Anda di halaman 1dari 66

Edisi Kedua

Kesiapan
Bencana

Apabila bencana
menyerang, bersiaplah !

Program Pelatihan Manajemen Bencana

1
Kesiapan
Bencana
Edisi Kedua

Modul disusun oleh :


Randolph Kent

DHA
Program Pelatihan Manajemen Bencana 1994

2
3
Edisi pertama modul ini dicetak pada tahun 1991. Penggunaan dan penggandaan
materi dari modul ini diijinkan; akan tetapi, perlu disebutkan sumber materi dari
Program Pelatihan Manajemen Bencana .

4
Modul pelatihan ini didanai oleh Program Pembangunan Perserikatan Bangsa
Bangsa UNDP bekerja sama dengan Kantor Koordinator Bantuan Bencana
Perserikatan Bangsa Bangsa untuk Program Pelatihan Manajemen Bencana
( DMTP ) bekerja sama dengan Pusat Manajemen Bencana Universitas
Wisconsin.

Naskah ini direview oleh :Everet Ressler; Brian Ward, Pusat Kesiapan
Bencana Asia ( Asia Disaster Preparedness Center ); Jose Luis Zeballos,
PAHO; dan anggota staf UNDP dan UNDRO.

Penyuntingan, termasuk desain, komponen-komponen pendidikan dan


pembuatan format, dikerjakan oleh InterWork. Konsultasi desain dan desk-
top publishing dikerjakan oleh Artifax.

Photo sampul : The Sasakawa/UNDRO Disaster Prevention Award poster


dariUNDRO, Mei/Juni, 1988.

5
6
KESIAPAN
BENCANA

DAFTAR ISI
DMTP dan re-organisasi PBB ....................................................................... 8
Pengantar ....................................................................................................... 9

Tinjauan ....................................................................................................... 11
Tinjauan konsep ............................................................................................ 11
Definisi yang berlaku .................................................................................... 12

BAGIAN 1 Perencanaan untuk kesiapan bencana ................................... 15


Pengkajian kerentanan ................................................................................... 16
Perencanaan ................................................................................................... 18
Struktur institusional ..................................................................................... 23
Sistem informasi ............................................................................................ 26
Basis sumber daya ......................................................................................... 28
Sistem peringatan .......................................................................................... 30
Mekanisme respon ......................................................................................... 31
Pendidikan umum dan pelatihan ................................................................... 33
Gladi .............................................................................................................. 34
STUDI KASUS ............................................................................................. 37
RINGKASAN ................................................................................................ 39

BAGIAN 2 Kerjasama internasional untuk kesiapan bencana ............. 41


Sistem perserikatan bangsa-bangsa ............................................................... 43
PBB pada tingkat markas besar ..................................................................... 44
PBB pada tingkat lapangan ........................................................................... 45
UNDP di lapangan ......................................................................................... 46
Badan-badan dan proyek-proyek pembangunan PBB .................................. 47
RINGKASAN ................................................................................................ 49

BAGIAN 3 Melaksanakan rencana-rencana kesiapan bencana ............. 51


Promosikan rencana pada tingkat nasional ................................................... 51
Bangun basis informasi yang dapat diandalkan ............................................ 53
Definisikan struktur-struktur institusi yang memadai ................................... 54
Pertimbangkan nasihat ini ............................................................................. 56
STUDY KASUS ............................................................................................ 58
RINGKASAN ................................................................................................ 60

Anneks 1 : Daftar informasi dasar yang diperlukan oleh UN-DMT1 ........... 61


Anneks 2 : Akronim ...................................................................................... 65
Anneks 3 : Bacaan tambahan ........................................................................ 66

7
Re-organisasi Perserikatan Bangsa Bangsa dan
Program Pelatihan Manajemen Bencana

Sejak modul ini ditulis, telah terjadi re-organisasi di dalam sistim Perserikatan Bangsa Bangsa. Bagian ini
mendiskripsikan perubahan-perubahan organisasi dan menerangkan peran yang semakin luas dari
Perserikatan Bangsa Bangsa dalam Manajemen Bencana.
Pada bulan Desember 1991 Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa mengadopsi resolusi
46/182* yang menetapkan Departemen Urusan Kemanusiaan (baca: DHA ) agar memperkuat
“koordinasi bantuan emergensi kemanusiaan dari Perserikatan Bangsa Bangsa” dan menjamin
“persiapan yang lebih baik untuk, respon yang terkoordinir secara baik dan cepat terhadap emergensi
kemanusiaan yang kompleks dan bencana-bencana alam yang mendadak.” Departemen itu
menggabungkan UNDRO yang lama maupun unit-unit emergensi PBB yang lama untuk Afrika, Irak dan
Asia Tenggara. Sekretariat Dekade Internasional untuk Pengurangan Bencana Alam ( baca: IDNDR )
juga menjadi bagian dari Departemen ini.
Berkenaan dengan emergensi-emergensi kompleks, DHA sering beroperasi di zona abu-abu di mana
kepentingan-kepentingan keamanan, kemanusiaan dan politik saling bertemu. Perencanaan kebijakan dan
koordinasi kebijakan dilaksanakan di New York, di mana DHA bekerja erat dengan organ-organ langsung
dari Perserikatan Bangsa Bangsa dan dengan departemen-departemen ekonomi dan keuangan, dan politik
dari Sekretariat itu. Kantor Genewa (DHA-Genewa) mengkonsentrasikan aktivitas-aktivitasnya pada
penyediaan dukungan operasional emergensi untuk pemerintah dan entitas operasional PBB. Kantor ini
juga bertanggung jawab untuk koordinasi aktivitas-aktivitas internasional yang terkait dengan mitigasi
bencana. Kantor itu terus menangani respon sistim PBB untuk semua bencana-bencana alam.
Satu Komite Tetap Antar-Badan ( baca: IASC ) yang diketuai Under Secretary General untuk Urusan
Kemanusiaan telah didirikan menindak lanjuti resolusi Majelis Umum 46/182. Komite ini berhubungan
dengan organisasi-organisasi non-pemerintah, organisasi-organisasi PBB, serta Komite Internasional Palang
Merah ( baca: ICRC ) dan Federasi Masyarakat Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.
Pimpinan-pimpinan eksekutif dari badan-badan ini bertemu secara rutin untuk membicarakan isu-isu
yang berhubungan dengan emergensi-emergensi kemanusiaan. Satu sekretariat antar-agen untuk IASC
juga sudah didirikan di dalam DHA.
Beberapa Program Emergensi Khusus ( baca:SEP ) telah disusun di dalam Departemen itu, yang
mencakup Program Emergensi Khusus untuk Horn of Africa ( Baca: SEPHA ), Emergensi Kekeringan di
Program Afrika Selatan ( baca : DESA ), Program Emergensi Khusus untuk Negara-Negara Yang Baru
Merdeka ( baca: SEP-NIS ), serta Kantor Perserikatan Bangsa Bangsa untuk Koordinasi Bantuan
Kemanusiaan untuk Afghanistan (Baca: UNOCHA ).
DHA mempromosikan dan berpartisipasi di dalam penetapan sistim-sistim respon emergensi cepat
yang mencakup jaringan-jaringan operator sumber daya bantuan, seperti Kelompok Penasehat SAR
internasional (baca: INSARAG). Perhatian khusus diberikan terhadap aktivitas-aktivitas yang dilakukan
untuk mengurangi dampak negatif dari bencana-bencana yang mendadak didalam konteks Dekade
Internasional untuk Pengurangan Bencana Alam (IDNDR)
Program Pelatihan Manajemen Bencana (DMTP), yang diluncurkan pada awal tahun 1990an, dikelola
secara bersama-sama dengan DHA dan UNDP, dengan dukungan dari Pusat Manajemen Bencana Uni-
versitas Wisconsin, atas nama Satuan Tugas Antar-Badan. Satgas ini memberikan kerangka kerja didalam
negara-negara dan institusi-institusi (internasional, regional dan nasional) untuk mendapatkan sarana guna
meningkatkan pembangunan kapasitas mereka dalam manajemen emergensi dalam konteks pembangunan.

_____________________________________
* Salinan dokumen ini disertakan dalam Modul Overview Manajemen Bencana

8
KESIAPAN
BENCANA

PENDAHULUAN
Tujuan

Modul pelatihan ini, Kesiapan Bencana, dirancang untuk memperkenalkan


suatu aspek dari manajemen bencana kepada pembaca profesional dari
organisasi PBB yang membentuk tim-tim manajemen bencana, dan juga
kepada instansi-instansi pemerintah sebagai mitra, organisasi-organisasi
non-pemerintah dan lembaga-lembaga donor. Modul ini dirancang untuk
meningkatkan kesadaran pembaca akan sifat dari manajemen bencana-
bencana, yang bisa membawa ke satu pelaksanaan yang lebih baik dalam
respon dan kesiapan bencana.
Isi dari modul ini ditulis oleh para ahli dalam bidang manajemen
bencana dan secara umum mengikuti Manual Manajemen Bencana dari
UNDP/UNDRO beserta prinsip-prinsip, prosedur-prosedur, dan
terminologinya. Akan tetapi, terminologi dalam bidang ini tidak
terstandarisasi dan para penulis dari institusi-institusi yang berbeda bisa
menggunakan terminologi-terminologi tersebut dalam cara-cara yang
sedikit berbeda.

Cakupan
Tujuan dari modul ini adalah untuk memperkenalkan kepada anda konsep-
konsep dasar yang terkait dengan kesiapan bencana. Bagian pertama dari
modul ini menetapkan berbagai kategori untuk menjadi bahan pertimbangan
terhadap kesiapan bencana : dari pengkajian kerentanan sampai melatih
rencana secara nyata.
Pada bagian kedua modul ini, Anda akan belajar tentang kerjasama
internasional untuk kesiapan dengan fokus pada sistim PBB. Anda harus
mempunyai kesadaran yang lebih tinggi akan peran-peran dan batasan-
batasan dari badan-badan internasional dalam mengkoordinasikan upaya-
upaya kesiapan bencana.
Pelaksanaan rencana-rencana kesiapan bencana dibicarakan pada
Bagian Tiga dari modul ini: dari mempromosikan rencana-rencana sampai
dengan mempertimbangkan nasehat-nasehat berdasarkan kesulitan-kesulitan
umum yang terkait dengan pelaksanaan.

9
KESIAPAN
BENCANA

Metode-metode pelatihan

Modul ini dimaksudkan untuk dua golongan pembaca, mereka yang belajar
mandiri dan peserta dalam satu loka karya pelatihan. Metode-metode
pelatihan berikut ini direncanakan untuk digunakan dalam loka karya dan
disimulasikan dalam “petunjuk pelatihan” yang menyertai modul ini. Bagi
mereka yang belajar secara mandiri, teks ini sudah seperti seorang tutor
sejauh yang bisa dilakukan oleh suatu bahan cetak

Metode-metode pelatihan mencakup :


• diskusi kelompok
• simulasi/main peran
• diktat tambahan
• video
• sesi-sesi review
• latitihan-latihan penilaian diri

Pelajar mandiri diajak untuk menggunakan teks ini sebagai buku kerja.
Sebagai tambahan untuk membuat catatan di pinggir halaman, Anda akan
diberi kesempatan untuk berhenti sebentar dan memeriksa apa yang sudah
Anda pelajari lewat pertanyaan-pertanyaan yang disertakan dalam teks.
Tulislah jawaban-jawaban Anda terhadap pertanyaan-pertanyaan ini
sebelum meneruskannya untuk memastikan bahwa Anda telah memahami
poin-poin penting dalam teks ini.

10
TINJAUAN
Modul ini dirancang untuk membantu Anda :
n mempelajari satu definisi-tiga bagian dari kesiapan bencana
n mengidentifikasikan sembilan kategori dari aktivitas-aktivitas persiapan
untuk kesiapan bencana
n membandingkan tiga peran PBB dalam bekerja sama untuk kesiapan
n memahami empat cara untuk menghindari masalah-masalah dalam
melaksanakan rencana-rencana kesiapan bencana
n mempertimbangan empat belas area informasi dasar untuk mengkaji
persiapan

Tinjauan konsep
Q. Bagaimana Anda mendefinisikan kesiapan bencana?
A. _________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________

Kesiapan bencana mencakup peramalan dan pengambilan tindakan-tindakan


pencegahan sebelum munculnya ancaman yang sudah dekat ketika
peringatan-peringatan sebelumnya masih memungkinkan. Perencanaan
kesiapan dapat memperbaiki respon terhadap pengaruh-pengaruh dari satu
bencana dengan cara mengorganisir pengiriman bantuan, pertolongan dan
penyelamatan secara efektif dan tepat waktu.

Kesiapan mencakup pengembangan dan pengujian secara teratur terhadap


sistim-sistim peringatan ( dikaitkan dengan sistim-sistim peramalan ) dan
rencana-rencana evakuasi atau tindakan-tindakan lain yang harus diambil
selama periode waspada bencana untuk meminimalisir kematian dan
kerusakan fisik yang mungkin terjadi. Kesiapan juga mencakup pendidikan
dan pelatihan untuk para petugas dan penduduk yang berresiko, pelatihan
tim-tim intervensi, dan penetapan kebijakan-kebijakan, standar-standar,
pengaturan-pengaturan organisasi dan rencana-rencana operasi yang harus
dilaksanakan setelah terjadi suatu bencana. Rencana-rencana yang efektif
juga mempertimbangkan pengamanan sumber daya, mungkin termasuk
pengamanan suplai dan penggunaan dana. Rencana-rencana ini harus
didukung dengan undang-undang yang memberdayakan.

11
KESIAPAN
BENCANA

Bahaya Definisi yang berlaku


Kejadian yang langka atau
ekstrim dalam lingkungan Kesiapan bencana meminimalisir akibat-akibat yang merugikan dari
alam atau manusia yang suatu bahaya lewat tindakan-tindakan pencegahan yang efektif,
secara merugikan rehabilitasi dan pemulihan untuk memastikan pengaturan serta
mempengaruhi kehidupan pengiriman bantuan dan pertolongan setelah terjadi satu bencana secara
manusia, harta benda atau
aktivitas sampai pada
tepat waktu,tepat, dan efektif.
tingkat yang menimbulkan Ini merupakan definisi secara luas dari kesiapan bencana. Marilah kita
bencana.
analisa beberapa poin yang dibuat dalam definisi ini.
Bencana “meminimalisir akibat-akibat yang merugikan dari suatu bahaya.”
Suatu gangguan serius dari
Tindakan-tindakan pengurangan resiko jangka panjang dimaksudkan untuk
fungsi-fungsi masyarakat,
yang menyebabkan meminimalisir akibat-akibat yang merugikan dari suatu bencana dengan
kerugian-kerugian menghilangkan kerentanan-kerentanan yang jika tidak dilakukan itu akan
lingkungan, material, dan terbuka terhadap akibat-akibat bahaya-bahaya tsb. Tindakan-tindakan ini
manusia yang luas yang secara langsung akan mengurangi potensi dampak dari satu bahaya sebelum
melebihi kemampuan dari
masyarakat yang terlanda
bahaya itu menyerang. Kesiapan bencana beranggapan bahwa kelompok-
bencana untuk bisa kelompok orang tertentu bagaimanapun juga akan tetap rentan, dan kesiapan
mengatasi dengan hanya itu akan menunjukkan konsekuensi-konsekuensi dari dampak suatu bencana.
menggunakan sumber
dayanya sendiri. “lewat tindakan-tindakan pencegahan yang efektif”

Bantuan
Modul ini menerangkan komponen-komponen dari tindakan-tindakan
pencegahan yang efektif dan bagaimana mengembangkannya.Terlalu sering
Penyediaan bantuan meteri
terjadi hasil akhir dari kesiapan bencana hanya dilihat sebagai suatu rencana
dan pelayanan berdasar
prikemanusiaan yang statis yang dirancang dan kemudian disimpan sebagai file sampai rencana itu
diperlukan untuk diperlukan. Kesiapan bencana harus dilihat sebagai satu proses yang terus-
memungkinkan masyarakat menerus dan aktif. Rencana-rencana kesiapan adalah usaha-usaha yang dinamis
memenuhi kebutuhan dasar yang perlu ditinjau ulang , dimodifikasi, diperbaiki dan diuji-coba secara berkala.
akan tempat berlindung,
pakaian, air dan pangan. Beberapa analis membedakan antara tindakan-tindakan kesiapan bencana yang
Bantuan tersedia sampai “aktif” dan “pasif”. Aspek-aspek pasif dari kesiapan bencana mencakup
waktu yang diperpanjang.
penyiapan manual-manual bencana, penyimpanan barang-barang bantuan dan
Pertolongan pembuatan daftar-daftar komputer mengenai sumber daya dan personil.
Kesiapan bencana “aktif” mencakup pengembangan rencana-rencana tanggapan
Penyediaan bantuan materi
dan perawatan emergensi yang komprehensif, yang memonitor ancaman-ancaman bahaya, melatih
medis berdasar personil emergensi, dan melatih anggota-anggota masyarakat yang berresiko.
prikemanusiaan yang
diperlukan untuk “untuk memastikan pengiriman bantuan secara tepat waktu dan efektif”
menyelamatkan kehidupan Manajemen bencana mencakup respon terhadap atau antisipasi dari satu
manusia. Bahan bantuan
relief dan pelayanan- kejadian yang berbahaya. Mitigasi bencana mencakup baik kesiapan bencana
pelayananan diberikan maupun pencegahannya. Salah satu aspek yang paling sulit dari manajemen
setelah terjadi bencana bencana adalah masalah waktu. Waktu juga penting sekali bagi kesiapan
yang mendadak. bencana. Kecepatan dan waktu yang tepat sering kali diperlakukan secara
sama, yang menyebabkan masalah-masalah serius dalam hubungan antara
input-input bantuan dan pengaruh-pengaruhnya.. Ada kebutuhan-kebutuhan
Jawaban ( dari hal. 11 ) dasar tertentu dalam beberapa jenis bencana, seperti tempat perlindungan
dan pakaian, yang mungkin diperlukan dengan segera. Dalam hal
Bandingkan jawaban anda mengurangi tekanan yang mendesak, kecepatan merupakan hal yang
dengan paragrap 1 dibawah
“Definisi yang Berlaku”
penting. Akan tetapi, ada bentuk-bentuk bantuan lain yang, dalam keadaan-
keadaan tertentu, bisa mengganggu kalau tidak ditunda pelaksanaanya.

12
PENGANTAR

Ada contoh yang sangat jelas yaitu makanan. Memasukan bantuan makanan
dalam jumlah banyak sebelum ada pengkajian yang jelas dari kondisi-
kondisi pasar setempat dan prospek-prospek pertanian yang diketahui dapat
menciptakan ketergantungan dan memperlemah ekonomi lokal. Ketepatan
waktu, bukan kecepatan, harus menjadi kriteria kesiapan.
Bantuan yang tepat memerlukan penelitian cermat yang dilakukan secara
hati-hati. Daftar barang-barang bantuan yang tidak tepat yang bisa dikirim
ke daerah bencana dan mempengaruhi masyarakat terlalu panjang untuk
dibuat. Isu seperti itu di luar cerita baku tentang daging babi kalengan yang
dikirim kepada masyarakat yang tidak memakan daging babi dan sepatu
wanita berhak tinggi yang dikirim ke daerah-daerah banjir.
Ada satu hubungan penting dan alami antara kesiapan bencana, pemulihan
dan rehabilitasi. Anda harus mempertimbangkan apakah penyediaan bantuan Perencanaan kesiapan
dan pertolongan yang tepat itu dirancang semata-mata hanya untuk bencana yang efektif
menjamin keselamatan hidup yang mendesak dari masyarakat-masyarakat harus menggabungkan
yang terkena bencana atau membuka jalan untuk pemulihan. Pertanyaan tipe-tipe pertolongan
itu tidak saja penting untuk menentukan batas-batas kesiapan bencana itu dan input-input bantuan
sendiri, akan tetapi juga menjadi penentu yang praktis terhadap jenis yang akan dibutuhkan
tindakan-tindakan dan sumber daya yang Anda janjikan bagi pelaksanaan masyarakat tidak hanya
rencana kesiapan bencana. untuk bertahan hidup
Anda mengabaikan hubungan antara kesiapan bencana dan pemulihan serta tetapi juga untuk
rehabilitasi yang akan menjadi resiko Anda sendiri, atau akan menjadi resiko pemulihan kembali.
bagi masyarakat yang terkena bencana. Perencanaan kesiapan bencana yang
efektif harus menggabungkan kesiapan terhadap tindakan swadaya yang
diperlukan bagi masyarakat-masyarakat tidak hanya untuk bertahan hidup
akan tetapi juga untuk pemulihan.
Penyaluran bantuan dan pengaturan yang efektif dari respon bencana
menganjurkan kriteria-kriteria yang jelas untuk kesiapan bencana.
Perencanaan yang sistimatis, distribusi bantuan yang dilakukan dengan baik,
peran-peran dan tanggung jawab yang jelas, semua itu merupakan masalah-
masalah yang akan dibahas dalam modul ini. Sekarang marilah kita
tempatkan kosep-konsep “efektif” dan “penyaluran” dalam konteksnya.
Tidak dapat dihindari lagi, situasi-situasi bencana menimbulkan kondisi-
kondisi yang kacau. Rencana-rencana yang digelar secara baik dapat
mengurangi, tetapi tidak menghilangkan , kekacauan itu. Efektif adalah
relatif. Rencana-rencana kesiapan harus berusaha mengantisipasi sumber-
sumber kekacauan dan harus mengatakan pada kita apa yang harus dilakukan
ketika rencana-rencana itu menjadi serba salah. Kriteria keefektifan menjadi
sangat penting dalam konteks distribusi. Kuncinya disini adalah bahwa
keefektifan diukur sehubungan dengan kemampuan untuk mengirim bantuan
yang diperlukan kepada mereka yang membutuhkan. Sering dalam situas-
situasi emergensi, bantuan pangan dan non-pangan tiba pada tempat kejadian
bencana tanpa satu struktur yang ditetapkan sebelumnya untuk memastikan
bahwa mereka yang paling membutuhkan menjadi para penerima bantuan
langsung. Uji coba paling penting dari keefektifan adalah bahwa mereka
yang membutuhkan menerima pertolongan dan bantuan yang mencukupi.

13
KESIAPAN
BENCANA

CATATAN
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________

14
1
BAGIAN

PERENCANAAN UNTUK
KESIAPAN BENCANA

Pada bagian modul ini Anda akan belajar :

tiga tujuan pengkajian kerentanan


struktur umum dari rencana bencana
bagaimana mengenali :
- empat butir perencanaan yang jelas
- empat butir perencanaan yang kurang jelas
- sembilan kategori dari perencanaan kesiapan : penilaian kerentanan,
rencana, kerangka kerja institusi, sistim informasi, basis sumber daya,
sistim peringatan, mekanisme respon, pendidikan/pelatihan, dan gladi

Bagian Satu akan memberikan kepada Anda pemahaman akan komponen-


komponen utama kesiapan bencana dan memberikan dasar-dasar untuk
pengembangan strategi kesiapan bencana nasional. Kerangka kerja kesiapan
bencana yang digambarkan pada halaman-halaman berikut menguraikan
aktivitas-aktivitas penting untuk pengembangan suatu strategi kesiapan.
Meskipun disarankan urutan pelaksanaan aktivitas-aktivitas ini, beberapa
aktivitas bisa dilaksanakan secara bersamaan, atau bahkan dalam urutan
terbalik.

