Anda di halaman 1dari 25

BAB I Introduksi Kebutuhan sel yang utama adalah kebutuhan oksigen, terutama bagi beberapa jaringan yang tidak

dapat menyimpan oksigen dalam jaringannya misalnya jaringan otak, sehingga tidak ada oksigen dalam jangka waktu 4 10 menit saja menyebabkan jaringan otak mengalami kerusakan sel yang bersifat permanen, sementara otak adalah pengatur seluruh aktivitas organism. Keadaan ini terjadi karena saat oksigen tidak ada, energy hanya diperoleh melalui glikolisis anaerob yang bukan saja hanya menghasilkan sedikit energi tetapi juga menimbulkan perubahan lingkungan menjadi lebih asam yang akan menyebabkan penurunan aktivitas sel. Oksigen masuk kedalam sel jaringan! melalui " tiga! tahap yaitu ventilasi paru, difusi gas, dan transportasi gas. #entilasi paru adalah masuknya oksigen O$! atmosfer kedalam alveoli dan %arbondioksida dari alveoli menuju ke atmosfer, difusi gas adalah berdifusinya gas O$ yang berada pada alveoli menuju kapiler paru dan gas &O$ dari kapiler paru menuju alveoli, sedangkan transportasi gas adalah gas O$ dan &O$! dibawa dari paru dan menuju paru dengan melalui aliran darah. 'ase ventilasi dan difusi dilakukan oleh sistem respirasi dan fase transportasi menggunakan kerja sistem kardiovaskuler dan eritrosit. (istem respirasi akan mengambil oksigen dari atmosfer, sistem kardiovaskuler yang akan memompakan darah yang sudah berikatan dengan O$ dan membawa &O$ sisa metabolisme dari jaringan menuju paru)paru untuk dikeluarkan ke atmosfer. *erdasarkan hal tersebut sistem respirasi mempunyai peranan penting bagi tubuh dalam memenuhi kebutuhan oksigen.

BAB II ANATOMI DAN FISIOLOGI SISTEM RESPIRASI (istem respirasi mempunyai peranan penting didalam mempertahankan homeostasis karena sistem ini berfungsi dalam menyediakan O$ , mengeluarkan &O$, mengatur konstrasi ion hidrogen +! dalam darah atau mengatur p+, mempertahankan diri dari mikroorganisme yang masuk melalui saluran nafas. menangkap dan melarutkan bekuan darah, mempengaruhi penggunaan nutrient dalam sel, dan mempengaruhi konsentrasi messenger kimiawi dalam darah. A. Struktur Sistem Respirasi (istem respirasi merupakan sarana untuk mendapatkan oksigen dari atmosfirr melalui proses pertukaran gas antara gas dari atmosfer dengan gas dalam darah yang disebut respirasi. (istem respirasi ini merupakan serangkaian organ yang terdiri dari rongga hidung, tenggorokan, tra%hea, bron%hus,bron%hi, bron%hiolus, dan paru)paru. 1. idun! (Nasalis) -dara dari luar akan masuk lewat hidung %avum nasalis). .ongga hidung berlapis selaput lendir, di dalamnya terdapat kelenjar minyak (kelenjar sebasea) dan kelenjar keringat (kelenjar sudorifera). (elaput lendir berfungsi menangkap benda asing yang masuk lewat saluran pernapasan. (elain itu, terdapat juga rambut pendek dan tebal yang berfungsi menyaring partikel kotoran yang masuk bersama udara. /uga terdapat konka yang mempunyai banyak kapiler darah yang berfungsi menghangatkan udara yang masuk. ".Ten!!orokan # $arin! (pharynx) -dara dari rongga hidung yang sudah disaring dan dihangatkan masuk ke pharyn0 yang terdiri dari $ dua! per%abangan saluran, yaitu pada bagian depan merupakan saluran pernapasan nasofaring! dan pada bagian belakang merupakan saluran pen%ernaan faring posterior! terdapat larynx laring ,tekak!. 3asuknya udara melalui faring akan orofaring!. 1ada bagian belakang faring

2aring dibentuk oleh rangkaian %in%in tulang rawan yang satu sama lain dihubungkan oleh otot polos dan merupakan tempatnya pita suara. menyebabkan pita suara bergetar dan terdengar sebagai suara. 4iantara pita suara terdapat ruang berbentuk segitiga dan bermuara kedalam tra%hea dan dinamakan glottis. 'ungsi laring berhubungan dengan fonasi dan men%egah masuknya makanan ke saluran nafas.(aat menelan, laring bergerak kearah atas, glotis menutup, dan adanya epiglottis yang berbentuk seperti daun menyebabkan makanan mengarah ke esophagus. /ika ada benda asing melewati

