Anda di halaman 1dari 6

MODUL 1 PENGENALAN INSTRUMENTASI LABORATORIUM

Merakarno Rahusna Taruno (13212106) Asisten: Hafid Pradhitya/13210062 Tanggal Percobaan: 03/09/2013 EL2101-Praktikum Rangkaian Elektrik

Laboratorium Dasar Teknik Elektro - Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB
Abstrak Pada percobaan 1 ini ada beberapa yang dilakukan adalah mengukur arus searah, mengukur tegangan searah, mengukur tegangan bolak-balik, membaca dan mengukur nilai resistansi, melakukan kalibrasi, mengukur beda fasa, mengukur frekuensi, dan mengukur faktor penguatan. Tujuannya adalah untuk mengenal instrument dalam laboratorium. Hasil dari percobaan ini adalah mendapatkan datadata pengukuran arus dan tegangan searah dan bolak balik, hambatan, beda fasa, frekuensi, faktor penguat. Dan juga berhasil dalam melakukan kalibrasi osiloskop. Kata kunci: Instrumen, Laboratorium, Osiloskop, multimeter analog/digital. 1. PENDAHULUAN Kalibrasi,
bolak balik, mengukur frekuensi,membaca dan mengukur nilai resistansi, mengukur beda fasa, menggambar karakteristik komponen dua terminal dengan menggunakan instrument yang ada di laboratorium antara lain multimeter digital/analog, osiloskop, generator sinyal, power supply DC dan beberapa kit praktikum.

2.

STUDI PUSTAKA

Pada percobaan 1 ini digunakan beberapa instrument yang ada di laboratorium seperti multimeter analog/digital, generator sinyal dan osiloskop. 2.1 MULTIMETER

Pada percobaan 1 Pengenalan Instrumentasi Laboratorium ini bertujuan antara lain, 1. Mengenal multimeter sebagai pengukur tegangan (Voltmeter), sebagai pengukur arus (Amperemeter) dan sebagai pengukur resistansi (Ohmmeter). Memahami keterbatasan alat ukur pada pengukuran tegangan jatuh DC dan AC pada resistansi/impedasi besar. Memahami keterbatasan alat ukur pada pengukuran tegangan AC dengan frekuensi tinggi. Dapat menggunakan generator sinyal sebagai sumber berbagai bentuk gelombang Dapat menggunakan osiloskop sebagai pengukur tegangandan sebagai pengukur frekuensi dari berbagai bentuk gelombang Dapat melakukan pengamatan karakteristik i-v komponen dua terminal dengan osiloskop. Dapat membaca mengukurnya. nilai resistor dan

2.

Multimeter atau multitester adalah alat pengukur listrik yang sering dikenal sebagai VOM (Volt-Ohm meter) yang dapat mengukur tegangan (voltmeter), hambatan (ohmmeter), maupun arus (amperemeter). Ada dua kategori multimeter: multimeter digital atau DMM (digital multi-meter)(untuk yang baru dan lebih akurat hasil pengukurannya), dan multimeter analog. Masing-masing kategori dapat mengukur listrik AC, maupun listrik DC. Sebuah multimeter merupakan perangkat genggam yang berguna untuk menemukan kesalahan dan pekerjaan lapangan, maupun perangkat yang dapat mengukur dengan derajat ketepatan yang sangat tinggi [1]. Spesifikasi multimeter digital (Sanwa CD800a) Ketelitian 0.7% sampai 4 digit Cakupan frekuensi 5Hz-100kHz Batere 0.5A/250V 1.5kA 5.2x20 ceramic Batas ukur tegangan DC/AC

3.

4.

5.

6.

7.

400m/4/40/400/600V Batas ukur arus AC/DC 40m/400mA

Beberapa hal yang dilakukan selama percobaan adalah mengukur arus dan tegangan searah dan
Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

Batas ukur resistansi 400/4k/40k/400k/4M/40M Spesifikasi multimeter analog o Sensitivitas DC 0.1V (20k/V) o o o Ketelitian 5% dari semua skala Batas ukur arus 50/2.5m/25m/o.25A Batas ukur tegangan AC 10/50/250/750 (9k/V) o Batas ukur resistansi 2k/20k/200k/2M /200M o Batere R6 (IEC) or UM-3(1.5V)x2True RMS) [2].