Q. Di negara Anda, aktivitas-aktivitas mana yang sudah dilaksanakan


untuk mempromosikan kesiapan bencana ?
A. _________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________

15
KESIAPAN
BENCANA

Pengkajian kerentanan

Kerangka Kerja Persiapan Bencana

Pengkajian Perencanaan Kerangka Kerja


Kerentanan Institusional

Sistim Basis Sumber Sistim


Informasi Daya Peringatan

Mekanisme Pendidikan Gladi


Respon
Umum
Pelatihan

Dalam banyak hal, Anda dapat mengidentifikasikan daerah-daerah geografis


khusus atau masyarakat-masyarakat yang diperkirakan dalam ancaman satu
bahaya. Daerah-daerah ini bisa termasuk daerah-daerah yang bisa rawan
kekeringan, atau masyarakat-masyarakat yang hidup di dekat gunung berapi
atau di daerah-daerah yang rawan banjir. Daerah-daerah itu bisa berupa
perkampungan-perkampungan liar di mana struktur-struktur perumahannya
diketahui rentan terhadap badai, atau masyarakat-masyarakat yang tidak
terlindungi dari limbah industri.Namun, kerentanan tidak perlu terikat pada
masyarakat-masyarakat atau lokasi-lokasi tertentu. Pengungsi, yang dipaksa
melarikan diri dari kondisi ekonomi yang hancur atau dari konflik, mewakili
suatu komunitas semacam itu yang dapat masuk ke dalam cakupan
pengkajian kerentanan. Kajian kerentanan adalah alat yang bermanfaat
untuk merumuskan suatu rencana manajemen bencana yang penting.

Analisa-analisa kerentanan adalah satu proses dinamis, terus-menerus dari


orang-orang dan organisasi-organisasi yang menilai bahaya-bahaya dan
resiko-resiko yang mereka hadapi dan menentukan apa yang seharusnya
mereka lakukan terhadap bahaya dan resiko-resiko itu, jika memang ada.
Pengkajian kerentanan juga mencakup suatu sarana pengumpulan data yang
terstruktur yang diarahkan untuk pemahaman tingkat-tingkat potensi
ancaman-ancaman, kebutuhan dan sumber daya yang dapat segera tersedia.
Pengkajian mencakup dua kategori informasi umum. Yang pertama adalah
informasi infrastruktur yang relatif statis yang memberikan dasar-dasar
untuk menentukan tingkat pembangunan, tipe-tipe keuntungan dan kerugian
fisik yang dihadapi oleh masyarakat-masyarakat yang bertempat tinggal di
suatu daerah, dan suatu “peta” dari struktur-struktur yang tersedia ( seperti
jalan-jalan dan rumah sakit ) yang mungkin bermanfaat pada saat emergensi.
Kategori yang lain mencakup data sosioekonomi yang relatif dinamis yang
menunjukkan sebab-sebab dan tingkat-tingkat kerentanan, perubahan-
perubahan demography dan tipe-tipe aktivitas ekonomi.

16
PERENCANAAN
1

BAGIAN
UNTUK KESIAPAN
BENCANA

Tidak ada yang misterius tentang konsep penilaian-penilaian kerentanan1.


Tujuan awalnya adalah untuk menetapkan suatu data dasar yang JAWABAN ( dari hal 15 )
memfokuskan terhadap kemungkinan pengaruh-pengaruh dari potensi
Jawaban-jawaban dapat
bahaya, kebutuhan bantuan dan sumber daya yang tersedia. Penilaian
berhubungan dengan salah
kerentanan harus dihubungkan dengan intervensi-intervensi pembangunan. satu dari sembilan kategori
Ketika masyarakat sudah dianggap rentan, bantuan pembangunan mungkin yang ditentukan dalam
memperjelas perlunya bantuan emergensi. Kerangka Kerja Kesiapan
Bencana.
Ada tiga alasan utama mengapa menilai kerentanan itu penting bagi kesiapan
bencana. Pertama, penilaian-penilaian kerentanan yang akurat berfungsi
sebagai suatu sarana untuk menginformasikan kepada para pembuat
keputusan tentang kegunaan dari pendekatan-pendekatan tingkat lokal dan
nasional terhadap kesiapan bencana.
Kedua, para pembuat keputusan biasanya sadar akan kecenderungan-
kecenderungan bencana di negara-negara mereka sendiri. Akan tetapi, sampai
dimensi-dimensi ancaman bencana dan tingkat-tingkat kesiapan atau
ketidaksiapan dipahami secara penuh, mungkin tidak akan ada titik awal efektif Pengkajian kerentanan
untuk membangun suatu rencana keseluruhan. harus berfungsi
Ketiga, pengkajian-pengkajian kerentanan harus berfungsi sebagai basis sebagai basis untuk
untuk suatu “kebiasaan” yang lebih bersifat terus-menerus memonitor gejala- “kebiasaan” yang lebih
gejala dari kondisi-kondisi infrastruktur, sosioekonomi dan fisik di negara- kontinyu untuk
negara yang rawan terhadap bencana. Dalam pengertian itu, upaya awal memonitor tren-tren
untuk mengembangkan suatu data dasar lewat pengkajian-pengkajian dari kondisi-kondisi
kerentanan harus menjadi landasan bagi perawatan dan perbaikan alat infrastruktur,
informasi penting demi tujuan-tujuan perencanaan pembangunan. sosioekonomi, dan fisik
Pada tingkat teknis, pengkajian-pengkajian kerentanan berfungsi sebagai dari negara-negara
titik awal untuk menentukan tipe-tipe rencana yang harus dikembangkan rawan bahaya.
sebagai bagian dari suatu strategi kesiapan bencana nasional. Sebagai contoh,
sangat bermanfaat untuk mengetahui bahwa orang-orang yang tinggal di
garis pantai delta Bangladesh rentan terhadap badai-badai tropis. Akan tetapi,
informasi seperti itu tidak banyak memberi manfaat kalau Anda juga tidak
mengetahui pola-pola migrasi musiman dari orang-orang ini, apakah mereka
yang menyiapkan lahan untuk menanam biasanya membawa keluarga
mereka ke delta, dan jumlah bangunan-bangunan berlantai dua di daerah
itu.
Q. Mengapa pengkajian-pengkajian kerentanan harus berfungsi sebagai
basis untuk suatu “kebiasaan” yang lebih kontinyu memonitor gejala-gejala
dalam kondisi-kondisi infrastruktur, sosioekonomi, dan fisik dari negara-
negara yang rawan bencana ?
A. _________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
1.
Lihat juga modul Program Pelatihan Manajemen Bencana, Kerentanan dan
Penilaian Resiko.

17
KESIAPAN
BENCANA

Perencanaan

Kerangka Kerja Persiapan Bencana

Pengkajian Kerangka Kerja


Kerentanan Perencanaan
Institusional

Sistim Basis Sumber Sistim


Informasi Daya Peringatan

Mekanisme Pendidikan
Respon Gladi
Pelatihan Umum

Perencanaan adalah tema dari keseluruhan kegiatan kesiapan bencana. Satu


tujuan kegiatan ini adalah mempunyai rencana-rencana yang dapat
diimplemenatsikan terhadap tujuan mana komitmen dan sumber daya secara
relatif dapat dipastikan. Perencanaan untuk kesiapan termasuk melakukan
perjanjian-perjanjian antara orang-orang atau badan-badan tentang siapa yang
akan menyediakan pelayanan-pelayanan jika terjadi emergensi untuk
memastikan respon yang terkoordinir, dan efektif. Persetujuan-persetujuan ini
bisa mengambil berbagai bentuk: memo-memo kesepakatan, persetujuan-
persetujuan bantuan bersama, atau instansi individual dan rencana induk. Tujuan
akhirnya bukanlah untuk menulis suatu rencana akan tetapi menstimulir
interaksi yang terus-menerus antara kelompok-kelompok yang bisa
menghasilkan persetujuan-persetujuan yang bermanfaat dan tertulis. Rencana
yang tertulis adalah suatu produk, tetapi bukan tujuan utama, dari proses
perencanaan. Ada empat poin yang jelas yang harus dipertimbangkan dalam
setiap upaya perencanaan.

Satu rencana harus :


mempunyai suatu tujuan atau serangkaian tujuan yang dinyatakan
dengan jelas
merefleksikan suatu rangkaian sistimatis dari aktivitas-aktivitas dalam
suatu sikap yang jelas dan logis
menetapkan tanggung jawab dan tugas-tugas yang khusus
menggabungkan aktivitas-aktivitas, tugas-tugas dan tanggung jawab
untuk memungkinkan tujuan secara keseluruhan atau serangkaian
tujuan agar bisa dicapai

Empat aspek yang lain dari perencanaan harus juga dipertimbangkan


Kejelasan
Apakah ini suatu “strategi kesiapan bencana nasional” dari suatu “rencana
JAWABAN ( dari hal 17 )
kontijensi?” Strategi-strategi kesiapan bencana nasional mencakup kegiatan-
kegiatan yang luas yang mereview struktur dari semua institusi terkait dan
Karena pengumpulan kapasitas-kapasitas responnya. Review ini mencakup tingkat-tingkat pusat
informasi untuk kesiapan
dan lokal dalam usaha untuk menyiapkan dan menghadapi bencana dalam
bencana merupakan satu
proses yang dinamis dan konteks “kontinum bencana” ( lihat Gambar. 1 ). Review ini menggabungkan
terus-menerus. kesiapan bencana dalam semua fase bencana maupun dalam program-pro-
gram pembangunan. Strategi-strategi seperti itu biasanya mencakup mitigasi
bencana, kesiapan, pemulihan dan rehabilitasi.

18
PERENCANAAN
1

BAGIAN
UNTUK KESIAPAN
BENCANA

Struktur Umum dari satu Rencana Bencana

Pengantar ......................................................... Otoritas Legislatif


Dokumen-Dokumen Terkait
Tujuan, GAMBAR 1.
Definisi-Definisi dan singkatan-singkatan Struktur umum dari satu
( daerah, negara ) Topography rencana bencana
Iklim
Demography
Industri
Ancaman ......................................................... Sejarah
Kejadian-kejadian Alam
( menurut jenis )
Kecelakaan-Kecelakaan
Industri ( Men.Jenis )
Perintah dan koordinasi .................................. Kekuasaan dan Tanggung
jawab pada tiap tingkat
Pos-pos dan otoritas perintah
Deskripsi dan peran Pelayanan
Emergensi
Kelompok-kelompok perencana ..................... Pengaturan perencanaan
sektoral (misalnya medis,
Transportasi, Komunikasi )
Bantuan Luar ................................................... Pengaturan dan otoritas untuk
permintaan bantuan dari. luar
bidang perencanaan
Pusat Operasi Emergensi
Pengaktifan organisasi .................................... Sistim-sistim Peringatan
Penerimaan dan Penyebaran
Peringatan
Informasi Operasional
Organisasi untuk Menghadapi Bencana .......... Departemen Pemerintah
Menteri Pertahanan
Pemerintah Lokal
Organisasi Relawan
Pengaturan untuk Penghubung
Suplai Administrasi, Prosedur Finansial ........ Prosedur Pembelian
Emergensi
Kekuasaan unt. Meminta
Informasi umum .............................................. Pengumuman
(memerlukan aksi )
Pemberitaan informasi
Penyiaran multi Bahasa
Sub Rencana .................................................... Komunikasi, Polisi,
P. Kebakaran
Medis, Penyelamatan,
Kesejahteraan
Perumahan,Pekerjaan Umum,
Transport, Pembangkit Tenaga
Listrik
Jasa Pendaftaran dan
Pelacakan.

19
KESIAPAN
BENCANA

Rencana-rencana perkiraan bencana biasanya memfokuskan pada


sarana-sarana untuk menangani bahaya-bahaya khusus. Ini bukannya
mengatakan bahwa suatu rencana perkiraan yang bagus mengabaikan
INTENSITAS

perlunya tindakan-tindakan mitigasi dan pemulihan, akan tetapi


rencana tersebut biasanya tidak memperhatikan kontinum bencana
secara keseluruhan, seperti rehabilitasi dan hubungan-hubungan
pembangunan. Fokus utamanya ada pada cara-cara menangani bahaya
WAKTU
Serangan lambat berkala khusus ( seperti banjir ), dalam periode waktu yang agak jelas, seperti
dari peringatan dini dan respon terhadap fase-fase pemulihan segera.
Satu strategi nasional yang efektif biasanya akan bisa membangkitkan
berbagai rencana perkiraan untuk memenuhi kondisi-kondisi bencana
INTENSITAS

khusus.
Bencana-bencana menyerang dalam cara-cara yang berbeda dan
dalam waktu yang berbeda-beda. Sebagai contoh, negara-negara
WAKTU
tertentu harus menghadapi serangan bahaya yang lambat dan terus-
Serangan mendadak kronis
menerus yang terjadi hampir setiap tahun dalam satu siklus berjangka
waktu tiga sampai lima tahun, yang mempengaruhi bagian-bagian
masyarakat yang banyak sekali, misalnya kelaparan yang terkait
dengan kekeringan di Horn of Africa. Negara-negara lain menghadapi
INTENSITAS

serangan ancaman-ancaman mendadak yang kronis. Sebagai contoh,


banjir di Bangladesh secara normal bisa mempengaruhi satu bagian
masyarakat yang sudah diperkirakan di daerah yang secara geografis
WAKTU sudah diketahui dengan baik. Ada negara-negara lain, termasuk
Serangan mendadak yang jarang Mexiko, yang bisa sangat menderita dari adanya bencana-bencana
alam yang secara relatif jarang terjadi, dengan bentangan jeda waktu
yang jauh lebih lama.

Jawaban-jawaban terhadap tipe-tipe rencana atau strategi apakah yang


diperlukan secara jelas tergantung pada rencana-rencana dan strategi-strategi
serta variabel-variabel lain. Sejauh mana suatu pemerintah dari negara yang
rawan bencana akan memberikan komitmen terhadap sumber daya nasional
atau bantuan luar terhadap upaya ekstensif ini ? Dari sudut pandang institusi
dan struktur, apakah tidak lebih baik untuk melakukan rencana kesiapan
bencana secara instrumental? Sebagai contoh, rencana itu mungkin
menangani suatu tipe masalah yang umum seperti kekeringan, atau dengan
semua tipe emergensi dalam satu daerah yang rentan.

Q. Jelaskan perbedaan antara rencana kesiapan bencana dan strategi


kesiapan bencana!
A. _________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________

20
PERENCANAAN
1

BAGIAN
UNTUK KESIAPAN
BENCANA

Partisipasi dalam proses


Tentu saja, Anda bisa beranggapan bahwa rencana itu dirancang untuk
mereka yang paling rentan terhadap bahaya-bahaya. Menentukan untuk siapa
rencana itu bisa mengungkapan dilema perencanaan standar ganda. Yang
pertama menentukan siapa yang harus dimasukkan ke dalam proses
perencanaan. Para ahli bersikeras bahwa orang-orang lokal dan organisasi-
organisasi akar rumput harus berpartisipasi dalam proses perencanaan.
Nasehat ini dapat dibenarkan bagi siapa saja yang telah melihat keefektifan
mekanisme penanganan lokal di komunitas-komunitas perkotaan dan
pedesaan. Akan tetapi, bagaimana bisa melakukan hal ini dengan baik
membutuhkan ketrampilan institusi yang banyak sekali. Partisipasi lokal
tidak hanya dapat memunculkan masalah logistik yang banyak sekali, akan
tetapi juga para pegawai pemerintah yang mungkin saja tidak bisa menerima
masukan ini.
Poin kedua adalah tingkat sentralisasi dan desentralisasi, tidak hanya dalam
proses perencanaan akan tetapi dalam rencana itu sendiri. Sebagai contoh,
sampai sejauh mana institusi-institusi lokal dan regional diijinkan untuk
menyatakan suatu emergensi atau diijinkan untuk mengeluarkan makanan atau
barang-barang non-pangan yang penting dari tempat-tempat penyimpanan ?
Hubungan-hubungan institusional apakah yang akan muncul antara otoritas-
otoritas lokal, regional dan pusat ? Siapa yang akan melakukan pengkajian,
siapa yang akan menentukan kebutuhan, dan siapa yang “memiliki” informasi?
Para perencana
Dalam antusiasme dan komitmen untuk mengembangkan suatu rencana, para
ahli internasional dan institusi-institusi sering kali tergiur untuk melakukan
proses perencanaan. Ini merupakan kesalahan fundamental. Jika hal itu selesai
dilakukan, akan mengakibatkan tumpukan kertas yang hanya memberi sedikit
manfaat saja. Kerumitan-kerumitan bagi pemerintah untuk memperkenalkan
rencana seperti itu mungkin banyak sekali. Kemajuan mungkin lamban. Peran
kepemimpinan yang paling baik bagi para ahli internasional adalah secara
lembut mendorong proses itu dari belakang barisan.
Perencanaan bisa secara baik dilihat sebagai koordinasi dari kehendak-
kehendak dan rencana-rencana dari setiap kelompok yang bekerja sama.
Perencanaan tidak hanya semata-semata pekerjaan dari para “ahli”. Perencanaan
mencakup aspek-aspek seperti memberi tantangan para manajer pabrik sepatu
untuk memutuskan bagaimana bisa melindungi dan merespon ancaman-
ancaman terhadap para karyawan dan fasilitas-fasilitasnya, atau meminta para
petani bagaimana mereka akan melindungi benih dan hewan mereka.
PEMERINTAH NASIONAL

PEMERINTAH
AGEN-AGEN LOKAL
PBB

DONOR LSM

ORGANISASI-ORGANISASI
AKAR RUMPUT

21
KESIAPAN
BENCANA

FOCAL POINT BENCANA Meskipun demikian, untuk mengidentifikasikan perencana-perencana pusat,


Di semua kantor UNDP di definisikan kementrian-kementrian dan instansi-instansi mana dalam
negara-negara rawan
bencana, pegawai nasional pemerintah yang mungkin secara langsung maupun tidak langsung terlibat
senior ditunjuk untuk dalam beberapa aspek dari rencana yang diusulkan Jangan beranggapan bahwa
jabatan ini guna menangani jika satu struktur pemerintah mempunyai satu focal point bencana, bidang ini
semua masalah yang terkait akan bisa ditangani oleh wakil dari focal point bencana itu sendirian secara
dengan bencana, termasuk
memadai. Sebaliknya, lihatlah secara luas keseluruhan institusi pemerintah
mitigasi, respon dan
kesiapan PBB/UNDP yang mungkin merasa ditinggalkan jika mereka itu tidak diwakili. Anjurkan
internasional. kepada otoritas pemerintah yang bertanggung jawab untuk mengembangkan
rencana bahwa keterwakilan penuh pada akhirnya akan menimbulkan
komitmen yang lebih besar dan hasil-hasil yang lebih tahan lama.
Organisasi-organisasi non-pemerintah internasional maupun nasional yang
mempunyai komitmen jangka panjang di daerah-daerah rentan harus disertakan
di dalam proses. Pemerintah mungkin tidak menginginkan para LSM itu secara
langsung terlibat dalam proses perencanaan, akan tetapi harus didorong untuk
mengkaitkan mereka ke dalam tujuan-tujuan secara keseluruhan dari rencana
yang diusulkan. Demikian pula halnya, lembaga-lembaga donor bilateral harus
terus diberi informasi tentang proses perencanaan.Pemerintah mungkin tidak
menginginkan lembaga donor ini memainkan peran langsung dalam proses
perencanaan; atau lembaga donor sendiri mungkin tidak menginginkan secara
lansung terlibat dalam proses. Akan tetapi, untuk setiap bantuan finansial yang
dibutuhkan untuk melaksanakan rencana akhir, masyarakat donor bilateral yang
terus diberi informasi dapat menjadi suatu keuntungan yang nyata. Memasukkan
staf PBB dalam proses perencanaan bisa juga membawa keberhasilan dalam
memanfaatkan sumber daya egen-agen itu.
Dengan semua peserta potensial yang mungkin terlibat dalam proses
perencanaan, Anda mungkin bisa mengetahui apakah proses perencanaan itu
bisa dipertahankan dan dikendalikan. Hal itu bisa dilakukan, jika Anda
memikirkan berbagai mekanisme di mana dapat terjadi partisipasi. Contohnya,
suatu konperensi nasional bisa mengawali keseluruhan kegiatan bagi sebagian
besar kementerian dan institusi-institusi internasional dan nasional yang terkait.
Sejumlah kelompok kerja yang diminta untuk merancang komponen-komponen
khusus dari rencana itu juga membagikan beban kerja dan mungkin bisa
mengundang partisipasi yang lebih besar. Lokakarya dapat menyatukan
berbagai “sub-kelompok” yang pasti akan bekerja di bawah bimbingan
kelompok penggerak inti yang dapat memfasilitasi keseluruhan aktivitas.

Q. Di negara Anda, entitas-entitas mana yang harus dilibatkan dalam


proses perencanaan ?
JAWABAN ( dari hal 20 ) A. _________________________________________________________
Rencana berfokus pada _________________________________________________________________
sarana untuk menangani
ancaman-ancaman _________________________________________________________________
bencana khusus, _________________________________________________________________
sedangkan strategi
mencakup kegiatan- _________________________________________________________________
kegiatan yang luas yang _________________________________________________________________
mereview struktur institusi-
institusi yang relevan dan _________________________________________________________________
kapasitas respon mereka _________________________________________________________________

22
PERENCANAAN
1

BAGIAN
UNTUK KESIAPAN
BENCANA

Status rencana
Berbagai indikator akan menunjukkan jika rencana itu dimaksudkan untuk
dijalankan secara serius. Suatu indikasi yang jelas adalah tingkat komitmen
dari para peserta terhadap proses perencanaan itu sendiri. Suatu indikator Rencana
yang sama jelasnya adalah apakah dana-dana untuk pelaksanaan rencana
itu bisa mencukupi. Tanda komitmen yang jelas dari pemerintah terhadap
rencana itu adalah adanya perundang-undangan yang memberdayakan
yang akan diterima oleh rencana itu. Rencana kesiapan bencana harus
dilandasi oleh hukum-hukum negara. Kecuali peran-peran dan tanggung
jawab dari kementerian dan individual diperkuat oleh sangsi-sangsi hukum,
pelaksanaannya akan terganggu/terancam.
Dengan mengingat berbagai poin ini, Anda sekarang harus
memfokuskan perhatian terhadap isi-isi dari suatu rencana kesiapan bencana.
Apakah rencana itu adalah suatu rencana perkiraan yang memfokuskan
pada tipe-tipe emergensi khusus atau pada daerah-daerah geografis khusus,
atau suatu strategi kesiapan bencana nasional, ada beberapa sifat tertentu Rencana dengan undang-
yang umum terhadap semua ihtiar/usaha seperti itu. Secara umum, semua undang dan pendanaan
latihan-latihan perencanaan akan menangani berbagai poin yang akhirnya yang memadai.
akan dimasukan kedalam satu dokumen perencanaan.

Struktur institusional

Kerangka Kerja Persiapan Bencana

Pengkajian Kerangka
Perencanaan Kerja
Kerentanan Institusional

Sistim Basis Sumber Sistim


Informasi Daya Peringatan

Mekanisme Pendidikan
Respon Gladi
Pelatihan Umum

Sistim respon dan kesiapan bencana yang terkoordinir adalah suatu syarat
penting dari rencana kesiapan bencana apapun. Tidak ada cara yang baku
untuk memastikan koordinasi yang efektif. Setiap rancangan akan tergantung
pada tradisi-tradisi dan struktur pemerintah dari negara yang bersangkutan.
Akan tetapi, suatu rencana akan cepat memburuk jika saja tidak ada Bekerja dalam sistim dan
“koordinasi horizontal” pada pemerintah pusat dan tingkat-tingkat sub- struktur yang sudah ada
nasional di antara kementerian dan instansi-instansi khusus dan “koordinasi
vertikal” antara otoritas pusat dan lokal. Hindari membentuk organisasi-
organisasi baru untuk kesiapan bencana. Sebaliknya, bekerjalah di dalam
sistim-sistim dan struktur-struktur yang sudah terbentuk. Penekanannya
harus pada perkuatan institusi-institusi yang sudah ada dan bukannya meren
membentuk lapisan-lapisan birokrasi tambahan.

23
KESIAPAN
BENCANA

Respon-respon bencana umumnya memerlukan sangsi dari eselon-eselon


senior pemerintah. Untuk sebagian besar rencana di dunia yang sedang
berkembang, persetujuan dari presiden, perdana menteri atau paling tidak
wakil perdana mentri menjadi mekanisme pemicu untuk melaksanakan suatu
respon. Pertimbangkan hubungan antara level senior pemerintah, level
kementerian dan focal point kesiapan bencana yang fungsional.
Suatu rencana kesiapan bencana yang efektif akan merefleksikan respon
antar-kementerian terhadap kejadian-kejadian dan peringatan-peringatan
bencana. Komite-komite antar-kementerian ini, seperti yang ada di India,
tidak boleh di bawah tingkat Sekretaris Jendral. Komite semacam ini akan
termasuk suatu perwakilan dari focal point kesiapan bencana yang sudah
ditunjuk, dan akan terus menginformasikan kepada pegawai-pegawai se-
nior pemerintah tentang isu-isu luas yang menyangkut pelaksanaan
pertolongan dan kesiapan.
Focal point harus ditetapkan guna menjamin kesiapan bencana yang
efektif dan untuk bertindak sebagai suatu mekanisme koordinasi untuk
respon bencana. Focal point dapat digabungkan ke atau menjadi satu instansi
khusus, seperti Komisi Rehabilitasi dan Pertolongan. Suatu focal point dapat
juga dikembangkan di dalam satu kementerian yang dianggap penting untuk
jenis bencana khusus. Sebagai contoh, Kementerian Pertanian bisa
menampung focal point jika masalah utama bangsa itu mencakup
kekeringan yang mempengaruhi produksi pertanian. Akhirnya, focal point
bisa digabungkan ke kantor pejabat senior pemerintah, seperti terjadi di
kantor Perdana Menteri di Jamaika. Kebutuhan akan focal point sangatlah
Gambar 2 penting.
organisasi bantuan
bencana nasional : ORGANISASI BANTUAN
BENCANA NASIONAL
rencana rinci fungsi-
fungsi dan organisasi,

KOMITE BENCANA STAF TETAP


NASIONAL

SEKSI RISET ORGANISASI


SEKSI OPERASI DAN LOKAL DAN
PERENCANAAN REGIONAL

JAWABAN ( dari hal 22 )


• Pelatihan • Analisa Kerentanan
• Pendidikan umum • Kebutuhan sumber daya
Jawaban bisa termasuk
referensi-referensi khusus • Komunikasi • Rencana kontijensi
terhadap entitas-entitas • Cadangan bantuan • Analisa kerusakan
pemerintah, lokal atau • Kajian kerusakan • Koordinasi logistik.
regional, dan nasional, 2.
Badan-badan PBB, Kantor Koordinator Bantuan Bencana Perserikatan Bangsa Bangsa, Mitigasi dan
organisasi akar rumput, Pencegahan Bencana, Volume 11, Aspek-Aspek Kesiapan, Perserikatan Bangsa Bangsa,
LSM dan donor New York, 1984, h.19.

24
PERENCANAAN
1

BAGIAN
UNTUK KESIAPAN
BENCANA

Berbagai opsi institusional yang terkait dengan struktur masyarakat dan


struktur regional juga muncul. Dalam Strategi Pencegahan dan Kesiapan
Bencana Nasional Ethiopia dan, pemerintah telah memutuskan untuk memiliki
dua sistim pararel pada tingkat regional dan lokal. Perwakilan-perwakilan dari
kementerian-kementrian pemerintah pusat yang relevan ditempatkan pada
tingkat regional dan lokal untuk bekerja sama secara erat dengan masyarakat-
masyarakat yang terdiri dari perwakilan-perwakilan asosiasi-asosiasi petani
lokal, maupun pegawai-pegawai lokal dan regional. Walaupun demikian, di
Cina dan India, pemerintah negara dan pemerintah regional secara sendiri-
sendiri menentukan sebagian besar aktivitas-aktivitas fungsional yang
diperlukan untuk mengembangkan aktivitas-aktivitas kesiapan dan untuk
melaksanakan rencana-rencana itu.
Di dalam institusi yang beragam ini, siapa melakukan apa untuk
melaksanakan berbagai aspek dari rencana kesiapan bencana? Membatasi peran
dan tanggung jawab adalah suatu dari banyak tujuan utama dari rencana itu.
Tidak ada metode baku dari pendelegasian yang cocok dengan kebutuhan dari
setiap negara. Akan tetapi, ada tiga poin yang harus diingat.
Tanggung jawab harus merefleksikan keahlian yang mapan
Hanya sedikit saja manfaatnya memberi kewenangan untuk melaksanakan
program padat karya emergensi pangan atau uang tunai kepada satu badan
yang hanya mempunyai sedikit pengetahuan tentang substansi dari program
semacam itu. Oleh karenanya, jika tindakan untuk membantu para petani guna
mempertahankan hidup setelah terjadi serangan kekeringan yang dahsyat adalah
untuk memperluas konstruksi pekerjaan umum, maka tanggung jawab untuk
melaksanakan proyek-proyek perluasan semacam itu harus berada pada
kementerian terkait.
Peran dan tanggung jawab harus didefinisikan secara jelas
Ketidak tepatan melahirkan kebingungan. Selama proses perencanaan, yang Ketidak tepatan
secara nyata akan mengganggu Anda untuk membuat kompromi-kompromi melahirkan
tentang siapa yang harus melakukan apa agar bisa mendorong proses itu kebingungan
bergerak maju. Meskipun nyaman untuk jangka pendek, terlalu banyak
kompromi pada masa awal bisa menjadikan rencana itu tidak bisa jalan pada
jangka panjang.
Peran dan tanggung jawab harus cocok
Para perencana yang efektif menghindari membebankan peran-peran dan
tanggung jawab di atas pundak para inidividu atau institusi-institusi yang tidak
akan mampu melaksanakan peran dan tanggung jawab tersebut di masa
mendatang yang dapat dilihat. Tidak masuk akal juga untuk memberikan peran
dan tanggung jawab tersebut tanpa mempertimbangkan kondisi sosial dan politik
dari negara itu atau daerah yang terkait di dalam negara itu. Hal ini penting
khususnya menimbang fungsi-fungsi pegawai lokal dan institusi-institusi lokal.
Kesiapan Botawana yang berhasil disebabkan sebagian karena kesiapan tersebut
menggunakan para pemimpin suku setempat untuk memperoleh informasi
tentang kebutuhan-kebutuhan dan bukan hanya menggantungkan pada petugas
pemerintah pusat yang mungkin kurang mengetahui daerah-daerah tertentu
dan keperluan-keperluan bantuan lokal. Mengkaji kerentanan adalah
membangun suatu kerangka kerja untuk informasi yang terus-menerus
disempurnakan tentang kondisi sosioekonomi dan infrastruktur dari daerah-
daerah yang rawan bencana. Pada tahapan yang sangat awal sekali dalam proses
perencanaan, Anda harus memutuskan tentang siapa yang akan bertanggung
jawab untuk menyediakan profil kerentanan yang mutakhir dan tentang
frekuensi dari gladi-gladi semacam itu.

25
KESIAPAN
BENCANA

Sistim informasi

Kerangka Kerja Persiapan Bencana

Pengkajian Kerangka
Perencanaan Kerja
Kerentanan Institusional

Sistim Basis Sumber Sistim


Informasi Daya Peringatan

Mekanisme Pendidikan
Respon Gladi
Pelatihan Umum

Sistim-sistim peringatan dini biasanya terdiri dari berbagai elemen.


Elemen-elemen itu bisa berasal sebagian dari informasi yang diberikan
oleh kantor-kantor meteorologi, oleh Kementerian Kesehatan ( contohnya,
survey gizi ), atau oleh Kementerian Pertanian ( contohnya, peramalan
hasil ). Suatu kriteria besar untuk suatu rencana yang efektif adalah suatu
sistim yang mapan untuk menjamin koordinasi dari semua input yang
berbeda ini. Komite informasi antar-kementerian dapat melayani tujuan
ini. Komite seperti itu harus mempunyai petunjuk-petunjuk yang jelas,
format-format pelaporan dan mekanismenya maupun prosedur-prosedur
pelaporan yang mapan. Penting sekali menghubungkan focal point kesiapan
bencana dengan komite ini. Mungkin focal point bisa berfungsi sebagai
organisasi pemimpin bagi komite informasi antar-kementerian ini.
Suatu komplikasi tambahan termasuk kombinasi dari informasi ini
dengan informasi akar rumput, informasi “peringatan dini” yang diperoleh
dari mereka yang paling terancam, yang sangat relevan dan sering kali
diabaikan. Memastikan bahwa sistim-sistim informasi yang memadai itu
dalam keadaan siap termasuk mendorong sistim-sistim pertukaran informasi
di dalam setiap instansi dalam lingkungan emergensi, antar organisasi-
organisasi dan antara organisasi-organisasi dengan publik.
Sarana yang paling cocok untuk mengumpulkan dan menyebar-luaskan
informasi peringatan dini harus secara hati-hati dikaji dan didefinisikan
secara baik didalam rencana kesiapan bencana. Penting sekali bahwa pesan-
pesan peringatan dini ini dipahami oleh orang-orang untuk siapa informasi
tersebut dikeluarkan.
Perbaikan-perbaikan pengkajian kerentanan dan pendekatan yang
terkoordinir untuk peringatan dini harus mencakup semua syarat-syarat baku
yang diperlukan dari sistim monitoring apapun. Hal ini meliputi penentuan
perubahan-perubahan dalam pola-pola ancaman bencana, jumlah orang yang
rentan, dan persiapan terhadap respon. Monitoring harus mencakup
keseluruhan proses pengkajian kesiapan bencana di mana aspek-aspek fisik
yang penting dari rencana itu direview secara luas. ( contohnya, tersedianya
armada transportasi dan gudang-gudang penyimpanan fasilitas ) untuk
memastikan bahwa ketika bencana menyerang, semua yang sudah
diantisipasi oleh rencana tersebut berada dalam keadaan siap. Monitoring
harus juga mencakup satu proses pengkajian setelah suatu bencana
menyerang. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa pelaksanaan
dari rencana itu berjalan efisien, dan pertolongan yang tepat waktu dan
sesuai didistribusikan kepada penerima yang menjadi sasaran. ( Lihat
Gambar 3 ).

26
PERENCANAAN
1

BAGIAN
UNTUK KESIAPAN
BENCANA

PUSAT SATELIT SATELIT ORBIT


METEOROLOGI RADAR
KUTUB
CUACA

KAPAL UDARA
KHUSUS
PELAMPUNG
STASIUN OTOMATIS DATA LAUT
KAPAL RELAWAN

STASIUN
STASIUN UDARA ATAS
SATELIT BUMI
STASIUN PERMUKAAN

EDIT DATA ARSIP


RAMALAN CUACA AREA PENGAMATAN
OTOMATIS DAN
ANGKA METEOROLOGI
SISTIM PENYALAAN

FORMULASI RAMALAN JARAK


INTERPRETASI DARI PENDEK
RAMALAN KHUSUS PERINGATAN DAN
BERORIENTASI RAMALAN
PENGGUNA SEKARANG
DATA & SARAN

TRANSPOR
KESEHATAN
REKREASI
TURISME SARANA
ORGANISASI
PERLINDUNGAN DARAT LISTRIK
PERTANIAN
BENCANA

LAUT
MEDIA SUMBER DAYA BANGUNAN LINGKUNGAN
INFORMASI AIR

PUBLIK
UDARA

GAMBAR 3
Pengamatan Cuaca Dunia- Pengoperasian Jasa Meteorologi nasional: observasi dan pengumpulan data (atas),
pemrosesan data dan persiapan ramalan, peringatan dan saran iklim (tengah), penyebar-luasan ramalan dan
informasi khusus lain untuk para pengguna (bawah )

27
KESIAPAN
BENCANA

Kajian-kajian khusus, seperti kajian-kajian kapasitas transpor, akan


menambah jenis informasi dan isu-isu yang harus dimasukkan ke dalam
sistim-sistim peringatan dini, pengkajian kerentanan dan evaluasi-evaluasi
dari sumber daya yang diperlukan untuk melaksanakan rencana kesiapan
bencana.

Basis sumber daya

Kerangka Kerja Persiapan Bencana

Pengkajian Kerangka
Perencanaan Kerja
Kerentanan Institusional

Sistim Basis Sumber Sistim


Informasi Daya Peringatan

Mekanisme Pendidikan
Respon Gladi
Pelatihan Umum

Persyaratan-persyaratan untuk memenuhi kebutuhan bencana akan


tergantung pada tipe-tipe bencana yang diantisipasi oleh rencana itu.
Kebetuhan-kebutuhan seperti itu harus dibuat terbuka, dan harus mencakup
semua aspek pelaksanaan pemulihan dan pertolongan bencana. Pengaturan-
pengaturan khusus harus dibuat dimana setiap pihak dan persetujuan-
persetujuan tertulis dapat memastikan barang-barang dan pelayanan-
pelayanan yang dibutuhkan. Isu-isu kritis mencakup pengaturan-pengaturan
internal khusus untuk memperoleh dana dan pengedaran dana; kebijakan-
kebijakan dan persetujuan-persetujuan untuk menggunakan perlengkapan
dan pelayanan-pelayanan yang lain; dan strategi-strategi pendanaan
emergensi.
Dalam mengkaji sumber daya yang dibutuhkan untuk rencana kesiapan
bencana, elemen-elemen berikut harus dipertimbangkan.
Pendanaan bantuan bencana
Penting untuk menetapkan dana kontijensi emergensi. Sering kali terdapat
suatu kebutuhan untuk barang-barang yang tidak dapat dijadikan cadangan
dengan mudah, misalnya obat-obatan, atau barang-barang yang sebelumnya
tidak diantisipasi, seperti bahan bakar alternatif. Dana cadangan khusus
sangat penting untuk dipertimbangkan dalam rencana kesiapan Anda.
Asuransi adalah suatu bentuk lain untuk menciptakan cadangan-
cadangan untuk bencana yang mungkin terjadi di masa mendatang. Kotak
berikut menggambarkan penerapan asuransi.
Dana kesiapan bencana
Kumpulkanlah dana untuk mengikuti aktivitas-aktivitas proses perencanaan,
termasuk kajian-kajian khusus, kesadaran umum dan pelatihan. Juga carilah
dana untuk mengembangkan input-input utama terhadap rencana itu agar
bisa berfungsi secara efektif.

28
PERENCANAAN
1

BAGIAN
UNTUK KESIAPAN
BENCANA

Suatu contoh dari asuransi panen di bawah sponsor pemerintah yang


berasal dari Kosta Rika3. Sejak tahun 1970, Skema Asuransi Panen
Keseluruhan telah dijalankan oleh Institute Asuransi National yang
diselenggarakan oleh Negara. Asuransi ini menjamin sampai dengan 80
% dari tanaman yang rusak akibat bencana. Skema ini menggabungkan
aspek-aspek pencegahan bencana ( dalam pengertian bahwa tidak ada
pinjaman tanaman diberikan sebelum penyerahan permohonan
asuransi); perluasan pertanian dan pembangunan ( karena standar-
standar teknis minimum tertentu diperlukan dari para petani );
perencanaan ekonomi ( beberapa pengendalian dapat dilakukan untuk
produksi pertanian yang berbeda-beda ); dan rekayasa sosial ( dalam
pengertian bahwa jaminan asuransi dapat membantu menyamakan
pendapatan petani pada tahun-tahun bagus dan jelek ).

Mekanisme untuk koordinasi bantuan


Tetapkan satu sarana untuk menjamin suatu respon yang tepat waktu,
bermanfaat dan terkoordinir dari komunitas internasional apabila dan pada
saat bantuannya dibutuhkan. Mekanisme seperti itu tidak hanya harus
menggabungkan input-input dari donor-donor bilateral, melainkan juga
kemungkinan bantuan dari organisasi-organisasi non-pemerintah harus juga
dimasukkan ke dalam mekanisme koordinasi.
Penimbunan
Pertimbangkan tipe-tipe dan jumlah barang-barang yang diperlukan; apakah
barang-barang itu dapat ditimbun, dan di mana. Ini bukan pekerjaan
gampang. Di negara-negara yang rawan terhadap bencana khusus,
kemiskinan tingkat tinggi yang menjadikan sebagian besar masyarakat
rentan terhadap bencana akan memberi makna bahwa penimbunan jumlah
barang bantuan yang siknifikan adalah satu kemewahan. Akan tetapi, para
donor sering mau membuat kontribusi terhadap berbagai bentuk
“pennyimpanan”, seperti cadangan keamanan pangan.

Q. Secara singkat, jelaskan bagaimana satu entitas di daerah Anda telah


berhasil merencanakan basis sumber daya untuk bantuan bencana.
A. _________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________

3. Kantor Koordinator Bantuan Bencana Perserikatan Bangsa Bangsa, Mitigasi dan


Pencegahan Bencana, Vol 11, Aspek-Aspek Kesiapan, Perserikatan Bangsa Bangsa,
New York, 1984, h.14.

29
KESIAPAN
BENCANA

Sistim-sistim peringatan

Kerangka Kerja Persiapan Bencana

Pengkajian Kerangka
Perencanaan Kerja
Kerentanan Institusional

Sistim Basis Sumber Sistim


Informasi Daya Peringatan

Mekanisme Pendidikan
Respon Gladi
Pelatihan Umum

Anda harus berasumsi bahwa sitim-sistim komunikasi yang berfungsi,


seperti telepon,dan teleks, mungkin tidak jalan pada saat terjadi bencana
besar. Mulailah merencanakan satu sistim peringatan dengan asumsi seperti
itu. Pertimbangkan perlengkapan komunikasi seperti apakah yang akan
diperlukan dan bisa berkelanjutan jika jaringan-jaringan listrik dan stasiun-
stasiun penerima dalam kondisi hancur. Rencana-rencana kesiapan harus
mencakup penyediaan akses terhadap sistim-sistim komunikasi alternatif
di antara polisi, militer dan jaringan-jaringan pemerintah.
Terlalu sering, mereka yang menjadi sasaran dari sistim peringatan bencana
mempunyai kepercayaan yang kecil saja terhadap peringatan-peringatan
itu. Hal ini disebabkan karena kecenderungan manusia untuk mengabaikan
apa yang nampak tidak nyaman pada waktu itu. Hal ini juga merefleksikan
pemahaman umum yang salah dari pesan peringatan, atau perasaan kesal
dengan satu alarm yang keliru. Para perencana peringatan yang efektif
mempertimbangkan persepsi umum tentang peringatan itu, pelatihan yang
terkait dengan reaksi terhadap peringatan-peringatan, dan juga kondisi-
kondisi lokal, perilaku dan pengalaman-pengalaman.
Kapanpun memungkinkan, komunitas internasional harus diberi peringatan
terlebih dahulu tentang bahaya-bahaya yang mungkin memerlukan
himbauan usulan untuk bantuan internasional. Prosedur-prosedur untuk jenis
peringatan ini harus juga diantisipasi dalam rencana kesiapan bencana.
Dalam satu laporan yang berjudul “Evaluasi Kuantitatif Resiko Bencana
Angin Puyuh Tropis”, yang dikeluarkan oleh Organisasi Meteorologi
Dunia pada tahun 1976, para penulis menekankan hubungan antara
kapabilitas dan pelayanan peramalan dan poin di mana tindakan-tindakan
kesiapan harus dilaksanakan4. Mungkin bisa saja melakukan beberapan
tindakan selama periode peringatan. Tindakan-tindakan lain mungkin
JAWABAN ( dari hal 29 )
harus diadakan pada permulaan musim badai tropis, atau bahkan
Jawaban-jawaban mungkin dimasukkan ke dalam aksi jangka panjang. Contoh bisa diberikan,
mencakup empat elemen meskipun waktunya mungkin berbeda dari satu negara ke negara lain.
yang ditentukan pada
bagian berjudul “Basis 4.
Sumber Daya” Kantor Koordinator Bantuan Bencana Perserikatan Bangsa Bangsa, Mitigasi dan
Pencegahan Bencana, Vol. 11, Aspek-Aspek Kesiapan, Perserikatan Bangsa Bangsa,
New York, 1984, h.31-32.

30
PERENCANAAN
1

BAGIAN
UNTUK KESIAPAN
BENCANA

Setiap 12 jam suatu proyeksi yang diperpanjang untuk meramal jalur


badai untuk jangka watu sampai dengan 72 jam ke depan harus disediakan
oleh jasa peramalan sehingga semua otoritas yang bertanggung jawab
dapat memprakarsai tindakan-tindakan kesiapan tertentu.
Paling tidak 36 jam ke depan jasa peramalan harus menunjuk sektor
pantai di mana pengamatan badai tropis harus ditingkatkan untuk
sepanjang sektor yang bersangkutan Hal ini juga akan menjadi sinyal
terhadap tindakan persiapan lebih jauh yang harus diambil.
12-18 jam sebelum mendaratnya badai tropis jasa peramalan harus
mengeluarkan peringatan-peringatan yang mengkhususkan pada daerah-
daerah tertentu, kekuatan angin yang diperkirakan dan kondisi-kondisi
curah hujan, dan kemungkinan titik-titik gelombang badai. Jasa hyidrologi
harus mengeluarkan peringatan-peringatan tentang banjir sungai dan
kemungkinan banjir bandang.

Mekanisme respon

Kerangka Kerja Persiapan Bencana

Pengkajian Kerangka
Perencanaan Kerja
Kerentanan Institusional

Sistim Basis Sumber Sistim


Informasi Daya Peringatan

Mekanisme Pendidikan
umum dan Gladi
Respon
pelatihan

Ada banyak sekali respon yang seharusnya dipertimbangkan. Setiap respon


tergantung pada sifat ancamannya. Beberapa kategori yang lebih luas dari
respon terhadap bermacam bahaya mencakup :
prosedur-prosedur evakuasi
SAR
Keamanan dari daerah-daerah yang terkena bencana
Tim-tim penilaian
Mengaktifkan instalasi-instalasi khusus ( seperti fasilitas-fasilitas
emergensi rumah sakit )
Mengaktifkan sistim-sistim distribusi
Menyiapkan pusat-pusat penerimaan emergensi dan tempat-tempat
perlindungan
Mengaktifkan program-program emergensi untuk lapangan terbang,
pelabuhan dan trasnportasi darat
Setelah satu rencana kesiapan bencana yang efektif siap, mekanisme
respon harus diketahui oleh para penerima bantuan atau mereka dengan
tanggung jawab melaksanakan tindakan-tindakan seperti itu. Matriks yang
ada pada halaman 32 menunjukkan serangkaian kebutuhan yang mungkin
muncul dalam tipe-tipe emergensi yang berbeda.

31
KESIAPAN
BENCANA

Kebutuhan yang mungkin muncul dalam tipe-tipe emergensi yang berbeda-beda


Sektor-sektor dimana bantuan UNICEF mungkin perlu dipertimbangkan
Kebutuhan yang seringkali dialami C Tergantung pada iklim : bisa diperlukan jika cuacanya dingin dan/atau basah
Kebutuhan yang kadang dialami Kebutuhan yang jarang muncul ( atau biasanya berprioritas rendah )
Di mana bencana muncul dalam kombinasi- contoh. Banjir sebagai akibat badai tropis gabungan efek/kebutuhannya harus dipertimbangkan

Bencana dahsyat yang tiba-tiba Emergensi jangka panjang yang terus-menerus

Sektor dimana kebutuhan mungkin muncul Gempa Badai Banjir Kelaparan Kekeringan Konflik Penduduk terusir

Pendapatan, gizi dan pangan


Ratio distribusi umum jangka pendek .................
Produk pertanian ................................................ ..1
Penyediaan pekerjaan selektif jangka pendek
Dan/atau pangan ................................................ .. R
Pengawasan gizi ................................................. ..
Pemberian makan khusus .................................. .. ..

Pelayanan kesehatan
Penguatan personil dan manajemen ................... 2
Rekonstruksi, transpor dan perlengkapan .......... ..
Obat dan suplai lain ............................................ 3 ..
Pengawasan penyakit menular ........................... ..
Imunisasi ............................................................. .. ..
Pengendalian diare ............................................. .. ..

Persediaan air
Perawatan, penyimpanan, distribusi ...................
Rehabilitasi/ pengembangan sumber ................. 5 5 1

Sanitasi
Pembuangan kotoran manusia ........................... .. U ..
Pembuangan sampah/kotoran ............................ U ..
Kesehatan pribadi ............................................... .. U ..
Pengendalian vektor ........................................... .. ..

Berfungsinya Rumah Tangga dan shelter


Perlindungan emergensi ..................................... C C .. .. C
Rekonstruksi ....................................................... 7 ..
Selimut ................................................................ C C C .. C C
Perkakas rumah tangga ...................................... 7 ..

Pelayanan sosial dan perawatan anak


Pelayanan sosial masyarakat .............................
Anak-anak tanpa pendamping ............................
Sekolah/pendidikan ............................................. ..

Manajemen keseluruhan dan logistik


Penguatan sistim & kapasitas manajemen ..........
Transpor, kendaraan, bahan bakar, cadangan,
Pengelolaan ........................................................
Fasilitas penyimpanan ........................................

Kemungkinan pengaruh sekunder/bencana Kebakaran Banjir Pengungsian Pengungsian


T.longsor T. Longsor
Banjir lokal Gel. Badai
Tsunami

U Terutama di daerah kota 3 Untuk Perawatan korban beberapa hari pertama saja.
R Terutama di desa 4 Hanya kalau aliran air tanah berubah
1 Hanya jika pekerjaan irigasi besar rusak 5 Jika sumur atau sumber permukaan terkontaminasi/tanpa akses
2 Memastikan penghentian pangan yang memadai dan pangan 6 Tergantung tipe bangunan
untuk kelompok-kelompok rawan ( kemungkinan tambahan 7 Hanya dalam kasus perusakan “banjir” bandang di lembah-lembah
makanan ) pangan terapis bagi anak-anak yg kekurangan 8 Emergensi pangan tanpa pengungsian orang
makanan utama: menggabungkan vitamin A atau kekurangan
khusus lainnya

Letusan gunung : Kemungkinan kebutuhan ( dan pengaruh sekunder ) mirip dengan kebutuhan untuk gempa bumi di dalam daerah yang secara
langsung terpengaruh oleh letusan. Mungkin terjadi pengungsian.
Tsunami ( Gelombang pasang yang disebabkan oleh gempa bumi ) Kemungkinan kebutuhan sama dengan kebutuhan badai tropis dan banjir,
dengan komplikasi tambahan dari kontaminasi sumur-sumur dan lahan pertanian karena air garam.
Epidemik. Kebutuhan biasanya mencakup obat-obat khusus, pengawasan, perbaikan persediaan air, kesehatan pribadi dan sanitasi. Penguatan
manajemen pelayanan kesehatan mungkin juga diperlukan.
Sumber dari : UNICEF, Membantu dalam masa Emergensi, Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa Bangsa, 1986

32
PERENCANAAN
1

BAGIAN
UNTUK KESIAPAN
BENCANA

Pendidikan umum dan pelatihan

Kerangka Kerja Persiapan Bencana

Pengkajian Kerangka
Perencanaan Kerja
Kerentanan Institusional

Sistim Basis Sumber Sistim


Informasi Daya Peringatan

Mekanisme Pendidikan Gladi


Respon Umum
Pelatihan

Penekanan dari rencana kesiapan bencana haruslah berupa antisipasi


keperluan-keperluan untuk suatu operasi bantuan bencana dan cara-cara
yang paling efektif untuk memenuhi keperluan-keperluan itu. Proses
perencanaan hanya akan efektif jika mereka yang menjadi penerima bantuan
mengetahui apa yang harus dilakukan pada saat terjadi bencana dan
mengetahui apa yang diharapkan. Untuk alasan ini, suatu bagian penting
dari satu rencana kesiapan bencana adalah pendidikan bagi mereka yang
mungkin terancam bencana. Pendidikan seperti itu bisa mengambil beberapa
bentuk seperti berikut ini.
Pendidikan umum di sekolah
Kurikulum baku untuk anak-anak dan orang dewasa harus mencakup
informasi tentang tindakan-tindakan yang harus dilakukan jika terjadi
bencana atau ancaman bencana.
Pelatihan khusus
Loka karya harus dirancang untuk orang dewasa, baik secara khusus atau
sebagai suatu dimensi tambahan dari program-program yang sedang
berlangsung, seperti prograrm melek huruf atau tempat-tempat pelatihan
koperasi.
Program-program perluasan
Komunitas petugas lapangan yang tinggal di desa harus dilatih untuk
menyediakan informasi yang relevan.
Informasi umum
Meskipun televisi, radio dan media cetak tidak pernah dapat menggantikan
dampak dari pengajaran secara langsung, pesan-pesan yang diproyeksikan
dan dirancang secara sensistif dapat memberikan tambahan yang bermanfaat
terhadap proses secara keseluruhan.
Dalam menetapkan pelatihan pendidikan, ingatlah bahwa pendidikan
sering kali merupakan proses dua-arah dalam bidang kesiapan bencana .
Sebagai contoh, jika satu kelompok tidak secara penuh memahami urutan
peringatan dalam satu rencana kesiapan badai tropis, bisa jadi bahwa urutan-
urutan peringatan perlu diatur kembali.

33
KESIAPAN
BENCANA

Melatih mereka yang akan melaksanakan bagian dari rencana kesiapan


bencana amatlah penting. Mereka yang bertanggung jawab untuk
mengeluarkan peringatan harus dilatih, demikian juga mereka yang akan
mendapat fungsi-fungsi bantuan langsung. Pelatihan tidak bisa menjadi satu
kejadian tunggal. Kursus-kursus penyegaran sangat penting. Pelatihan harus
menjadi aktif dalam setiap cara yang memungkinkan. Latihan-latihan harus
dilakukan, seperti misalnya latihan-latihan evakuasi.
Rencana kesiapan bencana yang efektif juga akan memberikan
petunjuk-petunjuk praktis tentang berbagai kmponennya, seperti pengaturan
kamp-kamp penerimaan dan tempat-tempat perlindungan bantuan. Petunjuk-
petunjuk ini harus menjadi “teks dasar” untuk latihan-latihan training yang
terkait. Gambar pada halaman 36 adalah satu poster dari New Zealand yang
secara efektif menunjukkan tindakan-tindakan kesiapan bencana untuk
khalayak umum.

Q. Dalam aspek mana pendidikan umum atau pelatihan yang sudah


disumbangkan oleh instansi Anda pada kesiapan bencana?. Jelaskan
mengapa.
A. _________________________________________________________
________________________________________________________________
________________________________________________________________
________________________________________________________________
________________________________________________________________
_________________________________________________________________

Gladi
Kerangka Kerja Persiapan Bencana

Pengkajian Kerangka
Perencanaan Kerja
Kerentanan Institusional

Sistim Basis Sumber Sistim


Informasi Daya Peringatan

Mekanisme Pendidikan
Respon Gladi
Pelatihan Umum

Seperti halnya dengan kebanyakan simulasi, gladi kesiapan bencana tidak


dapat menggambarkan dinamika-dinamika penuh dan kekacauan dari
operasi bantuan bencana. Akan tetapi, ini bukanlah alasan untuk menghindari
perlunya melatih rencana kesiapan bencana.Gladi akan menekankan kembali
poin-poin yang dibuat dalam program-program pelatihan terpisah, dan
menguji sistim itu secara keseluruhan. Gladi selalu bisa mengungkap
perbedaan-perbedaan yang jika tidak dilakukan mungkin akan diabaikan.

34
PERENCANAAN
1

BAGIAN
UNTUK KESIAPAN
BENCANA

Gladi harus dilakukan secara luas dan serius. Secara luas berarti bawa
semua komponen yang terlibat dalam satu situasi bencana yang riil, dari
otoritas pusat sampai otoritas daerah, harus dilatih. Ingatlah sebelumnya
bahwa kesinisan dan sikap ogah-ogahan akan menghambat gladi tersebut.
Anda harus gigih, sebab gladi ini adalah hal yang paling mendekati
kenyataan yang akan mereka alami kelak, sampai akhirnya bencana
menyerang, untuk melihat apakah rencana itu efektif. Gladi juga satu-
satunya cara untuk menjaga rencana-rencana itu tetap segar, khususnya
selama periode yang lama tanpa ada bencana.

Latihan dua hari yang diadakan pada bulan November 1992 di


Yugoslavia mensimulasikan suatu emergensi di pabrik pembangkit
nuklir Krsko5. Lebih dari 70.000 orang ambil bagian, termasuk 8.000
pegawai di luar dan di dalam lokasi kelompok-kelompok dan organisasi-
organisasi respon. Sebagai bagian dari latihan, satu desa yang berada
dekat pabrik itu dipilih untuk mendemonstrasikan evakuasi dalam skala
penuh, dan orang-orang dalam satu area yang luas diberi tahu untuk
berlindung. Tindakan pencegahan dilakukan untuk melindungi
kontaminasi cadangan pangan; demonstrasi pemadam kebakaran
diadakan di bawah pengendalian kontaminasi radiologi secara penuh;
fasilitas-fasilitas dekontaminasi disiapkan, dan kontrol-kontrol lalu
lintas dibangun.

JAWABAN ( dari hal 34 )


Jawaban-jawaban mungkin
berupa penjelasan rinci
dari salah satu dari empat
bentuk pendidikan dan
pelatihan yang terdaftar
di atas.

5. Kantor Koordinator Bantuan Bencana Perserikatan Bangsa Bangsa, Mitigasi dan


Pencegahan Bencana, Vol. 11, Aspek-Aspek Kesiapan, Perserikatan Bangsa Bangsa,
New York, 1984, h.101.

35
KESIAPAN
BENCANA

BILA BENCANA MENYERANG


INILAH YANG HARUS DILAKUKAN
Simpan atau amankan papan-papan yang
GEMPA BUMI DAHSYAT gampang lepas, besi ber-gelombang,
(Jika susah berdiri atau berjalan) kaleng-keleng sampah atau apa saja yang
bisa menjadi peluru.
TINDAKAN SEGERA
Dalam rumah :
Bawalah keluarga ke lubang Matikan listrik, minyak dan gas
pintu atau berlindung penghangat rumah jika Anda harus
di bawah meja; meninggalkan rumah.
orang-orang sakit yang Kuncilah semua pintu luar dan jendela-
berbaring di bawah jendela jika Anda harus meninggalkan
tempat tidur : jauhilah rumah. Lepaskan gambar-gambar berukuran
jendela dan cerobong JANGAN masuk ke air genangan banjir besar dari dinding.
asap. JANGAN berlari keluar rumah. Ikuti daftar Pertahanan Sipil – sampul
dengan kaki telanjang atau dalam mobil
Di luar rumah : belakang.
jika hal ini bisa dihindari.
Jauhilah bangunan-bangunan, tembok- Jika Badai Menghantam.
Jangan berkeliaran di sekitar daerah
tembok yang tinggi, atau kabel-kabel
banjir sendirian. Tetaplah didalam rumah dan berlindung di
listrik yang menggantung. Pusat Kota,
Patuhilah daftar pertahanan sipil Anda – bagian rumah yang paling kuat.
tempat berlindung di bawah tempat
sampul belakang. Dengarkan radio dan ikutilah istruksinya.
terbuka atau pintu ke luar akan tetapi
Buka jendela pada sisi yang terlindungi
Jangan memasuki kembali bangunan-
( Biasanya disebut dari rumah jika atap sudah mulai
bangunan yang rusak. TSUNAMI terangkat.
Berkendara : gelombang pasang )
Carilah perlindungan jika Anda
Jika Anda bisa merasakan gempa pada
saat berkendaraan, ini hal yang serius. berada di tempat terbuka.
Keluarlah dari jalan itu, berhenti dan
tetaplah berada dalam mobil.
SEBISA MUNGKIN Matikan semua AKTIVITAS VULKANIS
penyala api dan pemanas. Matikan
sumber utama listrik, gas, minyak Jika anda berada di daerah-daerah yang
Dengarkan radio untuk
penghangat rumah dan air jika kamu rendah yang dekat dengan laut atau
mencari informasi
yakin bahwa rumah sudah rusak. muara : Dengarkan radio untuk mencari
dan nasehat.
Tinggalkan rumah jika api mulai menyala informasi dan nasehat.
Carilah perlindungan tetapi JANGAN di
dan Anda tidak bisa mematikan seketika Tindakan terhadap banjir.
dalam bangunan dengan atap rendah jika
itu juga. Pindahlah ketempat yang tinggi atau
hujan abu mulai turun.
Tinggalkan rumah jika Anda mendeteksi masuklan ke pedalaman sejauh 500 m
Hindari lantai bawah tanah atau tempat-
ada gas yang bocor setelah Anda jika peringatan tsunami diberikan.
tempat tertutup dimana gas mungkin saja
menyalakannya pada pipa gas. Bukalah Jauhilah arus yang mengalir ke laut.
bisa berakumulasi.
semua pintu dan jendela. Jangan sekali-kali pergi ke pantai.
Pindahlah ke punggung bukit jika Anda
Selamatkan air di tangki-tangki dan bak- Jika Anda melihat ombak akan terlambat
berada di daerah terbuka.
bak air. Isilah tempat-tempat air darurat untuk bisa melepaskan diri.
Tetaplah berada di atas garis pantai dari
Anda. Ikutilah daftar Pertahanan Sipil – sampul
danau-danau yang besar.
Tinggalkan kulkas dalam keadaan tertutup belakang
Kenakan penutup kepala dan badan yang
serapat mungkin jika listrik padam.
tebal jika Anda harus bergerak pada saat
Lepaskan anjing dan kucing. Ikutilah daftar
DENGARKAN hujan abu.
Pertahan Sipil – sampul belakang
RADIO ANDA Bernafaslah lewat sapu tangan, bawalah
obor meskipun di siang hari dan bergerak-
BANJIR lah secepat mungkin menjauhi letusan.
Ikuti daftar Pertahanan Diri Anda – Sampul
belakang.
Dengarkan radio untuk mencari informasi
dan nasehat. ANGIN BERKEKUATAN
Putuskan arus listrik dari seluruh BADAI DAN ANGIN PUYUH
perlengkapan listrik Anda dan pindahkan
semua barang berharga pribadi Anda dan Dengarkan radio untuk mencari informasi
barang-barang rumah tangga, makanan, dan nesehat. Siapkan pembatas-
dan pakaian jauh dari jangkauan air jika pembatas dlm jumlah banyak untuk
Anda diperingatkan atau jika Anda keselamatan. Badai bisa berubah arah,
menduga bahwa air banjir akan kecepatan atau intensitasnya dalam
mencapai rumah. beberapa jam saja.
Cegahlah polusi yang berbahaya – Persiapan – Jika angin berkekuatan KETAHUILAH APA YANG HARUS
pindahkan pembasmi gulmat dan badai atau angin kencang diramalkan ANDA LAKUKAN SEBELUM ANDA
insektisida jauh dari jangkauan air. akan terjadi di daerah Anda. HARUS MELAKUKANNYA

36
PERENCANAAN
1

BAGIAN
UNTUK KESIAPAN
BENCANA

STUDI KASUS
Kesiapan bencana berbasis penduduk di Philipina

Karena lokasi geografis dan lingkungan fisiknya, meninggakan rumah-rumah mereka, yang
penduduk Philipina menderita akibat pengaruh taipun, menempatkan biaya-biaya ekonomi dan sosial yang
gelombang badai, letusan gunung berapi, banjir, siknifikan.
kekeringan, gempa bumi, tsunami dan tanah longsor,
Respon dan mitigasi bencana pemerintah :
sebagai tambahan dari berjangkitnya “air pasang
Orang-orang Philipina kehilangan kira-kira 2% dari
merah” dari daerah-daerah pemancingan air laut.
GNP akibat adanya bencana setiap tahunnya,
Negara itu terletak di pinggiran barat Kepulauan
mempunyai tingkat pertumbuhan penduduk sebesar
Pasifik dimana 50% badai tropis dunia berasal, dan
2,3% dan beban hutang luar negri yang sangat
pada “lingkaran api” dimana 80% gempa bumi dunia
banyak sekali. Paling sedikit lima persen
dan letusan gunung berapi terjadi. Faktor besar lain
pertumbuhan diperlukan untuk GNP setiap tahunnya
yang ikut menyebabkan kerentanan adalah
untuk mempertahankan tingkat-tingkat pendapatan.
meningginya tingkat kemiskinan : zlebih dari 75% or-
Tingkat pertumbuhan ini, meskipun demikian, tidak
ang Philipina hidup dibawah garis kemiskinan. Lebih
tercapai antara tahun 1986-91 dan kerentanan
jauh lagi, kurang lebih 50% perumahan di negara itu
terhadap bencana semakin meningkat. Perlunya
terbuat dari bahan-bahan yang ringan yang tidak
peningkatan tinggi dari GNP telah mengakibatkan
tahan terhadap angin kencang dan banjir.
eksploitasi dari sumber daya yang mengakibatkan
Diskripsi dari kejadian-kejadian : Topan dan banjir penebangan hutan, erosi dan polusi sumber daya
adalah kejadian-kejadian bencana utama di Philipina. air.
Menurut estimasi pemerintah, topan mengakibatkan
Suatu dewan nasional didirikan pada tahun 1978
rata-rata 500 orang meninggal setiap tahunnya dan
untuk mengawasi mitigasi bencana sebagai badan
menimbulkan kerusakan senilai US $ 128 juta. Hujan
penasehat dan pengkoordinasian utama, akan tetapi
lebat yang menyertai topan , diperburuk dengan
badan itu kekurangan dana dan kekuatan untuk
kondisi hutannya yang gundul, erosi tanah dan
membuat keputusan. Dua agen sistim peringatan dini
banyaknya endapan-endapan di sungai-sungai,
nasional menderita kekurangan yang sama terhadap
menyebabkan tanah longsor dan banjir yang semakin
dana dan sumber daya. Bencana akibat lambannya
meluas. Dalam bencana topan “Uring” pada bulan
dana yang dapat digunakan untuk bantuan dan
November 1992, lebih dari 8.000 orang meninggal
rehabilitasi ini di masa lampau untuk bisa memberi
karena bencana banjir bandang, yang mungkin
respon, dan sebagai akibatnya telah terjadi tingkat
disebabkan adanya penebangan yang tidak
ketergantungan yang tinggi pada bantuan luar.
terkendali.
Jaringan Respon Bencana Penduduk: Pada akhir
Gempa bumi besar telah terjadi di Philipina sekali
tahun 1980an, para warga negara yang prihatin ini
dalam enam tahun. Pada tahun 1990, gempa
mulai mendirikan jaringan negara untuk respon
berkekuatan 7,7 telah membunuh 1.666 dan
bencana yang disebut dengan Pusat Respon
menyebabkan kerugian kerusakan sebesar US $ 440
Bencana Warga yang dikemudian hari menjadi Pusat
juta. Dari 220 gunung berapi di negara itu, 21 di
Respon Bencana Nasional. Konsep utama di balik
antaranya dinyatakan masih aktif. Pada bulan Juni
badan tersebut adalah pengakuan bahwa sektor-
1991, Gunung Pinatubo meletus yang menyebabkan
sektor yang rentan dari masyarakat harus menjadi
kerugian sebesar US $ 400-600 juta, mempengaruhi
aktor-aktor utama dalam respon bencana dan tidak
1.2 juta orang dengan hujan abunya, banjir lumpur
semata-mata korban yang memerlukan bantuan dari
dan lahar dan secara permanen merubah lingkungan.
luar. Hal ini bisa mendorong upaya-upaya mobilisasi
Sebagai tambahan terhadap “bahaya-bahaya alam”, sumber daya dan kesiapan. Pusat Respon Bencana
manusia telah menciptakan bencana-bencana Nasional ( PRBN ) mencoba untuk menyediakan
mereka sendiri dengan melibatkan diri dalam konflik kerangka kerja untuk membantu masyarakat
bersenjata selama kurun waktu dua puluh tahun menghindari atau memulihkan diri dari akibat
belakangan ini. Kelompok-kelompok pemberontak bencana. PRBN juga berusaha menjadi berorientasi
telah mendirikan benteng-benteng di banyak bagian pembangunan dalam pendekatan-pendekatannya
negara itu di mana peperangan terjadi melawan terhadap operasi-operasi rehabilitasi dan bantuan.
pasukan-pasukan pemerintah. Beratus-ratus ribu
orang telah menjadi terusir atau dipaksa