glottis , laring akan terangsang untuk batuk sehingga benda asing tersebut terlempar keluar. Oleh karena itu makan sambil berbi%ara dapat menyebabkan terbatuk)batuk. 5alaupun demikian, saraf kita akan mengatur agar peristiwa menelan, bernapas, dan berbi%ara tidak terjadi bersamaan. %. Ten!!orokan#trakea (Trachea) 6enggorokan berupa pipa yang panjangnya sekitar 10 %m, terletak sebagian di leher dan sebagian di rongga dada (thorax). 4inding tenggorokan tipis dan kaku, dikelilingi oleh %in%in tulang rawan, dan pada permukaan bagian dalamnya terdapat rambut getar silia! . (ilia)silia ini berfungsi menyaring benda)benda asing yang masuk ke saluran pernapasan. 1ermukaan posterior tra%hea agak pipih karena %in%in tulang rawannya tidak sempurna, letaknya tepat di depan esophagus, sehingga jika dimasukkan alat seperti endotrak%heal tube dengan ballon yang digunakan pada pemasangan ventilator mekanik, akan menyebabkan terjadinya erosi area ini dan membentuk fistula trakheoesofagal. &. 'a(an!)*a(an! Ten!!orokan # (ronkus (Bronchus) 6enggorokan trakea! ber%abang menjadi dua bagian, yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri. 6empat per%abangannya dinamakan karina. 1ada karina terdapat banyak saraf dan jika terangsang misalnya saat memasukan slang penyedot lendir dapat menyebabkan batuk atau spasme bron%hus. *ronkhus kiri dan kanan bentuknya tidak simetris, bron%hus kanan lebih pendek dan lebih lebar, merupakan kelanjutan tra%hea yang arahnya hampir verti%al dengan tra%hea, sebaliknya bron%hus kiri lebih panjang dan lebih sempit, juga merupakan kelanjutan dari tra%hea dan membentuk sudut yang lebih tajam. 1erbedaan struktur ini memungkinkan pada pemasangan endotra%heal tube, lebih mudah masuk ke bron%hus kanan sehingga paru) paru kiri tidak mendapatkan aliran udara. Oleh karena itu pada pemasangan endotrakheal tube perlu diyakinkan bahwa ujung endotra%heal tube ada pada tra%hea dengan mendengarkan suara aliran nafas pada paru)paru kiri dan kanan. (truktur lapisan mukosa bronkus sama dengan trakea, hanya tulang rawan bronkus bentuknya tidak teratur ke%uali pada bagian bronkus yang lebih besar %in%in tulang rawannya melingkari lumen se%ara teratur. *ronkus ber%abang)%abang lagi menjadi bronkiolus, terdiri dari bronkhiolus terminalis dan bronkhiolus respiratorius yang merupakan tempat awal terjadinya proses respirasi. *ronkiolus hanya terbentuk dari otot polos dan tidak mempunyai tulang rawan, permukaan bagian dalamnya juga ke%uali dibagian distal, tetapi bagian ini mempunyai epitelium berbentuk kubus bersilia. 4i dalam paru)paru, bronkiolus ber%abang)

%abang halus dengan diameter sekitar 1 mm, dengan dinding yang lebih tipis jika dibanding dengan bronkus, dan bronkiolus ini berakhir pada kantung)kantung udara alveolus!. +. Paru)paru (Pulmo) 1aru)paru terletak di dalam rongga dada bagian atas. 4i bagian anterior, lateral, dan posterior dilindungi oleh otot dan tulang iga, sternum dan vertebrae, yang membentuk rongga dada thora0!, sedangkan di bagian bawah berbatasan dengan otot diafragma. 1aru) paru dibungkus oleh dua selaput yang tipis, disebut pleura. (elaput bagian dalam yang langsung menyelaputi paru)paru disebut pleura dalam (pleura visceralis) dan selaput yang menyelaputi rongga dada yang bersebelahan dengan tulang rusuk disebut pleura luar (pleura parietalis). 7ntara selaput luar dan selaput dalam terdapat rongga berisi %airan pleura yang berfungsi sebagai pelumas paru)paru. &airan pleura berasal dari plasma darah yang masuk se%ara eksudasi. 4inding rongga pleura bersifat permeabel terhadap air dan 8at)8at lain.

1aru)paru tersusun oleh bronkiolus, alveolus, jaringan elastik, dan pembuluh darah, dan yang merupakan unit dasar pertukaran gas pada sistem respirasi adalah alveolus. 7lveolus ini terdapat pada ujung akhir bronkiolus berupa kantong ke%il yang disebut sa%us alveolaris. /umlah alveolus pada orang dewasa sehat adalah sekitar "00 juta dengan luas permukaannya sekitar 9: ;0 m< atau sama dengan luas lapangan tenis. 7ntara alveolus dengan alveolus lainnya dipisahkan oleh septum yang mempunyai lubang ke%il pori)pori Kohn! yang berfungsi sebagai sarana komunikasi antar sa%us alveolaris. 7lveolus berselaput tipis dan dikelilingi jalinan kapiler darah sehingga memungkinkan terjadinya difusi gas. 1ermukaan

