Anda di halaman 1dari 17

LEMBAGA KEUANGAN

Definisi secara umum yang dimaksud dengan Lembaga Keuangan menurut Undang Undang No.14 / 1967 Pasal 1 ialah, Semua badan yang melalui kegiatan kegiatannya dibidang keuangan, menaruh uang dari dan menyalurkannya kedalam masyarakat. Artinya kegiatan yang dilakukan oleh lembaga keuangan selalu berkaitan dengan bidang keuangan. Lembaga keuangan bank atau bank merupakan lembaga keuangan yang memberikan jasa keuangan yang paling lengkap, di samping menyalurkan dana atau memberi pinjaman (kredit) juga usaha menghimpun dana dari masyarakat luas dalam bentuk simpanan. Kemudian usaha bank dalam bentuk lainnya memberikan jasa yang mendukung dan memperlancar kegiatan memberikan pinjaman dengan kegiatan memberikan pinjaman dengan kegiatan menghimpun dana. Dalam praktiknya lembaga keuangan dapat dibagi menjadi : 1. Bank 2. Lembaga Keuangan Non-Bank

A. BANK
1. Definisi Bank Menurut Undang-undang Pokok Perbankkan No 7 th 1992 dan diubah dengan Undang undang No 10 tahun 1998. Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. 2. Tugas Bank a. Penghimpun Dana ( Kredit Pasif ), seperti tabungan biasa, deposito, giro atau rekening koran b. Pernyalur Dana Masyarakat ( Kredit Aktif ), seperti kredit usaha, kerdit pemilikan rumah c. Sebagai perantara lalu lintas moneter d. Meningkatkan taraf hidup masyarakat 3. Asal Mula Kegiatan Perbankan Sejarah mencatat asal mula dikenalnya kegiatan perbankan adalah pada zaman kerajaan tempo dulu di daratan eropa. Kemudian usaha perbankan ini berkembang keasia barat oleh para pedagang. Perkembangan perbankan di asia, afrika dan amerikadibawa
1

oleh bangsa eropa pada saat melakukan penjajahan kenegara jajahannya baikdi asia, afrika maupun benua afrika. Usaha perbankan baru di mulai dari zaman Babylonia kira kira tahun 2000SM. Kemudian di lanjutkan ke zaman Yunani Kuno dan Romawi. Namun pada saat itutugas utama bank hanyalah sebagai tempat tukar menukar uang. Seiring denganperkembangan perdagangan semula hanya di daratan eropa akhirnya menyebar ke asiabarat, dan akhirnya ke seluruh penjuru. 4. Aktivitas pokok Bank sebagai Financial Intermediary 1. Aktivitas perbankan yang pertama adalah menghimpun dana dari masyarakatluas yang dikenal dengan istilah di dunia perbankan adalah kegiatan funding. Pengertian menghimpun dana maksudnya adalah mengumpulkan atau mencaridana dengan cara membeli dari masyarakat luas. 2. Berbagai aktivitas untuk menjaga kepercayaan masyarakat . Disamping itu perbankan juga melakukan kegiatan jasa-jasa pendukung lainnya.Jasaperbankan lainnya antara lain:
Jasa Pemindahan Uang (Transfer) Jasa Penagihan (Inkaso) Jasa Kliring (Clearing) Jasa Penjualan Mata Uang Asing Jasa Safe Deposit Box Travellers Cheque Bank Card Letter Of Kredit Bank Garansi Dan Refrensi Bank Serta Jasa Bank Lainnya

5. Sumber-sumber Dana Bank 1. Dana dari Modal Sendiri (Dana Pihak ke-I) o Modal yang disetor o Cadangan-cadangan o Laba yang ditahan 2. Dana Pinjaman dari Pihak Luar (Dana Pihak Ke-II) o o o o Pinjaman dari Bank-bank Lain Pinjaman dari Bank atau Lembaga Keuangan lain di luar negeri Pinjaman dari Lembaga Keuangan Bukan Bank Pinjaman dari Bank Sentral (BI)

