Anda di halaman 1dari 6

Perhitungan settling pond Kolam pengendapan berfungsi untuk mengendapkan partikel partikel atau lumpur yang ikut bersama

a air hasil aliran dari saluran tambang sebelum air lumpur tersebut di buang kepermukaan akhir maka di endapkan terlebih dahulu partikel-partikel padatnya agar tidak mencemari lingkungan sekitar tambang. Ukuran settling pond di buat dengan mempertimbangkan luas area tangkapan hujan kandungan padatan air tambang dan koefisien pengendapan. Rumus settling pond : V=Qxt A = V/d Panjang sumuran P = A/L L = P/JUMLAH ZONA

Fungsi dari ke 4 settling pond : 1. Zona masukan yaitu tempat masuknya aliran lumpur ke dalam kolam pengendapan dengan anggapan campuran padatan cairan yang masuk terdistribusi secara seragam. 2. 3. Zona pengendapan yaitu tempat partikel akan mengendap Zona endapan lumpur, yaitu tempat partikel padatan mengalami sedimentasi dan terkumpul di bagian bawah kolam pengendapan 4. Zona keluaran tempat keluarnya cairan yang jernih. Menurut Fungsi, saluran terbagi 2 yaitu: 1. Single purpose yaitu saluran yang berfungsi mengalirkan satu jenis air buangan, misalnya air hujan saja atau jenis air buangan yang lain seperti limbah domestik, air limbah industri dan lain-lain. 2. Multy purpose yaitu saluran yang berfungsi mengalirkan beberapa jenis air buangan baik secara bercampur atau bergantian.

Menurut konstruksi, saluran terbagi 2 : 1. Saluran terbuka yaitu saluran yang lebih cocok untuk drainase air hujan yang terletak didaerah yang mempunyai luasan yang cukup ataupun untuk drainasi air non hujan yang tidak membahayakan kesehatahan atau yang mengganggu lingkungan

47

2.

Saluran tertutup yaitu saluran yang pada umumnya ering dipakai untuk aliran air yang kotor (air yang menganggu kesehatan / lingkungan).

Efektifitas penggunaan dari berbagai bentuk tampang saluran drainase yang di kaitkan dengan fungsi saluran adalah sebagai berikut : 1. Trapesium, saluran drainase bentuk trapesium pada umumnya saluran dari tanah. Tetapi dimungkinkan juga bentuk ini berpasangan. Saluran ini membutuhkan ruang yang cukup dan berfungsi untuk pengaliran air hujan, air rumah tangga maupun air irigasi. 2. Triangular, saluran drainase bentuk triangulr pada umumnya terbentuk dari pasangan atau beton yang banyak membutuhkan ruang, fungsi untuk mengalirkan debit air limpasan yang kecil, air rumah tangga maupun air irigasi. 3. Rectanguler, saluran bentuk empat empat persegi panjang (rectanguler) tidak membutuhkan ruang yang kemudian sebagai konsekuensi dari saluran bentuk ini saluran harus dari pasangan ataupun beton. 4. Parabolic, saluran bentuk lingkaran atau bulat telur berupa saluran dari pasangan atau kombinasi, pasangan dan pipa beton. Dengan bentuk dasar saluran yang bulat memudahkan pengangkutan bahan endapan atau limbah saluran bentuk parabolic berfungsi juga sebagai saluran air hujan, air rumah tangga maupun saluran irigasi. 5. Compound (tersusun), saluran bentuk compound dapat berupa saluran dari tanah maupun dari pasangan. Tampang saluran yang bawah berfungsi mengalirkan air rumah tangga pada saat tidak hujan apabila terjadi hujan maka kelebihan air dapat ditampung pada saluran bagian atas. Tampang saluran ini membutuhkan ruang yang cukup dan dapat digunakan untuk saluran air hujan, saluran air rumah tangga maupun saluran air irigasi.