alveoli dilapisi oleh surfa%tant, suatu fosfolipid yang dihasilkan oleh sel septum alveoli type ==! yang berfungsi untuk mengurangi tegangan permukaan alveoli yang memungkinkan alveoli mudah mengembang dan men%egah terjadinya kolaps. (eluruh alveolus ini tergabung dalam paru)paru yang terdiri dari : lobus, $ lobus pada paru kiri pulmo sinistra) dan " lobus pada paru kanan pulmo dextra) yang masing)masing lobus terbagi menjadi beberapa segmen. 3ulai rongga hidung sampai dengan bron%hioles terminalis disebut saluran udara karena hanya berfungsi sebagai tempat lewatnya udara saja atau disebut juga ruang rugi dead space/ conducting zone! yang volumenya > 1:0 ml, sedangkan bron%hiolus respiratorius dan paru)paru merupakan tempat terjadi pertukaran gas respiratory zone!. 4ari rongga hidung sampai faring termasuk saluran nafas atas dan sisanya mulai laring termasuk dalam saluran nafas bawah. (aluran nafas ini dilapisi oleh membran mukosa dan saat udara masuk ke dalam rongga hidung, udara disaring, dihangatkan dan dilembabkan oleh mukosa respirasi yang terdiri dari epithel thora0 bertingkat, bersilia, dan bersel goblet. 1ermukaan epithel diliputi oleh lapisan mukus yang disekresi oleh sel goblet dan kelenjar serosa yang berisi sel)sel pertahanan tubuh. ,. Otot Respirasi -ntuk melakukan proses respirasi, sistem ini ditunjang otot)otot respirasi. Otot respirasi terdiri dari otot respirasi utama yang digunakan pada setiap respirasi dan otot respirasi tambahan yang digunakan saat mengalami kesulitas nafas akibat meningkatnya tahanan terhadap respirasi. Otot)otot respirasi utama untuk inspirasi adalah otot diafragma dan otot inter%ostal e0terna, sedangkan otot)otot respirasi tambahannya adalah otot s%alenus, otot seratus anterior dan otot sterno%leidomastoideus. 1roses ekspirasi merupakan proses pasif dari re%oil dada dan paru, tidak mempunyai otot utama tetapi bila ekspirasinya merupakan ekspirasi paksa akibat meningkatnya tahanan terhadap ekspirasi atau saat pemeriksaan pada penyakit tertentu digunakan otot inter%olastis e0terna dan otot abdomen. 3elalui proses inilah udara atmosfer masuk ke dalam tubuh dan sisa metabolisme dikeluarkan dari tubuh. 4ari uraian diatas tampak bahwa sistem pernafasan mempunyai hubungan langsung dengan dunia luar melalui saluran nafas, begitu juga permukaan paru)paru yang begitu luas memungkinkan masuknya benda asing termasuk mikroorganisme bersama)sama dengan udara inspirasi. 5alaupun demikian, saluran nafas bagian bawah tetap steril. -ntuk mempertahankan sterilitas ini, terdapat beberapa mekanisme pertahanan, yaitu refle0 menelan, refle0 muntah, kerja mukosiliaris yang menjebak debu dan bakteri dan

memindahkannya kekerongkongan untuk kemudian dibalikan, refle0 batuk, refle0 bersin, lapisan mukus yang mengandung 1g 7, 13?, interferon dan anti bodi spesifik, serta makrofag alveolar. -. Sup.ai Dara/ ke Paru)paru 1aru)paru mendapatkan suplai darah melalui $ pembuluh darah yaitu arteri bronkhialis dan arteri pulmonalis. 7rteri bronkhialis merupakan pembuluh darah yang berperanan dalam mengirimkan darah yang sudah teroksigenasi dari sirkulasi sistemik yang diperlukan bagi kehidupan jaringan paru. 7rteri ini berasal dari aorta thora%alis yang berjalan sepanjang dinding posterior bron%hus, sedangkan vena bronkhialis menerima darah yang membawa sisa metabolisme jaringan paru kedalam vena %ava superior dan mengembalikannya ke dalam atrium kanan kemudian ke ventrikel kanan dan selanjutnya dikirim untuk sirkulasi pulmonal untuk keperluan pertukaran gas. *eberapa %abang vena bronkhialis ke%il akan mengalirkan darahnya kedalam vena pulmonalis. Oleh karena kapiler)kapiler yang berasal dari arteri bronkhialis ini tidak berperanan dalam pertukaran gas, darah yang dibawanya ini belum teroksigenasi dan menimbulkan pirau sekitar $ "@ dari %urah jantung. 7rteri pulmonalis berasal dari ventrikel kanan dan merupakan bagian dari sirkulasi pulmonal, dan kapiler) kapiler yang berasal dari arteri pulmonalis ini mempunyai peranan dalam pertukaran gas. 7nyaman kapiler paru)paru yang halus mengitari alveolus sangat diperlukan dalam proses pertukaran gas antara alveolus dengan darah. 4arah yang sudah teroksigenasi akan dikembalikan kedalam atrium kiri melalui vena pulmonalis kemudian ke ventrikel kiri dan selanjutnya didistribusikan melalui sirkulasi sistemik. (irkulasi pulmonal merupakan sistem sirkulasi bertekanan dan resistensi tahanan! rendah disbanding dengan sirkulasi sistemik. 6ekanan darah sistemik adalah sekitar 1$0,;0 mm+g sedangkan tekanan darah pulmonal 171! adalah sekitar $:,10 mm+g dengan tekanan rata)rata sekitar 1: mm+g. Keadaain ini menyebabkan beban ventrikel kanan jauh lebih rendah dari beban ventrikel kiri. (elain itu, saat melakukan aktivitas fisik aliran darah pulmonal akan meningkat tanpa harus meningkatkan tekanan darah pulmonal yang bermakna. Keadaan ini akan menguntungkan, mengingat jika tekanan darah pulmonal meningkat dan melebihi tekanan osmoti% koloid darah yang rata)rata besarnya $: mm+g, akan mengakibatkan %airan vas%ular akan berpindah ke interstitial atau ke alveolus dan menyebabkan edema paru yang akan mengganggu proses pertukaran gas. B. Proses Respirasi Pu.mona.

