Anda di halaman 1dari 155

MATERI AJAR MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA

DIREKTORAT PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA 2013

KATA PENGANTAR Tahun 2013 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan merubah kurikulum mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. esuai dengan !ndang"!ndang N# 12 tahun 2012$ bah%a perguruan tinggi memiliki #t#n#mi dalam penyusunan kurikulum$ namun pada pelaksanaannya diperlukan rambu"rambu yang sama agar dapat men&apai hasil yang #ptimal. 'isamping itu$ peserta didik di perguruan tinggi merupakan insan de%asa $ sehingga dianggap sudah memiliki kesadaran dalam mengembangkan p#tensi diri untuk men(adi intelektual$ ilmu%an$ praktisi$ dan atau pr#)essi#nal. ehubungan dengan itu$ maka perubahan pada pr#ses pembela(aran men(adi penting dan akan men&iptakan iklim akademik yang akan meningkatkan k#mpetensi mahasis%a baik hardskills maupun softskills. *al ini sesuai dengan tu(uan Pendidikan Tinggi dalam !! N# 12 tahun 12 yaitu men(adi manusia yang beriman dan bertak%a kepada Tuhan +ang ,aha Esa dan berakhlak mulia$ sehat$ berilmu$ &akap$ kreati)$ mandiri$ terampil$ k#mpeten$ dan berbudaya untuk kepentingan bangsa. !ntuk me%u(udkan tu(uan tersebut$ seluruh mahasis%a harus mengikuti pembela(aran mata kuliah dasar umum yang dikenal dengan ,K'! -general edu&ati#n.. ebagian dari ,K'! telah dinyatakan dalam !! N# 12 tahun 2012 sebagai mata kuliah %a(ib$ yaitu Agama$ Pan&asila$ Ke%arganegaraan$ dan /ahasa 0nd#nesia. 'alam rangka menyempurnakan &apaian pembela(aran$ maka ,K'! ditambah dengan bahasa 0nggris$ Ke%irausahaan$ dan mata kuliah yang mend#r#ng pada pengembangan karakter lainnya$ baik yang terintegrasi maupun indi1idu. ,ata Kuliah Pendidikan Pan&asila merupakan pela(aran yang memberikan ped#man kepada setiap insan untuk mengka(i$ menganalisis$ dan meme&ahkan masalah"maslah pembangunan bangsa dan Negara dalam perspekti) nilai"nilai dasar Pan&asila sebagai ide#l#gy dan dasar Negara Republik 0nd#nesia. Pada tahun ini dihasilkan ren&ana pembela(aran se&ara rin&i$ beserta bahan a(ar berupa e" b##k dan digital asset yang kami berharap dapat digunakan #leh kalangan d#sen pengampu di perguruan tinggi. Penyusunan ren&ana pembela(aran dan bahan a(ar ini didanai #leh atker 'irekt#rat Pembela(aran dan Kemahasis%aan 'it(en 'ikti tahun 2012. /ahan ini akan diunggah di %eb 'ikti agar men(adi sumber bela(ar terbuka bagi semua. Kepada tim penulis kami mengu&apkan terima kasih atas dedikasi$ %aktu dan &urahan pemikirannya untuk menuangkan buah pemikiran untuk memantapkan ,ata Kuliah Pendidikan Pan&asila di perguruan tinggi. Penyempurnaan se&ara peri#di& akan tetap dilakukan$ untuk ini kami m#h#n kepada para pengguna dapat memberikan masukan se&ara tertulis$ baik langsung kepada penulis maupun kepada 'irekt#rat Pembela(aran dan Kemahasis%aan 'it(en 'ikti. em#ga bahan a(ar ini berman)aat dan dapat digunakan sebaik"baiknya$ 2akarta 10 2anuari 2012 'irektur 2enderal Pendidikan Tinggi

'(#k# ant#s#

Dasar-Dasar Pendidikan Pancasila 1. Dasar Filosofis Ketika Republik 0nd#nesia dipr#klamasikan pas&a Perang 'unia kedua$ dunia di&ekam #leh pertentangan ide#l#gi kapitalisme dengan ide#l#gi k#munisme. Kapitalisme berakar pada )aham indi1idualisme yang men(un(ung tinggi kebebasan dan hak"hak indi1idu3 sementara k#munisme berakar pada )aham s#sialisme atau k#lekti1isme yang lebih mengedepankan kepentingan masyarakat di atas kepentingan indi1idual. Kedua aliran ide#l#gi ini melahirkan sistem kenegaraan yang berbeda. 4aham indi1idualisme melahirkan negara"negara kapitalis yang mende%akan kebebasan -liberalisme. setiap %arga$ sehingga menimbulkan perilaku dengan superi#ritas indi1idu$ kebebasan berkreasi dan berpr#duksi untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal. ementara )aham k#lekti1isme melahirkan negara"negara k#munis yang #t#riter dengan tu(uan untuk melindungi kepentingan rakyat banyak dari ekspl#itasi segelintir %arga pemilik kapital. Pertentangan ide#l#gi ini telah menimbulkan 5perang dingin6 yang dampaknya terasa di seluruh dunia. Namun para pendiri negara Republik 0nd#nesia mampu melepaskan diri dari tarikan"tarikan dua kutub ide#l#gi dunia tersebut$ dengan merumuskan pandangan dasar -philosophische grondslag. pada sebuah k#nsep )il#s#)is yang bernama Pan&asila. Nilai"nilai yang terkandung pada Pan&asila bahkan bisa berperan sebagai pen(aga keseimbangan -margin of appreciation. antara dua ide#l#gi dunia yang bertentangan$ karena dalam ide#l#gi Pan&asila hak"hak indi1idu dan masyarakat diakui se&ara pr#p#rsi#nal. Rumusan tentang Pan&asila tidak mun&ul dari sekedar pikiran l#gis"rasi#nal$ tetapi digali dari akar budaya masyarakat bangsa 0nd#nesia sendiri. ,aka /ung Karn# hanya mengaku diri sebagai penggali Pan&asila$ karena nilai"nilai yang dirumuskan dalam Pan&asila itu diambil dari nilai"nilai yang se(ak lama hadir dalam masyarakat Nusantara. 7leh karena itulah Pan&asila disebut mengandung nilai"nilai dasar )ilsa)at - philosophische
i1

grondslag.$ merupakan (i%a bangsa -volksgeist. atau (ati diri bangsa -innerself of nation.$ dan men(adi &ara hidup -way of life. bangsa 0nd#nesia yang sesungguhnya. 'engan demikian nilai"nilai dalam Pan&asila merupakan karakter bangsa$ yang men(adikan bangsa 0nd#nesia berbeda dengan bangsa"bangsa lain. Pendidikan Pan&asila perlu karena dengan &ara itulah karakter bangsa dapat lestari$ terpelihara dari an&aman gel#mbang gl#balisasi yang semakin besar. 2. Dasar Sosiologis /angsa 0nd#nesia yang penuh kebhinekaan terdiri atas lebih dari 300 suku bangsa yang tersebar di lebih dari 18.000 pulau$ se&ara s#si#l#gis telah mempraktikan Pan&asila karena nilai"nilai yang terkandung di dalamnya merupakan kenyataan"kenyataan -materil$ )#rmal$ dan )ungsi#nal. yang ada dalam masyarakat 0nd#nesia. Kenyataan #b(ekti) ini men(adikan Pan&asila sebagai dasar yang mengikat setiap %arga bangsa untuk taat pada nilai"nilai instrumental yang berupa n#rma atau hukum tertulis -peraturan perundang"undangan$ yurisprudensi$ dan traktat. maupun yang tidak tertulis seperti adat istiadat$ kesepakatan atau kesepahaman$ dan k#n1ensi. Kebhinekaan atau pluralitas masyarakat bangsa 0nd#nesia yang tinggi$ dimana agama$ ras$ etnik$ bahasa$ tradisi"budaya penuh perbedaan$ menyebabkan ide#l#gi Pan&asila bisa diterima sebagai ide#l#gi pemersatu. 'ata se(arah menun(ukan bah%a setiap kali ada upaya perpe&ahan atau pember#ntakan #leh beberapa kel#mp#k masyarakat$ maka nilai"nilai Pan&asilalah yang dikedepankan sebagai s#lusi untuk menyatukan kembali. /egitu kuat dan 5a(aibnya6 kedudukan Pan&asila sebagai kekuatan pemersatu$ maka kegagalan upaya pember#ntakan yang terakhir -G30 9PK0. pada 1 7kt#ber 1:;< untuk seterusnya hari tersebut di(adikan sebagai *ari Kesaktian Pan&asila. /angsa 0nd#nesia yang plural se&ara s#si#l#gis membutuhkan ide#l#gi pemersatu Pan&asila. 7leh karena itu nilai"nilai Pan&asila perlu dilestarikan dari generasi ke generasi untuk men(aga keutuhan masyarakat bangsa. Pelestarian nilai"nilai Pan&asila dilakukan khususnya le%at pr#ses pendidikan )#rmal$ karena le%at pendidikan berbagai butir nilai Pan&asila tersebut dapat disemaikan dan dikembangkan se&ara teren&ana dan terpadu.

3. Dasar Yuridis Pan&asila sebagai n#rma dasar negara dan dasar negara Republik 0nd#nesia yang berlaku adalah Pan&asila yang tertuang dalam Pembukaan !ndang"!ndang 'asar Negara Republik 0nd#nesia Tahun 1:=< -Pembukaan !!' NR0 Tahun 1:=<. junctis Keputusan Presiden R0 N#m#r 1<0 Tahun 1:<: mengenai 'ekrit Presiden R09Panglima Tertinggi Angkatan Perang Tentang Kembali Kepada !ndang"!ndang 'asar NNegara REpublik 0nd#nesia Tahun 1:=<. Naskah Pembukaan !!' NR0 1:=< yang berlaku adalah Pembukaan !!' NR0 Tahun 1:=< yang disahkan9ditetapkan #leh Panitia Persiapan Kemerdekaan 0nd#nesia -PPK0. tanggal 1> Agustus 1:=<. ila"sila Pan&asila yang tertuang dalam Pembukaan !!' NR0 Tahun 1:=< se&ara )il#s#)is"s#si#l#gis berkedudukan sebagai N#rma 'asar 0nd#nesia dan dalam k#nteks p#litis"yuridis sebagai 'asar Negara 0nd#nesia. K#nsekuensi dari Pan&asila ter&antum dalam Pembukaan !!' NR0 Tahun 1:=<$ se&ara yuridis k#nstitusi#nal mempunyai kekuatan hukum yang sah$ kekuatan hukum berlaku$ dan kekuatan hukum mengikat. Nilai"nilai Pan&asila dari segi implementasi terdiri atas nilai dasar$ nilai instrumental$ dan nilai praksis. Nilai dasar terdiri atas nilai Ketuhanan +ang ,aha Esa$ nilai Kemanusiaan yang adil dan beradab$ nilai Persatuan 0nd#nesia$ nilai Kerakyatan yang dipimpin #leh hikmat kebi(aksanaan dalam permusya%aratan9per%akilan$ dan nilai Keadilan s#sial bagi seluruh rakyat 0nd#nesia. Nilai dasar ini terdapat pada Pembukaan !!' NR0 Tahun 1:=<$ dan Pen(elasan !!' NR0 Tahun 1:=< mengamanatkan bah%a nilai dasar tersebut harus di(abarkan k#nkret dalam /atang Tubuh !!' NR0 Tahun 1:=<$ bahkan pada semua peraturan perundang"undangan pelaksanaannya. Peraturan perundang"undangan ke tingkat yang lebih rendah pada esensinya adalah merupakan pelaksanaan dari nilai dasar Pan&asila yang terdapat pada Pembukaan dan batang tubuh !!' NR0 Tahun 1:=<$ sehingga perangkat peraturan perundang" undangan tersebut dikenal sebagai nilai instrumental Pan&asila. 2adi nilai instrumental harus merupakan pen(elasan dari nilai dasar3 dengan kata lain$ semua perangkat perundang"undangan haruslah merupakan pen(abaran dari nilai"nilai dasar Pan&asila yang terdapat pada Pembukaan dan batang tubuh !!' NR0 Tahun 1:=<.

1i

Para penyusun peraturan perundang"undangan - legal drafter. di lembaga" lembaga legislati)$ eksekuti)$ dan yudikati) dari tingkat pusat hingga daerah adalah #rang" #rang yang bertugas melaksanakan pen(abaran nilai dasar Pan&asila men(adi nilai"nilai instrumental. ,ereka ini$ dengan sendirinya$ harus mempunyai pengetahuan$ pengertian dan pemahaman$ penghayatan$ k#mitmen$ dan p#la pengamalan yang baik terhadap kandungan nilai"nilai Pan&asila. ebab (ika tidak$ mereka akan melahirkan nilai"nilai instrumental yang menyesatkan rakyat dari nilai dasar Pan&asila. 2ika seluruh %arga bangsa taat asas pada nilai"nilai instrumental$ taat pada semua peraturan perundang"undangan yang betul"betul merupakan pen(abaran dari nilai dasar Pan&asila$ maka sesungguhnya nilai praksis Pan&asila telah %u(ud pada amaliyah setiap %arga. Pemahaman perspekti) hukum seperti ini sangat strategis disemaikan pada semua %arga negara sesuai dengan usia dan tingkat pendidikannya$ termasuk pada para penyusun peraturan perundang"undangan. 7leh karena itu men(adi suatu ke%a(aran$ bahkan keharusan$ (ika Pan&asila disebarluaskan se&ara massi) antara lain melalui pendidikan$ baik pendidikan )#rmal maupun n#n)#rmal. Penyelenggaraan pendidikan Pan&asila di Perguruan Tinggi lebih penting lagi karena Perguruan Tinggi sebagai agen perubahan yang melahirkan intelektual"intelektual muda yang kelak men(adi tenaga inti pembangunan dan pemegang esta)et kepemimpinan bangsa dalam setiap strata lembaga dan badan"badan negara$ lembaga" lembaga daerah$ lembaga"lembaga in)rastruktur p#litik dan s#sial kemasyarakatan$ lembaga"lembaga bisnis$ dan lainnya.

B. Tujuan Penyelenggaraan 'engan penyelenggaraan Pendidikan Pan&asila di Perguruan Tinggi$ diharapkan dapat ter&ipta %ahana pembela(aran bagi para mahasis%a untuk se&ara akademik mengka(i$ menganalisis$ dan meme&ahkan masalah"masalah pembangunan bangsa dan negara dalam perspekti) nilai"nilai dasar Pan&asila sebagai ide#l#gi dan dasar negara Republik 0nd#nesia. Pendidikan Pan&asila sebagai bagian dari pendidikan Nasi#nal bertu(uan untuk me%u(udkan tu(uan Pendidikan Nasi#nal. istem pendidikan nasi#nal yang ada merupakan

1ii

rangkaian k#nsep$ pr#gram$ tata &ara$ dan usaha untuk me%u(udkan tu(uan nasi#nal yang diamanatkan !ndang"!ndang 'asar Tahun 1:=<$ yaitu men&erdaskan kehidupan bangsa. 2adi tu(uan penyelenggaraan Pendidikan Pan&asila di Perguruan Tinggi pun merupakan bagian dari upaya untuk men&erdaskan kehidupan bangsa. e&ara spesi)ik tu(uan penyelenggaraan Pendidikan Pan&asila di Perguruan Tinggi adalah untuk ? 1. ,emperkuat Pan&asila sebagai dasar )alsa)ah negara dan ide#l#gi bangsa melalui re1italisasi nilai"nilai dasar Pan&asila sebagai n#rma dasar kehidupan bermasyarakat$ berbangsa dan bernegara. 2. ,emberikan pemahaman dan penghayatan atas (i%a dan nilai"nilai dasar Pan&asila kepada mahasis%a sebagai %arga negara Republik 0nd#nesia$ serta membimbing untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat$ berbangsa dan bernegara. 3. ,empersiapkan mahasis%a agar mampu menganalisis dan men&ari s#lusi terhadap berbagai pers#alan kehidupan bermasyarakat$ berbangsa dan bernegara melalui sistem pemikiran yang berdasarkan nilai"nilai Pan&asila dan !!' NR0 Tahun 1:=<. =. ,embentuk sikap mental mahasis%a yang mampu mengapresiasi nilai"nilai ketuhanan$ kemanusiaan$ ke&intaan pada tanah air dan kesatuan bangsa$ serta penguatan masyarakat madani yang dem#kratis$ berkeadilan$ dan bermartabat berlandaskan Pan&asila$ untuk mampu berinteraksi dengan dinamika internal dan eksternal masyarakat bangsa 0nd#nesia.

C. Capaian Pe !elajaran 1. ,emiliki kemampuan analisis$ ber)ikir rasi#nal$ bersikap kritis dalam menghadapi pers#alan"pers#alan dalam kehidupan bermasyarakat$ berbangsa dan bernegara. 2. ,emiliki kemampuan dan tanggung (a%ab intelektual dalam mengenali masalah" masalah dan memberi s#lusi berdasarkan nilai"nilai Pan&asila 3. ,ampu men(elaskan dasar"dasar kebenaran bah%a Pan&asila adalah ide#l#gi yang sesuai bagi bangsa 0nd#nesia yang ma(emuk -/hinneka Tunggal 0ka..

1iii

=. ,ampu mengimplementasikan dan melestarikan nilai"nilai Pan&asila dalam realitas kehidupan <. ,emiliki karakter ilmu%an dan pr#)esi#nal Pan&asilais yang memiliki k#mitmen atas kelangsungan hidup dan ke(ayaan Negara Kesatuan Republik 0nd#nesia.

i@

"a#riks $egia#an "a#a $ulia% Pancasila K#mpetensi ? ,ahasis%a mampu membangun paradigma baru dalam dirinya sendiri berdasar nilai"nilai Pan&asila melalui kemampuan men(elaskan se(arah$ kedudukan dan hakikat sila"sila Pan&asila$ meresp#n pers#alan aktual bangsa dan negara$ dan menerapkan nilai"nilai Pan&asila dalam kehidupan /A*AN KA20AN -materi a(ar. /ENT!K PE,/EAA 2ARAN KR0TER0A PEN0AA0AN -indikat#r. Ke(elasan pemahaman /7/7T N0AA0 10C

,0NGG! KE,A,P!AN KE AK*0R +ANG '0*ARAPKAN 1"2 ,ampu ,en(elaskan dan memahami

3"=

,ampu ,enganalisis dan menge1aluasi

Pan&asila dalam Ka(ian Beramah e(arah /angsa Pemutaran 0nd#nesia? )ilm a. Era Pra d#kumenter Kemerdekaan -sidang b. Era Kemerdekaan /P!PK0$ &. Era 7rde Aama Pr#klamasi. d. Era 7rde /aru diskusi e. Era Re)#rmasi Pan&asila sebagai Beramah dasar negara? Base study a. *ubungan Pan&asila dengan Pembukaan !!' NR0 Tahun 1:=< b. Pen(abaran Pan&asila dalam /atang Tubuh !!' NR0 tahun 1:=< &. 0mplementasi Pan&asila dalam pembuatan kebi(akan negara dalam bidang P#litik$ Ek#n#mi$ #sial /udaya dan *ankam

ke(elasan dalam mengkritisi9 menge1aluas i kebi(akan pemerintah yang sesuai9tidak sesuai dengan Pan&asila

1<C

@iii

<D8

>":

,ampu Pan&asila sebagai ,enganalisis 0de#l#gi negara? dan a. Pengertian membandingka 0de#l#gi n b. Pan&asila dan 0de#l#gi 'unia &. Pan&asila dan Agama ,ampu Pan&asila sebagai ,emahami dan istem 4ilsa)at? ,en(elaskan a. Pengertian 4ilsa)at b. 4ilsa)at Pan&asila &. *akikat ila" sila Pan&asila ,ampu ,emahami dan men(adikan p#la hidup

Kekritisan &eramah mall gr#up dan dis&ussi#n keta(aman analisis

1<C

10D 11

12"1=

,ampu ,enganalisis dan men(adi p#la hidup

Kemampuan Pr#blem base mengungkap learning and hakikat sila" inEuiry -P/A. sila Pan&asila berdasar pr#blem yg ditemui Pan&asila sebagai Beramah ,empraktek istem Etika? 'iskusi )ilm an sikap$ a. Pengertian Etika tindakan b. Etika Pan&asila sesuai nilai &. Pan&asila sebagai Pan&asila s#lusi pr#blem dengan bangsa$ seperti menun(ukka k#rupsi$ kerusakan n bukti lingkungan$ kegiatan. dekadensi m#ral$ dll Pan&asila sebagai 'asar Pr#blem base ,enemukan Nilai Pengembangan dan learning -P/A. mengungkap 0lmu? kan pr#blem a. Nilai ketuhanan sebagai dasar keilmuan pengembangan yang ilmu sesuai9tidak b. Nilai kemanusiaan sesuai sebagai dasar dengan nilai" pengembangan nilai ilmu Pan&asila &. Nilai persatuan

20C

20C

20C

@i1

sebagai dasar pengembangan ilmu d. Nilai kerakyatan sebagai dasar pengembangan ilmu e. Nilai keadilan sebagai dasar pengembangan ilmu F&'"(T T)*(S +1, ,ATA K!A0A* E,E TER ,0NGG! KE ? PEN'0'0KAN PANBA 0AA ?0 ?=

?2

-. T).)(/ T)*(S 1. ,elalui tugas ini mahasis%a diharapkan dapat menge1aluasi kebi(akan pemerintah yang sesuai9tidak sesuai dengan Pan&asila. 'engan &ara demikian apabila mereka kelak men(adi pe(abat pemerintah akan men(adikan nilai"nilai Pan&asila sebagai a&uan dalam pembuatan kebi(akan. --. )'(-(/ T)*(S 1. ,ahasis%a men&ari salah satu kebi(akan pemerintah baik melalui media &etak atau elektr#nik yang menurut mereka menarik untuk dika(i. Kebi(akan b#leh yang sudah berlangsung lama maupun yang baru. 2. ,ahasis%a dikel#mp#kkan sesuai dengan tema kebi(akan -p#litik$ hukum$ ek#n#mi$ s#sial$ budaya$ lain"lain.. 3. ,asing"masing kel#mp#k melakukan diskusi$ meliputi in1entarisasi masalah dan analisis sesuai9tidak sesuai dengan Pan&asila$ apa )akt#r")akt#r yang menyebabkan kesesuaian atau ketidaksesuaian. /agaimana sebaiknya merumuskan kebi(akan yang sesuai dengan Pan&asila. =. ,elakukan diskusi plen# dengan &ara masing"masing kel#mp#k menun(uk satu (uru bi&ara untuk memba&akan hasil diskusi. ---. $'-T0'-( P0/-1(-(/ Tema menarik$ urgen$ menyebutkan )akt#r")akt#r penyebab$ merumuskan s#lusi.

@1

-2. -/D-$(T&' $-/0'.( +RUBBRIC, GRA'E K7R 0N'0KAT7R K0NER2A -RUBBRIC. angat kurang F2< Tema tidak menarik$ urgen$ menyebutkan )akt#r" )akt#r penyebab$ merumuskan s#lusi Tema menarik$ tidak urgen$ menyebutkan )akt#r" Kurang 2;"=< )akt#r penyebab$ merumuskan s#lusi Tema menarik$ urgen$ tidak menyebutkan )akt#r" Bukup =;";< )akt#r penyebab$ merumuskan s#lusi Tema menarik$ urgen$ menyebutkan )akt#r")akt#r /aik ;;">< penyebab$ tidak merumuskan s#lusi Tema menarik$ urgen$ menyebutkan )akt#r")akt#r angat /aik G>< penyebab$ merumuskan s#lusi F&'"(T T)*(S +2, ,ATA K!A0A* ? PEN'0'0KAN PANBA 0AA E,E TER ?0 ,0NGG! KE ?;

?2

-. T).)(/ T)*(S ,elalui tugas ini mahasis%a diharapkan dapat membandingkan perbedaan$ kelebihan dan kekurangan ide#l#gi liberalisme$ k#munisme dan Pan&asila. --. )'(-(/ T)*(S 1. ,ahasis%a dibagi tiga kel#mp#k. Kel#mp#k 0 membahas kelebihan liberalisme dan kelemahan k#munisme dan Pan&asila. Kel#mp#k 00 membahas kelebihan k#munisme dan kelemahan liberalisme dan Pan&asila. Kel#mp#k 000 membahas kelebihan Pan&asila dan kelemahan liberalisme dan k#munisme 2. ,asing"masing kel#mp#k memresentasikan tugas masing"masing dan didiskusikan 3. ,engin1entarisis kelebihan dan kekurangan masing"masing ide#l#gi dan menun(ukkan bagaimana p#sisi Pan&asila diantara ide#l#gi"ide#l#gi lain. ---. $'-T0'-( P0/-1(-(/ Kedalaman bahasan dan kekuatan argumentasi -2. -/D-$(T&' $-/0'.( +RUBBRIC, GRA'E K7R 0N'0KAT7R K0NER2A -RUBBRIC. angat kurang F2< Pemahaman tidak l#gis$ argumentati)$ (elas$ runtut Kurang 2;"=< Pemahaman l#gis$ argumentati)$ tidak lengkap$ (elas$ runtut
@1i

Bukup /aik angat /aik

=;";< ;;">< G><

Pemahaman l#gis$ argumentati)$ namun tidak (elas dan runtut Pemahaman l#gis$ argumentati)$ (elas namun tidak runtut Pemahaman l#gis$ argumentati)$ (elas$ dan runtut

F&'"(T T)*(S +3, ,ATA K!A0A* ? PEN'0'0KAN PANBA 0AA E,E TER ?0 ,0NGG! KE ?>

?2

-. T).)(/ T)*(S ,elalui tugas ini mahasis%a diharapkan dapat menghayati sila kemanusiaan yang adil dan beradab sekaligus menumbuhkan rasa empati dengan masyarakat yang tidak beruntung dalam bidang ek#n#mi. --. )'(-(/ T)*(S 1. ,ahasis%a diminta mendatangi rumah keluarga yang paling miskin di lingkungannya$ mereka diminta memberikan santunan sesuai dengan kemampuannya$ dan menga(aknya berbin&ang"bin&ang seputar keadaan kehidupan mereka. 2. ,ahasis%a membuat lap#ran kun(ungan serta merumuskan makna kemiskinan dan makna sila kemanusiaan yang adil dan beradab. 3. *asil lap#ran didiskusikan di kelas. ---. $'-T0'-( P0/-1(-(/ Aap#ran menyentuh aspek a)eksi$ l#gis$ sistematis dan (elas 2. -/D-$(T&' $-/0'.( +RUBBRIC, GRA'E K7R 0N'0KAT7R K0NER2A -RUBBRIC. angat kurang F2< Aap#ran tidak menyentuh aspek a)eksi$ l#gis$ sistematis dan (elas Aap#ran menyentuh aspek a)eksi$ namun tidak Kurang 2;"=< l#gis$ sistematis dan (elas Aap#ran menyentuh aspek a)eksi$ l#gis$ namun Bukup =;";< tidak sistematis dan (elas Aap#ran menyentuh aspek a)eksi$ l#gis$ sistematis /aik ;;">< namun tidak (elas Aap#ran menyentuh aspek a)eksi$ l#gis$ sistematis angat /aik G>< dan (elas
@1ii

F&'"(T T)*(S +3, ,ATA K!A0A* E,E TER ,0NGG! KE ? PEN'0'0KAN PANBA 0AA ?0 ?:

?2

-. T).)(/ T)*(S ,elalui tugas ini mahasis%a diharapkan dapat merumuskan makna patri#tisme dan nasi#nalisme --. )'(-(/ T)*(S 1. ,ahasis%a mengun(ungi museum yang mengungkap per(uangan para pahla%an 2. ,ahasis%a membuat lap#ran kun(ungan dan membuat re)leksi kritis makna patri#tisme dan nasi#nalisme pada (aman m#dern. Aap#ran dilampiri dengan tiket masuk museum. 3. *asil lap#ran didiskusikan di kelas. ---. $'-T0'-( P0/-1(-(/ Aap#ran menyentuh aspek a)eksi$ l#gis$ sistematis dan (elas -2. -/D-$(T&' $-/0'.( +RUBBRIC, GRA'E K7R 0N'0KAT7R K0NER2A -RUBBRIC. angat kurang F2< Aap#ran tidak menyentuh aspek a)eksi$ l#gis$ sistematis dan (elas Aap#ran menyentuh aspek a)eksi$ namun tidak Kurang 2;"=< l#gis$ sistematis dan (elas Aap#ran menyentuh aspek a)eksi$ l#gis$ namun Bukup =;";< tidak sistematis dan (elas Aap#ran menyentuh aspek a)eksi$ l#gis$ sistematis /aik ;;">< namun tidak (elas Aap#ran menyentuh aspek a)eksi$ l#gis$ sistematis angat /aik G>< dan (elas

@1iii

F&'"(T T)*(S +4, ,ATA K!A0A* E,E TER ,0NGG! KE ? PEN'0'0KAN PANBA 0AA ?0 ?:

?2

-. T).)(/ T)*(S ,elalui tugas ini mahasis%a memraktikan suatu permainan yang menggambarkan persatuan dan kesatuan --. )'(-(/ T)*(S 1. Tiga kel#mp#k ma(u ke depan kelas$ masing"masing kel#mp#k ber(umlah enam #rang. 2. ,asing"masing #rang bergandengan satu sama lain dengan &ara tangan disilangkan. 3. Tanpa melepas gandengan semua berbalik arah menghadap ke belakang. <. etelah berhasil$ sebaliknya berbalik arah ke depan ;. ,ahasis%a merumuskan syarat"syarat untuk men(aga dan mempertahankan kesatuan dan pesatuan. F&'"(T T)*(S +5, ,ATA K!A0A* E,E TER ,0NGG! KE ? PEN'0'0KAN PANBA 0AA ?0 ? 11

?2

2. T).)(/ T)*(S ,elalui tugas ini mahasis%a diharapkan dapat mengambil pela(aran pentingnya keteguhan hati ketika mengalami kegalauan untuk menentukan suatu keputusan yang dilematis 2-. )'(-(/ T)*(S 1. ,ahasis%a men#nt#n )ilm singkat ber(udul 5Galau6. uatu kisah yang men&eritakan sese#rang yang sedang mengalami situasi dilematis antara kebutuhan biaya untuk melahirkan anaknya melalui &esar dan ta%aran temannya untuk bergabung melakukan k#rupsi. 2. ,ahasi%a mengungkapkan %atak9karakter dari masing"masing t#k#h dan memberikan k#mentar tentang sebab"sebab ter(adinya k#rupsi dan upaya pen&egahan dan penanggulangannya.
@i@

3. $'-T0'-( P0/-1(-(/ menyentuh ranah psik#m#t#rik$ l#gis$ sistematis dan (elas 3. -/D-$(T&' $-/0'.( +RUBBRIC, GRA'E K7R 0N'0KAT7R K0NER2A -RUBBRIC. angat kurang F2< tidak menyentuh ranah psik#m#t#rik$ l#gis$ sistematis dan (elas menyentuh ranah psik#m#t#rik$ namun tidak l#gis$ Kurang 2;"=< sistematis dan (elas menyentuh ranah psik#m#t#rik$ l#gis$ namun tidak Bukup =;";< sistematis dan (elas menyentuh ranah psik#m#t#rik$ l#gis$ sistematis /aik ;;">< namun tidak (elas menyentuh ranah psik#m#t#rik$ l#gis$ sistematis angat /aik G>< dan (elas

F&'"(T T)*(S +6, ,ATA K!A0A* ? PEN'0'0KAN PANBA 0AA E,E TER ?0 ,0NGG! KE ? 1=

?2

-. T).)(/ T)*(S ,elalui tugas ini mahasis%a berk#ntribusi terhadap s#sialisasi Pan&asila melalui media internet --. )'(-(/ T)*(S 1. ,ahasis%a membuat )ilm singkat terkait dengan nilai"nilai Pan&asila. 2. 4ilm tersebut diupload di youtube ---. $'-T0'-( P0/-1(-(/ 'i upload di youtube, (elas pesan nilai"nilai Pan&asilanya$ realistis$ menarik. -2. -/D-$(T&' $-/0'.( +RUBBRIC, GRA'E K7R 0N'0KAT7R K0NER2A -RUBBRIC. Tidak di upload di youtube, (elas pesan nilai"nilai angat kurang F2< Pan&asilanya$ realistis$ menarik. 'i upload di youtube, namun tidak (elas pesan nilai" Kurang 2;"=< nilai Pan&asilanya$ realistis$ menarik. 'i upload di youtube, (elas pesan nilai"nilai Bukup =;";<
@@

/aik angat /aik

;;">< G><

Pan&asilanya$ namun tidak realistis$ menarik. 'i upload di youtube, (elas pesan nilai"nilai Pan&asilanya$ realistis$ namun tidak menarik. 'i upload di youtube, (elas pesan nilai"nilai Pan&asilanya$ realistis$ menarik.

