Anda di halaman 1dari 5

Kolesteatoma

Definisi : suatu kista epithelial yang berisi deskuamasi epitel (keratin). Deskuamasi terbentuk terus lalu menumpuk sehingga kolesteatoma bertambah besar.

Patogenesis: Beberapa terori pathogenesis koleteatoma: Teori invaginasi, teori migrasi, teori metaplasia, teori implantasi Kolesteatoma adalah epitel kulit yang berada pada tempat yang salah atau terjadi karena adanya epitel kulit yang terperangkap. Seluruh epitel kulit yang ada di tubuh manusai berada di lokasu terbuka yang terpapar dengan dunia luar. Epitel kulit ditelinga merupakan suatu daerah cul-de-sac sehingga apabila terdapat seruman pada liang telinga dalam waktu lama maka epitel kulit yang ada di medial dari serumen tersebut akan terperangkap sehingga membentuk kolesteatoma

Klasifikasi : 1. Kolesteatoma kongenital terjadi sebagai konsekuensi dari epitel skuamosa yang terjebak dalam tulang temporal selama embryogenesis ditemukan pada telinga tengah dengan membrane timpani yang utuh tanpa tanda infeksi lokasi : di kavum timpani daerah petrosus mastoid atau

cerebellopontine angle

2. Kolesteaotoma akuisital (terbentuk setelah lahir) a. Kolesteatoma akuisital primer Terbentuk tanpa didahului perforasi membrane timpani Timbul akibat invaginasi membrane timpani pars flaksida karena adanya tekanan negative ditelinga tengah akibat gangguan tuba (teori inaginasi) b. Kolesteatoma akuisital sekunder Terbentuk setelah adanya perforasi membrane timpani Terbentuk sebagai akibat masuknya epitel kulit dari liang telinga atau pinggir perforasi ke telinga tengah (teori migrasi) Atau akibat metaplasia mukosa kavum timpani karena iritasi infeksi yang berlangsung lama (teori metaplasia) Pada teori implantasi dikatakan kolesteotoma juga dapat terjadi akibat iatrogenic cth: setelah operasi telinga, pemasangan pipa ventilasi, setelah miringotomi

Kolesteatoma media pertumbuhan bakteri yang baik (pseudomonasi aeruginosa) memicu respons imun pelepasan mediator inflamasi menstimulasi sel2 keratinosit kolesteotoma bersifat hiperproliferatif dan destruktif Masa kolesteotoma menekan dan mendesak organ disekitarnya nekrosis tulang yang diperburuk dengan adanya reaksi asam oleh bakteri. Nekrosis tulang mempermudah timbulnya komplikasi seperti labirintitis, meningitis, abses otak.

Gejala Klinis otorrhea yang rekuren atau persisten gangguan pendengaran. Tinnitus Vertigo akibat dari erosi langsung dari labirin oleh kolesteatoma Facial nerve twitching, palsy, atau kelumpuhan saraf fasialis akibat proses inflamasi atau kompresi mekanik pada saraf. Apabila kolesteatoma terinfeksi infeksi tersebut akan sulit dihilangkan karena kolesteatoma tidak memiliki suplai darah sehingga antibiotik sistemik tidak dapat mencapai pusat infeksi. Dapat menimbulkan gejala neurologis jika mengenai intrakranial

Didapatkan juga riwayat penyakit sebelumnya seperti : otitis media kronik perforasi membran timpani operasi telinga sebelumnya

Pemeriksaan fisik Pada otoskopi dapt ditemukan: perforasi tipe marginal atau atik terdapat kolesteatoma di liang telinga tengah (epitimpanum) kolesteatoma akuisital primer retraksi dari pars flacidda (pada umumnya) otorrhea yang purulent polip jaringan granulasi erosi ossicular kolesteatoma akuisital sekunder matriks epitel skuamosa dan debris keratin dapat dilihat melalui perforasi Tes penala tuli konduktif Audiometri derajat dan tipe ketulian

Pemeriksaan penunjang foto Xray Mastoid CT scan melihat gangguan pada tulang MRI jika sampai terjadi komplikasi ke jaringan lunak disekitarnya ataupun ke intracranial Kultur dan uji resistensi kuman dari secret telinga

Terapi : Farmakologis Tujuan menurunkan derajat inflamasi dan aktivitas infeksi Namun bukan terapi yang tepat untuk kolesteatoma Irigasi dengan H2O2 secara rutin Antimikroba topikal (neomycin-polymuxyn B, ofloxacin, hindari antibiotic ototoksik)

Steroid topikal menurunkan inflamasi Pembedahan Tujuan mengangkat atau menyingkirkan kolesteatoma Mastoidektomi Teknik canal wall up dan teknik canal wall down