3. Dana Dari Masyarakat (dana dari Pihak ke-III) o Giro (Demand Deposits)
2

o Deposito (Time Deposits) o Tabungan (Saving) Simpanan Giro (Demand Deposit) Giro adalah simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat denganmenggunakan cek, bilyet giro, sarana perintah pembayaran lainnya atau dengan carapemindah bukuan Simpanan adalah dana yang dipercayakan oleh masyarakat kepadabank dalam bentuk giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan atau yangdapat dipersamakan dengan itu. Simpanan Tabungan (Saving Deposit) Seperti halnya simpanan giro, simpanan tabungan juga mempunyai syaratsyarattertentu bagi pemegangnya dan persyaratan masing-masing bank berbeda satu samalainnya. Diamping persyaratan yang berbeda, tujuan nasabah menyimpan uangdirekening tabungan juga berbeda. Dengan demikian sarana bank dalam memasarkanproduknya juga berbeda dengan sesuai dengan sasarannya. Simpanan Deposito (Time Deposit) Deposit adalah simpanan yang penarikannya hanya dapatdilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpanan dengan bank 6. Jenis-Jenis Bank Jenis Menurut Fungsinya: Bank Sentral (Bank Indonesia) Bank sentral adalah bank yang didirikan berdasarkan Undang-undang nomor 13 tahun 1968 yang memiliki tugas untuk mengatur peredaran uang, mengatur pengerahan dana-dana, mengatur perbankan, mengatur perkreditan, menjaga stabilitas mata uang, mengajukan pencetakan / penambahan mata uang rupiah dan lain sebagainya. Bank ini berfungsi sebagai bank sirkulasi dan sebagai induk dari bank bank lainya (bankers of bank), mendapat hak oktroi (hak monopoli untuk mencetak dan mengedarkan uang kartal) Fungsi bank sentral (Bank Indonesia): Sebagai bank bagi pemerintah Sebagai bank bagi bank bank umum Sebagai pengawas kegiatan bank umum dan lembaga keuangan lainya Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran Sebagai pencetak uang dan penjamin arus uang Pengawas kegiatan perdagangan luar negeri dalam rangka menjaga kesetabilan nilai uang dalam negeri
3

Bank Sentral pada umumnya memilki 3 tugas/peranan utama yang meliputi: a. Pengendalian moneter dimaksudkan untuk menjaga kestabilan harga dan atau pertumbuhan ekonomi b. Pengaturan dan pengawasan perbankan dimaksudkan untuk menjaga kestabilan sistem perbankan c. Pengaturan sistem pembayaran bertujuan untuk mengembangkan sistem pembayaran dan infrastruktur keuangan yang sehat. Bank sentral yang merupakan lembaga negara yang independen bebas dari campur tangan pemerintah dan pihak-pihak lain, kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur dalam undang-undang. Dalam Undang-undang No.23 Tahun 1999, yang mengatur Bank Indonesia sebagai bank sentral yaitu mengatur dan menjaga kestabilan nilai rupiah serta undangundang perbankan di Indonesia. Kestabilan nilai rupiah akan tampak dari perkembangan laju inflasi dan perkembangan nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara lain. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka Bank Indonesia sebagai penguasa moneter memiliki tugas sebagai berikut: a. Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter Pengendalian moneter ini dilakukan di antaranya dengan cara operasi pasar terbuka, penentuan tingkat suku bunga, dan pengendalian cadangan uang kas yang dimiliki oleh bank-bank lainnya. b. Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran Untuk tugas yang demikian ini, maka Bank Indonesia memiliki wewenang memberikan persetujuan atas penyelenggaraan jasa sistem pembayaran dan mewajibkan penyelenggara jasa sistem pembayaran ini untuk memberikan laporan kegiatan serta penetapan penggunaan alat pembayaran. c. Mengatur dan mengawasi bank Bank Indonesia berwenang memberikan dan mencabut ijin perbankan , memberikan ijin pembukaan , penutupan dan pemindahan kantor perbankan serta memberikan ijin kepemilikan bank dan juga memberikan ijin kepengurusan bank secara adil . d. Sebagai penyedia dana terakhir (last lending resort) Untuk tugas ini, maka bank sentral berperan sebagai penyedia dana terakhir bagi bank umum dalam bentuk, Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Dalam melaksanakan tugasnya Bank Indonesia dipimpin oleh dewan gubernur yang terdiri atas seorang gubernur, seorang deputi gubernur senior dan sekurang4

kurangnya empat orang atau sebanyak-banyaknya tujuh orang deputi gubernur. Apabila gubernur atau deputi senior gubernur berhalangan, maka akan menunjuk seorang deputi gubernur untuk memimpin dewan gubernur. Gubernur, deputi gubernur senior, dan deputi gubernur diusulkan dan diangkat oleh presiden dengan persetujuan DPR untuk masa jabatan 5 tahun dan untuk selanjutnya bisa diangkat kembali untuk satu kali masa jabatan selanjutnya.

