Anda di halaman 1dari 4

2. KOMPOSISI AIR LAUT, ELEMEN MAYOR, DAN SALINITAS I. DAUR HIDROLOGI.

Samudra mendominasi daur hidrologi, yaitu sekitar 97% dari seluruh perairan dunia. II. KOMPOSISI AIR LAUT Berdasarkan daur hidrologi serta elemen yang telah ada di lautan, maka terdapat hampir 92 elemen alami yang telah dideteksi di lautan, dan jumlah tersebut akan bertambah. Konsentrasi elemen 2 menunjukkan kisaran yang sangat besar/luas. Air laut dapat dibagi dalam beberapa ase! ". #adatan $solids%, material yang tertahan pada saringan &,'( m a. #artikel organik! organisme hidup, bakteri, detritus b. #artikel anorganik! mineral 2. Koloid $colloids%, material yang dapat melalui saringan &,'( m, tapi tidak terlarut a. )rganik ! oganisme hidup, detritus b. Anorganik! mineral, *e$)+%2 ,. -at terlarut $dissolve solutes% a. )rganik ! asam amino, protein, .itamin, hidrokarbon, alkohol, lemak $ PR% b. Anorganik "%. /ayor $0 " ppm1 &,&( 2 7(& m/% a%. 0 (& mmol/kg ! 3l4, 5a6, /g26 b%. &,&( 2 (& mmol/kg ! S)'24, 3a26, K6, Br4, +3),4, Sr26, B$)+%'4, Si$)+%', *4 $PR% 2%. /inor $" ppm 0 7 0 "&4, ppm1 &,&( 2 (&/%! 8i6, 9b6, +#)'24, :),4, Ba26, 5),4 $PR% ,%. Trace/kelumit/renik $"&4, ppm 1 &,&( 2 (& n/% $PR% a%. &,&( 2 (& nmol/kg ! -n26, 5i26, Al$)+%'4, 3r)'24 b%. ; (& nmol/kg! Be, 3o '. <as ! 5itrogen $=7>%%, )ksigen $=2"%%, Argon $="%%, S)2, 52), 3), 3+', 3+,:, $3+,%2S Berdasarkan si at Konser.ati ! a. Konser.ati konsentrasi ion4ion mayor terlarut dapat ber.ariasi pada setiap tempat di lautan, tetapi perbandingan $rasio% relati nya tetap/stabil/konstan/tidak reakti +ukum kekonstanan proporsi air laut #rinsip /ar?et. +al ini akibat si at unsur mayor yang konser.ati dimana rasio ion4ion tersebut tidak mudah berubah akibat reaksi biologi maupun kimia. Sedangkan reaksi isika hanya merubah konsentrasinya, bukan rasionya. )leh karena itu distribusi unsur konser.ati lebih dikendalikan oleh aktor4 aktor isika dibanding kimia dan biologi. "%. <as ! 52, Ar, 7e 2%. 5on gas ! hampir semua @at terlarut mayor $ke?uali Carbon dan Silicon%. 9asio 3a6 terhadap salinitas sedikit lebih rendah di permukaan air, dan penyimpangannya terhadap si at konser.ati hanya ke?il. b. 5onkonser.ati $tidak ada hubungan antara konsentrasi ion4ion dengan perbandingan relati nya% "%. <as ! )2 dan 3)2 2%. 5on gas ! Carbon, Si, hampir semua @at terlarut minor, dan kelumit. 3 lebih banyak di kedalaman dibanding permukaan. 9asio Si ber.ariasi baik horisontal maupun .ertikal. )leh karena itu 3 dan Si tidak dimasukkan dalam unsur mayor meski konsentrasinya di atas " ppm. Beberapa unsur minor dan renik memiliki si at konser.ati , namun karena konsentrasinya yang sangat ke?il dan sukar untuk dideteksi, maka dapat diabaikan. Aari keseluruhan elemen tersebut, "" ion mayor terlarut di laut memberi kontribusi sebesar 99,9%. Aalam sekitar ,(&/&& $permill% kandungan mayor terlarut tersebut, distribusi ion4ion mayor tersebut adalah sebagai berikut! 