Kabel BNC BNC Konektor T BNC

Berikut langkah-langkah yang yang dilakukan dalam percobaan 1 , mengecek kelengkapan dan keberfungsian alat-alat yang akan digunakan

Menulis spesifikasi instrumen ke dalam Buku Catatan Laboratorium

2.2

GENERATOR SINYAL

Melakukan percobaan dengan mengikuti langkah-langkah percobaan yang terdapat di modul Mencatat seluruh data dari hasil percobaan ke dalam Buku Catatan Laboratorium

Generator sinyal adalah instrumen yang menghasilkan/membangkitkan berbagai bentuk gelombang; sinus, kotak, dan segitiga[3]. Spesifikasi generator sinyal GW INSTEK SFG-2110, antara lain : o Batas frekuensi 0.1Hz~4/10 MHz o Akurasi frekuensi tinggi 20ppm o Resolusi 100 MHz o 30 Vrms MAX [4]. 2.3 OSILOSKOP Osiloskop adalah suatu instrumen ukur elektronis yang mampu memproyeksikan bentuk sinyal listrik secara dinamis agar mudah diamati [3]. Spesifikasi osiloskop GW INSTEK GDS-806S, antara lain : o o o 1M / 16Pf 300 V CAT II MAX 300 Vpk

Merapikan alat
Gambar 3-1 Diagram alir langkah kerja percobaan 1

4.

HASIL DAN ANALISIS

Berikut data-data yang berhasil diambil dari 11 percobaan yang dilakukan


Tabel 4-1 Data Pengukuran Arus dengan Multimeter
Parameter rangkaian digunakan Vs (V) R1 () Nilai arus terhitung (A) Multimeter analog Multimeter digital

yang

3.

METODOLOGI

Alat-alat yang digunakan dalam percobaan 1 Pengenalan Instrumentasi Laboratorium ini adalah : Multimeter Analog Multimeter Digital Power Supply DC Generator Sinyal Osiloskop Kit Multimeter Kit Osiloskop & Generator sinyal Kit box Osilator Kabel 4mm - 4mm Kabel BNC 4mm

R2 ()

Batas ukur (mA)

Nilai arus terukur (mA) 26 2,6 0,02

Nilai arus terukur (mA)

6 6 6

120 1,5k 1,5M

120 1,5k 1,5M

0,025 2m 2

250 25 2,5

24,3 1,99 -0,01

Dari data diatas dapat diperoleh informasi untuk menghitung arus terhitung adalah I = . Oleh karena itu semakin tinggi nilai resistansinya, semakin rendah nilai dari arusnya dengan variable Vs tetap sebesar 6 V. Dapat dilihat pula pada multimeter digital terdapat keterbatasan pengukuran jika nilai arus yang akan diukur sangat kecil seperti pada data ketiga nilai arus
Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

yang terukur adalajh -0,01 yang seharusnya menghasilkan nilai 2 karena arus yang terhitung sangat kecil.
Tabel 4-2 Data Pengukuran Tegangan Searah dengan Multimeter
Parameter rangkaian digunakan Vs (V) R1 () Multimeter analog yang Multimeter digital

dilihat bahwa semakin tinggi frekuensinya, cenderung menghasilkan nilai yang semakin menurun, namun berbeda pada data ke 5 dan 6. Pada multimeter digital, semakin tinggi nilai frekuensinya, semakin kurang ketelitian dari multimeter digital karena keterbatasan dari muktimeter digital.
Tabel 4-4 Data Pengukuran Resistansi dengan Multimeter
Nilai resista nsi tertulis () Warna gelang Nilai toleransi (%) Nilai resistansi terukur () Multim eter analog Merah-merahkuning-emas Emas-emashijau-coklat Coklat-hitamhitam-emas orange-orangejingga-emas Merah-merahmerah-emas 5 225k Multim eter digital 225,6k

