Anda di halaman 1dari 10

Kemoterapi

Efek-efek sampingan dari kemoterapi tergantung terutama pada obat-obat spesifik dan jumlah yang diterima pada satu kali. Pada umumnya, obat-obat antikanker mempengaruhi sel-sel yang membelah secara cepat, terutama: Sel-sel darah: Sel-sel ini melawan infeksi, membantu darah untuk menggumpal/membeku, dan membawa oksigen ke seluruh bagian-bagian tubuh. etika obat-obat mempengaruhi sel-sel darah, pasien-pasien lebih mungkin mendapat infeksi-infeksi, mungkin mememar atau berdarah dengan mudah, dan mungkin merasa sangat lemah dan lelah. Sel-sel di akar-akar rambut: emoeterapi dapat menyebabkan kerontokan rambut. !ambut tumbuh kembali, namun adakalanya rambut yang baru adalah sedikit banyak berbeda dalam warna dan tekstur. Sel-sel yang melapisi saluran pencernaan: emoterapi dapat menyebabkan nafsu makan yang buruk, mual dan muntah, diare, atau lika-luka mulut dan bibir. "anyak dari efek-efek sampingan ini dapat dikontrol dengan obat-obat.

Kemotrapi Dapat Membunuh Sel-Sel Otak Sehat


##/$%/#$$% & "aca : '(% & omentar : $ )elah diketahui bahwa radioterapi kranial dapat menimbulkan efek samping terhadap intelegensia. Suatu studi terbaru yang dipublikasi dalam majalah journal of "iology, menunjukkan bahwa kemoterapi juga menimbulkan efek toksik terhadap susunan saraf pusat terutama terhadap sel-sel progenitor saraf dan oligodendrosit. *bat-obat yang digunakan untuk mengobati kanker ternyata selain menghancurkan sel-sel kanker, juga merusak jaringan otak sehat. "anyak pasien kanker melaporkan timbulkan gangguan daya ingat, kemampuan belajar, kemampuan mendengar dengan cermat, kemampuan berkonsentrasi dan gangguan fungsi mental lain selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun kemudian setelah mereka mendapat kemoterapi. +asalah yang sudah lama dikenali tetapi tidak diketahui sebabnya yang pasti, dikenal sebagai chemo brain. ,r.+ark -oble dan kawan-kawan melakukan suatu seri penelitian untuk mengidentifikasi penyebab fisiologik potensial chemo brain ini. Studi ini merupakan studi pertama yang meneliti masalah chemo brain secara ilmiah, neurobiologik dan biologi seluler. ,alam salah satu studinya, tim peneliti memarkan beberapa jenis sel-sel otak sehat terhadap . obat kemoterapi yang sering digunakan, yaitu karmustin, sisplatin dan sitarabin. Sebagai perbandingan, dipaparkan beberapa jenis sel kanker terhadap obat-obat tersebut. +ereka menemukan bahwa obat-obat kemoterapi tersebut lebih toksik terhadap sel-sel otak yang sehat dibanding terhadap sel-sel kanker. ,osis obat yang dapat membunuh /$ 012 %$3 sel kanker, ternyata juga membunuh 4$ 012 '$$3 sel otak sehat. Efek toksik tersebut terutama timbul terhadap sel-sel progenitor SSP dan oligodendrosit yang tidak membelah. Peningkatan jumlah sel yang mati dan supresi pembelahan sel, terlihat baik secara in 5itro maupun in 5i5o. ,alam studi lain yang dilakukan pada tikus, para peneliti menemukan adanya peningkatan jumlah sel yang mati, dan penurunan pembelahan sel di daerah sub5entrikuler, di bagian gyrus hipokampus dan corpus callosum otak. Selain itu, kematian sel-sel otak sehat tersebut masih berlanjut sampai paling tidak 6 minggu setelah kemoterapi.