Bank Umum Bank umum adalah lembaga keuangan yang menawarkan berbagai layanan produk dan jasa kepada masyarakat dengan fungsi seperti menghimpun dana secara langsung dari masyarakat dalam berbagai bentuk, memberi kredit pinjaman kepada masyarakat yang membutuhkan, jual beli valuta asing / valas, menjual jasa asuransi, jasa giro, jasa cek, menerima penitipan barang berharga, dan lain sebagainya. Sifat jasa yang diberikan adalah umum. Bank Umum sering juga disebut Bank Komersial. Dalam pelaksanaanya maka bank umum dikategorikan menjadi 2 , yakni: a. Bank Umum Konvensional adalah bank yang memilki aktivitas memobilisasi atau menerima dana masyarakat dengan memberikan bunga sebagai bentuk balas jasanya. b. Bank Umum Syariah (Bank bagi hasil) adalah bank yang dalam aktivitasnya tidak menarik bunga dari jasa usahanya, tetapi diperhitungkan mendapat bagian jasa berupa bagi hasil. ) Contoh-contoh Bank Syariah; antara lain Bank Muamalat, Bank Syariah Mandiri, Bank BNI Syariah dan lainnya. Fungsi/Peran Bank Sariah:

1. Menghimpun dana dari masyarakat/dunia usaha dalam bentuk tabungan (mudharabah) dan giro (wadiah).

2. Tempat investasi bagi dunia usaha, seperti: pembiayaan jual beli barang (almurabahah), pembiayaan bagi hasil (al-mudharabah, pembiayaan penyertaan modal (al-musyarakah), perjanjian antara pemilik barang dg penyewa /sewamenyewa (al-ijarah), pengadaian (ar-rahn), garansi (al kafalah). Perbedaan Bank Umum Konvensional dan Bank Syariah

No. 1. 2.

Perbedaan Falsafah Landasan Hukum

Bank Konvensional Sistem Bunga (Interest) Hanya Perundangundangan dan ketentuan Perbankan

Bank Syariah Sistem bagi hasil (Revenue/ Profit - Risk Sharing) - Al-Quran dan Hadits Nabi Muhammad SAW - Ijma Ulama, Qiyas dan Fatwa Dewan Syariah - Hukum Positif perundang dan ketentuan perbankan Anti Maysir, riba dan Gharar Memiliki Dewan Pengawas Syariah dan Dewan Syariah Nasional - Dana Masyarakat berupa titipan dan investasi yang akan mendapat hasil sesuai hasil dikelola usaha

3.

Koridor Bisnis

Memiliki Aspek Maysir, riba, dan Gharar Tidak memiliki Dewan Pengawas Syariah - Dana masyarakat yang harus dibayar bunganya pada saat jatuh tempo

4.

Organisasi Pengawasan Operasional

5.

Tugas bank umum: Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan giro, deposito berjangka, sertifikat dll Menciptakan dan mengedarkan uang giral Memberi dan menerima pinjaman dari perusahaan lain atau masyarakat Menerima titipan barang barang berharga Melakukan kegiatan dalam valuta asing Melakukan giro dan inkaso antar bank Melakukan jasa pengiriman (transfer) antar bank

Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank perkreditan rakyat adalah bank penunjang yang memiliki keterbatasan wilayah operasional dan dana yang dimiliki dengan layanan yang terbatas pula seperti memberikan kridit pinjaman dengan jumlah yang terbatas, menerima simpanan
6

masyarakat umum, menyediakan pembiayaan dengan prinsip bagi hasil, penempatan dana dalam sertifikat bank indonesia, deposito berjangka, sertifikat / surat berharga, tabungan, dan lain sebagainya. Menurut Undang-Undang Nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan, yang dimaksud Bank Perkreditan Rakyat adalah bank yang menerima simpanan hanya dalam bentuk deposito berjangka, tabungan dan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu. BPR bertujuan untuk menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, penumbuhan ekonomi, dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak. Kegiatan usaha BPR : Menghimpundanadarimasyarakatdalambentuktabungandandeposito Memberikanpinjamanpadamasyarakat Menyediakanfasilitaspertukaranvalutaasing Menempatkan dananya dalam bentuk sertifikat Bank Indonesia (SBI)

Fungsi BPR antara lain : 1. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu. 2. Memberikan kredit. 3. Menyediakan pembiayaan bagi nasabah berdasarkan prinsip bagi hasil sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah. 4. Menempatkan dananya dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka, sertifikat deposito, dan/atau tabungan pada bank lain. SBI adalah sertifikat yang ditawarkan Bank Indonesia kepada BPR apabila BPR mengalami over likuiditas.

