Anda di halaman 1dari 6

PERCOBAAN KE JUDUL PERCOBAAN TUJUAN PERCOBAAN

:I : Pembuatan Tawas dari Limbah Alumunium Foil : - Mengetahui cara pembuatan tawas dari limbah alumunium - Mengetahui banyaknya tawas yang dihasilkan dari pembuatan tawas dari alumunium foil.

DASAR TEORI Tawas (Alum) adalah kelompok garam rangkap berhidrat berupa kristal dan bersifat isomorf. Kristal tawas ini cukup mudah larut dalam air, dan kelarutannya berbeda-beda tergantung pada jenis logam dan suhu. Alum merupakan salah satu senyawa kimia yang dibuat dari dari molekul air dan dua jenis garam, salah satunya biasanya Al2(SO4)3. Alum kalium, juga sering dikenal dengan alum, mempunyai rumus formula yaitu KAl(SO4)2.12 H2O. Secara lebih luas, alum adalah garam sulfat ganda, dengan rumus AM(SO4)212H2O, di mana A adalah kation monovalent (ion positif tunggal) seperti natrium, kalium atau amonium dan M adalah ion logam trivalent seperti aluminium atau kromium (III) juga besi (III). Tetapi kebanyakan orang awam mengenal nama tawas atau alum itu adalah KAl(SO4)212H2O

Alum kalium merupakan jenis alum yang paling penting. Alum kalium merupakan senyawa yang tidak berwarna dan mempunyai bentuk kristal oktahedral atau kubus ketika kalium sulfat dan aluminium sulfat keduanya dilarutkan dan didinginkan. Larutan alum kalium tersebut bersifat asam. Alum kalium sangat larut dalam air panas. Ketika kristalin alum kalium dipanaskan terjadi pemisahan secara kimia, dan sebagian garam yang terdehidrasi terlarut dalam air.

Tawas ini dikenal dengan nama KAl(SO4)2.12 H2O yang dikenal banyak sebagai koagulan didalam pengolahan air maupun limbah. Sebagai koagulan alum sulfat sangat efektif untuk mengendapkan partikel yang melayang baik dalam bentuk koloid maupun suspensi. Alum merupakan salah satu senyawa kimia yang dibuat dari molekul air dan dua jenis garam, salah satunya biasanya Al2(SO4)3. Alum kalium merupakan senyawa yang tidak berwarna dan mempunyai bentuk kristal oktahedral atau kubus ketika kalium sulfat dan aluminium sulfat keduanya dilarutkan dan didinginkan. Larutan alum kalium tersebut bersifat asam. Alum kalium memiliki titik leleh 900oC. Kalium aluminium sulfat dodekahidrat (tawas kalium) dengan rumus KAl(SO4)2.12H2O digunakan dalam pemurnian air, pengolahan limbah, dan bahan pemadam api.Tawas kalium dibuat dari logam aluminium dan kalium hidroksida. Tawas kalium aluminium sulfat dihasilkan dengan mereaksikan logam aluminium (Al) dalam larutan basa kuat (kalium hidroksida) akan larut membentuk aluminat. Alum kalium sangat larut dalam air panas, sehingga ketika setelah penambahan H2SO4 yang membentuk endapan dan kemudian dipanaskan, pemanasan sebaiknya dilakukan pada suhu 60-80oC untuk menguapkan airnya dan suhu pemanasan tidak boleh lebih dari 80oC karena tawas akan larut dalam air mendidih. Ketika kristalin alum kalium dipanaskanterjadi pemisahan secara kimia, dan sebagian garam yang terdehidrasi terlarut dalam air. Pada proses penguapan selama 10 menit dan didinginkan akan terbentuk Kristal dari KAl(SO4)2.12 H2O.

ALAT DAN BAHAN Bahan : - Alumunium foil - KOH 20% - H2SO4 6 M - Etanol 95% - Es batu

Alat : - Erlenmeyer - Gelas Ukur - Cawan Petri - Gelas beaker - Corong - Kertas saring - Gunting - Pipet

PROSEDUR PERCOBAAN

HASIL PENGAMATAN

Prosedur 0,5 gram alumunium foil ditambahkan Al dengan 15 ml larutan KOH 20%
(s)

Pengamatan (perak) + KOH(aq) (tidak berwarna)

menghasilkan asap putih, gelembung gas dan larutan keabu-abuan.