PANCASILA DALAM KAJIAN SEJARAH BANGSA INDONESIA Presiden Soekarno pernah mengatakan jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Dari perkataan tersebut dapat dimaknai bahwa sejarah mempunyai fungsi yang beragam bagi kehidupan. Seperti diungkap seorang filsuf Yunani yang bernama Ci ero !"#$-%& S'( yang mengungkapkan Historia Vitae Magistra) yang bermakna) sejarah memberikan kearifan. Pengertian yang lebih umum yaitu sejarah merupakan guru kehidupan. *rus sejarah memperlihatkan dengan nyata bahwa semua bangsa memerlukan suatu konsepsi dan ita- ita. +ika mereka tidak memilikinya atau jika konsepsi dan itaita itu menjadi kabur dan usang) maka bangsa itu adalah dalam bahaya !Soekarno) ",-,. $%(. Pentingnya ita- ita ideal sebagai landasan moralitas bagi kebesaran bangsa diperkuat oleh endekiawan-politisi *merika Serikat) +ohn /ardner) No nation can achieve greatness unless it believes in something, and unless that something has moral dimensions to sustain a great civilization !tidak ada bangsa yang dapat men apai kebesaran ke uali jika bangsa itu memper ayai sesuatu) dan sesuatu yang diper ayainya itu memiliki dimensi-dimensi moral guna menopang peradaban besar( !'adjid dalam 0atif) 1#"". %1(. 2egitu kuat dan mengakarnya Pan asila dalam jiwa bangsa menjadikan Pan asila terus berjaya sepanjang masa. 3al tersebut disebabkan ideologi Pan asila tidak hanya sekedar confirm and deepen identitas 2angsa 4ndonesia. 4a lebih dari itu. 4a adalah identitas 2angsa 4ndonesia sendiri sepanjang masa. Sejak Pan asila digali kembali dan dilahirkan kembali menjadi Dasar dan 4deologi 5egara) maka ia membangunkan dan membangkitkan

identitas yang dormant) yang tertidur dan yang terbius selama kolonialisme !*bdulgani) ",6,. 11(.
A. Pancasila Pra Kemerdekaan

7etika Dr. 8adjiman 9ediodiningrat) selaku 7etua 2adan dan Penyelidik :saha Persiapan 7emerdekaan !2P:P7() pada tanggal 1, 'ei ",%;) meminta kepada sidang untuk mengemukakan dasar !negara( 4ndonesia merdeka) permintaan itu menimbulkan rangsangan anamnesis yang Gambar: Burung Garuda Pancasila memutar kembali ingatan para Sumber: 3blogemen.blogspot.com pendiri bangsa ke belakang< hal ini mendorong mereka untuk menggali kekayaan kerohanian) kepribadian dan wawasan kebangsaan yang terpendam lumpur sejarah !0atif) 1#"". %(. 2egitu lamanya penjajahan di bumi pertiwi menyebabkan bangsa 4ndonesia hilang arah dalam menentukan dasar negaranya. Dengan permintaan Dr. 8adjiman inilah) figur-figur negarawan bangsa 4ndonesia berpikir keras untuk menemukan kembali jati diri bangsanya. Pada sidang pertama 2P:P74 yang dilaksanakan dari tanggal 1, 'ei - " +uni ",%;) tampil berturut-turut untuk berpidato menyampaikan usulannya tentang dasar negara. Pada tanggal 1, 'ei ",%; 'r. 'uhammad Yamin mengusulkan alon rumusan dasar negara 4ndonesia sebagai berikut. "( Peri 7ebangsaan) 1( Peri 7emanusiaan) &( Peri 7etuhanan) %( Peri 7erakyatan dan ;( 7esejahteraan 8akyat. Selanjutnya Prof. Dr. Soepomo pada
Gambar: Sidang BPUPKI Sumber: hendra-prehaten.blogspot.com

tanggal &# 'ei ",%; mengemukakan teori-teori 5egara) yaitu. "( =eori negara perseorangan !indi>idualis() 1( Paham negara kelas dan &( Paham negara integralistik. 7emudian disusul oleh 4r. Soekarno pada tanggal " +uni ",%; yang mengusulkan lima dasar negara yang terdiri dari. "( 5asionalisme !kebangsaan 4ndonesia() 1( 4nternasionalisme !peri kemanusiaan() &( 'ufakat !demokrasi() %( 7esejahteraan sosial) dan ;( 7etuhanan Yang 'aha ?sa !2erkebudayaan( !7aelan) 1###. &6-%#(. Pada pidato tanggal " +uni ",%; tersebut) 4r Soekarno mengatakan) 'aaf) beribu maaf@ 2anyak anggota telah berpidato) dan dalam pidato mereka itu diutarakan hal-hal yang sebenarnya bukan permintaan Paduka =uan 7etua yang mulia) yaitu bukan dasarnya 4ndonesia 'erdeka. 'enurut anggapan saya yang diminta oleh Paduka =uan 7etua yang mulia ialah) dalam bahasa 2elanda. Philosofische grond-slag daripada 4ndonesia 'erdeka. Philosofische grond-slag itulah pundamen) filsafat) pikiran yang sedalamdalamnya) jiwa) hasrat) yang sedalam-dalamnya untuk di atasnya didirikan gedung 4ndonesia yang kekal dan abadi!2ahar) ",,;. $&(. 2egitu hebatnya 4r. Soekarno dalam menjelaskan Pan asila dengan runtut) logis dan koheren) namun dengan rendah hati 4r. Soekarno membantah apabila disebut sebagai pen ipta Pan asila. 2eliau mengatakan) 7enapa diu apkan terima kasih kepada saya) kenapa saya diagung-agungkan) padahal toh sudah sering saya katakan) bahwa saya bukan pen ipta Pan asila. Saya sekedar penggali Pan asila daripada bumi tanah air 4ndonesia ini) yang kemudian lima mutiara yang saya gali itu) saya persembahkan kembali kepada bangsa

4ndonesia. 'alah pernah saya katakan) bahwa sebenarnya hasil) atau lebih tegas penggalian daripada Pan asila ini saudara-saudara) adalah pemberian =uhan kepada sayaA Sebagaimana tiap-tiap manusia) jikalau ia benar-benar memohon kepada *llah Subhanahu 9ataala) diberi ilham oleh *llah Subhanahu 9ataala !Soekarno dalam 0atif) 1#"". 1"(. Selain u apan yang disampaikan 4r. Soekarno di atas) Pan asila pun merupakan khasanah budaya 4ndonesia) karena nilai-nilai tersebut hidup dalam sejarah 4ndonesia yang terdapat dalam beberapa kerajaan yang ada di 4ndonesia) seperti berikut. ". Pada kerajaan 7utai) masyarakat 7utai merupakan pembuka Baman sejarah 4ndonesia untuk pertama kali) karena telah menampilkan nilai sosial politik) dan 7etuhanan dalam bentuk kerajaan) kenduri dan sedekah kepada para 2rahmana !7aelan) 1###. 1,(. 1. Perkembangan kerajaan Sriwijaya oleh 'r. 'uhammad Yamin disebut sebagai 5egara 4ndonesia Pertama dengan dasar kedatuan) itu dapat ditemukan nilai-nilai Pan asila material yang paling berkaitan satu sama lain) seperti nilai persatuan yang tidak terpisahkan dengan nilai ke-=uhanan yang tampak pada raja sebagai pusat kekuasaan dengan kekuatan religius berusaha mempertahankan kewibawaannya terhadap para datu. Demikian juga nilai-nilai kemasyarakatan dan ekonomi yang terjalin satu sama lain dengan nilai internasionalisme dalam bentuk hubungan dagang yang terentang dari pedalaman sampai ke negeri-negeri seberang lautan pelabuhan kerajaan dan Selat 'alaka yang diamankan oleh para nomad laut yang menjadi bagian dari birokrasi pemerintahan Sriwijaya !Suwarno) ",,&. 1#-1"(.

<

&. Pada masa kerajaan 'ajapahit) di bawah raja Prabhu 3ayam 9uruk dan *patih 'angkubumi) /ajah 'ada telah berhasil mengintegrasikan nusantara. Caktorfaktor yang dimanfaatkan untuk men iptakan wawasan nusantara itu adalah. kekuatan religio magis yang berpusat pada Sang Prabhu) ikatan sosial kekeluargaan terutama antara kerajaan-kerajaan daerah di +awa dengan Sang Prabhu dalam lembaga Pahom 5arandra. +adi dapatlah dikatakan bahwa nilai-nilai religious sosial dan politik yang merupakan materi Pan asila sudah mun ul sejak memasuki Baman sejarah !Suwarno) ",,&. 1&-1%(. 2ahkan) pada masa kerajaan ini) istilah Pan asila dikenali yang terdapat dalam buku 5agarakertagama karangan Prapan a dan buku Sutasoma karangan ?mpu =antular. Dalam buku tersebut istilah Pan asila di samping mempunyai arti berbatu sendi yang lima !dalam bahasa Sansekerta() juga mempunyai arti pelaksanaan kesusilaan yang lima !Pan asila 7rama() yaitu ". =idak boleh melakukan kekerasan 1. =idak boleh men uri &. =idak boleh berjiwa dengki %. =idak boleh berbohong ;. =idak boleh mabuk minuman keras !Darmodihardjo) ",6-. $(. 7edua Baman) baik Sriwijaya maupun 'ajapahit dijadikan tonggak sejarah karena pada waktu itu bangsa telah memenuhi syarat-syarat sebagai bangsa yang mempunyai negara. 2aik Sriwijaya maupun 'ajapahit waktu itu merupakan negara-negara yang berdaulat) bersatu serta mempunyai wilayah yang meliputi seluruh 5usantara. Pada Baman tersebut bangsa 4ndonesia telah mengalami kehidupan yang gemah ripah loh jinawi, tata tentrem, kerta raharja !Darmodihardjo dkk) ",,". 1"(. Selain Baman kerajaan) masih banyak fase-fase yang harus

dilewati menuju 4ndonesia merdeka hingga tergalinya Pan asila yang setelah sekian lama tertimbun oleh penjajahan 2elanda. Sebagai salah satu tonggak sejarah yang merefleksikan dinamika kehidupan kebangsaan yang dijiwai oleh nilai-nilai Pan asila adalah termanifestasi dalam Sumpah Pemuda pada tanggal 1- Dktober ",1- yang berbunyi) 7ami putra dan putri 4ndonesia mengaku bertumpah darah yang satu) tanah air 4ndonesia< 7ami putra dan putri 4ndonesia mengaku berbangsa yang satu) bangsa 4ndonesia< 7ami putra dan putri 4ndonesia menjunjung bahasa persatuan) bahasa 4ndonesia. Penemuan kembali Pan asila sebagai jati diri bangsa terjadi pada sidang pertama 2P:P74 yang dilaksanakan pada 1, 'ei sampai " +uni ",%;. Pada tanggal " +uni ",%; di depan sidang 2P:P74) 4r. Soekarno menyebutkan lima dasar bagi 4ndonesia merdeka. Sungguh pun 4r. Soekarno telah mengajukan lima sila dari dasar negara) beliau juga menawarkan kemungkinan lain) sekiranya ada yang tidak menyukai bilangan Gambar: Suasana sidang BPUPKI Tahun 1 !" lima) sekaligus juga ara beliau #Sumber: $%&I' menunjukkan dasar dari segala dasar kelima sila tersebut. *lternatifnya bisa diperas menjadi =ri Sila bahkan dapat dikeru utkan lagi menjadi ?ka Sila. =ri Sila meliputi. socio-nationalisme, socio democratie dan ke-=uhanan. Sedangkan ?ka Sila yang dijelaskan oleh 4r. Soekarno yaitu /otong 8oyong karena menurut 4r. Soekarno negara 4ndonesia yang kita dirikan haruslah negara gotong royong !0atif) 1#"". "--",(. =etapi yang lahir pada tanggal " +uni itu adalah nama Pan asila !di

samping nama =risila dan ?kasila yang tidak terpilih( !5otosusanto) ",-". 1"(. 4ni bukan merupakan kelemahan 4r. Soekarno) melainkan merefleksikan keluasan wawasan dan kesiapan berdialog dari seorang negarawan besar. Caktanya 4r) Soekarno diakhir sejarah terbukti sebagai penggali Pan asila) dasar negara 8epublik 4ndonesia. Setelah sidang pertama 2P:P74 dilaksanakan) terjadi perdebatan sengit yang disebabkan perbedaan pendapat. 7arena apabila dilihat lebih jauh para anggota 2P:P74 terdiri dari elit 5asionalis netral agama) elit 5asionalis 'uslim dan elit 5asionalis 7risten. ?lit 5asionalis 'uslim di 2P:P74 mengusulkan 4slam sebagai dasar 5egara) namun dengan kesadaran yang dalam akhirnya terjadi kompromi politik antara 5asionalis netral agama dengan 5asionalis 'uslim untuk menyepakati Piagam +akarta !11 +uni ",%;( yang berisi tujuh kata. Adengan kewajiban menjalankan syariat 4slam bagi pemeluk-pemeluknya diganti menjadi 7etuhanan Yang 'aha ?sa !8isalah Sidang 2P:P74) ",,;< *nshari) ",-"< Darmodihardjo) ",,"(. 7esepakatan peniadaan tujuh kata itu dilakukan dengan epat dan legowo demi kepentingan nasional oleh elit 'uslim. 'oh. 3atta< 7i 2agus 3adikusumo) =euku 'oh. 3asan dan tokoh muslim lainnya. +adi elit 'uslim sendiri tidak ingin republik yang dibentuk ini merupakan negara berbasis agama tertentu !?leson dalam Surono dan ?ndah !ed.() 1#"#. &6(. Pada awal kelahirannya) menurut Dnghokham dan *ndi * hdian) Pan asila tidak lebih sebagai kontrak sosial. 3al tersebut ditunjukkan oleh sengitnya perdebatan dan negosiasi di tubuh 2P:P74 dan PP74 ketika menyepakati dasar negara yang kelak digunakan 4ndonesia merdeka !*li)
Gambar Ir. Soe(arno mengucap(an pidato dalam Sidang BPUPKI Tahun 1 !" #Sumber: $%&I'

>

1##,. "6(. 4nilah perjalanan he !ounding !athers yang begitu teliti mempertimbangkan berbagai kemungkinan dan keadaan agar dapat melahirkan dasar negara yang dapat diterima semua lapisan masyarakat 4ndonesia.
B. Pancasila Era Kemerdekaan

Pada tanggal $ *gustus ",%; bom atom dijatuhkan di kota 3iroshima oleh *merika Serikat yang mulai menurunkan moral semangat tentara +epang. Sehari kemudian 2P:P74 berganti nama menjadi PP74 menegaskan keinginan dan tujuan men apai kemerdekaan 4ndonesia. 2om atom kedua dijatuhkan di 5agasaki yang membuat +epang menyerah kepada *merika dan sekutunya. Peristiwa ini pun dimanfaatkan oleh 4ndonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya. :ntuk merealisasikan tekad tersebut) maka pada tanggal "$ *gustus ",%; terjadi perundingan antara golongan muda dan golongan tua dalam penyusunan teks proklamasi yang berlangsung singkat) mulai pukul #1.##-#%.## dini hari. =eks proklamasi sendiri disusun oleh 4r. Soekarno) Drs. 'oh. 3atta dan 'r. *hmad Soebardjo di ruang makan Gambar : 0aksamana =adashi 'aeda Te(s Pro(lamasi Indonesia )erde(a Sumber: 1ra*.+ordpress.com tepatnya di jalan 4mam 2onjol 5o ". 7onsepnya sendiri ditulis oleh 4r. Soekarno. Sukarni !dari golongan muda( mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalah 4r. Soekarno dan Drs. 'oh. 3atta atas nama bangsa 4ndonesia. 7emudian teks proklamasi 4ndonesia tersebut diketik oleh Sayuti 'elik. 4si Proklamasi 7emerdekaan tanggal "6 *gustus ",%; sesuai dengan semangat yang tertuang dalam Piagam +akarta tanggal 11 +uni ",%;. Piagam ini berisi garis-garis

pemberontakan melawan imperialisme-kapitalisme dan fasisme serta memuat dasar pembentukan 5egara 8epublik 4ndonesia. Piagam +akarta yang lebih tua dari Piagam Perjanjian Gambar? Pemba&aan Teks Pr#klamasi San Cran is o !1$ +uni ",%;( dan 0nd#nesia ,erdeka umber? id.%ikipedia.#rg 7apitulasi =okyo !"; *gustus ",%;( itu ialah sumber berdaulat yang meman arkan Proklamasi 7emerdekaan 8epublik 4ndonesia !Yamin) ",;%. "$(. Piagam +akarta ini kemudian disahkan oleh sidang PP74 pada tanggal "- *gustus ",%; menjadi pembentukan ::D ",%;) setelah terlebih dahulu dihapus 6 !tujuh( kata dari kalimat 7etuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat 4slam bagi pemelukpemeluknya) diubah menjadi 7etuhanan Yang 'aha ?sa. *wal dekade ",;#-an mun ul inisiatif dari sejumlah tokoh yang hendak melakukan interpretasi ulang terhadap Pan asila. Saat itu mun ul perbedaan perspektif yang dikelompokkan dalam dua kubu. Pertama) beberapa tokoh berusaha menempatkan Pan asila lebih dari sekedar kompromi politik atau kontrak sosial. 'ereka memandang Pan asila tidak hanya kompromi politik melainkan sebuah filsafat sosial atau weltanschauung bangsa. 7edua) mereka yang menempatkan Pan asila sebagai sebuah kompromi politik. Dasar argumentasinya adalah fakta yang mun ul dalam sidang-sidang 2P:P74 dan PP74. Pan asila pada saat itu benar-benar merupakan kompromi politik di antara golongan nasionalis netral agama !Sidik Djojosukarto dan Sutan takdir *lisyahbana dkk( dan nasionalis 4slam !3amka) Syaifuddin Euhri sampai 'uhammad 5atsir dkk( mengenai dasar negara.

10
C. Pancasila Era Orde Lama

=erdapat dua pandangan besar terhadap Dasar 5egara yang berpengaruh terhadap mun ulnya Dekrit Presiden. Pandangan tersebut yaitu mereka yang memenuhi anjuran PresidenF Pemerintah Gambar? uasana aat Pemba&aan 'ekrit Presiden untuk kembali ke :ndangumber? kubahidi#l#gis.%#rdpress.&#m :ndang Dasar ",%; dengan Pan asila sebagaimana dirumuskan dalam Piagam +akarta sebagai Dasar 5egara. Sedangkan pihak lainnya menyetujui Gkembali ke :ndang-:ndang Dasar ",%;) tanpa adangan) artinya dengan Pan asila seperti yang dirumuskan dalam Pembukaan :ndang-:ndang Dasar yang disahkan PP74 tanggal "- *gustus ",%; sebagai Dasar 5egara. 5amun) kedua usulan tersebut tidak men apai kuorum keputusan sidang konstituante !*nshari) ",-". ,,(. 'ajelis !ba a. konstituante( ini menemui jalan buntu pada bulan +uni ",;,. 7ejadian ini menyebabkan Presiden Soekarno turun tangan dengan sebuah Dekrit Presiden yang disetujui oleh kabinet tanggal & +uli ",;,) yang kemudian dirumuskan di 4stana 2ogor pada tanggal % +uli ",;, dan diumumkan se ara resmi oleh presiden pada tanggal ; +uli ",;, pukul "6.## di depan 4stana 'erdeka !*nshari) ",-". ,,-"##(. Dekrit Presiden tersebut berisi. ". Pembubaran konstituante< 1. :ndang-:ndang Dasar ",%; kembali berlaku< dan &. Pembentukan 'ajelis Permusyawaratan 8akyat Sementara. Sosialisasi terhadap paham Pan asila yang konklusif menjadi prelude penting bagi upaya selanjutnya< Pan asila dijadikan ideologi negara yang tampil hegemonik. 4khtiar tersebut ter apai ketika 4r. Soekarno memberi tafsir Pan asila sebagai satu kesatuan paham dalam doktrin

11

'anipolF:SD?7. 'anifesto politik !manipol( adalah materi pokok dari pidato Soekarno tanggal "6 *gustus ",;, berjudul Penemuan 7embali 8e>olusi 7ita yang kemudian ditetapkan oleh Dewan Pertimbangan *gung !DP*( menjadi /aris-/aris 2esar 3aluan 5egara !/235(. 2elakangan) materi pidato tersebut dikukuhkan dalam Penetapan Presiden !Penpres( 5omor " tahun ",$# dan 7etetapan 'P8S 5o. "F'P8S",$# tentang /235 !*li) 1##,. &#(. 'anifesto politik 8epublik 4ndonesia tersebut merupakan hasil perumusan suatu panitia yang dipimpin oleh D.5. *idit yang disetujui oleh DP* pada tanggal &# September ",;, sebagai haluan negara !4smaun) ",6-. "#;(. Dleh karena itu) mereka yang berseberangan paham memilih taktik gerilya di dalam kekuasaan 4r. Soekarno. 'ereka menggunakan jargon-jargon 4r. Soekarno dengan agenda yang berbeda. =aktik demikian digunakan oleh sebagian besar kekuatan politik. =idak hanya P74) mereka yang anti komunisme pun sama !*li) 1##,. &&(. 9alaupun kepentingan politik mereka berbeda) kedua arus tersebut sama-sama menggunakan Pan asila sebagai justifikasi. 4r. Soekarno menghendaki persatuan di antara beragam golongan dan ideologi termasuk komunis) di bawah satu payung besar) bernama Pan asila !doktrin 'anipolF:SD?7() sementara golongan antikomunis mengkonsolidasi diri sebagai kekuatan berpaham Pan asila yang lebih murni dengan menyingkirkan paham komunisme yang tidak ber-=uhan !ateisme( !*li) 1##,. &%(. Dengan adanya pertentangan yang sangat kuat ditambah arut marutnya perpolitikan saat itu) maka 4r. Soekarno pun dilengserkan sebagai Presiden 4ndonesia) melalui sidang 'P8S.

12
D. Pancasila Era Orde Baru

Setelah lengsernya 4r. Soekarno sebagai presiden) selanjutnya +enderal Soeharto yang memegang kendali terhadap negeri ini. Dengan berpindahnya kursi kepresidenan tersebut) arah pemahaman terhadap Pan asila pun mulai diperbaiki. Gambar ? 2enderal #ehart# umber? barepsp#rt.bl#gsp#t.&#m Pada peringatan hari lahir Pan asila) " +uni ",$6 Presiden Soeharto mengatakan) Pan asila makin banyak mengalami ujian Baman dan makin bulat tekad kita mempertahankan Pan asila. Selain itu) Presiden Soeharto juga mengatakan) Pan asila sama sekali bukan sekedar semboyan untuk dikumandangkan) Pan asila bukan dasar falsafah negara yang sekedar dikeramatkan dalam naskah ::D) melainkan Pan asila harus diamalkan !Setiardja) ",,%. ;(. +adi) Pan asila dijadikan sebagai political force di samping sebagai kekuatan ritual. 2egitu kuatnya Pan asila digunakan sebagai dasar negara) maka pada " +uni ",$Presiden Soeharto mengatakan bahwa Pan asila sebagai pegangan hidup bangsa akan membuat bangsa 4ndonesia tidak lo"o) bahkan jika ada pihak-pihak tertentu mau mengganti) merubah Pan asila dan menyimpang dari Pan asila pasti digagalkan !Pranoto dalam Dodo dan ?ndah !ed.() 1#"#. %1(. Selanjutnya pada tahun ",$- Presiden Soeharto mengeluarkan 4nstruksi Presiden 5omor "1 tahun ",$yang menjadi panduan dalam mengu apkan Pan asila sebagai dasar negara) yaitu. Satu . 7e-=uhan-an Yang 'aha ?sa Dua . 7emanusiaan yang adil dan beradab =iga . Persatuan 4ndonesia

13

?mpat . 7erakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratanF perwakilan 0ima . 7eadilan sosial bagi seluruh rakyat 4ndonesia. 4nstruksi Presiden tersebut mulai berlaku pada tanggal "& *pril ",$-. Pada tanggal 11 'aret ",6- ditetapkan ketetapan !disingkat =*P( 'P8 5omor 44F'P8F",6- tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pan asila !#kapraset"a Pancakarsa( yang salah satu pasalnya tepatnya Pasal % menjelaskan) Pedoman Penghayatan dan Pengamalan pan asila merupakan penuntun dan pegangan hidup dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara bagi setiap warga negara 4ndonesia) setiap penyelenggara negara serta setiap lembaga kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan) baik Pusat maupun di Daerah dan dilaksanakan se ara bulat dan utuh. *dapun nilai dan norma-norma yang terkandung dalam Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pan asila !#kapraset"a Pancakarsa( berdasarkan ketetapan tersebut meliputi &$ butir) yaitu. ". Sila 7etuhanan Yang 'aha ?sa a. Per aya dan takwa kepada =uhan Yang 'aha ?sa sesuai dengan agama dan keper ayaan masingmasing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. b. 3ormat-menghormati dan bekerja sama antara pemeluk agama dan penganut-penganut keper ayaan yang berbeda-beda) sehingga terbina kerukunan hidup. . Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadat sesuai dengan agama dan keper ayaannya.

1=

d. =idak memaksakan suatu agama dan keper ayaan kepada orang lain. 1. Sila 7emanusiaan yang adil dan beradab a. 'engakui persamaan derajat) persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia. b. Saling men intai sesama manusia. . 'engembangkan sikap tenggang rasa dan tepo seliro$ d. =idak semena-mena terhadap orang lain. e. 'enjunjung tinggi nilai kemanusiaan. f. /emar melakukan kegiatan kemanusiaan. g. 2erani membela kebenaran dan keadilan. h. 2angsa 4ndonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia) karena itu dikembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain. &. Sila Persatuan 4ndonesia a. 'enempatkan persatuan) kesatuan) kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan. b. 8ela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara. . Cinta tanah air dan bangsa. d. 2angga sebagai bangsa 4ndonesia dan bertanah air 4ndonesia. e. 'emajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-2hinneka =unggal 4ka. %. Sila 7erakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. a. 'engutamakan kepentingan negara dan masyarakat. b. =idak memaksakan kehendak kepada orang lain. . 'engutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.

1<

d. 'usyawarah untuk men apai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. e. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah. f. 'usyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. g. 7eputusan yang diambil harus dipertanggungjawabkan se ara moral kepada =uhan Yang 'aha ?sa) menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan. ;. Sila 7eadilan bagi seluruh rakyat 4ndonesia a. 'engembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang men erminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotong-royongan. b. 2ersikap adil. . 'enjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. d. 'enghormati hak-hak orang lain. e. Suka memberi pertolongan kepada orang lain. f. 'enjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain. g. =idak bersifat boros. h. =idak bergaya hidup mewah. i. =idak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum. j. Suka bekerja keras. k. 'enghargai hasil karya orang lain. l. 2ersama-sama mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial. 5ilai-nilai Pan asila yang terdiri atas &$ butir tersebut) kemudian pada tahun ",,% disarikanFdijabarkan kembali oleh 2P-6 Pusat menjadi %; butir P%. Perbedaan yang dapat digambarkan yaitu. Sila 7esatu) menjadi 6 !tujuh( butir< Sila 7edua) menjadi "# !sepuluh( butir< Sila

1;

7etiga) menjadi 6 !tujuh( butir< Sila 7eempat) menjadi "# !sepuluh( butir< dan Sila 7elima) menjadi "" !sebelas( butir. Sumber hukum dan tata urutan peraturan perundangundangan di negara 4ndonesia diatur dalam 7etetapan 'P8S 5o. HHF'P8SF",$$. 7etetapan ini menegaskan) *manat penderitaan rakyat hanya dapat diberikan dengan pengamalan Pan asila se ara paripurna dalam segala segi kehidupan kenegaraan dan kemasyarakatan dan dengan pelaksanaan se ara murni dan konsekuen jiwa serta ketentuan-ketentuan ::D ",%;) untuk menegakkan 8epublik 4ndonesia sebagai suatu negara hukum yang konstitusionil sebagaimana yang dinyatakan dalam pembukaan ::S ",%; !*li) 1##,. &6(. 7etika itu) sebagian golongan 4slam menolak reinforcing oleh pemerintah dengan menyatakan bahwa pemerintah akan mengagamakan Pan asila. 7emarahan Pemerintah tidak dapat dibendung sehingga Presiden Soeharto bi ara keras pada 8apim *284 di Pekanbaru 16 'aret ",-#. 4ntinya Drba tidak akan mengubah Pan asila dan ::D ",%;) malahan diperkuat sebagai comparatist ideolog". +elas sekali bagaimana pemerintah Drde 2aru merasa perlu membentengi Pan asila dan =*P itu meski dengan gaya militer. =ak seorang pun warga negara berani keluar dari Pan asila !Pranoto dalam Dodo dan ?ndah !ed.() 1#"#. %&(. Selanjutnya pada bulan *gustus ",-1 Pemerintahan Drde 2aru menjalankan *Bas =unggal yaitu pengakuan terhadap Pan asila sebagai *Bas =unggal) bahwa setiap partai politik harus mengakui posisi Pan asila sebagai pemersatu bangsa !Pranoto dalam Dodo dan ?ndah !ed.() 1#"#. %&-%%(. Dengan semakin terbukanya informasi dunia) pada akhirnya pengaruh luar masuk 4ndonesia pada akhir ",,#-

18

an yang se ara tidak langsung mengan am aplikasi Pan asila yang dilakukan oleh pemerintah Drde 2aru. Demikian pula demokrasi semakin santer mengkritik praktek pemerintah Drde 2aru yang tidak transparan dan otoriter) represif) korup dan manipulasi politik yang sekaligus mengkritik praktek Pan asila. 'eski demikian kondisi ini bertahan sampai dengan lengsernya Presiden Soeharto pada 1" 'ei ",,- !Pranoto dalam Dodo dan ?ndah !ed() 1#"#. %;(.
E. Pancasila Era Re !rmasi

Pan asila yang seharusnya sebagai nilai) dasar moral etik bagi negara dan aparat pelaksana 5egara) dalam kenyataannya digunakan sebagai alat legitimasi politik. Pun ak dari keadaan tersebut ditandai dengan han urnya ekonomi nasional) maka timbullah berbagai gerakan masyarakat Gambar: Pengunduran ,iri Soeharto sebagai yang dipelopori oleh mahasiswa) Presiden &epbuli( Indonesia Sumber: saputra-i.ai.blogspot.com endekiawan dan masyarakat sebagai gerakan moral politik yang menuntut adanya reformasi di segala bidang politik) ekonomi dan hukum !7aelan) 1###. 1%;(. Saat Drde 2aru tumbang) mun ul fobia terhadap Pan asila. Dasar 5egara itu untuk sementara waktu seolah dilupakan karena hampir selalu identik dengan reBim Drde 2aru. Dasar negara itu berubah menjadi ideologi tunggal dan satu-satunya sumber nilai serta kebenaran. 5egara menjadi maha tahu mana yang benar dan mana yang salah. 5ilai-nilai itu selalu ditanam ke benak masyarakat melalui indoktrinasi !*li) 1##,. ;#(. Dengan seolah-olah dikesampingkannya Pan asila pada ?ra 8eformasi ini) pada awalnya memang tidak nampak suatu dampak negatif yang berarti) namun

1>

semakin hari dampaknya makin terasa dan berdampak sangat fatal terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara 4ndonesia. Dalam kehidupan sosial) masyarakat kehilangan kendali atas dirinya) akibatnya terjadi konflik-konflik horisontal dan >ertikal se ara masif dan pada akhirnya melemahkan sendi-sendi persatuan dan kesatuan bangsa dan negara 4ndonesia. Dalam bidang budaya) kesadaran masyarakat atas keluhuran budaya bangsa 4ndonesia mulai luntur) yang pada akhirnya terjadi disorientasi kepribadian bangsa yang diikuti dengan rusaknya moral generasi muda. Dalam bidang ekonomi) terjadi ketimpangan-ketimpangan di berbagai sektor diperparah lagi dengan engkeraman modal asing dalam perekonomian 4ndonesia. Dalam bidang politik) terjadi disorientasi politik kebangsaan) seluruh akti>itas politik seolah-olah hanya tertuju pada kepentingan kelompok dan golongan. 0ebih dari itu) akti>itas politik hanya sekedar merupakan libido dominandi atas hasrat untuk berkuasa) bukannya sebagai suatu akti>itas memperjuangkan kepentingan nasional yang pada akhirnya menimbulkan arut marut kehidupan bernegara seperti dewasa ini !3idayat) 1#"1(. 5amun demikian) kesepakatan Pan asila menjadi dasar 5egara 8epublik 4ndonesia se ara normatif) ter antum dalam ketetapan 'P8. 7etetapan 'P8 5omor HI444F'P8F",,- Pasal " menyebutkan bahwa Pan asila sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan ::D ",%; adalah dasar negara dari 5egara 7esatuan 8epublik 4ndonesia harus dilaksanakan se ara konsisten dalam kehidupan bernegara !'D) 1#""(. 7etetapan ini terus dipertahankan) meskipun ketika itu 4ndonesia akan menghadapi *mandeman :ndang-:ndang Dasar 5egara 7esatuan 8epublik 4ndonesia tahun ",%;. Selain kesepakatan Pan asila sebagai dasar negara) Pan asila pun menjadi sumber hukum yang ditetapkan

1:

dalam 7etetapan 'P8 5omor 444F'P8F1### Pasal " *yat !&( yang menyebutkan) Sumber hukum dasar nasional adalah Pan asila sebagaimana yang tertulis dalam Pembukaan :ndang-:ndang Dasar ",%;) yaitu 7etuhanan Yang 'aha ?sa) 7emanusiaan yang adil dan beradab) Persatuan 4ndonesia) dan 7erakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratanFperwakilan) serta dengan mewujudkan suatu 7eadilan sosial bagi seluruh 8akyat 4ndonesia) dan batang tubuh :ndang:ndang Dasar ",%;. Semakin memudarnya Pan asila dalam kehidupan bermasyarakat) berbangsa dan bernegara membuat khawatir berbagai lapisan elemen masyarakat. Dleh sebab itu) sekitar tahun 1##% *Byumardi *Bra menggagas perlunya reju>enasi Pan asila sebagai faktor integratif dan salah satu fundamen identitas nasional. Seruan demikian tampak signifikan karena proses amandeman ::D ",%; saat itu sempat memun ulkan gagasan menghidupkan kembali Piagam +akarta !*li) 1##,. ;"(. Selain keadaan di atas) juga terjadi terorisme yang mengatasnamakan agama. =idak lama kemudian mun ul gejala Perda Syariah di sejumlah daerah. 8angkaian gejala tersebut seakan melengkapi kegelisahan publik selama reformasi yang mempertanyakan arah gerakan reformasi dan demokratisasi. Seruan *Byumardi *Bra direspon sejumlah kalangan. Diskursus tentang Pan asila kembali menghangat dan meluas usai Simposium Peringatan 3ari 0ahir Pan asila yang diselenggarakan C4S4P-:4 pada tanggal &" 'ei 1##$ !*li) 1##,. ;1(. Sekretariat 9apres 8epublik 4ndonesia) pada tahun 1##-F1##, se ara intensif melakukan diskusi-diskusi untuk mere>italisasi sosialisasi nilai-nilai Pan asila. =ahun 1##, Dirjen Dikti) juga

20

membentuk =im Pengkajian Pendidikan Pan asila di Perguruan =inggi. Sementara itu) beberapa perguruan tinggi telah menyelenggarakan kegiatan sejenis) yaitu antara lain. 7ongres Pan asila di :ni>ersitas /adjah 'ada) Simposium 5asional Pan asila dan 9awasan 7ebangsaan di :ni>ersitas Pendidikan 4ndonesia) dan 7ongres Pan asila di :ni>ersitas :dayana. 0ebih dari itu 'P8-84 melakukan kegiatan sosialisasi nilai-nilai Pan asila yang dikenal dengan sebutan ?mpat Pilar 7ebangsaan) yang terdiri dari. Pan asila) :ndang-:ndang Dasar tahun ",%;) 5egara 7esatuan 8epublik 4ndonesia dan 2hinneka =unggal 4ka. *kan tetapi) istilah ?mpat Pilar 7ebangsaan ini menurut 7aelan !1#"1. 1%,-1;1( mengandung< "( linguistic mistake !kesalahan linguistik( atau dapat pula dikatakan kesalahan terminologi< 1( ungkapan tersebut tidak menga u pada realitas empiris sebagaimana terkandung dalam ungkapan bahasa) melainkan menga u pada suatu pengertian atau ide) Gberbangsa dan bernegaraJ itu dianalogikan bangunan besar !gedung yang besar(< &( kesalahan kategori !categor" mistake() karena se ara epistemologis kategori pengetahuan Pan asila) :ndang:ndang Dasar ",%;) 5egara 7esatuan 8epublik 4ndonesia dan 2hinneka =unggal 4ka bukanlah merupakan kategori yang sama. 7etidaksamaan itu berkaitan dengan realitas atau hakikat pengetahuannya) wujud pengetahuan) kebenaran pengetahuannya serta koherensi pengetahuannya. Selain =*P 'P8 dan berbagai akti>itas untuk mensosialisasikan kembali Pan asila dalam kehidupan bermasyarakat) berbangsa dan bernegara. Se ara tegas :ndang-:ndang 8epublik 4ndonesia 5omor "1 tahun 1#"" tentang Pembentukan Peraturan Perundang-:ndangan menyebutkan dalam penjelasan Pasal 1 bahwa. Penempatan Pan asila sebagai sumber dari segala sumber hukum negara adalah sesuai

21

dengan Pembukaan :ndang-:ndang Dasar 5egara 8epublik 4ndonesia =ahun ",%; alinea keempat yaitu 7etuhanan Yang 'aha ?sa) 7emanusiaan yang adil dan beradab) Persatuan 4ndonesia) 7erakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam PermusyawaratanFPerwakilan) dan 7eadilan sosial bagi seluruh rakyat 4ndonesia. 'enempatkan Pan asila sebagai dasar dan ideologi negara serta sekaligus dasar filosofis negara sehingga setiap materi muatan Peraturan Perundang-undangan tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pan asila. 3al tersebut berkorelasi bahwa :ndang-:ndang ini penekanannya pada kedudukan Pan asila sebagai dasar negara. Sudah barang tentu hal tersebut tidak ukup. Pan asila dalam kedudukannya sebagai pandangan hidup bangsa perlu dihayati dan diamalkan oleh seluruh komponen bangsa. 7esadaran ini mulai tumbuh kembali) sehingga ukup banyak lembaga pemerintah di pusat yang melakukan kegiatan pengkajian sosialisasi nilai-nilai Pan asila. Salah satu kebijakan nasional yang sejalan dengan semangat melestarikan Pan asila di kalangan mahasiswa adalah Pasal &; :ndang-:ndang 5omor "1 tahun 1#"1 tentang Pendidikan =inggi yang menyatakan bahwa 7urikulum Pendidikan =inggi wajib memuat mata kuliah *gama) Pan asila) 7ewarganegaraan dan 2ahasa 4ndonesia. 'akna penting dari kajian historis Pan asila ini ialah untuk menjaga eksistensi 5egara 7esatuan 8epublik 4ndonesia. 7arena itu seluruh komponen bangsa harus se ara imperatif kategoris menghayati dan melaksanakan Pan asila baik sebagai Dasar 5egara maupun sebagai

22

Pandangan 3idup 2angsa) dengan berpedoman kepada nilai-nilai Pan asila dan Pembukaan ::D ",%; dan se ara konsisten menaati ketentuan-ketentuan dalam pasal-pasal ::D ",%;.K L
Da "ar Pus"aka

*bdulgani) 8oeslan) ",6,) Pengembangan Pancasila di %ndonesia, Yayasan 4dayu) +akarta. *li) *sJad Said) 1##,) Negara Pancasila &alan 'emaslahatan (erbangsa) Pustaka 0P&?S) +akarta. *nshari) ?ndang Saifuddin) ",-") Piagam &akarta )) &uni *+,- dan .ejarah 'onsensus Nasional antara Nasionalis %slam dan Nasionalis /.ekular0 tentang 1asar Negara 2epublik %ndonesia *+,--*+-+, Pustaka-Perpustakaan Salman 4=2) 2andung. 2adan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pan asila) ",,%) (ahan Penataran P-,, Pancasila3P-,) 2P-6 Pusat) +akarta. 2ahar) Safroedin) ",,;) 2isalah .idang (adan Pen"elidik 4saha-4saha Persiapan 'emerdekaan %ndonesia 5(P4P'%6, Panitia Persiapan 'emerdekaan %ndonesia 5PP'%6 )7 Mei *+,--)) 8gustus *+,-) Sekretariat 5egara 8epublik 4ndonesia) +akarta. Darmodihardjo) D) ",6-) 9rientasi .ingkat Pancasila) P=. /ita 7arya) +akarta. Darmodihardjo) D dkk.) ",,") .antiaji Pancasila ?disi 8e>isi) :saha 5asional) Surabaya. Dodo) Surono dan ?ndah !ed.() 1#"#) 'onsistensi Nilai-Nilai Pancasila dalam 441 *+,- dan %mplementasin"a, PSP-Press) Yogyakarta. 3idayat) *rief) 1#"1) 5egara 3ukum Pan asila !Suatu 'odel 4deal Penyelenggaraan 5egara 3ukum) 'akalah pada 7ongres Pan asila 4I di :/' Yogyakarta tanggal &" 'ei- " +uni 1#"1.