Jenis Bank menurut kepemilikannya : a. Bank Milik Negara adalah bank yang modalnya berasal dari kekayaan Negara yang dipisahkan BankUmum Milik Negara ( cont : BRI, BNI 46, Bank Mandiri ) Bank Tabungan ( Cont : BTN ) Bank Pembangunan ( Cont : BPD )
7

b. Bank Milik Swasta yaitu bank yang modalnya berasal dari perorangan atau swasta. ( Cont : BCA, City Bank, Lippo Bank, Bank Permatadll ) c. Bank Koperasi yaitu bank yang modalnyadariperkumpulankoperasi ( cont : Bank Bukopin )

Jenis Bank menurut organisasinya : a. Unit Banking : bank yang hanya mempunyai satu organisasi dan tidak punya cabang di daerah lain b. Branch Banking : bank bank yang mempunyai cabang di daerah lain. c. Correspodency Banking : adalah bank yang dapat melakukan pemeriksaan dokumen ekspor impor dan mempunyai kegiatan usaha di luar negeri. 7. Jasa-jasa Perbankan 1. Jasa Transfer Adalah jasa pengiriman uang antar daerah atau bahkan antar negara yang dilaksanakan oleh suatu bank atas permintaan nasabah baik dalam bentuk rupiah maupun valuta asing yang ditujukan kepada pihak lain (perorangan lembaga atau perusahaan). Manfaat dari transfer antara lain: a. Membantu kelancaran transaksi perdagangan, baik di dalam maupun luarnegeri. b. Membantu kelancaran pembayaran biaya pendidikan dan lain-lain. c. Memperkecil risiko yang ditimbulkan dari membawa uang. 2. Jasa Diskonto Adalah jasa yang dilakukan oleh bank dengan cara bank menjamin surat-surat berharga yang diperjualbelikan oleh masyarakat. 3. Jasa Inkaso Adalah bentuk jasa dari perbankan yang berupa usaha penagihan wesel atau surat utang atas nama nasabahnya dari pihak lain. Manfaat dari adanya inkaso, adalah sebagai berikut: a. Nasabah tidak perlu menagih sendiri jika tempatnya berjauhan, cukup menyerahkan surat tagihan tersebut pada bank.

b. Nasabah dapat menghemat tenaga dan biaya serta kemampuan terjamin 4. Jasa Garansi Bank Bank menjamin nasabahnya dalam melakukan suatu perjanjian atau suatu transaksi. Jika nasabahnya tidak memenuhi kewajiban sesuai dengan perjanjian maka bank akan membayar kerugian yang terjadi. 5. Jasa Penyewaan Tempat Penyimpanan Barang atau Surat Berharga Jasa perbankan ini dilakukan dengan cara menyewakan kepada nasabah tempat penyimpanan barang-barang berharga dalam sebuah box (safe deposit box) dengan ukuran tertentu dan nasabah sendiri yang menyimpan kuncinya dan pihak bank tidak boleh mengetahui wujud dari barang yang disimpan. Misalnya: surat-surat berharga, mata uang, emas, sertifikat atau dokumen-dokumen lainnya. 6. Jasa Kartu Kredit Kartu kredit adalah alat pembayaran pengganti uang tunai atau cek. Dewasa ini hampir setiap bank menyediakan bentuk jasa ini, dan tentunya hanya bank-bank yang memiliki kriteria sehat yang boleh menerbitkan kartu kredit setelah mendapat persetujuan Bank Indonesia. Kartu kredit ini digunakan untuk transaksi- transaksi pembelian di sejumlah tempat, seperti toko, hotel, tempat hiburan, dan lain-lain. Salah satu keuntungan dari penggunaan kartu kredit selain memberikan rasa aman daripada memegang uang tunai, juga akan memberikan jaminan dari risiko kemacetan pembayaran karena keberadaanya dijamin oleh bank. 7. Jasa Valuta Asing Bentuk usaha ini terkenal dengan nama Money Changer, yaitu bank melaksanakan kegiatan tukar-menukar mata uang asing menjadi mata uang rupiah atau sebaliknya atau pertukaran antarmata uang asing lainnya. 8. Jasa Penyediaan ATM Sebagai tindak lanjut dari jasa penerbitan kartu kredit, maka bank juga menyediakan layanan ATM (Automatic Teller Machine) atau istilahnya adalah Anjungan Tunai Mandiri. Maksud dari ATM ini adalah untuk memudahkan nasabah mengambil uang tunai tanpa harus datang dan antri di bank yang bersangkutan. Dilihat dari kepentingannya, maka biasanya ATM banyak dijumpai di tempat-tempat yang dekat dengan aktivitas perekonomian. 8. Produk produk Perbankkan 1. Produk yang tergolong kredit pasif Tabungan : Simpanan yang penyimpanandanpenarikantidakterikatwaktutertentu