8aut Sungai & :on 9umus /&& berat % Botal % 4 " Klorida $Chloride% 3l ">,9>& ((,&' (,C> 2 Sul at $Sulphate% S)'24 2,C'9 7,C> "2,"' , Bikarbonat $Bicarbonate% +3),4 &,"'& &,'" :on negati $anion% D 2",>C"&/&& & 4 ' Bromida $Bromide% Br &,&C( &,"9 & ( Asam Borat $Borate% +2B),4 &,&2C &,&7 & C *luor $Fluoride% *4 &,&&" &,&& & Sodium/Natrium 5a6 "&,((C ,&,C" (,79 Magnesium /g26 ",272 ,,C9 ,,'" Kalsium $Calcium% 3a26 &,'&& ","C :on positi $kation% D "2,C2"&/&& 2&,,9 Kalium $Potassium% K6 &,,>& ","" 2,"2 Strontium Sr26 &,&", &,&' & Karbonat $Carbonat% 3),24 & & ,(,"( Silika $Silicate% Si)2 & & "",C7 )ksida *e2), E Al2), & & 2,7( 5itrat $Nitrate% $5),4% & & &,9& Botal ,','>2 5ilai permil tersebut dapat mengalami perbedaan yang tidak men?olok tergantung metode, alat, dan ketelitian pengukuran. F ". Berapakah konsentrasi #otasium jika salinitas a% meningkat menjadi ,C, b% menurun menjadi ,,. F 2. Berapakah rasio dari konsentrasi K6 terhadap 3l4 a% pada tabel di atas, b% pada pertanyaan ".a, ?%pada pertanyaan ".b GaHab! ".a% D &,,9C &/&&, ".b% D &,,C, &/&& 2.a%, b%, ?% D &,&2& mengapaFFF 7 > 9 "& "" Dirangkum oleh Lumban Nauli L Toruan "

III. PENYEBAB ELEMEN MAYOR MENJADI TIDAK KONSERVATIF /eskipun elemen mayor di lautan relati konstan, beberapa hal dapat menyebabkan menjadi tidak konser.ati . Kejadian ini sangat bergantung kepada area elemen mayor tersebut. Area 4 area tersebut adalah! ! "stuari #"stuaries$ Konsentrasi garam di sungai dikendalikan oleh si at bebatuan yang mengalami pelapukan dan tipe tanah, menghasilkan air tanah yang memiliki komposisi kimia yang berbeda spasial E temporal. #erbandingan S) '24, +3)4, K6, /g26 dan 3a26 terhadap 3l4 di sungai lebih besar daripada di lautan. Berbeda dengan di laut, kation mayor di sungai adalah 3a 26, /g26, dan 5a6, anion mayor adalah +3),4, S)'24, dan 3l4. Ilemen utama di sungai adalah 3a26 dan +3),4 yang berasal dari pelapukan 3a3),. #en?ampuran air sungai dan laut akan menyebabkan perubahan komposisi elemen mayor di estuari. /eski demikian, salinitas di estuari sebenarnya masih dapat diukur melalui prosedur yang sangat rumit dan si atnya khas pada daerah tertentu. % Penguapan pada basin &ang terisolasi #"vaporation in isolated basins$ #ada pembentukan e.aporit $batuan sedimen yang berasal dari e.aporasi laut dalam basin tertutup% menunjukkan selama peristiHa e.aporasi air laut yang lambat, pengendapan garam4garaman merubah komposisi larutan. +al ini terjadi misalnya karena hilangnya 3a26, S)'24 dan +3),4 dari larutan karena mengendap, serta menurunnya jumlah /g 26 dan K6. Selain itu presipitasi terdeposit dalam beberapa tahap, sehingga ion4ion dipindahkan pada Haktu dan tingkatan yang berbeda. ' (ir asin &ang tercampur #(dmi)ture *ith brines$ Beberapa air yang sangat asin memasuki samudera melalui ?elah/retakan pada lantai samudera di beberapa tempat seperti di 8aut /erah yang memiliki suhu dan salinitas yang tinggi $'(4(> &3 dan 22(4,2C&/&&% pada kedalaman 2&&& m. Komposisi larutan di Hilayah ini sangat berbeda dengan air laut pada umumnya. + ,ulkanisme dasar laut #Submarine volcanism$ /agma yang men?air memberi dampak peningkatan yang ke?il terhadap rasio elemen mayor di lautan. Selain itu beberapa penelitian di daerah h&drothermal vent menunjukkan perubahan elemen mayor $Si dan 3a meningkat1 /g, K, B, dan S)'24 menurun%. +idrotermal .ent merupakan sumber lainnya bagi air untuk memasuki samudera. 