Anda di halaman 1dari 98

POLA KUMAN AEROB DAN SENSITIFITAS PADA GANGREN DIABETIK

TESIS OLEH NANANG FITRA AULIA
TESIS
OLEH
NANANG FITRA AULIA

Diajukan Untuk Melengkapi Persyaratan Mencapai Keahlian Dalam Bidang Patologi Klinik Pada Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Klinik Pada Fa kultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

DEPARTEMEN PATOLOGI KLINIK FAKULTAS KEDOKTERAN USU /RSUP H. ADAM MALIK MEDAN 2 0 0 8

mendapatkan gelar Dokter Spesialis Patologi Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Disetujui oleh Pembimbing
mendapatkan
gelar
Dokter
Spesialis
Patologi
Patologi
Klinik
Fakultas
Kedokteran
Disetujui oleh Pembimbing

untuk

Departemen

Sumatera Utara Medan.

Medan , Oktober 2008

Tesis ini diterima sebagai salah satu syarat Program Pendidikan

di

Klinik

Universitas

( Dr. Ricke Loesnihari, SpPK-K ) NIP 140 206 903

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

Disahkan Oleh

Ketua Departemen Patologi Klinik FK– USU / RSUP H.Adam Malik Medan Ketua Program Studi Departemen
Ketua
Departemen Patologi Klinik
FK– USU / RSUP H.Adam
Malik
Medan
Ketua Program Studi
Departemen Patologi klinik
FK-USU / RSUP H.Adam Malik
Medan
(Prof.Dr.Adi Koesoema Aman,SpPK-
KH,FISH)
(Prof.DR.Dr.Ratna
Akbari
Ganie,
NIP 130 701 884
SpPK-KH)
NIP 130 802 436

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Identitas

Nama

: Dr Nanang Fitra Aulia

: Islam : PNS : 140 355 645 : Penata / III-D : Jln Gatot
: Islam
: PNS
: 140 355 645
: Penata / III-D
: Jln Gatot Subroto Km 4,7 Gg
Harapan/Pertama No 46 Medan
: Dr Elly Surmaita
: 1. Muhammad Arief Fadhillah Aulia

Tempat/Tanggal Lahir

Agama

Pekerjaan

NIP

Pangkat/Golongan

Alamat

Keluarga

Istri

Anak

: Tebing Tinggi / 20 Desember 1967

2. Muhammad Rifqi Ghiffary Aulia

3. Muhammad Yanandra Fachrezy Aulia

Pendidikan

- SD Negri No 163092 Tebing Tinggi Tahun 1978

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

- SMP Negri I Tebing Tinggi Tahun 1983

- SMA Swasta Pahlawan Tebing Tinggi Tahun 1986

- Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Tahun 1996

- Program Pendidikan Dokter Spesialis Bidang Ilmu

Utara Tahun 2004 - Dokter PTT Puskesmas ujung Padang Kabupaten - Pane Kota tebing Tinggi
Utara Tahun 2004
-
Dokter PTT Puskesmas ujung Padang Kabupaten
-
Pane Kota tebing Tinggi Tahun 2000 – sekarang
-
Tahun 2004 sampai sekarang

Riwayat pekerjaan

Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas sumatera

simalungun Sumatera Utara Tahun 1997 – Tahun 2000

Dokter PNS pada Rumah Sakit Umum dr Kumpulan

Mengikuti Pendidikan Keahlian Bidang Ilmu Patologi

Klinik di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Organisasi

- Sekrertaris Ikatan Dokter Indonesia Cabang Kota Tebing

Tinggi

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

- Anggota Muda PDS Patologi Klinik Cabang Medan

PARTISIPASI DALAM KEGIATAN ILMIAH

SEBAGAI PEMBICARA NASIONAL :

Pertemuan Ilmiah Tahunan IV Perhimpunan Dokter Spesialis

1.

Jakarta, 14 Juni 2004 – 20 Juni 2004
Jakarta, 14 Juni 2004 – 20 Juni 2004

SEBAGAI PESERTA DAN PELATIHAN / WORKSHOP

1.

2.

3.

Patologi Klinik Indonesia, 25 – 27 November 2005 di Malang

Pendidikan Berkesinambungan Patologi Klinik 2004 di Jakarta

Leukemia Workshop and Seminar, 23 -24 Maret 2004, di Medan

The 8 th International Congress of the Asian Society of Clinical

Pathogy and Laboratory Medicine (ASCPaLM) Medan,29

November – 2 Desember 2005

4.

Pelatihan Tenaga Teknis Laboratorium Pemeriksaan HIV, di

5.

Pertemuan Ilmiah Tahunan IV Perhimpunan Dokter Spesialis

Patologi Klinik Indonesia, 25 – 27 November 2005 di Malang.

6, 18 th Weekend Course on Cardiology Common Soils in Arthero

Sclerosis, 14 – 16 September 2006 di Jakarta

7. Workshop on Vascular Disease, 3 Agustus 2007 di Jakarta

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

8. Workshop Disfungsi Tiroid, 24 – 25 Mei 2008, di Medan

9 Penanganan Thalassemia secara menyeluruh, 24 Mei 2008

Di Medan.

Journal Reading

1.

Urinalysis Dipstick Interpretation

2. Coagulation Abnormalities in sepsis 3.Microbiology of Diabetic foot infection in a teaching hospital in
2. Coagulation Abnormalities in sepsis
3.Microbiology of Diabetic foot infection in a teaching
hospital in Malaysia
4.
Immun Trombositipenia
5.
An indian tertiary careHospital
1. Spektrofotometer dan Filterfotometer
2. Derajat kemurnian

Laporan Kasus dan Tulisan.

A Clinico Microbiological Studt of Diabetic Foot Ulcer in

3. Pemantapan Kualitas di Bidang kimia klinik

4. Ion Selektif Elektroda

5. Analisa Gas Darah

6. Statistik Laboratorium

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

7. Serum Protein Elektroforese

8. Gagal Ginjal Kronik

9. D-Dimer

10. Aplastik Anemia

11. Media Pembenihan Kuman

12. E.coli pada pasca pembedahan laparatomi ec peritonitis 13. HIV 14. Aspek Immunologis Arthritis rhematoid
12.
E.coli pada pasca pembedahan laparatomi ec peritonitis
13.
HIV
14.
Aspek Immunologis Arthritis rhematoid

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT

yang telah memberikan Rahmad dan KaruniaNya sehingga saya

dapat mengikuti dan menyelesaikan pendidikan Dokter Spesialis

Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

dan dapat menyelesaikan karya tulis (tesis) ini yang berjudul Pola

Diabetik

Program

aerob dan Sensitifitas pada Gangren ini merupakan syarat dalam penyelesaian Sejak pertama saya diterima dan
aerob
dan
Sensitifitas
pada
Gangren
ini
merupakan
syarat
dalam
penyelesaian
Sejak
pertama
saya
diterima
dan
selama
Sumatera
Utara
,
saya
telah
banyak

Kuman

Penelitian

Pendidikan.

mengikuti

pendidikan di Departemen Patologi Klinik Fakultas Kedokteran

Universitas

mendapat

bimbingan serta bantuan dan arahan dari berbagai pihak. Pada

kesempatan ini perkenankan saya menyampaikan rasa hormat dan

terima kasih yang tidak terhingga kepada :

Yth Prof.Dr. Adi Koesoema Aman,SpPK-KH,FISH, Ketua

Departemen

Patologi

Klinik

Fakultas

Kedokteran

Universitas

Sumatera Utara/Rumah Sakit Umum Pusat H.Adam Malik Medan

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

yang telah menerima dan memberikan kesempatan kepada saya

sebagai peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis Patologi

Klinik

dan

selama

pendidikan

saya

telah

sangat

banyak

memberikan bimbingan dan arahan kepada saya .

Yth

Prof.DR.Dr.

Ratna

Akbari

Ganie,

SpPK-KH,FISH,

Fakultas

Program Studi Departemen Patologi Klinik bimbingan , petunjuk serta banyak sampai terselesainya karya tulis
Program
Studi
Departemen
Patologi
Klinik
bimbingan
,
petunjuk
serta
banyak
sampai
terselesainya
karya
tulis
ini.

memberikan

penyusunan

Ketua

Kedokteran Universitas Sumatera Utara/Rumah sakit Umum Pusat

H.Adam Malik Medan yang selama ini telah banyak memberikan

bimbingan , petunjuk , dan motivasi kepada saya selama saya

mengikuti pendidikan sehingga saya dapat menyelesaikannya

Yth Dr. Ricke Loesnihari, SpPK-K, Sekretaris Program

Studi di Departemen Patologi Klinik yang juga sebagai pembimbing

saya, yang telah bersusah payah dan selalu setiap saat bersedia

memberikan

motifasi kepada saya selama menempuh pendidikan dan sampai

Saya

mengucapkan terima kasih semoga Allah SWT membalas semua

kebaikannya

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

Yth Prof.Dr. Burhanuddin Nasution SpPK-KN,FISH yang

selalu memberikan bimbingan dan solusi yang tepat disaat terdapat

kendala dalam penelitian ini,

Yth Prof.Dr.Herman Hariman,PhD,SpPK-KH,FISH, yang

selalu memberikan dorongan agar dapat segera menyelesaikan

Dr.Muzahar,DMM,SpPK-K , , Dr.Farida Siregar,SpPK ,
Dr.Muzahar,DMM,SpPK-K ,
,
Dr.Farida
Siregar,SpPK
,

Burhan,DMM,SpPK-K ,

Sanuddin,SpPK

tulisan ini, Hormat dan terima kasih yang tak terhingga saya

ucapkan.

Yth Prof.Dr.Iman Sukiman,SpPK-KH,FISH , Dr.R.Ardjuna

Dr.Zulfikar

Lubis,SpPK,FISH . Dr.Tapisari Tambunan,SpPK-K , Dr.Ozar

Dr.Ulfa

Mahidin,SpPK , Dr.Lina,SpPK , Dr.Nelly Elfrida Samosir SpPK ,

Semua guru guru saya yang telah banyak memberikan bimbingan ,

petunjuk , arahan selama saya mengikuti pendidikan Spesialis

Patologi Klinik dan selama proses penyelesaian tesis ini, Hormat

dan terima kasih saya ucapkan. Begitu juga kepada guru guru yang

telah mendahului kita Alm. Dr. Irfan Abdullah, SpPK-KH , Alm.