Giro : Simpanan yang penarikannya bias dilakukan kapan saja, tetapi hanya bias diambil dengan menggunakan cek atau bilyet giro. Rekening giro ini biasa juga disebut dengan rekening koran. Deposito berjangka ( Time Deposits ) : Simpanan yang hanya bias dilakukan pada jangka waktu tertentu Sertifikat deposito : Salah satu bentuk deposito berjangka yang surat buktinya dapat diperjual belikan Deposits on Call :Simpanan yang tetap di Bank dan hanya boleh diambil setelah memberitahu pada pihak bank terlebih dahulu Loan Deposits : Pinjaman yang dititipkan lagi ke bank dan dapat diambil sewaktu waktu 2. Produk perbankkan yang termasuk kredit aktif Kredit Rekening Koran : Pemberian kredit dari bank ke nasabah dengan ketentuan kredit yang bias diambil sesuai dengan kebutuhan Kredit Akseptasi : Pinjaman yang diberikan kepada nasabah dengan cara mngeluarkan wesel dan dapat diperdagangkan oleh pemegangnya Kredit Reimburs ( Letter of Credit ) : Pinjaman yang diberikan untuk membantu proses pembayaran barang barang impor. Kredit dokumenter: kredit yg diberikan oleh bank kpd nasabah atas jaminan dokumen yg diserahkan ke bank. Kredit dengan jaminan surat-surat berharga: kredit yg diberikan oleh bank kpd nasabah untuk membeli surat-surat berharga.

3. Produk perbankkan yang berupa lalu lintas moneter Pengiriman uang / transfer Melakukan inkaso (collection) : Memberikan jasa penagihan utang yang dimiliki nasabahnya atas nasabah lain Melakukan diskonto : Memberikan jasa pembelian atau penjualan surat surat berharga yang dijamin oleh bank bersangkutan Melakukan Bankers Order : Pemberian kuasa untuk melakukan pembayaran dari suatu badan hokum atau seseorang kepada seseorang atau badan hukum lain Jual beli Cek Perjalanan (Travelers Cheque) : Cek yang dapat diperjual beli kan dalam berbagai bentuk mata uang yang dikehendaki pembeli
10

Jual beli Valuta Asing Mengeluarkan kartu kredit

Menyediakan jaminan Bank ( Bank Garansi ) : Bank bertindak sebagai penjamin atas nasabahnya untuk memenuhi kewajiban kepada pihak lain sesuai dengan perjanjian Transaksi jual beli surat berharga

4. Alasan memanfaatkan produk perbankkan Agar hidup lebih hemat Mendatangkan tambahan penghasilan Faktor keamanan Memperlancar proses produksi dan pembangunan

B. LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK


1. Pengertian Lembaga Keuangan Bukan Bank ( LKBB ) : Lembaga Keuangan Bukan Bank adalah badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang keuangan, secara langsung ataupun tidak langsung, menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali kepada masyarakat untuk kegiatan produktif 2. Usaha Usaha yang dilakukan LKBB antara lain : Menghimpun dana dengan jalan mengeluarkan kertas berharga Sebagai perantara untuk mendapatkan kompanyon ( dukungan dalam bentuk dana ) dalam usaha patungan Perantara untuk mendapatkan tenaga ahli 3. Peran peran LKBB antara lain : Membantu dunia usaha dalam meningkatkan produktivitas barang / jasa Memperlancar distribusi barang Mendorong terbukanya lapangan pekerjaan 4. Jenis Jenis LKBB : 1) Perusahaan Asuransi :