,ari studi di atas, tim peniliti ini menduga bahwa kerusakan sel-sel otak sehat yang mempengaruhi fungsi mental, mungkin disebabkan oleh dua mekanisme. emoterapi dosis rendahpun dapat membunuh sel-sel yang penting untuk proses belajar dan daya ingat. emoterapi juga membunuh selsel yang penting untuk transmisi sinyal dalam susunan saraf pusat, oleh karena itu jika transmisi ini diganggu, maka dapat timbul berbagai kelainan neurologik. ,r. Particia . ,uffner, mengemukakan bahwa pemahaman mengenai pengaruh jangka panjang kemoterapi adalah sangat penting. "ahwa hasil studi tim peneliti 7n5ersitas !ochester di atas harus merupakan peringatan bagi para ahli neurionkologi. ,i awal tahun '(%$, ,r. ,uffer melakukan studi pertama mengenai pengaruh radiasi terhadap otak pada anak-anak penderita kanker otak. "erbagai bukti adanya kerusakan otak akibat radiasi tersebut telah mengubah praktek klinis sejak saat itu, sehingga sekarang, hanya sebagian kecil anak diobati dengan radiasi, atau diobati dengan dosis radiasi yang sangat rendah. arena studi-studi di atas memperlihatkan bahwa kemoterapi secara jelas mempunyai potensi neurotosik mirip radiasi, maka diperlukan perhatian yang lebih besar untuk melakukan pemantauan jangka panjang pada anak-anak maupun orang dewa 888. Mekanisme Resistensi Obat '. Heterogenitas sel tumor. +utasi gen spontan terjadi dalam subpopulasi sel-sel kanker sebelum mereka terpapar kemoterapi. "eberapa dari subpopulasi ini tahan terhadap obat dan tumbuh menjadi tipe sel pendahulu setelah kemoterapi mengeliminasi batas sel sensitif. 9ipotesis :oldie-;oldman mengindikasikan bahwa probabilitas populasi tumor yang terdiri atas sel-sel resisten adalah sebuah fungsi dari jumlah total kemunculan sel. 9ipotesis ini menegaskan kemungkinan tinggi akan adanya mutan resisten-obat pada saat presentasi klinis. #. Resistensi obat tunggal '. En<im katabolik. Pemaparan terhadap obat dapat memicu pembentukan en<im katabolik yang menyebabkan resistensi obat. *bat dikatabolisme lebih cepat didalam sel dengan amplifikasi gen oleh ,-= pada en<im katabolik spesifik. ;ontohnya termasuk meningkatnya dihidrofolat reduktase, yang memetabolisme metotreksat> deaminase, yang menonaktifkan cytarabine> dan glutathione ?:S9@, yang menonaktifkan agen-agen alkilasi. #. :S9 penting untuk sintesis prekursor ,-=. +eningkatnya le5el en<im :S9 telah ditemukan pada berbagai kanker dan bukan pada jaringan normal yang mengelilinginya. :S9 dan en<imnya mengeruk radikal bebas dan tampaknya memainkan beberapa peranan dalam menonaktifkan agen-agen alkilasi melalui ikatan langsung, peningkatan metabolisme, detoksifikasi, atau perbaikan kerusakan ,-=. .. !esistensi terhadap penghambat topoisomerase dapat berkembang dengan berkurangnya akses obat ke en<im, perubahan struktur atau akti5itas en<im, menningkatnya angka perbaikan ,-=, dan sebagai akibat dari aksi protein resistensi multi-obat ?lihat bagian ; berikut@. /. Protein transpor. Pemaparan terhadap obat dapat memicu produksi transpor protein yang mengarah pada resistensi obat. Sebagai akibatnya, sejumlah kecil obat memasuki sel atau sejumlah besar dibawa keluar sel karena perubahan adaptif dalam transpor membran sel. ;ontohnya adalah transpor metotreksat dan gen resisten-multiobat. .. Resistensi multi-obat. !esistensi pada banyak agen, khususnya antimetabolit, dapat diakibatkan perubahan mutasional unik pada agen tersebut. ,alam kasus lainnya, perubahan mutasional tunggal setelah pemaparan terhadap obat tunggal dapat menyebabkan resistensi yang tampaknya tidak berhubungan dengan agen kemoterapeutik. '. :en P-'4$ dan mdr-I. Proses resistensi multiobat tampaknya terjadi sebagai akibat