R2 ()

Batas ukur (V)

Sensitiv itas (/V)

Vab (V)

Vab (V)

6 6

120 1,5 k 1,5 M

120 1,5k

10 10

20000 20000

3,2 3,16

3,045 2,988 200k

1,5 M

10

20000

0,72

2,766

1,5

1,7

1,7

Tegangan terhitung dapat diperoleh dengan menggunakan Vab = . Diamana semakin tinggi nilai resistansi , tegangan di ab akan semakin rendah dengan variable Vs tetap sebesar 6 V. Adapun terdapat perbedaan hasil pada data ketiga yang cukup besar dimana mutimeter analo menunjukan angka 0,72 V sedangkan multimeter digital menunjukan angka 2,766 V dikarenakan keterbatasan dari multimeter digital karena nilau frekuensi yang sangat besar.
Tabel 4-3 Data Pengukuran Tegangan Bolak-Balik dengan Multimeter
Frekuensi (Hz) 50 500 5k 50k 500k 5M Vab (V) Multimeter analog 3,80 3,80 3,80 3,80 3,62 6,87 Multimeter digital 3,667 3,652 2,903 0,495 0 4,8 m

10

10

9,9

33k

32k

33,13k

2,2k

2,2k

2,232k

Dari data diatas bahwa nilai yang dihasilkan dari multimeter analog dan digital mendekati nilai dari resistansi yang sebenarnya.
Tabel 4-5 Pemeriksaan kondisi kalibrasi osiloskop
Harga kalibrator Skala Pembacaan Vert (V/ div) 1 1 Hors (s/div ) 250 250 Hasil pengukuran

Tegan gan (V) 2 2

Frekue nsi (Hz) 1000 1000

Tega ngan (V) 2 2

Perio da (s)

Frekuen si (Hz)

1m 1m

1k 1k

Dari data diatas dapat dilihat bahwa pengukuran tegangan di ab dengan frekuensi pada generator sinyal. Dapat dilihat bahwa nilai yang dihasilkan dari multimeter analog , semakin tinggi frekuensinya, cenderung menghasilkan nilai tetap, kecuali pada frekuensi tinggi yaitu 500 kHz dan 5MHz. Sedangkan pada multimeter digital dapat

Pada saat melakukan kalibrasi pada osiloskop ditampilkan 2 div untuk vertical dan 4 div untuk horizontal. Sesuai data diatas yang juga ditampilkan pada osiloskop, untuk mengitung tegangan adalah 2div * 1 = 2 V dan untuk perioda adalah 4 div * 250 = 1 ms. Kalibrasi dilakukan juga pada kanal 2, dan data yang diperoleh dari kanal 1 dan 2 adalah sama. Dan data hasil kalibrasi dan perhitungan sama. Hal tersebut menunjukan bahwa osiloskop telah terkalibrasi sempurna.

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

Tabel 4-6 Hasil pengukuran tegangan DC dengan multimeter dan osiloskop


Tegangan Terukur (V) Multimeter 1,923 Osiloskop 2

Gambar 4-1 Dual Trace potensio maksimum

Pada saat percobaan tegangan diatur pada power supply sebesar 2 V dan setelah dilihat hasilnya ternyata hasil dari osiloskop lebih mendekati dan akurat daripada multimeter.

x
Tabel 4-7 Hasil pengukuran tegangan AC dengan multimeter dan osiloskop
Frekuensi (Hz) Tegangan Terukur (V) Multimeter 100 1k 10k 2 2 0 Osiloskop 2 2 2 Gambar 4-2 lissajous potensio maksimum