37
KESIAPAN
BENCANA

Lanjutan STUDI KASUS

Koordinasi antar instansi - Beroperasi dari 19 pusat, mempercayai sinyal-sinyal peringatan. Pertama,
PRBN bekerjasama dengan komite-komite respon jaringan-jaringan respon bencana dan organisasi-
bencana tingkat desa dan tingkat dewan kota, organisasi penduduk diberi pelatihan dan mereka,
khususnya di daerah-daerah yang tertimpa oleh pada gilirannya, melaksanakan kampanye-
bencana-bencana yang besar yang disebutkan kampanye pendidikan bagi komunitas-komunitas
diatas. PRBN terus membangun hubungan dengan yang terkena bencana.
agen-agen lain pada tingkat nasional dan
Formasi tim-tim relawan: Pengalaman dari PRBN
membentuk jaringan antar agen yang terdiri dari
dalam memberikan informasi kepada tim-tim relawan
sembilan agen termasuk empat LSM. Setiap unit dari
akar rumput telah menunjukkan bahwa tim-tim itu
jaringan itu dapat diaktifkan untuk membentuk satu
bisa mengurangi dampak bencana dan mengurangi
struktur emergensi yang terdiri dari satu koordinator
biaya-biaya bantuan dan rehabilitasi. Satu program
bencana dan staf-staf lain yang berhubungan dengan
telah didirikan untuk komunitas-komunitas yang
informasi, pembangkitan sumber daya lokal,
terus-menerus terancam oleh letusan-letusan dan
keuangan dan logistik dan pegawai-pegawai
lahar dari Gunung Pinatubo. Fungsi-fungsi dari pro-
lapangan. PRBN menggantungkan pada organisasi-
gram ini, dinamakan Unit Respon Bencana
organisasi penduduk dari penduduk lokal untuk
Barangay, dan fungsi-fungsi itu adalah :
memobilisir relawan-relawan bencana dalam jumlah
yang mencukupi untuk melakukan aspek-aspek yang Kesiapan Bencana: pelatihan dalam hal
berbeda-beda dari menejemen bencana. ketrampilan-ketrampilan dan operasi-operasi yang
terkait dengan kesiapan bencana seperti pemetaan
Perencanaan : Badan-badan bekerja bersama-sama
bahaya, perencanaan bencana dan latihan-latihan
untuk menghindari duplikasi dalam membuat rencana
komunitas.
tertulis dari operasi bencana.
Mitigasi: pelaksanaan proyek-proyek pembangunan
1. Analisa kapasitas dan kerentanan – Hal ini
untuk mengurangi pengaruh-pengaruh bencana.
mencakup ringkasan kondisi-kondisi motivasi dan
sosial, serta kondisi fisik dari masyarakat, termasuk Mobilisasi sosial: mendaftar bantuan dari seluruh
mekanisme penanggulangan dan respon. Data komunitas dan memobilisir anggota-anggota untuk
nasional divariasikan lewat kunjungan-kunjungan menangani isu-isu dan masalah-masalah.
lapangan. Jaringan: berhubungan dengan instansi-instansi
2. Pengkajian situasi – Aktivitas-aktivitas pemerintah, sektor-sektor swasta, organisasi
pengumpulan informasi harus direncanakan menjadi penduduk dan LSM
basis untuk implementasi yang cepat dan untuk Kerja sama untuk menyelesaikan masalah-masalah
memberikan arah terhadap intervensi-intervensi yang PRBN tidak terjadi pada instansi-instansi pemerintah
bersifat mendesak. akan tetapi lebih pada kerja sama dengan agen-agen
3. Bantuan logistik yang mencukupi – Pentingnya itu untuk pertukaran informasi dan pelayanan.
pemanfaatan dana-dana untuk operasi operasi Interaksi dengan LSM telah memfasilitasi
bantuan emergensi ditegaskan oleh gempa bumi pemahaman dan pembelajaran antar dua pihak, dan
tahun 1990 dan letusan gunung berapi tahun 1991. yang paling penting, memaksimalkan sumber daya.
Timbunan barang-barang diperlukan untuk akses Baik agen-agen donor lokal dan asing mempunyai
yang mendesak, transportasi dan jaringan-jaringan kontribusi diluar penyediaan dana , menyangkut
komunikasi harus direncanakan kembali. keahlian, ide-ide dan saran-saran. Menyadari bahwa
isu-isu tertentu mempengaruhi kerentanan terhadap
Pelatihan: PRBN telah mengembangkan modul-
bencana, PRBN juga bekerja sama dengan LSM-
modul pelatihan yang terkait dengan masalah-
LSM dan Organisasi Penduduk untuk mencari solusi
masalah khusus di Philipina. Setelah terjadinya
terhadap masalah-masalah hutang luar negri dan
letusan Gunung Pinatubo pada tahun 1991, pelatihan
degradasi lingkungan. PRBN bertindak sebagai suatu
PRBN memasukkan input-input pendidikan tentang
penasehat hak azazi manusia dan karya-karya
gunung berapi dan letusan-letusan gunung berapi,
kearah penemuan penyelesaian konflik bersenjata.
evakuasi, dan latihan-latihan tentang upaya-upaya

Source : Delica, Zenaida G., “Citizenry-based Disaster Preparedness in the Philipines”, in Disaster vol.
17, Number, pp. 239-247., September, 1993.

38
PERENCANAAN
1

BAGIAN
UNTUK KESIAPAN
BENCANA

RINGKASAN
Perencanaan kesiapan bencana mencakup sembilan kategori dari aktivitas-
aktivitas perencanaan.

1. Pengkajian Kerentanan: proses terus-menerus yang dinamis dari or-


ang-orang dan organisasi-organisasi yang
• menilai bahaya-bahaya dan resiko
• menetapkan basis data yang memfokuskan pada kemungkinan
pengaruh-pengaruh potensi bahaya
• mengantisipasi kebutuhan-kebutuhan bantuan dan sumber daya yang
tersedia

2. Perencanaan: suatu proses


• untuk memunculkan tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran yang jelas
• yang mengidentifikasikan tugas-tugas khusus dan tanggung jawab
terhadap orang-orang dan agen-agen dalam emergensi-emergensi
bencana
• dan mencakup organisasi-organisasi akar rumput, LSM-LSM,
pemerintah-pemerintah lokal dan nasional, para lembaga donor dan
abadan-badan PBB yang mempunyai komitmen jangka panjang di
daerah-daerah rentan

3. Kerangka kerja institusional: Koordinasi “vertikal” dan “horizontal”


dari orang-orang dan organisasi-organisasi yang menghindari
pembentukan struktur-struktur baru untuk kesiapan bencana dan justru
bekerja di dalam jaringan-jaringan dan sistim-sistim yang sudah
terbentuk.
• menekankan dan menguatkan struktur-struktur dan komunitas-
komunitas yang ada
• tanggung jawab-tanggung jawab yang merefleksikan keahlian yang
mapan
• dan peran-peran dan tanggung jawab-tanggung jawab yang secara
jelas didefinisikan dan memadai

4. Sistim-sistim informasi: mengkoordinir sarana-sarana pengumpulan


dan penyebar luasan pengkajian kerentanan dan peringatan dini di dalam
dan di antara badan-badan dan organisasi-organisasi dan dengan
khalayak umum

5. Basis sumber daya: kebutuhan-kebutuhan pemulihan dan bantuan


bencana yang diantisipasi harus dibuat terbuka dan pengaturan-
pengaturan khusus dan perjanjian-perjanjian tertulis harus ditetapkan
untuk menjamin penyediaan barang-barang dan pelayanan-pelayanan
sebagaimana diperlukan, termasuk :
• pendanaan bantuan bencana
• pendanaan kesiapan bencana
• mekanisme untuk koordinasi bantuan
• penyediaan barang

39
KESIAPAN
BENCANA

6. Sistim peringatan : harus dikembangkan yang akan mengirim


peringatan-peringatan yang efektif kepada khalayak umum tanpa
beranggapan bahwa sistim komunikasi yang biasanya bisa berfungsi
akan jalan pada waktu terjadi bencana. Lagi pula, komunitas
internasional harus diingatkan terlebih dahulu tentang bahaya-bahaya
yang bisa memerlukan disusunnya permohonan untuk bantuan-bantuan
internasional.

7. Mekanisme respon : sejumlah besar tanggapan bencana seharusnya


dipertimbangkan, digabungkan ke dalam rencana kesiapan bencana dan
dikomunikasikan kepada masyarakat yang akan mengkoordinir dan
berpartisipasi dalam respon-respon itu jika terjadi satu bencana.

8. Pelatihan dan pendidikan umum: lewat berbagai program pendidikan


umum mereka yang terancam bencana harus belajar apa yang mereka
harapkan dan apa yang akan diminta dari mereka untuk dilakukan
pada saat terjadi bencana. Karena penyedia-penyedia pendidikan
menyajikan sistim-sistim peringatan dan mekanisme respon kepada
khalayak umum, mereka harus merencanakan untuk belajar dari
masalah-masalah dan perbedaan-perbedaan populasi-populasi yang
mungkin muncul didalam rencana.

9. Gladi : menyediakan kesempatan-kesempatan untuk menekankan


kembali instruksi-instruksi program pelatihan, mengidentifikasikan
perbedaan-perbedaan yang mungkin muncul dalam rencana respon
bencana dan menginformasikan revisi-revisi rencana itu secara terus
menerus.

40
2
BAGIAN

KERJA SAMA INTERNASIONAL


UNTUK KESIAPAN
Dalam bagian modul ini Anda akan belajar :
tiga peran yang jelas untuk sistim PBB
tiga hambatan terhadap kesiapan bencana pada tingkat nasional
empat area di mana agen-agen PBB dapat membantu
pengembangan rencana-rencana kesiapan bencana
empat peran kerja sama antar badan PBB pada tingkat lapangan
lewat UN DMT
empat cara UNDP dapat meningkatkan aktivitas-aktivitas kesiapan

Rencana-rencana kesiapan bencana dan implementasi-implementasinya


adalah tanggung jawab pemerintah. Perserikatan Bangsa Bangsa dapat
memfasilitasi dan memperkuat upaya-upaya pemerintah, akan tetapi
pemerintah secara formal harus memprakarsai dan mengendalikan proses-
proses respon dan kesiapan bencana.
Walaupun pemerintah mempunyai keunggulan dalam bidang kesiapan
bencana, sebagian besar situasi emergensi dalam ukuran yang siknifikan di
dalam dunia yang sedang berkembang memerlukan bentuk bantuan kerja
sama dari komunitas internasional. Bagian modul ini memfokuskan tentang
Istilah “komunitas
cara-cara komunitas internasional membantu aktivitas-aktivitas kesiapan
internasional” dan
bencana pemerintah nasional. Modul ini juga menganalisa bagaimana sistim
“sistim internasional”
PBB menfasilitasi aktivitas-aktivitas ini.Istilah-istilah “komunitas
sebagian besar
internasional” dan “ sistim internasional” sebagian besar adalah abstraksi.
hanyalah abstraksi saja
Hanya ada sedikit wujud komunitas atau wujud sistim ketika berhubungan
dengan berbagai bangsa, pemerintah internasional dan organisasi-organisasi
non-pemerintah yang menghuni dunia ini. Ketika mendiskusikan aspek-
aspek keterlibatan internasional dalam manajemen bencana, Anda biasanya
akan berhubungan dengan gabungan yang acak dari institusi-institusi
internasional dan non-pemerintah, maupun pemerintah yang membentuk
bagian dari jaringan khusus.
Perspektif komunitas internasional ini mencakup tiga kendala yang
secara langsung mempengaruhi kesiapan bencana pada tingkat negara. Yang
pertama adalah bahwa bantuan untuk upaya-upaya kesiapan bencana
nasional oleh mereka yang mungkin paling bisa membantu, seperti para
donor bilateral, sama sekali tidak ada kepastian. Bantuan mereka tidak bisa
dijamin. Oleh karena itu, penting dari awal untuk menetapkan jenis bantuan
yang mungkin diterima oleh kegiatan pemerintah rutin kesiapan bencana.
Hal ini akan memerlukan tidak hanya penetapan sarana yang efektif yang
bisa menarik donor-donor seperti itu dalam aktivitas-aktivitas ini, tetapi
juga sarana yang efektif untuk terus menjaga agar mereka tetap tertarik.
Yang kedua, ada banyak alasan mengapa pemerintah menjadi hati-hati
memasukkan “orang-orang luar” dalam formulasi strategi bencana atau
rencana. Suatu alasan yang jelas adalah bahwa proses perencanaan itu

41
KESIAPAN
BENCANA

sendiri, jika dilakukan secara terbuka, bisa membuka banyak kelemahan-


kelemahan yang melekat dari pemerintah yang mungkin mengakibatkan
munculnya penjelasan-penjelasan yang memalukan tentang penyebab-
penyebab kerentanan bencana.Hanya sedikit negara yang bersedia
memperagakan di mata dunia. Meskipun demikian, sekali suatu pemerintah
menerima alasan perlunya rencana kesiapan bencana yang baik, pemerintah
itu harus bersedia menerima bahwa sukses dari rencana itu mungkin
tergantung pada keahlian, sumber daya dan bantuan teknis yang sebagian
mungkin tergantung pada kontribusi-kontribusi internasional.
Akhirnya, dalam beberapa kesempatan, ketidak-mampuan “keluarga”
Perserikatan Bangsa Bangsa untuk bekerja sama ke arah tujuan umum bagi
suatu negara terbukti telah mengecewakan. Akan tetapi, karena kebanyakan
dari kemampuan badan-badan PBB yang terbiasa dengan manajemen
bencana akan diperlukan dalam proses formulasi kesiapan bencana, muncul
satu peluang untuk meningkatkan kerjasama yang efektif.

Q. Pertimbangkan satu contoh perencanaan kesiapan di daerah Anda


yang melibatkan kerja sama oleh lebih dari tiga entitas internasional.
Gambarkan peran utama dari tiga organisasi seperti itu.
A. _________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________

Q.Buatlah daftar dari tiga hambatan yang terkait dengan struktur khusus
dari sistim bantuan internasional yang secara langsung mempengaruhi
kesiapan bencana pada tingkat negara.
A. _________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________

42
KERJASAMA INTER-
2

BAGIAN
NASIONAL UNTUK
KESIAPAN BENCANA

Sistim Perserikatan Bangsa Bangsa

Peran dari Perserikatan Bangsa Bangsa dalam manajemen bencana berubah


sangat cepat. Berbagai pengaturan perlu disetujui di antara para agen itu
sendiri jika menginginkan perubahan-perubahan ini bisa membawa bantuan
yang lebih efektif kepada orang-orang yang terkena bencana. Sudah ada
berbagai peran agen yang sudah mapan dan fungsi-fungsinya dalam bidang
manajemen bencana.
Agen-agen internasional berikut ini mempunyai fungsi-fungsi yang
mendukung pelaksanaan yang praktis dari rencana-rencana kesiapan bencana.

FAO pengkajian penanaman, pengkajian peramalan


hasil dan sistim peringatan dini informasi pangan

UNDP bencana ke proyek-proyek pembangunan,


bantuan teknis untuk strategi-strategi dan rencana-
rencana kesiapan bencana, dan Resident Coordi-
nator dalam negara dari sistim PBB

UNDHA koordinasi informasi, pengkajian-pengkajian


bencana, perencanaan kesiapan bencana dan
mitigasi

UNICEF program-program vaksinasi dan pemrograman


pemberian makanan tambahan pada saat emergensi
bagi kelompok-kelompok yang rawan dan program-
program tempat perlindungan dan air

UNHCR perencanaan emergensi untuk masuknya para


pengungsi

WFP pengkajian-pengkajian keperluan bantuan pangan


dan pangan atau logistik non-pangan

WHO bantuan teknis tentang masalah-masalah


epidemiologi pada saat emergensi dan kesiapan
kesehatan

WMO informasi meteorologi badai tropis

Masing-masing dari badan di atas mempunyai literatur teknis ahli untuk bidang-
bidang kompetensi khusus. UNDP, WFP, UNICEF dan UNHCR mempunyai
manual-manual yang bagus sekali tentang kesiapan bencana dan manajemen
yang harus digabungkan kedalam latihan-latihan kesiapan bencana. DHA-
Jenewa mempunyai serangkaian publikasi tentang pencegahan bencana dan
mitigasi yang merupakan sumber daya lain yang berharga.

43
KESIAPAN
BENCANA

Sebagai suatu sarana untuk memperkuat koordinasi dari bantuan emergensi


kemanusiaan, Sekretaris Jendral telah menciptakan jabatan tingkat tinggi
Koordinator Bantuan Emergensi. Jabatan ini akan menjamin persiapan yang
lebih baik, serta respon yang cepat dan melekat terhadap bencana alam dan
emergensi-emergensi lainnya. Tanggung jawab dari Koordinator Bantuan
Emergensi mencakup konsolidasi seruan-seruan, daftar dari kapasitas stand
by dan dana reguler emergensi pusat. Dana sebesar 50 juta dollar AS ini
menyediakan mekanisme aliran uang tunai untuk menjamin respon yang
terkoordinir dengan cepat dari organisasi-organisasi sistim PBB. Kemajuan-
kemajuan terhadap organisasi-organisasi operasional dari sistim itu dapat
dibuat dengan memahami bahwa mereka akan mengganti kembali dana
tersebut.
PBB pada tingkat markas besar
Dalam mengembangkan rencana-rencana kesiapan bencana nasional,
terdapat paling sedikit empat area di mana badan-badan PBB dapat segera
membantu.
Markas besar mendukung inisiatif-inisiatif kesiapan bencana
Penting bagi instansi-instansi pada tingkat lapangan untuk mengetahui
bahwa inisiatif-inisiatif kesiapan bencana mendapat dukungan dari kantor
pusat yang terkait dengan mereka. Di luar isu-isu akan dukungan moral
yang tidak bisa kelihatan adalah hal yang lebih praktis untuk menetapkan
inisiatif kesiapan bencana sebagai prioritas yang diakui pada tingkat
lapangan.
Konsultasi-konsultasi jangka pendek, studi wisata dan pertukaran para
ahli
Badan-badan pada tingkat kantor pusat harus mempunyai wawasan yang
lebih baik tentang ahli-ahli mana yang tersedia untuk membantu upaya-
upaya tingkat lapangan, baik di dalam tahap-tahap perencanaan dan
implementasi. Badan-badan harus mengumpulkan daftar nama para ahli
yang tersedia. Daftar-daftar nama ini harus saling dipertukarkan dengan
badan-badan lain. Badan-badan harus mereview prosedur-prosedur
penerimaan karyawan untuk menjamin pengiriman para ahli ke lapangan
secara cepat.
Di manapun memungkinkan, pejabat badan PBB harus mendorong
pegawai-pegawai pemerintah untuk mendiskusikan tindakan-tindakan
kesiapan bencana pada tingkat kantor pusat. Pekerja-pekerja ini harus
mengikuti studi wisata ke negara-negara yang mempunyai rencana-rencana
JAWABAN ( dari hal 42 ) kesiapan bencana yang sudah mapan. Pertukaran-pertukaran seperti itu harus
Jawaban-jawaban bisa
dilakukan antara kantor pusat dan kantor lapangan.
mencakup deskripsi peran
Pendanaan emergensi
khusus agen-agen, LSM,
donor bilateral Sistim-sistim yang lebih fleksibel harus dikembangkan di antara beberapa
badan untuk memperbaiki penggunaan sumber daya kantor lapangan pada
JAWABAN ( dari hal 42 ) saat emergensi, dan untuk menjamin tambahan sumber daya untuk
Dukungan untuk upaya emergensi dari kantor pusat. Fleksibilitas semacam itu harus diakui sebagai
kesiapan bencana nasional bagian dari basis sumber daya yang diantisipasi dalam rencana kesiapan
tidak bisa dijamin; bencana nasional.
pemerintah nasional
mungkin akan hati-hati
Prosedur-prosedur markas besar dan penjadwalan
memasukkan “orang luar” Lewat kantor-kantor lapangan mereka, badan-badan harus memastikan
dalam proses perencanaan; bahwa rencana kesiapan bencana yang diusulkan menggabungkan prosedur-
dan kerjasama badan PBB prosedur kantor pusat dan penjadwalan yang perlu untuk satu badan agar
mungkin kurang ideal. dapat merespon secara efektif berbagai skenario krisis.

44
KERJASAMA INTER-
2

BAGIAN
NASIONAL UNTUK
KESIAPAN BENCANA

PBB pada tingkat lapangan


Pada tingkat lapangan, kerja sama antar badan dapat menghasilkan dampak
positif terhadap perencanaan dan pelaksanaan suatu rencana kesiapan
bencana. Empat komponen dari kerja sama seperti itu adalah penting.

Tim antar badan


Setiap badan harus menetapkan satu individu untuk menjadi bagian dari
satu ”Tim Manajemen Bencana” antar badan ( UN DMT ). Karena badan-
badan itu telah mempunyai keahlian lapangan yang semakin meningkat
dalam manajemen bencana, petugas yang ditunjuk diharapkan adalah or-
ang yang punya ketrampilan seperti itu. Sebagai contoh, dimana UNHCR
terlibat dalam manajemen bantuan terhadap pengungsi, satu perwakilan
UNHCR harus diundang untuk menjadi salah satu anggota dari UN DMT.
UN DMT harus ditetapkan sebagai badan fungsional antar badan yang
permanen pada tingkat lapangan. Setiap anggota badan harus mempunyai
tanggung jawab-tanggung jawab sektoral yang jelas. Pimpinan dari DMT
harus Resident Coordinator. Jika disetujui di antara para anggota dari DMT,
sekretariat DMT harus berada dibawah tanggung jawab peserta DMT yang
ditunjuk oleh UNDP, yaitu “Focal Point” Bencana dari UNDP.
Rapat-rapat UN DMT harus diselenggarakan secara berkala dengan
selang waktu yang terjadwal. Frekuensi rapat bisa disesuaikan pada saat
ancaman-ancaman bencana sudah diketahui, seperti selama musim hujan.

Tujuan DMT
DMT harus merupakan suatu forum di mana informasi tentang berbagai
hal saling dipertukarkan. Pengurangan resiko jangka panjang dan susunan-
susunan kesiapan di dalam negara harus ditinjau ulang. Proyek-proyek
pembangunan yang secara langsung maupun tidak langsung akan berdampak
terhadap pencegahan bencana atau kesiapan harus menjadi bagian dari
peninjauan ulang ini.
Peninjauan ulang susunan-susunan kesiapan di dalam PBB harus
mencakup: mekanisme koordinasi bantuan emergensi PBB; input-input dan
operasi-operasi di antara pemerintah, para donor bilateral dan LSM-LSM;
lokasi personil di lapangan ketika ada ancaman yang mendesak; dan daftar
sumber daya yang tersedia untuk aktivitas-aktivitas emergensi khusus.
Para anggota UN DMT harus mendiskusikan intepretasi dan analisa
data yang berasal dari sistim-sistim peringatan dini, baik dari dalam negara
dan dari luar. Mereka juga harus meninjau ulang persyaratan-persyaratan
informasi yang diperlukan untuk format-format pelaporan, seperti laporan-
laporan situasi lapangan PBB, yang harus disebar luaskan menyangkut
kesiapan atau aktivitas-aktivitas bantuan.

