Anda di halaman 1dari 12

Sistem Urinarius pada Perempuan Bodi Eko Febrianto 102011166 Mahasiswa Kedokteran Semester III Fakultas Kedokteran Universitas

Kristen Krida Wacana Jalan Arjuna Utara no 6 Jakarta Barat 11470 25 September 2012 Email : bodi_e@yahoo.com Pendahuluan Sistem perkemihan atau biasa juga disebut Urinary System adalah suatu sistem kerjasama tubuh yang memiliki tujuan utama mempertahankan keseimbangan internal atau Homeostatis,selain itu dalam sistem ini terjadi proses penyaringan darah sehingga darah bebas dan bersih dari zat-zat yang tidak digunakan oleh tubuh dan menyerap zat-zat yang masih dipergunakan oleh tubuh. Urin yang di produksi oleh ginjal kemudian akan dialirkan melalui ureter ke kandung kemih, tempat urin di tampung untuk semetara waktu, dan kemudian di keluarkan melalui uretra. Kedua ginjal biasanya menghasilkan 125 ml filtrat permenit, dan 124ml di reabsorbsi sedangkan 1 ml nya di alirkan melalui ureter sebagai urin. Oleh karena bagitu pentingnya fungsi traktus urinarius dan keseimbangan. Pembahasan Struktur Makroskopis Ginjal dan Saluran kemih 1. Ginjal Ginjal merupakan organ yang berbentuk seperti kacang, terdapat sepasang (masingmasing satu di sebelah kanan dan kiri vertebra) dan posisinya retroperitoneal. Ginjal kanan terletak sedikit lebih rendah (kurang lebih 1 cm) dibanding ginjal kiri, hal ini disebabkan adanya hati yang mendesak ginjal sebelah kanan. Kutub atas ginjal kiri adalah tepi atas iga 11 (vertebra T12), sedangkan kutub atas ginjal kanan adalah tepi bawah iga 11 atau iga 12. Adapun kutub bawah ginjal kiri adalah processus transversus vertebra L2 (kira-kira 5 cm dari krista iliaka) sedangkan kutub bawah ginjal kanan adalah pertengahan vertebra L3. Dari batas-batas tersebut dapat terlihat bahwa ginjal kanan posisinya lebih rendah dibandingkan ginjal kiri.1

[Type the company name]

Bagian paling luar dari ginjal disebut korteks atau pembungkus ginjal. Pembungkus ginjal ini terdiri dari tiga bagian, yaitu:

Capsula fibrosaBagian ini mudah dikupas dan merupakan pembungkus yg membungkus langsung ginjal,tetapi tidak ikut membungkus gl. Supra renalis.1,2 Capsula adiposaMerupakan pembungkus ginjal setelah kapsula fibrosa, mengandung banyak lemak danikut membungkus gl. Supra renalis. 1,2 Fascia renalisLetaknya paling luar, lapisan depan disebut fascia prerenalis, dan lapisan belakang disebutfascia retro renalis. Kedua lembar fascia renalis ini ke kaudal tetap berpisah, namun dicranial menjadi satu. 1,2

Secara umum, ginjal terdiri dari beberapa bagian:

Korteks, yaitu bagian ginjal di mana di dalamnya terdapat/terdiri dari korpus renalis/Malpighi (glomerulus dan kapsul Bowman), tubulus kontortus proksimal dan tubulus kontortus distalis. Medula, yang terdiri dari 9-14 pyiramid. Di dalamnya terdiri dari tubulus rektus, lengkung Henle dan tubukus pengumpul (ductus colligent). Columna renalis, yaitu bagian korteks di antara pyramid ginjal Processus renalis, yaitu bagian pyramid/medula yang menonjol ke arah korteks Hilus renalis, yaitu suatu bagian/area di mana pembuluh darah, serabut saraf atau duktus memasuki/meninggalkan ginjal. Papilla renalis, yaitu bagian yang menghubungkan antara duktus pengumpul dan calix minor. Calix minor, yaitu percabangan dari calix major. Calix major, yaitu percabangan dari pelvis renalis. Pelvis renalis, disebut juga piala ginjal, yaitu bagian yang menghubungkan antara calix major dan ureter. Ureter, yaitu saluran yang membawa urine menuju vesica urinaria.1

