Anda di halaman 1dari 7

MACAM-MACAM CAIRAN INFUS BESERTA FUNGSINYA

INFUS Sterilisasi adalah proses yang dirancang untuk menciptakan keadaan steril. Secara tradisional keadaan steril adalah kondisi mutlak yang tercipta sebagai akibat penghancuran dan penghilangan semua mikroorganisme hidup. Konsep ini menyatakan bahwa steril adalah istilah yang mempunyai konotasi relative, dan kemungkinan menciptakan kondisi mutlak bebas dari mikroorganisme hanya dapat diduga atas dasar proyeksi kinetis angka kematian mikroba. ( Lachman, hal 125 !. Sediaan parenteral volume besar umumnya diberikan lewat in"us intravena untuk menambah cairan tubuh, elektrolit, atau untuk memberi nutrisi. #n"us intravena adalah sediaan parenteral dengan volume besar yang ditu$ukan untuk intravena. %ada umumnya cairan in"us intravena digunakan untuk pengganti cairan tubuh dan memberikan nutrisi tambahan, untuk mempertahankan "ungsi normal tubuh pasien rawat inap yang membutuhkan asupan kalori yang cukup selama masa penyembuhan atau setelah operasi. Selain itu ada pula kegunaan lainnya yakni sebagai pembawa obat&obat lain. 'airan in"us intravena dikemas dalam bentuk dosis tunggal, dalam wadah plastik atau gelas, steril, bebas pirogen serta bebas partikel&partikel lain. (leh karena volumenya yang besar, pengawet tidak pernah digunakan dalam in"us intravena untuk menghindari toksisitas yang mungkin disebabkan oleh pengawet itu sendiri. 'airan in"us intravena biasanya mengandung )at&)at seperti asam amino, dekstrosa, elektrolit dan vitamin. *alaupun cairan in"us intravena yang diinginkan adalah larutan yang isotonis untuk meminimalisasi trauma pada pembuluh darah, namun cairan hipotonis maupun hipertonis dapat digunakan. +ntuk meminimalisasi iritasi pembuluh darah, larutan hipertonis diberikan dalam kecepatan yang lambat. Persyaratan 1. Sesuai kandungan bahan obat yang dinyatakan didalam etiket dan yang ada dalam sediaan, ter$adi pengurangan e"ek selama penyimpanan akibat perusakan obat secara kimia. 2. %enggunaan wadah yang cocok, yang tidak hanya memungkinkan sediaan tetap steril tetapi $uga mencegah ter$adinya interaksi bahan obat dengan material dinding wadah. -. .ersatukan tanpa ter$adi reaksi. untuk itu, beberapa "aktor yang paling banyak menentukan adalah/ a! bebas kuman b! bebas pirogen c! bebas pelarut yang secara "isiologis tidak netral d! isotonis e! isohidris "! bebas bahan melayang Keuntungan pemberian in"us intravena adalah menghasilkan ker$a obat yang cepat dibandingkan cara&cara pemberian lain dan tidak menyebabkan masalah terhadap absorbsi obat. Sedangkan kerugiannya yaitu obat yang diberikan sekali lewat intravena maka obat tidak dapat dikeluarkan dari sirkulasi seperti dapat dilakukan untuk obat bila diberikan per oral, misalnya dengan cara dimuntahkan %embahasan/ #n"us tidak perlu pengawetkarena volume sediaan besa. 0ika ditambahkan pengawet maka $umlah pengawet yang dibutuhkan besar sehingga dapat menimbulkan e"ek toksis INFUS IV Ca GLUKONAT / GLUKONAT

