Anda di halaman 1dari 30

MODUL INDIKATOR KINERJA ANGKUTAN UMUM

BAB 1 PENGANTAR
PENDAHULUAN Operasi sistem angkutan yang efisien dan efektif membutuhkan kerangka kerja yang memungkinkan dilakukannya monitoring, evaluasi dan penyesuaian. Kerangka kerja ini terdiri dari standart dan indikator kinerja, dimana keduanya memungkinkan evaluasi yang efektif dari suatu sistem pelayanan yang sudah ada atau yang akan dibuat. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta dapat mengetahui dan memahami cara mengevaluasi kinerja suatu sistem pelayanan angkutan umum. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS Memahami konsep kinerja jaringan pelayanan angkutan umum Memahami konsep kinerja pelayanan angkutan umum Memahami konsep kinerja kepengusahaan angkutan umum URAIAN MATERI POKOK Konsep Dasar Kinerja Angk !an U" " De#inisi Konsep kinerja disini mencakup dua arti, yaitu efektifitas dan efisiensi. Efektifitas meliputi penilaian terhadap hasil dari suatu sistem pelayanan sedangkan efisiensi merupakan ukuran penilaian terhadap cara atau alat untuk mencapai hasil tersebut. Ukuran efektifitas digunakan untuk membandingkan hasil akhir dan dampak pelayanan terhadap obyektif yang telah ditetapkan. Sedangkan ukuran efisiensi digunakan untuk mengevaluasi suatu sistem dengan cara membandingkan hasil dengan usaha yang dilakukan untuk memperoleh hasil tersebut. ada dasarnya, peningkatan efisiensi dapat diartikan sebagai cara untuk meminimasi biaya ! cost " Untuk menilai atau mengukur obyek suatu sudut pandang, digunakan indikator, yaitu sebagai alat untuk menunjukkan kualitas
1

obyek yang akan dievaluasi. #ndikator umumnya berbentuk ratio !angka perbandingan" yang terdiri dari angka$angka yang diperoleh dari sistem informasi maupun data base, baik dari segi keuangan !biaya, pendapatan" maupun dari segi operasional !jumlah perjalanan, %aktu tempuh" Ap$ikasi Pa%a Jaringan Angk !an U" " &agi penyelenggara angkutan umum !agen" maupun pembuat keputusan, ukuran kinerja merupakan hal yang sangat penting, yaitu untuk ' Menunjukkan apakah ada pengelola angkutan umum mengelola jaringannya dengan benar ! efisien " Menilai apakah jaringan tersebut efektif sesuai dengan obyektif yang telah ditetapkan Menilai pengaruh jaringan terhadap lahan lain yang terkena dampak In%ika!or Kinerja %an Pengar & D a perspek!i# Dasar In%ika!or #ndikator kinerja dapat dikelompokkan dalam ' #ndikator bagi efisiensi sistem #ndikator bagi efektifitas sistem #ndikator efisiensi didefinisikan sebagai hubungan antara biaya !sebagai input" dengan pelayanan ( operasi !sebagai output". )ermasuk dalam indikator efisiensi ini adalah indikator efisiensi sistem secara keseluruhan, pemanfaatan resourse serta pemanfaatan armada. #ndikator efektifitas secara umum menggambarkan kemampuan operasi angkutan umum untuk memenuhi obyektif yang telah ditetapkan.

MODUL INDIKATOR KINERJA ANGKUTAN UMUM

De$apan Perspek!i# Kinerja *elapan pihak yang berkaitan dengan Kinerja +ngkutan Umum, yaitu ' engelola angkutan umum engelola kota embuat kebijakan erencana daerah engelola sistem lalu lintas emerintah pusat dan daerah !koordinasi" engguna angkutan umum Masyarakat peneliti Para"e!er %an Da!a Kinerja *alam evaluasi kinerja, cara pendekatan untuk mendesain data maupun mengumpulkan data yang merupakan hal yang sangat penting karena indikator hanya berlaku untuk data dan informasi yang digunakan untuk menetukan indikator tersebut. Selain itu juga karena pembuatan data $ base merupakan pekerjaan yang sangat memakan %aktu dan biaya. *ata yang menggambarkan sistem transportasi dapat diperoleh dari dua sumber, yaitu dari administrasi dan sistem akutansi keuangan dari , market , transportasi. In%ika!or Kinerja %an Pengg naann'a #ndikator kinerja berguna untuk memprediksi dampak dari suatu keputusan, selain itu juga untuk memonitor bagian dari suatu sistem yang berada dalam keadaan kritis dan membutuhkan suatu tundakan . #ndikator memiliki keterbatasan $ keterbatasan karena indikator bersifat uni-ue untuk tiap$tiap sistem dan memeiliki perbedaan dalam prosese perencanaan maupun pengembilan keputusannya. Oleh karenanya, indikator perlu dibuat dalam suatu paket dan disesuaikan dengan lingkunga dari sistem. *alam pemanfaatannya indikator kinerja, salah satunya sebagai alat pembanding bagi operator operator di daerah yang berbeda, perlu dilakukan penyesuaian terhadap kondisi lokal daerah masing masing. Sehingga indikator tersebut tidak salah diterjemahkan. Kondisi lokal meliputi ' Ukuran dan kepadatan kota

