Anda di halaman 1dari 12

TUGAS BLOK 2 KETERAMPILAN BELAJAR MATA KULIAH PENULISAN MAKALAH ILMIAH

PENYEBAB DAN PENCEGAHAN KARIES PADA ANAK

DISUSUN OLEH : NOVIA 120600073

DOSEN PEMBINA: SONDANG PINTAULI, drg. PhD

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2012

Novia : Penyebab dan Pencegahan Karies Pada Anak 1

PENYEBAB DAN PENCEGAHAN KARIES PADA ANAK


Novia NIM :120600073 Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi, Sumatera Utara Jl. Alumni No.2 Kampus USU Medan 20155 E-mail : Novia.1994@yahoo.com ABSTRACT
Caries is a common disease that could attack all of human race. It is one of the most common childhood diseases, and people continue to be susceptible to it throughout their lives. Therefore, there are some ideas come to the writers mind to explain and conclude the causes and ways to prevent caries formation for all humans, especially for children. This paper reviews the methods used for the causes and prevention of early childhood caries (ECC). The education of mothers or caregivers to promote healthy dietary habits in infants has been the main strategy used for the prevention of ECC. The children should be targeted with a professional preventive program that includes oral hygiene instructions for mothers or caregivers, along with fluoride and diet counseling. The objective of this paper is to demonstrate why many children are suffering from dental caries by reviewing published reports on risk factors, prevention , and treatment of ECC. Key words : caries, early childhood caries, childrens caries prevention, caries factors

PENDAHULUAN Masalah kesehatan gigi anak di Indonesia sangat memprihatinkan (Boesro dan Sagala, 1993). Salah satu masalah kesehatan gigi yang sering dijumpai pada anak-anak adalah karies gigi.1 Karies gigi merupakan penyakit gigi yang banyak dijumpai, di Indonesia prevalensi karies pada anak sekolah dasar hampir mencapai 60 80 % (Dep.Kes.1960), sementara di AS, 93 % dari populasi mempunyai lesi karies (Massler, Ludwick & Schour 1952).2 Perkembangan karies di negara-negara berkembang umumnya selalu ada, bahkan cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Karies dapat terjadi pada siapa saja, tidak terkecuali karies juga bisa terjadi pada anak-anak. Karies gigi anak dimulai dengan adanya

Novia : Penyebab dan Pencegahan Karies Pada Anak 2

spot putih di atas gigi seri sepanjang margin gingiva. Jika penyakit ini berlanjut, karies dapat berkembang, yang mengarah pada hancurnya mahkota gigi. Karies ini tidak hanya mempengaruhi gigi, namun konsekuensi penyakit ini juga dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih luas. Bayi yang menderita karies, pertumbuhannya lebih lambat daripada mereka yang tidak menderita karies. Beberapa anak-anak mungkin sangat kurus karena rasa sakit yang disebabkan karies dan mereka pun enggan untuk makan. Terdapat suatu pepatah yang mengatakan bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati, maka ada baiknya kita ketahui penyebab-penyebab karies gigi pada anak untuk mencegah pembentukannya, daripada mengobati karies yang akan tumbuh pada gigi karena tidak kita cegah dan kita himbau kepada anak-anak.5

KARIES BOTOL Karies Botol merupakan masalah yang sering dihadapi oleh dokter gigi, banyak ibu datang ke klinik dengan membawa anaknya yang sudah menderita karies botol, bahkan bayi yang masih sangat muda, ada yang melaporkan usia 16 bulan sudah terkena karies botol. Pengetahuan yang kurang dari ibu tentang penyebab karies botol menyebabkan keadaan ini terlambat untuk dirawat. ASI (Air Susu Ibu) atau makanan/ minuman / susu melalui botol merupakan cara pemberian makanan yang utama pada bayi dan anak, namun pola pemberian yang salah ternyata menyebabkan terjadinya karies botol. Banyak istilah-istilah yang digunakan untuk menjelaskan keadaan karies pada bayi dan anak yang menggunakan botol (berisi cairan karbohidrat yang dapat difermentasi) dalam waktu lama dan sering. Istilah tersebut adalah Baby Bottle Caries, Early Childhood Caries, Baby Bottle Tooth Decay dan Nursing Caries. Karies botol adalah suatu karies yang terjadi pada bayi dan