Dr. Paulus Sembiring, SpPK-K , Alm .Dr. Hendra Lumanauw,

SpPK-K , saya tidak akan pernah melupakan jasa jasamu semoga

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

Tuhan Yang Maha Esa memberikan kelapangan kuburmu dan

diampunkan segala dosa dosa mu.

Yth Dr.Arlinda Sri Wahyuni,Mkes , yang telah memberikan

bimbingan , arahan , dan bantuan dibidang statistik selama saya

memulai penelitian sampai selesainya tesis saya ini, terima kasih

teman sejawat Program Pendidikan Dokter kepada saya sejak saya mulai pendidikan Kumpulan Pane kota Tebing
teman
sejawat
Program
Pendidikan
Dokter
kepada
saya
sejak
saya
mulai
pendidikan
Kumpulan
Pane
kota
Tebing
Tinggi
,
Kepala

diberikan

selesainya tesis saya ini.

Dr

saya ucapkan.

Ucapan terima kasih juga saya ucapkan kepada seluruh

Spesialis

teman

Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara,

para Analis dan pegawai serta semua piihak yang tidak dapat saya

sebutkan satu persatu , atas bantuan dan kerja samayang telah

sampai

Hormat dan terima kasih yang sebesar besarnya kepada

Bapak Walikota Tebing Tinggi , Direktur Rumah Sakit Umum

Bagian

Kepegawaian Pemerintah Kota Tebing Tinggi beserta seluruh

Staf

di

Pemerintahan

Kota

Tebing

Tinggi,

yang

telah

memberikan izin kepada saya untuk mengikuti Program Pendidikan

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

Dokter Spesialis Patologi Klinik di Fakultas Kedokteran Universitas

Sumatera Utara.

Terima

kasih

yang

setulus

tulusnya

serta

hormat

saya

sampaikan kepada Ayahanda dan Ibunda

tercinta yang telah

membesarkan , mendidik , serta memberikan dorongan baik moril

istri saya tercinta Dr.Elly Surmaita saya dengan penuh pengertian ,
istri
saya
tercinta
Dr.Elly
Surmaita
saya
dengan
penuh
pengertian
,

semua budi baik dan kasih sayangNya.

kepada

mendampingi

yang

maupun materil kepada ananda selama ini. Begitu juga kepada

Bapak dan Ibu mertua saya , Semoga Allah SWT membalas

Akhirnya terima kasih yang tidak terhingga saya sampaikan

telah

,

perhatian

memberikan dorongan dan pengorbanan selama saya mengikuti

pendidikan sampai saya dapat menyelesaikan pendidikan ini. Juga

kepada anak anakku terkasih Muhammad Arief Fadhillah Aulia ,

Muhammad Rifqi Ghiffary Aulia dan Muhammad Yanandra

Fachrezy Aulia yang telah banyak kehilangan perhatian dan kasih

sayang selama saya mengikuti pendidikan ini.

Akhirul kalam semoga kiranya tesis ini dapat bermanfaat

bagi kita semua, Amin Ya Rabbal Allamin

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

Medan,

Oktober 2008

Penulis

Dr.Nanang Fitra Aulia

Medan, Oktober 2008 Penulis Dr.Nanang Fitra Aulia Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

DAFTAR ISI

Halaman

Kata Pengantar i Daftar Isi vi Daftar Lampiran x Daftar Singkatan xi Ringkasan xii BAB
Kata Pengantar
i
Daftar Isi
vi
Daftar Lampiran
x
Daftar Singkatan
xi
Ringkasan
xii
BAB I. PENDAHULUAN
1
I.1. Latar Belakang Penelitian
1
I.2. Perumusan Masalah
5
I.3. Tujuan Penelitian
5
I.4. Manfaat Penelitian
5
BAB II. TINJAUAN KEPUSTAKAAN
6
II.1. Gangren Diabetik
6
II.2. Klasifikasi dari gangren
8
II.3. Etiologi
14
II.4. Patogenesa
17
II.4.1. Faktor metabolik
17

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

II.4.2. Kelainan vaskuler berupa makro dan mikroangiopati 19 II.4.3. Faktor neuropati 20 II.4.4. Faktor mekanis
II.4.2.
Kelainan
vaskuler
berupa
makro
dan
mikroangiopati
19
II.4.3. Faktor neuropati
20
II.4.4. Faktor mekanis
20
II.4.5. Faktor infeksi
21
II.5. Pengobatan
26
BAB III METODE PENELITIAN
30
III.1. Desain penelitian
30
III.2. Waktu dan tempat penelitian
30
III.3. Populasi dan subjek penelitan
31
III.3.1. Populasi penelitian
31
III.3.2. Subjek penelitian
31
III.3.3. Kriteria inklusi
31
III.3.4. Kriteria eksklusi
31
III.4. Perkiraan besarnya sampel
32
III.5. Bahan dan cara kerja
32
III.5.1. Pengambilan sampel
32
III.5.2. Pemeriksaan laboratorium
33
III.5.2.1. Pewarnaan gram
34

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

III.5.2.2. Kultur dan Sensitifiti 34 III.5.2.3. Prosedur kerja API 20E 38 III.6. Pemantapan kwalitas mikrobiologi
III.5.2.2. Kultur dan Sensitifiti
34
III.5.2.3. Prosedur kerja API 20E
38
III.6. Pemantapan kwalitas mikrobiologi
39
III.7. Kerangka kerja
41
BAB IV HASIL PENELITIAN
42
IV.1. Tabel 1 Pengelompokan berdasarkan jenis kelamin
43
IV.2. Gambar 1.Diagram penderita
berdasarkan jenis
kelamin
43
IV.3. Tabel 2 Gambaran pola kuman pada gangren
diabetik
44
IV.4. Gambar 2. Pola kuman pada gangren diabetik
45
IV.5. Tabel 3. Gambaran sensitifitas terhadap antibiotik
46
IV.6. Tabel 4. Pola kuman recurrent dan non recurrent
47
IV.7. Tabel 5. Gambaran pola kuman pada gangren
recuren
47
IV.8. Tabel 6. Gambaran sensitifitas first line drug
48
IV.9. Tabel 7. gambaran sensitifitas injeksi
50
IV.10. Tabel 8. gambaran sensitifitas Cephalosporin &
Quinolon
53

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

IV.11. Tabel 9. perbandingan sensitifitas rekuren dan non rekuren 55 BAB V PEMBAHASAN 58 BAB
IV.11. Tabel 9. perbandingan sensitifitas rekuren dan non
rekuren
55
BAB V PEMBAHASAN
58
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
65
DAFTAR KEPUSTAKAAN
67
LAMPIRAN
- hasil
Lampiran
pemeriksaan
pola
kuman
dan
sensitifitas
73
- Reading – Lecture – Interpretation API 20 E
74

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1.

Surat persetujuan

Lampiran 2.

Data pola kuman dan sensitifitas pada gangren

Lampiran 3

Surat Persetujuan Komite Etik Penelitian Bidang

Kesehatan Fakultas Kedokteran USU Daftar Riwayat Hidup
Kesehatan Fakultas Kedokteran USU
Daftar Riwayat Hidup

Lampiran 4

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

DAFTAR SINGKATAN

AS

: Amerika Serikat

Dkk

: Dan kawan kawan

Sp

: Spesies

AGE

: Advance Glicosilation Endproduck

: Natrium Klorida : Citrat : Gelatin hydroplisis : Arginine Dehydrogenesis : Lysine Decarboxylase :
: Natrium Klorida
: Citrat
: Gelatin hydroplisis
: Arginine Dehydrogenesis
: Lysine Decarboxylase
: Ornithine Decarboxylase
: Inositol Fermentation
: Sorbitol Fermentation
: Rhamnose Fermentation
: Melibiose Fermentation
: Arabinose Fermentation

NaCL

Cit

GEL

ADH

LDC

ODC

INO

SOR

RHA

MEL

ARA

S

: Sensitif

R

: Resisten

NCCLS

: National Commite for Clinical

Laboratory Standart

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

Gangren

diabetik

RINGKASAN

adalah

merupakan

suatu

bentuk

dari

kematian jaringan pada penderita diabetes mellitus oleh karena

jaringan pada penderita diabetes mellitus oleh karena (gram positif dan gram negatif) dan bakteri anaerob (

(gram positif dan gram negatif) dan bakteri anaerob (3)

berkurangnya atau terhentinya aliran darah kejaringan tersebut.

Kelainan ini didasarkan atas gangguan aliran darah perifer

(angiopati diabetic perifer), gangguan saraf perifer (Neurophati

diabetic perifer), dan infeksi. Berbagai kuman yang sering menjadi

penyebab infeksi gangren diabetik adalah gabungan bakteri aerob

Infeksi sering menjadi penyulit dari gangren. Gangren ini

merupakan penyebab masuknya bakteri dan sering polimikrobial

yang menyebar dengan cepat dan dapat menyebabkan kerusakan

berat dari jaringan.

Pada suatu keadaan infeksi gangren biasanya disebabkan

oleh suatu organisma dari sekitar kulit yang pada umumnya adalah

Staphylococcus aureus ataupun Streptococcus.

Jika drainase tidak adekuat maka perkembangan sellulitis yang

dapat menyebabkan sepsis untuk menginfeksi tendon, tulang dan

sendi

dibawahnya.

