Anda di halaman 1dari 53

BAB 14 TENAGA LISTRIK

B A B 14 TENAGA LISTRIK I. PENDAHULUAN

Sektor tenaga listrik memegang peranan yang penting sekali dalam pembangunan. Kegunaan dan intensitas penggunaan te-naga listrik bertamba luas! baik sebagai prasarana produksi maupun sebagai alat pemenu an kebutu an se ari- ari bagi ruma tangga keluarga. Sebagai "aktor produksi tersedianya tenaga listrik yang #ukup menentukan la$u ke#epatan pembangunan sektor-sektor industri! pertanian! pertambangan! pendidikan! kese atan dan lainlain. Pembangunan sektor-sektor ini adala sangat %ital bagi ter#apainya tu$uan pembangunan seperti men#iptakan kesempatan ker$a! meningkatkan pendapatan nasional! menguba struktur ekonomi dan lain-lain. Di samping itu tersebarnya tenaga listrik di kalangan masyarakat luas! yang membutu kan tenaga listrik untuk keperluan se ari- ari akan meningkatkan kese$a teraan rakyat. Karena pentingnya peranan sektor listrik! sektor usa a yang kegiatannya ber ubungan dengan pengadaan dan penyediaan tenaga listrik bagi kebutu an masyarakat arus digolongkan sebagai perusa aan yang menyelenggarakan keman"aatan umum &publi# utilities'. Perusa aan yang ditugaskan untuk menampung dan melaksanakan semua kegiatan peran#angan! pembangunan dan pengusa aan tenaga listrik adala Perusa aan Umum Listrik Negara &PLN'. Namun dalam melaksanakan tugasnya! perlu di$amin adanya keseimbangan antara aspek sosial pada satu pi ak dan peng usa aan berdasarkan prinsip-prinsip ekonomi perusa aan yang rasionil dan se at di lain pi ak.

()*

Dalam permulaan +epelita I! maka keseimbangan tersebut di atas $ustru tidak tampak. +asio pemakaian se#ara konsumti" dan produkti" tidak menun$ukkan penggunaan listrik yang e"ekti". Sedangkan dalam memper itungkan tarip belum dila-kukan penyusutan yang semestinya. Se#ara "isik masi terdapat ketidakserasian antara kapasitas $aringan transmisi dan distribusi dibandingkan dengan daya terpasang. Di samping itu di berbagai tempat pusat-pusat tenaga listrik memerlukan re abilitasi agar dapat ditingkatkan kapasitas penggunaannya. Demikian pula diperlukan perbaikan dan peningkatan e"isiensi institutionil dalam organisasi yang mengatur kelistrikan. Dengan mengadakan langka -langka yang tela digariskan itu maka selama +epelita I diselesaikan *,-!./ km $aringan transmisi! (( bua gardu induk! /0*( km $aringan distribusi tegangan menenga ! /-/1 km $aringan bertegangan renda dan //.1 bua gardu distribusi. Dalam al pusat-pusat tenaga listrik tela diselesaikan penamba an sebesar 0(0!0)- 23. Dengan demikian maka pembangunan tenaga listrik selama +epelita I adala seperti tertera pada 4abel /- - /. Dengan selesainya pembangunan-pembangunan tersebut! maka terdapat penamba an daya terpasang yang memungkinkan peningkatan produksi selama +epelita I! seperti tertera dalam 4abel /- - (. Langka -langka interkoneksi antar sistem-sistem $aringan transmisi di pulau 5a6a tela dilakukan yang kemudian akan diselesaikan pada +epelita II. Di luar 5a6a terdapat sistem kelistrikan yang terpisa -pisa bersi"at lokal dengan penyediaan tenaga listrik yang bersi"at terbatas. Dalam al daya ter pasang maka pada ak ir +epelita I terdapat $umla ,1-!,)- 23 pemilikan Perusa aan Umum Listrik Negara! sedang di luar pengusa aannya diperkirakan sebesar *-) 23. 5ika dilakukan perin#ian menurut $enis pusat - pusat listrik! k usus mengenai

().

TABEL 14 - 1. PEMBANGUNAN PUSAT-PUSAT TENAGA LISTRIK, JARINGAN TRANSMISI DAN DISTRIBUSI REPELITA I 5enis Kegiatan Satuan /,.,7)8 /,)87)/ /,)/7)( /,)(7)0 /,)07)5umla

Pusat-pusat tenaga listrik 4amba an produksi 5aringan transmisi 9ardu induk 5aringan distribusi tegang an menenga

23 23H Km 2:A

8!0* //*.08, .)!* -8

(1!)* (//.,-8 */!, ,/!*

(8!-0 ()8.)/* )/!* */!* (1)!0

/0,!80 /--.8./ ((8!1, ./!(* -1,!,-

/0-!1/0,..*8/ /1(!1( ((,

0(0!0)/./01.*(. *,-!./ -)0!(*

Km

)*!8)

(1)!8,

(/(!.8

/!0*(

5aringan distribusi tegangan renda 9ardu distribusi Km bua /()!,0 /08 0-,!(0 (-8 0--!, 0(8 -0.!., 0/0 /-/!18 /1* /!-/1 /!/.1

())

TABEL 1 4 - 2. PENYEDIAAN TENAGA LISTRIK PLN REPELITA I

Item

Satuan

/,.,7)8

/,)87)/

/,)/7)(

/,)(7)0

/,)07)-

Daya terpasang Produksi PLN Pembelian dari luar 5um/a

23 23H 23H 23H

.*(!)* /.-//.,)* -,*.)1. /.1)/.)./

.,8!) /.*)).,1, *8*.)// (.810.)8/

)//!/0 /.)8../*0 .-1.(.0 (.0*-.-/.

1*8!/. /.,/(.*1/ *1*.,,* (.-,1.-))

,1-!,)(.()1.1)0 ./../8* (.1,-.,)1

()1

daya terpasang yang dibangun Perusa aan Umum Listrik N e maka angka-angka menun$ukkan gambaran sebagai berikut;

gara!

T A B E L 1.4 - 3. DAYA TERPASANG

Permulaan +epelita I Pusat-pusat listrik 23 08,!, /,/!) -(!8 /81!1 < -)!* (,!.!/.!)

Ak ir +epelita I 23 -81!,88 (./!//8 18!(,8 8!1)(00!188 < -/!* (.!* 1!( 8!/ (0!)

4enaga Air 4enaga Diesel 4enaga 9as 4enaga 2ikro ydro 4enaga Uap

5um/a ;

.*(!-

/88

,1-!,)-

/88

Dibandingkan dengan keadaan ta un permulaan +epelita I! ini berarti bukan sa$a penamba an daya terpasang tetapi pula perbaikan $enis pusat-pusat listrik! maupun perbaikan penyebaran di pulau-pulau seperti yang dia$ukan pada 4abel /- - -. Pen$ualan listrik dalam ta un ak ir +epelita I adala sebe sar (./)*.18. 23H atau )* < dari $umla produksi! sedang kan sisanya sebesar )/,./)( 23H atau 25% merupakan kerugian. 5ika diperin#i menurut golongan tarip dapat ter#atat; sosial sebesar )*,./88 23H atau 0.!*<! ruma tangga sebesar -0*.088 23H atau (8<! umum 00..088 23H atau /*!*<! $asa dan usa a (80.188 23H atau ,!- < dan produksi industri sebesar -8*.08. 23H atau /1!.<.