induksi atau amplifikasi gen mdr-I. Produk gen adalah membran glikoprotein '4$-dalton ?P-'4$@, yang berfungsi sebagai pompa dan dengan cepat mengekspor kimia hidrofobik keluar dari sel. P-'4$ adalah produk sel normal dengan resistensi menetap terhadap kemoterapi, termasuk sel-sel ginjal, kolon, dan adrenal. +embran glikoprotein P-'4$ dapat diinduksi dan menengahi penghabisan alkaloid 5inka, antrasiklin, aktinomisin ,, epipodofilotoksin, dan kolkisin. etika terpapar oleh salah satu obat-obat ini, sel menjadi resisten terhadap obat lainnya namun tetap sensitif terhadap obat dari kelas lainnya ?misal agen alkilasi atau antimetabolit. ;;" ?misal 5erapamil@, amiodarone, kuinidin, siklosporin, fenotia<in, dan agen-agen lainnya telah dipelajari untuk kemampuan mereka membalik atau menghambat efek P-'4$. #. 9ilangnyan apoptosis sebagai mekanisme resistensi obat. Semua sel, termasuk sel kanker, harus memiliki mekanisme utuh untuk replikasi dan perbaikan untuk mencegah hilangnya informasi yang penting untuk kelangsungan hidup. Pada ketiadaan apoptosis utuh, sel-sel kanker dapat terus melalui pembelahan sel sekuensial dan mengakumulasi nukleotida yang tidak-cocok dan mutasi ,-= progresif. 9ilangnya apoptosis dimanifestasi dengan meningkatnya aneuploidi yang selalu dilihat sebagai kanker yang menjadi lebih agresif dan dengan frekuensi mutasi yang sangat tinggi pada gen supresor pA.. a. pA. adalah protein supresor tumor dan merupakan penginduksi apoptosis poten didalam sel yang kerusakan ,-=-nya telah terjadi. =gen perusak-,-= menyebabkan peningkatan le5el pA. didalam sel normal. etika sel terpapar oleh agen yang merusak ,-=, pA. menyebabkan tahanan siklus sel dalam fase diam ?:' dan :#@, mencegah progresi ke fase sintetik ,-= ?S@. Bungsi pA. ini diduga penting dalam melestarikan integritas genom selular. pA. tipe-liar menekan penyelenggara gen mdr-I, sementara mutan protein pA. dapat merangsang penyelenggaranya. +utasi pada gen pA. terjadi pada lebih dari A$3 tumor manusia. "erbagai tumor yang mengekspresikan mutan pA. atau menghapus pA. resisten terhadap jangakauan luas agen-agen antikanker. ,isregulasi jalur pA. bisa jadi sebuah mekanisme mencolok resistensi obat akibat produksi berlebihan produk gen yang bertanggung jawab memasuki fase-S dan pertumbuhan sel cepat. b. Bcl-# merupakan supresor poten kematian sel apoptotik. Permutasi ekspresi "cl-# ?atau gen yang berhubungan@ dapat menyebabkan baik represi ataupun promosi apoptosis yang dipicu oleh sinar-g atau agen-agen kemoterapi. +ekanisme proliferasi abnormal lain pada sel-sel kanker dapat menyebabkan cacat genetik yang menyebabkan mutasi dan hilangnya fungsi gen yang bertanggungjawab untuk apoptosis. c. =kti5asi -B-k" ?faktor nuklear-kappa "@ mengakibatkan supresi poten dari apoptotik potensial sejumlah stimuli eksternal, termasuk berbagai sitokin, )-B-a, kemoterapi, sinar-C dan sinar-g ?dan sebaliknya@. 9ubungan antara status pA. , -B-k", Bcl-#, dan sensiti5itas kemoterapi adalah kompleks. ci. =danya perbedaan kecepatan pertumbuhan ?growth@ dan pembelahan ?di5ision@ antara sel kanker dan sel normal yang disebut siklus sel ?cell cycle@ merupakan titik tolak dari cara kerja sitostatika. 9ampir semua sitostatika mempengaruhi proses yang berhubungan dengan sel aktif seperti mitosis dan duplikasi ,-=. Sel yang sedang dalam keadaan membelah pada umumnya lebih sensitif daripada sel dalam keadaan istirahat. "erdasar siklus sel kemoterapi ada yang bekerja pada semua siklus ? ;ell ;ycle non Spesific @ artinya bisa pada sel yang dalam siklus pertumbuhan sel bahkan dalam keadaan istirahat. =da juga kemoterapi