23

4smaun) ",6-) injauan Pancasila: 1asar !ilsafat Negara 2epublik %ndonesia, Carya 8emadja) 2andung. 7aelan) 1###) Pendidikan Pancasila) Paradigma) Yogyakarta. MMMMM) 1#"1) Problem #pistemologis #mpat Pilar (erbangsa dan (ernegara) Paradigma) Yogyakarta. 0atif) Yudi) 1#"") Negara Paripurna: Historisitas, 2asionalitas dan 8ktualitas Pancasila) P= /ramedia Pustaka :tama) +akarta. 'D) 'oh. 'ahfud) 1#"") 4mplementasi 5ilai-nilai Pan asila dalam 'enegakkan 7onstitusionalitas 4ndonesia) 'akalah pada Sarasehan 5asional 1#"" di :ni>ersitas /ajah 'ada Yogyakarta tanggal 1-& 'ei 1#"". 5otosusanto) 5ugroho) ",-") Proses Perumusan Pancasila 1asar Negara) P5 2alai Pustaka) +akarta. Setiardja) *. /unawan) ",,%) !ilsafat Pancasila (agian %%: Moral Pancasila) :ni>ersitas Diponegoro) Semarang. Soekarno) ",-,) Pancasila dan Perdamaian 1unia) CI 3aji 'asagung) +akarta. Suwarno) ",,&) Pancasila (uda"a (angsa %ndonesia) 7anisius) Yogyakarta. Yamin) 'uhammad) ",;%) Proklamasi dan 'onstitusi 2epublik %ndonesia, Djambatan) +akartaF*msterdam.

PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA Dasar negara 4ndonesia) dalam pengertian historisnya merupakan hasil pergumulan pemikiran para pendiri negara ! he !ounding !athers( untuk menemukan landasan atau pijakan yang kokoh untuk di atasnya didirikan negara 4ndonesia merdeka. 9alaupun rumusan dasar negara itu baru mengemuka pada masa persidangan 2adan Penyelidik :saha-:saha Persiapan 7emerdekaan 4ndonesia !2P:P74() namun bahan-bahannya telah dipersiapkan sejak awal pergerakan kebangsaan 4ndonesia. 0atif !1##1. ;( menyebutkan bahwa setidaknya sejak dekade ",1#-an pelbagai kreati>itas intelektual mulai digagas sebagai usaha mensintesiskan aneka ideologi dan gugus pergerakan dalam rangka membentuk blok historis !blok nasional( bersama demi men apai kemerdekaan. 2P:P74 yang selanjutnya disebut dalam bahasa +epang sebagai 1okuritsu ;"unbi "oosakai !2adan Persiapan :saha-usaha Persiapan 7emerdekaan( dibentuk pada 1, *pril ",%; sebagai realisasi janji kemerdekaan 4ndonesia pada 1% *gustus ",%; dari pemerintah +epang. *nggota 2P:P74 berjumlah $& orang) termasuk Dr. 78=. 8adjiman 9edyodiningrat sebagai ketua) 4tibangase Yosio !anggota luar biasa yang berkebangsaan +epang( dan 8. Pandji Soeroso !merangkap =ata :saha( masing-masing sebagai wakil ketua Pembi araan mengenai rumusan dasar negara 4ndonesia melalui sidang-sidang 2P:P74 berlangsung dalam dua babak) yaitu. pertama) mulai 1, 'ei sampai " +uni ",%;< dan kedua) mulai "# +uli sampai "6 +uli ",%;. Pergumulan pemikiran dalam sejarah perumusan dasar negara 4ndonesia bermula dari permintaan Dr. 78=. 8adjiman 9edyodiningrat) selaku 7etua 2P:P74 pada 1,
2=

2<

'ei ",%; kepada anggota sidang untuk mengemukakan dasar !negara( 4ndonesia merdeka. :ntuk merespon permintaan 7etua 2P:P74) maka dalam masa sidang pertama) yaitu 1, 'ei sampai " +uni ",%;) 'uhammad Yamin dan Soekarno mengajukan usul berhubungan dengan dasar negara. Soepomo juga menyampaikan pandangannya dalam masa sidang ini namun hal yang dibi arakan terkait aliran atau paham kenegaraan) bukan mengenai dasar negara Dalam pidato " +uni ",%;) Soekarno menyebut dasar negara dengan menggunakan bahasa 2elanda) philosophische grondslag bagi 4ndonesia merdeka. Philosophische grondslag itulah fundamen) filsafat) pikiran yang sedalam-dalamnya) jiwa) hasrat yang sedalamdalamnya untuk di atasnya didirikan gedung 4ndonesia merdeka. Soekarno juga menyebut dasar negara dengan istilah GweltanschauungJ atau pandangan hidup !Saafroedin 2ahar) *nanda 2. 7usuma) dan 5annie 3udawati !peny.() ",,;. $&) $,) -") dan 8'. *.2. 7usuma) 1##%. ""6) "1") "1--"1,(. Susunan nilai atau prinsip yang menjadi fundamen atau dasar negara pada masa sidang pertama 2P:P74 tersebut berbeda-beda. :sul Soekarno mengenai dasar negara yang disampaikan dalam pidato " +uni ",%; terdiri atas lima dasar. 'enurut 4smaun) sebagaimana dikutip oleh 2akry !1#"#. &"() setelah mendapatkan masukan dari seorang ahli bahasa) yaitu 'uhammad Yamin yang pada waktu persidangan duduk di samping Soekarno) lima dasar tersebut dinamakan oleh Soekarno sebagai GPan asilaJ. :ntuk menampung usulan-usulan yang bersifat perorangan) dibentuklah panitia ke il yang diketuai oleh Soekarno dan dikenal sebagai GPanitia SembilanJ. Dari rumusan usulan-usulan itu) Panitia Sembilan berhasil merumuskan 8an angan 'ukadimah !Pembukaan( 3ukum

2;

Dasar yang dinamakan GPiagam +akartaJ atau &akarta <harter oleh 'uhammad Yamin pada 11 +uni ",%; 8umusan dasar negara yang se ara sistematik ter antum dalam alinea keempat) bagian terakhir pada ran angan 'ukadimah tersebut adalah sebagai berikut. "( 7etuhanan dengan kewajiban menjalankan syariJat 4slam bagi pemeluk-pemeluknya 1( 7emanusiaan yang adil dan beradab &( Persatuan 4ndonesia %( 7erakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan ;( 7eadilan sosial bagi seluruh rakyat 4ndonesia Sidang 2P:P74 kedua) yaitu "# +uli sampai "6 +uli ",%; merupakan masa penentuan dasar negara 4ndonesia merdeka. Selain menerima Piagam +akarta sebagai hasil rumusan Panitia Sembilan) dalam masa sidang 2P:P74 kedua juga dibentuk panitia-panitia 3ukum Dasar yang dikelompokkan menjadi tiga kelompok Panitia Peran ang 3ukum Dasar. Sidang lengkap 2P:P74 pada "% +uli ",%; mengesahkan naskah rumusan Panitia Sembilan berupa Piagam +akarta sebagai 8an angan 'ukadimah 3ukum Dasar !8'3D( dan menerima seluruh 8an angan 3ukum Dasar !83D( pada hari berikutnya) yaitu "$ *gustus ",%; yang sudah selesai dirumuskan dan di dalamnya termuat Piagam +akarta sebagai 'ukadimah. Setelah sidang 2P:P74 berakhir pada "6 +uli ",%;) maka pada , *gustus ",%; badan tersebut dibubarkan oleh pemerintah +epang dan dibentuklah Panitia Persiapan 7emerdekaan atau dalam bahasa +epang disebut 1okuritsu ;"unbi %nkai yang kemudian dikenal sebagai GPanitia Persiapan 7emerdekaan 4ndonesia !PP74( dengan mengangkat Soekarno sebagai ketua dan 'oh. 3atta

28

sebagai wakil ketua. Panitia ini memiliki peranan yang sangat penting bagi pengesahan dasar negara dan berdirinya negara 4ndonesia yang merdeka. Panitia yang semula dikenal sebagai G2uatan +epangJ untuk menerima hadiah kemerdekaan dari +epang tersebut) setelah takluknya +epang di bawah tentara Sekutu pada "% *gustus ",%; dan proklamasi kemerdekaan negara 4ndonesia) berubah sifat menjadi G2adan 5asionalJ 4ndonesia yang merupakan jelmaan seluruh bangsa 4ndonesia. Dalam sidang pertama PP74) yaitu pada "- *gustus ",%;) berhasil disahkan :ndang-:ndang Dasar 5egara 8epublik 4ndonesia !::D 584( yang disertai dengan Pembukaan :ndang-:ndang Dasar 5egara 8epublik 4ndonesia. Sebelum pengesahan) terlebih dahulu dilakukan perubahan atas Piagam +akarta atau 8an angan 'ukadimah 3ukum Dasar !8'3D( dan 8an angan 3ukum Dasar !83D(. Pengesahan dan penetapan setelah dilakukan perubahan atas Piagam +akarta tersebut tetap men antumkan lima dasar yang diberi nama Pan asila. *tas prakarsa 'oh) 3atta) sila G7etuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat 4slam bagi pemeluk-pemeluknyaJ) dalam Piagam +akarta sebagai Pembukaan :ndang-:ndang Dasar 5egara 8epublik 4ndonesia tersebut diubah menjadi G7etuhanan Yang 'aha ?saJ. Dengan demikian) Pan asila menurut Pembukaan ::D ",%; adalah sebagai berikut. "( 7etuhanan Yang 'aha ?sa 1( 7emanusiaan yang adil dan beradab &( Persatuan 4ndonesia %( 7erakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratanFperwakilan ;( 7eadilan sosial bagi seluruh rakyat 4ndonesia

2>

Pan asila sebagai dasar negara 4ndonesia sesuai dengan jiwa bangsa 4ndonesia) sebagaimana dikatakan oleh Soekarno !",$#. %1( bahwa dalam mengadakan negara 4ndonesia merdeka itu /harus dapat meletakkan negara itu atas suatu meja statis "ang dapat mempersatukan segenap elemen di dalam bangsa itu, tetapi juga harus mempun"ai tuntunan dinamis ke arah mana kita gerakkan rak"at, bangsa dan negara ini$0 Selanjutnya Soekarno menegaskan dengan berkata) /.a"a beri uraian itu tadi agar saudarasaudara mengerti bahwa bagi 2epublik %ndonesia, kita memerlukan satu dasar "ang bisa menjadi dasar statis dan "ang bisa menjadi leitstar dinamis$ =eitstar adalah istilah dari bahasa +erman yang berarti Gbintang pimpinanJ. 0ebih lanjut) Soekarno mengatakan) /'alau kita mencari satu dasar "ang statis "ang dapat mengumpulkan semua, dan jikalau kita mencari suatu leitstar dinamis "ang dapat menjadi arah perjalanan, kita harus menggali sedalamdalamn"a di dalam jiwa mas"arakat kita sendiri>'alau kita mau memasukkan elemen-elemen "ang tidak ada di dalam jiwa %ndonesia, tidak mungkin dijadikan dasar untuk duduk di atasn"a$0 A. Hu#un$an Pancasila den$an Pem#ukaan %ndan$& %ndan$ Dasar Ne$ara Re'u#lik Ind!nesia (%%D NRI) *a+un ,-./ 2erdasarkan ajaran .tuffen theor" dari 3ans 7elsen) menurut *bdullah !",-%. 6"() hubungan Pan asila dengan Pembukaan ::D 584 =ahun ",%;dapat digambarkan sebagai berikut.

2:

/ambar yang berbentuk piramidal di atas menunjukkan Pan asila sebagai suatu ita- ita hukum yang berada di pun ak segi tiga. Pan asila menjiwai seluruh bidang kehidupan bangsa 4ndonesia. Dengan kata lain) gambar piramidal tersebut mengandung pengertian bahwa Pan asila adalah erminan dari jiwa dan ita- ita hukum bangsa 4ndonesia. Pan asila sebagai erminan dari jiwa dan ita- ita hukum bangsa 4ndonesia tersebut merupakan norma dasar dalam penyelenggaraan bernegara dan yang menjadi sumber dari segala sumber hukum sekaligus sebagai ita hukum !recht-idee() baik tertulis maupun tidak tertulis di 4ndonesia. Cita hukum inilah yang mengarahkan hukum pada ita- ita bersama bangsa 4ndonesia. Cita- ita ini se ara langsung merupakan erminan kesamaan-kesamaan kepentingan di antara sesama warga bangsa. Dalam pengertian yang bersifat yuridis kenegaraan) Pan asila yang berfungsi sebagai dasar negara ter antum dalam *linea 7eempat Pembukaan ::D 584 =ahun ",%;) yang dengan jelas menyatakan) ...maka disusunlah 7emerdekaan 7ebangsaan 4ndonesia itu dalam suatu

30

:ndang-:ndang Dasar 5egara 4ndonesia) yang terbentuk dalam suatu susunan 5egara 4ndonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada 7etuhanan Yang 'aha ?sa) 7emanusiaan yang adil beradab) Persatuan 4ndonesia) dan 7erakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratanFperwakilan) serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat 4ndonesia. Sesuai dengan tempat keberadaan Pan asila yaitu pada Pembukaan ::D 584 =ahun ",%;) maka fungsi pokok Pan asila sebagai dasar negara pada hakikatnya adalah sumber dari segala sumber hukum atau sumber tertib hukum di 4ndonesia) sebagaimana tertuang dalam 7etetapan 'P8S 5o. HHF'P8SF",$$ !+o. 7etetapan 'P8 5o.4HF'P8F",6-(. 3al ini mengandung konsekuensi yuridis) yaitu bahwa seluruh peraturan perundangundangan 8epublik 4ndonesia !7etetapan 'P8) :ndangundang) Peraturan Pemerintah) 7eputusan Presiden dan Peraturan-peraturan Pelaksanaan lainnya yang dikeluarkan oleh negara dan pemerintah 8epublik 4ndonesia( harus sejiwa dan sejalan dengan Pan asila. Dengan kata lain) isi dan tujuan Peraturan Perundang-undangan 84 tidak boleh menyimpang dari jiwa Pan asila. 2erdasarkan penjelasan di atas) hubungan Pan asila dengan Pembukaan ::D 584 tahun ",%; dapat dipahami sebagai hubungan yang bersifat formal dan material. 3ubungan se ara formal) seperti dijelaskan oleh 7aelan !1###. ,#-,"() menunjuk pada ter antumnya Pan asila se ara formal di dalam Pembukaan yang mengandung pengertian bahwa tata kehidupan bernegara tidak hanya bertopang pada asas sosial) ekonomi) politik) akan tetapi dalam perpaduannya dengan keseluruhan asas yang melekat padanya) yaitu perpaduan asas-asas kultural)

31

religius dan asas-asas kenegaraan yang unsur-unsurnya terdapat dalam Pan asila. Dalam hubungan yang bersifat formal antara Pan asila dengan Pembukaan ::D 584 tahun ",%; dapat ditegaskan bahwa rumusan Pan asila sebagai dasar 5egara 8epublik 4ndonesia adalah sebagaimana ter antum dalam Pembukaan ::D 584 tahun ",%; alinea keempat. 'enurut 7aelan !1###. ,"() Pembukaan ::D 584 tahun ",%; merupakan Pokok 7aidah 5egara yang Cundamental sehingga terhadap tertib hukum 4ndonesia mempunyai dua ma am kedudukan) yaitu. "( sebagai dasarnya) karena Pembukaan itulah yang memberikan faktor-faktor mutlak bagi adanya tertib hukum 4ndonesia< 1( memasukkan dirinya di dalam tertib hukum tersebut sebagai tertib hukum tertinggi. Pembukaan yang berintikan Pan asila merupakan sumber bagi batang tubuh ::D 584 tahun ",%;. 3al ini disebabkan karena kedudukan hukum Pembukaan berbeda dengan pasal-pasal atau batang tubuh ::D 584 tahun ",%;) yaitu bahwa selain sebagai 'ukadimah) Pembukaan ::D 584 tahun ",%; mempunyai kedudukan atau eksistensi sendiri. *kibat hukum dari kedudukan Pembukaan ini adalah memperkuat kedudukan Pan asila sebagai norma dasar hukum tertinggi yang tidak dapat diubah dengan jalan hukum dan melekat pada kelangsungan hidup 5egara 8epublik 4ndonesia. 0ebih lanjut) 7aelan !1###. ,"-,1( menyatakan bahwa Pan asila adalah substansi esensial yang mendapatkan kedudukan formal yuridis dalam Pembukaan ::D 584 tahun ",%;. Dleh karena itu) rumusan dan yuridiksi Pan asila sebagai dasar negara adalah sebagaimana terdapat dalam Pembukaan ::D 584 tahun ",%;. Perumusan Pan asila yang menyimpang dari

32

Pembukaan se ara jelas merupakan perubahan se ara tidak sah atas Pembukaan ::D 584 tahun ",%;. *dapun hubungan Pan asila dengan Pembukaan ::D 584 tahun ",%; se ara material adalah menunjuk pada materi pokok atau isi Pembukaan yang tidak lain adalah Pan asila. Dleh karena kandungan material Pembukaan ::D 584 tahun ",%; yang demikian itulah maka Pembukaan ::D 584 tahun ",%; dapat disebut sebagai Pokok 7aidah 5egara yang Cundamental) sebagaimana dinyatakan oleh 5otonagoro !tt.. %#() esensi atau inti sari Pokok 7aidah 5egara yang Cundamental se ara material tidak lain adalah Pan asila. 'enurut pandangan 7aelan !1###. ,1() bilamana proses perumusan Pan asila dan Pembukaan ditinjau kembali maka se ara kronologis materi yang dibahas oleh 2P:P74 yang pertama-tama adalah dasar filsafat Pan asila) baru kemudian Pembukaan. Setelah sidang pertama selesai) 2P:P74 membi arakan Dasar Cilsafat 5egara Pan asila dan berikutnya tersusunlah Piagam +akarta yang disusun oleh Panitia Sembilan yang merupakan wujud pertama Pembukaan ::D 584 tahun ",%;. Dalam tertib hukum 4ndonesia diadakan pembagian yang hirarkis. :ndang-:ndang Dasar bukanlah peraturan hukum yang tertinggi. Di atasnya masih ada dasar pokok bagi :ndang-:ndang Dasar) yaitu Pembukaan sebagai Pokok 7aidah 5egara yang Cundamental yang di dalamnya termuat materi Pan asila. 9alaupun :ndang-:ndang Dasar itu merupakan hukum dasar 5egara 4ndonesia yang tertulis atau konstitusi) namun kedudukannya bukanlah sebagai landasan hukum yang terpokok. 'enurut teori dan keadaan) sebagaimana ditunjukkan oleh 2akry !1#"#. 111() Pokok 7aidah 5egara yang Cundamental dapat tertulis dan juga tidak tertulis. Pokok 7aidah yang tertulis mengandung kelemahan) yaitu sebagai

33

hukum positif) dengan kekuasaan yang ada dapat diubah walaupun sebenarnya tidak sah. 9alaupun demikian) Pokok 7aidah yang tertulis juga memiliki kekuatan) yaitu memiliki formulasi yang tegas dan sebagai hukum positif mempunyai sifat imperatif yang dapat dipaksakan. Pokok 7aidah yang tertulis bagi negara 4ndonesia pada saat ini diharapkan tetap berupa Pembukaan ::D 584 tahun ",%;. Pembukaan ::D 584 tahun ",%; tidak dapat diubah karena menurut 2akry !1#"#. 111() fakta sejarah yang terjadi hanya satu kali tidak dapat diubah. Pembukaan ::D 584 tahun ",%; dapat juga tidak digunakan sebagai Pokok 7aidah tertulis yang dapat diubah oleh kekuasaan yang ada) sebagaimana perubahan ketatanegaraan yang pernah terjadi saat berlakunya 'ukadimah 7onstitusi 84S ",%, dan 'ukadimah ::DS ",;#. Sementara itu) Pokok 7aidah yang tidak tertulis memiliki kelemahan) yaitu karena tidak tertulis maka formulasinya tidak tertentu dan tidak jelas sehingga mudah tidak diketahui atau tidak diingat. 9alaupun demikian) Pokok 7aidah yang tidak tertulis juga memiliki kekuatan) yaitu tidak dapat diubah dan dihilangkan oleh kekuasaan karena bersifat imperatif moral dan terdapat dalam jiwa bangsa 4ndonesia !2akry) 1#"#. 11&(. Pokok 7aidah yang tidak tertulis men akup hukum =uhan) hukum kodrat) dan hukum etis. Pokok 7aidah yang tidak tertulis adalah fundamen moral negara) yaitu G7etuhanan Yang 'aha ?sa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. B. Pen0a#aran Pancasila dalam Ba"an$ *u#u+ %%D NRI *a+un ,-./ Pembukaan ::D 584 tahun ",%; mengandung pokok-pokok pikiran yang meliputi suasana kebatinan) itaita hukum dan ita- ita moral bangsa 4ndonesia. Pokok-

3=

pokok pikiran tersebut mengandung nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh bangsa 4ndonesia karena bersumber dari pandangan hidup dan dasar negara) yaitu Pan asila. Pokok-pokok pikiran yang bersumber dari Pan asila itulah yang dijabarkan ke dalam batang tubuh melalui pasal-pasal ::D 584 tahun ",%;. 3ubungan Pembukaan ::D 584 tahun ",%; yang memuat Pan asila dengan batang tubuh ::D 584 tahun ",%; bersifat kausal dan organis. 3ubungan kausal mengandung pengertian Pembukaan ::D 584 tahun ",%; merupakan penyebab keberadaan batang tubuh ::D 584 tahun ",%;) sedangkan hubungan organis berarti Pembukaan dan batang tubuh ::D 584 tahun ",%; merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Dengan dijabarkannya pokok-pokok pikiran Pembukaan ::D 584 tahun ",%; yang bersumber dari Pan asila ke dalam batang tubuh) maka Pan asila tidak saja merupakan suatu ita- ita hukum) tetapi telah menjadi hukum positif. Sesuai dengan Penjelasan ::D 584 tahun ",%;) Pembukaan mengandung empat pokok pikiran yang di iptakan dan dijelaskan dalam batang tubuh. 7eempat pokok pikiran tersebut adalah sebagai berikut. "( Pokok pikiran pertama berintikan GPersatuanJ) yaitu< negara melindungi segenap bangsa 4ndonesia dan seluruh tumpah darah 4ndonesia dengan berdasar atas persatuan dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat 4ndonesia. 1( Pokok pikiran kedua berintikan G7eadilan sosialJ) yaitu< negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. &( Pokok pikiran ketiga berintikan G7edaulatan rakyatJ) yaitu< negara yang berkedaulatan rakyat) berdasar atas kerakyatan dan permusyawaratan perwakilan.

3<

%( Pokok pikiran keempat berintikan G7etuhanan Yang 'aha ?saJ) yaitu< negara berdasar atas 7etuhanan Yang 'aha ?sa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradabJ. Pokok pikiran pertama menegaskan bahwa aliran pengertian negara persatuan diterima dalam Pembukaan ::D 584 tahun ",%;) yaitu negara yang melindungi bangsa 4ndonesia seluruhnya. 5egara) menurut pokok pikiran pertama ini) mengatasi paham golongan dan segala paham perorangan. Demikian pentingnya pokok pikiran ini maka persatuan merupakan dasar negara yang utama. Dleh karena itu) penyelenggara negara dan setiap warga negara wajib mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan golongan atau perorangan. Pokok pikiran kedua merupakan causa finalis dalam Pembukaan ::D 584 tahun ",%; yang menegaskan tujuan atau suatu ita- ita yang hendak di apai. 'elalui pokok pikiran ini) dapat ditentukan jalan dan aturan-aturan yang harus dilaksanakan dalam :ndang-:ndang Dasar sehingga tujuan atau ita- ita dapat di apai dengan berdasar kepada pokok pikiran pertama) yaitu persatuan. 3al ini menunjukkan bahwa pokok pikiran keadilan sosial merupakan tujuan negara yang didasarkan pada kesadaran bahwa manusia 4ndonesia mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk men iptakan keadilan sosial dalam kehidupan bermasyarakat) berbangsa dan bernegara. Pokok pikiran ketiga mengandung konsekuensi logis yang menunjukkan bahwa sistem negara yang terbentuk dalam :ndang-:ndang Dasar harus berdasar atas kedaulatan rakyat dan permusyawaratan perwakilan. 'enurut 2akry !1#"#. 1#,() aliran ini sesuai dengan sifat masyarakat 4ndonesia. 7edaulatan rakyat dalam pokok pikiran ini merupakan sistem negara yang menegaskan

3;

kedaulatan sebagai berada di tangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh 'ajelis Permusyawaratan 8akyat !'P8(. Pokok pikiran keempat menuntut konsekuensi logis) yaitu :ndang-:ndang Dasar harus mengandung isi yang mewajibkan pemerintah dan lain-lain penyelenggara negara untuk memelihara budi pekerti kemanusiaan yang luhur dan memegang teguh ita- ita moral rakyat yang luhur. Pokok pikiran ini juga mengandung pengertian taNwa terhadap =uhan Yang 'aha ?sa dan pokok pikiran kemanusiaan yang adil dan beradab sehingga mengandung maksud menjunjung tinggi hak asasi manusia yang luhur dan berbudi pekerti kemanusiaan yang luhur. Pokok pikiran keempat Pembukaan ::D 584 tahun ",%; merupakan asas moral bangsa dan negara !2akry) 1#"#. 1"#(. 'P8 84 telah melakukan amandemen ::D 584 tahun ",%; sebanyak empat kali yang se ara berturut-turut terjadi pada ", Dktober ",,,) "- *gustus 1###) , 5o>ember 1##") dan "# *gustus 1##1. 'enurut 8indjin !1#"1. 1%;-1%$() keseluruhan batang tubuh ::D 584 tahun ",%; yang telah mengalami amandemen dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian) yaitu. pertama, pasalpasal yang terkait aturan pemerintahan negara dan kelembagaan negara< kedua, pasal-pasal yang mengatur hubungan antara negara dan penduduknya yang meliputi warga negara) agama) pertahanan negara) pendidikan) dan kesejahteraan sosial< ketiga, pasal-pasal yang berisi materi lain berupa aturan mengenai bendera negara) bahasa negara) lambang negara) lagu kebangsaan) perubahan ::D) aturan peralihan) dan aturan tambahan 2erdasarkan hasil-hasil amandemen dan pengelompokan keseluruhan batang tubuh ::D 584 tahun ",%;) berikut disampaikan beberapa ontoh penjabaran

38

Pan asila ke dalam batang tubuh melalui pasal-pasal ::D 584 tahun ",%;. ". Sistem pemerintahan negara dan kelembagaan negara a. Pasal " ayat !&(. 5egara 4ndonesia adalah negara hukum. 5egara hukum yang dimaksud adalah negara yang menegakkan supremasi hukum untuk menegakkan kebenaran dan keadilan) dan tidak ada kekuasaan yang tidak dipertanggungjawabkan !akuntabel(. 2erdasarkan prinsip negara hukum) penyelenggara negara tidak saja bertindak sesuai dengan hukum tertulis dalam menjalankan tugas untuk menjaga ketertiban dan keamanan) namun juga bermuara pada upaya men apai kesejahteraan umum) ke erdasan kehidupan bangsa) dan perlindungan terhadap segenap bangsa 4ndonesia. b. Pasal & *yat !"(. 'ajelis Permusyawaratan 8akyat berwenang mengubah dan menetapkan :ndang:ndang Dasar< *yat !1(. 'ajelis Permusyawaratan 8akyat melantik Presiden danFatau 9akil Presiden< *yat !&(. 'ajelis Permusyawaratan 8akyat hanya dapat memberhentikan Presiden danFatau 9akil Presiden dalam masa jabatannya menurut :ndang:ndang Dasar. 9ewenang atau kekuasaan 'ajelis Permusyawaratan 8akyat !'P8() sebagaimana disebutkan pada Pasal & ayat !"() !1() dan !&( di atas menunjukkan se ara jelas bahwa 'P8 bukan merupakan penjelmaan seluruh rakyat 4ndonesia dan lembaga negara tertinggi. 7etentuan yang terkait dengan wewenang atau kekuasaan 'P8 tersebut juga menunjukkan bahwa dalam ketatanegaraan 4ndonesia

3>

dianut sistem horiBontal-fungsional dengan prinsip saling mengimbangi dan saling mengawasi antarlembaga negara. 1. 3ubungan antara negara dan penduduknya yang meliputi warga negara) agama) pertahanan negara) pendidikan) dan kesejahteraan sosial. a. Pasal 1$ *yat !1(. Penduduk ialah warga negara 4ndonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di 4ndonesia. Drang asing yang menetap di wilayah 4ndonesia mempunyai status hukum sebagai penduduk 4ndonesia. Sebagai penduduk) maka pada diri orang asing itu melekat hak dan kewajiban sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku !berdasarkan prinsip yuridiksi teritorial( sekaligus tidak boleh bertentangan dengan ketentuan hukum internasional yang berlaku umum !general international law(. b. Pasal 16 *yat !&(. Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Pasal 16 ayat !&( tersebut bermaksud untuk memperteguh konsep yang dianut bangsa dan negara 4ndonesia di bidang pembelaan negara) yaitu bahwa upaya pembelaan negara bukan monopoli =54) namun juga merupakan hak sekaligus kewajiban setiap warga negara. . Pasal 1, *yat !1(. 5egara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan keper ayaannya itu. Pasal 1, ayat !1( tersebut menunjukkan bahwa negara menjamin salah satu hak manusia yang paling

3:

asasi) yaitu kebebasan beragama. 7ebebasan beragama bukanlah pemberian negara atau golongan tetapi bersumber pada martabat manusia sebagai iptaan =uhan. d. Pasal &" *yat !1(. Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya< *yat !&(. Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional) yang meningkatkan keimanan dan ketaNwaan serta akhlak mulia dalam rangka men erdaskan kehidupan bangsa) yang diatur dengan undang-undang. 2erdasarkan ketentuan tersebut) pendidikan dasar menjadi wajib dan bagi siapa pun yang tidak melaksanakan kewajibannya akan dikenakan sanksi. Sementara itu) pemerintah wajib membiayai kewajiban setiap warga negara dalam mendapatkan pendidikan dasar. 3al ini menunjukkan bahwa setiap warga negara mempunyai pendidikan minimum yang memungkinkannya untuk berpartisipasi dalam proses pen erdasan kehidupan bangsa. 7etentuan ini juga mengakomodasi nilai-nilai dan pandangan hidup bangsa 4ndonesia sebagai bangsa yang religius dan tujuan sistem pendidikan nasional) yaitu untuk men erdaskan kehidupan bangsa. e. Pasal && *yat !"(. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. *sas kekeluargaan dan prinsip perekonomian nasional dimaksudkan sebagai rambu-rambu yang sangat penting dalam upaya mewujudkan demokrasi ekonomi di 4ndonesia. Dasar pertimbangan kepentingannya tiada lain adalah seluruh sumber

=0

daya ekonomi nasional digunakan sebaik-baiknya sesuai dengan paham demokrasi ekonomi yang mendatangkan manfaat optimal bagi seluruh warga negara dan penduduk 4ndonesia. f. Pasal &% *yat !1(. 5egara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan. Dari ketentuan pasal &% ayat !1( tersebut dapat diperoleh pengertian bahwa sistem jaminan sosial merupakan bagian upaya mewujudkan 4ndonesia sebagai negara kesejahteraan !welfare state( sehingga rakyat dapat hidup sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan. &. 'ateri lain berupa aturan bendera negara) bahasa negara) lambang negara) dan lagu kebangsaan a. Pasal &; 2endera 5egara 4ndonesia ialah Sang 'erah Putih. b. Pasal &$ 2ahasa 5egara ialah 2ahasa 4ndonesia. . Pasal &$* 0ambang 5egara ialah /aruda Pan asila dengan semboyan 2hinneka =unggal 4ka. d. Pasal &$2 0agu kebangsaan adalah 4ndonesia 8aya. 2endera) bahasa) lambang) dan lagu kebangsaan merupakan simbol yang mempersatukan seluruh bangsa 4ndonesia di tengah perubahan dunia yang tidak jarang berpotensi mengan am keutuhan dan kebersamaan sebuah negara dan bangsa) tak terke uali bangsa dan negara 4ndonesia !'P8 84) 1#"". "-6(. Dalam pengertian yang simbolik itu) bendera) bahasa) lambang) dan lagu kebangsaan

=1

memiliki makna penting untuk menunjukkan identitas dan kedaulatan negara dan bangsa 4ndonesia dalam pergaulan internasional. C. Im'lemen"asi Pancasila Dalam Pem#ua"an Ke#i0akan Ne$ara Dalam Bidan$ P!li"ik1 Ek!n!mi1 S!sial Buda2a Dan Hankam Pokok-pokok pikiran persatuan) keadilan sosial) kedaulatan rakyat) dan 7etuhanan Yang 'aha ?sa yang terkandung dalam Pembukaan ::D 584 tahun ",%; merupakan pan aran dari Pan asila. ?mpat pokok pikiran tersebut mewujudkan ita- ita hukum yang menguasai hukum dasar negara) yaitu :ndang-:ndang Dasar 5egara 8epublik 4ndonesia tahun ",%;. Penjabaran keempat pokok pikiran Pembukaan ke dalam pasal-pasal ::D 584 tahun ",%; men akup empat aspek kehidupan bernegara) yaitu. politik) ekonomi) sosial budaya) dan pertahanan keamanan yang disingkat menjadi PD0?7SDS2:D 3*57*'. *spek politik dituangkan dalam pasal 1$) pasal 16 ayat !"() dan pasal 1-. *spek ekonomi dituangkan dalam pasal 16 ayat !1() pasal &&) dan pasal &%. *spek sosial budaya dituangkan dalam pasal 1,) pasal &") dan pasal &1. *spek pertahanan keamanan dituangkan dalam pasal 16 ayat !&( dan pasal &# !2akry) 1#"#. 16$(. Pasal 1$ ayat !"( dengan tegas mengatur siapa-siapa saja yang dapat menjadi warga negara 8epublik 4ndonesia. Selain orang berkebangsaan 4ndonesia asli) orang berkebangsaan lain yang bertempat tinggal di 4ndonesia) mengakui 4ndonesia sebagai tanah airnya dan bersikap setia kepada 5egara 8epublik 4ndonesia yang disahkan oleh undang-undang sebagai warga negara dapat juga menjadi warga negara 8epublik 4ndonesia. Pasal 1$ ayat !1( menyatakan bahwa penduduk ialah warga negara 4ndonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di

=2

4ndonesia. *dapun pada pasal 1, ayat !&( dinyatakan bahwa syarat-syarat menjadi warga negara dan penduduk 4ndonesia diatur dengan undang-undang. Pasal 16 ayat !"( menyatakan kesamaan kedudukan warga negara di dalam hukum dan pemerintahan dengan tidak ada ke ualinya. 7etentuan ini menunjukkan adanya keseimbangan antara hak dan kewajiban) dan tidak ada diskriminasi di antara warga negara baik mengenai haknya maupun mengenai kewajibannya. Pasal 1- menetapkan hak warga negara dan penduduk untuk berserikat dan berkumpul) mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya) yang diatur dengan undang-undang. Dalam ketentuan ini) ditetapkan adanya tiga hak warga negara dan penduduk yang digabungkan menjadi satu) yaitu. hak kebebasan berserikat) hak kebebasan berkumpul) dan hak kebebasan untuk berpendapat. Pasal 1$) 16 ayat !"() dan 1- di atas adalah penjabaran dari pokok-pokok pikiran kedaulatan rakyat dan kemanusiaan yang adil dan beradab yang masingmasing merupakan pan aran dari sila keempat dan kedua Pan asila. 7edua pokok pikiran ini adalah landasan bagi kehidupan nasional bidang politik di negara 8epublik 4ndonesia. 2erdasarkan penjabaran kedua pokok pikiran tersebut) maka pembuatan kebijakan negara dalam bidang politik harus berdasar pada manusia yang merupakan subjek pendukung Pan asila) sebagaimana dikatakan oleh 5otonagoro !",6;. 1&( bahwa yang berketuhanan) berkemanusiaan) berpersatuan) berkerakyatan) dan berkeadilan adalah manusia. 'anusia adalah subjek negara dan oleh karena itu politik negara harus berdasar dan merealisasikan harkat dan martabat manusia di dalamnya.