8ubang tersebut terletak pada dasar laut yang mengeluarkan air panas yang merupakan bagian pusat dari sea-loor spreading. . Pertukaran antara atmos-ir dan laut #")change bet*een atmosphere and sea/(ir/sea inter-ace$ :on4ion mayor ditransportasikan disepanjang permukaan air4udara dengan menyemburkan tetesan yang sangat ke?il dari permukaan laut. Burbulensi perairan pada permukaan perairan menyebabkan gelembung mikroskopik. Beberapa dari gelembung ini pe?ah, menyemburkan air laut ke atmos ir. Karena tidak semua ion tersembur dalam tingkatan yang sama, pe?ahnya gelembung ini dapat merubah rasio perairan dalam air yang tersisa. <elembung dari lautan dan atmos ir menghasilkan "& J "&9 ton ion4ion ke atmos ir setiap tahun. Sebagian besar akan kembali baik se?ara langsung $langsung jatuh kembali% maupun tidak langsung ke lautan $terbaHa angin lalu jatuh sebagai hujan%. <elembung tersebut membaHa elemen terlarut yang mengangkut ion4ion se?ara selekti yang dapat menyebabkan hujan. 5ilai 3l 4, 3a26, K6, /g26, dan S)'24 akan meningkat relati terhadap 5a 6 di atmos ir, sedangkan 3l4 dan Br4 berkurang. 9asio Br4/3l4 lebih besar sedikit di udara, bentuk gas dari 3l4 menjadi +3l, terbentuk dari reaksi garam dan sul ur trioksida atau 5) 2. )ksidasi otokimia dari Br4 dalam garam menghasilkan Br2. 9asio :4/3l4 di atmos ir 777 kali lebih tinggi dari laut dimana :2 dibentuk dari oksidasi otokimia dari :4. Bingginya konsentrasi B dalam hujan merupakan hasil dari destilasi permukaan laut dari B$)+% , yang memiliki daya menguap yang tinggi. 0 Basin anoksik #(no)ic basins$ 3ontoh anoksik basin adalah 8. +itam dan #alung 3aria?o. 9asio S) '24/3l4 di basin tersebut ?ukup rendah terutama di sedimennya karena bakteri menggunakan S)'24 sebagai sumber )2 sehingga melepaskan +2S, dengan kata lain perubahan ini akibat proses bakteri yang mereduksi sul at menjadi sul ida yang ada di perairan sehingga ) 2 menjadi hilang. +S4 menjadi hilang akibat prsipitasi *eS2 dan sul ida lainnya $-nS, 3uS, dll%. Kondisi lingkungan yang berperan terhadap habisnya ) 2 yaitu terbatasnya sirkulasi air di estuari dan tingginya suplai bahan organik. 1 Pembekuan #Free2ing/-ormation o- sea ice$ #ada saat air laut membeku, hanya molekul air yang bergabung membentuk kristal es. Kmumnya garam4garam terlarut tidak terlibat dalam pembentukan kristal es tersebut. +al ini akan meningkatkan kadar garam di sekitarnya. +al yang sebaliknya terjadi saat es men?air. 5amun pada kenyataanya sejumlah ke?il garam umumnya terhalang di es laut. Bidak semua ion mayor tersebut dapat bergabung dalam tingkatan yang sama. +al ini merubah rasio ion4ion pada air asin yang tersisa. Is laut memiliki rasio S)'24/3l4 yang lebih tinggi dari lautan umumnya, hal ini terjadi karena S)'24 masuk ke dalam es. #erairan di #asi ik Ktara pada temperatur yang minimum akibat pen?airan es menunjukkan de isiensi S) '24. #erbedaan terjadi pada rasio 3a/3l karena presipitasi 3a3) , di es laut $sea i?e%. 3 Pengendapan kulit calcareous #Deposition o- calcareous shell$ #enyimpangan yang ke?il pada rasio ion 3a6 disebabkan pembentukan dan penguraian calcareous sea shells $3a3),%. /eskipun terdapat organisme yang dapat membentuk kulit $ shell%, akti.itas mereka hanya memberikan kontribusi sekitar "% pada rasio ion 3a6. #enguraian 3a3), dalam bentuk aragonit dan kalsit di lautan dalam menyebabkan konsentrasi 3a 26 meningkat sekitar "% pada Hilayah #asi ik dalam. #engurangan 3a 26 mun?ul ketika aragonit mengendap di 8aut /erah. 4 Perairan antara/celah#5nterstitial *aters$ Sejumlah air laut dapat terjebak/terperangkap dalam ruang terbuka yang ada diantara partikel4partikel dalam sedimen laut. *luida ini diistilahkan dengan pori/lubang kulit $pore% atau air interstitial. Sedimen laut merupakan tempat bagi banyak reaksi kimia, seperti