Anda di halaman 1dari 10

Lab.

Energi dan Listrik Pertanian

Senin, 10 Pebruari 2014

LAPORAN PRATIKUM ENERGI DAN LISTRIK PERTANIAN PENGENALAN ALAT ALAT UKUR DAN INSTRUMEN

Oleh:

DEPARTEMEN TEKNIK MESIN DAN BIOSISTEM FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2014

PENDAHULUAN
Latar Belakang

Rangkaian dalam melakukan percobaan, khususnya yang berhubungan dengan pengambilan data yang dilakukan dengan menggunakan suatu alat tertentu, pasti melibatkan suatu pengukuran. Pengukuran merupakan suatu kegiatan

membandingkan nilai besaran yang diukur dengan menggunakan alat ukur yang memiliki satuan yang telah disepakati. Satuan yang sering digunakan dan telah disepakati bersama adalah satuan menurut SI. Melakukan suatu pengukuran terhadap sesuatu kondisi bahan memiliki alat ukur, dan prosedur kerja yang berbada beda. Selain itu setiap alat juga memiliki prinsip kerja yang berbeda. Sehingga perlu untuk mengenal dan mengetahui alat alat yang erat kaitannya dengan keteknikan, khususnya untuk melakukan paraktikum Energi dan Listrik Pertanian. selain itu, perlu untuk mengetahui cara mengoperasionalkan alat dan prinsip kerja alat.

Tujuan Mengenal dan mengetahui beberapa alat ukur yang terkait dengan satuan, prinsip kerja, dan cara pemakaian. Dan mampu mengoperasikan beberapa peralatan atau instrumen ukur yang berkaitan dengan praktikum Energi dan Listrik Pertanian.

Metodologi Waktu dan Tempat Waktu Pukul Tempat : Senin, 10 Januari 2014 : 10.00 13.00 WIB : Lab. Energi dan Listrik Pertanian, FATETA.

Alat dan bahan yang digunakan untuk praktikum adalah sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Termometer (tipe air raksa dan alkohol) Termokopel Thermorecorder Thermal Conductivity meter Drying Oven Pyranometer Adiabatic Bom Calorimeter

8.

Anemomaster

Prosedur pelaksanan praktikum adalah sebagai berikut: 1. 2. 3. Setiap kelompok mendengarkan penjelasan dari dosen praktikum. Dosen mengenalkan alat- alat ukur dan instrumen. Dosen menerangkan prinsip kerja alat ke mahasiswa dan melakukan uji coba pengukuran. 4. Masing masing alat dikenalkan secara bergantian.

HASIL DAN PEMBAHASAN Beberapa instrumen alat ukur yang dikenalkan dan dijelaskan dalam praktikum mata kuliah Energi dan Listrik Pertanian, diantarannya:

1.

Termometer Termometer menurut Kanginan (2002) adalah alat yang digunakan untuk

mengukur suhu dengan tepat dan menyatakannya dengan suatu angka. Termometer yang dikenalkan termasuk dalam golongan termometer laboratorium. Jika melihat dari jenis cairan pengisinya, dapat dikelompokkan menjadi termometer air raksa (lihat gambar 1) dan termometer alkohol (lihat gambar 2). Keuntungan menggunakan termometer air raksa : 1. 2. 3. 4. 5. Raksa mudah dilihat karena mengkilap Volume raksa berubah secara teratur ketika terjadi perubahan suhu. Raksa tidak membasahi kaca ketika memuai atau menyusut. Jangkauan suhu raksa cukup lebar dan sesuai untuk pekerjaan laboratorium. Raksa dapat terpanasi secara merata sehingga menunjukkan suhu cepat dan tepat. Air raksa akan membeku pada suhu -38,83 0C (-37,89 0F) dan hanya dapat digunakan pada suhu diatasnya (Kanginan, 2002). Keuntungan menggunakan termometer alkohol : 1. Lebih murah jika dibandingkan dengan raksa,

2.

Teliti, karena untuk kenaikan suhu yang kecil, alkohol mengalami volum yang lebih besar,

3.

Dapat mengukur suhu yang sangat dingin (misal suhu di daerah kutub) karena titik beku alkohol sangat rendah, yaitu -112oC.

Adapun cara kerja termometer secara umum adalah awalnya volume cairan berada pada kondisi awal, kemudian setelah perubahan suhu lingkungan disekitar termometer, direspon cairan dengan perubahan volume. Cairan akan mengembang atau memuai jika suhu meningkat dan akan menyusut ketika suhu menurun. Skala pada termometer akan menunjukkan nilai suhu sesuai keadaan lingkungan (Tipler, 1998).