yang hanya bisa bekerja pada siklus pertumbuhan tertentu ? ;ell ;ycle phase spesific @. *bat yang dapat menghambat replikasi sel pada fase tertentu pada siklus sel disebut cell cycle specific. Sedangkan obat yang dapat menghambat pembelahan sel pada semua fase termasuk fase :$ disebut cell cycle nonspecific. *bat-obat yang tergolong cell cycle specific antara lain +etotreDate dan A-B7, obat-obat ini merupakan anti metabolit yang bekerja dengan cara menghambat sintesa ,-= pada fase S. *bat antikanker yang tergolong cell cycle nonspecific antara lain ;isplatin ?obat ini memiliki mekanisme cross-linking terhadap ,-= sehingga mencegah replikasi, bekerja pada fase :' dan :#@, ,oDorubicin ?fase S', :#, +@, "leomycin ?fase :#, +@, Eincristine ?fase S, +@. ,apat dimengerti bahwa <at dengan aksi multipel bisa mencegah timbulnya klonus tumor yang resisten, karena obat-obat ini cara kerjanya tidak sama. =pabila resiten terhadap agen tertentu kemungkinan sensitif terhadap agen lain yang diberikan, dikarenakan sasaran kerja pada siklus sel berbeda. +ekanisme ;ara erja emoterapi ebanyakan obat anti neoplasma yang secara klinis bermanfaat, agaknya bekerja dengan menghambat sintesis en<im maupun bahan esensial untuk sintesis dan atau fungsi asam nukleat. "erdasarkan mekanisme cara kerja obat , <at yang berguna pada tumor kepala leher dibagi sebagai berikut : '. =ntimetabolit, *bat ini menghambat biosintesis purin atau pirimidin. Sebagai contoh +)C, menghambat pembentukan folat tereduksi, yang dibutuhkan untuk sintesis timidin. #. *bat yang mengganggu struktur atau fungsi molekul ,-=. Fat pengalkil seperti ;)C ? ;yclophosphamide@ mengubah struktur ,-=, dengan demikian menahan replikasi sel. ,i lain pihak, antibiotika seperti dactinomycin dan doDorubicin mengikat dan menyelip diantara rangkaian nukleotid molekul ,-= dan dengan demikian menghambat produksi m!-=. .. 8nhibitor mitosis seperti alkaloid 5inka contohnya 5incristine dan 5inblastine, menahan pembelahan sel dengan mengganggu filamen mikro pada kumparan mitosis. ;ara Pemberian emoterapi Secara umum kemoterapi bisa digunakan dengan / cara kerja yaitu : '. Sebagai neoadju5an yaitu pemberian kemoterapi mendahului pembedahan dan radiasi. #. Sebagai terapi kombinasi yaitu kemoterapi diberikan bersamaan dengan radiasi pada kasus karsinoma stadium lanjut. .. Sebagai terapi adju5an yaitu sebagai terapi tambahan paska pembedahan dan atau radiasi /. Sebagai terapi utama yaitu digunakan tanpa radiasi dan pembedahan terutama pada kasus kasus stadium lanjut dan pada kasus kanker jenis hematologi ?leukemia dan limfoma@. +enurut prioritas indikasinya terapi terapi kanker dapat dibagi menjadi dua yaitu terapi utama dan terapi adju5an ?tambahan/ komplementer/ profilaksis@. )erapi utama dapat diberikan secara mandiri, namun terapi adju5an tidak dapat mandiri, artinya terapi adju5an tersebut harus meyertai terapi utamanya. )ujuannya adalah membantu terapi utama agar hasilnya lebih sempurna. )erapi adju5an tidak dapat diberikan begitu saja tetapi memiliki indikasi yaitu bila setelah mendapat terapi utamanya yang maksimal ternyata : - kankernya masih ada, dimana biopsi masih positif - kemungkinan besar kankernya masih ada, meskipun tidak ada bukti secara makroskopis. - pada tumor dengan derajat keganasan tinggi ? oleh karena tingginya resiko kekambuhan dan metastasis jauh@.

