Anda di halaman 1dari 26

KATA PENGANTAR

Rasa syukur yang dalam kami sampaikan ke hadiran Tuhan Yang Maha Pemurah, karena berkat kemurahanNya referat ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam makalah ini kami membahas Keratitis superfisial, merupakan kelainan akibat ter adinya infiltrasi sel radang pada k!rnea yang akan mengakibatkan k!rnea men adi keruh. Referat ini disusun dalam rangka memenuhi tugas kepaniteraan klinik bagi "!#ss $ni%ersitas Pelita &arapan yang sedang men alani pr!gram kepaniteraan klinik di departemen mata Rumah 'akit (hayangkara Tingkat ) Raden 'aid 'ukant!. Dalam pr!ses penyusunan referat yang membahas keratitis superfisial ini, tentunya kami mendapatkan bimbingan, arahan, k!reksi dan saran, untuk itu rasa terima kasih yang dalam*dalamnya kami sampaikan kepada pembimbing kami + dr. #gah ,ad ali, 'p.M dr. &ermansyah, 'p.M dr. ,artati )smail, 'p.M, dr. Mustafa K.', 'p.M dr. &enry #.-, 'p.M

Kami menyadari bah.a referat ini masih auh dari sempurna dan memiliki banyak keterbatasan.#khir kata sem!ga referat ini dapat berguna bagi penulis maupun pemba/a sekalian.

0akarta, 12 Mei 1344

Penyusun

DAFTAR ISI
K#T# P5N,#NT#R...........................................................................................................i D#6T#R )')........................................................................................................................ii P5ND#&$7$#N................................................................................................................4 #N#T8M) D#N 6)')878,) K8RN5#..............................................................................9 P#T86)')878,)............................................................................................................: ,50#7# $M$M..............................................................................................................: K7#')6)K#')..................................................................................................................; Keratitis Pungtata 'uperfisial dari 6u/hs...................................................................; Keratitis Numularis atau Keratitis Dimmer.................................................................< Keratitis Disif!rmis dari -esth!ff................................................................................< Kerat!k!n ungti%itis 5pidemika................................................................................43 1. Keratitis 'uperfisial $lseratif....................................................................................44 1.4 Keratitis Pungtata 'uperfisial $lserati%a.............................................................44 1.1 Kerat!k!n ungti%itis 6likten.................................................................................44 1.9 Keratitis &erpetika...............................................................................................41 1.2 Kerat!k!n ungti%itis 'ika.....................................................................................4= 1.= R!sasea Keratitis................................................................................................4> P5N#T#7#K'#N##N.....................................................................................................4: 4. Keratitis 'uperfisial n!nulseratif...............................................................................4: ii

Keratitis Pungtata 'uperfisial dari 6u/hs..................................................................4: 4.1 Keratitis Numularis atau Keratitis Dimmer..........................................................4; 4.9 Keratitis Disif!rmis dari -esth!ff........................................................................4; 4.2 Kerat!k!n ungti%itis 5pidemika...........................................................................4; 1. Keratitis 'uperfisial $lseratif....................................................................................4< 1.4 Keratitis Pungtata 'uperfisial $lserati%a.............................................................4< 1.1 Kerat!k!n ungti%itis 6likten.................................................................................4< 1.9 Keratitis &erpetika...............................................................................................4< 1.2 Kerat!k!n ungti%itis 'ika.....................................................................................4< 1.= R!sasea Keratitis................................................................................................13 PR8,N8')'...................................................................................................................14 K5')MP$7#N..................................................................................................................11 D#6T#R P$'T#K#.........................................................................................................19

iii

PENDAHULUAN

Keratitis adalah infeksi pada k!rnea yang ditandai dengan timbulnya infiltrat pada lapisan k!rnea, biasanya diklasifikasikan menurut lapisan k!rnea yang terkena? yaitu keratitis superfisialis apabila mengenal lapisan epitel atau bowman dan keratitis pr!funda atau interstisialis @atau disebut uga keratitis parenkimat!saA yang mengenai lapisan str!ma.B Keratitis superfisial adalah radang k!rnea yang mengenai lapisan epitel dan membran b!.man, keratitis dapat ter adi pada anak*anak maupun de.asa. K!rnea merupakan salah satu media refraksi penglihatan dan berperan besar dalam pembiasan /ahaya diretina. 8leh karena itu setiap kelainan pada k!rnea termasuk infeksi dapat menyebabkan terganggunya penglihatan, terganggunya penglihatan biasanya karena ter adi kekeruhan pada k!rnea akibat keberadaan infiltrat pada lapisan k!rnea. (akteri pada umumnya tidak dapat menyerang k!rnea yang sehat, namun beberapa k!ndisi dapat menyebabkan infeksi bakteri ter adi. "!nt!hnya, luka atau trauma pada mata dapat menyebabkan k!rnea terinfeksi. Mata yang sangat kering uga dapat menurunkan mekanisme pertahanan k!rnea. (eberapa eti!l!gi yang dapat meningkatkan ke adian ter adinya keratitis antara lain+ pera.atan lensa k!ntak yang buruk, penggunaan lensa k!ntak yang berlebihan, trauma, kera/unan !bat, infeksi amur, bakteri, %irus, alergi, defisiensi %itamin #, kekebalan tubuh yang menurun karena penyakit lain. Keratitis dapat menimbulkan ge ala pada mata berupa ta am penglihatan menurun, tanda radang pada kel!pak mata, rasa nyeri, mata merah, f!t!f!bia, mata berair, sensasi benda asing didalam mata.C Di )nd!nesia kekeruhan k!rnea masih merupakan masalah kesehatan mata sebab kelainan ini menempati urutan kedua dalam penyebab utama kebutaan. Kekeruhan k!rnea ini terutama disebabkan !leh infeksi mikr!!rganisme berupa bakteri, amur dan %irus dan bila terlambat di diagn!sis atau diterapi se/ara tidak tepat akan mengakibatkan kerusakan str!ma dan meninggalkan aringan parut yang luas. #ntibi!tik, anti amur dan anti %irus dapat digunakan tergantung !rganism penyebab. #ntibi!tik spektrum luas dapat digunakan se/epatnya, tapi bila hasil 4