.atio pemilikan kendaraan Modal split !penggunaan jenis moda" Kapasitas jaringan jalan Kebijakan parkir .atio jam sibuk Sistem tarif eraturan ketenagakerjaan /arak antar perhentian bis /enis pelayanan Kondisi geografi 0aktor sejarah
RANGKUMAN

#ndikator kinerja dan standard$standard memungkinkan untuk melakukan evaluasi yang efektif dari suatu sistem pelayanan yang sudah ada atau yang akan dibuat. #ndikator$indikator yang dibuat adalah sesuai dengan perspektif pembuatnya serta tergantung kepada kondisi lokal.

MODUL INDIKATOR KINERJA ANGKUTAN UMUM

BAB ( KINERJA JARINGAN TRA)EK


PENGANTAR Ukuran kinerja jaringan pelayanan angkutan lebih menekankan kepada efisiensi sistem pelayanan dan harus dilihat secara makro, meskipun pada beberapa negara di mana jaringan pelayanan angkutan dibuat oleh operator angkutan, bukan oleh pemerintah. (* TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta dapat mengetahui dan memahami cara mengevaluasi kinerja jaringan pelayanan angkutan umum. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS Memahami konsep kinerja jaringan pelayanan angkutan umum +* URAIAN MATERI POKOK +*1 Jarak An!ar,R !e Ukuran ini diterjemahkan dari jarak berjalan orang ke fasilitas angkutan. Untuk %ilayah perkotaan dengan kepadatan pembangunan yang tinggi jarak berjalan antara rute yang paralel sebaiknya tidak melebihi 122 m. Sedangkan untuk %ilayah pinggiran atau kepadatan rendah jarak antara rute angkutan sebaiknya 3422 m. +*( -ak pan Pe$a'anan Sama dengan jarak antar$rute, ukuran cakupan pelayanan pun mendasarkan kepada jarak berjalan, tetapi bukan antar$rute pelayanan melainkan ke perhentian. /aringan pelayanan dikatakan baik jika cakupan pelayanan untuk daerah perkotaan ialah 52 $ 56 7 penduduk tinggal 822 m berjalan ke perhentian. Sedangkan untuk daerah pinggiran kota dengan kepadatan yang agak rendah 62 $ 42 7 penduduk tinggal pada jarak berjalan 522 m ke perhentian. Nis/a& Panjang Jaringan %engan Area$ Pe$a'anan
5

+*.

9isbah atau angka banding ini mengukur panjang jalan yang dilalui pelayanan angkutan dengan luas !km:" daerah yang dilayani. Ta/e$ 1 berikut memperlihatkan nilai perbandingan menurut rata$rata populasi penduduk. Indikator Nisbah Jaringan Trayek dan Areal Kepa%a!an Pen% % k 012 0orang3 k"(2 ;8422 <=22 $ 8422 <222 $ <=22 :<22 $ <222 3622 $ :<22 562 $ 3622 >562 Sumber ' ?.+. ?iannopoulus, &us Urban +reas ' + ractical ?uide Kepa%a!an Jaringan Tra'ek 0jaringan !ra'ek k"0112 3k"(2 :,62 :,22 3,46 3,:6 3,22 2,42 2,<2 lanning and Operation in

Keterangan ' !@" ' /umlah penduduk dibagi luas areal kota !@@" ' anjang jalan yang dilalui trayek, bukan panjang pelayanan +*. Sudut Pandang Pengguna Jasa 1) Total penumpang-jam (total person-travel-hour) )otal penumpang$jam diformulasikan sebagai berikut ' n pri x ti i=1

MODUL INDIKATOR KINERJA ANGKUTAN UMUM

di mana ' pri ' jumlah orang yang bepergian !permintaan" pada rute i ti ' %aktu perjalanan pada rute i n ' jumlah rute Semakin rendah nilainya, makin baik kinerja jaringan trayek tersebut. 2) Total biaya-penumpang (total passenger-fare) )otal biaya$penumpang diformulasikan sebagai berikut' m prj x tj j=1 di mana ' prj tj m jumlah penumpang pada rute i ' tarif pada rute i ' jumlah penumpang
'