"erdasarkan saat pemberiannya kemoterapi adju5an pada tumor ganas dibagi menjadi : '. neoadju5ant atau induction chemotherapy #. concurrent, simultaneous atau concomitant chemoradiotherapy .. post definiti5e chemotherapy. Efek Samping emoterapi =gen kemoterapi tidak hanya menyerang sel tumor tapi juga sel normal yang membelah secara cepat seperti sel rambut, sumsum tulang dan Sel pada traktus gastro intestinal. =kibat yang timbul bisa berupa perdarahan, depresi sum-sum tulang yang memudahkan terjadinya infeksi. Pada traktus gastro intestinal bisa terjadi mual, muntah anoreksia dan ulserasi saluran cerna. Sedangkan pada sel rambut mengakibatkan kerontokan rambut. Garingan tubuh normal yang cepat proliferasi misalnya sum-sum tulang, folikel rambut, mukosa saluran pencernaan mudah terkena efek obat sitostatika. 7ntungnya sel kanker menjalani siklus lebih lama dari sel normal, sehingga dapat lebih lama dipengaruhi oleh sitostatika dan sel normal lebih cepat pulih dari pada sel kanker. Efek samping yang muncul pada jangka panjang adalah toksisitas terhadap jantung, yang dapat die5aluasi dengan E : dan toksisitas pada paru berupa kronik fibrosis pada paru. )oksisitas pada hepar dan ginjal lebih sering terjadi dan sebaiknya die5alusi fungsi faal hepar dan faal ginjalnya. elainan neurologi juga merupakan salah satu efek samping pemberian kemoterapi. 7ntuk menghindari efek samping intolerable, dimana penderita menjadi tambah sakit sebaiknya dosis obat dihitung secara cermat berdasarkan luas permukaan tubuh ?m#@ atau kadang-kadang menggunakan ukuran berat badan ?kg@. Selain itu faktor yang perlu diperhatikan adalah keadaan biologik penderita. 7ntuk menentukan keadaan biologik yang perlu diperhatikan adalah keadaan umum ?kurus sekali, tampak kesakitan, lemah sadar baik, koma, asites, sesak, dll@, status penampilan ?skala karnofsky, skala E;*:@, status gi<i, status hematologis, faal ginjal, faal hati, kondisi jantung, paru dan lain sebagainya. Penderita yang tergolong good risk dapat diberikan dosis yang relatif tinggi, pada poor risk ?apabila didapatkan gangguan berat pada faal organ penting@ maka dosis obat harus dikurangi, atau diberikan obat lain yang efek samping terhadap organ tersebut lebih minimal. Efek samping kemoterapi dipengaruhi oleh : '. +asing-masing agen memiliki toksisitas yang spesifik terhadap organ tubuh tertentu. #. ,osis. .. Gadwal pemberian. /. ;ara pemberian ?i5, im, peroral, per drip infus@. A. Baktor indi5idual pasien yang memiliki kecenderungan efek toksisitas pada organ tertentu. Persyaratan Pasien yang Hayak diberi emoterapi Pasien dengan keganasan memiki kondisi dan kelemahan kelemahan, yang apabila diberikan kemoterapi dapat terjadi untolerable side effect. Sebelum memberikan kemoterapi perlu pertimbangan sbb : '. +enggunakan kriteria Eastern ;ooperati5e *ncology :roup ?E;*:@ yaitu status penampilan I J # #. Gumlah lekosit KJ.$$$/ml .. Gumlah trombositKJ'#$.$$$$/ul /. ;adangan sumsum tulang masih adekuat misal 9b K '$ A. ;reatinin ;learence diatas 6$ ml/menit ?dalam #/ jam@ ? )es Baal :injal @ 6. "ilirubin I# mg/dl. , S:*) dan S:P) dalam batas normal ? )es Baal 9epar @. 4. Elektrolit dalam batas normal. %. +engingat toksisitas obat-obat sitostatika sebaiknya tidak diberikan pada usia diatas 4$ tahun.