lab!rat!rium sudah menentukan !rganisme penyebab, peng!batan dapat diganti. Terkadang, diperlukan lebih dari satu ma/am peng!batan. Terapi bedah, misalnya transplantasi k!rnea biasa dilakukan pada kasus yang tidak dapat membaik dengan terapi medikament!sa.2 Peng!batan yang inadekuat atau salah dapat menyebabkan perburukan ge ala, misalnya k!rtik!ster!id t!pikal dapat menyebabkan perburukan k!rnea pada pasien dengan keratitis akibat %irus herpes simpleD. K!ntr!l rutin ke d!kter mata dapat membantu mengetahui perbaikan dari keadaan mata, hal ini disertai dengan diagn!sis dini dan peng!batan yang adekuat memberikan pr!gn!sis yang baik. Peng!batan keratitis meliputi pemberian anti%iral t!pikal, antibi!tik t!pikal, k!rtik!ster!id t!pikal, dan suplemen untuk dapat men/egah infeksi sekunder. Referat ini akan membahas se/ara menyeluruh mengenai keratitis superfisial yang terdiri dari ulseratif dan n!n*ulseratif . Tu uan dari penulisan referat ini adalah sebagai syarat kelulusan dalam kepaniteraan klinik ilmu penyakit mata Rumah 'akit (hayangkara tingkat ) Raden 'aid 'ukant!.

ANATOMI DAN FISIOLOGI KORNEA

,ambar 4. K!rnea @'umber+ http+EEimg..ebmd./!mEdtm/msEli%eE.ebmdE/!nsumerFassetsEsiteFimagesEarti/lesA

K!rnea @latin /!rnumGseperti tandukA adalah selaput bening mata, bagian selaput mata yang tembus /ahaya.C K!rnea transparan @ ernihA, bentuknya hampir sebagian lingkaran dengan diameter %ertikal 43*44mm dan h!riH!ntal 44*41mm, tebal 3,>*4mm terdiri dari = lapis .Kemudian indeks bias 4,9:= dengan kekutan pembiasan ;3I. 'ifat k!rnea yang dapat ditembus /ahaya ini disebabkan !leh struktur k!rnea yang unif!rm, a%askuler dan diturgesens atau keadaan dehidrasi relati%e aringan k!rnea, yang dipertahankan !leh p!mpa bikarb!nat aktif pada end!tel dan !leh fungsi sa.ar epitel dan end!tel. 5nd!tel lebih penting daripada epitel dalam men/egah dehidrasi, dan /edera kimia.i atau fisik pada end!tel auh lebih berat daripada /edera pada epitel. Kerusakan sel*sel end!tel auh menyebabkan sifat transparan hilang dan edema k!rnea, sedangkan kerusakan epitel hanya menyebabkan edema l!kal sesaat karena akan menghilang seiring dengan regenerasi epitel.

K!rnea dipersarafi !leh banyak serat saraf sens!ris terutama saraf siliaris l!ngus, saraf nas!siliaris, saraf ke J saraf siliaris l!ngus ber alan supra k!r!id , masuk kedalam str!ma k!rnea, menembus membrane b!.man melepaskan selubung '/h.annya. 'eluruh lapis epitel dipersarafi sampai kedua lapis terdepan tanpa ada akhir saraf. (ulbus Krause untuk sensasi dingin ditemukan didaerah limbus. Daya regenerasi saraf sesudah dip!t!ng didaerah limbus ter adi dalam .aktu 9 bulan. Trauma atau penyakit yang merusak end!tel akan mengakibatkan system p!mpa end!tel terganggu sehingga dek!mpensasi end!tel dan ter adi edema k!rnea. 5nd!tel tidak mempunyai daya regenerasi.