Kadang

kadang

Staphylococcus

dan

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

Streptococcus

dijumpai

bersamaan

dan

ini

dapat

bergabung

mengakibatkan sellulitis yang meluas dan cepat. (24)

Streptococcus

mensekresi

hialuronidase

yang

dapat

mempercepat

penyebaran

distribusi

necrotizing

toxin

dari

Staphylococcus. Enzim dari bakteri ini juga angiotoxic dan dapat

menyebabkan terjadinya insitu trombosis dari pembuluh darah. Kuman Gram negatip aerob sama seperti kuman anaerob
menyebabkan terjadinya insitu trombosis dari pembuluh darah.
Kuman Gram negatip aerob sama seperti kuman anaerob
pada umumnya tumbuh dengan subur pada infeksi. Kuman aerob
ini
akan
cepat
menginfeksi
aliran
darah
dan
kadang
kadang
mengakibatkan
bakteriemia
yang
akan
dapat
mengancam
kehidupan.
Dengan mengetahui faktor yang dominan dapat diusahakan
memperbaiki hasil dari pengobatan maupun mencegah terjadinya
ulkus/gangren.
Penelitian dengan rancangan deskriptif dengan pendekatan
cross sectional studi ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat

H.Adam Malik Medan sejak bulan Desember 2007 sampai bulan

Mei 2008 melibatkan peserta penelitian yang merupakan penderita

rawat jalan yang berobat ke poliklinik Departemen Penyakit dalam

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

dan Poliklinik Departemen Bedah Rumah sakit Umum Pusat

H.Adam Malik Medan.

Secara keseluruhan dari penelitian ini terdapat 50

penderita yang memenuhi kriteria inklusi,

terhadap 50 jumlah

sample didapatkan kuman yang tumbuh adalah Enterobacter aerogenes dengan jumlah 12 ( 24% ) ,
sample
didapatkan
kuman
yang
tumbuh
adalah
Enterobacter
aerogenes dengan jumlah 12 ( 24% ) , Escherichia coli 7 (14%) ,
Enterobacter
cloacae
6
(12%)
,
Proteus
mirabilis
6
(125)
,
Pseudomonas aeruginosa 5 (10%) , Citrobacter freundii 4 (8%) ,
Proteus
vulgaris
3
(6%)
,
Staphylococcus
aureus
2
(4%)
,
Staphylococcus epidermidis 2 (4%) , Providencia
rettgeri 1 (2%) ,
Streptococcus
ά
haemolyticus
1
(2%)
,
Streptococcus
β
haemolyticus 1 (2%)
Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa jumlah penderita
gangren diabetik yang terbanyak adalah pada kelompok laki laki 34
orang (68%) sedangkan pada jenis kelamin perempuan 16 orang
(32%) Dari hasil penelitian ini juga dijumpai sebanyak 5 orang

(10%) dari seluruh penderita gangren ini yang mengalami gangren

recurrent (berulang). Dari 5 orang ini didapatkan bahwa 3 orang

(60%) penderita adalah laki laki

perempuan

dan

2

orang (

40%) adalah

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

Pada uji sensitifitas terhadap antibiotik pada penelitian ini

terlihat bahwa Enterobacter aerogenes sensitif terhadap Amikacin

(83,3%), Escherichia coli terhadap Amikacin (100%) dan terhadap

Cefotaxim

(71,4%),

Enterobacter

cloacae

terhadap

terhadap

Amoxicillin

(50%),

terhadap

Amikacin

(83,3%),

terhadap

mirabilis

(50%),

(60%),

Ciprofloxacin (50%) dan Cefotaxim (50%), Proteus terhadap Amikacin (83,3%), terhadap Ciprofloxacin Pseudomonas
Ciprofloxacin
(50%)
dan
Cefotaxim
(50%),
Proteus
terhadap
Amikacin
(83,3%),
terhadap
Ciprofloxacin
Pseudomonas
aaeruginosa
terhadap
Ciprofloxacin
Citrobacter
freundii
terhadap
Amikacin
(75%),
terhadap
Cefotaxim
dan
Norfloxacin
masing
masing
Staphilococcus
aureus
terhadap
Amikacin
(100%),
Doxycycline
(100%),
terhadap
Ciprofloxacin
Staphylococcus
epidermidis
terhadap
Amikacin
haemolyticus
terhadap
Amoxicillin
(100%),
terhadap

terhadap

Ciprofloxacin (75%), Proteus vulgaris terhadap Amikacin (66%),

(66,7%),

terhadap

(100%),

(100%),

Providencia retgeri terhadap Amikacin (100%), Streptococcus ά

Amikacin

(100%), terhadap Ciprofloxacin (100%) dan Norfloxacin (100%),

Streptococcus β hemolitikus terhadap Amoxicillin (100%), terhadap

Amikacin

(100%),

terhadap

Norfloxacin (100%).

Ciprofloxacin

(100%)

terhadap

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

BAB I

PENDAHULUAN

I.1. LATAR BELAKANG PENELITIAN

Pada tahun 1887 Pryce, Ahli Bedah dari seorang penderita diabetes yang Gangren diabetik adalah merupakan
Pada
tahun
1887
Pryce,
Ahli
Bedah
dari
seorang
penderita
diabetes
yang
Gangren
diabetik
adalah
merupakan
suatu

alasan tersering untuk hospitalisasi diabetes .(1,2)

Hubungan antara diabetes dan gangren telah dikenal sejak

Ingggris

lama.

menggambarkan

menderita

neuropati perifer dan kemudian mengalami ulkus di plantar pedis

Dia menyimpulkan bahwa diabetes sendiri dapat menyebabkan

ulkus. Pada tahun 1934 Joslin juga melaporkan bahwa gangren

merupakan ancaman bagi para penderita diabetes. Enam puluh

tahun kemudian problem dari gangren ini tetap menjadi salah satu

bentuk

dari

kematian jaringan pada penderita diabetes mellitus oleh karena

berkurangnya atau terhentinya aliran darah kejaringan tersebut.

Kelainan ini didasarkan atas gangguan aliran darah perifer

(angiopati diabetic perifer), gangguan saraf perifer (Neurophati

diabetic perifer), dan infeksi. Berbagai kuman yang sering menjadi

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

penyebab infeksi gangren diabetik adalah gabungan bakteri aerob

(gram positif dan gram negatif) dan bakteri anaerob (3)

Diabetes

adalah

penyebab

terbanyak

yang

memerlukan

amputasi kaki pada penduduk sipil dewasa ini. Pada klinik dikota

besar dengan penyuluhan dan pemeriksaan yang teliti oleh staf

. pada diabetes setiap tahunnya. Angka
.
pada
diabetes
setiap
tahunnya.
Angka

kaki dengan rata rata waktu opname 25 hari. (4,5)

klinik tersebut telah dapat menurunkan kejadian amputasi sampai

50%

Dari data didapatkan bahwa 20 – 25% pasien yang

diopname di Amerika Serikat adalah berhubungan dengan masalah

Di Amerika Serikat jumlah amputasi sekitar 35000 kasus

pertahun. Sesudah diamputasi juga tidak menyelesaikan masalah.

Amputasi adalah 15 kali lebih sering pada diabetes dari

pada non diabetik. Di Amerika Serikat ada kurang lebih 50.000

amputasi

amputasi

diperkirakan adalah 6 dari 1000 diabetes setiap tahunnya. 50% dari

semua amputasi non traumatik di Amerika terjadi pada penderita

diabetes. (6)

Kwalitas hidup penderita diabetes menjadi lebih buruk akibat

keterbatasan melakukan aktifitas dan penurunan gairah hidup yang

selanjutnya akan memperpendek hidup penderita .

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

Berbagai problema komplikasi diabetes dimana masa hidup

5 tahun adalah 41%. Satu permasalahan yang penting dihadapi

adalah karena kurangnya pengetahuan/kesadaran pasien sehingga

pasien

datang

biasanya

dalam

keadaan

gangren

yang

berat

sehingga sering harus dilakukan amputasi. Diharapkan dengan

tanda penyakit vaskuler perifer pada saat
tanda
penyakit
vaskuler
perifer
pada
saat

perawatan sebaik baiknya pada setiap lesi di kaki .(7)

edukasi pada setiap pasien tentang pentingnya perawatan kaki

maka kasus amputasi ini akan dapat dicegah dengan melakukan

Pada persoalan diabetes mellitus sering timbul penyakit

vaskuler diperifer dan pada akhirnya akan menyebabkan suatu

tindakan amputasi. Delapan persen diabetes tipe 2 mempunyai

tanda

ditegakkan.

diagnosa

Gangren ini merupakan penyebab utama rawat inap dari penderita

penderita dengan diabetes dan merupakan suatu komplikasi yang

paling mahal. Prevalensi antara 5 – 7% dimana insiden gangren

dalam 4 tahun studi follow up dari 469 penderita diabetes di

Manchester UK

. Erman fauzi dkk (medan,1977) 30,3% penderita

dirawat inap oleh karena gangren.

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

Gangren diabetik merupakan suatu komplikasi dari infeksi

atau suatu proses peradangan , luka atau perubahan degeneratif

yang dikaitkan dengan penyakit kronis seperti diabetes mellitus.

Infeksi pada kaki diabetik dapat terjadi pada kulit, otot dan tulang

yang umumnya dapat disebabkan oleh kerusakan dari pembuluh

yang umumnya dapat disebabkan oleh kerusakan dari pembuluh darah, syaraf dan menurunnya aliran darah kedaerah luka

darah, syaraf dan menurunnya aliran darah kedaerah luka (8,9)

Jika pembuluh darah kaki mengalami trombosis kemudian

menjadi nekrotik dan gangren ini menjadi dasar terjadinya gangren

diabetik.

Infeksi sering menjadi penyulit dari ulkus pada kaki

neuropati dan iskemik. Ulkus menjadi pintu gerbang masuknya

bakteri dan sering polimikrobial yang meliputi bakteri Gram positip

dan Gram negatip aerob maupun anaerob yang menyebar cepat

melalui kaki menyebabkan kerusakan dari jaringan (9,10)

Berbagai kuman yang sering menjadi penyebab infeksi dari

gangren diabetik adalah gabungan bakteri aerob (Gram positip dan

Gram negatip) dan bakteri anaerob.