1roses respirasi pulmonal terdiri dari ventilasi paru dan difusi paru. 1. 0enti.asi Paru #entilasi paru terdiri dari inspirasi yaitu masuknya oksigen O$! dari atmosfir menuju alveoli, dan ekspirasi yaitu keluarnya %arbondioksida &O$! dari alveoli ke atmosfer. =nspirasi dan ekspirasi disebut respirasi. 1roses ini sangat ditentukan oleh perubahan volume rongga thora0, karena dengan meningkatnya volume rongga thora0, tekanan rongga thora0 menjadi lebih rendah dari tekanan atmosfer, sebaliknya saat ekspirasi volume diperke%il sehingga tekanannya meningkat. 4engan demikian saat inspirasi udara dari atmosfer berpindah ke dalam paru yang berada di dalam rongga thora0 karena udara akan bergerak dari tekanan yang lebih tinggi ke tekanan yang lebih rendah. (ebaliknya saat ekspirasi volume rongga thora0 kembali menge%il sehingga tekanannya lebih besar dari tekanan atmosfer, dan udara bergerak dari paru menuju atmosfer. 4alam keadaan normal, tekanan udara atmosfer pada permukaan laut adalah 9A0 mm+g sama dengan tekanan pada alveoli intra alveolar pressure! sedangkan pada rongga thora0 4 dibanding tekanan atmosfer , *esarnya atau tekanan intra pleural 9:A mm+g, atau

perbedaan tekanan ini ditentukan oleh kemampuan pengembangan thora0 dan paru paru Complience !, yaitu setiap penambahan volume paru untuk setiap unit penambahan tekanan udara di dalam alveoli %mB , mm +g!. 3akin besar pengembangan paru,thoraks makin jauh perbedaannya, sehingga aliran udara dari atmosfer lebih mudah sehingga makin banyak udara yang masuk, sebaliknya jika perbedaannya ke%il , udara yang masuk makin sedikit. Kemampuan ini sangat tergantung dari elastisitas jaringan paru, tegangan permukaan paru, kondisi dinding thora0, kondisi otot pernafasan, hubungan saraf dengan otot pernafasan dan tekanan negatif pada rongga pleura. 4alam keadaan normal jaringan paru adalah elastis. +al ini dapat berubah jika ada kerusakan paru yang dapat menyebabkan terjadinya pembentukan jaringan ikat sehingga elastisitas jaringan paru menurun, dan dengan demikian kemampuan pengembangan paru juga akan menurun. 3akin tua umur seseorang %enderung terbentuk jaringan ikat akibat proses degenerasi yang menyebabkan kemampuan pengembangannya menurun. (edangkan tegangan permukaan paru disebabkan oleh molekul air yang melapisi permukaan alveoli dan saling tarik menarik satu sama lain, makin banyak atau tebal permukaan %airan makin besar tegangan permukaan sehingga makin besar ke%enderungan alveoli untuk %olaps. 6egangan permukaan paru ini diturunkan oleh surfa%tant yaitu suatu lipoprotein yang disekresikan saat nafas dalam. (urfa%tans ini diproduksi oleh sel alveoli tipe == sejak usia kehamilan $$ minggu

dan produksinya

sempurna saat kehamilan men%apai ": minggu. (urfa%tant ini

konsentrasinya akan menurun saat nafas dangkal dan konstan. 1engembangan rongga thora0 terjadi saat impuls saraf merangsang otot)otot respirasi utama yang menimbulkan kontraksi, dan jika terjadi kesulitan dalam pengembangan dada akan digunakan otot pernafasan tambahan. Kontraksi otot inter%ostal eksterna menyebabkan tulang iga terangkat dan kontraksi otot diafragma yang merupakan otot sirkuler menyebabkan diafragma turun dengan demikian baik diameter anterior posterior ataupun superior inferior meningkat dan volume rongga thora0 membesar. (ebaliknya saat e0pirasi kedua otot ini relaksasi dan kembali kekeadaan semula dan rongga thora0 menge%il. (aat inspirasi dibutuhkan energi untuk kontraksi yang besarnya sekitar $ " @ dari energi total yang diperlukan tubuh, sedangkan untuk ekspirasi tidak memerlukan energi ke%uali saat bila e0pirasi paksa yang terjadi saat mengalami kesulitan dalam mengempiskan paru seperti karena ada sumbatan jalan nafas oleh sekret yang kental dan banyak, benda asing, tumor, atau penyempitan jalan nafas akibat bronkhokonstriksi diperlukan kerja keras dari otot)otot ekspirasi yaitu otot inter%olastis e0terior, dan otot abdomen. Oleh karena itu keadaan tulang iga, hubungan tulang iga dengan otot)otot dinding tora0 sangat menentukan kemampuan pengembangan rongga thora0. (eperti dijelaskan diatas tekanan pada rongga pleura lebih rendah dari tekanan atmosfir, dan keadaan ini men%egah paru)paru menjadi kolaps. *ila tekanan dalam rongga pleura meningkat misalnya karena ada udara, atau %airan yang tidak biasanya akibat peradangan atau trauma, akan terjadi penekanan terhadap paru)paru dan paru)paru akan menjadi kolaps. 7gar tekanan ini tetap negatif, tubuh mempunyai mekanisme pertahanan sebagai berikut yaitu jaringan paru yang elastis yang %enderung menarik paru menjauhi dinding thora0, tekanan osmotik yang terdapat pada seluruh membran pleura, dan kekuatan pompa limfatik. =nspirasi dan ekspirasi atau se%ara keseluruhan dikenal dengan respirasi ini terjadi se%ara teratur dengan ratio 1 C 1.: atau 1 C $ , dan dikendalikan oleh pusat kendali respirasi yaitu C 1) 3edullary rythmi%ity berlokasi di medulla oblongata dan terdapat inspiratorry area dan e0piratory area. 3edullary rythmi%ity ini berfungsi mengatur irama dasar respirasi yang dalam keadaan normal inspirasi berlangsung $D dua detik! dan ekspirasi berlangsung "D tiga detik!. 3ekanismenya adalah sebagai berikut C impuls dari inspiratory area menstimulasi otot)otot inspirasi melalui n. phreni%us menuju diafragma dan n. inter%ostalis menuju otot inter%ostalis. 1ada inspirasi yang normal dan tenang e0piratory area inaktif, dan pada inspirasi yang kuat menyebabkan e0piratory area terangsang sehingga ekspirasi menjadi lebih kuat.