Semakin rendah nilainya, semakin baik kinerja jaringan trayek tersebut. 3) Total penumpang-pindah (total passenger-change-times) )otal penumpang$pindah diformulasikan sebagai berikut ' n pri x Cti i=1 di mana ' pri ' jumlah orang yang bepergian !permintaan" pada rute i Ati ' jumlah perpindahan pada rute i n ' jumlah rute Semakin rendah nilainya, makin baik kinerja jaringan
7

trayek tersebut ! ! Sudut Pandang "perator *ua item utama yang mesti dipertimbangkan yakni ' 3" )otal Keuntungan :" Kemudahan engaturan ' .ute yang panjang kurang pengaturan operasi karena '

baik

ditinjau

dari

segi

Sulit untuk memenuhi jad%al perjalanan oleh karena fluktuasi lalu lintas Kecenderungan kendaraan bergerak beriringan meskipun sudah dijad%al !#! Sudut Pandang Pemerintah *ua item utama yang mesti dipertimbangkan ialah ' 3" engaruh trayek tersebut terhadap lalu lintas secara keseluruhan :" Memadukan kepentingan operator dan pengguna jasa serta keseluruhan kegiatan kota. +*4 Pe!a Kon! r 5ak! eta kontur %aktu memasukkan unsur jaringan pelayanan(trayek dan aspek operasional pelayanan. Kinerja yang tercakup di dalam kontur %aktu perjalanan dengan angkutan umum antara lain %aktu berjalan kaki, %aktu menunggu angkutan umum, %aktu perjalanan. In%eks Ai +i B 9ij i +/ %i"ana7 +i B indeks kemudahan 9ij B frekuensi kendaraan pada trayek i yang menuju Cona j pada saat off peak +j B %ilayah Cona dalam km:

+*6

MODUL INDIKATOR KINERJA ANGKUTAN UMUM

+*8

In%eks Aksesi/i$i!as Pen9apaian Angk !an :i n Di B +j !fij" jB3 %i"ana7 Di B indeks aksesibilitas untuk Cona # ke semua Cona lainnya +j B tarikan perjalanan ke Cona j fij B faktor friksi %aktu perjalanan dari Cona i ke Cona j n B jumlah Cona

+*1; Nis/a& Jarak Terpen%ek %an Se/enarn'a Konsep pengukurannya sama dengan crow-fly distance ratio, tetapi yang diukur bukan jarak lurus melainkan jarak terpendek. <* RANGKUMAN

)erdapat beberapa macam ukuran kinerja jaringan pelayanan angkutan umum yang dapat diterapkan, namun belum ada yang secara lengkap mencakup pertimbangan segi pemerintahan, pelayanan kepada masyarakat, pertimbangan sosial, dan politik serta dari segi kepengusahaan. *iperlukan kompromi untuk memadukan kepentingan$kepentingan tersebut.

BAB . KINERJA PELA)ANAN ANGKUTAN


PENGANTAR Ukuran kinerja pelayanan angkutan lebih menekankan kepada kepentingan pengguna jasa. /ika pelayanan kepada pengguna jasa dapat diberikan secara memuaskan pada gilirannya akan meningkatkan efisiensi pengoperasian dari segi operator. (* TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta dapat mengetahui dan memahami cara mengevaluasi kinerja pelayanan angkutan umum. .* TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS Memahami konsep kinerja pelayanan angkutan umum +* URAIAN MATERI POKOK +*1 Aksesi/i$i!as

Komponen yang dipertimbangkan menurut ukuran pelayanan ini ialah ' Eaktu berjalan atau jarak berjalan ke fasilitas angkutan umum Eaktu menunggu Eaktu di dalam kendaraan Eaktu transfer Ketepatan jad%al Komponen aksesibilitas tersebut di atas selain berkaitan dengan aspek operasional juga tinggi rendahnya ukuran aksesibilitas tersebut berkaitan dengan aspek perencanaan trayek.

+*(

Ni$ai 5ak!

Eaktu merupakan pengorbanan yang harus dipergunakan untuk melakukan perjalanan. Sudah menjadi praktek yang umum untuk

MODUL INDIKATOR KINERJA ANGKUTAN UMUM

menghitung %aktu yang dikorbankan tersebut dalam bentuk uang. 9ilai ini penting untuk mengukur pengorbanan secara keseluruhan yang biasa disebut dengan istilah Fgeneralised costG dari orang$orang yang melakukan perjalanan, yaitu kombinasi dari %aktu yang hilang, tarif angkutan, dan penalti terhadap ketidaknyamanan, serta aspek$ aspek mutu pelayanan lainnya. +*. Ken'a"anan