(),

TABEL 14 - 4
DA=A 4E+PASAN9 2ENU+U4 KEPULAUAN

Permulaan Repelita I Kepulauan Jawa $umatera Kalimantan $ulawe'i Maluku Irian Ja(a /u'a 1en--ara Jumlah MW %. Watt/cap

Akhir Repelita I MW 7 5,5! !!!, 6" " ,0% 6&,6" ","5 !0,5& !7," %#",%7" % 7",6 !!, "," 6," 0,5 !,! !,7 !00 Watt/cap #,# 5,& 7,7 6,5 ",! !6,& !,5 7,6

506,5 77,6 6,7 %7,% !5,0 5,! !5,7 &,5 ,! &&," ," &,6 , 0,5 ,5 )*elum +alam ,r- P./0 6,6 !,0 0,% 65&," !00 5,6

2atatan 3 terma'uk P.1A Juan+a, *elum +i4umlahkan terpa'an- +iluar P./.


II. K E A D A A N DAN 2ASA LA H DE3ASA INI. Dari $umla daya terpasang sebesar ,1-!,)- 23 terdapat 18< yang merupakan daya e"ektip! se ingga masi terdapat sisanya sebesar (8< yang memerlukan perbaikan-perbaikan dan penggantian-penggantian. Sementara itu tela dilakukan usa a penamba an kapasitas pembangkit tenaga listrik dan perbaikan serta penamba an kapasitas $aringan transmisi dan $aringan distribusi. Pada ta un /,.1 dapat dili at adanya produksi sebesar /!01 $uta 23H atau *!) K3H7>ap yang meningkat men$adi (!(1 $uta. 23H pada ta un /,)0 atau ((!( K3H7 >ap yang merupakan suatu kenaikan rata-rata sebesar /8!*< setiap ta unnya. Namun demikian masi terdapat kekurangankekurangan! karena belum ter#apainya keseimbangan antara

(18

penyediaan dan kebutu an masyarakat yang lebi besar akan tenaga listrik. Kerugian dari produksi tenaga listrik Perusa aan Umum Listrik Negara pada ta un terak ir Pelita I tersebut sebesar )/,./)( 23H atau (*< menun$ukkan angka yang masi tinggi! se ingga memerlukan usa a perbaikan untuk memperke#ilnya. Dari perin#ian pen$ualan tenaga listrik menurut golongan tarip! terli at ba 6a pemakaian untuk produksi7industri sebesar -8*.08. 23H atau /1!.< menun$ukkan angka yang renda . Sebenarnya angka golongan industri ini #ukup besar! yang dipenu i dengan penyediaan sendiri pembangkit tenaga listrik. Dengan demikian $elasla ba 6a! pemakaian tenaga listrik Perusa aan Umum Listrik Negara sebagian besar masi bersi"at k#nsumtip. Dalam al meng adapi masala e"isiensi yang masi renda ! tela diadakan perbaikan institusionil dan management se#ara terus-menerus. Kema$uan-kema$uan yang di#apai selama +epelita I tersebut di atas! adala asil dari pembangunan yang disertai pula peningkatan institusionil dan management tersebut. Peningkatan institusionil tela dilakukan dengan dike Iuarkannya Peraturan Pemerinta No. /1 ta un /,)( tentang Perusa aan Umum Listrik Negara! yang mempertegas status dan ke6enangan k usus Perusa aan Umum Listrik Negara. Peningkatan management di bidang personil! dengan disertai usa a peningkatan kea lian dan ketrampilan menyebabkan peningkatan produkti%itas pega6ai dari )8 23H7pega6ai permulaan +epelita I! men$adi /0( 23H7pega6ai pada ak ir +e-pelita I. Dalam bidang administrasi! sesuai dengan peningkatan pengusa aan! tela dilakukan usa a penge$aran keterlambatan peker$aan administrasi dam peningkatan sistem prosedur administrasi. 2engenai bidang keuangan! pada dasarnya pendapatan Perusa aan Umum Listrik Negara baru dapat menutup biaya-biaya langsung pengusa aan di luar biaya penyusutan. se ingga untuk pengembangan pengusa aan masi diperlukan

(1/

bantuan dari Pemerinta bagi keperluan in%estasi. ?antuan tersebut selama +epelita I berasal dari Anggaran Pembangunan AP?N sebesar +p. *-.8)-.,*/.(*8!- dan US @ 0.8.881.-.*!dari bantuan Proyek! yang tersebut ak ir ini merupakan $umla dari seluru naska per$an$ian luar negeri yang tela di tandatangani sampai tanggal 0/ Desember /,)0. 2engingat akan pengalaman-pengalaman pada pelaksanaan pembangunan dari anggaran AP?N termasuk bantuan proyek di atas! tela ditin$au kemungkinan-kemungkinan untuk meningkatkan daya serap pembangunan dengan memperbaiki organisasi dan penyempurnaan produsen. Hal- al yang masi memerlukan per atian antara lain; a' Kemampuan pelaksanaan dalam meningkatkan daya serap pembangunan yang tergantung dari pada perbaikan-perbaikan penun$ang di bidang organisasi dan prosedur. b' Peningkatan k6alitati" dan k6antitati" pelaksanaannyaA #' Ketergantungan la$u pembangunan proyek-proyek tenaga listrik pada material7peralatan dari luar negeri. Pada pelaksanaan pengusa aannya yang masi per atian antara lain; memerlukan

a' Kesulitan pengusa aan di daera disebabkan kekurangan keandadan dan kapasitas #adangan tenaga listrik! k6alitas personil untuk operasi dan pemeli araanA b' 2a#amnya mesin yang diperole yang tergantung dari sumber bantuan proyek se ingga menyulitkan standarisasi dan penyediaan spareparts. Usa a meningkatkan pendapatan Perusa aan Umum Listrik Negara dalam rangka meningkatkan pelayanan $asa kepada masyarakat! tela ditin$au kemungkinan-kemungkinan untuk menye atkan Perusa aan Umum Listrik Negara yang tersusun dalam suatu ran#angan penye atan Perusa aan Umum Listrik Negara.

