Anda di halaman 1dari 3

SGD LBM 6 BLOK 14

STEP 1 STEP 2 1. Mengapa terdapat kegoyangan pada gigi penyangga 35 dan 44? 2. Apakah terdapat hubungan antara kalkulus dan pocket sedalam 4mm? 3. Mengapa gigi tiruan menyebabkan terjadinya penekanan pada gigi penyangga yang menyebabkan tidak nyaman? 4. Design seperti apa yang sesuai dengan kasus di skenario? 5. Apakah ada hubungannya antara kegoyangan derajat 2 terhadap peletakkan cengkram pada gigi penyangga? 6. Diagnosa terdapat kegoyangan pada gigi penyangga? 7. Apakah terdapat hubungan antara usia pasien dengan kegoyangan gigi disertai pocket dan kalkulus? 8. Perawatan pada gigi penyangga yang goyang? 9. Pemeriksaan pada kasus skenario? 10. Faktor yang menyebabkan gigi penyangga mengalami kegoyangan? STEP 3 1. Mengapa terdapat kegoyangan pada gigi penyangga 35 dan 44? a. Handi : Design kasus adalah bilateral free end. Prinsipnya kesalahan berada pada cengkram yang menggunakan half jackson. Karena seharusnya menggunakan yang tiga jari. Half jackson bisa, hanya kekuatan berbeda. b. Afaf : Design benar half jackson, hanya seharusnya peletakkan cangkolan berada pada mesial gigi 35 dan 44. Menambahkan, pasien pemakai gtsl, akumulasi plak lebih besar pada gigi antagonis kecuali pasien mengikuti anjuran dokter. Plak dapat menyebabkan inflamasi pada gingiva yang semakin lama menyebabkan periodontitis kronis (apakah benar periodontitis kronis?) yang dapat menyebabkan kegoyangan pada gigi. c. Agus : Karena ditemukan pocket (akibat dari kalkulus) yang sudah cukup dalam yang dapat menyebabkan gigi goyang. d. Gerald : Periodontitis dimulai dari adanya kalkulus yang menyebabkan resesi gingiva (konsep resesi gingiva). 2. Patogenesis hubungan antara kalkulus dan pocket sedalam 4mm? a. Shita : Berawal dari akumulasi plak, karena tidak dibersihkan menjadi kalkulus (plak yang terkalsifikasi) yang akhirnya menyebabkan destruksi dengan cara menekan pada jaringan periodontal.

b. Clau : Kalkulus dapat melepaskan perlekatan antara gigi dan junctional epitelium. Apa yang menyebabkan lepasnya perlekatan epitelium junctional? 3. Mengapa gigi tiruan menyebabkan terjadinya penekanan pada gigi penyangga yang menyebabkan tidak nyaman? 4. Design seperti apa yang sesuai dengan kasus di skenario? a. Hafid : (desain) Afaf b. Shita : Gigi mengalami kegoyangan, apakah abutment tetap pada gigi tersebut? 5. Patofisiologi hubungannya antara kegoyangan derajat 2 terhadap peletakkan cengkram pada gigi penyangga? a. YF : Ada, cengkram seharusnya di mesial gigi penyangga, jika ada peletakkan di gigi b. Shita : Patogenesisnya, bermula dari salah peletakkan klammer, sehingga terjadi ungkitan ke arah gigi ke arah vertikal. Hubungan ke goyangnya? Bisa juga karena terjadi pocket yang menyebabkan gigi goyang? c. Resa : Faktor cengkram. Karena cengkram terlalu kuat dan salah perletakkan, sehingga terdapat tekanan ke oklusal yang menekan gigi abutmentnya sehingga lama kelamaan gigi bisa ke angkat secara perlahan karena terungkit karena keluar dari socket disebabkan karena ada pergerakkan ke oklusal. Faktor kedua karena ada kalkulus sehingga menyebabkan perlekatan gigi jadi goyah. d. Clau : blabla 6. Diagnosa terdapat kegoyangan pada gigi penyangga? a. Periodontitis klasifikasinya? 7. Hubungan antara usia pasien dengan kegoyangan gigi disertai pocket dan kalkulus? a. Umi : Usia menjadi faktor predisposisi. Karena semakin tua jaringan semakin tidak dalam keadaan fit. b. YF : Pada pasien orang tua sekresi saliva menurun, sehingga OH memburuk (mungkin) juga karena jarang sikat gigi, sehingga banyak terdapat plak yang menjadi kalkulus. 8. Perawatan pada gigi penyangga yang goyang? a. Shita : Kalkulus di hilangkan terlebih dahulu dengan scalling dan root planning. Untuk kegoyangan gigi dilakukan pemindahan cengkram. Lalu apalagi? b. Agus : Setelah dilakukan scalling, gigi akan semakin goyang, lalu perawatan apa yang dilakukan? 9. Pemeriksaan pada kasus skenario? a. Afaf : Probing. Menggunakan probe. Dilihat pada garis-garis. Tetapi kan ada kalkulusnya, lantas tau darimana ada pocket. Caranya? Normalnya pocket 2-3mm. b. Umi : Kalkulus dihilangkan terlebih dahulu baru dilakukan probing. 10. Faktor yang menyebabkan gigi penyangga mengalami kegoyangan? a. Kiki : Trauma, terjatuh, b. Afaf : Resesi gingiva

c. Shita : Penuaan karena faktor usia (kenapa dengan faktor usia?) d. Clau : Penyakit sistemik seperti DM, leukimia, dll. MAPPING CONCEPT