Oleh karena besarnya masalah kaki pada penderita diabetes

terutama kalau sampai terjadi gangren maka peneliti tertarik untuk

mengemukakan pola kuman dan sensitifiti pada gangren diabetes

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

I.2. PERUMUSAN MASALAH

Bagaimana pola kuman bakteri aerob dan pola sensitifitasnya pada

penderita ulkus/gangren diabetik

I.3. TUJUAN PENELITIAN

Antibiotik pada penderita ulkus/gangren diabetik Untuk melihat spektrum kuman pada ulkus/gangren Untuk melihat spektrum
Antibiotik pada penderita ulkus/gangren diabetik
Untuk melihat spektrum kuman pada ulkus/gangren
Untuk melihat spektrum kuman pada ulkus/gangren yang
Berulang.
adanya
spektrum
bakteri
dan
sensitifitasnya

-

-

I.4. MANFAAT PENELITIAN

Dengan

- Untuk mengetahui bakteri aerob dan sensitifitasnya terhadap

maka

kegagalan terapi oleh karena bakteri yang resisten akan dapat

dihindari dengan melakukan protokol terapi emperik sebelum hasil

terapi definitif berdasarkan hasil kultur

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN

II.1. Gangren Diabetik

Gangren

diabetik

adalah

merupakan

suatu

bentuk

dari

kematian jaringan pada penderita diabetes mellitus oleh karena

sangat besar, hal ini disebabkan
sangat
besar,
hal
ini
disebabkan

yang

berkurangnya atau terhentinya aliran darah kejaringan tersebut.

Gangren diabetik merupakan suatu komplikasi jangka panjang dari

penyakit diabetes. Telah dilaporkan bahwa penderita diabetes lima

kali lebih banyak terhadap resiko penderita gangren. Insiden yang

paling tinggi terjadi pada dekade 60 tahun. Angka kematian oleh

karena gangren diabetik adalah tinggi, begitu juga resiko amputasi

kurangnya

pengetahuan/kesadaran penderita diabetes sehingga penderida

datang biasanya sudah dalam keadaan lanjut dan biasanya dengan

keadaan gangren yang sudah berat, maka sebagai akibatnya

terpaksa harus diamputasi serta memerlukan perawatan yang lebih

panjang. Kelainan ini didasarkan atas gangguan aliran

darah

perifer

(angiopati

diabetik

perifer)

,

gangguan

syaraf

perifer

(neuropati diabetik perifer) dan infeksi .(8,9,)

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

Gangren merupakan suatu komplikasi kronik dari diabetes

yang

paling

ditakuti.

Hasil

pengelolaan

dari

gangren

sering

mengecewakan baik bagi dokter pengelola maupun penyandang

diabetes dan keluarga.

Sering gangren diabetes berakhir dengan kecacatan dan kadang

Sampai saat sekarang ini di Indonesia gangren masalah yang rumit dan tidak terkelola karena sedikit
Sampai
saat
sekarang
ini
di
Indonesia
gangren
masalah
yang
rumit
dan
tidak
terkelola
karena
sedikit
sekali
orang
yang
berminat

kadang sampai terjadi suatu kematian. (10)

merupakan

maksimal,

menggeluti dari pada gangren ini.

masih

dengan

untuk

Disamping itu ketidaktahuan masyarakat mengenai gangren masih

sangat mencolok dan adanya permasalahan biaya pengelolaan

yang besar dan tidak terjangkau oleh masyarakat pada umumnya,

semua ini akan menambah peliknya masalah dari gangren ini. (11,12)

Di negara maju gangren juga masih merupakan masalah

kesehatan masyarakat yang besar, tetapi dengan kemajuan dan

cara pengelolaan dan adanya klinik gangren diabetes yang aktip

mengelola sejak pencegahan primer, nasib penyandang gangren

diabetes akan menjadi lebih cerah.

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

Angka kematian dan angka amputasi dapat ditekan sampai sangat

rendah, menurunnya sebanyak 49-89% dari sebelumnya. (13,14,15)

Pada

tahun

2005

International

Diabetes

Federation

mengambil tema tahun kaki diabetik guna mengingat pentingnya

pengelolaan dari gangren ini untuk dikembangkan. Di Rumah sakit

perawatan penyandang dari penderita diabetes selalu kematian dan amputasi masih sangat tinggi dimana masing
perawatan
penyandang
dari
penderita
diabetes
selalu
kematian
dan
amputasi
masih
sangat
tinggi
dimana
masing
masing

Cipto Mangunkusumo sendiri masalah dari pada gangren ini masih

juga merupakan masalah yang sangat besar, dimana sebagian

besar

menyangkut tentang gangren diabetes. Angka

angka

sebesar 16 dan 25% (data dari RS Cipto tahun 2003). Nasib para

penyandang diabetes paska amputasipun masih sangat buruk.

Sebanyak 14,3% akan meninggal dalam setahun paska amputasi

dan sebanyak 37% akan meninggal 3 tahun paska operasi. (15,16,17)

II.2. Klasifikasi dari gangren

Adanya berbagaimacam klasifikasi dari gangren diabetik

mulai dari yang paling sederhana seperti klasifikasi Edmonds dari

King’s Collage Hospital London, Klasifikasi Liverpool yang sedikit

lebih ruwet sampai klasifikasi Wagner yang lebih terkait dengan

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

pengelolaan gangren diabetes, dan juga klasifikasi Texas yang

lebih kompleks tetapi juga lebih mengacu kepada pengelolaan

gangren diabetes (18,19)

Suatu

klasifikasi

mutakhir

dianjurkan

oleh

International

Working Group on Diabetic Foot (Klasifikasi PEDIS ini akan dapat

sehingga arah dari adalah klasifikasi yang berdasar pada : Normal foot : Hight risk foot
sehingga arah dari
adalah
klasifikasi
yang
berdasar
pada
: Normal foot
: Hight risk foot
: Ulcerated foot
: Infected foot
: Necrotic foot

pengeloaan

alamiah gangren diabetes (Edmonds 2004 – 2005)

- Stage 1

- Stage 2

- Stage 3

- Stage 4

- Stage 5

ditentukan kelainan apa yang lebih dominant, Vaskular, Infeksi atau

neuropatik,

dengan lebih baik.

pengelolaan pun dapat tertuju

Suatu klasifikasi lain yang sangat praktis dan sangat erat dengan

perjalanan

- Stage 6

: Unsalvable foot

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

Untuk stage 1 dan 2 peran pencegahan primer sangat

penting

dan

semuanya

dapat

dikerjakan

pada

pelayanan

kesehatan primer.

 

Untuk

stage

3

dan

4

kebanyakan

sudah

memerlukan

perawatan ditingkat pelayanan kesehatan yang lebih memadai

optimalisasi pengelolaan gangren diabetes pada - Mechanical control – Presure control - Metabolic control -
optimalisasi
pengelolaan
gangren
diabetes
pada
- Mechanical control – Presure control
- Metabolic control
- Vascular control

umumnya sudah memerlukan pelayanan spesialistik

Untuk stage 5 dan 6 jelas merupakan kasus rawat inap dan

jelas sekali memerlikan suatu kerja sama tim yang sangat erat

dimana harus ada dokter bedah utamanya bedah vaskular/ahli

bedah plastik dan rekontruksi

Untuk

setiap

tahap harus diingat berbagai faktor yang harus dikendalikan yaitu :

- Education control

- Wound control

- Microbiological control – infection control (18,19,20)

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

Klasifikasi gangren diabetik menurut Wagner (21)

Grade 0 Tidak ada luka Grade 1 Ulkus dengan infeksi yang superficial Grade 2 Ulkus
Grade 0
Tidak ada luka
Grade 1
Ulkus dengan infeksi yang superficial
Grade 2
Ulkus yang lebih dalam sampai ketendon dan tulang tetapi
terdapat infeksi yang minimal
Grade 3
Ulkus yang lebih dalam sampai ketendon, tulang dan terdapat
abses dan osteomyelitis
Grade 4
Ulkus dan menimbulkan gangren local pada jari jari kaki atau
kaki bagian depan.
Grade 5
Lesi/ulkus dengan gangren ganggren diseluruh kaki
Klasifikasi ganggren menurut Texas
0
I
II
III
A Tidak ada luka
Luka superficial
Luka sampai
Luka
dengan
tendon,
abses,sellulitis,atau
kapsul sendi
sepsis sendi
atau tulang
B Infeksi
Infeksi
Infeksi
Infeksi
C Iskemik
Iskemik
Iskemik
Iskemik
D Infeksi
dan
Infeksi
dan
Infeksi
dan
Infeksi dan iskemik
iskemik
iskemik
iskemik

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

Infeksi sering menjadi penyulit dari gangren. Gangren ini

merupakan penyebab masuknya bakteri dan sering polimikrobial

yang menyebar dengan cepat dan dapat menyebabkan kerusakan

berat dari jaringan.

Pengerusakan

dari

jaringan

ini

menjadi

alasan

utama

untuk

secara dini dan dengan cepat dalam
secara
dini
dan
dengan
cepat
dalam

Staphylococcus aureus ataupun Streptococcus.

melakukan suatu tindakan dari amputasi.

Amputasi ini bukanlah merupakan suatu konsekuensi dari

penyakit vaskuler ataupun neuropati yang tidak dapat dielakkan,

suatu

pengenalan

pencegahan serta penentuan dari suatu obat yang tepat dan

intensif terhadap suatu komplikasi dari pada gangren akan dapat

mengurangi jumlah dari suatu tindakan amputasi dari penderita

diabetes dengan gangren (22,23)

Pada suatu keadaan infeksi gangren biasanya disebabkan

oleh suatu organisma dari sekitar kulit yang pada umumnya adalah

Jika drainase tidak adekuat maka perkembangan sellulitis yang

dapat menyebabkan sepsis untuk menginfeksi tendon, tulang dan

sendi

dibawahnya.

Kadang

kadang

Staphylococcus

dan

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

streptococcus

dijumpai

bersamaan

dan

ini

dapat

bergabung

mengakibatkan sellulitis yang meluas dan cepat. (24)

Streptococcus

mensekresi

hialuronidase

yang

dapat

mempercepat

penyebaran

distribusi

necrotizing

toxin

dari

staphylococcus. Enzim dari bakteri ini juga angiotoxic dan dapat

dasar yang disebut dengan gangren diabetik (25,26) ini akan cepat menginfeksi aliran darah dan kadang
dasar yang disebut dengan gangren diabetik (25,26)
ini
akan
cepat
menginfeksi
aliran
darah
dan
kadang
mengakibatkan
bakteriemia
yang
akan
dapat
kehidupan.
Dengan
mengetahui
faktor
yang
dominan
dapat

menyebabkan terjadinya insitu trombosis dari pembuluh darah.

Jika pembuluh darah mengalami trombosis yang kemudian akan

menjadi necrotic dan gangren , keadaan ini mungkin akan menjadi

Kuman Gram negatip aerob sama seperti kuman anaerob

pada umumnya tumbuh dengan subur pada infeksi. Kuman aerob

kadang

mengancam

diusahakan

memperbaiki hasil dari pengobatan maupun mencegah terjadinya

ulkus/gangren (27,28,29)

Faktor faktor tersebut semuanya merupakan faktor/komponen yang

saling berkaitan dan saling menunjang walaupun tampaknya kalau

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

dilihat sendiri tidak cukup berpengaruh untuk dapat menimbulkan

ulkus ataupun gangren.

Dengan

menghilangnya

atau

mengurangi

faktor

penyebab

diharapkan terjadinya ulkus/gangren serta amputasi dapat dicegah

Kelainan dari pada kulit penderita diabetes mudah timbul

Kelainan dari pada kulit penderita diabetes mudah timbul benda keras, tumpul, benda panas/dingin yang lama (

benda keras, tumpul, benda panas/dingin yang lama (30)

II.3. ETIOLOGI

akibat hilangnya rasa menyerati kelumpuhan dari syaraf/neuropati.

Kulit akan mudah luka akibat dari tekanan yang lama, trauma

Dari kultur pus pada gangren diabetik yang telah dilakukan

pada pasien rawat inap dari Departemen Penyakit

Dalam pada

tahun 2000 didapatkan data mengenai pola kuman bakteri, kuman

Gram negatip aerob sama seperti kuman anaerob tumbuh dengan

subur pada infeksi.

Kuman aerob dan anaerob dapat cepat menginfeksi aliran darah

dan kadang-kadang dapat mengakibatkan bakteriemia yang dapat

mengancam kehidupan (31,32) .

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

Pada ulkus yang dalam biasanya dianggap karena infeksi

campuran.

Infeksi bakteri anaerob umumnya dihubungkan dengan adanya

nekrosis jaringan dan osteomyelitis.

Infeksi ini sering menjadi penyulit ulkus pada kaki neuropati dan

Jika pembuluh darah kaki mengalami menjadi nekrotik dan gangren ini menjadi bakteriemia yang dapat mengancam
Jika
pembuluh
darah
kaki
mengalami
menjadi
nekrotik
dan
gangren
ini
menjadi
bakteriemia
yang
dapat
mengancam

negatip (33) .

kemudian

terjadinya gangren diabetik.

trombosis

iskemik. Ulkus menjadi pintu gerbang masuknya bakteri dan sering

polimikrobial yang meliputi bakteri gram positip ataupun gram

yang

dasar

Kuman Gram negatip tumbuh dengan subur pada infeksi yang

terletak lebih dalam dari permukaan kulit dimana kuman ini dengan

cepat dapat menginfeksi aliran darah dan kadang kadang dapat

dari

mengakibatkan

jiwa

penderita tersebut.

Berbagai kuman yang sering menjadi penyebab terjadinya

infeksi pada gangren diabetik adalah gabungan antara bakteri gram

positip dan gram negatip. Leicter dkk pada tahun 1988 melaporkan

penyebab

kuman

gangren

diabetik

72%

adalah

gram

positip

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

(Staphylococcus auerius 45%, Streptococcus sp 27%) dan 49%

adalah disebabkan oleh bakteri gram negatip (Proteus sp 23%,

Pseudomonas sp 26%)

Manchester UK pada tahun 1999 menjumpai 56,7% infeksi

gangren

diabetik

disebabkan

oleh

kuman

gram

positip

aerob

penyebab terbanyak adalah Proteus sp Streptococcus pyogenes 6,5% dan
penyebab
terbanyak
adalah
Proteus
sp
Streptococcus
pyogenes
6,5%
dan

10%,

Aeroginosa 6,5%

(Staphylococcus sp 30,4%, Streptococcus sp 23,65%), kuman

gram negatip aerob 29,8% (Pseudomonas sp 20,8%, Proteus sp

9%) dan 13,5% disebabkan oleh kuman anaerob (Bakterioides

fragilis)

Studi dari Gerben Hutabarat pada tahun 1987 di medan

meneliti 60 bahan kultur pus pada penderita diabetes dijumpai

30%,

kuman

Staphylococcus auerius 24%, Klebsiella sp 23%, Escherichia coli

Pseudomonas

Leo dkk di Medan juga pada tahun 2001 melakukan studi terhadap

115 kultur pus pada ganggren diabetik menjumpai Pseudomonas

sp 28,69%, Proteus sp 16,52%, Klebsiella sp 14,76%, Escherichia

coli 13,04%, Enterobacter sp 12,17%, Staphylococcus sp 6,95%,

Citrobacter sp 4,35%.

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

II.4. PATOGENESA

Penyebab kelainan kaki pada penderita diabetes merupakan

multifaktorial

yang

saling

kait

mengkait

yang

kadang

sulit

dipisahkan

satu

dengan

lainnya

tetapi

untuk

memudahkan

, II.4.1.Faktor Metabolik darah merupakan hal yang paling mendasari secara umum seperti arterosklerosis,
,
II.4.1.Faktor Metabolik
darah
merupakan
hal
yang
paling
mendasari
secara
umum
seperti
arterosklerosis,
gangguan

dalam beberapa faktor antara lain :

pengertian patofisiologi juga untuk tujuan pengobatan dapat dibagi

Tingginya kadar gula darah dalam jangka pendek pada luka

kaki akan sangat menyulitkan penyembuhan, sementara

luka yang disertai dengan infeksi juga akan meningkatkan

gula darah . dalam jangka panjang tingginya kadar gula

terjadinya

berbagai kelainan pada jaringan tubuh penderita diabetes

lemak

darah,

kekentalan

plasma

darah,

kelenturan

eritrosit,

berkurangnya daya fagosit dari pada leukosit. Sorbitol yang

dihasilkan

pada

jalur

metabolik

alternatif

seperti

polyol

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

pathway merupakan racun yang dapat merusak jaringa saraf

, endotel, kornea,dan sebagainya

Glikolisasi

non

enzimatik

juga

sangat

berperan

dalam

patofisiologi terjadinya komplikasi diabetes secara umum.

Dengan glikolisasi non enzimatik protein protein terutama

akan mempunyai sifat khemis dan fisis yang yang mengandung glikosilated globin tersebut
akan
mempunyai
sifat
khemis
dan
fisis
yang
yang
mengandung
glikosilated
globin
tersebut

protein yang turn overnya panjang yang terendam dalam

glukosa yang relatif tinggi akan berobah menjadi protein

yang terglikosilasi yang bersifat irreversibel yang disebut

dengan Advance Glycosilation Endproduck (AGE). AGE ini

berbeda

dengan protein asalnya yang belum terglikosilasi. Glikosilasi

globin pada hemoglobin menyebabkan kelenturan eritrosit

menjadi

kurang lentur sehingga akan memperlambat gerakannya

pada tingkat kapiler. Pada eritrosit disamping kelenturannya

yang menurun juga ada kecendrungan aggregasi, secara

keseluruhan akan memperlambat aliran darah yang juga

diperberat dengan plasma kental. Glikosilasi jaringan elastin

dan kollagen pada dinding pembuluh darah menyebabkan

pembuluh darah tersebut menjadi kurang elastis sehingga

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

kelenturannya

berkurang

dan

hal

menyebabkan tekanan darah meningkat.

ini

akan

dapat

Glikosilasi protein

plasma menyebabkan plasma

menjadi lebih kental dan hal

ini juga akan mengganggu kelancaran sirkulasi.

II.4.2. Kelainan Vaskuler berupa Mikroangipati immunologis tubuh pada tempat tersebut.
II.4.2.
Kelainan
Vaskuler
berupa
Mikroangipati
immunologis
tubuh
pada
tempat
tersebut.

Makroangipati

dan

Hal ini menyebabkan aliran darah kekaki menjadi berkurang

yang juga akan diikuti dengan berkurangnya suplai oksigen

dan makanan disamping berkurangnya kemampuan sistim

Terbentuknya

makroangiopati terutama disebabkan oleh arterosklerosis

dan arterosklerosis ini sendiri dipengaruhi oleh banyak faktor

seperti tekanan darah, dislipidemi, umur dan lain lain .

Mikroangiopati merupakan hal yang kompleks yang didasari

oleh perobahan perobahan sehubungan dengan buruknya

kontrol diabetes secara umum.

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

II.4.3. Faktor Neuropati

Neuropati

yang

terjadi

merupakan

kombinasi

otonomik

dengan

sensorik

yang

berat.

Hal

ini

menyebabkan

berkurangnya sensasi nyeri yang sangat penting dalam

reflek

menghindar

terhadap

trauma.

Neuropati

otonomik

sehingga kulit kering, elastisitas menurun, dan menimbulkan retak dengan infeksi. Selain itu otonomik juga
sehingga
kulit
kering,
elastisitas
menurun,
dan
menimbulkan
retak
dengan
infeksi.
Selain
itu
otonomik
juga
dapat
menyebabkan
bertambahnya
shunting
arterovenosus
dan
hal
ini
selanjutnya
akan
menyebabkan
pada kaki.

edema

pada kaki menyebabkan fungsi kelenjar keringat berkurang

sering

neuropati

dan

sehingga

memudahkan timbulnya lesi. Neuropati motoris yang sering

mengenai bagian ujung pada kaki menyebabkan atropi otot

deformitas

telapak kaki sehingga juga berperanan dalam timbulnya lesi

II.4.4. Faktor Mekanis

Tekanan ringan secara terus menerus akan menyebabkan

nekrosis iskemik seperti pemakaian kaus kaki atau sepatu

yang ketat yang cukup lama. Nekrosis iskemik selanjutnya

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

akan menjadi ganggren atau jaringan tersebut digantikan

dengan jaringan tersebut digantikan dengan jaringan ikat

dan

pembentukan

kallus

yang

predisposisi

terjadinya

ulserasi.

merupakan

salah

satu

Tekanan

yang

sedang

terjadi

pada

waktu

berjalan

tampa

alas

kaki

dapat

berat secara langsung akan menyebabkan kalau sudah disertai dengan infeksi yang agak berat. II.4.5. Faktor
berat
secara
langsung
akan
menyebabkan
kalau sudah disertai dengan infeksi yang agak berat.
II.4.5. Faktor Infeksi
Kurangnya
perasaan
sakit
menyebabkan

pasien

menyebabkan autolisis. Bila hal ini terjadi pada satu tempat

secara kronis maka akan terjadi pelepasan enzim lisosomal

yang selanjutnya terjadi pecah jaringan dan ulserasi. Tekana

perlukaan

jaringan misalnya terpijak benda tajam . Hal ini dapat terjadi

karena berkurangnya sensori nyeri dan baru menyadari

tidak

menyadari kalau ada luka dan dengan luka terbuka tampa

perawatan akan mengundang infeksi, baru akan disadari

kalau infeksi cukup berat seperti sellulitis yan luas bahkan

kadang sampai terjadi osteomielitis.