(1(

/(
(),

III. KE?I5AKSANAAN DAN LAN9KAH-LAN9KAH Sasaran dalam bidang kelistrikan adala mempertinggi dera$at masyarakat Indonesia! yang didasarkan pada pelaksanaan pembangunan serta pengusa aan tenaga listrik se#ara e"isien. Dengan mempunyai kemampuan yang tinggi! baik di dalam penamba an daya terpasang! peningkatan produksi maupun penyaluran dan pendistribusian tenaga listrik! maka di arapkan pengusa aan tenaga listrik dapat di$alankan se#ara eko nomis. Proyeksi pembangunan $angka pendek arus didasarkan pula pada per itungan sosio-tekno-ekonomis! yang setepat mungkin dalam pemili an #ara kon%ersi tenaga guna meman"aatkan kekayaan alam dan perkembangan teknologi men$adi tenaga listrik. 5uga dipersiapkan dan disesuaikan pula kemampuan untuk melipat gandakan penyediaan tenaga lisrtrik sesuai dengan ta ap pembangunan nasional. Dengan demikian dapatla dike$ar ketinggalan dalam penyediaan listrik untuk menenu i kebutu an masyarakat dan kebutu an industri yang semakin berkembang. Pada ak ir +epelita I pen$ualan listrik ole PLN kepada sektor industri adala sebesar /1!.<! yang berarti ba 6a sebagian besar dari kebutu an listrik untuk sektor industri masi didapat dari tenaga pembangkit-pembangkit sendiri. Agar kemampuan PLN dalam memberikan tenaga listrik dapat diting katkan! maka perlu ada sinkronisasi peren#anaan sektor industri dengan program pembangunan perlistrikan. Hal ini disebabkan karena pada umumnya penyelesaian proyek-proyek industri lebi #epat daripada proyek-proyek perlistrikan. Sala satu #onto sinkronisasi program pembangunan PLN dengan sektor industri yang suda dapat dilaksamakan adala dengan proyek-proyek 6ilaya industri. Dalam ubungan ini PLN dapat meran#angkan penyediaan tenaga listrik lebi da ulu untuk dapat memenu i kebutu an imdustri-industri dalam kompleks tersebut.

(10

?erdasarkan kebi$aksanaan tersebut di atas! maka semua usa a dan kegiatan pembangunan serta peningkatan pengusaaan tenaga listrik diara kan sedemikian rupa se ingga dapatla di arapkan pada ak ir +epelita II di#apai keseimbangan usa a &break e%en point'. Dalam usa a peningkatan penyediaan tenaga listrik tersebut! perlu pula disertai; &a' Usa a peningkatan k6alitas dan k6antitas yang mempunyai keandalan yang tinggiA &b' 4ersedianya se$umla daya #adangan yang besarnya sama dengan satuan pembangkit yang terbesar dan sekurangkurangnya /8< dari kemampuan yang terdapat pada sistemA &# Peningkatan daya guna sistem dengan usa a perbaikan pada sistem! se ingga besarnya kerugian dapatla di arapkan diperke#il dengan 8!*< tiap ta un se ingga ter#apai suatu tarap minimum.

Pada peningkatan pembangunan pusat-pusat pembangkit! ditu$ukan untuk mengatasi penurunan kemampuan mesin-mesin pembangkit karena usia dan pula untuk menampung kebutu an tenaga listrik bagi industri yang dilayani ole pembangkit sendiri dengan menyediakan lebi kurang *< tiap ta un dari peningkatan daya yang tersedia. Pada peningkatan dan pelaksanaan pembangunan pusat-pusat pembangkit di tingkat desa! perlu diusa akan se$au mungkin peman"aatan se#ara optimal semua sumber tenaga listrik dengan peran#angan yang menyeluru . Pada 6aktu ini dari (00 kabupaten! /,( dari padanya mendapatkan listrik dari PLN! 08 didirikan sendiri ole Pemerinta setempat dan // belum mempunyai tenaga listrik sama sekali. Kebi$aksanaan selan$utnya iala agar program perlistrikan akan sampai ke ke#amatan! kumpulan desa yang berdekatan satu sama lain maupun kepada badan koperasi! $ika ternyata kebutu an tempat-tempat tersebut akan men$amin pengusa aan yang masi ekonomis.

(1-

/*
(),

Perkembangan perlistrikan desa ini! terutama akan dilakukan dengan mengambil tenaga listrik dari $aringan yang ada dan membangun pusat-pusat /istrik tenaga mi#ro ydro dan tenaga diesel. Disadari ba 6a pendekatan se#ara regional dalam usa a untuk ineningkatkan suatu sistem akan lebi men$amin berasilnya penyediaan tenaga listrik. Untuk men#apai ini perlu diusa akan adanya interkoneksi sistem $aringan listrik apabila keadaan beban tela memungkinkannya. Untuk meman"aatkan sepenu nya tenaga listrik yang dapat disediakan diusa akan pula keseimbangan sistem antara pusat-pusat pembangkit dengan $aringan transmisi dan $aringan distribusi. Keadaan demikian memungkinkan pelayanan yang lebi merata akan kebutu an tenaga listrik. 2engingat al tersebut di atas! dibutu kan la$u pertumbu an penyediaan daya sebesar kurang lebi /1< tiap ta un dan dengan peningkatan daya guna sistem maka la$u pertumbu an penyediaan tenaga listrik di arapkan dapat men#apai antara /--/1< tiap ta un. Di samping usa a peningkatan kemampuan penyediaan tenaga listrik dalam 6aktu se#epat-#epatnya! perlu adanya usa a yang si"atnya menun$ang pelaksanaan ren#ana pembangunan dan pengusa aan tenaga /istrik. 5uga peningkatan pelayanan ter adap masyarakat! antara lain peningkatan kea lian dan ketrampilan personil! penyempurnaan sistem administrasi perusa aan! perbaikan pelaksanaan operasi! peruba an tegangan renda men$adi ((8 :7018 : dan pemeli araan perlu di$alankan. Pada ak irnya untuk menyesuaikan dengan kebutu an menurut perkembangan sebenarnya! perlu dilakukan penyesuaian ren#ana pembangunan se#ara berkala. I:. P+B9+A2. ?erdasarkan asil studi dan la$u pertumbu an ekonomi! disusun perkiraan produksi seperti yang tertera pada 4abel /--*.

(1*

(),

/)

P E R K I R A A N PRODUKSI T E N A G A LISTRIK PLN PER TAHUN (G W H)

PLN

Propinsi

Pusat ?eban

/,)0

/,)-

/,)1

Peningkatan P er 4a un < )

ECploitasi I ECploit as i II ECploitasi III

A # e

?anda A#e

,.,

/8.,

/..8

/8.8

Sumut.

2edan

/0(.0

/0).0

(/0.-

/8.8.

Sumbar.

Padang ?ukittinggi

(/.1 /8.( /(./

(*.8 /(.( /*.)

*8.* (*., ((..

/1.0. (8.* /0.0

+iau ECploitasi I:

Pakanbaru

5ambi Sumsel. Lampung ?engkulu

5ambi Palembang 4g. Karang ?engkulu

1.1 /)0./ /)...*

/8.. (*(.. /,.* ).1

(/.1 0),./ 08./ /..0

/,., /).8 /(.8 (8.(.

ECploitasi : ECploi tasi : I

Kalbar.

Pontianak

(../

0)..

.).0

(8.,!

Kalteng. Kalsel. Kaltim.

Palangkaraya ?an$armasin ?alikpapan

8.*8 /-.8 //.8

8..8

/.(-

/,., (*.* (1./

(/.8 (,./

-0.* *,.*

Samarinda

,.)

(0.*

*/.8

0,.1

(1.

/,
(),

/ ECploit as i : II

Sulut. Sulteng.

2ina asa &2enadoD Pa/u

0,.* 8..8 *8.0 8.18 1.) /0./ ).) (.) (.)

-1.8 8.)( ,1./.8/ /(.) /-.1 1.* 0.( 0.* -.0 **., )(-.8 0-,.-

1/.8 /.-, ((*.* (.-8 (8.(1.* //.* ... /8.8 ..) /-8./ /08-.8 ))..*

/*./,., 0*.8 (*.8 /1.* /.., 1.(8.8 08.8 /(.8 0-./,.) /,..