Sebagai alternatif dari memasukkan nilai kenyamanan !yang sulit untuk dihitung" ke dalam generalised cost, yaitu dengan mengukurnya secara tersendiri. )erdapat tiga kelompok kenyamanan selama orang melakukan perjalanan dengan kendaraan angkutan umum, yakni untuk menuju dan dari fasilitas umum, pada tempat perhentian, dan di dalam kendaraan. Kenyamanan dari dan menuju fasilitas angkutan umum biasanya diukur dengan %aktu berjalan dari tempat kegiatan atau hunian ke fasilitas tersebut. Sedangkan pada tempat perhentian adalah ada tidaknya rambu bus stop atau shelter. ada lokasi transit kita juga bisa memasukkan fasilitas transfernya, lift pada terminal bertingkat, jalan khusus penumpang dan sebagainya. Kenyamanan di dalam kendaraan biasanya diukur dengan ruang di dalam kendaraan, kesesakan, ada tidaknya +A, recleaning seat dan sebagainya. #ngat kenyamanan ini berkaitan dengan kepuasan pengguna jasa. +*+ Kese$a"a!an La$ Lin!as $sa%ety&

Kemungkinan terjadinya kecelakaan atau tingkat kecelakaan yang terjadi dengan berkendaraan umum yang dihitung sebagai prosentase kecelakaan per penumpang$kilometer dapat dijadikan ukuran keamanan berlalu lintas dengan kendaraan umum. Kita dapat menggunakan data statistik untuk mengukur hal ini, atau menngunakan pengalaman empiris kaitan kecelakaan dengan perbaikan unsur$unsur operasional angkutan umum. +*< Kea"anan $se'urity&

)iap pengguna jasa mengharapkan tidak terjadi sesuatu yang diharapkan selama perjalanannya. Aitra keamanan di dalam kendaraan umum barangkali dapat diukur dengan tingkat terjadinya kriminalitas di dalam maupun di luar kendaraan, seperti pencopetan,

11

penjambretan, penodongan, holiganisme, dan sebagainya. +*= E>EK EKSTERNAL 0LINGKUNGAN2

)iga kelompok pengaruh lingkungan dari pengimplementasian angkutan umum, yakni kebisingan, polusi, dan penggunaan energi.+nda dapat menambahkan efek sekunder yaitu pengembangan perekonomian suatu %ilayah. +*=*1 Ke/isingan

engaruh kebisingan yang diakibatkan oleh bis pada lalu lintas yang komposisinya tidak terdapat kendaraan berat cukup besar jika dibandingkan dengan yang terjadi pada lalu lintas yang komposisinya 32 7 kendaraan berat. /ika kita menginginkan ketenangan lingkungan pada suatu ka%asan pemukiman, maka bis bukan ja%aban untuk memenuhi kebutuhan tersebut dilihat dari aspek lingkungan. +*=*(*Po$ si U%ara &is jauh lebih rendah menimbulkan polusi udara dibanding mobil pribadi yang menggunakan bahan bakar bensin. +palagi dari segi emisi karbon monoksida, dikaji dengan ukuran tiap bis$kilometer atau penumpang$kilometer bis jauh lebih rendah. Kecuali di dalam hal emisi debu dan 9OH. +*=*. Pengg naan Energi

ersediaan &&M dunia sudah menipis, dan jenis ini tidak dapat didaur ulang. erhatian dunia sekarang mengarah kepada penyediaan alat angkutan yang mengkonsumsi &&M rendah atau menggantinga dengan bahan bakar lainnya. &is diketahui lebih efisien di dalam penggunaan &&M diukur per penumpang$kilometernya. +*4* ASPEK >INANSIAL Kajian finansial di dalam perencanaan trayek adalah salah satu bentuk perlindungan terhadap pengusaha angkutan. )erdapat beberapa alternatif analisis untuk mengevaluasi kelayakan usaha. 9amun kesemua jenis analisis selalu melibatkan perhitungan biaya dan pendapatan operasi. Kriteria evaluasi yang banyak dipergunakan ialah operating ratio, #.., &A. dan 9 I.

MODUL INDIKATOR KINERJA ANGKUTAN UMUM

+*6 KELEMBAGAAN +spek kelembagaan juga mesti dikaji dengan cermat, terutama yang berkaitan dengan pembagian tanggung ja%ab masing$masing di dalam pengoperasian angkutan umum. embagian tugas siapa yang menyediakan, siapa yang mengendalikan, dan bagaimana cara pemantauan operasionalnya harus dipikirkan dalam perencanaan. <* <*1 PARAMETER KINERJA SISI PENGGUNA JASA >rek ensi

<*1*1

0rekuensi mempengaruhi %aktu tunggu rata$rata. enumpang mengharapkan frekuensi pelayanan yang tinggi hingga %aktu menunggunya rendah, terutama pada saat kebutuhan akan jasa angkutan memuncak. <*1*( >ak!or M a!

enumpang lebih senang faktor muat yang rendah, yang dapat diartikan bah%a selalu tersedia tempat duduk bagi mereka, dan perjalanannya lebih nyaman pada tingkat pemuatan yang rendah. <*1*. <*1*+ Tingka! Perpin%a&an U" r Ra!a,ra!a ken%araan