2.

Termokopel Termokopel merupakan salah satu jenis termometer yang banyak digunakan

dalam laboratorium teknik. Termokopel dibangun berdasarkan Asas Seeback dimana bila dua jenis logam yang berlainan disambungkan ini akan menjadi rangkaian tertutup sehingga perbedaan temperature pada sambungan akan menimbulkan beda potensial listrik pada kedua logam tersebut, selanjutnya akan dibaca oleh alat ukur temperatur (Fraden, 2003). Dimana termokopel berupa sambungan ( junction ) dua jenis logam atau logam campuran, yang salah satu sambungan logam tadi diberi perlakuan suhu yang berbeda dengan sambungan lainnya. Sambungan logam pada termokopel terdiri dari dua sambungan, yaitu : Reference Junction ( Cold Junction ) ,merupakan sambungan acuan yang suhunya dijaga konstan dan biasanya diberi suhu yang dingin ( 0oC ). Measuring Junction ( Hot Junction ), merupakan sambungan yang dipakai untuk mengukur suhu atau disebut juga sambungan panas. Akibat adanya perlakuan suhu yang berbeda antara kedua sambungan tersebut maka pada voltmeter akan mengalir arus listrik dan terbaca adanya gaya gerak listrik (ggl). Diperkenalkan 2 jenis termokopel yaitu jenis CC (Copper-Constan), terdiri atas logam (kawat) tembaga dan campuran logam yang berwarna putih; dan CA (Chromel-Alumel), terdiri atas logam (kawat) chrome yang berwarna putih (silver) dan aluminium yang berwarna putih (silver).

Termokopel CC digunakan untuk pengukuran suhu rendah hingga 200oC. Sehingga tingkat sensitivitasnya tinggi tetapi jangkauan ukurnya (range) pendek. Sedangkan termokopel CA digunakan untuk pengukuran dengan suhu yang relatif tinggi, bisa mengukur suhu hingga lebih dari 1000oC. Meskipun range pengukuran yang lebar tetapi termokopel ini kurang sensitif. (lihat gambar 3, untuk contoh alat)

3. Thermo Recorder Berfungsi sebagai perekam data dari pengukuran thermocouple secara manual, hasil dari rekaman akan tercatat pada kertas khusus. Ada dua macam tipe thermorecorder, yaitu tipe dot (data yang dilihat berupa titik) dan tipe pen (data yang dilihatkan berupa garis kontinyu). Prinsip kerjanya adalah akan merekam besar pengukuran suhu pada selang waktu dan besar fluktuatif suhu ertentu. Sehingga dalam mengaturnya harus mengacu pada lama pengamatan dan fluktuatif suhu yang kira kira akan terjadi. (lihat gambar 4, untuk contoh alat)

4. Thermal Conductivity Meter


Thermal Conductivity Meter berfungsi mengukur koefisien pindah panas konduksi (k) suatu benda. Konduksi termal adalah suatu fenomena transport di mana perbedaan temperaturmenyebabkan transfer energi termal dari satu daerah benda panas ke daerah yang lain daribenda yang sama pada temperatur yang lebih rendah. (Tim Eksperiment fisika, 2009). Pengukuran terhadap konduktivitas termal adalah untuk menyelidiki laju dari konduksitermal melalui beberapa material. Rumus umum yang biasa digunakan dalam masalah ini adalah

Q = energi panas total yang dikonduksikan , A= luas dimanakonduksi mengambil tempat, T (T2-T1)= perbedaan temperatur dua sisi dari material, t= waktuselama konduksi terjadi , h= ketebalan dari material dan k= konduktivitas termal darimaterial (Tim Eksperiment fisika, 2009).

(lihat gambar 5, untuk contoh alat)

5. Adiabatic Bom Calorimeter

Adiabatic Bom Calorimeter berfungsi untuk mengukur kalor jenis suatu bahan Cp (J/kg C). Prinsip dasar pengukuran menggunakan prinsip perbandingan Asas Black. Prosedur pengujiannya, Sejumlah zat yang akan diuji ditempatkan dalam cawan platina dan sebuah kumparan besi yang diketahui beratnya. Kalorimeter bomb ditutup, kemudian diisi dengan O2 murni hingga tekanan tertentu. Kemudian dimasukkan kedalam kalorimeter yang diisi air. Setelah semua tersusun, sejumlah aliran listrik dialirkan ke kawat besi dan setelah terjadi pembakaran, kenaikan suhu diukur. Panas dari hasil ledakan suatu bahan terserap melalui air sehingga diukur sebagai panas hasil pembakaran. Proses ini sesuai dengan Asas Black yakni jumlah kalor yang diterima sama dengan kalor yang diberikan. (lihat gambar 6, untuk contoh alat)