Vaskularisasi Ginjal Ginjal mendapatkan suplai darah dari aorta abdominalis yang bercabang menjadi arteri renalis, arteri interlobaris arteri arcuata arteri interlobularis arteriole aferen glomerulus arteriole eferen kapiler juxta glomerulare peritubuler vena interlobularis vena arcuata vena interlobularis vena renalis.
[Type the company name]
2

Nefron sebagai unit fungsional ginjal Ginjal terdiri dari kurang lebih 1 juta nefron,yang masing-masing dapat membentuk urin.Setiap nefron mempunyai komponen utama yaitu: 1. Glomelurus (kapiler glomelurus) yang di lalui sejumlah besar cairan yang di filtrasi dari darah 2. Tubulus yang panjang dimana cairan yng difiltrasi diubah menjadi urin dalam perjalanannya menuju pelvis ginjal.2,3 2. Ureter Ureter merupakan saluran sepanjang 25-30 cm yang membawa hasil penyaringan ginjal (filtrasi, reabsorpsi, sekresi) dari pelvis renalis menuju vesica urinaria. Terdapat sepasang ureter yang terletak retroperitoneal, masing-masing satu untuk setiap ginjal.1 Ureter setelah keluar dari ginjal (melalui pelvis) akan turun di depan m.psoas major, lalu menyilangi pintu atas panggul dengan a.iliaca communis. Ureter berjalan secara postero-inferior di dinding lateral pelvis, lalu melengkung secara ventro-medial untuk mencapai vesica urinaria. Adanya katup uretero-vesical mencegah aliran balik urine setelah memasuki kandung kemih. Terdapat beberapa tempat di mana ureter mengalami penyempitan yaitu peralihan pelvis renalisureter, fleksura marginalis serta muara ureter ke dalam vesica urinaria. Tempat-tempat seperti ini sering terbentuk batu/kalkulus. Ureter diperdarahi oleh cabang dari a.renalis, aorta abdominalis, a.iliaca communis, a.testicularis/ovarica serta a.vesicalis inferior. Sedangkan persarafan ureter melalui segmen T10L1 atau L2 melalui pleksus renalis, pleksus aorticus, serta pleksus hipogastricus superior dan inferior.2 3. Vesica urinaria Vesica urinaria, sering juga disebut kandung kemih atau buli-buli, merupakan tempat untuk menampung urine yang berasal dari ginjal melalui ureter, untuk selanjutnya diteruskan ke uretra dan lingkungan eksternal tubuh melalui mekanisme relaksasi sphincter. Vesica urinaria terletak di lantai pelvis (pelvic floor), bersama-sama dengan organ lain seperti rektum, organ reproduksi, bagian usus halus, serta pembuluh-pembuluh darah, limfatik dan saraf.1,2

Dalam keadaan kosong vesica urinaria berbentuk tetrahedral yang terdiri atas tiga bagian yaitu apex, fundus/basis dan collum. Serta mempunyai tiga permukaan (superior dan inferolateral dextra dan sinistra) serta empat tepi (anterior, posterior, dan lateral dextra dan sinistra). Dinding vesica urinaria terdiri dari otot m.detrusor (otot spiral, longitudinal, sirkular). Terdapat trigonum vesicae pada bagian posteroinferior dan collum vesicae. Trigonum vesicae merupakan suatu bagian berbentuk mirip-segitiga yang terdiri dari orifisium kedua ureter dan collum vesicae, bagian ini berwarna lebih pucat dan tidak memiliki rugae walaupun dalam keadaan kosong.2
[Type the company name] 3