Kendaraan$kendaraan baru mempunyai beberapa keuntungan potensial kepada penumpang dibanding kendaraan tua, oleh karena kendaraan$kendaraan baru memungkinkan untuk memberikan pelayanan lebih nyaman, lebih dapat diandalkan dan lebih aman. <*( SISI OPERATOR

13

Kinerja suatu trayek dari sudut pandang operator berkaitan dengan kelangsungan hidup finansial. #ni akan merupakan suatu fungsi dari dua faktor, yakni pendapatan dan biaya. ada umumnya ukuran kinerja finansial yang laCim dipergunakan ialah operating ratio, yakni pendapatan operasi dibagi biaya operasinya. 9amun kriteria berikut ini juga dapat dipergunakan pada tahap a%al identifikasi permasalahan angkutan umum dari segi operator. 3 : < enumpang )iap erjalanan Kemerataan enumpang endapatan per enumpang per Kilometer

PARAMETER KINERJA REKOMENDASI BANK DUNIA 1* (* .* +* Mini" " >rek ensi .ata$rata < $ 4 kendaraan(jam, minimum 3,6 $ : kendaraan(jam, 5ak! T ngg .ata$rata 6 $ 32 menit, maksimum 32 $ :2 menit Tingka! Perpin%a&an .ata$rata 2 $ 3, maksimum : 5ak! Perja$anan .ata$rata 3 $ 3,6 jam, maksimum : jam Konsep Tingka! )oard* +SA Pe$a'anan Transportation (esear'h

<*+

5ak! %an Jarak Berja$an Kaki )ingkat elayanan Eaktu &erjalan Kaki !menit" + & A * E >: :$8 8$5,6 5,6$3: 3:$:2

/arak &erjalan Kaki !meter" 2 $322 323$:22 :23$822 823$422 423$3222

MODUL INDIKATOR KINERJA ANGKUTAN UMUM

;:2

;3222

Perpin%a&an %an 5ak! Men ngg )ingkat elayanan /umlah erpindahan +ngkutan Umum + & A * E 0 5ak! Men ngg )ingkat elayanan ;1 + & A * E 0 2 3 3 3 : ;:

Eaktu Menunggu !menit" $ >6 6$32 ;32

Eaktu Menunggu !menit" =$3: 3<$:2 ;:3

16$3227 =2$3227 =6$3227 1=$3227 56$18 44$58 66$46 62$68 >62 12$1= 52$5= 42$4= 62$6= >62 =2$=8 12$1= 46$5= 62$48 >62 =6$=1 =2$=8 56$1= 62$58 >62

15

Hea%?a' %an Kepa%a!an Pen% % k )ingkat Kepadatan enduduk(km: elayanan ;8222 <222$8222 Jead%ay !menit" Sibuk + & A * E 0 )ingkat elayanan >: :$8 6$= 32$38 36$:2 ;:2 )ak Sibuk >6 36$3= 32$38 36$:2 :3$<2 ;<2 Jead%ay !menit" Sibuk 8 6$= 32$38 36$3= :2$<2 ;<2 )ak Sibuk >= 32$38 36$3= :2$:= <2$42 ;42

Kepadatan enduduk(km: :222$<222 Jead%ay !menit" Sibuk )ak Sibuk >38 36$3= :2$<2 <3$86 84$82 ;42 562$:222 Jead%ay !menit" Sibuk >= 32$38 36$:8 :6$<= 82$42 ;42 )ak Sibuk >38 36$:= <2$88 86$6= 42$3= ;=2

+ & A * E 0

>= 32$36 36$:8 :6$<= 82$42 ;42

Kepa%a!an pen "pang )ingkat elayanan

Kepadatan enumpang

MODUL INDIKATOR KINERJA ANGKUTAN UMUM

+ & A * E 0 In%eks ?ak! )ingkat elayanan + & A * E 0

)empat duduk terpisah dengan sandaran yang tinggi )empat duduk sejajar membujur per penumpang minimum 2,84 m:(pnp )empat duduk sejajar melintang per penumpang minimum 2,84 m:(pnp )empat duduk 2,:1$2,84 m:(pnp atau faktor muat 322$332 7 0aktor muat 333$3:67 0aktor muat ;3:67 Perja$anan T&%* Ken%araan Pri/a%i #ndeks Eaktu Keterangan erjalanan #ndeks %aktu perjalananB %aktu perjalanan >: :$8 8$5,6 5,6$3: 3:$:2 ;:2
menggunakan angkutan umum dibagi %aktu perjalanan menggunakan angkutan pribadi

<*<* INDIKATOR KINERJA PADA BEBERAPA NEGARA ada lampiran diberikan beberapa dipergunakan pada beberapa negara <*= =* indikator kinerja yang

BAGAIMANAKAH KINERJA UNTUK INDONESIA *iskusikan. RANGKUMAN Meskipun terdapat beberapa ukuran tingkat pelayanan yang

17

dipergunakan oleh beberapa negara, tetapi pada dasarnya adalah mengukur tingkat kemudahan dan efisiensi para pengguna jasa, di samping safety, kenyamanan, dsb.