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

Pada

penderita

diabetes

luka

sedikit

saja

dikaki

harus

mendapat perhatian besar bahkan dikatakan ini merupakan

suatu hal yang darurat. Sering hal ini tidak diperhatikan

bahkan dokterpun sering tidak memeriksa kaki penderita

diabetes kalau tidak dikeluhkan oleh penderita. Sementara

penderita tidak akan mengeluh kalau luka tersebut tidak cukup serius. Kerentanan infeksi pada penderita dibetes
penderita tidak akan mengeluh kalau luka tersebut tidak
cukup serius.
Kerentanan infeksi pada penderita dibetes lebih tinggi kalau
dibandingkan
dengan
penderita
non
diabetes
sehingga
penderita
diabetes
sering
terkena
infeksi,
bahkan
kuman
oportunistik
juga
dapat
menjadi
masalah
pada
penderita
diabetes
seperti
misalnya
kandidiasis
.
Juga
pada
kaki
penderita
diabetes
lebih
rentan
terhadap
infeksi
yang
disebabkan oleh beberapa hal :
a. Makro
dan
mikroangiopati
yang
terjadi
sehingga
suplai

oksigen

dan

bahan

makanan

lainnya

kekaki

menjadi

berkurang termasuk mobilisasi fagosit ketempat lesi

b. Menurunnya kekuatan sistim immunitas humoral

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

c.

Menurunnya keasaman yang terjadi pada kulit penderita

diabetes (34,35,36)

Terjadinya

masalah

gangren

adalah

karena

adanya

hiperglikemia

pada

penyandang

diabetes

yang

menyebabkan

perobahan pada kulit dan otot yang terjadinya perobahan distribusi Penderita diabetes mellitus yang kadar
perobahan
pada
kulit
dan
otot
yang
terjadinya
perobahan
distribusi
Penderita
diabetes
mellitus
yang
kadar

kelainan neuropati dan kelainan pada pembuluh darah (37) .

Neuropati baik sensorik maupun aotonomik akan mengakibatkan

berbagai

menyebabkan

kemudian

tekanan

pada

telapak kaki dan selanjutnya akan mempermudah terjadinya ulkus.

Adanya kerentanan terhadap infeksi menyebabkan infeksi akan

mudah merebak menjadi infeksi yang luas. Faktor aliran darah

yang kurang akan lebih lanjut menambah rumitnya pengelolaan

gangren diabetes. (38,39)

gulanya

tidak

terkontrol akan lebih mudah untuk tumbuh dan berkembangnya

bakteri bakteri dari pada penderita yang kadar gula darahnya

terkontrol dan pada orang yang non diabetes.

Penderita

dari

diabetes

ini

harus

lebih

hati

hati

dan

perlu

pencegahan infeksi yang lebih ketat (40) .

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

Terjadinya gangren dikaki baik yang mengenai jari kaki

maupun yang sudah meluas sampai telapak dan punggung kaki

pada umumnya dapat disebabkan oleh karena suatu proses dari

iskemik, neuropati, dan infeksi. Ketiga penyebab ini dapat terjadi

secara bersamaan ataupun sendiri. Infeksi pada kaki diabetik dapat

luka . Infeksi dan ulkus pada kaki basalis arteria, oklusi (penyumbatan) trombosit sehingga menghantarkan
luka
.
Infeksi
dan
ulkus
pada
kaki
basalis
arteria,
oklusi
(penyumbatan)
trombosit
sehingga
menghantarkan
dan
pembekuan.
Selain
itu
hiperglikemia

kedaerah

diabetes

bermacam macam manifestasinya. (41,42,43)

terjadi pada kulit, otot dan tulang yang pada umumnya disebabkan

oleh karena kerusakan dari pembuluh saraf dan aliran darah

akan

Literatur melaporkan bahwa hiperglikemia yang lama akan

menyebabkan perobahan patologi pada pembuluh darah. Ini dapat

menyebabkan terjadinya penebalan pada tunika intima hyperplasia

dan

membrana

arteri

abnormalitas

(adhesi)

perlekatan

juga

dapat

menyebabkan leukosit menjadi tidak normal sehingga bila ada

infeksi mikroorganisma (bakteri) akan sulit untuk dimusnahkan oleh

sistem fagositosis bakterisit intra sel (44,45) .

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

Hal tersebut akan diperoleh lagi oleh tidak saja kekakuan

dari arteri namun juga diperberat oleh rheologi darah yang tidak

normal.

Menurut kepustakaan adanya peningkatan dari kadar fibrinogen

dan

bertambahnya

reaktifitas

trombosit

akan

menyebabkan

tingginya agregasi dari sel darah merah sehingga sirkulasi darah menjadi lambat dan akan mempermudah terbentuknya
tingginya agregasi dari sel darah merah sehingga sirkulasi darah
menjadi lambat dan akan mempermudah terbentuknya trombosit
pada dinding pembuluh arteria yang sudah kaku sehingga akhirnya
akan terjadi gangguan sirkulasi. (46,47,48)
Manifestasi
angiopati
pada
pembuluh
darah
penderita
diabetes
mellitus
antara
lain
berupa
penyempitan
dan
penyumbatan daerah perifer (yang utama), sering terjadi pada
tungkai bawah (terutama kaki) akibatnya perfusi jaringan dari
bagian distal dan tungkai akan menjadi kurang baik dan akan
timbul
ulkus
yang
kemidian
akan
berkembang
menjadi
nekrosis/gangren yang sangat sulit untuk diatasi dan hal ini tidak

jarang memerlukan suatu tindakan amputasi.

Gangguan mikrosirkulasiakan menyebabkan berkurangnya

aliran

darah

dan

hantaran

oksigen

pada

serabut

saraf

yang

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

kemudian

akan

menyebabkan

degenerasi

dari

serabut

saraf.

Keadaan ini akan mengakibatkan suatu neuropati.

Disamping itu dari kasus ulkus/gangren diabetik, kaki diabetik 50%

akan mengalami infeksi akibat munculnya lingkungan darah yang

subur

untuk

berkembangnya

bakteri

yang

patogen

karena

Terdapatnya pus pada bagian tubuh ataupun organ tubuh. Pemeriksaan ini akan memastikan diagnosa bakteriologik
Terdapatnya
pus
pada
bagian
tubuh
ataupun
organ
tubuh.
Pemeriksaan
ini
akan
memastikan
diagnosa
bakteriologik
penyakit

tersebut.

jaringan

membantu

yang menimulkan pembentukan dari pus

berkurangnya suplai oksigen, bakteri bakteri yang akan tumbuh

subur .(49)

II.5. PENGOBATAN

Sebelum diberikan suatu pengobatan terhadap gangren dapat

dilakukan pemeriksaan terhadap pus pada jaringan ulkus/gangren

menunjukkan

adanya infeksi akibat dari invasi mikroorganisma kedalam rongga,

banyak

infeksi

Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk mendapatkan spesimen

pus yang memenuhi persyaratan untuk pemeriksaan bakteriologik.,

pengambilan dari pada pemeriksaan ini dapat diambil setiap saat

tetapi sebaiknya sebelum pemberian dari antibiotik.

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

Prosedur dari pengambilan sampel ini dapat dilakukan dalam 2

cara yaitu

a. luka/ulkus

- Bersihkan luka dengan kain kasa yang telah dibasahi dengan

NaCl fisiologis sebanyak 3 kali untuk menghilangkan kotoran dan

Abses
Abses

povidone iodine dengan kapas alkohol 70%

- Tusukkan jarum dan hisap dengan spuit steril cairan pus

lapisan eksudat atau pus yang mengering

-

Tampa menyentuh bagian kapas usapkan bagian kapas pada

daerah ulkus tampa menyentuh bagian tepi ulkus

-

Kemudian kapas lidi dapat terus dilakukan inokulasi pada agar

untuk dilakukan pemeriksaan mikrobiologi.

b.

-

Dilakukan pemeriksaan disinfeksi dengan povidone iodine 10%

diatas abses atau bagian yang akan ditusuk/insisi. Bersihkan sisa

- Cabut jarum dan kemudian tutup dengan kapas lidi

- Teteskan cairan aspirasi pus pada lidi kapas steril. Kapas lidi

dapat langsung diinokulasi pada agar atau dapat juga kedalam

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

media transport. Sisa pus pada spuit dapat dimasukkan kedalam

wadah steril dan dikirim ke laboratorium.

Pengobatan pada gangren diabetik meliputi :

1. Konservatif

larutan perhidrol. Bila luka agak
larutan
perhidrol.
Bila
luka
agak

a. Perawatan luka

dalam

Pengobatan konservatif gangren diabetik pada dasarnya sama

dengan pengobatan ulkus oleh sebab apapun, yaitu meliputi :

Ulkus yang terjadi pada kaki dievaluasi dengan teliti, termasuk

dalamnya luka harus ditelusuri denga peralatan tumpul yang steril

sehingga dapat diketahui persis kedalaman dari luka tersebut,

jaringan nekrotik dibuang dan permukaan luka harus cukup lebar

untuk memudahkan masuknya oksigen kemudian luka dibersihkan

dengan menggunakan antiseptik seperti yodium povidon setelah

maka

menggunakan

dilakukan tampon untuk menyerap debris. Drainase pus harus

menyeluruh

dan

ekstensif

kemudian

dilakukan

kompres

luka

dengan larutan NaCl 0,9% hangat untuk merangsang pertumbuhan

granulasi dari jaringan.