Status Penampilan Penderita ;a ? Performance Status @ Status penampilan ini mengambil indikator kemampuan pasien, dimana penyait kanker semakin berat pasti akan mempengaruhi penampilan pasien. 9al ini juga menjadi faktor prognostik dan faktor yang menentukan pilihan terapi yang tepat pada pasien dengan sesuai status penampilannya. Skala status penampilan menurut E;*: ? Eastern ;ooperati5e *ncology :roup@ adalah sbb : - :rade $ : masih sepenuhnya aktif, tanpa hambatan untuk mengerjakan tugas kerja dan pekerjaan sehari-hari. - :rade ' : hambatan pada perkerjaan berat, namun masih mampu bekerja kantor ataupun pekerjaan rumah yang ringan. - :rade # : hambatan melakukan banyak pekerjaan, A$ 3 waktunya untuk tiduran dan hanya bisa mengurus perawatan dirinya sendiri, tidak dapat melakukan pekerjaan lain. - :rade . : 9anya mampu melakukan perawatan diri tertentu, lebih dari A$3 waktunya untuk tiduran. - :rade / : Sepenuhnya tidak bisa melakukan aktifitas apapun, betul-betul hanya di kursi atau tiduran terus. L by ,r 9eru -o5iat 9erdata Sp= http://ebookfkunsyiah.wordpress.com/#$$%/$(/$//cara-kerja-sitostatika-dan-efek-sampingnya/ ,uapertiga dari semua transfusi sel darah merah dilakukan pada masa perioperatif dan kebanyakan diberikan di kamar operasi. "ahkan untuk keperluan menjaga proses homeostasis pada saat operasi kadang diperlukan transfusi trombosit dan komponen plasma. )ransfusi komponen-komponen darah ini telah terbukti dapat memperbaiki keadaan pasien, misalnya meningkatkan oksigenasi jaringan, dan mengurangi perdarahan yang terjadi. 8tulah sebabnya sehingga pengetahuan tentang transfusi darah sangat penting bagi seorang ahli anestesi. )ransfusi darah harus dilakukan dengan indikasi yang jelas. arena pada saat ini komplikasi yang paling ditakutkan akibat transfusi darah adalah penularan penyakit. ,iantaranya hepatitis non-=, non-" ?9;E@ sebagai komplikasi terbanyak akibat transfusi, 9)HE-8 ?human T-cell leukemia/5irus limfoma tipe 8 dan ;+E ?sitomegalo5irus@ sampai infeksi yang paling ditakuti yang disebabkan oleh human imunodefisiensi virus ?98E@. "erdasarkan sistem antigen telah dikenal lebih dari #$ golongan darah. 7ntuk kepentingan klinik hanya dikenal dua sistem penggolongan darah yaitu sistem ="* dan sistem !h. Sebagian besar pasien mempunyai sistem !hM ?%A3@ dan sisanya ?'A3@ sistem !h-. Genis golongan darah dan kekerapannya ?jenis Golongan Darah ABO@ dapat diliat sebagai berikut:

7ntuk mengetahui jumlah 5olume darah seseorang, biasanya digunakan patokan berat badan. +akin aktif secara fisik seseorang, makin besar pula 5olume darahnya untuk setiap kilogram berat badannya. Seperti terlihat pada tabel di bawah ini:

ndikasi !rans"usi Darah


8ndikasi transfusi darah dan komponen-konponennya adalah: =nemia pada perdarahan akut setelah didahului penggantian 5olume dengan cairan. =nemia kronis jika 9b tidak dapat ditingkatkan dengan cara lain. :angguan pembekuan darah karena defisiensi komponen. Plasma loss atau hipoalbuminemia jika tidak dapat lagi diberikan plasma subtitute atau larutan albumin. ,alam pedoman N9* ?Sibinga, '((A@ disebutkan : '. )ransfusi tidak boleh diberikan tanpa indikasi kuat. #. )ransfusi hanya diberikan berupa komponen darah pengganti yang hilang/kurang. "erdasarkan pada tujuan di atas, maka saat ini transfusi darah cenderung memakai komponen darah disesuaikan dengan kebutuhan. +isalnya kebutuhan akan sel darah merah, granulosit, trombosit, dan plasma darah yang mengandung protein dan faktor-faktor pembekuan. ,iperlukan pedoman dalam pemberian komponen-komponen darah untuk pasien yang memerlukannya, sehingga efek samping transfusi dapat diturunkan seminimal mungkin. Lansteiner, perintis transfusi mengatakan : 2Transfusi darah tidak boleh diberikan,kecuali manfaatnya melebihi resikonyaO. Pada anemia, transfusi baru layak diberikan jika pasien menunjukkan tanda 2*Digen -eedO yaitu rasa sesak, mata berkunang, berdebar ?palpitasi@, pusing, gelisah atau 9b I6 gr/dl. Pemberian sel darah merah, sering digunakan apabila kadar 9b kurang dari 6 gr3, dan hampir tidak diperlukan bila 9b lebih dari '$ gr3 dan kalau kadar 9b antara 6-'$gr3, maka transfusi sel darah merah atas indikasi keadaan oksigenasi pasien. Perlu diingat bahwa kadar 9b bukanlah satu-satunya parameter, tetapi harus diperhatikan pula faktor-faktor fisiologi dan resiko pembedahan yang mempengaruhi oksigenasi pasien tersebut. ehilangan sampai .$3 E"E umumnya dapat diatasi dengan cairan elektrolit saja. ehilangan lebih daripada itu, setelah diberi cairan elektrolit perlu dilanjutkan dengan transfusi jika 9bI% gr/dl. Habibi dkk memberikan petunjuk bahwa dengan pemberian satu unit P!; akan meningkatkan hematokrit .-43. 8ndikasinya adalah: ehilangan darah K#$3 dan 5olume darah lebih dari '$$$ ml. 9emoglobin I% gr/dl. 9emoglobin I'$ gr/dl dengan penyakit-penyakit utama : ?misalnya empisema, atau penyakit jantung iskemik@ 9emoglobin I'$ gr/dl dengan darah autolog. 9emoglobin I'# gr/dl dan tergantung pada 5entilator.