reduksi sul at, sebagaimana presipitasi dan penguraian mineral, dimana semuanya dapat merubah rasio ion mayor. Akibatnya komposisi kimia pada pori4pori air biasanya berbeda dari air laut pada umumnya. IV. SALINITAS Konsep salinitas aHalnya dipahami sebagai mengukur garam terlarut dalam suatu masa air laut, namun dalam kenyataannya metode pengeringan/penguapan dan penimbangan kandungan garam dalam iar laut menemukan beberapa kesulitan. +al ini terjadi karena bikarbonat dan karbonat terdekomposisi menjadi oksida $) 24%, Br2, beberapa 3l2, dan B$)+%, mengalami penguapan. Berdasarkan kondisi tersebut, maka de inisi salinitas menjadi Lberat gram garam terlarut anorganik dalam satu kilogram air laut, ketika semua bromida dan iodida diganti oleh klorida dengan berat yang eMui.alen, dan semua Dirangkum oleh Lumban Nauli L Toruan 2

karbonat diganti oleh oksida dengan berat yang ekui.alenN. Berdasarkan eksperimen, maka untuk menentukan salinitas dapat menggunakan rumus! S$&/&&% D ",>&C(( 3l $&/&&%, dimana rumus ini didapat pada SD,( &/&& dan 3l4 D "9,,7' &/&&. 9umus ini didapat berdasarkan prinsip kekonstanan proporsi air laut. #enggunaan 3l 4 dianggap lebih mudah dan lebih akurat karena konsentrasinya paling besar dari seluruh ion mayor. #ertanyaannya mengapa air laut memiliki kadar salinitas yang lebih tinggi dari air taHarF #ada mulanya ada yang mengatakan unsur4unsur yang menyebabkan air asin berasal dari darat yang dibaHa oleh sungai yang mengalir ke laut, tetapi bila berasal dari sungai seharusnya susunan kimia air laut sama dengan sungai, kenyataannya mereka berbeda $lihat tabel di atas%. Berdasarkan teori, @at4@at garam tersebut berasal dari dalam dasar laut yang mengalami proses outgassing yaitu rembesan dari kulit bumi di dasar laut yang berbentuk gas ke permukaan dasar laut. Bersama gas4gas ini terlarut juga hasil kikisan atau pelapukan kerak bumi, dan bersama garam4garam ini merembes juga air, semua dalam perbandingan yang tetap sehingga terbentuk garam di laut yang tetap sepanjang masa. #eristiHa ini terjadi sejak jaman geologi $jutaan tahun lalu%. Bbrp aktor dalam proses isika yg mempengaruhi konsentrasi salinitas tanpa merubah rasio ion4ion mayor se?ara signi ikan! a%. Salinitas meningkat b%. Salinitas menurun ?%. Salinitas menjadi seimbang ". I.aporasi #enambahan air akibat Ai usi/penyebaran molekular dari ion4ion diantara masa $"vaporation% presipitasi/hujan $Precipitation% air yang memiliki salinitas berbeda 2. #embentukan es laut Is yang men?air $Tha*ing% #en?ampuran turbulen/bergolak akibat angin, gelombang, $Free2ing/sea/ice% dll diantara massa air yang memiliki salinitas berbeda , 9un4o dari sungai Ket! ".?%. #ada ".?%. proses isika yang terjadi melibatkan pergerakan ion4ion dibandingkan pergerakan air seperti 2.?%. -at terlarut mengalami peristiHa pengangkutan ketika se?ara tidak seragam terdistribusi dalam suatu larutan. #ada saat tidak ada gaya eksternal/dari luar, @at tersebut se?ara spontan menjalani penyebaran dari area yang berkonsentrasi tinggi ke yang rendah. +al ini terus berlanjut sampai distribusi yang seragam pada @at terlarut ter?apai. V. DISTRIBUSI SALINITAS #engetahuan mengenai distribusi salinitas sangat penting untuk memahami pergerakan massa air, densitas, penyebaran organisme, dsb. a). Distri !si s"asia# $%rti&a# Se?ara .ertikal salinitas permukaan tidak selalu lebih besar daripada bagian yang lebih dalam. #ada daerah lintang rendah dan sedang salinitas permukaan umumnya lebih tinggi dibandingkan bagian yang lebih dalam. #ada lintang tinggi seperti kutub $polar region%, salinitas permukaan umumnya lebih rendah dari bagian yang lebih dalam. +al ini terjadi karena pen?airan es dan salju, serta kurangnya sinar matahari sehingga tingkat e.aporasi rendah. #ada bagian baHah perairan, sebaran salinitas ditentukan oleh pola sirkulasi massa air. ). Distri !si s"asia# "%r'!