UN DMT sebagai focal point


UN DMT harus berfungsi sebagai focal point bantuan PBB dalam persiapan
rencana-rencana kesiapan bencana nasional. Bekerja sama dengan mitra-
mitranya dari pemerintah, DMT harus meninjau ulang dan memberi
komentar terhadap proposal-proposal pada berbagai tahap. Perwakilan-
perwakilan DMT harus siap untuk menyampaikan advis selama proses
formulasi kebijakan. Di mana memungkinkan, perwakilan-perwakilan ini
harus mencari sumber daya dari masing-masing badan untuk memberikan
dukungan bantuan teknis dan menyediakan keahlian tambahan.

45
KESIAPAN
BENCANA

UN DMT dan daerahnya


DMT juga harus melihat kesiapan bencana dalam suatu konteks regional.
Aktivitas-aktivitas dari negara tetangga bisa secara langsung mempengaruhi
aktivitas-aktivitas negara tetangga yang lain. Peringatan dini tentang
berjangkitnya locust, sebagai contoh, adalah satu isu praktis di mana kerjasama
regional harus dimasukkan ke dalam suatu kesiapan rencana. Sementara
pemerintah akan mengetahui organisasi-organisasi internasional dan regional
yang terkait dengan minat-minat mereka, DMT bisa membantu menunjukan
hal-hal khusus dari organisasi-organisasi seperti itu yang bisa digunakan untuk
memperkuat program kesiapan bencana khusus.

UNDP di lapangan
Perwakilan Kepala UNDP, sebagai Resident Coordinator pada tingkat negara
dan pemimpin dari UN DMT, mempunyai peran sentral untuk dimainkan dalam
bidang kesiapan bencana. Sebagai Resident Coordinator, orang ini mempunyai
posisi mempromosikan hubungan-hubungan antara inisiatif-inisiatif kesiapan
bencana dan aktivitas-aktivitas pembangunan. Ia akan dapat menggunakan
posisi ini untuk mempromosikan perencanaan kesiapan bencana pada pejabat-
pejabat senior pemerintah. Keefektifan dari UN DMT tergantung pada
kemampuan kepemimpinan dari Resident Coordinator.
Untuk membantu perencanaan kesiapan bencana dan proses
pelaksanaannya, Resident Coordinator, dalam kerja samanya yang erat dengan
badan-badan di bawahnya, harus memastikan pembentukan UN DMT, dan
bahwa rapat-rapat reguler diatur untuk meliput semua jenis isu yang terdaftar
diatas. Resident Coordinator harus juga menjamin bahwa suatu sekretariat
didirikan untuk UN DMT, dengan fasilitas-fasilitas dan staf yang memadai
untuk memungkinkan berfungsinya sekretariat itu secara umum. Fungsi-fungsi
penting dalam pertimbangan ini mencakup pengumpulan dan penyebar luasan
informasi, laporan-laporan dan kajian-kajian. Sekretariat harus berfungsi sebagai
suatu inti di dalam sistim PBB untuk data penting tentang :
Kebijakan-kebijakan nasional mengenai penerimaan dan
penggunaan bantuan internasional, termasuk tim-tim atau personil
luar; kebijakan-kebijakan menyangkut penggunaan perlengkapan
komunikasi; dan kebijakan-kebijakan mengenai jenis-jenis khusus
makanan dan obat-obatan.
Struktur-struktur pemerintah, termasuk nama-nama yang relevan,
nomor-nomor telepon/fax/teleks dari personil-personil penting
didalam otoritas-otoritas lokal, regional dan pusat.
Nama-nama dan nomor-nomor telepon/fax/teleks dari institusi-institusi
luar negeri yang dapat membantu pada saat terjadi krisis.
Data dasar yang jelas tentang masing-masing daerah rawan bencana,
yang harus menjadi bagian dari proses yang sedang berlangsung
untuk pengkajian kerentanan.

Melalui kerja sama yang erat dengan pemerintah dan badan-badan di


bawahnya, UNDP pada tingkat lapangan harus meninjau ulang bersama
pemerintah tujuan dan prospek-prospek bagi rencana kesiapan bencana.
Jika rencana seperti itu sudah siap UNDP harus meninjau ulang bersama
pemerintah cara-cara untuk mendorong kesadaran pihak-pihak berwenang
terkait pada tingkat- pusat, regional dan lokal terhadap keperluan kesiapan
bencana. Akhirnya, UNDP harus mempromosikan proyek-proyek yang

46
KERJASAMA INTER-
2

BAGIAN
NASIONAL UNTUK
KESIAPAN BENCANA

menyangkut kesiapan bencana dan perencanaan kesiapan bencana. Terdapat


serangkaian aktivitas yang bisa dicakup dari proyek-proyek semacam itu,
seperti :
Proyek-proyek perencanaan kesiapan bencana, yang dimaksudkan
untuk meluncurkan proses keseluruhan dari kesiapan bencana. Ciri-
ciri dari proyek semacam itu bisa mencakup aspek-aspek
penyadaran, seperti studi wisata keluar negeri dan konferensi-
konferensi, bantuan teknis ( termasuk konsultan yang mungkin dapat
membantu dalam proses perencanaan ), dan loka karya untuk
memungkinkan formulasi dari rencana yang diusulkan.
Kajian-kajian penting sebagai bagian dari satu rencana menyeluruh,
seperti studi kapasitas tranportasi atau pengkajian-pengkajian
kerentanan.
Proyek-proyek pembangunan institusi, yang dirancang untuk
memperkuat focal point kesiapan bencana yang sudah ada atau untuk
mengembangkan sistim-sistim peringatan dini yang lebih efektif.
Proyek-proyek pelatihan yang mengembangkan pelatihan-pelatihan
perencanaan bencana yang sesuai di dalam negeri. Proyek-proyek
ini dapat membantu para personil kunci untuk mengambil manfaat
dari pelatihan-pelatihan luar negeri. Pelatihan-pelatihan itu mungkin
dirancang untuk komunitas-komunitas yang rentan. Jangkauan dan
pentingnya tindakan-tindakan pelatihan jangan pernah dipandang
rendah.
Badan-badan PBB dan proyek-proyek pembangunan
Suatu peran penting untuk Badan-badan PBB adalah meninjau ulang proyek-
proyek yang berada dalam “Country Programme” masing-masing badan
tersebut yang mungkin terkait dengan perencanaan kesiapan bencana.
Proyek-proyek pembangunan saat sekarang harus ditinjau ulang dalam satu
upaya untuk menetapkan bagaimana proyek-proyek ini mungkin secara
efektif terkait dengan tindakan-tindakan kesiapan. Sebaliknya, staf badan
PBB harus mempertimbangkan bagaimana tindakan-tindakan kesiapan bisa
memperkuat proses pembangunan. Lewat UN DMT, badan-badan lain bisa Mekanisme yang
meninjau ulang proyek mereka sendiri dengan cara yang sama6. memadai untuk
Hubungan kerja yang mapan dengan pihak-pihak yang bernaung di hubungan biliteral akan
pemerintah menjadi penting kalau badan-badan bantuan yang diberikan oleh tergantung pada
badan PBB dalam proses perencanaan kesiapan bencana ingin diharapkan kondisi-kondisi dalam
efektif. Hubungan-hubungan yang dimiliki oleh badan-badan PBB dengan setiap negara
lembaga non-pemerintah dan komunitas-komunitas bilateral sama
pentingnya. UNDP, lewat UN DMT, harus mencari dimana mungkin dan
secara politik memungkinkan untuk mendukung masyarakat LSM. Hal ini
mungkin ternasuk menghadiri rapat-rapat ketika diundang untuk
mendiskusikan inisiatif-inisiatif yang sedang dijalankan oleh sistim PBB.
Jika dapat diterima oleh badan-badan di bawahnya dan LSM-LSM, anggota-
anggota lain dari sistim PBB harus menghadiri rapat-rapat semacam itu
untuk memberi penjelasan singkat tentang aktivitas-aktivitas terkait mereka.
Badan-badan PBB harus menetapkan sarana-sarana untuk
mempromosikan aktivitas-aktivitas kesiapan bencana yang diusulkan untuk
komunitas LSM, seperti loka karya-loka karya pada tempat-tempat pelatihan.
Jika diterima oleh pemerintah dan LSM-LSM, agen-agen PBB harus
berupaya menggabungkan peran-peran LSM-LSM ke dalam struktur for-
mal dari implementasi dan perencanaan kesiapan bencana nasional.
6.
Lihat juga modul Program Pelatihan Manajemen Bencana yang berjudul Bencana dan
Pembangunan

47
KESIAPAN
BENCANA

Akhirnya, badan-badan PBB harus memastikan bahwa komunitas bilateral


selalu memperoleh informasi tentang event-event dalam proses perencanaan
kesiapan bencana. Rapat-rapat berkala dengan para donor adalah satu sarana
untuk menetapkan hubungan kerja yang baik. Tapi, apakah rapat-rapat
seperti itu harus diselenggarakan di bawah payung PBB merupakan suatu
isu yang mungkin sensitif bagi pemerintah maupun para donor bilateral.
Mekanisme yang pas untuk hubungan bilateral akan tergantung pada
kondisi-kondisi di dalam masing-masing negara.
Sementara sarana efektif untuk konsultasi-konsultasi bilateral pada
umumnya menjadi penting mengingat peran-peran yang dimainkan oleh
para donor bilateral dalam bantuan bencana, perlu terus mengingat bahwa:
Tindakan-tindakan efektif untuk keterlibatan bilateral dapat
mempercepat memperoleh sumber daya perencanaan kesiapan
bencana dan implementasinya.
Di negara-negara yang secara khusus rawan bencana, pemerintah-
pemerintah donor kadang-kadang telah menyediakan dana untuk
Resident Coordinator yang diperuntukan bagi kesiapan bencana
dan tujuan-tujuan pertolongan. Dana ini telah digunakan sesuai
kebijaksanaan dari Resident Coordinator, didasarkan pada otoritas
monitoring dari para duta besar bilateral
Penyebar luasan informasi menjadi sangat penting selama operasi
bantuan dan hanya sedikit saja berkurang dalam periode proses perencanaan
bencana. Hal itu harus menjadi satu tanggung jawab penting dari UNDP,
sehubungan dengan DMT, untuk merencanakan format-format informasi
umum yang memadai. Format-format ini harus berfungsi menyediakan
aliran informasi yang reguler terhadap komunitas internasional ( termasuk
badan-badan PBB pada tingkat-tingkat kantor pusat dan ibu kota dari do-
nor-donor bilateral kunci ) maupun anggota-anggota komunitas internasional
dalam negara dan departemen-departemen pemerintah yang terkait.
Informasi tentang pengkajian-pengkajian bantuan atau tindakan-
tindakan kesiapan, yang dimaksudkan bisa bermanfaat bagi negara, dapat
dianggap sebagai sangat sensitif. Hal ini berlaku tidak saja untuk pemerintah
tetapi juga untuk badan-badan di bawahnya dan LSM-LSM. Oleh karena
itu, Anda harus berpikir secara hati-hati tentang isi dari berbagai output
Anda. Dua tipe umum dari format-format informasi mencakup laporan-
laporan situasi dan buletin/newsletter.
Laporan-laporan situasi telah menjadi sumber informasi baku tentang
aktivitas-aktivitas emergensi di seluruh sistim PBB. Tidak ada format yang
kaku untuk laporan-laporan ini. Pesannya harus mencakup aktivitas-aktivitas
kunci yang terkait dengan kesiapan, bantuan dan penilaian-penilain
kebutuhan, dengan mencatat kebutuhan-kebutuhan yang bisa dipenuhi
ataupun yang tidak bisa dipenuhi. Frekuensi pengiriman laporan-laporan
situasi biasanya tergantung pada tingkat krisis yang ada.
Jika waktu memungkinkan, buletin yang meliput aktivitas-aktivitas
kesiapan bencana dapat berfungsi untuk menjaga suatu komunitas yang
lebih luas tetap menerima informasi tentang kejadian-kejadian yang sedang
dilakukan di lapangan. Buletin biasanya berfungsi lebih sebagai kendaraan
promosi dan tidak meliput isu-isu yang mungkin dianggap sensitif. Selang
waktu dari penerbitan buletin tergantung pada waktu yang ada di sekretariat
UN DMT dan jumlah aktivitas-aktivitas yang dianggap oleh DMT layak
untuk diterbitkan.

48
KERJASAMA INTER-
2

BAGIAN
NASIONAL UNTUK
KESIAPAN BENCANA

RINGKASAN
Sebagian besar situasi emergensi dari ukuran yang signifikan di dunia yang
sedang berkembang ini memerlukan beberapa bentuk bantuan kerja sama
dari komunitas internasional. Sistim Perserikatan Bangsa Bangsa dapat
memfasilitasi koordinasi upaya-upaya komunitas internasional yang
berusaha untuk mendukung aktivitas-aktivitas kesiapan bencana pemerintah
nasional. Lewat berbagai badan pada tingkat kantor pusat, sistim PBB bisa
memberi bantuan yang cepat dengan : mendukung inisiatif-inisiatif kesiapan
bencana; menyediakan konsultasi-konsultasi jangka pendek, studi wisata
dan pertukaran para ahli; memunculkan bantuan pendanaan emergensi; dan
memobilisir sumber daya kantor lapangan.

Pada tingkat lapangan, upaya-upaya bersama antar badan bisa


dikoordinasikan secara efisien dan efektif lewat satu pembentukan “Tim
Manajemen Bencana”. Sebagai focal point untuk bantuan PBB, UN DMT
dapat berfungsi sebagai suatu forum di mana informasi saling dipertukarkan
tentang berbagai hal, termasuk pengurangan resiko jangka panjang dan
penyusunan-penyusunan kesiapan, review dan perbaikan rencana-rencana
kesiapan, jaringan bantuan internasional, dan hubungan yang efektif dengan
upaya-upaya pembangunan yang sedang berlangsung.

49
KESIAPAN
BENCANA

CATATAN
___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________________________________________

50
3
BAGIAN

MELAKSANAKAN RENCANA-RENCANA
KESIAPAN BENCANA
Pada bagian modul ini Anda akan belajar :
empat reaksi problematis yang terkait dengan mempromosikan
rencana-rencana kesiapan pada tingkat nasional
tiga cara untuk menghindari perangkap-perangkap dalam
mempromosikan kesiapan bencana umum
empat pendekatan untuk menetapkan basis informasi yang dapat
diandalkan
empat struktur institusi yang dapat dipercaya untuk perencanaan
kesiapan
tiga daftar saran yang terkait dengan struktur-struktur institusi, LSM-
LSM dan donor-donor bilateral

Mempromosikan rencana pada tingkat nasional


Banyak pejabat/petugas pemerintah skeptis akan manfaat-manfaat dari
rencana-rencana kesiapan bencana. Memperkenalkan subyek strategi-
strategi kesiapan bencana atau rencana-rencana kepada pejabat pemerintah
bisa mengundang paling tidak satu dari tanggapan-tanggapan berikut ini :
Ide yang luar biasa! Ini jawaban yang betul-betul ingin didengar oleh
semua orang yang perduli dengan manajemen bencana. Dalam
kenyataannya, responden itu mungkin hanya tahu sedikit tentang apa yang
diperlukan bagi sebuah rencana. Bahkan jika orang itu menghargai prinsip-
prinsip luas terkait, ia mungkin menjadi hati-hati ketika gambaran
keseluruhan dari tindakan-tindakan yang diperlukan mulai terbuka.
Kami memerlukan pembangunan, bukan kesiapan bencana! Satu
argumen yang sulit untuk dibuktikan kebenarannya, khususnya jika
seorang pejabat beranggapan bahwa dua-duanya saling terpisah.
Kementerian perencanaan ekonomi dan keuangan sering merupakan Bencana
kementrian yang paling enggan untuk mendedikasikan waktu dan dana- Belum berkembang
dananya bagi suatu proposal yang kelihatan hanya di tepi pembangunan
yang menjadi perhatian utama mereka. Dengan memfokuskan pada
proyek-proyek pembangunan sering mencerminkan keberhasilan institusi
dan karenanya menghasilkan bantuan luar yang banyak sekali.
Kami sudah memilkinya. Luar biasa, tetapi apa yang dimaksudkan oleh
si pejabat itu? Pemerintah mungkin mempunyai satu kantor bantuan
bencana yang sudah ditetapkan di bagian belakang koridor kantor
kementerian. Satu kamar dan satu pegawai itu tidak bisa mewakili suatu rencana-rencana
rencana kesiapan bencana yang efektif. Bukanlah tugas yang mudah
untuk menyatakan bahwa upaya-upaya yang telah dilakukan pemerintah
sampai sekarang ini tidaklah mencukupi.
Kami tidak memerlukannya. Respon ini biasanya diikuti oleh suatu
diskripsi dari peran efektif yang dimainkan oleh Masyarakat Palang
Merah nasional atau Bulan Sabit Merah nasional pada saat terjadi
bencana; atau cara pemerintah menangani masalah-masalah ini secara
efektif secara ad hoc; atau suatu penjelasan bahwa pemerintah
mempunyai prioritas-prioritas yang lain.

51
KESIAPAN
BENCANA

Q. Tinjaulah kembali reaksi-reaksi umum yang terdaftar di atas.


Bagaimana Anda akan merespon terhadap masing-masing dari reaksi-
reaksi ini ketika mempromosikan satu rencana kesiapan bencana ?
A. _________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________

Dengan respon-respon umum ini, penting untuk menyadarkan pejabat


pemerintah yang enggan mengenai kebaikan-kebaikan dari kesiapan
bencana. Suatu kombinasi dari tindakan-tindakan berikut ini mungkin bisa
membantu dalam proses itu.
Jelaskan poin-poin yang penting
Tidak ada pertukaran antara kesiapan bencana dan pembangunan. Dua-
duanya terkait erat, secara konsep dan praktek. Satu strategi atau rencana
kesiapan bencana yang efektif akan :
Melindungi pembangunan. Bencana menunda, atau, dalam kasus
terburuk, menghancurkan kemajuan yang telah dibuat sampai hari
ini. Rencana kesiapan bencana harus digabungkan ke dalam proses
pembangunan sehingga yang sebelumnya bisa melindungi yang
kemudian.
Memasukan mitigasi bencana. Tindakan-tindakan mitigasi bencana
seperti bangunan-bangunan yang lebih aman, program padat karya
pangan atau uang yang lazim untuk pekerjaan umum tidak hanya
melindungi orang-orang dan aset-aset mereka, tetapi juga
mempercepat proses pembangunan jika tindakan-tindakan itu
dirancang secara memadai.
Memperkuat infrastruktur lokal. Sebagai contoh, struktur
komunikasi dan institusi yang diperlukan dalam kesiapan bencana
akan bisa memperkuat infrastruktur lokal secara keseluruhan.
Memberikan tekanan terhadap donor-donor bantuan tradisional.
Hal ini mungkin mempengaruhi jumlah keseluruhan dana yang
dialokasikan oleh lembaga-lembaga donor untuk pembangunan.
Sebaliknya, para donor semakin tertarik mendanai tindakan-tindakan
kesiapan bencana. Banyak donor sekarang menyadari bahwa kesiapan
bencana akan lebih hemat biaya jika dibandingkan dengan harga yang
diperlukan untuk respon emergensi.
JAWABAN
Baru percaya setelah
Jawaban teks yang muncul
setelah pertanyaan berisi Bagi para pegawai pemerintah yang meragukan nilai keseluruhan dari
tiga tindakan yang dapat kesiapan bencana, mengorganisir studi wisata ke negara-negara di mana
menjadi bagian dari respon rencana-rencana kesiapan bencana ( contoh, Cina ) dan strategi-strategi
Anda. ( contoh, India ) telah terbukti sangat efektif.

52
MELAKSANAKAN
3

BAGIAN
RENCANA-RENCANA
KESIAPAN BENCANA

Mengorganisir konperensi dan lokakarya


Jika tahap ini sudah tercapai, ada perubahan-perubahan yang sudah mulai
kelihatan. Akan tetapi, karena suatu rencana kesiapan bencana akan
memerlukan komitmen dari organisasi-organisasi pemerintah dan non-
pemerintah, konperensi dan lokakarya mampu menciptakan kesempatan-
kesempatan baik untuk meyakinkan mereka yang masih ragu-ragu..
Membangun basis informasi yang dapat diandalkan
Semakin negara itu rawan terhadap bencana , semakin kurang dapat
diandalkan basis informasinya. Pendapat ini menjadi bagian paling penting
tentang apakah arti dari kerentanan bencana itu: kemiskinan yang luas,
infrastruktur yang lemah, dan adminitrasi yang tidak memadai. Di bawah
kondisi-kondisi seperti itu, sulit untuk bisa mendapatkan basis informasi
yang dapat diandalkan.
Sering kali ada suatu “permainan data” yang dimainkan sebelum ,
selama dan setelah bencana. Sering kali ada alasan-alasan politik dari pihak
pemerintah untuk memberikan data yang tidak dapat diandalkan. Data-data
demografi tertentu mungkin, sebagai contoh, merefleksikan suatu afiliasi
regional resmi. Data infrastruktur mungkin merefleksikan angan-angan
pikiran dari suatu kementerian yang belum menyelesaikan suatu proyek
dan menyarankan juga seperti dalam data. Data pertanian bisa merefleksikan
ramalan yang optimis dari menteri pertanian. Permainan-permainan seperti
itu juga dimainkan oleh organisasi-organisasi internasional. Satu badan bisa
saja membesar-besarkan jumlah proyek air yang sudah berhasil diselesaikan,
atau beranggapan bahwa ada fasilitas-fasilitas perawatan kesehatan yang
lebih utama di satu daerah tertentu dibandingkan dengan kenyataannya.
Kadang kala badan-badan memperkirakan kebutuhan pangan lebih besar
dibandingkan dengan yang sebenarnya untuk menghindari tuduhan
meremehkan tingkat kemungkinan adanya krisis.
Bahkan dalam keadaan yang paling baikpun, basis data dan sistim
informasi tidak dapat sempurna. Mengumpulkan data yang masuk akal dan
informasi yang mendekati kebenaran merupakan tujuan informasi yang jauh
lebih realistik. Sangat dianjurkan untuk melaksanakan sistim informasi
berikut ini pada awal proses perencanaan.
Pengkajian kerentanan
Pengkajian-pengkajian ini terutama penting bagi penyusunan rancangan
perencanaan dan untuk menetapkan suatu basis aliran informasi dan
perbaikan-perbaikannya. Pengkajian-pengkajian ini harus dilakukan dengan
sama seriusnya seperti proyek-proyek pembangunan lainnya. Adanya
pimpinan tim yang mengetahui satu daerah tertentu dengan baik, ahli-ahli
sektoral dari organisasi-organisasi PBB harus bergabung dengan mitra
nasional mereka untuk melakukan semacam penilaian skala penuh.
Program-program informasi gabungan
Data gabungan dan sistim informasi antara focal point kesiapan bencana
PBB dan mitra pemerintahnya ini sangat penting baik untuk proses
perencanaan dan rencana itu sendiri. Fakta bahwa pemerintah bekerja dengan
basis data yang sama seperti yang digunakan oleh inti PBB akan
memperlancar debat-debat yang mungkin muncul. Dalam proposal-proposal
proyek yang terkait dengan rencana kesiapan bencana, pastikan untuk
mengalokasikan dana untuk perlengkapan komputer, pelatihan, dan apapun
yang diperlukan oleh kantor mitra untuk bisa mengelola suatu sistim yang
efektif.

