 'erbaikan ruptur iris tidak "anya memperbaiki !ungsi iris dan 1isus tapi juga mengembalikan iris pada tempatnya untuk meng"indarkan sinekia. :ila terjadi iridodialis akan menyebabkan diplopia dan eksentrik pupil se"ingga perlu reposisi. e. 'engobatan paska operasi % Terapi untuk cega" in!eksi supresi in!lamasi kontrol TIA dan "ilangkan rasa sakit.

22

% Antibiotik intra1ena sampai 3%0 "ari. Antibiotik topikal sampai 7 "ari sedangkan kortikosteroid dan sikloplegia dikurangi berdasarkan tingkat in!lamasinya. % =a"itan kornea bila tak longgar dapat diletakkan sampai 3 bulan lalu diangkat berta"ap % 9arena risiko ablatio retina maka pemeriksaan segmen posterior "arus sering dilakukan bila tak terli"at dapat dengan menggunakan ,S5. % 9oreksi pengli"atan sesegera mungkin karena pada anak%anak resiko ambliopia meningkat apabila re"abilitasi 1isus ditunda % pro!ilaksis sistemik untuk cega" traumatik endo!talmitis 8 C gram positi! 8 1ankomisin 2g ID tiap 22 jam selama "ari C gram negati! 8 5entamisin 2%2 mg3kg :: ID pada kali pertama dilanjutkan 2 mg3kg :: tiap + jam selama 3 "ari atau ce!taEidim 2 g ID tiap 22 jam selama 3 "ari. C Fungus 8 tidak rutin diberikan

!.9 .om*li(asi3

-ndo!talmitis dapat terjadi baik eksogen maupun pasca operasi. -ndo!talmitis yang terjadi dapat bakteri atau jamur. A!talmia simpatetik adala" peradangan pada mata yang tidak mengalami luka beberapa minggu atau bulan seteal" cedera. Diperkirakan suatu proses autoimun

23

pada jaringan u1ea. 5ejalanya adala" nyeri penurunan tajam pengli"atan dan !oto!obia.

!.10 "rognosis 'rognosis pasien pada kejadian trauma tembus dapat diprediksi dengan memper"atikan beberapa !aktor meskipun ada pro kontra ter"adapnya yaitu diantaranya usia penyebab trauma endo!talmitis luasnya luka !raktur #aja" "i!ema ketajaman pengli"atan inisial tipe trauma benda asing intra okuler lokasi benda asing intra okuler trauma mata sebela"nya trauma lensa keberadaan lensa no light erce tion, trauma per!orasi ablasi retina jenis kelamin prolaps jaringan lokasi dan panjangnya luka. Ale" karena terdapatnya

perdara"an 1itreal

kontro1ersial pada penentuan prognostik ini maka peran indi1idu $pasien& menjadi pertimbangan utama. Dengan diberlakukannya &TS maka di"arapkan dapat dengan muda" memprediksi untuk prognosis pasien dan "al ini akan sangat membantu pasien dokter dokter mata dan tenaga paramedis lain. Dengan &TS di"arapkan dokter mata dapat memprediksi prognosis pasien dan pada penelitian didapatkan "asil "ingga 77F kesempatan dokter mata untuk "asil !ungsional !inal pasien.

2(

BAB III "ENUTU"

Trauma tembus bola mata menurut Birmingham Eye Trauma Terminology System dide!inisikan sebagai trauma mata yang menyebabkan kerusakan pada keseluru"an ketebalan dinding bola mata (full-thickness wound of the eyewall) . Trauma tembus merupakan trauma mata terbuka $ o en glo!e injury& yang mengenai bola mata sedangkan trauma mata tertutup merupakan luka penetrasi yang mengenai kornea. 'enyebab tersering ruptur mata pada de#asa dapat terjadi setela" trauma tumpul akibat kecelakaan kendaraan bermotor kecelkaan saat bekerja akti1itas ola"raga penganiayaan atau trauma lain. :enda asing dengan kecepatan tinggi akan menembus seluru" lapisan sklera atau kornea serta jaringan lain dalam bukbus okuli sampai ke segmen posterior kemudian bersarang di dalamnya ba"kan dapat mengenai os orbita. Dalam "al ini akan ditemukan suatu luka terbuka dan biasanya terjadi prolaps $lepasnya& iris lensa ataupun corpus 1iterus. 'erdara"an intraokular dapat terjadi apabila trauma mengenai jaringan u1ea berupa "i!ema atau "enop"t"almia . 'ada kasus trauma tembus mata pengobatan atau tatalaksana yang dapat diberikan adala" baik tanpa operasi maupun dengan operasi dengan sebelumnya dilakukan penilaian a#al ter"adap jenis trauma tersebut.

20

DA&TAR "USTA.A

2. American Society o! Acular Trauma. :irming"am -ye Trauma Terminology System $:-TTS&. Diundu" dari8 "ttp833###.asotonline.org3bett."tml. Diakses tanggal 20 Aktober 2)23. 2. =ames : ;"e# ; :ron A. 4ecture <otes A!talmologi. / t" ed. -rlangga8 IndonesiaG2))*. Halaman.27*%2+0. 3. Robson =. 5lobe Rupture. Diundu" dari8 "ttp833###.emedicine.com3emerg3topic22+."tm. 4ast update8 2* Februari 2)22. Diakses tanggal8 20 Aktober 2)23. (. Daug"an D Asbury T Riordan '. Acular and orbital trauma. Dalam8 5eneral Ap"t"almology ;"apter 2/. 27t" ed. .c5ra# Hill ;ompany8 ,SAG 2))7. 0. 9anski jj. ;linical Ap"talmology. (t" ed. A@!ord8 :utter#ort"%HeinemannG 2///. Halaman *07%/. *. Aronson AA. ;orneal 4aceration. "ttp833emedicine.medscape.com3article37/+))0 diakses tanggal ( =anuari 2)2(. 7. Indiana ,ni1ersity. Traumatic cataract. A1ailable at8 "ttp833###.opt.indiana.edu3<e#HoriEons35rap"ics3Tray23Slide)7. diakses tanggal ( =anuari 2)2( +. :erson F5. :asic Ap"t"almology !or .edical Students and 'rimary ;are Residents. *ed. ,SA8 American Academy o! Ap"t"almology. 2//3.p+2%(. /. Daug"an D Asbury T Riordan '. Acular and orbital trauma. Dalam85eneral Ap"t"almology ;"apter 2/. 27t" ed. .c5ra# Hill ;ompany8 ,SAG 2))7. 2). .ec"anism and emergency management o! blast eye3orbital injuries. -@pert Re1 Ap"t"almol. 2))+G3$2&822/%2(*. Diundu" dari8 "ttp833###.medscape.com. Diakses pada tanggal8 20 Aktober 2)23 22. 9u"n Ferenc .aisiak Ric"ard .ann 4oRetta .orris Robert >it"erspoon Douglas ;. T"e ATS8 'redicting t"e !inal 1ision in t"e injured eye. Dalam8 9u"n

2*

FerencG 'ieramici Dante ;. Acular trauma principles and practice.<e# Bork8T"ieme .edical 'ublis"ers.2))2. Hlm8/%22 22. Ilyas S Sukardi I Harmani : Sudiro SH 5ondo#iardjo TD. 'rosedur Diagnostik dan 'enatalaksanaan 'engobatan di Sub :agian 9ornea 4ensa dan :eda" Re!rakti!. =akarta8 :agian Ilmu 'enyakit .ata F9,I. 2))). p23%32.

27