2)

1ons C terdapat pneumota0is area dan apneusti% area. (timulasi pada pneumota0i% area menimbulkan impuls inhibisi ke e0piratory area sehingga inspirasi berhenti sebelum paru penuh se%ara berlebihan dan memulai ekspirasi. 1eningkatan aktivitas pneumota0i% area menyebabkan area yang mengaktifkan dan memperlama inspirasi. irama respirasi menjadi lebih %epat. (edangkan stimulasi pada apneusti% area menimbulkan impuls e0%itasi ke inspiratory

1usat respirasi ini juga dipengaruhi oleh berbagai kondisi diantaranya C 1! 1engaruh %orte0 %erebri C mengatur pola respirasi $! 1engaruh kimiawi C pusat reseptor kimia %entral %hemo)re%eptor! terletak pada medulla oblongata yang sensitif terhadap perubahan konsentrasi hidrogen +! pada %airan %erebrospinalis dan perubahan 1 &O$. 1enurunan p+ dan peningkatan 1&O$ sampai batas tertentu akan meningkatkan ke%epatan dan kedalaman respirasi, sebaliknya pada penurunan p+ atau penurunan 1&O$ menurunkan ke%epatan dan kedalaman respirasi. (edangkan reseptor kimia perifer perifer %hemo)re%eptor! terletak pada dinding arteri sistemik yaitu pada ar%us 7orta, sinus aorti%us aorti% body! yang bertautan dengan ?.#agus, dan sinus %aroti%us %aroti% body! yang bertautan dengan ?.=E, terhadap perubahan konsentrasi hidrogen +!, 1&O$, 1O$ dalam darah. "! 1engaruh gerakan C impuls dari proprioseptor, juga akson kolateral upper motor neuron merangsang inspiratory area. 4! =nflitation refle0 C baroreseptor di dnding bron%hi dan bron%hioles akan terstimulasi saat teregang oleh pengembangan paru dan mengirimkan impuls saraf ke inspiratory area melalui ?.E menuju apneusti% area sehingga e0pirasi dimulai, selanjutnyab saat udara keluar, paru mengempis dan baro)reseptor tidak terangsang untuk mengirimkan impuls ke inspiratory area, sehingga aphneusti% area tidak dihambat, dengan demikian inspirasi baru dimulai lagi. .efle0 ini dikenal juga dengan hering breur refle0. :! 1engaruh lain Cperubahan tekanan darah, sistem limbi%, suhu, nyeri, peregangan otot spin%ter ani dan iritasi saluran nafas 3elalui proses inspirasi udara mengalir kedalam paru, dan banyaknya aliran udara yang terisap saat inspirasi juga dipengaruhi oleh tahanan saluran nafas. sensitif

F1 F

P atm 2 P a.3 R 1 A.iran 4dara

P Atm 1 Tekanan O" atmos$er P A.3 1 Tekanan O" a.3eo.i R 1 Ta/anan sa.uran na$as

4ari hidung sampai dengan bronkhiolus terminalis atau yang disebut ruang rugi seperti dijelaskan terdahulu area ini tidak mengalami pertukaran dengan gas, oleh karena itu makin panjang ruang rugi makin berkurang jumlah oksigen yang akan masuk kedalam tubuh. 4alam keadaan normal jumlah udara yang diisap dan dikeluarkan dalam satu kali respirasi atau yang disebut tydal volume, rata)rata pada orang dewasa adalah :00 ml. #olume udara yang mengalami pertukaran yang masuk di alveoli! adalah volume tydal dikurangi dengan volume ruang rugi, sedangkan jumlah udara yang keluar)masuk dalam 1 menit disebut minute volume ventilation 3#!. 3# F G udara yang keluar masuk sist. resp. dalam 1 menit F freH resp. 0 t.v Ia F volume udara yang mengalami pertukaran gas Ia F f vt vd!
Tahanan saluran nafas juga ditentukan oleh panjang saluran nafas dan ukuran saluran nafas, makin panjang saluran makin besar tahanannya, dan makin kecil diameter saluran nafas makin besar tahanannya.

R 1

155555 r 6pan!kat &7 R 1 ta/anan r 1 8 Sa.uran

6erdapat berbagai faktor yang mempengaruhi besarnya tahanan, yaitu C 1! 'aktor fisik C saluran nafas lebih terbuka bila tekanan transpulmonal meningkat dan adanya tarikan kearah lateral saat inspirasi, dan saluran ini makin ke%il bila melakukan e0pirasi paksa atau terdapat akumulasi sekret.