Pada saat percobaan dimana diberikan frekuensi yang berbeda-beda oleh generator sinyal, dapat dilihat bahwa multimeter dan osiloskop memberikan data yang hampir sama kecuali pada data ketiga berbeda pada multimeter yang menunjukan angka 0 yang berarti terdapat keterbatasan multimeter pada pengukuran dengan frekuensi tinggi, sedangkan osiloskop tetap memberikan nilai yang konstan sebesar 2 V. Hal tersebut menunjukan pula bahwa osiloskop lebih akurat daripada multimeter.
Tabel 4-8 Hasil pengukuran beda fasa dengan osiloskop
Posisi nilai potensio Vinput (Vpp) Finput (kHz) Pengukuran beda fasa Dual trace maksimum minimum 2 2 1 1 0 90 lissajous 0 65,3

Gambar 4-3 Dual Trace potensio minimum

t x

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

Gambar 4-4 Lissajous potensio minimum

Gambar 4-7

Data dari gambar 4-1 dan 4-2 menunjukan data pengukuran beda fasa pada nilai potensio maksimum dengan cara dual trace dan lissajous. Pengukuran beda fasa dengan cara lissajous pada osiloskop didapat c = 500 dan d= 550. Maka beda fasanya adalah = 65,3 . Dengan cara Dual trace di dapat pada osiloskop T =250s dan T= 1ms maka beda fasenya adalah 90 . Untuk gambar 4-3 dan 4-2 menunjukan data pengukuran beda fasa pada nilai potensio minimum dengan cara dual trace dan lissajus. Dengan dual trace gambar sinusoid berhimpit, maka dapat disimpulkan bahwa keduanya satu fasa. Begitu pula dengan cara lissajous menunjukan gambar garis lurus. Dengan begitu dapat disimpulkan memiliki fasa 0

Pada data yang diambil dari percobaan pengukuran frekuensi, hasilnya tidak terlalu beda jauh.
Tabel 4-10 Hasil pengukuran factor penguat dengan osiloskop Vinput Cara langsung Frekuensi (Hz) 1 1 Factor penguat 2/1 3/0,17 Cara dual trace

Tegangan (Vpp) 2 2

Vout (Vpp) 4 0,08

Faktor penguat 2/1 4,04

Sumber : Mario Fredricko / 13212125

Tabel 4-9 Hasil pengukuran frekuensi dengan osiloskop

Pada data yang diambil dari percobaan diperoleh bahwa cara langsung dan cara dual tracev tidak terlalu jauh bedanya. 4.11 Menggambar Karakteristik Komponen Dua Terminal.

Posisi Selekt or Freku ensi

Pengukuran Frekuensi Cara langsung


Tsinyal (s) fsinyal (Hz)

Cara lissajous
fgenerat or sinyal (Hz) Gmbar Tampilan fsinyal (Hz)

F1

820

1219,51

614,2

Gambar 4-5 Gambar 4-6 Gambar 4-7

1228, 4 3260 8185

x y

F2 F3

153 61,11

6365,94 16363,93

3260 16,374

x
Gambar 4-5

Gambar 4-6

x
Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

Sumber: Mario Fredricko / 13212125

Perbedaan gambar terjadi karena perbedaan resistor.

5.

KESIMPULAN

Pada praktikum kali ini dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Multimeter dapat digunakan sebagai pengukur tegangan (Voltmeter), sebagai pengukur arus (amperemeter) dan sebagai pengukur resistansi (Ohmmeter) Alat ukur memiliki keterbatasan dalam hal pengukuran seperti multimeter dalam mengukur arus yang kecil dan tegangan AC pada frekuensi yang besar. Generator sinyal dapat berfungsi sebagai sumber gelombang dari beberapa bentuk. Osiloskop dapat digunakan untuk mengukur tegangan dan mengukur frekuensi dari berbagasi bentuk gelombang. Nilai resistor dapat dibaca dari warna yang ada di badan resistor dengan spesifikasi tertentu.

2.

3. 4.

5.

DAFTAR PUSTAKA [1] [2] [3] http://id.wikipedia.org/wiki/Multimeter September 2013, 09.08 5

http://www.sanwa-meter.co.jp/ 5 September 2013, 10.01 Hutabarat, Mervin T. 2013. Praktikum Rangkaian Elektrik. Teknologi Bandung. Hal 91-92. Petunjuk Institut

[4]

http://www.gwinstek.com 4 September 2013, 10.20

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB