Anda di halaman 1dari 14

ANALISIS PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NO: 68/Pid.B/2012/PN.TGL DALAM PERKARA PIDANA PENADAHAN.

(STUDY KASUS PUTUSAN PENGADILAN NO: 68/Pid.B/2012/PN.TGL)

PROPOSAL SKRIPSI

O !" : #IMY RI$%I SETYA#I &10'&0(182

)AKULTAS HUKUM UNI*ERSITAS PAN+ASAKTI TEGAL 2012

A. L,-,. B! ,/,01 Indonesia merupakan salah satu negara berkembang di dunia yang melakukan pembangunan di segala bidang. Usaha yang dilakukan oleh negara ini meliputi pembangunan ekonomi, perbaikan sistem publik, melakukan usaha pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tidak kalah pentingnya adalah pembangunan di bidang hukum dari tahun ke tahun yang diusahakan pembaharuan hukum sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat. Seperti yang termuat dalam Penjelasan Undang-Undang Dasar 194 menyatakan bah!a "egara Indonesia berdasarkan atas hukum #rechtstaat$ tidak berdasarkan atas kekuasaan belaka #machtstaat$, sebagai negara hukum maka Indonesia mempunyai serangkaian peraturan atau hukum supaya kepentingan masyarakat dapat terlindungi. %linea ke-4 Pembukaan Undang-Undang Dasar 194 yang merupakan landasan konstitusional negara ini memuat bah!a tujuan negara salah satunya adalah men&iptakan kesejahteraan umum. 'adi semua usaha dan pembangunan yang dilakukan negara ini harus mengarah pada tujuan ini sehingga ter&ipta kesejahteraan rakyat. Di dalam pergaulan masyarakat terdapat beraneka ragam hubungan antara anggota masyarakat, yaitu hubungan yang timbul oleh kepentingan anggota masyarakat itu. %danya keanekaragaman hubungan tersebut, para anggota masyarakat memerlukan aturan-aturan yang dapat menjamin keseimbangan dalam hubungan tersebut agar tidak terjadi keka&auan. Peraturan-peraturan hukum yang telah ada di masyarakat !ajib untuk ditaati karena berpengaruh pada keseimbangan dalam tiap-tiap hubungan antar anggota masyarakat. (urangnya kesadaran hukum dalam masyarakat menyebabkan terjadinya ketidakper&ayaan antara anggota masyarakat itu sendiri maupun ketidakper&ayaan dengan aparat penegak hukum dan pemerintah. )erlebih dengan kondisi perekonomian negara kita yang sulit saat ini, mengakibatkan

timbulnya kasus kriminalitas yang terjadi dalam masyarakat yang dilatarbelakangi karena kebutuhan hidup yang mendesak. (ondisi yang terjadi setiap hari dan dialami oleh masyarakat sebagai &ontohnya, penjambretan, penodongan, pen&urian, perampokan, penganiayaan, perkosaan, pembunuhan, ta!uran remaja, atau lebih dikenal dengan *kejahatan jalanan+ atau street crime+ menjadi tantangan bagi proses penegakan hukum. (ejahatan tidak akan dapat hilang dengan sendirinya, sebaliknya kasus kejahatan semakin sering terjadi dan yang paling dominan adalah jenis kejahatan terhadap harta kekayaan, khususnya yang termasuk di dalamnya adalah tindak pidana penadahan. ,ah!a kejahatan terhadap harta benda akan tampak meningkat di negara-negara sedang berkembang. (enaikan ini sejalan dengan perkembangan dan pertumbuhan ekonomi. Di setiap negara tidak terke&uali negara yang paling maju sekalipun, pasti akan menghadapi masalah kejahatan yang mengan&am dan mengganggu ketentraman dan kesejahteraan penduduknya. -al ini menunjukkan bah!a kejahatan tidak hanya tumbuh subur dinegara miskin dan berkembang, tetapi juga dinegara-negara yang sudah maju. Seiring dengan adanya perkembangan kejahatan seperti diuraikan di atas, maka hukum menempati posisi yang penting untuk mengatasi adanya persoalan kejahatan ini. Perangkat hukum diperlukan untuk menyelesaikan kon.lik atau kejahatan yang ada dalam masyarakat. Salah satu usaha pen&egahannya dan pengendalian kejahatan itu ialah dengan menggunakan hukum pidana dengan sanksinya yang berupa pidana. (ejahatan dapat diartikan se&ara kriminologis dan yuridis. (ejahatan dalam arti kriminologis yaitu perbuatan manusia yang menodai norma-norma dasar dari masyarakat. -al ini dimaksudkan sebagai perbuatan unsur yang menyalahi aturan-aturan yang hidup dan berkembang di masyarakat. (ejahatan se&ara yuridis yaitu perilaku jahat atau perbuatan jahat dalam arti hukum pidana maksudnya bah!a kejahatan itu dirumuskan di dalam peraturan-peraturan pidana. /asalah pidana yang paling sering terjadi di dalam masyarakat adalah tindak

pidana terhadap harta kekayaan #tindak pidana materiil$, seperti pen&urian, pemerasan, penggelapan, penipuan, pengrusakan, dan penadahan. Salah satu tindak pidana terhadap harta kekayaan yang masih sering menimbulkan perdebatan adalah tindak pidana penadahan barang berharga yang berasal dari hasil pen&urian. )indak pidana penadahan sebagaimana yang diatur di dalam Pasal 401 (U-P, dimana salah satu unsur penadahan yang sering dibuktikan oleh 'aksa Penuntut Umum dalam praktik persidangan sehari-hari adalah unsur culpa, yang berarti bah!a si pelaku penadahan dapat dianggap patut harus dapat menyangka asalnya barang dari kejahatan dan jarang dapat dibuktikan bah!a si penadah tahu benar hal itu #asal-usul barang$. Dalam hal ini, *maksud untuk mendapatkan untung+ merupakan unsur dari semua penadahan. ,erdasarkan uraian tersebut, maka penulis tertarik untuk mengkaji masalah tindak pidana penadahan dengan mengambil judul 2 %"%3ISIS PU)US%" /%-(%/%- %4U"4 "52 607Pid.,781187P".)43 D%3%/ P9:(%:% PID%"% P9"%D%-%". #S)UD; (%SUS PU)US%" P9"4%DI3%" "52 607Pid.,781187P".)43$

B. R2324,0 M,4, ," ,erdasarkan latar belakang masalah sebagaimana telah diuraikan diatas, maka yang menjadi permasalahan dalam skripsi ini adalah sebagai berikut 2 1. /engapa sanksi pelaku dalam putusan nomor 2 607pid.,781187P".)43 dalam perkara pidana penadahan lebih ringan dibandingkan dengan pasal 401(U-P 8. <aktor-.aktor apakah yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penadahan di (ota )egal. =. ,agaimana upaya penanggulangan tindak pidana penadahan di (ota )egal. +. T252,0 P!0! i-i,0 %dapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut2 1. Untuk mengetahui bagaimana pertimbangan -akim dalam putusan -akim tentang tindak pidana penadahan di (ota )egal. 8. Untuk mengetahui .aktor apa saja yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penadahan di (ota )egal. =. Untuk mengetahui upaya penanggulangan tindak pidana penadahan di (ota )egal. D. M,06,,- P!0! i-i,0 Penelitian ini diharapkan dapat memberikan man.aat sebagai berikut2 1. /an.aat )eoritis /an.aat teoritis penelitian ini diharapkan mampu memba!a perkembangan dalam ilmu pengetahuan terutama dalam ilmu hukum pidana yang berkaitan dengan )indak Pidana Penadahan. Dengan adanya penelitian ini, dapat menambah re.erensi dalam pengetahuan dan juga sebagai rujukan re.erensi dalam penelitian selanjutnya mengenai Sanksi )indak Pidana Penadahan.

8.

/an.aat Praktis Se&ara praktis penelitian ini dapat menjadi bahan masukan bagi para praktisi di bidang hukum pidana agar dapat mengambil kebijakan dalam sebuah upaya meme&ahkan masalah dalam kasus Penadahan barang hasil pen&urian, serta diharapkan dapat memberikan !a&ana baru kepada masyarakat luas tentang barang hasil pen&urian dalam hal ini mengenai Sanksi pidana dari pelaku tindak pidana penadahan.

E. T! ,," P24-,/, 1. P!01!.-i,0 Ti0d,/ Pid,0, Perbuatan pidana adalah suatu perbuatan phisik yang termasuk kedalam perbuatan pidana. Pendapat Usman Simanjuntak ini &enderung menggunakan istilah *Perbuatan Pidana+ dalam mengartikan *Straff baar Feit+, karena istilah perbuatan pidana itu lebih kongkrit yang mengarah kedalam perbuatan phisik perbuatan pidana, karena tidak semua perbuatan phisik itu perbuatan pidana, dan begitu juga sebaliknya dengan suatu perbuatan phisik dapat menimbulkan beberapa perbuatan pidana. )indak pidana dapat dibeda-bedakan atas dasar-dasar tertentu, yaitu2 /enurut sistem (U-P, dibedakan antara kejahatan # misdrijven$ dimuat dalam buku II dan pelanggaran #overtredingen$ dimuat dalam buku III. /enurut &ara merumuskannya, dibedakan antara tindak pidana .ormil #formeel delicten$ dan tindak pidana materiil # materieel delicten$.

,erdasarkan bentuk kesalahannya, dibedakan antara tindak pidana sengaja #doleus delicten$ dan tindak pidana dengan tidak disengaja #culpose delicten$. ,erdasarkan ma&am perbuatannya, dapat dibedakan antara tindak pidana akti.7positi. dapat juga disebut tindak pidana komisi #delicta commissionis$ dan tindak pidana pasi.7negati., disebut juga tindak pidana omisi #delicta omissionis$. ,erdasarkan saat dan jangka !aktu terjadinya, maka dapat dibedakan antara tindak pidana terjadi seketika dan tindak pidana terjadi dalam !aktu lama atau berlangsung lama7berlangsung terus. ,erdasarkan sumbernya, dapat dibedakan antara tindak pidana umum dan tindak pidana khusus. dilihat dari sudut subyek hukumnya, dapat dibedakan antara tindak pidana communia #yang dapat dilakukan oleh siapa saja$, dan tindak pidana propria #dapat dilakukan hanya oleh orang memiliki kualitas pribadi tertentu$. ,erdasarkan perlu tidaknya pengaduan dalam hal penuntutan maka dibedakan antara tindak pidana biasa #gewone delicten$ dan tindak pidana aduan #klacht delicten$. ,erdasarkan berat ringannya pidana yang dian&amkan, maka dapat dibedakan antara tindak pidana bentuk pokok #eencoudige delicten$, tindak pidana yang diperberat #gequalificeerde delicten$ dan tindak pidana yang diperingan #gequalifeceerde delicten$ dan tindak pidana yang diperingan #gepriviligieerde delicten$.

,erdasarkan kepentingan hukum yang dilindungi, maka tindak pidana tidak terbatas ma&amnya bergantung dari kepentingan hukum yang dilindungi, seperti tindak pidana terhadap nya!a dan tubuh, terhadap harta benda, tindak pidana pemalsuan, tindak pidana terhadap nama baik, terhadap kesusilaan dan lain sebagainya. Dari sudut berapa kali perbuatan untuk menjadi suatu larangan, dibedakan antara tindak pidana tunggal #ekelovoudige delicten$ dan tindak pidana berangkai #samengestelde delicten$. >alaupun dasar pembedaan itu terdapat titik lemah, karena tidak menjamin bah!a seluruh kejahatan dalam buku II itu semuanya itu bersi.at demikian, atau seluruh pelanggaran dalam buku III mengandung si.at terlarang kerana dimuatnya dalam undang-undang. ?ontohnya sebagaimana yang dikemukakan -a@e!inkel Suringa, Pasal 409 (U-P, Pasal 491 (U-P atau Pasal 16 (U-P yang masuk pelanggaran pada dasarnya sudah merupakan si.at ter&ela dan patut dipidana sebelum dimuatnya dalam undang-undang. Sebaliknya ada kejahatan misalnya Pasal 190, Pasal =44 yang dinilai menjadi serius dan mempunyai si.at terlarang setelah dimuat dalam undang-undang.1 Istilah tindak pidana atau dalam bahasa belanda *Stra.tbaar <eit+, yang sebenarnya merupakan istilah resmi dalam Stra.!etboek atau (itab Undang-undang -ukum Pidana, yang sekarang berlaku di Indonesia. %da istilah bahasa asing yaitu deli&t8. )indak pidana merupakan suatu pengertian dasar dalam hukum pidana. )indak pidana adalah suatu pengertian yuridis, lain hal-halnya
1
2

http://hukum.kompasiana.com/2011/10/18/pengertian-tindak-pidana/

Wirjono podjodikoro, asas-asas hukum pidana di Indonesia, Bandung : PT. ERESC ,1!"#, $a% &&