Vesicae urinaria diperdarahi oleh a.vesicalis superior dan inferior. Namun pada perempuan, a.vesicalis inferior digantikan oleh a.vaginalis. Sedangkan persarafan pada vesica urinaria terdiri atas persarafan simpatis dan parasimpatis. Persarafan simpatis melalui n.splanchnicus minor, n.splanchnicus imus, dan n.splanchnicus lumbalis L1-L2. Adapun persarafan parasimpatis melalui n.splanchnicus pelvicus S2-S4, yang berperan sebagai sensorik dan motorik. 1,2 4. Uretra Uretra merupakan saluran yang membawa urine keluar dari vesica urinaria menuju lingkungan luar. Terdapat beberapa perbedaan uretra pada pria dan wanita. Uretra pada pria memiliki panjang sekitar 20 cm dan juga berfungsi sebagai organ seksual (berhubungan dengan kelenjar prostat), sedangkan uretra pada wanita panjangnya sekitar 3.5 cm. selain itu, Pria memiliki dua otot sphincter yaitu m.sphincter interna (otot polos terusan dari m.detrusor dan bersifat involunter) dan m.sphincter externa (di uretra pars membranosa, bersifat volunter), sedangkan pada wanita hanya memiliki m.sphincter externa (distal inferior dari kandung kemih dan bersifat volunter). 1,2 Struktur Mikroskopis Ginjal dan Saluran kemih I. Ginjal Setiap ginjal terdiri dari sekitar satu juta satuan fungsional berukuran mikroskopis yang dikenal sebagai nefron. Setiap nefron terdiri dari komponen vascular dan komponen tubulus. Bagian yang dominan pada komponen vaskular adalah glomerulus. Struktur internal dari ginjal adalah sebagai berikut:1,3 Hilus, adalah tingkat kecekungan tepi medial ginjal. 3 Sinus ginjal, adalah rongga berisi lemak yang membuka pada hilus. Sinus ini membentuk perlekatan untuk jalan masuk dan keluar ureter, vena dan arteri renalis, saraf dan limfatik.
3

Pelvis ginjal, adalah perluasan ujung proksimal ureter. Ujung ini berlanjut menjadi dua sampai tiga khaliks major, yaitu rongga yang mencapai glandular, bagian penghasil urine pada ginjal. Pada khaliks major bercabang menjadi beberapa (8-18) khaliks minor. 3 Parenkim ginjal, adaah jaringan ginjal yang menyelubungi sruktur sinus ginjal. Jaringan ini terbagi menjadi medula dalam dan korteks luar. 3

[Type the company name]

o Medulla terdiri dari massa-massa triangular yang disebut piramida ginjal. Ujung yang sempit dari setiap piramida, papilla, masuk ke dalam khaliks minor dan ditembus ductus pengumpul urine. 3 o Korteks tersusun dari tubulus dan pembuluh darah nefron yang merupakan unit structural dan fungsional ginjal. Korteks terletak di dalam di antara piramidapiramida medulla yang bersebelahan untuk membentuk kolumna ginjal. 3 Ginjal terbagi lagi menjadi lobus ginjal. Setiap lobus terdiri dari satu piramida ginjal, kolumna yang saling berdekatan, dan jaringan korteks yang melapisinya.