53
KESIAPAN
BENCANA

Memeriksa ulang
Bahkan di negara yang paling rawan bencana, masalahnya lebih sering
berupa kebanyakan data yang saling bertentangan dibanding kekurangan
data. Organisasi-organisasi non-pemerintah sering mengetahui lebih banyak
tentang daerah-daerah tertentu dibanding dengan kantor-kantor pemerintah.
Beberapa prosedur harus ditetapkan, dengan kesepakatan dari mitra
pemerintah, untuk memeriksa ulang informasi dengan organisasi-organisasi
lain, termasuk kementerian lainnya pada tingkat regional dan pusat.
Proses pengkajian bersama
Sebagai bagian dari rencana kesiapan bencana, rencana itu harus secara
resmi disetujui bahwa pada saat terjadi emergensi, satu tim atau tim-tim
yang terdiri dari perwakilan-perwakilan instansi dan focal point pemerintah,
UN DMT, focal point pemerintah dan organisasi-organisasi non-pemerintah
yang mengetahui daerah yang terlanda bencana mengkaji situasi secara
bersama.
Prosedur-prosedur semacam itu harus secara resmi diadopsi di dalam
rencana bencana yang diusulkan. Pengkajian bersama dapat mengurangi
duplikasi dari upaya-upaya, meningkatkan kadar konsensus tentang
kerusakan dan kebutuhan-kebutuhan, dan menjamin bahwa proposal-pro-
posal berikutnya mendapat persetujuan nasional dan internasiona ( kalau
bantuan luar diperlukan ).
Definisikan struktur-struktur institusi yang memadai
Tidaklah mudah menentukan kantor pusat untuk focal point bencana. Ada
keuntungan dan kerugiannya yang harus dipertimbangkan yang terkait
dengan berbagai opsi: di kantor Perdana Menteri, di satu kementerian, atau
sebagai satu entitas terpisah.
Sifat penting dari rencana kesiapan bencana adalah harus bisa
memastikan bahwa jajaran kementerian tertarik dengan proposal kesiapan
bencana. Hal ini berarti bahwa sumber daya dan tanggung jawab harus
dibagi-bagikan di antara semua yang dianggap penting bagi rencana itu.
Ide ini bukanlah berarti meniadakan fungsi-fungsi medis dari kementerian
kesehatan, tapi lebih pada menambah kapabilitas terhadap respon kerja sama
dengan kementerian-kementerian lain. Hal itu bukan berarti bahwa
kementerian kesehatan akan bertanggung jawab terhadap logistik-logistik
obat-obat emergensi. Hal itu mungkin berarti diakuinya tanggung jawab
kemeterian kesehatan untuk memastikan penyediaan emergensi medis,
kekuatan institusinya pada tingkat-tingkat lokal akan semakin diperkuat,
dan bahwa komitmen terhadap rencana kesiapan bencana itu mungkin lebih
besar.

Q. Di negara Anda, instansi pemerintah manakah yang menjadi focal


point untuk kesiapan bencana?
A. _________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________

54
MELAKSANAKAN
3

BAGIAN
RENCANA-RENCANA
KESIAPAN BENCANA

Perencanaan Pra-bencana
di dalam Kantor Menteri Eksekutif

Kementerian Kementerian
GAMBAR 4
Kementerian Kementerian Kementerian
1 sumber daya perencanaan
pertanian kesehatan lainnya
Opsi-opsi untuk
air kota & PU memadukan kesiapan
bencana di dalam struktur
pemerintah
Kementerian Kementerian
Kementerian Kementerian Kementerian
2 perencanaan perencanaan
pertanian kesehatan lainnya
bencana kota & PU

Kementerian Kementerian Kementerian Kementerian Kementerian


sumber daya perencanaan pertanian kesehatan lainnya
air kota & PU
3 Unit Unit Unit Unit
perencanaan perencanaan perencanaan perencanaan
bencana bencana bencana bencana

Dewan Respon Bencana

Kementerian Kementerian
Kementerian Kementerian Kementerian
4 sumber daya perencanaan
pertanian kesehatan lainnya
air kota & PU

Perencanaan Kementerian-
KUNCI : Pra-bencana kementerian
pemerintah

Dalam satu situasi bencana, semua petugas yang bertanggung jawab harus
mempunyai satu ide yang jelas akan peran-peran dan fungsi-fungsi mereka.
Inilah yang dibentuk oleh suatu rencana bencana dan juga oleh uji coba
gladi. Keefektifan dari implementasinya dapat dinilai oleh satu komite antar-
kementerian dan didukung oleh penemuan-penemuan sekretariat.
Disarankan agar mempunyai sekretariat untuk menghubungkan dengan
kementerian yang ditunjuk: untuk hal-hal berikut ini sebelum implementasi
dari suatu rencana ( untuk perbaikan-perbaikan informasi, keperluan
pelatihan, dan latihan-latihan ); selama periode implementasi, ( untuk
koordinasi penilaian ); dan setelah tahap-tahap pertama dari implementasi
( untuk program-program fase kedua dari pemulihan dan rehabilitasi ).
Peran-peran dan sumber daya yang dibawa oleh organisasi-organisasi non-
pemerintah untuk kesiapan bencana, mitigasi, pencegahan dan tujuan-tujuan
bantuan harus digabungkan ke dalam informasi yang diperlukan oleh komite
antar-menteri tentang kesiapan bencana. Pemerintah harus juga mempunyai
mekanisme untuk menentukan jumlah dan tipe bantuan yang diberikan oleh
donor-donor bilateral dan badan-badan internasional.

55
KESIAPAN
BENCANA

Proses perencanaan perlu dibawa ke tingkat-tingkat lokal dan regional.


Hal ini dapat dicapai dalam berbagai cara. Setelah menetapkan kerangka
kerja yang secara luas untuk rencana itu, bawalah rencana dan petugas-
petugas terkait ke lapangan untuk mencari cara-cara yang paling efektif
untuk melaksanakan proposal itu. Sarana-sarana implementasi harus
mencakup perhatian terhadap sumber daya untuk kesiapan pada tingkat
keluarga dan tingkat lokal. Sistim-sistim perencanaan administrasi yang
lebih terpusat harus mendukung upaya-upaya lokal, bukan sebaliknya.
Strategi atau rencana kesiapan bencana nasional harus memberikan variasi-
variasi regional untuk memenuhi kondisi-kondisi tertentu dari daerah-daerah
tertentu. Hal ini penting untuk memastikan bahwa struktur institusi dari rencana
itu memperoleh dukungan dari pegawai-pegawai regional dan lokal. Tetapkan
kelompok-kelompok kerja lokal untuk mereview rencana-rencana secara
berkala dan yakinkan bahwa substansi dari review-review ini dipertimbangkan.
Jika relevan, gabungkan review-review ini ke dalam perbaikan-perbaikan dari
rencana keseluruhan. Kelompok-kelompok kerja seperti itu penting ketika
berbicara tentang sistim-sistim peringatan, tindakan-tindakan evakuasi, dan
pengkajian gizi dan kesehatan.
Pastikan bahwa gladi rencana bencana tidak dilakukan semata-mata pada
tingkat pusat saja, akan tetapi menggabungkan antara pusat, regional dan
interaksi tingkat lokal. Bedakan di dalam rencana itu tipe-tipe respon bencana
yang memerlukan atau tidak memerlukan persetujuan pemerintah.

Pertimbangkan nasehat ini


Beberapa peringatan perlu dipertimbangkan yang terkait dengan struktur-
struktur institusi yang sesuai untuk rencana-rencana kesiapan bencana.
Pertukaran informasi harus menjadi suatu tindakan aktif. Jangan
hanya menunggu badan lain sampai mendekati sekretariat UN DMT
untuk mencari informasi. Yakinkan bahwa sudah ada sistim yang efektif
dan mapan untuk menyebar-luaskan informasi.
Menjamin bahwa perwakilan-perwakilan instansi sudah diberi
penjelasan singkat secara reguler tentang apa yang sedang terjadi dengan
rencana kesiapan bencana. Doronglah instansi-instansi yang terkait untuk
berpartisipasi dalam proses perencanaan.
Pastikan bahwa setiap rencana kesiapan bencana nasional benar-benar
mengetahui spesialisasi-spesialisasi khusus dari agen-agen PBB terkait.
Yakin bahwa tidak ada keputusan tentang spesialisasi-spesialisasi
semacam itu yang didiskusikan tanpa kehadiran perwakilan tersebut
Jika hal itu tidak mungkin, pastikan untuk memberi penjelasan singkat
kepada badan tersebut tentang diskusi-diskusi yang telah terjadi.
Jangan menganggap bahwa apa yang tertulis dalam rencana adalah apa
yang mungkin akan diikuti oleh setiap badan. Sebelum tingkat manapun
dari implementasi, seperti melakukan misi-misi pengkajian bersama,
pastikan untuk memeriksa kembali komitmen-komitmen khusus.
Pastikan bagaimana kepentingan badan khusus bisa dikembangkan
dalam konteks dari rencana kesiapan bencana yang diusulkan.
JAWABAN ( dari hal 54 ) Dapatkah satu badan kesejahteraan anak internasional, atas
Lihat gambar 4 untuk permintaannya sendiri, memainkan bagian yang lebih aktif dalam
membantu mendefinisikan kesiapan kesehatan?
instansi pemerintah.

56
MELAKSANAKAN
3

BAGIAN
RENCANA-RENCANA
KESIAPAN BENCANA

Jangan beranggapan bahwa akan ada kerjasama yang cepat dari organisasi-
organisasi non-pemerintah. Sering kali terdapat suatu kewaspadaan terhadap
meliputi hubungan-hubungan antara LSM-LSM dan pemerintah dan antara
LSM-LSM dan sistim PBB. Meskipun demikian, LSM-LSM dapat menjadi
komponen yang vital terhadap rencana kesiapan bencana nasional. Dimana
mau dan bisa, LSM-LSM harus digabungkan ke dalam rencana.
Beberapa peringatan yang terkait secara urut terhadap LSM-LSM dalam
rencana-rencana kesiapan.
Hindari mendikte. LSM-LSM yang efektif biasanya diwakili oleh orang-
orang dengan pengalaman lapangan yang banyak sekali.Orang-orang ini
sering kali mempunyai pengalaman-pengalaman akar rumput dengan
operasi-operasi bantuan bencana. Mereka tahu urusan-urusan mereka, maka
itu ingatlah bahwa pembicaraannya adalah antara pihak yang sederajad.
Bagi pengalaman. Cari apakah ada satu forum LSM di mana aktivitas-
aktivitas PBB yang menyangkut kesiapan bencana bisa dibicarakan.
Pertimbangkan untuk mengadakan loka karya-loka karya khusus
tentang masalah-masalah teknis untuk staf LSM, tentang topik-topik
seperti logistik emergensi.
Pertukaran informasi. Salah satu respon baku LSM-LSM ketika
mendiskusikan pengumpulan informasi PBB yaitu apakah hal itu
merupakan proses satu arah saja. PBB memperoleh informasi, dan LSM
tidak memperoleh apapun sebagai imbalannya. Baik pekerja-pekerja
PBB dan pemerintah memperoleh manfaat yang banyak dari pemikiran-
pemikiran dan informasi tertentu yang diberikan oleh LSM-LSM. Oleh
karena itu, pertukaran informasi harus lebih terbuka. Pintu dari
sekretariat DMT harus terbuka untuk LSM-LSM
Masukan LSM-LSM itu ke dalam aktivitas-aktivitas kesiapan.
Pemerintah-pemerintah mungkin setuju dan bahkan menyambut
kesempatan untuk bekerja sama dengan LSM-LSM. Walaupun demikian,
yakinlah bahwa antusiasme pemerintah untuk memasukkan satu LSM ke
dalam rencana kesiapan bukanlah suatu tindakan untuk membatasi
aktivitas-aktivitas LSM. Baik pemerintah maupun LSM harus memastikan
bahwa agenda-agenda mereka tidak harus dikompromikan.
Perlu dipertimbangkan saran-saran yang jga berkaitan untuk memasukan
donor-donor bilateral ke dalam rencana implementasi.
Pastikan bahwa para donor mengetahui. Dalam rencana kesiapan
bencana, akan ada focal point yang secara resmi ditetapkan di pihak
pemerintah yang akan memonitor kontribusi bantuan yang masuk
kedalam negara. Meskipun demikian, informasi itu mungkin saja tidak
bisa masuk. Pada saat terjadi emergensi, UN DMT harus bertemu secara
reguler dengan para donor untuk memastikan bahwa mereka tahu apa
yang diperlukan, apa yang sudah tiba dan status dari pelabuhan-
pelabuhan, lapangan udara dan jalur-jalur distribusi lainnya.
Lakukan briefing-briefing kesiapan bencana. Bahkan sebelum para do-
nor memberikan bantuan, pastikan mereka tahu prosedur-prosedur yang
ditetapkan sebelumnya dalam rencana kesiapan bencana tentang
bagaimana pengkajian-pengkajian akan dibuat dan bagaimana himbauan-
himbauan berikutnya akan dikeluarkan. Pastikan bahwa para donor tahu
bagaimana bantuan harus dikirim, sesuai dengan rencana kesiapan bencana.

57
KESIAPAN
BENCANA

STUDI KASUS
Mitigasi dan Kesiapan Kekeringan – Pendekatan di India pada tahun 1987

India terletak antara Garis lintang 3 dan 8 derajat Implementasi dari program-program bantuan
sebelah utara dan garis bujur 88 dan 97 derajad kekeringan ini dimonitor hampir setiap hari oleh
sebelah timur. Daerah Cancer Tropis melewati Kelompok Manajemen Krisis di bawah Komisi
bagian tengah negara itu. Enam puluh delapan Bantuan Pusat. Panitia-panitia bantuan tingkat
persen dari negara itu menerima curah hujan kurang negara mengarahkan implementasi dari proyek-
dari 1125 mm setiap tahunnya, yang membatasi proyek itu dan mengkoordinasikan departemen-
potensi pertanian bahkan dalam tahun-tahun normal. departemen yang sesuai.
Sebagian besar hujan (73%) jatuh pada musim hujan
barat daya dari bulan Juni sampai dengan Septem- Pertanian : tahap-tahap berikut ini dilakukan untuk
ber. memperbaiki prospek-prospek pertanian di daerah-
daerah yang terlanda kekeringan dan mempertahan-
Kekeringan tahun 1987 kan kerugian-kerugian tanaman pangan seminimal
mungkin. Panen tahun 1987 hanya 3,5 % lebih kecil
Gagalnya curah hujan angin barat daya
dibandingkan panen tahun sebelumnya.
menyebabkan musim-musim kering yang
berkepanjangan di India bagian barat dan sangat 1. Suplai biji gandum secara tepat waktu
mempengaruhi produksi pertanian, yang diberikan ke Bihar, Jammu dan Kashmir untuk
mengakibatkan bencana kekeringan serius yang ke panen Rabi ( panen musim dingin ).
empat dalam abad ini. Hasil tanaman rusak dalam 2. Perolehan kredit difasilitasi lewat pinjaman
satu daerah seluas 59 juta ha yang menyebar di lebih yang fleksibel oleh Bank Pertanian Nasional
267 daerah dan 22 negara bagian. Dari 285 juta or- dan Bank Pembangunan.
ang yang terkena dampak dari kekeringan itu, hampir 3. Korporasi Listrik Pedesaan menyambung
92 juta dimilki oleh kelompok-kelompok yang rentan 150.000 pompa-pompa air.
yang termasuk para petani subsisten dan buruh- 4. Pembangkit listrik diperbaiki oleh pembangkit
buruh tani. Kekeringan terburuk sebelumnya terjadi listrik lokal dan suplai tenaga listrik yang tidak
pada tahun 1965 ketika India harus mengimpor biji- terputus disediakan untuk sektor pertanian
bijian untuk mengurangi munculnya kelaparan. selama 8-10 jam setiap harinya. Bahan-bahan
bakar lain juga disuplai.
Respon organisasi : Pada pertengahan bulan Juli
5. Petunjuk-petunjuk untuk produksi sayur-
tahun 1987, ketika kelihatannya kondisi-kondisi
sayuran juga disuplai.
kekeringan mungkin akan membawa dampak serius
terhadap pertanian, Pemerintah India mengambil Penciptaan lapangan kerja: dampak yang paling
inisiatif untuk mengurangi dampak-dampaknya dan mendesak dari kekeringan itu adalah pada
bukannya menunggu permintaan bantuan. Suatu pendapatan dari keluarga-keluarga pedesaan.
Komite Menteri untuk Kekeringan didirikan dan suatu Menyediakan peluang-peluang pekerjaan kepada
Rencana Tindakan dikembangkan. Rencana itu orang-orang yang terkena bencana ini menjadi
mencakup : prioritas utama. Dengan demikian, 52 % dari dana
• persiapan jatah air untuk mengoptimalkan bantuan kekeringan masuk ke dalam penciptaan
penggunaan cadangan-cadangan air dan peluang kerja, terutama untuk pekerjaan-pekerjaan
sumber daya air tanah yang berkaitan dengan mitigasi kekeringan. Sebagian
• rencana-rencana perkiraan untuk meminimalisir dari upah-upah kerja tersebut dibayar dalam bentuk
kerugian-kerugian hasil tanaman biji-biji makanan untuk menambah makanan
• penyediaan air minum kepada populasi- keluarga-keluarga para pekerja.
populasi yang terkena bencana
• memperkuat sistim pengiriman pangan Upaya-upaya kerja diarahkan pada konstruksi kolam-
• tindakan-tindakan kesehatan umum termasuk kolam, pipa-pipa, kanal-kanal lapangan dan jalan-
menyediakan gizi tambahan bagi anak-anak jalan maupun konservasi tanah dan pemanenan air.
Untuk memperbaiki produksi pertanian masa
yang rentan
mendatang, pemerintah meluncurkan 54 proyek
• perkiraan-perkiraan untuk menyediakan
irigasi besar di 14 negara bagian yang terlanda
makanan ternak yang mencukupi dan gizi-gizi
kekeringan untuk menciptakan suatu tambahan lahan
untuk ternak.
irigasi seluas 133.000 ha.

58
KESIAPAN MELAKSANAKAN
3

BAGIAN
BENCANA RENCANA-RENCANA
KESIAPAN BENCANA

Lanjutan STUDI KASUS

Kampanye informasi : Kampanye informasi skala makanan yang efektif, mobilisasi komunitas,
luas dilakukan oleh berbagai pers, kementerian tindakan-tindakan inovatif oleh instansi-instansi
penerangan dan badan-badan radio untuk lapangan dan kemajuan-kemajuan dalam bidang
menciptakan kesadaran umum meyangkut dampak pertanian, irigasi dan keamanan pangan.
dari kekeringan dan tindakan-tindakan bantuan yang 2. Ketika tindakan-tindakan pertolongan sudah
dilakukan. Program-program khusus untuk diterima sebagai suatu hal yang tidak bisa
memperbaiki pengetahuan akan mitigasi kekeringan dihindari lagi, sumber daya yang memadai harus
juga disiarkan. Langkah-langkah aktif diambil untuk diprogramkan pada tingkat operasional untuk
mendaftar para relawan untuk membantu program- memastikan respon yang tepat waktu. Dengan
program pertolongan. Sebagai contoh, relawan- sumber daya yang sekarang diprogramkan pada
relawan mendistribusi-kan makanan ternak dan air tingkat negara lewat CRF, respon harus bisa lebih
minum di daerah-daerah yang terlanda bencana. cepat lagi dan lebih efektif.
Penguatan mekanisme institusi : karena 3. Penciptaan peluang pekerjaan dalam periode
dahsyatnya kekeringan tahun 1987, negara-negara kekeringan adalah sarana dasar memenuhi
bagian yang terlanda kekeringan harus mencari pendapatan dan daya beli bagi bagian-bagian
bantuan finansial dari Pemerintah India masyarakat yang telah kehilangan sarana
guna menanggulangi pengaruh-pengaruhnya. normalnya sebagai petani subsisten. Akan tetapi,
Keputusan-keputusan menyangkut penggunaan lingkungan ekonomi masyarakat yang terus
uang memerlukan waktu antara 30-45 hari. Setelah menerus berubah, menjadikan rumit pengkajian
kejadian kekeringan itu, Dana Pertolongan Bencana masalah-masalah kebutuhan pekerjaan di
didirikan di setiap negara bagian. Negara-negara itu daerah-daerah yang berbeda. Sebagian warga
menarik dana untuk memenuhi keperluan-keperluan desa bergeser dari ketergantungan pada
mendesak untuk pertolongan bencana, dan pendapatan bertani ke kesempatan-kesempatan
rehabilitasi dan rekonstruksi setelah terjadinya lain untuk mendapatkan penghasilan karena
bencana-bencana itu. Sisa dana yang tidak adanya pembangunan ekonomi dan mungkin
digunakan setiap tahunnya dimasukan ke dalam karena terjadinya kekeringan itu sendiri.
tahun berikutnya untuk waktu lima tahun dan setelah Penciptaan ketrampilan-ketrampilan untuk
itu sisa-sisa dana tersebut bisa dipakai sebagai populasi-populasi rawan kekeringan, lewat
sumber daya pembangunan. partisipasi dalam aktivitas-aktivitas pembangunan
nasional seperti program melek huruf untuk or-
Perspektif-perspektif yang tumbuh ang dewasa dan program-program kesadaran
nasional, diperlukan untuk membantu kelompok-
1. Pengalaman India merupakan kesaksian tentang
kelompok yang rentan untuk berpindah ke
keefektifan formulasi pembangunan dan
pekerjaan-pekerjaan baru ketika pembangunan
kebijakan-kebijakan kesiapan untuk memenuhi
ekonomi terus berlangsung
bencana-bencana alam yang dapat diramalkan.
Perbandingan kekeringan tahun 1965 dan 4. Pengalaman tahun 1987 memperjelas
kekeringan tahun 1987 menunjukkan bahwa pentingnya penyebar-luasan informasi yang
akibat-akibat yang muncul dari pembangunan terkait dengan kekeringan dan bantuan relief.
dalam tahun-tahun sementara membantu Kepuasan umum dengan bantuan itu
menghindari kemiskinan yang dahsyat pada bergantung sebagian besar tentang persepsi
tahun 1987 yang terjadi pada tahun 1965. Inilah dari kecekatan administrasi baik dalam bidang
kenyataannya meskipun kekeringan tahun 1987 kualitas dan kuantitas. Juga diperjelas
lebih dahsyat dan mempengaruhi dua kali lebih pentingnya input dari non-pemerintah dan
banyak dari jumlah desa dan penduduk. Hasil- penggunaan relawan untuk melaksanakan dan
hasil pembangunan mencakup: sistim peringatan memonitor operasi-operasi pertolongan.
dini, kerangka kerja kebijakan yang jelas dan Mekanisme untuk memfasilitasi input ini harus
mekanisme institusi untuk melakukan program- dilembagakan.
program pertolongan, suatu sistim pengiriman

Sumber : B. Narisimhan, Manajemen Kekeringan: Suatu Pendekatan India pada tahun 1987, Departemen
Koperasi dan Pertanian, Kementrian Pertanian, New Delhi.