ECploitasi :III

U$. Pandang U$. Pandang Sultenggara Kendari

ECploitasi IE ECploitasi E

2aluku Irian 5aya

Ambon 5ayapura ?iak Sorong

ECploit as i E I N.4. 4imur Kupang N.4. ?arat ? a /i Distr. I Distr. II 5atim. 5ateng7 Ampenan Denpasar 5atim. 5ateng7

0.1 0(.8 *(,.0 0/).*

D.I. =ogya- D.I. 5ogyakarta Karta 5abar7D.K.I. Distr. III Distr. I: 5abar D.K.I.

/.8*.8

0/)8.88

/../

5um/a ;

(,.(./

0*0(.1

.)1(.-

/1.8

(1)

11

Dengan mempertimbangkan beberapa "aktor pengusa aan antara lain beban pun#ak! besar daya #adangan dan keandalan sistem! peren#anaan 6aktu se#ara menyeluru termasuk usa a dalam mendapatkan dana untuk pembiayaannya! disusunla program "isik pembangunan kelistrikan dalam +epelita II dengan pokok-pokok di ba6a ini. Susunan ini berupa angka-angka proyeksi yang se#ara berkala akan ditin$au kembali dan disesuaikan dengan perkembangan. A Pusat-pusat listrik sebesar kurang lebi //8* 23 dengan perin#ian; Pusat-pusat listrik tenaga Air &PL4A' sebesar /(. 23 Pusat-pusat listrik tenaga Uap &PL4U' sebesar -(* 23 Pusat-pusat listrik tenaga 9as &PL49' sebesar 0** 23 Pusat-pusat listrik tenaga Diesel &PL4D' sebesar /1( 23 Pusat-pusat listrik tenaga Panas ?umi &PL4P' sebesar /8 23 Pusat-pusat listrik tenaga 2i#ro ydro &PL42' sebesar ) 23 ?. 5aringan transmisi dengan perin#ian ; /.,(8 Km $aringan /*8 K: /..88 Km $aringan )8 K: /18 Km $aringan 08K:! dan (.-,8 2:A gardu induk yang bersangkutan. >. 5aringan distribusi dengan perin#ian; 1.*88 Km tegangan primer //.8(8 Km tegangan sekunder! dan *..-8 bua gardu distribusi yang bersangkutan. D. Pembangunan sarana "isik bagi kegiatan penun$ang! antara lain untuk sur%ey! management! penelitian serta peningkatan kea lian dan ketrampilan personil! peningkatan organisasi dan persiapan-persiapan antara lain pembangunan dalam +epelita III. (11

Pembangunan pusat-pusat listrik tenaga air akan meman"aatkan kekayaan alam berupa sungai-sungai besar dan danaudanau. Di samping itu biaya operasi dibandingkan dengan sumber enersi lainnya adala sangat renda . 4etapi pembangunan pusat-pusat listrik tenaga air memerlukan 6aktu yang pan$ang dan in%estasi yang besar. Pusat-pusat lriistrik tenaga air yang menurut ren#ana di arapkan selesai dalam +epelita II ini adala sebanyak /(*!** 23! yang terdiri dari PL4A-PL4A ?atang Agam &Sumatra ?arat'! 4es &?engkulu'! 4onsea Lama &Sula6esi Utara'! Karang Kates III &5a6a 4imur'! 3lingi &5a6a 4imur'! 9arung &5a6a 4enga '! dan 5uanda75atilu ur :I &5a6a ?arat'. Selain PL4A ?atang Agam! PL4A 9arung dan PL4A 3lingi! proyek proyek tersebut merupakan perluasan dari pusat-pusat Iistrik yang tela ada. Karena pernbangunan suatu PL4A memerlukan 6aktu yang pan$ang! maka dalam +epelita II suda akan dimulai pula penelitian7pembangunan beberapa PL4A yang di arapkan akan selesai dalam +epelita III! seperti; - PL4A Sa6angan &di Sula6esi Utara' yang menurut "easibility study dapat dibangun pusat listrik dengan daya terpasang lebi kurang /8 23. - PL4A Sentani &di Irian 5aya' yang menurut "easibility study akan dapat dibangun pusat listrik yang mempunyai daya terpasang lebi kurang /8 23. - PL4A Ayung &di ?ali' yang menurut pre-"easibility study dapat dibangun pusat listrik yang mempunyai daya terpasang lebi kurang /8 23. - PL4A >imanuk &di 5a6a ?arat'! yang menurut "easibility study dapat dibangun untuk pusat listrik pemikul beban pun#ak dengan daya terpasang sebesar -88 23. Proyek ini merupakan suatu proyek serba guna. (1,

410476 - (10).

- PL4A Saguling &di >itarum 5a6a ?arat'! untuk ini akan diadakan "easibility dan engineering study. 2enurut suatu pre-"easibility study daya terpasang diperkirakan sebesar -88-.88 23. PL4A Serayu! menurut pre-"easibility study yang ada terdapat dua tempat yang dapat dibangun pusat listrik tenaga air dengan masingmasing daya terpasang /)8 23 dan /18 23. PL4A 2anin$au di Sumatra ?arat terpasang -* 23. - PL4A Sadang di Sula6esi Selatan terpasang lebi kurang *8 23. - PL4A Larona di Sula6esi 4enggara terpasang lebi kurang /*8 23. - PL4A 5ratun Seluna di 5a6a 4enga terpasang 08-*8 23. yang diperkirakan mempunyai daya yang diperkirakan mempunyai daya yang diperkirakan mempunyai daya yang diperkirakan mempunyai daya

Usa a pembangunan pusat-pusat listrik tenaga air perlu didukung ole program peng i$auan daera ulu sungai atau sekitar danau yang dimaksud! agar terdapat kelanggengan debit air pada setiap 6aktu! se ingga men$amin penyediaan listrik seterusnya. Pusat-pusat listrik tenaga uap yang akan diselesaikan dalam +epelita II iala ; a' PL4U 2uara Karang dengan daya terpasang sebesar 23. b' PL4U Semarang dengan daya terpasang sebesar ( E *8 23. #' PL4U Surabaya dengan daya terpasang ( E *8 23. U$ung Pandang dengan daya terpasang (* 23. Selain dari itu akan dimulai pembangunan perluasan dari pada PL4U 2uara Karang! PL4U Semarang dan pembangunan PL4U baru seperti PL4U >irebon! PL4U >ila#ap! PL4U 9resik. ( E /88

d' PL4U

(,8

P L 4 U ?ukit Asam! P L 4 U Sumatra ?arat &Bmbilin'! P L 4 U 2edan dan yang arus suda selesai dalam ta un-ta un pertama +epelita III. 9una menanggulangi kekurangan daya sebelum pembangkit utama selesai akan dibangun pembangkit-pembangkit yang lebi ke#il dan segera dapat dipergunakan. Untuk ini diran#angkan pembangunan se$umla 0** 23 terdiri dari;