=3

3al ini dimaksudkan agar sistem politik negara dapat menjamin hak-hak asasi manusia. Dengan kata lain) pembuatan kebijakan negara dalam bidang politik di 4ndonesia harus memperhatikan rakyat yang merupakan pemegang kekuasaan atau kedaulatan berada di tangan rakyat. 8akyat merupakan asal mula kekuasaan dan oleh karena itu) politik 4ndonesia yang dijalankan adalah politik yang bersumber dari rakyat) bukan dari kekuasaan perseorangan atau kelompok dan golongan) sebagaimana ditunjukkan oleh 7aelan !1###. 1&-( bahwa sistem politik di 4ndonesia bersumber pada penjelmaan hakikat manusia sebagai makhluk indi>idu dan makhluk sosial dalam wujud dan kedudukannya sebagai rakyat. Selain itu) sistem politik yang dikembangkan adalah sistem yang memperhatikan Pan asila sebagai dasar-dasar moral politik. Dalam hal ini) kebijakan negara dalam bidang politik harus mewujudkan budi pekerti kemanusiaan dan memegang teguh ita- ita moral rakyat yang luhur untuk men apai keadilan sosial bagi seluruh rakyat 4ndonesia. Pasal 16 ayat !1( menyatakan bahwa tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. 7etentuan ini meman arkan asas kesejahteraan atau asas keadilan sosial dan kerakyatan yang merupakan hak asasi manusia atas penghidupan yang layak. Pasal && ayat !"( menyatakan perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan) sedangkan pada ayat !1( ditetapkan bahwa abang- abang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara) dan pada ayat !&( ditegaskan bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran

==

rakyat. *yat !"( pada pasal ini menunjukkan adanya hak asasi manusia atas usaha perekonomian) sedangkan ayat !1( menetapkan adanya hak asasi manusia atas kesejahteraan sosial. Selanjutnya pada pasal && ayat !%( ditetapkan bahwa perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan) efisiensi berkeadilan) berkelanjutan) berwawasan lingkungan) kemandirian) serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional. Sesuai dengan pernyataan ayat !;( pasal ini) maka pelaksanaan seluruh ayat dalam pasal && diatur dalam undang-undang. Pasal &% ayat !"( mengatur bahwa fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara. Selanjutnya pada ayat !1( dinyatakan negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan. 7etentuan dalam ayat !1( ini menegaskan adanya hak asasi manusia atas jaminan sosial. *dapun pada pasal &% ayat !%( ditetapkan bahwa negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak. Pelaksanaan mengenai isi pasal ini) selanjutnya diatur dalam undang-undang) sebagaimana dinyatakan pada ayat !;( pasal &% ini. Pasal 16 ayat !1() pasal &&) dan pasal &% di atas adalah penjabaran dari pokok-pokok pikiran kedaulatan rakyat dan keadilan sosial yang masing-masing merupakan pan aran dari sila keempat dan kelima Pan asila. 7edua pokok pikiran ini adalah landasan bagi pembangunan sistem ekonomi Pan asila dan kehidupan ekonomi nasional.

=<

2erdasarkan penjabaran pokok-pokok pikiran tersebut) maka pembuatan kebijakan negara dalam bidang ekonomi di 4ndonesia dimaksudkan untuk men iptakan sistem perekonomian yang bertumpu pada kepentingan rakyat dan berkeadilan. Salah satu pemikiran yang sesuai dengan maksud ini adalah gagasan ekonomi kerakyatan yang dilontarkan oleh 'ubyarto) sebagaimana dikutip oleh 7aelan !1###. 1&,() yaitu pengembangan ekonomi bukan hanya mengejar pertumbuhan) melainkan demi kemanusiaan) demi kesejahteraan seluruh bangsa. Dengan kata lain) pengembangan ekonomi tidak bisa dipisahkan dengan nilai-nilai moral kemanusiaan. Dengan demikian) sistem perekonomian yang berdasar pada Pan asila dan yang hendak dikembangkan dalam pembuatan kebijakan negara bidang ekonomi di 4ndonesia harus terhindar dari sistem persaingan bebas) monopoli dan lainnya yang berpotensi menimbulkan penderitaan rakyat dan penindasan terhadap sesama manusia. Sebaliknya) sistem perekonomian yang dapat dianggap paling sesuai dengan upaya mengimplementasikan Pan asila dalam bidang ekonomi adalah sistem ekonomi kerakyatan) yaitu sistem ekonomi yang bertujuan untuk men apai kesejahteraan rakyat se ara luas. Pasal 1, ayat !"( menyatakan negara berdasar atas 7etuhanan Yang 'aha ?sa. 'enurut Penjelasan :ndang:ndang Dasar) ayat !"( pasal 1, ini menegaskan keper ayaan bangsa 4ndonesia terhadap =uhan Yang 'aha ?sa. *dapun dalam pasal 1, ayat !1( ditetapkan bahwa negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadat menurut agamanya dan keper ayaannya itu. 7etentuan ini jelas merupakan pernyataan tegas tentang hak asasi manusia atas kemerdekaan beragama.

=;

Pasal &" ayat !"( menetapkan setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. 7etentuan ini menegaskan bahwa mendapat pendidikan adalah hak asasi manusia. Selanjutnya pada ayat !1( pasal ini dikemukakan bahwa setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar) dan pemerintah wajib membiayainya. Dari ayat !1( pasal ini diperoleh pemahaman bahwa untuk mengikuti pendidikan dasar merupakan kewajiban asasi manusia. Sebagai upaya memenuhi kewajiban asasi manusia itu) maka dalam ayat !&( pasal ini diatur bahwa pemerintah wajib mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaNwaan serta akhlak mulia dalam rangka men erdaskan kehidupan bangsa) yang diatur dalam undang-undang. Demikian pula) dalam rangka men erdaskan kehidupan bangsa) maka dalam ayat !%( pasal &" ini ditetapkan bahwa negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 1#O !dua puluh persen( dari *P25 !*nggaran Pendapatan dan 2elanja 5egara( serta dari *P2D !*nggaran Pendapatan dan 2elanja Daerah( untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. Dalam pasal &" ayat !;( ditetapkan pula bahwa pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilainilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Pasal &1 ayat !"( menyatakan negara memajukan kebudayaan nasional 4ndonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya. 7etentuan menegaskan mengembangkan nilai-nilai budaya merupakan hak asasi manusia. Selanjutnya) ayat !1( pasal &1 menyatakan negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional.

=8

Pasal 1,) pasal &") dan pasal &1 di atas adalah penjabaran dari pokok-pokok pikiran 7etuhanan Yang 'aha ?sa) kemanusiaan yang adil dan beradab) dan persatuan yang masing-masing merupakan pan aran dari sila pertama) kedua) dan ketiga Pan asila. 7etiga pokok pikiran ini adalah landasan bagi pembangunan bidang kehidupan keagamaan) pendidikan) dan kebudayaan nasional. 2erdasarkan penjabaran pokok-pokok pikiran tersebut) maka implementasi Pan asila dalam pembuatan kebijakan negara dalam bidang sosial budaya mengandung pengertian bahwa nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat 4ndonesia harus diwujudkan dalam proses pembangunan masyarakat dan kebudayaan di 4ndonesia. 'enurut 7oentowijoyo) sebagaimana dikutip oleh 7aelan !1###. 1%#() sebagai kerangka kesadaran) Pan asila dapat merupakan dorongan untuk. "( uni>ersalisasi) yaitu melepaskan simbol-simbol dari keterkaitan struktur< dan 1( transendentalisasi) yaitu meningkatkan derajat kemerdekaan) manusia) dan kebebasan spiritual. Dengan demikian) Pan asila sebagai sumber nilai dapat menjadi arah bagi kebijakan negara dalam mengembangkan bidang kehidupan sosial budaya 4ndonesia yang beradab) sesuai dengan sila kedua) kemanusiaan yang adil dan beradab. Selain itu) pengembangan sosial budaya harus dilakukan dengan mengangkat nilai-nilai yang dimiliki bangsa 4ndonesia) yaitu nilai-nilai Pan asila. 3al ini tidak dapat dilepaskan dari fungsi Pan asila sebagai sebuah sistem etika yang keseluruhan nilainya bersumber dari harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang beradab. Perbenturan kepentingan politik dan konflik sosial yang pada gilirannya menghan urkan sendi-sendi kehidupan bangsa 4ndonesia) seperti kebersamaan atau

=>

gotong royong dan sikap saling menghargai terhadap perbedaan suku) agama) dan ras harus dapat diselesaikan melalui kebijakan negara yang bersifat humanis dan beradab. Pasal 16 ayat !&( menetapkan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam pembelaan negara. Dalam ketentuan ini) hak dan kewajiban warga negara merupakan satu kesatuan) yaitu bahwa untuk turut serta dalam bela negara pada satu sisi merupakan hak asasi manusia) namun pada sisi lain merupakan kewajiban asasi manusia. Pasal &# ayat !"( menyatakan hak dan kewajiban setiap warga negara ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. 7etentuan ini menunjukkan bahwa usaha pertahanan dan keamanan negara adalah hak dan kewajiban asasi manusia. Pada ayat !1( pasal &# ini dinyatakan bahwa usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh =entara 5asional 4ndonesia dan 7epolisian 5egara 8epublik 4ndonesia) sebagai kekuatan utama) dan rakyat sebagai kekuatan pendukung. Selanjutnya pada ayat !&( pasal &# ini juga dijelaskan bahwa =entara 5asional 4ndonesia terdiri atas *ngkatan Darat) *ngkatan 0aut) *ngkatan :dara) sebagai alat negara bertugas mempertahankan) melindungi) dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara. Dalam ayat !%( pasal &# dinyatakan 7epolisian 5egara 8epublik 4ndonesia sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi) mengayomi) melayani masyarakat) serta menegakkan hukum. *yat !;( pasal &# menyatakan susunan dan kedudukan =entara 5asional 4ndonesia) 7epolisian 5egara 8epublik 4ndonesia) hubungan kewenangan =entara 5asional 4ndonesia dan 7epolisian 5egara 8epublik 4ndonesia di dalam

=:

menjalankan tugasnya) syarat-syarat keikutsertaan warga negara dalam usaha pertahanan dan keamanan negara) serta hal-hal yang terkait dengan pertahanan dan keamanan diatur dengan undang-undang. Pasal 16 ayat !&( dan pasal &# di atas adalah penjabaran dari pokok pikiran persatuan yang merupakan pan aran dari sila pertama Pan asila. Pokok pikiran ini adalah landasan bagi pembangunan bidang pertahanan keamanan nasional. 2erdasarkan penjabaran pokok pikiran persatuan tersebut) maka implementasi Pan asila dalam pembuatan kebijakan negara dalam bidang pertahanan keamanan harus diawali dengan kesadaran bahwa 4ndonesia adalah negara hukum. Dengan demikian dan demi tegaknya hakhak warga negara) diperlukan peraturan perundangundangan negara untuk mengatur ketertiban warga negara dan dalam rangka melindungi hak-hak warga negara. Dalam hal ini) segala sesuatu yang terkait dengan bidang pertahanan keamanan harus diatur dengan memperhatikan tujuan negara untuk melindungi segenap wilayah dan bangsa 4ndonesia. Pertahanan dan keamanan negara diatur dan dikembangkan menurut dasar kemanusiaan) bukan kekuasaan. Dengan kata lain) pertahanan dan keamanan 4ndonesia berbasis pada moralitas kemanusiaan sehingga kebijakan yang terkait dengannya harus terhindar dari pelanggaran hak-hak asasi manusia. Se ara sistematis) pertahanan keamanan negara harus berdasar pada tujuan ter apainya kesejahteraan hidup manusia sebagai makhluk =uhan Yang 'aha ?sa !Sila pertama dan kedua() berdasar pada tujuan untuk mewujudkan kepentingan seluruh warga sebagai warga negara !Sila ketiga() harus mampu menjamin hak-hak dasar) persamaan derajat serta kebebasan kemanusiaan !Sila keempat() dan ditujukan

<0

untuk terwujudnya keadilan dalam hidup masyarakat !Sila kelima(. Semua ini dimaksudkan agar pertahanan dan keamanan dapat ditempatkan dalam konteks negara hukum) yang menghindari kesewenang-wenangan negara dalam melindungi dan membela wilayah negara dan bangsa) serta dalam mengayomi masyarakat. 7etentuan mengenai empat aspek kehidupan bernegara) sebagaimana tertuang ke dalam pasal-pasal ::D 584 tahun ",%; tersebut adalah bentuk nyata dari implementasi Pan asila sebagai paradigma pembangunan atau kerangka dasar yang mengarahkan pembuatan kebijakan negara dalam pembangunan bidang politik) ekonomi) sosial budaya) dan pertahanan keamanan di 4ndonesia. 2erdasarkan kerangka dasar inilah) pembuatan kebijakan negara ditujukan untuk men apai ita- ita nasional kehidupan bernegara di 4ndonesia.K L Da "ar Pus"aka *bdullah) 8oBali) ",-%) Pancasila sebagai 1asar Negara dan Pandangan Hidup (angsa, CI. 8ajawali) +akarta. 2ahar) Saafroedin) *nanda 2. 7usuma) dan 5annie 3udawati !peny.() ",,;) 2isalah .idang (adan Pen"elidik 4saha-4saha Persiapan 'emerdekaan 5(P4P'%6, Panitia Persiapan 'emerdekaan %ndonesia 5PP'%6 )7 Mei *+,--)) 8gustus *+,-, Sekretariat 5egara 8epublik 4ndonesia) +akarta. 2akry) 5oor 's.) 1#"#) Pendidikan Pancasila, Pustaka Pelajar) Yogyakarta. 7aelan) 1###) Pendidikan Pancasila, Paradigma) Yogyakarta. 7usuma) *.2.) 1##%) =ahirn"a 4ndang-4ndang 1asar *+,-, 2adan Penerbit Cakultas 3ukum :ni>ersitas 4ndonesia) +akarta.

<1

0atif)

Yudi) 1#"") Negara Paripurna: Historisitas, 2asionalitas dan 8ktualitas Pancasila, P=. /ramedia Pustaka :tama) +akarta. 'P8 84) 1#"") Panduan Pemas"arakatan 4ndang-4ndang 1asar Negara 2epublik %ndonesia ahun *+,- dan 'etetapan Majelis Permus"awaratan 2ak"at 2epublik %ndonesia, Sekretariat +enderal 'P8 84) +akarta. 5otonagoro) ",6;) Pancasila secara %lmiah Populer, Pantjuran =ujuh) +akarta. MMMMMMMMM) tt.) Pancasila ?uridis 'enegaraan, Cakultas Cilsafat :/') Yogyakarta. 8indjin) 7etut) 1#"1) Pendidikan Pancasila untuk Perguruan inggi, P=. /ramedia Pustaka :tama) +akarta.

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA 4deologi di negara-negara yang baru merdeka dan sedang berkembang) menurut Prof. 9. 3oward 9riggins) berfungsi sebagai sesuatu yang confirm and deepen the identit" of their people !sesuatu yang memperkuat dan memperdalam identitas rakyatnya(. 5amun) ideologi di negara-negara tersebut) menurutnya) sekedar alat bagi reBim-reBim yang baru berkuasa untuk melanggengkan kekuasaannya. 4deologi ialah alat untuk mendefinisikan akti>itas politik yang berkuasa) atau untuk menjalankan suatu politik cultural management) suatu muslihat manajemen budaya !*bdulgani) ",6,. 1#(. Dleh sebab itu) kita akan menemukan beberapa penyimpangan para pelaksana ideologi di dalam kehidupan di setiap negara. 4mplikasinya ideologi memiliki fungsi penting untuk penegas identitas bangsa atau untuk men iptakan rasa kebersamaan sebagai satu bangsa. 5amun di sisi lain) ideologi rentan disalahgunakan oleh elit penguasa untuk melanggengkan kekuasaan. 4deologi itu) menurut Desman dan *lfian !",,#. $() berintikan serangkaian nilai !norma( atau sistem nilai dasar yang bersifat menyeluruh dan mendalam yang dimiliki dan dipegang oleh suatu masyarakat atau bangsa sebagai wawasan atau pandangan hidup bangsa mereka. 4deologi merupakan kerangka penyelenggaraan negara untuk mewujudkan ita- ita bangsa. 4deologi bangsa adalah ara pandang suatu bangsa dalam menyelenggarakan negaranya. 4deologi adalah suatu sistem nilai yang terdiri atas nilai dasar yang menjadi ita- ita dan nilai instrumental yang berfungsi sebagai metode atau ara mewujudkan ita- ita tersebut. 'enurut *lfian !",,#(
<2

<3

kekuatan ideologi tergantung pada kualitas tiga dimensi yang terkandung di dalam dirinya. Pertama) adalah dimensi realita) bahwa nilai-nilai dasar yang terkandung dalam ideologi itu se ara riil berakar dan hidup dalam masyarakat atau bangsanya) terutama karena nilai-nilai dasar tersebut bersumber dari budaya dan pengalaman sejarahnya. 7edua) dimensi idealisme) bahwa nilai-nilai dasar ideologi tersebut mengandung idealisme) bukan lambungan angan-angan) yang memberi harapan tentang masa depan yang lebih baik melalui perwujudan atau pengalamannya dalam praktik kehidupan bersama mereka sehari-hari dengan berbagai dimensinya. 7etiga) dimensi fleksibilitas atau dimensi pengembangan) bahwa ideologi tersebut memiliki keluwesan yang memungkinkan dan bahkan merangsang pengembangan pemikiran-pemikiran baru yang rele>an tentang dirinya) tanpa menghilangkan atau mengingkari hakikat atau jati diri yang terkandung dalam nilai-nilai dasarnya !Desman dan *lfian) ",,#. 6--(. Selain itu) menurut Soerjanto Poespowardojo !",,#() ideologi mempunyai beberapa fungsi) yaitu memberikan. ". Struktur kognitif) yaitu keseluruhan pengetahuan yang didapat merupakan landasan untuk memahami dan menafsirkan dunia dan kejadian-kejadian dalam alam sekitranya. 1. Drientasi dasar dengan membuka wawasan yang memberikan makna serta menunjukkan tujuan dalam kehidupan manusia. &. 5orma-norma yang menjadi pedoman dan pegangan bagi seseorang untuk melangkah dan betindak. %. 2ekal dan jalan bagi seseorang untuk menemukan identitasnya.

<=

;. 7ekuatan yang mampu menyemangati dan mendorong seseorang untuk menjalankan kegiatan dan men apai tujuannya. $. Pendidikan bagi seseorang atau masyarakat untuk memahami) menghayati serta memolakan tingkah lakunya sesuai dengan orientasi dan norma-norma yang terkandung di dalamnya !Desman dan *lfian) ",,#. %-(. Dalam konteks 4ndonesia) Perhimpunan 4ndonesia !P4( yang dipimpin oleh Drs. 'oh. 3atta !",1$-",&"( di 2elanda) sejak ",1% mulai merumuskan konsepsi ideologi politiknya) bahwa tujuan kemerdekaan politik haruslah didasarkan pada empat prinsip. persatuan nasional) solidaritas) nonkooperasi dan kemandirian !selfhelp( !0atif) 1#"". ;(. Sekitar tahun yang sama) =an 'alaka /ambar. Drs. 'oh. 3atta mulai menulis buku Naar de Sumber. id.wikipedia.org 2epubliek %ndonesia !'enuju 8epublik 4ndonesia(. Dia per aya bahwa paham kedaulatan rakyat memiliki akar yang kuat dalam tradisi masyarakat 5usantara. 7eterlibatannya dengan organisasi komunis internasional tidak melupakan kepekaannya untuk memperhitungkan kenyataan-kenyataan nasional dengan kesediaannya untuk menjalin kerjasama dengan unsurunsur re>olusioner lainnya. Dia pernah mengusulkan kepada 7omintern !7omunisme 4nternasional( agar komunisme di 4ndonesia harus bekerjasama dengan Pan4slamisme karena) menurutnya) kekuatan 4slam di 4ndonesia tidak bisa diabaikan begitu saja. 3ampir

<<

bersamaan dengan itu) =jokroaminoto mulai mengidealisasikan suatu sintesis antara 4slam) sosialisme dan demokrasi !0atif) 1#"". $(. Soepomo) dalam sidang 2P:P74 pada tanggal &" 'ei ",%;) memberikan tiga pilihan ideologi) yaitu. !"( paham ind>idualisme) !1( paham kolekti>isme dan !&( paham integralistik. 2eliau dengan sangat meyakinkan menolak paham indi>idualisme dan kolekti>isme) dan menyarankan paham integralistik yang dinilai sesuai Gambar? Pr#). 'r. #ep#m# dengan semangat kekeluargaan umber? id.%ikipedia.#rg yang berkembang di pedesaan. Paham integralistik merupakan kerangka konseptual makro dari apa yang sudah menjiwai rakyat kita di kesatuan masyarakat yang ke il-ke il itu !'oerdiono dalam Desman dan *lfian !ed() ",,#. %#(. Pan asila sebagai ideologi 4ndonesia mempunyai ajaran-ajaran yang memang mengandung nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi lain. *jaran yang dikandung Pan asila bahkan dipuji oleh seorang filsuf 4nggris) 2ertrand 8ussel) yang menyatakan bahwa Pan asila sebagai sintesis kreatif antara 1eclaration of 8merican %ndependence !yang merepresentasikan ideologi demokrasi kapitalis( dengan 'anifesto 7omunis !yang mereprensentasikan ideologi komunis(. 0ebih dari itu) seorang ahli sejarah) 8utgers) mengatakan) Dari semua negara-negara *sia =enggara) 4ndonesia-lah yang dalam 7onstitusinya) pertama-tama dan paling tegas melakukan latar belakang psikologis yang sesungguhnya daripada re>olusi melawan penjajah. Dalam filsafat negaranya) yaitu

<;

Pan asila) dilukiskannya alasan-alasan se ara lebih mendalam dari re>olusi-re>olusi itu !0atif) 1#"". %6(. Dari pendapat tersebut) 4ndonesia pun pernah merasakan berkembangnya nilai-nilai ideologi-ideologi besar dunia berkembang dalam gerak tubuh pemerintahannya.
A. Pancasila dan Li#eralisme

Periode ",;#-",;, disebut periode pemerintahan demokrasi liberal. Sistem parlementer dengan banyak partai politik memberi nuansa baru sebagaimana terjadi di dunia 2arat. 7etidakpuasan dan gerakan kedaerahan ukup kuat pada periode ini) seperti P884 dan Permesta pada tahun ",;6 !2our hier dalam Dodo dan ?ndah !ed() 1#"#. %#(. 7eadaan tersebut mengakibatkan perubahan yang begitu signifikan dalam kehidupan bernegara. Pada ",;#-",$# partai-partai 4slam sebagai hasil pemilihan umum ",;; mun ul sebagai kekuatan 4slam) yaitu 'asyumi) 5: dan PS44) yang sebenarnya merupakan kekuatan 4slam di Parlemen tetapi tidak dimanfaatkan dalam bentuk koalisi. 'eski P74 menduduki empat besar dalam Pemilu ",;;) tetapi se ara ideologis belum merapat pada pemerintah. 'engenai Pan asila itu dalam posisi yang tidak ada perubahan) artinya Pan asila adalah dasar negara 8epublik 4ndonesia meski dengan konstitusi ",;# !Ceith dalam Dodo dan ?ndah !ed.() 1#"#. %#(. 4ndonesia tidak menerima liberalisme dikarenakan indi>idualisme 2arat yang mengutamakan kebebasan makhluknya) sedangkan paham integralistik yang kita anut memandang manusia sebagai indi>idu dan sekaligus juga makhluk sosial !*lfian dalam Desman dan *lfian) ",,#. 1#"(. 5egara demokrasi model 2arat laBimnya bersifat sekuler) dan hal ini tidak dikehendaki oleh segenap elemen bangsa 4ndonesia !7aelan) 1#"1. 1;%(. 3al tersebut diperkuat dengan pendapat 7aelan yang menyebutkan

<8

bahwa negara liberal memberi kebebasan kepada warganya untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya masing-masing. 5amun dalam negara liberal diberikan kebebasan untuk tidak per aya terhadap =uhan atau atheis) bahkan negara liberal memberi kebebasan warganya untuk menilai dan mengkritik agama. 2erdasarkan pandangan tersebut) hampir dapat dipastikan bahwa sistem negara liberal membedakan dan memisahkan antara negara dan agama atau bersifat sekuler !7aelan) 1###. 1&"(. 2erbeda dengan Pan asila) dengan rumusan 7etuhanan Yang 'aha ?sa telah memberikan sifat yang khas kepada negara 4ndonesia) yaitu bukan merupakan negara sekuler yang memisah-misahkan agama dengan negara !7aelan) 1###. 11#(. =entang rahasia negara-negara liberal) Soerjono Poespowardojo mengatakan bahwa kekuatan liberalisme terletak dalam menampilkan indi>idu yang memiliki martabat transenden dan bermodalkan kebendaan pribadi. Sedangkan kelemahannya terletak dalam pengingkaran terhadap dimensi sosialnya sehingga tersingkir tanggung jawab pribadi terhadap kepentingan umum !Soeprapto dalam 5urdin) 1##1. %#-%"(. 7arena alasan-alasan seperti itulah antara lain kenapa 4ndonesia tidak o ok menggunakan ideologi liberalisme.
B. Pancasila dan K!munisme

Dalam periode ",%;-",;# kedudukan Pan asila sebagai dasar negara sudah kuat. 5amun) ada berbagai faktor internal dan eksternal yang memberi nuansa tersendiri terhadap kedudukan Pan asila. Caktor eksternal mendorong bangsa 4ndonesia untuk menfokuskan diri terhadap agresi asing apakah pihak Sekutu atau 54C* yang merasa masih memiliki 4ndonesia sebagai jajahannya. Di pihak lain) terjadi pergumulan yang se ara internal sudah

<>

merongrong Pan asila sebagai dasar negara) untuk diarahkan ke ideologi tertentu) yaitu gerakan D4F=44 yang akan mengubah 8epublik 4ndonesia menjadi negara 4slam dan Pemberontakan P74 yang ingin mengubah 84 menjadi negara komunis !'arwati Djoned Poesponegoro dan 5ugroho 5otosusanto) ",-1F-& kemudian dikutip oleh Pranoto dalam Dodo dan ?ndah !ed.() 1#"#. &,(. Pada tanggal ; +uli ",;,) Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden untuk kembali ke ::D ",%;) berarti kembali ke Pan asila. Pada suatu kesempatan) Dr. +ohanes 0eimena pernah mengatakan) Salah satu faktor lain yang selalu dipandang sebagai sumber krisis yang paling berbahaya adalah komunisme. Dalam situasi di mana kemiskinan memegang peranan dan dalam hal satu golongan saja menikmati kekayaan alam) komunisme dapat diterima dan mendapat tempat yang subur di tengahtengah masyarakat. Dleh karena itu) menurut Dr. +ohanes 0eimena) harus ada usaha-usaha yang lebih keras untuk meningkatkan kemakmuran di daerah pedesaan. Cara lain untuk memberantas komunisme ialah mempelajari dengan seksama ajaran-ajaran komunisme itu. 'empelajari ajaran itu agar tidak mudah dijebak oleh rayuan-rayuan komunisme. 2agi orang 7risten) ajaran komunisme bisa menyesatkan karena bertentangan dengan ajaran 7ristus dan falsafah Pan asila !Pieris) 1##%. 1"1(. 7omunisme tidak pernah diterima dalam kehidupan masyarakat 4ndonesia. 3al ini disebabkan negara komunisme laBimnya bersifat atheis yang menolak agama dalam suatu 5egara. Sedangkan 4ndonesia sebagai negara yang berdasar atas 7etuhanan Yang 'aha ?sa) merupakan pilihan kreatif dan merupakan proses elektis inkorporatif. *rtinya pilihan negara yang berdasar atas 7etuhanan Yang 'aha ?sa adalah khas dan nampaknya sesuai dengan kondisi objektif bangsa 4ndonesia !7elan) 1#"1. 1;%-1;;(.