MODUL INDIKATOR KINERJA ANGKUTAN UMUM

BAB + KINERJA PELA)ANAN KEPENGUSAHAAN ANGKUTAN UMUM


PENDAHULUAN Operasi sistem angkutan umum yang efisien dan efektif membutuhkan kerangka kerja yang memungkinkan dilakukannya monitoring, evaluasi dan penyesuaian. Kerangka kerka ini terdiri dari standard dan indikator kinerja, di mana keduanya memungkinkan evaluasi yang obyektif dari suatu sistem pelayanan yang sudah ada atau yang akan dibuat. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM Setelah mengikuti pembelajaran ini para diharapkan dapat memahami evaluasi kinerja angkutan umum. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS Memahami konsep efektivitas dan efisiensi angkutan umum Memahami disain paket indikator kinerja untuk perencanaan pelayanan <.<. Memahami disain paket #ndikator Untuk penilaian #nternal <.8 Memahami disain paket #ndikator untuk membandingkan Eilayah Operasi Kang &erbeda URAIAN MATERI +* 1 In%ika!or Un! k Peren9anaan Pe$a'anan *ari %aktu ke %aktu manajemen angkutan umum mungkin akan mengadakan perbaikan terhadap rute yang telah ada atau mengadakan ekspansi ke %ilayah lain. Konsek%ensi dari perubahan tersebut adalah bah%a manajer harus melihat indikator efisiensi, karena dia harus memperkirakan biaya yang dapat dihemat !cost saving" atau biaya yang perlu dikeluarkan . Selain itu, dia juga harus melihat indikator efektifitas karena dia harus membuat prediksi dari pendapatan yang mungkin didapat. peserta diklat kepengusahaan

19

Table 1 memperlihatkan kategori kinerja serta sumber datanya. Sedangkan Table 2 memperlihatkan indikator$indikator yang diperlukan dalam perencanaan pelayanan angkuan umum

MODUL INDIKATOR KINERJA ANGKUTAN UMUM

Per#or"an9e 9a!egor' 1 3. -os!

Ta/$e 1 Da!a Re@ ire% 2 )otal operating cost Maintenance cost ! labour, materials " .unning cost !fuel, oil, tyres " Employee$hours Iehicle operator ! cre% " $ hours )otal %age Employees Iehicle operator Maintenance staff +dministration Staff turnover +bsenteeism .oute Kms .oute speed Iehicle in fleet, categorised by type, age, capacity Iehicle $kms Aapacity $ kms Iehicle$hours Aapacity $hours Iehicle$ hours in revenue service Iehicle $kms in revenue service Iehicle hours(kms on run out(run in Iehicle re-uired at peak eak(off$peak vehicle ratio Lost vehicle$ kms categorised by cause ' Missing staff Missing vehicles Lost time in traffic congestion

So r9e o# Da!e 3 0rom cost system accounting

)ime sheets Aost accounting(%ages office

( 0-on!A% 2 . SerBi9e Pro% 9!ion

ersonnel administration eriodic measurement eriodic survey tachographs or

0rom schedule for vehicle$ hours or vehicle $kms can be obtained from actual odometer reading. Multiply by vehicle capacity ! i.e. by vehicle type " for capacity $ hours ( kms

SerBi9e Re$ia/i$i!'

Aomparison of vehicle odometer readings %ith schedule vehicle $ kms. Aause identified by reporting from vehicle operators, route inspector or depot inspector *epot inspectorMs report .oute inspectorMs report, or automatic vehicle location system for schedule deviations Special surveys ! difficult in practise " or calculation from observed distribution of vehicle head%ay Special survey

.eporting of vehicle beginning duty late .eporting of deviation from schedule .eporting of full vehicle +verage passenger %aiting time

Eaiting time at traffic light

21

1 <* Engineering

, 9umber of vehicle serviced categorised by type of %ork !including cleaning" Iehicle fault, categorised by vehicle type and age *o%n time per vehicle serviced 9umber of breakdo%ns in service 0ailures to provide vehicle for service 9umber of accident categorised by type .evenue from fare boH, by ticket type if appropriate, off boH ticket sales, concessionaire grants other grants ! revenue support ", +dvertising and other sources 0are indeH .eporting of tickets #nspected and fraud detected Unlinked passenger trips ! passenger boarding "

