Anda di halaman 1dari 12

ANALISIS FUNDAMENTAL PT XL AXIATA Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Brevet Pasar Modal

Oleh MOKHAMMAD KHUKAIM BARKHOWA 1M101577

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI BANK BPD JATENG SEMARANG 2011/2012

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang


Bagi setiap investor wajib untuk mengetahui laporan keuangan sebelum berinvestasi dalam suatu perusahaan yang dalam konteks ini yaitu PT XL Axiata Tbk. Hal itu harus dilakukan untuk mengetahui bagaimana kondisi perusahaan saat ini dan dapat juga dijadikan tolak ukur dalam menentukan tingkat pengembalian atas investasi yang ditanamkan. Pada makalah ini, akan dibahas lebih jelas tentang analisis fundamental berupa analisis awal laporan keuangan, aspek penyesuaian akuntansi pada analisis awal laporan keuangan, dan nilai intrinsik perusahaan atau harga saham mendatang. Pada makalah ini, terdapat lampiran yang berisi tentang laporan keuangan PT XL Axiata Tbk berupa Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Arus Kas, dan laporan Perubahan Ekuitas serta analisis ratioratio yang berhubungan dengan laporan keuangan PT XL Axiata Tbk.

B. Rumusan Masalah
1. Ratio apa saja yang disajikan atau di informasikan PT XL Axiata Tbk kepada investor dalam rangka pemenuhan investasi ? 2. Laporan keuangan apa saja yang harus diketahui para investor sebelum berinvestasi di PT XL Axiata Tbk ?

C. Tujuan Penulisan
Memberikan informasi tentang kondisi keuangan PT XL Axiata Tbk kepada investo dengan cara menyajikan laporan keuangan yang berupa Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Arus Kas, dan laporan Perubahan Ekuitas serta analisis ratio-ratio yang terkait.

BAB II PROFIL PERUSAHAAN A. Riwayat Singkat


PT. XL Axiata Tbk. (XL) didirikan pada tahun 1989 dan dimiliki oleh Axiata Group Berhad melalui perusahaan Indocel Holding Sdn Bhd (66,7%). Perusahaan ini adalah salah satu pemain selular terbesar di area Asia Pasifik, Emirates Telecommunications Corporation (Etisalat) melalui Etisalat International Indonesia Ltd (13,3%). Perusahaan ini adalah penyedia selular terbesar di Timur Tengah dan Afrika, dan sebanyak 20% saham dimiliki oleh publik secara terbuka.XL memulai kegiatan komersialnya di tahun 1996, XL saat ini adalah salah satu penyedia jasa layanan telekomunikasi selular terbesar dan tertinggi untuk pertumbuhan di industri telekomunikasi dengan melayani 31,4 juta pelanggan dari berbagai negara sampai akhir tahun 2009. Fokus XL pada 2 aspek bisnis utama: Consumer Solutions ditujukan untuk pelayanan selular telepon berkualitas tinggi, dan Business Solutions ditujukan untuk penyediaan solusi data dan komunikasi yang efisien dan terpercaya bagi pangsa pasar korporat. XL secara berkesinambungan telah terbukti sebagai perintis dalam teknologi komunikasi tanpa batas untuk pangsa pasar telekomunikasi di Indonesia, sebagai penyelenggara jasa telekomunikasi pertama yang meluncurkan akses internet kecepatan tertinggi 3G-HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) melalui paket aplikasi Blackberry.Sedangkan untuk melayani pangsa pasar internasional, XL mengembangkan hubungan mitra kerja secara erat dengan lebih dari 357 penyedia jasa layanan telekomunikasi internasional di lebih dari 140 negara. Melalui nilai-nilai perusahaan : integritas, Kesempurnaan layanan dan kerja tim, XL memiliki komitmen untuk meningkatkan kemampuannya secara berkesinambungan dalam usahanya menjadi penyedia jasa layanan telekomunikasi yang digemari di Indonesia, dengan memperluas cakupan daerah layanan, kualitas, kapan saja dan dimana saja.

B. Bidang Dan Kegiatan Usaha


XL telah memulai penyediaan jasanya dalam market korporat sejak 2001, seiring dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan solusi data dan suara. Pada tahun 2003, XL telah membuat keputusan konkret untuk mengembangkan dan melayani market korporat secara serius dengan membangun konsep khusus, XL Business Solutions. Pada kuartal ke 3 tahun 2009, XL Business Solutions telah melayani lebih dari 2,965 konsumen korporat dari berbagai negara, kebanyakan (99%) dari perusahaan menengah dan besar. Dalam memenuhi permintaan dan kebutuhan market disaat ini dan dimasa yang akan datang, XL Business Solutions didukung oleh para ahli dibidangnya, dan infrastruktur global yang solid, dimana ciri khas ini telah menjadi poin kekuatan dalam portfolio produk dan layanan kami. Salah satu pencapaian kami sebagai penyedia jasa layanan yang paling disukai khususnya untuk pasar korporat, adalah dengan menawarkan revolusi inovasi dan antisipasi akan kebutuhan yang dimasa datang melalui pengawasan yang berkesinambungan dan evaluasi trend pangsa pasar saat ini dan yang akan datang.