$! Jat neuro)endokrin C a%ethyl%holin menyebabkan saluran nafas menyempit konstriksi !, sedangkan adrenalin dan saraf non kolinergi% non adrenergi% menyebabkan saluran nafas melebar dilatasi! "! Jat parakrin C histamine dan leukotrien menyebabkan saluran nafas menjadi konstriksi. 0o.ume dan 9apasitas Paru #olume dan kapasitas paru paru dapat diukur dengan menggunakan spirometri, dan hasil pengukurannya disebut spirogram.#olume paru yang diukur adalah tidal volume 6#! =nspiratory .eserve #olume =.#!, K0piratory .eserve #olume K.#!, .esidual #olume .#!, sedangkan kapasitas paru yang biasa diukur adalah C =nspiratory &apa%ity, 'un%tional .esidual &apa%ity, #ital &apa%ity, dan 6otal 2ung &ap%ity.

a. 6# b. K .# %. . . # d. = .#

a! '.& b! =& %! #.& d! 62&

6idal volume 6#! adalah volume udara yang dihirup dan dikeluarkan selama inspirasi dan ekspirasi normal dan tenang yaitu > :00 ml =nspiratory .eserve #olume =.#! adalah volume udara yg dihirup sekuat kuatnya setelah inspirasi normal yaitu > "100 ml

K0piratory .eserve #olume K.#! adalah volume udara yg dikeluarkan sekuat kuatnya setelah ekspirasi normal yaitu > 1$00 ml. .esidual #olume .#! adalah volume udara yang tersisa dalam saluran nafas dan paru paru setelah ekspirasi kuat yaitu > 1$00 ml. =nspiratory &apa%ity 6# L =.#! adalah jumlah udara yang dihirup seseorang dengan jumlah udara di

maksimal setelah suatu ekspirasi normal yaitu >"A00 ml. 'un%tional .esidual &apa%ity K . # L . # ! adalah paru paru pada akhir suatu ekspirasi normal yaitu >$400 ml. #ital &apa%ity = ( # L 6.# L K . #! adalah jumlah udara yg dikeluarkan dari saluran nafas setelah inspirasi maksimal yaitu >4;00 ml 6otal 2ung &ap%ity = . # L K . # L 6.# L ..#! adalah jumlah udara pada = . # L K . # L 6.# L ..# yaitu > A000 ml. *esarnya volume dan kapasitas paru ini dipengaruhi oleh jenis kelamin, usia, ukuran tubuh, dan kondisi fisik seseorang. 1ada keadaan tertentu dapat ditambahkan pemeriksaan 'or%ed K0piratory #ital &apa%ity atau ekspirasi paksa dalam 1 detik pertama 'K11! yaitu jumlah udara yang dikeluarkan dalam 1 detik pertama ekspirasi yang biasanya didapatkan penurunan jika terjadi pada obstruksi jalan nafas dan penurunan kemampuan pengembangan rongga dada. ". Di$usi Gas 4ifusi gas dalam proses oksigenasi adalah pertukaran gas antara alveoli dan darah yang berada di dalam kapiler paru paru. 1ada permukaan alveoli gas berdifusi dari konsentrasi,tekanan tinggi ke konsentrasi,tekanan yang lebih rendah, dan yang menjadi ukuran adalah konsentrasi gas partial. Oksigen dalam alveoli yang mempunyai tekanan 104 mm+g lebih tinggi dari tekanan oksigen dalam kapiler paru 40 mm+g! sehingga oksigen alveoli berpindah ke kapiler dan dari kapiler paru, sebaliknya konsentrasi &O$ kapiler sebagai sisa metabolisme 4A mm+g! lebih tinggi dari tekanan &O $ alveoli 40 mm+g!, dengan demikian &O$ akan berpindah dari kapiler menuju alveoli. /adi proses difusi ini melewati dinding alveoli, epitel kapiler , dan sedikit %airan insterstitial yang memisahkan keduanya yang keseluruhannya dikenal dengan membran respirasi. Gradasi di$usi Oksi!en 1O$ alveoli C 104 mm +g 1O$ kapiler paru C 40 mm +g

Kemudian darah mengalir melewati kapiler paru dan meninggalkan paru 1O $ menjadi 100 mm +g oleh karena shunted dengan vena bron%hioli sehingga 1O$ke jaringan adalah 100 mm +g 1O$ interstitial C $0 40 mm +g !radasi di$usi 'O$ 1&O$ =ntrasel F 4: mm +g 1&O$ Kapiler F 40 mm +g 1&O$ di ujung kapiler distal kapiler! adalah 4: mm +g, dengan demikian 1&O $ paru F 4: mm +g 1&O$ ujung kapiler paru F 40 mm +g, maka 1&O$ alveoli F 40 mm +g 4ifusi gas ini terjadi melalui %airan dan saat gas kontak dengan air, gas akan larut dalam %aira. Konsentrasi gas dalam %airan ditentukan oleh tekanan partial dan kelarutannya.

9onsentrasi !as ter.arut

tekanan partia. !as : koe$esien ke.arutan 1 =. ="&

koe$esien ke.arutan da.am air ; < O"

< 'O" 1 =. +4ari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa difusi gas dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu luas permukaan paru yang turut dalam proses difusi, tebal membrane respirasi, jumlah erythro%yte atau kadar hemoglobin, dan jumlah kapiler paru yang aktif, perbedaan tekanan dan konsentrai gas antara alveoli dengan gas pada kapiler, waktu difusi, dan afinitas gas terlarut. Kemampuan membran respirasi dalam melakukan pertukaran gas antara alveoli dengan kapiler paru dinamakan kapasitas difusi. 2uas permukaan paru. Kerusakan jaringan paru karena trauma atau infeksi menyebabkan luas permukaan paru menjadi berkurang sehingga area untuk berdifusi pun berkurang. 6ebal membrane respirasi 3embran respirasi terdiri dari epitel alveoli, %airan interstitial dengan jumlah yang sangat sedikit dan endotel kapiler. *ertambahnya %airan interstitial seperti pada edema paru menyebabkan membrane respirasi ini menjadi lebih tebal sehingga menghambat proses difusi gas.