<:

Selain itu) ideologi komunis juga tidak menghormati manusia sebagai makhluk indi>idu. Prestasi dan hak milik indi>idu tidak diakui. 4deologi komunis bersifat totaliter) karena tidak membuka pintu sedikit pun terhadap alam pikiran lain. 4deologi sema am ini bersifat otoriter dengan menuntut penganutnya bersikap dogmatis) suatu ideologi yang bersifat tertutup. 2erbeda dengan Pan asila yang bersifat terbuka) Pan asila memberikan kemungkinan dan bahkan menuntut sikap kritis dan rasional. Pan asila bersifat dinamis) yang mampu memberikan jawaban atas tantangan yang berbeda-beda dalam Baman sekarang !Poespowardojo) ",-,. 1#&-1#%(. Pelarangan penyebaran ideologi komunis ditegaskan dalam =ap 'P8 5o. HHIF'P8SF",$$ tentang pembubaran P74) pernyataan sebagai organisasi terlarang di seluruh wilayah 5egara 8epublik 4ndonesia bagi Partai 7omunis 4ndonesia dan larangan setiap kegiatan untuk menyebarkan atau mengembangkan faham atau ajaran komunismeFmarPisme dan leninisme yang diperkuat dengan =ap 'P8 5o. 4HF'P8F",6- dan =ap 'P8 5o I444F'P8F",-&.
C. Pancasila dan A$ama

Pan asila yang di dalamnya terkandung dasar filsafat hubungan negara dan agama merupakan karya besar bangsa 4ndonesia melalui he !ounding !athers 5egara 8epublik 4ndonesia. 7onsep pemikiran para pendiri negara yang tertuang dalam Pan asila merupakan karya khas yang se ara antropologis merupakan local genius bangsa 4ndonesia !*yathrohaedi dalam 7aelan) 1#"1(. 2egitu pentingnya memantapkan kedudukan Pan asila) maka Pan asila pun mengisyaratkan bahwa kesadaran akan adanya =uhan milik semua orang dan berbagai agama. =uhan menurut terminologi Pan asila adalah =uhan Yang

;0

'aha ?sa) yang tak terbagi) yang maknanya sejalan dengan agama 4slam) 7risten) 2udha) 3indu dan bahkan juga *nimisme !Chaidar) ",,-. &$(. 'enurut 5otonegoro !dalam 7aelan) 1#"1. %6() asal mula Pan asila se ara langsung salah satunya asal mula bahan !'ausa Materialis( yang menyatakan bahwa bangsa 4ndonesia adalah sebagai asal dari nilai-nilai Panasila) Ayang digali dari bangsa 4ndonesia yang berupa nilai-nilai adat-istiadat kebudayaan serta nilai-nilai religius yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari bangsa 4ndonesia. Sejak Baman purbakala hingga pintu gerbang !kemerdekaan( negara 4ndonesia) masyarakat 5usantara telah melewati ribuan tahun pengaruh agama-agama lokal) !sekitar( "% abad pengaruh 3induisme dan 2udhisme) !sekitar( 6 abad pengaruh 4slam) dan !sekitar( % abad pengaruh 7risten !0atif) 1#"". ;6(. Dalam buku Sutasoma karangan ?mpu =antular dijumpai kalimat yang kemudian dikenal (hinneka unggal %ka. Sebenarnya kalimat tersebut se ara lengkap berbunyi (hinneka unggal %ka an Hanna 1harma Mangrua) artinya walaupun berbeda) satu jua adanya) sebab tidak ada agama yang mempunyai tujuan yang berbeda !3artono) ",,1. ;(. 7uatnya faham keagamaan dalam formasi kebangsaan 4ndonesia membuat arus besar pendiri bangsa tidak dapat membayangkan ruang publik hampa =uhan. Sejak dekade ",1#-an) ketika 4ndonesia mulai dibayangkan sebagai komunitas politik bersama) mengatasi komunitas kultural dari ragam etnis dan agama) ide kebangsaan tidak terlepas dari 7etuhanan !0atif) 1#"". $6(. Se ara lengkap pentingnya dasar 7etuhanan ketika dirumuskan oleh founding fathers negara kita dapat diba a pada pidato 4r. Soekarno pada " +uni ",%;) ketika berbi ara mengenai dasar negara !philosophische grondslag( yang menyatakan)

;1

Prinsip 7etuhanan@ 2ukan saja bangsa 4ndonesia ber-=uhan) tetapi masing-masing orang 4ndonesia hendaknya ber-=uhan. =uhannya sendiri. Yang 7risten menyembah =uhan menurut petunjuk 4sa *l 'asih) yang 4slam menurut petunjuk 5abi 'uhammad s.a.w) orang 2udha menjalankan ibadatnya menurut kitabkitab yang ada padanya. =etapi marilah kita semuanya ber-=uhan. 3endaknya negara 4ndonesia ialah negara yang tiap-tiap orangnya dapat menyembah =uhannya dengan leluasa. Segenap rakyat hendaknya ber-=uhan. Se ara kebudayaan yakni dengan tiada egoisme agama. Dan hendaknya 5egara 4ndonesia satu negara yang ber-=uhan !Eoel>a) 1#"1(. Pernyataan ini mengandung dua arti pokok. Pertama pengakuan akan eksistensi agama-agama di 4ndonesia yang) menurut 4r. Soekarno) mendapat tempat yang sebaik-baiknya. 7edua) posisi negara terhadap agama) 4r. Soekarno menegaskan bahwa negara kita akan ber=uhan. 2ahkan dalam bagian akhir pidatonya) 4r. Soekarno mengatakan) 3atiku akan berpesta raya) jikalau saudarasaudara menyetujui bahwa 4ndonesia berasaskan 7etuhanan Yang 'aha ?sa. 3al ini rele>an dengan ayat !"( dan !1( Pasal 1, ::D ",%; !*li) 1##,. ""-(. +elaslah bahwa ada hubungan antara sila 7etuhanan Yang 'aha ?sa dalam Pan asila dengan ajaran tauhid dalam teologi 4slam. +elaslah pula bahwa sila pertama Pan asila yang merupakan prima causa atau sebab pertama itu !meskipun istilah prima causa tidak selalu tepat) sebab =uhan terus-menerus mengurus makhluknya() sejalan dengan beberapa ajaran tauhid 4slam) dalam hal ini ajaran tentang tauhidus-shifat dan tauhidul-af@al) dalam pengertian

;2

bahwa =uhan itu ?sa dalam sifat-5ya dan perbuatan-5ya. *jaran ini juga diterima oleh agama-agama lain di 4ndonesia !=halib dan *wwas) ",,,. $&(. Prinsip ke-=uhanan 4r. Soekarno itu didapat dari atau sekurang-kurangnya diilhami oleh uraian-uraian dari para pemimpin 4slam yang berbi ara mendahului 4r. Soekarno dalam 2adan Penyelidik itu) dikuatkan dengan keterangan 'ohamad 8oem. Pemimpin 'asyumi yang terkenal ini menerangkan bahwa dalam 2adan Penyelidik itu 4r. Soekarno merupakan pembi ara terakhir< dan memba a pidatonya orang mendapat kesan bahwa pikiranpikiran para anggota yang berbi ara sebelumnya telah ter akup di dalam pidatonya itu) dan dengan sendirinya perhatian tertuju kepada !pidato( yang terpenting. 7omentar 8oem) Pidato penutup yang bersifat menghimpun pidato-pidato yang telah diu apkan sebelumnya !=halib dan *wwas) ",,,. $&(. Prinsip 7etuhanan Yang 'aha ?sa mengandung makna bahwa manusia 4ndonesia harus mengabdi kepada satu =uhan) yaitu =uhan Yang 'aha ?sa dan mengalahkan ilah-ilah atau =uhan-=uhan lain yang bisa mempersekutukannya. Dalam bahasa formal yang telah disepakati bersama sebagai perjanjian bangsa sama maknanya dengan kalimat =iada =uhan selain =uhan Yang 'aha ?sa. Di mana pengertian arti kata =uhan adalah sesuatu yang kita taati perintahnya dan kehendaknya. Prinsip dasar pengabdian adalah tidak boleh punya dua tuan) hanya satu tuannya) yaitu =uhan Yang 'aha ?sa. +adi itulah yang menjadi misi utama tugas para pengemban risalah untuk mengajak manusia mengabdi kepada satu =uan) yaitu =uhan Yang 'aha ?sa !7itab :langan $.%-;) 'atius $.1%) 0ukas "$. "&) Quran surat. *l 'uJminun K1&L. 1& dan &1( !'ulyantoro) 1#"1(.

;3

Pada saat kemerdekaan) sekularisme dan pemisahan agama dari negara didefinisikan melalui Pan asila. 4ni penting untuk di atat karena Pan asila tidak memasukkan kata sekularisme yang se ara jelas menyerukan untuk memisahkan agama dan politik atau menegaskan bahwa negara harus tidak memiliki agama. *kan tetapi) hal-hal tersebut terlihat dari fakta bahwa Pan asila tidak mengakui satu agama pun sebagai agama yang diistimewakan kedudukannya oleh negara dan dari komitmennya terhadap masyarakat yang plural dan egaliter. 5amun) dengan hanya mengakui lima agama !sekarang menjadi $ agama. 4slam) 7risten 7atolik) 7risten Protestan) 3indu) 2udha dan 7onghu u( se ara resmi) negara 4ndonesia membatasi pilihan identitas keagamaan yang bisa dimiliki oleh warga negara. Pandangan yang dominan terhadap Pan asila sebagai dasar negara 4ndonesia se ara jelas menyebutkan tempat bagi orang yang menganut agama tersebut) tetapi tidak bagi mereka yang tidak menganutnya. Pemahaman ini juga memasukkan kalangan sekuler yang menganut agama tersebut) tapi tidak memasukkan kalangan sekuler yang tidak menganutnya. Seperti yang telah ditelaah 'adjid) meskipun Pan asila berfungsi sebagai kerangka yang mengatur masyarakat di tingkat nasional maupun lokal) sebagai indi>idu orang 4ndonesia bisa dan bahkan didorong untuk memiliki pandangan hidup personal yang berdasarkan agama !*n-5aJim) 1##6. %&,(. /agasan asas tunggal menimbulkan pro dan kontra selama tiga tahun diundangkan dalam :ndang-:ndang 5omor - tahun ",-; tentang Drganisasi 7emasyarakatan yang mengharuskan mendaftar ulang bagi semua D8'*S dan sekaligus mengharuskan semua D8'*S menerima asas tunggal yang diberi batas akhir sampai tanggal "6 +uli ",-6. /olongan yang kontra bukan menolak Pan asila dan ::D ",%;) melainkan ada kekhawatiran bahwa dengan

;=

menghapuskan asas 4slam) Pan asila akan menjadi agama baru !'oesa) 1##6. "1&-"1%(. Dalam perkembangannya) kyai yang tergabung dalam organisasi 5: yang pertama kali menerima Pan asila sebagai *sas =unggal. 73. *sJad Syamsul *rifin menegaskan bahwa sebagian besar kyai dan umat 4slam 4ndonesia berpendapat bahwa menerima Pan asila hukumnya wajib !'oesa) 1##6. "1%( . Dalam hubungan antara agama 4slam dan Pan asila) keduanya dapat berjalan saling menunjang dan saling mengokohkan. 7eduanya tidak bertentangan dan tidak boleh dipertentangkan. +uga tidak harus dipilih salah satu dengan sekaligus membuang dan menanggalkan yang lain. Selanjutnya 7iai * hamd SiddiN menyatakan bahwa salah satu hambatan utama bagi proporsionalisasi ini berwujud hambatan psikologis) yaitu ke urigaan dan kekhawatiran yang datang dari dua arah !Eada dan SjadBili !ed() 1#"#. 6,(. Pan asila menjamin umat beragama dalam menjalankan ibadahnya. Dalam kalimat 'enteri *gama !",-&-",,&() 3. 'unawir SjadBali menyatakan) 7ata-kata Gnegara menjaminJ tidak dapat diartikan sekuler karena apabila demikian) negara atau pemerintah harus hands off dari segala pengaturan kebutuhan hukum bagi para pemeluk agamaFkeper ayaan terhadap =uhan Yang 'aha ?sa. Di negara sekuler Pemerintah tidak akan mendirikan tempat-tempat ibadah !*hmad) ",,$. ,-"#(. *gama-agama dimandatkan oleh /235 ",-- bahwa semua golongan beragama dan keper ayaan terhadap =uhan Yang 'aha ?sa se ara terus-menerus dan bersamasama meletakkan landasan moral) etika dan spiritual yang

;<

kokoh bagi pembangunan nasional sebagai pengalaman Pan asila !Soetarman) ",,$. $%(. Dalam konteks pelaksanaan mandat /235 ini !meskipun /235 se ara formal sudah tidak berlaku tapi spirit hubungan agama dan pembangunan masih sesuai() maka agama-agama harus mampu mengembangkan kerja sama dalam rangka menghadapi masalah-masalah yang dihadapi bersama !Soetarman) ",,$. $;(. Pan asila dan agama dapat diaplikasikan seiring sejalan dan saling mendukung. *gama dapat mendorong aplikasi nilai-nilai Pan asila) begitu pula Pan asila memberikan ruang gerak yang seluas-luasnya terhadap usaha-usaha peningkatan pemahaman) penghayatan dan pengamalan agama !?ksan) 1###(. *bdurrahman 9ahid !/usdur( pun menjelaskan bahwa sudah tidak rele>an lagi untuk melihat apakah nilai-nilai dasar itu ditarik oleh Pan asila dari agama-agama dan keper ayaan terhadap =uhan Yang 'aha ?sa) karena ajaran agama-agama juga tetap menjadi referensi umum bagi Pan asila) dan agamaagama harus memperhitungkan eksistensi Pan asila sebagai polisi lalu lintas yang akan menjamin semua pihak dapat menggunakan jalan raya kehidupan bangsa tanpa terke uali !Desman dan *lfian) ",,#. "$6-"$-(. 'oral Pan asila bersifat rasional) objektif dan uni>ersal dalam arti berlaku bagi seluruh bangsa 4ndonesia. 'oral Pan asila juga dapat disebut otonom karena nilainilainya tidak mendapat pengaruh dari luar hakikat manusia 4ndonesia) dan dapat dipertanggungjawabkan se ara filosofis. =idak dapat pula diletakkan adanya bantuan dari nilai-nilai agama) adat) dan budaya) karena se ara de facto nilai-nilai Pan asila berasal dari agamaagama serta budaya manusia 4ndonesia. 3anya saja nilainilai yang hidup tersebut tidak menentukan dasar-dasar

;;

Pan asila) tetapi memberikan bantuan dan memperkuat !*nshoriy) 1##-. "66(. Sejalan dengan pendapat tersebut) Presiden Susilo 2ambang Yudhoyono !S2Y( menyatakan dalam Sambutan pada Peringatan 3ari 7esaktian Pan asila pada " Dktober 1##;. 2angsa kita adalah bangsa yang relijius< juga) bangsa yang menjunjung tinggi) menghormati dan mengamalkan ajaran agama masing-masing. 7arena itu) setiap umat beragama hendaknya memahami falsafah Pan asila itu sejalan dengan nilai-nilai ajaran agamanya masing-masing. Dengan demikian) kita akan menempatkan falsafah negara di posisinya yang wajar. Saya berkeyakinan dengan sedalam-dalamnya bahwa lima sila di dalam Pan asila itu selaras dengan ajaran agama-agama yang hidup dan berkembang di tanah air. Dengan demikian) kita dapat menghindari adanya perasaan kesenjangan antara meyakini dan mengamalkan ajaran-ajaran agama) serta untuk menerima Pan asila sebagai falsafah negara !Yudhoyono dalam 9ildan !ed.() 1#"#. "61(. Dengan penerimaan Pan asila oleh hampir seluruh kekuatan bangsa) sebenarnya tidak ada alasan lagi untuk mempertentangkan nilai-nilai Pan asila dengan agama mana pun di 4ndonesia. Penerimaan sadar ini memerlukan waktu lama tidak kurang dari %# tahun dalam perhitungan 'aarif) sebuah pergulatan sengit yang telah menguras energi kita sebagai bangsa. Sebagai buah dari pergumulan panjang itu) sekarang se ara teoretik dari kelima nilai Pan asila tidak satu pun lagi yang dianggap berlawanan dengan agama. Sila pertama berupa 7etuhanan Yang 'aha

;8

?sa dikun i oleh sila kelima 7eadilan sosial bagi seluruh rakyat 4ndonesia) dari sudut pemahaman saya sebagai seorang 'uslim) sejalan dan senyawa dengan doktrin tauhid yang menuntut tegaknya keadilan di muka bumi !'aarif) 1#"1(. 7aelan !dalam 9ahyudi !ed.() 1##,. 1%&-1%$( memetakan persoalan yang menyangkut hubungan agama dengan Pan asila) yang dikelompokkan dalam tiga tahap) yaitu. Pertama) terjadi ketika kaum nasionalis mengajukan Pan asila sebagai dasar filsafat negara menjelang kemerdekaan 4ndonesia. Para tokoh pendiri negara dari kelompok nasionalis 4slam dan nasionalis terlibat perdebatan tentang dasar filsafat dan ideologi negara 4ndonesia yang akan didirikan kemudian. 7edua) respon umat 4slam terhadap Pan asila tatkala pada tahun ",6- pemerintah Drde 2aru mengajukan P-% untuk disahkan. Dalam hubungan ini pada awalnya banyak tokoh-tokoh 4slam merasa keberatan) namun kemudian menerimanya. 7etiga) ketika tahun ",-; pemerintah mengajukan Pan asila sebagai asas tunggal bagi semua organsiasi politik dan kemasyarakatan di 4ndonesia. 7ebijakan ini banyak mendapatkan tantangan dari umat 4slam bahkan terdapat beberapa ormas yang dibekukan karena asas tersebut. 5amun untuk menengahi permasalahan tersebut) *bdurrahman 9ahid !Desman dan *lfian !ed() ",,#. "$6"$-( se ara gamblang menyatakan bahwa agama tetap menjadi referensi umum bagi Pan asila) dan agama-agama harus memperhitungkan eksistensi Pan asila sebagai polisi lalu lintas yang menjamin semua pihak dapat menggunakan jalan raya kehidupan bangsa tanpa terke uali. Sejalan dengan pendapat tersebut) tokoh

;>

'asyumi) 'uhammad 8oem) berpendapat bahwa kita sepakat tentang dasar negara mengenai 7etuhanan Yang 'aha ?sa) berarti bahwa masing-masing per aya kepada =uhan menurut agamanya sendiri-sendiri) dengan kesadaran bahwa bersama kita dapat mendirikan negara yang kuat sentosa karena esensi dari agama) ialah hidup berbakti) menjunjung keadilan) inta dan kasih sayang terhadap sesama makhluk !8oem dan Salim) ",66. ""$(. 2ilamana dirin i) maka hubungan negara dengan agama menurut 5784 yang berdasarkan Pan asila adalah sebagai berikut !7aelan) 1#"1. 1";-1"$(. a. 5egara adalah berdasar atas 7etuhanan Yang 'aha ?sa. b. 2angsa 4ndonesia adalah sebagai bangsa yang ber7etuhanan yang 'aha ?sa. 7onsekuensinya setiap warga memiliki hak asasi untuk memeluk dan menjalankan ibadah sesuai dengan agama masingmasing. . =idak ada tempat bagi atheisme dan sekularisme karena hakikatnya manusia berkedudukan kodrat sebagai makhluk =uhan. d. =idak ada tempat bagi pertentangan agama) golongan agama) antar dan inter pemeluk agama serta antar pemeluk agama. e. =idak ada tempat bagi pemaksaan agama karena ketakwaan itu bukan hasil peksaan bagi siapapun juga. f. 'emberikan toleransi terhadap orang lain dalam menjalankan agama dalam negara. g. Segala aspek dalam melaksanakan dan menyelenggatakan negara harus sesuai dengan nilainilai 7etuhanan yang 'aha ?sa terutama norma-norma 3ukum positif maupun norma moral baik moral agama maupun moral para penyelenggara negara. h. 5egara pda hakikatnya adalah merupakan Aberkat rahmat *llah yang 'aha ?sa.

;:

2erdasarkan kesimpulan 7ongres Pan asila !9ahyudi !ed.() 1##,. ;-() dijelaskan bahwa bangsa 4ndonesia adalah bangsa yang religius. 8eligiusitas bangsa 4ndonesia ini) se ara filosofis merupakan nilai fundamental yang meneguhkan eksistensi negara 4ndonesia sebagai negara yang ber-7etuhanan Yang 'aha ?sa. 7etuhanan Yang 'aha ?sa merupakan dasar kerohanian bangsa dan menjadi penopang utama bagi persatuan dan kesatuan bangsa dalam rangka menjamin keutuhan 5784. 7arena itu) agar terjalin hubungan selaras dan harmonis antara agama dan negara) maka negara sesuai dengan Dasar 5egara Pan asila wajib memberikan perlindungan kepada agama-agama di 4ndonesia.
D. Penu"u'

8odee dkk !",,;. ;%( menyatakan bahwa homogenitas kebudayaan adalah suatu kekuatan luar biasa yang bekerja atas nama identitas nasional. Pada paparan selanjutnya) se ara implisit 8odee menyatakan bahwa identitas nasional akan berpengaruh terhadap kestabilan negara. 8ealitas negara dan bangsa 4ndonesia teramat heterogen se ara budaya) bahkan paling heterogen di dunia) lebih dari itu merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. 7ondisi tersebut mensyaratkan hadirnya ideologi negara yang dihayati dan diamalkan oleh seluruh komponen bangsa. 4mplikasinya) fungsi ideologi negara bagi bangsa 4ndonesia amat penting dibandingkan dengan pentingnya ideologi bagi negara-negara lain terutama yang bangsanya homogen. 2agi bangsa 4ndonesia) ideologi sebagai identitas nasional merupakan prasyarat kestabilan negara) karena bangsa 4ndonesia merupakan bangsa yang heterogen. 3adirnya ideologi Pan asila tersebut) paling tidak akan berfungsi untuk. "( menggambarkan ita- ita bangsa) ke

80

arah mana bangsa ini akan bergerak< 1( men iptakan rasa kebersamaan dalam keluarga besar bangsa 4ndonesia sesuai dengan sesanti 2hinneka =unggal 4ka< dan &( menggairahkan seluruh komponen bangsa dalam mewujudkan ita- ita bangsa dan negara 8epublik 4ndonesia. *da ha-hal yang amat penting dalam melaksanakan ideologi negara Pan asila) agar ideologi tidak disalahgunakan terutama dijadikan alat untuk memperoleh atau mempertahankan kekuasaan oleh elit politik. 'aka untuk itu) bangsa 4ndonesia harus melaksanakan nilai-nilai instrumental ideologi Pan asila yaitu taat asas terhadap nilai-nilai dan ketentuan-ketentuan yang ada pada Pembukaan ::D ",%; dan Pasal-Pasal dalam ::D ",%;.K L
Da "ar Pus"aka

*bdulgani) 8oeslan) ",6,) Pengembangan Pancasila di %ndonesia) Yayasan 4dayu) +akarta. *hmad) *mrullah dkk.) ",,$) 1imensi Hukum %slam 1alam .istem Hukum Nasional, /ema 4nsani) Depok. *li *sJad Said) 1##,) Negara Pancasila &alan 'emaslahatan (erbangsa) Pustaka 0P&?S) +akarta. *n-5aJim) *bdullahi *hmed) 1##6) %slam dan Negara .ekular: Menegosiasikan Masa 1epan ."ariah) P= 'iBan Pustaka) 2andung. *nshoriy) 3'. 5asruddin) 1##-) (angsa Aagal: Mencari %dentitas 'ebangsaan) 07iS) Yogyakarta. Chaidar) *l) ",,-) 2eformasi Prematur: &awaban %slam erhadap 2eformasi otal) Darul Calah) +akarta. Dodo) Surono dan ?ndah !ed.() 1#"#) 'onsistensi Nilai-Nilai Pancasila dalam 441 *+,- dan %mplementasin"a, PSP-Press) Yogyakarta. ?ksan) 'o h.) 1###) 'iai 'elana) 0kiS) Yogyakarta.

81

3artono) ",,1) Pancasila 1itinjau dari .egi Historis) P= 8ineka Cipta) +akarta. 7aelan) 1#"1) Problem #pistemologis #mpat Pilar (erbangsa dan (ernegara) Paradigma) Yogyakarta. MMMMM) 1###) Pendidikan Pancasila) Paradigma) Yogyakarta. MMMMM) dalam Pro eeding 7ongres Pan asila yang diselenggarakan di Yogtakarta pada tanggal &# 'ei sampai " +uni 1#"1. 0atif) Yudi) 1#"") Negara Paripurna: Historisitas, 2asionalitas dan 8ktualitas Pancasila) P= /ramedia Pustaka :tama) +akarta. 'aarif) *hmad Syafii. 1#"1. Strategi Pelembagaan 5ilai5ilai Pan asila dalam Perspektif *gama) Sosial dan 2udaya) 'akalah pada 7ongres Pan asila 4I di :/' Yogyakarta tanggal &" 'ei-" +uli 1#"1. 'oesa) *li 'as han) 1##6) Nasionalisme 'iai 'onstruksi .osial (erbasis 8gama) 07iS) Yogyakarta. 'ulyantoro) 3eru. 1#"1. Quantum 0eap Pan asila) 'embangun Peradaban 2angsa dengan 7arakter =uhan Yang 'aha ?sa) 'akalah pada 7ongres Pan asila 4I di :/' Yogyakarta tanggal &" 'ei-" +uni 1#"1. 5urdin) ?n ep Syarief) 1##1) 'onsep-'onsep 1asar %deologi: Perbandingan %deologi (esar 1unia) CI 'aulana) 2andung. Desman) Detojo dan *lfian !?d.() ",,#) Pancasila .ebagai %deologi dalam (erbagai (idang 'ehidupan (ermas"arakat, (erbangsa dan (ernegara) 2P-6 Pusat) +akarta. Pieris) +ohn) 1##%) ragedi Maluku: .ebuah 'risis Peradaban-8nalisis 'ritis 8spek: Politik, #konomi, .osial-buda"a dan 'eamanan) Yayasan Dbor 4ndonesia) +akarta.

82

Poespowardojo) Soerjono) ",-,) !ilsafat Pancasila: .ebuah Pendekatan .osio-(uda"a) P= /ramedia) +akarta. 8oem) 'uhammad dan *gus Salim) ",66) 'etuhanan ?ang Maha #sa dan =ahirn"a Pancasila) 2ulan 2intang) +akarta. 8odee) Carlton Clymer dkk.) ",,;) Pengantar %lmu Politik) P= 8aja/rafindo Persada) +akarta. Soetarman dkk.) ",,$) !undamentalisme, 8gama-8gama dan eknologi) P= 2P7 /unung 'ulia) +akarta. =halib) 'uhammad dan 4rfan S *wwas) ",,,) 1oktrin ;ionisme dan %diologi Pancasila, Menguak abir Pemikiran Politik !ounding !athers 2epublik %ndonesia) 9ihdag Press) Yogyakarta. 9ahyudi) *gus dkk. !ed.() 1##,) Proceeding: 'ongres Pancasila, Pancasila dalam (erbagai Perspektif) Sekretariat +enderal dan 7epaniteraan dan 'ahkamah 7onstitusi) +akarta. 9ildan) Dadan dkk. !ed.() 1#"#) Perspektif Pemikiran .(?: 2evitalisasi dan 2eaktualisasi Nilai-Nilai 8gama, Pendidikan dan .osial (uda"a) Sekretariat 5egara 8epublik 4ndonesia) +akarta. Eada) 7hamami dan *. Cawaid SjadBili !?d.() 1#"#) Nahdltul 4lama: 1inamika %deologi dan Politik 'enegaraan) P=. 7ompas 'edia 5usantara) +akarta. Eoel>a) 3amdan) 1#"1) Pelembagaan 5ilai-nilai Pan asila dalam Perspektif 7ehidupan 2eragama) Sosial dan 2udaya 'elalui Putusan '7) 'akalah yang disajikan pada 7ongres Pan asia 4I di :/' Yogyakarta pada tanggal &" 'ei R " +uni 1#"1.

PANCASILA SEBAGAI SIS*EM 3ILSA3A* Pan asila merupakan filsafat bangsa 4ndonesia mengandung pengertian sebagai hasil perenungan mendalam dari para tokoh pendiri negara !the founding fathers( ketika berusaha menggali nilai-nilai dasar dan merumuskan dasar negara untuk di atasnya didirikan negara 8epublik 4ndonesia. 3asil perenungan itu se ara resmi disahkan bersamaan dengan :ndang-:ndang Dasar 5egara 8epublik 4ndonesia !::D 584( tahun ",%; oleh Panitia Persiapan 7emerdekaan 4ndonesia !PP74( pada "- *gustus ",%; sebagai Dasar Cilsafat 5egara 8epublik 4ndonesia. 7elima dasar atau prinsip yang terdapat dalam sila-sila Pan asila tersebut merupakan satu kesatuan bagian-bagian sehingga saling berhubungan dan saling bekerjasama untuk satu tujuan tertentu sehingga dapat disebut sebagai sistem. Pengertian suatu sistem) sebagaimana dikutip oleh 7aelan !1###. $$( dari Shrode dan Don Ioi h memiliki iri- iri sebagai berikut. "( suatu kesatuan bagian-bagian< 1( bagian-bagian tersebut mempunyai fungsi sendiri-sendiri< &( saling berhubungan) saling ketergantungan< %( kesemuanya dimaksudkan untuk men apai suatu tujuan bersama !tujuan sistem(< dan ;( terjadi dalam suatu lingkungan yang kompleks. 2erdasarkan pengertian tersebut) Pan asila yang berisi lima sila) yaitu Sila 7etuhanan yang 'aha ?sa) Sila 7emanusiaan yang *dil dan 2eradab) Sila Persatuan 4ndonesia) Sila 7erakyatan yang dipimpin oleh 3ikmat 7ebijaksanaan dalam PermusyawaratanF Perwakilan dan Sila 7eadilan Sosial bagi Seluruh 8akyat 4ndonesia) saling berhubungan membentuk satu kesatuan sistem yang dalam proses bekerjanya saling melengkapi dalam men apai tujuan. 'eskipun setiap sila pada hakikatnya merupakan suatu asas sendiri) memiliki fungsi 83

8= sendiri-sendiri) namun memiliki tujuan tertentu yang sama) yaitu mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pan asila. Pan asila sebagai sistem filsafat mengandung pemikiran tentang manusia yang berhubungan dengan=uhan) dengan diri sendiri) dengan sesama) dengan masyarakat bangsa yang semua itu dimiliki oleh bangsa 4ndonesia. Dleh sebab itu) sebagai sistem filsafat) Pan asila memiliki iri khas yang berbeda dengan sistem-sistem filsafat lain yang ada di dunia) seperti materialisme) idealisme) rasionalisme) liberalisme) komunisme dan lain sebagainya. 7ekhasan nilai filsafat yang terkandung dalam Pan asila berkembang dalam budaya dan peradaban 4ndonesia) terutama sebagai jiwa dan asas kerohanian bangsa dalam perjuangan kemerdekaan bangsa 4ndonesia. Selanjutnya nilai filsafat Pan asila) baik sebagai pandangan hidup atau filsafat hidup !Beltanschauung( bangsa maupun sebagai jiwa bangsa atau jati diri !Volksgeist( nasional) memberikan identitas dan integritas serta martabat bangsa dalam menghadapi budaya dan peradaban dunia. 'enurut Darmodihardjo !",6,. -$() Pan asila adalah ideologi yang memiliki kekhasan) yaitu.

"( 7ekhasan pertama) =uhan Yang 'aha ?sa sebab 7etuhanan Yang 'aha ?sa mengandung arti bahwa manusia 4ndonesia per aya adanya =uhan< 1( 7ekhasan kedua) penghargaan kepada sesama umat manusia apapun suku bangsa dan bahasanya< &( 7ekhasan ketiga) bangsa 4ndonesia menjunjung tinggi persatuan bangsa<

8<

%( 7ekhasan keempat) kehidupan manusia 4ndonesia bermasyarakat dan bernegara berdasarkan atas sistem demokrasi< dan ;( 7ekhasan kelima) keadilan sosial bagi hidup bersama.
7elahiran ideologi bersumber dari pandangan hidup yang dianut oleh suatu masyarakat. Pandangan hidup kemudian berbentuk sebagai keyakinan terhadap nilai tertentu yang diaktualisasikan dalam kehidupan masyarakat. Selain itu) ideologi berfungsi sebagai alat membangun solidaritas masyarakat dengan mengangkat berbagai perbedaan ke dalam tata nilai baru. Sebagai ideologi) Pan asila berfungsi membentuk identitas bangsa dan negara 4ndonesia sehingga bangsa dan negara 4ndonesia memiliki iri khas berbeda dari bangsa dan negara lain. Pembedaan ini dimungkinkan karena ideologi memiliki iri selain sebagai pembeda juga sebagai pembatas dan pemisah dari ideologi lain.

A. Pen$er"ian 3ilsa a" 4stilah GfilsafatJ berasal dari bahasa Yunani) !philosophia() tersusun dari kata philos yang berarti inta atau philia yang berarti persahabatan) tertarik kepada dan kata sophos yang berarti kebijaksanaan) pengetahuan) ketrampilan) pengalaman praktis) inteligensi !2agus) ",,$. 1%1(. Dengan demikian philosophia se ara harfiah berarti men intai kebijaksanaan. 7ata kebijaksanaan juga dikenal dalam bahasa 4nggris) wisdom$ 2erdasarkan makna kata tersebut maka mempelajari filsafat berarti merupakan upaya manusia untuk men ari kebijaksanaan hidup yang nantinya bisa menjadi konsep yang bermanfaat bagi peradaban manusia. Suatu pengetahuan bijaksana akan mengantarkan seseorang men apai kebenaran. Drang yang men intai

8;

pengetahuan bijaksana adalah orang yang men intai kebenaran. Cinta kebenaran adalah karakteristik dari setiap filsuf dari dahulu sampai sekarang. Cilsuf dalam men ari kebijaksanaan) mempergunakan ara dengan berpikir sedalam-dalamnya. Cilsafat sebagai hasil berpikir sedalam-dalamnya diharapkan merupakan pengetahuan yang paling bijaksana atau setidak-tidaknya mendekati kesempurnaan. *dapun istilah GphilosophosJ pertama kali digunakan oleh Pythagoras !;61 -%,6 S'( untuk menunjukkan dirinya sebagai pe inta kebijaksanaan !lover of wisdom() bukan kebijaksanaan itu sendiri. Selain Phytagoras) filsuf-filsuf lain juga memberikan pengertian filsafat yang berbedabeda. Dleh karena itu) filsafat mempunyai banyak arti) tergantung pada bagaimana filsuf-filsuf menggunakannya. 2erikut disampaikan beberapa pengertian filsafat menurut beberapa filsuf) yaitu antara lain. "( Plato !%16-&%6 S'(< filsafat adalah pengetahuan tentang segala yang ada atau ilmu pengetahuan yang berminat men apai kebenaran yang asli< 1( *ristoteles !&-%-&11 S'(< filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran) yang di dalamnya terkandung ilmu-ilmu metafisika) logika) retorika) etika) ekonomi) politik) dan estetika atau filsafat menyelidiki sebab dan asas segala benda< &( 'ar us =ullius Ci ero !"#$-%& S'(< filsafat adalah pengetahuan tentang sesuatu yang mahaagung dan usaha-usaha untuk men apainya< %( 4mmanuel 7ant !"61%-"-#%(< filsafat itu ilmu pokok dan pangkal segala pengetahuan yang men akup di dalamnya empat persoalan) yaitu. apakah yang dapat kita ketahuiS !dijawab oleh metafisika() apakah yang dapat kita kerjakanS !dijawab oleh etika() sampai di manakah pengharapan kitaS !dijawab oleh antropologi(.

88

Se ara umum) filsafat merupakan ilmu yang berusaha menyelidiki hakikat segala sesuatu untuk memperoleh kebenaran. 2erdasarkan pengertian umum ini) iri- iri filsafat dapat disebut sebagai usaha berpikir radikal) menyeluruh) dan integral) atau dapat dikatakan sebagai suatu ara berpikir yang mengupas sesuatu sedalamdalamnya. Sejak kemun ulannya di Yunani) dan menyusul perkembangan pesat ilmu pengetahuan) kedudukan filsafat kemudian dikenal sebagai he Mother of .cience !induk ilmu pengetahuan(. Sebagai induk ilmu pengetahuan) filsafat merupakan muara bagi ilmu pengetahuan) termasuk ilmu pengetahuan yang bersifat positi>istik) seperti ilmu komunikasi dan teknologi informasi yang baru saja mun ul dalam era kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi !4P=?7( saat ini. Demikian pula) dibandingkan dengan ilmu pengetahuan lain) filsafat merupakan kegiatan intelektual yang metodis dan sistematis) namun lebih menekankan aspek reflektif dalam menangkap makna yang hakiki dari segala sesuatu. Dalam 7amus Cilsafat) 2agus !",,$. 1%1( mengartikan filsafat sebagai sebuah pen arian. 2eranjak dari arti harfiah filsafat sebagai inta akan kebijaksanaan) menurut 2agus !",,$. 1%1-1%&() arti itu menunjukkan bahwa manusia tidak pernah se ara sempurna memiliki pengertian menyeluruh tentang segala sesuatu yang dimaksudkan kebijaksanaan) namun terus-menerus harus mengejarnya. 2erkaitan dengan apa yang dilakukannya) filsafat adalah pengetahuan yang dimiliki rasio manusia yang menembus dasar-dasar terakhir dari segala sesuatu. Cilsafat menggumuli seluruh realitas) tetapi teristimewa eksistensi dan tujuan manusia.