/. PL49 5aya75abar dengan $umla daya terpasang ((8 23. (. PL49 2edan (8 23. 0. PL49 Palembang /* 23. -. PL49 U$ung Pandang /* 23. *. PL49 Semarang (8 23.
.. PL49 Surabaya (* 23. >ila#ap ( E (8 23. Setela pembangkit utama selesai dibangun! PL49-PL49 ini men$adi unit pemikul beban pun#ak. Dalam pelaksanaan proyek-proyek tersebut! maka akan diman"aatkan sebanyak mungkin sumber enersi yang terdapat di daera itu sendiri. Dengan demikian maka untuk P L 4 U Bmbilin dan PL4U ?ukit Asam akan diara kan penggunaan batu bara! sedangkan gas bumi yang terdapat di berbagai daera akan dipakai sebagai ba an bakar guna beberapa PL4U dan PL49. Untuk kebutu an tamba an tenaga listrik di daera -daera yang terpen#il &isolated' akan dibangun pusat tenaga listrik diesel dengan daya terpasang /1(!/ 23 dengan lokasi tersebar di seluru Indonesia! kebanyakan di luar 5a6a. 5ika keadaan lokasi memungkinkan maka akan didirikan pusat-pusat listrik tenaga ydro di berbagai tempat dengan $umla daya terpasang ) 23. Kedua $enis pusat listrik diesel maupun mi#ro ydro akan mempunyai peranan yang penting dalam perkembangan perlistrikan desa. ). PL49

(,/

Dalam pada itu ada perkembangan baru dalam meman"aatkan kekayaan alam dengan akan dibangun pusat listrik tenagauap panas bumi &PL4P' di daera Dieng &5a6a 4enga ' dan Kamo$ang &5a6a ?arat'. Di arapkan dalam +epelita II ini akan ada penamba an daya terpasang sebesar /8 23. +en#ana pembangunan $aringan transmisi dan distribusi dibuat dengan memper atikan agar terdapat keseimbangan yang lebi sesuai antara pembangunan pusat tenaga listrik dengan $aringan transmisi dan distribusi. 9una meningkatkan keandalan dan pula meng emat pembiayaan perlu adanya interkoneksi antara sistem yang terpisa . Dalam +epelita II di arapkan suda ada interkoneksi antara sistem 5a6a ?arat! Ketenger dan 4untang di 5a6a 4enga ! dan antara sistem 2adiun dan Kalikonto di 5a6a 4imur. Pula dalam a6al +epelita II ini akan diadakan studi untuk meren#anakan interkoneksi antara sistem 5a6a ?arat! 5a6a 4enga dan 5a6a 4imur! dengan demikian akan terdapat satu sistem di pulau 5a6a. Program pembangunan tenaga listrik selama +epelita II adala seperti tertera dalam 4abel /--.. Dengan adanya penamba an daya terpasang maupun $aringan transmisi dan distribusi tersebut maka dimungkinkan penyediaan tenaga listrik seperti tertera dalam 4abel /--). Untuk meningkatkan kemampuan daya serap pelaksanaan dan pengusa aan dari asil pembangunan tersebut di atas dan untuk dapat mengikuti kema$uan teknologi kelistrikan serta meningkatkan kemampuan pemberian $asanya kepada masya- rakat! maka disusunla ran#angan penun$ang antara lain seperti ter#antum di ba6a ini. Peningkatan kea lian dan ketrampilan untuk meningkatkan kemampuan dari seluru lapisan personil dan untuk memperbaiki susunan personil. Diren#anakan untuk dapat melati *888 pega6ai dalam +epelita II dan untuk ini diperlukan membangun pusat-pusat lati an.

(,(

TABEL 14 - 6 PROGRAM PEMBANGUNAN TENAGA LISTRIK DALAM REPELITA II DIBANDING DENGAN REPELITA I Jenis Kegiatan Satuan Repelita I *) Repelita II

Pusat-pusat tenaga Listrik %a&'a(an pr)*uksi Jaringan trans&isi .ar*u in*uk Jaringan *istri'usi tegangan &enenga( Jaringan *istri'usi tegangan ren*a( .ar*u *istri'usi

M M + K& M/0 K& K& 1ua(

!"!#!74 1.1!,.$"6 $-4.61 47!#"$ 1.!$" 1.41, 1.16,

1.10$#" !.,,7.4"" !.700 ".4-0 ,.$00 11.0"0 $.640

*) Menurut perkiraan 2ang *i'uat pa*a 'ulan Januari 1-74.

TABEL 14 - 7 PERKIRAAN PENYEDIAAN TENAGA LISTRIK

Satuan

1-7!-74

1-74-7$

1-7,-7-

3a2a terpasang Pr)*uksi

M M I+

-,4.-74 ".,-4.-7,

1.1,7.144 !.$!".,00

".0,-.!74 6.7,".400

(,0

(,8

()

(,
(,)

08
(,)

Di samping pusat lati an di >ibogo ?ogor! diren#anakan pula untuk membangun dan melaksanakan pendidikan di tempat lain seperti 5akarta! 2edan! Surabaya! U$ung Pandang dan Semarang. Untuk personil tingkat pimpinan! serta personil untuk penelitian7riset dan sur%ey! diren#anakan untuk diberi pendidikan dan pengalaman tamba an di dalam negeri dan7atau di luar negeri! baik melalui bantuan proyek maupun melalui bantuan teknik. Se$alan dengan peningkatan pelaksanaan pembangunan "isik proyek-proyek tenaga listrik dan peningkatan pengusa aan tenaga listrik! diperlukan personil baik untuk melaksanakan pembangunan "isik proyek-proyek maupun untuk melayani pengusa aan yang meningkat. Di samping itu diperlukan persiapan dan pelaksanaan perbaikan struktur personil melalui penilaian kembali antara lain identi"ikasi tugas dan analisa tugas. Se$alan dengan ren#ana tersebut di atas dilakukan pula usa a untuk memperbaiki dan menyesuaikan peraturan kepega6aian se ingga disiplin ker$a dapat ditingkatkan. Dengan program tersebut di atas! $umla dan kemampuan pega6ai pada ak ir +epelita II diperkirakan sedemikian rupa se ingga bila produkti%itas personil pada permulaan +epelita II adala /0( 23H7pega6ai seta un! maka pada ak ir +epelita II diperkirakan men$adi (/8-((* 23H7pega6ai seta un! dengan struktur personil yang lebi baik. Untuk peningkatan kemampuan peran#angan! baik k6alitatip maupun k6antitatip! diperlukan penyempurnaan dan pengembangan organisasi peran#angan. Diren#anakan untuk me nyusun program $angka pan$ang tingkat regional dan nasional baik di bidang p ysik maupun di bidang pembiayaan. Pengalaman dalam +epelita I memberikan petun$uk untuk meningkatkan organisasi! prosedur pembangunan dan pembi - ayaan. Se$alan dengan itu diusa akan keserasian antara mekanisme pembangunan dengan kelaFiman perusa aan yang

(,)