/umlah eritrosit atau kadar hemoglobin +b!. 1ada proses difusi O$ yang berdifusi dari alveoli akan diikat oleh hemoglobin yang terdapat dalam eritrosit, dengan demikian penurunan jumlah eritrosit atau penurunan kadar +b akan menghambat proses difusi. /umlah kapiler paru yang aktif. 1ada proses difusi gas, terjadi perpindahan gas dari alveoli menuju kapiler, sehingga banyaknya kapiler yang aktif akan menentukan jumlah gas yang berdifusi. 1erbedaan tekanan dan konsentrai gas. Mas akan berpindah dari tekanan tinggi menuju tekanan yang lebih rendah. 4alam keadaan normal tekanan O$ pada alveoli adalah 104 mm+g sedangkan tekanan O$ pada kapiler paru adalah 40 mm+g. 1enurunan tekanan O$ pada alveoli akan menghambat difusi gas O$. 7finitas gas. 7finitas adalah kemampuan gas dalam berdifusi. &O adalah $00 0 ke%epatan O$.. 0o.ume !as >an! (erdi$usi me.a.ui mem(ran # menit pada setiap per(edaan tekanan 1 mm ! Kapasitas difusi O$ saat istirahat C $1 ml , m , mm hg perbedaan tekanan o$ saat bernafas tenang C 11 mm ,m , hg N difusi O$ F 11 0 $1 ml F $"0 ml saat kerja C kapasitas difusi meningkat C A: ml,m ,mm+g oleh karena jumlah kapiler yang aktifbertambah, dan mengalami dilatasi kapiler sehingga permukaannya lebih luas. Kapasitas difusi &O$ saat istirahat saat kerja C 400 ) 4:0 ml ,m,mm+g C 1$000 1"00 ml ,m ,mm +g O$ mempunyai ke%epatan difusi $ 0 ke%epatan helium, sementara &O$ adalah $0 0 ke%epatan O$. dan

%. Transportasi O" dan 'O" 1engangkutan O$ didalam darah O9 O;,: @ dibawa oleh hemoglobin dalam bentuk o0yhemoglobin? sedangkan sisanya larut dalam plasma yang kemudian berdifusi ke dalam jaringan. 4engan demikian pengangkutan O$ sangat tergantung kepada keberadaan +b. +al ini berbeda dengan pengangkutan &O$ sebagai sisa metabolisme dari jaringan menuju alveoli.

&O$ ini paling banyak

A: 90@! berikatan dengan air membentuk +$&O" yang telah

dirubah didalam erythrosit oleh en8im %arbonat anhidrase menjadi +&O, : 9 @ larut dalam plasma dan $" "0 @ berikatan dengan +b membentuk ikatan %arbaminohemoglobine. 7da beberapa faktor yang mempengaruhi transportasi O$ selain keberadaan +b atau erythrosit yaitu besarnya %urah jantung %ardia% output!, kondisi pembuluh darah, dan e0er%ise. u(un!an 0enti.asi ) Per$usi 1erpindahan gas yang efektif antara alveoli dengan kapiler paru membutuhkan distribusi yang merata gas dalam paru)paru dan aliran darah pegaruh terhadap konsentrasi membran respirasi. 1ada individu yang sehat, dalam keadaan normal pada posisi tegak dan sedang beristirahat, ventilasi dan perfusinya hampir seimbang, ke%uali pada ape0 paru. Oleh karena gaya grafitasi, dan tahanan pada sirkulasi paru yang rendah, aliran darah pada bagian basal paru lebih besar dari pada bagian ape0, namun demikian ventilasi parunya hampir merata. .asio ventilasi #7! dengan perfusi P! rata)rata adalah 0,;. Peni.aian 9ondisi Respirasi 7nalisa gas darah merupakan salah satu pemeriksaan untuk menilai 1aO$, 1a&O$, dan p+ darah arteri. 6etapi pemeriksaan ini saja tidak %ukup meyakinkan dalam menilai oksigenasi jaringan, karena hal ini juga terkait dengan fungsi sistem %ardiovas%ular yang menentukan %urah jantung, serta difusi gas ke tingkat jaringan. Oleh karena itu untuk menilai keadaan respirasi seseorang diperlukan informasi lain yaitu kadar hemoglobin +b!, serta persentase kejenuhan hemoglobin (aO$!. 1ada keadaan normal C 1aO$ arteri F ;0 100 mm+g 1a&O$ arteri F ": 4: mm+g p+ F 9,": 9,4: (aO$ F O" O9@ perfusi! dalam kapiler. /adi antara 1O$ dan 1&O$ dalam alveoli ventilasi dengan perfusi harus sesuai. .asio ventilasi #7! dengan perfusi P! mempunyai gas alveoli, oleh karena ditentukan oleh ke%epatan ventilasi alveoli dan ke%epatan transfer O$ dan &O$ melewati