Novia : Penyebab dan Pencegahan Karies Pada Anak 3

anak yang masih sangat muda ditandai dengan pola tersendiri atau khas berupa karies yang hebat dan parah pada gigi desidui disebabkan cara pemberian makanan/susu/ASI yang tidak tepat.2

FAKTOR PENYEBAB KARIES DINI PADA ANAK Terdapat tiga faktor utama yang memegang peranan yaitu faktor host atau tuan rumah, agen atau mikroorganisme, substrat atau diet dan ditambah faktor waktu. Untuk terjadinya karies, maka kondisi setiap faktor tersebut harus saling mendukung yaitu tuan rumah yang rentan, mikroorganisme yang kariogenik, substrat yang sesuai dan waktu yang lama4. Faktor Mikroorganisme. Streptococcus Mutans (s.mutans), termasuk spesies Streptococcus sobrinus, mikroorganisme plak yang sangat dominan dalam karies gigi. Lactobacillus juga berperan dalam perkembangan lesi karies dan memegang peranan penting dalam progesi lesi. Anak dengan karies dini, biasanya dalam usia 0 2 tahun, dapat memiliki level s. mutans sangat tinggi karena tertular dari ibunya melalui kontak saliva pada waktu mencium bayi dengan bibir, membasahi puting susu atau dot dengan air liur atau pada waktu mencicipi makanan melalui sendok makan sebelum diberikan pada bayi. Ibu yang giginya berlubang biasanya mempunyai risiko tinggi mengandung s.mutans dalam air liurnya.3 Menurut sebuah studi baru-baru ini, bayi yang dilahirkan dengan operasi caesar akan terjangkit s.mutans lebih awal daripada bayi yang dilahirkan secara normal (melalui vagina) karena kelahiran secara normal dapat mendorong bayi untuk memproteksi dirinya terhadap koloni s.mutans. Oleh karena itu, dengan adanya proteksi dini terhadap bakteri-bakteri, ketika menghadapi bakteri tersebut, walaupun dengan intensitas yang besar, pola akuisisi mikroba pun terpengaruhi.

Novia : Penyebab dan Pencegahan Karies Pada Anak 4

Sedangkan bayi dengan kelahiran caesar tidak memliki proteksi dini terhadap s.mutans tersebut.2,4,5 Faktor Host atau tuan rumah Ada beberapa faktor yang dihubungkan dengan gigi sebagai tuan rumah terhadap karies yaitu faktor morfologi gigi (ukuran dan bentuk gigi), struktur enamel, dan kristalogafis. Permukaan gigi yang kasar dapat menyebabkan plak mudah melekat dan membantu perkembangan karies gigi. Gigi susu lebih mudah terserang karies daripada gigi tetap. Hal ini disebabkan karena enamel gigi susu mengandung lebih banyak bahan organik dan air, sedangkan jumlah mineralnya lebih sedikit daripada gigi tetap. Secara kristalogafis, kristal-kristal gigi susu tidak sepadat gigi tetap. Alasan ini menjadi salah satu penyebab tingginya prevalensi karies pada anak-anak.2,4 Faktor Substrat / Diet Substrat adalah campuran makanan halus dan minuman yang dimakan sehari-hari yang menempel di permukaan gigi. Jenis makanan keras lebih menghambat terbentuknya plak pada permukaan gigi dibandingkan dengan jenis makanan yang yang lunak. Jenis makanan yang asin juga menghambat terbentuknya plak dibandingkan dengan makanan yang manis, karena makanan manis merupakan energi bagi kuman. Begitu juga dengan makanan yang cair dapat menghambat terbentuknya plak, sedangkan makanan yang melekat dapat mempercepat pertumbuhan plak yang beresiko pada karies. Para ahli sependapat bahwa karbohidrat yang berhubungan dengan proses karies adalah polisakarida, disakarida dan monosakarida; dan sukrosa terutama mempunyai kemampuan yang lebih efisien terhadap pertumbuhan mikroorganisme asidogenik dibandingkan karbohirat lainya. Pada percobaan in vitro membuktikan plak akan tumbuh bila