&aa()*+ris+(ta# %r,asar&a( #i(ta(Berdasarkan lintang, salinitas sangat dipengaruhi oleh pan?aran matahari. Salinitas permukaan laut maksimum pada lintang tropis dan 9ata4rata salinitas permukaan tahunan subtropis, dimana e.aporasi melebihi tingkat presipitasi. +al yang sama juga terjadi pada daerah yang tandus. Salinitas menurun pada daerah lintang tinggi dan mendekati eMuator $&&%. Salinitas permukaan dapat menurun pada area yang mendapatkan masukan dari sungai, men?airnya es dan salju pada daerah lintang tinggi. Ai tempat lain, salinitas permukaan meningkat pada laguna dan bagian lautan dangkal serta basin pada daerah lintang rendah4menengah dimana e.aporasi tinggi dan masukan air dari daratan terbatas. .). Distri !si s"asia# %r,asar&a( /a&t! Oariasi salinitas se?ara temporal terbatas a%. pada Hilayah pesisir se?ara skala mikro karena pengaruh hujan dan masukan dari sungai akibat pasang surut dan b%. pada permukaan laut lepas se?ara skala makro akibat struktur geogra i, pola sirkulasi, dan perubahan musim yang akan menimbulkan hujan atau kemarau. #ada saat pasang maka salinitas pesisir akan meningkat karena air laut mendesak ke arah daratan, pengaruh pasang ini dapat menjalar sampai hitungan kilo meter sehingga salinitas sungai akan bertambah. Sebaliknya saat surut maka salinitas pesisir akan menurun akibat pen?ampuran dengan air taHar yang mendesak ke lautan. Se?ara makro, perubahan salinitas tergantung pada jenis musim dan lintang area yang dikaji. Sebagai ?ontoh pada :ndonesia, yaitu pada Bulan *ebruari $musim barat% dan Bulan Agustus $musim timur%. #ada *ebruari, arus bergerak dari barat ke arah timur yaitu dari 8.3ina Selatan menuju 8.GaHa dan 8.*lores. Karena pada saat itu adalah musim hujan, maka Hilayah laut /alaysia, Sumatera, GaHa dan Kalimantan akan mengalami pengen?eran dari daratannya sehingga air yang bersalinitas rendah ini akan mendorong air yang bersalinitas tinggi ke arah timur. #ada Agustus situasi berbalik akibat berkembangnya angin timur. Saat itu di bagian barat mengalami kemarau. Air bersalinitas tinggi dari timur akan mendorong air bersalinitas rendah kembali ke barat. #eristiHa ini akan berbeda dengan negara lainnya. PR ". Gelaskan apa yg disebut! estuari, basin, laguna, hydrothermal .ents, sea loor spreading 6guyot, tren?h, ?al?areous sea shells. 2. Sulphur berada pada air laut terutama sebagai S) '24, dan se?ara praktis sulphur diukur dalam bentuk ini. Apakah rasio S) '24 terhadap salinitas akan meningkat atau menurun pada basin anoksik dibanding laut lepasF /engapaF GelaskanP ,. Apakah komposisi air hujan ataukah komposisi air sungai yg lebih dekat dengan komposisi air lautF Gelaskan jaHaban anda Dirangkum oleh Lumban Nauli L Toruan ,

'. Bila diketahui konsentrasi 3l4 D "9,, &/&& dan K6 D &,' &/&& pada Salinitas D ,(&/&&, berapakah salinitas dan K6 saat 3l4 D ">&/&&

Dirangkum oleh Lumban Nauli L Toruan

'