8>

Dalam pengertiannya sebagai pengetahuan yang menembus dasar-dasar terakhir dari segala sesuatu) filsafat memiliki empat abang keilmuan yang utama) yaitu. "( 'etafisika< abang filsafat yang mempelajari asal mula segala sesuatu yang-ada dan yang mungkin-ada. 'etafisika terdiri atas metafisika umum yang selanjutnya disebut sebagai ontologi) yaitu ilmu yang membahas segala sesuatu yang-ada) dan metafisika khusus yang terbagi dalam teodesi yang membahas adanya =uhan) kosmologi yang membahas adanya alam semesta) dan antropologi metafisik yang membahas adanya manusia. 1( ?pistemologi< abang filsafat mempelajari seluk beluk pengetahuan. Dalam epistemologi) terkandung pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang pengetahuan) seperti kriteria apa yang dapat memuaskan kita untuk mengungkapkan kebenaran) apakah sesuatu yang kita per aya dapat diketahui) dan apa yang dimaksudkan oleh suatu pernyataan yang dianggap benar. &( *ksiologi< abang filsafat yang menelusuri hakikat nilai. Dalam aksiologi terdapat etika yang membahas hakikat nilai baik-buruk) dan estetika yang membahas nilai-nilai keindahan. Dalam etika) dipelajari dasar-dasar benarsalah dan baik-buruk dengan pertimbanganpertimbangan moral se ara fundamental dan praktis. Sedangkan dalam estetika) dipelajari kriteria-kriteria yang mengantarkan sesuatu dapat disebut indah. %( 0ogika< abang filsafat yang memuat aturan-aturan berpikir rasional. 0ogika mengajarkan manusia untuk menelusuri struktur-struktur argumen yang mengandung kebenaran atau menggali se ara optimal pengetahuan manusia berdasarkan bukti-buktinya. 2agi para filsuf) logika merupakan alat utama yang digunakan dalam meluruskan pertimbangan-pertimbangan rasional

8:

mereka untuk menemukan kebenaran dari problemproblem kefilsafatan. B. 3ilsa a" Pancasila Cilsafat Pan asila dapat didefinisikan sebagai refleksi kritis dan rasional tentang Pan asila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa) dengan tujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertiannya yang mendasar dan menyeluruh. Pan asila dikatakan sebagai filsafat) karena Pan asila merupakan hasil permenungan jiwa yang mendalam yang dilakukan oleh the founding fathers 4ndonesia) yang dituangkan dalam suatu sistem !*bdul /ani) ",,-(. Pengertian filsafat Pan asila se ara umum adalah hasil berpikir atau pemikiran yang sedalam-dalamnya dari bangsa 4ndonesia yang dianggap) diper aya dan diyakini sebagai kenyataan) norma-norma dan nilai-nilai yang benar) adil) bijaksana) dan paling sesuai dengan kehidupan dan kepribadian bangsa 4ndonesia. Cilsafat Pan asila kemudian dikembangkan oleh Soekarno sejak ",;; sampai kekuasaannya berakhir pada ",$;. Pada saat itu Soekarno selalu menyatakan bahwa Pan asila merupakan filsafat asli 4ndonesia yang diambil dari budaya dan tradisi 4ndonesia) serta merupakan akulturasi budaya 4ndia !3indu-2uddha() 2arat !7risten() dan *rab !4slam(. Cilsafat Pan asila menurut Soeharto telah mengalami 4ndonesianisasi. Semua sila dalam Pan asila adalah asli diangkat dari budaya 4ndonesia dan selanjutnya dijabarkan menjadi lebih rin i ke dalam butir-butir Pan asila. Cilsafat Pan asila dapat digolongkan sebagai filsafat praktis sehingga filsafat Pan asila tidak hanya mengandung pemikiran yang sedalam-dalamnya atau tidak hanya bertujuan men ari) tetapi hasil pemikiran yang berwujud

>0

filsafat Pan asila tersebut dipergunakan sebagai pedoman hidup sehari-hari !wa" of life atau weltanschauung( agar hidup bangsa 4ndonesia dapat men apai kebahagiaan lahir dan batin) baik di dunia maupun di akhirat !Salam) ",--. 1&-1%(. Sebagai filsafat) Pan asila memiliki dasar ontologis) epistemologis) dan aksiologis) seperti diuraikan di bawah ini.
,. Dasar On"!l!$is Pancasila Dasar-dasar ontologis Pan asila menunjukkan se ara jelas bahwa Pan asila itu benar-benar ada dalam realitas dengan identitas dan entitas yang jelas. 'elalui tinjauan filsafat) dasar ontologis Pan asila mengungkap status istilah yang digunakan) isi dan susunan sila-sila) tata hubungan) serta kedudukannya. Dengan kata lain) pengungkapan se ara ontologis itu dapat memperjelas identitas dan entitas Pan asila se ara filosofis. 7aelan !1##1. $,( menjelaskan dasar ontologis Pan asila pada hakikatnya adalah manusia yang memiliki hakikat mutlak mono-pluralis. 'anusia 4ndonesia menjadi dasar adanya Pan asila. 'anusia 4ndonesia sebagai pendukung pokok sila-sila Pan asila se ara ontologis memiliki hal-hal yang mutlak) yaitu terdiri atas susunan kodrat raga dan jiwa) jasmani dan rohani) sifat kodrat manusia sebagai makhluk indi>idu dan sosial) serta kedudukan kodrat manusia sebagai makhluk pribadi berdiri sendiri dan sebagai makhluk =uhan Yang 'aha ?sa !7aelan) 1##1.61(. Ciri- iri dasar dalam setiap sila Pan asila men erminkan sifat-sifat dasar manusia yang bersifat dwi-tunggal$ *da hubungan yang bersifat dependen antara Pan asila dengan manusia 4ndonesia. *rtinya) eksistensi) sifat dan kualitas

>1 Pan asila amat bergantung pada manusia 4ndonesia. Selain ditemukan adanya manusia 4ndonesia sebagai pendukung pokok Pan asila) se ara ontologis) realitas yang menjadikan sifat-sifat melekat dan dimiliki Pan asila dapat diungkap sehingga identitas dan entitas Pan asila itu menjadi sangat jelas. Soekarno menggunakan istilah Pan asila untuk memberi lima dasar negara yang diajukan. Dua orang sebelumnya Soepomo dan 'uhammad Yamin meskipun menyampaikan konsep dasar negara masing-masing tetapi tidak sampai memberikan nama. Panitia Persiapan 7emerdekaan 4ndonesia !PP74( atau 7omite 5asional 4ndonesia Pusat !754P( yang didalamnya duduk Soekarno sebagai anggota) menggunakan istilah Pan asila yang diperkenankan Soekarno menjadi nama resmi Dasar 5egara 4ndonesia yang isinya terdiri dari lima sila) tidak seperti yang diusulkan Soekarno melainkan seperti rumusan PP74 yang ter ermin dalam Pembukaan ::D ",%; alinea keempat. 2erhubung pengertian Pan asila merupakan kesatuan) menurut 5otonagoro !",-&. &1() maka lebih seyogyanya dan tepat untuk menulis istilah Pan asila tidak sebagai dua kata Pan a Sila) akan tetapi sebagai satu kata Pan asila. Penulisan Pan asila bukan dua kata melainkan satu kata juga men erminkan bahwa Pan asila adalah sebuah sistem bukan dua buah sistem. 5ama Pan asila yang menjadi identitas lima dasar negara 4ndonesia adalah bukan istilah yang diperkenalkan Soekarno tanggal " +uni ",%; di depan sidang 2P:P74) bukan Pan asila yang ada dalam kitab Sutasoma) bukan yang ada dalam Piagam +akarta) melainkan yang ada dalam alinea keempat Pembukaan ::D ",%;.

>2 +ika ditinjau menurut sejarah asal-usul pembentukannya) Pan asila memenuhi syarat sebagai dasar filsafat negara. *da empat ma am sebab !causa6 yang menurut 5otonagoro dapat digunakan untuk menetapkan Pan asila sebagai Dasar Cilsafat 5egara) yaitu sebab berupa materi !causa material6, sebab berupa bentuk !causa formalis6, sebab berupa tujuan !causa finalis6, dan sebab berupa asal mula karya !causa eficient6 !5otonagoro)",-&. 1;(. 0ebih jauh 5otonagoro menjelaskan keempat causa itu seperti berikut. Pertama) bangsa 4ndonesia sebagai asal mula bahan !causa materialis6 terdapat dalam adat kebiasaan) kebudayaan dan dalam agama-agamanya< kedua) seorang anggota 2adan Penyelidik :saha-usaha Persiapan 7emerdekaan 4ndonesia !2P:P74() yaitu 2ung 7arno yang kemudian bersama-sama 2ung 3atta menjadi Pembentuk 5egara) sebagai asal mula bentuk atau bangun ! causa formalis6 dan asal mula tujuan !causa finalis6 dari Pan asila sebagai alon dasar filsafat 5egara< ketiga) sejumlah sembilan orang) di antaranya kedua beliau tersebut ditambah dengan semua anggota 2P:P74 yang terdiri atas golongan-golongan kebangsaan dan agama) dengan menyusun ren ana Pembukaan :ndang-:ndang Dasar ",%; tempat terdapatnya Pan asila) dan juga 2adan Penyelidik :saha-usaha Persiapan 7emerdekaan 4ndonesia yang menerima ren ana tersebut dengan perubahan sebagai asal mula sambungan) baik dalam arti asal mula bentuk maupun dalam arti asal mula tujuan dari Pan asila sebagai Calon Dasar Cilsafat 5egara< keempat) Panitia Persiapan 7emerdekaan 4ndonesia !PP74( sebagai asal mula karya !causa eficient6, yaitu yang menjadikan Pan asila sebagai Dasar Cilsafat 5egara yang sebelumnya ditetapkan sebagai alon Dasar Cilsafat 5egara !5otonagoro) ",-&. 1;-1$(.

>3 4. Dasar E'is"em!l!$is Pancasila ?pistemologi Pan asila terkait dengan sumber dasar pengetahuan Pan asila. ?ksistensi Pan asila dibangun sebagai abstraksi dan penyederhanaan terhadap realitas yang ada dalam masyarakat bangsa 4ndonesia dengan lingkungan yang heterogen) multikultur) dan multietnik dengan ara menggali nilai-nilai yang memiliki kemiripan dan kesamaan untuk meme ahkan masalah yang dihadapi masyarakat bangsa 4ndonesia !Salam) ",,-. 1,(. 'asalah-masalah yang dihadapi menyangkut keinginan untuk mendapatkan pendidikan) kesejahteraan) perdamaian) dan ketentraman. Pan asila itu lahir sebagai respon atau jawaban atas keadaan yang terjadi dan dialami masyarakat bangsa 4ndonesia dan sekaligus merupakan harapan. Diharapkan Pan asila menjadi ara yang efektif dalam meme ahkan kesulitan hidup yang dihadapi oleh masyarakat bangsa 4ndonesia. Pan asila memiliki kebenaran korespondensi dari aspek epistemologis sejauh sila-sila itu se ara praktis didukung oleh realita yang dialami dan dipraktekkan oleh manusia 4ndonesia. Pengetahuan Pan asila bersumber pada manusia 4ndonesia dan lingkungannya. Pan asila dibangun dan berakar pada manusia 4ndonesia beserta seluruh suasana kebatinan yang dimiliki. 7aelan !1##1. ,$( mengemukakan bahwa Pan asila merupakan pedoman atau dasar bagi bangsa 4ndonesia dalam memandang realitas alam semesta) manusia) masyarakat) bangsa dan negara tentang makna hidup serta sebagai dasar bagi manusia dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam hidup dan kehidupan.

>= Dasar epistemologis Pan asila juga berkait erat dengan dasar ontologis Pan asila karena pengetahuan Pan asila berpijak pada hakikat manusia yang menjadi pendukung pokok Pan asila !7aelan) 1##1. ,6(. Se ara lebih khusus) pengetahuan tentang Pan asila yang sila-sila di dalamnya merupakan abstraksi atas kesamaan nilai-nilai yang ada dan dimiliki oleh masyarakat yang pluralistik dan heterogen adalah epistemologi sosial. ?pistemologi sosial Pan asila juga di irikan dengan adanya upaya masyarakat bangsa 4ndonesia yang berkeinginan untuk membebaskan diri menjadi bangsa merdeka) bersatu) berdaulat dan berketuhanan Yang 'aha ?sa) berkemanusiaan yang adil dan beradab) berpersatuan 4ndonesia) berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratanFperwakilan) serta ingin mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat 4ndonesia. Sumber pengetahuan Pan asila dapat ditelusuri melalui sejarah terbentuknya Pan asila. Dalam penelusuran sejarah mengenai kebudayaan yang berkait dengan lahirnya Pan asila sebagai dasar negara 8epublik 4ndonesia telah diuraikan di depan yang se ara garis besar dapat dikemukakan sebagai berikut. *kar sila-sila Pan asila ada dan berpijak pada nilai serta budaya masyarakat bangsa 4ndonesia. 5ilai serta budaya masyarakat bangsa 4ndonesia yang dapat diungkap mulai awal sejarah pada abad 4I 'asehi di samping diambil dari nilai asli 4ndonesia juga diperkaya dengan dimasukkannya nilai dan budaya dari luar 4ndonesia. 5ilai-nilai dimaksud berasal dari agama 3indu) 2udha) 4slam) serta nilainilai demokrasi yang dibawa dari 2arat. 2erdasarkan realitas yang demikian maka dapat dikatakan bahwa se ara epistemologis pengetahuan Pan asila bersumber pada nilai dan budaya tradisional dan modern) budaya asli dan ampuran.

>< Selain itu) sumber historis itu) menurut tinjauan epistemologis) Pan asila mengakui kebenaran pengetahuan yang bersumber dari wahyu atau agama serta kebenaran yang bersumber pada akal pikiran manusia serta kebenaran yang bersifat empiris berdasarkan pada pengalaman. Dengan sifatnya yang demikian maka pengetahuan Pan asila men erminkan adanya pemikiran masyarakat tradisional dan modern.

5. Dasar Aksi!l!$is Pancasila


*ksiologi terkait erat dengan penelaahan atas nilai. Dari aspek aksiologi) Pan asila tidak bisa dilepaskan dari manusia 4ndonesia sebagai latar belakang) karena Pan asila bukan nilai yang ada dengan sendirinya 5given value6 melainkan nilai yang di iptakan !created value( oleh manusia 4ndonesia. 5ilai-nilai dalam Pan asila hanya bisa dimengerti dengan mengenal manusia 4ndonesia dan latar belakangnya. 5ilai berhubungan dengan kajian mengenai apa yang se ara intrinsik) yaitu bernilai dalam dirinya sendiri dan ekstrinsik atau disebut instrumental) yaitu bernilai sejauh dikaitkan dengan ara men apai tujuan. Pada aliran hedonisme yang menjadi nilai intrinsik adalah kesenangan) pada utilitarianisme adalah nilai manfaat bagi kebanyakan orang !Smart) +.+.C.) and 2ernard 9illiams) ",6&. 6"(. Pan asila mengandung nilai) baik intrinsik maupun ekstrinsik atau instrumental. 5ilai intrinsik Pan asila adalah hasil perpaduan antara nilai asli milik bangsa 4ndonesia dan nilai yang diambil dari budaya luar 4ndonesia) baik yang diserap pada saat 4ndonesia memasuki masa sejarah abad 4I 'asehi) masa imperialis) maupun yang diambil oleh para kaum endekiawan Soekarno) 'uhammad 3atta) 7i 3ajar Dewantara) dan para pejuang kemerdekaan lainnya yang mengambil nilai-nilai modern saat belajar ke negara 2elanda.

>; 7ekhasan nilai yang melekat dalam Pan asila sebagai nilai intrinsik terletak pada diakuinya nilai-nilai ketuhanan) kemanusiaan) persatuan) kerakyatan) dan keadilan sosial sebagai satu kesatuan. 7ekhasan ini yang membedakan 4ndonesia dari negara lain. 5ilai-nilai ketuhanan) kemanusiaan) persatuan) kerakyatan) dan keadilan memiliki sifat umum uni>ersal. 7arena sifatnya yang uni>ersal) maka nilai-nilai itu tidak hanya milik manusia 4ndonesia) melainkan manusia seluruh dunia. Pan asila sebagai nilai instrumental mengandung imperatif dan menjadi arah bahwa dalam proses mewujudkan ita- ita negara bangsa) seharusnya menyesuaikan dengan sifatsifat yang ada dalam nilai ketuhanan) kemanusiaan) persatuan) kerakyatan) dan keadilan sosial. Sebagai nilai instrumental) Pan asila tidak hanya men erminkan identitas manusia 4ndonesia) melainkan juga berfungsi sebagai ara ! mean( dalam men apai tujuan) bahwa dalam mewujudkan ita- ita negara bangsa) 4ndonesia menggunakan ara- ara yang berketuhanan) berketuhanan yang adil dan beradab) berpersatuan) berkerakyatan yang menghargai musyawarah dalam men apai mufakat) dan berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat 4ndonesia. Pan asila juga men erminkan nilai realitas dan idealitas. Pan asila men erminkan nilai realitas) karena di dalam sila-sila Pan asila berisi nilai yang sudah dipraktekkan dalam hidup sehari-hari oleh bangsa 4ndonesia. Di samping mengandung nilai realitas) sila-sila Pan asila berisi nilai-nilai idealitas) yaitu nilai yang diinginkan untuk di apai. 'enurut 7aelan !1##1. "1-() nilai-nilai yang terkandung dalam sila 4 sampai dengan sila I Pan asila merupakan ita- ita) harapan) dambaan bangsa 4ndonesia yang akan diwujudkan dalam kehidupannya. 5amun) Pan asila yang pada tahun ",%; se ara formal menjadi das .ollen bangsa 4ndonesia) sebenarnya

>8 diangkat dari kenyataan riil yang berupa prinsip-prinsip dasar yang terkandung dalam adat-istiadat) kebudayaan dan kehidupan keagamaan atau keper ayaan bangsa 4ndonesia. Dleh karena itu) sebagaimana dikutip oleh 7aelan !1##1. "1,() Driyarkara menyatakan bahwa bagi bangsa 4ndonesia) Pan asila merupakan .ein im .ollen. Pan asila merupakan harapan) itaita) tapi sekaligus adalah kenyataan bagi bangsa 4ndonesia. 5ilai-nilai yang terkandung dalam Pan asila mempunyai tingkatan dan bobot yang berbeda. 'eskipun demikian) nilainilai itu tidak saling bertentangan) bahkan saling melengkapi. 3al ini disebabkan sebagai suatu substansi) Pan asila merupakan satu kesatuan yang bulat dan utuh) atau kesatuan organik !organic whole(. Dengan demikian berarti nilai-nilai yang terkandung dalam Pan asila merupakan satu kesatuan yang bulat dan utuh pula. 5ilai-nilai itu saling berhubungan se ara erat dan nilai-nilai yang satu tidak dapat dipisahkan dari nilai yang lain. *tau nilai-nilai yang dimiliki bangsa 4ndonesia itu akan memberikan pola !patroon( bagi sikap) tingkah laku dan perbuatan bangsa 4ndonesia !7aelan) 1##1. "1,(. 5otonagoro !",-&. &,( menyatakan bahwa isi arti dari Pan asila yang abstrak itu hanya terdapat atau lebih tepat dimaksudkan hanya terdapat dalam pikiran atau angan-angan) justru karena Pan asila itu merupakan ita- ita bangsa) yang menjadi dasar falsafah atau dasar kerohanian negara. =idak berarti hanya tinggal di dalam pikiran atau angan-angan saja) tetapi ada hubungannya dengan hal-hal yang sungguh-sungguh ada. *danya =uhan) manusia) satu) rakyat) dan adil adalah tidak bisa dibantah.

>> C. Hakika" Sila&Sila Pancasila 7ata GhakikatJ dapat diartikan sebagai suatu inti yang terdalam dari segala sesuatu yang terdiri dari sejumlah unsur tertentu dan yang mewujudkan sesuatu itu) sehingga terpisah dengan sesuatu lain dan bersifat mutlak. Ditunjukkan oleh 5otonagoro !",6;. ;-() hakikat segala sesuatu mengandung kesatuan mutlak dari unsur-unsur yang menyusun atau membentuknya. 'isalnya) hakikat air terdiri atas dua unsur mutlak) yaitu hidrogen dan oksigen. 7ebersatuan kedua unsur tersebut bersifat mutlak untuk mewujudkan air. Dengan kata lain) kedua unsur tersebut se ara bersama-sama menyusun air sehingga terpisah dari benda yang lainnya) misalnya dengan batu) kayu) air raksa dan lain sebagainya. =erkait dengan hakikat sila-sila Pan asila) pengertian kata GhakikatJ dapat dipahami dalam tiga kategori) yaitu. "( 3akikat abstrak yang disebut juga sebagai hakikat jenis atau hakikat umum yang mengandung unsur-unsur yang sama) tetap dan tidak berubah. 3akikat abstrak sila-sila Pan asila menunjuk pada kata. ketuhanan) kemanusiaan) persatuan) kerakyatan) dan keadilan. 'enurut bentuknya) Pan asila terdiri atas kata-kata dasar =uhan) manusia) satu) rakyat) dan adil yang dibubuhi awalan dan akhiran) berupa ke dan an !sila 4) 44) 4I) dan I() sedangkan yang satu berupa per dan an !sila 444(. 7edua ma am awalan dan akhiran itu mempunyai kesamaan dalam maksudnya yang pokok) ialah membuat abstrak atau mujarad) tidak maujud atau lebih tidak maujud arti daripada kata dasarnya !5otonagoro) ",$6. &,(. 1( 3akikat pribadi sebagai hakikat yang memiliki sifat khusus) artinya terikat kepada barang sesuatu. 3akikat pribadi Pan asila menunjuk pada iri- iri khusus sila-sila Pan asila

>: yang ada pada bangsa 4ndonesia) yaitu adat istiadat) nilai-nilai agama) nilai-nilai kebudayaan) sifat dan karakter yang melekat pada bangsa 4ndonesia sehingga membedakan bangsa 4ndonesia dengan bangsa yang lain di dunia. Sifat-sifat dan iri- iri ini tetap melekat dan ada pada bangsa 4ndonesia. 3akikat pribadi inilah yang realisasinya sering disebut sebagai kepribadian) dan totalitas kongkritnya disebut kepribadian Pan asila. &( 3akikat kongkrit yang bersifat nyata sebagaimana dalam kenyataannya. 3akikat kongkrit Pan asila terletak pada fungsi Pan asila sebagai dasar filsafat negara. Dalam realisasinya) Pan asila adalah pedoman praktis) yaitu dalam wujud pelaksanaan praktis dalam kehidupan negara) bangsa dan negara 4ndonesia yang sesuai dengan kenyataan seharihari) tempat) keadaan dan waktu. Dengan realisasi hakikat kongkrit itu) pelaksanaan Pan asila dalam kehidupan negara setiap hari bersifat dinamis) antisipatif) dan sesuai dengan perkembangan waktu) keadaan) serta perubahan Baman !5otonagoro) ",6;. ;--$"(. Pan asila yang berisi lima sila) menurut 5otonagoro !",$6. &1( merupakan satu kesatuan utuh. 7esatuan sila-sila Pan asila tersebut) diuraikan sebagai berikut.

1. 7esatuan sila-sila Pan asila dalam struktur yang bersifat hirarkis dan berbentuk piramidal
Susunan se ara hirarkis mengandung pengertian bahwa sila-sila Pan asila memiliki tingkatan berjenjang) yaitu sila yang ada di atas menjadi landasan sila yang ada di bawahnya. Sila pertama melandasi sila kedua) sila kedua melandasi sila ketiga) sila ketiga melandasi sila keempat) dan sila keempat melandasi sila kelima. Pengertian matematika piramidal digunakan untuk menggambarkan hubungan hirarkis sila-sila Pan asila menurut

:0 urut-urutan luas !kwantitas( dan juga dalam hal sifat-sifatnya !kwalitas(. Dengan demikian) diperoleh pengertian bahwa menurut urut-urutannya) setiap sila merupakan pengkhususan dari sila-sila yang ada dimukanya. Dalam susunan hirarkis dan piramidal) sila 7etuhanan yang 'aha ?sa menjadi basis kemanusiaan) persatuan 4ndonesia) kerakyatan dan keadilan sosial. Sebaliknya 7etuhanan Yang 'aha ?sa adalah 7etuhanan yang berkemanusiaan) yang membangun) memelihara dan mengembangkan persatuan 4ndonesia) yang berkerakyatan dan berkeadilan sosial. Demikian selanjutnya) sehingga tiap-tiap sila di dalamnya mengandung sila-sila lainnya. Se ara ontologis) kesatuan sila-sila Pan asila sebagai suatu sistem yang bersifat hirarkis dan berbentuk piramidal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut) sebagaimana diungkapkan oleh 5otonagoro !",-%. $" dan ",6;. ;1) ;6() bahwa hakikat adanya =uhan adalah ada karena dirinya sendiri) =uhan sebagai causa prima. Dleh karena itu segala sesuatu yang ada termasuk manusia ada karena di iptakan =uhan atau manusia ada sebagai akibat adanya =uhan !sila pertama(. *dapun manusia adalah sebagai subjek pendukung pokok negara) karena negara adalah lembaga kemanusiaan) negara adalah sebagai persekutuan hidup bersama yang anggotanya adalah manusia !sila kedua(. Dengan demikian) negara adalah sebagai akibat adanya manusia yang bersatu !sila ketiga(. Selanjutnya terbentuklah persekutuan hidup bersama yang disebut rakyat. 8akyat pada hakikatnya merupakan unsur negara di samping wilayah dan pemerintah. 8akyat adalah totalitas indi>idu-indi>idu dalam negara yang bersatu !sila keempat(. *dapun keadilan yang pada hakikatnya merupakan tujuan bersama atau keadilan sosial !sila kelima(

:1 pada hakikatnya sebagai tujuan dari lembaga hidup bersama yang disebut negara.

1. 3ubungan kesatuan sila-sila Pan asila yang saling mengisi dan saling mengkualifikasi
Sila-sila Pan asila sebagai kesatuan dapat dirumuskan pula dalam hubungannya saling mengisi atau mengkualifikasi dalam kerangka hubungan hirarkis piramidal seperti di atas. Dalam rumusan ini) tiap-tiap sila mengandung empat sila lainnya atau dikualifikasi oleh empat sila lainnya. :ntuk kelengkapan hubungan kesatuan keseluruhan sila-sila Pan asila yang dipersatukan dengan rumusan hirarkis piramidal tersebut) berikut disampaikan kesatuan sila-sila Pan asila yang saling mengisi dan saling mengkualifikasi.

a( Sila pertama< 7etuhanan Yang 'aha ?sa adalah 7etuhanan yang berkemanusiaan yang adil dan beradab) yang berpersatuan 4ndonesia) yang berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratanF perwakilan) yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat 4ndonesia< b( Sila kedua< kemanusiaan yang adil dan beradab adalah kemanusiaan yang ber-7etuhanan Yang 'aha ?sa) yang berpersatuan 4ndonesia) yang berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratanF perwakilan) yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat 4ndonesia< ( Sila ketiga< persatuan 4ndonesia adalah persatuan yang ber-7etuhanan Y'?) berkemanusiaan yang adil dan beradab) yang berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratanFperwakilan) yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat 4ndonesia< d( Sila keempat< kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratanFperwakilan)

:2

adalah kerakyatan yang ber-7etuhanan Yang 'aha ?sa) berkemanusiaan yang adil dan beradab) yang berpersatuan 4ndonesia) yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat 4ndonesia< e( Sila kelima< keadilan sosial bagi seluruh rakyat 4ndonesia adalah keadilan yang ber-7etuhanan Yang 'aha ?sa) berkemanusiaan yang adil dan beradab) yang berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratanFperwakilan !5otonagoro) ",6;. %&-%%(.K L
Da "ar Pus"aka *bdul /ani) 8uslan) ",,-) Pan asila dan 8eformasi) 'akalah Seminar 5asional 7*/*'*) - +uli ",,-) Yogyakarta. 2agus) 0orens) ",,$) 'amus !ilsafat, P=. /ramedia) +akarta.

7aelan) 1###) Pendidikan Pancasila, Paradigma) Yogyakarta. MMMMM) 1##1) !ilsafat Pancasila, Pandangan Hidup (angsa %ndonesia, Paradigma) Yogyakarta. 5otonagoro) ",$6) (eberapa Hal Mengenai !alsafah PancasilaC Pengertian %nti-%si Mutlak 1aripada Pancasila 1asar !alsafah Negara, Pokok Pangkal Pelaksanaan .ecara Murni 1an 'onsekuen, Cetakan 7edua) Pan uran =udjuh) +akarta. MMMMMMMMM) ",-&) Pancasila .ecara %lmiah Populer, Cetakan 7elima) 2ina *ksara, +akarta. Salam) 3. 2urhanuddin) ",,-) !ilsafat Pancasilaisme)8ineka Cipta) +akarta. Smart) +.+.C.) and 2ernard 9illiams) ",6&) 4tilitarianismC !or and 8gainst, Cambridge :ni>ersity Press) :nited 7ingdom.

PANCASILA SEBAGAI SIS*EM E*IKA, Pan asila memiliki berma am-ma am fungsi dan kedudukan) antara lain sebagai dasar negara) pandangan hidup bangsa) ideologi negara) jiwa dan kepribadian bangsa. Pan asila juga sangat sarat akan nilai) yaitu nilai ketuhanan) kemanusiaan) persatuan) kerakyatan dan keadilan. Dleh karena itu) Pan asila se ara normatif dapat dijadikan sebagai suatu a uan atas tindakan baik) dan se ara filosofis dapat dijadikan perspektif kajian atas nilai dan norma yang berkembang dalam masyarakat. Sebagai suatu nilai yang terpisah satu sama lain) nilai-nilai tersebut bersifat uni>ersal) dapat ditemukan di manapun dan kapanpun. 5amun) sebagai suatu kesatuan nilai yang utuh) nilainilai tersebut memberikan iri khusus pada ke-4ndonesia-an karena merupakan komponen utuh yang terkristalisasi dalam Pan asila. 'eskipun para founding fathers mendapat pendidikan dari 2arat) namun causa materialis Pan asila digali dan bersumber dari agama) adat dan kebudayaan yang hidup di 4ndonesia. Dleh karena itu) Pan asila yang pada awalnya merupakan konsensus politik yang memberi dasar bagi berdirinya negara 4ndonesia) berkembang menjadi konsensus moral yang digunakan sebagai sistem etika yang digunakan untuk mengkaji moralitas bangsa dalam konteks hubungan berbangsa dan bernegara.

A. A'a i"u E"ika6 Dalam per akapan sehari-hari dan dalam berbagai tulisan sangat sering seseorang menyebut istilah etika) meskipun sangat sering pula seseorang menggunakannya se ara tidak tepat. Sebagai ontoh penggunaan istilah Getika
1

,isampai(an dalam Seminar /Kuri(ulum0)odul Pembela.aran Pendidi(an 1ara( 1auh Pancasila23 *ang diselenggara(an atas (er.asama UG) dan ,IKTI di 4otel %o5otel 6og*a(arta tanggal 78 %o5ember 7917.

:3

:=

pergaulan) etika jurnalistik) etika kedokteranJ dan lain-lain) padahal yang dimaksud adalah etiket) bukan etika. ?tika harus dibedakan dengan etiket. ?tika adalah kajian ilmiah terkait dengan etiket atau moralitas. Dengan demikian) maka istilah yang tepat adalah etiket pergaulan) etiket jurnalistik) etiket kedokteran) dan lain-lain. ?tiket se ara sederhana dapat diartikan sebagai aturan kesusilaanFsopan santun. Se ara etimologis !asal kata() etika berasal dari bahasa Yunani) ethos, yang artinya watak kesusilaan atau adat. 4stilah ini identik dengan moral yang berasal dari bahasa 0atin) mos yang jamaknya mores, yang juga berarti adat atau ara hidup. 'eskipun kata etika dan moral memiliki kesamaan arti) dalam pemakaian sehari-hari dua kata ini digunakan se ara berbeda. 'oral atau moralitas digunakan untuk perbuatan yang sedang dinilai) sedangkan etika digunakan untuk mengkaji sistem nilai yang ada !Eubair) ",-6. "&(. Dalam bahasa *rab) padanan kata etika adalah akhlak yang merupakan kata jamak khuluk yang berarti perangai) tingkah laku atau tabiat !Eakky) 1##-. 1#.(
B. Aliran&aliran Besar E"ika Dalam kajian etika dikenal tiga teoriFaliran besar) yaitu deontologi) teleologi dan keutamaan. Setiap aliran memiliki sudut pandang sendiri-sendiri dalam menilai apakah suatu perbuatan dikatakan baik atau buruk.
1. E"ika De!n"!l!$i

?tika deontologi memandang bahwa tindakan dinilai baik atau buruk berdasarkan apakah tindakan itu sesuai atau tidak dengan kewajiban. ?tika deontologi tidak mempersoalkan akibat dari tindakan tersebut) baik atau buruk. 7ebaikan adalah ketika seseorang melaksanakan apa yang sudah menjadi kewajibannya. =okoh yang mengemukakan teori ini adalah 4mmanuel 7ant

:< !"6&%-"-#%(. 7ant menolak akibat suatu tindakan sebagai dasar untuk menilai tindakan tersebut karena akibat tadi tidak menjamin uni>ersalitas dan konsistensi dalam bertindak dan menilai suatu tindakan !7eraf) 1##1. ,(. 7ewajiban moral sebagai manifestasi dari hukum moral adalah sesuatu yang sudah tertanam dalam setiap diri pribadi manusia yang bersifat uni>ersal. 'anusia dalam dirinya se ara kategoris sudah dibekali pemahaman tentang suatu tindakan itu baik atau buruk) dan keharusan untuk melakukan kebaikan dan tidak melakukan keburukan harus dilakukan sebagai perintah tanpa syarat !imperatif kategoris(. 7ewajiban moral untuk tidak melakukan korupsi) misalnya) merupakan tindakan tanpa syarat yang harus dilakukan oleh setiap orang. 2ukan karena hasil atau adanya tujuan-tujuan tertentu yang akan diraih) namun karena se ara moral setiap orang sudah memahami bahwa korupsi adalah tindakan yang dinilai buruk oleh siapapun. ?tika deontologi menekankan bahwa kebijakanFtindakan harus didasari oleh moti>asi dan kemauan baik dari dalam diri) tanpa mengharapkan pamrih apapun dari tindakan yang dilakukan !7uswanjono) 1##-. 6(. :kuran kebaikan dalam etika deontologi adalah kewajiban) kemauan baik) kerja keras dan otonomi bebas. Setiap tindakan dikatakan baik apabila dilaksanakan karena didasari oleh kewajiban moral dan demi kewajiban moral itu. =indakan itu baik bila didasari oleh kemauan baik dan kerja keras dan sungguh-sungguh untuk melakukan perbuatan itu) dan tindakan yang baik adalah didasarkan atas otonomi bebasnya tanpa ada paksaan dari luar.

:;
2. E"ika *ele!l!$i

Pandangan etika teleologi berkebalikan dengan etika deontologi) yaitu bahwa baik buruk suatu tindakan dilihat berdasarkan tujuan atau akibat dari perbuatan itu. ?tika teleologi membantu kesulitan etika deontologi ketika menjawab apabila dihadapkan pada situasi konkrit ketika dihadapkan pada dua atau lebih kewajiban yang bertentangan satu dengan yang lain. +awaban yang diberikan oleh etika teleologi bersifat situasional yaitu memilih mana yang membawa akibat baik meskipun harus melanggar kewajiban) nilai norma yang lain. 7etika ben ana sedang terjadi situasi biasanya chaos. Dalam keadaan seperti ini maka memenuhi kewajiban sering sulit dilakukan. Contoh sederhana kewajiban mengenakan helm bagi pengendara motor tidak dapat dipenuhi karena lebih fokus pada satu tujuan yaitu men ari keselamatan. 7ewajiban membayar pajak dan hutang juga sulit dipenuhi karena kehilangan seluruh harta benda. Dalam keadaan demikian etika teleologi perlu dipertimbangkan yaitu demi akibat baik) beberapa kewajiban mendapat toleransi tidak dipenuhi. Persoalan yang kemudian mun ul adalah akibat yang baik itu) baik menurut siapaS *pakah baik menurut pelaku atau menurut orang lainS *tas pertanyaan ini) etika teleologi dapat digolongkan menjadi dua) yaitu egoisme etis dan utilitarianisme

a' #goisme etis memandang bahwa tindakan yang baik adalah tindakan yang berakibat baik untuk pelakunya. Se ara moral setiap orang dibenarkan mengejar kebahagiaan untuk dirinya dan dianggap salah atau buruk apabila membiarkan dirinya sengsara dan dirugikan. b' 4tilitarianisme menilai bahwa baik buruknya suatu perbuatan tergantung bagaimana akibatnya terhadap

:8

banyak orang. =indakan dikatakan baik apabila mendatangkan kemanfaatan yang besar dan memberikan kemanfaatan bagi sebanyak mungkin orang. Di dalam menentukan suatu tindakan yang dilematis maka yang pertama adalah dilihat mana yang memiliki tingkat kerugian paling ke il dan kedua dari kemanfaatan itu mana yang paling menguntungkan bagi banyak orang) karena bisa jadi kemanfaatannya besar namun hanya dapat dinikmati oleh sebagian ke il orang saja. ?tika utilitarianisme ini tidak terpaku pada nilai atau norma yang ada karena pandangan nilai dan norma sangat mungkin memiliki keragaman. 5amun setiap tindakan selalu dilihat apakah akibat yang ditimbulkan akan memberikan manfaat bagi banyak orang atau tidak. 7alau tindakan itu hanya akan menguntungkan sebagian ke il orang atau bahkan merugikan maka harus di ari alternatif-alternatif tindakan yang lain. ?tika utilitarianisme lebih bersifat realistis) terbuka terhadap beragam alternatif tindakan dan berorientasi pada kemanfaatan yang besar dan yang menguntungkan banyak orang. 4tilitarians tr" to produce maDimum pleasure and minimum pain, counting their own pleasure and pain as no more or less important than an"one else@s !9enB) 1##". -$(.
?tika utilitarianisme ini menjawab pertanyaan etika egoisme) bahwa kemanfaatan banyak orang-lah yang lebih diutamakan. 7emanfaatan diri diperbolehkan sewajarnya) karena kemanfaatan itu harus dibagi kepada yang lain. :tilitarianisme) meskipun demikian) juga memiliki kekurangan. Sonny 7eraf !1##1. ",-1"( men atat ada enam kelemahan etika ini) yaitu.