1alam percobaan ini akan dibuat sediaan in"us intravena kalsium glukonat yang merupakan larutan supersaturasi yang distabilkan dengan penambahan -5 mg kalsium 1&saccharate, dan harus disimpan pada suhu kamar. La$u in"us maksimum yang disarankan adalah 222 mg3menit. Farmakologi : Kalsium merupakan mineral yang penting untuk pemeliharaan kesempurnaan "ungsi susunan sara", otot, sistem rangka, dan permeabilitas membran sel. Kalsium adalah aktivator yang penting pada beberapa reaksi en)imatis dan berperan dalam proses "isiologi yang mencakup transmisi rangsangan oleh sara", kontraksi $antung, otot polos dan otot rangka, "ungsi renal, perna"asan dan koagulasi darah. Kalsium $uga berperan dalam reaksi pelepasan dan penyimpanan neurotransmiter dan hormon, pengambilan dan pengikatan asam amino, absorbsi vitamin 412 dan sekresi asam lambung. 5armakokinetik / #n$eksi garam kalsium langsung masuk kedalam pembuluh darah. Setelah diin$eksi, kalsium darah meningkat dengan cepat dan kembali turun dalam -2 menit sampai 2 $am, terdistribusi cepat dalam $aringan serta dieliminasi melalui urine. INFUS IV D KST!AN Kehilangan darah, se$auh $umlahnya tidak melampaui 126 dari $umlah total, tubuh masih dapat menyeimbangkannya kembali. 0ika kehilangannya lebih besar, harus disuplai cairan pengganti darah untuk mengisi plasma melalui $alan in"us ke dalam tubuh. 7al tersebut dibutuhkan $uga pada syok perdarahan, akibat luka (kebakaran, luka dalam! pada sakit perut atau muntah yang berkepan$angan. #n"us de8tran 92 merupakan larutan makromolekul yang memiliki waktu tinggal yang lebih pan$ang dalam pembuluh darah, karena tidak atau sedikit mengalami di"usi, $uga airnya terikat secara hidratasi. :ang menentukan de8tran 92 sebagai bahan pengganti plasma adalah berat molekulnya diatas 22.222. %engisisan volume darah dapat dilakukan dengan larutan ;a'l "isiologis atau dengan larutan elektrolit, namun $umlah cairan yang dimasukkan tersebut hanya sebentar berada dalam peredaran darah, untuk kemudian segera dieliminasi keluar tubuh melalui gin$al INFUS IV L KT!OLIT UNTUK D "ID!ASI 5ungsi larutan elektrolit secara klinis digunakan untuk mengatasi perbedaan ion atau penyimpangan $umlah normal elektrolit dalam darah. <da 2 $enis kondisi plasma yang menyimpang, yaitu / 1. <sidosis Kondisi plasma darah yang terlampau asam akibat adanya ion klorida dalam $umlah berlebih. 2. <lkalosis Kondisi plasma yang terlampau basa akibat ion ;a, K, 'a dalam $umlah berlebih Kehilangan natrium disebut hipovolemia, sedangkan kekurangan 72( disebut dehidrasi, kekurangan 7'(- disebut asidosis, metabolic dan kekurangan K= disebut hipokalemia. (5ormulasi Steril, Ste"anus Lukas, hal. >2! 1ehidrasi adalah hilangnya elektrolit lebih rendah secara disproporsional dibandingkan dengan hilangnnya air. 1ehidrasi sebagai akibat meningkatnya tekanan osmotic cairan tubuh akibat dari rasa haus yang tidak merangsang penggantian air yang hilang dengan cukup (1orlan ed. 2>, hal. ?@! %ada pasien yang tidak sadar atau mengalami gangguan keseimbangan elektrolit akut, sehingga harus segera diberikan ion&ion 'a2=, ;a=, K=, 'e& dan 7'(-&, dan sebagai sumber kalori dimana pengganti cairan dan kalori dibutuhkan, karena ion&ion tersebut dibutuhkan oleh tubuh untuk memnuhi kebutuhan elektrolit tubuh pada ekstrasel dan intrasel.

'airan ekstrasel baik plasma darah maupun cairan intrsel mengandung ion natrium dan klorida dalam $umlah yang besar, ion bilarbonat dalam $umlah yang agak besar, tetapi hanya se$umlah kecil ion kalium, magnesium phospat, sul"at, dan asam organic.disamping itu plasma mengandung protein dalam $umlah yang besar, sedangkan cairan intrasel hanya mengandung protein dalm $umlah protein yang leih kecil. 'airan intasel hanya mengandung se$umlah kecil ion natrium dan klorida serta hampir tidak mengandung ion kalsium, tetapi ia mengandung ion kalium dan phospat dalam $umlah besar serta ion magnesium dan sul"at dalam $umlah cukup besar, semuanya hanya ada dalam konsentrasi yang kecil dalam cairan ekstrasel. 4ahan&bahan yang digunakan (;a'l, K'l, ;a7'(-, 'a'l2! mudah larut dalam air, sehingga dapat digunakan air sebagai pembawanya. <ir yang digunakan harus bebas pirogen. %irogen merupakan produk metabolisme m.o (umumnya bakteri, kapang dan virus!. Secara kimiawi, pirogen adalah )at lemak yang berhubungan dengan suatu molekul pembawa yang biasanya merupakan polisakarida, tapi bisa $uga peptide. %irogen menyebabkan kenaikan suhu tubuh yang nyata, demam, sakit badan, kenaikan tekanan darah arteri, kira&kira 1 $am setelah in$eksi. %irogen dapat dihilangkan dari larutan dengan absorbsi menggunakan absorban pilihan. (Lachman, hal. 12?5&12?>!. #on&ion ini diberikan dalam bentuk in$eksi iv karena diharapkan dapat segera memberikan e"ek. INFUS IV GLUKOSA NaCl / GLUKOSA #$% %ada umumnya larutan glukosa untuk in$eksi digunakan sebagai pengganti kehilangan cairan tubuh, sehingga tubuh kita mempunyai energi kembali untuk melakukan metabolismenya dan $uga sebagai sumber kalori. 1osis glukosa adalah 2,5& 11,5 6 (Aartindale!, pada umumnya digunakan 5 6. 1alam "ormula ini ditambahkan ;a'l supaya diapat larutan yang isotonis, dimana glukosa disini bersi"at hipotonis. 1alam pembuatan aBua p.i ditambahkan 72(2 yang dimaksudkan untuk menghilangkan pirogen, serta di dalam pembuatan "ormula ini ditambahkan norit untuk menghilangkan kelebihan 72(2. INFUS IV & NGANDUNG Na' Ca' K Kalium klorida (K'l!, kalium merupakan kation (positi"! yang terpenting dalam cairan intraseluler dan sangat esensial untuk mengatur keseimbangan asam&basa serta isotonis sel. ;atrium klorida (;a'l!, natrium merupakan kation utama dalam cairan ekstraseluler dan memegang peranan penting pada regulasi tekanan osmotisnya. Sering digunakan dalam in"us dengan elektrolit lain. CBuvalent elektrolit (Steril 1osage 5orm, hal 252! / ;a= D 1-5 mCB K= D 5 mCB 'a= D 5 mCB Ag= D 2 mCB Kesetaraan ekuivalen elektrolit (Aartindale! / 1g ;a'l E 19,1 mCB ;a= C1 D 1,22 1g K'l E 1-, mCB K= C1 D 2,9> 1g 'a'l E 1-,> mCB 'a= C1 D 2,51 1g Ag'l E ?,@ mCB Ag= C1 D 2, 5

