Anda di halaman 1dari 2

Analisis pembahasan Percobaan destilasi fraksinasi bertujuan untuk menentukan indeks bias destilat dan menentukan kemurnian destilat.

Pada percobaan ini kami menggunakan larutan spirtus dimana metanol yang terdapat dalam spiritus akan dipisahkan melalui proses destilasi. Destilat yang dihasilkan (dalam percobaan ini adalah metanol) selanjutnya akan ditentukan indeks biasnya menggunakan alat refaktometer. Untuk menentukan kemurnian destilat dilakukan dengan cara membandingkan indeks bias destilat yang diperoleh dari pengukuran menggunakan refaktometer dengan indeks bias dari metanol 30%, metanol 40%, metanol 50%, metanol 60%, metanol 70%, metanol 80%, metanol 95% dan metanol 99,9%. Selanjutnya presentase kemurnian destilat dapat ditentukan menggunakan rumus:

Hal yang pertama dilakukan dalam percobaan Destilasi Fraksinasi ini adalah merangkai alat destilasi dengan benar. Pada kondensor digunakan air yang mengalir sebagai pendingin. Air pada kondensor dialirkan dari bawah keatas supaya air dapat mengisi seluruh bagian pada kondensor sehingga akan dihasilkan proses pendinginan yang sempurna. Termometer diletakkan sejajar dengan kondensor supaya dapat mengukur dan mengetahui suhu pada proses pemanasan. Kemudian labu destilasi diisi dengan 100 mL spiritus berwarna ungu dan ditambahkan dengan 2 butir batu didih. Penambahan batu didih bertujuan untuk: 1. Meratakan panas, sehingga panas menjadi homogen pada seluruh bagian larutan 2. Mencegah terjadinya proses bumping pada saat pemanasan. Saat labu destilasi dipanaskan maka akan terbentuk gelembung gelembung udara yang besar. Dengan adanya batu didih maka gelembung gelembung tersebut diserap oleh pori pori batu didih dan dikeluarkan kembali dalam bentuk gelembung udara yang lebih kecil. 3. Untuk menghindari titik lewat didih Pada beberapa kasus, air tidak mendidih pada suhu 100oC 4. Tekanan uap larutan tetap normal sehingga mempercepat proses destilasi.

Selanjutnya labu berisi spiritus dipanaskan hingga suhu 64,5oC karena methanol memiliki titik didih sebesar 65oC. Suhu tetap dijaga antara 64oC 65oC. Uap yang dihasilkan melewati kondensor dan menghasilkan destilat berupa larutan tidak berwarna. Larutan ini merupakan metanol. Destilat ditampung dalam gelas kimia. Destilat hanya diambil pada suhu 64oC 65oC. Destilat yang diambil sebanyak 3 tabung, masing masing tabung berisi 2 mL dan diambil pada suhu yang berbeda namun masih dalam rentang suhu 64oC 65oC. Kemudian tiap tiap tabung diukur indeks bias nya menggunakan refraktometer dengan hasil pengukuran sebagai berikut: Tabung ke 1 2 3 Indeks bias 1,330042 1,330035 1,330034

Dari hasil diatas diperoleh indeks bias rata rata sebesar 1,330037. Setelah itu diukur kemurnian destilat yang diperoleh dengan cara membandingkannya dengan indeks bias metanol. Karena indeks bias rata rata yang diperoleh sebesar 1,330037, maka digunakan metanol 99.9% dengan indeks bias sebesar 1.320041 sebagai batas bawah dan metanol 95% dengan indeks bias 1.330041 sebagai batas atas. Dengan memasukkan angka angka tersebut kedalam rumus diperoleh kemurnian destilat sebesar 95,176%. Hal ini menunjukkan bahwa kemurnian netanol sebesar 95,176% dan sisanya 4,824% merupakan komponen lain misalnya air atau etanol.

Kesimpulan Dari percobaan yang telah kami lakukan, diperoleh kesimpulan bahwa: 1. Indeks bias destilat rata rata dari hasil pengukuran menggunakan refaktometer sebesar = 1,330037 2. Presentase kemurnian destilat yang didapatkan adalah sebesar = 95,176%.