:>

!"( 7arena alasan kemanfaatan untuk orang banyak berarti akan ada sebagian masyarakat yang dirugikan) dan itu dibenarkan. Dengan demikian utilitarianisme membenarkan adanya ketidakadilan terutama terhadap minoritas. !1( Dalam kenyataan praktis) masyarakat lebih melihat kemanfaatan itu dari sisi yang kuantitasmaterialistis) kurang memperhitungkan manfaat yang non-material seperti kasih sayang) nama baik) hak dan lain-lain. !&( 7arena kemanfaatan yang banyak diharapkan dari segi material yang tentu terkait dengan masalah ekonomi) maka untuk atas nama ekonomi tersebut hal-hal yang ideal seperti nasionalisme) martabat bangsa akan terabaikan) misal atas nama memasukkan in>estor asing aset-aset negara dijual kepada pihak asing) atau atas nama meningkatkan de>isa negara pengiriman =79 ditingkatkan. 3al yang menimbulkan problem besar adalah ketika lingkungan dirusak atas nama untuk menyejahterakan masyarakat. !%( 7emanfaatan yang dipandang oleh etika utilitarianisme sering dilihat dalam jangka pendek) tidak melihat akibat jangka panjang. Padahal) misal dalam persoalan lingkungan) kebijakan yang dilakukan sekarang akan memberikan dampak negatif pada masa yang akan datang. !;( 7arena etika utilitarianisme tidak menganggap penting nilai dan norma) tapi lebih pada orientasi hasil) maka tindakan yang melanggar nilai dan norma atas nama kemanfaatan yang besar) misalnya perjudianFprostitusi) dapat dibenarkan. !$( ?tika utilitarianisme mengalami kesulitan menentukan mana yang lebih diutamakan

::

kemanfaatan yang besar namun dirasakan oleh sedikit masyarakat atau kemanfaatan yang lebih banyak dirasakan banyak orang meskipun kemanfaatannya ke il.
'enyadari kelemahan itu etika utilitarianisme membedakannya dalam dua tingkatan) yaitu utilitarianisme aturan dan tindakan. *tas dasar ini) maka pertama, setiap kebijakan dan tindakan harus di ek apakah bertentangan dengan nilai dan norma atau tidak. 7alau bertentangan maka kebijakan dan tindakan tersebut harus ditolak meskipun memiliki kemanfaatan yang besar. 'edua, kemanfaatan harus dilihat tidak hanya yang bersifat fisik saja tetapi juga yang non-fisik seperti kerusakan mental) moralitas) kerusakan lingkungan dsb. 'etiga, terhadap masyarakat yang dirugikan perlu pendekatan personal dan kompensasi yang memadai untuk memperke il kerugian material dan non-material.

E"ika Keu"amaan ?tika ini tidak mempersoalkan akibat suatu tindakan) tidak juga mendasarkan pada penilaian moral pada kewajiban terhadap hukum moral uni>ersal) tetapi pada pengembangan karakter moral pada diri setiap orang. Drang tidak hanya melakukan tindakan yang baik) melainkan menjadi orang yang baik. 7arakter moral ini dibangun dengan ara meneladani perbuatan-perbuatan baik yang dilakukan oleh para tokoh besar. 4nternalisasi ini dapat dibangun melalui erita) sejarah yang didalamnya mengandung nilai-nilai keutamaan agar dihayati dan ditiru oleh masyarakatnya. 7elemahan etika ini adalah ketika terjadi dalam masyarakat yang majemuk) maka tokohtokoh yang dijadikan panutan juga beragam sehingga konsep keutamaan menjadi sangat beragam pula) dan keadaan ini dikhawatirkan akan menimbulkan benturan sosial.
3.

100

7elemahan etika keutamaan dapat diatasi dengan ara mengarahkan keteladanan tidak pada figur tokoh) tetapi pada perbuatan baik yang dilakukan oleh tokoh itu sendiri) sehingga akan ditemukan prinsip-prinsip umum tentang karakter yang bermoral itu seperti apa. Selanjutnya akan dibahas tentang etika Pan asila sebagai suatu aliran etika alternatif) baik dalam konteks keindonesiaan maupun keilmuan se ara lebih luas.
C. E"ika Pancasila ?tika Pan asila tidak memposisikan se ara berbeda atau bertentangan dengan aliran-aliran besar etika yang mendasarkan pada kewajiban) tujuan tindakan dan pengembangan karakter moral) namun justru merangkum dari aliran-aliran besar tersebut. ?tika Pan asila adalah etika yang mendasarkan penilaian baik dan buruk pada nilai-nilai Pan asila) yaitu nilai ketuhanan) kemanusiaan) persatuan) kerakyatan dan keadilan. Suatu perbuatan dikatakan baik bukan hanya apabila tidak bertentangan dengan nilai-nilai tersebut) namun juga sesuai dan mempertinggi nilai-nilai Pan asila tersebut. 5ilai-nilai Pan asila meskipun merupakan kristalisasi nilai yang hidup dalam realitas sosial) keagamaan) maupun adat kebudayaan bangsa 4ndonesia) namun sebenarnya nilai-nilai Pan asila juga bersifat uni>ersal dapat diterima oleh siapapun dan kapanpun.

?tika Pan asila berbi ara tentang nilai-nilai yang sangat mendasar dalam kehidupan manusia. 5ilai yang pertama adalah ketuhanan. Se ara hirarkis nilai ini bisa dikatakan sebagai nilai yang tertinggi karena menyangkut nilai yang bersifat mutlak. Seluruh nilai kebaikan diturunkan dari nilai ini. Suatu perbuatan dikatakan baik apabila tidak bertentangan dengan nilai) kaidah dan hukum =uhan. Pandangan demikian se ara empiris bisa dibuktikan bahwa setiap perbuatan yang melanggar nilai) kaidah dan

101

hukum =uhan) baik itu kaitannya dengan hubungan antara manusia maupun alam pasti akan berdampak buruk. 'isalnya pelanggaran akan kaidah =uhan tentang menjalin hubungan kasih sayang antarsesama akan menghasilkan konflik dan permusuhan. Pelanggaran kaidah =uhan untuk melestarikan alam akan menghasilkan ben ana alam) dan lain-lain 5ilai yang kedua adalah kemanusiaan. Suatu perbuatan dikatakan baik apabila sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan. Prinsip pokok dalam nilai kemanusiaan Pan asila adalah keadilan dan keadaban. 7eadilan mensyaratkan keseimbangan) antara lahir dan batin) jasmani dan rohani) indi>idu dan sosial) makhluk bebas mandiri dan makhluk =uhan yang terikat hukum-hukum =uhan. 7eadaban mengindikasikan keunggulan manusia dibanding dengan makhluk lain) yaitu hewan) tumbuhan) dan benda tak hidup. 7arena itu perbuatan itu dikatakan baik apabila sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan yang didasarkan pada konsep keadilan dan keadaban. 5ilai yang ketiga adalah persatuan. Suatu perbuatan dikatakan baik apabila dapat memperkuat persatuan dan kesatuan. Sikap egois dan menang sendiri merupakan perbuatan buruk) demikian pula sikap yang meme ah belah persatuan. Sangat mungkin seseorang seakan-akan mendasarkan perbuatannya atas nama agama !sila ke-"() namun apabila perbuatan tersebut dapat meme ah persatuan dan kesatuan maka menurut pandangan etika Pan asila bukan merupakan perbuatan baik. 5ilai yang keempat adalah kerakyatan. Dalam kaitan dengan kerakyatan ini terkandung nilai lain yang sangat penting yaitu nilai hikmatFkebijaksanaan dan permusyawaratan. 7ata hikmatFkebijaksanaan berorientasi pada tindakan yang mengandung nilai kebaikan tertinggi. *tas nama men ari kebaikan) pandangan minoritas belum

102

tentu kalah dibanding mayoritas. Pelajaran yang sangat baik misalnya peristiwa penghapusan tujuh kata dalam sila pertama Piagam +akarta. Sebagian besar anggota PP74 menyetujui tujuh kata tersebut) namun memperhatikan kelompok yang sedikit !dari wilayah =imur( yang se ara argumentatif dan realistis bisa diterima) maka pandangan minoritas GdimenangkanJ atas pandangan mayoritas. Dengan demikian) perbuatan belum tentu baik apabila disetujuiFbermanfaat untuk orang banyak) namun perbuatan itu baik jika atas dasar musyawarah yang didasarkan pada konsep hikmahFkebijaksanaan. 5ilai yang kelima adalah keadilan. *pabila dalam sila kedua disebutkan kata adil) maka kata tersebut lebih dilihat dalam konteks manusia selaku indi>idu. *dapun nilai keadilan pada sila kelima lebih diarahkan pada konteks sosial. Suatu perbuatan dikatakan baik apabila sesuai dengan prinsip keadilan masyarakat banyak. 'enurut 7ohlberg !",,;. &6() keadilan merupakan kebajikan utama bagi setiap pribadi dan masyarakat. 7eadilan mengandaikan sesama sebagai partner yang bebas dan sama derajatnya dengan orang lain.
'enilik nilai-nilai yang terkandung dalam Pan asila) maka Pan asila dapat menjadi sistem etika yang sangat kuat) nilai-nilai yang ada tidak hanya bersifat mendasar) namun juga realistis dan aplikatif. *pabila dalam kajian aksiologi dikatakan bahwa keberadaan nilai mendahului fakta) maka nilai-nilai Pan asila merupakan nilai-nilai ideal yang sudah ada dalam ita- ita bangsa 4ndonesia yang harus diwujudkan dalam realitas kehidupan. 5ilai-nilai tersebut dalam istilah 5otonagoro merupakan nilai yang bersifat abstrak umum dan uni>ersal) yaitu nilai yang melingkupi realitas kemanusiaan di manapun) kapanpun dan merupakan dasar bagi setiap tindakan dan mun ulnya nilai-nilai yang lain. Sebagai ontoh) nilai ketuhanan akan menghasilkan nilai spiritualitas) ketaatan) dan toleransi.

103 5ilai kemanusiaan) menghasilkan nilai kesusilaan) tolong menolong) penghargaan) penghormatan) kerjasama) dan lain-lain. 5ilai persatuan menghasilkan nilai inta tanah air) pengorbanan dll. 5ilai kerakyatan menghasilkan nilai menghargai perbedaan) kesetaraan) dll. 5ilai keadilan menghasilkan nilai kepedulian) kesejajaran ekonomi) kemajuan bersama dll. D. Pancasila Se#a$ai S!lusi Pers!alan Ban$sa dan Ne$ara (S"udi Kasus K!ru'si) Situasi negara 4ndonesia saat ini begitu memprihatinkan. 2egitu banyak masalah menimpa bangsa ini dalam bentuk krisis yang multidimensional. 7risis ekonomi) politik) budaya) sosial) hankam) pendidikan dan lain-lain) yang sebenarnya berhulu pada krisis moral. =ragisnya) sumber krisis justru berasal dari badanbadan yang ada di negara ini) baik eksekutif) legislatif maupun yudikatif) yang notabene badan-badan inilah yang seharusnya mengemban amanat rakyat. Setiap hari kita disuguhi beritaberita mal-amanah yang dilakukan oleh orang-orang yang diper aya rakyat untuk menjalankan mesin pembangunan ini. Sebagaimana telah dikatakan bahwa moralitas memegang kun i sangat penting dalam mengatasi krisis. 7alau krisis moral sebagai hulu dari semua masalah) maka melalui moralitas pula krisis dapat diatasi. 4ndikator kemajuan bangsa tidak ukup diukur hanya dari kepandaian warganegaranya) tidak juga dari kekayaan alam yang dimiliki) namun hal yang lebih mendasar adalah sejauh mana bangsa tersebut memegang teguh moralitas. 'oralitas memberi dasar) warna sekaligus penentu arah tindakan suatu bangsa. 'oralitas dapat dibedakan menjadi tiga) yaitu moralitas indi>idu) moralitas sosial dan moralitas mondial. 'oralitas indi>idu lebih merupakan kesadaran tentang prinsip baik yang bersifat ke dalam) tertanam dalam diri manusia

10= yang akan mempengaruhi ara berpikir dan bertindak. Seorang yang memiliki moralitas indi>idu yang baik akan mun ul dalam sikap dan perilaku seperti sopan) rendah hati) tidak suka menyakiti orang lain) toleran) suka menolong) bekerja keras) rajin belajar) rajin ibadah dan lain-lain. 'oralitas ini mun ul dari dalam) bukan karena dipaksa dari luar. 2ahkan) dalam situasi amoral yang terjadi di luar dirinya) seseorang yang memiliki moralitas indi>idu kuat akan tidak terpengaruh. 'oralitas indi>idu ini terakumulasi menjadi moralitas sosial) sehingga akan tampak perbedaan antara masyarakat yang bermoral tinggi dan rendah. *dapun moralitas mondial adalah moralitas yang bersifat uni>ersal yang berlaku di manapun dan kapanpun) moralitas yang terkait dengan keadilan) kemanusiaan) kemerdekaan) dan sebagainya. 'oralitas sosial juga ter ermin dari moralitas indi>idu dalam melihat kenyataan sosial. 2isa jadi seorang yang moral indi>idunya baik tapi moral sosialnya kurang) hal ini terutama terlihat pada bagaimana mereka berinteraksi dengan masyarakat yang majemuk. Sikap toleran) suka membantu seringkali hanya ditujukan kepada orang lain yang menjadi bagian kelompoknya) namun tidak toleran kepada orang di luar kelompoknya. Sehingga bisa dikatakan bahwa moral sosial tidak ukup sebagai kumpulan dari moralitas indi>idu) namun sesungguhnya lebih pada bagaimana indi>idu melihat orang lain sebagai manusia yang memiliki harkat dan martabat kemanusiaan yang sama. 'oralitas indi>idu dan sosial memiliki hubungan sangat erat bahkan saling tarik-menarik dan mempengaruhi. 'oralitas indi>idu dapat dipengaruhi moralitas so ial) demikian pula sebaliknya. Seseorang yang moralitas indi>idunya baik ketika hidup di lingkungan masyarakat yang bermoral buruk dapat

10< terpengaruh menjadi amoral. 7enyataan seperti ini seringkali terjadi pada lingkungan pekerjaan. 7etika lingkungan pekerjaan berisi orang orang yang bermoral buruk) maka orang yang bermoral baik akan diku ilkan atau diperlakukan tidak adil. Seorang yang moralitas indi>idunya lemah akan terpengaruh untuk menyesuaikan diri dan mengikuti. 5amun sebaliknya) seseorang yang memiliki moralitas indi>idu baik akan tidak terpengaruh bahkan dapat mempengaruhi lingkungan yang bermoral buruk tersebut. 'oralitas dapat dianalogikan dengan seorang kusir kereta kuda yang mampu mengarahkan ke mana kereta akan berjalan. *rah perjalanan kereta tentu tidak lepas dari ke mana tujuan hendak dituju. Drang yang bermoral tentu mengerti mana arah yang akan dituju) sehingga pikiran dan langkahnya akan diarahkan kepada tujuan tersebut) apakah tujuannya hanya untuk kesenangan duniawi diri sendiri saja atau untuk kesenangan orang lain atau lebih jauh untuk kebahagiaan ruhaniah yang lebih abadi) yaitu pengabdian pada =uhan. Pelajaran yang sangat berharga dapat diteladani dari para pendahulu kita yang berjuang demi meraih kemerdekaan. 'oralitas indi>idu dan sosial yang begitu kuat dengan dipayungi moralitas mondial telah membuahkan hasil dari ita- ita mereka) meskipun mereka banyak yang tidak sempat merasakan buah perjuangannya sendiri. Dasar moral yang melandasi perjuangan mereka terabadikan dalam Pembukaan :ndang :ndang Dasar 5egara 8epublik 4ndonesia tahun ",%; yang termuat dalam alinea-alineanya. *linea pertama) bahwa kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa) oleh karena itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. *linea ini menjadi payung moral para pejuang kita

10; bahwa telah terjadi pelanggaran hak atas kemerdekaan pada bangsa kita. Pelanggaran atas hak kemerdekaan itu sendiri merupakan pelanggaran atas moral mondial) perikemanusiaan dan perikeadilan. *papun bentuknya penjajahan telah meruntuhkan nilai-nilai hakiki manusia.

yaitu

*pabila ditilik dari Pembukaan ::D 5egara 8epublik 4ndonesia tahun ",%; tampak jelas bahwa moralitas sangat mendasari perjuangan merebut kemerdekaan dan bagaimana mengisinya. *lasan dasar mengapa bangsa ini harus merebut kemerdekaan karena penjajahan bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan keadilan !alinea 4(. Se ara eksplisit founding fathers menyatakan bahwa kemerdekaan dapat diraih karena rahmat *llah dan adanya keinginan luhur bangsa !alinea 444(. *da perpaduan antara nilai ilahiah dan nilai humanitas yang saling berkelindan. Selanjutnya) di dalam membangun negara ke depan diperlukan dasar-dasar nilai yang bersifat uni>ersal) yaitu nilai ketuhanan) kemanusiaan) persatuan) kerakyatan dan keadilan. 'oralitas) saat ini menjadi barang yang sangat mahal karena semakin langka orang yang masih betul-betul memegang moralitas tersebut. 5amun dapat juga dikatakan sebagai barang murah karena banyak orang menggadaikan moralitas hanya dengan beberapa lembar uang. *da keterputusan !missing link( antara alinea 4) 44) 444 dengan alinea 4I. 5ilai-nilai yang seharusnya menjadi dasar sekaligus tujuan negara ini telah digadaikan dengan nafsu berkuasa dan kemewahan harta. ?goisme telah mengalahkan solidaritas dan kepedulian pada sesama. 0alu bagaimana membangun kesadaran moral anti korupsi berdasarkan Pan asilaS 7orupsi se ara harafiah diartikan sebagai kebusukan) keburukan) kebejatan) ketidakjujuran) dapat disuap) tidak bermoral) penyimpangan dari kesu ian !=im Penulis 2uku

108 Pendidikan anti korupsi) 1#"". 1&(. 7asus korupsi yang terjadi di 4ndonesia semakin menunjukkan ekskalasi yang begitu tinggi. Dleh karenanya) penyelesaian korupsi harus diselesaikan melalui beragam araFpendekatan) yang dalam hal ini saya menggunakan istilah pendekatan eksternal maupun internal. Pendekatan eksternal yang dimaksud adalah adanya unsur dari luar diri manusia yang memiliki kekuatan GmemaksaJ orang untuk tidak korupsi. 7ekuatan eksternal tersebut misalnya hukum) budaya dan watak masyarakat. Dengan penegakan hukum yang kuat) baik dari aspek peraturan maupun aparat penegak hokum) akan mengeliminir terjadinya korupsi. Demikian pula ter iptanya budaya dan watak masyarakat yang anti korupsi juga menjadikan seseorang enggan untuk melakukan korupsi. *dapun kekuatan internal adalah kekuatan yang mun ul dari dalam diri indi>idu dan mendapat penguatan melalui pendidikan dan pembiasaan. Pendidikan yang kuat terutama dari keluarga sangat penting untuk menanamkan jiwa anti korupsi) diperkuat dengan pendidikan formal di sekolah maupun non-formal di luar sekolah. 'aksud dari membangun kesadaran moral anti korupsi berdasar Pan asila adalah membangun mentalitas melalui penguatan eksternal dan internal tersebut dalam diri masyarakat. Di perguruan tinggi penguatan tersebut dapat dilakukan melalui pendidikan kepribadian termasuk di dalamnya pendidikan Pan asila. 'elihat realitas di kelas bahwa mata kuliah Pendidikan Pan asila sering dikenal sebagai mata kuliah yang membosankan) maka dua hal pokok yang harus dibenahi adalah materi dan metode pembelajaran. 'ateri harus selalu up to date dan metode pembelajaran juga harus ino>atif menggunakan metode-metode pembelajaran yang dikembangkan. Pembelajaran tidak hanya kognitif) namun harus menyentuh aspek afektif dan konatif.

10> 5ilai-nilai Pan asila apabila betul-betul dipahami) dihayati dan diamalkan tentu mampu menurunkan angka korupsi. Penanaman satu sila saja) yaitu 7etuhanan Yang 'aha ?sa) apabila bangsa 4ndonesia menyadari jati dirinya sebagai makhluk =uhan) tentu tidak akan mudah menjatuhkan martabat dirinya ke dalam kehinaan dengan melakukan korupsi. Perbuatan korupsi terjadi karena hilangnya kontrol diri dan ketidakmampuan untuk menahan diri melakukan kejahatan. 7ebahagiaan material dianggap segala-galanya dibanding kebahagiaan spiritual yang lebih agung) mendalam dan jangka panjang. 7einginan mendapatkan kekayaan dan kedudukan se ara epat menjadikannya nilai-nilai agama dikesampingkan. 7esadaran manusia akan nilai ketuhanan ini) se ara eksistensial akan menempatkan manusia pada posisi yang sangat tinggi. 3al ini dapat dijelaskan melalui hirarki eksistensial manusia) yaitu dari tingkatan yang paling rendah) penghambaan terhadap harta !hal yang bersifat material() lebih tinggi lagi adalah penghambaan terhadap manusia) dan yang paling tinggi adalah penghambaan pada =uhan. 'anusia sebagai makhluk iptaan =uhan yang paling sempurna tentu tidak akan merendahkan dirinya diperhamba oleh harta) namun akan menyerahkan diri sebagai hamba =uhan. 2uah dari pemahaman dan penghayatan nilai ketuhanan ini adalah kerelaan untuk diatur =uhan) melakukan yang diperintahkan dan meninggalkan yang dilarang-5ya. Penanaman satu nilai tentunya tidak ukup dan memang tidak bisa dalam konteks Pan asila) karena nilai-nilai Pan asila merupakan kesatuan organis yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Dengan demikian) akan menjadi kekuatan moral besar manakala keseluruhan nilai Pan asila yang meliputi nilai ketuhanan) kemanusiaan) persatuan) kerakyatan dan

10: keadilan dijadikan landasan moril dan diejawantahkan dalam seluruh kehidupan berbangsa dan bernegara) terutama dalam pemberantasan korupsi. Penanaman nilai sebagaimana tersebut di atas paling efektif adalah melalui pendidikan dan media. Pendidikan informal di keluarga harus menjadi landasan utama dan kemudian didukung oleh pendidikan formal di sekolah dan nonformal di masyarakat. Peran media juga sangat penting karena memiliki daya jangkau dan daya pengaruh yang sangat kuat bagi masyarakat. 'edia harus memiliki >isi dan misi mendidik bangsa dan membangun karakter masyarakat yang maju namun tetap berkepribadian 4ndonesia.K L Da "ar Pus"aka 7eraf) Sonny) 1##1) #tika =ingkungan, Penerbit 2uku 7ompas) +akarta. 7ohleberg) 0awren e) ",,;) ahap-tahap Perkembangan Moral, 7anisius) Yogyakarta. 7uswanjono) *rNom) 1##-) ?tika 7eanekaragaman 3ayati) 'akalah Seminar 5asional 2ioetika 0ingkungan) =raining Center :ni>ersitas 4slam 5egeri Sunan 7alijaga) Yogyakarta) 1" +uli 1##-. 'ubarak) Eakky) 1##-) 'ata 7uliah Pengembangan 7epribadian =erintegrasi) 2uku *jar 44) 'anusia) *khlak) 2udi Pekerti dan 'asyarakat. Depok) 0embaga Penerbit C? :4. =im Penulis 2uku Pendidikan *nti 7orupsi) 1#"") Pendidikan 8nti 'orupsi untuk Perguruan inggi, Direktorat +enderal Pendidikan =inggi) 7ementerian Pendidikan dan 7ebudayaan 84.

110 9enB) Peter S.) 1##") #nvironmental #thics oda") DPford :ni>ersity Press) 5ew York. Eubair) * hmad Charris) ",,#) 'uliah #tika, 8ajawali Pers) +akarta.

PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN ILM% A. Penda+uluan *ndaikan para ilmuwan dalam pengembangan ilmu konsisten akan janji awalnya ditemukan ilmu) yaitu untuk men erdaskan manusia) memartabatkan manusia dan mensejahterakan manusia) maka pengembangan ilmu yang didasarkan pada kaidah-kaidah keilmuannya sendiri tak perlu menimbulkan ketegangan-ketegangan antara ilmu !teknologi( dan masyarakat. Cakta yang kita saksikan saat ini ilmu-ilmu empiris mendapatkan tempatnya yang sentral dalam kehidupan manusia karena dengan teknologi modern yang dikembangkannya dapat memenuhi kebutuhan praktis hidup manusia. 4lmu-ilmu empiris tersebut tumbuh dan berkembang dengan epat melebihi ritme pertumbuhan dan perkembangan peradaban manusia. 4ronisnya tidak diimbangi kesiapan mentalitas sebagian masyarakat) khususnya di 4ndonesia. =eknologi telah merambah berbagai bidang kehidupan manusia se ara ekstensif dan mempengaruhi sendi-sendi kehidupan manusia se ara intensif) termasuk merubah pola pikir dan budaya manusia) bahkan nyaris menggoyahkan eksistensi kodrati manusia sendiri !4riyanto) 1##;(. 'isalnya) anak-anak sekarang dengan alat-alat permainan yang serba teknologis seperti pla"station) mereka sudah dapat terpenuhi hasrat hakikat kodrat sosialnya hanya dengan memainkan alat permainan tersebut se ara sendirian. 'ereka tidak sadar dengan kehidupan yang termanipulasi teknologi menjadi manusia indi>idualis. 'asih terdapat banyak persoalan akibat
111

112

teknologi yang dapat disaksikan) meskipun se ara nyata manfaat teknologi tidak dapat dipungkiri. Problematika keilmuan dalam era millenium ketiga ini tidak terlepas dari sejarah perkembangan ilmu pada masa-masa sebelumnya. 7arena itu untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif perlu dikaji aspek kesejarahan dan aspek-aspek lainnya terkait dengan ilmu dan teknologi. Dari sini) problematika keilmuan dapat segera diantisipasi dengan merumuskan kerangka dasar nilai bagi pengembangan ilmu. 7erangka dasar nilai ini harus menggambarkan suatu sistem filosofi kehidupan yang dijadikan prinsip kehidupan masyarakat) yang sudah mengakar dan membudaya dalam kehidupan masyarakat 4ndonesia) yaitu nilai-nilai Pan asila. B. Ilmu dalam 'ers'ek"i +is"!ris 4lmu pengetahuan berkembang melangkah se ara bertahap menurut dekade waktu dan men iptakan jamannya) dimulai dari jaman Yunani 7uno) *bad =engah) *bad 'odern) sampai *bad 7ontemporer 'asa Yunani 7uno !abad ke-$ S'-$'( saat ilmu pengetahun lahir) kedudukan ilmu pengetahuan identik dengan filsafat memiliki orak mitologis. *lam dengan berbagai aturannya diterangkan se ara theogoni) bahwa ada peranan para dewa yang merupakan unsur penentu segala sesuatu yang ada. 2agaimana pun orak mitologis ini telah mendorong upaya manusia terus menerobos lebih jauh dunia pergejalaan) untuk mengetahui adanya sesuatu yang eka) tetap) dan abadi) di balik yang bhineka) berubah dan sementara ! =. Ya ob) ",,&(. Setelah timbul gerakan demitologisasi yang dipelopori filsuf pra-Sokrates) yaitu dengan kemampuan rasionalitasnya maka filsafat telah men apai pun ak perkembangan) seperti yang ditunjukkan oleh trio filsuf

113

besar . So rates) Plato dan *ristoteles. Cilsafat yang semula bersifat mitologis berkembang menjadi ilmu pengetahuan yang meliputi berbagai ma am bidang. *ristoteles membagi ilmu menjadi ilmu pengetahuan poietis !terapan() ilmu pengetahuan praktis !etika) politik( dan ilmu pengetahuan teoretik. 4lmu pengetahuan teoretik dibagi menjadi ilmu alam) ilmu pasti dan filsafat pertama atau kemudian disebut metafisika. 'emasuki *bad =engah !abad ke-; '() pas a *ristoteles filsafat Yunani 7uno menjadi ajaran praksis) bahkan mistis) yaitu sebagaimana diajarkan oleh Stoa) ?pi uri) dan Plotinus. Semua hal tersebut bersamaan dengan pudarnya kekuasaan 8omawi yang mengisyaratkan akan datangnya tahapan baru) yaitu filsafat yang harus mengabdi kepada agama 58ncilla heologiae6$ Cilsuf besar yang berpengaruh saat itu) yaitu *ugustinus dan =homas *Nuinas) pemikiran mereka memberi iri khas pada filsafat *bad =engah. Cilsafat Yunani 7uno yang sekuler kini di airkan dari antinominya dengan doktrin gerejani) filsafat menjadi ber orak teologis. 2iara tidak hanya menjadi pusat kegiatan agama) tetapi juga menjadi pusat kegiatan intelektual. 2ersamaan dengan itu kehadiran para filsuf *rab tidak kalah penting) seperti. *l 7indi) *l Carabi) 4bnu Sina) 4bnu 8usyd) *l /aBali) yang telah menyebarkan filsafat *ristoteles dengan membawanya ke Cordo>a !Spanyol( untuk kemudian diwarisi oleh dunia 2arat melalui kaum Patristik dan kaum Skolastik. 9ells dalam karyanya he 9utline of Histor" !",;"( mengatakan) +ika orang Yunani adalah 2apak metode ilmiah) maka orang muslim adalah 2apak angkatnya. 'un ullah *bad 'odern !abad ke-"--", '( dengan dipelopori oleh gerakan 2enaissance di abad ke-"; dan dimatangkan oleh gerakan 8ufklaerung di abad ke-"-) melalui langkah-langkah re>olusionernya filsafat memasuki

11=

tahap baru atau modern. 7epeloporan re>olusioner yang telah dilakukan oleh anak-anak 2enaissance dan 8ufklaerung seperti. Coperni us) /alileo /alilei) 7epler) Des artes dan 4mmanuel 7ant) telah memberikan implikasi yang amat luas dan mendalam. Di satu pihak otonomi beserta segala kebebasannya telah dimiliki kembali oleh umat manusia) sedang di lain pihak manusia kemudian mengarahkan hidupnya ke dunia sekuler) yaitu suatu kehidupan pembebasan dari kedudukannya yang semula merupakan koloni dan subkoloni agama dan gereja. *gama yang semula menguasai dan manunggal dengan filsafat segera ditinggalkan oleh filsafat. 'asing-masing berdiri mandiri dan berkembang menurut dasar dan arah pemikiran sendiri !7oento 9ibisono) ",-;( Dalam perkembangan berikutnya filsafat ditinggalkan oleh ilmu-ilmu abang yang dengan metodologinya masingmasing mengembangkan spesialismenya sendiri-sendiri se ara intens. 0epasnya ilmu-ilmu abang dari batang filsafatnya diawali oleh ilmu-ilmu alam atau fisika) melalui tokoh-tokohnya. "( Coperni us !"%6&-";%&( dengan astronominya menyelidiki putaran benda-benda angkasa. 7aryanya de 2evolutionibus 9rbium <aelistium yang kemudian dikembangakan oleh /alileo /alilei !";$%-"$%1( dan +ohanes 7epler !";6"-"$&#() ternyata telah menimbulkan re>olusi tidak hanya di kawasan ilmu pengetahuan saja) tetapi juga di masyarakat dengan implikasinya yang amat jauh dan mendalam. 1( Iersalius !";"% -";$%( dengan karyanya 1e Humani <orporis !abrica telah melahirkan pembaharuan persepsi dalam bidang anatomi dan biologi. &( 4saa 5ewtown !"$%1-"616( melalui Philosopie Naturalis Principia Mathematica telah menyumbangkan bentuk definitif bagi mekanika klasik.

11<

Perkembangan ilmu pengetahuan alam dan ilmu sosial dengan gaya sema am itu men apai bentuknya se ara definitif melalui kehadiran *uguste Comte !"6,-"-;6( dengan Arand heor"-nya yang digelar dalam karya utama <ours de Philosophie Positive yang mengajarkan bahwa ara berfikir manusia dan juga masyarakat di mana pun akan men apai pun aknya pada tahap positif) setelah melampaui tahap teologik dan metafisik. 4stilah positif diberi arti eksplisit dengan muatan filsafati) yaitu untuk menerangkan bahwa yang benar dan yang nyata haruslah konkret) eksak) akurat) dan memberi kemanfaatan !=im Dosen Cilsafat 4lmu :/') ",,6(. 'etode obser>asi) eksperimentasi) dan komparasi yang dipelopori Cran is 2a on !"$;"-"$1$( telah semakin mendorong pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan. Semua itu memberi isyarat bahwa dunia 2arat telah berhasil melakukan tinggal landas untuk mengarungi dirgantara ilmu pengetahuan yang tiada bertepi. (attle cr"-nya Cran is 2a on yang menyerukan bahwa /knowledge is power0 bukan sekedar mitos) melainkan sudah menjadi etos) telah melahirkan orak dan sikap pandang manusia yang meyakini kemampuan rasionalitasnya untuk menguasai dan meramalkan masa depan) dan dengan optimismenya menguasai) berino>asi se ara kreatif untuk membuka rahasia-rahasia alam. Didukung oleh roh kebebasan 2enaissance dan 8ufklaerung, menjadikan masyarakat 2arat sebagai masyarakat yang tiada hari tanpa temuan-temuan baru) mun ul se ara historis kronologis berurutan dan berdampingan sebagai alternatif. 8e>olusi ilmu pengetahuan memasuki *bad 7ontemporer !abad ke-1#-sekarang( berkat teori relativitas ?instein yang telah merombak filsafat 5ewton !semula sudah mapan( di samping teori kuantumn"a yang

11;

telah mengubah persepsi dunia ilmu tentang sifat-sifat dasar dan perilaku materi. Sedemikian rupa sehingga para pakar dapat melanjutkan penelitian-penelitiannya) dan berhasil mengembangkan ilmu-ilmu dasar seperti. astronomi) fisika) kimia) biologi molekuler) hasilnya seperti yang dapat dinikmati oleh manusia sekarang ini !Sutardjo) ",-1(. Dptimisme bersamaan dengan pesimisme merupakan sikap manusia masa kini dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dengan penemuan-penemuan spektakulernya. Di satu pihak telah meningkatkan fasilitas hidup yang berarti menambah kenikmatan. 5amun di pihak lain gejala-gejala adanya malapetaka) ben ana alam !catastrophe6 menjadi semakin meningkat dengan akibatakibat yang ukup fatal. 2erdasarkan gejala yang dihadapi oleh masingmasing abang ilmu) *uguste Comte dalam sebuah ?nsiklopedi menyusun hirarki ilmu pengetahuan dengan meletakkan matematika sebagai dasar bagi semua abang ilmu. Di atas matematika se ara berurutan ditunjukkan ilmu astronomi) fisika) kimia) biologi dan fisika sosial atau sosiologi. 4a menjelaskan bahwa sampai dengan ilmu kimia) suatu tahapan positif telah dapat di apai) sedangkan biologi dan fisika sosial masih sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai theologis dan metafisis. Pemikiran *uguste Comte tersebut hingga kini menjadi semakin aktual dan rele>an untuk mendukung sikap pandang yang meyakini bahwa masyarakat industri sebagai tolok ukur bagi ter apainya modernisasi) maka harus disiapkan melalui penguasaan basic science) yaitu matematika) fisika) kimia) dan biologi dengan penyediaan dana dan fasilitas dalam skala prioritas utama !7oento 9ibisono) ",-;(.