0/
(,)

ak irnya akan menu$u kepada sistem anggaran yang menyeluru &integrated' baik yang bersumber pada anggaran perusa aan maupun AP?N. Se$alan dengan peningkatan pelaksanaan pembangunan "isik proyek-proyek tenaga listrik serta untuk meningkatkan kemampuan pelayanan $asa kepada masyarakat! maka perlu adanya peningkatan dalam bidang pengusa aan tenaga listrik Peningkatan yang dimaksud men#akup antara lain ; &a' peningkatan organisasi dan prosedur pengusa aan pembangkitan! penyaluran dan distribusi tenaga listrikA &b' peningkatan dan perbaikan sistem dan "asilitas penyediaan ba an bakar dan pelumas! baik k6alitatip dan k6antitatip maupun ditin$au dari lokasinyaA &#' peningkatan penyediaan spareparts dan material serta peralatan listrik lainnya! agar didapat kelangsungan pengusa aanA &d' pendirian pusat-pusat pengaturan pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik &load dispat# #enter' berikut "asilitas-"asilitas yang diperlukan termasuk sistem komunikasi ekstern dan internA &e' pembentukan pusat-pusat pengola an data pengusa aan. Peningkatan bidang administrasi meliputi peningkatan sistem dan prosedur bidang keuangan dan pembukuan pada umumnya. Dalam al ini termasuk mekanisasi peker$aan administrasi! pengaturan "isik keuangan! pemeriksaan &audit'! asuransi! dan tarip. Diperlukan pula peningkatan usa a di bidang riset! pengembangan dan $asa-$asa teknik beserta segala "asilitas yang diperlukan dalam bidang pengusa aan tenaga listrik dan usa a di bidang standarisasi serta bantuan bagi pengembangan industri listrik dalam negeri. Selan$utnya diren#anakan untuk menyusun peraturan mengenai standarisasi! i$in pengusa aan kepada pi ak ketiga! syaratsyarat penyambungan dan peraturan instalasi.

(,1

00
(,)

Di samping itu diren#anakan pula untuk menun$ang segala usa a dalam rangka menyusun dan menetapkan suatu kebi$aksanaan nasional tentang peman"aatan tenaga &energy' dan ba an bakar yang sangat dibutu kan bagi kesempurnaan perkembangan kelistrikan. Program pembiayaan proyek-proyek tenaga listrik dalam +epelita II dibuat berdasarkan ren#ana 6aktu pelaksanaan dari masing-masing proyek bersangkutan se$ak dimulainya peker$aan $asa-$asa teknik &engineering ser%i#e'. Pada umumnya penyediaan biaya berak ir dengan selesainya pembangunan "isik pada tara" mulai $alan &#ommissioning' ke#uali bagi proyek-proyek tertentu! masi perlu disediakan biaya untuk masa pera6atan serta bimbingan untuk operasi dan pemeli araan. Program tersebut tidak anya dibuat untuk pembangunan proyek-proyek baru se#ara "isik! tetapi $uga men#akup ke giatan penun$ang antara lain untuk sur%ey! management! penelitian serta peningkatan kea lian dan ketrampilan personil! peningkatan organisasi dan persiapan-persiapan antara lain pembangunan dalam +epelita III. Pembiayaan yang dibutu kan pada umumnya dibuat berdasarkan urgensi dan prioritas yang arus diberikan kepada usa a yang dapat meningkatkan pembangunan ekonomi. Program biaya in%estasi ini didasarkan atas anggaran baik rupia maupun %aluta asing. Untuk memenu i kebutu an dalam $angka 6aktu lima ta un dari +epelita II diperlukan biaya berkisar +p. 018.888.888.888!- seperti terli at dalam 4abel /--/8. Dalam biaya ini belum termasuk in%estasi yang dibiayai dengan biaya penyambungan dan7atau biaya perluasan ole #alon langganan dan langganan dalam rangka penyambungan langganan-langganan tersebut. Dalam angka tersebut di atas termasuk kebutu an akan de%isa yang tinggi! mengingat ba 6a sebagian besar peralatan nasi arus didatangkan dari luar negeri.

(,,

TABEL 14 - 8 PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN SEKTOR TENAGA LISTRIK MENURUT GOLONGAN PROYEK 1974/75 dan 1974/75 - 1978/79
(Juta Rupia() 0nggaran Pe&'angunan .)l)ngan Pr)2ek 1-7447$ 0. Pe&'angunan pusat pusat listrik 'aru *an peningkatan pusat-pusat iistrik 2ang a*a. 1. Pe&'angunan trans&isi *an gar*u in*uk 'aru serta peningkatan trans&isi *an gar*u in*uk 2ang a*a. 5. Pe&'angunan *istri'usi 'aru *an peningkatan *istri'usi 2ang a*a. 3. 6sa(a usa(a penun7ang (peningkatan kea(lian *an ketra&pilan# riset# sur8e2# *an se'again2a.). 1!.404 ".!6$ 1-7447$ - 1-7,47-

!1.-04 7."$$

""$.740 40.!10

-4.,00 1,.-$0

Ju&la(

$4.-",

!7-.,00

Perin#ian lebi lan$ut untuk tiap-tiap kegiatan mengenai lokasi! kapasitas pusat-pusat tenaga listrik yang akan dibangun dan pan$angnya $aringan-$aringan yang akan dipasang dapat dili at pada 4abel /--,. Kebutu an biaya untuk pusat listrik adala paling menon$ol. Hal ini disebabkan selain keadaan daya terpasang yang masi sangat renda de6asa ini! $uga disebabkan pusat-pusat listrik yang dibangun tidak seluru nya dapat selesai dalam +epelita II tetapi baru dalam +epelita III! sedang biaya pembangunannya suda arus dikeluarkan dalam +epelita II. Program pengusa aan dalam +epelita II terutama ditu$ukan pada usa a penye atan keuangan dalam rangka usa a penye atan PLN se#ara menyeluru . Sedangkan program "isik serta bantuan program penun$ang di arapkan akan dapat di#apai keseimbangan usa a pada ak ir +epelita II! dengan disertai peningkatan pelayanan $asa-$asa kepada masyarakat. Usa a peningkatan dalam pengusa aan tenaga listrik tersebut! disertai pula usa a mutu dan keandalan dengan memper itungan "aktor keamanan dan keselamatan personil dan masyarakat pemakai serta memperke#il kerugian $aringan dan gangguan-gangguan yang timbul. Usa a penye atan Perusa aan Umum Listrik Negara tela dilakukan dengan bantuan Pemerinta yang bersi"at in%estasi pada Perusa aan Umum Listrik Negara dan peningkatan pengusa aan! se ingga in%estasi yang diren#anakan dalam +epelita II #ukup memberikan dasar bagi pengusa aan yang se at! yang memungkinkan untuk ter#apainya titik keseimbangan usa a. Sunggu pun demikian disadari ba 6a usa a tersebut perlu disertai penin$auan tingkat arga pen$ualan tenaga listrik pada saat-saat tertentu. Dengan demikian pada ak ir +epelita II di arapkanPerusa aan Umum Listrik Negara tela dapat membiayai sendiri sebagian dari ran#angan in%estasinya dengan menggunakan

08/

%019L 14 - P9RI:5I0: I:S%0L0SI %9:0.0 LIS%RIK ;0:. 3I PR<;9KSIK0: 30L0M R9P9LI%0 II I:S%0L0SI %9:0.0 LIS%RIK ! PL%3 0>e( P L%M 0>e( 3istri'usi 0>e( PL%0 0sa(an PL%3 Me*an PL%3 Su&atera 6tara PL%. Me*an PL%M Surnatera 6tara PL%6 Me*an %rans. Su&atera 6tara 3istri'usi Me*an 3istri'usi Su&atera 6tara 9=PL. III. S6M0%9R0 10R0% PL%0 1atang 0ga& PL%0 Manin7au K0P0SI%0S M P0:J0:. KM 4 * * * * 6=4 * 1 = "0 * " = "$ " = ,0 * ! = !#!$ ! = 1$