Struktur Mikoskopik Nefron Satu ginjal mengandung 1-4 juta nefron yang merupakan unit pembentuk urine. Setiap nefron memiliki satu komponen vascular (kapilar) dan satu komponen tubular.1 1.Glomerulus adalah gulungan kapiler yang dikelilingi kapsul epitel berdining ganda yang disebut kapsula Bowman. Glomerulus dan kapsul Bowman bersama-sama membentuk sebuah korpuskel ginjal. 3 Lapisan visceral kapsula Bowman adalah lapisan internal epithelium. Sel-sel lapisan visceral dimodifikasi menjadi padosit (:sel seperti , kaki), yaitu sel-sel epitel khusus di sekitar kapiler glomerular. Lapisan parietal kapsula Bowman membentuk tepi luar korpuskel ginjal. o Pada kutub vascular korpuskel ginjal, arteriola afferen masuk ke glomerulus dan arteriola efferent keluar dari glomerulus. o Pada kutub urinarius korpuskel ginjal, glomerulus memfiltrasi aliran yang masuk ke dalam tubulus kontortus proksimal. 3 2.Tubulus Kontortus Proksimal, panjangnya mencapai 15mm dan sangat berliku. Pada permukaan yang menghadap lumen tubulus ini terdapat sel-sel epithelial kuboid yang kaya akan mikrovilus (brush border) dan mamperluas area permukaan lumen. 3 3.Ansa Henle. Tubulus kontortus proksimal mengarah ke tungkai desenden ansa Henle yang masuk ke dalam medulla, membentuk lengkungan jepit yang tajam (lekukan), dan membalik ke atas membentuk tungkai asenden ansa Henle. 3
[Type the company name] 5

4.Tubulus kontortus distal juga sangat berliku, panjangnya sekitar 5 mm dan membentuk segmen terakhir nefron. Di sepanjang jalurnya, tubulus ini bersentuhan dengan dinding arteriol aferen. Bagian tubulus yang bersentuhan dengan arteriol mengandung sel-sel ermodifikasi yang disebut macula densa. Macula densa berfungsi sebagai suatu kemoreseptor dan distimulasi oleh penurunan ion natrium. Dinding arteriol aferen yang bersebelahan dengan macula densa mengandung sel-sel otot polos termodifikasi yang disebur sel jukstaglomerular. Sel ini distimulasi melalui penurunan tekanan darah untuk memproduksi renin. Macula densa, sel jukstaglomerular, dan sel mesangium saling bekerja sama untuk membentuk apparatus jukstaglomerular yang penting dalam pengaturan tekanan darah. 3

5.Tubulus dan ductus pengumpul. Karena setiap tubulus pengumpul berdesenden di korteks, maka tubulus tersebut akan mengalir ke sejumlah tubulus kontortus distal. Tubulus pengumpul membentuk ductus pengumpul besar yang lurus. Ductus pengumpul membentuk tuba yang lebih besar yang mengalirkan urine ke dalam khaliks minor. Khaliks minor bermuara ke dalam pelvis ginjal melalui khaliks major. Dari pelvis ginjal, urine dialirkan ke ureter yang mengarah ke vesica urinaria. 3 Ureter Mukosa ureter sangat berlipat dan dilapisi epitel transisional tebal. Di bawahnyaterdapat lamina propria jaringan ikat. Muskularis ureter mengandung dua lapisan otot polos,yaitu lapisan otot longitudinal dalam dan lapisan otot sirkular di tengah. Lapisan ketiga,longitudinal luar terdapat di dinding ureter sepertiga bawah. Di sekitar dinding ureter terdapat jaringan ikat adventisia. Di dalam adventisia dan sekitarnya juga terdapat banyak pembuluhdarah dan jaringan lemak.Ureter yang tidak diregangkan memiliki lumen berkelok karena adanya lipatan memanjang. 2,3 Dinding ureter terdiri atas mukosa, muskularis, dan adventisia. Mukosa terdiriatas epitel transisional dan lamina propria lebar. Epitel transisional terdiri atas beberapa lapissel, lapisan terluar ditandai sel-sel kuboid besar. Sel-sel intermediate berbentuk polihedralkarena sel-sel di basal berbentuk kuboid ataus silinder rendah. 3 Permukaan basal epitel inilicin, tanpa lekukan papil-papil jaringan ikat. Lammina propria terdiri atas jaringan ikatfibroelastis lebih padat di bawah epitel lebih padat dibandingkan dengan fibroblas di dekatmuskularis yang lebih longgat. Jaringan limfoid difus dan kadang-kadang limfonodus keculmungkin terlihat sekitar lamina propria.Pada ureter bagian atas, muskularis
[Type the company name] 6

terdiri atas lapisan otot polos longitudinal dalam dansirkular luar. lapisan ini tidak selalu jelas. Lapisan longitudinal luar tambahan terdapat padasepertiga ureter bagian bawah. Adventisia menyatu dengan jaringan ikat fibroelastis dan jaringan lemak di sekitarnya yang mengandung banyak arteri, venula, dan saraf kecil. 3

