Anda di halaman 1dari 3

REFLEKS PUPIL

A. Pendahuluan Ukuran pupil normal bervariasi sesuai usia, dari orang ke orang, dan sesuai dengan keadaan emosi, tingkat kesiagaan, derajat akomodasi, dan cahaya ruangan. Garis tengah pupil normal adalah sekitar 3-4 mm, lebih kecih pada bayi, dan cenderung lebih besar pada masa anak-anak dan kembali mengecil secara progresif seiring dengan pertambahan usia.1 Jumlah cahaya yang memasuki mata melalui pupil sebanding dengan luas pupil atau kuadrat diameter pupil. Diameter pupil manusia dapat mengecil sampai 1,5 mm dan membesar sampai 8 mm. Jumlah cahaya yang memasuki mata dapat berubah sekitar 30 kali lipat sebagai akibat dari perubahan diameter pupil.2 B. Tujuan a. Tujuan Instruksional Umum Memahami dasar-dasar refleks pupil langsung dan tak langsung (konsensual) b. Tujuan Khusus 1. Mendemonstrasikan refleks pupil langsung dan tak langsung (konsensual) 2. Menjelaskan dasar-dasar refleks pupil langsung dan tak langsung (konsensual) C. Alat dan Bahan - Penlight D. Prosedur 1. Sorot mata kanan OP dengan lampu senter dan perhatikan perubahan diameter pupil pada mata tersebut. 2. Sorot mata kanan OP dengan lampu senter dan perhatikan perubahan diameter pupil pada mata kirinya. E. Hasil 1. Terlihat bahwa diameter pupil mata kanan orang percobaan mengecil saat mata kanan disorot dengan lampu senter. 2. Terlihat bahwa diameter pupil mata kiri orang percobaan mengecil saat mata kanan disorot dengan lampu senter. F. Pembahasan Ukuran pupil dikendalikan oleh kerja sama m.dilatator yang dipersarafi oleh simpatis dan m.konstriktor yang dipersarafi oleh parasimpatis.3 Rangsangan saraf parasimpatis merangsang otot konstriktor pupil, sehingga memperkecil celah pupil, yang disebut miosis. Sebaliknya, rangsangan saraf simpatis merangsang

otot dilatator pupil (serabut radial iris) dan menimbulkan dilatasi pupil, yang disebut midriasis.2 Refleks pupil menyatakan miosis fisiologik yang ditimbulkan oleh rangsangan cahaya yang memadai. Refleks langsung adalah mengecilnya pupil yang terjadi pada mata yang secara langsung dirangsang oleh cahaya, dan refleks konsesual adalah mengecilnya pupil pada mata sebelahnya secara serentak (mata kontralateral).3 Bila cahaya mengenai retina, terjadi beberapa impuls yang mula-mula berjalan melalui nervus optikus menuju nukleus pretektalis. Dari sini, impuls sekunder berjalan ke nukleus Edinger-Westphal dan akhirnya kembali melalui saraf parasimpatis untuk mengkonstriksikan sfingter iris. Sebaliknya pada keadaan gelap, refleks ini dihambat hingga mengakibatkan dilatasi pupil.2

DAFTAR PUSTAKA

1. 2. 3.

Vaughan, Daniel G., Taylor Asbury, & Paul Riordan-Eva. 2000. Oftalmologi Umum. Jakarta: Widya Medika. Guyton, Arthur C. & John E. Hall. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC. Delf, Mohlan H. 1996. Major Diagnosis Fisik. Jakarta: EGC.