,ambar 1. 7apisan K!rnea @'umber+ Jaughan K #sburyLs ,eneral 8phthalm!l!gy TeDtb!!k, 4:th ednA

K!rnea merupakan lapis aringan yang menutup b!la mata sebelah depan dan terdiri atas lapis+C 4. 5pitel (entuk epitel gepeng berlapis tanpa tanduk. (ersifat fat soluble substance. $ ung saraf k!rnea berakhir di epitel !leh karena itu kelaianan pada epitel akan menyebabkan gangguan sensibilatas k!rena dan rasa sakit dan menggan al. Daya regenerasi /ukup besar, perbaikan dalam beberapa hari tanpa membentuk aringan parut. Tebalnya =3um, terdiri atas sel epitel tidak bertanduk yang saling tumpang tindih? satu lapis sel basal, sel p!lig!nal dan sel gepeng. Pada sel basal sering terlihat mit!sis sel, dan sel muda ini terd!r!ng kedepan men adi lapis sel sayap dan semakin ma u kedepan men adi sel gepeng, sel basal berikatan erat dengan sel basal disampingnya dan sel p!lig!nal didepannya melalui desm!s!m dan makula !kluden? ikatan ini menghambat pengaliran air, elektr!lit dan gluk!sa yang merupakan barrier. 'el basal menghasilkan membran basal yang melekat erat kepadanya. (ila ter adi gangguan akan men adi er!si rekuren. 5pitel berasal dari ekt!derm permukaan.1 1. Membrana (!.man Terletak di ba.ah membran basal epitel k!rnea yang merupakan k!lagen yang tersusun tidak teratur seperti str!ma dan berasal dari bagian depan str!ma. Mempertahankan bentuk k!rnea 7apis ini tidak mempunyai daya regenerasi. Kerusakan akan berakhir dengan terbentuknya aringan parut.1 9. 'tr!ma 7apisan yang paling tebal dari k!rnea. (ersifat water soluble substance. Terdiri atas aringan k!lagen yang tersusun atas lamel*lamel, pada permukaan terlihat anyaman yang teratur sedang dibagian perifer serat k!lagen ber/abang. 'tr!ma bersifat higr!sk!pis yang menarik air, kadar air diatur !leh fungsi p!mpa sel end!tel dan penguapan !leh sel epitel. ,angguan dari susunan serat k!rnea terlihat keruh. Terbentuknya kembali serat k!lagen memakan .aktu lama yang kadang*kadang sampai 4= bulan. Kerat!sit merupakan sel str!ma k!rnea yang merupakan fibr!blast

terletak di antara serat k!lagen str!ma. Diduga kerat!sit membentuk bahan dasar dan serat k!lagen dalam perkembangan embri! atau sesudah trauma.1 4. Membran Des/emet 7apisan tipis yang bersifat kenyal, kuat dan tidak berstruktur dan bening terletak diba.ah str!ma dan pelindung atau barrier infeksi dan masuknya pembuluh darah. Merupakan membrane selular dan merupakan batas belakang str!ma k!rnea dihasilkan. sel end!tel dan merupakan membrane basalnya. (ersifat sangat elastis dan berkembang terus seumur hidup, mempunyai tebal 23um.1 =. 5nd!tel 'atu lapis sel terpenting untuk mempertahankan ke ernihan k!rnea, mengatur /airan didalam str!ma k!rnea, tidak mempunyai daya regenerasi, pada kerusakan bagian ini tidak akan n!rmal lagi. Dapat rusak atau terganggu fungsinya akibat trauma bedah, penyakit intra !kuler dan usia lan ut umlah mulai berkurang. (erasal dari mes!talium, berlapis satu bentuk heksag!nal besar 13*23um. 5nd!tel melekat pada mebran des/emet melalui hemi desm!s!m dan H!nula !kluden.1

>

TINJAUAN PUSTAKA
PATOFISIOLOGI Karena k!rnea a%askular, maka pertahanan se.aktu peradangan tak dapat segera datang. Maka badan k!rnea, sel*sel yang terdapat di dalam str!ma segera beker a sebagai makr!fag baru kemudian disusul !leh pembuluh darah yang terdapat di limbus dan tampak sebagi in eksi perik!rnea. 'esudahnya baru ter adi infiltrat, yang tampak sebagi ber/ak be.arna kelabu, keruh, dan permukaan yang li/in. Kemudian dapat ter adi kerusakan epitel dan timbul ulkus k!rnea yang dapat menyebar ke permukaan dalam str!ma. Pada perdangan yang hebat, t!ksin dari k!rnea dapat menyebar ke iris dan badan siliar dengan melalui membran des/emet dan end!tel k!rnea. Dengan demikian iris dan badan siliar meradang dan timbullah kekeruhan di /airan "8#, disusul dengan terbentuknya hip!pi!n. (ila peradangan terus mendalam, tetapi tidak mengenai membran des/emet dapat timbul t!n !lan membran des/ement yang disebut mata lalat atau des/ement!/ele. Pada peradangan dipermukaan k!rnea, penyembuhan dapat berlangsung tanpa pembentukan aringan parut. Pada peradangan yang lebih dalam, penyembuhan berakhir dengan terbentuknya aringan parut yang dapat berupa nebula, makula, atau leuk!ma. (ila ulkusnya lebih mendalam lagi dapat timbul perf!rasi yang dapat mengakibatkan end!ftalmitis, pan!ftalmitis, dan berakhir dengan ptisis bulbi.

GEJALA UMUM Keratitis dapat memberikan ge ala mata merah, rasa silau, epif!ria, nyeri, kelilipan, dan penglihatan men adi sedikit kabur. 0ika penyebabnya adalah sinar ultra%i!let, maka ge ala*ge ala biasanya mun/ulnya agak lambat dan berlangsung selama 4*1 hari. 0ika penyebabnya adalah %irus, maka kelen ar getah bening di depan telinga akan membengkak dan nyeri bila ditekan.,e ala lainnya yang mungkin ditemukan adalah mata terasa perih, gatal dan mengeluarkan k!t!ran.