INFUS IV NaCl ;atrium merupakan kation utama dalam cairan ekstraseluler dan memegang peranan penting pada regulasi tekanan osmotisnya, $uga pada pembentukan perbedaan potensial ( listrik ! yang perlu bagi kontraksi otot dan penerusan impuls di syara". 1e"isiensi natrium dapat ter$adi akibat ker$a "isik yang terlampau berat dengan banyak berkeringat dan banyak minum air tanpa tambahan garam ekstra. Fe$alanya berupa mual, muntah, sangat lelah, nyeri kepala, ke$ang otot betis, kemudian $uga ke$ang otot lengan dan perut. Selain pada de"isiensi ;a, natrium $uga digunakan dalam bilasan 2,? 6 ( larutan garam "isiologis ! dan dalam in"us dengan elektrolit lain. INFUS IV P NGGANTI CAI!AN TU(U" <ir beserta unsur&unsur didalamnya yang diperlukan untuk kesehatan sel disebut cairan tubuh. 'airan tubuh dibagi men$adi dua yaitu / 1. 'airan #ntraseluler, cairan ini mengandung se$umlah ion ;a dan klorida serta hampir tidak mengandung ion kalsium, tetapi cairan ini mengandung ion kalium dan "os"at dalam $umlah besar serta ion Aagnesium dan Sul"at dalam $umlah cukup besar. 2. 'airan Ckstraseluler, cairan ini mengandung ion ;atrium dan Klorida dalam $umlah besar, ion bikarbonat dalam $umlah besar, tetapi hanya se$umlah kecil ion Kalium, Kalsium, Aagnesium, %os"at, Sul"at,dan asam&asam organik (Fuyton hal -2?!. Keseimbangan air dalam tubuh harus dipertahankan supaya $umlah yang diterima sama dengan $umlah yang dikeluarkan. %enyesuaian dibuat dengan penambahan 3 pengurangan $umlah yang dikeluarkan sebagai urin $uga keringat. #ni menekankan pentingnya perhitungan berdasarkan "akta tentang $umlah cairan yang masuk dalam bentuk minuman maupun makanan dan dalam bentuk pemberian cairan lainnya. Clektrolit yang penting dalam komposisi cairan tubuh adalah ;a, K, 'a, dan 'l. 4erdasarkan latar belakang tersebut diatas maka dibuatlah sediaan in"use pengganti cairan tubuh yaitu in"use Gingers. #n$eksi Ginger adalah larutan steril ;atrium klorida, Kalium klorida, dan Kalsium klorida dalam air untuk obat suntik. Kadar ketiga )at tersebut sama dengan kadar )at&)at tersebut dalam larutan "isiologis. Larutan ini digunakan sebagai penambah cairan elektrolit yang diperlukan tubuh (<nsel hal 2@!. INFUS IV P!OT IN UNTUK D(D 4ilamana seorang penderita harus diberikan makanan yang memadai tetapi tidak dapat melalui saluran cerna. #ndikasi cara ini biasanya digunakan untuk persiapan bedah pada penderita kurang gi)i, persiapan kemoterapi radioterapi dan kelainan saluran cerna berat. ;utrisi parenteral total memerlukan larutan yang mengandung asam amino, glukosa, lemak, elektrolit, dan vitamin. Flukosa merupakan sumber karbohidrat yang lebih disukai, tapi bila tiap harinya diberikan lebih dari 1@2 g maka harus ada monitoring kadar gula darah. 4ila mungkin diperlukan insulin. Flukosa dengan ragam kekuatan 12 H 52 6 harus di in"us melalui kateter vena central. +ntuk menghindari trombosis (gumpalan darah yang terbentuk pembuluh darah!. 0umlah volume in"use intravena biasanya 522 mL dan 252 mL mengandung )at&)at sebagai nutrisi, penambah darah,