Untuk mempertahankan kesempurnaan layanan dalam setiap aspek layanan kami, XL Business Solutions sangat bangga untuk menjadi perusahaan yang selalu beriorientasi pada pelanggan, dengan menggunakan pendekatan konsultatif dan langsung, dan juga memberikan prioritas pada pelanggan utama kami.Hal ini juga diterapkan dalam After Sales Support kami, yang didedikasikan untuk menyediakan pelayanan keluhan / komplain yang bertanggung jawab dan memberikan solusi yang cepat kepada pelanggan, untuk memastikan tingginya kepuasan pelanggan dan komitmen terhadap pencapain Service Level Agreement (SLA).

BAB III ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

Analisis laporan keuangan adalah penelaahan untuk dapat memberikan gambaran dari suatu laporan keuangan dan menentukan posisi keuangan maupun hasil operasi serta perkembangan perusahaan. Adapun tujuan dari analisis laporan keuangan adalah karena dengan analisis tersebut akan diperoleh seua jawaban yang berhubungan dengan masalah posisi keuangan dan hasil hasil yang dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan. Dalam menganalisis laporan keuangan agar dapat diketahui bagaimana kondisi keuangan perusahaan, dapat dilakukan penganalisisan melalui analisis ratio dimana dengan ratio tersebut dapat digunakan untuk membandingkan kinerja perusahaan XL Axiata dengan perusahaan sejenis dengan cara membandingkan ratio XL Axiata dengan rata-rata industri. Tetapi analisis ratio bukanlah tanpa celah hal ini dikarenakan tidak semua perusahaan telekomunikasi seluler sudah go public dan juga perbedaan sumber pemasukan bagi perusahaan-perusahaan seluler tersebut. Perhitungan ratio ini hanya membandingkan antara ratio di tahun 2009 dengan ratio di tahun 2010.

Perhitungan ratio tersebut berdasarkan dari laporan keuangan berupa Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Arus Kas, dan laporan Perubahan Ekuitas yang telah dilampirkan.

ANALISIS RATIO
1. Liquidity Ratio 1.1. Current : Adanya penurunan current liabilities dari tahun 2009 yang berjumlah IDR 6,008,894.00 pada tahun 2010 menjadi IDR 4,563,033.00 sehingga prosentase dana likuid pun meningkat dibandingkan tahun 2009. Pada dunia telekomunikasi terlalu banyak kas tidak selalu menguntungkan karena dapat berarti. 1.2. Quick : Ada kenaikan prosentase quick ratio dar 32.89% pada tahun 2009 menjadi 48.15% pada tahun 2010. Kenaikannya hamper persis sama dengan prosentase current ratio. 2. Asset Management 2.1. Fixed Asset Turnover : Ada perkembangan prosentase dari tahun 2009 ke tahun 2010 ini menandakan sudah terdapat peningkatan produktivitas aset. Dalam laporan tahunannya, XL menyebutkan melakukan beberapa strategi untuk meningkatkan produktivitas asset berupa : melakukan perencanaan belanja modal dengan cermat dan pendekatan prioritas, membangun jalinan yang kuat antara rencana strategis, dan lain lain. 3. Debt Management 3.1. Total Debts To Total Assets : Ada penurunan rasio hutang dari tahun 2009 ke tahun 2010. Ini menunjukkan bahwa XL berupaya untuk menurunkan tingkat resiko di mata para kreditor. 3.2. Time Interest Earned : Rasio TIE naik dari tahun 2009 ke 2010 Dikarenakan beban bunga naik dari tahun 2009 sebesar IDR 100,801.00 menjadi IDR 1,296,506.00 pada tahun 2010. 4. Profitability : Rata-rata prosentase rasio profitability (ROA, ROE, BEP) pada tahun 2010 dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan kinerja XL yang semakin bagus. 5. Market Value 5.1. Price/Earning : P/E ratio pada tahun 2010 lebih besar daripada ratio tahun 2009. Ini menunjukkan kepercayaan pasar terhadap perusahaan naik, karena yakin dengan pertumbuhan. 5.2. Price/cash : Price/cash flow ratio pada tahun 2010 lebih besar daripada ratio tahun 2009. Ini menunjukkan kepercayaan pasar terhadap perusahaan naik. 5.3. Market Book : M/B ratio pada tahun 2010 lebih besar daripada ratio tahun 2009. Ini menunjukkan kepercayaan pasar terhadap perusahaan naik, karena yakin dengan pertumbuhan.

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN


Kesimpulan
Dengan menganalisis rasio seperti : rasio liquiditas, manajemen asset, manajemen utang, rasio profitabilitas, dan nilai pasar, maka suatu kondisi keuangan perusahaan sudah bisa cukup di gambarkan. Lapora keuangan yang dilampirkan bisa menjadi tolak ukur dan bahan pertimbangan para investor untuk pemenuhan kebutuhan investasi.

Saran
Sebaiknya perlu dilihat dulu bagaimana kondisi perusahaan terutama tentang keuangan perusahaan sebelum kita berinvestasi atau menanamkan modal. Prioritaskan untuk meneliti dan menganalisa bagaimana keadaan laporan keuangan, system perusahaan dan rasio rasio keuangan.

LAMPIRAN
1. LAPORAN NERACA TAHUN 2009/2010

2. LAPORAN LABA RUGI TAHUN 2009/2010

10

3. RUMUS ANALISIS RASIO

11

DAFTAR PUSTAKA

-www.finance.yahoo.com -Rinasari. 2003. Analisis Dasar Investasi (Analisis Fundamental). Universitas Gunadarma -Romauli, Feronica. 2010. Analisis Fundamental. Penelitian Ilmiah. Universitas Gunadarma -www.google.com

12

Anda mungkin juga menyukai