KLASIFIKASI Keratitis 'uperfisial dapat dibagi men adi keratitis superfisial n!nulseratif dan keratitis superfisial ulseratif.

1. Keratitis Superfisial ! ulseratif Keratitis Pu "tata Superfisial #ari Fu$%s Merupakan suatu peradangan akut, yang mengenai satu, kadang*kadang dua mata, mulai dengan k!n ungiti%itis kataral, disertai dengan infeksi dari traktus respirat!rius bagian atas. Disusul dengan pembentukan infiltrat yang berupa titik*titik pada kedua permukaan membran (!.man. )nfiltrat tersebut dapat besar atau ke/il dan dapat timbul hingga berratus*ratus. )nfiltrat ini di dapatkan di bagian superfisial dari str!ma, sedang epitel di atasnya tetap li/in sehingga tes flu!resin @*A !leh karena letaknya di subepitelial.

,ambar 9. Keratitis pungtata superfisial

@'umber+ http+EE....!pt!metri/./!mEarti/le.aspDMarti/leG4311>;A

Penyebabnya adalah infeksi %irus, bakteri, parasit, neur!tr!pik, dan nutrisial.

Keratitis Nu&ularis atau Keratitis Di&&er

,ambar 2. Keratitis Numularis @'umber+ Ped!man diagn!sis dan terapi ilmu penyakit mata edisi )))A

Keratitis numularis bentuk keratitis dengan ditemukannya infiltrat yang bundar berkel!mp!k dengan inti ernih dan .arna putih disekelilingnya berbatas tegas sehingga memberikan gambaran hal!. Tes flu!resen @*A. (ila sembuh akan menyebabkan sikatrik ringan. Keratitis Disif!r&is #ari 'est%!ff

,ambar =. Keratitis disif!rmis @'umber+ http+EE....sara.akeye/are./!mE#tlas!f!phthalm!l!gyEanteri!rsegmentE#nteri!rsegment1:dis/if!rmkeratitis.htmA

<

Disebut uga sebagai keratitis sa.ah, karena merupakan peradangan k!rnea yang banyak di negeri persa.ahan basah. Penyebabnya adalah %irus yang berasal dari sayuran dan binatang. Pada anamnesa umumnya ada ri.ayat trauma dari lumpur sa.ah. Pada mata tanda radang tidak elas, mungkin terdapat in eksi silier. #pabila disertai dengan infeksi sekunder, mungkin timbul tanda*tanda k!n ungti%itis. Pada k!rnea tampak infiltrat yang bulat*bulat, di tengahnya lebih padat dari pada di tepi dan terletak subepitelial. Tes 6lu!resin @*A.9 Terletak terutama dibagian tengah k!rnea. $mumnya menyerang !rang*!rang berumur 4=*93 tahun. Kerat!(! )u "ti*itis Epi#e&i(a Kerat!k!n ungti%itis epidemika umumnya bilateral. #.alnya sering pada satu mata sa a, dan biasanya mata pertama lebih parah. Kekeruhan subepitel bulat. 'ensasi k!rnea n!rmal. N!dus preaurikuler yang nyeri tekan adalah khas. 5dema palpebra, kem!sis, dan hiperemia k!n ungti%a menandai fase akut. 6!likel dan perdarahan k!n ungti%a sering mun/ul dalam 2; am. Dapat membentuk pseud!membran dan mungkin diikuti parut datar atau pembentukan simbelfar!n. 1, 2 K!n ungti%itis berlangsung paling lama 9*2 minggu. Kekeruhan subepitel terutama terdapat di pusat k!rnea, bukan di tepi, dan menetap berbulan*bulan namun tidak meninggalkan aringan parut ketika sembuh.
2

Kerat!k!n ungti%itis epidemika pada

!rang de.asa terbatas pada bagian luar mata. Namun, pada anak*anak mungkin terdapat ge ala sistemik infeksi %irus seperti demam, sakit tengg!r!kan, !titis media, dan diare.2 Kerat!k!n ungti%itis epidemika disebabkan !leh aden!%irus tipe ;, 4<, 1<, dan 9: @subgr!ub D dari aden!%irus manusiaA. Jirus*%irus ini dapat diis!lasi dalam biakan sel dan diidentifikasi dengan tes netralisasi. Ker!kan k!n ungti%a menampakkan reaksi radang m!n!nuklear primer? bila terbentuk pseud!membran, uga terdapat banyak neutr!fil. 1 Transmisi n!s!k!mial selama pemeriksaan mata sangat sering ter adi melalui ari* ari tangan d!kter, alat*alat pemeriksaan mata yang kurang steril, atau pemakaian larutan yang terk!ntaminasi. 7arutan mata, terutama anastetika t!pikal, mungkin