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

b. Antibiotika

Pemberian antibiotika lokal harus dihindari oleh karena dapat

menimbulkan alergi, disamping dapat merusak jaringan yang sehat

disekitarnya.

Pemberian

antibiotika

sistemik

dianjurkan

sesuai

Pemberian antibioti ka sistemik dianjurkan sesuai Streptomyciin atau Ampisillin. ( 4 9 , 5 0 ,

Streptomyciin atau Ampisillin. (49,50,51,52)

dengan hasil dari kultur dan tes sensitifiti, Sebelum didapatkan

hasil tes sensitifiti dapat diberikan gabungan dari Penicillin dan

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

BAB III

METODE PENELITIAN

III.1. DESAIN PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan secara Deskriptif dengan pendekatan Cross

Universitas Sumatera Utara/ Rumah Sakit dan Departemen Penyakit Dalam Fakultas
Universitas
Sumatera
Utara/
Rumah
Sakit
dan
Departemen
Penyakit
Dalam
Fakultas

Sectional Study

III.2. WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN

Kedokteran

Penelitian ini dilakukan di Departemen Patologi Klinik Fakultas

Umum

Pusat H.Adam Malik Medan dan bekerjasama dengan Departemen

Bedah

Kedokteran

Universitas Sumatera Utara/Rumah Sakit Umum Pusat H.Adam

Malik Medan

Penelitian dimulai pada bulan Desember 2007 sampai dengan Mei

2008.

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

III.3. POPULASI PENELITIAN DAN SUBYEK PENELITAN

III.3.1. Populasi Penelitian

Penderita yang dimasukkan kedalam penelitian ini adalah penderita

diabetes dengan komplikasi gangren yang berobat jalan dipoliklinik

sub

Divisi

Endokrinologi

Departemen

Penyakit

Dalam

serta

sub Divisi Endokrinologi Departemen Penyakit Dalam serta gangren diabetik dan memenuhi kr iteria sebagai berikut

gangren diabetik dan memenuhi kriteria sebagai berikut

III.3.3. Kriteria Inklusi

penderita yang berobat dipoliklinik Departemen Bedah

Sakit Umum Pusat H.Adam Malik Medan.

di Rumah

III.3.2. Subyek Penelitian

Subyek yang diikutkan dalam penelitian adalah semua penderita

Penderia Diabetes dengan ulkus/gangren dan bersedia untuk ikut

dalam penelitian

III.3.4. Kriteria Eksklusi

Penderita ulkus/ganggren yang bukan diabetes

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

III.4. PERKIRAAN BESARNYA SAMPEL

Dengan menggunakan Rumus Estimasi :

N =

Z 2 P ( 1 – p ) d 2

Dimana:

Z 2

= Tingkat kepercayaan 95% ( 1,96 )

P = Proporsi terjadinya gangren (15%) 1 – p = Proporsi Diabetes tampa ganggren (
P
= Proporsi terjadinya gangren (15%)
1 – p
= Proporsi Diabetes tampa ganggren
(
85% )
d 2
= Ketepatan penelitian ( 0,1 )
Maka didapatkan N = 48,9 → 50 sampel

III.5. BAHAN DAN CARA KERJA

III.5.1. Pengambilan sampel

Cara apusan

a Pasien diberi penjelasan mengenai tindakan yang akan

dilakukan

b Bersihkan luka dengan kain kasa yang telah dibasahi dengan

NaCl

fisiologis sebanyak 3 kali untuk menghilangkan

kotoran dan lapisan eksudat yang mengering

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

c Buka kultur swab dari pembungkusnya kemudian usapkan

bagian kapasnya pada luka/ulkus tampa menyentuh bagian

tepi luka/ulkus,

d. Kemudian

masukkan

kapas

tersebut

kedalam

media

pembawa (BBL TM CultureSwab TM Plus)

e Tutup tabung dengan erat dan diberi label nama. f Kemudian dibawa kelaboratorium untuk pemeriksaan
e Tutup tabung dengan erat dan diberi label nama.
f
Kemudian
dibawa
kelaboratorium
untuk
pemeriksaan
1.
pada
media
Blood
Agar
dan
Mac
Conkey
kemudian
dieramkan
dalam
inkubator
pada
dilakukan pengecatan gram untuk identifikasi bakteri.

III.5.2. Pemeriksaan Laboratorium

Agar

suhu

dilakukan

Dilakukan pengecatan gram yang kemudian bahan ditanam

yang

37 0 C

selama 24 jam, Jika terdapat pertumbuhan dari kuman maka

2. Pewarnaan Gram adalah pewarnaan yang sering dilakukan

untuk

identifikasi

bakteri

awal

dari

spesimeen

karena

dengan pewarnaan ini akan dapat dilihat bentuk dan warna

dari bakteri yang ada, selain itu pewarnaan Gram sebelum

dilakukan tindakan kultur untuk memastikan representasi

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

dari bahan sampel berdasarkan bakteri , sel leukosit ,

maupun sel epitel yang ada

III.5.2.1. Pewarnaan Gram :

a. Buat

hapusan

diatas

kaca

objek

kemudian

difiksasi

diatas nyala api b. Letakkan sediaan diatas rak pewarnaan c. Tuang larutaan kristal violet diatas
diatas nyala api
b.
Letakkan sediaan diatas rak pewarnaan
c.
Tuang larutaan kristal violet diatas sediaan diamkan
selama 1 menit
d.
Cuci dengan air mengalir , tuangi dengan larutan lugol,
diamkan
selama
1
menit
kemudian
larutan
tersebut
dibuang,
e.
Beri larutan alkohol 95% selama 15 detik
f.
Cuci dengan air
g.
Tuangi sediaan dengan larutan safranin sebanyak 1 tetes
diamkan selama 30 detik

h. Cuci dengan air dan keringkan diudara

i. Lihat

dibawah

mikroskop

pembesaran 100x (37)

dengan

menggunakan

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

III.5.2.2. Kultur dan Sensitifiti

Jika dijumpai kuman coccus gram positip dilanjutkan dengan

reaksi

katalase.

Jika

dijumpai

pertumbuhan

dari

kuman

gram

negatip

batang

maka

akan

dilanjutkan

dengan

pemeriksaan

dengan menggunakan API 20 E

Caranya adalah sebagai berikut : - dimasukkan kedalam inkubator 37 0 selama 24 jam -
Caranya adalah sebagai berikut :
-
dimasukkan kedalam inkubator 37 0 selama 24 jam
-
-
gram

untuk menumbuhkan bakteri

pada gangren tersebut.

Pemeriksaan kultur terhadap pus dari gangren diabetik adalah

atau mendapatkan bakteri patogen

hapusan atau swab yang terdapat pada kultur swab ditanam

pada media padat Blood Agar dan Mac Conkey kemudian

Kemudian dibaca dan dilihat pertumbuhan dari bakterinya .

Jika tumbuh dibuat direct smear dan dilakukan pewarnaan

Terhadap koloni yang tumbuh juga dilakukan uji kepekaan

terhadap Antibiotik dengan cara :

- Dilakukan reaksi sensitifitas test dengan menggunakan disc

antibiotik pada media Muller Hinton

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

Tujuannya

adalah

untuk

mendapatkan

antibiotik

yang

sensitif terhadap bakteri patogen penyebab penyakit.

Cara pemeriksaan adalah sebagai berikut ;

a.

Ambil tiga sampai lima koloni kuman yang tumbuh pada

standart kekeruhan Mc Farlan 0,5 b. Mueller Hinton c. patogen yang sering dijumpai pada Erythromicin
standart kekeruhan Mc Farlan 0,5
b.
Mueller Hinton
c.
patogen
yang
sering
dijumpai
pada
Erythromicin
(15ug),
Norfloxacin
(10ug),

media biakan dengan ose dan masukkan kedalam cairan

NaCl 0,9% (± 5 ml) Bandingkan suspensi kuman dengan

Suspensi kuman 1cc disebarkan dengan bagian bawah

botol steril secara merata pada permukaan media agar

Letakkan cakram Antibiotik yang sesuai dengan bakteri

pus

bahan

Amoxicillin (10ug), Ampicillin (10ug), Ciprofloxacin (5ug),

Amikacin (30ug), Cefotaxim (30ug), Gentamycin (10ug),

Doxycicline

(30ug), Streptomycin (10ug)

pada permukaan agar dan

sedikit

ditekan

dengan

pinset

agar

melekat

dengan

sempurna

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

d. Petri dish dimasukkan dan diletakkan secara terbalik

kedalam inkubator

37 0 C selama 24 jam

e. Keesokan harinya dibaca zona hambatan pertumbuhan

bakteri berdasarkan kriteria NCCLS (National Committe

for

Clinical

Laboratory

Standart)

untuk

ditentukan

sensitifitasnya. f. Pembacaan dari zona hambatan berdasarkan kriteria NCCLS adalah sebagai berikut : Diameter Zona
sensitifitasnya.
f.
Pembacaan dari zona hambatan berdasarkan kriteria
NCCLS adalah sebagai berikut :
Diameter Zona (mm)
Jenis antibiotik
Disk Content
Resisten
Sensitif
Amoxicillin
10
ug
≤19
≥20
Ampicillin
10
ug
≤13
≥17
Ciprofloxacin
5 ug
≤15
≥21
Amikacin
30
ug
≤14
≥17
Cefotaxime
30
ug
≤14
≥23
Gentamycin
10
ug
≤12
≥15
Erytromycin
15
ug
≤13
≥23
Norfloxacine
10
ug
≤12
≥17
Doxycyclin
30
ug
≤12
≥16
Streptomycyn
10
ug
≤11
≥15

Dikutip dari Standart Operting Prucedures (SOP) in microbiologi Zone Diameter Interpretive Standart and Equivalent Minimum Inhibitory Concentration pada tabel NCCLS

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

III.5.2.3. Prosedur kerja API 20 E

Cara kerja :

- Pada

koloni

yang

tumbuh

pada

media

Mac

Conkey

dimasukkan dalam tabung yang berisi NaCl 0,9% steril

(berisi 5 cc NaCl)

- Bandingkan warna dalam tabung tersebut dengan tabung warna standart Mac Farland (nilai kekeruhannya) -
-
Bandingkan warna dalam tabung tersebut dengan tabung
warna standart Mac Farland (nilai kekeruhannya)
-
Dengan
menggunakan
pipet
isi
semua
tabung
dengan
suspensi bakteri hanya pada bagian tabungnya saja (jangan
mengisi penuh mulut tabung), kecuali untuk tes Cit, VP dan
GEL, pengisian dilakukan pada keduanya (tabung dan mulut
tabung)
-
Pada uji tes ADH, LDC, ODC, H2S dan URE, teteskan
tabung tersebut dengan mineral oil
-
Tutup box inkubasi dengan penutupnya dan diinkubasi pada
suhu 37°C selama 24 jam

- Nilai perobahan warna yang terjadi pada API 20E dengan

mengunakan

soft ware API Lab.Plus

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

III.6. PEMANTAPAN KUALITAS MIKROBIOLOGI.