Vesica Urinaria Lapisan otot polos dinding vesica urinaria serupa dengan lapisan otot di ureter, kecualiketebalannya. Dinding vesica urinaria terdiri atas mukosa, muskularis, dan serosa padapermukaan superior vesica urinaria, permukaan inferior nya ditutupi oleh adventisia yangmenyatu dengan jaringan ikat struktur-struktur dekatnya.Mukosa vesika yang kosong tampak berlipat-lipat. Epitel transisional mengandung lebihbanyak lapisan sel dan lamina propria lebih lebar daripada yang di ureter. Jaringan ikat didalamnya mengandung lebih banyak serat elastin.Muskularisnya tebal dan ketiga lapisan di bagian leher vesika urinaria tersusun dalamberkas yang saling beranastomosis dengan jaringan ikat longgar di antaranya. Pada vesikakosong, sel-sel superfisial epitel transisional berbentuk kuboid atau silindris rendah. Bilavesika penuh dan epitel transisionalnya diregangkan, sel-selnya menjadi gepeng. Membranpermukaan asidofilik sel-sel superfisial tmpak jelas. 3 Urethra

Dilapisi epitel berlapis gepeng ,di beberapa tempat terdapat epitel bertingkat torak. Dipertengahan urethra terdapat sphinter externa (muscular bercorak). 3

Mekanisme Pembentukan Urin Urin dibentuk dalam ginjal melalui tiga proses yaitu filtrasi oleh glomerulus,reabsorbsi dan sekresi oleh tubulus. Proses pembentukan urin dimulai di glomerulus. Glomerulu merupakan bagian nefron yang pertama menerima darah dan berfungsi untuk menyaring darah. Hasil filtrasi disebut filtrate glomerulus. Filtrasi glomerulus berlangsung karena beberapa factor yaitu tekanan darah dalam kapiler glomelurus,membrane basalis glomerulus yang bersifat semipermeabel dan bermuatan listrik negatif.4 1. Filtrasi Glomerulus Filtrat glomerulus terbentuk sewaktu sebagian plasma mengalir melalui tiap-tipa glomerulus terdorong secara pasif oleh tekanan enembus membrane glomerulus untuk masuk ke dalam lumen kapsula bowman. Tekanan filtrasi netto yang memicu flitrasi ditimbulkan oleh
[Type the company name] 7