11

Perusahaan yang memberikan jasa-jasa dalam penanggulangan resikoatas kerugian, kehilangan manfaat, dan tanggung jawab hukum pada pihak ketiga karena peristiwa ketidakpastian. Polis Asuransi : surat kontrak pelaksanaan asuransi yang berupa kesepakatan kedua belahpihak Premi Asuransi : uang pertanggungan yang dibayar tertanggung kepada penanggung. Keuntungan Asuransi : Bagi Pemilik Asuransi : keuntungan dari premi yang dibayar nasabah keuntungan dari hasil penyertaan modal ke perusahaan lain keuntungan dari hasil bunga investasi surat-surat berharga Bagi Nasabah : memberi rasa aman merupakan simpanan yang pada saat jatuh tempo dapat ditarik lagi terhindar dari resiko kerugian memperoleh penghasilan di masa datang memperoleh penggantian akibat kerugian kerusakan atau kehilangan 2) Perusahaan Dana Pensiun ( TASPEN ) : Badan hukum yang mengelola dan menjalankanprogramyang menjanjikan manfaat pensiun. Manfaat Perusahaan Dana Pensiun : Bagi perekonomian nasional : Dana yang dihimpun dari iuran peserta dapat sebagai modalbagi dunia usaha. Bagi peserta : dana pensiun akan memberi jaminan pendapatan di hari tua Manfaat bagi perusahaan : Loyalitas Kewajiban moral Kompetisi pasar tenaga kerja Manfaat bagi karyawan : Rasa aman Kompensasi yang lebih baik 3) Koperasi Simpan Pinjam Menghimpun dana dari masyarakat dan meminjamkan kembali kepadaanggota atau masyarakat.

12

Modal Koperasi : a. Simpanan Pokok : dibayar sekali pada awal menjadi anggota

b. Simpanan Wajib : dibayar selama menjadi anggota dengan jangka waktu tertentu sesuai keputusan rapat anggota c. Simpanan Sukarela : dibayar dalam jangka waktu yang tidak ditentukan Landasan Koperasi : a. Landasan Idiil : Pancasila b. Landasan Struktural : UUD 1945 pasal 33 ayat 1 c. Landasan Operasional : UU no 25 tahun 1992 d. Landasan Mental : kesetiakawanan dan kesadaran Keuntungan : a. Tidak memakai jaminan b. Angoota terhindar dari rentenir c. Akhir tahun memperoleh SHU 4) Bursa Efek / Pasar Modal Tempat jual beli surat-surat berharga. Saham : surat berharga dimana pemiliknya merupakan pemilik perusahaan.

Obligasi : surat berharga yang merupakan instrumen utama perusahaan. Pemiliknya bukanmerupakan pemilik perusahaan.

Keuntungan pasar modal : Menyediakan sumber pembiayaan jangka panjang untuk dunia usaha. Sarana untuk mengalokasikan sumber dana secara optimal bagi investor. Memungkinkan adanya upaya diversifikasi. Kelemahan pasar modal : Mekanisme pasar modal yang cukup rumit menyulitkan pihak-pihak tertentu yang akan terlibat di dalamnya. Saham pasar modal bersifat spekulatif sehingga dapat merugikan pihak tertentu. Jika kurs tidak stabil, maka harga saham ikut terpengaruh. Manfaat bagi Investor : Memperoleh deviden bagi pemegang saham
13

Memperoleh capital gain jika ada kenaikan harga saham Memperoleh bunga bagi pemegang obligasi Mempunyai hak suara dalam RUPS Dapat dengan mudah mengganti instrumen investasi

Manfaat bagi Emiten : Mendapatkan dana yang lebih besar Perusahaan dapat lebih fleksibel dalam mengolah dana Memperkecil ketergantungan terhadap bank Besar kecilnya deviden tergantung besar kecilnya keuntungan Tidak ada kewajiban yang terikat sebagai jaminan Manfaat bagi Pemerintah : Membantu pemerintah dalam mendorong perkembangan pembangunan Membantu pemerintah dalam mendorong kegiatan investasi Membantu pemerintah dalam menciptakan kesempatan kerja 5) Perusahaan Anjak Piutang : Badan Usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentukpembelian atau pengalihan serta pengurusan piutang. Manfaat bagi klien : Peningkatan penjualan Kelancaran modal kerja Memudahkan penagihan hutang Efisiensi usaha