dengan istilah *perbuatan jahat+ atau *kejahatan+ #&rime atau Aerbre&hen atau misdaad$ yang bisa diartikan se&ara yuridis #hukum$ atau se&ara kriminologis=. )indak pidana hanya menunjuk kepada dilarangnya melakukan suatu perbuatan, yang kemudian apakah orang yang telah melakukan perbuatan tersebut dapat dipidana atau tidak. 2. P!01!.-i,0 Ti0d,/ Pid,0, P!0,d,",0 )indak pidana penadahan telah diatur didalam ,ab BBB dari buku II (U-P sebagai tindak pidana pemudahan. /enurut Pro.. Sato&hid (artanegara, tindak pidana penadahan disebut tindak pidana pemudahan, yakni karena perbuatan menadah telah mendorong orang lain untuk melakukan kejahatan-kejahatan yang meungkin saja tidak akan ia lakukan, seandainya tidak ada orang yang bersedia menerima hasil kejahatan.1 Demikian juga ,adanPembinaan -ukum "asional Departemen -ukum dan -%/ :I di dalam ,ab BBBI dari usul ran&angannya mengenai ,uku II dari (U-P yang baru ternyata telah bermaksud untuk memasukkan tindak pidana penadahan ke dalam pengertian suatu jenis tindak pidana baru yang disebutnya sebagai pertolongan jahat.4 U042.72042. Ti0d,/ Pid,0, P!0,d,",0 )indak pidana penadahan dalam bentuk pokok oleh pembentuk undang-undang telah diatur dalam Pasal 401 angka 1 (U-P terdiri atas 2 a. Unsur-unsur subjekti., yang terdiri dari dari 2 1. ;ang ia ketahui atau waarvan hij weet
' +

Sudar(o, $ukum pidana I, Semarang : )a*asan Sudar(o, 1!"#, $a% +, P.-... /amin(ang, Theo /amin(ang, Delik-delik Khusus Kejahatan Terhadap Harta Keka aan, 0akar(a, Sinar 1ra2ika, 2,,!, ha%. '#2

8. ;ang se&ara patut harus dapat ia duga atau warn hij redelijkerwijs moet vermoeden b. Unsur-unsur objekti., yang terdiri dari 2 1. Kopen atau membeli 8. Buren atau menye!a =. Inruilen atau menukar 4. In pand nemen atau menggadai . Als geschenk aannemen atau menerima sebagai hadiah atau sebagai pemberian 6. Uit winstbejag atau didorong oleh maksud untuk memperoleh keuntungan C. erkopen atau menjual 0. erhuren atau menye!akan 9. In pand geven atau menggadaikan 11. ervoeren atau mengangkut 11.Bewaren atau menyimpang dan 18. erbergen atau menyembunyikan Dari penjabaran ke dalam unsur-unsur mengenai tindak pidana penadahan seperti yang diatur dalam Pasal 401 angka 1 (U-P tersebut dapat diketahui bah!a untuk subjekti. pertama dari tindak pidana penadahan ialah unsur waarvan hij weet atau yang ia ketahui. (arena tindak pidana penadahan yang diatur dalam Pasal 401 angka 1 (U-P mempunyai dua ma&am unsur subjekti., masing-masing yakni unsur kesengajaan atau unsur dolus dan unsur ketidaksengajaan atau unsur culpa atau dengan kata lain karena tidak pidana penadahan yang diatur dalam Pasal 401 angka 1 (U-P mempunyai unsur subjekti. yang pro parte dolus dan pro parte culpa, maka di dalam surat

dak!aannya penuntut umum dapat mendak!akan kedua unsur subjekti. tersebut se&ara bersama-samaterhadap seorang terdak!a yang didak!a telah melakukan tindak pidana penadahan seperti yang dimaksud dalam Pasal 401 angka 1 (U-P.1CDisamping itu pula unsur-unsur tindak pidana yang diatur dalam Pasal 401 angka 8 (U-P terdiri dari 2 a. Unsur-unsur subjekti., yang terdiri dari 2 1. ;ang ia ketahui 8. ;ang se&ara patut harus dapat diduga b. Unsur-unsur objekti., terdiri dari 2 1. ,arangsiapa 8. /engambil keuntungan dari hasil suatu benda =. ;ang diperoleh karena kejahatan Perbuatan mengambil keuntungan dari hasil suatu benda yang diperoleh karena kejahatan itu tidak perlu selalu diartikan sebagai perbuatan mengambil keuntungan dari hasil suatu benda yang diperoleh karena kejahatan, yakni jika benda tersebut dijual, melainkan jika benda yang diperoleh karena kejahatan itu telah dise!akan, digadaikan, dipertunjukkan, bahkan juga jika benda itu telah dibudidayakan, diternakkan,dan lain-lainnya.