6. Pyranometer Pyranometer digunakan untuk mengukur besarnya pengaruh radiasi cahaya pada suatu permukaan bidang dengan. Satuan untuk pengukuran ini adalah W/m2. Prinsip Kerja alat ini menangkap radiasi cahaya pada dari suatu benda. Dengan dipasang pada suatu permukaan bidang kemudian saat ada hantaman cahaya tepat pada sensor cahaya, akan diteruskan pada tampilan komputer dalam bentuk simpangan besarnya fluks yang diberikan cahaya tersebut. Nilai maksimum yang memberikan fluks terbesar jika cahaya menghantam sensor secara tegak lurus bidang, sedangkan nilai terkecil fluks cahaya saat cahaya jatuh sejajar bidang horizontal bidang. Pada saat kalibrasi, pyranometer diletakkan di dalam ruangan gelap yang tidak ada cahaya dan pengaruh medan listrik maupun medan magnet sebagai keadaan ideal saat keadaan normal atau keadaan nol. (lihat gambar 7, untuk contoh alat).

7. Drying Oven Drying Oven berfungsi mengeringkan dengan prinsip memanaskan dan dapat mengurangi kadar air bahan. Pengujuran kadar air bahan dapat dihitung dengan memperhatikan selisih antara berat awal sebelum dimasukan kedalam oven, dengan berat setelah dimasukkan kedalam oven. Selisih berat ini akan menunjukan besar kadar air bahan. Kadar air yang terukur adalah basib basah dan basis kering.

Prinsip kerja alat ini, bahan yang telah dimasukkan ke dalam oven akan dipanaskan dengan menggunakan gelombang elektromagnetik yang sebelumnya telah diset waktu dan suhunya. (lihat gambar 8, untuk contoh alat)

8.

Anemomaster Anemomaster merupakan alat pengukur kecepatan dan aliran udara, suhu udara

dan tekanan angin. Beberapa aplikasi dari Anemomaster adalah untuk menilai tingkat kenyamanan termal suatu ruangan; untuk menentukan jumlah konsumsi energi listrik ideal suatu ruangan; membantu perancangan sistem ventilasi suatu ruangan; dll. Prinsip kerja alat ini, sensor kecepatan udara dipanaskan dan kemudian suhu meningkat, memaksa sensor kecepatan untuk tinggal pada suatu konstanta panas. Rangkaian memaksa tegangan harus sama dengan penguat operasional. Udara mengalir melewati sensor tends untuk mendinginkan sensor, sehingga mendorong turun hambatannya. Penguat meresponnya dengan segera memberikan daya lebih kepada rangkaian untuk menjaga keseimbangan tegangan. Daya yang dikirim diubah menjadi sinyal listrik untuk kemudian ditampilkan pada layar. (lihat gambar 9, untuk contoh alat)

KESIMPULAN
Praktikan mengenal dan mengetahui alat ukur yang akan digunakan pada praktikum Energi dan Listrik Pertanian. Dan mengetahui prosedur penggunaan dan prinsip kerja dari beberapa alat yang telah dijelaskan. Setiap alat dengan tujuan pengukuran yang berbeda memiliki prosedur dan prinsip kerja yang berbeda beda. Dan sebelum memulai untuk menggunakan alat, praktikan harus mengetahui cara menggunakan alat tersebut agar hasil pengukuran yang dilakukan dapat tercapai.

DAFTAR PUSTAKA

Fraden, Jacob. 2003. Handbook of Modern Sensors. California : Advanced Monitors Corporation. Kanginan, Marthen. 2002. Fisika untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga Tim Eksperimen Fisika.2009.Petunjuk Praktikum Eksperimen Fisika. Padang; Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Padang. Tipler, P.A. 1998. Fisika untuk Sains dan Teknik-Jilid I (terjemahan). Jakarta: Erlangga

LAMPIRAN

Daftar Gambar; 1. 2.

Gambar 1. Termometer raksa

Gambar 2. Termometer alkohol

3.

4.

Gambar 3. Termokopel

Gambar 4. Thermo Recorder

5.

6.

Gambar 5. Thermal Conductivity Meter

Gambar 6. Adiabatic Bom Kalorimeter

7.

8.

Gambar 7. Pyranometer

Gambar 8. Anemomaster

9.

Gambar 9. Drying Oven