Anda di halaman 1dari 51

BAB I PENDAHULUAN

Pasien yang telah mendapat serangan stroke, intervensi rehabilitasi medis sangat penting untuk mengembalikan pasien pada kemandirian mengurus diri sendiri dan melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari tanpa menjadi beban bagi keluarganya. Perlu diupayakan agar pasien tetap aktif setelah stroke untuk mencegah timbulnya komplikasi tirah baring dan stroke berulang (pencegahan sekunder). Komplikasi tirah baring dan stroke berulang akan memperberat disabilitas dan menimbulkan penyakit lain yang bahkan dapat membawa kepada kematian. ehabilitasi adalah suatu program yang disusun untuk memberi kemampuan kepada penderita yang mengalami disabilitas fisik dan atau penyakit kronis, agar mereka dapat hidup atau bekerja sepenuhnya sesuai dengan kapasitasnya (!arsono, "##$). Program rehabilitasi menurut %brahim (&''") tidak hanya terbatas pada pemulihan kondisi semata, tetapi juga mencakup rehabilitasi yang bersifat psikososial, penuh dengan kasih sayang serta empati yang luas, guna membangkitkan penderita. medik, sosial, dan ehabilitasi medik meliputi tiga hal, yaitu rehabilitasi ehabilitasi medik merupakan upaya vokasional.

mengembalikan kemampuan penderita secara fisik pada keadaan semula sebelum sakit dalam waktu sesingkat mungkin. ehabilitasi sosial merupakan upaya bimbingan sosial berupa bantuan sosial guna memperoleh lapangan kerja. ehabilitasi vokasional merupakan upaya pembinaan yang bertujuan agar penderita cacat menjadi tenaga produktif serta dapat melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan kemampuannya. ehabilitasi medik dalam ilmu kedokteran adalah suatu disiplin ilmu yang berperan dalam pemulihan gangguan fungsi baik secara fisik, psikologi, edukasi dan sosial. Pemulihan fungsi itu tentu bukan berarti semua pasien yang fungsinya terganggu dengan rehabilitasi medik akan menjadi normal seperti semula, karena banyak faktor-faktor yang mempengaruhi proses pemulihan fungsi ini. (aktor tersebut adalah seberapa berat penyebab gangguan fungsi ini, apakah permanen atau sementara, apakah progresif, seberapa besar sisa fungsi yang masih ada. )dakah
1

gangguan lain yang memperberat atau menghambat proses pengembalian fungsi misalnya depresi, gangguan kognisi termasuk gangguan komunikasi. (aktor dari luar misalnya penerimaan dan dukungan dari keluarga atau masyarakat sekelilingnya, apakah ada sarana bagi penderita, dalam hal ini modifikasi lingkungan baik lingkungan rumah maupun di luar rumah. !al ini sangat membantu pemulihan gangguan fungsi bagi penderita. *ejauh mana dapat dicapai pemulihan fungsi, hasilnya sangat individual.

BAB II STATUS PENDERITA


I. Identifikasi +ama -mur 0enis Kelamin )gama *tatus Kebangsaan Pekerjaan )lamat /anggal Pemeriksaan II. Anamnesis a) Keluhan Utama Kelemahan sesisi tubuh sebelah kiri secara tiba-tiba b) Ri a!at Pe"#alanan Pen!akit 4 " hari *1 * saat sedang aktivitas tiba 5 tiba penderita mengalami kelemahan pada sisi tubuh kiri secara tiba- tiba, saat serangan sakit kepala (-), mual (-), muntah (-), kejang (-), penurunan kesadaran (-), mulut mengot (6), bicara pelo (6). *etelah serangan penderita merasakan kelamahan sesisi tubuh sebelah kirinya. -ntuk 7)7 dan 7)K tidak ada masalah. iwayat hipertensi (6). iwayat 81 (6). iwayat stroke (6). Penderita mengalami penyakit seperti ini untuk kedua kalinya. $) Ri a!at Pen!akit Te"dahulu iwayat hipertensi (6) sejak &'"" tidak rutin kontrol. iwayat stroke (6) tahun &'"" iwayat 81 (6) sejak tahun &''9, minum obat teratur
3

, +y. *yamsiah *yafarudin , .. /ahun , Perempuan , %slam , 1enikah , %ndonesia , %bu umah /angga , *eberang -lu ", Palembang , "$ 2ktober &'"3

d) Ri a!at Peke"#aan Penderita adalah seorang ibu rumah tangga yang banyak menghabiskan waktu di rumah. Penderita tidak mempunyai pembantu, urusan pekerjaan rumah seperti memasak, mencuci baju, menyapu dan membersihkan rumah kadang dia lakukan sendiri. e) Ri a!at S%sial Ek%n%mi Penderita sudah menikah dan memiliki 3 anak dengan jumlah anggota keluarga yang tinggal serumah ada . orang. /empat tinggal penderita bertingkat ", 1:K dan sumber air bersih berada di dalam rumah menggunakan air ledeng dan jaraknya tidak terlalu jauh dari kamar penderita. Penerangan pada rumah dan kamar mandi cukup. Kamar mandi pasien tidak memiliki pegangan tangan dan kakus jenis jongkok. *aat ini penderita tidak bekerja. Penghasilan didapatkan dari suaminya. III. Peme"iksaan &isik A. Peme"iksaan Umum Keadaan -mum Kesadaran :ara berjalan < ;ait Kurang (6)) )ntalgik gait !emiparese gait *teppage gait Parkinson gait /redelenberg gait >addle gait ?ain - lain , , , , , , , , /ampak sakit sedang , ;:* , ". , "$. cm< .3 kg 71% , "#,"= , belum dapat dinilai (Keseimbangan

/inggi 7adan < 7erat 7adan

Bahasa ' bi$a"a Komunikasi verbal Komunikasi nonverbal Tanda (ital /ekanan darah +adi Pernafasan *uhu Kulit , "='<9' mm!g , #& @<menit , && @<menit , 3$,A ': , )nemis (-), eritema (-), ulkus dekubitus (-) Status Psikis *ikap Bkspresi wajah B. Sa"af )sa"af %tak Ne"(us +.2lfaktorius +.2pticus +.2cculomotorius +./rochlearis +./rigeminus +.)bducens +.(ascialis nasolabialis datar sudut mulut tertinggal +.Cestibularis +.;lossopharyngeus normal normal normal normal Kanan normal normal normal normal normal normal normal Ki"i normal normal normal normal normal normal plica , kooperatif , baik 2rientasi , baik Perhatian , baik , 8isartria (6) , 7aik

+.Cagus +.)ccesorius +.!ypoglosus *. Ke+ala 7entuk -kuran Posisi - 1ata - !idung - /elinga - 1ulut - >ajah ;erakan abnormal D. Lehe" %nspeksi Palpasi ,

normal normal normal

normal normal disartria

, normal , normocephali , konjungtiva anemis (-), sklera ikterik (-), strabismus (-), e@oftalmus (-) , deviasi septum (-) , serumen (-) , sudut mulut kiri tertinggal , plica nasolabialis kiri datar , (-)

, dinamis, simetris, posisi trakea normal, pembesaran K;7 (-), kontrol terhadap kepala baik , 0CP tidak meningkat, kaku kuduk (-) (n $.<.') (n ='<=') (n =.<=.) , $.'<.'' , =''<3'' , =.'<3''

?uas ;erak *endi )nte < retrofleksi ?aterofleksi (8<*) otasi /est provokasi ?hermitte test < *purling /est Calsalva 8istraksi test /est +afDiger E. Th%"ak , tidak dilakukan , tidak dilakukan , tidak dilakukan , tidak dilakukan (8<*)

7entuk Pemeriksaan Bkspansi /horaks Pa"u) +a"u - %nspeksi - Palpasi - Perkusi - )uskultasi ,antun- %nspeksi - Palpasi - Perkusi - )uskultasi &. Abd%men - %nspeksi - Palpasi - Perkusi - )uskultasi .. T"unkus %nspeksi , *imetris Palpasi , 8eformitas ?ordosis *coliosis ;ibbus !airy spot Pelvic /ilt , datar

, normal , tidak dilakukan

, simetris statis dan dinamis , stem fremitus sama kanan-kiri , sonor , vesikuler (6) normal, ronki (-), wheeDing (-)

, iktus kordis tak terlihat , iktus kordis tak teraba , batas jantung dalam batas normal , suara jantung normal, murmur (-), gallop (-)

, lemas, hepar dan lien tak teraba, nyeri tekan (-) , timpani , bising usus (6) normal

, (-) , (-) , (-) , (-) , (-) , (-)

-*pasme otot-otot para vertebrae , (-)

-+yeri tekan ?uas gerak sendi lumbosakral -)nte <retro fleksi (#.<3.) -?aterofleksi (8<*) (='<=') - otasi (8<*) (3.<3.) /est provokasi Calsava test ?aseEue /est 7aragard dan *icard +afDiger test /est *? /est, 2F:onnell (+*/ /est Patrick /est Kontra Patrick /est ;aenslen /est /homas /est 2berFs +achalas knee fle@ion test 1c.7ride sitting test GeomanFs hypre@tension 1c.7ridge toe to mouth sitting test /est *chober

, (-) , tidak dapat dilakukan , tidak dapat dilakukan , tidak dapat dilakukan

,, -<, -<, , -<, -<, -<, -<, -<, -<, tidak dilakukan , tidak dilakukan , tidak dilakukan , tidak dilakukan , tidak dilakukan , tidak dilakukan , tidak dilakukan

H. An--%ta .e"ak Atas kanan %nspeksi 8eformitas Bdema /remor , , , (-) (-) (-) (-) (-) (-) kiri

Neu"%l%-i 1otorik *inistra ;erakan Kekuatan - )bduksi lengan - (leksi siku - Bkstensi siku - Bkstensi wrist - )bduksi jari tangan /onus /ropi efleks (isiologis efleks tendon biseps normal efleks tendon triseps normal (-) (-) , , normal normal normal kanan normal normal *pread Palmar abduct normal normal normal normal meningkat meningkat (-) (-) normal normal normal ki"i normal . . . . . normal (-) 3 3 3 3 3 3 meningkat (-) cukup kurang 8e@tra

- (leksi jari- jari tangan .

efleks Patologis - !offman - /romner *ensorik - Protopatik - Proprioseptik Cegetatif Penilaian fun-si tan-an )natomical ;rips normal

Pinch

normal

normal

Luas .e"ak Sendi ?uas ;erak )ktif 8e@tra '-"9'H "9'H-' '-"9'H '-$'H #'H-' '-#'H '-".'H ".'H-' '-A'H Pasif 8e@tra '-"9'H "9'H-' '-"9'H '-$'H #'H-' '-#'H '-".'H ".'H-' '-A'H )ktif *inistra '-"9'H "9'H-' '-"9'H '-$'H #'H-' '-#'H '-".'H ".'H-' '-A'H Pasif *inistra '-"9'H "9'H-' '-"9'H '-$'H #'H-' '-#'H '-".'H ".'H-' '-A'H *endi )bduksi 7ahu )dduksi 7ahu (leksi 7ahu Bkstensi 7ahu Bndorotasi 7ahu Bksorotasi 7ahu (leksi *iku Bkstensi *iku Bkstensi pergelangan tangan (leksi pergelangan tangan Pronasi *upinasi /est Provokasi '-#'H '-#'H '-#'H '-#'H , tidak dilakukan '-#'H '-#'H '-#'H '-#'H '-9'H '-9'H '-9'H '-9'H

An--%ta .e"ak Ba ah %nspeksi 8eformitas Bdema /remor , , , kanan (-) (-) (-) kiri (-) (-) (-)

10

Palpasi +yeri tekan 8iskrepansi Neu"%l%-i 1otorik ;erakan Kekuatan (leksi paha Bkstensi paha Bkstensi lutut (leksi lutut 8orsofleksi pergelangan kaki 8orsofleksi ibu jari kaki Plantar fleksi pergelangan /onus /ropi efleks (isiologis efleks tendo patella efleks tendo achilles efleks patologi 7abinsky :haddock Sens%"ik Protopatik Proprioseptik /e-etatif Luas -e"ak sendi ?uas *endi ;erak )ktif 8e@tra Pasif 8e@tra )ktif *inistra Pasif *inistra , tidak ada kelainan , tidak ada kelainan , tidak ada kelainan negatif negatif positif positif normal normal meningkat meningkat . . . . . . . normal (-) 3 3 3 3 3 3 3 meningkat (-) Kanan cukup Kiri kurang , , (-) (-) (-) (-)

11

)bduksi Paha )dduksi Paha (leksi Paha Bkstensi Paha (leksi ?utut Bkstensi ?utut 8orsofleksi Pergelangan

'-#'H 'o-"'o-".o '-=.H =.H-' '-"3.H '-"&'H '-&'H

'-#'H 'o-"'o-".o '-=.H =.H-' '-"3.H '-"&'H '-&'H

'-#'H 'o-"'o-".o '-=.H =.H-' '-"3.H '-"&'H '-&'H

'-#'H 'o-"'o-".o '-=.H =.H-' '-"3.H '-"&'H '-&'H

Kaki Plantar fleksi '-.'H Pergelangan Kaki %nversi Kaki Bversi Kaki +ormal +ormal

'-.'H

'-.'H

'-.'H

+ormal +ormal kanan tidak dilakukan tidak dilakukan tidak dilakukan tidak dilakukan

+ormal +ormal

+ormal +ormal ki"i tidak dilakukan tidak dilakukan tidak dilakukan tidak dilakukan

Test P"%(%kasi sendi lutut *tres test 8rawerFs test /est /unel pada sendi lutut /est !oman

III. Peme"iksaan) +eme"iksaan lainn!a 7owel test < 7ladder test - *ensorik peri anal - 1otorik sphincter ani eksternus - 7: (7ulbocavernosis efleks) (ungsi luhur )fasia )praksia )grafia )le@ia , tidak ada , tidak ada , tidak ada , tidak ada , tidak dilakukan , tidak dilakukan , tidak dilakukan

12

I/. Peme"iksaan Penun#anPemeriksaan laboratorium 8arah rutin -!t 39 volI -?B8 .$ mm<jam -!itung jenis '<&<'<.$<3A<. Blektrolit , -/ot. Kolesterol 33' mg<dl -?8? &$9 mg<dl -)s. -rat .,# mg<dl -Kreatinin ',= mg<dl -:K-17 "= -Kalium 3,9 mmol<l -"'g mmol<l -7** &9. mg<dl -!8? 33 mg<dl -/;? ='3 mg<dl --reum 33 mg<dl -:K-+)K =. -+atrium "== mmol<l -Kalsium "',& mg<dl Urinalisis , -0ernih -Ph $,' -;lukosa (666) -8arah (-) --robilinogen (-) -?eukosit Bsterase (-) , -Britrosit =.".'.'''<mm3 -?eukosit "'..''<mm3 -/rombosit &$#.'''<mm3 -!b "3,3 g<dl

->arna kuning -7erat jenis ",'&. -Protein (-) -Keton (-) -7ilirubin (-) -+itrit (-) /. Resume Anamnesis 0 BK;

Bchokardiografi (atas indikasi) ontgen /hora@ :/ *can kepala , kesan lakunar infark

Penderita ingin mendapatkan pelayanan rehabilitasi medik dengan

13

keluhan utama kelemahan tungkai kiri. Ri a!at +e"#alanan +en!akit , 4 " hari *1 * saat sedang aktivitas tiba 5 tiba penderita mengalami kelemahan pada sisi tubuh kiri, saat serangan sakit kepala (-), mual (-), muntah (-), kejang (-), penurunan kesadaran (-), mulut mengot (6), bicara pelo (6). kedua kalinya. Peme"iksaan &isik 0 Pada pemeriksaan fisik umum, tekanan darah "='<9' mm!g. Pada pemeriksaan fisik neurologi, ditemukan plica nasolabialis kiri datar dan sudut mulut kiri tertinggal pada pemeriksaan nervus craniales C%%, serta didapatkan juga adanya disartria pada pemeriksaan nervus craniales J%%. *elain itu, pada pemeriksaan motorik, pada ekstremitas sinistra terdapatnya gerakan kurang aktif, kekuatan 3, tonus meningkat, dan refleks fisiologis pada lengan dan tungkai kiri juga meningkat. *edangkan pada ekstremitas bagian dekstra masih dalam batas normal. Pada pemeriksaan gait dan keseimbangan juga ditemukan pasien sulit untuk menjaga keseimbangannya pada saat berdiri maupun duduk. Peme"iksaan Penun#an- , 8ari pemeriksaan laboratorium didapatkan peningkatan ?B8, peningkatan gula darah sewaktu, peningkatan kolesterol, pada hasil :/ *can kepala kesan lacunar infark. iwayat hipertensi (6). iwayat 81 (6) iwayat stroke (6). Penderita mengalami penyakit seperti ini untuk

14

/I.

E(aluasi N% Le(el I*& K%ndisi Saat Ini ". *truktur dan (ungsiPasien mengalami trombosis cerebri dan Sasa"an 1eningkatkan gerakan dan kekuatan otot lengan dan tungkai

menyebabkan !emiparese kiri dan sehingga pasien mengalami meningkatkan<mengembalikan kelemahan pada lengan dan kemampuan berbicara tungkai kiri, mulut mengot &. )ktivitas dan bicara pelo. /idak bisa melakukan mandiri, dan pasien sulit mempertahankan 3. Partisipasi keseimbangan /erjadi gangguan karena pasien tidak bisa berpartisipasi dalam kegiatan sosial. :atatan , %:( (International Classification of Function) &'"& /II. Dia-n%sa Klinis *light !emiparese sinistra spastik 6 parese +. C%% dan J%% sinistra tipe sentral e.c thrombosis cerebri 6 81 tipe & uncontrolled /III. P"%-"am Rehabilitasi 1edik &isi%te"a+i /erapi panas /erapi dingin *timulasi ?istrik /erapi ?atihan ,% , , , 21 e@ercise (aktif dan pasif) dan e@tremitas sisi kiri 1engembalikan kemampuannya sehari-hari, seperti duduk, miring, dan berjalan 8apat kembali berpartisipasi dalam kegiatan sosial.

aktivitas sehari-hari secara dalam melaksanakan aktivitas

15

?atihan 7obath ( untuk melatih postural yang normal dan keseimbangan) /raksi 2ku+asi te"a+i )8? e@ercise , - ?atihan keseimbangan, dimulai dengan keseimbangan saat duduk, berdiri, dan saat berjalan. - *aat pasien sudah dapat berjalan dengan seimbang. Penderita diperkenalkan dengan program )8?, seperti latihan mobilisasi (latihan berpindah tempat dari tempat tidur menuju ke kursi), latihan fungsi tangan untuk gerakan motorik halus dan koordinasi (latihan tata cara makan, memakai baju, dll) 2"t%tik +"%stetik Te"a+i i$a"a ,,6 ,-

?atihan pada penderita disartria lebih ditekankan ke artikulasi mengucapkan kata-kata. S%sial medik Edukasi ,) 0 ) 1emberikan edukasi dan bimbingan kepada penderita untuk berobat dan berlatih secara teratur. - 1engadakan edukasi dan evaluasi terhadap lingkungan rumah agar sesuai dengan keadaan membantu sehari-hari. pasien pasien saat ini untuk menjalani aktivitas

16

I3.

Te"a+i 1edikament%sa )spilet & @ 9' mg tab :aptopril 3 @ &. mg tab %nj. anitidin & @ " 1etformin 3 @ .'' mg Cit 7"7$7"& 3 @ " tab

3.

P"%-n%sa Kuo ad vitam Kuo ad functionam , 8ubia ad bonam , 8ubia ad bonam

17

BAB III TIN,AUAN PUSTAKA


4.5. St"%ke 4.5.5. Definisi *troke secara klinis (menurut kriteria >!2) didefinisikan sebagai adanya gangguan fungsional otak yang terjadi secara mendadak dengan tanda dan gejala klinis, baik fokal maupun global yang berlangsung lebih dari &= jam atau dapat menimbulkan kematian yang disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak." 4.5.6. Klasifikasi *ecara umum, stroke diklasifikasikan berdasarkan sebagai berikut,&,3 ". ?etak gangguan sirkulasi di otak (Bamford Clinical Classification) a. Total Anterior Circulation Syndrome (/):*) b. Partial Anterior Circulation Syndrome (P):*) c. Posterior Circulation Syndrome (P2:*) d. Lacunar Syndrome (?):*) &. *ifat gangguan aliran darah a. +on !aemorrhagik (trombosis, emboli)&,= /rombosis merupakan jenis terbanyak yang paling dijumpai. Penyebabnya adalah aterosklerosis yang menyebabkan darah. Bmboli disebabkan oleh terlepasnya embolus dari sumber asal jantung atau dari pembuluh darah arteri besar dan masuk ke arteri otak. b. !aemorrhagik (intraserebral, subaraknoid)&,=,. *troke perdarahan (stroke hemoragik) yang penyumbatan pembuluh darah karena pertumbuhan plak pada dinding pembuluh

18

terdiri dari perdarahan intraserebral dan perdarahan subarakhnoid. 3. >aktu terjadinya= a. *troke in evolution adalah stroke yang terjadi masih terus berkembang di mana gangguan yang muncul semakin berat dan bertambah buruk. Proses ini biasanya berjalan dalam beberapa jam atau beberapa hari. b. *troke komplit adalah stroke di mana gangguan neurologi yang timbul bersifat menetap atau permanen. 4.5.4. Eti%l%-i dan &akt%" Risik% Btiologi stroke adalah gangguan peredaran darah pada daerah otak tertentu. 7eberapa hal yang menyebabkan lesi vaskuler serebral, antara lain sebagai berikut ,",$ ". Penyumbatan aliran darah otak karena vasospasme langsung terkena. &. Penyumbatan aliran darah yang disebabkan oleh trombus. )kibatnya aliran darah otak regional tidak memadai dalam memenuhi kebutuhan darah otak yang terganggu. 3. Penyumbatan aliran darah otak oleh emboli. *umber embolisasi dapat terletak di arteri karotis atau vertebralis tapi dapat juga di jantung dan sistem vaskuler sistemik. =. ?esi daerah otak akibat ruptur dinding pembuluh darah. Penyebab ruptur pembuluh darah bisa akibat dari suatu stroke embolik, perdarahan lobaris spontan dan perdarahan intraserebral akibat hipertensi. (aktor risiko adalah kelainan atau kondisi yang membuat dan menimbulkan gejala defisit atau perangsangan sesuai dengan fungsi daerah otak yang Penyebab tersering dari stroke hemoragik adalah hipertensi.

19

seseorang rentan terhadap serangan stroke. 1asih tingginya angka mortalitas dan kecacatan akibat stroke, perlu dilakukan upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan faktor risiko.A Tabel 6.5 (aktor isiko *troke &akt%" bi%l%-ik !antidak da+at dim%difikasi -mur 0enis kelamin as Predisposisi genetik !erediter &akt%" fisi%l%-ik !anda+at dim%difikasi !ipertensi 8iabetes 8islipidemia Penyakit jantung *tenosis karotis Transient Ischemic Attack !omosisteinemia )teroma aorta Hypercoa ula!iliy stress &akt%" -a!a hidu+ dan +%la +"ilaku 1erokok 2besitas )ktivitas fisik 8iet )lkohol Kontrasepsi oral Hormone "eplacement Therapy

(8ikutip dari, untuwene />. Faktor "isiko dan Pence ahan Stroke. *imposium *troke -p 8ate &''". 7agian *1( *araf (akultas Kedokteran -niversitas *am &.) atulangi< *-P 1anado. &''",

4.5.7. Pat%-enesis *troke dibagi menjadi dua jenis yaitu stroke iskemik maupun stroke hemorragik. Pada stroke iskemik, aliran darah ke otak terhenti karena aterosklerosis (penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh darah) atau bekuan darah yang telah menyumbat suatu pembuluh darah ke otak. !ampir sebagian besar pasien atau sebesar 93I mengalami stroke jenis ini.. 8engan bertambahnya usia dan adanya faktor risiko berupa 81, hipertensi, dan merokok, aterosklerosis akan terbentuk. )terosklerosis merupakan kombinasi dari perubahan tunika intima dengan penumpukan lemak, komposisi darah maupun deposit kalsium dan disertai perubahan pada tunika media di pembuluh darah besar

20

dan permukaan lumen menjadi tidak rata. Pada saat aliran darah lambat, dapat terjadi penyumbatan (trombosis)." Pada stroke iskemik, penyumbatan bisa terjadi di sepanjang jalur pembuluh darah arteri yang menuju ke otak. 8arah ke otak disuplai oleh dua arteria karotis interna dan dua arteri vertebralis. )rteri-arteri ini merupakan cabang dari lengkung aorta jantung.. *uatu ateroma (endapan lemak) bisa terbentuk di dalam pembuluh darah arteri karotis sehingga menyebabkan berkurangnya aliran darah. Keadaan ini sangat serius karena setiap pembuluh darah arteri karotis dalam keadaan normal memberikan darah ke sebagian besar otak. Bndapan lemak juga bisa terlepas dari dinding arteri dan mengalir di dalam darah, kemudian menyumbat arteri yang lebih kecil.. Pembuluh darah arteri karotis dan arteri vertebralis beserta percabangannya bisa juga tersumbat karena adanya bekuan darah yang berasal dari tempat lain, misalnya dari jantung atau satu katupnya. *troke semacam ini disebut emboli serebral (emboli L sumbatan, serebral L pembuluh darah otak) yang paling sering terjadi pada penderita yang baru menjalani pembedahan jantung dan penderita kelainan katup jantung atau gangguan irama jantung (terutama fibrilasi atrium). 7ila bekuan darah yang terlepas dapat mengikuti aliran darah dan menimbulkan emboli arteri intrakranial sehingga menimbulkan iskemia otak.",. Bmboli lemak jarang menyebabkan stroke. Bmboli lemak terbentuk jika lemak dari sumsum tulang yang pecah dilepaskan ke dalam aliran darah dan akhirnya bergabung di dalam sebuah arteri.. Pada stroke hemorragik, pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya. !ampir A' persen kasus stroke hemorrhagik terjadi pada penderita hipertensi.. !ipertensi kronis menyebabkan perubahan degenerasi pada arteri perporata dan arteriol

21

yang kemudian membentuk mikroaneurisma. /ekanan darah yang secara tiba-tiba meninggi dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah tersebut. Perdarahan tesebut dapat terletak di putamen, thalamus, subkortikal, pons, dan serebellum.",. *troke juga bisa terjadi bila suatu peradangan atau infeksi menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang menuju ke otak. 2bat-obatan (misalnya kokain dan amfetamin) juga bisa mempersempit pembuluh darah di otak dan menyebabkan stroke.. )pabila terjadi stenosis atau oklusi pada arteri proksimal yang menuju ke otak tanpa mendapatkan aliran kolateral sehingga mengakibatkan penurunan perfusi serebral secara fokal." Penurunan tekanan darah yang tiba-tiba bisa menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otak, yang biasanya menyebabkan seseorang pingsan. *troke bisa terjadi jika tekanan darah rendahnya sangat berat dan menahun. !al ini terjadi jika seseorang mengalami kehilangan darah yang banyak karena cedera atau pembedahan, serangan jantung atau irama jantung yang abnormal.. 4.5.8. 1anifestasi Klinis 7erbagai gejala neurologis dapat ditimbulkan akibat stroke. ;ejala tersebut tidak hanya tergantung pada berat ringannya stroke, tetapi juga tergantung pada lokalisasinya. 9 *troke menimbulkan sindroma klinis yang secara umum dibedakan sesuai area sirkulasi yang terganggu.& ;ejala-gejala akibat stroke dibagi menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut.A %. ;ejala sentral berupa gangguan psikis, gangguan emosi, inkontinensia, kesulitan bicara dan menelan, sindrom rasa nyeri, gangguan penglihatan, dan gangguan pendengaran %%. ;ejala ekstremitas berupa gangguan motorik, spastisitas, nyeri pada ekstremitas, rigiditas, ataksi, klonus,

22

astreognosis, gangguan sensorik, dan kontraktur 4.5.9. Dia-n%sis 8iagnosis klinik stroke dibuat berdasarkan batasan stroke, dilakukan pemeriksaan klinis yang teliti, meliputi anamnesis, pemeriksaan radiologis.",= ". Penemuan klinis a. )namnesis berupa terjadi keluhan<gejala defisit neurologik yang mendadak tanpa trauma kepala dan biasanya disertai adanya faktor risiko stroke. b. Pemeriksaan fisik berupa adanya defisit neurologis fokal dan ditemukan adanya faktor risiko, seperti hipertensi, diabetes mellitus, kelainan jantung, dan lain-lain atau adanya bising pada auskultasi atau kelainan pembuluh darah lainnya. &. Pemeriksaan tambahan<laboratorium Pemeriksaan tambahan berupa pemeriksaan likuor serebrospinalis dan pemeriksaan neuroradiologik berupa Computeri#ed Tomo raphy$scan (:/-*can), %a netic "adiation Ima in (1 %), dan angiografi serebral. Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan untuk menemukan faktor risiko, seperti !b, hematokrit, leukosit, eritrosit, laju endap darah, komponen kimia dan gas darah, serta elektrolit, 8opler, BK;, Bkokardiografi, dan lain-lain. 3. Pemeriksaan berdasarkan skoring dengan &'oenaedi Stroke Score ("#99), Chandra Stroke Score ("#9#), The Canadian (eurolo ical Scale ("#9#) atau Siri'a' Stroke Score ("##"). 4.5.:. Penatalaksanaan fisik, pemeriksaan neurologis, dan pemeriksaan

23

*ecara umum, penatalaksanaan stroke bertujuan untuk memperbaiki keadaan umum mencegah kematian dan komplikasi. 1enurut Konsensus +asional Pengelolaan *troke di %ndonesia, penatalaksanaan awal stroke adalah sebagai berikut.",9 7ebaskan jalan nafas dan ventilasi yang adekuat Kandung kemih yang penuh dikosongkan Penanganan tekanan darah secara khusus Koreksi hipoglikemi atau hiperglikemi *uhu tubuh dipertahankan normal +utrisi per oral<pipa nasogastrik 1empertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit

Pengobatan secara khusus disesuaikan dengan jenis stroke yang dialami, yaitu sebagai berikut.",9 ". *troke %skemik < non hemoragik a. Pengobatan pada penyebabnya *trategi pengobatan disini dapat difokuskan pada , Prevalensi terjadinya trombosis (antikoagulasi, antitrombotik, antiagregasi platelet) 1emperbaiki aliran darah ke otak atau perfusi (pento)ifilin) Proteksi neuronal<sitoproteksi (Ca$Channel Blocker* meta!olik aktivator) b. Pengobatan pada faktor risiko )nti hipertensi ( klonodin, captopril dan lain-lain ) )nti diabetik ( insulin ) /erapi untuk kelainan jantung ( aspirin, warparin dan lain-lain ) /erapi untuk tekanan intrakranial yang meningkat ( manitol ) &. *troke !emoragik

24

a. Pengobatan Konservatif 1enjamin jalan nafas bebas hambatan Pemberian oksigen Pemberian cairan, elektrolit dan nutrien Pasang kateter untuk monitoring produksi urin Pemberian pelunak feses Pemberian antiperdarahan (asam traneksamat) 7ila terjadi edema cerebri diberikan monitol

b. Pengobatan bedah saraf (operatif) /ujuan operasi Pengeluaran bekuan darah Penyaluran cairan serebro spinal Pembedahan mikro pada pembuluh darah

4.5.;. P"%-n%sis dan K%m+likasi Prognosis umum serangan pertama relatif baik, yaitu A'-9'I akan selamat jiwanya, #'I akan terus hidup dalam & tahun, .'I akan hidup "' tahun lagi atau lebih lama. 9 *ekitar =&-#'I penderita dapat melakukan perawatan diri dan dapat berjalan secara mandiri." +ewman dalam studinya mencatat pada penderita hemiplegi, kesembuhan motorik terlihat terdini pada minggu pertama dan paling terlambat pada minggu ke-A. *esudah minggu ke-"=, kemajuan neurologis hanya pelan. >aktu rata-rata untuk mencapai 9'I kesembuhan akhir, $ minggu. (rank !. Krusen memberi kesimpulan bahwa dengan rehabilitasi yang tepat, #'I dari pasien stroke dapat berjalan kembali, A'I dapat mandiri dan 3'I dari usia kerja dapat kembali ke pekerjaan semula.A Prognosis berikut.",& a. ?uas dan lokasi lesi neuroanatomis (kerusakan otak) b. Penyebab dan sumber lesi fungsional tergantung pada hal-hal sebagai

25

c. 8erajat kesadaran d. -sia e. Penyakit < kondisi penyulit f. Komplikasi g. Penanganan h. 1otivasi penderita i. 8ukungan keluarga j. *arana dan tenaga profesional yang tersedia Komplikasi dapat dibagi menjadi & macam, yaitu sebagai berikut." ".8apat dicegah, seperti subluksasi sendi bahu, kontraktur, kerusakan saraf perifer, fraktur, osifikasi heterotopik, aspirasi dan pneumonia, trombosis vena dalam dan emboli pulmonal, ulkus dekubitus dan gangguan psikososial. &./ak dapat dicegah berupa spastisitas, gangguan kandung kemih, gangguan bowel, sindrom otak organik, kejang, dehidrasi dan malnutrisi serta problem baru yang berhubungan dengan umur. 4.6. Rehabilitasi 1edik ehabilitasi menurut >!2 adalah semua tindakan yang ditujukan untuk mengurangi dampak disabilitas<handicap agar memungkinkan penyandang cacat dapat berintegrasi dengan masyarakat. ehabilitasi medik adaah proses pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan fungsional fisik dan psikologis dan kalau perlu mengembangkan mekanisme kompensasinya agar individu dapat berdikari." ehabilitasi dilakukan oleh suatu tim rehabilitasi yang terdiri dari dokter rehabilitasi medis, fisioterapis, terapis okupasi, perawat rehabilitasi, pekerja sosial medis, terapis wicara, psikolog, ortotis prostetis, dan lainlain. /im rehabilitasi akan menjadi sangat efektif apabila upaya-upaya tersebut di koordinasikan dan diadakan pertemuan secara berkala untuk membahas mengenai kemajuan dan kendala tiap pasien serta ditunjang oleh adanya interaksi yang baik antara penderita dan keluarganya dengan

26

personil medik." -kuran keberhasilan penanganan adalah bukan berdasarkan banyaknya jiwa penderita yang tertolong, tetapi berapa banyak penderita yang dapat kembali berfungsi lagi di masyarakat. -rutan-urutan dari yang paling berhasil sampai yang paling buruk adalah sebagai berikut." ". 8apat berdikari dalam merawat dirinya sendiri &. 1ampu mencari nafkah serta dapat berekreasi, seperti sebelum sakit tanpa memerlukan alat bantu. 3. *eperti nomor &, tetapi memerlukan alat bantu =. 8apat ambulasi dan merawat dirinya dengan atau tanpa alat bantu .. -ntuk ambulasi memerlukan kursi roda dan bantuan untuk merawat dirinya $. !anya bergantung di tempat tidur 4.6.5. Rehabilitasi 1edik +ada Pasien St"%ke 1anfaat rehabilitasi pada penderita stroke bukan untuk mengubah defisit neurologis melainkan menolong penderita untuk mencapai fungsi kemandirian semaksimal mungkin dalam konteks lingkungannya. 0adi tujuannya adalah lebih ke arah meningkatkan kemampuan fungsional daripada memperbaiki defisit neurologis atau mengusahakan agar penderita dapat memanfaatkan kemampuan sisanya untuk mengisi kehidupan secara fisik, emosional, dan sosial ekonomi dengan baik.# Program rehabilitasi bagi penderita stroke dapat dimulai sedini mungkin. Kriteria dapat dimulainya program rehabilitasi adalah pasien sudah dalam keadaan stabil. !al ini berarti diagnosis sudah ditegakkan, terapi sudah dimulai, dan pasien sudah tidak dalam resiko tinggi dekompensasi jantung<paru.& *ecara umum, penatalaksanaan rehabilitasi penderita stroke sudah bisa dimulai pada hari pertama atau kedua setelah serangan

27

stroke dengan tujuan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut tetapi penatalaksanaan yang khusus dapta diberikan pada saat penderita setelah stabil (tidak ada kelainan defisit neurologis yang progresif dalam =9 jam).A *yarat rehabilitasi secara khusus adalah sebagai berikut." ". 1empunyai derajat kesadaran yang baik &. 1engerti perintah-perintah<petunjuk yang sederhana 3. 8apat mengingat dan menerangkan kembali dipelajari kemarin ?ama program yang direncanakan tergantung dari faktorfaktor yang mempengaruhi. Pada fase awal pengobatan dan perawatan ditujukan untuk meenyelamatkan jiwa dan mencegah komplikasi, segera setelah keadaan umum memungkinkan, rehabilitasi dimulai biasanya pada hari &-3. -ntuk stroke akibat perdarahaan biasanya setelah hari ke-"=, sedangkan fase lanjutan bertujuan untuk untuk mencapai kemandirian fungsional dalam mobilisasi dan aktivitas sehari-hari (Activity of &aily Livin $A&L).A Karakteristik program rehabilitasi penderita stroke menurut ;olberg adalah sebagai berikut." ". &. 3. =. .. 1encegah komplikasi 1encegah kekambuhan stroke (progresivitas) 1engidentifikasi defisit fungsional dan kemampuan 1emperbaiki fungsional fisik melalui conditionin e)ercise 1eningkatan kemajuan fungsional melalui training yang ditujukan pada )K* (mobilisasi, perawatan diri, kognisi dan komunikasi) $. 1enilai kebutuhan yang diperlukan untuk mobilitas dan )K* serta memberikan persiapan ortosis dan alat bantu yang spesifik A. 1enilai dan memberikan dukungan terhadap penderita apa yang

28

dan keluarga dalam proses sosialisasi 9. #. 1engidentifikasi dan menangani gangguan afektif dan memberikan konseling dan dukungan kepada penderita 1encegah komplikasi melaui evaluasi dan penanganan terhadap seluruh kondisi medik yang berkaitan "'. 1engidentifikasi dan memberikan kemudahan dalam hal aktivitas rekreasional mencakup , aktivitas waktu luang dan hobi "". 1engembalikan penderita ke keadaan mandiri termasuk ke pekerjaan yang menguntungkan 4.6.6. E(aluasi Pende"ita St"%ke da"i Se-i Rehabilitasi 1edik Bvaluasi rehabilitasi medik yang dilakukan oleh tim berbeda dengan evaluasi medik umum bagi penderita. /ujuan evaluasi rehabilitasi medik adalah untuk tercapainya sasaran fungsional yang realistik dan untuk menyusun suatu program rehabilitasi yang sesuai dgn sasaran tersebut. Pemeriksaan ini meliputi = bidang evaluasi, yaitu sebagai berikut.A,# ". Bvaluasi neuromuskuloskeletal, Bvaluasi ini harus mencakup evaluasi neurologik secara umum dg perhatian khusus terhadap kemampuan terhadap komunikasi fungsi cerebral dan cerebellar, sensasi dan penglihatan (terutama visus dan lapangan penglihatan). Bvaluasi sistem motorik meliputi pemeriksaan luas gerak sendi ( 21), tonus otot dan kekuatan otot. &. Bvaluasi medik umum 7anyak penderita stroke adalah mereka yang berusia lanjut dan mungkin mempunyai problem medik sebelumnya. Bvaluasi tentang sistem kardiovaskular, sistem pernafasan serta sistem saluran kencing dan genital adalah penting. 8iperkirakan "&I penderita stroke disertai dengan penyakit jantung simptomatik. 7ila terdapat hipertensi dan diabetes mellitus, kontrol yang baik

29

adalah sangat perlu 3. Bvaluasi fungsional Kemampuan fungsional yang dievaluasi meliputi aktivitas kegiatan hidup sehari-hari ()8?), makan, mencuci, berpakaian, kebersihan diri, transfer dan ambulasi. -ntuk setiap jenis aktivitas tersebut, ditentukan derajat kemandirian atas ketergantungan penderita, juga kebutuhan alat bantu. 8erajat kemandirian tersebut adalah sebagai berikut.$ a. 1andiri (independent) Penderita dapat melaksanakan aktivitas tanpa bantuan, baik berupa instruksi (lisan) maupun bantuan fisik. b. Perlu supervisi Penderita mungkin memerlukan bantuan instruksi lisan atau bantuan seorang pendamping untuk mewujudkan aktivitas fungsional. c. Perlu bantuan Penderita memerlukan bantuan untuk mewujudkan aktivitas fungsional tertentu, yang bisa berderajat minimal (ringan), sedang atau maksimal. d. /ergantung (dependent) Penderita tidak dapat melaksanakan aktivitas meskipun dengan bantuan alat dan semua aktivitas harus dilakukan dengan bantuan orang lain. =. Bvaluasi psikososial dan vokasional Bvaluasi psikososial dan vokasional adalah perlu oleh karena rehabilitasi medik tergantung tidak hanya pada fungsi cerebral intrinsik, tetapi juga tergantung faktor psikologik, misal motivasi penderita. Cokasional dan aktivitas rekreasi, hubungan dengan keluarga, sumber daya ekonomi dan sumber daya lingkungan juga harus dievaluasi. Bvaluasi psikososial dapat dilakukan dengan menyuruh penderita mengerjakan suatu hal

30

yang sederhana yg dapat dipakai untuk penilaian tentang kemampuan mengeluarkan pendapat, kemampuan daya ingat, daya pikir dan orientasi 4.4.4. P"%-"am Rehabilitasi 1edik +ada Pasien St"%ke Program rehabilitasi medik dapat dimulai sedini mungkin. Pada pro ressin stroke, lebih aman menunggu sampai mencapai completed stroke baru dimulai program latihan, meskipun pasif. 0ika ;angguan Pembuluh 8arah 2tak (;P82) berasal dari aliran sistem karotis, tunggu sampai "9-&= jam. 0ika tidak ada gejala neurologik berarti telah komplit, sedangkan ;P82 dari sistem vertebrobasiler diperlukan observasi selama A& jam. ;P82 karena trombosis dan emboli tanpa komplikasi, mobilisasi dapat dimulai &-3 hari setelah onset. ;P82 karena trombosis<emboli pada penderita infark miokardial tanpa komplikasi dimulai setelah 3 minggu. 0ika stabil, tidak ada aritmia, mobilisasi hati-hati dimulai pada hari ke "'.$ *wenson menyebutkan lama program rehabilitasi medik direncanakan $-"& minggu (rata-rata 9 minggu) sebagai waktu yang diperlukan penderita rawat tinggal sebelum diperbolehkan pulang. Pada kasus ringan, program rehabilitasi medik dilakukan selama "-& minggu. ?ama waktu keseluruhan program rehabilitasi pada umumnya $-"& bulan.$,# 4.4.5 &ase A al Pada fase awal mungkin kesadaran penderita masih menurun, pemeriksaan-pemeriksaan masih banyak dilakukan dan penderita masih diinfus. Pengobatan dan perawatan pada fase ini ditujukan untuk menyelamatkan jiwa dan mencegah komplikasi. *egera setelah keadaan umum memungkinkan rehabilitasi dimulai, biasanya pada hari ke &-3. -ntuk stroke akibat perdarahan biasanya setelah hari ke-"=.$,# Pekerja sosial medik dapat mulai bekerja dengan wawancara keluarga penderita, mencari keterangan tentang pekerjaan, kegemaran, sosial ekonomi dan lingkungan hidup serta keadaan rumah penderita. *elain itu, seseorang

31

fisioterapis mengatur posisi penderita sejak dini dengan tujuan mencegah dekubitus, kontraktur sendi, nyeri bahu, pneumonia ortostatik, juga bermanfaat untuk melawan dominasi syner ictic pattern dan memudahkan nursin care. Posisi ini terdiri dari ,$,# a. Posisi baring terlentang Bkstremitas atas diletakkan di atas bantal sehingga bahu sedikit abduksi dan ke depan, siku dalam ekstensi lengan dalam rotasi keluar, pergelangan tangan dan tangan dalam ekstensi. Bkstremitas bawah, sendi paha agak ekstensi dengan meletakkan bantal di bawah paha dan sendi paha, lutut dalam fleksi, tungkai atas dalam internal rotasi ringan.$,#

b. Posisi miring pada bagian yang sehat

c. Posisi miring pada bagian yang sakit

32

Perhatikan posisi ekstremitas atas. 7ahu yang sakit jangan sampai tertindih ke belakang, tetapi dalam posisi ke depan.$,# d. Posisi !rid in Penderita diubah posisinya setiap & jam untuk mencegah terjadinya ulkus dekubitus, kemudian diberikan latihan luas gerak sendi ( 21).$,#

Pada ekstremitas yang sakit, dilakukan latihan luas gerak sendi sepenuh gerakan secara pasif. Perhatian khusus ditujukan tehadap sendi bahu, tangan dan pergelangan kaki. ?atihan luas gerak sendi membantu mencegah kekakuan sendi, yang dapat menghambat fungsi bila pemulihan neurologik terjadi. 7egitu penderita sadar penanganan masalah emosional dimulai. *etelah tahu ada gangguan fungsi gerak pada dirinya penderita biasanya menjadi sangat kecewa, emosi labil, ketakutan, dan frustasi dapat terjadi.$,#

33

4.4.6. &ase Lan#utan Penekanan fase lanjutan adalah untuk mencapai kemandirian fungsional dalam mobilisasi dan aktivitas hidup sehari-hari ()8?). (ase ini dimulai pada waktu penderita secara medik telah stabil. )ktivitas mobilisasi mulai dengan aktivitas di tempat tidur, berlanjut ke duduk, berdiri dan ambulasi. Perhatian selama fase ini ditujukan untuk memelihara aktif.$,# ?atihan penguatan otot dilakukan pada sisi yang sehat maupun yang sakit, terutama untuk otot-otot yang dipakai untuk transfer dan ambulasi. ?atihan penguatan otot ini dimulai dari latihan secara aktifassistif sampai kemudian progresif-resistif, bila kekuatan telah pulih kembali. ?atihan koordinasi dan keseimbangan juga diperlukan.# 4.7. ,enis Rehabilitasi 1edik 4.7.5 1%bilisasi 1obilisasi meliputi program latihan posisi tegak secara bertahap mulai dari duduk sampai berdiri dan akhirnya mobilisasi. 1obilisasi dini untuk mencegah terjadinya Morthostatic postural hypotensionN.$ 4.7.6 Latihan duduk /ahap pertama latihan duduk dilakukan secara pasif. 0ika penderita sebelumnya diimobilisasi & minggu atau lebih untuk adaptasi kardiovaskular perlu latihan dengan tilt$ta!le. ?atihan duduk dimulai dengan mendudukkan penderita selama .-"' menit, monitor tandatanda vital. ?ama waktu duduk (toleransi) dapat dinaikkan. ?atihan dilakukan minimal & kali sehari tiap pagi dan sore. /oleransi dianggap baik jika dapat bertahan lebih dari 3' menit. ?atihan aktif dimulai setelah toleransi baik.$,# 21 dan meningkat dari latihan 21 secara pasif ke

34

Posisi duduk dipinggir tempat tidur ditingkatkan keduduk di kursiroda. 7ila toleransi terhadap posisi duduk telah tercapai, suatu program latihan transfer pada posisi berdiri dan latihan toleransi pada posisi berdiri dimulai. Penderita dengan hemiparese biasanya dilatih transfer pada posisi berdiri dengan mempergunakan tungkai yang sehat untuk menahan berat badan serta mempergunakan lengan yang sehat untuk mendorong badan ke atas sampai dapat berdiri tegak. -ntuk menyelesaikan transfer ini, penderita bertumpu pada kaki yang sehat, lalu memindahkan lengan yang sehat ke sandaran tangan kursi roda dan kemudian merendahkan tubuh sampai duduk di kursi roda. /ransfer harus selalu dilakukan dengan meletakkan kursi roda pada sisi yang sehat dari tubuh (lihat gambar).$,#

35

7ersamaan dengan prosedur transfer dimulai, program latihan berdiri dan ambulasi juga dimulai. )walnya bantuan dari terapis
36

diperlukan untuk membantu penderita berdiri di antara paralel !ar, kemudian dimulai latihan keseimbangan dan toleransi berdiri. 0ika dianggap perlu dapat memakai knee !ack sla!, yaitu semacam posterior splint untuk menstabilkan lutut yang sakit dalam posisi ekstensi.$,# ?atihan ini termasuk stand$up e)ercise berguna untuk penguatan tungkai yang sehat sehingga kuat mengangkat tubuh juga merangsang kembalinya refleks serta fungsi motorik tungkai yang sakit dan juga menguatkan tungkai yang sehat. 1ulai dengan kursi tinggi, tiap kali latihan "' kali stand$up, kemudian kursi direndahkan " atau & inci sampai setinggi kursi umum.$,# *eterusnya penderita dilatih berjalan diantara paralel bar, pertama dengan bantuan selanjutnya tanpa bantuan. /ahap berikutnya penderita dilatih jalan di luar paralel !ar, bila perlu dengan bantuan tongkat yang bisa berupa tongkat kaki =, kaki 3, atau kaki tunggal, untuk diteruskan dengan jalan tanpa alat bantu bila telah ada kemajuan. Penderita juga dilatih untuk menaiki tangga rumah. Pertama kali penderita menaiki tangga rumah setapak demi setapak untuk tiap tingkat Pada waktu naik tungkai sehat melangkah lebih dulu, sewaktu turun tungkai sakit terlebih dulu.# -ntuk membantu program ambulasi, diperlukan alat bantu sebagai berikut.# a+ Brace -ntuk kasus foot drop, dapat digunakan short le !race dengan #' post, sedangkan lon le !race dilakukan untuk menghentikan recurvatum genue. b. *epatu untuk menambah stabilitasi pergelangan kaki Pada sepatu pasien, dilakukan pemberian tumit lebar atau penambahan pada sole sebelah samping. c+ Slin Slin dipasangkan pada ekstremitas atas yang mengalami

37

paralisis berat untuk mengurangi tarikan pada bahu dan mencegah terjadinya sindroma nyeri bahu. Slin juga akan mencegah efek ekstremitas atas yang nonfungsional terhadap keseimbangan penderita waktu jalan. d. Kursi roda 0ika tim rehabilitasi memutuskan bahwa kemampuan berjalannya memang sudah tidak dapat mencapai tingkat yang fungsional, pilihan terakhir adalah kursi roda. 4.7.4. Akti(itas Kehidu+an Seha"i)Ha"i <Activity Of Daily Living/ADL) *ebagian besar penderita dapat mencapai kemandirian dalam )8?, meskipun pemulihan fungsi neurologis pada ekstremitas atas yang terkena belum tentu baik. 8engan peralatan bantu yang telah disesuaikan, aktivitas )8? dengan menggunakan satu tangan secara mandiri dapat dikerjakan. )8? ini meliputi makan, minum, personal hy iene, berpakaian, serta aktivitas tambahan seperti membuka pintu, memegang buku bacaan, menelepon dan lain-lain.$,# Kemandirian dalam makan dapat dipermudah dengan pemakaian alat-alat yang telah disesuaikan, misalnya sendok<garpu dengan pegangan yang besar, sedotan untuk minum. Pemasangan batang pegangan pada dinding kamar mandi dan kamar kecil akan menambah kemadirian sewaktu mandi, sedangkan pakaian yang lebih longgar, dengan kancing di depan, dikombinasikan dengan teknik mengenakan pakaian dengan memasukkan sisi yang sakit lebih dulu ke lengan kemeja, celana panjang<pendek maupun pakaian dalam akan menambah kemandirian dalam berpakaian.$,#

38

4.7.7. .an--uan Bi$a"a Atau K%munikasi Pelaksanaan terapi dilakukan oleh tim medik dan keluarga dan umumnya memerlukan waktu 3 bulan. ;angguan bicara atau komunikasi ditangani oleh speech therapist dengan cara sebagai berikut.$,# ". ?atihan pernafasan (pre$speech trainin ) berupa latihan nafas, menelan, meniup, latihan gerak bibir, lidah dan tenggorokan. &. ?atihan di depan cermin untuk latihan gerakan lidah, bibir dan mengucapkan kata-kata. -ntuk afasia motorik, contoh gerakan dan instruksi secara tertulis, sedangkan untuk afasia sensorik, rangsangan suara lebih ditekankan, bicara perlahan-lahan serta jelas. 3. ?atihan bagi penderita disartri lebih ditekankan ke artikulasi dan pengucapan kata-kata. *ekitar ='I penderita stroke dengan kelumpuhan sebelah kanan akan terdapat gangguan bahasa. Kelainan ini bersifat sementara dan menetap. 7ila fungsi gerak mengalami peningkatan biasanya fungsi bahasa juga, walaupun tidak pasti sejalan. $,# 4.7.8. &akt%" Psik%l%-i *emua penderita dengan gangguan fungsional yang akut akan melampaui suatu serial fase psikologi. dorongan semangat bagi penderita.$ (ase-fase psikologis tersebut adalah sebagai berikut.# ". (ase shock >aktu ;ejala Program , segera setelah serangan , panik, cemas, putus asa , memberi keyakinan dan dukungan semangat, konsultasi dengan keluarga. *emua anggota tim harus mengetahui fenomena ini serta harus memberikan dukungan dan

39

&. (ase penolakan >aktu ;ejala Program , fase akut , agak panik , dorongan semangat bagi penderita untuk

melakukan aktivitas yang dapat dikerjakan, pemberian MhadiahN atas usaha yang dapat dikerjakan 3. (ase penyesuaian >aktu ;ejala Program =. (ase penerimaan >aktu ;ejala Program , fase pemulihan lanjut , kenaikkan terhadap gairah hidup , MpaksaN penderita untuk mencapai sasaran , fase pemulihan awal , cemas, rasa kepahitan hidup, depresi , secara bertahap memberikan aktivitas baru

yang bersifat tantangan

yang telah ditetapkan *ebagian penderita mengalami fase-fase tersebut secara cepat, sedang sebagian lagi mengalaminya secara lambat, berhenti pada salah satu fase atau bahkan kembali ke fase yang sudah lewat. psikologi yang sesuai untuk dapat menerima rehabilitasi.$ 4.8. Pemulihan Pende"ita St"%ke *aat mulainya rehabilitasi medik, program dimulai kurang dari &= jam maka pengembalian fungsi lebih cepat. 7ila dimulai kurang dari "= jam maka kemampuan memelihara diri akan kembali lebih dahulu. *aat dimulainya pemulihan klinis, prognosis akan lebih buruk bila ditemukan adanya , "-= minggu gerak aktif masih nol (negatif)O =-$ minggu fungsi tangan belum kembali dan adanya hipotonia dan arefleksia yang menetap.$ Pemulihan penderita stroke dibagi menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut." ehabilitasi memerlukan pendidikan dan motivasi. Penderita harus berada pada fase

40

". Pemulihan +eurologis Pemulihan neurologis tergantung mekanisme stroke dan lokasi lesi. Pemulihan neurologis secara spontan umumnya terjadi pada bulan ke 3- $ setelah serangan stroke. Pada pemulihan neurologis akan terjadi proses sebagi berikut,resolusi terhadap udema lokal, rosorpsi toksin secara lokal, perbaikan sirkulasi lokal dan perbaikan secara parsial neuron yang rusak. &. Pemulihan (ungsional Perbaikan fungsi motorik biasanya terjadi setelah stroke. 8an akan menjadi komplit setelah 3-$ bulan setelah serangan stroke. Pemulihan ini akan terjadi secara kontinue setiap bulan dan setiap tahun, tergantung dimana penderita ditempatkan dan berapa banyak latihan serta motivasi yang didapatkan dari lingkungan. Pada suatu studi pernah dilaporkan bahwa pemulihan e@tremitas bawah lebih dini dibandingkan e@tremitas atas. Kebanyakan program rehabilitasi stroke dapat diselesaikan oleh penderita sebelum akhir hari ke-=' setalah serangan stroke. -ntuk menilai untung ruginya rehabilitasi stroke juga perlu dipikirkan bukan hanya keuntungan secara finansial tetapi semua keuntungan termasuk dalam memperbaiki kualitas hidup. 7eberapa instrumen yang sering dipaki untuk menilai kemampuan fungsional pada penderita stroke adalah sebagai berikut. ",$,# ". *ecara -mum a. %ndeks 7arthel %ndeks 7arthel merupakan indeks kemandirian yang sederhana untuk menilai kemampuan fungsional penderita dengan gangguan neuromuskuler atau muskuloskeletal dan merupakan instrumen yang paling populer dan paling banyak digunakan untuk mengukur kemampuan fungsional penderita stroke dalam melaksanakan aktivitas kehidupan sehari-hari. -ntuk penampilan berjalan telah dipakai sub skor indeks

41

barthel denganskla 3 poin, yaitu tidak dapat berjalan, berjalan dengan bantuan dan berjalan secara independen.",$ %ndeks 7arthel terdiri dari "' item meliputi sebagai berikut."

b.

Functional Independence %easure ((%1) *kor (%1 dikembangkan untuk mengukur disabilitas seseorang dan untuk menilai kemajuan perkembangaan penderita yang mendapat program rehabilitasi. Penilaian pada penderita (%1 dilakukan pada $ kategori fungsi dan terdiri dari "9 item. *etiap item dinilai ketergantungannya dengan menggunakan skala " s<d A.# ,+ Independence A , independen komlit $ , modified independence bantu &. %odified Independence . , supervisi = , bantuan minimal (upaya obyek untuk aktivitas P A. I) penderita memaki alat

42

3 , bantuan sedang (subyek &.-A. I) 3. Complited dependence & , bantuan maksimal (subyek, &.-.'I) " , bantuan toatal (subyek '-&. I) Keenam kategori fungsi terdiri dari poin-poin sebagai berikut.# ". Perawatan diri, - +ilai maksimal =& poin ($ aktivitas) - )ktivitas yang dinilai adalah makan, pergi ke toilet &. Kontrol sfingter - +ilai maksimal "= point (& aktivitas) - )ktivitas yang dinilai adalah manajment kandung kencing dan usus 3. 1obilitas - +ilai maksimal &" point ( 3 aktivitas) - )ktivitas yang dinilai adalah kemampuan transfer untuk 7)7 dan 7)K, transfer untuk mandi dan transfer ke tempat tidur, kursi dan kursi roda. =. ?okomotorik - +ilai maksimal "= point ( & aktivitas) - )ktivitas yang dinilai adalah berjalan<kursi roda, naik<turun tangga .. Komunikasi - +ilai maksimal "= point ( & aktivitas) - )ktivitas yang dinilai adalah komprehensi< dapat memahami ekspresi -+ Social co nition - +ilai maksimal &" point (3 aktivitas) - )ktivitas yang dinilai adalah pemecahan masalah, intereaksi sosial dan memori. roomin , mandi, memakai baju bagian atas ,memakai baju bagian bawah dan

43

c+ P.LS/S Profile P.LS/S profile dirancang untuk mengevaluasi fungsional pada penderita penyakit kronis dan orang tua termasuk stroke. Profile ini umumnya digunakan untuk memprediksi rehabilitasi yang potensial, untuk mengevaluasi perkembangan penderita dan untuk membantu dalam perencanaan program.$,# P-?*B* merupakan akronim yang dibentuk dari hurufhuruf awal subseksi instrumen. *ubseksi-subseksi ini didesain untuk mengukur ," ". Physical condition (kondisi fisik) &. .pper /)tremity (kemampuan untuk menggunakan ekstremitas atas) 3. Lo0er /)tremity (kemampuan untuk menggunakan ekstremitas bawah) =. Sensory Performance dengan (komponen komunikasi, sensorik yaitu yang bicara, berhubungan

pendengaran dan penglihatan) .. /)cretory performance (kemampuan untuk mengontrol 7)7 dan 7)K) $. Social and mental status (status sosial mental) 8alam setiap subseksi, nilainya antara " s<d = (dari normal sampai abnormal P.LS/S profile berat yang mengakibatkan ketergantungan), merupakan instrumen untuk mengukur dan status

kemampuan fungsional dan telah banyak digunakan secara luas di pusat-pusat rehabilitasi di )merika." P.LS/S profile lebih berguna untuk mendeteksi perubahan-perubahan sebelum meninggalkan rumah sakit (K *) dan sangat efektif pada perubahan substansial pada status fungsional pada penderita stroke atau cedera medula spinalis."

44

&. *ecara Khusus Fun sional Am!ulation Cate ory (():) adalah alat ukur yang dapat digunakan untuk menilai kemampuan gait penderita seperti penderita pasca stroke, palsi serebralis dan pasca trauma medula spinalis. /es tersebut meliputi $ level terhadap dukungan personel yang diperlukan untuk gait tetapi tidak mencatat apakah alat bantu digunakan atau tidak.",# ?evel ' menggambarkan seorang penderita tidak mampu berjalan atau memerlukan bantuan dua orang atau lebih. ?evel " menggambarkan seorang penderita memerlukan sokongan yang kontinyu dari satu orang untuk membantu mengangkat berat dan keseimbangannya. ?evel & menggambarkan seorang penderita tergantung pada sokongan yang kontinyu atau intermiten terhadap satu orang untuk membantu keseimbangan atau koordinasi. ?evel 3 menggambarkan penderita hanya memerlukan supervisi verbal. ?evel = menggambarkan bantuan diperlukan pada tangga dan permukaan yang tidak rata ?evel . menggambarkan seorang penderita yang dapat berjalan secara independen di mana saja

45

BAB I/ ANALISIS KASUS


+y. **, .. tahun, penderita datang dengan keluhan utama kelemahan sisi tubuh sebelah kiri. *ejak 4 " hari *1 * saat sedang aktivitas tiba 5 tiba penderita mengalami kelemahan pada sisi tubuh kiri, saat serangan sakit kepala (-), mual (-), muntah (-), kejang (-), penurunan kesadaran (-), mulut mengot (6), bicara pelo (6). iwayat hipertensi (6) sejak tahun &'"", tidak kontrol teratur. iwayat 81 (6) sejak tahun &''9, minum obat teratur. iwayat stroke (6) tahun &'"".

Penderita mengalami penyakit seperti ini untuk kedua kalinya. Pada pemeriksaan fisik umum didapatkan tampak sakit sedang dengan kesadaran compos mentis (;:* ".), tekanan darah "='<9' mm!g, nadi #&@<menit, pernapasan &&@<menit, suhu 3$,Ao:. Pada pemeriksaan neurologi, ditemukan plica nasolabialis kiri datar dan sudut mulut kiri tertinggal pada pemeriksaan nervus craniales C%% (+. (acialis), serta didapatkan juga adanya disartria pada pemeriksaan nervus craniales J%% (+. !ypoglossus). *elain itu, pada pemeriksaan motorik, pada ekstremitas sinistra terdapatnya gerakan kurang aktif, kekuatan 3, tonus meningkat, dan refleks fisiologis pada lengan dan tungkai kiri juga meningkat. *edangkan pada ekstremitas bagian dekstra masih dalam batas normal. Pada pemeriksaan gait dan keseimbangan juga ditemukan pasien sulit untuk menjaga keseimbangannya pada saat berdiri atau duduk. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan peningkatan ?B8, peningkatan gula darah sewaktu, peningkatan kolesterol, pada hasil :/ *can kepala kesan lacunar infark. 7erdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik didapatkan keluhan<gejala berupa defisit neurologis tubuh bagian kiri, disatria, plica nasolabialis kiri datar, serta sudut mulut kiri tertinggal disertai faktor risiko terjadinya stroke pada penderita yaitu usia tua, hipertensi tak terkontrol, adanya riwayat diabetes melitus. *elain itu didapatkan pula riwayat stroke pada tahun &'"". Kemudian dilakukan pemeriksaan penunjang berupa :/ scan untuk memperkuat diagnosa, didapatkan infark pada daerah lakunar. 7erdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan

46

penunjang, pasien ini didiagnosa Mslight hemiparese sinistra tipe spastik dengan parese +. C%% dan J%% sinistra tipe sentral e.c thrombosis cerebri disertai 81 tipe & uncontrolledN. 7erdasarkan tipe stroke, penderita dapat dikategorikan sebagai stroke nonhemorragik dengan faktor risiko usia tua, hipertensi tidak terkontrol, penyakit diabetes melitus serta adanya riwayat stroke. Pada penderita juga ditemukan adanya manifestasi berupa kelumpuhan anggota gerak dan kelumpuhan wajah sebelah kiri, disertai disatria tanpa disertai mual muntah, ganguan penglihatan ataupun penurunan kesadaran. Penderita hemiparese aktivitas sehari-harinya telah berkurang yang disebabkan oleh kelumpuhan separuh badan, untuk ini penderita kesulitan melakukan activity daily livin ()8?). Keadaan ini akan mengubah pola keserasian hidup dari penderita dan keluarga penderita, karena penderita akan banyak tergantung pada orang lain. Program rehabilitasi pada penderita hemiparese sangat penting. 7eberapa program rehabilitasi medik pada penderita hemiparese telah dikemukakan oleh berbagai penemunya, masing-masing dengan dasar teori yang berbeda yaitu ada dua bagian, ". ehabilitasi kompensatori *uatu program latihan rehabilitasi dimana pengobatan<latihannya lebih ditekankan kepada pengambilan alih fungsi anggota yang lumpuh oleh anggota gerak yang sehat.?atihan ini berfungsi untuk penguatan otot-otot dan mempertahankan luas gerak sendi pada sisi yang lumpuh. Kelemahan sistem ini adalah mengabaikan potensi-potensi yang ada pada sisi yang lumpuh serta spastisitas menjadi lebih kuat disebabkan Mreaksi ikutanN yang ditimbulkan oleh sisi unilateral yang sehat. &. ehabilitasi developmental Gaitu rehabilitasi pengembangan yang memusatkan perhatian kepada perkembangan potensi fungsional di sisi yang lumpuh sejak dini dan masa akut. 8engan cara (euromuskular Facilitation /)ercise, misalnya metode 7obath, ood dan Proprioseptive (euromuscular Facilitation. Pada penderita dengan hemiparese timbul refleks postural abnormal (reflek primitif) yang

47

menyebabkan timbulnya koordinasi dan tonus yang abnormal, hilangnya keseimbangan pada sisi yang lumpuh, timbulnya gangguan motorik yang menghambat gerakan, timbulnya spastisitas otot dan hilangnya gerakan bebas. Program rehabilitasi medik penderita hemiparese sebaiknya dimulai sedini mungkin. ?atihan ini adalah berupa latihan aktif pasif, latihan sendi dan positionin , !rid in dan rollin . /ujuan dari latihan ini adalah mencegah spastisitas terutama posisi pasien yaitu posisi antispastik. Penanganan mutakhir spastisitas meliputi perawatan yang baik dan modalitas fisik. 1odalitas fisik terdiri dari latihan terapeutik, terapi dingin, terapi panas, stimulasi listrik, !io feed!ack, vibrasi, peregangan yang dipertahankan, traksi, tekanan, inverse, goyangan ringan, penyangga berat badan, mobilitas sendi, massa e, laser, akupuntur, splintin , dan castin . Program rehabilitasi medik pada penderita ini meliputi fisioterapi yakni sinar infra red (% ). Infra "ed "adiation (% ) dilakukan karena terapi panas memiliki efek fisiologis berupa memperbaiki sirkulasi arteri dan vena, meningkatkan metabolisme, memperbaiki nutrisi jaringan, mengurangi spasme otot, menghilangkan rasa sakit, meningkatkan difusi jaringan, meningkatkan ekstensibilitas tendon, mengurangi aktifitas aferen fusimotor serta meningkatkan elastisitas jaringan yang mana semua efek tersebut baik untuk pemulihan pada pasien ini. % dilakukan agar terjadi perbaikan aliran darah ke perifer (otot) serta dapat mencetuskan stimulasi listrik. Kemudian dilakukan terapi latihan berupa 21 e@ercise aktif dan pasif stren thenin e)ercise otot yang lemah, tujuannya adalah agar gerakan pada persendian baik secara aktif, mengurangi spastisitas sehingga memungkinkan gerakan yang normal, dan memperkuat otot yang lemah serta latihan 7obath untuk melatih postural yang normal dan keseimbangan. Penderita juga diberikan terapi okupasi berupa A&L e)ercise yaitu latihan keseimbangan yang dimulai dengan keseimbangan saat duduk, berdiri, dan saat berjalan. *aat pasien sudah dapat berjalan dengan seimbang, penderita diperkenalkan dengan program )8?, seperti latihan mobilisasi (latihan berpindah tempat dari tempat tidur menuju ke kursi), latihan fungsi tangan untuk gerakan

48

motorik halus dan koordinasi (latihan tata cara makan, memakai baju, dll), terapi wicara diberikan untuk mengatasi distaria dengan melatih artikulasi penderita dalam mengucapkan kata-kata. Pemberian edukasi pada penderita juga diperlukan yaitu dengan memberikan edukasi dan bimbingan kepada penderita untuk berobat dan berlatih secara teratur, memberikan edukasi dan evaluasi terhadap lingkungan rumah agar sesuai dengan keamaan pasien saat ini untuk membantu pasien menjalani aktivitas sehari-hari. /erapi 1edika mentosa yang diberikan sesuai dengan perawatan di 7agian +eurologi yaitu )spilet & @ 9' mg tab, %nj. anitidin & @ ", :aptopril 3 @ &. mg, Cit 7"7$7"& 3 @ " tab, 1etformin 3 @ .'' mg. Prognosis pada pasien ini untuk 1uo at vitam adalah du!ia ad !onam karena pada hemiparese tungkai dan lengan kiri akibat trombosis serebri ini belum terjadi perdarahan serebri sehingga harapan pasien untuk hidup lebih baik, sedangkan 1uo at functionam adalah du!ia ad !onam karena hal ini dipengaruhi oleh gaya dan kualitas hidup pasien serta rutin tidaknya pasien dalam melakukan terapi rehabilitasi medik. 7ila terapi rehabilitasi medik yang bertujuan untuk mengembalikan fungsi tubuh yang mengalami parese dilakukan rutin dan teratur maka prognosis akan menjadi lebih baik meskipun akan memerlukan waktu yang lebih lama. -ntuk evaluasi dari perkembangan klinis dan fungsional digunakan indeks 7arthel. %ndeks ini akan dinilai tiap minggu ataupun tiap bulan sehingga diharapkan perkembangan klinis dan fungsional dari pasien dapat dipantau secara kuantitatif. !asil indeks 7arthel pada pasien ini adalah $', yaitu ketergantungan berat. -ntuk itu, diharapkan setelah terapi dilaksanakan, skor dari indeks 7arthel penderita dapat meningkat. N%. ". &. 3. =. .. $. A. 9. Kete"an-an 1akan /ransfer bed<kursi 2roomin 3personal toilet) /oiletting 1andi 7erjalan di tempat datar +aik dan turun tangga 7erpakaian Nilai . "' ' . ' "' . .

49

#. "'.

Kontrol 7)7 Kontrol 7)K

"' "'

50

DA&TAR PUSTAKA 5. =ida-da> I1. Penilaian Tingkat Ambulasi Penderita Hemiparesis


Pascastroke dengan Functional Ambulation Category FAC! bagi yang "endapat Program#e$abilitasi "edik di #% dr& 'ariadi %emarang . La+%"an Penelitian. P"%-"amStudi Rehabilitasi 1edik &akultas Ked%kte"an Di+%ne-%"%. Sema"an-. 6??6@4)69. Kolegium %lmu Kedokteran (isik dan ehabilitasi %ndonesia.Tatalaksana 4edokteran Fisik dan "eha!ilitasi Pada Stroke Kolegium %lmu Kedokteran (isik dan ehabilitasi %ndonesia.0akarta. &'"'O "-&" 7amford 0, *andercock P, 8ennis 1, 7urn 0, >arlow :.Classification and natural history of clinically identifia!le su!types of cere!ral infarction .?ancet. &''9O "-.."&. Karema >inny. &ia nosis dan 4lasifikasi Stroke. *imposium *troke -p 8ate&''". 7agian *1( *araf (akultas Kedokteran -niversitas *am atulangi< *-P 1anado. &''", "'-.."3. 1isbach, 0 dan !armani K. %en enali 5enis$'enis Stroke . &'"". 8iunduh dari,http://medicastore.com/stroke/Mengena i!"enis!#troke.php $diakses pada tanggal " 2ktober &'"3. >!2. &'"&. Stroke* Cere!rovascular Accident. 8iunduh dari,http://%%%.%ho .int/topics/ cere&ro'asc( ar!accident/en/ , diakses tanggal " 2ktober &'"3. 8arodjah *!. "eha!ilitasi pada Pasien Stroke. 8epartemen ehabilitasi 1edik * 8r. Kariadi (akultas Kedokteran -niversitas 8iponegoro*emarang. &''AO "-=9.#. +ational *troke (oundation. &'"'. Clinical 2uidelines for Stroke %ana ement 1elbourne, )ustralia.67,7 . )ngliadi ?*, dkk. "eha!ilitasi Stroke. 8alam, Penuntun %lmu Kedokteran(isik dan ehabilitasi. 1anado, 7agian %lmu Kedokteran (isik dan ehabilitasi (akultas Kedokteran *am atulangi. 1anado. &''$O .-&".

&.

3.

4.

5.

6.

A.

9.
9.

51

Anda mungkin juga menyukai