). M!-8d! P!0! i-i,0 1. P!0d!/,-,0 P!.3,4, ,",0 Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang D undangan !statute approach" yaitu pendekatan yang dilakukan dengan meneliti perundang D undangan yang akan dibahas dalam masalah sanksi
&

34$P, pasa% +",

)indak

Pidana

Penadahan

atas

Putusan

Pengadilan

nomor2

607Pid.,781187P".)43 didalam (U-P dan menggunakan undangundang nomor 4 tahun 8114 tentang kekuasaan kehakiman. 2. K,.,/-!.i4-i/ P!0! i-i,0 Ilmu hukum memiliki karekteristik sebagai ilmu yang bersi.at deskripti. preskripti.. Deskripti. karena menggambarkan .enomena penegakan -ukum Pidana di Indonesia khususnya mengenai masalah tindak pidana penadahan. ,ersi.at preskriti. karena penelitian hukum pidana ini dilakukan untuk menghasilkan argumentasi konsep baru yaitu untuk mengetahui berbagaia .aktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penadahan. (. S239!. d,0 #!0i4 B,",0 P!0! i-i,0 ,ahan Penelitian yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah bahan hukum yang bersi.at hukum dan non hukum. ,ahan penelitian yang bersi.at hukum adalah bahan hukum yang terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. a. ,ahan -ukum Primer merupakan bahan hukum yang bersi.at autoritati. artinya mempunyai otoritas, dalam hal ini bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari 2 1$ Peraturan Perundang-undangan 2 a$ (U-Pidana b$ Undang-undang nomor 4 tahun 8114 tentang kekuasaan kehakiman b. ,ahan -ukum Sekunder berupa publikasi tentang hukum yang bukan merupakan dokumen-dokumen resmi. Publikasi hukum meliputi 2 1$ ,uku-buku teks mengenai hukum pidana 8$ 'urnal-jurnal hukum pidana

=$ Internet mengenai tindak pidana penadahan

:.

P!0123;2 ,0 B,",0 P!0! i-i,0 Pengumpulan bahan penelitian dilakukan melalui studi pustaka yaitu dengan &ara memba&a peraturan perundang-undangan yaitu (U-Pidana, buku literature serta putusan pengadilan nomor2607Pid.,781187P".)43 dengan permasalahan )indak Pidan Penadahan yang akan dibahas dan tinjauan pustaka untuk men&ari bahan hukum sekunder.

&.

A0, i4i4 B,",07B,",0 P!0! i-i,0 %nalisi yang dilakukan adalah analisis hukum. %nalisis bahan hukum dilakukan dengan &ara dedukti. yaitu menarik kesimpulan dari suatu permasalahan yang bersi.at umum yaitu sanksi pidana bagi pelaku tindak pidana penadahan atas putusan pengadilan nomor 2 607Pid.,781187P".)43.

G. R!0<,0, =,/-2 P!0! i-i,0 Peren&anaan Penelitian Pengumpulan ,ahan Penelitian Pengolahan ,ahan Penelitian Penulisan -asil Penelitian 81 hari =1 hari =1 hari 81 hari E 111 hari

D,6-,. P24-,/, P.8d58di/8.8> =i.5808. 1'86. Asas-Asas Hukum Pidana di Indonesia > B,0d201 : PT. ERES+O P.A.). L,3i0-,01> T"!8 L,3i0-,01> Delik-delik Khusus Kejahatan Terhadap Harta Kekayaan> #,/,.-,> Si0,. G.,6i/,> 200'> ", . (62 S2d,.-8. 1'86. Hukum Pidana I, 4!3,.,01 : Y,?,4,0 S2d,.-8. #URNAL / ARTIKEL / INTERNET http#$$hukum%kompasiana%com$&'(($('$()$pengertian*tindak*pidana$ DOKUMEN Undang-undang nomor 4 tahun 8114 tentang kekuasaan kehakiman (U-Pidana Putusan Pengadilan nomor 2 607Pid.,781187P".)43