,apat disebutkan bahwa : 9b sekitar A adalah ;!8)8;=H 9b sekitar % adalah )*HE!="HE 9b sekitar '$ adalah *P)8+=H )ransfusi mulai diberikan pada saat 9b ;!8)8;=H dan dihentikan setelah mencapai batas )*HE!="HE atau *P)8+=H.

AR! K#$ $A % &A%G B#RKA !A%'


Penting Periksa :olongan ,arah
Selain hemolisis, ada kelainan genetik lain yang juga mengintai ibu ?serta bayi yang tengah dikandung, bila kasus terjadi pada wanita atau ibu hamil@. )erutama jika ibu berdarah rhesus negatif sedangk...

+anfaat +engetahui :olongan ,arah


etika orang bertanya, P:olongan darahnya apaQP kemudian jawabannya bisa golongan darah =, ", =" atau *. Sebenarnya apa sih golongan darah dan perlunya kita mengetahui golongan darah kitaQ :olongan da...

(engertian !rans"usi Darah


)ransfusi ,arah adalah proses pemindahan darah dari seseorang yang sehat ?donor@ ke orang sakit ?respien@. ,arah yang dipindahkan dapat berupa darah lengkap dan komponen darah. )7G7=- )!=-SB7S8 ,=!=9 +emelihara dan mempertahankan kesehatan donor. +emelihara keadaan biologis darah atau komponen R komponennya agar tetap bermanfaat. +emelihara dan mempertahankan 5olume darah yang normal pada peredaran darah ?stabilitas peredaran darah@. +engganti kekurangan komponen seluler atau kimia darah. +eningkatkan oksigenasi jaringan. +emperbaiki fungsi 9emostatis. )indakan terapi kasus tertentu. +=;=+ )!=-SB7S8 ,=!=9 '. ,arah Hengkap/ Nhole "lood ?N"@ ,iberikan pada penderita yang mengalami perdarahan aktif yang kehilangan darah lebih dari #A 3. #. ,arah omponen Sel ,arah +erah ?S,+@ : Sel ,arah +erah Pekat : ,iberikan pada kasus kehilangan darah yang tidak terlalu berat, transfusi darah pra operatif atau anemia kronik dimana 5olume plasmanya normal. Sel ,arah +erah Pekat ;uci : 7ntuk penderita yang alergi terhadap protein plasma.Sel ,arah +erah +iskin Heukosit : 7ntuk penderita yang tergantung pada transfusi darah. Sel ,arah +erah Pekat "eku yang ,icuci : ,iberikan untuk penderita yang mempunyai antibodi terhadap sel darah merah yang menetap. Sel ,arah +erah ,iradiasi : 7ntuk penderita transplantasi organ atau sumsum tulang. HE7 *S8)/ :!=-7H*S8) *-SE-)!=) : ,iberikan pada penderita yang jumlah

leukositnya turun berat, infeksi yang tidak membaik/ berat yang tidak sembuh dengan pemberian =ntibiotik, kualitas Heukosit menurun. )!*+"*S8) : ,iberikan pada penderita yang mengalami gangguan jumlah atau fungsi trombosit. PH=S+= dan P!*,7 S8 PH=S+= : 7ntuk mengganti faktor pembekuan, penggantian cairan yang hilang. ;ontoh : Plasma Segar "eku untuk prnderita 9emofili. rio Presipitat untuk penderita 9emofili dan Eon Nillebrand )erdapat kurang lebih '.$ jenis penyakit kanker, yang mempengaruhi kondisi tubuh kita dengan berbagai macam cara dan membutuhkan penanganan yang berbeda-beda. )etapi semua jenis kanker itu memiliki kesamaan: terdiri atas sel-sel yang membelah dengan cepat dan tumbuh tak terkontrol. Bungsi utama obat-obat kemoterapi adalah mengenali dan menghancurkan sel-sel seperti ini. emoterapi telah digunakan sejak tahun '(A$-an. "iasa diberikan sebelum atau sesudah pembedahan. adang disertai dengan terapi radiasi, kadang cukup hanya kemoterapi. )ujuannya adalah membasmi seluruh sel kanker sampai ke akar-akarnya, sampai ke lokasi yang tidak terjangkau pisau bedah. Paling tidak untuk mengontrol sel-sel kanker agar tidak menyebar lebih luas. arena jenis kanker dan kondisi tiap orang berbeda, berbeda-beda pula jenis kemoterapinya. ,okter akan mengajak =nda berbicara untuk memutuskan kemoterapi mana yang paling tepat untuk =nda.
Bentuk Kemoterapi

=da beberapa cara pemberian kemoterapi: ,alam bentuk tablet atau kapsul yang harus diminum beberapa kali sehari. euntungan kemoterapi oral semacam ini adalah: bisa dilakukan di rumah. ,alam bentuk suntikan atau injeksi. "isa dilakukan di ruang praktek dokter, rumah sakit, klinik, bahkan di rumah. ,alam bentuk infus. ,ilakukan di rumah sakit, klinik, atau di rumah ?oleh paramedis yang terlatih@. )ergantung jenisnya, kemoterapi ada yang diberikan setiap hari, seminggu sekali, tiga minggu sekali, bahkan sebulan sekali. "erapa seri =nda harus menjalani kemoterapi, juga tergantung pada jenis kanker =nda.
#"ek Samping

Sang paling ditakuti dari kemoterapi adalah efek sampingnya. =da orang yang sama sekali tidak merasakan adanya efek samping kemoterapi. =da yang mengalami efek samping ringan. )etapi ada juga yang sangat menderita karenanya. =da-tidak atau berat-ringannya efek samping kemoterapi tergantung pada banyak hal, antara lain jenis obat kemoterapi, kondisi tubuh =nda, kondisi psikis =nda, dan sebagainya. Efek samping kemoterapi timbul karena obat-obat kemoterapi sangat kuat, dan tidak hanya membunuh sel-sel kanker, tetapi juga menyerang sel-sel sehat, terutama sel-sel yang membelah dengan cepat. arena itu efek samping kemoterapi muncul pada bagian-bagian tubuh yang sel-selnya membelah dengan cepat, yaitu: rambut ?rontok@ sumsum tulang ?berkurangnya hemoglobin, trombosit, dan sel darah putih, membuat tubuh

lemah, merasa lelah, sesak nafas, mudah mengalami perdarahan, dan mudah terinfeksi@ kulit ?membiru/menghitam, kering, serta gatal@, mulut dan tenggorokan ?sariawan, terasa kering, dan sulit menelan@ saluran pencernaan ?mual, muntah, nyeri pada perut@ produksi hormon ?menurunkan nafsu seks dan kesuburan@ )etapi =nda tidak perlu takut. "ersamaan dengan kemoterapi, biasanya dokter memberikan juga obatobat untuk menekan efek sampingnya seminimal mungkin. Hagi pula semua efek samping itu bersifat sementara. "egitu kemoterapi dihentikan, kondisi =nda akan pulih seperti semula. "eberapa produk suplemen makanan mengklaim bisa mengurangi efek samping kemoterapi sekaligus membangun kembali kondisi tubuh =nda. =nda bisa menggunakannya, tetapi konsultasikanlah dengan ahlinya, dan sudah tentu dengan dokter =nda juga. Saat ini, dengan semakin maraknya penggunaan obat-obatan herbal ?yang semakin diterima kalangan kedokteran@, banyak klinik yang mengaku bisa memberikan kemoterapi herbal yang bebas efek samping. alau =nda bermaksud menggunakannya, pastikan yang menangani =nda di klinik tersebut adalah seorang dokter medis. Paling tidak =nda harus berkonsultasi dengan dokter yang merawat =nda, dan lakukan pemeriksaan laboratorium secara teratur untuk memantau hasilnya. ?)itah !ahayu/rumahkanker.com@