ketidakseimbangan dalam gaya-gaya fisik yang bekerja pada membrane glomerulus. Tekana darah kapiler glomerulus yang tinggi dan mendorong filtrasi mengalahkan kombinasi dari tekanan osmotic koloid plasma dan tekanan hidrostatik kapsula bowman yang bekerja berlawanan. Biasanya , 20 % sampai 25 % curah jantung disalurkan ke ginjal untuk meeengalami proses regulatorik dan ekskretorik ginjal. Dari plasma yang mangalir malalui ginjal,dalam keadaan normal 20 % difiltrasi melalui glomerulus ,menghasilkan laju filtrasi glomerulus (GFR) 125 ml/menit. Komposisis filtrate tersebut identik dengan plasama,kecuali protein plasma yang tertahan oleh membrane glomerulus. GFR dapat secara sengaja dirubah dengan mengubah tekanan darah kapiler glomerulus sebagai asil dari pengaruh simpatis pada arteriol aferen. Vasokontruksi arteriol aferen menurunkan aliran darh ke glomerulus sehingga tekanan darah glomerulus menurun dan GFR juga menurun, sebaliknya vasodilatasi arteriol aferen meningkatkan aliran darah glmerulus dan GFR. Control simpatis atas GFR merupakan bagian dari respon reflek baroresepor untuk mengkompensasi perubahan tekanan darah arteri. Jika GFR beubah jumlah cairan yang keluar melalui urin juga berubah,sehingga volume plasma dapat diatur sesuai kebutuhan untuk membantu memulihkan tekanan darah ke normal dalam jangka panjang.4,5 2. Reabsorbsi Tubulus Setelah plasma bebas protein difiltrasi melalui glomerulus,setiap zat ditangani tersendiri oleh tubulus sehingga walaupun konsentrasi semua konstituen dalam filtrate glomerulus awal identik dengan konsentrasinya dalam plasma( dengan kekecualian protein plasma),konsentrasi berbagai konstituen mengalami perubaha-perubahan saat cairan filtrasi mengalir melalui system tubulus. Kapasitas reabsorbsi tubulus sangat besar. Lebih dari 99% plasma yang difiltrasi dikembalikan ke darah melalaui reabsorbsi. Zat-zat utama yang secar aktif direabsorbsi adalah Na+, sebagain besar elektrolit dan nutrient organic,misalnya glukosa dan asam amino. Zat terpenting yang direabsorbsi secara pasif adalah Cl, H2O dan urea. Hal utama yang berkaita dengan sebagian besar proses reabsorbsi adalah reabsorbsi aktif Na . suatu pembawa Na+,K+ATPase bergantung energi yang terletak di membrane basolateral setiap sel tubulus proksimal mengangkut Na+ ke luar dari dalam sel ke dalam ruangan lateral di antara sel-sel yang berdekatan. Perpindahan Na+ inimemicu reabsorbsi netto Na+ dari lumen
[Type the company name] 8
+

tubulus ke plasma kapiler peritubulus,yang sebagian besar terjadi di tubulus proksimal. Energi yang digunakan untuk memasok pembawa Na+ K ATP ase bertanggungjawab untuk merabsorbsi Na+,glukosa,asam amino,Cl,H2O dan urea dari dalam tubulus proksimal. Dari sel tubulus zat-zat tersebut akhirnya masuk ke dalam plasma. Klorida direabsorbsi secara pasif mengikuti penerunan gradient listrik yang diciptakan oleh reabsorbsi aktif Na+. Air secara pasif direabsorbsi akibat gradient osmotic yang diciptakan oleh reabsorbsi aktif Na+.4-6 3. Sekresi Tubulus Dengan menyediakan rute kedua jalan masuk ke dalam tubulus bagi zat-zat tertentu, sekresi tubulus dapat dipandang sebagai mekanisme tambahan yang meningkatkan eliminasi zatzat tersebut dari tubuh. Semua zat yang masuk ke cairan tubulus, baik melalui filtrasi glomerulus maupun sekresi tubulus dan tidak direabsorpsi, akan dielminasi dalam urin. 6 Sekresi tubulus melibatkan transportasi transepitel seperti yang dilakukan reabsorpsi tubulus, tetapi langjah-langkahnya berlawanan arah. Seperti reabsorpsi, sekresi tubulus dapat aktif atau pasif. Bahan yang paling penting yang disekresikan oleh tubulus adalah ion hydrogen (H+), ion kalium (K+), serta anion dan kation yang banyak diantaranya adalah senyawa-senyawa asing bagi tubuh.6 Tubulus injal mampu secara selektif menambahkan zat-zat tertentu ke dalam cairan filtrasi melalui proses sekresi tubulus. Sekresi suatu zat meningkatkan ekskresinya dalam urin. System sekresi yang terpenting adalah : H+ : penting untuk mengatur keseimbangan asam basa K+ : menjaga konsentrasi K+ plasma pad tingkat yang sesuai untuk mempertahankan ekstabilitas normal membrane sel otot dan saraf. 6 Anion dan kation organic : melaksanakan eliminasi senyawa-senyawa organic asing dari tubuh. Ekskresi Urin Dari 125ml/menit cairan yang difiltrasi di glomerulus,dalam keadaan normal hanya 1ml/menit yang tertinggal di dalam tubulus dan diekskresikan sebagai urin. Hanya zat-zat sisa dan kelebihan elektrolit yang tidak diperlukan tubuh dibiarkan dalam tubulus. Ginjal mampu
[Type the company name] 9