Engineering(maintenance records

*epot or reporting *epot(vehicle reporting

%orkshop operator

=* A99i%en! 5. ReBen e

.evenue office record

)icket inspectorMs report )icket sales ! %ith estimate for use of season tickets" +utomatic counting on some system, other%ise surveys. Sum of occupancy per section of route H length of section Special on vehicle surveys to identify length of ride of each passenger ! periodically " 0rom ticket record %here transfer re-uires special ticket. Other%ise from passenger intervie%s ! periodically ". 0rom passenger intervie%s !or self$completion -uestionnaires"

1 Pa!ronage

assenger $kms +verage trip length

9umber of transfers ! linked passenger trips"

/ourney urpose

E##e9!iBeness In%i9a!ors

Service area opulation, classified by social economic group, age, etc. 9umber of house hold %ithout car Origin $ destination matrices Modal split ercentage of households and

Map measurement Aonsensus )raffic surveys Map measurement

MODUL INDIKATOR KINERJA ANGKUTAN UMUM

employment(school specified distance of route Other special indicators

%ithin 0rom special surveys

23

Ta/$e ( INDI-ATORS RE-OMMENDED >OR SERCI-E PLANNING 0 THOSE MARKED ARE -ONSIDERED TO >ROM A BASI- MINIMUM 2 aspect of interest -os! indicator +verage cost per vehicle$ hr or veh$km. Aost categorisation into unit costs ' per veh$hr, per veh$km, per vehicle , variable, semi variable, fiHed. Maintenance Aost ( vehicle or per veh$hr or km .unning cost ! fuel, oil, tyres " ( vehicle hr or km categorised by vehicle type and age .evenue vehicle $ km ( revenue veh$hrs Iehicle in service in peak ( vehicle bet%een peaks Spare vehicle ( re-uired fleet siCe .evenue veh$hrs(total veh$ hrs assengers(veh$hr or veh $ km assenger $ kms, veh$hr or veh$km .evenue per passenger or fare indeH Aategorisation of fleet by type, capacity, age +verage out$of$service time per bus and ( or categorisation of faults by vehicle $ type 9umber of transit trips per inhabitant Iehicle $ kms per inhabitant roportion of population %ithin N km of route application 0or cost prediction of service changes

0or fleet rene%al

SerBi9e pro% 9!ion

Speed, for schedule planning

0leet siCe planning

Pa!ronage

0or estimating likely demand and revenue

Engineering

0or fleet siCe planning and fleet rene%al 0or estimating likely demand

G$o/a$

0or estimating , needs ,

MODUL INDIKATOR KINERJA ANGKUTAN UMUM

+*( In%ika!or Un! k peni$aian In!erna$ Table 3 memperlihatkan indikator indikator yang diperlukan untuk melihat bagaimana kinerja sistem berubah dari %aktu ke %aktu. +*. In%ika!or Ber/e%a n! k "e"/an%ingkan 5i$a'a& Operasi )ang

*alam sustu sistem angkutan umum yang besar, sering kali pelaksanaan operasional dibagi bagi ke dalam beberapa %ilayah operasi atau beberapa devisi memiliki tanggung ja%ab manajemen sendiri dan memunyai ke%ajiban untuk melaoprkan indikator kinerja pada manajemen pusat, sebagai penenggung ja%ab seluruh kebijakan operasional, dapat mengevaluasi efektifitas dan efisiensi dari masing masing divis ( %ilayah dengan cara membandingkan kinerja masing masing Table memperlihatkan indikator $ indikator yang dapat digunakan untuk membandingkan kinerja dari %ilayah ( divisi operasional yang berbeda

25

Ta/$e . INDI-ATORS RE-OMMENDED >OR INTERNAL ASSESSMENT 0 THOSE MARKED ARE -ONSIDERED TO >ORM A BASI- MINIMUM 2
aspect of interest Aost #ndicator #ndicators of efficiency +verage cost per veh$hr or km Aomparison of operating cost, capital investment %ith budget Aost categorisation in to unit costs, per veh$ hr, per veh $km, per vehicle, variable, semi variable, fiHed Aost per employee ayroll cost as a proportion of total cost Engineering cost as proportion of total cost +dministration cost as proportion of total cost Aost per passenger $ km per passenger Iehicle $ hrs or km Ieh$hrs( vehicle or veh$km( vehicle Iehicle $ hrs ! km " ( vehicle cre% or vehicle $ hrs ! km " ( employee .evenue veh$hrs ( total veh$hrs .evenue veh$kms(revenue veh$hrs Are% $hrs paid ( revenue veh $ hrs Iehicle in service in peak ( vehicle bet%een peaks Mean number of transfer per passenger Lost vehicle $ kms $ Aategorised by missing staff, vehicle, congestion roportion of vehicle beginning duty more than H minutes late Measure of deviation from schedule Or measure of average passenger %aiting time Measure of vehicle load ' per cent of vehicle full or passenger $ km ( seat ! capacity " km Letter of complaint Aategorisation of fleet by vehicle type, capacity, age 9umber of breakdo%n in service per H 222 veh$km Lost vehicle $kms due to unserviceable vehicles Mean out $ of $ service time per vehicle Spare vehicles ( fleet siCe re-uired for service Aategorisation of vehicle faults bay fault type, vehicle type(age H fsp H fb H ysbp Hf Hf Hf Hf ys H fsb H fsb H fsb H yp H yp Hy y H fsp Hf H fp ysp H fs Hy Hf Hf Hf Hf Hy y Iehicle reliability +ffect service reliability !for high fre-uency routes" +pplication !3"