elektrolit, asam amino, antibiotik, dan obat yang umumnya diberikan lewat $arum yang dibiarkan di vena atau kateter dengan diteteskan terus menerus. .etesan atau kecepatan mengalir dapat diatur oleh dokter atau perawat sesuai dengan kebutuhan pasien. +mumnya 2&- mL permenit. +ntuk #n"us, intravena $arum3kateter biasanya ditusukkan divena yang menon$ol di lengan atau kaki dan diikat erat di tempat tersebut sehingga tidak akan bergeser dari tempat selama diin"us. 4ahaya utama in"us intravena ialah kemungkinan terbentuknya trombus akibat rangsang tusukan $arum pada dinding vena. .rombus akan lebih mungkin ter$adi bila larutan in"us bersi"at mengiritasi $aringan tubuh. .rombus adalah gumpalan darah yang terbentuk dalam pembuluh darah (atau $antung! yang umumnya disebabkan oleh melambatnya aliran atau perubahan darah atau pembuluh darah. 4ila gumpalan darah itu beredar maka gumpalan tersebut men$adi embolus, dibawa oleh aliran darah sampai tersangkut di pembuluh darah, menghalangi dan mengakibatkan hambatan atau sumbatan yang disebut emboli. Suatu hambatan dapat sangat berbahaya tergantung pada tempat dan keparahan hambatan tersebut. (bat&obat yang diberikan lewat intravena biasanya harus berupa larutan air, bercampur dengan darah dan tidak mengendap. Keadaan tertentu dapat menimbulkan ter$adinya trombus dan kemudian menghalangi aliran darah. (%engantar 4entuk Sediaan 5armasi edisi keempat, 7oward ' <nsel, hal 22! 1emam berdarah adalah suatu penyakit in"eksi yang disebabkan virus 1engue tipe #&#I, disertai demam 5&9 hari ge$ala& ge$ala perdarahan, dan bila timbul syok/ angka kematian cukup tinggi. Fe$ala dan tanda / 1. panas 5&9 hari, ge$ala umum tidak khas 2. perdarahan spontan (petekie, ekimosa, epistaksis , dera$at hematemesis, melena, perdarahan gusi, uterus, telinga, dll! -. ada ge$ala kegagalan peredaran darah seperti nadi lemah dan cepat (J 1223menit!, tekanan nadi sempit (KJ . nadi tidak teraba, tekanan darah tidak terukur, denyut $antung J 1 23menit, acral dingin, berkeringat, kulit biru Fe$ala Lain / 1. 7ati membesar, nyeri spontan dan pada perabaan 2. <sites -. 'airan dalam rongga pleura (kanan! . Cnsepalopati/ ke$ang, gelisah, sopor, koma %rinsip penatalaksanaan / 1. Aemperbaiki keadaan umum 2. Aencegah keadaan yang lebih parah -. Aemperbaiki syok dan perdarahan (pen/ rehidrasi sampai hari ke 9, namun hati&hati pada hari ke > dapat ter$adi arus balik cairan intersitiel ke pembuluh darah! INFUS IV UNTUK & &P !TA"ANKAN K S I&(ANGAN ASA& TU(U" %embuatan in"us ini mengacu pada penggunaannya sebagai cairan in"us yang dapat menstabilkan $umlah elektrolit& elektrolit yang sama kadarnya dalam cairan "isiologis normal, sehingga diharapkan pasien dapat mempertahankan kondisi elektrolitnya agar sesuai dengan batas&batas atau $umlah elektrolit yang normal pada plasma. Selain itu, digunakan pengisotonis dekstrosa yang diharapkan mampu menambah kalori bagi pasien serta meningkatkan stamina karena biasanya kondisi pasien yang kekurangan elektrolit dalam keadaan lemas (sehingga perlu diin"us!. #on natrium (;a=! dalam in$eksi berupa natrium klorida dapat digunakan untuk mengobati hiponatremia, karena kekurangan ion tersebut dapat mencegah retensi air sehingga dapat menyebabkan dehidrasi. Kalium klorida (K'l!, kalium merupakan kation (positi"! yang terpenting dalam cairan intraseluler dan sangat esensial untuk mengatur keseimbangan asam&basa serta isotonis sel.

#on kalsium ('a2=!, beker$a membentuk tulang dan gigi, berperan dalam proses penyembuhan luka pada rangsangan neuromuskuler. 0umlah ion kalsium di bawah konsentrasi normal dapat menyebabkan iritabilitas dan konvulsi. #on Aagnesium (Ag2=! $uga diperlukan tubuh untuk aktivitas neuromuskuler sebagai koen)im pada metabolisme karbohidrat dan protein. 1ekstrosa, suatu bentuk karbohidrat yang diberikan secara parenteral diharapkan dapat memberikan tambahan kalori yang diperlukan untuk menambah energi pada tubuh. 4atas konsentrasi normal elektrolit dalam plasma (Steril 1osage 5orm, hal 251&252! / ;a= D 1-5&1 5 mCB3L K= D -,5&5 mCB3L 'a2= D 5 mCB3L Ag2= D 2 mCB3L INFUS IV UNTUK P NG LOLAAN D "ID!ASI Sekitar >26 berat badan manusia terdiri dari cairan. Setiap hari sekitar 1,9 liter cairan di dalam tubuh keluar melalui urin, tin$a, keringat dan pernapasan. 'airan yang keluar tersebut akan digantikan oleh cairan yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman, yakni sebanyak - liter perhari. 0ika cairan yang keluar dai tubuh ter$adi secara berlebihan dan tidak diimbangi dengan cairan yang masuk, maka ter$adilah dehidrasi (kekurangan cairan tubuh!. 1ehidrasi adalah gangguan dalam keseimbangan cairan atau air pada tubuh, karena ter$adi pengeluaran yang lebih banyak daripada pemasukan. Fangguan kehilangan cairan tubuh ini disertai dengan gangguan keseimbangan )at elektrolit tubuh. Lat eletrolit yang diperlukan tubuh terdiri dari anion dan kation antara lain ;a=, K=, 'a2=, S( 2&, dan 'l&. 1ehidrasi terdiri dari / a. <bsolut /Kandungan air dibawah normal atau dibawah standar. b. 7ypenatermic / Keadaan hilangnya elektrolit lebih rendah secara disproporsional dibandingkan dengan hilangnya air. c. Gelati" / 1ehidrasi sebagai akibat meningkatnya tekanan osmotik cairan tubuh. d. Ioluntari / <kibat dari rasa haus yang tidak merangsang penggantian air yang hilang dengan cukup. INFUS & NGANDUNG KA!(O"ID!AT Karbohidrat merupakan bahan bakar utama (sumber energi! bagi tubuh yang didalam makanan terdapat sebagai monosakarida, disakarida dan polisakarida. Selain sumber energi $uga berperan penting dalam men$aga keseimbangan asam&basa, pembentukan struktur sel, $aringan dan organ tubuh. 4ilamana seorang penderita harus diberikan makanan yang memadai tetapi tidak dapat melalui saluran cerna atau mengalami gangguan saluran cerna seperti diare maka sumber energi utama yakni karbohidrat dapat diberikan melalui in"us yang mengandung karbohdrat.Flukosa merupakan sumber karbohidrat yang lebih disukai dan salah satu senyawa yang penting didalam tubuh sebagai sumber energi. INFUS Na (IKA!(ONAT UNTUK ASIDOSIS & TA(OLIK <sidosis metabolic adalah suatu keadaan dimana p7 arterial bersi"at asam dan konsentrasi bikarbonat plasma dibawah normal. %ada asidosis metabolic akut, p7 arterial dibawah 9,1&9,2 dan konsentrasi bikarbonat plasma, K@J 5armakologi