Novia : Penyebab dan Pencegahan Karies Pada Anak 5

ada karbohidrat, sedangkan karies akan terjadi bila ada plak dan karbohidrat. Bila plak tebal dan terlihat jelas yang disebut debris. Debris lebih banyak mengandung sisa makanan dan plak lebih banyak mengandung mikroorganisme / bakteri asidogenik dan proteolitik ( Yuwono, 1993).2,3,4 Faktor Waktu Waktu menjadi salah satu faktor penting, karena meskipun ada ketiga faktor sebelumnya proses pembentukan karies gigi relatif lambat dan secara klinis terlihat kehancuran dari email dalam jangka waktu yang panjang. Adanya kemampuan saliva untuk mendepositkan kembali mineral selama berlangsungnya proses karies, menandakan bahwa proses karies tersebut terdiri atas periode kerusakan dan perbaikan yang bergantian. Apabila saliva ada di dalam lingkungan gigi, maka karies tidak menghancurkan gigi dalam hitungan hari atau minggu, melainkan dalam bulan atau tahun.2,4

GIGI Gambar 1: Diagram lingkaran faktor yang


SUBSTRAT

KARIES

BAKTERI mempengaruhi karies gigi.

WAKTU

Novia : Penyebab dan Pencegahan Karies Pada Anak 6

INDIKATOR RISIKO KARIES TINGGI Riwayat sosial Anak dari status sosial rendah lebih berisiko terkena karies karena makanan yang dikonsumsi kebanyakan bersifat kariogenik. Kurangnya pendidikan yang diberikan orang tua kepada anak tentang kesehatan gigi yang dapat dilihat dari kesehatan mulut yang kurang baik,dan jarang melakukan perawatan ke dokter gigi juga merupakan penyebab risiko karies.4,7 Kebiasaan makan Konsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula di antara jam makan dan pada saat makan berhubungan dengan peningkatan karies yang besar. Anak yang berisiko karies tinggi sering mengkonsumsi makanan, minuman manis diantara jam makan.7

PENCEGAHAN KARIES Karies gigi adalah penyakit yang dapat dicegah. Pencegahan kedokteran gigi meliputi seluruh aspek kedokteran gigi yang dilakukan oleh dokter gigi, individu, dan masyarakat yang mempengaruhi kesehatan rongga mulut. Berikut adalah pencegahan karies gigi pada anak 4 :

Pemberian Fluoride Salah satu cara untuk mencegah terbentuknya karies adalah dengan cara pemberian

fluor pada gigi, telah diketahui bahwa kandungan ion fluoride mempunyai peranan penting

Novia : Penyebab dan Pencegahan Karies Pada Anak 7

dalam mencegah karies sejak 60 tahun yang lalu. Bagi anak, pemberian fluoride dalam pasta gigi adalah sarana pencegahan karies yang paling murah sekaligus efektif. Sering terekspos fluoride dalam jumlah sedikit dan kontinu sedikit setiap hari serta minum air berkonsentrasi fluride optimal dan menggosok gigi secara teratur 2 kali sehari dengan odol gigi mengandung fluoride, akan baik untuk mengurangi resiko dari dental karies pada semua umur. Untuk dapat mengurangi terjadinya resiko fluorosis pada anak dibawah usia 6 tahun, harus hati-hati dalam pemberian pasta fluoride yang berfluoride sebesar 0,10% - 0,15%, dan hanya sebesar biji kacang hijau (5mm) karena belum terampil refleks menelannya, atau memakai pasta fluoride berdosis rendah (400-500 ppm fluoride) supaya dapat terhindar dari fluorosis, yaitu gangguan karena kelebihan dosis. Pemberian konsentrasi fluor maksimum pada anak-anak yaitu sebesar 100 mg, karena dosis toksik pada anak-anak adalah 5 mg per kg berat badan anak per hari. Orang tua sebaiknya menyimpan pasta gigi di tempat yang aman dan berada diluar jangkauan anak, juga disarankan menggunakan pasta gigi khusus anak-anak. Orang tua harus mensupervisi menggosok gigi dan memotivasi anak untuk mengeluarkan pasta gigi yang berlebihan dengan cara meludah. Anak di bawah 6 tahun tidak dianjurkan berkumur-kumur fluoride karena mudah tertelan dan terjadinya fluorosis.5,6 Penyuluhan tentang kebersihan gigi dan mulut Upaya lain yang dapat dilakukan adalah anak diajarkan di sekolah tentang kesehatan gigi dan mulut misalnya tentang makanan yang menyebabkan gigi berlubang, sehingga anak