&alance bet%een staff

Service roduction

productivity Ieh utilisation Schedule speed Schedule efficiency

Service .eliability

ngineering

Iehicle reliability

MODUL INDIKATOR KINERJA ANGKUTAN UMUM

Maintenance %orker per vehicle Aost of material ( engineering employee 9umber of vehicle serviced per engineering employee by type of %ork 9umber of vehicle cleaned per cleaner +ccident .eporting +ccident per H 222 veh$kms, categorised by accident type

Hf Hf H fb H fb H fs

Maintenance roductivity

Less fre-uently for comparison bet%een areas

.evenue

atronage

#ndicator of effectiveness .evenue( cost ratio .evenue per veh$hr or(km 0are indeH or revenue ( passenger relative to prices er cent of tickets inspected, per cent of evasion per fraud .evenue ( cost ratio +9* ! preferably " passenger $ kms assenger $ kms ( veh$hr or km !passenger ( veh$hr, km " assenger $ kms ( employee ! passenger ( employee "

H fsb H fsb y Hf H fs H fs H fsp y sp Aategorised by ticket type , value, journey length ass$km( veh$ km i.e. occupancy

9ote on application H indicates that the measure is useful in comparison bet%een different operating divisions f #ndicates that the measure may very fairly rapidly and should be eHamined at fre-uent intervals y #ndicate slo% overall variation and eHamination at yearly intervals s #ndicates that seasonal variation is likely b #ndicate that comparison %ith budget, schedule or standard may be necessary p #ndicate that peak ( off peak variation may of interest

27

Ta/$e + INDI-ATORS >OR -OMPARISON O> DI>>ERENT OPERATIONS AND >OR MORE GLOBAL ASSESSMENT +spect of #nterest Aost #ndicator Aost per veh$hr ! preferably or per veh$km in relevant operating district. Aost per passenger $km ! preferably " or passenger journey Aost brekdo%n $ unit costs ! per vehicle $ hr, vehicle $ km, vehicle " %here services are , bought in ,. Iehicle $ hrs or vehicle $kms' compare %ith budget Lost vehicle $ kms and proportion caused by traffig congestion Measure of average passenger %aiting time ! high fre-uency services " +9* ( O. deviation from schedule

Service roduction

+ccident

+ccident per H 222 vehicle $ kms edastrian ( transit vehicle and transit vehicle ( other vehicle. #ndicators of effectiveness .evenue .( cost ration ' for particular services %here appropriate 0are trend realtive to prices assenger $ kms and passenger jaourneys assenger $ kms ( vehicle $ hr or km or passenger ( vehicle $ hr or km

.evenue

atronage

?lobal

9umber of trips per inhabitance per area Iehicle $ kms per inhabitance per area Aar o%nership, income, seg, elderly persons( school children per area roportion of population %ithin N km of service

MODUL INDIKATOR KINERJA ANGKUTAN UMUM

+ccessibility, parking diffculty, modal split Energy use mode #n general, special survey for specific objective

29

RANGKUMAN Konsep kinerja mencakup dua arti, yaitu efektifitas dan efisiensi. Efektifitas meliputi penilaian terhadap hasil dari suatu sistem pelayanan sedangkan efisiensi merupakan ukuran penilaian terhadap cara ( alat untuk mencapai hasil tersebut . *alam mengevaluasi kinerja pelayanan angkutan umum dibutuhkan #ndikator Kinerja yang berfungsi sebagai alat untuk menunjukkan kualitas obyek yang akan dievaluasi #ndikator memiliki keterbatasan $ keterbatasan karena indikator bersifat uni!ue untuk tiap tiap sistem dan memiliki perbedaan dalam prosese perencanaan maupun pengambilan keputusannya. Oleh karenanya, indikator perlu dibuat dalam suatu paket dan disesuaikan dengan lingkungannya dengan lingkungannya dari sistem. =* DA>TAR PUSTAKA OEA* .oad .esearch ?roup, Urban ublic )ransport ' Evaluation of erformance, aris, 3=12 ?iannopoulus ?.+, &us lanning and Operation in Urban +reas ' + ractical ?uide, +vebury ?o%er ublising Aompany, England, 3=1=