Campuran

didinginkan

dan

disaring Filtrat (tidak berwarna) + H2SO4(aq) (tidak Filtrat ada endapan putih.

dengan kertas saring. Filtrat diletakkan berwarna) larutan berwarna keruh dan di dalam Erlenmeyer.

ditambahkan dengan 15 ml H2SO4 6 M Campuran disaring dengan menggunakan Menghasilkan residu berwarna putih. kertas saring. Residu lalu dicuci dengan etanol 95%. Dihasilkan rendemen seberat Lakukan 2 kali pengulangan. Kristal dikeringkan dan ditimbang. gr.

PERSAMAAN REAKSI 2 Al + 2 KOH + 2 H2O 2 KAlO2 + 3 H2 .(1) 2 KAlO2 + 2 H2O + H2SO4 H2SO4 + K2SO4 + 2 Al(OH)3 24 H2O + 2 KAl(SO4)2 Reaksi Keseluruhan : 2 Al + 2 KOH + 10 H2O + 4 H2SO4 2 KAl(SO4)2 +.12 H2O + 3 H2 K2SO4 + 2 Al(OH)3 (2) 2 KAl(SO4)2 + 6 H2O .(3)

2 KAl(SO4)2.12 H2O ...(4)

PEMBAHASAN Pada praktikum kali ini, kami melakukan percobaan mengenai pembuatan tawas dari alumunium foil. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui cara

pembuatan tawas dari limbah alumunium dan mengetahui banyaknya tawas yang dihasilkan dari pembuatan tawas dari alumunium foil. Logam aluminium (Al) dalam larutan basa kuat (kalium hidroksida) akan larut membentuk aluminat. Ketika lempengan alumunium foil direaksikan dengan larutan KOH, terlihat campuran menghasilkan gelembung dan asap putih. Reaksi ini bersifat eksoterm, karena ketika tabung Erlenmeyer dipegang, terasa panas. Dalam reaksi ini terbentuk gas H2 yang ditandai dengan munculnya gelembung gelembung gas. Gelembung-gelembung gas hilang setelah semua aluminium bereaksi. Untuk menghindari terbentuknya Al(OH)3 maka KOH 20% ditambahkan berlebih. Reaksinya adalah : 2 Al + 2 KOH + 2 H2O 2 KAlO2 + 3 H2 Campuran disaring dan diambil filtratnya. Setelah itu, larutan aluminat dinetralkan dengan asam sulfat mula-mula terbentuk endapan berwarna putih dari aluminium hidroksida Al(OH)3. Terlihat ketika filtrate direaksikan dengan H2SO4 pekat, menghasilkan endapan putih. Dengan penambahan asam sulfat endapan putih semakin banyak dan jika asam sulfat berlebihan endapan akan larut membentuk kation K+, Al3+, dan SO42-, jika didiamkan akan terbentuk kristal dari tawas kalium aluminium sulfat. Campuran didinginkan di dalam wadah yang berisi es batu. Semakin lama, endapan putih semakin banyak. Setelah disaring dengan kertas saring untuk menghilangkan pengotor-pengotornya dan dicuci dengan etanol yang bertujuan untuk menyerap kelebihan air dan mempercepat pengeringan, dihasilkan rendemen tawas seberat gram. dengan reaksi keseluruhan : 2 Al + 2 KOH + 10 H2O + 4 H2SO4 2 KAl(SO4)2 +.12 H2O + 3 H2

KESIMPULAN Tawas (Alum) mempunyai rumus formula yaitu 2 KAl(SO4)2.12 H2O Logam aluminium (Al) dalam larutan basa kuat (kalium hidroksida) akan larut membentuk aluminat (KAlO2). Penambahan H2SO4 ke larutan aluminat adalah untuk menetralkan larutan. Dan menghasilkan Al(OH)3. Penambahan H2SO4 berlebih menghasilkan endapan putih KAl(SO4)2 dan H2O. Penyaringan dengan kertas saring bertujuan untuk menghilangkan pengotorpengotornya sedangkan pencucian dengan etanol bertujuan untuk menyerap kelebihan air dan mempercepat pengeringan. Dihasilkan tawas seberat gram.

DAFTAR PUSTAKA Asan dkk. 2012. Pembuatan Tawas Alumunium. (online), (http://group1prakkiman org3b.blogspot.com/2012/11/pembuatan-tawas-alumunium.html, diakses pada tanggal 14 Februari 2014). Oktavia, Dwi. 2011. Pembuatan Tawas Alumunium. (online), (http://dwioktavia wordpress.com/2011/04/14/pembuatan-tawas-aluminium/, diakses pada tanggal 14 Februari 2014). Urip. 2012. Tawas (Alum), Rumus Kimia, dan Rumus Strukturnya. (online), ( http://urip.wordpress.com/2012/10/27/tawas-rumus-kimia-dan-rumusstruktur/, diakses pada tanggal 14 Februari 2014)