118

2ersamaan dengan itu logico positivisme, yaitu sebuah model epistemologi yang dalam langkah-langkah progresinya menempuh jalan . obser>asi) eksperimentasi) dan komparasi) sebagaimana diterapkan dalam penelitian ilmu alam) mendapatkan apresiasi yang berlebihan sehingga model ini juga mulai dikembangkan dalam penelitian-penelitian ilmu-ilmu sosial. =ogico positivisme merupakan model atau teknik penelitian yang menggunakan presisi) >erifiabilitas) konfirmasi) dan eksperimentasi dengan derajat optimal) bermaksud agar sejauh mungkin dapat melakukan prediksi dengan derajat ketepatan optimal pula. Dengan demikian keberhasilan dan kebenaran ilmiah diukur se ara positi>istik. Dalam arti yang benar dan yang nyata haruslah konkret) eksak) akurat) dan memberi kemanfaatan. *kibatnya adalah bahwa dimensi-dimensi kehidupan yang abstrak dan kualitatif yang justru menjadi basis eksistensi kehidupan manusia menjadi terabaikan atau terlepas dari pengamatan. 7ebenaran dan kenyataan diukur serta dimanipulasikan se ara positi>istitik kuantitatif. 7eresahan dan penderitaan seseorang atau masyarakat tidak tersentuh. 'asalah objekti>itas menjadi tema-tema unggulan dalam kehidupan keseharian manusia saat ini) dengan mengandalkan penjelasan >aliditas kebenarannya se ara matematis melalui angka-angka statistik. 0angkah metodis sema am ini sering penuh dengan rekayasa dan kuantifikasi yang dipaksakan sehingga tidak menjangkau akar-akar permasalahannya 7ritik dan koreksi terhadap positi>isme banyak dilan arkan) karena sifatnya yang naturalistik dan deterministik. 'anusia dipandang hanya sebagai dependent variable) dan bukan sebagai independent variable. 'anusia bukan lagi pelaku utama yang menentukan) tetapi objek yang diperlakukan oleh ilmu dan teknologi.

11>

9ilhelm Dilthey !"-&&-",""( mengajukan klasifikasi) membagi ilmu ke dalam Natuurwissenchaft dan Aeisteswissenchaft$ 7elompok pertama sebagai .cience of the Borld menggunakan metode #rklaeren) sedangkan kelompok kedua adalah .cience of Aeist menggunakan metode Verstehen$ 7emudian +uergen 3abermas) salah seorang tokoh maBhab Crankfrut !+erman( mengajukan klasifikasi lain lagi dengan the basic human interest sebagai dasar) dengan mengemukakan klasifikasi ilmu-ilmu empiris-analitis) sosial-kritis dan historis-hermeneutik) yang masing-masing menggunakan metode empiris) intelektual rasionalistik) dan hermeneutik !Ian 'elsen) ",-;(. *danya faktor heuristik mendorong lahirnya abangabang ilmu yang baru seperti . ilmu lingkungan) ilmu komputer) futurologi) sehingga berapapun jumlah pengklasifikasian pasti akan kita jumpai) seperti yang kita lihat dalam kehidupan perguruan tinggi dengan mun ulnya berbagai ma am fakultas dan program studi yang baru. 4lmu pengetahuan dalam perkembangannya dewasa ini beserta anak-anak kandungnya) yaitu teknologi bukan sekedar sarana bagi kehidupan umat manusia. 4ptek kini telah menjadi sesuatu yang substansial) bagian dari harga diri 5prestige6 dan mitos) yang akan menjamin survival suatu bangsa) prasyarat 5prereEuisite6 untuk men apai kemajuan 5progress6 dan kedigdayaan 5power6 yang dibutuhkan dalam hubungan antar sesama bangsa. Dalam kedudukannya yang substansif tersebut) 4ptek telah menyentuh semua segi dan sendi kehidupan se ara ekstensif) dan pada gilirannya mengubah budaya manusia se ara intensif. Cenomena perubahan tersebut ter ermin dalam masyarakat kita yang dewasa ini sedang mengalami masa transisi simultan) yaitu.

11:

"( 'asa transisi masyarakat berbudaya agraris-tradisional menuju masyarakat dengan budaya industri modern. Dalam masa transisi ini peran mitos mulai diambil alih oleh logos !akal pikir(. 2ukan lagi melalui kekuatan kosmis yang se ara mitologis dianggap sebagai penguasa alam sekitar) melainkan sang akal pikir dengan kekuatan penalarannya yang handal dijadikan kerangka a uan untuk meramalkan dan mengatur kehidupan. Pandangan mengenai ruang dan waktu) etos kerja) kaidah-kaidah normatif yang semula menjadi panutan) bergeser men ari format baru yang dibutuhkan untuk melayani masyarakat yang berkembang menuju masyarakat industri. Cilsafat sesama bus kota tidak boleh saling mendahului tidak berlaku lagi. Sekarang yang dituntut adalah prestasi) siap pakai) keunggulan kompetitif) efisiensi dan produktif-ino>atif-kreatif. 1( 'asa transisi budaya etnis-kedaerahan menuju budaya nasional kebangsaan. Pun ak-pun ak kebudayaan daerah men air se ara kon>ergen menuju satu kesatuan pranata kebudayaan demi tegak-kokohnya suatu negara kebangsaan 5nation state6 yang berwilayah dari Sabang sampai 'erauke. Penataan struktur pemerintahan) sistem pendidikan) penanaman nilai-nilai etik dan moral se ara intensif merupakan upaya serius untuk membina dan mengembangkan jati diri sebagai satu kesatuan bangsa. &( 'asa transisi budaya nasional-kebangsaan menuju budaya global-mondial. Iisi) orientasi) dan persepsi mengenai nilai-nilai uni>ersal seperti hak aBasi) demokrasi) keadilan) kebebasan) masalah lingkungan dilepaskan dalam ikatan fanatisme primordial kesukuan) kebangsaan atau pun keagamaan) kini mengendor menuju ke kesadaran mondial dalam satu kesatuan sintesis yang lebih konkret dalam tataran operasional.

120

2atas-batas sempit menjadi terbuka) eklektis) namun tetap mentoleransi adanya pluriformitas sebagaimana digerakkan oleh paham post-modernism$ 4mplikasi globalisasi menunjukkan pula berkembangnya suatu standarisasi yang sama dalam kehidupan di berbagai bidang. 5egara atau pemerintahan di mana pun) terlepas dari sistem ideologi atau sistem sosial yang dimiliknya. Dipertanyakan apakah hak-hak aBasi dihormati) apakah demokrasi dikembangkan) apakah kebebasan dan keadilan dimiliki oleh setiap warganya) bagaimana lingkungan hidup dikelola. 5yatalah bahwa implikasi globalisasi menjadi semakin kompleks) karena masyarakat hidup dengan standar ganda. Di satu pihak sementara orang ingin mempertahankan nilai-nilai budaya lama yang diimpro>isasikan untuk melayani perkembangan baru yang kemudian disebut sebagai lahirnya budaya sandingan 5subculture6, sedang di lain pihak mun ul tindakan-tindakan yang bersifat melawan terhadap perubahan-perubahan yang dirasakan sebagai penyebab kegerahan dan keresahan dari mereka yang merasa dipinggirkan) tergeser dan tergusur dari tempat ke tempat) dari waktu ke waktu) yang disebut sebagai budaya tandingan 5counter-culture6$ C. Be#era'a as'ek 'en"in$ dalam ilmu 'en$e"a+uan 'elalui kajian historis tersebut yang pada hakikatnya pemahaman tentang sejarah kelahiran dan perkembangan ilmu pengetahuan) dapat dikonstatasikan bahwa ilmu pengetahuan itu mengandung dua aspek) yaitu aspek fenomenal dan aspek struktural. *spek fenomenal menunjukan bahwa ilmu pengetahuan mewujudFmemanifestasikan dalam bentuk masyarakat) proses) dan produk. Sebagai masyarakat) ilmu pengetahuan menampakkan diri sebagai suatu masyarakat

121

atau kelompok elit yang dalam kehidupan kesehariannya begitu mematuhi kaidah-kaidah ilmiah yang menurut partadigma 'erton disebut uni>ersalisme) komunalisme) dan skepsisme yang teratur dan terarah. Sebagai proses) ilmu pengetahuan menampakkan diri sebagai akti>itas atau kegiatan kelompok elit tersebut dalam upayanya untuk menggali dan mengembangkan ilmu melalui penelitian) eksperimen) ekspedisi) seminar) konggres. Sedangkan sebagai produk) ilmu pengetahuan menampakkan diri sebagai hasil kegiatan kelompok elit tadi berupa teori) ajaran) paradigma) temuan-temuan lain sebagaimana disebarluaskan melalui karya-karya publikasi yang kemudian diwariskan kepada masyarakat dunia. *spek struktural menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan di dalamnya terdapat unsur-unsur sebagai berikut. "( Sasaran yang dijadikan objek untuk diketahui 5Aegenstand6 1( Dbjek sasaran ini terus-menerus dipertanyakan dengan suatu ara !metode( tertentu tanpa mengenal titik henti. Suatu paradoks bahwa ilmu pengetahuan yang akan terus berkembang justru mun ul permasalahanpermasalah baru yang mendorong untuk terus menerus mempertanyakannya. &( *da alasan dan moti>asi mengapa gegenstand itu terusmenerus dipertanyakan. %( +awaban-jawaban yang diperoleh kemudian disusun dalam suatu kesatuan sistem !7oento 9ibisono) ",-;(. Dengan 2enaissance dan 8ufklaerung ini) mentalitas manusia 2arat memper ayai akan kemampuan rasio yang menjadikan mereka optimis) bahwa segala sesuatu dapat diketahui) diramalkan) dan dikuasai. 'elalui optimisme ini) mereka selalu berpetualang untuk melakukan penelitian se ara kreatif dan ino>atif.

122

Ciri khas yang terkandung dalam ilmu pengetahuan adalah rasional) antroposentris) dan enderung sekuler) dengan suatu etos kebebasan !akademis dan mimbar akademis(. 7onsekuensi yang timbul adalah dampak positif dan negatif. Positif) dalam arti kemajuan ilmu pengetahuan telah mendorong kehidupan manusia ke suatu kemajuan !progress, improvement( dengan teknologi yang dikembangkan dan telah menghasilkan kemudahankemudahan yang semakin anggih bagi upaya manusia untuk meningkatkan kemakmuran hidupnya se ara fisikmaterial. 5egatif dalam arti ilmu pengetahuan telah mendorong berkembangnya arogansi ilmiah dengan menjauhi nilainilai agama) etika) yang akibatnya dapat menghan urkan kehidupan manusia sendiri. *khirnya tidak dapat dipungkiri) ilmu pengetahuan dan teknologi telah mempunyai kedudukan substantif dalam kehidupan manusia saat ini. Dalam kedudukan substantif itu ilmu pengetahuan dan teknologi telah menjangkau kehidupan manusia dalam segala segi dan sendinya se ara ekstensif) yang pada gilirannya ilmu pengetahuan dan teknologi merubah kebudayaan manusia se ara intensif. D. Pilar&'ilar 'en2an$$a #a$i eksis"ensi ilmu 'en$e"a+uan 'elalui teori relati>itas ?instein paradigma kebenaran ilmu sekarang sudah berubah dari paradigma lama yang dibangun oleh fisika 5ewton yang ingin selalu membangun teori absolut dalam kebenaran ilmiah. Paradigma sekarang ilmu bukan sesuatu entitas yang abadi) bahkan ilmu tidak pernah selesai meskipun ilmu itu didasarkan pada kerangka objektif) rasional) metodologis)

123

sistematis) logis dan empiris. Dalam perkembangannya ilmu tidak mungkin lepas dari mekanisme keterbukaan terhadap koreksi. 4tulah sebabnya ilmuwan dituntut men ari alternatif-alternatif pengembangannya melalui kajian) penelitian eksperimen) baik mengenai aspek ontologis epistemologis, maupun ontologis$ 7arena setiap pengembangan ilmu paling tidak >aliditas !validit"( dan reliabilitas !reliabilit"( dapat dipertanggungjawabkan) baik berdasarkan kaidah-kaidah keilmuan !conteDt of justification( maupun berdasarkan sistem nilai masyarakat di mana ilmu itu ditemukanFdikembangkan !conteDt of discover"(. 7ekuatan bangunan ilmu terletak pada sejumlah pilar-pilarnya) yaitu pilar ontologi) epistemologi dan aksiologi. 7etiga pilar tersebut dinamakan pilar-pilar filosofis keilmuan. 2erfungsi sebagai penyangga) penguat) dan bersifat integratif serta prereEuisiteFsaling mempersyaratkan. Pengembangan ilmu selalu dihadapkan pada persoalan ontologi) epistemologi dan aksiologi.
,. Pilar !n"!l!$i (ontology)

Selalu menyangkut problematika tentang keberadaan !eksistensi(. a( *spek kuantitas . *pakah yang ada itu tunggal) dual atau plural !monisme) dualisme) pluralisme ( b( *spek kualitas !mutu) sifat( . bagaimana batasan) sifat) mutu dari sesuatu !mekanisme) teleologisme) >italisme dan organisme(. Pengalaman ontologis dapat memberikan landasan bagi penyusunan asumsi) dasar-dasar teoritis) dan membantu ter iptanya komunikasi interdisipliner dan multidisipliner. 'embantu pemetaan masalah) kenyataan) batas-batas ilmu dan kemungkinan kombinasi antar ilmu. 'isal masalah krisis moneter) tidak dapat hanya ditangani oleh ilmu ekonomi saja. Dntologi menyadarkan bahwa ada

12=

kenyataan lain yang tidak mampu dijangkau oleh ilmu ekonomi) maka perlu bantuan ilmu lain seperti politik) sosiologi.
4. Pilar e'is"em!l!$i (epistemology)

Selalu menyangkut problematika teentang sumber pengetahuan) sumber kebenaran) ara memperoleh kebenaran) kriteria kebenaran) proses) sarana) dasar-dasar kebenaran) sistem) prosedur) strategi. Pengalaman epistemologis dapat memberikan sumbangan bagi kita . !a( sarana legitimasi bagi ilmuFmenentukan keabsahan disiplin ilmu tertentu !b( memberi kerangka a uan metodologis pengembangan ilmu ! ( mengembangkan ketrampilan proses !d( mengembangkan daya kreatif dan ino>atif.
5. Pilar aksi!l!$i (axiology)

Selalu berkaitan dengan problematika pertimbangan nilai !etis) moral) religius( dalam setiap penemuan) penerapan atau pengembangan ilmu. Pengalaman aksiologis dapat memberikan dasar dan arah pengembangan ilmu) mengembangkan etos keilmuan seorang profesional dan ilmuwan !4riyanto 9idisuseno) 1##,(. 0andasan pengembangan ilmu se ara imperatif menga u ketiga pilar filosofis keilmuan tersebut yang bersifat integratif dan prereEuisite$ 2erikut ilustrasinya dalam bagan ".

12<

Ba$an ,. Landasan Pen$em#an$an Ilmu Pen$e"a+uan

E. Prinsi'&'rinsi' #er'ikir ilmia+ "( Dbjektif. Cara memandang masalah apa adanya) terlepas dari faktor-faktor subjektif !misal . perasaan) keinginan) emosi) sistem keyakinan) otorita( . 1( 8asional. 'enggunakan akal sehat yang dapat dipahami dan diterima oleh orang lain. 'en oba melepaskan unsur perasaan) emosi) sistem keyakinan dan otorita. &( 0ogis. 2erfikir dengan menggunakan aBas logikaFruntutF konsisten) implikatif. =idak mengandung unsur pemikiran yang kontradiktif. Setiap pemikiran logis selalu rasional) begitu sebaliknya yang rasional pasti logis. %( 'etodologis. Selalu menggunakan ara dan metode keilmuan yang khas dalam setiap berfikir dan bertindak !misal. induktif) dekutif) sintesis) hermeneutik) intuitif(. ;( Sistematis. Setiap ara berfikir dan bertindak menggunakan tahapan langkah prioritas yang jelas dan

12;

saling terkait satu sama lain. 'emiliki target dan arah tujuan yang jelas. 3. Masala+ nilai dalam IP*EK ,. Keser#ama0emukan ilmu 'en$e"a+uan dan 'ers!alann2a Salah satu kesulitan terbesar yang dihadapi manusia dewasa ini adalah keserbamajemukan ilmu itu sendiri. 4lmu pengetahuan tidak lagi satu) kita tidak bisa mengatakan inilah satu-satunya ilmu pengetahuan yang dapat mengatasi problem manusia dewasa ini. 2erbeda dengan ilmu pengetahuan masa lalu lebih menunjukkan keekaannya daripada kebhinekaannya. Seperti pada awal perkembangan ilmu pengetahuan berada dalam kesatuan filsafat. Proses perkembangan ini menarik perhatian karena justru bertentangan dengan inspirasi tempat pengetahuan itu sendiri) yaitu keinginan manusia untuk mengadakan kesatuan di dalam keserbamajemukan gejala-gejala di dunia kita ini. 7arena yakin akan kemungkinannya maka timbullah ilmu pengetahuan. Se ara metodis dan sistematis manusia men ari aBas-aBas sebagai dasar untuk memahami hubungan antara gejala-gejala yang satu dengan yang lain sehingga bisa ditentukan adanya keanekaan di dalam kebhinekaannya. 5amun dalam perkembangannya ilmu pengetahuan berkembang ke arah keserbamajemukan ilmu. a) Men$a'a "im#ul s'esialisasi6 'engapa spesialisasi ilmu semakin meluasS 'isalnya dalam ilmu kedokteran dan ilmu alam. 'akin meluasnya spesialisasi ilmu dikarenakan ilmu dalam perjalanannya selalu mengembangkan ma am metode) objek dan tujuan. Perbedaan metode dan pengembangannya itu perlu demi

128

kemajuan tiap-tiap ilmu. =idak mungkin metode dalam ilmu alam dipakai memajukan ilmu psikologi. 7alau psikologi mau maju dan berkembang harus mengembangkan metode) objek dan tujuannya sendiri. Contoh ilmu yang berdekatan) biokimia dan kimia umum keduanya memakai hukum yang dapat dikatakan sama) tetapi seorang sarjana biokimia perlu pengetahuan susunan bekerjanya organisme-organisme yang tidak dituntut oleh seorang ahli kimia organik. 3al ini agar supaya biokimia semakin maju dan mendalam) meskipun tidak diingkari antara keduanya masih mempunyai dasar-dasar yang sama. Spesialisasi ilmu memang harus ada di dalam satu abang ilmu) namun kesatuan dasar aBas-aBas uni>ersal harus diingat dalam rangka spesialisasi. Spesialisasi ilmu membawa persoalan banyak bagi ilmuwan sendiri dan masyarakat. *da kalanya ilmu itu diterapkan dapat memberi manfaat bagi manusia) tetapi bisa sebaliknya merugikan manusia. Spesialisasi di samping tuntutan kemajuan ilmu juga dapat meringankan beban manusia untuk menguasai ilmu dan men ukupi kebutuhan hidup manusia. Seseorang tidak mungkin menjadi generalis) yaitu menguasai dan memahami semua ilmu pengetahuan yang ada !Sutardjo) ",-1(. #) Pers!alan 2an$ "im#ul dalam s'esialisasi Spesialisasi mengandung segi-segi positif) namun juga dapat menimbulkan segi negatif. Segi positif ilmuwan dapat lebih fokus dan intensif dalam melakukan kajian dan pengembangan ilmunya. Segi negatif) orang yang mempelajari ilmu spesialis merasa terasing dari pengetahuan lainnya. 7ebiasaan ara kerja fokus dan intensif membawa dampak ilmuwan tidak mau bekerjasama dan menghargai ilmu lain. Seorang spesialis bisa berada dalam bahaya men abut ilmu pengetahuannya dari rumpun keilmuannya atau bahkan dari peta ilmu)

12>

kemudian menganggap ilmunya otonom dan paling lengkap. Para spesialis dengan otonomi keilmuannya sehingga tidak tahu lagi dari mana asal usulnya) sumbangan apa yang harus diberikan bagi manusia dan ilmu-ilmu lainnya) dan sumbangan apa yang perlu diperoleh dari ilmu-ilmu lain demi kemajuan dan kesempurnaan ilmu spesialis yang dipelajari atau dikuasai. 2ila keterasingan yang timbul akibat spesialisasi itu hanya mengenai ilmu pengetahuan tidak sangat berbahaya. 5amun bila hal itu terjadi pada manusianya) maka akibatnya bisa mengerikan kalau manusia sampai terasing dari sesamanya dan bahkan dari dirinya karena terbelenggu oleh ilmunya yang sempit. Dalam praktikpraktik ilmu spesialis kurang memberikan orientasi yang luas terhadap kenyataan dunia ini) apakah dunia ekonomi) politik) moral) kebudayaan) ekologi dll. Persoalan tersebut bukan berarti tidak terpe ahkan) ada kemungkinan merelati>isir jika ada kerjasama ilmuilmu pengetahuan dan terutama di antara ilmuwannya. 3al ini tidak akan mengurangi kekhususan tiap-tiap ilmu pengetahuan) tetapi akan memudahkan penempatan tiaptiap ilmu dalam satu peta ilmu pengetahuan manusia. 7eharusan kerjasama ilmu sesuai dengan sifat sosial manusia dan segala kegiatannya. 7erjasama seperti itu akan membuat para ilmuwan memiliki akrawala pandang yang luas dalam menganalisis dan melihat sesuatu. 2anyak segi akan dipikirkan sebelum mengambil keputusan akhir apalagi bila keputusan itu menyangkut manusia sendiri. 4. Dimensi m!ral dalam 'en$em#an$an dan 'enera'an ilmu 'en$e"a+uan =ema ini membawa kita ke arah pemikiran. !a( apakah ada kaitan antara moral atau etika dengan ilmu pengetahuan) !b( saat mana dalam pengembangan ilmu

12:

memerlukan pertimbangan moralFetikS *khir-akhir ini banyak disoroti segi etis dari penerapan ilmu dan wujudnya yang paling nyata pada jaman ini adalah teknologi) maka pertanyaan yang mun ul adalah mengapa kita mau mengaitkan soal etika dengan ilmu pengetahuanS 'engapa ilmu pengetahuan yang makin diperkembangkan perlu sapa menyapa dengan etikaS *pakah ada ketegangan ilmu pengetahuan) teknologi dan moralS :ntuk menjelaskan permasalahan tersebut ada tiga tahap yang perlu ditempuh. Pertama) kita melihat kompleksitas permasalahan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam kaitannya dengan manusia. 7edua) membi arakan dimensi etis serta kriteria etis yang diambil. 7etiga) berusaha menyoroti beberapa pertimbangan sebagai sema am usulan jalan keluar dari permasalahan yang mun ul. a) Permasala+an 'en$em#an$an ilmu 'en$e"a+uan dan "ekn!l!$i 7alau perkembangan ilmu pengetahuan sungguhsungguh menepati janji awalnya 1## tahun yang lalu) pasti orang tidak akan begitu mempermasalahkan akibat perkembangan ilmu pengetahuan. 2ila penerapan ilmu benar-benar merupakan sarana pembebasan manusia dari keterbelakangan yang dialami sekitar "-##-",##-an dengan menyediakan ketrampilan know how yang memungkinkan manusia dapat men ari nafkah sendiri tanpa bergantung pada pemilik modal) maka pendapat bahwa ilmu pengetahuan harus dikembangkan atas dasar patokan-patokan ilmu pengetahuan itu sendiri !se ara murni( tidak akan mendapat kritikan tajam seperti pada abad ini. 5amun dewasa ini menjadi nyata adanya keterbatasan ilmu pengetahuan itu menghadapi masalahmasalah yang menyangkut hidup serta pribadi manusia.

130

'isalnya) menghadapi soal transplantasi jantung) pen angkokan genetis) problem mati hidupnya seseorang) ilmu pengetahuan menghadapi keterbatasannya. 4a butuh kerangka pertimbangan nilai di luar disiplin ilmunya sendiri. 7ompleksitas permasalahan dalam pengembangan ilmu dan teknologi kini menjadi pemikiran serius) terutama persoalan keterbatasan ilmu dan teknologi dan akibatakibatnya bagi manusia. 'engapa orang kemudian berbi ara soal etika dalam ilmu pengetahuan dan teknologi S #) Aki#a" "ekn!l!$i 'ada 'erilaku manusia *kibat teknologi pada perilaku manusia mun ul dalam fenomen penerapan kontrol tingkah laku !behaviour control(. (ehaviour control merupakan kemampuan untuk mengatur orang melaksanakan tindakan seperti yang dikehendaki oleh si pengatur !the abilit" to get some one to do one@s bidding(. Pengembangan teknologi yang mengatur perilaku manusia ini mengakibatkan mun ulnya masalahmasalah etis seperti berikut. !"( Penemuan teknologi yang mengatur perilaku ini menyebabkan kemampuan perilaku seseorang diubah dengan operasi dan manipulasi syaraf otak melalui ps"chosurger"@s infuse kimiawi) obat bius tertentu. #lectrical stimulation of the brain !? S 2( . shock listrik tertentu. =eknologi baru dalam bidang psikologi seperti d"namic ps"choteraph" mampu merangsang se ara baru bagian-bagian penting) sehingga kelakuan bisa diatur dan disusun. 7alau begitu kebebasan bertindak manusia sebagai suatu nilai diambang kemusnahan. !1( 'akin dipa unya penyelidikan dan pemahaman mendalam tentang kelakuan manusia) memungkinkan adanya lubang manipulasi) entah melalui iklan atau media lain.

131

!&(

Pemahaman njlimet tingkah laku manusia demi tujuan ekonomis) rayuan untuk menghirup kebutuhan baru sehingga bisa mendapat untung lebih banyak) menyebabkan penggunaan media !radio) =I( untuk mengatur kelakuan manusia. !%( (ehaviour control memun ulkan masalah etis bila kelakuan seseorang dikontrol oleh teknologi dan bukan oleh si subjek itu sendiri. 7onflik mun ul justru karena si pengatur memperbudak orang yang dikendalikan) kebebasan bertindak si kontrol dan diarahkan menurut kehendak si pengontrol. !;( *kibat teknologi pada eksistensi manusia dilontarkan oleh S huma her. 2agi S huma her eksistensi sejati manusia adalah bahwa manusia menjadi manusia justru karena ia bekerja. Pekerjaan bernilai tinggi bagi manusia) ia adalah iri eksistensial manusia) iri kodrat kemanusiaannya. Pemakaian teknologi modern ondong mengasingkan manusia dari eksistensinya sebagai pekerja) sebab di sana manusia tidak mengalami kepuasan dalam bekerja. Pekerjaan tangan dan otak manusia diganti dengan tenaga-tenaga mesin) hilanglah kepuasan dan kreati>itas manusia !=. Ya ob) ",,&(. 5. Be#era'a '!k!k nilai 2an$ 'erlu di'er+a"ikan dalam 'en$em#an$an ilmu 'en$e"a+uan dan "ekn!l!$i *da empat hal pokok agar ilmu pengetahuan dan teknologi dikembangkan se ara konkrit) unsur-unsur mana yang tidak boleh dilanggar dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam masyarakat agar masyarakat itu tetap manusiawi. a( 8umusan hak aBasi merupakan sarana hukum untuk menjamin penghormatan terhadap manusia. 4ndi>idu-

132

indi>idu perlu dilindungi dari pengaruh penindasan ilmu pengetahuan. b( 7eadilan dalam bidang sosial) politik) dan ekonomi sebagai hal yang mutlak. Perkembangan teknologi sudah membawa akibat konsentrasi kekuatan ekonomi maupun politik. +ika kita ingin memanusiawikan pengembangan ilmu dan teknologi berarti bersedia mendesentralisasikan monopoli pengambilan keputusan dalam bidang politik) ekonomi. Pelaksanaan keadilan harus memberi pada setiap indi>idu kesempatan yang sama menggunakan hak-haknya. ( Soal lingkungan hidup. =idak ada seorang pun berhak mengurasFmengeksploitasi sumber-sumber alam dan manusiawi tanpa memperhatikan akibat-akibatnya pada seluruh masyarakat. ?kologi mengajar kita bahwa ada kaitan erat antara benda yang satu dengan benda yang lain di alam ini. d( 5ilai manusia sebagai pribadi. Dalam dunia yang dikuasai teknik) harga manusia dinilai dari tempatnya sebagai salah satu instrumen sistem administrasi kantor tertentu. *kibatnya manusia dinilai bukan sebagai pribadi tapi lebih dari sudut kegunaannya atau hanya dilihat sejauh ada manfaat praktisnya bagi suatu sistem. 5ilai sebagai pribadi berdasar hubungan sosialnya) dasar kerohanian dan penghayatan hidup sebagai manusia dikesampingkan. 2ila pengembangan ilmu dan teknologi mau manusiawi) perhatian pada nilai manusia sebagai pribadi tidak boleh kalah oleh mesin. 3al ini penting karena sistem teknokrasi enderung dehumanisasi ! =. Ya ob) ",,&(.

133

G. Pancasila se#a$ai Dasar Nilai Dalam S"ra"e$i Pen$em#an$an ilmu 'en$e"a+uan dan *ekn!l!$i 7arena pengembangan ilmu dan teknologi hasilnya selalu bermuara pada kehidupan manusia maka perlu mempertimbangan strategi atau ara- ara) taktik yang tepat) baik dan benar agar pengembangan ilmu dan teknologi memberi manfaat mensejahterakan dan memartabatkan manusia. Dalam mempertimbangkan sebuah strategi se ara imperatif kita meletakkan Pan asila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di 4ndonesia. Pengertian dasar nilai menggambarkan Pan asila suatu sumber orientasi dan arah pengembangan ilmu. Dalam konteks Pan asila sebagai dasar nilai mengandung dimensi ontologis) epistemologis dan aksiologis. Dimensi ontologis berarti ilmu pengetahuan sebagai upaya manusia untuk men ari kebenaran yang tidak mengenal titik henti) atau an unfinished journe". 4lmu tampil dalam fenomenanya sebagai masyarakat) proses dan produk. Dimensi epistemologis) nilai-nilai Pan asila dijadikan pisau analisisFmetode berfikir dan tolok ukur kebenaran. Dimensi aksiologis) mengandung nilai-nilai imperatif dalam mengembangkan ilmu adalah sila-sila Pan asila sebagai satu keutuhan. :ntuk itu ilmuwan dituntut memahami Pan asila se ara utuh) mendasar) dan kritis) maka diperlukan suatu situasi kondusif baik struktural maupun kultural. 4lustrasinya dapat dilihat pada bagan 1 berikut ini.

13=

Ba$an 4. S"ra"e$i Pen$em#an$an IP*EK Pancasila Se#a$ai Dasar Nilai

Peran nilai-nilai dalam setiap sila dalam Pan asila adalah sebagai berikut. "( Sila 7etuhanan Yang 'aha ?sa. melengkapi ilmu pengetahuan men iptakan perimbangan antara yang rasional dan irasional) antara rasa dan akal. Sila ini menempatkan manusia dalam alam sebagai bagiannya dan bukan pusatnya. 1( Sila 7emanusiaan yang adil dan beradab. memberi arah dan mengendalikan ilmu pengetahuan. 4lmu dikembalikan pada fungsinya semula) yaitu untuk kemanusiaan) tidak hanya untuk kelompok) lapisan tertentu. &( Sila Persatuan 4ndonesia. mengkomplementasikan uni>ersalisme dalam sila-sila yang lain) sehingga supra sistem tidak mengabaikan sistem dan sub-sistem. Solidaritas dalam sub-sistem sangat penting untuk

13<

kelangsungan keseluruhan indi>idualitas) tetapi tidak mengganggu integrasi. %( Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratanFperwakilan) mengimbangi otodinamika ilmu pengetahuan dan teknologi bere>olusi sendiri dengan leluasa. ?ksperimentasi penerapan dan penyebaran ilmu pengetahuan harus demokratis dapat dimusyawarahkan se ara perwakilan) sejak dari kebijakan) penelitian sampai penerapan massal. ;( Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat 4ndonesia) menekankan ketiga keadilan *ristoteles. keadilan distributif) keadilan kontributif) dan keadilan komutatif. 7eadilan sosial juga menjaga keseimbangan antara kepentingan indi>idu dan masyarakat) karena kepentingan indi>idu tidak boleh terinjak oleh kepentingan semu. 4ndi>idualitas merupakan landasan yang memungkinkan timbulnya kreati>itas dan ino>asi. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus senantiasa berorientasi pada nilai-nilai Pan asila. Sebaliknya Pan asila dituntut terbuka dari kritik) bahkan ia merupakan kesatuan dari perkembangan ilmu yang menjadi tuntutan peradaban manusia. Peran Pan asila sebagai paradigma pengembangan ilmu harus sampai pada penyadaran) bahwa fanatisme kaidah kenetralan keilmuan atau kemandirian ilmu hanyalah akan menjebak diri seseorang pada masalah-masalah yang tidak dapat diatasi dengan semata-mata berpegang pada kaidah ilmu sendiri) khususnya men akup pertimbangan etis) religius) dan nilai budaya yang bersifat mutlak bagi kehidupan manusia yang berbudaya.K L

13;

Da "ar Pus"aka 4riyanto) 9s) 1##,) (ahan 'uliah !ilsafat %lmu) Pas asarjana) Semarang 7unto 9ibisono) ",-;) 8rti Perkembangan Menurut Positivisme, /adjah 'ada Press) Yogyakarta. Sutardjo) ",,1) Problematika Perkembangan %lmu Pengetahuan dan eknologi) =arsito) 2andung. =. Ya ob) ",,&) Manusia, %lmu dan eknologi) P=. =iara 9a ana) Yogyakarta. =im Dosen Cilsafat 4lmu :/') ",,6) Pengantar !ilsafat %lmu, !akultas !ilsafat :/') Yogyakarta. Ian 'elsen) ",-;) %lmu Pengetahuan dan anggungjawab 'ita) 7anisius) Yogyakarta. Ian Peursen) ",-6) .usunan %lmu Pengetahuan, 'anisius) Yogyakarta

138