43

terk!ntaminasi saat u ung penetes !bat menyed!t materi terinfeksi dari k!n ungti%a atau silia. Jirus itu dapat bertahan dalam larutan itu, yang men adi sumber penyebaran. 1,2 K!ntaminasi b!t!l larutan dapat dihindari dengan memakai penetes steril pribadi atau memakai tetes mata dengan kemasan unit-dose. "u/i tangan se/ara teratur di antara pemeriksaan dan pembersihan serta sterilisasi alat*alat yang menyentuh mata khususnya t!n!meter. T!n!meter aplanasi harus dibersihkan dengan alk!h!l atau hip!kl!rit, kemudian dibilas dengan air steril dan dikeringkan dengan hati*hati. 2 +. Keratitis Superfisial Ulseratif +.1 Keratitis Pu "tata Superfisial Ulserati*a Penyakit ini didahului !leh k!n ungti%itis kataral, akibat stafil!k!k ataupun pneum!k!k. Tes flu!resin @NA.2 +.+ Kerat!(! )u "ti*itis Fli(te

,ambar >. Kerat!k!n ungti%itis flikten

@'umber+ http+EEimaging.ubmmedi/a./!mEsharedEH!ne=E3;3;))MR5)61. pgA Merupakan radang k!rnea dan k!n ungti%a akibat dari reaksi imun yang mungkin sel mediated pada aringan yang sudah sensitif terhadap antigen. Pada mata terdapat flikten yaitu berupa ben !lan berbatas tegas ber.arna putih keabuan yang terdapat pada lapisan superfisial k!rnea dan men!n !l di atas permukaan k!rnea. 1,=

44

(entuk keratitis dengan gambaran berma/am*ma/am, dengan ditemukannya infiltrat dan ne!%askularisasi pada k!rnea. ,ambaran karakteristiknya adalah dengan terbentuknya papul dan pustula pada k!rnea ataupun k!n ungti%a. Pada mata terdapat flikten pada k!rnea berupa ben !lan berbatas tegas ber.arna putih keabuan, dengan atau tanpa ne!%askularisasi yang menu u kearah ben !lan tersebut. (iasanya bersifat bilateral yang dimulai dari daerah limbus. Pada gambaran klinis akan terlihat suatu keadaan sebagai hiperemia k!n ungti%a, kurangnya air mata, menebalnya epitel k!rnea, perasaan panas disertai gatal dan ta am penglihatan yang berkurang. Pada limbus di dapatkan ben !lan putih kemerahan dikelilingi daerah k!n ungti%a yang hyperemia. (ila ter adi penyembuhan akan ter adi aringan parut dengan n!e%askularisasi pada k!rnea. Pada anak*anak keratitis flikten disertai giHi buruk dapat berkembang men adi tukak k!rnea karena infeksi sekunder. Tukak flikten sering ditemukan berbentuk sebagai ben !lan abu*abu, yang pada k!rnea terlihat sebagai+ * * * $lkus fasikular, berbentuk ulkus yang men alar melintas k!rnea dengan pembuluh darah elas dibelakangnya. 6likten multipel di sekitar limbus $lkus /in/in, yang merupakan gabungan ulkus.

+., Keratitis Herpeti(a Keratitis herpes simpleks merupakan radang k!rnea yang disebabkan !leh infeksi %irus herpes simpleks tipe 4 maupun tipe 1. Kelainan mata akibat infeksi herpes simpleks dapat bersifat primer dan kambuhan. lnfeksi primer ditandai !leh adanya demam, malaise, limfaden!pati preaurikuler, k!n ungti%itis f!likutans, bleparitis, dan 1E9 kasus ter adi keratitis epitelial. Kebanyakan kasus bersifat unilateral, .alaupun dapat ter adi bilateral khususnya pada pasien*pasien at!pi. (erat ringannya ge ala*ge ala iritasi tidak sebanding dengan luasnya lesi epitel, berhubung adanya hipestesi atau insensibilitas k!rnea. Dalam hal ini harus di.aspadai terhadap keratitis lain yang uga disertai hipestesi k!rnea, misalnya pada+ herpes H!ster 41

!ftalmikus, keratitis akibat pemaparan dan mata kering, pengguna lensa k!ntak, kerat!pati bul!sa, dan keratitis kr!nik. ,e ala spesifik pada keratitis herpes simpleks ringan adalah tidak adanya f!t!f!bia. )nfeksi herpes simpleks laten ter adi setelah 1*9 minggu paska infeksi primer dengan mekanisme yang tidak elas. Jirus men adi inaktif dalam neur!n sens!rik atau gangli!n !t!n!m. Dalam hal ini gangli!n ser%ikalis superi!r, gangli!n ner%us trigeminus, dan gangli!n siliaris berperan sebagai penyimpan %irus. Namun akhir*akhir ini dibuktikan bah.a aringan k!rnea sendiri berperan sebagai tempat berlindung %irus herpes simpleks>.

