Anda di halaman 1dari 5

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Pembahasan Sub Pokok Pembahasan Sasaran Tempat Waktu Hari / Tanggal Pembicara : Kesehatan Pada Bayi : Pencegahan Ruam Popok : Ibu Yang Mempunyai Bayi : Balai Desa : 20 Menit : Senin, 04 November 2013 : Wardatun Nisa

A. Tujuan Intruksional Umum (TIU) Setelah mengikuti penyuluhan selama 20 menit diharapkan Ibuibu dapat memahami tentang Ruam Popok. B. Tujuan Intruksional Khusus (TIK) Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan Ibu dapat : 1. Sasaran dapat menjelaskan pengertian Ruam Popok dengan benar. 2. Sasaran dapat menyebutkan penyebab Ruam Popok dengan benar. 3. Sasaran dapat menjelaskan gejala Ruam Popok dengan benar. 4. Sasaran dapat menyebutkan pencegahan Ruam Popok dengan benar. 5. Sasaran dapat menyebutkan pengobatan alami Ruam Popok dengan benar. C. Materi Penyuluhan 1. Pengertian Ruam Popok 2. Penyebab Ruam Popok 3. Gejala Ruam Popok 4. Pencegahan Ruam Popok 5. Pengobatan alami Ruam Popok D. Metoda 1. Ceramah 2. Tanya Jawab E. Media Penyuluhan 1. PPT 2. LCD 3. LAPTOP

F. Proses Kegiatan Penyuluhan

No Waktu Tahapan Kegiatan Penyuluhan


1. 2 Menit Pembukaan a. Memberi salam b. Memperkenalkan diri c. Menjelaskan tujuan penyuluhan d. Menyebutkan materi/ pokok bahasan yang akan disampaikan e. Memberikan pertanyaan apersepsi Inti Menjelaskan materi penyuluhan secara berurutan dan teratur. Materi : a. Pengertian Ruam Popok b. Penyebab Ruam Popok c. Gejala Ruam Popok d. Pencegahan Ruam Popok e. Pengobatan alami Ruam Popok f. Memberikan kesempatan pada sasaran untuk bertanya g. Penyuluh memberi jawaban dengan tepat h. Menarik kesimpulan Penutup Evaluasi: Mengakhiri penyuluhan, mengucapkan terima kasih dan salam

Kegiatan Peserta
a. b. c. d. Menjawab salam Menyimak Mendengarkan Menjawab pertanyaan

2.

13 Menit

a. Mendengarkan b. Memperhatikan c. Bertanya

3.

5 Menit

Menjawab salam

G. Sumber Markum, A.H, 1996, Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak Jilid 1, Balai Penerbit FKUI, Jakarta

H. Evaluasi 1. Cara 2. Jenis 3. Waktu 4. Soal

: Lisan : Pertanyaan Terbuka : Setelah Penyuluhan Selesai : a) Apakah pengertian Ruam Popok ? b) Sebutkan 3 dari 6 penyebab Ruam Popok ? c) Sebutkan 2 dari 4 gejala Ruam Popok ? d) Sebutkan 3 dari 6 pencegahan Ruam Popok ? e) Sebutkan 2 dari 4 cara pengobatan alami Ruam Popok ?

Penyuluh

Wardatun Nisa NIM: P27901112091

MATERI PENYULUHAN RUAM POPOK


A. Pengertian Ruam popok adalah iritasi pada kulit bayi di daerah pantat. Ini bisa terjadi jika popok basahnya telat diganti, popoknya terlalu kasar dan tidak menyerap keringat, infeksi jamur atau bakteri atau bahkan eksema B. Fakor Penyebab Beberapa faktor penyebab terjadinya ruam popok ( diaper rash, diaper dermatitis, napkin dermatitis ), antara lain: 1. Iritasi atau gesekan antara popok dengan kulit. 2. Faktor kelembaban. 3. Kurangnya menjaga hygiene. popok jarang diganti atau terlalu lama tidak segera diganti setelah pipis atau BAB (feces). 4. Infeksi mikro-organisme (terutama infeksi jamur dan bakteri) 5. Alergi bahan popok. 6. Gangguan pada kelenjar keringat di area yang tertutup popok C. Gejala Gejala dari ruam popok bervariasi : 1. Pada tahap dini, ruam tersebut berupa kemerahan di kulit pada daerah popok yang sifatnya terbatas disertai lecet-lecet ringan atau luka pada kulit. 2. Pada derajat sedang berupa kemerahan dengan atau tanpa adanya bintil-bintil yang tersusun seperti satelit, disertai dengan lecet-lecet pada permukaan luas. Biasanya disertai rasa nyeri dan tidak nyaman. 3. Pada kondisi yang parah ditemukan kemerahan yang disertai bintilbintil, bernanah dan meliputi daerah kulit yang luas. 4. Bayi atau anak dengan kelainan itu dapat menjadi rewel akibat adanya rasa nyeri, terutama pada waktu buang air kecil atau besar D. Cara Pencegahan 1. Gunakan deterjen khusus laundry bayi yang lembut. Jika salah memilih produk, akan meningkatkan peluang munculnya iritasi pada kulit sensitif bayi.

2.

3.

4.

5.

6.

Bersihkan bathup bayi dengan pembersih antiseptik yang bermolekul lembut. Gunakan dalam kadar yang sedikit saja. Ketika memandikan bayi, gunakan air hangat. Sebaiknya ganti diaper sesering mungkin. Terlalu lama menggunakan diaper yang sama dapat meningkatkan resiko iritasi pada kulit bayi. Hal ini disebabkan karena keadaan yang terlalu lembab yang membuatnya tidak betah. Jika ia buang air dalam diaper, segera ganti dengan yang baru karena bakteri dan kuman yang bersarang di sana akan mempercepat resiko iritasi pada kulit bayi. Bersihkan pantat bayi dengan tisu atau kain yang bersih hingga benarbenar kering sebelum memakaikan diaper. Diusap perlahan, jangan digosok karena akan melukai kulit bayi. Usapkan pula obat salep tipis-tipis saja untuk menjaga kelembaban alaminya. Batasi pemberian makanan yang mengandung asam. Buah dan jus yang mengandung asam biasanya dapat menyebabkan kotorannya bau. Jika orang tua biasa menyerahkan urusan bayinya kepada baby sitter, pastikan tetap mengawasi asupan makanannya. Jangan sampai lepas kendali terhadap asupan makanan si kecil. Kurangi pakaian yang dikenakan. Pakaikan bayi satu lapis pakaian agar ia tetap merasa nyaman dan tidak kepanasan.

E. Cara Pengobatan Alami 1. Kompres dingin. Memberikan kompresan dingin pada daerah yang terkena ruam dapat mengurangi kerewelan bayi. Caranya, basahi kain pakaian yang bersih dengan air dingin, peras, dan bentangkan di daerah yang terkena ruam selama kurang lebih 10 menit. Ulangi sesering mungkin hingga tidak rewel lagi. 2. Memasukkan bath oil atau gandum cair untuk memberi kesan hangat merupakan cara yang mudah dan efektif mengobati ruam pada kulit bayi. 3. Seka daerah ruam tersebut dengan menggunakan kain yang sudah dibasahi atau cottonbud. 4. Luangkan beberapa waktu untuk si kecil tidak memakai diaper. Percaya atau tidak, ini bisa menjadi terapi pencegahan munculnya ruam. Biarkan sang buah hati bebas bermain tanpa menggunakan diaper dalam beberapa menit.