Pemantapan

kualitas

laboratorium

adalah

penting

untuk

menjamin kualitas hasil pemeriksaan laboratorium. Pemantapan

kualitas intra laboratorium adalah program pemantapan kualitas

yang dijalankan sendiri oleh laboratorium klinik yang bersangkutan

Dilakukan dengan stamm kuman untuk gram koloni coccus kecil berkelompok tidak
Dilakukan
dengan
stamm
kuman
untuk
gram
koloni
coccus
kecil
berkelompok
tidak

1, Pemantapan kualitas pewarnaan

untuk mempelajari serta mengurangi kesalahan kesalahan dalam

pelaksanaan tugasnya.

Diperlukan stamm kuman yang telah disediakan untuk kegunaan

pemeriksaan penanaman , pemeriksaan kultur dan sensitifitas.

positip

(berwarna ungu) misalnya Staphylococcus aureus ( bentuk

dan

teratur

menyerupai buah anggur) dan Streptococcus dan Gram

negatip (berwarana merah) misalnya Clebsiella pneumonie

dan Pseudomonas sp) yang telah diketahui dan sampel

yang diduga berisi kuman yang sama secara bersamaan

dilakukan pewarnaan.

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

2.

Pemantapan kualitas media kultur

Dimana stamm kuman yang telah diketahui dan sampel

ditanam pada media yang sesuai untuk mengontrol media

media yang baru dibuat dan membandingkan morfologi

3.

koloni yang tumbuh. Pemilihan stamm kuman berdasarkan

media yang akan dilakukan terhadap pemeriksaan tersebut

Kuman Escherichia coli ditanamkan pada agar Mac

• • Kuman Staphylococcus aureus lihat hasilnya Pemantapan kualitas untuk identifikasi kuman Dilakukan
Kuman
Staphylococcus
aureus
lihat hasilnya
Pemantapan kualitas untuk identifikasi kuman
Dilakukan
pemeriksaan
sampel
dalam
satu

Conkey inkubasi 18 – 24 jam dan dilihat hasilnya

ditanamkan

pada

agar darah dan diinkubasi selama 18 – 24 jam dan

kali

jalan

bersamaan dengan stamm kuman yang telah diketatahui.

Dimana berdasarkan hasil pewarnaan yang Gram negatif

batang dilanjutkan pada API 20E dan Gram positif coccus

dengan reaksi biokimia.

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

4. Hasil dari pemantapan kualitas

Untuk pewarnaan yaitu pewarnaan Gram, dilakukan secara

bersamaan dimana hasil dikatakan baik bila Gram positif

berwarna biru dan Gram negatif berwarna merah

Kriteria Inklusi - Penderita DM dengan ulkus/gangren - Bersedia ikut dalam penelitian Populasi penderita gangren
Kriteria Inklusi
- Penderita DM dengan ulkus/gangren
- Bersedia ikut dalam penelitian
Populasi penderita gangren
yang pertama dan berulang

III.7. KERANGKA KERJA

gangren yang pertama dan berulang III.7. KERANGKA KERJA Kriteria Eklusi - Ulkus yang bukan Diabetes Pola
Kriteria Eklusi - Ulkus yang bukan Diabetes
Kriteria Eklusi
- Ulkus yang bukan Diabetes
Pola kuman dan sensitifiti terhadap anti biotik apakah ada perbedaan resistensi terhadap antibiotik
Pola kuman dan sensitifiti terhadap anti
biotik apakah ada perbedaan resistensi
terhadap antibiotik

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

BAB IV

HASIL PENELITIAN

Secara keseluruhan dari penelitian ini terdapat 50 penderita

yang

memenuhi

kriteria

inklusi,

terhadap

50

jumlah

sample

6 (125) , (6%) , Staphylococcus aureus 2 (4%) ,
6
(125)
,
(6%)
,
Staphylococcus
aureus
2
(4%)
,

haemolyticus 1 (2%) , Streptococcus β haemolyticus 1 (2%)

didapatkan kuman yang tumbuh adalah Enterobacter aerogenes

dengan jumlah 12 ( 24% ) , Escherichia coli 7 (14%) , Enterobacter

cloacae 6 (12%) , Proteus mirabilis

Pseudomonas

aeruginosa 5 (10%) , Citrobacter freundii 4 (8%) , Proteus vulgaris

3

Staphylococcus

epidermidis 2 (4%) , Providencia rettgeri 1 (2%) , Streptococcus ά

Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa jumlah penderita

gangren diabetik yang terbanyak adalah pada kelompok laki laki 34

orang (68%) sedangkan pada jenis kelamin perempuan 16 orang

(32%) Dari hasil penelitian ini juga dijumpai sebanyak 5 orang

(10%) dari seluruh penderita gangren ini yang mengalami gangren

”recurrent” (berulang). Dari 5 orang ini didapatkan bahwa 3 orang

(60%) penderita adalah laki laki

perempuan

dan

2

orang ( 40%) adalah

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

IV.1. Tabel 1 : Pengelompokan berdasarkan jenis kelamin pada penderita gangren diabetk

Jenis kelamin Jumlah % Laki laki 34 68% perempuan 16 32% 50 100% IV.2. Gambar
Jenis kelamin
Jumlah
%
Laki laki
34
68%
perempuan
16
32%
50
100%
IV.2. Gambar 1 : Diagram penderita gangren berdasarkan jenis
kelamin
68
80
60
32
40
20
0
laki-laki
perempuan

Dari

hasil

penelitian

ini

didapatkan

bahwa

jumlah

penderita

gangren diabetik yang terbanyak adalah pada kelompok laki laki

sebanyak

34

orang

(68%)

sedangkan

pada

jenis

kelamin

perempuan sebanyak 16 orang (32%)

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

IV.3. Tabel 2 : Gambaran pola kuman pada gangren diabetik

no Jenis kuman frekwensi % 1 Enterobacter aerogenes 12 24% 2 Escherichia coli 7 14%
no
Jenis kuman
frekwensi
%
1
Enterobacter aerogenes
12
24%
2
Escherichia coli
7
14%
3
Enterobacter cloacae
6
12%
4
Proteus mirabilis
6
12%
5
Pseudomonas aeruginosa
5
10%
6
Citrobacter freundii
4
8%
7
Proteus vulgaris
3
6%
8
Staphylococcus aureus
2
4%
9
Staphylococcus epidermidis
2
4%
10
Providencia rettgeri
1 2%
11
Streptococcus ά haemolyticus
1 2%
12
Streptococcus β haemolyticus
1 2%
Jumlah
50
100%

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

IV.4. Gambar 2. Pola Kuman Pada Gangren Diabetikum

IV.4. Gambar 2. Pola Kuman Pada Gangren Diabetikum Enterobacter aerogenes Providencia rettgeri Staphilococcus aureus

Enterobacter aerogenes Providencia rettgeri Staphilococcus aureus Strep. β haemolyticus

Citrobacter freundii Enterobacter cloacae Proteus vulgaris Stap. epidermidis Escherichia coli Proteus mirabillis
Citrobacter freundii
Enterobacter cloacae
Proteus vulgaris
Stap. epidermidis
Escherichia coli
Proteus mirabillis
Pseudomonas aeruginosa
Strep ά haemolytcus
hasil
penelitian
ini
didapatkan
bahwa
pola
vulgaris
3
(6%),
Staphylococcus
aureus
2
ά
haemolyticus
1
(2%),

Proteus

Staphylococcus

haemolyticus1(2%)

kuman

Dari

yang

dijumpai adalah Enterobacter aerogenes 12 (24%), Escherichia coli

7 (14%), Enterobacter cloacae 6 (12%), Proteus mirabilis 6 (12%),

Pseudomonas aeruginosa 5 (10%), Citrobacter freundii 4 (8%),

(4%),

Staphiyococcus epidermidis 2 (4%), Providencia rettgeri 1 (2%),

β

Staphylococcus

Nanang Fitra : Pola Kuman Aerob Dan Sensitifitas Pada Gangren Diabetik, 2008. USU Repository©2008

IV.5. Tabel 3 : Gambaran sensitifitas terhadap antibiotik pada gangren diabetik

Amoxi Ampi Cipro Amika Cefo Genta Erythro Norflo Doxy Strepto cillin cillin floxacin cin taxime
Amoxi
Ampi
Cipro
Amika
Cefo
Genta
Erythro
Norflo
Doxy
Strepto
cillin
cillin
floxacin
cin
taxime
micin
mycin
xacin
cycline
mycin
(%)
(%)
(%)
(%)
(%)
(%)
(%)
(%)
(%)
(%)
Sensitif
22%
4%
44%
82%
26%
8%
12%
28%
12%
6%
Resisten
78%
96%
56%
18%
74%
91%
88%
72%
88%
94%
Jumlah
100%
100%
100%
100%
100%