Novia : Penyebab dan Pencegahan Karies Pada Anak 8

dapat memilih jajanan di sekolah yang tidak beresiko menyebabkan gigi berlubang. Kebiasaan anak yang mengonsumsi makanan kariogenik seperti coklat, permen, kue-kue manis dan sebagainya dapat memicu terjadinya karies dini.1 Selain penyuluhan kepada anak-anak, penyuluhan kepada orangtua juga penting. Lakukan kegiatan promosi kesehatan tentang kebersihan gigi dan mulut kepada ibu-ibu. Para ibu dianjurkan untuk menyapih anaknya dari pemberian susu botol sedini mungkin. Berikan penjelasan kepada ibu-ibu tentang bahaya timbulnya karies gigi pada anak-anaknya yang diberi minum susu botol dalam jangka waktu panjang pada malam hari, juga yang diberi makanan yang mengandung kadar gula tinggi. Ingatkan juga kepada ibu-ibu agar jangan melakukan hal-hal yang dapat memudahkan masuknya saliva kemulut bayi, terutama ibu atau pengasuh lainnya yang mempunyai karies gigi yang tidak dirawat.3 Diet Konsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula perlu diperhatikan. Terlalu sering mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula adalah kunci penyebab anak usia pra-sekolah terkena karies dini. Karena itu, mengurangi makanan dan minuman yang mengandung gula adalah pesan tentang diet yang disampaikan kepada orang tua. Frekuensi menkonsumsi sukrosa yang tinggi meningkatkan keasaman plak dan mempertinggi pembentukan dan pertumbuhan streptokokus mutans. Banyak penelitian mengemukakan suatu hubungan antara frekuensi mengemil dan karies gigi. Hal ini mendukung anjuran diet dengan membatasi waktu mengemil diantara anak-anak dan meningkatkan waktu makan yang teratur. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terjadiya karies dini, yaitu bayi tidak boleh dibiarkan tidur dengan botol yang berisi cairan lain kecuali air putih. Diajarkan untuk minum menggunakan gelas sebelum mencapai usia setahun dan mulai

Novia : Penyebab dan Pencegahan Karies Pada Anak 9

dihentikan menggunakan botol pada usia 12-14 bulan serta pada usia 4-6 bulan mulai diberikan makanan tambahan yang padat. Pemberian jus hanya menggunakan gelas, mulut mulai dibersihkan ketika erupsi gigi pertama. Kunjungan pertama ke dokter gigi paling lama dilakukan saat anak berusia setahun.4 Peranan Keluarga Pemberian ASI atau makanan melalui botol dianjurkan hanya sampai usia bayi 6 bulan. Waktu memberi minuman pada bayi selalu diperhatikan dan bayi tidak boleh dibiarkan mengisap botol/ASI sambil tiduran, apalagi sampai tertidur. Hindari pemberian gula yang berlebihan. Sebaiknya anak sudah mulai diperkenalkan ke dokter gigi sejak usia dini ( 1 tahun ) sehingga bila terlihat tanda-tanda karies botol dapat dirawat dengan segera. Perawatan harus dilakukan meskipun gigi hanya tinggal akar, karena usia penggantian gigi masih lama. Kehilangan atau pencabutan yang dini dari gigi susu, mengakibatkan terganggunya pertumbuhan dan perkembangan rahang untuk tempat gigi tetap.2