PL: 1 9=PL. I 059+

PR<PI:SI "

9=PL. II

S6M0%9R0 6%0R0

08(
* terse'ar

"

! PL%6 Su&atera 1arat (<&'ilin) PL%3 Pa*ang PL%3 1ukittinggi PL%3 Su&atera 1arat PL%M Su&atera 1arat %rans. Su&atera 1arat 3istri'usi Su&atera 1arat 3istri'usi Su&. 1ar. (terse'ar)

4 " = "$ "="#$ ? "=$ " = 1#" * * " = 1"$ * 1#$ ? !@" * * * * * * * 1 = 1$ * * " = $0

RI06

PL%3 Pakan'aru PL%3 Riau PL%M Riau 3istri'usi Pakan'aru 3istri'usi Riau

J0M1I 9=PL. I/ S6M0%9R0 S9L0%0:

PL%3 Ja&'i PL%M Ja&'i 3istri'usi Ja&'i PL%3 Su&atera Selatan PL%. Pale&'ang PL%M Su&atera Selatan PL%6 1ukit 0sa&

080
*) ter'esar.

"

! %rans.Su&atera Selatan 3istri'usi Pale&'ang 3istri'usi Su&atera Selatan PL%3 La&pung PL%M La&pung 3istri'usi La&pung PL%0 %es PL%3 1engkulu PL%M 1engkulu 3istri'usi 1engkulu PL%3 P)ntianak PL%3 Kali&antan 1arat PL%M Kali&antan 1arat 3istri'usi P)ntianak 3istri'usi Kali&antan 1arat PL%3 Kaii&antan %enga( PL%M Kaii&antan %enga( 3istri'usi Kali&antan %enga( PL%3 Kali&antan Selatan PL%M Kali&antan Selatan %rans. Kali&antan Selatan

4 " = 110 * * * "=" * * * $=4 * * * * * * * * 1= $0

L0MP6:.

19:.K6L6

9=PL. /

K0LIM0:%0: 10R0%

K0LIM0:%0: %9:.0+

08-

3istri'usi 1an7ar&asin 3istri'usi Kali&antan Selatan K0LIM0:%0: %1M6R PL%3 Kali&antan %i&ur PL%3 K0L. %IM6R terse'ar PL%M Kali&antan %i&ur 3istri'usi Kali&antan %i&ur 3istri'usi KaA. %i&ur terse'ar 9=PL. /II S6L0 9SI 6%0R0 PL%0 %)nsea La&a PL%3 Mena*) PL%3 1itung PL%3 SulaBesi 6tara PL%M SulaBesi 6tara %rans. SulaBesi 6tara 3istr. Mina(asa 3istr. SulaBesi 6tara PL%3 SulaBesi %enga( PL%M SulaBesi %enga( 3istr. SulaBesi %enga( PL%3 SulaBesi Selatan PL%. 67ung Pan*ang PL%M SulaBesi Selatan PL%6 67ung Pan*ang

* 11 = !#" * * * 1 = 4#$ 4#$ 7#$ * " = "6 * * * * 1 = 1$ * 1 = 1"#$ ? "="$

S6L0

9SI %9:.0+

9=PL. /lll

S6L0

9SI S9L0%0:

"

! 3istr. 67ung Pan*ang 3istr. SulaBesi Selatan PL%3 SulaBesi %enggara PL%M SulaBesi %enggara 3istr. SulaBesi %enggara PL%3 Maluku PL%M Maluku 3istri'usi Maluku PL%0 Sentani PL%3 1iak PL%3 Ja2apura PL%3 Crian Ja2a PL%M irian Ja2a 3istri'usi 1iak 3istri'usi Ja2apura 3istri'usi Irian Ja2a PL%3 PL%M D3istri'usi PL%3 PL%M 3istri'usi

4 * * * * * * * 10 "=1 "=" * * * * * * * * *

SULAWESI TENGGARA

9=PL. i=

MALUKU

EXPL. =

IRIAN JAYA

9=PL. =I

NUSATENGGARA %IM6R

NUSATENGGARA
10R0%

?) terse'ar

10Li

PL%0 02ung PL%3 1ali PL%3 1ali %erse'ar PL%M 1ali 3istri'usi 1ali 3istri'usi 1ali %erse'ar

10 41 * * 1 = !$ 1 = "7 1 = "$ ? ? " = $0 " = 100 710 ? " = 10 ? 1 = "0

P9M1. I4 3IS%R. I

J0

0 %IM6R

PL%0 Karangkates III PL%0 lingi PL%. Sura'a2a PL%3 JaBa %i&ur PL%M JaBa %i&ur PL%6 Sura'a2a PL%6 .resik %rans&isi JaBa %i&ur 3istri'usi JaBa %i&ur %erse'ar

P9M1.II4 3IS%R.II

J0

0 %9:.0+

PL%0 .arung PL%3 JaBa %enga( PL%. Se&arang

"

! PL%. 5ila>ap PL%M JaBa %enga( PL%6 Se&arang PL%6 5ila>ap PL%P 3ieng %rans.JaBa %enga( 3istr. JaBa %enga( 3istr. JaBa %enga( %erse'ar

4 "="0 ? 4=$0 1 = 100 1 = $ 147 ? " @. "16

3I ;<.;0K0R%0 P9M1.III4 3IS%R.III

3istr. ;)g2akarta ter&asuk 3istri'usi JaBa %enga( PL%0 Saguling PL%0 Juan*a /I PL%0 5i&anuk PL%3 JaBa 1arat PL%M JaBa 1arat PL%6 5ire')n PL%P Ka&)7ang %rans. JaBa 1arat 3istri'usi JaBa 1arat 400 - 600 "$ "$0 ? ? 1 = 100 1=$ " = 1"6 ? " = $77

J0

0 10R0%

?) terse'ar

3 Distribusi Jawa Barat Tersebar

PEMB-III DISTR-IV

DKI JAKARTA RAYA

PLTG Ja arta PLT# Muara ara$% Distribusi Ja arta

11 ! 2" 3&! 1""&

TERSEBAR

TERSEBAR SEL#R#' I(D)(ESIA

PL TD PLTM Distribusi Pe$/e0iaa$ 1istri u$tu 1$0ustria1 Estate Pe$i$% ata$ Pusat Pusat Lrstri Pe$i$% ata$ Tra$s2isi 0a$ Distribusi

4*+, -+-.