,ambar :. Keratitis dendritik @'umber+ 8phthalm!l!gy. # p!/ket teDtb!!k atlas 1nd editi!n 133> by , 7angeA

Keratitis superfisial dapat berupa pungtata, dendritik, dan ge!grafik. Keratitis dendritika merupakan pr!ses kelan utan dari keratitis pungtata yang diakibatkan !leh perbanyakan %irus dan menyebar sambil menimbulkaO kematian sel serta membentuk defek dengan gambaran ber/abang. Keratitis dendritika dapat berkembang men adi keratitis ge!grafika, hal ini ter adi akibat bentukan ulkus ber/abang yang melebar dan 49

bentuknya men adi ovoid. Dengan demikian gambaran ulkus men adi seperti peta ge!grafi dengan kaki /abang mengelilingi ulkus. Keratitis herpes simpleks bentuk dendrit harus dibedakan dengan keratitis herpes H!ster, pada herpes H!ster bukan suatu ulserasi tetapi suatu hipertr!pi epitel yang dikelilingi mucus plaques? selain itu, bentuk dendriform lebih ke/il. Keratitis epitelial dapat berkembang men adi ulkus metaherpetik, dalam hal ini ter adi per!bekan membrana basalis. $lkus metaherpetik bersifat steril, deepitelisasi meluas sampai str!ma. $lkus ini berbentuk bulat atau l!n !ng dengan ukuran beberapa milimeter dan bersifat tunggal. Pada kasus ini dapat di umpai adanya edema str!ma yang berat disertai lipatan membrana des/emet. Reaksi iritasi k!n ungti%a bersifat ringan akibat adanya hipestesia. Reflek lakrimasi berkurang, sehingga pr!duksi tear film men adi relatif tidak /ukup. $lkus metaherpetik dapat menetap dalam beberapa minggu sampai beberapa bulan. $ntuk penyembuhannya memerlukan .aktu sekurang* kurangnya > minggu. Klasifikasi Diagn!sis+ &!gan dkk. @4<>2A membuat klasifikasi diagn!sis keratitis herpes simpleks sebagai berikut+ 4. 'uperfisial, dibedakan atas bentuk dendritika, dendritika dan str!ma, ge!grafika. 1. Pr!funda, dibedakan atas str!ma dan disciform, str!ma dan penyembuhan, str!ma dan ulserasi. 9. $%eitis, dibedakan atas kerat! u%eitis dan u%eitis? dalam hal ini kerat!u%eitis dibedakan atas bentuk ulserasi dan n!n ulserasi. Klasifikasi tersebut ternyata kurang sempurna, karena bentuk keratitis pungtata yang merupakan a.al keratitis dendnitik tidak dimasukkan. 'elain itu, pada beberapa kasus yang berat ternyata di umpai glauk!ma sekunder yang diakibatkan !leh radang aringan trabekulum. $ntuk membuat diagn!sis, sekarang ini dianut kiasifikasi yang dibuat !leh Pa%an*7angst!n @4<;9A sebagai berikut+ 4. $lserasi epitelial, dibedakan atas bentuk pungtata, dendritika, dendr!ge!grafika, ge!grafika. 1. $lserasi tr!phik atau meta herpetika. 42

9. 'tr!ma, dibedakan atas bentuk keratitis disciform, keratitis interstitialis. 2. $%eitis anteri!r dan trabekulitis. Klasifikasi menurut Pa%an*7angst!n inipun belum sempurna, mengingat sangat arang ditemukan kasus u%eitis anteri!r maupun trabekulitis yang berdiri sendiri tanpa melibatkan adanya keratitis.

+.- Kerat!(! )u "ti*itis Si(a

,ambar ;. Kerat!k!n ungti%itis sika @'umber+ http+EE!dlarmed./!mEMpG9:3<A

Kerat!k!n ungti%itis sika adalah suatu keadaan keringnya permukaan k!rnea dan k!n ungti%a. Kelainan ini ter adi pada penyakit yang mengakibatkan + 4. Defisiensi k!mp!nen lemak air mata. Misalnya+ blefaritis menahun, distikiasis dan akibat pembedahan kel!pak mata.

4=

1. Defisiensi kelen ar air mata+ sindr!m ' !gren, sindr!m Riley Day, alakrimia /!ngenital, aplasi /!ngenital saraf trigeminus, sark!id!sis limf!ma kelen ar air mata, !bat*!bat diuretik kimia, atr!pin dan usia tua. 9. Defisiensi k!mp!nen musin+ benign ocular pemphigoid, defisiensi %itamin #, trauma kimia, sindr!m 'te%ens 0!hns!n, penyakit*penyakit yang mengakibatkan /a/atnya k!n ungti%a. 2. #kibat penguapan yang berlebihan seperti pada keratitis ner!paralitik, hidup di gurun pasir, keratitis lag!ftalmus. =. Karena parut pada k!rnea atau menghilangnya mikr!%ili k!rnea. Pada kerat!k!n ungti%itis sika terdapat rasa gatal pada mata. Pada mata didapatkan sekresi mukus yang berlebihan. 'ukar menggerakkan kel!pak mata. Mata kering karena dengan er!si k!rnea. Pada pemeriksaan lama /elah didapatkan miniskus air mata pada tepi kel!pak mata ba.ah hilang, edema k!n ungti%a bulbi, filamen @benang*benangA melekat di k!rnea.4 +.. R!sasea Keratitis

