Anda di halaman 1dari 3

LO 1. Memahami dan Menjelaskan Immunodefeciency.

Terbentuknya sistem imun yang imunokempeten sangatlah penting dalam melindungi suatu organisme terhadap invasi dari luar. Oleh karena itu, setiap defisiensi pada salah satu dari komponen sistem imun dapat mengganggu aktivitas dari seluruh sistem pertahanan tubuh. Perubahan patologis dari fungsi imunologis dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:1 1. Reaksi hipersensitivitas dimana stimuli menghasilkan respons imun besar terhadap stimuli imunogenik kecil. 2. Penyakit autoimun, dimana kemampuan untuk membedakan sel sendiri (self) dan benda asing (non-self) hilang. 3. Imunodefisiensi dimana sistem imun tidak mampu untuk memberikan respons umun yang efisien atau adekuat. Imunodefisiensi, secara klinis, tampak sebagai kecenderungan yang abnormal untuk menderita infeksi. Imunodefisiensi perlu dicurigai ada pada penderita yang menderita infeksi oleh organisme yang tidak patogen pada individu normal, opportunistic infections.2 Berikut adalah hubungan antara imunodefisiensi dengan infeksi oportunistik.

Gambar 1.1 Tabel Hubungan antara infeksi oportunistik dengan imunodefisiensi Sumber: Patologi (2)

Imunodefisiensi, secara etiologis, dapat diklasifikasikan sebagai primer dan sekunder. Sindrom imunodefisiensi primer atau kongenital diakibatkan oleh abnormalitas genetic, dan imunodefisiensi sekunder diakibatkan oleh suatu penyakit.1,2 Sedangkan secara pathogenesis, imunodefisiensi dapat diklasifikan menurut komponen respons imun yang terlibat, seperti 1) SelB, 2) Imunitas selular sel-T, 3) Imunitas yang dimediasi oleh kerja sel fagosit, dan 4) Imunitas yang dihubungkan dengan aktivasi komplemen.1 Imunodefisiensi primer yang biasanya diturunkan secara genetic diakibatkan dari kegagalan bagian esensial sistem imun untuk berkembang.1 Imunodefisiensi primer terdiri dari:1,2 1. Cacat terutama pada fungsi limfosit-B a. Agammaglobulinemia tipe Burton b. Transien hipogammaglobulinemia c. Defisiensi IgA, IgM, IgG selektif 2. Cacat terutama pada limfosit-T a. Sindroma Di George b. Kandidiasis mukokutaneus menahun 3. Cacat campuran fungsi limfosit-T dan B a. Severe combined immunodeficiency b. Ataksia telengiektasia c. Sindroma Wiskott-Aldrich 4. Disfungsi fagositik Imunodefisiensi sekunder terjadi akibat hilangnya sistem imun yang sebelumnya efektif. Kondisi ini dapat timbul akibat stress, proses penuaan, obat imunosupresif, infeksi sitemik, kanker, malnutrisi, penyakit ginjal, dan terapi radiasi. Kondisi ini dapat menimbulkan kehilangan immunoglobulin, ketidakadekuatan sintesis immunoglobulin, kehilangan limfosit spesifik yang bertanggung jawab terhadap imunitas selular, kehilangan sel inflamasi fagositik, atau kombinasi dari semua ini.
1,2

Daftar pusaka: 1. 2. Tambayong Jan. Patofisiologi. Jakarta: EGC; 2000. Underwood J C E. Patologi umum dan sistematik. Ed 2. Jakarta: EGC; 1999.

1 patofisiologi 2. patologi