mengsekresikan urin dengan volume dan konsentrasi yang berbeda-beda baik untuk menahan atau mengelurkan H2O,masing-masing bergantung pada apakah tubuh mengalami defist atau kelebihan H2O. ginjal mampu menghasilkan urin dengan rentang dari 0,3ml/menit pada1200mosm/l sampai 25ml/menit pada 100mosm/l dengan mereabsorbsi H2O dalam jumlah bervariasi di bagian distal. Variasi reabsorbsi inin dimungkinkan oleh adanya gradient osmotic.5,6 vertical yang dibentuk oleh system countercurrent lengkung henle dan daur ulang urea antara tubulus pengumpul dan lengkung henle. Vasopressin meningkatkan permeabilitas tubulus distal dan pengumpul terhadap H2O. sekresi vasopressin terhambat jika terdapat kelebihan H2O sehingga reabsorbsi H2O menurun. 5,6 Setelah terbentu urin di dorong oleh kontraksi peristaltic melalui ureter dari ginjal ke kandung kemih untuk disimpan sementara. Kandung kemih dapat menampung 250 sampai 400 ml urin sebelum reseptor renggang di dindingnya melalui reflex berkemih. Releks ini menyebabkan pengosongn kandung kemih secara involunter dengan secara bersamaan menyebabkan kontraksi kandung kemih yang disertai oleh pembukaan sfingter urethra internal dan eksternal.4,5 Zat normal dalam urine: a. Urea: hasil akhir utama dari katabolisme protein. Sehari diekskresikan 25 gr, tergantung intake proteinnya. Ekskresi naik pada saat demam, penyakit kencing manis, aktivitas hormon adrenokortikoid yang berlebihan. Di hepar, urea dibentuk dari siklus urea (ornitin dari CO2dan NH3. Pembentukan urea menurun pada penyakit hepar dan asidosis.6 b. Ammonia: dikeluarkan dari sel tubulus ginjal, pada asidosis pembentukan amonia akan naik. 6 c. Kreatinin: hasil katabolisme kreatin. Koefisien kreatinin adalah jumlah mg kreatinin yang diekskresikan dalam 24 jam/kg BB. Nilai normal pada laki-laki adl 20-26 mg/kg BB. Sedang pada wanita adl 14-22 mg/kg BB. Ekskresi kreatinin meningkat pada penyakit otot. 6 d. Asam urat: hasil oksidasi purin di dalam tubuh. Kelarutannya dalam air kecil tetapi larut dalam garam alkali. Ekskresinya meningkat pada leukimia, penyakit hepar dan gout. Dengan arsenofosfotungstat dan natrium sianida, memberi warna biru. Ini merupakan dasar penetapan asam urat secara kolometri oleh Folin. Dengan enzim urikase akan menjadi allantoin. 6 e. Asam amino: pada dewasa kira2 diekskresikan 150-200 mg N per hari f. Allantoin: hasil oksidasi asam urat
[Type the company name] 10