,ambar <. Keratitis r!sasea @'umber+ http+EE....nyee.eduEdigitalatlas.htmlA

4>

Didapat pada !rang yang menderita akne r!sasea, yaitu penyakit dengan kemerahan dikulit, disertai akne diatasnya, yang merupakan k!mplikasi dari akne r!sasea dan lebih sering ter adi pada !rang dengan kulit putih. &iperemi yang ter adi berlangsung beberapa lama dan diikuti dengan dilatasi pembuluh darah ke/il yang tetap, terutama di daerah hidung. (agian dalam dari kulit menebal, terutama di daerah hidung. &ipertr!fi kulit hidung menimbulkan lipatan yang disebut rin!fima. Penyakit ini timbul pada de.asa muda dan hilang pada usia lan ut. Penyebabnya tidak diketahui dengan elas, namun mungkin ada hubungan dengan makanan, kelainan pen/ernaan, kebanyakan alk!h!l, dan gastric achlorida. 7ebih dari =3I menun ukkan blefaritis, k!n ungti%itis, yang mungkin disebabkan !leh infeksi sekunder, dengan stafil!k!k. Dapat ter adi kerusakan k!rnea apabila akne mengenai k!rnea. Pada pemeriksaan mikr!sk!pik, perifer k!rnea dapat mengalami ulserasi dan %askularisasi, dan keratitis memiliki dasar yang sempit pada daerah limbus dan infiltrat yang luas pada bagian sentral.2 Penyakit r!sasea adalah penyakit yang menahun dan sering menimbulkan kekambuhan serta memberikan resp!n yang elek terhadap peng!batan. Pada setiap serangan penglihatan bertambah buruk.

PENATALAKSANAAN

1. Keratitis Superfisial ! ulseratif Keratitis Pu "tata Superfisial #ari Fu$%s Peng!batan yang dapat diberikan pada keratitis pungtata superfisial dari 6u/hs adalah peng!batan l!kal, yaitu salep antibi!tik atau sulfa untuk men/egah ter adinya infeksi sekunder, dan dapat dik!mbinasi dengan k!rtik!ster!id.

4:

1.+ Keratitis Nu&ularis atau Keratitis Di&&er Tidak ada peng!batan yang spesifik terhadap penyakit ini. 8bat*!batan hanya diberikan untuk men/egah infeksi sekunder. $ntuk terapi l!kal diberikan salep antibi!tika yang dapat dik!mbinasi dengan k!rtik!ster!id. 1., Keratitis Disif!r&is #ari 'est%!ff $ntuk keratitis Disif!rmis dari -esth!ff dapat diberikan salep mata antibi!tik yang dapat dik!mbinasikan dengan k!rtik!ster!id. Pada keratitis ini, biasanya per alanan penyakit lama hingga berbulan*bulan.9 1.- Kerat!(! )u "ti*itis Epi#e&i(a Peng!batan pada keadaan akut sebaiknya diberikan k!mpres dingin dan peng!batan penun ang lainnya. 7ebih baik di!bati se/ara k!nser%atif. (ila ter adi kekeruhan pada k!rnea yang menyebabkan penurunan %isus yang berat dapat diberikan ster!id tetes mata 9 kali sehari. 1 #ntibi!tik sebaiknya diberikan apabila terdapat superinfeksi bakteri.

4;

+. Keratitis Superfisial Ulseratif +.1 Keratitis Pu "tata Superfisial Ulserati*a 'alep antibi!tika atau sulfa yang sesuai dengan kumannya yang didapatkan atau memakai !bat antibi!tika yang berspektrum luas. +.+ Kerat!(! )u "ti*itis Fli(te Peng!batan kerat!k!n ungti%itis flikten adalah dengan memberi ster!id l!kal maupun sistemik. 6likten k!rnea dapat menghilang tanpa bekas namun apabila telah ter adi ulkus akibat infeksi sekunder dapat ter adi parut k!rnea. Dalam keadaan yang berat dapat ter adi perf!rasi k!rnea. +., Keratitis Herpeti(a Peng!batan kadang*kadang tidak diperlukan karena dapat sembuh sp!ntan atau dapat sembuh dengan melakukan debridement. Dapat uga dengan memberikan !bat anti%irus t!pikal dan antibi!tika t!pikal. #nti%irus seperti )D$ 3.4I diberikan setiap 4 am atau asikl!%ir. 'ebagian besar para pakar mengan urkan melakukan debridement sebelumnya. Debridement epitel k!rnea selain berperan untuk pengambilan spesimen diagn!stik, uga untuk menghilangkan sa.ar epitelial sehingga anti%iral lebih mudah menembus. Dalam hal ini uga untuk mengurangi subepithelial "ghost" opacity yang sering mengikuti keratitis dendritik. Diharapkan debridement uga mampu mengurangi kandungan %irus epithelial sehingga reaksi radang akan /epat berkurang. +.- Kerat!(! )u "ti*itis Si(a Peng!batan harus langsung bertu uan untuk mempertahankan lapisan air mata dengan menggantinya dengan air mata buatan. Pada kerat!k!n ungti%itis yang berhubungan dengan ' !gren sindr!m pemberian k!rtik!ster!id d!sis rendah dan t!pikal sikl!sp!rin menun ukkan keefektifan. Peng!batan uga tergantung dari penyebabnya+ a. Pemberian air mata tiruan bila yang kurang adalah k!mp!nen air mata b. Pemberian lensa k!ntak apabila k!mp!nen mukus yang berkurang /. Penutupan pungtum lakrimal bila ter adi penguapan yang berlebihan 4<

+.. R!sasea Keratitis Peng!batan penyakit ini adalah dengan menghindari makan makanan pedas dan panas serta minuman beralk!h!l yang dapat menyebabkan dilatasi dari pembuluh darah di .a ah. #danya infeksi stafil!k!kus harus di!bati dengan !ral tetrasiklin atau d!ksisiklin. D!sis maintenen dapat diadministrasikan untuk meng!ntr!l penyakit ini.