Manfaat bagi customer : Kesempatan untuk membeli secara kredit Pelayanan penjualan yang lebih baik

6) Perusahaan Modal Ventura : Badan usaha yang bergerak dalam bidang pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan yang menerima bantuan pembiayaan dalam jangka waktu tertentu Keunggulan Modal Ventura : 1. Sumber dana bagi perusahaan baru. 2. Adanya penyertaan manajemen.
14

3. Keperdulian yang tinggi dari perusahaan modal Ventura. 4. Dengan adanya penyertaan modal,PPU dapat mencari bantuan modal dalam bentuk lain. 5. MV menaikkan pamor PPU. 6. PPU mendapat mitra baru yang dimiliki perusahaan modal ventura 7. Mendukung usaha kecil yg berpotensi berkembang dan memperluas kesempatan kerja Kelemahan modal ventura : 1. Jangka waktu pembiayaan yang relatif panjang 2. Terlalu selektifnya perusahaan modal ventura dalam mencari perusahaan pasangan usaha 3. Kontrol manajemen perusahaan pasangan usaha dapat diambil alih oleh perusahaan modal ventura apabila menunjukan gejala kegagalan. Manfaat modal ventura : 1. Keberhasilan Usaha Meningkat 2. Efisiensi dalam Pendistribusian Barang 3. Menigkatkan Bank-abilitas perusahaan 4. Pemanfaatan Dana Perusahaan Menigkat 5. Likuiditas Menigkat 7) Pegadaian : Suatu usaha yang memberikan pinjaman bagi nasabah dengan jaminan barang bergerak. Tujuan Pegadaian : Mencegah praktik ijon, riba, dan pinjaman tidak wajar Turut melaksanakan dan menunjang pelaksanaan kebijakan program pemerintah di bidang ekonomi

8) Perusahaan Sewa Guna (Leasing) : Pembelian secara angsuran, namun sebelum angsurannya selesai (lunas), hak barang yang diperjual belikan masih dimiliki oleh penjual. Namun demikian, begitu

15

kontrak leasing ditanda tangani, segala fasilitas dan kegunaan barang tersebut boleh digunakan oleh pembeli. Manfaat Leasing : Menghemat modal Diversifikasi sumber-sumber pembiayaan Persyaratan lebih mudah dan fleksibel Biaya lebih murah

9) Dana Pensiun : Latar Belakang Dana Pensiun : Usia menjelang pensiun adalah masa yang sudah tidak produktif lagi. Oleh karena itu tidak mengherankan jika pilihan utama mereka terjun kedua kerja adalah pegawai negeri, karena pegawai negrilah pada saat itu memberikan kepastian adanya pensiun. Dengan memberikan progam jasa pensiun para karyawan merasa aman terutama bagi mereka yang menganggap pada usia pension sudah tidak produktif lagi. Pengertian Pensiun dan Perusahaan Dana Pensiun : Pensiun adalah hak seseorang untuk meperoleh penghasilan setelah berkerja sekiantahun dan sudah memasuki usia pension atau ada sebab-sebab lain sesuai denganperjanjian yang telah ditetapkan. Tujuan Pensiun : Memberikan penghargaan kepada karyawannya yang telah mengabdi Agar dimasa usia pensiun karyawan dapat menikmati hasil Memberikan rasa aman dari segi batiniah Meningkatkan motivasi karyawan Meningkatkan citra perusahaan

Sistem Pembayaran Pensiun : Ada dua jenis pembayaran uang pension yang biasa dilakukan oleh perusahaan baik untuk program pension manfaat pasti maupun pensiun iuran pasti.

16

DAFTAR PUSTAKA

http://himawanpras67.blogspot.com/2013/06/bank-lembaga-keuangan-bukan-bankdan.html http://aritri12.blogspot.com/2011/11/ekonomi-lembaga-keuangan-bukan-bank.html http://bayu96ekonomos.wordpress.com/modul-materikuliah/bank-lembaga-keuanganlain-2/

17