;a.bikarbonat merupakan agen pengalkali yang berdisosiasi membentuk ion bikarbonat. 4ikarbonat merupakan komponen basa kon$ugasi dari bu""er ekstraseluler utama yang ada di tubuh,yaitu bu""er bikarbonat&asam karbonat. %ada kondisi normal bu""er ini men$aga p7 plasma yaitu 9,-9&9, 2. ;amun bila ter$adi gangguan pada system bu""er ini maka p7 plasma dapat naik ataupun turun. p7 plasma yang dibawah normal mengindikasikan ter$adinya asidosis metabolic. %emberian ;a.bikarbonat akan menigkatkan konsentrasi bikarbonat plasma dan meningkatkan p7 plasma sehingga p7 plasma normal kembali (1# 222- hal 2 92&2 9-!. INFUS P!OT IN %rotein merupakan makromolekul yang pada hidrolisa hanya menghasilkan asam amino. Sel hidup menghasilkan berbagai macam makromolekul (protein, asam nukleat dan polisakarida! yang ber"ungsi sebagai komponen struktural, biokatalisator, hormon, reseptor dan sebagai tempat penyimpanan in"ormasi genetik. Aakromolekul ini merupakan biopolimer yang dibentuk dari unit monomer atau bahan pembangun. <sam amino dibagi men$adi dua bagian yaitu/ 1. <sam amino essensial yaitu asam amino yang diperlukan oleh tubuh tetapi tidak dapat disintesis dalam tubuh sehingga harus diperoleh dari luar. 'ontoh / <rginin, histidin, isoleusin, lisin, metionin, "enil alanin, treonin, tripto"an, dan valin. 2. <sam amino non essensial yaitu asam amino yang dapat disintesa didalam tubuh. 'ontoh/ <lanin, asparagin, asam aspartat, sistein, asam glutamate, glutamin, glisin, prolin, hidroksiprolin, serin, dan tirosin. <rginin mempunyai "ungsi yang sama seperti asam amino, yaitu meningkatkan stimulan hormon pertumbuhan, prolaktin, dan glukosa darah. <rginin dapat menambah konsentrasi glukosa darah. C"ek ini dapat langsung berpengaruh dari hati men$adi asam amino yang berkualitas.(1# hal 1- 1! INFUS IV D KST!OSA 5armakologi (1#, hal 1 29! 1ekstrosa dengan mudah dimetabolisme, dapat meningkatkan kadar glukosa darah dan menambah kalori. 1ekstrosa dapat menurunkan atau mengurangi protein tubuh dan kehilangan nitrogen, meningkatkan pembentukan glikogen dan mengurangi atau mencegah ketosis $ika diberikan dosis yang cukup. 1ekstrosa dimetabolisme men$adi '(2 dan air, maka larutan dekstrosa dan air dapat mengganti cairan tubuh yang hilang. #n$eksi dekstrosa dapat $uga digunakan sebagai diuresis dan volume pemberian tergantung kondisi klinis pasien. LA!UTAN P NCUCI PADA OP !ASI LA&(UNG Larutan irigasi adalah larutan steril, bebas pyrogen yang digunakan untuk tu$uan pencucian dan pembilasan. Sodium Klorida ( ;a'l ! secara umum digunakan untuk irigasi ( seperti irigasi pada rongga tubuh, $aringan atau luka !. Larutan irigasi ;a'l hipotonis 2, 56 dapat digunakan sendiri atau tanpa penambahan bahan tambahan lain. Larutan irigasi ;a'l 2,?6 dapat digunakan untuk mengatasi iritasi pada luka. ( 1# 222- hal 2555 ! Larutan irigasi dimaksudkan untuk mencuci dan merendam luka atau lubang operasi, sterilisasi pada sediaan ini sangat penting karena cairan tersebut langsung berhubungan dengan cairan dan $aringan tubuh yang merupakan tempat in"eksi dapat ter$adi dengan mudah.( <nsel hal -?? ! #;5+S %C;1CG#.< 1#<GC 4CG<. (L('KC G#;FCG! Locke H Ginger mengandung )at&)at yang dibutuhkan tubuh yaitu elektrolit&elektrolit dan karbohidrat sesuai untuk penderita diare berat