13

PROGNOSIS
Pr!gn!sis pada setiap kasus tergantung pada beberapa fakt!r, termasuk luas dan dalamnya lapisan k!rnea yang terlibat, ada atau tidaknya perluasan ke aringan !rbita lain, status kesehatan pasien @/!nt!hnya immunocompromisedA, %irulensi pat!gen,ada atau tidaknya %askularisasi dan dep!sit k!lagen pada aringan tersebut, .aktu penegakkan diagn!sis klinis yang dapat dik!nfirmasi dengan pemeriksaan penun ang seperti kultur path!gen di lab!rat!rium. Pasien dengan infeksi ringan dan diagn!sis mikr!bi!l!gi yang lebih a.al memiliki pr!gn!sis yang baik? bagaimana pun, k!ntr!l dan eradikasi infeksi yang meluas didalam sklera atau struktur intra!kular sangat sulit. Diagn!sis a.al dan terapi tepat dapat membantu mengurangi ke adian hilangnya penglihatan. )munitas tubuh merupakan hal yang penting dalam kasus ini karena diketahui reaksi imun!l!gik tubuh pasien sendiri yang memberikan resp!n terhadap %irus ataupun bakteri. Pada keratitis superfisialis pungtata penyembuhan biasanya berlangsung baik meskipun tanpa peng!batan.

14

KESIMPULAN
Keratitis adalah peradangan pada k!rnea yang ditandai dengan adanya infiltrat di lapisan k!rnea. Keratitis dapat diklasifikasikan berdasarkan l!kasinya, yaitu superfisial, interstisial dan pr!funda. Keratitis superfisial adalah radang k!rnea yang mengenai lapisan epitel dan membran b!.man. Keratitis dapat ter adi pada anak*anak maupun de.asa. Keratitis dapat memberikan ge ala mata merah, rasa silau, epif!ra, nyeri, kelilipan, dan penglihatan men adi sedikit kabur. Keratitis superfisial dapat dibagi men adi + Keratitis superfisial n!nulseratif, yang terdiri atas+ 4. Keratitis pungtata superfisial dari 6u/hs 1. Keratitis numularis dari Dimmer 9. Keratitis disif!rmis dari -esth!ff 2. Kerat!k!n ungti%itis epidemika Keratitis superfisial ulseratif, yang terdiri atas + 4. Keratitis pungtata superfisial ulserati%a 1. Keratitis flikten 9. Keratitis herpertika 2. Keratitis sika =. R!sasea keratitis 'etiap eti!l!gi menun ukan ge ala yang berbeda P beda tergantung dari enis path!gen dan lapisan k!rnea yang terkena. Diagn!sis keratitis dapat ditegakkan melalui pemeriksaan lampu /elah. Dengan pemeriksaan lampu /elah, penatalaksanaan keratitis dapat dilakukan dengan tepat dan sesuai dengan eti!l!gi penyebabnya. Pr!gn!sis pada setiap kasus tergantung pada beberapa fakt!r, termasuk luasnya dan kedalaman lapisan k!rnea yang terlibat, ada atau tidak nya perluasan ke aringan !rbita lain, status kesehatan pasien @/!nt!hnya immunocompromisedA, %irulensi pat!gen, ada atau tidaknya %askularisasi dan dep!sit k!lagen pada aringan tersebut, .aktu penegakkan diagn!sis klinis yang dapat dik!nfirmasi dengan pemeriksaan penun ang lainnya seperti kultur path!gen, dan diagn!sis serta peng!batan yang diberikan. 11

DAFTAR PUSTAKA

4. Jaughan, Daniel , et al. 1331. Oftalmologi Umum edisi-14. 0akarta+ -idya Medika. &al+ 41< P 4=1 1. )lyas, ' @133<A )lmu Penyakit Mata, 9rd edn., 0akarta+ (alai Penerbit 6K$). 9. Nungraheni Mei 1344A. 2. Jaughan K #sburyLs @133;A ,eneral 8phthalm!l!gy, 4:th edn., $nited 'tates !f #meri/a+ M/,ra.*&ill. =. Dinas kesehatan Pr!pinsi 0a.a Tengah., 1334. Bu u !edoman "esehatan #ata$ %elinga$ dan &iwa' 0a.a Tengah >. Kaye '(, 7ynas ", Patters!n #, Risk 0M, M/"arthy K, &art "#. 5%iden/e f!r herpes simpleD %iral laten/y in the human /!rnea, (ri 8phthalm!l 4<<4? :=+ 4<=133 :. 'uhard !, #gni #N. Penggunaan asikl!%ir salep mata 9I untuk peng!batan keratitis herpetika, Medika 4<<1? 44+ 1=; ;. 'uhard ! @4<<=A Diagn!sis dan PenatalaksanaanKeratitis &erpes 'impleks , #%ailable at+ file+EEE"+E$sersE.in:EDeskt!pERefratI13keratitisEkeratitis I13herpetik.html @#//essed+ < Mei 1344A. K. @1343A Presus mata QkeratitisQ, #%ailable at+

file+EEE"+E$sersE.in:EDeskt!pERefratI13keratitisEindeD.php.htm @#//essed+ <

19