59
KESIAPAN
BENCANA

RINGKASAN
Ketika memperkenalkan strategi-strategi kesiapan bencana atau rencana-
rencana kepada pejabat-pejabat pemerintah, penting untuk menyadarkan
para pejabat tersebut tentang keuntungan-keuntungan dari kesiapan bencana:
bahwa rencana kesiapan bencana yang efektif akan bisa melindungi
pembangunan, memasukkan mitigasi bencana, memperkuat infrastruktur
lokal dan menggunakan tekanan pada donor-donor yang biasa membantu.

Penting untuk menetapkan basis informasi yang dapat diandalkan agar bisa
menyiapkan rencana kesiapan bencana yang efektif. Sistim-sistim informasi
berikut ini sangat direkomendasikan: pengkajian-pengkajian kerentanan;
program-program informasi gabungan ( antara PBB dan perwakilan-
perwakilan pemerintah ); mekanisme-mekanisme pengecekan kembali agar
dapat memisahkan data-data yang saling bertentangan yang mungkin
muncul; dan proses-proses pengkajian gabungan ( dengan pemerintah, PBB,
LSM-LSM dan jaringan-jaringan lokal ) agar dapat mengurangi upaya-upaya
duplikasi, meningkatkan kadar konsensus tentang kerusakan dan kebutuhan-
kebutuhan, dan menjamin pengesahan bersama dari proposal bantuan
apapun.

Juga penting untuk mendefinisikan struktur-struktur institusi yang tepat


yang akan bertanggung jawab terhadap perancangan rencana, gladi
implementasi dan evaluasi. Peran-peran dan fungsi-fungsi dari para petugas
yang bertanggung jawab harus diidentifikasikan. Dibutuhkan rencana-
rencana untuk mengkoordinir upaya-upaya dari semua kementerian yang
sudah ditentukan dan prosedur-prosedur untuk memasukan LSM-LSM.
Mekanisme-mekanisme untuk menentukan jumlah dan tipe bantuan yang
harus diberikan haruslah ditetapkan. Penting diingat bahwa keterlibatan
lokal dan regional digabungkan ke dalam proses perencanaan kesiapan
bencana pada semua tahapan. Hal ini memerlukan variasi-variasi dan
fleksibilitas dalam strategi-strategi perencanaan agar dapat memenuhi
kondisi-kondisi khusus dari daerah-daerah tertentu

Tariklah semuanya bersama-sama

Modul ini telah mereview luas dan cakupan dari kesiapan bencana. Anneks
1 dapat digunakan sebagai alat untuk tidak saja mereview perihal ini akan
tetapi juga untuk membantu menyusun apa yang terdapat dalam satu rencana
kesiapan bencana. Latihan yang bermanfaat adalah mereview setiap hal
dalam daftar untuk menentukan apakah informasi ada di negara Anda dan
di mana mendapatkan informasi itu. Jika informasi itu tidak ada atau tidak
muncul, mengisi celah itu akan menjadi suatu langkah penting dalam
melaksanakan kesiapan bencana.

60
Annex 1
Checklist

Daftar informasi dasar yang diperlukan oleh UN-DMT1


Daftar ini sering menunjuk pada agen atau “kontak- Spesifikasi-spesifikasi umum untuk jenis sumber
kontak” organisasi. Untuk memutakhirkan informasi , daya energi yang biasanya lebih disukai untuk
Anda harus mempunyai semua kontak: kendaraan ( diesel atau bensin) dan generator-gen-
• nama erator dan pompa-pompa (diesel atau listrik)
• alamat kantor dan telepon, fax, dan Prioritas-prioritas umum untuk pembangunan
nomot teleks kembali infrastruktur dan pelayanan
• alamat rumah dan nomor telepon Kebijakan-kebijakan dan pengaturan-pengaturan
• alamat e-mail, jika orang itu untuk mengimpor suplai bantuan emergensi, seperti
mempunyainya pengaturan-pengaturan untuk pembebasan biaya dan
Anda harus mempunyai informasi yang sama untuk pajak atau surat keterangan penerbangan
setiap pengganti atau wakil pertolongan khusus.

Struktur-struktur pemerintah
Profil bencana negara
untuk peringatan dan respon
emergensi
Sejarah dari insiden dan ukuran tipe-tipe bencana
khusus di daerah-daerah yang berbeda; dampak- Kontak yang bertanggung jawab untuk peramalan
dampaknya terhadap populasi dan ekonomi. semua bahaya nasional dan sistim-sistim peringatan.
Tipe-tipe emergensi dan bantuan pasca bencana yang Kontak pemerintah ( dan wakilnya) yang biasanya
disediakan dari semua sumber daya di masa lampau; bertanggung jawab untuk manajemen pertolongan
kefektifan dari bantuan yang diberikan terhadap emergensi dan operasi-operasi bantuan pasca
masalah-masalah yang dihadapi – “pelajaran- bencana dalam badan koordinasi pusat, jika
pelajaran” yang didapat memang ada. Kontak dalam individu kementerian.
Jenis-jenis kebutuhan yang oleh karenanya dapat Alamat dan nomor-nomor telepon/fax/teleks dari
diantisipasi di daerah-daerah dan keadaan-keadaan setiap pusat koordinasi bencana nasional, dan
khusus, dan jenis-jenis intervensi bantuan yang
apakah dan bagaimana para pegawai donor asing
mungkin diperlukan..
akan mempunyai akses ke pusat selama masa
POLICES emergensi.
Kebijakan-kebijakan nasional, tujuan-
Prosedur-prosedur yang ditetapkan ( tingkat lokal
tujuan dan standar-standar
dan nasional ) untuk menilai kerusakan, kebutuhan
dan sumber daya yang mengikuti dampak dari satu
Kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan bencana.
permohonan, penerimaan dan penggunaan bantuan Kontak-kontak dalam badan manajemen bencana
internasional, termasuk personil luar nasional atau kementeriansektoral yang
Otoritas yang didelegasikan ke institusi-institusi bertanggung jawab untuk mengatur dan
lokal, dan peran-peran yang mungkin dari LSM- memastikan :
LSM nasional dan agen-agen bantuan luar - Koordinasi dan hubungan dengan komunitas
Kebijakan-kebijakan ( baik”apakah” dan internasional ( Sistim PBB, kedutaan, LSM )
“bagaimana” ) menyangkut vaksinasi, distribusi obat - Operasi SAR
pencegah penyakit, perawatan anak-anak tanpa or- - Penilaian dan survey pasca bencana
ang tua, dan penyelamatan barang-barang. - Bantuan suplai pangan, di mana dibutuhkan
Kebijakan-kebijakan dan kriteria untuk setiap - Medis dan perawatan pencegahan kesehatan
distribusi bantuan: apakah tidak bayar, untuk dijual - Suplai-suplai air
atau kredit; apa, jika ada, perbedaan yang harus - Sanitasi lingkungan
didorong di dalam dan diantara sub-kelompok yang - Tempat perlindungan emergensi dan suplai-suplai
berbeda. pertolongan yang lain
Tujuan-tujuan khusus dan standar-standar yang harus - Komunikasi
diterapkan terhadap skala-skala perbandingan untuk - Pelayanan logistik ( transpor, penyimpanan dan
pangan dan air, dan distribusi apapun dari bahan-bahan penanganan )
tempat untuk berlindung dan suplai-suplai rumah - Manajemen informasi ( termasuk catatan dan
tangga. laporan )
Spesifikasi dari jenis-jenis makanan dan komoditas - Keamanan
lain yang memadai dan dapat diterima sebagai Peran dari angkatan bersenjata nasional dan
barang sumbangan, dan yang tidak dapat diterima. hubungan antara sipil dan militer dalam
mengarahkan operasi-operasi.
Sumber : MANUAL MANAJEMEN BENCANA UNDP/UNDRO ( MEI 1991 )
1

61
KESIAPAN
BENCANA

Organisasi-organisasi bantuan nasional dan Sumber daya : material dan manusia


eksternal “Sumber daya” termasuk suplai-suplai dan pelayanan-
Kontak-kontak pada lembaga-lembaga donor dan pelayanan yang dapat dimobilisir dalam negara untuk
kedutaan utama, potensi kontribusi dari pemerintah- emergensi dan operasi bantuan pasca bencana. Potensi
pemerintah dan organisasi-organisasi mereka sampai sumber daya mencakup badan-badan pemerintah,
operasi-operasi bantuan pasca bencana, dan sumber perusahaan-perusahaan komersial ( lokal atau di negara
daya yang mereka punyai apabila diperlukan dalam tetangga ), LSM-LSM dan organisasi bantuan lain dan
waktu singkat secara lokal. proyek-proyek pembangunan yang beroperasi di atau
Kontak-kontak pada Masyarakat Palang Merah , dekat daerah-daerah yang berresiko.
Bulan Sabit Merah nasional dan LSM-LSM utama,
potensi kontribusi mereka terhadap emergensi dan
Medis/perawatan kesehatan2
operasi-operasi bantuan pasca bencana, dan sumber
Rumah sakit, klinik dan fasilitas-
daya ( manusia, barang, dan keuangan ) yang mereka
fasilitas kesehatan yang lain: jumlah
punyai apabila ada panggilan yang mendadak.
tempat tidur, ambulans, tingkat
Base-line data pada setiap daerah rawan bencana ketersediaan perlengkapan khusus,
yang berbeda jumlah dokter terlatih, perawat dan
Rincian demography: lokasi, ukuran dan pembantu perawat; kontak-kontak
karakteristik sosioekonomi masyarakat, termasuk pada semua fasilitas.
rata-rata ukuran keluarga, sumber daya dan tingkat Stok dan sumber daya suplai medis: nama, alamat,
pendapatan, dan pola-pola tradisional dari migrasi dan nomor telepon, fax, teleks dari semua
musiman penyimpanan suplai medis; pabrik farmasi dan
Struktur kepemimpinan formal dan informal, suplai-suplai; dan laboratorium yang memproduksi
pertimbangan-pertimbangan agama atau sosial vaksin dan serum.
khusus, proses dukungan masyarakat tradisional
pada saat ada bencana, dan hal-hal tabu apapun Suplai pangan
Kondisi iklim umum, termasuk temperatur siang hari Lokasi, kapasitas, dan tingkat stok normal dari
dan malam hari pada saat yang berbeda-beda dalam penyimpanan pangan; nomor telepon/fax/teleks dari
satu tahunnya. dewan-dewan pemasaran pemerintah, departemen-
Kebiasaan-kebiasaan pangan lokal, termasuk departemen suplai pangan, pengimpor komersial,
praktek-praktek penyapihan, dari berbagai kelompok grosir pangan, dan donor bantuan pangan.
sosio ekonomi Rincian dari program-program distribusi dan
Status gizi anak-anak yang “normal”, termasuk perbandingan pangan yang ada ( termasuk pangan
variasi-variasi musiman yang normal. untuk kerja ), pengaturan-pengaturan organisasi
Penyakit-penyakit endemi ke daerah, termasuk pola-
mereka, prosedur, dan kapasitas untuk memenuhi
pola morbiditas dan mortalitas yang muncul.
kebutuhan emergensi.
Sumber daya air yang normal: sumber daya dan
metode-metode pencabutan; perawatan; dan
distribusi. Gizi dan epidemiologi3
Sistim suplai pangan dan produksi lokal: jenis, siklus Alam, lokasi, dan kapasitas dari
produksi musiman dan panen-pane normal baik dari aktivitas-aktivitas rehabilitasi
tanaman utama dan kebun-kebun kecil, dan tingkat gizi ( pemberian pangan untuk
pertahanan stok di sawah rata-rata. terapi ); pengaturan-pengaturan
Pengoperasian pelayanan-pelayanan ( resmi dan organisasi mereka, prosedur-
tidak resmi ): kesehatan, pendidikan, pembangunan prosedur, dan kapasitas untuk memenuhi kebutuhan.
pedesaan, pekerjaan umum, dan kesejahteraan sosial. Tingkat dan validitas dari survey status gizi atau
Hal ini harus mencakup lokasi dan sifat khusus dari program-program pengawasan; sumber daya dalam
pelayanan-pelayanan yang disediakan dan personil negara akan ahli gizi ( dengan pengalaman lapangan
yang dipekerjakan. yang relevan )
Cakupan dan kondisi umum dari infrastruktur, Lokasi dan kapasitas ahli survey dan pengawasan
termasuk jalan-jalan, telekomunikasi, dan suplai yang terkait dengan program pengendalian penyakit
listrik. menular.

2.
Informasi ini harus dipastikan oleh staf WHO dalam konteks profil-profil kesiapan yang dikeluarkan oleh kantor pusat WHO.
3.
Aspek-aspek gizi mungkin tidak menjadi prioritas segera setelah terjadinya bencana alam yang mendadak, akan tetapi aspek-
aspek tersebut penting dalam semua situasi emergensi dari semakin lamanya periode kejadian, khusunya kekeringan,
kelaparan, dan dalam semua kasus yang melibatkan pemindahan populasi.

62
Annex 1
Checklist

Suplai air, kesehatan dan sanitasi lingkungan


Nama, alamat, nomor telepon/teleks Komunikasi
dari para produsen, grosir besar, dan ritel Kontak-kontak dalam otoritas
outlet untuk jenis-jenis suplai berikut, yang bertanggung jawab untuk penetapan
termasuk lokasi dan tingkat stok biasa pelayanan-pelayanan telekomunikasi, termasuk
pada inventaris : perbaikan dari sistim-sistim yang normal dan
- Pompa air, tangki, pipa dan fitting. instalasi-instalasi dari jaringan-jaringan radio
- Mobil tangki untuk disewakan atau dibeli. temporer, di mana diperlukan.
- Kapur atau bahan kimia lain untuk pembasmi Kebijakan-kebijakan yang menyangkut penggunaan
kuman air. perlengkapan komunikasi oleh tim-tim internasional
- Sabun batangan, detergen, dan disinfektan. dan organisasi-organisasi bantuan
- Materi-materi untuk membangun kakus-kakus
temporer. Sistim logistik dan fasilitas
- Suplai-suplai dan perlengkapan untuk operasi Pertimbangan logistik termasuk detail dari jalur-jalur
pengendalian vektor. transportasi dan kapasitas-kapasitas normal menuju dan
Jumlah dari suplai-suplai yang biasanya tersedia di dalam daerah-daerah rawan bencana, dan pengetahuan
gudang pemerintah di lokasi-lokasi khusus. dari masalah-masalah logistik khusus yang mungkin
Tersedianya unit-unit perawatan air dan generator dihadapi untuk memindahkan suplai-suplai setelah
yang mobil melalui militer atau kontraktor- terjadi satu bencana.
kontraktor besar. Jalan
Sumber daya personil terlatih dan alat-alat untuk - Mempunyai peta-peta yang paling baik
melakukan perbaikan yang cepat atau untuk - Mengidentifikasi jalur-jalur jalan penting dan
membangun instalasi baru atau temporer. jalur-jalur alternatif terbaik
- Menandai batasan muatan pada truck ( misalnya
Tempat perlindungan emergensi dan materi-materi kapasitas-kapasitas muatan jembatan dan kapasitas
pertolongan gerakan ferry ), dan setiap tempat yang rentan
nama., alamat, nomor telepon/teleks dari produsen, terhadap munculnya banjir dan tanah longsor.
grosir besar, dan outlet ritel untuk jenis-jenis berikut Kapasitas truck
dari suplai, termasuk lokasi dan tingkat stok umum - Armada pemerintah: jumlah dan kondisi truck dari
pada inventaris: jenis-jenis khusus dan kapasitas-kapasitas di
- Tenda-tenda multi guna, terpal, lembaran departemen yang berbeda dan lokasi-lokasi yang
polythene tebal. mungkin tersedia untuk mengangkut suplai-suplai
- Lembar atap bergelombang, kayu, semen pertolongan.
- Selimut. - Kapasitas komersial,
- Periuk-periuk untuk memasak dan peralatan kontak-kontak pada
( ukuran rumah tangga, dan ukuran institusi untuk kontraktor-kontraktor
dapur-dapur umum ). transpor swasta yang dapat mengoperasikan ke
Jumlah dari suplai-suplai ini yang biasanya tersedia atau didalam dearah-daerah yang dimaksud,
di gudang pemerintah di lokasi-lokasi khusus. termasuk detail dari armada mereka, lokasi-lokasi
dari kantor-kantor mereka dan fasilitas-fasilitas
Perlengkapan konstruksi perawatan, dan rate normalnya.
Nama, alamat, nomor telepon/teleks dari kontraktor Kereta api
bangunan dan jalan, termasuk jumlah kira-kira dari - Jalur kereta, kapasitas gerbong, dan batasan-
buldozer mereka, alat penarik, kerekan, crane, batasan muatan pada berbagai jalur.
dongkrak hydrolis, generator yang bisa dipindah- - Kapasitas pergerakan harian pada berbagai jalur,
pindahkan, dan pompa. dan jumlah lokomotif dan gerbong yang mungkin
Orang yang bisa dikontak dari sumber pemerintah tersedia dalam setiap musim.
untuk tipe-tipe peralatan yang sama sebagai contoh - Kemampuan untuk bisa diandalkan dan kendala-
dalam Kementerian Pekerjaan Umum atau kendala operasional, termasuk setiap tindakan
Pertahanan. yang mungkin dilakukan untuk memperbaiki
pelaksanaannya.

63
Pelabuhan sungai dan laut Kapal terbang dan transportasi udara
- Kedalaman pelabuhan, panjang dermaga, - Pemerintah : jumlah dan jenis kapal udara dan he-
perlengkapan untuk menangani muatan licopter yang mungkin tersedia untuk mengangkut
- Kapasitas pengiriman setiap harinya, dan pola- personil dan suplai pertolongan; perkiraan biaya
pola musiman dari ekspor dan impor. operasi dari militer dan helikopter dan kapal
- Ukuran dari daerah-daerah penyimpanan yang terbang pemerintah.
terbuka dan tertutup, dan jumlah normal yang - Perusahaan penerbangan nasional dan perusahaan-
tersedia pada musim-musim yang berbeda-beda. perusahaan lain : jumlah dan jenis helikopter dan
- Kapasitas lepas landas normal: jalan dan rel kapal terbang yang mungkin tersedia untuk
Kapal sungai dan pantai mengangkut personil dan suplai pertolongan ;
- Kapal pemerintah : jumlah dan kondisi perahu, perkiraan biaya charter.
kapal penarik dan kapal tongkang ( jenis khusus Penyimpanan dan penanganan
dan kapasitasnya ) di lokasi-lokasi berbeda yang - Gudang pemerintah : lokasi,
bisa tersedia untuk operasi penyelamatan atau ukuran, dan jenis
untuk mengirim suplai pertolongan. penyimpanan di daerah-
- Kapasitas komersial : kontak-kontak dengan daerah berbeda yang
kontraktor pengapalan swasta yang dapat bisa tersedia untuk suplai
beroperasi ke atau di dalam daerah-daerah yang pertolongan; kondisi tempat penyimpanan secara
dimaksud, termasuk detail tentang armada mereka umum, tingkat keamanan, akses ke jalan dan
dan kecepatan normalnya. transportasi kereta, tersedianya palet, truck tangan,
Lapangan udara dan landasan pacu forklift, dan kecukupan staf dan sistim pencatatan
- Lokasi-lokasi dan panjang yang persis, lebar, - Gudang swasta: seperti di atas untuk tempat
permukaan dan klasifikasi muatan dari landasan penyimpanan yang mungkin bisa diakuisisi
kapal terbang di daerah yang terkena bencana. kembali atau disewa.
- Jenis kapal terbang yang paling besar yang dapat Cadangan bahan bakar ( diesel atau bensin )
beroperasi. - Lokasi, kapasitas, dan tingkat
- Cadangan bahan bakar ( avgas dan stok normal dari pemerintah
bahan bakar jet ) dan depot-depot penyimpanan
- Navigasi dan bantuan bahan bakar komersial;
pendaratan, dan jumlah pengaturan-pengaturan bahan
jam yang terbuka untuk bakar mana yang dapat ditarik
penerbangan, atau dikirim dari depot-depot itu.
Penanganan kargo,
kapasitas penyimpanan dan perlengkapan.

64
Anneks 2
Akronim

ANNEKS 2

AKRONIM
DHA Departemen Urusan Kemanusiaan

DMTP Program Pelatihan Manajemen Bencana

FAO Organisasi Pertanian dan Pangan

NGO Organisasi Non Pemerintah

UNDP Program Pembangunan Perserikatan Bangsa Bangsa

UN-DMT Tim Manajemen Bencana Perserikatan Bangsa Bangsa

UNDRO Organisasi Bantuan Bencana Perserikatan Bangsa Bangsa


(sekarang Departemen Urusan Kemanusiaan- Jenewa )

UNHCR Komisi Tinggi untuk Pengungsi Perserikatan Bangsa Bangsa

UNICEF Dana Anak- Anak Perserikatan Bangsa Bangsa

WFP Program Pangan Dunia

WHO Organisasi Kesehatan Dunia

65
Anneks 3
Resources List

ANNEKS 3

BACAAN TAMBAHAN
Brown, Barbara. Disaster Preparedness and the United Nations: Advance Planning for Disaster
Relief. New York: Pergamon Press, 1979.

Carter, Nick. Disaster Management: A Disaster manager’s Handbook. Manila: Asian Development
Bank, 1991.

Cuny, Fred. Disaster and Development. Oxford: Oxford University Press, 1983.

Jones, J.T. Disaster Planning and Preparedness Towards the Year 2000: The Importance of the Local
Community Needs. Geneva: World Health Organization, 1988

Organization of Amrica States. Primer on Natural Hazard Management in Intergrated Regional


Development Planning. Washington DC: Organization of America States, 1991.

Thompson, Paul. Disaster Preparedness. Madison: Disaster Management Center, 1987.

UNDRO. Disaster Prevention and Mitigation. Vol. 11, Preparedness Aspects. New York: United
Nations, 1984.

United Nations Environment Programme. Awareness and Preparedness for Emergencies at the Local
Level: A Process for Responding to Technological Accidents. Geneva: United Nations Environ-
ment Programme, 1988.

World Health Organization. Emergency Preparedness and Respon. Geneva: Worlds Health
Organization.

66