1igunakan norit, yaitu untuk menyerap pirogen dan mengurangi kelebihan 72(2. 'ara sterilisasi yang digunakan adalah dengan teknik otokla" karena bahan&bahan yang digunakan tahan panas %embahasan / hipertonis (harap diperhatikan la$u tetesan per menit! INFUS UNTUK P NG LOLAAN & TA(OLIK ALKALOSIS <lkalosis metabolik adalah suatu keadaan dimana darah dalam keadaan basa karena tingginya kadar bikarbonat. <lkaosis metabolik ter$adi $ika tubuh kehilangan banyak asam. Sebagai contoh adalah kehilangan se$umlah asam lambung selama periode muntah yang berkepan$angan atau bila asam lambung disedot dengan selang lambung (seperti yang kadang&kadang dilakukan di rumah sakit, terutama setelah pembedahan perut! %ada kasus yang $arang, alkalosis metabolik ter$adi pada seseorang yang mengkonsumsi terlalu banyak basa dari bahan&bahan seperti soda bikarbonat. Selain itu, alkalosis metabolik dapat ter$adi bia kehilangan natrium atau kalium dalam $umlah yang banyak mempengaruhi kemampuan gin$al dalam mengendalikan keseimbangan asam basa darah. %enyebab utama alkalosis metabolik / 1. %enggunaan diuretik (tia)id, "urosemid, asam etakrinat! 2. Kehilangan asam karena muntah atau pengosongan lambung -. Kelen$ar adrenal yang terlalu akti" (sindroma cushing atau akibat penggunaan kortikosteroid!. Fe$ala / 1. <lkalosis metabolik dapat menyebabkan iritabilitas (mudah tersinggung!, otot berkedut dan ke$ang otot, atau tanpa ge$ala sama sekali. 2. 4ila ter$adi alkalosis yang berat, dapat ter$adi kontraksi (pengerutan! dan spasme (ke$ang! otot yang berkepan$angan (tetani!. -. 1iagnosa dilakukan pemeriksaan darah arteri untuk menun$ukkan darah dalam keadaan basa. %engobatan / 4iasanya alkalosis metabolik diatasi dengan pemberian cairan dan elektrolit (natrium dan kalium! INFUS LA!UTAN I!IGASI GLISIN Larutan irigasi adalah sediaan larutan steril dalam $umlah besr. Larutan tidak disuntikkan ke dalam vena, tapi digunakan di luar sistem peredaran darah dan umumnya menggunakan $enis tutup yang diputar atau plastik yang dipatahkan, sehingga memungkinkan pengisian larutan dengan cepat. Larutan ini digunakan untuk merendam atau mencuci luka2. Sayatan bedah atau $aringan tubuh dan dapat pula mengurangi pendarahan.

%ersyaratan larutan irigasi adalah sbb / 1. #sotonik 2. Steril -. .idak disbsorpsi . bukan larutan elektrolit 5. .idak mengalami metabolisme >. 'epat diekskresi 9. Aempunyai tekanan osmotik diuretik

@. bebas pirogen Larutan irigasi glisin digunakan selama operasi kelen$ar prostat dan prosedur transuretral lainnya. Larutan yg digunakan untuk luka dan kateter uretra yg mengenai $aringan tubuh hrs disterilkan dgn cara aseptis. INFUS IV )G &GD NUT!ISI Flukosa termasuk monosakarida dimana sebagian besar monosakarida dibawa oleh aliran darah ke hati. 1i dalam hati, monosakarida mengalami proses sintetis menghasilkan glikogen, oksidasi men$adi '(2 dan 72( atau dilepaskan untuk dibawa dengan aliran darah ke bagian tubuh yg memerlukannya. Sebagian lain monosakarida dibawa langsung ke sel $aringan organ tertentu dan mengalami proses metabolisme lbh lan$ut. Karena pengaruh berbagai "aktor dan hormon insulin yg dihasilkan oleh keln$ar pankreas, hati dapat mengatur kadar glukosa dalam darah. Kadar glukosa dalam darah merupakan "aktor yg sgt penting utk kelancaran ker$a tubuh. INFUS IV !ING ! LAKTAT 0ika untuk mengatasi kondisi kekurangan volume darah, larutan natrium klorida 2,?6 & 1,26 men$adi kehilangan maka secara terapeutik sebaiknya digunakan larutan ringer, larutan ini mengandung K'l dan 'a'l2 disamping ;a'l. 4eberapa larutan modi"ikasi $g mengandung ;a7'(- maka larutan dapat disterilakan dengan panas yang stabil. %engautokla"an larutan natrium hidrogen karbonat hanya diproses mempunyai penyaringan kuman. %embahasan / larutan ini bersi"at hipertonis. 7arap diperhatikan la$u tetesan per menit. La$u tetesan maksimal 5 ml per menit INFUS IV A&&ONIU& KLO!IDA (%C;1<7+L+<;;:< S<A< 1C;F<; <LK<L(S#S AC.<4(L#K! <mmonium klorida digunakan sebagai ).a yang dapat berkhasiat untuk pengobatan gangguan metabolisme alkalosis dalam tubuh serta menggantikan ion klorida yang hilang dalam tubuh. INFUS IV & NGANDUNG L KT!OLIT DAN KA!(O"ID!AT *alaupun cairan in"us intravena yang diinginkan adalah larutan yang isotonis untuk meminimalisasi trauma pada pembuluh darah, namun cairan hipotonis maupun hipertonis dapat digunakan. +ntuk meminimalisasi iritasi pembuluh darah, larutan hipertonis diberikan dalam kecepatan yang lambat.