PERAWATAN Relief of pain (menghilangkan rasa sakit) Tindakan yang dapat dilakukan pada kunjungan pertama adalah menghilangkan rasa sakit dan melenyapkan peradangan. Untuk menghilangkan rasa sakit pada peradangan gigi yang masih vital (pulpitis) dapat dilakukan pemberian zinc oksid eugenol (ZnO). Untuk gigi yang non vital (gangren pulpa) lakukan trepanasi kemudian diberikan obat-obatan melalui oral (antibiotik, analgetik). Bila dijumpai abses, berikan premedikasi terlebih dahulu, kemudian lakukan insisi.2

Novia : Penyebab dan Pencegahan Karies Pada Anak 10

Menghentikan proses karies Tiap kavitas meskipun kecil mempunyai jaringan nekrotik. Setelah rasa sakit hilang

kavitas dipreparasi untuk membuang semua jaringan yang nekrotik sehingga proses karies terhenti. Pada beberapa kasus yang tidak dapat ditambal langsung, lakukan tambalan sementara lebih dahulu, misal pada hiperemi pulpa, berikan pulp capping (Ca hidroksid). 2

Diet Anjuran untuk melakukan diet kontrol dan jelaskan mengenai DHE dan oral higene.

Lakukan oral profilaksis pada gigi. 2

Evaluasi Evaluasi secara periodik setiap 3 bulan sampai diperoleh keadaan oral higene yang

baik dan diet yang sesuai dengan anjuran. Koreksi faktor sistemik (bila ada), saliva (terutama bila berhubungan dengan stress) bila perawatan yang telah dilakukan tidak berhasil. 2

PEMBAHASAN Karies dini atau karies pada anak-anak umumnya disebabkan oleh penggunaan susu botol atau cara lainnya termasuk karbohidrat dalam jangka waktu yang panjang sejak lahir. Karies umumnya menyerang gigi anak-anak karena kurangnya pengetahuan orang tua tentang bagaimana cara perawatan gigi pada anak. Terdapat beberapa faktor penyebab karies pada anak seperti bentuk struktur gigi, mikroorganisme, diet dan waktu. Selain dari diri anak itu sendiri, karies juga disebabkan oleh faktor luar, seperti faktor makanan dan minuman yang dikonsumsi, status sosial-ekonomi, tingkat pendidikan orang tua, kebiasaan memberi

Novia : Penyebab dan Pencegahan Karies Pada Anak 11

makan, frekuensi menyikat gigi, kunjungan ke dokter gigi, penggunaan flour dan kebersihan rongga mulut, maka dapat dikatakan bahwa karies ini sering juga disebut sebagai penyakit multifakorial. Terdapat beberapa cara untuk mencegah dan mengatasi pembentukan karies gigi pada anak seperti yang telah dijelaskan, tetapi pencegahan karies ini hanya akan berhasil jika ada koordinasi antara dokter gigi dan orang tua pasien dalam melaksanakan perawatan atau pencegahan di klinik maupun di rumah, selain itu orang tua juga harus mengetahui cara yang tepat dan benar untuk merawat gigi anaknya.

DAFTAR PUSTAKA 1. Anggraini L D.Analisa Rampan Karies dalam Menunjang Total Care.Dalam:Abidin T,Pintauli S,Primasari A,dkk.25th Regional Dental Meeting and Exhibition,2011:322 2. Anonymous.Karies Gigi Pada Anak.ocw.usu.ac.id/course/.../kgm

427_slide_karies_gigi_pada_anak_2.pdf.(4 November 2012). 3. Muin M S.Karies Gigi. http://utamadental.wordpress.com/2011/03/03/karies-gigi/.(4 November 2012). 4. Pintauli S,Hamada T.Menuju Gigi dan Mulut Sehat.Medan:USU Press,2008:5-8,20. 5. Kawashita Y, Kitamura M, Saito T.Early Childhood Caries.Int J Dent 2011;2011:1,3. 6. Noerdin S.Pencegahan Karies dengan Pemberian Fluoride pada Anak.JITEKGI 2010;7:31-32,34. 7. Angela A.Pencegahan Primer Pada Anak yang Berisiko Karies

Tinggi.Maj.Ked.Gigi.(Dent.J).Vol 38.No:3.Juli-September 2005 : 130 -134.

Anda mungkin juga menyukai