PE(#(JA(G

TERSEBAR SEL#R#' I(D)(ESIA

Pe$i$% ata$ Kea31ia$ 4 Ketra25i1a$ Ker6a& #sa3a-#sa3a Pe$u$6a$%&

dana penyusutan yang tela ber asil dipupuknya! yang meliputi akti%a pembangkitan! penyaluran dan pendistribusian serta perlengkapannya! termasuk penelitian dan penelaa annya. 3alaupun semua kegiatan peran#angan! pembangunan dan pengusa aan tenaga listrik ditugaskan kepada Perusa aan Umum Listrik Negara! namun dalam $angka 6aktu yang dekat ini kebutu an akan tenaga listrik terutama pada sektor industri! belum dapat dilayani sepenu nya dari penyediaan yang ada. 4er adap kekurangan akan kebutu an tenaga listrik tersebut! maka kepada industri-industri pertambangan dapat diberikan kesempatan untuk memenu inya sendiri! setela terlebi da ulu mendapat iFin dari Perusa aan Umum Listrik Negara. ?esarnya daya pembangkit sendiri di luar PLN tersebut diperkirakan akan meningkat dari *-) 23 pada ak ir +epelita I men$adi lebi kurang /888 23 pada ak ir +epelita II. Dalam angka tersebut diatas tidak termasuk kebutu an dari proyek-proyek besar di sektor industri dan pertambangan. Dengan pembangunan pusat-pusat peleburan tima dan nikel di berbagai tempat! diperkirakan akan dibangun sendiri pusat tenaga listrik sebesar kurang lebi ((* 23. Demikian $uga untuk kebutu an dua proyek LN9 akan dibangun pembangkit listrik sendiri sebesar (*8 23. Disamping itu pembangunan industri besi ba$a di 5a6a ?arat memerlukan sedikit-dikitnya (*8 23 dalam +epelita II! yang kemudian akan diperluas men$adi *88 23 dalam +epelita III. 2enurut perkiraan-perkiraan yang ada untuk pembangunan 6ilaya industri ?atam diperlukan /18 23 yang akan diba- ngun sendiri. K usus mengenai Proyek Asa an perlu dimaklumi ba 6a pusat tenaga listrik merupakan bagian dari penanaman modal Proyek Pusat Peleburan Aluminium. Pusat tenaga listrik tersebut mempunyai kapasitas .88 23 yang akan di arapkan akan

0/8

selesai pada ta un /,1/. Sebagian dari tenaga listrik sebesar lebi kurang *8 23 dapat di arapkan disalurkan untuk umum. 5ika $umla daya terpasang dari proyek-proyek besar ini diper itungkan dalam penggunaan listrik! maka perbandingan penggunaan antara Konsumtip dan produktip akan menun$ukkan angka yang lebi seimbang. /. Keadaan gas kota dan permasala annya. Dalam +epelita pertama tela dapat diselesaikan penggantian pipa yang tela rusak atau buntu sepan$ang /(8 km atau /0!*< dari seluru $aringan. Demikian pula dilaksanakan pembaruan pipa dinas serta meteran pada langganan sebanyak ..*1) unit atau 08< dari seluru langganan yang ada. Pada sistem penyediaan gas yang didapat dari dapur gas batu bara dan perengka minyak katalitis tela dilaksanakan re abilitasi sebanyak -*/!, $uta k#al per ari. Dengan adanya perkembangan baru dalam bentuk LP9 atau lig t destilate serta gas bumi yang banyak terdapat di Indonesia maka sasaran dalam +epelita I adala meman"aatkan ba an-ba an tersebut untuk kebutu an ba an bakar untuk industri dan untuk keperluan ruma tangga. Sarana distribusi dalam bentuk pipa penyaluran gas serta pipa-pipa dinas dan meteran ke langganan yang ada akan diman"aatkan. Sebagai permulaan usa a tersebut dilaksanakan di >irebon dengan proyek penyaluran gas bumi sebanyak .88!8 $uta k#al per ari dari ?ongas! yang pada 6aktu ini berada dalam tara" pelaksanaan. Proyek tersebut di arapkan akan selesai dalam ta un ta un pertama +epelita lI. (. Kebi$aksanaan. Dalam rangka kebi$aksanaan pengembangan dan penggunaan sumbersumber enersi maka peman"aatan gas alam seba gai ba an bakar dalam industri maupun dalam ruma tangga

0//

perlu dilan$utkan. 5umla konsumen gas kota masi renda ! maka usa a utama adala rnemperbesar $umla konsumen dengan #ara menguba sistem penyediaan gas yang memungkinkan penurunan biaya per satuan. Dalam menggunakan gas alam $elas ba 6a yang men$adi masala adala perbaikan dan penamba an pipa distribusi dari sumber yang ada yang kelak akan dipergunakan untuk penyaluran gas alam ke konsumen. Di samping itu perlu adanya tangki penyimpanan gas serta alat-alat perlengkapannya. Pembangunan dapur-dapur batu bara maupun perengka minyak katalistis dari minyak berat akan memerlukan in%estasi yang lebi besar. Selain daripada itu $uga akan menamba pen#emaran udara dan keganasan erosi pada permukaan pipa-pipa. Se$alan dengan langka -langka perluasan produksi dengan pembesaran pemasaran maka akan diserasikan organisasi di bidang gas kota se ingga dapat ter$amin e"isiensi yang maksimal. ?entuk ideal dari e"isiensi perusa aan adala kemampuan meng asilkan gas dengan tarip yang memadai di satu pi ak dan kemampuan memupuk dana keuangan yang dapat dipergunakan untuk in%estasi dan re abilitasi di pi ak lain. Di samping itu masi diperlukan pengaturan yang men$amin adanya iklim pengusa aan yang se at guna pengembangannya. Hal ini mengingat ba 6a gas sebagai ba an bakar perlu di ara kan penggunaannya untuk memenu i kebutu an masyarakat banyak. Dengan demikian maka ada dorongan untuk ber ik tiar ter#apainya keseimbangan yang tepat antara pengadaan gas kota dengan biaya yang serenda -renda nya serta pelayanan kepada para konsumen yang setinggitingginya dengan arga yang memadai pada konsumen. Sementara penelitian dan peren#anaan sampai penyelesaian pembangunannya ta ap demi ta ap dilaksanakan! instalasiinstalasi yang ada akan terus ber$alan dengan perbaikan-perbaikan seperlunya.

0/(

PE2?IA=AAN. Pembiayaan dari Anggaran Pembangunan Negara untuk pembangunan tenaga listrik dalam ta un /,)-7)* ber$umla +p. **!) milyar! sedang selama $angka 6aktu lima ta un dalam +epelita II diperkirakan ber$umla +p. 01)!1 milyar. Dalam seluru $umla tersebut di atas suda termasuk nilai la6an pelaksanaan bantuan proyek. 0/0

*8
0

*/
0

TABEL 14 - 10
PEMBIAYAAN REN ANA PEMBANGUNAN LIMA TAHUN 1!"4#"$ % 1!"! (&'(') *+,' -+./'0) 1-7447$ (0nggaran Pe&'angunan) 1-7.47$ - 1-7,47(0nggaran Pe&'angunan)

%9:0.0 LIS%RIK :). K)*e

Sekt)r4Su' Sekt)r4 Pr)gra&

!.

S9K%<R %9:0.0 LIS%RIK

$$.7",#0

!,7.,00#0

!.1. !.1.1

Su' Sekt)r %enaga Listrik *an .as

$$.7",#0

!,7.,00#0

Pr)gra& Peningkatan %enaga Listrik Pr)gra& Peningkatan %enaga .as

$4.-",#0

!7-.,00#0

!.1.".

,00#0

,.000#0

*0