g. Cl: dikeluarkan dlm bentuk NaCl, tergantung intakenya. Ekskresi 9-16 g/hari h. Sulfat: hasil metabolisme protein yang mengandung AA dg atom S, ex: sistein, sistin, metionin. Sulfat da 3 bentuk: seulfat anorganik, sulfat ester (konjugasi) dan sulfat netral. 6 i. Fosfat: di urin berikatan dg Na, K, Mg, Ca. Garam Mg dan Ca fosfat mengendap pada urin alkalis. Ekskresinya dipengaruhi pemasukan protein, kerusakan sel, kerusakan tulang pada osteomalasia dan hiperparatiroidisme ekskresinya naik dan menurun pada penyakit infeksi dan hipoparatiroidisme. 6 j. Oksalat: pd metab herediter ttt, ekskresinya naik. k. Mineral: Kationnya (Na, K, Ca, Mg). Ekskresi K naik pada kerusakan sel, pemasukan yang berlebih dan alkalosis. Ekskresi ion K dan Na dikontrol korteks adrenal. 6 l. Vitamin, hormon dan enzim: pada pankreatitis amilase dan disakaridase meningkat. Hormon Choriogonadotropin (HCG) terdpt pd urine wanita hamil. 6 Zat abnormal dalam urin: a. Protein: tidak boleh lebih dari 200 mg/hari. Ekskresinya naik berarti terjadi proteinuria misal terjd glomeluronefritis sehingga ginjalnya bocor. b. Glukosa: bila dengan Benedict positif berarti glikosuria, indikasi DM. 6 c. Lain2: fruktosuria, galaktosuria, laktosuria, pentosuria. d. Benda-benda keton (as. Asetoasetat, -hodroksi butirat, aseton): normal ekskresinya hanya 315 mg/hari. Ekskresi naik pada kelaparan, gangguan metabolisme karbohidrat (DM), kehamilan, pemberian anestesi dg eter, asidosis ttt. Ada benda keton baunya khas yaitu aseton, diuji dg reagen Rhotera. 6 e. Bilirubin dan garam-garam kolat: ada di dalam urine berarti terjadi sumbatan pada saluran empedu, empedu banyak masuk ke darah diekskresi di urin warna urin seperti air teh. Jika tertimbun di jaringan subkutan menyebabkan ikterus. Ada bilirubin dibuktikan dengan reaksi Gmelin, ada garam2 kolat dibuktikn dg percobaan Hay. 6 f. Darah: d di dalam urine hematuria, misal pada penyakit radang ginjal atau saluran kencing di bawahnya. Eritrosit pecah, Hb keluar dan da di urin hemoglobinuria. Pigmen darah (Hb) dpt dibuktikan dg percobaan benzidin. 6 g. Porfirin; Koproporfitin diekskresi 60-200 g/hari. Ekskresi naik porfiria

[Type the company name]

11

Kesimpulan Sistem urinaria merupakan sistem yang terbentuk dari ginjal, ureter, vesica urinaria, dan uretra. Masing-masing memiliki peran dan fungsi yang berbeda.Kerjanya saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya, sehingga jika terjadi gangguan atau kerusakan pada salah satu organ maka akan mengakibatkan terhambat atau sulitnya kerja sistem urinaria secara keseluruhan. Daftar Pustaka 1. Sloane E. Anatomi dan fisiologi untuk pemula. Jakarta : EGC ; 2004. Hal 318-321, 321323, 347-351. 2. Snell RS. Anatomi klinik untuk mahasiswa kedokteran. Ed 6. Jakarta: EGC; 2006. Hal 167-167, 349-352. 3. Junqueira LC. Histology dasar. Ed 10. Jakarta : EGC ; 2007. Hal 369-377, 415-431. 4. Ganong WF. Buku ajar fisiologi kedokteran. Ed. 22. Jakarta: EGC; 2008. Hal 725-745. 5. Gyton AC, Hall JE.Buku ajar fisiologi kedokteran. Ed. 11. Jakarta: EGC; 2008. Hal 327343 6. Collen M.Smith, Allan D. Marks, Dawn B.Marks. Biokimia Kedokteran

Dasar.Jakarta:EGC; 2000.Hal. 587-600

[Type the company name]

12