5e'l- dengan asam aseto asetat akan menimbulkan )at warna merah anggur. M Dasar Teori / 4enda keton terdiri dari - senyawa yaitu aseton, asam eseto asetat dan asm N& hidroksibutirat yang merupakan produk metabolisme lemak dan asam lemak yang berlebihan. 4enda keton diproduksi ketika karbohidrat tidak dapat digunakan untuk maenghasilkan energi yang disebabkan oleh / gangguan metabolisme karbohirat (misalnya 1iabetes Aellitus!, kurangnya asupan karbohidrat (kelaparan , diet tidak seimbang / tinggi lemak rendah karbohidrat!, gangguan absorbsi karbohidrat, gangguan mobilisasi glukoma, sehingga tubuh mengambil simpanan asam lemak untuk dibakar. %eningkatn kadar keton dalam darah akan menimbulkan ketosis sehingga dapat menghabiskan cadangan basa (misal bikarbonat, 7'(-! dalam tubuh dan menyebabkan asidosis. %ada ketoasidosis diabetik keton serum meningkat hingga mencapai lebih dari 52 mg3dL. Keton memiliki struktur kecil dan dapat diekskresikan kedalam urin. ;amun kenaikan kadarnya pertama kali tampak pada plasma atau serum, kemudian baru urin. Ketonuria ter$adi akibat ketosis. 4enda keton yang di$umpai di urin terutama adalah aseton dan asam aseto asetat. 5aktor yang mempengaruhi hasil laborat / a. 1iet rendah karbohidrat atau tinggi lemak dapat menyebabkan temuan positi" palsu. b. +rin disimpan pada temperature ruangan dalm waktu yang lama dapatmenyebabkan hasil u$i negative palsu. c. <danya bakteri dalam urin dapat menyebabkan kehilangan asam aseto asetat. d. <nak penderita 1iabetes cenderung mengalami ketonuria daari pada dewasa. <lat / .abung reaksi O %ipet ukur O 4atang pengaduk O %ipet tetes 4ahan / +G#; Geagen / ;atrium nitroprusid O 4u""er basa O ;7 (7 pekat 1@ O 5e'l- 12 6

%emeriksaan 4enda Keton


.u$uan / +ntuk mengetahui ada tidaknya benda keton dalam urin %rinsip / 1. Aetode Gothera ;atrium nitroprusid akan bereaksi dengan asam aseto asetat dan aseton dalam suasana basa akan membentuk senyawa berwarna ungu. 2. Aetode Ferhardt M M

M Cara ker*a Sampel G #+ &eto,e !ot-era o .ebung reaksi di isi 5 ml urin. o 1itambah 1 gr (sepucuk batang pengaduk! regen rothera dan campur sampai larut. o 1itambah 1&2 ml ;7 (7 pekat 1@ 6 melalu dinding tabung secara hati&hati sehingga menyusun lapisan atas dari cairan di dalm tabung. o Letakkan tabung tegak lurus, diamkan 5 menit lalu diamati perbatasan kedua larutan.

.+ &eto,e Ger-ar, o .abung reaksi di isi 5 ml urin. o 1itambah beberapa tetes 5e'l- 12 6 dicampur, dimati perubahan warna yang ter$adi. Sampel F 1. Aetode Gothera o .abung reaksi di isi 5 ml urin. o 1itambah 1 gr (sepucuk batang pengaduk! regen rothera dan campur sampai larut. o 1itambah 1&2 ml ;7 (7 pekat 1@ 6 melalu dinding tabung secara hati&hati sehingga menyusun lapisan atas dari cairan di dalm tabung. o Letakkan tabung tegak lurus, diamkan 5 menit lalu diamati perbatasan kedua larutan. 2. Aetode Ferhard o .abung reaksi di isi 5 ml urin. o 1itambah beberapa tetes 5e'l- 12 6 dicampur, dimati perubahan warna yang ter$adi. M "asil /engamatan : Sampel G 1. Aetode Gothera o 5 ml urin = 1 gr reagen rothera, campur = 1&2 ml ;7 (7 pekat 1@ 6 &J cincin ungu kemerahan (=! &J mengandung aseton. 2. Aetode Ferhard o 5 ml urin = 5e'l- 12 6 diamati &J tidak ada warna merah anggur (saat penambahan! tidak mengandung asam aseto asetat (&!. Sampel F 1. Aetode Gothera o 5 ml urin = 1 gr reagen rothera, campur = 1&2 ml ;7 (7 pekat 1@ 6 &J cincin ungu kemerahan (=! &J mengandung aseton. 2. Aetode Ferhard o 5 ml urin = 5e'l- 12 6 diamati &J warna merah anggur, mengandung asam aseto asetat (=!. M Pem0a-asan / <danya benda keto dalam urin dikarenakan metabolism lemak dan asam lemak secara berlebihan, kurangnya karbohidrat dalam tubuh sehingga simpanan asam lemak digunakansebagai sumber energi. 1alam sampel G dengan metode Gothera menun$ukkan hasil (=! dan metode Ferhardt menun$ukkan hasil (&!. Sedangkan pada sampel F dengan metode Gothere menun$ukkan hasi (=! dan metode Ferhard menun$ukkan hasil (=!. M Kesim/1lan / 1ari praktikum yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa / o %ada sampel G metode Gothera hasil (=! ditandai cincin ungu kemerahan dan metode Ferhardt (&! tidak ada merah anggur menun$ukkan adanya aseton pada sampel G. o %ada sampel F metode rothera hasil (=! ditandai dengan cincin ungu kemerahan dan metode Ferhard hasil (=! ditandai warna merah anggur menun$ukkan adanya aseto asetat.