Hujan yang jatuh ke permukaan tanah dapat dibagi atas: 1. Air yang mengalir kepermukaan (run off), hujan yang jatuh dan mengalir dipermukaan menjadi air limpasan, air limpasan ini akan mengalir ke sungai dan akhirnya kelaut sebelum mengalir kesaluran dan sungai. Air limpasan mengalir dan tertahan dipermukaan tanah daerah-daerah yang rendah seperti danau, rawa-rawa, dan lembah-lembah yang cenderung ,menyerap air.

48

2.

infiltrasi, sumber utama air tanah adalah berasal dari air hujan yang jatuh dipermukaan tanah dan meresap kedalam tanah melalui pori-pori atas rongga atau batuan.

Kecepatan pengaliran v = 72 (H/L)0,6 Waktu Konsentrasi t = L/V Maka Intensitas I = R24/24 (24/t)2/3

4.1.1

Kolam Pengendapan (Sedimentation pond) Dalam rangkaian settling pond kolam pengendapan berfungsi untuk menyediakan media. Kolam pengendapan dalam satu rangkaian settling pond terdiri atas seri A dan seri B. Kolam pengendapan dibangun sebanyak 2 seri dengan maksud untuk keperluan operasional dan perawatan. Jika material yang mengendap di salah satu seri kolam misalnya di sedimentation pond seri A sudah cukup penuh atau sampai pada titik jenuh maka sedimentation pond seri B akan dijalankan secara normal sementara kolam yang jenuh dilakukan parawatan begitu pula seterusnya.

4.1.2

Kolam Pengamanan (Safety pond)


Kolam pengamanan atau safety pond merupakan kolam penampung yang berfungsi untuk menampung sementara air limbah yang dihasilkan dari curah hujan maksimum dalam jangka waktu pendek. Pengukuran besar debit air yang keluar pada pintu air ini sangat penting berkaitan dengan dosis serta volume bahan kimia yang perlu di injeksikan.

4.1.3

Kolam Pengolahan (Treatment Pond)

49

Kolam pengolahan (treatment pond) merupakan kolam tempat terjadinya pencampuran antara air limbah dengan bahan kimia. Pada kolam ini terjadi pengadukan lambat (slow mixing) dengan menggunakan parit atau drainase yang cukup panjang. Pengadukan berfungsi untuk mencampurkan air limbah dengan bahan kimia secara cepat dan merata. Setelah bahan kimia dan air limbah bercampur maka akan terbentuk gumpalan (flok-flok) kecil yang belum stabil, pengadukan akan membantu proses penggabungan flok-flok tersebut agar menjadi lebih besar dan lebih stabil, karena semakin besar atau stabil flok maka akan lebih mudah dan cepat turun ke dasar kolam.

4.1.4

Kolam Lumpur (Mud pond) Kolam ini berfungsi untuk menampung lumpur atau endapan yang terbentuk dari proses pencampuran bahan kimia. Flok-flok yang telah terbentuk sempurna itu sebagian besar akan mengendap di kolam ini. Untuk itu aliran air limbahnya pun harus dijaga agar tetap laminer dan alirannya lambat sehingga flok dapat mengendap dengan sempurna. Kolam lumpur biasanya dibuat dengan dimensi yang cukup besar agar mampu menampung selama mungkin aliran air limbah agar pengendapan dapat berlangsung lebih efektif. Pada sistem pengolahan air limbah di T-300 Indonesia digunakan 3 seri kolam lumpur, jika salah satu mengalami jenuh maka kolam lumpur yang lain dapat mengambil alih begitu seterusnya.

50

Safety pond Volume = 99.070 m


3

TSS Inlet

Arah aliran air

Treatment Pond Lokasi penelitian Mud pond A Volume= 6.322,5 m


3

Mud Pond C Volume = 20.341 m3 TSS Outlet

Mud Pond B Volume = 8.794 m3

Gambar 4.3 Lokasi Safety pond, Mud pond, dan In Pit pond T-300 PT. Adaro Indonesia

51

52