9ur3a Disosiasi Oksi/emo!.o(in -ntuk memahami kemampuan pengangkutan oksigen perlu difahami tentang afinitas oksigen terhadap hemoglobin, karena pengiriman suplai ! oksigen ke jaringan dan pertukaran gas pada alveoli tergantung pada hubungan ini. 1emahaman tentang hal ini juga diperlukan dalam interpretasi dari hasil pemeriksaan analisa gas darah. 6erdapat beberapa keadaan yang dapat mempengaruhi afinitas oksigen terhadap hemoglobin yaitu C 1! E$ek p 1enurunan p+ menyebabkan O$ yang terikat hemoglobin +b! menurun kurva bergeser kekanan! oleh karena ion hidrogen berikatan dengan protein +b, sehingga afinitas +b terhadap O$ menurun. +al ini menyebabkan pengangkutan O$ menjadi berkurang, tetapi dilain pihak memudahkan pelepasan O$ kejaringan. 1ergeseran ini dikenal dengan efek Bohr. (ebaliknya peningkatan p+ menyebabkan afinitas +b terhadap O$ meningkat kurva disosiasi bergeser kekiri! $! E$ek P'O$ 1eningkatan 1&O$ menyebabkan menurunnya afinitas +b terhadap O$ oleh karena efek &O$ terhadap p+ 'O" @ %7 E$ek su/u 1eningkatan suhu menyebabkan ikatan +b dengan O$ menurun, sebaliknya penurunan suhu menyebabkan O$ yang dilepas +b menurun. &7 E$ek BPG 3etabolisme glukosa dalam sel erythrosit menghasilkan bi,diphosphogliserat *1M ,41M!. *1M berikatan dengan +b sehingga kemampuan +b mengikat O$ menurun. 4engan demikian peningkatan *1M menyebabkan meningkatnya pelepasan O$ oleh +b +7 ( Fetus O$ dilepas darah ibu ke darah fetus, dan &O$ dilepas fetus ke darah ibu. 4arah fetus efisien dalam mengambil O$ oleh karena C konsentrasi darah fetus :0 @ lebih tinggi kurva diasosiasi O$ +b fetus lebih ke kiri yang berarti afinitasnya lebih tinggi. "O N "'O% N @ '%A

efek 41M fetus lebih ke%il pengeluaraan &O$ dari darah fetus menyebabkan disosiasi +b ) O$ bergeser ke kiri sementara pada ibu ke kanan sehingga darah ibu melepas O$ lebih banyak. Keadaan ini disebut double Bohr effect.

BAB III. SOAL)SOAL SISTEM RESPIRASI 7. 6elaah uraian tentang anatomi dan fisiologi sistem respirasi. /elaskan " peristiwa fisika yang terjadi dalam proses pernafasan, dan hukum)hukum fisika apa yang mendasarinyaQ RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR

RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR.. . RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR *. 1. Mambarlah rongga hidung lengkap dengan tulang)tulang yang membentuknyaQ

". /elaskan bagaimana mekanisme penutupan saluran nafas untuk men%egah masuknya benda asing termasuk makanan pada peristiwa menelanQ RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR.R..

%. 3engapa benda asing yang masuk ke saluran nafas seringkali ditemukan pada bron%hus kananS RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR &. (aat tekanan pada rongga pleura menjadi sama dengan tekanan atmosfer akan terjadi RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR. hal ini disebabkan oleh karenaRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR. RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR.. +. *uatlah skema paru)paru dalam sistem peredaran darah dan jelaskan beberapa perbedaan suplai darah ke paru dibanding ke organ lainQ

RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR ,. /elaskan se%ara spesifik berbagai mekanisme sistem pernafasan dalam menjaga dari serangan mikroorganisme dan kotoran debu! yang masuk melalui pernafasan Q RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR -. /elaskan perbedaan yang nyata antara udara yang masuk paru lewat hidung dengan lewat mulut Q RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR

RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR B. 1ada keadaan normal rongga pleura dapat mempertahankan tekanan negatifnya oleh karena ada " hal yang sangat menentukannya yaitu C RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR R........................................................................................................................ C. 3ekanisme pertahanan pada sistem respirasi dilakukan melalui berbagai %ara yaitu C RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR 1=. 7ntara alveolus dengan alveolus yang saling berdekatan terdapat pori)pori yang disebut RRRRRRRRRRRRRRRR yang berfungsi untuk..................... RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR.. 11. /elaskan mengapa 1O$ alveolus berbeda dengan 1O$ pada arteri Q RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR.. 1". /elaskan apa yang akan terjadi jika ventilasi paru meningkat sedangkan produksi &O$ dalam jaringan menetapSdan bagaimana pengaruhnya terhadap disosiaso +b O$S RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR

RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR.. RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR.. RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR. 1%. /elaskan bagaimana hubungan antara inspirasi)ekspirasi dengan pengembalian darah dari sirkulasi sistemik kedalam jantungQ RRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR 1&. 1eningkatan 1&O$ dalam darah hampir tidak pernah disebabkan akibat gangguan difusi, jelaskan mengapa seperti iniS RRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR.. 1+. /elaskan mengapa pada seseorang yang dipasang jalan nafas buatan yang terlalu panjang akan mempengaruhi kapasitas difusi seseorangQ RRRRRRRRRRR RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR. RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR. 1,. 3engapa saat melakukan aktifitas frekuensi pernafasan meningkat, makin tinggi aktifitas makin %epat ftrkuensinya, dan sebaliknya saat tidur S...................................... ............................................................................................................................ ............................................................................................................................ ........................................................................................................................... .......................................................................................................................... 1-. *agaimana frekuensi pernafasan saat seseorang sedang demam S jika terjadi dalam waktu yang lama kemungkinan apa yang dapat ditimbulkannyaS ............................ ............................................................................................................................ ............................................................................................................................ ............................................................................................................................ ...........................................................................................................................

Selamat Bekerja ! 6ugas C 1. *agi mhs menjadi $: kelompok masing)masing terdiri dari A orang $. /awablah pertanyaan)pertanyaan diatas ". 6ugas diketik 1,: spasi dg fon 11 arial pada kertas 74 . 4. kirimkan paling lambat tgl $; 'ebruari jam $4.00 ke alamat e)mail C kaniasari0:Tyahoo.%om :. ?ilai tugas sebagai pengganti ujian.