DAFTA! PUSTAKA
M Ac %herson, <. G., P Sacher, <. G. (222 !. Tinjauan Klinis Hasil Pemeriksaan Laboratorium. 0akarta/ %anerbit 4uku Kedokteran CF'. M .im %raktikum Kimia Klinik. (2211!. Buku Petunjuk Praktikum Kimia Klinik I.:ogyakarta/ <kademi <nalis Kesehatan Aanggala :ogyakarta. M F$andasoebrata G . 1?@>, %enuntun Laboratorium Klinik . 0akarta . 1ian Gakyat M Ac %herson, <. G., P Sacher, <. G. (222 !. Tinjauan Klinis Hasil Pemeriksaan Laboratorium. 0akarta/ %anerbit 4uku Kedokteran CF'..im %raktikum Kimia Klinik. (2211!. Buku Petunjuk Praktikum Kimia Klinik I. :ogyakarta/ <kademi <nalis Kesehatan Aanggala :ogyakarta ASAM URAT Asam urat (gambar 1) memiliki nama IUPAC 7,9-di idr!-1"-#urin-$,%,&('")-tri!n atau dengan nama lain $,%,&tri!ksi#urina( Rumus m!lekul asam urat adala C)"*+*,' dengan berat m!lekul 1%&,11g-m!l( Asam urat termasuk asam lema beru#a kristal #uti , sukar larut dalam air dan mengalami dek!m#!sisi dengan #emanasan( .asar kelarutan #r!duk dari natrium urat #ada su u '7!C dan tamba an /,* mg-dl untuk batas urat dalam #lasma, kelarutan dari natrium urat dalam #lasma adala %,& mg-dl( +ilai di atas, da#at ber#!tensi sebagai enda#an dari kristal urat 0ang ada( 1elarutan dari natrium urat dalam #lasma #ada su u '/!C an0a * mg-dl, 0ang mungkin men2elaskan menga#a bentuk kristal lebi baik di dalam su u tubu 0ang renda ( Metabolisme asam urat .alam tubu , sen0a3a-sen0a3a #urin mengalami metab!lisme untuk diuba men2adi asam urat( +ukle!tida #urin 0ang utama, 0aitu Ad en!sin M!n!# !s#at (AMP) dan 4uan!sin M!n!# !s# at (4MP)( 5!s6!m!n!esterase menguba AMP dan 4MP men2adi nukle!sidan0a( Ad en!sin mengalami deaminasi men2adi in!sin !le en7im aden!sine deaminase( 5!s6!rilasi ikatan +-gluk!sida in!sin dan guan!sin, dikatalisasi !le en7im nukle!sida #urin 6!s6!rilase, akan mele#as sen0a3a rib!se 1-6!s6at dan basa #urin( "i#!8antin dan guanine selan2utn0a membentuk 8antin dalam reaksi 0ang dikatalisasi masing-masing !le en7im 8antin !ksidase dan guanase( 1emudian 8antin ter!ksidasi men2adi asam urat dalam reaksi kedua 0ang dikatalisasi !le en7im 8antin !ksidase (gambar ')( .engan demikian 8antine !ksidase meru#akan l!kasi 0ang esensial untuk inter9ensi 6armak!l!gis #ada #enderita i#eruresemia dan #en0akit g!ut( :kskresi keseluru an asam urat #ada manusia 0ang n!rmal berkisar rata-rata %//-&// mg- $* 2am( .ua #ertiga asam urat 0ang terbentuk dieleminasi melalui gin2al, sedangkan se#ertigan0a melalui saluran #en;ernaan( Patofisiologi asam urat Pada manusia, asam urat meru#akan #r!duk ak ir dari degradasi sen0a3a #urin( <at tersebut tidak memiliki kegunaan 6isi!l!gis se ingga da#at diangga# sebagai ba an buangan( 1arena ketidak beradaan en7im urikase #ada manusia, maka terda#at kemungkinan adan0a timbunan asam urat 0ang a#abila mele3ati batas tertentu akan menimbulkan gangguan #at!l!gis( 1adar asam urat n!rmal dalam dara manusia #ada #ria adala ',) mg-dl sebelum #ubertas dan ),$ mg-dl setela #ubertas( Sedangkan #ada 3anita adala * mg-dl usia #ramen!#ause dan *,7 mg-dl usia #as;amen!#aus( Peningkatan kadar asam urat dara melebi i n!rmal da#at ter2adi karena #eningkatan #r!duksi atau #enurunan eksresi asam urat( 1eadaan bi!kimia ini disebut i#erurisemia 0aitu kadar asam urat melebi i 7,/ mg-dl #ada #ria dan %,/ mg-dl #ada 3anita( Satu diantara #en0ebab meningkatn0a #r!duksi asam urat adala meningkatn0a asu#an makanan 0ang mengandung #urin misaln0a = ati, gin2al, makanan kaleng, ka;ang-ka;angan, ba0am, gandum, as#aragus, kembang k!l, 2amur, dan minuman beralk! !l( "i#eruri;emia da#at bersi6at asim#t!matik atau menimbulkan keadaan #at!l!gis se#erti art ritis g!ut akut dan g!ut kr!nik( 1eadaan ini timbul karena #enimbunan kristal m!n!atrium urat #ada 2aringan lunak dan #ersendian akibat keadaan le3at 2enu ( Timbunan kristal ini membentuk t!6i 0ang da#at men0ebabkan reaksi #eradangan( "i#eruri;emia dan g!ut dikel!m#!kkan men2adi dua 0aitu #rimer dan sekunder( 4!ut #rimer disebabkan !le kelainan metab!lik( .an g!ut sekunder disebabkan !le keadaan i#eruri;emia akibat #en0akit, #enurunan 6ungsi gin2al, #eningkatan degradasi asam nukleat, #eningkatan #r!duksi #urin, k!sumsi alk! !l, atau karena !bat-!batan tertentu(